P. 1
SOAL UKDI

SOAL UKDI

|Views: 115|Likes:
Dipublikasikan oleh Muhammad Dzikrifishofa
contoh soal-soal UKDI
contoh soal-soal UKDI

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Muhammad Dzikrifishofa on May 25, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/07/2014

pdf

text

original

Sections

  • SOAL – SOAL UKDI
  • E. Nonmaleficence
  • D. Beneficence
  • C. Autonomy
  • D. Glaukoma
  • E. Melakukan uji kocok vaksin
  • C. Kapitasi
  • D. Rp. 440.000
  • C. Multi-stages random sampling
  • D. Pasien dengan gangguan fungsi ginjal
  • C. Uji T berpasangan
  • A. Rasio odd
  • A. Regresi logistik
  • D. Uji Mann-Whitney
  • C. Regresi linear
  • D. Kandidasis kutaneus
  • D. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I inersia uteri
  • C. Kolelitiasis
  • D. Furosemid
  • A. Ampisilin
  • D. Edema kornea
  • D. Tonometri
  • D. Terapi simtomatis
  • C. Pasca operasi katarak
  • D. Penyakit paru obstruksi moderat
  • C. Tetrasiklin
  • D. Efusi pleura
  • B. Asidosis metabolik
  • C. STEMI
  • A. Memasang infus intravena
  • B. Kategori 1, 2RHZE + 4RH
  • D. Syok hipovolemik
  • B. Eosinofilia
  • A. Tension type headache
  • D. Conus medularis
  • A. Medula spinalis segmen Th 10
  • A. Medula spinalis segmen Th 4
  • C. Deksametason
  • D. Captopril
  • D. Mlinjo
  • D. Defisiensi eritropoietin
  • C. Kerusakan sel beta pankreas yang difus dan menyeluruh
  • D. Kortikosteroid
  • C. Penyakit Grave
  • B. C-peptide
  • B. Furosemid meningkatkan potensi ototoksik gentamisin
  • A. Tonsilektomi
  • C. Psoriasis
  • C. Akne vulgaris
  • C. Stomatitis aftosa rekuren
  • C. Sekresi insulin fase 1 & 2 terganggu
  • D. bolus Dextrose 40% iv
  • B. Blokade produksi ciclooxygenase
  • E. Ectopic discharge terjadi di daerah lesi
  • B. Melakukan gerakan fleksi ke arah nyeri
  • E. Mati lemas
  • A. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas
  • D. Rambut
  • C. Tidak ditemukan cedera
  • E. Hari Minggu, antara jam 00.00-12.00
  • E. Sosialisasi dengan sesama penderita tuberculosis
  • E. Keuntungan sekunder akan tindakan medis selanjutnya
  • D. Gangguan panik
  • A. Bronchitis kronis
  • A. Bronkodilator inhalasi
  • C. Asma bronkial
  • E. Golongan ß-2 agonis
  • E. Tuberculosis paru
  • B. Bronkiectasis
  • D. Angina pektoris stabil
  • A. Test uji latih jantung atau treadmill test
  • D. Regurgitasi mitral
  • A. Trombosis vena profunda
  • D. Diabetes Mellitus
  • A. Troponin I
  • E. Hipokondriasis
  • D. Efusi pleura sinistra
  • A. Pungsi pleura
  • C. Pneumothorax
  • C. Manuver vagal
  • A. Tuberkulosis Paru
  • D. pielografi intra vena
  • A. urin acak
  • D. Glomerulonefritis
  • B. pungsi supra pubik
  • A. Gagal ginjal akut nefrotoksik
  • D. Gips s sirkular
  • B. Peningkatan rasa nyeri
  • A. Kategori 1, 2RHZE + 4RH
  • C. TB paru kasus putus obat
  • A. Medula spinalis segmen C 5
  • A. Atropin
  • C. Urtikaria
  • C. Sindroma Steven Johnson
  • B. Neurodermatitis
  • B. TSH menurun, T3 dan T4 meningkat
  • C. Pemeriksaan elektrolit darah
  • A. Hifa pada pemeriksaan KOH
  • D. Pemfigus
  • C. Salep
  • B. Propilthiouracil
  • C. Oligoastenozoospermia
  • A. Regresi
  • C. Melakukan ventilasi tekanan positif
  • B. Skala ordinal
  • C. Gangguan psikotik akut
  • A. Polip nasi
  • D. Analisa gas darah
  • B. Memberikan sisipan 1RHZE
  • C. Pirazinamid
  • A. Inversi uteri
  • B. Luka memar di mata kanan karena kekerasan tumpul
  • D. Sinus bradikardi
  • D. Atrial fibrilasi
  • E. Atrial fibrilasi
  • E. fecalith
  • B. defens muskuler
  • C. Pertemuan tepi lateral kanan m. Rectus abdominis & arcus kosta kanan
  • C. Olahraga 30 menit/hari
  • B. Resusitasi
  • C. Fraktur patologis
  • D. 14
  • B. Grandmal
  • C. Syok hipovolemik
  • C. 2 posisi
  • C. Resusitasi cairan agresif
  • E. Hernia inguinalis lateralis
  • B. Perfusi
  • C. Lakukan resusitasi kardio pulmoner
  • C. Infark miokard akut
  • A. Syok septik
  • B. Tetralogi Fallot
  • B. Limpa
  • E. Arteri carotis communis
  • A. trigonum caroticum
  • E. midriasis maksimal
  • B. Cedera plexus brachialis
  • C. Vasa coronaria
  • D. Hepatitis B carrier sehat
  • B. AML (Acut Mieloid Lekimia)
  • C. proteinuria dan silinderuria
  • B. Sindrom Nefrotik
  • C. infeksi virus
  • A. parkinson gait
  • C. somnolen
  • A. afasia motorik
  • D. mencegah decubitus
  • C. silostasol
  • D. Tinea korporis
  • B. Psoriasis vulgaris
  • C. Pitiriasis rosea
  • C. Antivirus
  • A. Ekstrapiramidal Sindrom
  • B. Haloperidol 2 x 1,5 mg
  • C. Gangguan Obsesif Kompulsif
  • B. Gangguan Skizofrenia
  • D. Gangguan Cemas Menyeluruh
  • B. Hipertrofi ventrikel kiri
  • C. angina pectoris tidak stabil
  • E.Mitral Stenosis
  • B. Syok kardiogenik
  • D. Ketoasidosis diabetik
  • A. syok hipovolemik
  • D. intracranial hemorragi hemisfer kanan
  • D. fibroadenoma
  • A. dopamin
  • B. emfisema
  • D. defisiensi besi
  • A. ALL
  • A. Komplek ghon
  • B. nervus tibialis
  • B. Graves disease
  • B. Cholesistitis akut
  • C. acyclovir oral
  • B. Mioma uteri
  • B. HPV
  • C. Fibrocystic disease
  • B. Fibroadenoma mammae
  • D. Melakukan hubungan seksual 3 x/minggu
  • A. Debridemen luka
  • C. Kandidiasis
  • E. Pemeriksaan Scoth Adesive tape
  • A. Glaukoma Akut
  • C. Kehamilan Ektopik Terganggu
  • D. Amoksisilin
  • B. Osteoarthritis
  • A. Apendisitis
  • B. Otitis media akut stadium presupurasi
  • D. USG abdomen
  • E. Struma nodosa normotiroid
  • D. USG Tiroid
  • C. Hormon tiroid

SOAL – SOAL UKDI 1.

Seorang laki-laki berusia 26 tahun dibawa oleh polisi ke UGD RS setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah, kesadaran somnolen, tekanan darah 60 mmHg dengan palpasi, denyut nadi 136 x/menit teraba lemah, frekuensi napas 30 x/menit, konjungtiva anemis, akral dingin. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan jejas pada region kuadran kanan atas, pekak hepar menghilang, nyeri tekan pada seluruh regio abdomen. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 6 g%.Tim dokter segera melakukan tindakan resusitasi dan dilanjutkan tindakan bedah. Apakah prinsip moral yang mendasari tindakan tim dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 2. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan mual dan muntah sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan nyeri tajam pada ulu hati, terasa panas dan perih. Pasien merasa bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh keracunan obat yang telah diberikan oleh dokter sebelumnya. Pasien berobat karena bengkak dan nyeri sendi kemudian diberi obat piroxicam 20 mg 2 x 1 tablet, asam mefenamat 500 mg 3 x 1 tablet dan dexametason 0,75 mg 3 x I tablet. Dokter memberikan penjelasan tentang indikasi dan efek samping obat. Apakah prinsip moral apakah yang mendasari tindakan dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 3. Seorang perempuan berusia 34 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan nyeri punggung bagian bawah disertai kesulitan berjalan sejak 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan neurologik didapatkan kekuatan motorik ekstremitas inferior dekstra dan sinistra 3, didapatkan tanda Lasegue dan tanda Bragard. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan fraktur kompresi vertebra lumbal IV dan V. Tindakan konservatif tidak berhasil sehingga dokter menyarankan tindakan bedah untuk mencegah kecacatan, tetapi pasien menolak dengan alasan takut. Apakah prinsip moral yang mendasari sikap pasien tersebut? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 4. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Apakah etiologi yang paling mungkin? A. Bakteri B. Virus C. Jamur

5.

6.

7.

8.

D. Parasit E. Alergi Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Jika dilakukan pemeriksaan dengan keratoskop plasido, gambaran apakah yang ditemukan? A. Bergelombang B. Bergerigi C. Konsentris D. Terputus E. Kabur Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata pegal dan penglihatan kabur untuk melihat jauh. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Hipermetropia B. Anisometropia C. Astigmatisma D. Presbiopia E. Miopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Astenopia anisometropia B. Astenopia konvergensia C. Astenopia akomodativa D. Astenopia aniseikonia E. Astenopia presbiopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah komplikasi yang paling sering terjadi? A. Ablasio retina B. Mikroftalmia C. Eksoftalmus D. Glaukoma E. Katarak

9. Seorang petugas pengelola cold chain mendapati suhu lemari es penyimpanan vaksin hepatitis B mencapai -5o C pada saat pengecekan pagi. Pada pengecekan sore hari sebelumnya suhu lemari es masih dalam kisaran normal. Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh petugas cold chain tersebut? A. Menyatakan vaksin tersebut rusak B. Mengembalikan suhu lemari es ke kisaran normal C. Membuang vaksin D. Mengembalikkan vaksin ke Dinas Kesehatan Kabupaten E. Melakukan uji kocok vaksin 10. Dokter keluarga dibayar oleh PT. Askes dalam jumlah uang yang tetap sesuai dengan jumlah peserta asuransi yang ditanggung, terlepas dari berapapun jumlah pelayanan yang diberikan. Apakah metode pembayaran pelayanan kesehatan tersebut? A. Diagnosis related group B. Fee for service C. Kapitasi D. Per diem E. Gaji 11. RS B adalah penyedia layanan kesehatan tingkat II untuk peserta ASKES. Untuk tahun anggaran 2011 ASKES akan membayar RS B dengan metode per diem. Data RS B menunjukkan bahwa pada tahun 2010 terdapat total 120.000 hari perawatan. Biaya yang dihabiskan untuk perawatan selama tahun 2010 adalah Rp. 48 milyar. Bila diasumsikan terdapat kenaikan jumlah pasien sebesar 10 % pada tahun 2011, dan inflasi sebesar 10 %, berapakah biaya per diem yang harus dibayar oleh ASKES ke RS B pada tahun 2011? A. Rp. 410.000 B. Rp. 420.000 C. Rp. 430.000 D. Rp. 440.000 E. Rp. 450.000 12. Survei Kesehatan Rumah Tangga yang dilakukan oleh DEPKES RI mengambil subjek penelitian seluruh penduduk Indonesia. Sampel diambil dari 20 provinsi yang dianggap mewakili seluruh penduduk Indonesia. Dari masing-masing provinsi diambil sampel 30 % dari jumlah kabupaten dan kota yang ada. Dari tiap-tiap kabupaten ini maka diambil sampel 50 % dari jumlah kecamatan yang ada. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai dengan kasus diatas? A. Simple random sampling B. Stratified random sampling C. Multi-stages random sampling D. Cluster random sampling E. Systematic random sampling 13. Sebuah penelitian ingin meneliti efektivitas pemberian alfa-interferon bagi pasien dengan hepatitis B kronik. Untuk itu peneliti memberikan intervensi bagi pasien hepatitis B kronik yang dirawat di sebuah RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007. Pasien yang bersedia mengikuti penelitian dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Satu kelompok diberikan alfa interferon dan kelompok yang lain diberikan lamivudin sebagai perlakukan standar. Outcome yang dilihat adalah konversi HBsAg menjadi negatif setelah 6 bulan. Subjek dengan gangguan fungsi ginjal, dan gangguan fungsi sumsum tulang menggugurkan keikutsertaannya dalam penelitian. Sampai dengan berakhirnya penelitian, 48 orang mendapatkan perlakuan dengan interferon, 42

Sebuah uji klinik membandingkan efek obat penurun lemak baru bernama “lipicide” dengan obat standar simvastatin. Sebuah studi intervensional menguji apakah latihan fisik secara serial akan memperbaiki fungsi respirasi pada pasien dengan PPOK. Pasien yang meninggal atau loss to follow-up D. Regresi linear C. Uji Korelasi Kanonikal 17. Forced expiratory volume (FEV) dalam ml/menit akan dibandingkan sebelum dan sesudah latihan fisik untuk menunjukkan fungsi respirasi. dan aktifitas fisik. 60 pasien PPOK telah setuju untuk berpartisipasi pada studi ini. 30 pasien dengan glioblastoma multiformis diikutkan dalam sebuah studi. merokok. Seteleh pengumpulan dan analisis data terdapat tiga faktor risiko mayor yang secara bermakna berisiko meningkatkan kejadian hipertensi yaitu obesitas. Penggunaan telepon seluler ini kemudian dibandingkan pada dua kelompok untuk mengukur risiko terjadinya tumor otak. Kedua kelompok diwawancara mengenai riwayat penggunaan telepon seluler di masa lalu. Uji T independen C. Hipertensi diukur dalam skala nominal dikotom. Pasien dengan gangguan fungsi ginjal E. Pasien yang mendapatkan lamivudin 14. Masih terdapat banyak kontroversi mengenai peningkatan risiko kejadian tumor otak dengan penggunaan telepon seluler. Regresi Cox E. Uji T berpasangan D. Pasien di RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007 C. 84 partisipan dengan dislipidemia berpartisipasi dalam . Risiko relatif C. Studi ini berusaha untuk menentukan faktor risiko manakah yang merupakan prediktor yang paling bermakna. Apakah jenis uji statistik yang paling sesuai untuk menjawab pertanyaan penelitian diatas? A. sedangkan dari kelompok lamivudin semua subjek bertahan sampai penelitian selesai. Analisis multivariat apakah yang paling sesuai untuk menyelesaikan permasalahan penelitan diatas ? A. Rasio prevalensi D. Apakah metode pengukuran risiko yang paling sesuai untuk jenis studi diatas ? A. Population attributable risk 16. 40 orang bertahan sampai akhir penelitian. Rasio odd B. Uji ANOVA satu arah 15.orang mendapatkan lamivudin. Pasien dengan hepatitis B kronik B. Sebuah studi belah lintang berbasis populasi berusaha mengidentifikasi faktro risiko hipertensi di sebuah Kabupaten. Dari 48 orang yang mendapatkan interferon. Data diasumsikan terdistribusi normal. Regresi logistik B. Uji Kai Kuadrat B. Uji Korelasi Pearson E. Apakah kriteria eksklusi pada penelitian tersebut? A. dan 30 subjek sehat yang sepadan dalam jenis kelamin dan usia direkrut sebagai kelompok pembanding. Sebuah studi observasional dilakukan untuk menambah bukti berkaitan dengan hal ini. Koefisien kontingensi E. Log-linear D. 8 orang meninggal atau loss to follow-up.

