SOAL – SOAL UKDI 1.

Seorang laki-laki berusia 26 tahun dibawa oleh polisi ke UGD RS setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah, kesadaran somnolen, tekanan darah 60 mmHg dengan palpasi, denyut nadi 136 x/menit teraba lemah, frekuensi napas 30 x/menit, konjungtiva anemis, akral dingin. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan jejas pada region kuadran kanan atas, pekak hepar menghilang, nyeri tekan pada seluruh regio abdomen. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 6 g%.Tim dokter segera melakukan tindakan resusitasi dan dilanjutkan tindakan bedah. Apakah prinsip moral yang mendasari tindakan tim dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 2. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan mual dan muntah sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan nyeri tajam pada ulu hati, terasa panas dan perih. Pasien merasa bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh keracunan obat yang telah diberikan oleh dokter sebelumnya. Pasien berobat karena bengkak dan nyeri sendi kemudian diberi obat piroxicam 20 mg 2 x 1 tablet, asam mefenamat 500 mg 3 x 1 tablet dan dexametason 0,75 mg 3 x I tablet. Dokter memberikan penjelasan tentang indikasi dan efek samping obat. Apakah prinsip moral apakah yang mendasari tindakan dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 3. Seorang perempuan berusia 34 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan nyeri punggung bagian bawah disertai kesulitan berjalan sejak 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan neurologik didapatkan kekuatan motorik ekstremitas inferior dekstra dan sinistra 3, didapatkan tanda Lasegue dan tanda Bragard. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan fraktur kompresi vertebra lumbal IV dan V. Tindakan konservatif tidak berhasil sehingga dokter menyarankan tindakan bedah untuk mencegah kecacatan, tetapi pasien menolak dengan alasan takut. Apakah prinsip moral yang mendasari sikap pasien tersebut? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 4. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Apakah etiologi yang paling mungkin? A. Bakteri B. Virus C. Jamur

5.

6.

7.

8.

D. Parasit E. Alergi Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Jika dilakukan pemeriksaan dengan keratoskop plasido, gambaran apakah yang ditemukan? A. Bergelombang B. Bergerigi C. Konsentris D. Terputus E. Kabur Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata pegal dan penglihatan kabur untuk melihat jauh. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Hipermetropia B. Anisometropia C. Astigmatisma D. Presbiopia E. Miopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Astenopia anisometropia B. Astenopia konvergensia C. Astenopia akomodativa D. Astenopia aniseikonia E. Astenopia presbiopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah komplikasi yang paling sering terjadi? A. Ablasio retina B. Mikroftalmia C. Eksoftalmus D. Glaukoma E. Katarak

9. Seorang petugas pengelola cold chain mendapati suhu lemari es penyimpanan vaksin hepatitis B mencapai -5o C pada saat pengecekan pagi. Pada pengecekan sore hari sebelumnya suhu lemari es masih dalam kisaran normal. Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh petugas cold chain tersebut? A. Menyatakan vaksin tersebut rusak B. Mengembalikan suhu lemari es ke kisaran normal C. Membuang vaksin D. Mengembalikkan vaksin ke Dinas Kesehatan Kabupaten E. Melakukan uji kocok vaksin 10. Dokter keluarga dibayar oleh PT. Askes dalam jumlah uang yang tetap sesuai dengan jumlah peserta asuransi yang ditanggung, terlepas dari berapapun jumlah pelayanan yang diberikan. Apakah metode pembayaran pelayanan kesehatan tersebut? A. Diagnosis related group B. Fee for service C. Kapitasi D. Per diem E. Gaji 11. RS B adalah penyedia layanan kesehatan tingkat II untuk peserta ASKES. Untuk tahun anggaran 2011 ASKES akan membayar RS B dengan metode per diem. Data RS B menunjukkan bahwa pada tahun 2010 terdapat total 120.000 hari perawatan. Biaya yang dihabiskan untuk perawatan selama tahun 2010 adalah Rp. 48 milyar. Bila diasumsikan terdapat kenaikan jumlah pasien sebesar 10 % pada tahun 2011, dan inflasi sebesar 10 %, berapakah biaya per diem yang harus dibayar oleh ASKES ke RS B pada tahun 2011? A. Rp. 410.000 B. Rp. 420.000 C. Rp. 430.000 D. Rp. 440.000 E. Rp. 450.000 12. Survei Kesehatan Rumah Tangga yang dilakukan oleh DEPKES RI mengambil subjek penelitian seluruh penduduk Indonesia. Sampel diambil dari 20 provinsi yang dianggap mewakili seluruh penduduk Indonesia. Dari masing-masing provinsi diambil sampel 30 % dari jumlah kabupaten dan kota yang ada. Dari tiap-tiap kabupaten ini maka diambil sampel 50 % dari jumlah kecamatan yang ada. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai dengan kasus diatas? A. Simple random sampling B. Stratified random sampling C. Multi-stages random sampling D. Cluster random sampling E. Systematic random sampling 13. Sebuah penelitian ingin meneliti efektivitas pemberian alfa-interferon bagi pasien dengan hepatitis B kronik. Untuk itu peneliti memberikan intervensi bagi pasien hepatitis B kronik yang dirawat di sebuah RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007. Pasien yang bersedia mengikuti penelitian dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Satu kelompok diberikan alfa interferon dan kelompok yang lain diberikan lamivudin sebagai perlakukan standar. Outcome yang dilihat adalah konversi HBsAg menjadi negatif setelah 6 bulan. Subjek dengan gangguan fungsi ginjal, dan gangguan fungsi sumsum tulang menggugurkan keikutsertaannya dalam penelitian. Sampai dengan berakhirnya penelitian, 48 orang mendapatkan perlakuan dengan interferon, 42

Studi ini berusaha untuk menentukan faktor risiko manakah yang merupakan prediktor yang paling bermakna. 60 pasien PPOK telah setuju untuk berpartisipasi pada studi ini. 30 pasien dengan glioblastoma multiformis diikutkan dalam sebuah studi. Log-linear D. Regresi Cox E. Koefisien kontingensi E. Uji T independen C. Sebuah studi belah lintang berbasis populasi berusaha mengidentifikasi faktro risiko hipertensi di sebuah Kabupaten. Pasien di RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007 C. Pasien yang meninggal atau loss to follow-up D. Uji Korelasi Kanonikal 17. 84 partisipan dengan dislipidemia berpartisipasi dalam . sedangkan dari kelompok lamivudin semua subjek bertahan sampai penelitian selesai. Kedua kelompok diwawancara mengenai riwayat penggunaan telepon seluler di masa lalu. Pasien dengan hepatitis B kronik B. Sebuah uji klinik membandingkan efek obat penurun lemak baru bernama “lipicide” dengan obat standar simvastatin. Sebuah studi intervensional menguji apakah latihan fisik secara serial akan memperbaiki fungsi respirasi pada pasien dengan PPOK. Pasien yang mendapatkan lamivudin 14. Apakah kriteria eksklusi pada penelitian tersebut? A. Regresi logistik B. Masih terdapat banyak kontroversi mengenai peningkatan risiko kejadian tumor otak dengan penggunaan telepon seluler. Uji T berpasangan D. Seteleh pengumpulan dan analisis data terdapat tiga faktor risiko mayor yang secara bermakna berisiko meningkatkan kejadian hipertensi yaitu obesitas. Sebuah studi observasional dilakukan untuk menambah bukti berkaitan dengan hal ini. Penggunaan telepon seluler ini kemudian dibandingkan pada dua kelompok untuk mengukur risiko terjadinya tumor otak. dan aktifitas fisik. Hipertensi diukur dalam skala nominal dikotom. Rasio prevalensi D. merokok. Uji Korelasi Pearson E. Apakah metode pengukuran risiko yang paling sesuai untuk jenis studi diatas ? A. Data diasumsikan terdistribusi normal. Apakah jenis uji statistik yang paling sesuai untuk menjawab pertanyaan penelitian diatas? A. dan 30 subjek sehat yang sepadan dalam jenis kelamin dan usia direkrut sebagai kelompok pembanding. 8 orang meninggal atau loss to follow-up. Regresi linear C. Uji ANOVA satu arah 15. Uji Kai Kuadrat B. Rasio odd B. 40 orang bertahan sampai akhir penelitian. Forced expiratory volume (FEV) dalam ml/menit akan dibandingkan sebelum dan sesudah latihan fisik untuk menunjukkan fungsi respirasi.orang mendapatkan lamivudin. Risiko relatif C. Dari 48 orang yang mendapatkan interferon. Analisis multivariat apakah yang paling sesuai untuk menyelesaikan permasalahan penelitan diatas ? A. Population attributable risk 16. Pasien dengan gangguan fungsi ginjal E.

2˚C. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami penurunan kesadaran sejak 4 jam yang lalu. Pemeriksaan gula darah sewaktu 520 mg/dL. Pemberian natrium bikarbonat D. kulit kering. Untuk itu akan dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar kenaikan IMT akan menurunkan kapasitas vital paru. temperatur 38. uji normalitas data dengan uji kolmogorov-smirnov menunjukkan nilai p = 0. Uji Wilcoxon 18. Uji Mann-Whitney E. Perut terasa kencang sejak 12 jam yang lalu. Regresi logistik E. Regresi linear D. skuama dan papul-papul. Setelah pengolahan data dilakukan. Kandidasis kutaneus E. Rehidrasi cairan intravena C. Uji T Independen C.studi ini. denyut nadi 120 x/menit. Uji Kruskal-Wallis B. frekuensi napas 32 x/menit dalam. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 120/80 mmHg denyut nadi 96 x/menit frekuensi napas 24 x/menit tinggi badan 150 cm dan berat badan 62 kg. his terjadi setiap 5 menit durasi 15 detik. DJJ 12-11-12. kolesterol total (mg/dl) diukur pada dua kelompok tersebut. Eritrasma B. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. Apakah metode analisis data yang paling tepat untuk penelitian tersebut? A. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. Injeksi antibiotika spektrum luas E. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. hiperpigmentasi. Dermatitis kontak alergika 20. kulit ketuban tidak ada. VT pembukaan 7 cm. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. Sejak 2 hari yang lalu badan demam dan mengeluh batuk berdahak. kepala turun . Seorang perempuan berusia 30 tahun dikirim oleh bidan ke IGD RS dengan diagnosis G1P0A0 hamil aterm dengan kala I. tampak makula eritematosa. Analisis apakah yang paling sesuai untuk mencapai tujuan peneitian diatas? A. Injeksi antipiretik intramuskular 21. letak kepala puki. Injeksi insulin intravena B. Uji T berpasangan D. Setelah 12 minggu perlakuan. Tinea kruris C. Korelasi pearson B. tekanan darah 120/80 mmHg. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa Indeks Massa Tubuh (kg/m2) berhubungan berbanding terbalik dengan kapasitas vital paru (ml). TFU 30 cm. Korelasi spearman C. Korelasi parsial 19. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. Dari pemeriksaan fisik keadaan umum lemah tidak sadar. tercium bau buah segar. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. air ketuban keluar sejak 2 jam yang lalu. dan dikelompokkan secara acak pada dua kelompok perlakukan. Ptiriasis rosea D.45.

Hematom palpebra C. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. Isosorbid D. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I partus lama C. Diuretik apakah yang menjadi pilihan utama? A. Ulkus duodeni C. Awalnya bengkak terjadi di kelopak mata kemudian menyebar ke kaki. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi para 22. Pasien juga mengeluh mual dan muntah.Hodge 2+ UUK kiri lintang. Perdarahan subkonjungtiva B. hingga seluruh tubuh. Kolelitiasis D. pemeriksaan mata kiri visus 6/48. pustula. Hepatitis akuta 23. Pemeriksaan kulit menunjukkan papula eritema. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I ketuban pecah dini D. Edema kornea E. Asetazolamid 24. Thiazid B. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. khemosis. Gentamisin C. hematom palpebra. dan krustae hitam di sekitar hidung. Diagnosis apakah yang paling tepat? A. Manitol C. perdarahan subkonjungtiva. Apakah penyebab penurunan visus yang paling mungkin? A. lensa jernih. perdarahan subkonjungtiva. khemosis. Nafas terasa sesak dan buang air kecil berkurang. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. Ulkus ventrikuli B. Plapebra khemosis D. Hifema 26. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. pupil bulat regular. Pankreatitis E. Nyeri hilang dan timbul. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Kloramfenikol D. Seorang laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke Puskesmas dengan keluhan timbul koreng di sekitar hidung sejak 1 minggu yang lalu. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi tua B. tangan. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. Koreng mulai menghitam dan terasa gatal. edema . pemeriksaan mata kiri visus 6/48. Terapi apakah yang paling tepat? A. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. Ukuran panggul dalam dalam batas normal. hifema setinggi 1/4 tinggi COA. Ampisilin B. Siprofloksasin E. kripte iris baik. hematom palpebra. Sulfametoksazole 25. edema kornea. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I inersia uteri E. Furosemid E. refleks pupil baik. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bengkak sejak 1 bulan yang lalu.

Kampimetri D. OAT kategori 2 C.kornea. Pemeriksaan sputum BTA negatif. Pemeriksaan apakah yang paling penting untuk diusulkan? A. Piroksikan E. Dua tahun yang lalu pasien mendapatkan pengobatan rutin TBC selama 6 bulan dan telah dinyatakan sembuh. Terapi simtomatis E. OAT dan Quinolon 28. hifema setinggi 1/3 tinggi COA. kripte iris baik. Seorang laki-laki usia 56 tahun datang ke poliklinik RS dengan keluhan sesak nafas sejak 3 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan spirometri menunjukkan FEV1/FVC 0. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Faktor apakah yang paling mungkin menjadi kontraindikasi pemeriksaan spirometri pada kasus tersebut? A. Refraktometri B. Obat anti nyeri apakah yang paling mungkin memicu keluhan pasien tersebut? A. Paracetamol C. Seorang laki-laki usia 48 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan sesak nafas sejak 2 minggu yang lalu. OAT kategori 1 B. Sesak nafas progresif B. Nyeri kepala tegang E. Sesak nafas terjadi terus-menerus. Penyakit paru restriktif moderat C. Pasca operasi katarak D. OAT kategori 3 D. Aspirin 29. tidak memberat dengan posisi tidur dan tidak membaik dengan beristirahat. Pasien menderita katarak dan baru dioperasi 1 minggu yang lalu. pupil bulat regular. Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk lama sejak 2 bulan yang lalu. Rencana untuk pemeriksaan fungsi paru dengan spirometri ditunda. refleks pupil baik. lensa jernih. Keluhan dirasakan kambuh-kambuhan terutama setelah makan jeroan. Badan demam ringan C. Pasien memiliki kebiasaan merokok hingga 1 pak (12 batang) rokok dalam 1 hari. kadang-kadang pasien juga merasakan nyeri kepala tegang dan nyeri dada kanan setelah batuk yang tiada henti. Penyakit paru obstruktif ringan . Nyeri dada kanan 30. Keluhan dirasakan semakin lama semakin berat. Pasien mempunyai riwayat mengkonsumsi obat anti nyeri dalam jangka waktu lama karena sering merasa nyeri kepala. Pasien juga mengeluh batuk berdahak warna putih kental sejak 5 hari yang lalu. Asam mefenamat B. Metampiron D. Apakah rencana pengobatan yang paling tepat? A. Persendian tampak bengkak dan kemerahan. Badan demam ringan. Pasien juga mengeluh batuk lama sekitar 1 bulan dengan dahak berwarna putih encer.52. Batuk disertai dahak encer berwarna putih. Penyakit paru restriktif ringan B. Tonometri E. Keratometri C. Biometri 27. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan nyeri sendi ibu jari kaki kanan. refleks fundus suram. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A.

