Batasan Masalah 1. Identitas pasien : Nama : An. Ananda Umur : 15 bulan Jenis kelamin : Perempuan apa laki??

Berat badan : 12 kg 2. Anamnesis : Keluhan utama : mencret Onset : 3 hari yang lalu Frekuensi : 10-15x/hari Kuantitas : ½ gelas blimbing Gejala penyerta : sulit makan minum, sering muntah RPD : RPS : RPSosek : 3. Pemeriksaan fisik : KU : tampak lemah dan gelisah Akral teraba dingin dan nadi teraba lemah Sasbel Definisi Berbagai Syok Syok adalah suatu sindrom klinis yang terjadi jika sirkulasi darah arteri tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan. Perfusi jaringan yang adekuat tergantung pada tiga faktor utama, yaitu: a. Curah jantung b. Volume darah c. Tonus vasomotor perifer (Mansjoer, 2000). Jenis-jenis syok : A. Syok Kardiogenik

diabetes mellitus. diabetes insipidus. atau feokromositoma . ascites.Rupture septum interventrikularis . Gangguan kontraktilitas ventrikel kanan yang disebabkan oleh infark ventrikel kanan c. Disebabkan oleh factor mekanis jantung a. Gangguan relaksasi atau kelenturan ventrikel kiri. Kekurangan cairan akibat muntah.Insufisiensi aorta atau mitralis akut . 3. Disebabkan oleh Disritmia a. luka bakar. pancreatitis. adenoma vilosa. Bradidisritmia b.1. Takidisritmia 2. miksoma atrium kiri. thrombus atrium. seperti stenosis mitralis. Gangguan kontraktilitas ventrikel kiri. seperti stenosis katup aorta congenital atau di dapat. dan kardiomiopati hipertrofi obstruktif . Lesi obstruktif . Syok Oligemik 1. Lesi regurgitasi . kerusakan korteks adrenal. seperti pada infark miokardium akut atau kardiomiopati kongestif b.Obstruksi saluran masuk ventrikel kiri. diare.Aneurisma ventrikel kiri masif b. Syok Obstruktif 1. Perdarahan 2. Miopati a. seperti pada kardiomiopati restriktif atau hipertrofik B. dehidrasi. peritonitis. Tamponade pericardium 2. Hipertensi pulmonalis primer C.Obstruksi saluran keluar ventrikel kiri. Koarktasio aorta 3. Emboli paru 4.

Syok Distributif 1.Sindrom syok toksik (kemungkinan disebabkan oleh eksotoksin stafilokok) . Neurogenik . . Endokrinologik .Anemia sel sabit .Diabetes insipidus .Diabetes mellitus tak terkontrol dengan koma ketoasidosis atau hiperosmolar .otonom 6. akibat berubahnya viskositas darah .Hipotiroidisme .Endotoksik . Mikrosirkulasi. dan krioglobulinemia .Kerusakan korteks adrenal . makroglobulinemia. seperti demam dengue 2.Hipoglikemia akibat kelebihan insulin eksogen atau akibat tumor sel beta 4.D.Intoksikasi logam berat .Serebral .Sindrom hiperviskositas. Anafilaktik ( Zimmerman.Overdosis obat . 1997 ).Emboli lemak 5.Hiperparatiroidisme atau hipoparatiroidisme .Gagal ginjal . Septicemia . termasuk myeloma multiple.Spinal .Gagal hati .Asidosis atau alkalosis berat .Polisitemia vera .Hipertermia maligna 3. Metabolic atau toksik .Akibat infeksi spesifik.

Diagnosis dan Manajemen Shock. Kapita Selekta Kedokteran Edisi III Jilid 2.Mansjoer. dkk. . dalam buku : Fundamental Critical Support. 2000. Arif. Zimmerman J L. 1997. et al. Society of CCritical Care Medicine. Taylor R W. Jakarta : Media Aesculapius.