Anda di halaman 1dari 1

. Karakteristik Etika Islam Berbeda dengan etika filsafat, etika Islam memiliki karakteristik sebagaiberikut: a.

Etika Islam mengajarkan dan menuntun manusia kepada tingkah laku yangbaik dan menjauhkan diri dari tingkah laku yang buruk b.Etika Islam menetapkan bahwa yang menjadi sumber moral, ukuran baik dan buruknya perbuatan seseorang didasarkan kepada al-Quran dan al-Hadits yang sohih .c. Etika Islam bersifat universal dan komprehensif, dapat diterima dandijadikan pedoman oleh seluruh umat manusia kapanpun dan dimanapunmereka berada .d. Etika Islam mengatur dan mengarahkan fitrah manusia kejenjang akhlak yang luhur dan mulia serta meluruskan perbuatan manusia sebagai upayamemanusiakan manusia (Hamzah Yakub, 1996:11) 1. Fitrah manusia. Yaitu insting alami (fitrah) yang diberikan kepada jiwa manusia oleh Allah waktu pertama kali diciptakan (91:7-8). Dengan adanya insting ini, orang dapat membedakan tidak hanya antara yang baik dan yang buruk, tetapi juga yang netral. Namun, kesadaran etika tidak cukup untuk petunjuk pribadi. Karena kompleksitas hidup kesadaran etika saja tidak dapat mendefinisikan attitude yang benar terhadap setiap masalah. Seseorang tidak hidup dalam vakum, tetapi dipengaruhi oleh pengaruh luar yang dapat mengkorupsi kemampuan untuk memilih antara yang benar dan yang salah. Pengaruh luar ini termasuk kebiasaan, kepentingan pribadi, dan konsep-konsep yang membentuk lingkungan. 2. Dasar hukum dan agama, yang mendasari etika islam diperkenalkan oleh utusan-utusan Allah. Hukum dalam islam tidaklah negatif dalam arti memaksa kesadaran kita untuk mematuhinya. Sebaliknya, instruksi hukum telah disampaikan sedemikian rupa sehingga kesadaran dapat melihatnya sebagai kebenaran. Dengan demikian hukum itu menjadi bagian dari kesadaran manusia. Hukum yang asing tidak dapat bekerja karena, meskipun mungkin untuk membuatnya mengikat secara legal, tetapi tidak dapat mengikat secara moral kepada muslim. Muslim dengan sukarela membayar zakat karena tahu apabila tidak mengerjakannya mereka akan bertanggung-jawab secara hukum dan etika. Nilai-nilai etika islam tidak berdasarkan oleh pikiran manusia, sebagaimana pendapat Aristoteles mengenai nilai, dan bukan juga apa yang diatur oleh masyarakat terhadap individu, seperti pendapat Durkheim, dan bukan juga untuk kelas-kelas tertentu, seperti pendapat Marxist. Dalam hal seperti ini nilai-nilai dipengaruhi oleh keadaan. Dalam islam, nilai-nilai etika adalah didasari oleh skala yang akurat yang tidak berubah karena waktu atau tempat. Nilai-nilai islam adalah sesuatu yang tanpa kehadirannya, manusia ataupun lingkungan tidak dapat dipertahankan.