SOAL – SOAL UKDI 1.

Seorang laki-laki berusia 26 tahun dibawa oleh polisi ke UGD RS setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah, kesadaran somnolen, tekanan darah 60 mmHg dengan palpasi, denyut nadi 136 x/menit teraba lemah, frekuensi napas 30 x/menit, konjungtiva anemis, akral dingin. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan jejas pada region kuadran kanan atas, pekak hepar menghilang, nyeri tekan pada seluruh regio abdomen. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 6 g%.Tim dokter segera melakukan tindakan resusitasi dan dilanjutkan tindakan bedah. Apakah prinsip moral yang mendasari tindakan tim dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 2. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan mual dan muntah sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan nyeri tajam pada ulu hati, terasa panas dan perih. Pasien merasa bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh keracunan obat yang telah diberikan oleh dokter sebelumnya. Pasien berobat karena bengkak dan nyeri sendi kemudian diberi obat piroxicam 20 mg 2 x 1 tablet, asam mefenamat 500 mg 3 x 1 tablet dan dexametason 0,75 mg 3 x I tablet. Dokter memberikan penjelasan tentang indikasi dan efek samping obat. Apakah prinsip moral apakah yang mendasari tindakan dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 3. Seorang perempuan berusia 34 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan nyeri punggung bagian bawah disertai kesulitan berjalan sejak 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan neurologik didapatkan kekuatan motorik ekstremitas inferior dekstra dan sinistra 3, didapatkan tanda Lasegue dan tanda Bragard. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan fraktur kompresi vertebra lumbal IV dan V. Tindakan konservatif tidak berhasil sehingga dokter menyarankan tindakan bedah untuk mencegah kecacatan, tetapi pasien menolak dengan alasan takut. Apakah prinsip moral yang mendasari sikap pasien tersebut? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 4. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Apakah etiologi yang paling mungkin? A. Bakteri B. Virus C. Jamur

5.

6.

7.

8.

D. Parasit E. Alergi Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Jika dilakukan pemeriksaan dengan keratoskop plasido, gambaran apakah yang ditemukan? A. Bergelombang B. Bergerigi C. Konsentris D. Terputus E. Kabur Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata pegal dan penglihatan kabur untuk melihat jauh. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Hipermetropia B. Anisometropia C. Astigmatisma D. Presbiopia E. Miopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Astenopia anisometropia B. Astenopia konvergensia C. Astenopia akomodativa D. Astenopia aniseikonia E. Astenopia presbiopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah komplikasi yang paling sering terjadi? A. Ablasio retina B. Mikroftalmia C. Eksoftalmus D. Glaukoma E. Katarak

9. Seorang petugas pengelola cold chain mendapati suhu lemari es penyimpanan vaksin hepatitis B mencapai -5o C pada saat pengecekan pagi. Pada pengecekan sore hari sebelumnya suhu lemari es masih dalam kisaran normal. Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh petugas cold chain tersebut? A. Menyatakan vaksin tersebut rusak B. Mengembalikan suhu lemari es ke kisaran normal C. Membuang vaksin D. Mengembalikkan vaksin ke Dinas Kesehatan Kabupaten E. Melakukan uji kocok vaksin 10. Dokter keluarga dibayar oleh PT. Askes dalam jumlah uang yang tetap sesuai dengan jumlah peserta asuransi yang ditanggung, terlepas dari berapapun jumlah pelayanan yang diberikan. Apakah metode pembayaran pelayanan kesehatan tersebut? A. Diagnosis related group B. Fee for service C. Kapitasi D. Per diem E. Gaji 11. RS B adalah penyedia layanan kesehatan tingkat II untuk peserta ASKES. Untuk tahun anggaran 2011 ASKES akan membayar RS B dengan metode per diem. Data RS B menunjukkan bahwa pada tahun 2010 terdapat total 120.000 hari perawatan. Biaya yang dihabiskan untuk perawatan selama tahun 2010 adalah Rp. 48 milyar. Bila diasumsikan terdapat kenaikan jumlah pasien sebesar 10 % pada tahun 2011, dan inflasi sebesar 10 %, berapakah biaya per diem yang harus dibayar oleh ASKES ke RS B pada tahun 2011? A. Rp. 410.000 B. Rp. 420.000 C. Rp. 430.000 D. Rp. 440.000 E. Rp. 450.000 12. Survei Kesehatan Rumah Tangga yang dilakukan oleh DEPKES RI mengambil subjek penelitian seluruh penduduk Indonesia. Sampel diambil dari 20 provinsi yang dianggap mewakili seluruh penduduk Indonesia. Dari masing-masing provinsi diambil sampel 30 % dari jumlah kabupaten dan kota yang ada. Dari tiap-tiap kabupaten ini maka diambil sampel 50 % dari jumlah kecamatan yang ada. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai dengan kasus diatas? A. Simple random sampling B. Stratified random sampling C. Multi-stages random sampling D. Cluster random sampling E. Systematic random sampling 13. Sebuah penelitian ingin meneliti efektivitas pemberian alfa-interferon bagi pasien dengan hepatitis B kronik. Untuk itu peneliti memberikan intervensi bagi pasien hepatitis B kronik yang dirawat di sebuah RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007. Pasien yang bersedia mengikuti penelitian dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Satu kelompok diberikan alfa interferon dan kelompok yang lain diberikan lamivudin sebagai perlakukan standar. Outcome yang dilihat adalah konversi HBsAg menjadi negatif setelah 6 bulan. Subjek dengan gangguan fungsi ginjal, dan gangguan fungsi sumsum tulang menggugurkan keikutsertaannya dalam penelitian. Sampai dengan berakhirnya penelitian, 48 orang mendapatkan perlakuan dengan interferon, 42

Sebuah studi belah lintang berbasis populasi berusaha mengidentifikasi faktro risiko hipertensi di sebuah Kabupaten. Studi ini berusaha untuk menentukan faktor risiko manakah yang merupakan prediktor yang paling bermakna. Pasien yang mendapatkan lamivudin 14. Regresi linear C. Uji ANOVA satu arah 15. Uji T independen C. Forced expiratory volume (FEV) dalam ml/menit akan dibandingkan sebelum dan sesudah latihan fisik untuk menunjukkan fungsi respirasi. Uji Korelasi Pearson E. Apakah kriteria eksklusi pada penelitian tersebut? A. Kedua kelompok diwawancara mengenai riwayat penggunaan telepon seluler di masa lalu. Uji T berpasangan D. Pasien yang meninggal atau loss to follow-up D. Pasien di RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007 C. merokok. sedangkan dari kelompok lamivudin semua subjek bertahan sampai penelitian selesai. Uji Korelasi Kanonikal 17. Risiko relatif C. Masih terdapat banyak kontroversi mengenai peningkatan risiko kejadian tumor otak dengan penggunaan telepon seluler. Dari 48 orang yang mendapatkan interferon. Apakah metode pengukuran risiko yang paling sesuai untuk jenis studi diatas ? A. Penggunaan telepon seluler ini kemudian dibandingkan pada dua kelompok untuk mengukur risiko terjadinya tumor otak. Population attributable risk 16. Koefisien kontingensi E. 40 orang bertahan sampai akhir penelitian. dan 30 subjek sehat yang sepadan dalam jenis kelamin dan usia direkrut sebagai kelompok pembanding. Sebuah studi intervensional menguji apakah latihan fisik secara serial akan memperbaiki fungsi respirasi pada pasien dengan PPOK. 84 partisipan dengan dislipidemia berpartisipasi dalam . Rasio prevalensi D. Apakah jenis uji statistik yang paling sesuai untuk menjawab pertanyaan penelitian diatas? A. Seteleh pengumpulan dan analisis data terdapat tiga faktor risiko mayor yang secara bermakna berisiko meningkatkan kejadian hipertensi yaitu obesitas. Regresi Cox E. Log-linear D. Uji Kai Kuadrat B.orang mendapatkan lamivudin. Analisis multivariat apakah yang paling sesuai untuk menyelesaikan permasalahan penelitan diatas ? A. dan aktifitas fisik. Regresi logistik B. 8 orang meninggal atau loss to follow-up. Sebuah uji klinik membandingkan efek obat penurun lemak baru bernama “lipicide” dengan obat standar simvastatin. Pasien dengan hepatitis B kronik B. Sebuah studi observasional dilakukan untuk menambah bukti berkaitan dengan hal ini. Pasien dengan gangguan fungsi ginjal E. 60 pasien PPOK telah setuju untuk berpartisipasi pada studi ini. Rasio odd B. Data diasumsikan terdistribusi normal. 30 pasien dengan glioblastoma multiformis diikutkan dalam sebuah studi. Hipertensi diukur dalam skala nominal dikotom.

denyut nadi 120 x/menit. Uji Wilcoxon 18. skuama dan papul-papul.45. temperatur 38. Kandidasis kutaneus E. hiperpigmentasi. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. frekuensi napas 32 x/menit dalam. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. Injeksi insulin intravena B. Korelasi parsial 19. Eritrasma B. Rehidrasi cairan intravena C. dan dikelompokkan secara acak pada dua kelompok perlakukan. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. Ptiriasis rosea D. his terjadi setiap 5 menit durasi 15 detik. kulit kering. Untuk itu akan dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar kenaikan IMT akan menurunkan kapasitas vital paru. Uji Kruskal-Wallis B. Pemberian natrium bikarbonat D. Dari pemeriksaan fisik keadaan umum lemah tidak sadar. Setelah 12 minggu perlakuan. air ketuban keluar sejak 2 jam yang lalu. Injeksi antipiretik intramuskular 21. tercium bau buah segar. Injeksi antibiotika spektrum luas E. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. tampak makula eritematosa. Korelasi pearson B. Analisis apakah yang paling sesuai untuk mencapai tujuan peneitian diatas? A. Korelasi spearman C. Seorang perempuan berusia 30 tahun dikirim oleh bidan ke IGD RS dengan diagnosis G1P0A0 hamil aterm dengan kala I. uji normalitas data dengan uji kolmogorov-smirnov menunjukkan nilai p = 0. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 120/80 mmHg denyut nadi 96 x/menit frekuensi napas 24 x/menit tinggi badan 150 cm dan berat badan 62 kg. Regresi linear D. Perut terasa kencang sejak 12 jam yang lalu. tekanan darah 120/80 mmHg. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami penurunan kesadaran sejak 4 jam yang lalu. Uji T berpasangan D. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. Dermatitis kontak alergika 20. Pemeriksaan gula darah sewaktu 520 mg/dL. Tinea kruris C.studi ini. VT pembukaan 7 cm. kulit ketuban tidak ada. Uji T Independen C. Setelah pengolahan data dilakukan. DJJ 12-11-12. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa Indeks Massa Tubuh (kg/m2) berhubungan berbanding terbalik dengan kapasitas vital paru (ml).2˚C. TFU 30 cm. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Apakah metode analisis data yang paling tepat untuk penelitian tersebut? A. kolesterol total (mg/dl) diukur pada dua kelompok tersebut. kepala turun . Regresi logistik E. letak kepala puki. Uji Mann-Whitney E. Sejak 2 hari yang lalu badan demam dan mengeluh batuk berdahak.

G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I partus lama C. Diagnosis apakah yang paling tepat? A. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi tua B. Apakah penyebab penurunan visus yang paling mungkin? A. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. dan krustae hitam di sekitar hidung. edema . kripte iris baik. Isosorbid D. hematom palpebra. Diuretik apakah yang menjadi pilihan utama? A. Nafas terasa sesak dan buang air kecil berkurang. pemeriksaan mata kiri visus 6/48. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I inersia uteri E. Awalnya bengkak terjadi di kelopak mata kemudian menyebar ke kaki. tangan. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. Plapebra khemosis D. Ulkus duodeni C. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi para 22. Asetazolamid 24. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. Pemeriksaan kulit menunjukkan papula eritema. Gentamisin C. pustula. khemosis. Edema kornea E. Thiazid B. hematom palpebra. khemosis. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I ketuban pecah dini D. hingga seluruh tubuh. pemeriksaan mata kiri visus 6/48. Pankreatitis E. Hifema 26. hifema setinggi 1/4 tinggi COA. Ampisilin B. refleks pupil baik. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. edema kornea. Nyeri hilang dan timbul. pupil bulat regular. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bengkak sejak 1 bulan yang lalu. perdarahan subkonjungtiva. Manitol C. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. Ukuran panggul dalam dalam batas normal. Sulfametoksazole 25. perdarahan subkonjungtiva. Koreng mulai menghitam dan terasa gatal. Apakah diagnosis yang paling tepat? A.Hodge 2+ UUK kiri lintang. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. Terapi apakah yang paling tepat? A. Hepatitis akuta 23. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. Hematom palpebra C. Kloramfenikol D. Perdarahan subkonjungtiva B. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. lensa jernih. Ulkus ventrikuli B. Furosemid E. Seorang laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke Puskesmas dengan keluhan timbul koreng di sekitar hidung sejak 1 minggu yang lalu. Siprofloksasin E. Kolelitiasis D.

Biometri 27. Refraktometri B. refleks pupil baik. OAT kategori 3 D. Pasca operasi katarak D. Apakah rencana pengobatan yang paling tepat? A. Seorang laki-laki usia 48 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan sesak nafas sejak 2 minggu yang lalu. kadang-kadang pasien juga merasakan nyeri kepala tegang dan nyeri dada kanan setelah batuk yang tiada henti. OAT kategori 2 C. Paracetamol C. kripte iris baik. Keluhan dirasakan kambuh-kambuhan terutama setelah makan jeroan. Kampimetri D. Faktor apakah yang paling mungkin menjadi kontraindikasi pemeriksaan spirometri pada kasus tersebut? A. Pasien juga mengeluh batuk berdahak warna putih kental sejak 5 hari yang lalu. Dua tahun yang lalu pasien mendapatkan pengobatan rutin TBC selama 6 bulan dan telah dinyatakan sembuh. Piroksikan E. Persendian tampak bengkak dan kemerahan. Tonometri E. Penyakit paru restriktif ringan B. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Badan demam ringan C. OAT dan Quinolon 28.kornea. Asam mefenamat B. Pemeriksaan sputum BTA negatif. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan nyeri sendi ibu jari kaki kanan. hifema setinggi 1/3 tinggi COA. Metampiron D. Sesak nafas progresif B. Pasien menderita katarak dan baru dioperasi 1 minggu yang lalu. OAT kategori 1 B. refleks fundus suram. Seorang laki-laki usia 56 tahun datang ke poliklinik RS dengan keluhan sesak nafas sejak 3 hari yang lalu. Nyeri kepala tegang E. Pasien memiliki kebiasaan merokok hingga 1 pak (12 batang) rokok dalam 1 hari. Pasien mempunyai riwayat mengkonsumsi obat anti nyeri dalam jangka waktu lama karena sering merasa nyeri kepala.52. lensa jernih. Pasien juga mengeluh batuk lama sekitar 1 bulan dengan dahak berwarna putih encer. Pemeriksaan apakah yang paling penting untuk diusulkan? A. Penyakit paru restriktif moderat C. Batuk disertai dahak encer berwarna putih. Hasil pemeriksaan spirometri menunjukkan FEV1/FVC 0. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Aspirin 29. Nyeri dada kanan 30. Keratometri C. Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk lama sejak 2 bulan yang lalu. tidak memberat dengan posisi tidur dan tidak membaik dengan beristirahat. pupil bulat regular. Terapi simtomatis E. Badan demam ringan. Obat anti nyeri apakah yang paling mungkin memicu keluhan pasien tersebut? A. Sesak nafas terjadi terus-menerus. Rencana untuk pemeriksaan fungsi paru dengan spirometri ditunda. Penyakit paru obstruktif ringan . Keluhan dirasakan semakin lama semakin berat.

