P. 1
PERKEMBANGAN PEMERINTAHAN DAERAH

PERKEMBANGAN PEMERINTAHAN DAERAH

|Views: 12|Likes:
Dipublikasikan oleh Tommy M. Mandagi

More info:

Published by: Tommy M. Mandagi on May 25, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/30/2014

pdf

text

original

PERKEMBANGAN PEMERINTAHAN DAERAH Periode Setelah Kemedekaan Indonesia Oleh Tommy M.

Mandagi 12 303 933 II/C _____ 1945 – 1949 ~ de facto : terdapat 2 sistem pemda (Belanda (NICA) berhasil menguasai sebagian besar Indonesia a. Tindakan Pemerintah NKRI > PPKI membentuk 8 propinsi (& memilih gubernurnya) = Ja-Bar; Ja-Teng; Ja-Tim; Sumatera; Borneo; Sulawesi; Maluku; Sunda Kecil. > UU No. 1/1945 ttg Komite Nasional Daerah (hanya berlaku di Jawa & Madura) --> KND : badan perwakilan rakyat b.Tindakan NICA > S. 1946 :17 = berhasil menata sistem pemerintah daerah Kalimantan, selanjutnya daerah Sunda Kecil, Sulawesi dan Maluku > Membangun Negara Federal --> Konsep yang selanjutnya dibawa ke KMB dan menghasilkan RIS 1950 – 1959 - 1948 : Pem. RI pindah ke Yogyakarta (desakan Pem. Bld) - UU No. 22/ 1948 tentang Pem-Da disahkan sebelum Pem. RI pindah ke Yogyakarta Yogyakarta; Sedangkan wilayah - -------- Indonesia Timur berlaku UU NIT tentang Pemda (= UU 22/48)) - Tujuan Pokok UU No. 22 /1948, untuk menghindari dualisme pemerintahan - Substansi penting dalam UU No.22/1948 : - Pemda : DPRD dan DPD (kepala daerah ketua DPD) - 2 macam sistem pemerintahan : (a) berdasarkan hak otonom (penyerahan sepenuhnya); (b) berdasarkan medebewind (penyerahan sebagian) - Jenis Daerah : (a) daerah biasa ;

(b) daerah Istimewa --> perbedaan pada pengisian kepala daerah - 3 tingkatan daerah : Prov, Kab/Kota besar (d/h stadgemente), desa (kota kecil, nagari, marga) - Selanjutnya diundangkan UU 32/1956 ttg Perimbangan keuangan Negara dengan Daerah yang berhak mengurus RT-nya - UU No.1/1957 ttg Pokok-pokok Pem-da (mencabut UU No.22/1948) - Substansi pokok : Otonomi & medebewind (khususnya Otonomi Riil(Koentjoro Poerbopranoto) : - ------- Otonomi daerah harus diselaraskan dengan keadaan atau faktor-faktor yang riil / nyata di daerah - Terdapat 3 tingkat daerah (swatantra = otonomi) > tingkat swatantra I (+Kotapraja Jakarta Raya); tingkat swatantra II; tingkat swatantra III - Daerah Swapraja --> Daerah Istimewa - Pemda --> DPRD dan DPD (Kepl Daerah = Ketua merangkat anggota DPD) - Selanjutnya daerah Swapraja dihapuskan (disamakan dengan daerah biasa lain, kecuali Kesultahan Ngayodyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Paku Alaman --> yang lain dihapus karena cenderung memihak Belanda)

Periode Orde Lama - Dekrit Presiden 5 Juli 1959 (kembali ke UUD 1945) - UU 1/1957 disesuaikan dengan Pen.Pres No.6/1959 ttg Pemda & Pen.Pres No. 5/1960 ttg DPRDGR dan SekDa (dekonsentrasi & desentralisasi ; dualisme dihapus; susunan & tingkatan tetap) - Pen.Pres No.22/1963 ttg keberadaan Karesidenan & Kawedanaan - UU No. 18/1965 ttg Pokok-Pokok PemDa - Substansi : NKRI dibagi menjadi 3 tingkat daerah otonom (tk.I; tk.II; tk.III) --> kepala daerah adalah kepanjangan tangan Pem.Pusat (jadi tidak dapat dijatuhkan oleh DPRD)

Periode Orde Baru - UU No. 5/1974 (mencabut UU sebelumnya) > Substansi : - Pokok-pokok penyelenggaraan Pemda Otonom (termasuk tugas Pem.Pusat di daerah) - Asas desentralisasi (Daerah Otonom tk. I (Provinsi) dan tk. II (kab/kotamadya)) ; dekonsentrasi (wilayah administratif); tugas pembantuan - Mengutamakan asas dekonsentrasi (kepala Daerah kepanjangan tangan Pusat)

Periode Reformasi - UU No. 22/1999 tentang Pemda - Substansi : pelaksanaan desentralisasi - Prinsip Otonomi bersifat luas; nyata dan bertanggungjawab (seutuhnya ke Kab/Kota = kecamatan sebagai perangkat daerah kab/kota) - Daerah Provinsi : daerah otonom & wil.adminitratif (tidak mempunyai hub. Hirarkis dengan Kab/Kota) - Terdapat Kawasan Khusus (badan Otorita; kawasan pelabuhan; kawasan perumahan; kawasan industri; kawasan perkebunan; kawasan pertambangan; kawasan kehutanan; kawasan perkotaan baru; kawasan pariwisara dll) - Terdapat pembagian kewenangan Pem Pusat dan Daerah - Terdapat pengaturan wilayah laut daerah (daerah Prov. - 12 mil) - Selanjutnya diberlakukan UU No. 25/1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pem.Pusat & Pem.Da - PP No. 25/ 2000

UU No. 32 /2004 tentang Pem Da - Perubahan UUD 1945 (yang berkaitan pasal 18, 18A, 18B Pem.Da) - Penyelarasan dengan TAP MPR No. I/MPR/2003 ttg Peninjauan terhadap Materi dan Status Hukum TAP MPRS dan TAP MPR th. 1960 s.d th. 2002 - TAP MPR No. IV/ MPR/ 1998 ttg Penyelenggaraan Otonomi Daerah, Pembagian dan Pemanfaatan Sumber Daya Nasional yang Berkeadilan, sert perimbangan keuangan antara Pem.Pusat dan Pem.Da. Dalam kerangka NKRI masih berlaku krn s.d UU No.32/2004, substansiUU tersebut belum mencakup keseluruhan dari TAP a.l : mengenai kewenangan otonomi yg luas dan bertangungjawab secara proposional; Pengaturan, pembagian dan pemanfaatan sumber daya nasional antara Pusat dan Daerah yang berkeadilan; Perimbangan Keuangan pusat & daerah dll) - Harmonisasi dengan UU lain (UU ttg Susduk MPR/DPR/DPD / DPRD; ttg Keuangan Negara; ttg Sistem Perencanaan Nasional dll) - PP No. 38/2007

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->