Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIK DI PLTP PT.

STAR ENERGY GEOTHERMAL (WAYANG WINDU) LIMITED BANDUNG


PRODI MANAJEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI DIPLOMA I

Oleh :

AFANDI PRODI

: 541201 / A : MPE

TAHUN AKADEMIK 2012/2013

BAB 1 I. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Geothermal adalah fluida air panas dan atau uap air di dalam reservoir jauh di perut bumi yang terbentuk dari air hujan yang meresap dan berkumpul ke dalam batuan dan mengalami pemanasan oleh batuan beku panas. Suhu dan tekanan air panas / uap di reservoir bisa mencapai > 200 2800 C. 2. Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan pelaksanaan praktik ini adalah untuk memenuhi jadwal praktik yang sudah di agendakan di program studi Manajemen Pertambangan dan Energi semester kedua. Secara garis besar tujuan dari praktik ini adalah supaya penulis mengetahui aplikasi teori dengan keadaan di lingkungan kerja, khususnya di PLTP Wayang Windu Geothermal Power Station PT. Star Energy. Adapun secara lebih detail kerja praktek dan penelitian ini bertujuan : 1. Bagi mahasiswa : Memperoleh pengalaman operasional dalam industri panas bumi berupa penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan bidang yang di ambil oleh penulis. Untuk memperoleh pengetahuan tentang cara menganalisa permasalahan yang ada di lapangan berdasarkan teori yang di peroleh selama proses belajar. Untuk memperoleh wawasan tentang dunia kerja, khususnya di PLTP PT. Star Energy. 2. Bagi institusi pendidikan Menjalin kerjasama antara pihak STEM-Akamigas dengan PT. Star Energy.. Mendapatkan bahan masukan pengembangan teknis pengajaran antara link and match dunia pendidikan dan dunia kerja. Untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas tinggi. 3. Bagi perusahaan : Membina hubungan baik dengan pihak institusi pendidikan dan siswanya. Untuk merealisasikan partisipasi dunia usaha terhadap pengembangan dunia pendidikan. 3. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktik Praktik ini dilaksanakan di PLTP Wayang Windu Geothermal Power Station Tromol Pos 1, pangalengan 40378, Jawa Barat. Pelaksanaanya dilakukan dari tanggal 28 Maret 2013

II. PELAKSANAAN KEGIATAN

1. Pembimbing dilapangan : Terdiri dari beberapa Karyawan dari PT. Star Energy Wayang Windu disamping juga dari Dosen Pembimbing. 2. Acara / Jadwal Kegiatan : a. Kata Sambutan dari Manajemen PLTP PT. Star Energy Wayang Windu b. Kata Sambutan dari PTK Akamigas STEM yang di wakili oleh Dosen Pembimbing, sekaligus penyerahan Berosur dan Cendra mata. c. Penjelasan umum dan tanya jawab oleh PLTP PT. Star Energy tentang sejarah, Sistim Operasional Kerja, Amdal dan penyaluran dana CSR. d. Tinjauan kelokasi Sistem Pembangkitan, Control Rum dan Laboratorium. e. Tinjauan Lapangan ke lokasi Sumur injeksi f. Tinjauan ke Manifestasi. 3. Kesampaian Daerah : Lokasi Lapangan panas bumi Wayang Windu atau Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu berada di Kabupaten Pangalengan, Jawa Barat, yaitu sekitar 40 km ke arah selatan Kota Bandung. Terletak pada elevasi sekitar 1700 meter di atas permukaan laut pada area yang dikelilingi oleh sekitar 96 ha lahan perkebunan teh. Lapangan ini dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda empat dari Kota Bandung dengan waktu tempuh normal sekitar 2-3 jam.

III. INFORMASI YANG DI PEROLEH

1. Penjelasan Umum a. Sejarah 1985 : Survey Geology, Geophisics dan Geochemistry 1991 : Pengeboran pertama sumur WWA-1 (oleh Pertamina) Des 1994 : Penandatanganan Operasi Bersama (JOC/KOB) dengan Pertamina dan KontraK Penjualan Listrik (ESC) dengan PLN hingga 400 MW Juni 1997 : Ditandatanganinya Perjanjian Pembangunan (EPC) unit 1 (110 MW) Juni 2000 : Unit-1 beroperasi secara komersial Jan 2001 : Dioperasikan oleh Unocal Nov 2004 : SEGWWL membeli dan memiliki WW Panasbumi Project Jan 2005 : Ditandatanganinya perjanjian pembangunan (EPC) untuk unit 2 Agt 2006 : Pengeboran sumur unit 2 Okt 2006 :Mendapatkan sumur uap panas terbesar di dunia (+ 40 Mwe di 13.5 barg) Sept 2007 : Pembangunan unit-2 (117 MW) dimulai Feb 2009 : Unit 2 beroperasi secara komersial

b. Kontrak Operasi Bersama (KOB) Kontrak awal ditandatangani Desember 1994 antara Pertamina dan SEGWWL 42 Tahun masa kontrak SEG WWL melaksanakan kegiatan operasi dan pembiayaan eksplorasi & Eksploitasi panas bumi. Amandemen JOC telah ditandatangani & disetujui oleh Menteri ESDM c. Kontrak Penjualan Energi (ESC) Kontrak awal ditandatangani desember 1994 antara PLN, Pertamina dan SEGWWL 30 Tahun masa kontrak Pembelian energi listrik oleh PLN dari Pertamina dengan fasilitas yang dibangun oleh SEG WWL untuk total 400 MW Amandemen ESC telah ditandatangani dan disetujui oleh Menteri ESDM d. Pemanfaatan Panas Bumi di Star Energy Geothermal (Wayang Windu) L td. Daerah prospek panas bumi Wayang Windu yang dikelola SEG WWL di Wilayah Administrasi Kertamanah, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, Propinsi Jawa Barat. Berlokasi +40 km Tenggara Kota Bandung. Daerah ini berada pada ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut. Beriklim sejuk, suhu 15-200 C dan curah hujan setiap tahunnya mencapai 2.885 mm. Area konsesi yang digunakan oleh SEG WWL adalah: 14.400 ha (Wilayah Kontrak Kerja) 96 ha Lahan Perkebunan Teh 21.54 ha lahan Perhutani e. Profil Jumlah Sumur dan Sumur Produksi 39 sumur Sumur Komersial 14 Unit 1 Sumur Produksi 6 Unit 2 Sumur Produksi 2 Sumur Injeksi Kondensat 1 Sumur Injeksi Brine Indonesia tergolong kaya akan energi panas bumi. Keberadaan daearah prospek panas bumi tersebar di sepanjang jalur gunung api, mulai dari pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, sulawesi dan Maluku. Seluruh potensi energi panas bumi di Indonesia diperkirakandapat membangkitkan listrik sebesar 27.000 Mwe, namun hingga tahun 2008 baru dimanfaatkan sebesar 1.132 MW. f. Pembangunan Unit 3 dan 4 Latar Belakang Kontrak yang ditandatangani oleh SEG WWL dengan Pemerintah tanggal 2 Desember 1994; Pembangunan unit listrik sampai 400 Mwe secara bertahap Dasar Hukum dan Prinsip Utama: Melanjutkan pembangunan unit yang sempat tertunda karena krisis moneter tahun 1997 Masa berlakunya kontrak sampai 30 tahun setelah unit terakhir berproduksi Undang-undang Panas Bumi No. 27 tahun 2003 yang menyatakan bahwa KOB yang telah ada tetap dihormati sampai berakhirnya masa kontrak

g.

Konsep Tambahan 173 MWe mendukung program Pemerintah untuk mengoptimalkan penggunaan energi alternatif

h. Pengelolaan Lingkungan Daerah operasi panas bumi Wayang Windu yang berada di daerah perkebunan dan hutan lindung dan juga bersinggungan dengan masyarakat lokal maka pengelolaan lingkungan menjadi isu utama dalam pengelolaan aspek K3LL (Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan).
Dalam segala aspek kegiatannya SEG WWL selalu mengutamakan aspek K3LL dengan menerapkan beberapa system pengelolaan aspek K3LL yaitu SMK3LL dan ISO 14001 khusus pengelolaan lingkungan serta OHSAS 19001 Sampai saat ini pengelolaan yang sudah dilakukan sbb: Penggunaan Rock Muffler untuk peredam kebisingan Pengelolaan buangan brine/kondensat dengan proses reinjeksi ke dalam reservoir Pengelolaan akses ke perkebunan dan hutan Koordinasi pengamanan hutan dengan instansi terkait Pemantauan kualitas emisi gas dan udara ambein Pemantauan kualitas air buangan Pengelolaan sampah domestik dengan incinerator Pengelolaan Limbah B3 sesuai peraturan yang berlaku Program CSR (Community Development dan Community Relation)

2. Kunjungan Ke Pembangkitan. Penjelasan sistem pembangkitan

Pada prinsipnya PLTP merupakan Pembangkit listrik tenaga uap seperti pada umumnya. Hanya untuk PLTP ini uap yang digunakan bukan berasal dari boiler tetapi uap berasal dari dapur di dalam perut bumi. Secara sederhana cara kerja PLTP dapat digambarkan sebagai berikut Air disuntikan kedalam perut bumi dimana terdapat sumber panas alami melalui injektor. Air akan mengalami pemanasan dan menjadi uap bertekanan dan keluar melalui sumur produksi. Uap yang keluar masih mengandung air sehingga harus dilakukan pemisahan antara uap dan air pada separator. Dari sini uap kering akan menuju turbin dan selanjutnya menjalankan generator untuk digunakan sebagai pembangkit listrik, sedangkan airnya akan menuju kembali kedalam injektor. Setelah uap menyelesaikan tugasnya menggerakan turbin maka akan menuju kondensor untuk dijadikan air kembali. Air dari kondensor akan didinginkan pada tangki pendingin melalui sistim pendinginan udara untuk selanjutnya air dapat di injeksikan kembali pada sumur injeksi.

3. Kunjungan ke Laboratorium penjelasan pengujian air dari hasil pembangkitan sebelum dialirkan ke kali

4. Kunjungan ke Sumur Produksi. Penjelasan tentang sumur produksi tentang sistim pengeboran dan pendistribusian ke pembangkitan melalui pipa-pipa distribusi. 5. Kunjungan ke Manifistasi Wahana Wisata Air Panas Cibolang, Pengalengan, Jawa barat, Indonesia Tujuan wisata air panas (hot spring) yang paling populer untuk orang Jakarta sebagian besar akan menyebut Ciater di dekat gunung Tangkuban Perahu daerah utara dari kota Bandung. Sebenarnya terdapat lokasi sejenis yang juga tidak kalah menariknya yaitu di daerah selatan Bandung yaitu Pengalengan dan Ranca Upas Ciwidey. Pada ulasan kali ini saya akan membahas daerah Pengalengan dahulu.

Wisata yang menarik di daerah Pengalengan ini adalah terdapat Situ Cileunca dimana terdapat kegiatan yang menarik salah satunya adalah arung jeram. Kegiatan wisata yang lainnya adalah perkebunan teh dimana terdapat pabrik teh jaman belanda dan rumah rumah peninggalan belanda yang sekarang dijadikan penginapan. Terdapat pula pembangkit listrik tenaga panas bumi yaitu lapangan Wayang Windu yang dikelola oleh Star Energy.

Salah satu manifestasi di permukaan bumi akibat panas bumi oleh aktifitas magmatik adalah mata air panas. Demikian juga di Pengalengan di beberapa lokasi terdapat mata air panas yang dimanfaatkan oleh PT Perkebunan dan juga Perhutani untuk dijadikan tempat wisata permandian air panas. Lokasi permandian air panas ini terletak di desa Cibolang, Pengalengan, Jawa Barat, Indonesia.

Untuk menuju ke lokasi dari Jakarta menuju Bandung setelah sampai di tol Padalarang Cileunyi keluar di pintu tol Buah Batu dan ambil arah kanan menuju Pengalengan. Setelah tiba di pertigaan Terminal Pengalengan bila ingin ke Situ Cileunca ambil kanan, tetapi bila ingin ke permandian air panas Cibolang belok kiri dan ikuti jalan terus sampai tiba di gerbang pintu PTP Perkebunan The dan bayar retribusi. Lanjutkan terus perjalanan sampai desa Cibolang dan masuk ke jalan perkebunan sampai tiba di gerbang permandian air panas Cibolang. Sepanjang jalan kita dapat melihat pipa dari perusahaan PLTU Geothermal Wayang Windu.

IV. PENUTUP 1. Kesimpulan Tenaga panas bumi (geothermal energy) merupakan suatu jenis sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik, sama halnya dengan air, minyak bumi, gas alam, dan batubara. Pemeliharaan dan pengujian relay pada sistem tenaga listrik pada umumnya dilakukan pada saat unit tidak beroperasi (stop-unit). Sistem pengamanan pada turbin mutlak diperlukan adanya karena turbin adalah penggerak utama dari sistem pembangkitan dan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Kesadaran akan keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan telah terpupuk dengan baik di lingkungan kerja PT. Star Energy Wayang Windu Bandung. 2. Saran Wayang Windu Geothermal PT. Star Energy merupakan tempat pengembangan sekaligus produksi pembangkit listrik dengan tenaga panas bumi yang terbesar di indonesia. Diharapkan dengan adanya PLTP Wayang Windu Geothermal PT. Star Energy ini dapat membantu mengatasi kekurangan pasokan listrik, juga untuk mengurangi ketergantungan industri listrik yang menggunakan bahan bakar fosil yang sekarang ini sudah mengalami penyusutan. Memberikan lapangan kerja bagi penduduk setempat sehingga peran serta aktif dari semua elemen akan dapat membawa kesejahteraan bagi daerah. Dengan adanya laporan praktikum ini menjadi acuan bagi kita semua untuk turut berperan dalam pengembangan teknologi panas bumi sebagai sumber listrik dan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.