D. Penyakit paru obstruksi moderat E. Penyakit paru campuran berat 31. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun dibawa ibunya ke dokter praktek umum dengan keluhan gigi berwarna kecoklatan. Pada saat kehamilan, ibu pasien pernah menderita demam dan diberikan antibiotik oleh dokter yang menanganinya. Apakah antibiotik yang paling mungkin dikonsumsi tersebut? A. Streptomisin B. Siprofloksasin C. Tetrasiklin D. Kotrimoksazol E. Eritromisin 32. Seorang laki-laki datang ke Puskesmas dengan keluhan sering merasa lemah. Keluhan disertai dengan mudah merasa lapar, mudah merasa haus dan sering kencing. Pasien juga mengalami penurunan berat badan dalam waktu 6 bulan sebanyak 10 kg. Sebelum sakit pola makan pasien tergolong potensi obesitas karena melebihi kebutuhan, suka ngemil, dan kurang beraktivitas. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien memiliki berat badan 55 kg dan tinggi badan 170 cm. Berapa kebutuhan gizi pasien diatas (kalori/hari)? A. 2200 kkal B. 2000 kkal C. 1900 kkal D. 1800 kkal E. 1700 kkal 33. Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke praktek dokter dengan keluhan sesak nafas sejak 1 minggu yang lalu. Pasien juga mengeluh batuk produktif dengan dahak kental berwarna putih, demam dan sering berkeringat terutama pada malam hari. Pasien menderita batuk kambuh-kambuhan sejak lima tahun yang lalu. Pemeriksaan foto toraks menunjukkan adanya pendataran sudut recesus costodiafragmaticus. Kelainan paru apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Pneumotoraks B. Atelektasis C. Pyotoraks D. Efusi pleura E. Hematotoraks 34. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari, volume ½ - 1 gelas tiap buang air besar, konsistensi cair, sedikit ampas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, kesadaran somnolen, pernapasan kussmaul dan turgor kulit menurun. Kelainan pH darah apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. Ketoasidosis B. Asidosis metabolik C. Alkalosis metabolik D. Asidosis respiratorik E. Alkalosis respiratorik 35. Seorang laki-laki berusia 75 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS dengan keluhan nyeri dada sejak 2 jam yang lalu. Keluhan disertai sesak nafas dan keringat dingin. Pasien adalah penderita DM dan hipertensi yang tidak terkontrol. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 170/100 mmHg denyut nadi 126 x/menit frekuensi napas 24 x/menit temperature 36,5˚ C JVP dan suara jantung normal. Pemer iksaan

laboratorium darah menunjukkan GDS 240 mg/dL dan Troponin T positif. Pemeriksaan EKG menunjukkan adanya gelombang T inverted dan depresi segmen ST pada sandapan V1 – V4. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Angina pectoris tidak stabil B. Angina pectoris stabil C. STEMI D. nonSTEMI E. Old Miokard Infarction 36. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. Memasang infus intravena B. Memasang torniket paha C. Memasang pipa lambung D. Memasang kateter urin E. Melakukan intubasi 37. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan, demam dan berkeringat pada malam hari. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. Terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. Kategori 3, 2RHZ + 4RH B. Kategori 1, 2RHZE + 4RH C. Kategori 2, 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. Kategori 3, 2RHE + 4RH E. Kategori 1, 2RHZ + 4RH 38. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Syok kardiogenik B. Syok neurogenik C. Syok anafilaktik D. Syok hipovolemik E. Syok obstruktif 39. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Batuk berdahak warna kekuningan. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan, tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. TB paru kasus gagal pengobatan B. TB paru kasus resistensi obat

C. TB paru kasus putus obat D. TB paru kasus kambuh E. TB paru kasus baru 40. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. Hasil hitung jenis leukosit apakah yang paling mungkin ditemukan? A. Neutrofilia B. Eosinofilia C. Basofilia D. Limfopenia E. Neutropeni 41. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. Pasien juga mengeluh perut terasa mual, namun tidak muntah. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Tension type headache B. Migrain dengan aura C. Migrain tanpa aura D. Cluster headache E. Vertigo 42. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4, tonus otot meningkat bilateral, reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen C 5 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 43. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat, terutama sekitar lubang dubur. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu, setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal, dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen Th 12 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 44. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya

pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. Medulla spinalis segmen C7 E. Medula spinalis segmen Th 10 C. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. nadi 80x/menit. Itrakonazol E. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Nifedipin C. Pasien mengatakan sudah lebih dari 3 bulan minum obat yang dibeli bebas di toko obat untuk nyeri otot dan pegal-pegal. Apakah obat yang dapat menyebabkan keluhan diatas? A. Natrium diklofenak 47. Medula spinalis segmen Th 4 B. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. tonus otot meningkat bilateral. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara.5 mg/dl. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Flusitosin C. Pasien menunjukkan beberapa obat yang diminumnya. Medulla spinalis segmen Th 12 D. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medulla spinalis segmen C7 46. Medula spinalis segmen C 5 D. Griseofulvin . tonus otot meningkat bilateral. Deksametason D. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. Asam mefenamat E. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100mmHg. Diltiazem 48. Medula spinalis segmen C 5 E. Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Apakah obat yang paling sesuai ? A. Medula spinalis segmen L 1 45. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan batuk-batuk. sering pusing dan kakinya membengkak. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatif. Keluhan ini muncul setelah 1 minggu minum obat dari dokter dengan diagnosis hipertensi. Medulla spinalis segmen Th 12 C. Medula spinalis segmen Th 10 B. Amfoterisin B B. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum ditemukan hifa dan spora. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3.hipestesi setinggi umbilikus. Piroksikam B. Captopril E. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. Propanolol D. Ketokonazol D. Apakah obat yang dapat menimbulkan keluhan diatas? A. frekuensi napas 20x/menit. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Metampiron C. Hidroklorotiazid B.

Pada pemeriksaan fisik tampak pucat dan konjungtiva pucat. trigliserid 183 mg/dL. Diabetes Tipe lain E. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. tekanan darah 140/ 90 mmHg. Amfoterisin B B. Apa problem utama pada pasien tersebut ? A. MCV 82 fL. Obesitas. asam urat 10 mg/dL. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. dengan keluhan kencing bertambah sering dan banyak. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum dan ditemukan hifa dan spora. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. kadar . D. lingkar pinggang 73 cm. lingkar pinggang 73 cm. terasa haus yang berakibat sering minum dan makan banyak serta kedua kaki kesemutan. HDL-kolesterol 32 mg/dL. Griseofulvin 50. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. Sindroma metabolik 51. HDL-kolesterol 32 mg/dL. Dari hasil pemeriksaan indeks masa tubuh (IMT) 26 %. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. Diabetes Insipidus 53. Diabetes Melitus Tipe 2 C. Ketokonazol D. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien tersebut? A. B.5 mg/dl. Itrakonazol E. Hipertensi E. Pada pemeriksaan laboratorium menunjukkan hemoglobin 7. Apakah jenis makanan yang harus dihindari pasien di atas? A. Diabetes Gestasional D. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. Flusitosin C. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. tekanan darah 140/ 90 mmHg. Wortel 52. Seorang perempuan berusia 45 tahun datang ke dokter praktek umum. Mlinjo E. Diabetes Melitus Tipe 1 B.4%. Jeruk C. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan gula darah puasa: 256 mg/dl.5 g/dL. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. gula darah 2 jam setelah makan: 289mg/dl. hematokrit 22. asam urat 10 mg/dL. Pasien mempunyai riwayat kencing manis selama 15 tahun. trigliserid 183 mg/dL. Hiperurisemia. Tomat B. Apakah obat yang menjadi kontraindikasi pada pasien tersebut? A. C. Seorang laki-laki berusia 54 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan lemas badan sejak 1 tahun yang lalu. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatip. Kobis D. Dislipidemia. tinggi badan 171 cm.49. tinggi badan 171 cm.

Hasil pemeriksaan fisik baik. Pada pemeriksaan fisik benjolan dapat dilihat tanpa tengadah. Tekanan darah 130/80 mmHg. Tampak juga infiltrasi ringan limfosit interfolikuler. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar glukosa darah puasa 98 mg/dL. dan minum obat glikuidon E. Disfungsi sel beta pankreas yang dominan dan resistensi insulin E. Struma Hashimoto . Kurang asupan kalium 57. Defisiensi eritropoietin E. round-vacuola di sepanjang tepi dinding folikel. Diet dan minum obat glibenklamid C. Apakah diagnosis histopatologi pasien di atas? A. Kurang asupan kalsium D. Kerusakan sel beta pankreas akibat toksisitas obat B. Pasien menceritakan bahwa ayahnya meninggal karena diabetes melitus. Diet. Dari pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 45 kg dengan tinggi badan 164 cm. latihan jasmani yang cukup. Hasil pemeriksaan leher didapatkan massa kistik. Status gizi kurang. Asupan zat goitrogenik yang tinggi E. Kedua orangtuanya pasien DM. suhu 37oC. Apa kemungkinan penyebab keluhan tersebut? A. Struma koloid D. kadar glukosa darah 2 jam setelah pembebanan glukosa 75 gram 156 mg/dL. diet. Latihan jasmani sesuai petunjuk B. dan pemberian OAD D. Defisiensi besi B. Kerusakan sel beta pankreas akibat keganasan C. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. Apakah anjuran untuk pasien tersebut ? A. denyut nadi 104x/ menit. Defisiensi vitamin B12 D.Apakah penyebab hiperglikemia pada kasus tersebut? A. Kurang asupan yodium B. latihan jasmani. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun diantar ayahnya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. diameter 4 cm. Banyak masyarakat di daerah tersebut mengalami keluhan yang sama. kontrol 6 bulan lagi 55. Struma nodusa C.8 mg/dL. Defisiensi vitamin C 54.kreatinin serum 4. Defisiensi asam folat C. Keluarganya memberi informasi bahwa pasien tidak disuntik insulin karena kehabisan. Perubahan pola hidup menuju pola hidup sehat. Penyakit Grave B. Kerusakan sel beta pankreas yang difus dan menyeluruh D. keton uria (+++). Dari hasil gambaran histopatologi menunjukkan folikel-folikel tiroid dilapisi epitel kuboid yang di beberapa tempat hiperplastik. KEP (Kurang Energi Protein) C. Hasil laboratorium didapatkan kadar glukosa sewaktu 654 mg/dl. Pemeriksaan apusan darah tepi menunjukkan morfologi eritrosit normositik normokromik. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke rumah sakit untuk menjalani tes kesehatan rutin setiap tahun. Edukasi. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tak sadar. Dari anamnesis didapatkan bahwa pasien tinggal di daerah lereng pegunungan. tak nyeri tekan. Resistensi insulin yang dominan dan disfungsi sel beta pankreas 56. Tinggi badan 167 cm dengan berat badan 64 kg. frekuensi napas 30x/ menit. Apakah penyebab anemia pada pasien tersebut? A.

Radiasi C. Antihipertensi 60. Struma difusa nontoksik 58. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. suhu 38. Seorang perempuan berusia 22 tahun dating memeriksakan diri ke dokter praktek umum dengan keluhan dada berdebar debar. Iodium redioakti 61. Tiroiditis subakut 59. Diazepam D. free T3 dan free T4 meningkat. sesak. Pasien pernah mendapat pengobatan dengan propil tiourasil 3x 100 mg/ hari. tekanan darah 130/80 mmHg dan tidak didapati kelainan sistemik lainnya. Penyakit Grave D. Apa diagnosa yang tepat untuk pasien tersebut? A. Hiportiroidisme E. Operasi B. Pada pemeriksaan leher menunjukkan pembesaran kelenjar tiroid sedang yang difus dan nyeri tekan. Struma koloid B. denyut nadi 80x/menit. Penyakit Hashimoto 62. Analgetik C.50C.E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/100 mmHg. yang dihentikan oleh pasien karena merasa sembuh. Hasil pemeriksaan laboratorium TSHs rendah. Pada pemeriksaan didapatkan mata eksoftalmus. Struma multinodular toksik E. Tiroiditis B. Penyakit Grave C. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100 mmHg. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. datang ke dokter praktek umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan sejak 3 bulan lalu. nafas cepat dalam. kelenjar gondok membesar difus dan mata menonjol. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan TSHs menurun. nadi 124 x/menit dan suhu tubuh 37 derajat celsius. Pelemas otot B. Seorang perempuan berusia 21 tahun. Pasien juga mengeluh berdebar debar dan kedua tangan gemetar. sering pusing dan kakinya membengkak. bau nafas berbau khas. Struma Hashimoto D. Apakah terapi yang tepat untuk pasien di atas? A. free T4 menigkat. Apakah golongan obat yang memungkinkan terjadinya kondisi di atas? A. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan nyeri di leher bagian depan disertai demam. Pasien menceritakan bahwa ia sudah lebih 2 tahun 2 hari sekali minum jamu untuk pegel linu. Pada pemeriksaan anak tampak lemas. Antihistamin D. Kortikosteroid E. Kelenjar getah bening regional leher sedikit membesar. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak. frekuensi napas 20x/menit. . Kretinisme C. Propil tiourasil E. Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk pasien di atas? A. badan semakin kurus dan sering buang air besar.

Area mana yang kemungkinan terbesar terkena adalah? A.Pemeriksaan laboratorium apa yang sebaiknya dilakukan untuk memastikan tipe dari penyakit gulanya? A. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. Seorang anak perempuan usia 7 tahun diantar ibunya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan utama : nyeri telan sejak 1 hari yang lalu disertai demam sejak 2 hari yang lalu. Gula darah sewaktu 63. Laryngopharynx C. Endolymphe 65. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. Pasien tidak sedang menderita batuk pilek. C-peptide C. HbA1C B. propanolol. Nasopharynx E. Nefropati diabetikum C. Membran vestibularis C. kekakuan pada sendi pengungkit D. Keton darah D. Foramen ovale B. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. Tuberculosis paru D. Apa kemungkinan yang menyebabkan munculnya gangguan diatas? A. Seorang perempuan usia 60 tahun datang ke klinik umum Rumah Sakit dengan keluhan pendengaran menurun sejak beberapa hari lalu. Ketoasidosis E. Pada pemeriksaan didapatkan : pembesaran kelenjar leher disertai nyeri pada penekanan. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya. sesak. Pada organ mana kemungkinan kelainan terjadi ? A. Muskulus tensor tympani E. Pada pemeriksaan anak tampak lemas. Oropharynx D. pharynx hyperaemia (++). kaptopril dan furosemid. Pada pemeriksaan liang telinga maupun membran tympani dalam batas normal. Aditus laryngeus . Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. Larynx B. Digoksin mengganggu motilitas sel-sel rambut luar di koklea E. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. bau nafas berbau khas. nafas cepat dalam. Neuropati diabetikum B. Furosemid meningkatkan potensi ototoksik gentamisin C. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. Digoksin mempermudah masuknya gentamisin ke endolimfe 66. Apa kemungkinan komplikasi yang muncul pada anak tersebut? A. Furosemid oral dosis tinggi menimbulkan gejala ototoksisitas irreversibel B. suhu badan 39 C. Digoksin terakumulasi di jaringan pada pasien dengan gangguan fungsi jantung D. Saat berobat kembali ke rumah sakit. Analisis gas darah E. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. Hipoglikemia 64.

6 th. Seorang anak laki-laki. Streptococcus pyogenes D. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12. Monitoring dini level serum obat-obat ototoksik yang diberikan C. Kultur kuman dari swab tenggorok E. tenggorokan gatal dan susah menelan.10 C. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. Foto rontgen kepala C. Nadi 80x/menit. tidak ada batuk pilek. Seorang perempuan usia 18 th. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. Staphylococcus aureus C. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. Apakah diagnosis paling benar untuk pasien diatas ? A. Hipertrofi tonsil dan adenoid 69. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle. Biopsi limfonodi cervical D. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. Eksplorasi faktor risiko pasien sebelum pemberian obat ototoksik B. kaptopril dan furosemid. Seorang laki laki 6 tahun diantar ibunya periksa ke praktek dokter umum sejak 1 bulan anaknya sering mengeluh hidungnya tersumbat dan ibunya mengatakan sering berhenti nafas waktu tidur. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. Tensi 120/80 mmHg. tenggorokan gatal dan susah menelan. Tonsilopharingitis kronis E. Berat badan 25 Kg panas 37. Tindakan yang tidak efektif untuk pasien diatas adalah? A. Tonsilitis kronik C. 6 th. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. tonsil terdapat eksudat. Terminasi obat-obat ototoksik bila dijumpai gangguan pada telinga dalam E. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. Rinosinusitis kronik D. tonsil terdapat eksudat. Tes serologi untuk virus influenzae 71. Mycoplasma pneumoniae B.67. propanolol. Respirasi 20x/menit. Apa usul pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosa kasus diatas? A. ECG B. Seorang anak laki-laki. tidak ada batuk pilek. Saat berobat kembali ke rumah sakit. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Coronavirus 70. Antinausea dan obat-obat hipnosedatif bisa digunakan untuk rehabilitasi gejala vestibulotoksisitas 68.300/ul. fibrosis. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. Adenoiditis B. terdapat detritus. Pemeriksaan penunjang yang tidak perlu diusulkan untuk menegakkan diagnosa kasus diatas adalah? . Organisme yang paling mungkin menyebabkan kelainan tersebut adalah? A. Pemeriksaan audiometrik rutin untuk mendeteksi ototoksisitas subklinik D. Virus human influenzae E.300/ul. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1.

jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Dehidrasi ringan-sedang E. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A. Tanpa dehidrasi B. pada pemeriksaan : Suhu tubuh 39 derajat celcius.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. Pemeriksaan kultur swab tenggorok 72. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Cairan KA-EN 3B D. Cairan Darrow B. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter umum dengan keluhan badan panas. Meningkatkan absorbsi Cl. Cairan KA-EN 3A C. cairan menyerupai air cucian beras. Dehidrasi sedang D. Seorang perempuan usia 18 th. Cairan Ringer lactate E. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. tidak ada nafsu makan. perut kembung dan 3 hari tidak BAB. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. Tensi 120/80 mmHg. terdapat detritus. Osmosis air yang berlebihan ke dalam enterosit 75. Pemeriksaan darah rutin D. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. Apa program terapi untuk menghilangkan fokal infeksi pada pasien tersebut selain pemberian antimikroba? A. Cairan D ¼ S 76. Total Bedrest (rawat inap) D. Khemoterapi E. Pemeriksaan ASTO C. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. Membuka lebih banyak saluran Ca++ C.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. turgor kulit < 2 detik. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. Tonsilektomi B. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1. kehausan. Bila dehidrasi pada anak tersebut memberat. Dehidrasi ringan C. Terapi radiasi 73. turgor kulit < 2 detik. Nadi 80x/menit.pada kripte liberkuhn D. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. Diet rendah lemak C. Dokter . Pemeriksaan ECG B. Menghambat pompa Natrium B. Meningkatkan pembentukan cAMP di sel enterosit. E. kehausan. cairan menyerupai air cucian beras.A. turgor kulit < 2 detik. cairan menyerupai air cucian beras. perut hypertympani. Pemeriksaan foto thoraks E. Dehidrasi berat 74. pilihan cairan intravena paling tepat yang diberikan adalah? A. kepala pusing. lidah kotor. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A. kehausan.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Respirasi 20x/menit. fibrosis.

dan lutut. pemeriksaan yang paling tepat dilakkan adalah? A. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. Setiap saat 77. Anti histamin 81. Anti virus C. bersisik tebal. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. IgG spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung B. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. kulit kepala berambut. E. IgM spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung C. Tekanan darah 140/90 mmHg. Dari anamnesa: pasien sering terlambat makan dan suka makan yang pedas. Dari pemeriksaan perut membesar. Pemeriksaan fisik terdapat nyeri tekan regio epigastrium. Bila ingin dilakukan kultur urine sebaiknya pada? A. Endoskopi saluran pencernaan. Enzym urease pada serum 78. Setelah minggu pertama C. Bila dilakukan pemeriksaan cairan lambung dan serum darah kemungkinan akan didapatkan peningkatan? A. kulit kepala berambut. Dan lokasi ujud . Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. IgG spesifik Helicobacter pilory pada serum D. Lesi mengenai wajah. Anti jamur E. terasa perih. bersisik tebal. Respirasi 20x/Meint. OMD. Psoriasis D. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit pada ulu hati. IgM spesifik Helicobacter pilory pada serum E. siku. dan lutut. 79. Pada pemeriksaan didapatkan ujud kelainan kulit didapatkan papul eritem dan komedo. mengeluh adanya bercak kemerahan. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. mengeluh adanya bercak kemerahan. datang ke Poliklinik dengan keluhan terdapat bintilbintil merah di wajah yang muncul sejak 1 tahun yang lalu. Ptiriasis rosea 80. Lesi mengenai wajah. kaki bengkak. bokong. Ultrasonografi abdomen. Untuk menegakkan penyebab perdarahan. Anti inflamasi D. Eritroderma E. Apakah pengobatan topikal yang paling tepat diberikan? A. Seorang laki-laki berusia 17 tahun. Keratosis seboroik B. CT Scan abdomen D. Anti bakteri B. Nadi 88x/menit. Dermatitis seboroik C. Sebelumnya tidak pernah merasa sakit kuning sebelumnya. mual-mual dan tidak ada nafsu makan. B. Seorang laki-laki usia 47 tahun datng ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan muntah darah dan berak hitam. siku. bokong. Photo BNO C. Pada Minggu pertama B. Setelah minggu kedua E. Apakah diagnosis yang paling tepat? A.curiga pasien tersebut terkena demam thypoid dan kemudian mengirim pasien ke laboratorium untuk memastikan diagnosis. Pada Minggu kedua D.

Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. Seorang laki-laki berusia 44 tahun. Streptomisin (S) . Kaptopril C. HCT B. Ulcerative gingivostomatitis 84. Rosasea 82. Seorang perempuan berusia 37 tahun. Akne vulgaris D. Milia C. Aphthous ulcers C. Apakah pemeriksaan paling tepat untuk menegakkan diagnosis pasien tersebut? A. mukosa bukal dan bibir bawah. Isoniazid (H) C. Tes kulit terhadap antigen trichophyton C. Herpetic gingivostomatitis E.kelainan kulit tersebut dijumpai pada wajah dan lengan atas kanan dan kiri. biasanya timbul menjelang siklus menstruasi. Gingivitis akut B. terutama pada telapak kaki. pada pemeriksaan fungsi ginjal didapatkan hasil BUN dan kreatinin meningkat. belum menikah. Rifampisin (R) B. Hidradenitis suppurative E. datang ke puskesmas dengan keluhan batuk 3 minggu. Apakah regimen yang harus dihindari pada kasus di atas? A. demam dan penurunan nafsu makan. Pemeriksaan intra oral didapatkan higiene oral kurang. ulkus diameter 2-3 mm. Apakah terapi hipertensi paling tepat untuk pasien di atas? A. Propanolol E. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri kepala. kelenjar submandibula pada palpasi sakit. tepi menggaung dan eritematous. Pirazinamid (Z) D. Pemeriksaan sediaan langsung dengan KOH 10% D. Furosemid D. Pemeriksaan lampu Wood B. Pemeriksaan kultur jamur dengan media SDA E. Dokter bermaksud memberikan OAT yang aman dan tidak memberikan efek gangguan pendengaran pada janin yang dikandungnya. Pada anamnesis batuk disertai dahak. vesikel. Pemeriksaan Tzanck pada cairan vesikel 83. Seorang perempuan berusia 34 tahun. G2P1A0. bula dan pustule. tampak beberapa ulkus pada lidah. datang ke praktek swasta dengan keluhan sering sariawan pada rongga mulutnya. Miliaria B. Etambutol (E) E. marginal gingiva labial gigi-gigi rahang bawah merah dan mudah berdarah. Dari anamnesis pasien mengaku menderita Diabetes Melittus tipe 2 selama 15 tahun. Reserpin 85. datang ke dokter praktek swasta dengan keluhan gatal pada kaki sejak 2 minggu yang lalu. Stomatitis aftosa rekuren D. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya ujud kelainan kulit berupa eritema. Pada pemeriksaan dahak didapatkan BTA positif. Dari pemeriksaan vital sign didapatkan tekanan darah 170/100 mmHg. hilang timbul dan berpindah tempat. Dari anamnesis didapatkan penderita bekerja sebagai pencuci mobil. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A.

Insulin dapat diberikan pada lengan kanan maksimal sampai 20 kali 89. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. lebih suka posisi duduk. Suntikan diberikan 30 menit sebelum makan pagi B.86. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Mempertimbangkan permintaan pasien sambil menunggu reaksi obat D. Pada pemeriksaan kadar gula darah sewaktu 700 mg/dL. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. Bagaimanakah mekanisme terjadinya hasil laboratorium penderita diatas? A. Dari anamnesis pasien adalah penderita asma sejak 10 tahun yang lalu. Kelainan genetik pankreas 90. Apakah terapi awal yang harus diberikan pada pasien tersebut? A. frekuensi napas 32 x/menit. Oleh dokter pasien disarankan mrnggunakan terapi insulin jenis intermediate acting. Kerusakan sel pankreas karena autoimun E. Seorang laki – laki berusia 35 tahun. Insulin diberikan sebelum tidur C. GD 2 jam PP 224 mg/dL. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak gelisah. dan pada pemeriksaan auskultasi terdengar suara wheezing. Oral bronkodilator 87. tetapi pasien menolak dan minta diberikan obat oral saja karena pasien masih bisa makan & sadar. Sekresi insulin fase 1 & 2 terganggu D. frekuensi nadi 110 x/menit. datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan utama sesak napas. Setuju karena efek obat oral dan insulin sama 88. Tidak setuju karena pasien DM tipe 1 jadi mutlak insulin C. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. Inhalasi kortikosteroid C. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. Injeksi metilsantin E. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. Injeksi kortikosteroid D. Gangguan sekresi postprandial B. Selama ini pasien mendapat terapi anti diabetik oral. Hipersekresi insulin saat makan C. Bagaimanakah respon dokter paling tepat terhadap permintaan pasien tersebut? A. Bagaimanakah edukasi paling tepat tentang pemberian terapi insulin diatas? A. Defisiensi insulin bersifat relatif D. Setuju dengan permintaan pasien karena obat dapat diminum pasien B. Reaksi autoimun pada sel beta . Setelah suapan pertama insulin langsung diberikan D. Gangguan metabolisme KH setelah makan C. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. Seorang laki-laki berusia 52 tahun datang ke klinik dengan keluhan terdapat luka di jari. Inhalasi agonis β2 B. sesak nafas dan demam. Suntikan harus diberikan sebelum olahraga pagi hari E. GD 2 jam PP 224 mg/Dl. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Dokter merencanakan pemberian insulin. Bagaimanakah patofisiologi penyakit yang diderita penderita tersebut? A. Tidak setuju karena saat ini pasien mengalami stres metabolik E. Seorang laki-laki 50 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan riwayat diabetes melitus. Sekresi insulin mutlak terganggu B.

Seorang perempuan 30 tahun. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan pusing. Cukup dengan mengatur diet saja dan menghentikan insulin C. dan mata kabur. GCS 2-1-3. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. Dari riwayat penyakit didapatkan pasien adalah penderita DM gestasional. Bagaimana saran terapi selanjutnya yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. Dari anamnesis pasien adalah penderita DM dan minum obat antidiabetik oral secara rutin 3 kali sehari. tetapi Obat tetap diminum 3 kali sehari. Gangguan neurogenik C. Insulin diteruskan sampai GD terkendali E. Mencegah ketoasidosis 93. tetapi pasien masih rajin minum obat. infuse RL tetesan cepat B. Gangguan vaskular 94. sulit tidur. Pada pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 55 mg/dL. Pasien mendapat terapi glimepirid 2mg 1 kali sehari. Sejak satu minggu yang lalu nafsu makan turun. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg. infuse Dextrose 5% tetesan cepat C. Insulin sampai kehamilan aterm lalu dihentikan setelah melahirkan 92. datang ke poliklinik dengan keluhan merasa gemetar. Dari anamnesis pasien telah didiagnosa DM sejak 5 tahun yang lalu. Dari anamnesis usia kehamilan perempuan tersebut 30 minggu. Pasien terbiasa minum obat anti diabetik oral 3x /hari. bolus Dextrose 40% iv E. infus NaCL tetesan cepat D. Apakah penatalaksaan pertama yang paling tepat dilakukan pada pasien di atas? A. Gangguan otonomik B. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. Hasil pemeriksaan gula darah 2 minggu yang lalu didapatkan GDS 230 mg/dL dan mendapat terapi insulin.E. Dosis insulin diturunkan kemudian dikombinasi dengan OAD D. Mencegah retinopati C. Pada pemeriksaan glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 40 mg/dL . Seorang laki-laki berusia 61 tahun. Sejak 2 hari yang lalu penderita makan sedikit. Dari anamnesis ke keluarga. Pembakaran lemak karena obesitas 91. Apakah tujuan terapi pasien tersebut? A. Hasil pemeriksaan GDS saat ini adalah 160 mg/dL. Mencegah neuropati B. datang ke dokter swasta untuk kontrol gula darah. Refleks patologis negative. Mencegah hipoglikemia E. tinggi badan 162 cm. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. Berat badan 80 kg. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa keluarganya ke Unit Gawat Darurat RS dengan penurunan kesadaran sejak 1 jam yang lalu. Mengganti insulin dengan obat oral (OAD) B. SGOT . Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. injeksi insulin dosis tinggi 95. Gangguan respirasi E. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS 300 mg/dL dan GDP 130 mg/dl. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. Gangguan hemostatik D. keringat dingin dan jantung berdebar. pasien sebelumnya mengalami demam. Mencegah nefropati D. Apakah penyebab paling tepat keluhan diatas? A. G1P0A0.

GCS 2-1-3. Dari . Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri pinggang. Blokade produksi prostaglandin B. Dokter memberikan terapi obat anti nyeri dengan NSAID. SGPT 30 mg/dL. injeksi antipiretik 97. Koma uremik 96. Sensitisasi terjadi di reseptor B. Nyeri tersebut hilang timbul sejak 6 bulan yang lalu. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. infeksi meningeal 100. Creatinin 0.23 mg/dL. gangguan elektrolit D. Dari heteroanamnesis didapatkan bahwa pasien mengalami demam tinggi menggigil menetap. thromboemboli di pembuluh darah otak pada pasien fibrilasi atrial B. perdarahan intracerebral E. Koma hepatikum E. Dari anamnesis ke keluarga. perdarahan pada spasium sub-arachnoid C. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ke dokter dengan keluhan utama nyeri pada lutut kanan. Bagaimanakah patofisiologi nyeri pada kondisi pasien tersebut ? A.3 mg/dL .3 mg/dL . SGPT 30 mg/dL. Sebelumnya. Seorang pasien laki-laki berusia 9 tahun dengan kondisi tidak sadar. Koma neurogenik B. Ureum 40 mg/dL. Apakah penyebab yang paling mungkin kondisi di atas ? A. Creatinin 0. Apakah diagnosis yang paling mungkin dari pasien di atas? A. kejang umum 3 jam yang lalu. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. pasien sebelumnya mengalami demam. Sangat peka terhadap NSAIDs D. pasien didiagnosis dokter menderita herpes zoster. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa ke UGD karena penurunan kesadaran. Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai mekanisme farmakokinetik terapi tersebut ? A. Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. antibiotik intravena B. Ectopic discharge terjadi di daerah lesi 99. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. Refleks patologis negative. Peningkatan permeabilitas membran 98. Koma ketoasidosis C. Ectopic discharge terjadi di reseptor E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS E2V3M5. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. Sangat peka terhadap opioid C. Apakah tindakan pertama yang paling tepat pada kasus diatas? A. rehidrasi cairan D. Koma septik D. dan teraba hangat. Dari pemeriksaan fisik didapatkan lutut kanan tampak bengkak. dosis OAD ditingkatkan C. SGOT 23 mg/dL. Penghambatan produksi bradikinin D. tanpa tanda lateralisasi. Ureum 40 mg/dL. diantar oleh ibunya datang ke puskesmas di Papua. drip neuroprotektan E. Penghambatan fungsi prostaglandin E. Blokade produksi ciclooxygenase C. hiperemis. Keluhan muncul setelah jatuh dari sepeda. dan tidak ada tanda iritasi meningeal.

Melakukan gerakan dengan respon suara Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Cerebral malaria E. tepi bengkak. obat berikut ini mungkin dapat menjadi penyebab koma pada penderita di atas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. Toxoplasmosis B. Jika pada penderita tersebut juga ditemukan bekas suntikan lama dan baru di lengan dan pupilnya kecil kemudian melebar. Bendungan pembuluh darah . Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B.101. Jika ternyata penderita tersebut koma. parasetamol D. 102. 104. 103. nafas lambat. digoksin B. A. tekanan darah 120/80. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Neurosyphillis Seorang laki-laki usia 30 tahun ditemukan tergeletak di tengah jalan dalam kondisi gelisah. Melakukan gerakan dengan respon nyeri E. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. dan kulit terasa kering. Kesadaran GCS E3V3M3. ekstasi E. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. Melakukan gerakan ekstensi ke arah nyeri B. Cerebral tuberculoma C. Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Aseptic meningitis D. pemeriksaan retina didapatkan papil edema. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. mungkin ada keracunan . A. diethylether C. fenilpropanolamin Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Wajah tampak gelap dengan sklera mata merah. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. phencyclidine B. tekanan darah 120/80. nafas lambat. mukosa bibir serta semua ujung jari kebiruan. ekstasi (MDMA) E. kemudian oleh warga dibawa ke UGD RS terdekat. diazepam C. dan kulit terasa kering. morfin Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. warna dasar coklat tua. Apakah yang menjadi penyebab paling mungkin pasien ini tidak sadar ? A. Lebar jejas jerat 4 cm. Melakukan gerakan fleksi ke arah nyeri C. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. A. pentotal D. Melakukan gerakan spontan D. Bagaimanakah kondisi motorik yang akan ditemukan pada pemeriksaan GCS ? A. Kerusakan organ dalam leher C. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya.

Sianotik pada mukosa dan kulit C. kadang berupa gangguan gastrointestinal. Rambut E. Korban masih hidup saat tergantung (intravital) C. Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. 350-<400 mg/dL E. Gejala penyakit tidak khas. pasien dapat berjalan dengan dituntun. Urin C. Apakah sebab kematian pada kasus tersebut? A. tetapi sempoyongan. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. Termasuk dalam kategori apakah keracunan anak tersebut? . Dokter mencurigai korban mengalami keracunan logam berat kronis. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. warna dasar coklat tua. Darah B. 250-<350 mg/dL D. Korban sudah meninggal sebelum tergantung B. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. 30-<90 mg/dL B. meninggal dunia. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Seorang laki-laki berusia 55 tahun. Bendungan pembuluh darah E. 90-<250 mg/dL C. Refleks vagal E. tepi bengkak. Tanda asfiksia 107. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal. Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. Tanda perlawanan korban E. Mati lemas 105. Mati lemas 106. Dari anamnesis dan pemeriksaan pasien meracau. Apakah interpretasi dari edema pada tepi jejas jerat? A. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Lebar jejas jerat 4 cm. tepi bengkak. Dari inspeksi tampak kulit korban berwarna kecoklatan. kadang hanya rasa tidak enak badan. Apakah sampel yang paling tepat? A. Dari mulut pasien tercium bau alkohol. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. Alat gantungnya berupa tali tambang D. >400 mg/Dl 109. tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat. Pada pemeriksaan rontgen dada terdapat gambaran benda opaq pipih menyerupai baterai jam. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. Saat memasuki ruangan. setelah sakit-sakitan selama setahun terakhir. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. Hati D.D. warna dasar coklat tua. Berapakah kadar alkohol yang memberikan gejala tersebut? A. menabrak pohon. Lebar jejas jerat 4 cm. Dokter menyimpulkan pasien mengalami keracunan lithium. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun mengalami batuk dan sesak nafas yang tak sembuh-sembuh. Kerusakan organ dalam leher D. Kulit 108.

Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa perempuan ini mempunyai beban psikologis yang sangat berat namun semuanya ditanggung sendiri. Pada pemeriksaan luar didapatkan kekakuan pada hampir semua sendi. Terapi kerja berkelompok B. bayi lahir hidup E. Setelah dikonfirmasi ternyata ada kesalahan pemberian obat dari apotek yaitu tertukar dengan pasien lain. untuk dibuatkan visum et repertum.00-12.00. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet. Keluhan muncul sekitar 30 menit setelah meminum obat resep dokter yang diperolehnya dari apotik pagi harinya. Hari Senin. Lebam jenazah ditemukan pada ujung-ujung bawah extremitas atas dan bawah serta pada dagu. Intentional poisoning C. Deliberate poisoning E.00-04. Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. bayi mati tenggelam 113. Temuan apakah yang sesuai dengan kesimpulan tersebut? A.00 hari yang sama E. Apakah terapi yang paling tepat? A.00-24. Hari Minggu antara jam 12. Accidental poisoning D. Intentional poisoning C. bayi viable C. Dari pemeriksaan diperoleh tes apung paru positif. Terdapat memar pada kepala E. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet. berwarna merah kebiruan yang tidak hilang dengan penekanan. Terdapat fraktur cricoid C. kira-kira jam 04.00-08. jam 02.Hari Senin.A.00-15.00 D. Antidepresan . Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. Experimental poisoning B. kecuali sendi kedua lutut. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal. Tidak ditemukan cedera D. Accidental poisoning D. Pemeriksaan dilakukan pada hari Senin jam 12. Terdapat luka tusuk B.00 C.00 114. antara jam 00. Experimental poisoning B. Penyidik mengirimkan jenazah korban kejahatan. Termasuk dalam kategori apakah keracunan yang dialami pasien? A. Seorang ibu rumah tangga usia 35 tahun datang ke puskesmas mengeluh sering sakit punggung. Deliberate poisoning E. Hari Senin. bayi asfiksia D. Hari Minggu. Apakah arti dari temuan tersebut? A. bayi aterm B.00 B. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal. antara jam 00. Analgesik lokal C. Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat pada siang hari karena kelemahan badan yang mendadak. Iatrogenic poisoning 110. Pada perut bagian kanan bawah terdapat warna kehijauan. Terdapat luka lecet tekan pada leher 112. Kapankan perkiraan saat kematian korban ? A. Iatrogenic poisoning 111. Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang tidak ditemukan kelainan.

Sejak beberapa minggu ini pasien tidak mau minum obatnya dengan alasan percuma karena sudah 1 tahun tidak sembuh. mual. Pemberian antidepresan C. Ventilasi 115. Sosialisasi dengan sesama penderita tuberculosis 116. Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa penderita merasa malas bekerja. jantung berdebar-debar keras. Kecemasan akan tindakan medis selanjutnya C. nyeri sendi dan sering anyang-anyangen sejak 20 tahun ini. Di antara episode serangan-serangan tersebut pekerjaan dan kegiatan sehari-hari tidak terganggu. nyeri kepala. Seorang perempuan berusia 42 tahun mengeluh nyeri dada. Pemberian antipsikotik B. Gangguan Somatisasi D. Sejak setahun yang lalu pasien mengeluh sudah beberapa kali mengalami “serangan jantung” yang ditandai dengan perasaan cemas. Ketergantungan pada proses rawat inap B. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri dada. Kesedihan karena penyakitnya tidak juga diketemukan E. Pada pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang tidak didapatkan kelainan. Gejala tersebut tidak berlangsung serentak. Pasien merasa sangat cemas walaupun dokter jantung sudah meyakinkan bahwa EKG dan pemeriksaan laboratorium darah dalam batas normal. Karena merasa keluhan tidak kunjung sembuh pasien minta dirawat inap agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih mendalam. Gangguan somatisasi D. Seorang laki–laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. Apakah terapi yang paling tepat untuk problem psikiatrisnya? A. mengakibatkan hampir seluruh kehidupannya terganggu. Terapi kerja berkelompok D. Pasien sudah mendatangi beberapa dokter dan mendapatkan hasil pemeriksaan yang sama. Hipokondriasis 118. Hipokondriasis E. Apakah konsekuensi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika permintaannya dipenuhi begitu saja untuk rawat inap? A. Keluhan hilang timbul disertai batuk dahak berwarna kekuningan dan demam sejak setahun .D. Suspect penyakit kardiovaskular B. Sebagian besar waktunya dilalui dengan perasaan cemas. nyeri dada. putus asa dan menganggap dirinya adalah yang paling sengsara karena tidak kunjung sembuh. Gangguan panik E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang laki-laki berusia 33 tahun mengeluh takut mati mendadak karena serangan jantung seperti ayahnya pada usia 45 tahun. Anxyolitic E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. haid tidak teratur. muntah. Ventilasi E. kedua tangan terasa “kebas” selama kira-kira 5 menit. Pasien sering mondok namun tidak didapatkan penyebab spesifik. berkeringat dingin. Gangguan nyeri psikogenik C. Ketergantungan kepada dokter yang merawat D. pandangan mata dobel. Keuntungan sekunder akan tindakan medis selanjutnya 117. Seorang pasien tuberkulosis sudah berobat selama 1 tahun tetapi belum sembuh. Gangguan jantung tersembunyi (hidden) B. Ganguan panik 119. Gangguan nyeri psikogenik C.

Kortikosteroid E. ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. Asma bronkial C. Sejak 4 hari yang lalu keluhan memberat. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. Golongan ß-2 agonis 123. sesak disertai batuk berdahak warna kekuningan dan demam. Antibiotika 121. nadi 110 x/menit. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. Kortikosteroid C. dan ekspirasi memanjang. frekuensi napas 60x/menit. Apakah obat yang pertama kali diberikan? A. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. Emfisema 120. Asma bronkial D.terakhir. frekuensi napas 32x/menit. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Bronkitis kronis E. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. Tuberkulosis C. Pada riwayat keluarga. Atelektasis E. Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. Bronkiolitis 122. dan dirasakan memberat sejak 4 hari yang lalu. Ekspektoran D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. frekuensi napas 32x/menit. frekuensi napas 60x/menit. dan tekanan darah 110/80 mmHg. Apakah terapi awal untuk pasien tersebut? A. Pneumonia B. Bronchitis kronis B. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. denyut nadi 120 x/menit. tekanan darah 140/90 mm Hg. Efusi pleura D. sesak terutama setelah beraktivitas. denyut nadi 110 x/menit. Keluhan hilang timbul sejak satu tahun yang lalu. Mukolitik B. denyut nadi 120 x/menit. Seorang laki – laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. denyut nadi 94/menit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 380 C. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. Antipiretik E. Pada riwayat keluarga. dan tekanan darah 110/80 mmHg. ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. Oksigenasi D. Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. Bronkodilator inhalasi B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Foto polos thorax memperlihatkan . dan ekspirasi memanjang. Antibiotika C. Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang ke dokter dengan keluhan demam tujuh hari. batuk dan dahak disertai darah.

konsolidasi di lobus superior pulmo kiri dengan airbronchogram. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. ST elevation myocardial infarction (STEMI) B. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Angina pektoris stabil E. Seorang laki-laki berusia 67 tahun dengan riwayat batuk berdahak. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Histoplasmosis D. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan . Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Pada foto thorax tampak gambaran kavitas multipel menyerupai sarang lebah dengan airfluid level di dalamnya pada aspek inferior kedua paru. Pancoast tumor C. Gastroesophageal reflux disease (GERD) C. Tuberculosis paru 124. Non STEMI 126. Abses paru B. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut? A. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Tuberculosis milier --> level 3A 125. Carcinoma of bronchus E. Angina pektoris tidak stabil D. Bronchial Carcinoid D. Pneumonia B. Bronkiectasis C. Bronkitis kronik E.

kadar kolesterol total 250 mg/dL. Hipoalbuminemia D. Regurgitasi aorta D. Enzim jantung 127. Pasien adalah seorang perokok sejak usia 35 tahun. Stenosis aorta B. perabaan hangat dan tampak kemerahan. Selulitis 129. Insufisiensi tricuspid 128. Limfedema kronik C. frekuensi napas 24 x/menit. Pemeriksaan kadar darah puasa 160 mg/dL dan Hb A1c 8 %. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Apa kelainan anatomis jantung yang paling mungkin terjadi pada pasien tersebut? A. Perokok . Echocardiografi E. Seorang perempuan berusia 18 tahun mengeluh mudah lelah disertai napas pendek. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya udem tungkai unilateral. Thalium scanning D. denyut nadi 100 x/menit. rata-rata menghabiskan 10 batang rokok/hari. 2 cm lateral linea mid clavicula kiri. Regurgitasi mitral E. dan tekanan darah 160/90 mmHg. Phlebitis E. Test uji latih jantung atau treadmill test B. disertai nyeri. Stenosis mitral C. Diketahui terdapat riwayat menderita demam disertai sakit nyeri sendi yang berpindah-pindah saat remaja. dan pada malam hari sering terbangun karena sesak nafas. Seorang laki-laki berusia 60 tahun menjalani home care dengan tirah baring karena stroke yang diderita sejak 1 tahun yang lalu. Trombosis vena profunda B. Seorang laki-laki berusia 46 tahun periksa ke praktek dokter keluarga untuk konsultasi karena sering mengalami nyeri dada seperti tertindih. Apakah faktor risiko keluhan pasien yang equivalen dengan infark miokard? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Foto rongen dada posisi anterior posterior C.Pemeriksaan lanjutan apa yang diperlukan pada pasien tersebut? A. Pada pemeriksaan fisik jantung ditemukan adanya bising pansistolik derajat 3/6 dengan punktum maksimum di intercostal V.

Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. SGOT D. denyut nadi 110 x/menit. LDH E. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. tekanan darah 160/100 mmHg. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Pneumonia C. Thymoma B. Apakah pemeriksaan darah yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis? A. Dislipidemi D. Seorang laki-laki berusia 38 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada khas infark sejak 5 jam sebelum masuk rumah sakit. Pemeriksaan fisik dan penunjang kardiologis tidak menunjukkan adanya kelainan. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C. Troponin I B. CK 131. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. Hipertensi C. frekuensi napas 28 x/menit. Gangguan nyeri psikogenik C. Terdapat riwayat hipertensi. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit jantung sejak tiga tahun terakhir. Pada gambaran EKG didapatan gambaran seperti di bawah ini. Gangguan panik E. perkusi redup. CK MB C. Gangguan somatisasi D.B. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul. Hipokondriasis 132. Apakah diagnosis paling mungkin? A. Pneumothorax sinistra . Usia pasien yang 46 tahun 130. Diabetes Mellitus E. Gangguan jantung tersembunyi B. Pasien yakin bahwa dirinya sakit jantung. Pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. dan suara vesikuler menurun.

Efusi pleura sinistra E. frekuensi napas 28 x/menit. denyut nadi 110 x/menit. Bronkiektesis 137. diet rendah lemak 2 hari sebelum pemeriksaan C. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Pasien mempunyai riwayat batuk lama. tidak tinggi disertai keringat malam. Pneumothorax D. Seorang laki-laki berusia 72 tahun datang dengan keluhan sulit kencing. vesica urinaria penuh dan nyeri tekan (+). Furosemide C. Apakah persiapan yang diperlukan? A. Pada rontgen dada ditemukan area lusen tanpa corakan bronkovaskular pada hemithorax sinistra. Hernia diafragmatika 133. puasa makan dan minum B. Diagnosis manakah yang paling mungkin? A. Injeksi sulfas atropin 136. Injeksi adenosine E. Bronkhitis kronis C. Asma Bronkhial E. minum banyak. Injeksi digitalis C. denyut nadi 140 x/menit. COPD B. Pungsi pleura B. Mediastinal mass E. frekuensi napas 24 x/menit.D. Pemeriksaan fisik didapatkan retensi urin. Pneumonia C. Hernia diaphragmatica 135. Pada direct rectal touche (DRE) diduga terdapat pembesaran prostat. Tuberkulosis Paru B. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dirawat di rumah sakit karena sesak napas berat dan nyeri dada kiri. Kardioversi B. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. Apakah terapi yang paling tepat? A. menahan kencing (katheter di klem) . Apakah penanganan awal yang paling tepat? A. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C. Pemeriksaan EKG menunjukkan hasil normal. Pada pemeriksaan auskultasi paru ditemukan suara amforik. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke UGD dengan keluhan berdebar-debar. Antibiotika E. Terdapat riwayat hipertensi. Pasien juga mengeluh demam. Direncanakan pemeriksaan radiologis ultrasonografi abdomen bawah. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. Pneumothoraks D. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. Gambaran EKG menunjukkan takikardia dengan kompleks QRS sempit dan regular. Inhalasi B2 agonis 134. tekanan darah 160/100 mmHg. Seorang pasien berusia 22 tahun mengeluh batuk lebih dari 3 bulan dan sejak dua hari ini batuk disertai darah. perkusi redup. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. dan tekanan darah 130/80 mmHg. Pasien dapat kencing setelah dipasang katheter. dan suara vesikuler menurun. Water seal drainage (WSD) D. Manuver vagal D. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul.

bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas.31 mg / dl. Saat diperiksa penderita demam. cystografi 139.D. Seorang laki-laki berusia 61 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang kanan. pielografi retrograd D. urin pancar tengah D. urin acak B. disertai mual. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51. mual. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. nefrolithiasis B. kreatinin 4. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2. teratoma 141. protein (-). Pyelonefritis . Dokter merujuk pasien untuk pemeriksaan lebih lanjut. eritrosit +3. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51. pankreatitis 140. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2. cholelithiasis D.8. muntah dan jumlah buang air kecil berkurang. Pada foto polos abdomen didapat bayangan semiopag bentuk menyerupai tanduk rusa di proyeksi paravetebra dextra setinggi VL 2-3. spondiloarthrosis lumbales E. Pada pemeriksaan darah didapatkan komplemen C3 menurun. Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun. dan eritrosit pucat 3-4/LP.39. Pada pemeriksaan ultrasonografi didapatkan pelebaran sistema pelvico calices dextra. dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan beberapa hari buang air kecil kemerahan. Untuk menyingkirkan kemungkinan kehamilan ektopik dilakukan pemeriksaan urin untuk hormon beta hCG (ßhCG). pusing. Sistitis B. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. kreatinin 1. nephrolithiasis B. urin tampung C. pielografi anterograd C. urethrografi B. dan eritrosit pucat 3-4/LP.8. urin malam hari E. cholelithiasis D. ureterolithiasis C. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut. Nefritis C. vesicolithiasis E. sel epitel 2-4/LP. urethrolithiasis C. kreatinin 4.39. muntah dan jumlah buang air kecil berkurang. pielografi intra vena E. disertai mual. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut. tanpa persiapan E. Pasien sudah membawa hasil laboratorium urin menunjukkan Ca oksalat +++. Apakah contoh bahan urin terbaik untuk kondisi tersebut? A. Hasil pemeriksaan laboratorium urin didapatkan warna kuning kemerahan. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. kelopak mata sedikit sembab dan hipertensi. tes alergi 138. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter dengan nyeri abdomen akut. sel epitel 2-4/LP. Apakah pemeriksaan penunjang lanjutan yang dibutuhkan? A. urin pagi hari 142. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A.

kemerahan. Seorang pasien laki-laki umur 20 tahun menderita fraktur ulna kiri tertutup komplit undisplaced setelah terbentur benda keras di tempat kerja. Volar slab D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Hasil pemeriksaan urin rutin adalah protein (++) dan hematuria gros. Manakah dari keluhan berikut ini yang menjadi prioritas untuk mendapatkan tindakan? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg. Peningkatan rasa nyeri C. suhu 370C. Hiperurikemia 146. Kondisi gips 148. antibiotika E. Rhematic fever D. Satu bulan yang lalu. Sling B. frekuensi napas 24x/menit. Gout arthritis C. diuretika D.2 mg/dl dan ureum 45 mg/dl. Sindrom nefrotik 143. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. ditemukan benjolan pada pangkal ibu jari kaki kanan. Seorang laki-laki berumur 34 tahun datang ke dokter dengan keluhan kencing sedikit. denyut nadi 100x/menit.0 mg/dL. kadar kreatinin pasien adalah 1. Pembedahan 147. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. Kondisi struktur di bagian distal dari gips s B. Apakah tindakan yang paling tepat untuk mengatasi keluhan tersebut? A. Gangguan motorik D. Gagal ginjal akut nefrotoksik B. Bandage C. pungsi supra pubik C.D. analgesika 144. Seorang penderita dikirim oleh Rumah Sakit untuk melakukan kontrol setelah dilakukan pemasangan gips s sirkular pada ekstrimitas atas kiri. Apakah tindakan awal yang paling tepat? A. dan terasa nyeri. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri kaki kanan. Pasien juga mengeluh tidak dapat kencing. Pada pemeriksaan fisik. Rasa gatal E. Hasil pemeriksaan kadar kreatinin 7 mg/dl dan kadar ureum 200 mg/dl. Dari pemeriksaan fisik didapatkan adanya hematoma penis dan perineum dan terdapat kesan vesika urinaria penuh. gagal ginjal kronik 145. Nefritis interstisial kronik C. Glomerulonefritis E. Hasil laboratorium menunjukkan asam urat 9. Osteoartritis E. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pasien tersebut seminggu sebelumnya mendapat injeksi derivat aminoglikosida untuk suatu prediksi infeksi saluran kemih. Gips s sirkular E. Rheumatoid arthritis B. . kateterisasi B. Glomerulonefritis akut D. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari. Glomerulonefritis kronik E.