letak kepala puki. his terjadi setiap 5 menit durasi 15 detik. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. tercium bau buah segar. Dermatitis kontak alergika 20. kulit ketuban tidak ada. Uji T Independen C. DJJ 12-11-12. Setelah 12 minggu perlakuan. Perut terasa kencang sejak 12 jam yang lalu. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. kolesterol total (mg/dl) diukur pada dua kelompok tersebut. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa Indeks Massa Tubuh (kg/m2) berhubungan berbanding terbalik dengan kapasitas vital paru (ml). air ketuban keluar sejak 2 jam yang lalu. Korelasi parsial 19. denyut nadi 120 x/menit. temperatur 38.studi ini. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami penurunan kesadaran sejak 4 jam yang lalu. Dari pemeriksaan fisik keadaan umum lemah tidak sadar. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. uji normalitas data dengan uji kolmogorov-smirnov menunjukkan nilai p = 0. Tinea kruris C. Pemberian natrium bikarbonat D. Regresi linear D. skuama dan papul-papul. tekanan darah 120/80 mmHg. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. Uji Mann-Whitney E. Korelasi pearson B. frekuensi napas 32 x/menit dalam. kulit kering. Kandidasis kutaneus E.2˚C. Korelasi spearman C. Analisis apakah yang paling sesuai untuk mencapai tujuan peneitian diatas? A. hiperpigmentasi. tampak makula eritematosa. Rehidrasi cairan intravena C. Sejak 2 hari yang lalu badan demam dan mengeluh batuk berdahak. Ptiriasis rosea D. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra.45. Seorang perempuan berusia 30 tahun dikirim oleh bidan ke IGD RS dengan diagnosis G1P0A0 hamil aterm dengan kala I. dan dikelompokkan secara acak pada dua kelompok perlakukan. Eritrasma B. kepala turun . Injeksi insulin intravena B. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Setelah pengolahan data dilakukan. Injeksi antibiotika spektrum luas E. Apakah metode analisis data yang paling tepat untuk penelitian tersebut? A. Injeksi antipiretik intramuskular 21. TFU 30 cm. Uji T berpasangan D. Untuk itu akan dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar kenaikan IMT akan menurunkan kapasitas vital paru. VT pembukaan 7 cm. Uji Kruskal-Wallis B. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. Regresi logistik E. Uji Wilcoxon 18. Pemeriksaan gula darah sewaktu 520 mg/dL. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 120/80 mmHg denyut nadi 96 x/menit frekuensi napas 24 x/menit tinggi badan 150 cm dan berat badan 62 kg.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bengkak sejak 1 bulan yang lalu. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi para 22. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. hifema setinggi 1/4 tinggi COA. kripte iris baik. Manitol C. Hepatitis akuta 23. Nafas terasa sesak dan buang air kecil berkurang. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I ketuban pecah dini D. refleks pupil baik. pupil bulat regular. Ulkus duodeni C. Gentamisin C. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. edema kornea. Koreng mulai menghitam dan terasa gatal. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. dan krustae hitam di sekitar hidung. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. Plapebra khemosis D. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. khemosis. Furosemid E. Hifema 26. tangan. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. Awalnya bengkak terjadi di kelopak mata kemudian menyebar ke kaki.Hodge 2+ UUK kiri lintang. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Ulkus ventrikuli B. pemeriksaan mata kiri visus 6/48. Apakah penyebab penurunan visus yang paling mungkin? A. Kolelitiasis D. Diagnosis apakah yang paling tepat? A. perdarahan subkonjungtiva. Diuretik apakah yang menjadi pilihan utama? A. Edema kornea E. Ampisilin B. Perdarahan subkonjungtiva B. Siprofloksasin E. Terapi apakah yang paling tepat? A. Thiazid B. pustula. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi tua B. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. pemeriksaan mata kiri visus 6/48. Seorang laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke Puskesmas dengan keluhan timbul koreng di sekitar hidung sejak 1 minggu yang lalu. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I partus lama C. Ukuran panggul dalam dalam batas normal. hingga seluruh tubuh. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. hematom palpebra. Pankreatitis E. Asetazolamid 24. hematom palpebra. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I inersia uteri E. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. Kloramfenikol D. edema . lensa jernih. Pemeriksaan kulit menunjukkan papula eritema. Isosorbid D. perdarahan subkonjungtiva. Nyeri hilang dan timbul. Hematom palpebra C. khemosis. Sulfametoksazole 25.

Pasien juga mengeluh batuk berdahak warna putih kental sejak 5 hari yang lalu. Penyakit paru restriktif moderat C. refleks fundus suram. Keratometri C. Kampimetri D. Dua tahun yang lalu pasien mendapatkan pengobatan rutin TBC selama 6 bulan dan telah dinyatakan sembuh. Badan demam ringan. Sesak nafas terjadi terus-menerus. Persendian tampak bengkak dan kemerahan. Pasien juga mengeluh batuk lama sekitar 1 bulan dengan dahak berwarna putih encer. Nyeri kepala tegang E. Asam mefenamat B. kripte iris baik. Faktor apakah yang paling mungkin menjadi kontraindikasi pemeriksaan spirometri pada kasus tersebut? A. Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk lama sejak 2 bulan yang lalu. Biometri 27. Rencana untuk pemeriksaan fungsi paru dengan spirometri ditunda. Badan demam ringan C. Keluhan dirasakan semakin lama semakin berat. lensa jernih. Pasien menderita katarak dan baru dioperasi 1 minggu yang lalu. OAT kategori 3 D. tidak memberat dengan posisi tidur dan tidak membaik dengan beristirahat. Paracetamol C. Pasien memiliki kebiasaan merokok hingga 1 pak (12 batang) rokok dalam 1 hari. Aspirin 29. Nyeri dada kanan 30. Pemeriksaan apakah yang paling penting untuk diusulkan? A. OAT dan Quinolon 28. pupil bulat regular. Pasien mempunyai riwayat mengkonsumsi obat anti nyeri dalam jangka waktu lama karena sering merasa nyeri kepala. Metampiron D. Piroksikan E. Batuk disertai dahak encer berwarna putih.52. OAT kategori 2 C. Tonometri E. Penyakit paru obstruktif ringan . Hasil pemeriksaan spirometri menunjukkan FEV1/FVC 0. Sesak nafas progresif B. Penyakit paru restriktif ringan B. Apakah rencana pengobatan yang paling tepat? A. refleks pupil baik.kornea. Keluhan dirasakan kambuh-kambuhan terutama setelah makan jeroan. Pemeriksaan sputum BTA negatif. kadang-kadang pasien juga merasakan nyeri kepala tegang dan nyeri dada kanan setelah batuk yang tiada henti. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pasca operasi katarak D. OAT kategori 1 B. Seorang laki-laki usia 56 tahun datang ke poliklinik RS dengan keluhan sesak nafas sejak 3 hari yang lalu. Refraktometri B. Seorang laki-laki usia 48 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan sesak nafas sejak 2 minggu yang lalu. Terapi simtomatis E. Obat anti nyeri apakah yang paling mungkin memicu keluhan pasien tersebut? A. hifema setinggi 1/3 tinggi COA. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan nyeri sendi ibu jari kaki kanan.

D. Penyakit paru obstruksi moderat E. Penyakit paru campuran berat 31. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun dibawa ibunya ke dokter praktek umum dengan keluhan gigi berwarna kecoklatan. Pada saat kehamilan, ibu pasien pernah menderita demam dan diberikan antibiotik oleh dokter yang menanganinya. Apakah antibiotik yang paling mungkin dikonsumsi tersebut? A. Streptomisin B. Siprofloksasin C. Tetrasiklin D. Kotrimoksazol E. Eritromisin 32. Seorang laki-laki datang ke Puskesmas dengan keluhan sering merasa lemah. Keluhan disertai dengan mudah merasa lapar, mudah merasa haus dan sering kencing. Pasien juga mengalami penurunan berat badan dalam waktu 6 bulan sebanyak 10 kg. Sebelum sakit pola makan pasien tergolong potensi obesitas karena melebihi kebutuhan, suka ngemil, dan kurang beraktivitas. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien memiliki berat badan 55 kg dan tinggi badan 170 cm. Berapa kebutuhan gizi pasien diatas (kalori/hari)? A. 2200 kkal B. 2000 kkal C. 1900 kkal D. 1800 kkal E. 1700 kkal 33. Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke praktek dokter dengan keluhan sesak nafas sejak 1 minggu yang lalu. Pasien juga mengeluh batuk produktif dengan dahak kental berwarna putih, demam dan sering berkeringat terutama pada malam hari. Pasien menderita batuk kambuh-kambuhan sejak lima tahun yang lalu. Pemeriksaan foto toraks menunjukkan adanya pendataran sudut recesus costodiafragmaticus. Kelainan paru apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Pneumotoraks B. Atelektasis C. Pyotoraks D. Efusi pleura E. Hematotoraks 34. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari, volume ½ - 1 gelas tiap buang air besar, konsistensi cair, sedikit ampas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, kesadaran somnolen, pernapasan kussmaul dan turgor kulit menurun. Kelainan pH darah apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. Ketoasidosis B. Asidosis metabolik C. Alkalosis metabolik D. Asidosis respiratorik E. Alkalosis respiratorik 35. Seorang laki-laki berusia 75 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS dengan keluhan nyeri dada sejak 2 jam yang lalu. Keluhan disertai sesak nafas dan keringat dingin. Pasien adalah penderita DM dan hipertensi yang tidak terkontrol. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 170/100 mmHg denyut nadi 126 x/menit frekuensi napas 24 x/menit temperature 36,5˚ C JVP dan suara jantung normal. Pemer iksaan

laboratorium darah menunjukkan GDS 240 mg/dL dan Troponin T positif. Pemeriksaan EKG menunjukkan adanya gelombang T inverted dan depresi segmen ST pada sandapan V1 – V4. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Angina pectoris tidak stabil B. Angina pectoris stabil C. STEMI D. nonSTEMI E. Old Miokard Infarction 36. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. Memasang infus intravena B. Memasang torniket paha C. Memasang pipa lambung D. Memasang kateter urin E. Melakukan intubasi 37. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan, demam dan berkeringat pada malam hari. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. Terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. Kategori 3, 2RHZ + 4RH B. Kategori 1, 2RHZE + 4RH C. Kategori 2, 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. Kategori 3, 2RHE + 4RH E. Kategori 1, 2RHZ + 4RH 38. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Syok kardiogenik B. Syok neurogenik C. Syok anafilaktik D. Syok hipovolemik E. Syok obstruktif 39. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Batuk berdahak warna kekuningan. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan, tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. TB paru kasus gagal pengobatan B. TB paru kasus resistensi obat

C. TB paru kasus putus obat D. TB paru kasus kambuh E. TB paru kasus baru 40. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. Hasil hitung jenis leukosit apakah yang paling mungkin ditemukan? A. Neutrofilia B. Eosinofilia C. Basofilia D. Limfopenia E. Neutropeni 41. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. Pasien juga mengeluh perut terasa mual, namun tidak muntah. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Tension type headache B. Migrain dengan aura C. Migrain tanpa aura D. Cluster headache E. Vertigo 42. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4, tonus otot meningkat bilateral, reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen C 5 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 43. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat, terutama sekitar lubang dubur. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu, setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal, dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen Th 12 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 44. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya

Pada pemeriksaan mikroskopis sputum ditemukan hifa dan spora. Medulla spinalis segmen Th 12 D. Diltiazem 48. Asam mefenamat E. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak. Apakah obat yang dapat menyebabkan keluhan diatas? A. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. Griseofulvin . Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Ketokonazol D. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan batuk-batuk. Amfoterisin B B. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medulla spinalis segmen Th 12 C. Pasien mengatakan sudah lebih dari 3 bulan minum obat yang dibeli bebas di toko obat untuk nyeri otot dan pegal-pegal. Apakah obat yang paling sesuai ? A. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Itrakonazol E. Piroksikam B. Medulla spinalis segmen C7 46.5 mg/dl. Natrium diklofenak 47. sering pusing dan kakinya membengkak.hipestesi setinggi umbilikus. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. Medula spinalis segmen C 5 D. Deksametason D. Keluhan ini muncul setelah 1 minggu minum obat dari dokter dengan diagnosis hipertensi. tonus otot meningkat bilateral. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100mmHg. Propanolol D. Medula spinalis segmen Th 4 B. Medulla spinalis segmen C7 E. Medula spinalis segmen Th 10 C. Pasien menunjukkan beberapa obat yang diminumnya. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. Flusitosin C. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatif. tonus otot meningkat bilateral. nadi 80x/menit. Metampiron C. Hidroklorotiazid B. Apakah obat yang dapat menimbulkan keluhan diatas? A. Nifedipin C. frekuensi napas 20x/menit. Medula spinalis segmen L 1 45. Medula spinalis segmen C 5 E. Captopril E.

5 mg/dl. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. Seorang laki-laki berusia 54 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan lemas badan sejak 1 tahun yang lalu. Hiperurisemia. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatip. Pada pemeriksaan fisik tampak pucat dan konjungtiva pucat. Itrakonazol E. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. HDL-kolesterol 32 mg/dL. Apakah obat yang menjadi kontraindikasi pada pasien tersebut? A. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. lingkar pinggang 73 cm. gula darah 2 jam setelah makan: 289mg/dl. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. Flusitosin C. Ketokonazol D. Diabetes Insipidus 53. Seorang perempuan berusia 45 tahun datang ke dokter praktek umum. trigliserid 183 mg/dL. Kobis D. Pada pemeriksaan laboratorium menunjukkan hemoglobin 7. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. Diabetes Gestasional D. Wortel 52. dengan keluhan kencing bertambah sering dan banyak. tinggi badan 171 cm. Amfoterisin B B. terasa haus yang berakibat sering minum dan makan banyak serta kedua kaki kesemutan. Jeruk C. Diabetes Melitus Tipe 1 B. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien tersebut? A.4%. tekanan darah 140/ 90 mmHg. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. Sindroma metabolik 51. lingkar pinggang 73 cm. Dari hasil pemeriksaan indeks masa tubuh (IMT) 26 %. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum dan ditemukan hifa dan spora. D.49. Obesitas. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. Diabetes Melitus Tipe 2 C. B. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. trigliserid 183 mg/dL. kadar . MCV 82 fL. tekanan darah 140/ 90 mmHg. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan gula darah puasa: 256 mg/dl. Diabetes Tipe lain E. asam urat 10 mg/dL. Tomat B. tinggi badan 171 cm. Apa problem utama pada pasien tersebut ? A.5 g/dL. Pasien mempunyai riwayat kencing manis selama 15 tahun. Mlinjo E. hematokrit 22. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. Hipertensi E. HDL-kolesterol 32 mg/dL. Apakah jenis makanan yang harus dihindari pasien di atas? A. C. Dislipidemia. Griseofulvin 50. asam urat 10 mg/dL.

