Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Stroke adalah cedera vascular akut pada otak, ini berarti bahwa stroke adalah suatu cedera mendadak dan berat pada pembuluh-pembuluh darah otak. Cedera dapat disebabkan oleh sumbutan bekuan darah, penyempitan pembuluh darah, sumbatan dan penyempitan. Semua in imenyebabkan kuarangnya pasokan darah yang memadahi. Stroke mungkin menampakkan gejala, mungkin juga tidak, tergantung pada tempat dan ukuran kerusakan (Feigin Valery, 2006). Anatomi dasar otak dan aliran darahnya otak adalah organ vital. Otak bertanggung jawab atas fungsi mental dan intelektual kita, seperti berpikir dan mengingat. Otak mengendalikan interaksi kita dengsn dunia luar. Sebagai contoh, otak menafsirkan apa yang diterima oleh indra kita serta mengontrol gerakan-gerakan sadar kita. Otak juga mengendalikan banyak dari fungsi tubuh kita yang otomatis. Hampir 80% dari semua gen manusia digunakan oleh otak (Feigin Valery, 2006). Otak terdiri dari sel-sel otak yang disebut neuron, sel-sel penunjang yang dikenal sebagai sel glia, cairan serebrospinal, dan pembuluh darah. Arteri adalah pembuluh yang mengangkut darah yang kaya akan oksigen dan nutrien, misalnya glukosa, ke otak. Vena adalah pembuluh yang membawa darah yang telah digunakan dan zat sisa menjauhi otak. Semua orang memiliki jumlah neuron yang sama, sekitar 100 miliar, tetapi jumlah koneksi di antara berbagai neuron berbeda-beda. Pada seorang dewasa, otak membentuk hanya sekitar 2% (sekitar 1,4 kg) dari berat tubuh total, tetapi mengkonsumsi sekitar 20% oksigen dan 50% glukosa yang ada di dalam darah arterial (Feigin Valery, 2006). Otak tidak menyimpan oksigen dan nutrien lain dalam jumlah yang signifikan, sehingga agar berfungsi dengan benar, organ ini memerlukan pasokan darah secara konstan 24 jam dari arteri. Agar berfungsi normal, otak harus menerima lebih kurang satu liter darah per menit, yaitu sekitar 15% dari darah total yang di pompa oleh jantung saat istirahat. Tidak ada

organ lain di tubuh yang secara konsisten mendapat pasokan darah sedemikian intensif (Feigin Valery, 2006). Otak mendapat darah arterial dari sepasang sistem sirkulasi utama. Yang pertama terdiri dari dua arteri, yaitu arteri karotis (kanan dan kiri), yang menyalurkan darah ke bagian depan otak. Ini dikenal sebagai sirkulasi arteri serebrum anterior. Yang kedua adalah sistem vertebrobasilar, yang memasok darh ke bagian belakang otak. Sistem ini disebut juga sirkulasi arteri serebrum posterior. Kedua sistem ini dihubungkan oleh pembuluh-pembuluh darah (Feigin Valery, 2006). Neuron merupakan sel tubuh yang paling sensitif terhadap kekurangan oksigen dalam darah. Interupsi aliran darah arteri ke otak hanaya selama 7-8 detik sudah dapat menimbulkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki (kematian neuron) di bagian otak yang bersangkutan. Namun terdapat beberapa mekanisme yang dapat sampai tahap tertentu, mencegah kerusakan otak dan mempermudah pemulihan. Tidak seperti organ lain, otak memiliki sitem autoregulasi sendiri, yang menjamin konsistensi sirkulasi darah di dalam batas-batas fisiologis tertentu. Jika terjadi kondisi yang melebihi batas-batas ini, sistem autoregulasi gagal, dan terjadilah stroke (Feigin Valery, 2006) . B. Tujuan Tujuan dari tugas makalah ini yaitu:
a. Untuk mengetahui pengertian stroke b. Untuk mengetahui anatomi fisiologi, pengertian, etiologi, manifestasi klinik,

patofisiologi, patoflow, komplikasi, pemeriksaan diagnostik. C. Metode penulisan Adapun metode penulisan serta bahan pembuatan makalah ini bersumber dari buku-buku dan media elektornik, dan internet.

D. Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan Tugas makalah ini adalah: a. Bab I Pendahuluan Pada bab ini dijelaskan latar belakang permasalahan, tujuan, metode penulisan dan sistematika pembahasan. b. Bab II tinjauan teori Pada bab ini membahas tentang pengertian STROKE, anatomi fisiologi, pengertian, etiologi, manifestasi klinik, patofisiologi, patoflow, komplikasi, pemeriksaan diagnostik. c. Bab III Penutup

BAB II TINJAUAN TEORITIS


A. Anatomi fisiologi Anatomi dasar otak dan aliran darahnya Otak adalah organ vital. Otak bertanggung jawab atas fungsi mental dan intelektual kita, seperti berpikir dan mengingat. Otak mengendalikan interaksi kita dengsn dunia luar. Sebagai contoh, otak menafsirkan apa yang diterima oleh indra kita serta mengontrol gerakan-gerakan sadar kita. Otak juga mengendalikan banyak dari fungsi tubuh kita yang otomatis. Hampir 80% dari semua gen manusia digunakan oleh otak (Feigin Valery, 2006). B. Konsep dasar 1. Pengertian Stroke adalah deficit neurologist akut yang disebabkan oleh gangguan aliran darah yang timbul secara mendadak dengan tanda dan gejala sesuai dengan daerah fokal otak yang terkena (WHO, 1989). 2. Etiologi Ada beberapa factor risiko stroke yang sering teridentifikasi, yaitu ; a. Hipertensi, dapat disebabkan oleh aterosklerosis atau sebaliknya. Proses ini dapat menimbulkan pecahnya pembuluh darah atau timbulnya thrombus sehingga dapat mengganggu aliran darah cerebral. b. Aneurisma pembuluh darah cerebral Adanya kelainan pembuluh darah yakni berupa penebalan pada satu tempat yang diikuti oleh penipisan di tempat lain. Pada daerah penipisan dengan maneuver tertentu dapat menimbulkan perdarahan.

c. Kelainan jantung / penyakit jantung Paling banyak dijumpai pada pasien post MCI, atrial fibrilasi dan endokarditis. Kerusakan kerja jantung akan menurunkan kardiak output dan menurunkan aliran darah ke otak. Ddisamping itu dapat terjadi proses embolisasi yang bersumber pada kelainan jantung dan pembuluh darah. d. Diabetes mellitus (DM) Penderita DM berpotensi mengalami stroke karena 2 alasan, yeitu terjadinya peningkatan viskositas darah sehingga memperlambat aliran darah khususnya serebral dan adanya kelainan microvaskuler sehingga berdampak juga terhadap kelainan yang terjadi pada pembuluh darah serebral. e. Usia lanjut Pada usia lanjut terjadi proses kalsifikasi pembuluh darah, termasuk pembuluh darah otak. f. Polocitemia Pada policitemia viskositas darah meningkat dan aliran darah menjadi lambat sehingga perfusi otak menurun. g. Peningkatan kolesterol (lipid total) Kolesterol tubuh yang tinggi dapat menyebabkan aterosklerosis dan terbentuknya embolus dari lemak. h. Obesitas Pada obesitas dapat terjadi hipertensi dan peningkatan kadar kolesterol sehingga dapat mengakibatkan gangguan pada pembuluh darah, salah satunya pembuluh drah otak. i. Perokok Pada perokok akan timbul plaque pada pembuluh darah oleh nikotin sehingga terjadi aterosklerosis. j. kurang aktivitas fisik Kurang aktivitas fisik dapat juga mengurangi kelenturan fisik termasuk kelenturan pembuluh darah (embuluh darah menjadi kaku), salah satunya pembuluh darah otak.

3. Tanda dan gejala Tanda dan gejala yang muncul sangat tergantung pada daerah dan luasnya daerah otak yang terkena. a. Pengaruh terhadap status mental Tidak sadar : 30% 40% Konfuse : 45% dari pasien biasanya sadar Hemiplegia kontralateral yang disertai hemianesthesia (30%-80%) Afasia bila mengenai hemisfer dominant (35%-50%) Apraksia bila mengenai hemisfer non dominant(30%) hemiplegia dan hemianesthesia kontralateral terutama tungkai (30%-80%) inkontinensia urin, afasia, atau apraksia tergantung hemisfer mana yang terkena d. Daerah arteri serebri posterior Nyeri spontan pada kepala Afasia bila mengenai hemisfer dominant (35-50%)

b. Daerah arteri serebri media, arteri karotis interna akan menimbulkan:

c. Daerah arteri serebri anterior akan menimbulkan gejala:

e. Daerah vertebra basiler akan menimbulkan: Sering fatal karena mengenai pusat-pusat vital di batang otak Hemiplegia alternans atau tetraplegia Kelumpuhan pseudobulbar (kelumpuhan otot mata, kesulitan menelan, emosi labil)