Alkalosis metabolik D. Syok obstruktif 151. 2RHE + 4RH 150. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. Asidosis respiratorik E. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. TB paru kasus kambuh E. isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36. Kategori 1. Kategori 1. pernapasan Kussmaul dan turgor kulit menurun. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. Kategori 2. 2RHZ + 4RH C. Syok kardiogenik B. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. Kategori 3. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit. demam dan berkeringat pada malam hari. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan. konsistensi cair. Apakah kelainan pH darah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. Ketoasidosis B. Apakah gambaran hitung jenis leukosit yang paling mungkin ditemukan? . TB paru kasus gagal pengobatan B. Kategori 3. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. TB paru kasus baru 152. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. 2RHZE + 4RH B. Asidosis metabolik C.1 gelas tiap buang air besar. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Syok anafilaktik D. Pemeriksaan fisik ditemukan ronki basah kasar di daerah apeks paru kanan. Syok hipovolemik E. Batuk berdahak warna kekuningan. Apakah terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Alkalosis respiratorik 149. tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. 2RHZES + 1RHZE + 5RH D.volume ½ . 2RHZ + 4RH E. TB paru kasus putus obat D. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. Syok neurogenik C. sedikit ampas.5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. TB paru kasus resistensi obat C. kesadaran somnolen.

Conus medularis E. Medula spinalis segmen L 1 D. terutama sekitar lubang dubur. Medula spinalis segmen C 5 D. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Neutropenia 153. Medula spinalis segmen Th 10 B. dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Medula spinalis segmen Th 12 C. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Kauda equina 155. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat. namun tidak muntah. Conus medularis E. Medula spinalis segmen L 1 . Medulla spinalis segmen Th 12 C. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. Cluster headache E. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. Kauda equine 156. Basofilia D. Pasien juga mengeluh perut terasa mual. Medula spinalis segmen L 1 D. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya hipestesi setinggi umbilikus. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen C 5 C. Vertigo 154. Medula spinalis segmen Th 10 B. Migrain tanpa aura D. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. tonus otot meningkat bilateral. Tension type headache B.A. Medulla spinalis segmen C7 E. Limfopenia E. Neutrofilia B. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. tonus otot meningkat bilateral. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. Eosinofilia C. Migrain dengan aura C.

Medula spinalis segmen Th 4 D. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya bercak eritema dengan peninggian (bentol). skuama halus dan likhenifikasi. Dermatits kontak alergika C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pemeriksaan fisik menunjukkan plak nummular berbatas tegas. Rasa gatal disertai dengan bercak-bercak merah di kulit yang muncul terutama pada pagi hari dan menghilang pada siang hari. hipersalivasi. sesak nafas dan mengeluarkan banyak keringat. ukuran bervariasi tersebar hampir di seluruh tubuh. Medulla spinalis segmen C7 C. Epinefrin D. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Rasa gatal muncul terutama jika sedang mengikuti ujian atau belajar. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Medulla spinalis segmen Th 12 158. hiperlakrimasi. Papaverin E. Pemeriksaan fisik menunjukkan pupil miosis. Urtikaria D. sebagian telah pecah membentuk erosi. Atropin B. Sindroma Steven Johnson D. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. tonus otot meningkat bilateral. Dermatitis kontak alergika B. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. mata hyperemia konjungtiva. Neostigmin 159. Apakah obat yang menjadi pilihan utama? A. Ayahnya seorang penderita asma. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara. Dermatitis alergika B. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Keluhan muncul hampir di seluruh tubuh. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Keluhan muncul setelah minum obat sakit kepala. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS setelah melakukan upaya bunuh diri dengan minum obat nyamuk. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan gatal di kulit sejak 10 hari yang lalu. Medula spinalis segmen Th 10 E. Eksema vulgaris C. batas tidak tegas. Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai.157. Nekrolisis epidermal toksik B. Pemfigus 161. Dermatitis kontak iritan 160. Bibir erosi dengan krusta tebal warna hitam. Dermatitis kontak iritan E. Pasien juga mengeluh badan demam dan lemah. Dopamin C. Medula spinalis segmen C 5 B. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan kulit melepuh sejak 2 hari yang lalu. Neurodermatitis E. muntah-muntah. Seorang laki-laki berusia 21 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan tengkuk gatal sejak 5 bulan. Pasien mengeluh nyeri kepala. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula di seluruh tubuh diameter 2-3 cm. Neurodermatitis . hiperhidrosis dan bradikardi.

Pemeriksaan hormon T3 dan T4 C. skuama dan papul-papul. TSH. pembesaran kelenjar tiroid difus. tampak makula eritematosa. sehari 3-5 x/hari. Tinea corporis E. Asupan makanan dan minuman tidak terganggu. T3 dan T4 menurun E. Pasien pernah menderita penyakit pembesaran kelenjar gondok dan telah dilakukan pengangkatan kelenjar tersebut 1 bulan yang lalu. TSH menurun. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. Pemeriksaan hitung jenis leukosit B. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. Hifa pada pemeriksaan KOH B. Psoriasis 162. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dibawa ke IGD RS setelah mengalami kejang. Pemeriksaan elektrolit darah D. denyut jantung 120 x/menit. kekuatan motorik ekstremitas superior dan inferior kiri dan kanan semua bernilai 2 dan tidak ditemukan adanya defisit neurologis lain. Ptiriasis rosea D. kelemahan dirasakan semakin berat. dan spasme otot general terutama daerah karpopedal. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 110/70 mmHg. T3 dan T4 meningkat B. Kejang terjadi selama 15 menit dan saat kejang tampak kesakitan. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar sejak 1 minggu yang lalu. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. Pemeriksaan elektrolit darah D. Apakah yang paling mungkin ditemukan pada pemeriksaan kerokan kulit? A. Seorang laki-laki berusia 37 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami kelemahan pada kedua tangan dan kaki sejak 3 hari yang lalu. sebanyak + ½ gelas air mineral. TSH. mata eksoftalmus. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. frekuensi napas 24 x/menit. Pemeriksaan pH darah 165. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. lembek. denyut nadi 76 x/menit frekuensi napas 16 x/menit. Basil gram negatif pada pengecatan gram D. Pasien mengalami diare sejak 1 minggu yang lalu. hingga tidak mampu beraktivitas. Pasien sering merasa gelisah. Pemeriksaan protein total E. T3 dan T4 menurun 163. hiperpigmentasi. mudah lelah dan mengalami diare. TSH menurun. TSH meningkat. T3 dan T4 normal D. Kokus gram positif pada pengecatan gram . Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. Pemeriksaan Hb 164. Pemeriksaan pH darah E.C. Pemeriksaan gula darah sewaktu B. Apakah hasil pemeriksaan laboratorium yang paling mungkin ditemukan? A. Pseudohifa pada pemeriksaan KOH C. sulit tidur. akral teraba hangat. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya grimace. T3 dan T4 meningkat C. Pemeriksaan gula darah sewaktu C. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. tanpa lendir maupun darah.

Streptococcus βhemoliticus B. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. Psoriasis C. Apakah jenis obat topikal yang paling tepat diberikan? A. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. punggung serta tepi rambut kepala. tekanan darah 140/90 mmHg. gelisah dan sulit tidur. Pemeriksaan fisik lokal menunjukkan adanya luka robek dengan fragmen fraktur. Bacillus cereus D. Pseudomonas aeruginosa 167. tidak tahan panas. edema. Gel B. Dermatitis seboroik B. terdapat jaringan nekrotik. tampak erosi dan mengeluarkan eksudat berbau amis.E. Dermatitis kontak C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Krim C. Keluhan ini terjadi sejak 4 hari yang lalu. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. Pemfigus E. Seorang perempuan berusia 32 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kulit pada hampir seluruh tubuh melepuh. pembesaran kelenjar tiroid difus. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. tertutup skuama tebal berwarna putih. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. Ptiriasis rosea D. proptosis bola mata. punggung serta tepi rambut kepala. sekret berbau. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar. Pasien juga mengeluh demam. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula-bula diameter 2-3 cm. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. Seorang laki-laki berusia 28 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena luka pada tungkai bawah setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 1 hari yang lalu. Obat kocok 170. Psoriasis 168. Bedak E. Clostridium perfringens C. Pasien sedang dalam keadaan hamil 20 minggu. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar hormon T3 dan T4 serta penurunan kadar TSH. Staphylococcus aureus E. Eritroderma E. Badan terasa lemah. Pasien pernah mengalami keluhan yang sama berulang tetapi tidak separah ini. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. Sindroma Stevens Johnson D. krepitasi pada jaringan otot dan subkutis. Obat apakah yang paling tepat untuk pasien ini? . Salep D. Sebagian dari lepuhan kulit sudah pecah dan terasa nyeri. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. Eritroderma B. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. Kokus gram negatif pada pengecatan gram 166. denyut nadi 132 x/menit frekuensi napas 24 x/menit. Dari luka tersebut tampak tulang yang menonjol dan terasa sangat nyeri. tertutup skuama tebal berwarna putih. Herpes zoster 169. Apakah mikroorganisme yang paling mungkin mengakibatkan keadaan tersebut? A.

normal dan lebih dari normal. Apakah interpretasi hasil pemeriksaan tersebut? A. Skala nominal D. Melakukan ventilasi tekanan positif D. Regresi B. Pemeriksaan sperma menunjukkan jumlah sperma dengan bilik hitung 10 juta/ml. d=10%. Memberikan epinefrin injeksi intramuskuler 174. yaitu kurang dari normal. Seorang bayi laki-laki dilahirkan secara sectio caesaria dari seorang perempuan berusia 37 tahun G1P0A0 gravida 38 minggu dengan ketuban pecah dini 18 jam dan fetal distress. Padahal kebiasaan mengompol ini sudah berhenti sejak 1 tahun yang lalu. lemah. Oligoastenoteratozoospermia 172. Populasi target adalah penderita diabetes mellitus (DM). Skala Gutmann 175. Variabel kadar HbA1c dibagi menjadi 3 kelompok. Skala ordinal C. Sublimasi E. tinggal serumah bersama istrinya dan mengaku berhubungan seksual secara rutin. Oligoastenozoospermia D. Proyeksi D. Skala interval E. Pasien bekerja sebagai buruh pabrik pestisida.A. Apakah skala yang paling tepat untuk variabel tersebut? A. penilaian menunjukkan bayi tidak bernafas. motilitas : a=45%. Oligozoospermia C. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa bapaknya ke Puskesmas karena mengalami perubahan perilaku yaitu menjadi pendiam dan kembali mengompol setelah ibunya meninggal dunia seminggu yang lalu. Penelitian dilakukan di setiap kabupaten dalam propinsi Jawa Tengah. Normozoospermia B. Apakah mekanisme pertahanan (defens mechanism) yang dipakai oleh pasien? A. Bayi tersebut dilahirkan dalam keadaan tidak menangis. tampak biru. Memberikan natrium bikarbonat intravena E. Tidak ada keluhan fisik yang diderita. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang memeriksakan diri ke puskesmas karena belum mempunyai anak setelah 2 tahun menikah. Skala rasio B. Melakukan kompresi jantung C. Seorang dokter akan melakukan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol berjudul “Hubungan antara Kadar HbA1C dengan Retinopati Diabetika pada penderita DM tipe II. Propilthiouracil C. Seorang dokter ingin mengetahui prevalensi disfungsi ereksi pada pria menikah yang berada dalam rentang usia produktif. c=25%. Oligoteratozoospermia E. denyut jantung 90 x/menit. Introyeksi 173. morfologi 80%. b=20%. Karena banyaknya jumlah populasi dan adanya keterbatasan . Memberikan rangsang taktil B. Levothyroxine E. Tindakan apakah yang harus dilakukan? A. sedangkan populasi terjangkau adalah penderita DM tipe II. Perchlorate 171. Represi C. Setelah dilakukan langkah awal resusitasi. Methimazol B. 131 I D.

Kadar hemoglobin C. sianosis dan merintih. Seorang laki-laki berusia 21 tahun dibawa ke IGD RS dengan kedua tangannya dalam keadaan terikat. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya massa putih mengkilap bertangkai pada meatus media. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Bayi tampak lemah. Kadang keluar cairan jernih tidak berwarna dan tidak berbau. Gangguan bipolar manik C. Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung tersumbat sejak 1 minggu yang lalu. Alloanamnesis didapatkan pasien tidak dapat tidur sering teriak-teriak dan mengamuk sejak 1 minggu yang lalu. Periksaan psikiatris didapatkan pasien agresif secara fisik dan verbal. Seorang bayi laki-laki lahir spontan di rumah sakit dari seorang perempuan berusia 36 tahun dengan usia kehamilan 31 minggu. Kultur darah D.waktu dan tenaga yang dimiliki. Kadar glukosa darah . Gangguan waham 177. retraksi dinding dada. Analisa gas darah E. Abses nasi C. diputuskan untuk melakukan teknik pengambilan sampel dari seluruh populasi penelitian. Skizofrenia paranoid E. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai untuk diterapkan dalam penelitian tersebut? A. Tidak ditemukan adanya riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Cluster Random Sampling C. Polip nasi B. Polip nasi B. Lubang hidung kanan mengeluarkan cairan kental berwarna kehijauan dan berbau busuk. Sinusitis maksilaris akut 178. Sistematic Random Sampling B. Abses nasi C. Gangguan psikotik akut D. Snowball Sampling E. tidak menangis. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. halusinasi akustik dengan tema yang tidak spesifik. Rinitis alergika E. Quota Sampling 176. Concha polipoid D. Seorang perempuan berusia 19 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung kiri tersumbat sejak 4 bulan yang lalu. Gangguan panik B. denyut jantung 172 x/menit. Simple Random Sampling D. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling penting dalam keadaan tersebut? A. Rinitis vasomotor E. frekuensi napas 80 x/menit. Keluhan terjadi sepanjang hari dan semakin berat. Sinusitis maksilaris akut 179. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya edema konka inferior dan sekret di meatus media. Rinitis alergi D. Pasien sering mengeluh sakit kepala dan gusi bengkak yang membaik dengan obat antinyeri. Hitung jenis leukosit B.

Seorang perempuan berusia 20 tahun dirujuk oleh bidan dengan diagnosis perdarahan pasca persalinan. Manakah OAT yang dapat memperberat keluhan nyeri pasien? A. Ethambutol C. Pasien membawa surat permintaan pemeriksaan visum et repertum dari penyidik. warna merah kebiruan. berbatas tegas dan teraba hangat. Ulkus ventrikuli B. Memberikan sisipan 1 RHZS B. berkeringat pada malam hari dan rasa mudah lelah sudah membaik. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. berat badan menurun. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. Keluhan batuk. Pemeriksaan inspeksi menunjukkan adanya permukaan kasar berwarna merah pada benjolan yang keluar dari vagina.180. Memberikan sisipan 1RHZES D. Pasien juga memiliki riwayat bengkak sendi kambuh-kambuhan sejak 1 tahun yang lalu. tekanan darah 70/50. Ulkus duodeni C. Memberikan fase lanjutan 4RH E. Inversi uteri B. Luka memar di mata kanan karena kekerasan tumpul . Pirazinamid D. Apakah rencana pengobatan yang harus diberikan? A. Nafsu makan menurun. Nyeri hilang dan timbul. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. denyut nadi 136 x/menit lemah. Sendi bengkak dan terasa nyeri terutama setelah makan emping melinjo. Rifampisin E. Memberikan fase lanjutan 5RH 181. Pankreatitis E. Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke puskesmas untuk melanjutkan pengobatan rutin TB paru yang telah dilakukan selama 2 bulan. Plasenta dupleks 183. frekuensi napas 28 x/menit. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan 2x positif. setelah kelahiran plasenta tampak benjolan berwarna merah dari vagina dan mengalami banyak perdarahan. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Nafsu makan dan berat badan juga telah meningkat. Myoma uteri E. Pada pemeriksaan fisik tampak bengkak mengelilingi mata kanan berukuran 5 x 7 cm. Memberikan sisipan 1RHZE C. Bidan menyampaikan bahwa pasien baru melahirkan anak pertama 2 jam yang lalu. Seorang laki-laki berusia 24 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan memar pada mata kanan akibat dipukul oleh rekan bisnisnya. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. Apakah kesimpulan visum et repertum yang dapat diambil? A. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan hasil positif 3 (+3). Hepatitis akuta 184. Isoniazid 182. Streptomisin B. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. Kolelitiasis D. Luka memar di mata kanan akibat dipukul B. Ruptur vagina D. badan terasa lemah. Ruptur uteri C. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin.