D. Penyakit paru obstruksi moderat E. Penyakit paru campuran berat 31. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun dibawa ibunya ke dokter praktek umum dengan keluhan gigi berwarna kecoklatan. Pada saat kehamilan, ibu pasien pernah menderita demam dan diberikan antibiotik oleh dokter yang menanganinya. Apakah antibiotik yang paling mungkin dikonsumsi tersebut? A. Streptomisin B. Siprofloksasin C. Tetrasiklin D. Kotrimoksazol E. Eritromisin 32. Seorang laki-laki datang ke Puskesmas dengan keluhan sering merasa lemah. Keluhan disertai dengan mudah merasa lapar, mudah merasa haus dan sering kencing. Pasien juga mengalami penurunan berat badan dalam waktu 6 bulan sebanyak 10 kg. Sebelum sakit pola makan pasien tergolong potensi obesitas karena melebihi kebutuhan, suka ngemil, dan kurang beraktivitas. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien memiliki berat badan 55 kg dan tinggi badan 170 cm. Berapa kebutuhan gizi pasien diatas (kalori/hari)? A. 2200 kkal B. 2000 kkal C. 1900 kkal D. 1800 kkal E. 1700 kkal 33. Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke praktek dokter dengan keluhan sesak nafas sejak 1 minggu yang lalu. Pasien juga mengeluh batuk produktif dengan dahak kental berwarna putih, demam dan sering berkeringat terutama pada malam hari. Pasien menderita batuk kambuh-kambuhan sejak lima tahun yang lalu. Pemeriksaan foto toraks menunjukkan adanya pendataran sudut recesus costodiafragmaticus. Kelainan paru apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Pneumotoraks B. Atelektasis C. Pyotoraks D. Efusi pleura E. Hematotoraks 34. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari, volume ½ - 1 gelas tiap buang air besar, konsistensi cair, sedikit ampas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, kesadaran somnolen, pernapasan kussmaul dan turgor kulit menurun. Kelainan pH darah apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. Ketoasidosis B. Asidosis metabolik C. Alkalosis metabolik D. Asidosis respiratorik E. Alkalosis respiratorik 35. Seorang laki-laki berusia 75 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS dengan keluhan nyeri dada sejak 2 jam yang lalu. Keluhan disertai sesak nafas dan keringat dingin. Pasien adalah penderita DM dan hipertensi yang tidak terkontrol. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 170/100 mmHg denyut nadi 126 x/menit frekuensi napas 24 x/menit temperature 36,5˚ C JVP dan suara jantung normal. Pemer iksaan

laboratorium darah menunjukkan GDS 240 mg/dL dan Troponin T positif. Pemeriksaan EKG menunjukkan adanya gelombang T inverted dan depresi segmen ST pada sandapan V1 – V4. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Angina pectoris tidak stabil B. Angina pectoris stabil C. STEMI D. nonSTEMI E. Old Miokard Infarction 36. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. Memasang infus intravena B. Memasang torniket paha C. Memasang pipa lambung D. Memasang kateter urin E. Melakukan intubasi 37. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan, demam dan berkeringat pada malam hari. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. Terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. Kategori 3, 2RHZ + 4RH B. Kategori 1, 2RHZE + 4RH C. Kategori 2, 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. Kategori 3, 2RHE + 4RH E. Kategori 1, 2RHZ + 4RH 38. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Syok kardiogenik B. Syok neurogenik C. Syok anafilaktik D. Syok hipovolemik E. Syok obstruktif 39. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Batuk berdahak warna kekuningan. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan, tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. TB paru kasus gagal pengobatan B. TB paru kasus resistensi obat

C. TB paru kasus putus obat D. TB paru kasus kambuh E. TB paru kasus baru 40. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. Hasil hitung jenis leukosit apakah yang paling mungkin ditemukan? A. Neutrofilia B. Eosinofilia C. Basofilia D. Limfopenia E. Neutropeni 41. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. Pasien juga mengeluh perut terasa mual, namun tidak muntah. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Tension type headache B. Migrain dengan aura C. Migrain tanpa aura D. Cluster headache E. Vertigo 42. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4, tonus otot meningkat bilateral, reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen C 5 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 43. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat, terutama sekitar lubang dubur. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu, setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal, dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen Th 12 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 44. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya

Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara. Apakah obat yang dapat menimbulkan keluhan diatas? A.hipestesi setinggi umbilikus. Hidroklorotiazid B. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100mmHg. Asam mefenamat E. Nifedipin C. sering pusing dan kakinya membengkak. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. Keluhan ini muncul setelah 1 minggu minum obat dari dokter dengan diagnosis hipertensi. tonus otot meningkat bilateral. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Ketokonazol D. Pasien menunjukkan beberapa obat yang diminumnya. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. Propanolol D. Medulla spinalis segmen Th 12 D. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Piroksikam B. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. Medula spinalis segmen Th 4 B. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. Medula spinalis segmen L 1 45. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Medulla spinalis segmen C7 E. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Apakah obat yang paling sesuai ? A. Medula spinalis segmen Th 10 C. Apakah obat yang dapat menyebabkan keluhan diatas? A. Itrakonazol E. Medulla spinalis segmen Th 12 C. Metampiron C. Medula spinalis segmen C 5 E. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak. Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai.5 mg/dl. tonus otot meningkat bilateral. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan batuk-batuk. frekuensi napas 20x/menit. Medula spinalis segmen C 5 D. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatif. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum ditemukan hifa dan spora. Medulla spinalis segmen C7 46. Captopril E. Pasien mengatakan sudah lebih dari 3 bulan minum obat yang dibeli bebas di toko obat untuk nyeri otot dan pegal-pegal. Griseofulvin . Medula spinalis segmen Th 10 B. Flusitosin C. Deksametason D. Amfoterisin B B. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. nadi 80x/menit. Natrium diklofenak 47. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Diltiazem 48.

tinggi badan 171 cm. D.5 g/dL. Pada pemeriksaan laboratorium menunjukkan hemoglobin 7. Hipertensi E. Dari hasil pemeriksaan indeks masa tubuh (IMT) 26 %. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatip. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. Kobis D. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. Flusitosin C. lingkar pinggang 73 cm. MCV 82 fL. Seorang laki-laki berusia 54 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan lemas badan sejak 1 tahun yang lalu. Mlinjo E. Obesitas. HDL-kolesterol 32 mg/dL. HDL-kolesterol 32 mg/dL. Itrakonazol E. Dislipidemia. gula darah 2 jam setelah makan: 289mg/dl.4%. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. Ketokonazol D.5 mg/dl. Diabetes Melitus Tipe 1 B. Diabetes Insipidus 53. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien tersebut? A. trigliserid 183 mg/dL. Apa problem utama pada pasien tersebut ? A. Diabetes Tipe lain E. Wortel 52. tinggi badan 171 cm. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. terasa haus yang berakibat sering minum dan makan banyak serta kedua kaki kesemutan. dengan keluhan kencing bertambah sering dan banyak. Tomat B. Sindroma metabolik 51. Hiperurisemia. tekanan darah 140/ 90 mmHg. asam urat 10 mg/dL. lingkar pinggang 73 cm. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. hematokrit 22. Jeruk C. Griseofulvin 50. asam urat 10 mg/dL.49. Diabetes Gestasional D. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. Amfoterisin B B. Apakah obat yang menjadi kontraindikasi pada pasien tersebut? A. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum dan ditemukan hifa dan spora. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan gula darah puasa: 256 mg/dl. C. Pasien mempunyai riwayat kencing manis selama 15 tahun. Apakah jenis makanan yang harus dihindari pasien di atas? A. trigliserid 183 mg/dL. Seorang perempuan berusia 45 tahun datang ke dokter praktek umum. tekanan darah 140/ 90 mmHg. Diabetes Melitus Tipe 2 C. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. B. Pada pemeriksaan fisik tampak pucat dan konjungtiva pucat. kadar .

Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke rumah sakit untuk menjalani tes kesehatan rutin setiap tahun. Apakah diagnosis histopatologi pasien di atas? A. suhu 37oC. Resistensi insulin yang dominan dan disfungsi sel beta pankreas 56. Apakah anjuran untuk pasien tersebut ? A. Pemeriksaan apusan darah tepi menunjukkan morfologi eritrosit normositik normokromik. Defisiensi besi B. Hasil pemeriksaan leher didapatkan massa kistik. denyut nadi 104x/ menit. dan pemberian OAD D. Defisiensi vitamin C 54. Latihan jasmani sesuai petunjuk B. round-vacuola di sepanjang tepi dinding folikel. kadar glukosa darah 2 jam setelah pembebanan glukosa 75 gram 156 mg/dL. tak nyeri tekan.Apakah penyebab hiperglikemia pada kasus tersebut? A. Dari anamnesis didapatkan bahwa pasien tinggal di daerah lereng pegunungan. Tekanan darah 130/80 mmHg. Defisiensi eritropoietin E. Perubahan pola hidup menuju pola hidup sehat. dan minum obat glikuidon E. Apakah penyebab anemia pada pasien tersebut? A. Tampak juga infiltrasi ringan limfosit interfolikuler. Struma Hashimoto . Kedua orangtuanya pasien DM. diameter 4 cm. Kurang asupan kalsium D. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun diantar ayahnya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. Tinggi badan 167 cm dengan berat badan 64 kg. Defisiensi vitamin B12 D. Status gizi kurang.8 mg/dL. diet. Hasil pemeriksaan fisik baik. Kerusakan sel beta pankreas yang difus dan menyeluruh D. Edukasi. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar glukosa darah puasa 98 mg/dL. frekuensi napas 30x/ menit. KEP (Kurang Energi Protein) C.kreatinin serum 4. Dari hasil gambaran histopatologi menunjukkan folikel-folikel tiroid dilapisi epitel kuboid yang di beberapa tempat hiperplastik. latihan jasmani yang cukup. Kerusakan sel beta pankreas akibat keganasan C. Defisiensi asam folat C. Kurang asupan kalium 57. kontrol 6 bulan lagi 55. Disfungsi sel beta pankreas yang dominan dan resistensi insulin E. Apa kemungkinan penyebab keluhan tersebut? A. Kurang asupan yodium B. Penyakit Grave B. Keluarganya memberi informasi bahwa pasien tidak disuntik insulin karena kehabisan. Hasil laboratorium didapatkan kadar glukosa sewaktu 654 mg/dl. Pada pemeriksaan fisik benjolan dapat dilihat tanpa tengadah. Pasien menceritakan bahwa ayahnya meninggal karena diabetes melitus. Struma nodusa C. Diet dan minum obat glibenklamid C. latihan jasmani. Diet. Struma koloid D. Banyak masyarakat di daerah tersebut mengalami keluhan yang sama. keton uria (+++). Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tak sadar. Asupan zat goitrogenik yang tinggi E. Dari pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 45 kg dengan tinggi badan 164 cm. Kerusakan sel beta pankreas akibat toksisitas obat B.

nadi 124 x/menit dan suhu tubuh 37 derajat celsius. Operasi B. Kretinisme C. Seorang perempuan berusia 21 tahun. frekuensi napas 20x/menit. Pelemas otot B. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan TSHs menurun. Struma difusa nontoksik 58. Pada pemeriksaan anak tampak lemas. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100 mmHg. free T3 dan free T4 meningkat. Apakah terapi yang tepat untuk pasien di atas? A. Tiroiditis subakut 59. Struma multinodular toksik E. .E. badan semakin kurus dan sering buang air besar. datang ke dokter praktek umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan sejak 3 bulan lalu. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. Pasien juga mengeluh berdebar debar dan kedua tangan gemetar. Struma Hashimoto D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/100 mmHg. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. Tiroiditis B. bau nafas berbau khas. Penyakit Hashimoto 62. Antihistamin D. Pada pemeriksaan didapatkan mata eksoftalmus. Seorang perempuan berusia 22 tahun dating memeriksakan diri ke dokter praktek umum dengan keluhan dada berdebar debar. Kortikosteroid E. sesak. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. tekanan darah 130/80 mmHg dan tidak didapati kelainan sistemik lainnya. sering pusing dan kakinya membengkak. Penyakit Grave D. Struma koloid B. Pada pemeriksaan leher menunjukkan pembesaran kelenjar tiroid sedang yang difus dan nyeri tekan. suhu 38. Hasil pemeriksaan laboratorium TSHs rendah. Penyakit Grave C. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan nyeri di leher bagian depan disertai demam. kelenjar gondok membesar difus dan mata menonjol. free T4 menigkat.50C. Analgetik C. Apa diagnosa yang tepat untuk pasien tersebut? A. nafas cepat dalam. Diazepam D. Pasien pernah mendapat pengobatan dengan propil tiourasil 3x 100 mg/ hari. Kelenjar getah bening regional leher sedikit membesar. Propil tiourasil E. yang dihentikan oleh pasien karena merasa sembuh. Apakah golongan obat yang memungkinkan terjadinya kondisi di atas? A. Radiasi C. Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk pasien di atas? A. Hiportiroidisme E. Pasien menceritakan bahwa ia sudah lebih 2 tahun 2 hari sekali minum jamu untuk pegel linu. Antihipertensi 60. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak. Iodium redioakti 61. denyut nadi 80x/menit.

Foramen ovale B. nafas cepat dalam. Larynx B. suhu badan 39 C. sesak.Area mana yang kemungkinan terbesar terkena adalah? A. Neuropati diabetikum B. Furosemid meningkatkan potensi ototoksik gentamisin C. kaptopril dan furosemid. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. C-peptide C. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. HbA1C B. Apa kemungkinan komplikasi yang muncul pada anak tersebut? A. Pasien tidak sedang menderita batuk pilek. Keton darah D. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. propanolol. Saat berobat kembali ke rumah sakit. Muskulus tensor tympani E. Aditus laryngeus . Oropharynx D. Digoksin terakumulasi di jaringan pada pasien dengan gangguan fungsi jantung D. Gula darah sewaktu 63. Analisis gas darah E. Endolymphe 65. Digoksin mengganggu motilitas sel-sel rambut luar di koklea E. Laryngopharynx C. Seorang anak perempuan usia 7 tahun diantar ibunya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan utama : nyeri telan sejak 1 hari yang lalu disertai demam sejak 2 hari yang lalu. Furosemid oral dosis tinggi menimbulkan gejala ototoksisitas irreversibel B. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. bau nafas berbau khas. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya. Pada pemeriksaan liang telinga maupun membran tympani dalam batas normal. Apa kemungkinan yang menyebabkan munculnya gangguan diatas? A. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. Pada pemeriksaan didapatkan : pembesaran kelenjar leher disertai nyeri pada penekanan. Digoksin mempermudah masuknya gentamisin ke endolimfe 66. Nefropati diabetikum C. Hipoglikemia 64. Pada pemeriksaan anak tampak lemas. Seorang perempuan usia 60 tahun datang ke klinik umum Rumah Sakit dengan keluhan pendengaran menurun sejak beberapa hari lalu. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. Pada organ mana kemungkinan kelainan terjadi ? A. kekakuan pada sendi pengungkit D. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. Membran vestibularis C. Tuberculosis paru D. Nasopharynx E. pharynx hyperaemia (++).Pemeriksaan laboratorium apa yang sebaiknya dilakukan untuk memastikan tipe dari penyakit gulanya? A. Ketoasidosis E.

Organisme yang paling mungkin menyebabkan kelainan tersebut adalah? A. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12. 6 th. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. Nadi 80x/menit. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle. Seorang laki laki 6 tahun diantar ibunya periksa ke praktek dokter umum sejak 1 bulan anaknya sering mengeluh hidungnya tersumbat dan ibunya mengatakan sering berhenti nafas waktu tidur. Coronavirus 70. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. Adenoiditis B. Tes serologi untuk virus influenzae 71. Pemeriksaan audiometrik rutin untuk mendeteksi ototoksisitas subklinik D. Respirasi 20x/menit. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. ECG B. Tensi 120/80 mmHg. Foto rontgen kepala C. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya. Apakah diagnosis paling benar untuk pasien diatas ? A. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. tidak ada batuk pilek. Kultur kuman dari swab tenggorok E. Staphylococcus aureus C. Eksplorasi faktor risiko pasien sebelum pemberian obat ototoksik B. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. Rinosinusitis kronik D. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. tenggorokan gatal dan susah menelan. Seorang anak laki-laki.67. Hipertrofi tonsil dan adenoid 69. Seorang anak laki-laki. tonsil terdapat eksudat. fibrosis. propanolol. Biopsi limfonodi cervical D. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Mycoplasma pneumoniae B.300/ul. 6 th. Monitoring dini level serum obat-obat ototoksik yang diberikan C. terdapat detritus. Apa usul pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosa kasus diatas? A. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. tidak ada batuk pilek. Pemeriksaan penunjang yang tidak perlu diusulkan untuk menegakkan diagnosa kasus diatas adalah? . tonsil terdapat eksudat. kaptopril dan furosemid. Terminasi obat-obat ototoksik bila dijumpai gangguan pada telinga dalam E. Berat badan 25 Kg panas 37. Tindakan yang tidak efektif untuk pasien diatas adalah? A. tenggorokan gatal dan susah menelan. didapatkan pembesaran limfonodi cervical.300/ul. Tonsilopharingitis kronis E. Saat berobat kembali ke rumah sakit.10 C. Seorang perempuan usia 18 th. Streptococcus pyogenes D. Antinausea dan obat-obat hipnosedatif bisa digunakan untuk rehabilitasi gejala vestibulotoksisitas 68. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12. Virus human influenzae E. Tonsilitis kronik C.

Tanpa dehidrasi B. Tensi 120/80 mmHg. Pemeriksaan kultur swab tenggorok 72. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. kehausan. pada pemeriksaan : Suhu tubuh 39 derajat celcius. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter umum dengan keluhan badan panas. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Respirasi 20x/menit. Dehidrasi ringan C.pada kripte liberkuhn D. tidak ada nafsu makan. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A. turgor kulit < 2 detik. Cairan KA-EN 3B D. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. cairan menyerupai air cucian beras. lidah kotor. Pemeriksaan foto thoraks E. Dokter . Tonsilektomi B. E. Nadi 80x/menit. Pemeriksaan darah rutin D. Cairan D ¼ S 76.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. Apa program terapi untuk menghilangkan fokal infeksi pada pasien tersebut selain pemberian antimikroba? A.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. Diet rendah lemak C. fibrosis. Dehidrasi berat 74.A. cairan menyerupai air cucian beras. Membuka lebih banyak saluran Ca++ C. Total Bedrest (rawat inap) D. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Menghambat pompa Natrium B. Osmosis air yang berlebihan ke dalam enterosit 75. perut hypertympani. turgor kulit < 2 detik. Cairan Darrow B. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. turgor kulit < 2 detik. Seorang perempuan usia 18 th. Pemeriksaan ASTO C. terdapat detritus. Khemoterapi E. Cairan Ringer lactate E. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. cairan menyerupai air cucian beras. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. Dehidrasi sedang D. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1. kehausan. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. kehausan. Terapi radiasi 73.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. Meningkatkan absorbsi Cl. pilihan cairan intravena paling tepat yang diberikan adalah? A. Meningkatkan pembentukan cAMP di sel enterosit. kepala pusing. Bila dehidrasi pada anak tersebut memberat. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. perut kembung dan 3 hari tidak BAB. Dehidrasi ringan-sedang E. Cairan KA-EN 3A C. Pemeriksaan ECG B. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A.

Photo BNO C. Respirasi 20x/Meint. Setiap saat 77. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. dan lutut. Eritroderma E. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. Pemeriksaan fisik terdapat nyeri tekan regio epigastrium. terasa perih. Ptiriasis rosea 80. Pada Minggu kedua D. bokong. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul.curiga pasien tersebut terkena demam thypoid dan kemudian mengirim pasien ke laboratorium untuk memastikan diagnosis. Lesi mengenai wajah. Keratosis seboroik B. Nadi 88x/menit. mual-mual dan tidak ada nafsu makan. Dari pemeriksaan perut membesar. Dari anamnesa: pasien sering terlambat makan dan suka makan yang pedas. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. Ultrasonografi abdomen. Enzym urease pada serum 78. Apakah pengobatan topikal yang paling tepat diberikan? A. Pada Minggu pertama B. kulit kepala berambut. Anti virus C. IgG spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung B. siku. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit pada ulu hati. bersisik tebal. Setelah minggu pertama C. Psoriasis D. siku. mengeluh adanya bercak kemerahan. Sebelumnya tidak pernah merasa sakit kuning sebelumnya. Bila dilakukan pemeriksaan cairan lambung dan serum darah kemungkinan akan didapatkan peningkatan? A. dan lutut. IgM spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung C. Bila ingin dilakukan kultur urine sebaiknya pada? A. E. datang ke Poliklinik dengan keluhan terdapat bintilbintil merah di wajah yang muncul sejak 1 tahun yang lalu. pemeriksaan yang paling tepat dilakkan adalah? A. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. B. Seorang laki-laki berusia 17 tahun. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. Setelah minggu kedua E. IgM spesifik Helicobacter pilory pada serum E. mengeluh adanya bercak kemerahan. Lesi mengenai wajah. Untuk menegakkan penyebab perdarahan. Dan lokasi ujud . Dermatitis seboroik C. 79. IgG spesifik Helicobacter pilory pada serum D. Endoskopi saluran pencernaan. bersisik tebal. kulit kepala berambut. Anti bakteri B. kaki bengkak. CT Scan abdomen D. Anti inflamasi D. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. Anti jamur E. Tekanan darah 140/90 mmHg. Anti histamin 81. Pada pemeriksaan didapatkan ujud kelainan kulit didapatkan papul eritem dan komedo. OMD. bokong. Seorang laki-laki usia 47 tahun datng ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan muntah darah dan berak hitam.

Pemeriksaan intra oral didapatkan higiene oral kurang. Seorang perempuan berusia 34 tahun. Akne vulgaris D. Pemeriksaan sediaan langsung dengan KOH 10% D. biasanya timbul menjelang siklus menstruasi. Isoniazid (H) C. Apakah regimen yang harus dihindari pada kasus di atas? A. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. Pemeriksaan Tzanck pada cairan vesikel 83. hilang timbul dan berpindah tempat. datang ke praktek swasta dengan keluhan sering sariawan pada rongga mulutnya. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. Seorang perempuan berusia 37 tahun. demam dan penurunan nafsu makan. Dokter bermaksud memberikan OAT yang aman dan tidak memberikan efek gangguan pendengaran pada janin yang dikandungnya. tepi menggaung dan eritematous. G2P1A0. Apakah pemeriksaan paling tepat untuk menegakkan diagnosis pasien tersebut? A. Rifampisin (R) B. Streptomisin (S) . Pada pemeriksaan dahak didapatkan BTA positif. Pirazinamid (Z) D. Aphthous ulcers C. Dari anamnesis pasien mengaku menderita Diabetes Melittus tipe 2 selama 15 tahun. Tes kulit terhadap antigen trichophyton C. Dari anamnesis didapatkan penderita bekerja sebagai pencuci mobil. Furosemid D. Rosasea 82. tampak beberapa ulkus pada lidah. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri kepala. Seorang laki-laki berusia 44 tahun. mukosa bukal dan bibir bawah. kelenjar submandibula pada palpasi sakit.kelainan kulit tersebut dijumpai pada wajah dan lengan atas kanan dan kiri. Miliaria B. Pemeriksaan lampu Wood B. HCT B. Kaptopril C. marginal gingiva labial gigi-gigi rahang bawah merah dan mudah berdarah. datang ke dokter praktek swasta dengan keluhan gatal pada kaki sejak 2 minggu yang lalu. Milia C. Reserpin 85. Herpetic gingivostomatitis E. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya ujud kelainan kulit berupa eritema. Pada anamnesis batuk disertai dahak. Gingivitis akut B. vesikel. datang ke puskesmas dengan keluhan batuk 3 minggu. bula dan pustule. pada pemeriksaan fungsi ginjal didapatkan hasil BUN dan kreatinin meningkat. Stomatitis aftosa rekuren D. belum menikah. Dari pemeriksaan vital sign didapatkan tekanan darah 170/100 mmHg. ulkus diameter 2-3 mm. Etambutol (E) E. Ulcerative gingivostomatitis 84. terutama pada telapak kaki. Hidradenitis suppurative E. Apakah terapi hipertensi paling tepat untuk pasien di atas? A. Propanolol E. Pemeriksaan kultur jamur dengan media SDA E.

Hipersekresi insulin saat makan C. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. Dari anamnesis pasien adalah penderita asma sejak 10 tahun yang lalu. Insulin dapat diberikan pada lengan kanan maksimal sampai 20 kali 89. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. Oral bronkodilator 87. Seorang laki – laki berusia 35 tahun. Apakah terapi awal yang harus diberikan pada pasien tersebut? A. GD 2 jam PP 224 mg/Dl. sesak nafas dan demam. Seorang laki-laki 50 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan riwayat diabetes melitus. Suntikan harus diberikan sebelum olahraga pagi hari E. Kelainan genetik pankreas 90. Seorang laki-laki berusia 52 tahun datang ke klinik dengan keluhan terdapat luka di jari. Insulin diberikan sebelum tidur C. Sekresi insulin fase 1 & 2 terganggu D. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Bagaimanakah edukasi paling tepat tentang pemberian terapi insulin diatas? A. Oleh dokter pasien disarankan mrnggunakan terapi insulin jenis intermediate acting. Defisiensi insulin bersifat relatif D. Suntikan diberikan 30 menit sebelum makan pagi B. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Bagaimanakah patofisiologi penyakit yang diderita penderita tersebut? A. frekuensi napas 32 x/menit. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. Setelah suapan pertama insulin langsung diberikan D. Kerusakan sel pankreas karena autoimun E. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. Inhalasi kortikosteroid C. Bagaimanakah respon dokter paling tepat terhadap permintaan pasien tersebut? A. Mempertimbangkan permintaan pasien sambil menunggu reaksi obat D. Tidak setuju karena saat ini pasien mengalami stres metabolik E. Pada pemeriksaan kadar gula darah sewaktu 700 mg/dL. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. Gangguan sekresi postprandial B. Reaksi autoimun pada sel beta . Pada pemeriksaan fisik pasien tampak gelisah. lebih suka posisi duduk. Sekresi insulin mutlak terganggu B. Selama ini pasien mendapat terapi anti diabetik oral. Setuju karena efek obat oral dan insulin sama 88.86. Injeksi metilsantin E. Bagaimanakah mekanisme terjadinya hasil laboratorium penderita diatas? A. Injeksi kortikosteroid D. Tidak setuju karena pasien DM tipe 1 jadi mutlak insulin C. datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan utama sesak napas. Gangguan metabolisme KH setelah makan C. Dokter merencanakan pemberian insulin. frekuensi nadi 110 x/menit. tetapi pasien menolak dan minta diberikan obat oral saja karena pasien masih bisa makan & sadar. GD 2 jam PP 224 mg/dL. Setuju dengan permintaan pasien karena obat dapat diminum pasien B. dan pada pemeriksaan auskultasi terdengar suara wheezing. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. Inhalasi agonis β2 B.

Pasien terbiasa minum obat anti diabetik oral 3x /hari. Mencegah hipoglikemia E. Gangguan vaskular 94. Hasil pemeriksaan gula darah 2 minggu yang lalu didapatkan GDS 230 mg/dL dan mendapat terapi insulin. Insulin sampai kehamilan aterm lalu dihentikan setelah melahirkan 92. Dari anamnesis usia kehamilan perempuan tersebut 30 minggu. Pembakaran lemak karena obesitas 91. Mencegah neuropati B. Pada pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 55 mg/dL. Mencegah retinopati C. keringat dingin dan jantung berdebar. Hasil pemeriksaan GDS saat ini adalah 160 mg/dL. tetapi pasien masih rajin minum obat. Gangguan hemostatik D. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. Berat badan 80 kg. Apakah penatalaksaan pertama yang paling tepat dilakukan pada pasien di atas? A. Mencegah ketoasidosis 93. sulit tidur. Seorang perempuan 30 tahun. tinggi badan 162 cm. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg. tetapi Obat tetap diminum 3 kali sehari. Dari riwayat penyakit didapatkan pasien adalah penderita DM gestasional. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa keluarganya ke Unit Gawat Darurat RS dengan penurunan kesadaran sejak 1 jam yang lalu. Dosis insulin diturunkan kemudian dikombinasi dengan OAD D. Mengganti insulin dengan obat oral (OAD) B. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS 300 mg/dL dan GDP 130 mg/dl. datang ke dokter swasta untuk kontrol gula darah. Dari anamnesis ke keluarga. Refleks patologis negative. dan mata kabur. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. pasien sebelumnya mengalami demam. Seorang laki-laki berusia 61 tahun. Sejak 2 hari yang lalu penderita makan sedikit. infuse RL tetesan cepat B. Gangguan respirasi E. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan pusing. Pasien mendapat terapi glimepirid 2mg 1 kali sehari. Bagaimana saran terapi selanjutnya yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. infus NaCL tetesan cepat D. Apakah tujuan terapi pasien tersebut? A. Gangguan otonomik B. infuse Dextrose 5% tetesan cepat C. Pada pemeriksaan glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 40 mg/dL . G1P0A0. Dari anamnesis pasien adalah penderita DM dan minum obat antidiabetik oral secara rutin 3 kali sehari. bolus Dextrose 40% iv E. GCS 2-1-3. injeksi insulin dosis tinggi 95. datang ke poliklinik dengan keluhan merasa gemetar. Cukup dengan mengatur diet saja dan menghentikan insulin C.E. Dari anamnesis pasien telah didiagnosa DM sejak 5 tahun yang lalu. Apakah penyebab paling tepat keluhan diatas? A. Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. Insulin diteruskan sampai GD terkendali E. SGOT . Sejak satu minggu yang lalu nafsu makan turun. Gangguan neurogenik C. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. Mencegah nefropati D. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki.

Apakah penyebab yang paling mungkin kondisi di atas ? A. Penghambatan fungsi prostaglandin E. Seorang pasien laki-laki berusia 9 tahun dengan kondisi tidak sadar. Penghambatan produksi bradikinin D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS E2V3M5. Keluhan muncul setelah jatuh dari sepeda. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri pinggang. Koma septik D. Ureum 40 mg/dL. Dari pemeriksaan fisik didapatkan lutut kanan tampak bengkak. pasien sebelumnya mengalami demam. pasien didiagnosis dokter menderita herpes zoster. Ectopic discharge terjadi di daerah lesi 99. Apakah diagnosis yang paling mungkin dari pasien di atas? A. Creatinin 0. Refleks patologis negative. Apakah tindakan pertama yang paling tepat pada kasus diatas? A.23 mg/dL. dosis OAD ditingkatkan C. Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai mekanisme farmakokinetik terapi tersebut ? A. Koma neurogenik B. Blokade produksi prostaglandin B. thromboemboli di pembuluh darah otak pada pasien fibrilasi atrial B. SGPT 30 mg/dL. Ureum 40 mg/dL. GCS 2-1-3. Creatinin 0. Dokter memberikan terapi obat anti nyeri dengan NSAID. Sangat peka terhadap NSAIDs D. Dari heteroanamnesis didapatkan bahwa pasien mengalami demam tinggi menggigil menetap. Sebelumnya. SGOT 23 mg/dL. dan tidak ada tanda iritasi meningeal. hiperemis. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. drip neuroprotektan E. antibiotik intravena B.3 mg/dL . Koma hepatikum E. Blokade produksi ciclooxygenase C. perdarahan pada spasium sub-arachnoid C. Sensitisasi terjadi di reseptor B. Sangat peka terhadap opioid C. rehidrasi cairan D. injeksi antipiretik 97. SGPT 30 mg/dL. Ectopic discharge terjadi di reseptor E. dan teraba hangat. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. kejang umum 3 jam yang lalu. Dari anamnesis ke keluarga. diantar oleh ibunya datang ke puskesmas di Papua. tanpa tanda lateralisasi. perdarahan intracerebral E.3 mg/dL . Bagaimanakah patofisiologi nyeri pada kondisi pasien tersebut ? A. infeksi meningeal 100. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ke dokter dengan keluhan utama nyeri pada lutut kanan. Koma ketoasidosis C. Peningkatan permeabilitas membran 98. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. Dari . Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. Koma uremik 96. gangguan elektrolit D. Nyeri tersebut hilang timbul sejak 6 bulan yang lalu. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa ke UGD karena penurunan kesadaran. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki.

diethylether C. Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. parasetamol D. Kerusakan organ dalam leher C. 104. Cerebral tuberculoma C. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. Apakah yang menjadi penyebab paling mungkin pasien ini tidak sadar ? A. kemudian oleh warga dibawa ke UGD RS terdekat. mungkin ada keracunan . fenilpropanolamin Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. Aseptic meningitis D. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. warna dasar coklat tua.101. 102. A. Neurosyphillis Seorang laki-laki usia 30 tahun ditemukan tergeletak di tengah jalan dalam kondisi gelisah. dan kulit terasa kering. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. Jika pada penderita tersebut juga ditemukan bekas suntikan lama dan baru di lengan dan pupilnya kecil kemudian melebar. diazepam C. nafas lambat. pemeriksaan retina didapatkan papil edema. tekanan darah 120/80. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. Kesadaran GCS E3V3M3. mukosa bibir serta semua ujung jari kebiruan. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Bagaimanakah kondisi motorik yang akan ditemukan pada pemeriksaan GCS ? A. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. Wajah tampak gelap dengan sklera mata merah. Cerebral malaria E. A. morfin Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. Bendungan pembuluh darah . denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. ekstasi E. Melakukan gerakan dengan respon suara Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. A. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Melakukan gerakan spontan D. nafas lambat. Lebar jejas jerat 4 cm. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. 103. Melakukan gerakan ekstensi ke arah nyeri B. Jika ternyata penderita tersebut koma. obat berikut ini mungkin dapat menjadi penyebab koma pada penderita di atas. pentotal D. phencyclidine B. ekstasi (MDMA) E. dan kulit terasa kering. Melakukan gerakan fleksi ke arah nyeri C. digoksin B. tepi bengkak. tekanan darah 120/80. Melakukan gerakan dengan respon nyeri E. Toxoplasmosis B.

Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Lebar jejas jerat 4 cm. Dari inspeksi tampak kulit korban berwarna kecoklatan. warna dasar coklat tua. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. kadang berupa gangguan gastrointestinal. pasien dapat berjalan dengan dituntun. Tanda asfiksia 107. Sianotik pada mukosa dan kulit C. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun mengalami batuk dan sesak nafas yang tak sembuh-sembuh. Saat memasuki ruangan. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Seorang laki-laki berusia 55 tahun. setelah sakit-sakitan selama setahun terakhir. Bendungan pembuluh darah E. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. warna dasar coklat tua. Apakah sebab kematian pada kasus tersebut? A. Mati lemas 106. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. >400 mg/Dl 109. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. Apakah sampel yang paling tepat? A. Apakah interpretasi dari edema pada tepi jejas jerat? A. Korban masih hidup saat tergantung (intravital) C. menabrak pohon. meninggal dunia. tepi bengkak. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. Urin C. Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. kadang hanya rasa tidak enak badan. Rambut E. Dari mulut pasien tercium bau alkohol. 350-<400 mg/dL E. Berapakah kadar alkohol yang memberikan gejala tersebut? A. Alat gantungnya berupa tali tambang D. Lebar jejas jerat 4 cm. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal. 30-<90 mg/dL B. Darah B. 250-<350 mg/dL D. Pada pemeriksaan rontgen dada terdapat gambaran benda opaq pipih menyerupai baterai jam. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Dokter mencurigai korban mengalami keracunan logam berat kronis. Refleks vagal E. Dokter menyimpulkan pasien mengalami keracunan lithium. Korban sudah meninggal sebelum tergantung B. Termasuk dalam kategori apakah keracunan anak tersebut? . tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat.D. tepi bengkak. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. tetapi sempoyongan. Kulit 108. Mati lemas 105. Gejala penyakit tidak khas. 90-<250 mg/dL C. Hati D. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Kerusakan organ dalam leher D. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. Dari anamnesis dan pemeriksaan pasien meracau. Tanda perlawanan korban E.

Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. Tidak ditemukan cedera D.00 114. Hari Senin. Pada perut bagian kanan bawah terdapat warna kehijauan. Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. Apakah terapi yang paling tepat? A.00 C. Temuan apakah yang sesuai dengan kesimpulan tersebut? A. Hari Minggu. Experimental poisoning B. antara jam 00. bayi mati tenggelam 113. Terdapat memar pada kepala E. bayi asfiksia D. Terapi kerja berkelompok B. untuk dibuatkan visum et repertum. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet. Pada pemeriksaan luar didapatkan kekakuan pada hampir semua sendi. bayi aterm B.00. Accidental poisoning D. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet.00 D.00-24. Dari pemeriksaan diperoleh tes apung paru positif. bayi lahir hidup E. kecuali sendi kedua lutut. Deliberate poisoning E.00-15. Hari Minggu antara jam 12.00 hari yang sama E. Terdapat luka tusuk B. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal. Experimental poisoning B. Iatrogenic poisoning 111. Deliberate poisoning E.A. antara jam 00. berwarna merah kebiruan yang tidak hilang dengan penekanan. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal. Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang tidak ditemukan kelainan.Hari Senin. Antidepresan . Intentional poisoning C. Kapankan perkiraan saat kematian korban ? A. Keluhan muncul sekitar 30 menit setelah meminum obat resep dokter yang diperolehnya dari apotik pagi harinya. kira-kira jam 04. Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa perempuan ini mempunyai beban psikologis yang sangat berat namun semuanya ditanggung sendiri. Seorang ibu rumah tangga usia 35 tahun datang ke puskesmas mengeluh sering sakit punggung. Hari Senin. Terdapat luka lecet tekan pada leher 112. Iatrogenic poisoning 110. jam 02. Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat pada siang hari karena kelemahan badan yang mendadak. Termasuk dalam kategori apakah keracunan yang dialami pasien? A. Intentional poisoning C. Pemeriksaan dilakukan pada hari Senin jam 12. Penyidik mengirimkan jenazah korban kejahatan.00-04. Apakah arti dari temuan tersebut? A. Lebam jenazah ditemukan pada ujung-ujung bawah extremitas atas dan bawah serta pada dagu.00-12.00-08. bayi viable C. Analgesik lokal C. Setelah dikonfirmasi ternyata ada kesalahan pemberian obat dari apotek yaitu tertukar dengan pasien lain.00 B. Terdapat fraktur cricoid C. Accidental poisoning D.

Ventilasi E. haid tidak teratur. Gangguan panik E. mual. Sosialisasi dengan sesama penderita tuberculosis 116. Kesedihan karena penyakitnya tidak juga diketemukan E. pandangan mata dobel. putus asa dan menganggap dirinya adalah yang paling sengsara karena tidak kunjung sembuh. Pemberian antidepresan C. nyeri sendi dan sering anyang-anyangen sejak 20 tahun ini.D. Ventilasi 115. Apakah konsekuensi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika permintaannya dipenuhi begitu saja untuk rawat inap? A. Seorang pasien tuberkulosis sudah berobat selama 1 tahun tetapi belum sembuh. muntah. Pemberian antipsikotik B. nyeri kepala. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Sebagian besar waktunya dilalui dengan perasaan cemas. Suspect penyakit kardiovaskular B. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Ganguan panik 119. Seorang laki–laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. Apakah terapi yang paling tepat untuk problem psikiatrisnya? A. Gangguan nyeri psikogenik C. Terapi kerja berkelompok D. kedua tangan terasa “kebas” selama kira-kira 5 menit. Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa penderita merasa malas bekerja. Hipokondriasis 118. Pasien sering mondok namun tidak didapatkan penyebab spesifik. Di antara episode serangan-serangan tersebut pekerjaan dan kegiatan sehari-hari tidak terganggu. Keuntungan sekunder akan tindakan medis selanjutnya 117. Pasien merasa sangat cemas walaupun dokter jantung sudah meyakinkan bahwa EKG dan pemeriksaan laboratorium darah dalam batas normal. Pada pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang tidak didapatkan kelainan. Gangguan Somatisasi D. Gangguan nyeri psikogenik C. Seorang laki-laki berusia 33 tahun mengeluh takut mati mendadak karena serangan jantung seperti ayahnya pada usia 45 tahun. Gangguan jantung tersembunyi (hidden) B. Ketergantungan pada proses rawat inap B. Sejak beberapa minggu ini pasien tidak mau minum obatnya dengan alasan percuma karena sudah 1 tahun tidak sembuh. Pasien sudah mendatangi beberapa dokter dan mendapatkan hasil pemeriksaan yang sama. Keluhan hilang timbul disertai batuk dahak berwarna kekuningan dan demam sejak setahun . mengakibatkan hampir seluruh kehidupannya terganggu. berkeringat dingin. nyeri dada. jantung berdebar-debar keras. Gangguan somatisasi D. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri dada. Ketergantungan kepada dokter yang merawat D. Kecemasan akan tindakan medis selanjutnya C. Seorang perempuan berusia 42 tahun mengeluh nyeri dada. Sejak setahun yang lalu pasien mengeluh sudah beberapa kali mengalami “serangan jantung” yang ditandai dengan perasaan cemas. Gejala tersebut tidak berlangsung serentak. Hipokondriasis E. Karena merasa keluhan tidak kunjung sembuh pasien minta dirawat inap agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih mendalam. Anxyolitic E.

frekuensi napas 32x/menit.terakhir. dan ekspirasi memanjang. sesak disertai batuk berdahak warna kekuningan dan demam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Apakah obat yang pertama kali diberikan? A. frekuensi napas 32x/menit. denyut nadi 120 x/menit. Bronchitis kronis B. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. Emfisema 120. Apakah terapi awal untuk pasien tersebut? A. Mukolitik B. Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang ke dokter dengan keluhan demam tujuh hari. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. Asma bronkial D. ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. Efusi pleura D. frekuensi napas 60x/menit. nadi 110 x/menit. Bronkodilator inhalasi B. tekanan darah 140/90 mm Hg. denyut nadi 110 x/menit. Oksigenasi D. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. Kortikosteroid C. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. Antipiretik E. Pada riwayat keluarga. Keluhan hilang timbul sejak satu tahun yang lalu. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. Pada riwayat keluarga. Antibiotika 121. denyut nadi 94/menit. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. Kortikosteroid E. dan ekspirasi memanjang. Seorang laki – laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. sesak terutama setelah beraktivitas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. denyut nadi 120 x/menit. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. Atelektasis E. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 380 C. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. dan tekanan darah 110/80 mmHg. Asma bronkial C. dan tekanan darah 110/80 mmHg. dan dirasakan memberat sejak 4 hari yang lalu. frekuensi napas 60x/menit. batuk dan dahak disertai darah. Bronkitis kronis E. Golongan ß-2 agonis 123. Antibiotika C. Bronkiolitis 122. Foto polos thorax memperlihatkan . Tuberkulosis C. Sejak 4 hari yang lalu keluhan memberat. Ekspektoran D. Pneumonia B.

konsolidasi di lobus superior pulmo kiri dengan airbronchogram. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. Angina pektoris tidak stabil D. Pancoast tumor C. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. Seorang laki-laki berusia 67 tahun dengan riwayat batuk berdahak. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Non STEMI 126. Bronkiectasis C. Histoplasmosis D. Tuberculosis milier --> level 3A 125. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan . ST elevation myocardial infarction (STEMI) B. Angina pektoris stabil E. Bronkitis kronik E. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Pada foto thorax tampak gambaran kavitas multipel menyerupai sarang lebah dengan airfluid level di dalamnya pada aspek inferior kedua paru. Carcinoma of bronchus E. Pneumonia B. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Abses paru B. Bronchial Carcinoid D. Gastroesophageal reflux disease (GERD) C. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut? A. Tuberculosis paru 124.

Seorang laki-laki berusia 46 tahun periksa ke praktek dokter keluarga untuk konsultasi karena sering mengalami nyeri dada seperti tertindih. Diketahui terdapat riwayat menderita demam disertai sakit nyeri sendi yang berpindah-pindah saat remaja. Enzim jantung 127. Hipoalbuminemia D. dan tekanan darah 160/90 mmHg. Pemeriksaan kadar darah puasa 160 mg/dL dan Hb A1c 8 %. Stenosis mitral C. Perokok . Foto rongen dada posisi anterior posterior C. Test uji latih jantung atau treadmill test B. Pasien adalah seorang perokok sejak usia 35 tahun. Pada pemeriksaan fisik jantung ditemukan adanya bising pansistolik derajat 3/6 dengan punktum maksimum di intercostal V. Thalium scanning D. Seorang laki-laki berusia 60 tahun menjalani home care dengan tirah baring karena stroke yang diderita sejak 1 tahun yang lalu. perabaan hangat dan tampak kemerahan. dan pada malam hari sering terbangun karena sesak nafas. Stenosis aorta B. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang perempuan berusia 18 tahun mengeluh mudah lelah disertai napas pendek. 2 cm lateral linea mid clavicula kiri. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya udem tungkai unilateral. Limfedema kronik C. Regurgitasi aorta D. Apakah faktor risiko keluhan pasien yang equivalen dengan infark miokard? A. frekuensi napas 24 x/menit. Echocardiografi E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Insufisiensi tricuspid 128. rata-rata menghabiskan 10 batang rokok/hari. Trombosis vena profunda B. Apa kelainan anatomis jantung yang paling mungkin terjadi pada pasien tersebut? A.Pemeriksaan lanjutan apa yang diperlukan pada pasien tersebut? A. disertai nyeri. denyut nadi 100 x/menit. kadar kolesterol total 250 mg/dL. Selulitis 129. Regurgitasi mitral E. Phlebitis E.

CK MB C. Gangguan somatisasi D. CK 131. Hipokondriasis 132. Troponin I B. Apakah diagnosis paling mungkin? A. LDH E. Gangguan panik E. tekanan darah 160/100 mmHg. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C. Pada gambaran EKG didapatan gambaran seperti di bawah ini. Apakah pemeriksaan darah yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis? A. Pasien yakin bahwa dirinya sakit jantung. Thymoma B. Pemeriksaan fisik dan penunjang kardiologis tidak menunjukkan adanya kelainan. Hipertensi C. Diabetes Mellitus E. Dislipidemi D. SGOT D. dan suara vesikuler menurun. Usia pasien yang 46 tahun 130. denyut nadi 110 x/menit. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. Pneumonia C. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit jantung sejak tiga tahun terakhir. Gangguan jantung tersembunyi B. Terdapat riwayat hipertensi. Gangguan nyeri psikogenik C. frekuensi napas 28 x/menit. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul. Seorang laki-laki berusia 38 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada khas infark sejak 5 jam sebelum masuk rumah sakit. perkusi redup. Pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan.B. Pneumothorax sinistra .

denyut nadi 110 x/menit. Pneumonia C. frekuensi napas 24 x/menit. tidak tinggi disertai keringat malam. perkusi redup. Pasien juga mengeluh demam. Injeksi digitalis C. Seorang laki-laki berusia 72 tahun datang dengan keluhan sulit kencing. diet rendah lemak 2 hari sebelum pemeriksaan C. Gambaran EKG menunjukkan takikardia dengan kompleks QRS sempit dan regular. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. Hernia diaphragmatica 135. Apakah penanganan awal yang paling tepat? A. dan suara vesikuler menurun. Terdapat riwayat hipertensi. Bronkhitis kronis C. Hernia diafragmatika 133. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. Mediastinal mass E. dan tekanan darah 130/80 mmHg. Pneumothoraks D. Antibiotika E. denyut nadi 140 x/menit. COPD B. Efusi pleura sinistra E. Injeksi sulfas atropin 136. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dirawat di rumah sakit karena sesak napas berat dan nyeri dada kiri. frekuensi napas 28 x/menit. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Pungsi pleura B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Furosemide C. Bronkiektesis 137.D. minum banyak. vesica urinaria penuh dan nyeri tekan (+). Diagnosis manakah yang paling mungkin? A. Manuver vagal D. Injeksi adenosine E. menahan kencing (katheter di klem) . Asma Bronkhial E. Pada rontgen dada ditemukan area lusen tanpa corakan bronkovaskular pada hemithorax sinistra. puasa makan dan minum B. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke UGD dengan keluhan berdebar-debar. Inhalasi B2 agonis 134. tekanan darah 160/100 mmHg. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. Pemeriksaan EKG menunjukkan hasil normal. Direncanakan pemeriksaan radiologis ultrasonografi abdomen bawah. Tuberkulosis Paru B. Pneumothorax D. Seorang pasien berusia 22 tahun mengeluh batuk lebih dari 3 bulan dan sejak dua hari ini batuk disertai darah. Pemeriksaan fisik didapatkan retensi urin. Pada direct rectal touche (DRE) diduga terdapat pembesaran prostat. Pasien mempunyai riwayat batuk lama. Pasien dapat kencing setelah dipasang katheter. Kardioversi B. Apakah terapi yang paling tepat? A. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul. Water seal drainage (WSD) D. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. Apakah persiapan yang diperlukan? A. Pada pemeriksaan auskultasi paru ditemukan suara amforik. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C.

Saat diperiksa penderita demam. tes alergi 138. disertai mual. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter dengan nyeri abdomen akut. Dokter merujuk pasien untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51. urin pagi hari 142. urethrolithiasis C. dan eritrosit pucat 3-4/LP. Pada pemeriksaan darah didapatkan komplemen C3 menurun. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. Pasien sudah membawa hasil laboratorium urin menunjukkan Ca oksalat +++. protein (-). eritrosit +3. cholelithiasis D. nephrolithiasis B.31 mg / dl. teratoma 141. ureterolithiasis C. pielografi anterograd C. Apakah pemeriksaan penunjang lanjutan yang dibutuhkan? A. tanpa persiapan E. vesicolithiasis E. pielografi intra vena E. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut. spondiloarthrosis lumbales E. urethrografi B. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. pielografi retrograd D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. kelopak mata sedikit sembab dan hipertensi. cholelithiasis D. pankreatitis 140.D. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. urin acak B. Hasil pemeriksaan laboratorium urin didapatkan warna kuning kemerahan.8. Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun. Pada pemeriksaan ultrasonografi didapatkan pelebaran sistema pelvico calices dextra. muntah dan jumlah buang air kecil berkurang. pusing. Untuk menyingkirkan kemungkinan kehamilan ektopik dilakukan pemeriksaan urin untuk hormon beta hCG (ßhCG).39. urin malam hari E. Apakah contoh bahan urin terbaik untuk kondisi tersebut? A. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51. sel epitel 2-4/LP. Seorang laki-laki berusia 61 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang kanan.39. kreatinin 4. dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan beberapa hari buang air kecil kemerahan. mual. Pada foto polos abdomen didapat bayangan semiopag bentuk menyerupai tanduk rusa di proyeksi paravetebra dextra setinggi VL 2-3. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2. Sistitis B. cystografi 139. sel epitel 2-4/LP. Nefritis C. kreatinin 1. urin pancar tengah D. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut. nefrolithiasis B.8. disertai mual. urin tampung C. Pyelonefritis . muntah dan jumlah buang air kecil berkurang. dan eritrosit pucat 3-4/LP. kreatinin 4.

Pasien juga mengeluh tidak dapat kencing.D.2 mg/dl dan ureum 45 mg/dl. suhu 370C. Volar slab D. Kondisi gips 148. Dari pemeriksaan fisik didapatkan adanya hematoma penis dan perineum dan terdapat kesan vesika urinaria penuh. Rasa gatal E. Glomerulonefritis kronik E. kateterisasi B. . Apakah tindakan awal yang paling tepat? A. Pada pemeriksaan fisik. Gout arthritis C. Pembedahan 147. Gips s sirkular E. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. gagal ginjal kronik 145. dan terasa nyeri. Seorang pasien laki-laki umur 20 tahun menderita fraktur ulna kiri tertutup komplit undisplaced setelah terbentur benda keras di tempat kerja. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri kaki kanan. Glomerulonefritis akut D. ditemukan benjolan pada pangkal ibu jari kaki kanan. Seorang penderita dikirim oleh Rumah Sakit untuk melakukan kontrol setelah dilakukan pemasangan gips s sirkular pada ekstrimitas atas kiri. diuretika D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Sindrom nefrotik 143. Hasil pemeriksaan kadar kreatinin 7 mg/dl dan kadar ureum 200 mg/dl. Hiperurikemia 146. denyut nadi 100x/menit. Manakah dari keluhan berikut ini yang menjadi prioritas untuk mendapatkan tindakan? A. Osteoartritis E. Sling B. Gangguan motorik D. frekuensi napas 24x/menit. pungsi supra pubik C. Rheumatoid arthritis B. Bandage C. Glomerulonefritis E.0 mg/dL. Hasil laboratorium menunjukkan asam urat 9. Hasil pemeriksaan urin rutin adalah protein (++) dan hematuria gros. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg. Gagal ginjal akut nefrotoksik B. Nefritis interstisial kronik C. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. analgesika 144. kemerahan. Pasien tersebut seminggu sebelumnya mendapat injeksi derivat aminoglikosida untuk suatu prediksi infeksi saluran kemih. Apakah tindakan yang paling tepat untuk mengatasi keluhan tersebut? A. Peningkatan rasa nyeri C. antibiotika E. kadar kreatinin pasien adalah 1. Rhematic fever D. Kondisi struktur di bagian distal dari gips s B. Seorang laki-laki berumur 34 tahun datang ke dokter dengan keluhan kencing sedikit. Satu bulan yang lalu.

Kategori 3. konsistensi cair. Apakah gambaran hitung jenis leukosit yang paling mungkin ditemukan? . Asidosis metabolik C. Alkalosis metabolik D. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. kesadaran somnolen. 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. Apakah kelainan pH darah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. Syok neurogenik C. Syok hipovolemik E. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. pernapasan Kussmaul dan turgor kulit menurun. 2RHZ + 4RH E. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah. demam dan berkeringat pada malam hari. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. Syok anafilaktik D. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan. isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36.volume ½ . Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Kategori 1. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. Pemeriksaan fisik ditemukan ronki basah kasar di daerah apeks paru kanan. Alkalosis respiratorik 149. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. 2RHZ + 4RH C. TB paru kasus resistensi obat C. Batuk berdahak warna kekuningan. Apakah terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. Syok obstruktif 151. 2RHZE + 4RH B. Kategori 2. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. Kategori 3. TB paru kasus putus obat D. Kategori 1. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. TB paru kasus baru 152. sedikit ampas. TB paru kasus gagal pengobatan B. Syok kardiogenik B. Ketoasidosis B.1 gelas tiap buang air besar. Asidosis respiratorik E. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. TB paru kasus kambuh E. 2RHE + 4RH 150. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit.5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar.

Pasien juga mengeluh perut terasa mual. Migrain tanpa aura D. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. Kauda equina 155. Medula spinalis segmen Th 10 B. Basofilia D. tonus otot meningkat bilateral. Limfopenia E. tonus otot meningkat bilateral. Medula spinalis segmen L 1 . setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Kauda equine 156. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. Neutropenia 153. Medula spinalis segmen Th 10 B. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. Eosinofilia C. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. Conus medularis E. Migrain dengan aura C. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. namun tidak muntah. Medula spinalis segmen L 1 D. Tension type headache B. Medulla spinalis segmen C7 E. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen L 1 D. Cluster headache E. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya hipestesi setinggi umbilikus. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat. Medulla spinalis segmen Th 12 C. Medula spinalis segmen C 5 C. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 12 C. Medula spinalis segmen C 5 D. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4. Neutrofilia B. Vertigo 154. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. terutama sekitar lubang dubur. Conus medularis E. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A.A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter.

Dermatitis kontak iritan E. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan gatal di kulit sejak 10 hari yang lalu. Dermatits kontak alergika C. mata hyperemia konjungtiva. Medula spinalis segmen Th 4 D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Neurodermatitis E. Dopamin C. Keluhan muncul hampir di seluruh tubuh. Keluhan muncul setelah minum obat sakit kepala. Pemeriksaan fisik menunjukkan pupil miosis. Pasien mengeluh nyeri kepala. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. tonus otot meningkat bilateral. batas tidak tegas. skuama halus dan likhenifikasi. Seorang laki-laki berusia 21 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan tengkuk gatal sejak 5 bulan. Medula spinalis segmen Th 10 E. Neostigmin 159. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. Epinefrin D. Nekrolisis epidermal toksik B. Rasa gatal disertai dengan bercak-bercak merah di kulit yang muncul terutama pada pagi hari dan menghilang pada siang hari. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Dermatitis kontak alergika B. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS setelah melakukan upaya bunuh diri dengan minum obat nyamuk. muntah-muntah. Rasa gatal muncul terutama jika sedang mengikuti ujian atau belajar. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. hipersalivasi. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. Medula spinalis segmen C 5 B. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya bercak eritema dengan peninggian (bentol). Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara. sesak nafas dan mengeluarkan banyak keringat. Dermatitis alergika B. Apakah obat yang menjadi pilihan utama? A. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Medulla spinalis segmen C7 C. hiperlakrimasi. Medulla spinalis segmen Th 12 158. sebagian telah pecah membentuk erosi. hiperhidrosis dan bradikardi. Pemfigus 161. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula di seluruh tubuh diameter 2-3 cm. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan kulit melepuh sejak 2 hari yang lalu.157. ukuran bervariasi tersebar hampir di seluruh tubuh. Pasien juga mengeluh badan demam dan lemah. Eksema vulgaris C. Papaverin E. Bibir erosi dengan krusta tebal warna hitam. Pemeriksaan fisik menunjukkan plak nummular berbatas tegas. Atropin B. Urtikaria D. Dermatitis kontak iritan 160. Ayahnya seorang penderita asma. Sindroma Steven Johnson D. Neurodermatitis .

skuama dan papul-papul. Basil gram negatif pada pengecatan gram D. hingga tidak mampu beraktivitas. sulit tidur. Pasien sering merasa gelisah. Pemeriksaan elektrolit darah D. tanpa lendir maupun darah. denyut jantung 120 x/menit. T3 dan T4 meningkat B. Apakah hasil pemeriksaan laboratorium yang paling mungkin ditemukan? A. Kejang terjadi selama 15 menit dan saat kejang tampak kesakitan. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. frekuensi napas 24 x/menit. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar sejak 1 minggu yang lalu. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. Pemeriksaan Hb 164. Pemeriksaan gula darah sewaktu C. Psoriasis 162. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. Ptiriasis rosea D. TSH menurun. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. dan spasme otot general terutama daerah karpopedal. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. kekuatan motorik ekstremitas superior dan inferior kiri dan kanan semua bernilai 2 dan tidak ditemukan adanya defisit neurologis lain. T3 dan T4 normal D. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 110/70 mmHg. Pemeriksaan pH darah 165. mudah lelah dan mengalami diare.C. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. sehari 3-5 x/hari. Tinea corporis E. akral teraba hangat. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dibawa ke IGD RS setelah mengalami kejang. TSH meningkat. Pasien mengalami diare sejak 1 minggu yang lalu. Seorang laki-laki berusia 37 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami kelemahan pada kedua tangan dan kaki sejak 3 hari yang lalu. Pemeriksaan hormon T3 dan T4 C. Pemeriksaan hitung jenis leukosit B. TSH. Pseudohifa pada pemeriksaan KOH C. lembek. kelemahan dirasakan semakin berat. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. Pemeriksaan gula darah sewaktu B. Pemeriksaan protein total E. hiperpigmentasi. mata eksoftalmus. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. TSH. Apakah yang paling mungkin ditemukan pada pemeriksaan kerokan kulit? A. T3 dan T4 menurun E. sebanyak + ½ gelas air mineral. Pemeriksaan elektrolit darah D. T3 dan T4 menurun 163. tampak makula eritematosa. Hifa pada pemeriksaan KOH B. denyut nadi 76 x/menit frekuensi napas 16 x/menit. Kokus gram positif pada pengecatan gram . T3 dan T4 meningkat C. pembesaran kelenjar tiroid difus. Pemeriksaan pH darah E. Pasien pernah menderita penyakit pembesaran kelenjar gondok dan telah dilakukan pengangkatan kelenjar tersebut 1 bulan yang lalu. Asupan makanan dan minuman tidak terganggu. TSH menurun. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya grimace.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. terdapat jaringan nekrotik. Seorang perempuan berusia 32 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kulit pada hampir seluruh tubuh melepuh. pembesaran kelenjar tiroid difus. gelisah dan sulit tidur. Ptiriasis rosea D. Kokus gram negatif pada pengecatan gram 166. Pasien pernah mengalami keluhan yang sama berulang tetapi tidak separah ini. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. Krim C. punggung serta tepi rambut kepala. tampak erosi dan mengeluarkan eksudat berbau amis. krepitasi pada jaringan otot dan subkutis. edema. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. Obat kocok 170. Clostridium perfringens C. punggung serta tepi rambut kepala. proptosis bola mata. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. Sindroma Stevens Johnson D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. Eritroderma B. Sebagian dari lepuhan kulit sudah pecah dan terasa nyeri. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar hormon T3 dan T4 serta penurunan kadar TSH. Pemfigus E. Badan terasa lemah. Seorang laki-laki berusia 28 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena luka pada tungkai bawah setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 1 hari yang lalu. Salep D. Psoriasis 168. Staphylococcus aureus E. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. tertutup skuama tebal berwarna putih. Herpes zoster 169. denyut nadi 132 x/menit frekuensi napas 24 x/menit. Dari luka tersebut tampak tulang yang menonjol dan terasa sangat nyeri. Keluhan ini terjadi sejak 4 hari yang lalu. Dermatitis seboroik B. tidak tahan panas. Eritroderma E. Pemeriksaan fisik lokal menunjukkan adanya luka robek dengan fragmen fraktur. Streptococcus βhemoliticus B. Pasien sedang dalam keadaan hamil 20 minggu. Bedak E. tertutup skuama tebal berwarna putih. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula-bula diameter 2-3 cm. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. Obat apakah yang paling tepat untuk pasien ini? . Dermatitis kontak C. Pseudomonas aeruginosa 167. Pasien juga mengeluh demam. Bacillus cereus D.E. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. sekret berbau. Apakah mikroorganisme yang paling mungkin mengakibatkan keadaan tersebut? A. Apakah jenis obat topikal yang paling tepat diberikan? A. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. tekanan darah 140/90 mmHg. Psoriasis C. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar. Gel B.

Memberikan rangsang taktil B. Tindakan apakah yang harus dilakukan? A. yaitu kurang dari normal. Memberikan natrium bikarbonat intravena E. Melakukan ventilasi tekanan positif D. Bayi tersebut dilahirkan dalam keadaan tidak menangis. Oligoteratozoospermia E. Seorang dokter akan melakukan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol berjudul “Hubungan antara Kadar HbA1C dengan Retinopati Diabetika pada penderita DM tipe II. Skala ordinal C. morfologi 80%. Pemeriksaan sperma menunjukkan jumlah sperma dengan bilik hitung 10 juta/ml. Memberikan epinefrin injeksi intramuskuler 174. Perchlorate 171. Proyeksi D. Variabel kadar HbA1c dibagi menjadi 3 kelompok. Oligoastenoteratozoospermia 172. Sublimasi E. normal dan lebih dari normal. Seorang dokter ingin mengetahui prevalensi disfungsi ereksi pada pria menikah yang berada dalam rentang usia produktif. Introyeksi 173. lemah. tampak biru. Regresi B. penilaian menunjukkan bayi tidak bernafas. Karena banyaknya jumlah populasi dan adanya keterbatasan . Seorang bayi laki-laki dilahirkan secara sectio caesaria dari seorang perempuan berusia 37 tahun G1P0A0 gravida 38 minggu dengan ketuban pecah dini 18 jam dan fetal distress. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa bapaknya ke Puskesmas karena mengalami perubahan perilaku yaitu menjadi pendiam dan kembali mengompol setelah ibunya meninggal dunia seminggu yang lalu. Levothyroxine E. Skala rasio B. Skala nominal D. Propilthiouracil C. Apakah mekanisme pertahanan (defens mechanism) yang dipakai oleh pasien? A. Skala Gutmann 175. Skala interval E. tinggal serumah bersama istrinya dan mengaku berhubungan seksual secara rutin. denyut jantung 90 x/menit. Tidak ada keluhan fisik yang diderita. c=25%. d=10%. 131 I D. Oligozoospermia C. Oligoastenozoospermia D. Melakukan kompresi jantung C. Setelah dilakukan langkah awal resusitasi. Represi C. Apakah interpretasi hasil pemeriksaan tersebut? A. sedangkan populasi terjangkau adalah penderita DM tipe II. b=20%. Padahal kebiasaan mengompol ini sudah berhenti sejak 1 tahun yang lalu. Methimazol B. motilitas : a=45%. Populasi target adalah penderita diabetes mellitus (DM). Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang memeriksakan diri ke puskesmas karena belum mempunyai anak setelah 2 tahun menikah. Pasien bekerja sebagai buruh pabrik pestisida. Penelitian dilakukan di setiap kabupaten dalam propinsi Jawa Tengah. Normozoospermia B. Apakah skala yang paling tepat untuk variabel tersebut? A.A.

Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai untuk diterapkan dalam penelitian tersebut? A. Abses nasi C. Pasien sering mengeluh sakit kepala dan gusi bengkak yang membaik dengan obat antinyeri. Seorang bayi laki-laki lahir spontan di rumah sakit dari seorang perempuan berusia 36 tahun dengan usia kehamilan 31 minggu. Gangguan bipolar manik C. Gangguan waham 177. Simple Random Sampling D. diputuskan untuk melakukan teknik pengambilan sampel dari seluruh populasi penelitian. Rinitis alergi D. Abses nasi C. Cluster Random Sampling C. frekuensi napas 80 x/menit. Sinusitis maksilaris akut 179. Bayi tampak lemah. Periksaan psikiatris didapatkan pasien agresif secara fisik dan verbal. Polip nasi B. denyut jantung 172 x/menit. Alloanamnesis didapatkan pasien tidak dapat tidur sering teriak-teriak dan mengamuk sejak 1 minggu yang lalu. Sistematic Random Sampling B. Quota Sampling 176. Kadar hemoglobin C. halusinasi akustik dengan tema yang tidak spesifik. Gangguan psikotik akut D. Polip nasi B. Seorang perempuan berusia 19 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung kiri tersumbat sejak 4 bulan yang lalu. Tidak ditemukan adanya riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Rinitis vasomotor E. retraksi dinding dada. Rinitis alergika E. Kadang keluar cairan jernih tidak berwarna dan tidak berbau. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling penting dalam keadaan tersebut? A. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung tersumbat sejak 1 minggu yang lalu. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Analisa gas darah E. Seorang laki-laki berusia 21 tahun dibawa ke IGD RS dengan kedua tangannya dalam keadaan terikat. Lubang hidung kanan mengeluarkan cairan kental berwarna kehijauan dan berbau busuk. Snowball Sampling E. Keluhan terjadi sepanjang hari dan semakin berat. Concha polipoid D. Skizofrenia paranoid E. tidak menangis. Sinusitis maksilaris akut 178. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A.waktu dan tenaga yang dimiliki. sianosis dan merintih. Kadar glukosa darah . Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya massa putih mengkilap bertangkai pada meatus media. Kultur darah D. Hitung jenis leukosit B. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya edema konka inferior dan sekret di meatus media. Gangguan panik B.

Pasien membawa surat permintaan pemeriksaan visum et repertum dari penyidik. Memberikan sisipan 1RHZE C. berkeringat pada malam hari dan rasa mudah lelah sudah membaik. Inversi uteri B. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. Nafsu makan dan berat badan juga telah meningkat. Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke puskesmas untuk melanjutkan pengobatan rutin TB paru yang telah dilakukan selama 2 bulan. Ruptur uteri C. Apakah kesimpulan visum et repertum yang dapat diambil? A. Streptomisin B. Memberikan fase lanjutan 5RH 181. Memberikan fase lanjutan 4RH E. denyut nadi 136 x/menit lemah. Manakah OAT yang dapat memperberat keluhan nyeri pasien? A. setelah kelahiran plasenta tampak benjolan berwarna merah dari vagina dan mengalami banyak perdarahan. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Nyeri hilang dan timbul. Rifampisin E. Memberikan sisipan 1 RHZS B. tekanan darah 70/50. Seorang laki-laki berusia 24 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan memar pada mata kanan akibat dipukul oleh rekan bisnisnya. Luka memar di mata kanan karena kekerasan tumpul . Pirazinamid D. Pasien juga memiliki riwayat bengkak sendi kambuh-kambuhan sejak 1 tahun yang lalu.180. Pankreatitis E. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. Plasenta dupleks 183. badan terasa lemah. berat badan menurun. Ruptur vagina D. Keluhan batuk. Luka memar di mata kanan akibat dipukul B. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. Nafsu makan menurun. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan hasil positif 3 (+3). Seorang perempuan berusia 20 tahun dirujuk oleh bidan dengan diagnosis perdarahan pasca persalinan. Bidan menyampaikan bahwa pasien baru melahirkan anak pertama 2 jam yang lalu. frekuensi napas 28 x/menit. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik tampak bengkak mengelilingi mata kanan berukuran 5 x 7 cm. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. Myoma uteri E. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan 2x positif. Ulkus ventrikuli B. Hepatitis akuta 184. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Kolelitiasis D. warna merah kebiruan. Isoniazid 182. Apakah rencana pengobatan yang harus diberikan? A. berbatas tegas dan teraba hangat. Sendi bengkak dan terasa nyeri terutama setelah makan emping melinjo. Pemeriksaan inspeksi menunjukkan adanya permukaan kasar berwarna merah pada benjolan yang keluar dari vagina. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah. Ulkus duodeni C. Memberikan sisipan 1RHZES D. Ethambutol C.

RBBB B. Supraventrikuler takikardi B. Pada EKG menunjukkan jarak rata-rata R ke R 6 kotak sedang. Sinus bradikardi C. Sinus takikardi D. Apakah hasil pemeriksaan tersebut? A. Sinus bradikardi D. di regio inguinal kiri didapatkan redup. Normo sinus rythm C. appendicitis D. predominan tympani B. dibawa ke RS dengan keluhan lemas & hampir pingsan. Normosinus ritme 186. Atrial fibrilasi 188. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Luka memar di mata kanan akibat pukulan tumpul oleh tersangka E. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. denyut nadi 140x/menit. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri perut sebelah kanan. temperature 36. Seorang perempuan 56 tahun datang dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri. Tetapi mulai tadi malam mengeluh nyeri di seluruh lapangan perut. Seorang laki-laki umur 40 th. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. defens muskuler C. Sinus takikardi E. tes undulasi (+) E. Pada pemeriksaan EKG didapatkan irama irreguler. Aritmia C. vesicolitiasis C.C. Atrial flutter 187. fecalith 189. Luka memar di mata kanan karena dipukul benda tumpul D. Pada inspeksi pasien tampak . Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg. Sinus bradikardi E. Keluhan disertai mual dan muntah. Pasien pernah didiagnosa stroke infark 3 bulan yang lalu. Pada saat dilakukan palpasi perut.9 °C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan denyut nadi pulsus alternans dan pada pemeriksaan EKG didapatkan irama jantung 120x/menit irreguler. shiffting dullnes D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tympani hampir seluruh lapangan perut. nefrolitiasis E. Sinus takikardi D. hiperperistaltik 190. tidak teratur. Atrial fibrilasi E. Supraventrikuler takikardi B. Seorang pasien 23 tahun baru pulang dari RS 4 hari yang lalu dengan diagnosis Tifus abdominalis dan telah dinyatakan sembuh. Apakah penyebab yang paling mungkin? A. didapatkan otot dinding perut memberikan reaksi mengeras. Seorang pasien perempuan usia 60 tahun datang dengan keluhan berdebar-debar. Seorang perempuan usia 25 tahun datang dengan keluhan sulit buang air besar sejak 3 hari yang lalu. Luka memar di mata kanan karena kontak benda tumpul oleh tersangka 185. hidronefrosis B. denyut nadi sulit ditentukan.

Reposisi B. Seorang perempuan 56 tahun datang ke RS dengan keluhan lemas. nyeri sumbu(+). Keluhan disertai dengan nyeri perut kanan atas.memegangi perut kanan atas dengan posisi membungkuk. Menderita penyakit osteoporosis sejak 2 tahun terakhir. deformitas (+). Konsumsi penghancur lemak E. Rectus abdominis & arcus kosta kanan D. Pembersihan luka D. Fraktur kompresi . Pada pemeriksaan fisik didapatkan BB 78 kg. Pertemuan bawah lobus sinistra hepar dengan processus xipoideus E. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan GOT dan GPT sedikit meningkat. Penjahitan luka B. hepatomegali. Diit cukup garam & minum1 lt/hr 192. pembesaran lien. frekuensi napas 24 x/menit. Airway management E. Pemasangan infus C. pada tungkai bawah nyeri tekan (+). Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. Olahraga 30 menit/hari D. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis. akral dingin dan pucat. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan. Pertemuan tepi lateral kanan m. Seorang anak umur 12 tahun terjatuh dari pohon setinggi 5 meter dengan posisi jatuh tangan menyentuh tanah terlebih dulu. Kelainan yang dapat terjadi pada kasus diatas adalah: A. deformitas (+). Reposisi-immobilisasi 194. Immobilisasi D. Kenali dan hentikan perdarahan 193. nyeri tekan (+). Regio epigastrium sejajar dengan tepi bawah hepar lobus sinistra 191. Penurunan BB 3 kg/mg B. Seorang perempuan umur 65 tahun datang ke RS dengan keluhan tidak bisa jalan. Tepi lateral kanan processus xipoideus dari caudal ke cranial B. Pada pemeriksaan fisik vital sign dalam batas normal. frekuensi napas 30 x/menit. nyeri tekan (+). TB 155 cm. nyeri pada tungkai bawah yang terjadi secara berangsur-angsur. Terapi non-farmakologis apakah yang sesuai? A. Pemberian analgetik E. kaki bengkak dan air seni berwarna seperti teh. dan tampak memegangi lengan atas kanan yang terlihat salah posisi. mata kuning. dan icterus . Diit cukup karbohidrat C. mengerang kesakitan. tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. gatal-gatal.pulsasi nadi lemah. denyut nadi 80 x/menit. Di manakah lokasi yang tepat untuk palpasi? A. tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan. Sepanjang tepi bawah arcus kosta kanan dari medial ke lateral C. ascites minimal. Fraktur impresi B. Dibawa ke tempat praktek dokter dengan GCS 13. tidak ada riwayat trauma. tekanan darah 110/70 mmHg. Tindakan pertama yang harus dilakukan pada pasien diatas adalah: A. Fraktur patologis D. luka robek di lengan bawah. nyeri sumbu (+). Resusitasi C. Fraktur impaksi C. Fraktur kominutif E. Langkah pertama apa yang harus dilakukan untuk penyelamatan kasus diatas: A. nyeri sumbu (+).

Apakah penyebab kematian yang paling mungkin pada pasien ini? A. Reposisi cito B. 14 E. Resusitasi cairan agresif D. Carpopedal spasme 197. Perempuan umur 61 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan merasakan lemah sejak 2 jam yang lalu. 2 posisi D. Mioklonik D. denyut nadi 120 x/menit.Untuk mencegah perburukan kondisi. Syok neurogenik C. kemudian kejang tonik 1 menit diikuti kejang klonik 2 menit. 13 D. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis.pulsasi nadi lemah. dan deformitas (+). perdarahan masif. akral dingin dan pucat. Syok hipovolemik D. Dari pemeriksaan fisik didapatkan respon membuka mata dengan perintah.195. Resusitasi cairan 20 tetes/menit . Tergolong apakah serangan kejang pada pasien ini? A. dan deformitas (+). Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg. denyut nadi 120 x/ menit. dan bisa bergerak bebas. Trauma neurologi E. sesudah itu lemas seperti tertidur. anterior E. Berapakah nilai Glasgow Coma Scale (GCS) dari pasien ini? A. menderita serangan kejang berulang sejak usia 6 tahun. 12 C. Parsial simple E. Sindroma kompartemen 198. Seorang anak laki-laki. posterior 199. nyeri tekan (+). tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan. saat kejang pasien tidak sadar. Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. Petitmal B. umur 7 tahun. Kesadaran pasien mulai pulih setelah 3 menit. Grandmal C. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang. 1 posisi C. nyeri sumbu (+). 11 B. Serangan kejang terjadi rata – rata 2 kali perbulan. GCS = 5. Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. Saat kejang kadang mulut berbuih kadang ngompol. apa yang perlu segera dilakukan? A. GCS = 5. Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. bisa menjawab pertanyaan sederhana. 15 196. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan. lateral B. frekuensi napas 30 x/menit. Tidak dikeluhkan sakit kepala maupun muntah. tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. Pemeriksaan foto rontgen femur apa yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis pasien ini? A. Debridement C. merasa mengantuk. Fraktur terbuka B. perdarahan masif. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg.

pemeriksaan lain dalam batas normal. Hernia femoralis C.E. Merujuk pasien ke ICU E. Absorbsi D. distensi abdomen. Penanganan awal apa yang paling tepat dilakukan oleh dokter? A. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. Hecting untuk hentikan perdarahan 200. turgor kurang. Hernia inguinalis lateralis E. Apakah penyebab yang mendasari kasus ini? A. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. distensi abdomen. temperatur 390C. pada auskultasi tidak terdengar suara napas dan detak jantung. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. Tindakan paling awal pada kasus tersebut adalah: A. mual dan muntah. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. Oksigenasi B. Hernia femoralis B. temperatur 36. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung.80C. Hernia inguinalis lateralis 202. Appendix infiltrat D. Perfusi C. Ketika dilakukan anamnesis. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. Oksigenasi 203. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas. Ventilasi E. Difusi B. turgor kurang. Ileus obstruktivus D. anak lemah.80C anak lemah. temperatur 390C. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. Rehidrasi oral C. Lakukan pemasangan infus C. Lakukan resusitasi kardio pulmoner . Cold abses inguinal E. Rehidrasi intravena D. mata cekung. Nadi radialis dan carotis tidak teraba. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. denyut nadi 120 x/menit. temperatur 36. scrotum membesar. mata cekung. metallic sound (+). tidak mau minum. Limfoma maligna C. pemeriksaan lain dalam batas normal. denyut nadi 164 x/menit. scrotum membesar. peristaltic meningkat. Ileus paralitik B. mual dan muntah. Hernia inguinalis medialis 201. tidak mau minum. Lakukan resusitasi cairan B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. tiba-tiba pasien terjatuh dan tidak sadar. Memberi obat anti diare 204. denyut nadi 120 x/menit. Gangguan fungsi yang terjadi pada pasien tersebut: A. denyut nadi 164 x/menit. metallic sound (+). peristaltic meningkat.

sianosis. Perikarditis B. Hati B. kulit tampak kuning sampai kedua kaki. Tetralogi Fallot C. Jenis syok pada neonatus ini adalah: A. sianosis. Arteri subclavia C. datang ke Puskesmas keadaan merintih lemah. denyut nadi 120 x/menit. Anak umur 3 tahun dengan riwayat jongkok selama melakukan aktivitas dan sering biru dan tidak sadar. Patent ductus arterisus 208. Pasien tidak sadar. Syok kardiogenik E. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. malas menetek. Seorang laki-laki usia 25 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan. bising sistolik. jari tabuh (+). Syok hipovolemik 207. pekak alih (+). Syok neurogenik D. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah palpasi 70 mmHg. Arteri carotis interna D. Miokarditis C. akral dingin. Struktur anatomis apakah yang diraba? A. suara jantung lemah. frekuensi napas 60 x/menit. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. Pada pemeriksaaan didapatkan keadaan umum lemah. Lakukan pemasangan monitor EKG 205. Ginjal D. Arteri tibialis posterior E. Arteri radialis B. Angina pectoris tak stabil 206. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. bising usus melemah. Pada saat pemeriksaan fisik. frekuensi napas 30x/menit. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas. Infark miokard akut D. Intestinum E. Lakukan pemasangan jalur oksigen E. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. Organ manakah yang paling mungkin mengalami cedera? A. tekanan darah 180/110 mmHg. Insufisiensi trikuspidal E. denyut nadi 140 x/menit. Angina pectoris stabil E. Syok septik B. Stenosis aorta B. Syok distributif C. Arteri carotis communis 210. Limpa C. Bayi laki-laki umur 25 hari.D. kejang 3-5 kali. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. Colon descendens 209. frekuensi napas 30 x/menit. Pada regio mana yang paling tepat untuk meraba denyut nadi tersebut? . tali pusat kotor dan berbau busuk. Insufisiensi mitral D. Pemeriksaan EKG didapatkan elevasi segmen ST yang diikuti adanya gelombang Q patologis. Kesadaran gelisah. ditemukan jejas pada hipokondrium kiri.

jumlah lekosit 120 ribu/mmk. regio cervicalis lateraris D. midriasis maksimal Seorang bayi laki-laki baru lahir dengan berat lahir 4800g tidak bisa menggerakkan lengan kanannya. Fraktur humeri D. menangis keras dan kulitnya merah jambu. Pasien ini sebelumnya juga sering mengeluh nyeri dada bila beraktivitas berat selama beberapa tahun terakhir ini. 212. Kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium hepar didapatkan hasil SGOT : 20 IU dan SGPT: 22 IU. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kunjungtiva anemis. regio cervicalis anterior C. Hepatitis B carrier sehat E. pensiunan tentara datang praktek dokter swasta dengan keluhan pucat dan cepat lelah. Bagaimana hasil pemeriksaan pupil yang paling mungkin? A. Dislokasi articulatio humeri B. jumlah trombosit 70 ribu/mmk. Reaksi lekemoid . Hepatitis B kronis B. pimpinan suatu perusahaan. deltoideus Seorang laki-laki berusia 55 tahun dibawa ke UGD oleh istrinya karena mengeluh nyeri dada hebat. Pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil Hb 6 gr/dl. trigonum caroticum B. Katub jantung B. Fraktur clavicula E. 214. trigonum submandibulare E. regio sternocleidomastoideus Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan.211. A. isokor B. datang ke klinik swasta untuk melakukan general check up. Pada saat persalinan terjadi distocia bahu dan berhasil dilahirkan setelah dilakukan berbagai manuver oleh dokter SpOG. Hepatitis B dorman Seorang laki-laki berusia 58 th. Apakah diagnosis paling mungkin kasus diatas? A. reflek lambat E. miosis maksimal C. 215. Bayi lahir selamat. seorang tenaga kesehatan memeriksa dan memastikan bahwa korban telah meninggal dunia. anisokor D. Nyeri terasa seperti tertindih benda berat di belakang sternum dan menjalar ke rahang bawah dan lengan kiri bagian medial. 213. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien diatas? A. Cedera plexus brachialis C. Apakah struktur yang kemungkinan mengalami kelainan pada pasien tersebut? A. Apakah kemungkinan penyebab kelainan yang diderita oleh bayi tersebut? A. Vasa coronaria D. Morfologi darah tepi: didominasi sel blas seri myeloid. Sirosis Hepatitis B D. Sistem conductorium jantung Seorang laki-laki berusia 50 tahun. Cacat/defek pada septum E. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan HBsAg positip. Vasa darah besar C. Bayi ini dilahirkan pervaginam oleh seorang wanita 32 tahun yang menderita diabetes mellitus. Hepatitis B kronis aktif C. Peregangan m.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem. SGPT: 24 IU/L. berat jenis dan kristal Seorang perempuan berusia 47 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan bengkak seluruh badan. kolestasis ekstrahepatal Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke tempat praktek dokter dengan keluhan jari-jari sering gemetar. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan jumlah lekosit 5000/mm3 dan dari hitung jenis didapatkan limfositosis.5 mg/dl. Pada pemeriksaan urinalisis didapatkan hasil Proteinuri: +++ Eritrosit : 0-1 /LPB Lekosit : 1-3/LPB Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus diatas? A. lekosituria dan nitrituria E. Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. Hasil laboratorium SGOT: 18 IU/L. Uretritis Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan keluhan demam 4 hari. infeksi jamur B. Manakah pemeriksaan urinalisis paling berhubungan untuk diagnosis pasien diatas? A. Sindrom Nefritik D. hepatitis B. Glomerulonefritis E. sirosis hepar D.Saat masuk . Multiple myeloma D. proteinuria dan silinderuria D. dan Bilirubin indirek:0. Apakah etiologi paling tepat penyebab demam pada pasien tersebut? A. Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. hematuria dan glukosuria C. reaksi imunitas E. Sindrom Nefrotik C. karsinoma hepar E. pH dan ketonuria B. B. infeksi virus D. Dari anamnesis tidak didapatkan riwayat trauma. infeksi bakteri C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem. reaksi hipersensitifitas Seorang perempuan berusia 72 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan nyeri perut dan badan tampak kuning. 217. Myeodisplasia E. 218. Bilirubin Direk: 6. kolelithiasis C.3mg/dl. faring hiperemis. 219. Pasien juga mengeluh adanya nyeri saat menelan. Tidak ditemukan pembesaran hepar maupun lien. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan ikterik dan nyeri tekan pada ulu hati. 220. Pyelonefritis B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu tubuh 39 derajat Celcius.216. Apakah diagnosis paling tepat kasus diatas? A. CML (Chronic Myeloid Leukima) Seorang laki-laki 58 tahun datang ke UGD dengan keluhan bengkak pada seluruh badan. AML (Acut Mieloid Lekimia) C.

silostasol D. afasia global D. Pada anamnesis pasien memiliki riwayat penyakit gula dan darah tinggi. coma B. Manakah terapi yang paling tepat diberikan untuk mencegah kekambuhan ? A. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. ataxic gait E. 223. Manakah tipe cara berjalan yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. afasia transkortikal E. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. parkinson gait B. Pada anamnesis tidak dijumpai nyeri kepala dan mual muntah. stupor C. mendadak saat bangun tidur. mencegah pneumonia B. Saat pemeriksaan pasien dapat mengerti maksud atau perintah pemeriksa namun tidak dapat berbicara lancar. pirasetam C. Apakah klasifikasi kesadaran kualitatif pada pasien tersebut? A. Keluhan ini disertai rasa . Refleks Patologis Babinski dekrtra(+). sianokobalamin Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. paraparetik gait D. pasien langsung diberikan fisioterapi awal setelah masuk bangsal. kekuatan ekstremitas kiri 4. mencegah edem serebri Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kiri mendadak. 225. afasia sensorik C. ke ruang praktek tampak pasien tersebut berjalan sangat lambat dan setapak demi setapak. scissor gait Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD oleh temannya dengan gangguan kesadaran setelah minum minuman keras oplosan. Apakah diagnosis paling tepat? A.221. Saat pemeriksaan kesadaran didapatkan pasien terkesan mengantuk dan menutup mata namun bila dipanggil dapat membuka mata dan menjawab pertanyaan sederhana. 222. disfasia Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kanan mendadak saat bangun tidur. kekuatan ekstremitas inferior dan superior kanan:0. refleks patologis negatif. somnolen D. soporouscoma E. mencegah kontraktur D. Apakah tujuan awal fisioterapi ? A. 224. mekobalamin E. Setelah dilakukan observasi dan mendapatkan terapi keluhan membaik seperti semula sebelum 24 jam setelah serangan. hemiparetik gait C. sitikolin B. mencegah herniasi C. mencegah decubitus E. compos mentis Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dengan gangguan bicara. afasia motorik B. Setelah mendapatkan terapi medika mentosa.

Psoriasis vulgaris C. Dermatitis kontak alergi B. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak makula dan patch eritem. Kortikosteroid topical C. dengan skuama putih. 227. Lepra PB Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. batas tegas. Tinea korporis E. batas tidak tegas. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. Kortikosteroid sistemik B. dengan bagian tepi papul-papul eritem. dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. Pitiriasis rosea D. Keringat C. Psoriasis vulgaris C. Tinea korporis E. dengan skuama putih tipis collarete. Paparan matahari Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. Antibiotic sistemik Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. Dermatitis kontak alergi B. badan dan paha. Keluhan ini disertai rasa gatal. Psoriasis vulgaris C. gatal. herald patch (+) pada lengan atas. Dermatitis kontak alergi B. 230. dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. Tinea korporis E. Antihistamin sistemik D. Alergen B. Keluhan ini disertai rasa gatal. disertai dengan tanda Autspitz .226. Apakah diagnosis untuk kasus tersebut? A. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. Apakah terapi yang sesuai? A. Lepra PB Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. 229. Pitiriasis rosea D. dengan bagian tepi papul-papul eritem. batas tegas. batas tidak tegas. dengan skuama putih . Lepra PB Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. Trichophyton sp. Keluhan ini disertai rasa gatal. Micobacterium sp. dengan skuama putih . Apakah diagnosis yang sesuai ? A. E. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak macula dan patch eritem. Pitiriasis rosea D. Apakah diagnosis yang paling sesuai? A. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. Antijamur topikal E. Apakah penyebab paling tepat kasus tersebut? A. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. D. disertai dengan tanda Autspitz . 228.

diberikan salep putih. tipis collarete. tersusun linier pada lengan bawah kiri bagian ekstensor. dibawa ke UGD karena selalu merasa ketakutan. sehingga setiap pasien melihat orang-orang yang sedang bercakap-cakap. disertai rasa gatal. pasien mengatakan pada pemeriksa. pasien merasa mereka sedang membicarakan dan hendak mencelakainya. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. dengan keluhan seluruh badan kaku. Manakah terapi yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. Parkinson’s iterat Seorang laki-laki.231. Apabila kegiatan-kegiatan tersebut tidak . datang untuk berkonsultasi karena sering mencuci tangan berulang-ulang terutama jika akan makan. 232. yang berasal dari dirinya sendiri. Hal itu diawali karena kekhawatirannya terhadap kuman yang menempel di tangan sehingga akan ikut tertelan jika ia makan. pasien mengatakan bahwa ada segerombolan sindikat yang sedang merencanakan untuk membunuhnya. Haloperidol 2 x 1. Tekanan darah 130/80 mmHg. berusia 38 tahun. herald patch (+) pada lengan atas. berusia 16 tahun. bahwa sindikat itu telah bekerjasama dengan banyak orang. Kortikosteroid sistemik B. Antijamur E. meskipun rasa gatal berkurang. Antibiotic Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke dokter dengan keluhan gatal-gatal pada lengan kiri. Tinea korporis E. Sejak 2 minggu yang lalu. Hal itu terjadi sejak 3 bulan yang lalu dan makin sering dilakukannya. denyut nadi 86 x per menit. Ekstrapiramidal Sindrom B. Tardive dyskinesia D. pil kuning dan pil hijau. Antivirus D. Carbamazepin 2 x 200 mg D. Ukuran lesi tetap. Apakah diagnosis yang tepat? A.2 °C. Trihexylpenidil 2 x 2 mg E. dibawa ke unit gawat darurat RS. distonia akut dan krisis okulomotorius. Dermatitis kontak alergi B. terdapat tremor. frekuensi nafas 20 x per menit dan temperatur 37. Dalam pemeriksaan status mental. Munculnya pengulangan dorongan-dorongan tersebut membuatnya tidak tenang/ gelisah dan merasa menderita. Dalam pemeriksaan. sehingga pasien ketakutan. air liur berlebihan dan jalan seperti robot. Pasien sudah berobat ke Puskesmas. multiple. Antihistamin C. Keluhan ini dirasakan sejak 1 bulan yang lalu. Likhen planus Seorang laki laki berusia 24 tahun. Ia berusaha melawan/mengabaikan pikiran tersebut tetapi tidak bisa. Psoriasis vulgaris C. atap datar. Diazepam 2 x 2 mg B. Mereka bersekongkol untuk mengejar dan mencelakai dirinya. badan dan paha. penderita gangguan Skizofrenia yang minum obat rutin. Neuroleptik Malignan Sindrom C.5 mg C. Apakah terapi yang sesuai? A. Pengulangan dilakukan karena selalu muncul dorongan untuk berbuat demikian. 234. Huntington’s disease E. Amitriptilin 2 x 25 mg Seorang laki-laki. 233. Pitiriasis rosea D. Hasil pemeriksaan dermatologi diperoleh papul berwarna merah keunguan.

Gangguan Psikotik Akut B. dibawa ke Puskesmas oleh gurunya. 237. Dua hari yang lalu penderita tampak gelisah. Amnesia C.235. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Apakah diagnosis yang tepat? A. kaku kuduk (+) dan meningeal sign (+). Demensia Seorang mahasiswi. 236. datang ke dokter keluarga karena sering merasakan cemas. Apakah diagnosis yang tepat? A. berusia 18 tahun. Apakah diagnosis yang tepat ? A. Gangguan Amnesia Dissosiatif . Gangguan Skizofrenia C. Pasien sering mendengar bisikan-bisikan suara tanpa wujud dan sering melakukan sesuatu di luar kendali dirinya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS 9. berusia 23 tahun. Penderita juga sulit tidur. merasa tak berdaya. Pasien sering sulit tidur. Pasien berbicara dengan suara yang berat seperti suara laki-laki dewasa. tangan dan kaki terasa dingin. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan mengamuk tanpa sebab.ngejar dan akan membunuhnya. Tidak didapatkan riwayat gangguan jiwa sebelumnya. seluruh badan lemas. Sejak 2 bulan yang lalu. meronta-ronta saat sedang mengerjakan latihan ujian Nasional. mengatakan bahwa ia adalah makhluk penunggu sekolah dan memberikan nasehat-nasehat yang berkaitan dengan pembangunan gedung sekolah yang saat itu sedang direnovasi. Stress Akut D. Gangguan Stres Akut Seorang wanita. jantung berdebar-debar. karena tiba-tiba berteriak-teriak. Depresi Sedang dengan somatisasi D. pasien mulai sering mengurung diridan tidak mau bergaul. Penderita mengetahui bahwa kecemasannya tidak beralasan. Delirium E. mengeluh nyeri kepala dan muntah. temperatur39. Gangguan Afektif B. Gangguan Skizoafektif E. Tidak ada riwayat gangguan jiwa sebelumnya. ketakutan dan mengatakan bahwa ada musuh yang mengejar. 238. namun ia sulit untuk menghilangkannya. Penderita menjadi sering tidak berangkat kuliah dan kegiatan kampus lainnya. Gangguan Cemas Menyeluruh E. Gangguan Anxietas Phobic B. Gangguan Panik C. Rasa cemas dirasakan hampir setiap hari walaupun tidak ada penyebab yang jelas. 16 tahun. Sejak 7 hari yang lalu penderita mulai demam. Gangguan Obsesif Kompulsif D. berusia 24 tahun. Namun diriwayatkan bahwa pasien merupakan anak yang pendiam dan mudah cemas. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan bicara kacau. Gangguan Waham Menetap E. Keluhan dirasakan sejak 6 bulan yang lalu. Skizofrenia B. bingung dan bicara kacau dan merasa ketakutan karena seperti didatangi bayangan makhluk yang hitam dan besar yang akan mengajaknya pergi. dilakukan secara berulang-ulang maka timbul kecemasan/kegelisahan. Apakah diagnosis yang tepat? A. Stress paska trauma Seorang laki-laki. keringat dingin. Gangguan Cemas Menyeluruh C. Gangguan Somatoform Seorang siswi SMU. Gangguan Waham menetap D.

dan nyeri munculnya tidak lagi karena aktivitas yang berat. Apakah tipe angina pectoris yang sesuai untuk kasus di atas? A. Hipertrofi atrium dan ventrikel kiri Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri dada. Selama ini ia selalu berusaha untuk menghindarinya. Apa kelainan jantung yang terjadi? A. Terapi Kognitif D. beberapa minggu ini durasi nyeri lebih lama. Gangguan Depersonalisasi Seorang siswi SMA. Saat diperiksa didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg dan didapatkan kardiomegali. Terapi Gestalt E. namun sejak ayahnya menyarankan untuk masuk fakultas Kedokteran. Penurunan kebutuhan oksigen miokardial Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada seperti tertusuk-tusuk. angina pectoris prinzmetal Seorang perempuan berusia 48 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas yang semakin memburuk sejak 4 bulan terakhir. Gangguan Konversi Histeri E. disertai jantung terasa berdebar-debar. Namun. Dilatasi ventrikel kiri B. angina pectoris tidak stabil D. ia akan merasakan berdebar-debar.239. Setiap melihat darah bahkan hanya gambar darah saja. Nyeri dada dirasakan membaik dengan istirahat. Terapi Desensitisasi C. datang ke dokter untuk berkonsultasi tentang kekhawatirannya yang berlebihan jika melihat darah. Penurunan tekanan ventrikel kanan D. Hasil pemeriksaan fisik dan elektrokardiogram tidak menunjukkan adanya kelainan. darah bukanlah sesuatu yang membahayakan. karena ia sadar. Dari anamnesis riwayat penyakit dahulu saat muda dia pernah . angina pectoris heberden E. 243. Dilatasi dan hipertrofi ventrikel kiri E. Gangguan Trans Dissosiatif D. Sesak semakin memberat dengan aktifitas fisik. B. 241. Reduksi end diastolic volume ventrikel kanan dan kiri C. Venodilatasi pembuluh darah koroner B. ia menjadi ingin menghilangkan keluhannya tersebut. Pasien ini mempunyai riwayat Hipertensi tidak terkontrol. angina pectoris stabil B. Gangguan Fugue Disosiatif C. angina pectoris atipikal C. 240. Hipertrofi ventrikel kiri C. keringat dingin dan seluruh badan tiba-tiba lemas dan mual-mual. Bagaimana mekanisme kerja golongan nitrat sehingga keluhan berkurang? A. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 6 bulan terakhir. Pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan baik. Apakah terapi yang paling tepat? A. Dokter memberikan terapi golongan nitrat dan keluhan membaik. Terapi Farmakologi Seorang pasien laki-laki berusia 56 tahun datang ke klinik swasta dengan keluhan sesak nafas. usia 17 tahun. 242. Terapi Aktivitas Kelompok B. Lokasi berada di atas sternum menjalar hingga ke tangan sebelah kiri dan rahang bawah. Nyeri yang dirasakannya bahkan muncul pada saat dia sedang duduk-duduk santai di sore hari. Keluhan seperti ini sudah dirasakannya sejak 1 tahun yang lalu. Penurunan aliran darah kolateral jantung E. Hipertrofi anteroseptal ventrikel kiri D.

Seorang perempuan berusia 50 tahun diantar keluarganya ke unit gawat darurat RS dalam keadaan tidak sadarkan diri. Stroke hemoragik D. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. dan terdapat tanda-tanda hipoksia. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan panas. Penyakit jantung reumatik B. Setelah dipasang monitor didapatkan tekanan darah 61/32 mmHg. Bayi laki-laki berusia 1 hari dibawa keluarganya ke unit gawat darurat RS karena mengalami kebiruan dan seperti tercekik saat diberikan ASI. nyeri sendi dan ruam di kulitnya. Syok septik 246. Apakah diagnosis pada kasus di atas? A. Streptococcus alfa hemoliticus 245. Menurut keluarga yang mengantar. Syok anafilaksis E. auskultasi terdapat suara opening snap dan murmur diastolik. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38. Stroke non hemoragik . Fistula tracheaesofageal E. Floppy epiglotis B. Menurut keluarga sebelumnya dia muntah-muntah hebat. gambaran EKG menunjukkan gambaran Ventrikular takikardi. D. Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dalam keadaan tidak sadarkan diri. Apakah kemungkinan penyebab pada kasus diatas? A. Respiratory distress syndrome 247. Tetralogi of fallot C. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg. tekanan darah 130/80 mmHg. nafas cepat dan dalam dan terdapat gangren di kaki sebelah kiri. Streptococcus pyogenes. Dari laboratorium ditemukan leukositosis dan pada pemeriksaan EKG didapatkan perpanjangan interval PR . Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus di atas? A. Streptococcus beta hemoliticus E. Syok kardiogenik C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan eritema dan nodul subkutan. Atrial Septal Defect E. pasien mempunyai riwayat sakit jantung dan sering mengeluh nyeri dada. divertikulum zenkel D. Hiperglikemi C. Staphilococcus aureus B.Mitral Stenosis 244. Pada pemeriksaan radiologi ditemukan pembesaran atrium kiri. Syok hemoragik D. Infark Miokard akut D. Apakah organisme yang menyebabkan penyakit tersebut? A.5°C. Ketoasidosis diabetik E. Pada pemeriksaan pasien tidak ditemukan adanya kelainan pada paru maupun jantung. Syok Hipovolemik B. Dari anamnesis tidak mempunyai riwayat kelainan selama kehamilan. Gagal Jantung Kongestif C. Streptococcus viridans C. Keluhan disertai nyeri sendi dan bercak-bercak di kulit. Hipoglikemi B.mengalami penyakit serius berupa demam.

Nyeri disertai keluhan muntah dan demam ringan. denyut jantung 100x/menit. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan kelemahan mendadak pada tangan dan tungkai sebelah kiri. Hemoroid interna 251. Eritrosit B. Dari anamnesis pasien pernah transfusi darah 4 minggu yang lalu. intracranial hemorragi hemisfer kanan E. Limfosit C.respirasi 32 x/menit. Pasien tidak mempunyai riwayat trauma sebelumnya. Karsinoma usus E. syok septic 249.tekanan darah 80/60 mmHg. Saat dilakukan pemeriksaan laboratorium. Apakah pemeriksaan darah yang dilakukan untuk skrining awal pada kasus diatas? A. penurunan motorik dan sensorik di bagian tubuh sebelah kiri. Apakah diagnosis pada pasien diatas? A. nyeri dan fesesnya bercampur darah. IgM anti HBc 250. Saat dilakukan pemeriksaan fisik. Perutnya seringkali kram. syok anafilaktik E. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri terutama di daerah kanan bawah abdomen. Seorang perempuan berusia 20 tahun datang ke RS dengan keluhan demam tinggi dan mata tampak kuning. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan diare terus menerus sejak 3 bulan terakhir.248. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A. ditemukan nyeri lepas tekan di daerah Mc burney. Hasil kolonoskopi yang dibawa pasien tampak penebalan dinding mukosa usus dan hasil PA biopsy ditemukan granuloma. Gambaran apa yang diharapkan dari hasil pemeriksaan CT Scan tersebut ? A. HBsAg C. syok kardiogenik C. Berat badannya menurun dan terdapat bercak kemerahan pada kulitnya. Monosit D. Anti HBe E. Kolitis ulseratif C. subarachnoid hemorragi . Hematokrit E. syok hipovolemik B. intracranial hemorragi hemisfer kiri D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 36°C. infark di hemisfer kanan C. PCR B. syok neurogenik D. Pada pemeriksaan laboratorium awal ditemukan peningkatan serum transaminase. Riwayat trauma disangkal. Anti HBs D. infark di hemisfer kiri B. Dokter kemudian menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan CT scan. Seorang laki-laki berusia 60 tahun mengalami perdarahan yang hebat post laparotomi. Abses usus B. Leukosit PMN 251. Pasien sempat tidak sadarkan diri sebelum dibawa ke rumah sakit. Penyakit Crohn D. S1 dan S2 murni serta tidak ditemukan murmur. komponen hasil laboratorium apa yang dapat mendukung penegakan diagnosis pada kasus diatas? A.

Apakah diagnosis pada kasus diatas? A. bronkopneumonia 254. Kekurangan zat apa di dalam otak yang mendasari terjadinya kejadian pada pasien di atas? A. Dokter melakukan pemeriksaan patologi anatomi dan mendapatkan stroma yang longgar di dalam jaringan glandula. dopamin B. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan tremor pada kedua tangannya. Apakah kemungkinan penyebab kasus diatas? A. fibroadenoma E. Fibroangioma D. anemia dan trombositopenia. infeksi virus 255. Pasien sebelumya bekerja sebagai kuli bangunan. serotonin C. emfisema C. bradikinin D. ALL B. transamin 253. Pada pemeriksaan fisik ditemukan barrel chest. asma B. sianosis. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan benjolan di payudara sebelah kiri. bronkiektasis D. Apa diagnosis patologi anatomi yang tepat untuk kasus di atas? A. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak pucat.251. Pasien adalah seorang perokok berat. defisiensi besi E. AML C. bronchitis kronik E. Sambil menunggu hasil hapusan darah tepi.Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia hipokromik mikrositik. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan leukositosis. dan wheezing pada kedua lapang paru. apakah penyebab paling sering pada kasus di atas? A. intraductal papillomatosis 252. CLL . Dokter merencanakan pemeriksaan apusan darah tepi untuk mendapatkan diagnosis pasti. berdasarkan epidemiologi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ptekie dan hepatosplenomegali. konjungtiva palpebra pucat dan takikardi. defisiensi folat D. Pada gambaran radiografi thoraks didapatkan hiperinflasi paru kanan dan kiri dan tidak ditemukan fibrosis. yang terjadi saat istirahat. Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa ibunya ke poliklinik dengan keluhan demam dan bercak kemerahan sejak 1 minggu yang lalu. Benjolan tersebut tidak disertai nyeri. Tidak ditemukan benjolan serupa di daerah lain. tidak ditemukan peningkatan sel stroma dan tidak didapatkan adanya mitosis. Kistadenoma C. defisiensi vitamin B12 B. papilloma B. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak nafas disertai batuk berdahak. defisiensi vitamin C C. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kelelahan dan kelemahan otot sejak 2 bulan yang lalu. Saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter ditemukan massa berdiameter 2 cm dengan konsistensi lunak dan berbatas tegas. asetilkolin E. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bradikinesia dan rigiditas pada otot-ototnya.

datang ke Puskesmas dengan keluhan terdapat bercak kehitaman di wajahnya. CML E. fibrokistik D. Neisseria gonorrhea E. Seorang laki-laki berusia 16 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami luka akibat terkena pisau di daerah axilla. Apakah kemungkinan diagnosis kasus diatas? A. nervus femoralis E. Treponoma pallidum C. paru redup dan ronkhi basah di kedua apeks. ulnaris E. Karsinoma sel basal B. cold abses C. Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kesulitan dalam berjalan. scrofula E. Kelainan apakah yang ditemukan pada pasien diatas? A. Melanoma Maligna C. Nevus Pigmentosus D. nervus ischiadicus . Manakah penyebab paling mungkin yang mendasari penyakit pada kasus di atas? A. Melanoma Lentiginosa E. nervus fibularis D. Apakah kemungkinan nervus yang mengalami kerusakan akibat cedera di atas? A. Pasien ini mengaku melakukan hubungan seksual dengan salah seorang PSK dalam 1 minggu terakhir. axillaris C. miliar 258. nervus tibialis C.tampak kurus.Pada pemeriksaan dahak ditemukan BTA positif. radialis D. Seorang laki-laki berusia 65 tahun pekerjaan sebagai petani. Pada pemeriksaan fisik terdapat lesi berbentuk papul berbatas tidak tegas bentuk irregular berdiameter kira-kira 7 mm dan tengahnya berbentuk ulkus. Treponema pertenue D. Hemofilus ducreyi B. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah. Dokter menduga luka di axilla tersebut mengenai plexus brakhialis bagian bawah. nervus vagus B. brachialis B. DIC 256. vagus 260. Komplek ghon B. Pada pemeriksaan ditemukan ulkus yang lunak dan tidak bergaung. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat lesi yang terasa nyeri di penisnya.D. Pada saat pemeriksaan dokter menemukan kelemahan dalam kemampuan fleksi pada lutut kiri tetapi kemampuan ekstensi lututnya normal. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak selama 3 minggu disertai demam ringan pada malam hari dan penurunan nafsu makan. Nervus apakah yang berperan dalam terjadinya kelamahan pada kasus di atas? A. Karsinoma sel skuamosa 259. Clamidia trachomatis 257.

Seorang laki-laki 40 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri terasa seperti terbakar di daerah abdomen sejak 6 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan neurologis tidak ditemukan kelainan. ligamentum lata E. Pria ini bekerja sebagai kuli bangunan. bronkiektasis D. Selain pengobatan dengan H2 bloker. Keluhan dirasakan 3 sampai 4 kali seminggu. Seorang laki-laki berusia 50 tahun. ibuprofen C.261. apneurosis abdominalis interna B. metampiron E. Dia menyangkal adanya perubahan pola diet atau perubahan aktivitas. Pasien penggemar minuman kopi. Hernia Nukleus Pulposus B. Frekuensi keluhan akhir-akhir ini semakin bertambah. Akibat keadaan ini pasien sering terbangun malam hari. fascia lata 263. kanalis inguinalis D. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bentuk dada tong. Pada foto rongten vertebra tidak ditemukan kelainan. Kerusakan struktur anatomi apa yang berhubungan dengan kelainan di atas? A. pada dada kiri terdapat penurunan suara nafas. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas ? A. Ankylosing spondylitis C. Spondilolisthesis D. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri punggung yang menjalar hingga ke kedua kaki. Dia juga mengaku memiliki nafsu . suara hipersonor pada perkusi dan suara paru menghilang pada auskultasi. emfisema B. Pasien adalah seorang kuli panggul di pelabuhan. datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas terutama saat bernafas. Nyeri meningkat saat beraktivitas dan berkurang saat beristirahat. tetapi serumnya positif terhadap test antibodi Helicobacter pylori. Pada pemeriksaan dengan metode valsalva ditemukan benjolan keluar pada superior inguinal kanan dekat dengan tulang pubis. kloramfenikol 265. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. Pemeriksaan fisik normal dan pada feses tidak ditemukan tanda-tanda perdarahan. aspirin B. emboli paru C. Pada pemeriksaan manuver valsalva dan laseque menyebabkan nyeri bertambah. pneumothorax E. pengobatan apa yang tepat diberikan terhadap pasien ini? A. bronchitis kronis 262. Dokter saat itu menyarankan agar pasien mengubah pola diet dan memulai pengobatan dengan H2 bloker. Pasien adalah seorang perokok berat. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat benjolan memanjang yang sering keluar di perut kanan bagian bawah tepat di atas paha. Pada pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan tanda-tanda anemia. Spondilosis 264. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan penurunan berat badan yang cukup drastis selama 3 bulan terakhir hingga 5 kg. peritoneum parietal C. Keluhan dapat diatasi dengan makan atau diberi antasida dan menghilang dalam waktu 2-3 jam. Fraktur vertebra E. amoksisilin D. Pasien tidak pernah mengkonsumsi obat lain selain antasida. terutama pada saat perut kosong.

Keluhan disertai demam dan mual. antihistamin C. Dari pemeriksaan ginekologik didapatkan uterus berukuran sebesar kehamilan 8 minggu. bengkak. Cholangitis akut B. Goiter multinoduler 266. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang poliklinik dengan keluhan perut kanan atas terasa sangat nyeri . Apakah kemungkinan diagnosis pasien diatas ? A. Pancreatitis akut D. Adenomiosis B. temperature 36. Servik terlihat normal. datang ke rumah sakit dengan keluhan terdapat benjolan di perut bagian bawah sejak 4 bulan yang lalu.9oC. Pasien mengaku mengalami cacar air setahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ada bercak kemerahan bergerombol di daerah yang dikeluhkan pasien nyeri. Injeksi penisilin E. Pemeriksaan jantung menunjukkan terdapat murmur sistolik ejeksi 2/6 . Mioma uteri . acyclovir oral D. dan berbatas tegas. Pada pemeriksaan ultrasonografi ditemukan adanya batu empedu. Dari hasil pemeriksaan patologi anatomi didapatkan gambaran whorl like pattern. Apakah organisme penyebab penyakit diatas? A. sudah menikah dan memiliki 1 orang anak. Kanker tiroid B. datang ke puskesmas dengan keluhan keputihan. Neisseria gonorrhoeae B. Perforasi akut pada kantung empedu E. Defisiensi iodine D. Herpes simplex 269. Keluhan disertai menstruasi tidak teratur. dan terasa nyeri. irreguler. Dari pemeriksaan swab vagina dengan pewarnaaan Gram menunjukkan hasil gram positif berbentuk lonjong. darah banyak. Cholesistitis akut C. Kulit pasien teraba hangat dan kering. Tiroiditis Hashimoto E. Graves disease C. indometasin oral 268. Mukosa vagina tampak merah. sudah menikah. Candida albicans D. NSAID oral B. Apakah pengobatan kausatif yang paling tepat untuk pasien di atas? A. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan rasa terbakar di bagian dada sebelah kanan yang menjalar hingga ke tangan kanan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya Morphy sign. Keluhan ini sudah dia rasakan sejak 2 hari. tidak ada stress dan tidak ada gangguan di sistem gastrointestinal. konsistensi padat kenyal. Chlamydia trachomatis C. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk penyakit diatas? A.tekanan darah 140/90 mmHg. Apakah diagnosis kasus diatas? A. Pada pemeriksaan ginekologik terlihat sekret di liang vagina.makan yang baik. dan terdapat plaque putih yang menempel di dindingnya. Seorang perempuan berusia 45 tahun. Seorang perempuan berusia 28 tahun. Kedua mata pasien tampak terbelalak dan pada palpasi leher terdapat pembesaran kelenjar tiroid. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nadi 110 x/menit. Treponema pallidum E. Sirosis biliaris 267.

Fibroadenoma mammae C. berbatas tegas. Papilloma intraduktal Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan timbul benjolan sebesar kelereng di payudara kanan sejak 6 bulan yang lalu. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. Kista dermoid E. Pada pemeriksaan fisik payudara kanan didapatkan massa ukuran 1x1 cm. HPV C. dapat digerakkan dan tidak nyeri tekan. frekuensi hubungan seksual 2 minggu sekali karena suami bekerja di luar kota. Azoospermia dan astenozoospermia C. konsistensi kenyal. nyeri tekan dan tidak terdapat ulkus. motilitas 18%. Apakah penyebab tersering kasus diatas? A. warna putih . Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. Tumor phyloides E. C. Apakah saran yang tepat jika ingin segera memiliki anak? . Keduanya tidak menggunakan kontrasepsi. HSV tipe 2 Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan timbul benjolan di payudara kiri sejak 1 tahun yang lalu. Karsinoma mammae B. Tumor phyloides E. terdapat flek. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. Karsinoma mammae B. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan keputihan berbau disertai darah sejak 1 tahun yang lalu. Benjolan terasa nyeri bila menjelang haid. Azoospermia dan teratozoospermia E. HSV tipe 1 B. Oligozoospermia dan astenozoospermia B. dapat digerakkan. Pasien sudah menikah selama 35 tahun dan memiliki 6 orang anak. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. Apakah diagnosis penyakit diatas? A. bau khas. Pada pemeriksaan analisa sperma didapatkan jumlah cairan sperma 3 cc. Fibroadenoma mammae C. tampak massa berbentuk bunga kol di mulut rahim. 273. Apakah diagnosis kasus diatas? A. Pada pemeriksaan IVA didapatkan mulut rahim berwarna keputihan. Apakah kelainan yang dialami laki-laki diatas? A. Fibrocystic disease D. Oligozoospermia dan teratozoospermia D. Astenozoospermia dan teratozoospermia Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 8 bulan. HIV D. Fibrocystic disease D. Benjolan tidak terasa nyeri. 274.270. sperma berbentuk normal 45%. Mola hidatidosa Seorang perempuan berusia 55 tahun. Kistoma ovarium D. batas tidak tegas. 272. EBV E. jumlah sperma 15 juta/cc. Papilloma intraduktal Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 3 tahun. Pada pemeriksaan inspekulo didapatkan fluor berwarna putih kekuningan berbau pada liang vagina. 271. Pada pemeriksaan fisik payudara kiri didapatkan massa dengan konsistensi kenyal.

Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan konjungtiva hiperemis. Pasien tampak tidak aktif dan kurang semangat dalam belajar sehingga prestasi belajar anak menurun. Mobilisasi sendi D. Apakah tindakan yang pertama kali dilakukan? A. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak sejak 3 minggu yang lalu. Pasien juga merasakan nyeri kepala. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri mata kanan hebat. Pasien diketahui memiliki seorang anak berusia 3 tahun dan belum mendapatkan imunisasi BCG. Dermatitis seboroik E. Keluhan disertai penurunan penglihatan mendadak dan tampak adanya lingkaran seperti pelangi. Tinea Korporis C. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Pembidaian 276. Pada pemeriksaan daerah inguinal didapatkan makula eritematosus berbatas jelas dengan bentuk teratur. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan terdapat bercak merah pada lipatan paha kanan dan kiri sejak 1 bulan yang lalu. skuama tipis. Keluhan disertai penurunan nafsu makan dan berkeringat pada malam hari. Ulkus Kornea 279. Pasien diketahui menderita diabetes melitus. Keluhan disertai rasa gatal terutama jika udara panas. Glaukoma Akut B. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Tinea Kruris B. Apakah pemeriksaan awal yang harus dilakukan? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis. Kandidiasis D. Elevasi tungkai E.A. Pemberian obat yang merangsang ovulasi D. Debridemen luka B. denyut nadi 90 x/menit. Pemeriksaan Scoth Adesive tape 278. Pemeriksaan analisa sperma B. Uveitis Anterior D. didapatkan hasil (+)(+)(-). Pemeriksaan tinja apung C. Pada pemeriksaan dahak mikroskopis SPS. dan satelit papula. frekuensi nafas 26 x/menit. Melakukan hubungan seksual 3 x/minggu E.Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat terhadap anak pasien? A. Pemeriksaan patensi tuba C. mual dan muntah. Ditunggu hingga 3 tahun 275. terdapat luka terbuka di daerah tungkai kanan bawah dan tampak bagian tulang keluar dari luka. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Endolftamitis E. tekanan darah 110/60 mmHg. Tinea Versicolor 277. Pemeriksaan tinja endapan D. Panoftalmitis C. Pemeriksaan tinja langsung B. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS . Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dibawa oleh bapaknya ke puskesmas dengan keluhan gatal di dubur terutama pada malam hari. Fiksasi interna C. Pada perabaan bola mata kanan terasa lebih keras. Pemeriksaan Harada Mori E.

Keluhan disertai perdarahan melalui jalan lahir berwarna coklat tua.8 ºC. Torsi Kista Ovarium E. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 120/90 mmHg. G1P0A0. berat badan 80kg. Arthritis Gout D. Keluhan disertai kaku hingga 20 menit setiap bangun tidur di pagi hari.2ºC. Amoksisilin E. Abortus Iminens C. teraba massa pada daerah adneksa kanan. Pasien diketahui terlambat haid selama 2 bulan. mual dan muntah. temperatur 37. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan nyeri tekan lepas pada titik Mc. temperatur 36.000/ul. Segera lakukan tes tuberkulin dan Rontgen toraks 280.000 /ul. Kloramfenikol B. Pada pemeriksaan ginekologis didapatkan uterus sebesar telur bebek. Pada pemeriksaan radiologik didapatkan adanya kista subkondral. Tiamfenikol C. Arthritis Rheumatoid B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tinggi badan 160cm. dan 5 menit apabila beranjak dari kursi. Osteoporosis E. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah dan pucat. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pasien juga mengeluh tidak nafsu makan. Keluhan disertai nyeri kepala. kedua sendi lutut membesar dan teraba krepitasi. Osteoarthritis C. Kehamilan Ektopik Terganggu D. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 14 g/dl. Apendisitis .B. Pemeriksaan βHCG urin positif. Demam dirasakan naik turun tanpa pengobatan. terdapat Rovsing sign. hematokrit 40 vol%. dan didapatkan nyeri goyang servik. frekuensi nafas 20 x/menit. denyut nadi 85x/menit. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh tekanan darah 110/90 mmHg. mual. Abortus Insipiens B. Sebelumnya pasien mengeluh nyeri di ulu hati. trombosit 250. Pseudogout 283. Pada pemeriksaan widal didapatkan titer O 1/320. denyut nadi 90x/menit. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan demam sejak 7 hari yang lalu. Penyakit Inflamasi pelvis 281. Seorang perempuan berusia 28 tahun. Pasien juga merasakan gangguan saat berjalan. frekuensi nafas 24 x/menit. dan tidak buang air besar selama 3 hari. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS dan tes tuberkulin E. muntah. Segera lakukan Rontgen toraks C. Fluorokuinolon 282. Apakah terapi antibiotik yang dapat diberikan? A. eritrosit 4juta/ul. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada kedua lutut sejak 2 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 90/70 mmHg. frekuensi nafas 20x/menit. Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah yang mengakibatkan tidak bisa berjalan tegak . Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah. kavum douglas menonjol. Segera lakukan tes tuberkulin D.Burney. denyut nadi 110 x/menit. Kotrimoksazol D. leukosit 13. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A.

Otitis media akut stadium supurasi D. tidak nyeri tekan. Limfadenitis TBC D. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. kesadaran kompos mentis. Otitis media akut stadium oklusi tuba B. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. Endoscopy D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum cukup baik. temperatur 37. hepar teraba tiga jari bawah arkus coste. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. Otitis media akut stadium perforasi E. Pasien tidak mau makan dan rewel. Keluhan didahului demam dan flu sejak 5 hari yang lalu. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. denyut nadi 80 x/menit. nyeri tekan dan didapatkan fluktuasi. Kolik Ureter E. lien tidak membesar. Kolik Ginjal D. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Keluhan disertai sakit kepala. konsistensi kenyal. Otitis media akut stadium presupurasi C. batuk-batuk. USG abdomen E.2ºC. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. Pasien merasa nyeri perut kanan atas. 286. Pada pemeriksaan otoskopi didapatkan membran timpani utuh. Biopsi limponodi servikal . tidak nyeri tekan. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. X Foto Thorax Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. Colonos copy C. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. Amoebiasis C. Graves ‘Disease’ B. Perforasi Ulkus Duodeum Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada telinga kanan sejak 2 hari yang lalu. B. Limfoma maligna E. tampak bengkak dan hiperemis. kesadaran kompos mentis. Otitis media akut stadium resolusi Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan demam sejak 10 hari yang lalu. Lekemi mieliod akut C. denyut nadi 84 x/menit. bertambah nyeri bila bernafas dalam. perut kembung dan berak lendir darah sebanyak 4-5 kali/hari. 285. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan denyut nadi 100x/menit. jantung dan paru normal. Struma nodosa normotiroid Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu.284. frekuensi nafas 22 x/menit. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. temperatur 38˚C. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Barium enema B. 287. tekanan darah 120/80 mmHg. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. denyut nadi 80 x/menit. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. konsistensi kenyal. Apakah diagnosis yang mungkin adalah? A.

Hormon tiroid D. Kadar T3. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. denyut nadi 80 x/menit. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. konsistensi kenyal. Vitamin B . USG Tiroid E. kesadaran kompos mentis. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. tidak nyeri tekan. Sitostatika E. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Antitiroid C. Antibiotic B. Apakah terapi medikamentosa yang tepat ? A. T4 dan TSH D.B. Gambaran darah tepi C. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. X Foto Thorax 288.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.