Tampak juga infiltrasi ringan limfosit interfolikuler. kontrol 6 bulan lagi 55. Status gizi kurang. frekuensi napas 30x/ menit. Latihan jasmani sesuai petunjuk B. Tinggi badan 167 cm dengan berat badan 64 kg. Defisiensi vitamin B12 D. keton uria (+++). Pemeriksaan apusan darah tepi menunjukkan morfologi eritrosit normositik normokromik. Pasien menceritakan bahwa ayahnya meninggal karena diabetes melitus. Disfungsi sel beta pankreas yang dominan dan resistensi insulin E. Hasil pemeriksaan fisik baik. Hasil pemeriksaan leher didapatkan massa kistik. KEP (Kurang Energi Protein) C. Defisiensi besi B. Kurang asupan kalsium D. Kerusakan sel beta pankreas yang difus dan menyeluruh D. Kurang asupan kalium 57. Keluarganya memberi informasi bahwa pasien tidak disuntik insulin karena kehabisan. Tekanan darah 130/80 mmHg. Dari pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 45 kg dengan tinggi badan 164 cm. Kedua orangtuanya pasien DM.kreatinin serum 4. Apakah anjuran untuk pasien tersebut ? A.Apakah penyebab hiperglikemia pada kasus tersebut? A. dan minum obat glikuidon E. diameter 4 cm. Pada pemeriksaan fisik benjolan dapat dilihat tanpa tengadah. Struma nodusa C. tak nyeri tekan. dan pemberian OAD D. denyut nadi 104x/ menit. suhu 37oC. Apa kemungkinan penyebab keluhan tersebut? A. Struma koloid D. Kurang asupan yodium B. Edukasi. Asupan zat goitrogenik yang tinggi E. Kerusakan sel beta pankreas akibat keganasan C. Penyakit Grave B. Defisiensi asam folat C. Diet dan minum obat glibenklamid C. Apakah penyebab anemia pada pasien tersebut? A. Apakah diagnosis histopatologi pasien di atas? A. latihan jasmani yang cukup. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar glukosa darah puasa 98 mg/dL. Diet. Perubahan pola hidup menuju pola hidup sehat. Dari hasil gambaran histopatologi menunjukkan folikel-folikel tiroid dilapisi epitel kuboid yang di beberapa tempat hiperplastik. Banyak masyarakat di daerah tersebut mengalami keluhan yang sama. kadar glukosa darah 2 jam setelah pembebanan glukosa 75 gram 156 mg/dL. Struma Hashimoto . Hasil laboratorium didapatkan kadar glukosa sewaktu 654 mg/dl. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke rumah sakit untuk menjalani tes kesehatan rutin setiap tahun. Defisiensi vitamin C 54. Defisiensi eritropoietin E. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun diantar ayahnya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tak sadar. Kerusakan sel beta pankreas akibat toksisitas obat B. diet. Dari anamnesis didapatkan bahwa pasien tinggal di daerah lereng pegunungan. Resistensi insulin yang dominan dan disfungsi sel beta pankreas 56. latihan jasmani.8 mg/dL. round-vacuola di sepanjang tepi dinding folikel.

Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk pasien di atas? A. Pasien juga mengeluh berdebar debar dan kedua tangan gemetar. Kelenjar getah bening regional leher sedikit membesar. Hasil pemeriksaan laboratorium TSHs rendah. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. nadi 124 x/menit dan suhu tubuh 37 derajat celsius. free T4 menigkat. Struma multinodular toksik E. sering pusing dan kakinya membengkak. Penyakit Grave D. . Analgetik C. Propil tiourasil E. Struma Hashimoto D. Apakah terapi yang tepat untuk pasien di atas? A. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100 mmHg. suhu 38. Pada pemeriksaan anak tampak lemas. Tiroiditis B. kelenjar gondok membesar difus dan mata menonjol. Struma difusa nontoksik 58.50C. denyut nadi 80x/menit. sesak. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/100 mmHg. Seorang perempuan berusia 22 tahun dating memeriksakan diri ke dokter praktek umum dengan keluhan dada berdebar debar. Struma koloid B. Tiroiditis subakut 59. Operasi B. Hiportiroidisme E. Radiasi C. Seorang perempuan berusia 21 tahun. bau nafas berbau khas. Antihipertensi 60. Pada pemeriksaan leher menunjukkan pembesaran kelenjar tiroid sedang yang difus dan nyeri tekan. yang dihentikan oleh pasien karena merasa sembuh. Penyakit Hashimoto 62. free T3 dan free T4 meningkat. Diazepam D. Kretinisme C. Kortikosteroid E.E. frekuensi napas 20x/menit. Pasien pernah mendapat pengobatan dengan propil tiourasil 3x 100 mg/ hari. Pelemas otot B. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan nyeri di leher bagian depan disertai demam. Antihistamin D. Pada pemeriksaan didapatkan mata eksoftalmus. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan TSHs menurun. Iodium redioakti 61. tekanan darah 130/80 mmHg dan tidak didapati kelainan sistemik lainnya. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. Apakah golongan obat yang memungkinkan terjadinya kondisi di atas? A. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. Penyakit Grave C. Apa diagnosa yang tepat untuk pasien tersebut? A. badan semakin kurus dan sering buang air besar. Pasien menceritakan bahwa ia sudah lebih 2 tahun 2 hari sekali minum jamu untuk pegel linu. nafas cepat dalam. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak. datang ke dokter praktek umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan sejak 3 bulan lalu.

Digoksin mempermudah masuknya gentamisin ke endolimfe 66. Endolymphe 65. Laryngopharynx C. Digoksin mengganggu motilitas sel-sel rambut luar di koklea E. propanolol. Nefropati diabetikum C. kekakuan pada sendi pengungkit D. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. C-peptide C. nafas cepat dalam. Pada pemeriksaan anak tampak lemas.Area mana yang kemungkinan terbesar terkena adalah? A. Neuropati diabetikum B. Apa kemungkinan yang menyebabkan munculnya gangguan diatas? A. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. Hipoglikemia 64. kaptopril dan furosemid. Pasien tidak sedang menderita batuk pilek. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. Ketoasidosis E. Nasopharynx E. Apa kemungkinan komplikasi yang muncul pada anak tersebut? A. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. Foramen ovale B. Furosemid oral dosis tinggi menimbulkan gejala ototoksisitas irreversibel B. Aditus laryngeus . Seorang perempuan usia 60 tahun datang ke klinik umum Rumah Sakit dengan keluhan pendengaran menurun sejak beberapa hari lalu. Oropharynx D. Gula darah sewaktu 63.Pemeriksaan laboratorium apa yang sebaiknya dilakukan untuk memastikan tipe dari penyakit gulanya? A. Pada organ mana kemungkinan kelainan terjadi ? A. bau nafas berbau khas. Analisis gas darah E. Digoksin terakumulasi di jaringan pada pasien dengan gangguan fungsi jantung D. suhu badan 39 C. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya. Tuberculosis paru D. sesak. HbA1C B. Pada pemeriksaan liang telinga maupun membran tympani dalam batas normal. Pada pemeriksaan didapatkan : pembesaran kelenjar leher disertai nyeri pada penekanan. Larynx B. Seorang anak perempuan usia 7 tahun diantar ibunya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan utama : nyeri telan sejak 1 hari yang lalu disertai demam sejak 2 hari yang lalu. Keton darah D. Furosemid meningkatkan potensi ototoksik gentamisin C. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. pharynx hyperaemia (++). Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. Saat berobat kembali ke rumah sakit. Muskulus tensor tympani E. Membran vestibularis C.

Kultur kuman dari swab tenggorok E.10 C. 6 th. tenggorokan gatal dan susah menelan. Biopsi limfonodi cervical D. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle. Hipertrofi tonsil dan adenoid 69. Respirasi 20x/menit. Antinausea dan obat-obat hipnosedatif bisa digunakan untuk rehabilitasi gejala vestibulotoksisitas 68. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. Apa usul pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosa kasus diatas? A. Tindakan yang tidak efektif untuk pasien diatas adalah? A. tonsil terdapat eksudat. Adenoiditis B.300/ul. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12. Coronavirus 70. Foto rontgen kepala C. tidak ada batuk pilek. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka.300/ul. Virus human influenzae E. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya. 6 th. Berat badan 25 Kg panas 37. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle. Pemeriksaan penunjang yang tidak perlu diusulkan untuk menegakkan diagnosa kasus diatas adalah? . propanolol. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. kaptopril dan furosemid. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. Mycoplasma pneumoniae B. Terminasi obat-obat ototoksik bila dijumpai gangguan pada telinga dalam E. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. Seorang anak laki-laki. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12. Pemeriksaan audiometrik rutin untuk mendeteksi ototoksisitas subklinik D. Streptococcus pyogenes D. terdapat detritus. Seorang anak laki-laki. Apakah diagnosis paling benar untuk pasien diatas ? A. tidak ada batuk pilek. Tonsilopharingitis kronis E. Nadi 80x/menit. Rinosinusitis kronik D. Monitoring dini level serum obat-obat ototoksik yang diberikan C. Seorang laki laki 6 tahun diantar ibunya periksa ke praktek dokter umum sejak 1 bulan anaknya sering mengeluh hidungnya tersumbat dan ibunya mengatakan sering berhenti nafas waktu tidur. Saat berobat kembali ke rumah sakit.67. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1. tenggorokan gatal dan susah menelan. ECG B. Tes serologi untuk virus influenzae 71. Organisme yang paling mungkin menyebabkan kelainan tersebut adalah? A. Seorang perempuan usia 18 th. tonsil terdapat eksudat. Tonsilitis kronik C. Eksplorasi faktor risiko pasien sebelum pemberian obat ototoksik B. Tensi 120/80 mmHg. Staphylococcus aureus C. fibrosis.

Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. Bila dehidrasi pada anak tersebut memberat. Cairan Ringer lactate E. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. kehausan. Pemeriksaan darah rutin D. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. Dehidrasi ringan-sedang E. turgor kulit < 2 detik. cairan menyerupai air cucian beras. Dehidrasi berat 74. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A. Tensi 120/80 mmHg. kepala pusing. Menghambat pompa Natrium B. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. Pemeriksaan ASTO C. Pemeriksaan ECG B. E. pada pemeriksaan : Suhu tubuh 39 derajat celcius. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. turgor kulit < 2 detik. turgor kulit < 2 detik.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. Pemeriksaan kultur swab tenggorok 72. cairan menyerupai air cucian beras. Cairan KA-EN 3A C. kehausan. Cairan KA-EN 3B D. Apa program terapi untuk menghilangkan fokal infeksi pada pasien tersebut selain pemberian antimikroba? A. Dehidrasi sedang D. Meningkatkan pembentukan cAMP di sel enterosit. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Dehidrasi ringan C. Khemoterapi E. Tanpa dehidrasi B. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1. Seorang perempuan usia 18 th. Meningkatkan absorbsi Cl.pada kripte liberkuhn D. Osmosis air yang berlebihan ke dalam enterosit 75. Cairan D ¼ S 76. tidak ada nafsu makan. Pemeriksaan foto thoraks E. perut hypertympani. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Membuka lebih banyak saluran Ca++ C. pilihan cairan intravena paling tepat yang diberikan adalah? A. Total Bedrest (rawat inap) D. Tonsilektomi B. Terapi radiasi 73. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. perut kembung dan 3 hari tidak BAB. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. Diet rendah lemak C. kehausan. Respirasi 20x/menit. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter umum dengan keluhan badan panas. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. Dokter .A. Nadi 80x/menit. Cairan Darrow B. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. fibrosis. terdapat detritus. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. lidah kotor. cairan menyerupai air cucian beras.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. 79. mengeluh adanya bercak kemerahan. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. kulit kepala berambut. pemeriksaan yang paling tepat dilakkan adalah? A. bersisik tebal. Nadi 88x/menit. B. bokong. Pada pemeriksaan didapatkan ujud kelainan kulit didapatkan papul eritem dan komedo. bokong. Ptiriasis rosea 80. Sebelumnya tidak pernah merasa sakit kuning sebelumnya. datang ke Poliklinik dengan keluhan terdapat bintilbintil merah di wajah yang muncul sejak 1 tahun yang lalu. kaki bengkak. Enzym urease pada serum 78. IgG spesifik Helicobacter pilory pada serum D. Lesi mengenai wajah. Anti virus C. terasa perih. IgM spesifik Helicobacter pilory pada serum E. Pemeriksaan fisik terdapat nyeri tekan regio epigastrium. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. Seorang laki-laki usia 47 tahun datng ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan muntah darah dan berak hitam. bersisik tebal. Ultrasonografi abdomen. E. siku. Pada Minggu kedua D. siku. Psoriasis D. Eritroderma E. Seorang laki-laki berusia 17 tahun. Bila dilakukan pemeriksaan cairan lambung dan serum darah kemungkinan akan didapatkan peningkatan? A. mengeluh adanya bercak kemerahan. Anti inflamasi D. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Lesi mengenai wajah. Dermatitis seboroik C. Anti bakteri B. Dari pemeriksaan perut membesar. Endoskopi saluran pencernaan. Setiap saat 77. Tekanan darah 140/90 mmHg. IgG spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung B. OMD. Untuk menegakkan penyebab perdarahan.curiga pasien tersebut terkena demam thypoid dan kemudian mengirim pasien ke laboratorium untuk memastikan diagnosis. Anti histamin 81. CT Scan abdomen D. Respirasi 20x/Meint. Setelah minggu pertama C. Anti jamur E. Pada Minggu pertama B. Setelah minggu kedua E. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. Bila ingin dilakukan kultur urine sebaiknya pada? A. Dari anamnesa: pasien sering terlambat makan dan suka makan yang pedas. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit pada ulu hati. Apakah pengobatan topikal yang paling tepat diberikan? A. IgM spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung C. Dan lokasi ujud . Keratosis seboroik B. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. dan lutut. kulit kepala berambut. mual-mual dan tidak ada nafsu makan. Photo BNO C. dan lutut.