Seorang laki-laki umur 40 th. denyut nadi sulit ditentukan. Atrial fibrilasi 188. Luka memar di mata kanan karena dipukul benda tumpul D. Luka memar di mata kanan karena kontak benda tumpul oleh tersangka 185. Pada EKG menunjukkan jarak rata-rata R ke R 6 kotak sedang.C. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. nefrolitiasis E. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg. denyut nadi 140x/menit. Sinus takikardi D. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. fecalith 189. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan EKG didapatkan irama irreguler. tidak teratur. Tetapi mulai tadi malam mengeluh nyeri di seluruh lapangan perut. Seorang pasien 23 tahun baru pulang dari RS 4 hari yang lalu dengan diagnosis Tifus abdominalis dan telah dinyatakan sembuh. vesicolitiasis C. Apakah hasil pemeriksaan tersebut? A. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri perut sebelah kanan. tes undulasi (+) E. di regio inguinal kiri didapatkan redup. Keluhan disertai mual dan muntah. Seorang pasien perempuan usia 60 tahun datang dengan keluhan berdebar-debar. Seorang perempuan usia 25 tahun datang dengan keluhan sulit buang air besar sejak 3 hari yang lalu. Normosinus ritme 186. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tympani hampir seluruh lapangan perut. Sinus takikardi E. temperature 36. Pada saat dilakukan palpasi perut. Pasien pernah didiagnosa stroke infark 3 bulan yang lalu. dibawa ke RS dengan keluhan lemas & hampir pingsan. Atrial flutter 187. shiffting dullnes D.9 °C. appendicitis D. predominan tympani B. hidronefrosis B. Sinus bradikardi E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan denyut nadi pulsus alternans dan pada pemeriksaan EKG didapatkan irama jantung 120x/menit irreguler. Pada inspeksi pasien tampak . Normo sinus rythm C. Aritmia C. Sinus bradikardi D. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. Apakah penyebab yang paling mungkin? A. defens muskuler C. Sinus takikardi D. Luka memar di mata kanan akibat pukulan tumpul oleh tersangka E. Supraventrikuler takikardi B. didapatkan otot dinding perut memberikan reaksi mengeras. RBBB B. Seorang perempuan 56 tahun datang dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri. hiperperistaltik 190. Atrial fibrilasi E. Supraventrikuler takikardi B. Sinus bradikardi C.

Seorang perempuan 56 tahun datang ke RS dengan keluhan lemas. Fraktur kominutif E. Kenali dan hentikan perdarahan 193. nyeri tekan (+). Keluhan disertai dengan nyeri perut kanan atas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan BB 78 kg. frekuensi napas 30 x/menit. Tindakan pertama yang harus dilakukan pada pasien diatas adalah: A. hepatomegali. Konsumsi penghancur lemak E. Reposisi B. nyeri tekan (+). tekanan darah 110/70 mmHg. nyeri pada tungkai bawah yang terjadi secara berangsur-angsur. Tepi lateral kanan processus xipoideus dari caudal ke cranial B. Terapi non-farmakologis apakah yang sesuai? A. Penjahitan luka B. Pemasangan infus C. Airway management E. gatal-gatal. Seorang perempuan umur 65 tahun datang ke RS dengan keluhan tidak bisa jalan. pada tungkai bawah nyeri tekan (+). Regio epigastrium sejajar dengan tepi bawah hepar lobus sinistra 191. denyut nadi 80 x/menit. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan.pulsasi nadi lemah.memegangi perut kanan atas dengan posisi membungkuk. Di manakah lokasi yang tepat untuk palpasi? A. Pertemuan tepi lateral kanan m. Pemberian analgetik E. nyeri sumbu (+). dan icterus . Fraktur kompresi . Pada pemeriksaan fisik vital sign dalam batas normal. Resusitasi C. ascites minimal. mengerang kesakitan. Dibawa ke tempat praktek dokter dengan GCS 13. Langkah pertama apa yang harus dilakukan untuk penyelamatan kasus diatas: A. mata kuning. Diit cukup garam & minum1 lt/hr 192. Penurunan BB 3 kg/mg B. Fraktur impaksi C. pembesaran lien. Fraktur impresi B. Pertemuan bawah lobus sinistra hepar dengan processus xipoideus E. Seorang anak umur 12 tahun terjatuh dari pohon setinggi 5 meter dengan posisi jatuh tangan menyentuh tanah terlebih dulu. Pembersihan luka D. Olahraga 30 menit/hari D. akral dingin dan pucat. dan tampak memegangi lengan atas kanan yang terlihat salah posisi. Menderita penyakit osteoporosis sejak 2 tahun terakhir. deformitas (+). tidak ada riwayat trauma. Sepanjang tepi bawah arcus kosta kanan dari medial ke lateral C. deformitas (+). Immobilisasi D. tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. Rectus abdominis & arcus kosta kanan D. tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan. nyeri sumbu(+). Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. frekuensi napas 24 x/menit. nyeri sumbu (+). Fraktur patologis D. Diit cukup karbohidrat C. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis. Reposisi-immobilisasi 194. Kelainan yang dapat terjadi pada kasus diatas adalah: A. luka robek di lengan bawah. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan GOT dan GPT sedikit meningkat. TB 155 cm. kaki bengkak dan air seni berwarna seperti teh.

Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis. Serangan kejang terjadi rata – rata 2 kali perbulan. denyut nadi 120 x/ menit. 15 196. 14 E. Tergolong apakah serangan kejang pada pasien ini? A. Tidak dikeluhkan sakit kepala maupun muntah. sesudah itu lemas seperti tertidur. denyut nadi 120 x/menit. lateral B. Fraktur terbuka B. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg.Apakah penyebab kematian yang paling mungkin pada pasien ini? A. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan. Trauma neurologi E. umur 7 tahun. apa yang perlu segera dilakukan? A. Resusitasi cairan 20 tetes/menit . Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit.195. kemudian kejang tonik 1 menit diikuti kejang klonik 2 menit. 2 posisi D. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg. Debridement C. Syok neurogenik C. Resusitasi cairan agresif D. nyeri sumbu (+). Perempuan umur 61 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan merasakan lemah sejak 2 jam yang lalu. menderita serangan kejang berulang sejak usia 6 tahun. Saat kejang kadang mulut berbuih kadang ngompol.pulsasi nadi lemah. akral dingin dan pucat. Kesadaran pasien mulai pulih setelah 3 menit. frekuensi napas 30 x/menit. 13 D. Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. Petitmal B. Carpopedal spasme 197. Syok hipovolemik D. 1 posisi C. tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan. dan bisa bergerak bebas. GCS = 5. Dari pemeriksaan fisik didapatkan respon membuka mata dengan perintah. merasa mengantuk. Parsial simple E. Seorang anak laki-laki. Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. Mioklonik D. Berapakah nilai Glasgow Coma Scale (GCS) dari pasien ini? A.Untuk mencegah perburukan kondisi. Grandmal C. nyeri tekan (+). bisa menjawab pertanyaan sederhana. Sindroma kompartemen 198. dan deformitas (+). 11 B. perdarahan masif. posterior 199. saat kejang pasien tidak sadar. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang. dan deformitas (+). perdarahan masif. GCS = 5. Reposisi cito B. Pemeriksaan foto rontgen femur apa yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis pasien ini? A. anterior E. 12 C.

Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level. metallic sound (+). anak lemah. pada auskultasi tidak terdengar suara napas dan detak jantung. Appendix infiltrat D.80C anak lemah. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. Apakah penyebab yang mendasari kasus ini? A. pemeriksaan lain dalam batas normal. Penanganan awal apa yang paling tepat dilakukan oleh dokter? A.E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. scrotum membesar. Limfoma maligna C. distensi abdomen. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. denyut nadi 164 x/menit. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. Ileus paralitik B. Hecting untuk hentikan perdarahan 200. mual dan muntah. denyut nadi 120 x/menit. temperatur 36. Difusi B. tiba-tiba pasien terjatuh dan tidak sadar. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. tidak mau minum. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. Hernia femoralis C. denyut nadi 164 x/menit. turgor kurang. temperatur 36. Memberi obat anti diare 204. Rehidrasi oral C. mual dan muntah. tidak mau minum. Lakukan resusitasi cairan B. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. Ventilasi E. Hernia inguinalis lateralis E. distensi abdomen. metallic sound (+). Rehidrasi intravena D. Perfusi C. Tindakan paling awal pada kasus tersebut adalah: A. Gangguan fungsi yang terjadi pada pasien tersebut: A. turgor kurang. Ketika dilakukan anamnesis. peristaltic meningkat. Oksigenasi B. temperatur 390C. Lakukan pemasangan infus C. Oksigenasi 203. Lakukan resusitasi kardio pulmoner . Hernia inguinalis medialis 201. Nadi radialis dan carotis tidak teraba. denyut nadi 120 x/menit. Ileus obstruktivus D. scrotum membesar. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas.80C. mata cekung. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. Cold abses inguinal E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. Hernia femoralis B. Absorbsi D. peristaltic meningkat. temperatur 390C. Hernia inguinalis lateralis 202. Merujuk pasien ke ICU E. mata cekung. pemeriksaan lain dalam batas normal. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level.

Pada saat pemeriksaan fisik. akral dingin. frekuensi napas 30 x/menit. sianosis. Insufisiensi mitral D. Ginjal D. Pemeriksaan EKG didapatkan elevasi segmen ST yang diikuti adanya gelombang Q patologis. Arteri subclavia C. Kesadaran gelisah. Arteri tibialis posterior E. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. ditemukan jejas pada hipokondrium kiri. denyut nadi 140 x/menit. sianosis. Syok neurogenik D. datang ke Puskesmas keadaan merintih lemah. tekanan darah 180/110 mmHg. Intestinum E. Arteri radialis B. kulit tampak kuning sampai kedua kaki. Arteri carotis interna D. Syok hipovolemik 207. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. tali pusat kotor dan berbau busuk. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. jari tabuh (+). Lakukan pemasangan monitor EKG 205. Stenosis aorta B. Colon descendens 209. Hati B. malas menetek. Miokarditis C. bising sistolik. Arteri carotis communis 210. Syok kardiogenik E. pekak alih (+). Bayi laki-laki umur 25 hari. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah palpasi 70 mmHg. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. Struktur anatomis apakah yang diraba? A. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Insufisiensi trikuspidal E. denyut nadi 120 x/menit. Angina pectoris stabil E. frekuensi napas 30x/menit. suara jantung lemah. Seorang laki-laki usia 25 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan. Jenis syok pada neonatus ini adalah: A. Lakukan pemasangan jalur oksigen E. Patent ductus arterisus 208. Pada pemeriksaaan didapatkan keadaan umum lemah. Perikarditis B. Anak umur 3 tahun dengan riwayat jongkok selama melakukan aktivitas dan sering biru dan tidak sadar. Syok septik B. kejang 3-5 kali. Limpa C. Infark miokard akut D. frekuensi napas 60 x/menit. Pasien tidak sadar. Organ manakah yang paling mungkin mengalami cedera? A.D. Pada regio mana yang paling tepat untuk meraba denyut nadi tersebut? . seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. Tetralogi Fallot C. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas. bising usus melemah. Syok distributif C. Angina pectoris tak stabil 206.

miosis maksimal C. Apakah kemungkinan penyebab kelainan yang diderita oleh bayi tersebut? A. Pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil Hb 6 gr/dl. 213. A. Sistem conductorium jantung Seorang laki-laki berusia 50 tahun. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien diatas? A. Cacat/defek pada septum E. pimpinan suatu perusahaan. Hepatitis B kronis aktif C. trigonum caroticum B. Fraktur humeri D. Vasa darah besar C. isokor B. Morfologi darah tepi: didominasi sel blas seri myeloid. Hepatitis B dorman Seorang laki-laki berusia 58 th. trigonum submandibulare E. Fraktur clavicula E. Reaksi lekemoid . Bayi lahir selamat. Apakah struktur yang kemungkinan mengalami kelainan pada pasien tersebut? A. 214. Bayi ini dilahirkan pervaginam oleh seorang wanita 32 tahun yang menderita diabetes mellitus. regio cervicalis anterior C. Cedera plexus brachialis C. Hepatitis B carrier sehat E. 215. Apakah diagnosis paling mungkin kasus diatas? A. regio sternocleidomastoideus Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. menangis keras dan kulitnya merah jambu. Peregangan m. Hepatitis B kronis B. Pasien ini sebelumnya juga sering mengeluh nyeri dada bila beraktivitas berat selama beberapa tahun terakhir ini. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan HBsAg positip. jumlah lekosit 120 ribu/mmk. reflek lambat E. Katub jantung B. Sirosis Hepatitis B D. regio cervicalis lateraris D. Vasa coronaria D. jumlah trombosit 70 ribu/mmk. anisokor D. 212. Bagaimana hasil pemeriksaan pupil yang paling mungkin? A. Pada saat persalinan terjadi distocia bahu dan berhasil dilahirkan setelah dilakukan berbagai manuver oleh dokter SpOG. seorang tenaga kesehatan memeriksa dan memastikan bahwa korban telah meninggal dunia. Nyeri terasa seperti tertindih benda berat di belakang sternum dan menjalar ke rahang bawah dan lengan kiri bagian medial.211. deltoideus Seorang laki-laki berusia 55 tahun dibawa ke UGD oleh istrinya karena mengeluh nyeri dada hebat. Dislokasi articulatio humeri B. midriasis maksimal Seorang bayi laki-laki baru lahir dengan berat lahir 4800g tidak bisa menggerakkan lengan kanannya. datang ke klinik swasta untuk melakukan general check up. pensiunan tentara datang praktek dokter swasta dengan keluhan pucat dan cepat lelah. Kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium hepar didapatkan hasil SGOT : 20 IU dan SGPT: 22 IU. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kunjungtiva anemis.

faring hiperemis. infeksi bakteri C. Hasil laboratorium SGOT: 18 IU/L. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem. SGPT: 24 IU/L. sirosis hepar D. Dari anamnesis tidak didapatkan riwayat trauma. Uretritis Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan keluhan demam 4 hari. Sindrom Nefritik D. kolestasis ekstrahepatal Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke tempat praktek dokter dengan keluhan jari-jari sering gemetar. B. Tidak ditemukan pembesaran hepar maupun lien. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem. Manakah pemeriksaan urinalisis paling berhubungan untuk diagnosis pasien diatas? A. Glomerulonefritis E. Apakah etiologi paling tepat penyebab demam pada pasien tersebut? A. Pasien juga mengeluh adanya nyeri saat menelan.Saat masuk .3mg/dl. Myeodisplasia E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu tubuh 39 derajat Celcius. reaksi hipersensitifitas Seorang perempuan berusia 72 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan nyeri perut dan badan tampak kuning. kolelithiasis C. CML (Chronic Myeloid Leukima) Seorang laki-laki 58 tahun datang ke UGD dengan keluhan bengkak pada seluruh badan.5 mg/dl. lekosituria dan nitrituria E. proteinuria dan silinderuria D. 217. reaksi imunitas E. Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. infeksi jamur B. 220. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan jumlah lekosit 5000/mm3 dan dari hitung jenis didapatkan limfositosis. Sindrom Nefrotik C.216. Multiple myeloma D. infeksi virus D. 218. hepatitis B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan ikterik dan nyeri tekan pada ulu hati. Apakah diagnosis paling tepat kasus diatas? A. hematuria dan glukosuria C. dan Bilirubin indirek:0. Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. karsinoma hepar E. AML (Acut Mieloid Lekimia) C. Pada pemeriksaan urinalisis didapatkan hasil Proteinuri: +++ Eritrosit : 0-1 /LPB Lekosit : 1-3/LPB Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus diatas? A. berat jenis dan kristal Seorang perempuan berusia 47 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan bengkak seluruh badan. pH dan ketonuria B. Pyelonefritis B. Bilirubin Direk: 6. 219.

silostasol D. mencegah herniasi C. kekuatan ekstremitas inferior dan superior kanan:0. Saat pemeriksaan kesadaran didapatkan pasien terkesan mengantuk dan menutup mata namun bila dipanggil dapat membuka mata dan menjawab pertanyaan sederhana. Apakah diagnosis paling tepat? A. paraparetik gait D. Apakah tujuan awal fisioterapi ? A. 225. disfasia Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kanan mendadak saat bangun tidur.221. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. hemiparetik gait C. mencegah decubitus E. somnolen D. 222. scissor gait Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD oleh temannya dengan gangguan kesadaran setelah minum minuman keras oplosan. Saat pemeriksaan pasien dapat mengerti maksud atau perintah pemeriksa namun tidak dapat berbicara lancar. ataxic gait E. afasia motorik B. Setelah mendapatkan terapi medika mentosa. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. coma B. Manakah tipe cara berjalan yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. ke ruang praktek tampak pasien tersebut berjalan sangat lambat dan setapak demi setapak. mencegah edem serebri Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kiri mendadak. soporouscoma E. afasia transkortikal E. stupor C. pirasetam C. kekuatan ekstremitas kiri 4. mendadak saat bangun tidur. parkinson gait B. pasien langsung diberikan fisioterapi awal setelah masuk bangsal. afasia sensorik C. sianokobalamin Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. refleks patologis negatif. mencegah pneumonia B. Pada anamnesis tidak dijumpai nyeri kepala dan mual muntah. mekobalamin E. Pada anamnesis pasien memiliki riwayat penyakit gula dan darah tinggi. 224. Manakah terapi yang paling tepat diberikan untuk mencegah kekambuhan ? A. afasia global D. compos mentis Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dengan gangguan bicara. Apakah klasifikasi kesadaran kualitatif pada pasien tersebut? A. Refleks Patologis Babinski dekrtra(+). Keluhan ini disertai rasa . mencegah kontraktur D. sitikolin B. Setelah dilakukan observasi dan mendapatkan terapi keluhan membaik seperti semula sebelum 24 jam setelah serangan. 223.

gatal. disertai dengan tanda Autspitz . Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. 229. Dermatitis kontak alergi B. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. Kortikosteroid sistemik B. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. Tinea korporis E.226. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. Tinea korporis E. 227. Antijamur topikal E. batas tegas. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. dengan bagian tepi papul-papul eritem. 228. badan dan paha. batas tidak tegas. E. Apakah diagnosis untuk kasus tersebut? A. Keringat C. dengan skuama putih. Keluhan ini disertai rasa gatal. D. Psoriasis vulgaris C. Pitiriasis rosea D. Psoriasis vulgaris C. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak makula dan patch eritem. Psoriasis vulgaris C. Keluhan ini disertai rasa gatal. Lepra PB Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. Apakah terapi yang sesuai? A. Keluhan ini disertai rasa gatal. Antihistamin sistemik D. Trichophyton sp. dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. dengan skuama putih tipis collarete. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. Pitiriasis rosea D. dengan bagian tepi papul-papul eritem. dengan skuama putih . dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. Alergen B. Paparan matahari Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. Pitiriasis rosea D. Kortikosteroid topical C. batas tegas. Apakah diagnosis yang paling sesuai? A. Micobacterium sp. Apakah penyebab paling tepat kasus tersebut? A. Dermatitis kontak alergi B. Antibiotic sistemik Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. Dermatitis kontak alergi B. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak macula dan patch eritem. Lepra PB Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. herald patch (+) pada lengan atas. Tinea korporis E. disertai dengan tanda Autspitz . dengan skuama putih . batas tidak tegas. Lepra PB Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. 230.

