Anda di halaman 1dari 10

I.

Anamnesis 1. Keluhan Utama Pasien hamil 9 bulan G2P1A0, berusia 31 tahun datang dengan keluhan ketuban pecah sejak 22 jam yang lalu dengan jumlah yang banyak, disertai lender darah. Kenceng kenceng dirasakan belum teratur. 2. Riwayat Haid Haid pertama umur : 14 tahun Siklus Lamanya Banyaknya HPM HPL 3. Riwayat Perkawinan Kawin sudah 1x lamanya 15 tahun 4. Riwayat Kehamilan Normal 5. Riwayat Penyakit Disangkal 6. Riwayat operasi 7. Riwayat KB : tidak ada : tidak KB : teratur, 28 hari : 7 hari : banyak, 2x ganti/hari :19 januari 2012 :26 oktober 2012

II.

Pemeriksaan fisik 1. Pemeriksaan Umum KU : baik N : 92 kpm

Kesadaran : CM Suhu : 36,8o C RR : 24 x/m Muka : tidak pucat TB

TD

: 110/70 mmHg, BB : 49 kg

: 147 cm

Mata : konjungtiva tidak anemis, tidak ikterik, tidak edema (palpebra) Pergerakan dada : simetris Payudara : simetris Ekstrimitas : simetris dan pergerakan aktif Paru : suara vesikuler 2. Pemeriksaan obstetrik a. Pemeriksaan luar 1) Inspeksi : Perut tampak membesar, ada stria gravidarum 2) Palpasi : Janin tunggal, letak memanjang, preskep, puki, kepala teraba 4/5 bagian, kontraksi 2x/10, 15, sedang, DJJ (+) 142, TFU 30 cm 3) Auskultasi : Peristaltik usus (+) b. Pemeriksaan dalam vulva uretra tenang, dinding vagina licin, portio lunak tebal,posisi dibelakang, pembukaan (-), persentasi kepala, Lendir darah (+), selaput ketuban (-), air ketuban (+).

III.

Pemeriksaan Lab Darah rutin ( Leukosit, Eritrosit, Hb, HMT, MCV, MCH, MCHC, Trombosit, Netrofil, Limfosit, gol darah, CT, BT)

IV.

Uraian Masalah

Pasien hamil 9 bulan G2P1A0, berusia 31 tahun datang dengan keluhan ketuban pecah sejak 22 jam yang lalu dengan jumlah yang banyak, disertai lender darah. Kenceng kenceng dirasakan belum teratur. Palpasi abdomen : Janin tunggal, letak memanjang, preskep, puki, kepala teraba 4/5 bagian, kontraksi 2x/10, 15, sedang, DJJ (+) 142, TFU 30 cm Pemeriksaan dalam : vulva uretra tenang, dinding vagina licin, portio lunak tebal,posisi dibelakang, pembukaan (-), persentasi kepala, Lendir darah (+), selaput ketuban (-), air ketuban (+). V. Diagnosis KPD 22 jam secundgravida hamil aterm belum dalam persalinan VI. Terapi 1. Observasi KU & VS (suhu) 2. Observasi HIS 3. Antibiotik amoksisilin 3 x 500 mg 4. CTG (NST) 5. Induksi persalinan (misoprostol 25gr/6 jam jika bishop score < 5, oksitosin jika bishop score 5)

A. Definisi Ketuban pecah dini atau PROM ( Premature Rupture of Membrane) adalah suatu kondisi medis yang patologis karena terjadinya ruptur selaput chorioamnion dalam kehamilan ( sebelum onset persalinan berlangsung ). Ketuban pecah dini dibedakan menjadi PROM ( Premature Rupture of Membrane ) dan PPROM ( Preterm Premature Rupture Of Membrane) : 1. PROM ( Premature Rupture Of Membrane) Proses pecahnya ketuban sebelum inpartu ( sebelum onset persalinan berlangsung). PROM dapat terjadi kapan saja dan dapat menngkatkan risiko terhadap kehamilan. Pada PROM terdapat periode laten yaitu interval waktu dari pecahnya ketuban dan mulainya persalinan. Periode laten berbanding terbalik dengan usia kehamilan pda aterm, 90% terjadi dalam 24 jam, sedangkan pada preterm biasanya lebih dari 24 jam; 50 % inpartu dalam 24 jam, 80% inpartu dalam 1 minggu. Pada primigravida, dilihat dari dilatasi cerviks < 3cm, dan pada multigravida, dilatasi cerviks >5 cm. 2. PPROM ( Preterm Premature Rupture of Membrane) Terjadi pada kehamilan preterm ( usia Kehamilan < 37 minggu). Insidensinya 2- 3%. Vaginosis bacterial bisa menjadi penyebab terjadinya PPROM dan persalinan preterm dengan tanda discharge berbau amis. B. Etiologi Pecahnya ketuban bisa terjadi karena berbagai sebab. Pada saat hamil aterm, lemahnya selaput ketuban sebagai dampak dari perubahan fisiologis dari kontraksi uterus. Infeksi intrauterine juga berperan penting dalam PROM atau PPROM, khususnya pada awal kehamilan. Faktor yang berhubungan

dengan PROM adalah faktor sosial ekonomi yang rendah, STD ( infeksi menular seksual), Distensi uterus ( hidramnion, kehamilan ganda). Selain itu adalah adanya hiperkontraksi dari uterus, abnormalitas membran ( selaput Ketuban sangat tipis), infeksi ( amnionitis, chorioamnionitis), multipara, malposisi, cervix inkompeten, artifisial PROM ( terlalu cepat dilakukannya amniotomi) C. Pengaruh Ketuban Pecah Dini Selaput ketuban adalah barrier terhadap mikroba, sehingga dapat mengakibatkan infeksi intrauterine. Selain itu juga dapat terjadi fetal distress yang disebabkab karena kompresi tali pusat karena oligohydramnion. yang terakhir adalah ketuban pecah dini adalah salah satu pemicu terhadap kelahiran premature. Pengaruh terhadap ibu bisa terjadi pada saat intrantal sampai puerperium mulai dari infeksi, dry labour, fatigue, atonia uteri, sampai resiko perdarahan post partum

D. Patofisiologi PROM

E. Diagnosis a. Anamnesis umur kehanilan, sejak kapan ketuban pecah atau merembes, kuantitas (jumlah), kualitas ( air ketuban jernih/ keruh, disertai darah, mekonnium), gerakan janin b. Pemeriksaan fisik Keadaan umum, kesadaran. Vital sign ( Tekanan darah, denyut nadi, laju respirasi, suhu) c. Pemeriksaan Obstetri Melalui inspeculo, keluar air ketuban dari OUE (orificium uteri atau eksterna) berwarna putih keruh, jernih kuning, hijau atau kecoklatan sedikit-sedikit atau sekaligus banyak. Dapat diperiksa dengan :Nitrazine test d. Pemeriksaan penunjang

USG untuk mengetahui cairan amnion (oligohidramnion, hidramnion) F. Manajemen / rencana terapi Term (37 minggu atau lebih) Near term (34 - 36 minggu) Preterm (32 - 33 minggu) Partus spontan atau induksi persalinan GBS ( group beta streptokokus ) prophylaxis Sama seperti diatas Management ekspetatif GBS ( group beta streptokokus ) prophylaxis Antibiotics direkomendasikan untuk memperpanjang fase latensi Kortokosterid direkomendasikan Management ekspetatif GBS ( group beta streptokokus ) prophylaxis Antibiotics direkomendasikan untuk memperpanjang fase latensi corticosteroids direkomendasikan tocolytics Konseling pasien Expectant management or induction of labor GBS ( group beta streptokokus ) prophylaxis tidak direkomendasikan

Preterm (24 - 31 minggu)

Preterm (< 24 minggu)

G. Komplikasi PROM Infeksi fetal Infeksi pada ibu Kompresi tali pusat/ prolapsus tali pusat Gagal induksi : terminasi dengan SC

Komplikasi PPROM Preterm labour and delivery Infeksi fetal dan maternal

Hipoplasi paru Deformitas janin

Daftar pustaka 1. Saifuddin AB. 2008.Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo. Edisi Keempat. Jakarta: BP-SP, 2. Cunningham FG, Gant FN, Leveno KJ, dkk. 2005. Obstetri Williams. Edisi 21. Jakarta: EGC, 3. ACOG Guidelines on Premature Rupture of Membranes. American College of
Obstetricians and Gynecologists (ACOG). 2008. 15;77(2):245-246.