Pemeriksaan kultur jamur dengan media SDA E. Reserpin 85. Seorang perempuan berusia 34 tahun. datang ke praktek swasta dengan keluhan sering sariawan pada rongga mulutnya. mukosa bukal dan bibir bawah. tepi menggaung dan eritematous. Apakah regimen yang harus dihindari pada kasus di atas? A. Miliaria B. Milia C. datang ke puskesmas dengan keluhan batuk 3 minggu. Propanolol E. Dari anamnesis pasien mengaku menderita Diabetes Melittus tipe 2 selama 15 tahun. Streptomisin (S) . tampak beberapa ulkus pada lidah. hilang timbul dan berpindah tempat. Pemeriksaan intra oral didapatkan higiene oral kurang. Kaptopril C. G2P1A0. datang ke dokter praktek swasta dengan keluhan gatal pada kaki sejak 2 minggu yang lalu. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri kepala. Seorang laki-laki berusia 44 tahun. vesikel. Pada pemeriksaan dahak didapatkan BTA positif. Apakah pemeriksaan paling tepat untuk menegakkan diagnosis pasien tersebut? A. Stomatitis aftosa rekuren D. kelenjar submandibula pada palpasi sakit. Dokter bermaksud memberikan OAT yang aman dan tidak memberikan efek gangguan pendengaran pada janin yang dikandungnya.kelainan kulit tersebut dijumpai pada wajah dan lengan atas kanan dan kiri. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. Rosasea 82. Pemeriksaan sediaan langsung dengan KOH 10% D. Akne vulgaris D. Rifampisin (R) B. pada pemeriksaan fungsi ginjal didapatkan hasil BUN dan kreatinin meningkat. biasanya timbul menjelang siklus menstruasi. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. Aphthous ulcers C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya ujud kelainan kulit berupa eritema. Pemeriksaan lampu Wood B. Pirazinamid (Z) D. Gingivitis akut B. bula dan pustule. Seorang perempuan berusia 37 tahun. demam dan penurunan nafsu makan. Pada anamnesis batuk disertai dahak. Pemeriksaan Tzanck pada cairan vesikel 83. terutama pada telapak kaki. Isoniazid (H) C. Etambutol (E) E. Ulcerative gingivostomatitis 84. Apakah terapi hipertensi paling tepat untuk pasien di atas? A. Dari pemeriksaan vital sign didapatkan tekanan darah 170/100 mmHg. Herpetic gingivostomatitis E. Hidradenitis suppurative E. Furosemid D. marginal gingiva labial gigi-gigi rahang bawah merah dan mudah berdarah. HCT B. Tes kulit terhadap antigen trichophyton C. Dari anamnesis didapatkan penderita bekerja sebagai pencuci mobil. ulkus diameter 2-3 mm. belum menikah.

Oleh dokter pasien disarankan mrnggunakan terapi insulin jenis intermediate acting. Apakah terapi awal yang harus diberikan pada pasien tersebut? A. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Bagaimanakah edukasi paling tepat tentang pemberian terapi insulin diatas? A. Gangguan metabolisme KH setelah makan C. sesak nafas dan demam. Insulin diberikan sebelum tidur C. Bagaimanakah respon dokter paling tepat terhadap permintaan pasien tersebut? A. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. Injeksi kortikosteroid D. Bagaimanakah patofisiologi penyakit yang diderita penderita tersebut? A. GD 2 jam PP 224 mg/dL.86. lebih suka posisi duduk. Reaksi autoimun pada sel beta . GD 2 jam PP 224 mg/Dl. Dari anamnesis pasien adalah penderita asma sejak 10 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak gelisah. Kelainan genetik pankreas 90. Inhalasi agonis β2 B. Inhalasi kortikosteroid C. Seorang laki-laki berusia 52 tahun datang ke klinik dengan keluhan terdapat luka di jari. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. Insulin dapat diberikan pada lengan kanan maksimal sampai 20 kali 89. Selama ini pasien mendapat terapi anti diabetik oral. Seorang laki – laki berusia 35 tahun. Tidak setuju karena pasien DM tipe 1 jadi mutlak insulin C. Hipersekresi insulin saat makan C. datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan utama sesak napas. Setelah suapan pertama insulin langsung diberikan D. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. Mempertimbangkan permintaan pasien sambil menunggu reaksi obat D. Gangguan sekresi postprandial B. Suntikan harus diberikan sebelum olahraga pagi hari E. Oral bronkodilator 87. dan pada pemeriksaan auskultasi terdengar suara wheezing. Seorang laki-laki 50 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan riwayat diabetes melitus. Bagaimanakah mekanisme terjadinya hasil laboratorium penderita diatas? A. Kerusakan sel pankreas karena autoimun E. tetapi pasien menolak dan minta diberikan obat oral saja karena pasien masih bisa makan & sadar. Suntikan diberikan 30 menit sebelum makan pagi B. Tidak setuju karena saat ini pasien mengalami stres metabolik E. Setuju karena efek obat oral dan insulin sama 88. Injeksi metilsantin E. frekuensi nadi 110 x/menit. Pada pemeriksaan kadar gula darah sewaktu 700 mg/dL. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. frekuensi napas 32 x/menit. Defisiensi insulin bersifat relatif D. Sekresi insulin mutlak terganggu B. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. Sekresi insulin fase 1 & 2 terganggu D. Setuju dengan permintaan pasien karena obat dapat diminum pasien B. Dokter merencanakan pemberian insulin.