Likhen planus Seorang laki laki berusia 24 tahun. 234. Kortikosteroid sistemik B. Sejak 2 minggu yang lalu. Tekanan darah 130/80 mmHg. 232. dibawa ke UGD karena selalu merasa ketakutan. Antibiotic Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke dokter dengan keluhan gatal-gatal pada lengan kiri. Hal itu terjadi sejak 3 bulan yang lalu dan makin sering dilakukannya. pasien mengatakan pada pemeriksa. Ekstrapiramidal Sindrom B. Antivirus D. Dermatitis kontak alergi B. Dalam pemeriksaan. Hasil pemeriksaan dermatologi diperoleh papul berwarna merah keunguan. Pasien sudah berobat ke Puskesmas. Haloperidol 2 x 1. Pitiriasis rosea D. Tardive dyskinesia D. pasien mengatakan bahwa ada segerombolan sindikat yang sedang merencanakan untuk membunuhnya. herald patch (+) pada lengan atas. frekuensi nafas 20 x per menit dan temperatur 37. Mereka bersekongkol untuk mengejar dan mencelakai dirinya. Huntington’s disease E. Dalam pemeriksaan status mental. Ukuran lesi tetap. berusia 16 tahun. datang untuk berkonsultasi karena sering mencuci tangan berulang-ulang terutama jika akan makan. Keluhan ini dirasakan sejak 1 bulan yang lalu. sehingga setiap pasien melihat orang-orang yang sedang bercakap-cakap. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. pasien merasa mereka sedang membicarakan dan hendak mencelakainya. Parkinson’s iterat Seorang laki-laki. 233.231. Apakah terapi yang sesuai? A. Ia berusaha melawan/mengabaikan pikiran tersebut tetapi tidak bisa. Tinea korporis E. denyut nadi 86 x per menit. Neuroleptik Malignan Sindrom C. distonia akut dan krisis okulomotorius. badan dan paha. berusia 38 tahun. tersusun linier pada lengan bawah kiri bagian ekstensor.5 mg C. atap datar. disertai rasa gatal. Manakah terapi yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. Pengulangan dilakukan karena selalu muncul dorongan untuk berbuat demikian. multiple. diberikan salep putih. Trihexylpenidil 2 x 2 mg E. Munculnya pengulangan dorongan-dorongan tersebut membuatnya tidak tenang/ gelisah dan merasa menderita. Psoriasis vulgaris C. Diazepam 2 x 2 mg B. Apakah diagnosis yang tepat? A. dengan keluhan seluruh badan kaku. dibawa ke unit gawat darurat RS. tipis collarete. terdapat tremor. Amitriptilin 2 x 25 mg Seorang laki-laki. Hal itu diawali karena kekhawatirannya terhadap kuman yang menempel di tangan sehingga akan ikut tertelan jika ia makan. pil kuning dan pil hijau. bahwa sindikat itu telah bekerjasama dengan banyak orang. Carbamazepin 2 x 200 mg D. sehingga pasien ketakutan. air liur berlebihan dan jalan seperti robot. yang berasal dari dirinya sendiri. meskipun rasa gatal berkurang. Apabila kegiatan-kegiatan tersebut tidak . Antihistamin C. Antijamur E.2 °C. penderita gangguan Skizofrenia yang minum obat rutin.

pasien mulai sering mengurung diridan tidak mau bergaul. karena tiba-tiba berteriak-teriak. merasa tak berdaya. Pasien berbicara dengan suara yang berat seperti suara laki-laki dewasa. Penderita menjadi sering tidak berangkat kuliah dan kegiatan kampus lainnya. Apakah diagnosis yang tepat? A. Gangguan Somatoform Seorang siswi SMU. Gangguan Waham Menetap E. temperatur39. tangan dan kaki terasa dingin. Gangguan Amnesia Dissosiatif . Apakah diagnosis yang tepat? A. dilakukan secara berulang-ulang maka timbul kecemasan/kegelisahan.ngejar dan akan membunuhnya. Apakah diagnosis yang tepat? A. berusia 23 tahun. Tidak ada riwayat gangguan jiwa sebelumnya. namun ia sulit untuk menghilangkannya. Penderita juga sulit tidur. Gangguan Skizofrenia C. Stress Akut D. Gangguan Cemas Menyeluruh C. Keluhan dirasakan sejak 6 bulan yang lalu. Demensia Seorang mahasiswi. keringat dingin. mengatakan bahwa ia adalah makhluk penunggu sekolah dan memberikan nasehat-nasehat yang berkaitan dengan pembangunan gedung sekolah yang saat itu sedang direnovasi. Gangguan Anxietas Phobic B. Sejak 2 bulan yang lalu. Sejak 7 hari yang lalu penderita mulai demam. datang ke dokter keluarga karena sering merasakan cemas. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan mengamuk tanpa sebab. Gangguan Psikotik Akut B. Gangguan Waham menetap D. Gangguan Panik C. Dua hari yang lalu penderita tampak gelisah. Gangguan Skizoafektif E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS 9. jantung berdebar-debar. Amnesia C. 16 tahun. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. meronta-ronta saat sedang mengerjakan latihan ujian Nasional. Skizofrenia B. 236. bingung dan bicara kacau dan merasa ketakutan karena seperti didatangi bayangan makhluk yang hitam dan besar yang akan mengajaknya pergi. Pasien sering mendengar bisikan-bisikan suara tanpa wujud dan sering melakukan sesuatu di luar kendali dirinya. Rasa cemas dirasakan hampir setiap hari walaupun tidak ada penyebab yang jelas. Delirium E. Gangguan Stres Akut Seorang wanita. Gangguan Afektif B.235. Namun diriwayatkan bahwa pasien merupakan anak yang pendiam dan mudah cemas. mengeluh nyeri kepala dan muntah. 237. 238. Apakah diagnosis yang tepat ? A. seluruh badan lemas. Gangguan Cemas Menyeluruh E. Penderita mengetahui bahwa kecemasannya tidak beralasan. Stress paska trauma Seorang laki-laki. Pasien sering sulit tidur. ketakutan dan mengatakan bahwa ada musuh yang mengejar. berusia 18 tahun. berusia 24 tahun. kaku kuduk (+) dan meningeal sign (+). dibawa ke Puskesmas oleh gurunya. Tidak didapatkan riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Depresi Sedang dengan somatisasi D. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan bicara kacau. Gangguan Obsesif Kompulsif D.

Lokasi berada di atas sternum menjalar hingga ke tangan sebelah kiri dan rahang bawah. dan nyeri munculnya tidak lagi karena aktivitas yang berat. disertai jantung terasa berdebar-debar. Terapi Desensitisasi C. Penurunan aliran darah kolateral jantung E. angina pectoris stabil B. Apakah terapi yang paling tepat? A. usia 17 tahun. Penurunan tekanan ventrikel kanan D. 243. ia menjadi ingin menghilangkan keluhannya tersebut. Terapi Kognitif D. Terapi Gestalt E. Hasil pemeriksaan fisik dan elektrokardiogram tidak menunjukkan adanya kelainan. Hipertrofi ventrikel kiri C. 240. keringat dingin dan seluruh badan tiba-tiba lemas dan mual-mual. Saat diperiksa didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg dan didapatkan kardiomegali. Namun. Reduksi end diastolic volume ventrikel kanan dan kiri C. karena ia sadar. angina pectoris prinzmetal Seorang perempuan berusia 48 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas yang semakin memburuk sejak 4 bulan terakhir. Penurunan kebutuhan oksigen miokardial Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada seperti tertusuk-tusuk. Terapi Farmakologi Seorang pasien laki-laki berusia 56 tahun datang ke klinik swasta dengan keluhan sesak nafas. darah bukanlah sesuatu yang membahayakan. Apa kelainan jantung yang terjadi? A. Terapi Aktivitas Kelompok B. datang ke dokter untuk berkonsultasi tentang kekhawatirannya yang berlebihan jika melihat darah. Nyeri dada dirasakan membaik dengan istirahat. Hipertrofi anteroseptal ventrikel kiri D. angina pectoris tidak stabil D. Bagaimana mekanisme kerja golongan nitrat sehingga keluhan berkurang? A.239. 242. ia akan merasakan berdebar-debar. 241. angina pectoris atipikal C. Pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan baik. Gangguan Konversi Histeri E. Gangguan Fugue Disosiatif C. Selama ini ia selalu berusaha untuk menghindarinya. Keluhan seperti ini sudah dirasakannya sejak 1 tahun yang lalu. Nyeri yang dirasakannya bahkan muncul pada saat dia sedang duduk-duduk santai di sore hari. Apakah tipe angina pectoris yang sesuai untuk kasus di atas? A. Hipertrofi atrium dan ventrikel kiri Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri dada. Sesak semakin memberat dengan aktifitas fisik. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 6 bulan terakhir. namun sejak ayahnya menyarankan untuk masuk fakultas Kedokteran. Pasien ini mempunyai riwayat Hipertensi tidak terkontrol. Venodilatasi pembuluh darah koroner B. Setiap melihat darah bahkan hanya gambar darah saja. Dari anamnesis riwayat penyakit dahulu saat muda dia pernah . B. Dilatasi ventrikel kiri B. Gangguan Depersonalisasi Seorang siswi SMA. Dokter memberikan terapi golongan nitrat dan keluhan membaik. Dilatasi dan hipertrofi ventrikel kiri E. Gangguan Trans Dissosiatif D. angina pectoris heberden E. beberapa minggu ini durasi nyeri lebih lama.

Mitral Stenosis 244. Stroke hemoragik D. Streptococcus beta hemoliticus E. Dari anamnesis tidak mempunyai riwayat kelainan selama kehamilan. Setelah dipasang monitor didapatkan tekanan darah 61/32 mmHg. Menurut keluarga yang mengantar. Atrial Septal Defect E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38. Pada pemeriksaan pasien tidak ditemukan adanya kelainan pada paru maupun jantung. gambaran EKG menunjukkan gambaran Ventrikular takikardi. Syok hemoragik D. Apakah diagnosis pada kasus di atas? A. Staphilococcus aureus B. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan panas. Floppy epiglotis B. Tetralogi of fallot C.mengalami penyakit serius berupa demam. Penyakit jantung reumatik B. nafas cepat dan dalam dan terdapat gangren di kaki sebelah kiri. Syok kardiogenik C. Menurut keluarga sebelumnya dia muntah-muntah hebat. Pada pemeriksaan radiologi ditemukan pembesaran atrium kiri. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg. Keluhan disertai nyeri sendi dan bercak-bercak di kulit. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. tekanan darah 130/80 mmHg. dan terdapat tanda-tanda hipoksia. Syok anafilaksis E. Hiperglikemi C. pasien mempunyai riwayat sakit jantung dan sering mengeluh nyeri dada. Stroke non hemoragik . Bayi laki-laki berusia 1 hari dibawa keluarganya ke unit gawat darurat RS karena mengalami kebiruan dan seperti tercekik saat diberikan ASI. Apakah organisme yang menyebabkan penyakit tersebut? A.5°C. Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus di atas? A. Infark Miokard akut D. divertikulum zenkel D. Dari laboratorium ditemukan leukositosis dan pada pemeriksaan EKG didapatkan perpanjangan interval PR . Gagal Jantung Kongestif C. D. Hipoglikemi B. Fistula tracheaesofageal E. Streptococcus pyogenes. Seorang perempuan berusia 50 tahun diantar keluarganya ke unit gawat darurat RS dalam keadaan tidak sadarkan diri. Ketoasidosis diabetik E. Streptococcus viridans C. Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dalam keadaan tidak sadarkan diri. Syok Hipovolemik B. auskultasi terdapat suara opening snap dan murmur diastolik. Syok septik 246. Streptococcus alfa hemoliticus 245. Respiratory distress syndrome 247. Pada pemeriksaan fisik ditemukan eritema dan nodul subkutan. nyeri sendi dan ruam di kulitnya. Apakah kemungkinan penyebab pada kasus diatas? A.

subarachnoid hemorragi . Apakah diagnosis pada pasien diatas? A. Gambaran apa yang diharapkan dari hasil pemeriksaan CT Scan tersebut ? A.248. Seorang laki-laki berusia 60 tahun mengalami perdarahan yang hebat post laparotomi. intracranial hemorragi hemisfer kiri D. Saat dilakukan pemeriksaan laboratorium. syok septic 249. Riwayat trauma disangkal. Kolitis ulseratif C. Seorang perempuan berusia 20 tahun datang ke RS dengan keluhan demam tinggi dan mata tampak kuning. Limfosit C. S1 dan S2 murni serta tidak ditemukan murmur. HBsAg C. PCR B. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A. Karsinoma usus E. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan kelemahan mendadak pada tangan dan tungkai sebelah kiri. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri terutama di daerah kanan bawah abdomen.respirasi 32 x/menit. Perutnya seringkali kram.tekanan darah 80/60 mmHg. Penyakit Crohn D. Pada pemeriksaan laboratorium awal ditemukan peningkatan serum transaminase. syok hipovolemik B. nyeri dan fesesnya bercampur darah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 36°C. Abses usus B. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan diare terus menerus sejak 3 bulan terakhir. Saat dilakukan pemeriksaan fisik. syok neurogenik D. Anti HBs D. intracranial hemorragi hemisfer kanan E. syok kardiogenik C. denyut jantung 100x/menit. Pasien tidak mempunyai riwayat trauma sebelumnya. komponen hasil laboratorium apa yang dapat mendukung penegakan diagnosis pada kasus diatas? A. infark di hemisfer kanan C. Anti HBe E. Hemoroid interna 251. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg. infark di hemisfer kiri B. Monosit D. IgM anti HBc 250. Nyeri disertai keluhan muntah dan demam ringan. Dari anamnesis pasien pernah transfusi darah 4 minggu yang lalu. Apakah pemeriksaan darah yang dilakukan untuk skrining awal pada kasus diatas? A. Hasil kolonoskopi yang dibawa pasien tampak penebalan dinding mukosa usus dan hasil PA biopsy ditemukan granuloma. syok anafilaktik E. penurunan motorik dan sensorik di bagian tubuh sebelah kiri. ditemukan nyeri lepas tekan di daerah Mc burney. Dokter kemudian menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan CT scan. Leukosit PMN 251. Berat badannya menurun dan terdapat bercak kemerahan pada kulitnya. Eritrosit B. Hematokrit E. Pasien sempat tidak sadarkan diri sebelum dibawa ke rumah sakit.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan ptekie dan hepatosplenomegali. bronkopneumonia 254. sianosis. defisiensi vitamin B12 B. Pada gambaran radiografi thoraks didapatkan hiperinflasi paru kanan dan kiri dan tidak ditemukan fibrosis. Fibroangioma D. AML C. Kistadenoma C. transamin 253. defisiensi folat D. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bradikinesia dan rigiditas pada otot-ototnya. asma B. dan wheezing pada kedua lapang paru. Pasien adalah seorang perokok berat. Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa ibunya ke poliklinik dengan keluhan demam dan bercak kemerahan sejak 1 minggu yang lalu. yang terjadi saat istirahat. defisiensi besi E. apakah penyebab paling sering pada kasus di atas? A. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A. emfisema C. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kelelahan dan kelemahan otot sejak 2 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik ditemukan barrel chest. Apakah kemungkinan penyebab kasus diatas? A. Kekurangan zat apa di dalam otak yang mendasari terjadinya kejadian pada pasien di atas? A. Tidak ditemukan benjolan serupa di daerah lain. papilloma B. Dokter merencanakan pemeriksaan apusan darah tepi untuk mendapatkan diagnosis pasti. serotonin C.Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia hipokromik mikrositik. CLL . Sambil menunggu hasil hapusan darah tepi. fibroadenoma E. tidak ditemukan peningkatan sel stroma dan tidak didapatkan adanya mitosis. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan benjolan di payudara sebelah kiri. bradikinin D. Saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter ditemukan massa berdiameter 2 cm dengan konsistensi lunak dan berbatas tegas. intraductal papillomatosis 252. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan leukositosis. bronchitis kronik E. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak nafas disertai batuk berdahak. asetilkolin E. dopamin B.251. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan tremor pada kedua tangannya. Apa diagnosis patologi anatomi yang tepat untuk kasus di atas? A. konjungtiva palpebra pucat dan takikardi. Dokter melakukan pemeriksaan patologi anatomi dan mendapatkan stroma yang longgar di dalam jaringan glandula. infeksi virus 255. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak pucat. bronkiektasis D. defisiensi vitamin C C. anemia dan trombositopenia. Benjolan tersebut tidak disertai nyeri. berdasarkan epidemiologi. Pasien sebelumya bekerja sebagai kuli bangunan. ALL B.

D. Apakah kemungkinan diagnosis kasus diatas? A. Karsinoma sel skuamosa 259. Karsinoma sel basal B. Melanoma Lentiginosa E. Neisseria gonorrhea E. Seorang laki-laki berusia 16 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami luka akibat terkena pisau di daerah axilla. Kelainan apakah yang ditemukan pada pasien diatas? A. Dokter menduga luka di axilla tersebut mengenai plexus brakhialis bagian bawah. miliar 258. fibrokistik D. Nevus Pigmentosus D. ulnaris E. datang ke Puskesmas dengan keluhan terdapat bercak kehitaman di wajahnya. Clamidia trachomatis 257. nervus fibularis D. Pada pemeriksaan ditemukan ulkus yang lunak dan tidak bergaung. paru redup dan ronkhi basah di kedua apeks. brachialis B. axillaris C. Pasien ini mengaku melakukan hubungan seksual dengan salah seorang PSK dalam 1 minggu terakhir. Manakah penyebab paling mungkin yang mendasari penyakit pada kasus di atas? A. nervus ischiadicus . vagus 260. CML E. scrofula E.Pada pemeriksaan dahak ditemukan BTA positif. Komplek ghon B. cold abses C. Treponema pertenue D. Hemofilus ducreyi B. Nervus apakah yang berperan dalam terjadinya kelamahan pada kasus di atas? A. radialis D. Treponoma pallidum C. nervus femoralis E. nervus vagus B. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah. DIC 256. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat lesi yang terasa nyeri di penisnya.tampak kurus. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak selama 3 minggu disertai demam ringan pada malam hari dan penurunan nafsu makan. Melanoma Maligna C. Seorang laki-laki berusia 65 tahun pekerjaan sebagai petani. Apakah kemungkinan nervus yang mengalami kerusakan akibat cedera di atas? A. Pada pemeriksaan fisik terdapat lesi berbentuk papul berbatas tidak tegas bentuk irregular berdiameter kira-kira 7 mm dan tengahnya berbentuk ulkus. Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kesulitan dalam berjalan. nervus tibialis C. Pada saat pemeriksaan dokter menemukan kelemahan dalam kemampuan fleksi pada lutut kiri tetapi kemampuan ekstensi lututnya normal.

Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas ? A. suara hipersonor pada perkusi dan suara paru menghilang pada auskultasi. terutama pada saat perut kosong. ligamentum lata E. emfisema B. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan penurunan berat badan yang cukup drastis selama 3 bulan terakhir hingga 5 kg. Pemeriksaan fisik normal dan pada feses tidak ditemukan tanda-tanda perdarahan. Dokter saat itu menyarankan agar pasien mengubah pola diet dan memulai pengobatan dengan H2 bloker. ibuprofen C. bronchitis kronis 262. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri punggung yang menjalar hingga ke kedua kaki. Pria ini bekerja sebagai kuli bangunan. Pada pemeriksaan dengan metode valsalva ditemukan benjolan keluar pada superior inguinal kanan dekat dengan tulang pubis. Selain pengobatan dengan H2 bloker. aspirin B. Akibat keadaan ini pasien sering terbangun malam hari. Dia juga mengaku memiliki nafsu . Pasien adalah seorang perokok berat. Pada pemeriksaan neurologis tidak ditemukan kelainan. amoksisilin D. Keluhan dapat diatasi dengan makan atau diberi antasida dan menghilang dalam waktu 2-3 jam. Dia menyangkal adanya perubahan pola diet atau perubahan aktivitas. Kerusakan struktur anatomi apa yang berhubungan dengan kelainan di atas? A. metampiron E. Seorang laki-laki 40 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri terasa seperti terbakar di daerah abdomen sejak 6 minggu yang lalu. kanalis inguinalis D. apneurosis abdominalis interna B. Nyeri meningkat saat beraktivitas dan berkurang saat beristirahat. Pada pemeriksaan manuver valsalva dan laseque menyebabkan nyeri bertambah. Pasien adalah seorang kuli panggul di pelabuhan. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bentuk dada tong. Ankylosing spondylitis C. Pada pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan tanda-tanda anemia. Seorang laki-laki berusia 50 tahun.261. emboli paru C. Fraktur vertebra E. Spondilolisthesis D. Frekuensi keluhan akhir-akhir ini semakin bertambah. pneumothorax E. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat benjolan memanjang yang sering keluar di perut kanan bagian bawah tepat di atas paha. peritoneum parietal C. Hernia Nukleus Pulposus B. Pada foto rongten vertebra tidak ditemukan kelainan. datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas terutama saat bernafas. pengobatan apa yang tepat diberikan terhadap pasien ini? A. Spondilosis 264. kloramfenikol 265. Keluhan dirasakan 3 sampai 4 kali seminggu. Pasien penggemar minuman kopi. tetapi serumnya positif terhadap test antibodi Helicobacter pylori. fascia lata 263. Pasien tidak pernah mengkonsumsi obat lain selain antasida. pada dada kiri terdapat penurunan suara nafas. bronkiektasis D.

sudah menikah dan memiliki 1 orang anak. Pada pemeriksaan ginekologik terlihat sekret di liang vagina. Apakah pengobatan kausatif yang paling tepat untuk pasien di atas? A. Goiter multinoduler 266. Dari pemeriksaan swab vagina dengan pewarnaaan Gram menunjukkan hasil gram positif berbentuk lonjong. indometasin oral 268. Sirosis biliaris 267. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nadi 110 x/menit. Cholangitis akut B. dan berbatas tegas. Pasien mengaku mengalami cacar air setahun yang lalu. Seorang perempuan berusia 28 tahun. acyclovir oral D. datang ke puskesmas dengan keluhan keputihan. Chlamydia trachomatis C. Adenomiosis B. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk penyakit diatas? A. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang poliklinik dengan keluhan perut kanan atas terasa sangat nyeri .9oC. NSAID oral B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ada bercak kemerahan bergerombol di daerah yang dikeluhkan pasien nyeri.tekanan darah 140/90 mmHg. Dari pemeriksaan ginekologik didapatkan uterus berukuran sebesar kehamilan 8 minggu. Perforasi akut pada kantung empedu E. Dari hasil pemeriksaan patologi anatomi didapatkan gambaran whorl like pattern. Neisseria gonorrhoeae B. Apakah organisme penyebab penyakit diatas? A. Herpes simplex 269.makan yang baik. Apakah diagnosis kasus diatas? A. Pada pemeriksaan ultrasonografi ditemukan adanya batu empedu. darah banyak. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya Morphy sign. tidak ada stress dan tidak ada gangguan di sistem gastrointestinal. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan rasa terbakar di bagian dada sebelah kanan yang menjalar hingga ke tangan kanan. Pemeriksaan jantung menunjukkan terdapat murmur sistolik ejeksi 2/6 . Pancreatitis akut D. Servik terlihat normal. temperature 36. bengkak. Defisiensi iodine D. Apakah kemungkinan diagnosis pasien diatas ? A. datang ke rumah sakit dengan keluhan terdapat benjolan di perut bagian bawah sejak 4 bulan yang lalu. dan terdapat plaque putih yang menempel di dindingnya. Mukosa vagina tampak merah. antihistamin C. Mioma uteri . Candida albicans D. sudah menikah. irreguler. Injeksi penisilin E. Seorang perempuan berusia 45 tahun. Tiroiditis Hashimoto E. Graves disease C. Kedua mata pasien tampak terbelalak dan pada palpasi leher terdapat pembesaran kelenjar tiroid. Treponema pallidum E. Kulit pasien teraba hangat dan kering. Cholesistitis akut C. Kanker tiroid B. Keluhan disertai menstruasi tidak teratur. Keluhan ini sudah dia rasakan sejak 2 hari. Keluhan disertai demam dan mual. dan terasa nyeri. konsistensi padat kenyal.

Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. Karsinoma mammae B. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. Fibroadenoma mammae C. Pasien sudah menikah selama 35 tahun dan memiliki 6 orang anak. bau khas. 272. Pada pemeriksaan fisik payudara kanan didapatkan massa ukuran 1x1 cm. HPV C. C. Oligozoospermia dan teratozoospermia D. EBV E.270. 274. Kista dermoid E. Tumor phyloides E. konsistensi kenyal. Astenozoospermia dan teratozoospermia Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 8 bulan. Oligozoospermia dan astenozoospermia B. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. dapat digerakkan. Papilloma intraduktal Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan timbul benjolan sebesar kelereng di payudara kanan sejak 6 bulan yang lalu. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. Fibroadenoma mammae C. Apakah diagnosis kasus diatas? A. Pada pemeriksaan inspekulo didapatkan fluor berwarna putih kekuningan berbau pada liang vagina. Papilloma intraduktal Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 3 tahun. 273. Mola hidatidosa Seorang perempuan berusia 55 tahun. jumlah sperma 15 juta/cc. 271. Pada pemeriksaan analisa sperma didapatkan jumlah cairan sperma 3 cc. Benjolan terasa nyeri bila menjelang haid. Apakah penyebab tersering kasus diatas? A. nyeri tekan dan tidak terdapat ulkus. Azoospermia dan astenozoospermia C. Apakah kelainan yang dialami laki-laki diatas? A. Fibrocystic disease D. Azoospermia dan teratozoospermia E. tampak massa berbentuk bunga kol di mulut rahim. Benjolan tidak terasa nyeri. berbatas tegas. HSV tipe 2 Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan timbul benjolan di payudara kiri sejak 1 tahun yang lalu. Fibrocystic disease D. HIV D. Apakah diagnosis penyakit diatas? A. Keduanya tidak menggunakan kontrasepsi. dapat digerakkan dan tidak nyeri tekan. batas tidak tegas. Pada pemeriksaan fisik payudara kiri didapatkan massa dengan konsistensi kenyal. Tumor phyloides E. terdapat flek. warna putih . sperma berbentuk normal 45%. HSV tipe 1 B. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan keputihan berbau disertai darah sejak 1 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan IVA didapatkan mulut rahim berwarna keputihan. motilitas 18%. Kistoma ovarium D. Apakah saran yang tepat jika ingin segera memiliki anak? . Karsinoma mammae B. frekuensi hubungan seksual 2 minggu sekali karena suami bekerja di luar kota.

Keluhan disertai penurunan penglihatan mendadak dan tampak adanya lingkaran seperti pelangi. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan terdapat bercak merah pada lipatan paha kanan dan kiri sejak 1 bulan yang lalu. dan satelit papula. Dermatitis seboroik E. tekanan darah 110/60 mmHg. Pemeriksaan tinja apung C. Endolftamitis E. skuama tipis. Pemeriksaan patensi tuba C. Pasien tampak tidak aktif dan kurang semangat dalam belajar sehingga prestasi belajar anak menurun. Keluhan disertai rasa gatal terutama jika udara panas. Pasien juga merasakan nyeri kepala. Kandidiasis D. Glaukoma Akut B. Panoftalmitis C. Pemeriksaan tinja endapan D. Pemeriksaan analisa sperma B. Melakukan hubungan seksual 3 x/minggu E. Ditunggu hingga 3 tahun 275. Fiksasi interna C. Tinea Kruris B. mual dan muntah. Tinea Korporis C. denyut nadi 90 x/menit. Pada pemeriksaan daerah inguinal didapatkan makula eritematosus berbatas jelas dengan bentuk teratur. Elevasi tungkai E. didapatkan hasil (+)(+)(-). Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Apakah tindakan yang pertama kali dilakukan? A. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak sejak 3 minggu yang lalu. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS .A. Tinea Versicolor 277. Pemeriksaan tinja langsung B. Pemeriksaan Harada Mori E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dibawa oleh bapaknya ke puskesmas dengan keluhan gatal di dubur terutama pada malam hari. Pada perabaan bola mata kanan terasa lebih keras. Debridemen luka B. Pasien diketahui memiliki seorang anak berusia 3 tahun dan belum mendapatkan imunisasi BCG. terdapat luka terbuka di daerah tungkai kanan bawah dan tampak bagian tulang keluar dari luka. Pasien diketahui menderita diabetes melitus. Pemberian obat yang merangsang ovulasi D. Pemeriksaan Scoth Adesive tape 278. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri mata kanan hebat. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan konjungtiva hiperemis.Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat terhadap anak pasien? A. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan dahak mikroskopis SPS. Uveitis Anterior D. Keluhan disertai penurunan nafsu makan dan berkeringat pada malam hari. Apakah pemeriksaan awal yang harus dilakukan? A. Pembidaian 276. Ulkus Kornea 279. frekuensi nafas 26 x/menit. Mobilisasi sendi D.

Apakah terapi antibiotik yang dapat diberikan? A. frekuensi nafas 20x/menit. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan widal didapatkan titer O 1/320. Tiamfenikol C. kedua sendi lutut membesar dan teraba krepitasi. Abortus Insipiens B.B. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada kedua lutut sejak 2 bulan yang lalu. Apendisitis . trombosit 250. dan 5 menit apabila beranjak dari kursi.2ºC. Abortus Iminens C. Segera lakukan tes tuberkulin D. mual. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah. Arthritis Gout D. Keluhan disertai perdarahan melalui jalan lahir berwarna coklat tua. denyut nadi 110 x/menit.8 ºC. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 14 g/dl. teraba massa pada daerah adneksa kanan. Kloramfenikol B. temperatur 37. denyut nadi 90x/menit. Pemeriksaan βHCG urin positif. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. eritrosit 4juta/ul. kavum douglas menonjol. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh tekanan darah 110/90 mmHg.Burney. Pseudogout 283.000 /ul. dan tidak buang air besar selama 3 hari. Fluorokuinolon 282. G1P0A0. Osteoporosis E. denyut nadi 85x/menit. leukosit 13. Osteoarthritis C. Kotrimoksazol D. dan didapatkan nyeri goyang servik. Pasien diketahui terlambat haid selama 2 bulan. terdapat Rovsing sign. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan demam sejak 7 hari yang lalu. Torsi Kista Ovarium E. Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah yang mengakibatkan tidak bisa berjalan tegak . Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 90/70 mmHg. Segera lakukan Rontgen toraks C. Demam dirasakan naik turun tanpa pengobatan. Pasien juga merasakan gangguan saat berjalan. Arthritis Rheumatoid B. Kehamilan Ektopik Terganggu D. Penyakit Inflamasi pelvis 281. Sebelumnya pasien mengeluh nyeri di ulu hati. Segera lakukan tes tuberkulin dan Rontgen toraks 280. mual dan muntah. Pada pemeriksaan ginekologis didapatkan uterus sebesar telur bebek. hematokrit 40 vol%. Keluhan disertai kaku hingga 20 menit setiap bangun tidur di pagi hari. temperatur 36. berat badan 80kg. frekuensi nafas 24 x/menit. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 120/90 mmHg. muntah. Pada pemeriksaan radiologik didapatkan adanya kista subkondral. frekuensi nafas 20 x/menit.000/ul. Keluhan disertai nyeri kepala. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tinggi badan 160cm. Pasien juga mengeluh tidak nafsu makan. Amoksisilin E. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah dan pucat. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS dan tes tuberkulin E. Seorang perempuan berusia 28 tahun. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan nyeri tekan lepas pada titik Mc.

Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. Keluhan didahului demam dan flu sejak 5 hari yang lalu. Barium enema B. Biopsi limponodi servikal . lien tidak membesar. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Kolik Ureter E. konsistensi kenyal. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. batuk-batuk. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. Lekemi mieliod akut C. hepar teraba tiga jari bawah arkus coste. Graves ‘Disease’ B. Otitis media akut stadium oklusi tuba B. konsistensi kenyal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum cukup baik. Limfoma maligna E. Apakah diagnosis yang mungkin adalah? A. tidak nyeri tekan. kesadaran kompos mentis. tidak nyeri tekan.284. Amoebiasis C. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan denyut nadi 100x/menit. temperatur 37. frekuensi nafas 22 x/menit. Pada pemeriksaan otoskopi didapatkan membran timpani utuh. X Foto Thorax Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. denyut nadi 80 x/menit. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Otitis media akut stadium perforasi E. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Otitis media akut stadium resolusi Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan demam sejak 10 hari yang lalu. 286. Pasien tidak mau makan dan rewel. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit.2ºC. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. tampak bengkak dan hiperemis. tekanan darah 120/80 mmHg. jantung dan paru normal. denyut nadi 80 x/menit. Pasien merasa nyeri perut kanan atas. Endoscopy D. Otitis media akut stadium supurasi D. nyeri tekan dan didapatkan fluktuasi. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. Limfadenitis TBC D. 287. USG abdomen E. Kolik Ginjal D. Keluhan disertai sakit kepala. temperatur 38˚C. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. Perforasi Ulkus Duodeum Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada telinga kanan sejak 2 hari yang lalu. perut kembung dan berak lendir darah sebanyak 4-5 kali/hari. Otitis media akut stadium presupurasi C. B. 285. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. denyut nadi 84 x/menit. Colonos copy C. bertambah nyeri bila bernafas dalam. kesadaran kompos mentis. Struma nodosa normotiroid Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu.

kesadaran kompos mentis. X Foto Thorax 288. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. Hormon tiroid D. Vitamin B . T4 dan TSH D. Antibiotic B. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu.B. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. konsistensi kenyal. Kadar T3. USG Tiroid E. tidak nyeri tekan. Apakah terapi medikamentosa yang tepat ? A. Sitostatika E. Antitiroid C. Gambaran darah tepi C. denyut nadi 80 x/menit. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful