Anda di halaman 1dari 1

Alat Pelindung Telinga Bagi Pekerja Pabrik Tujuan umum dibuatnya aturan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja

(K3) adalah untuk mencegah, mengurangi, dan sedapat mungkin menghilangkan resiko kecelakaan kerja. K3 juga penting untuk mencegah terjadinya kecacatan atau kematian tenaga kerja, mencegah kerusakan peralatan dan tempat kerja, serta mencegah pencemaran lingkungan di sekitar tempat kerja. Peraturan pemerintah tentang K3 antara lain tertuang dalam UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 7 (4/PMP/1964) tentang Syarat Kesehatan, Kebersihan, serta Penerangan dalam Tempat Kerja. Setelah berkunjung dan mengobservasi lingkungan kerja P.T Bintang Makmur Sentosa Tekstil Industri (P.T B.M.S.T.I) pada tanggal 18 Juni 2012, secara umum sudah memenuhi aturan K3. Namun masih ada beberapa kekurangan. Dalam hal ini, kami akan mencoba membahas tentang salah satu alat perlindungan diri, yaitu pelindung telinga. Kesehatan telinga sebagai organ pendengaran perlu dijaga sebaik mungkin. Paparan bising terhadap pekerja pabrik, walaupun kategori rendah, tetapi jika terjadi berulang-ulang, dapat beresiko menyebabkan gangguan pendengaran. Dalam hal ini, dapat dipertimbangkan penggunaan alat pelindung telinga. Tabel berikut menunjukkan batas kategori bising dan kebutuhan penggunaan alat pelindung telinga. TWA/dBA Pemakaian APD Pemilihan APD < 85 Tidak wajib/perlu Bebas memilih 85 89 Optional Bebas memilih 90 94 Wajib Bebas memilih 95 99 Wajib Pilihan terbatas > 100 Wajib Pilihan sangat terbatas Efek bising terhadap pendengaran dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu trauma akustik, perubahan ambang pendengaran akibat bising yang bersifat sementara (noiseinduced temporary threshold shift), dan perubahan ambang pendengaran akibat bising yang bersifat menetap (noise-induced permanent threshold shift). Pajanan bising intensitas tinggi secara berulang dapat menimbulkan kerusakan sel-sel rambut organ Corti di telinga dalam. Kerusakan tersebut, selain karena rangsangan fisik berlebihan berupa getaran yang sangat besar, juga dapat diakibatkan oleh proses kimiawi berupa rangsang metabolik yang secara berlebihan merangsang sel-sel tersebut. Akibat rangsangan metabolik tersebut, dapat terjadi disfungsi sel-sel rambut sehingga terjadi gangguan ambang pendengaran sementara atau bahkan kerusakan sel-sel rambut yang mengakibatkan gangguan ambang pendengaran yang menetap. Ada 2 macam alat pelindung telinga, yaitu earplug dan earmuff. Earplug dapat mengurangi bising sampai dengan 30 dB, sedangkan earmuff dapat mengurangi bising sampai dengan 40-50 dB. Dengan pemakaian alat pelindung pendengaran diharapkan dapat menurunkan resiko terjadinya tuli pada telinga akibat pajanan suara mesin di kemudian hari.