Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI VETERINER PENGHITUNGAN BUTIR DARAH PUTIH (LEUKOSIT)

Oleh : HIDAYATUL AZIZAH NIM : 1209005041

LABORATORIUM FISIOLOGI VETERINER FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis haturkan kepada Allah SWT atas segala berkat dan kuasa-Nya, sehingga dapat diselesaikannya tulisan laporan Praktikum Fisiologi Veteriner Jumlah Butir Darah Putih (Leukosit) ini dengan baik. Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas atas selesainya dilakukannya praktikum di laboratorium fisiologi veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Tak ada gading yang tak retak. Penulis sadar bahwa tulisan laporan

praktikum ini masih jauh dari kesempurnaan. Segala kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kebaikan dari tulisan ini, dan tak lupa penulis ucapkan terima kasih.

Denpasar, 10 November 2012 Hormat saya

Penulis

DAFTAR ISI

Judul

Halaman

Halaman Judul ..................................................................................................

KATA PENGANTAR ......................................................................................... ii DAFTAR ISI ..................................................................................................... iii I. PENDAHULUAN ............................................................................................ II. MATERI DAN METODE ............................................................................... III. HASIL PRAKTIKUM ..................................................................................... IV. PEMBAHASAN ............................................................................................... V. KESIMPULAN .................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................

I. PENDAHULUAN

A. Dasar Teori

Leukosit adalah sel darah putih yang diproduksi oleh jaringan hemopoetik yang berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Leukosit merupakan nama lain untuk sel darah putih. Leukosit dibentuk dalam sumsum tulang merah, limpa, kelenjar limpa, dan jaringan retikuloendotelium. Fungsi utama leukosit adalah memakan kuman penyakit dan benda-benda asing lain, seperti bakteri yang ada di dalam tubuh. Jumlah leukosit lebih sedikit dibandingkan dengan eritrosit. Jumlah leukosit normal untuk sapi adalah 5000 - 9000 ribu/mm3. Leukosit mempunyai bentuk bervariasi dan mempunyai ukuran lebih besar dari eritrosit. Leukosit mampu bergerak secara bebas dan berinteraksi dan menangkap serpihan seluler, partikel asing, atau mikroorganisme penyusup. Seperti pada penghitungan jumlah eritrosit, dalam penghitungan leukosit eritrositlah yang dihancurkan dengan larutan Turk, sehingga tidak mengganggu dalam penghitungan. Sehingga yang terlihat dibawah mikroskop hanya leukosit saja. Untuk darah golongan unggas oleh karena eritrositnya berinti, diperlukan larutan khusus untuk menghancurkannya.

B. Maksud dan tujuan Maksud dan tujuan yaitu untuk mempelajari dan menghitung jumlah leukosit per mm3 pada darah manusia atau sapi, menggunakan metode Neaubauer.

II. Materi dan metode


Alat dan bahan: Darah sapi atau praktikan Mikroskop larutan Turk tabung reaksi Seperangkat Neaubauer Pipet droping Alkohol hemasitometer

Metode : penghitungan langsung dengan hemositometer Neaubauer.

III. Tata kerja


1. Mengambil darah kedalam tabung reaksi sebanyak kira-kira 2 ml. 2. Mengisap darah dengan pipet toma (warna pengaduk di bagian gembung warna putih) sampai angka 0.5, kemudian dilanjutkan dengan menghisap larutan Turk sampai tanda 11 (pengenceran 20X). 3. Selang penghisap dilepas, dan memegang kedua ujung pipet dengan ibu dan jari tengah, digoyangkan membentuk angka 8 sampai tercapur benar (selama 1 menit, kec. 50/menit). 4. Sebelum diteteskan ke bilik hitung, cairan yang ada disepanjang ujung pipet (0-0,5) dibuang. 5. Kamar hitung dan gelas penutup dibersihkan dari kotoran dan minyak dengan tisue, lalu kamar hitung ditutup dengan gelas penutup, diletakkan di atas meja. 6. Menuangkan (dengan jalan meneteskan) cairan dari pipet kira-kira 0.5 tetes (tahan jangan sampai menetes). Saat cairan masih menempel pada ujung pipet disentuhkan pada sisi atas kamar hitung dan pinggir gelas penutup. Tunggu sampai cairan mengisi seluruh permukaan kamar hitung dengan cara gaya kapileritasnya (merembes dengan sendirinya). Dikerjakan juga pada sisi kamar hitung lainnya. 7. Kelebihan cairan dapat diisap dengan jari atau dengan sesuatu yang tidak menghisap, jangan sampai cairan dalam kamar hitung tersedot. 8. Dibiarkan kamar hitung selama 2-3 menit agar eritrosit mengendap dan tetap pada tempatnya. 9. Menghitung dibawah mikroskop dengan pembesaran 250, atau 400X 10. Penghitungan dilakukan pada kotak leukosit yaitu kotak bagian luar = 1, 2, 3, dan 4, (masing-masing luasnya 1 mm2 ) dan terbagi dalam 16 kotak kecil, Dilakukan penghitungan jumlah sel dalam 4 kotak tersebut. 11. Untuk menghindari hitungan ulang (ganda), caranya adalah penghitungan dilakukan pada semua sel yang ada di dalam dan yang menyentuh garis di sisi kanan dan bawah kotak yang bersangkutan.

IV. Hasil
Darah : Sapi Jumlah Leukosit Ribu/mm3 50N = 50 X 5 = 250 50N = 50 X 2 = 100 50N = 50 X 12 = 600 50N = 50 X 4 = 200 50N = 50 X 23 = 1150

No Bidang 1 2 3 4 1 2 3 4 Jumlah

Jumlah Leukosit 5 2 12 4 23

V. PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini menghitung jumlah leukosit. Metode yang digunakan adalah metode penghitungan langsung dengan hemositometer Neaubauer. Untuk menghitung leukosit dibutuhkan larutan Turk. Larutan Turk berfungsi untuk menghancurkan eritrosit, agar tidak menggangu dalam penghitungan. Jadi yang terlihat pada mikroskop hanya leukosit. Pada metode ini haruslah teliti dalam melihat leukosit dibawah mikroskop, karena terkadang kamar hitung yang terlihat sangatlah tidak jelas sehingga sangat dibutuhkan ketelitian yang tinggi. Jika dilakukan tidak teliti terkadang ada kesalahan dalam menentukan kamar hitung. Selain itu, kesalahan yang mungkin terjadi, misalnya leukosit yang sudah dihitung kemungkinan bisa dihitung kembali. Oleh sebab itu, dalam perhitungan leukosit haruslah secara teratur dan sesuai dengan kesepakatan atau ketentuan yang sudah disetujui. Selain itu, yang harus diperhatikan dalam praktikum perhitungan leukosit adalah dalam melakukan pengocokan sampel darah + larutan Turk. Jika pengocokan tidak dilakukan dengan benar kemungkinan darah tidak bisa bercampur sempurna dengan larutan sehingga jika dilihat dibawah mikroskop leukosit tidak dapat terlihat. Penghitungan dilakukan pada kotak leukosit yaitu kotak bagian luar = 1, 2, 3, dan 4, (masing-masing luasnya 1 mm2 ) dan terbagi dalam 16 kotak kecil, Dilakukan penghitungan jumlah sel dalam 4 kotak tersebut. Untuk menghindari hitungan ulang (ganda), caranya adalah penghitungan dilakukan pada semua sel yang ada di dalam dan yang menyentuh garis di sisi kanan dan bawah kotak yang bersangkutan. Pada praktikum kali ini diperoleh total sel darah putih sebanyak 23 butir dengan perinciannya sebagai berikut: Jumlah sel Pada Bidang 1 Pada Bidang 2 Pada Bidang 3 :5 :2 : 12

Pada Bidang 4 Total

:4 : 23 butir

Jumlah leukosit 20 1 4 =50 N =50 23 =1150 ribu/ Berdasarkan hasil praktikum kelompok kami, didapat hasil bahwa jumlah leukosit pada sampel darah yang digunakan adalah tidak normal yaitu 1150 ribu/mm3 karena kisaran leukosit normal untuk sapi adalah 5000 9000 ribu/mm3. Jika leukosit tidak termasuk dalam kisaran leukosit normal. Kemungkinan terjadi kelainan pada leukosit misalnya penyakit leukopenia atau leukositosis. Atau mungkin karena kesalahan prosedur dalam praktikum misalnya ketidak telitian dalam melihat leukosit dibawah mikroskop dan Jika pengocokan tidak dilakukan dengan benar kemungkinan darah tidak bisa bercampur sempurna ataupun disebabkan oleh faktor lain. 10 N

VI. KESIMPULAN
Metode yang digunakan adalah metode penghitungan langsung dengan hemositometer Neaubauer. Untuk menghitung leukosit dibutuhkan larutan Turk. Dalam penghitungan leukosit eritrositlah yang dihancurkan dengan larutan Turk . Jumlah sel darah putih dapat dihitung dengan menggunakan bilik hitung dibawah pengamatan mikroskop. Berdasarkan hasil praktikum kelompok kami, didapat hasil jumlah sel sebanyak 23 butir dan jumlah leukosit pada sampel darah yang digunakan adalah 1150 ribu/mm3 itu artinya jumlah leukosit tidak normal karena kisaran leukosit normal untuk sapi adalah 5000 9000 ribu/mm3. Jika leukosit tidak termasuk dalam kisaran leukosit normal. Kemungkinan terjadi kelainan pada leukosit misalnya penyakit leukopenia atau leukositosis. Atau mungkin karena kesalahan prosedur dalam praktikum misalnya ketidak telitian dalam melihat leukosit dibawah mikroskop dan Jika pengocokan tidak dilakukan dengan benar kemungkinan darah tidak bisa bercampur sempurna ataupun disebabkan oleh faktor lain.

DAFTAR PUSTAKA
Siswanto, dkk. 2012. Penuntun Praktikum Mata Kuliah Fisiologi Veteriner.

Denpasar: Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana.