Anda di halaman 1dari 10

OBAT JANTUNG ASPILET

Andriesta Saputri Dhonny Suwazan Ismi Elfia Farah Melina Hadera Peza Batamarlia Reko Ummu Hanifah

PENDAHULUAN
Penyakit kardiovaskular ( penyakit jantung dan pembuluh/PJP) merupakan penyebab kematian terbesar di negara maju. Penyakit ini berhubungan erat dengan kebiasan pola makan. Di negara negara AS dan Eropa utara dimana pola makan yang tinggi protein, kalori, lemak jenuh dan rendah serat jumlah penderita PJP relatif lebih tinggi 2-3 kali dibanding negara negara sekitar laut tengah ( jepang, Spanyol, Itali) yang pola makannya lebih pada banyak ikan, lemak nabati ( lemak tak jenuh), sayuran dan buah buahan.

JENIS-JENIS PENYAKIT PJP


1.

2.
3. 4.

5.
6. 7. 8.

Gagal jantung kongestif Infark jantung Angina pektoris Aritmia Shock jantung. Hipertensi Hiperlipidemia Arterosklerosis

INFARK JANTUNG
Infrak jantung atau serangan jantung merupakan penyakit penyumbatan pembuluh arteri koroner akibat adanya pembekuan darah(trombus). Salah satu obat yang digunakan untuk mencegah penyakit ini adalah Aspilet yang memiliki bahan aktif aspirin.

PERBEDAAN PLAK PADA PENYAKIT JANTUNG

ASPIRIN

Aspirin dosis rendah bisa mengurangi kemungkinan serangan jantung berulang dengan cara mencegah melekatnya sel-sel darah (platelet-platelet) bersama sama. Produk yang berisi dosis biasa lebih tinggi dari aspirin tidak memiliki efek ini, dengan demikian obat OTC lain yang mengandung aspirin tidak boleh digunakan. Suplai aspirin dosis rendah kemudian dapat didapat melalui resep GP atau membeli dari apotek. Aspirin paling baik digunakan bersama makanan untuk mencegah iritasi lambung.

MEKANISME

Clopidogrel adalah obat golongan antiagregasi trombosit atau antiplatelet yang bekerja secara selektif menghambat ikatan Adenosine DiPhosphate (ADP) pada reseptor ADP di platelet, yang sekaligus dapat menghambat aktivasi kompleks glikoprotein GPIIb/IIIa yang dimediasi oleh ADP, yang dapat menimbulkan penghambatan terhadap agregasi platelet.

Mekanisme kerja dari obat ini adalah terkait dengan penghambatan aktivitas COX-1, yang berperan untuk metabolisme enzim utama dari asam arakidonat yang merupakan prekursor prostaglandin yang memainkan peran utama dalam patogenesis peradangan, nyeri dan demam. Mengurangi agregasi trombosit, adhesi platelet dan pembentukan trombus melalui penekanan sintesis tromboksan A2 dalam trombosit. Mengurangi risiko infark miokard pada stenocardia yang tidak stabil.

Anda mungkin juga menyukai