Apabila dilihat bagian hemisfer mana yang terkena, gejala dapat berupa: a. Stroke hemisfer kanan Hemiparese sebelah kiri tubuh Penilaian buruk Mempunyai kerentanan terhadap sisi kontralateral sebagai kemungkinan terjatuh ke sisi yang berlawanan

b. stroke hemisfer kiri mengalami hemiparese kanan perilaku lambat dan sangat berhati-hati kelainan bidang pandang sebelah kanan disfagia global afasia mudah frustasi

4. Patofisiologi a. Stroke non hemoragik Iskemia disebabkan oleh adanya penyumbatan aliran darah otak oleh thrombus atau embolus. Trombus umumnya terjadi karena berkembangnya aterosklerosis pada dinding pembuluh darah, sehingga arteri menjadi tersumbat, aliran darah ke area thrombus menjadi berkurang, menyebabkan iskemia kemudian menjadi kompleks iskemia akhirnya terjadi infark pada jaringan otak. Emboli disebabkan oleh embolus yang berjalan menuju arteri serebral melalui arteri karotis. Terjadinya blok pada arteri tersebut menyebabkan iskemia yang tiba-tiba berkembang cepat dan terjadi gangguan neurologist fokal. Perdarahan otak dapat ddisebabkan oleh pecahnya dinding pembuluh darah oleh emboli. b. Stroke hemoragik Pembuluh darah otak yang pecah menyebabkan darah mengalir ke substansi atau ruangan subarachnoid yang menimbulkan perubahan komponen intracranial yang seharusnya konstan. Adanya perubahan komponen intracranial yang tidak dapat dikompensasi tubuh akan menimbulkan peningkatan TIK yang bila berlanjut akan menyebabkan herniasi otak sehingga timbul kematian. Di samping itu, darah yang mengalir ke substansi otak atau ruang subarachnoid dapat menyebabkan edema, spasme pembuluh darah otak dan penekanan pada daerah tersebut menimbulkan aliran darah berkurang atau tidak ada sehingga terjadi nekrosis jaringan otak.

5. Pemeriksaan diagnostik Pemeriksaan penunjang disgnostik yang dapat dilakukan adalah : a. laboratorium: mengarah pada pemeriksaan darah lengkap, elektrolit, kolesterol, dan bila perlu analisa gas darah, gula darah dsb. b. scan kepala untuk mengetahui lokasi dan luasnya perdarahan atau infark c. MRI untuk mengetahui adanya edema, infark, hematom dan bergesernya struktur otak d. angiografi untuk mengetahui penyebab dan gambaran yang jelas mengenai pembuluh darah yang terganggu.

6. Penatalaksanaan medis a. Secara umum, penatalaksanaan pada pasien stroke adalah: b. Posisi kepala dan badan atas 20-30 derajat, posisi miring jika muntah dan boleh dimulai mobilisasi bertahap jika hemodinamika stabil c. Bebaskan jalan nafas dan pertahankan ventilasi yang adekuat, bila perlu diberikan ogsigen sesuai kebutuhan d. Tanda-tanda vital diusahakan stabil e. Bed rest f. Koreksi adanya hiperglikemia atau hipoglikemia g. Pertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit h. Kandung kemih yang penuh dikosongkan, bila perlu lakukan kateterisasi i. Pemberian cairan intravena berupa kristaloid atau koloid dan hindari penggunaan glukosa murni atau cairan hipotonik j. Hindari kenaikan suhu, batuk, konstipasi, atau suction berlebih yang dapat meningkatkan TIK k. Nutrisi per oral hanya diberikan jika fungsi menelan baik. Jika kesadaran menurun atau ada gangguan menelan sebaiknya dipasang NGT

Penatalaksanaan spesifik berupa: Stroke non hemoragik: asetosal, neuroprotektor, trombolisis, antikoagulan, obat hemoragik Stroke hemoragik: mengobati penyebabnya, neuroprotektor, tindakan pembedahan, menurunkan TIK yang tinggi.

BAB III PENUTUP


A. KESIMPULAN Stroke adalah cedera vascular akut pada otak, ini berarti bahwa stroke adalah suatu cedera mendadak dan berat pada pembuluh-pembuluh darah otak. Cedera dapat disebabkan oleh sumbutan bekuan darah, penyempitan pembuluh darah, sumbatan dan penyempitan. Semua in imenyebabkan kuarangnya pasokan darah yang memadahi. Stroke mungkin menampakkan gejala, mungkin juga tidak, tergantung pada tempat dan ukuran kerusakan (Feigin Valery, 2006) atau Stroke adalah deficit neurologist akut yang disebabkan oleh gangguan aliran darah yang timbul secara mendadak dengan tanda dan gejala sesuai dengan daerah fokal otak yang terkena (WHO, 1989).