Anda di halaman 1dari 4

ARSITEKTUR JARINGAN 3G UMTS (Universal Mobile Telecommunication System) merupakan evolusi dari GSM yang mendukung kemampuan generasi

ketiga (3G). Teknologi yang dipakai adalah menggunakan WCDMA dengan sistem (Direct Seqence Wideband CDMA). Ada 2 mode yang digunakan dalam teknologi ini yaitu FDD (Frequency Division Duplex) dan TDD (Time Division Duplex). Perbandingan antara spreading rate (kecepatan chip tiap detik) terhadap user data rate (kecepatan simbol data user tiap detik) dikenal sebagai spreading factor. Semakin banyak user yang dapat ditampung maka akan semakin tinggi chip ratenya. Semakin besar jumlah chip rate maka semakin tinggi kecepatan data yang diperoleh user. WCDMA menggunakan chip rate sebesar 3,84 Mbps. Arsitektur jaringan UMTS yang menggunakan WCDMA dapat dilihat pada gambar di bawah ini

Arsitektur UMTS ini terdiri dari 3 daerah yang saling berinteraksi yaitu Core Network(CN), UMTS Terrestrial Radio Access Network (UTRAN), dan User Equipment (UE) atau Mobile Station (MS). Core Network dibagi dalam daerah Circuit Switched dan Packet Switched. Beberapa elemen dari Circuit Switched adalah Mobile services Switching Centre (MSC) merupakan interface yang menangani MS untuk menangani circuit switched data, Gateway MSC (GMSC) merupakan gerbang penghubung antara UMTS dan jaringan luar circuit switched seperti PSTN, Visitor Location Register (VLR), dan Gateway MSC. Elemen Packet Switched adalah Serving GPRS Support Node (SGSN) merupakan interface yang berfungsi sama dengan MSC tetapi digunakan untuk layanan packet switched dan Gateway GPRS Support Node (GGSN) merupakan gerbang yang menghubungkan UMTS menuju jaringan packet switched. Beberapa elemen jaringan yang

lain seperti HLR dan AUC digunakan bersama oleh kedua daerah tersebut. Arsitektur CN dapat berubah ketika terdapat layanan atau fitur yang baru. Transfer data di dalam jaringan inti didukung oleh GGSN (gateway GPRS support node) dan SGSN (serving GPRS support node). Pada dasarnya, GGSN adalah sebuah fitur pengaturan mobilitas tambahan, dan menghubungkan dengan berbagai macam elemen jaringan melalui standart interface. Pada jaringan ini GGSN merupakan interface fisik yang terhubung ke jaringan packet data external (misalnya Internet). SGSN menangani pengiriman packet dari dan ke terminal-terminal mobile. Masing-masing SGSN memungkinkan untuk mengirimkan packet ke terminal di dalam service area. GGSN dan SGSN dapat mengirim data dengan kecepatan hingga 2 Mbps. UTRAN (UMTS Terrestrial Radio Access Network) ini terdiri dari 1 atau lebih Radio Network System (RNS), dimana RNS ini terdiri dari sebuah pengendali jaringan radio yang disebut dengan Radio Network Controller (RNC) dan beberapa node B (UMTS Base Station) dan User Equipment. UTRAN terhubung pada bagian Core Network melalui interface Iu dan menggunakan Interface Iub untuk mengontrol node B. Sedangkan Interface Iur yang menghubungkan antar RNC berfungsi untuk mengatur terjadinya soft handover (memungkinkan adanya overlapping antara cell yang satu dengan yang lain) diantara RNC tersebut. RNC berfungsi mengendalikan gelombang-gelombang radio dari beberapa Node B juga berperan dalam power control atau handover control. Base station di UMTS disebut node B. Node B berfungsi sebagai sistem pengiriman dan penerimaan gelombang radio dari cell. Interface Iub menghubungkan RNC dengan node B. Interface Iur menghubungkan antar RNC dan UTRAN dihubungkan dengan jaringan inti / core network menggunakan interface Iu. User Equipment (UE) mempunyai prinsip kerja yang sama dengan GSM Mobile Station (MS), yang berfungsi menyimpan identitas user yang serupa dengan SIM pada GSM. UE sendiri terdiri dari 2 bagian Mobile Equipment (ME) dan UMTS Subscriber Identity Module (USIM) yang dihubungkan oleh interface Cu. Sedangkan UE dan Node B dihubungkan oleh interface Uu. ME merupakan perangkat untuk pengiriman gelombang radio, sedangkan USIM merupakan kartu untuk menyimpan identitas user dan informasi pribadi. Teknologi 3G diperkenalkan pada awalnya adalah untuk tujuan sebagai berikut: a. Menambah efisiensi dan kapasitas jaringan. b. Menambah kemampuan jelajah (roaming). c. Untuk mencapai kecepatan transfer data yang lebih tinggi. d. Peningkatan kualitas layanan (Quality of Service QOS). e. Mendukung kebutuhan internet bergerak (mobile internet)

Kemampuan teknologi 3G : Memiliki kecepatan transfer data cepat (144kbps-2Mbps) sehingga dapat melayani layanan data broadband seperti internet, video on demand, music on demand, games on demand, dan on

demand lain yang memungkinkan kita dapat memilih program musik, video, atau game semudah memilih channel di TV. Kecepatan setinggi itu juga mampu melayani video conference dan video streaming lainnya. Frekuensi yang digunakan oleh teknologi 3G, yaitu : 1. Frekuensi penerimaan (downlink) 1920-1980 MHz. 2. Frekuensi pengiriman (uplink) 2110-2170 MHz. Kelebihan 3G dari generasi-genersi sebelumnya : 1. Kualitas suara yang lebih bagus. 2. Keamanan yang terjamin. 3. Kecepatan data mencapai 2 Mbps untuk lokal/Indoor/slow-moving access dan 384 kbps untuk wide area access. 4. Support beberapa koneksi secara simultan, sebagai contoh, pengguna dapat browse internet bersamaan dengan melalukan call (telepon) ke tujuan yang berbeda. 5. Infrastruktur bersama dapat mensupport banyak operator dilokasi yang sama. Interkoneksi ke other mobile dan fixed users. 6. Roaming nasional dan internasional 7. Bisa menangani packet-and circuit-switched service termasuk internet (IP) dan Video conferencing. Juga high data rate communication services dan asymmetric data transmission. 8. Efiensi spektrum yang bagus, sehingga dapat menggunakan secara maksimum bandwidth yang terbatas. 9. Support untuk multiple cell layer. 10. Co-existance and interconnection dengan satellite-based services. 11. Mekanisme billing yang baru tergantung dari volume data, kualitas service dan waktu. PERBEDAAN TELKOMFLEXI DENGAN SMARTFREN I. TelkomFlexi

TelkomFlexi merupakan salah satu produk telepon fixed wireless yang dikeluarkan oleh PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Produk ini lebih dikenal dengan nama "Flexi" . Saat ini operasionalnya dikelola melalui salah satu Divisi di Telkom, yaitu Divisi Fixed Wireless Network (DIV FWN). Akan tetapi setelah dilakukan transformasi di PT Telekomunikasi Indonesia, per tanggal 1 Juli 2009, operasional dari FLEXI ini dikelola oleh Divisi Telkom Flexi (DTF). Flexi menggunakan teknologi CDMA (Code Division Multiple Access) 2000 1x, dan berlisensi sebagai Fixed Wireless Access (FWA) atau Telepon Tetap Nirkabel. Sampai posisi saat ini, Flexi masih menjadi operator terbesar dalam layanan FWA di Indonesia. Saat ini, Flexi sudah menggunakan jaringan CDMA frekuensi 800 MHz untuk seluruh wilayah di Indonesia. Sebelumnya untuk wilayah Jakarta & Jawa Barat yang menggunakan frekuensi 1900 MHz sudah dimigrasi ke 800 MHZ sejak tanggal 31 Juli 2007. Sejalan dengan pengaturan ulang frekuensi di Indonesia, frekuensi 1900 MHz sudah digunakan sebagai frekuensi operator jaringan generasi ke-3 dan 3,5.

Untuk layanan broadband, Flexi mendukung layanan generasi EVDO (Evolution Data Optimized) Rev. A (setara dengan layanan 3G/UMTS pada GSM) dengan kecepatan akses data maksimal hingga 3,1 Mbps. Selain itu, cakupan jaringannya baru sebatas pada 10 kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Makassar, Denpasar, Banjarmasin, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Pekanbaru, dan Medan. II. Smartfren

PT Smartfren Telecom, Tbk (dahulu PT Mobile-8 Telecom, Tbk (Mobile-8) dan PT Smart Telecom (Smart)) adalah operator penyedia jasa telekomunikasi berbasis teknologi CDMA yang memiliki lisensi selular dan mobilitas terbatas (fixed wireless access), serta memiliki cakupan jaringan CDMA EV-DO (jaringan mobile broadband yang setara dengan 3G) yang terluas di Indonesia. Smartfren juga merupakan operator telekomunikasi yang menyediakan layanan CDMA EV-DO Rev. B (setara dengan 3,5G dengan kecepatan unduh s.d. 14,7 Mbps) dan operator CDMA pertama yang menyediakan layanan Blackberry.

PERBEDAAN 3G PADA TELKOMFLEXI DAN SMARTFREN (CDMA) DENGAN 3G PADA TELKOMSEL (GSM) Perbedaan teknologi generasi ketiga pada jaringan CDMA dan GSM yaitu pada teknologi yang digunakan. Pada CDMA, teknologi generasi ketiganya dikenal dengan sebutan EVDO (Evolution Data Optimized). Teknologi EVDO terbagi menjadi Rev. (Revisi) A dan Rev. (Revisi) B. Perbedaan pada TelkomFlexi dan Smartfren yaitu pada teknologi broadband yang digunakan. Smartfren lebih unggul dengan menyediakan layanan broadband EVDO Rev. B yang mendukung akses data maksimal hingga 14,7 Mbps. Sedangkan pada TelkomFlexi baru sebatas EVDO Rev. A yang mendukung kecepatan akses data hingga 3,1 Mbps. Sedangkan untuk jaringan GSM, teknologi generasi ketiganya dikenal dengan istilah UMTS (Universal Mobile Telecommunication System). Teknologi UMTS menawarkan kecepatan akses data hingga 2 Mbps. Pada operator Telkomsel, teknologi 3G nya sudah mencakup layanan HSPA (High Speed Packet Access) atau setara dengan 3,5 G. HSPA terbagi menjadi HSDPA (untuk download) yang mendukung kecepatan maksimal 14,4 Mbps dan HSUPA (untuk upload) dengan kecepatan maksimal 5,7 Mbps.