Gangguan hemostatik D. Dari anamnesis pasien adalah penderita DM dan minum obat antidiabetik oral secara rutin 3 kali sehari. Pembakaran lemak karena obesitas 91. tetapi pasien masih rajin minum obat. infuse Dextrose 5% tetesan cepat C. keringat dingin dan jantung berdebar. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa keluarganya ke Unit Gawat Darurat RS dengan penurunan kesadaran sejak 1 jam yang lalu. Cukup dengan mengatur diet saja dan menghentikan insulin C. Pada pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 55 mg/dL. tinggi badan 162 cm. pasien sebelumnya mengalami demam. Hasil pemeriksaan GDS saat ini adalah 160 mg/dL. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. Insulin diteruskan sampai GD terkendali E. Gangguan respirasi E. Apakah penatalaksaan pertama yang paling tepat dilakukan pada pasien di atas? A. Mengganti insulin dengan obat oral (OAD) B. Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. Mencegah nefropati D. Gangguan otonomik B.E. bolus Dextrose 40% iv E. Pada pemeriksaan glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 40 mg/dL . Seorang laki-laki berusia 61 tahun. Hasil pemeriksaan gula darah 2 minggu yang lalu didapatkan GDS 230 mg/dL dan mendapat terapi insulin. Sejak 2 hari yang lalu penderita makan sedikit. Dosis insulin diturunkan kemudian dikombinasi dengan OAD D. Pasien terbiasa minum obat anti diabetik oral 3x /hari. Dari anamnesis pasien telah didiagnosa DM sejak 5 tahun yang lalu. Mencegah hipoglikemia E. datang ke dokter swasta untuk kontrol gula darah. SGOT . Dari anamnesis usia kehamilan perempuan tersebut 30 minggu. Pasien mendapat terapi glimepirid 2mg 1 kali sehari. infus NaCL tetesan cepat D. Gangguan neurogenik C. tetapi Obat tetap diminum 3 kali sehari. Mencegah neuropati B. Apakah penyebab paling tepat keluhan diatas? A. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. Mencegah retinopati C. Berat badan 80 kg. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan pusing. Seorang perempuan 30 tahun. Dari riwayat penyakit didapatkan pasien adalah penderita DM gestasional. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS 300 mg/dL dan GDP 130 mg/dl. Dari anamnesis ke keluarga. injeksi insulin dosis tinggi 95. Bagaimana saran terapi selanjutnya yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. Mencegah ketoasidosis 93. Gangguan vaskular 94. Insulin sampai kehamilan aterm lalu dihentikan setelah melahirkan 92. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg. sulit tidur. G1P0A0. Sejak satu minggu yang lalu nafsu makan turun. infuse RL tetesan cepat B. GCS 2-1-3. Refleks patologis negative. Apakah tujuan terapi pasien tersebut? A. datang ke poliklinik dengan keluhan merasa gemetar. dan mata kabur.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS E2V3M5. Penghambatan produksi bradikinin D. pasien sebelumnya mengalami demam. Refleks patologis negative. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. diantar oleh ibunya datang ke puskesmas di Papua. Blokade produksi prostaglandin B. SGOT 23 mg/dL. Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai mekanisme farmakokinetik terapi tersebut ? A. Blokade produksi ciclooxygenase C. Apakah penyebab yang paling mungkin kondisi di atas ? A. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. Keluhan muncul setelah jatuh dari sepeda. injeksi antipiretik 97. Koma uremik 96. SGPT 30 mg/dL. Koma hepatikum E. gangguan elektrolit D.3 mg/dL . Sensitisasi terjadi di reseptor B. Ureum 40 mg/dL. Koma neurogenik B. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. Apakah tindakan pertama yang paling tepat pada kasus diatas? A. Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL.23 mg/dL. Dari . perdarahan pada spasium sub-arachnoid C. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa ke UGD karena penurunan kesadaran. Peningkatan permeabilitas membran 98.3 mg/dL . Nyeri tersebut hilang timbul sejak 6 bulan yang lalu. kejang umum 3 jam yang lalu. SGPT 30 mg/dL. pasien didiagnosis dokter menderita herpes zoster. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ke dokter dengan keluhan utama nyeri pada lutut kanan. Ureum 40 mg/dL. infeksi meningeal 100. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. Dari heteroanamnesis didapatkan bahwa pasien mengalami demam tinggi menggigil menetap. Creatinin 0. tanpa tanda lateralisasi. perdarahan intracerebral E. Dari pemeriksaan fisik didapatkan lutut kanan tampak bengkak. Dari anamnesis ke keluarga. Sebelumnya. Ectopic discharge terjadi di reseptor E. antibiotik intravena B. dan tidak ada tanda iritasi meningeal. thromboemboli di pembuluh darah otak pada pasien fibrilasi atrial B. dan teraba hangat. Koma septik D. Ectopic discharge terjadi di daerah lesi 99. dosis OAD ditingkatkan C. drip neuroprotektan E. Apakah diagnosis yang paling mungkin dari pasien di atas? A. Bagaimanakah patofisiologi nyeri pada kondisi pasien tersebut ? A. Penghambatan fungsi prostaglandin E. rehidrasi cairan D. Sangat peka terhadap NSAIDs D. hiperemis. Seorang pasien laki-laki berusia 9 tahun dengan kondisi tidak sadar. Dokter memberikan terapi obat anti nyeri dengan NSAID. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri pinggang. Koma ketoasidosis C. Creatinin 0. Sangat peka terhadap opioid C. GCS 2-1-3.

dan kulit terasa kering. Cerebral malaria E. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. A. Toxoplasmosis B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. Jika ternyata penderita tersebut koma. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. Aseptic meningitis D. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. kemudian oleh warga dibawa ke UGD RS terdekat. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Melakukan gerakan ekstensi ke arah nyeri B.101. fenilpropanolamin Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. tekanan darah 120/80. 103. mukosa bibir serta semua ujung jari kebiruan. Wajah tampak gelap dengan sklera mata merah. Melakukan gerakan fleksi ke arah nyeri C. Kesadaran GCS E3V3M3. Melakukan gerakan spontan D. morfin Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. Kerusakan organ dalam leher C. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. Lebar jejas jerat 4 cm. warna dasar coklat tua. mungkin ada keracunan . obat berikut ini mungkin dapat menjadi penyebab koma pada penderita di atas. pentotal D. Bendungan pembuluh darah . diethylether C. nafas lambat. diazepam C. Melakukan gerakan dengan respon suara Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Neurosyphillis Seorang laki-laki usia 30 tahun ditemukan tergeletak di tengah jalan dalam kondisi gelisah. Bagaimanakah kondisi motorik yang akan ditemukan pada pemeriksaan GCS ? A. digoksin B. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. Melakukan gerakan dengan respon nyeri E. 104. parasetamol D. Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. ekstasi E. 102. A. pemeriksaan retina didapatkan papil edema. tekanan darah 120/80. nafas lambat. Apakah yang menjadi penyebab paling mungkin pasien ini tidak sadar ? A. dan kulit terasa kering. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. A. Cerebral tuberculoma C. Jika pada penderita tersebut juga ditemukan bekas suntikan lama dan baru di lengan dan pupilnya kecil kemudian melebar. ekstasi (MDMA) E. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. tepi bengkak. phencyclidine B.

Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. kadang hanya rasa tidak enak badan. Mati lemas 106. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. 90-<250 mg/dL C. 250-<350 mg/dL D. Sianotik pada mukosa dan kulit C. Tanda perlawanan korban E. >400 mg/Dl 109. Korban sudah meninggal sebelum tergantung B. warna dasar coklat tua. setelah sakit-sakitan selama setahun terakhir. Termasuk dalam kategori apakah keracunan anak tersebut? . Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. tepi bengkak. Alat gantungnya berupa tali tambang D. Rambut E. tetapi sempoyongan. Refleks vagal E. Mati lemas 105. pasien dapat berjalan dengan dituntun. 350-<400 mg/dL E. Dari anamnesis dan pemeriksaan pasien meracau. Apakah sampel yang paling tepat? A. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. kadang berupa gangguan gastrointestinal. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. tepi bengkak. Pada pemeriksaan rontgen dada terdapat gambaran benda opaq pipih menyerupai baterai jam. Kulit 108. Lebar jejas jerat 4 cm. tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah.D. Apakah sebab kematian pada kasus tersebut? A. 30-<90 mg/dL B. Dari mulut pasien tercium bau alkohol. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Dari inspeksi tampak kulit korban berwarna kecoklatan. Seorang laki-laki berusia 55 tahun. Dokter menyimpulkan pasien mengalami keracunan lithium. Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. Gejala penyakit tidak khas. meninggal dunia. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Bendungan pembuluh darah E. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Urin C. Apakah interpretasi dari edema pada tepi jejas jerat? A. Saat memasuki ruangan. Dokter mencurigai korban mengalami keracunan logam berat kronis. Lebar jejas jerat 4 cm. Kerusakan organ dalam leher D. Korban masih hidup saat tergantung (intravital) C. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Berapakah kadar alkohol yang memberikan gejala tersebut? A. warna dasar coklat tua. Tanda asfiksia 107. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal. menabrak pohon. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun mengalami batuk dan sesak nafas yang tak sembuh-sembuh. Darah B. Hati D.

untuk dibuatkan visum et repertum. Setelah dikonfirmasi ternyata ada kesalahan pemberian obat dari apotek yaitu tertukar dengan pasien lain. Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang tidak ditemukan kelainan. Terdapat luka tusuk B. Terdapat memar pada kepala E.A. Pada pemeriksaan luar didapatkan kekakuan pada hampir semua sendi. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet.00 B. Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission.00 hari yang sama E. Penyidik mengirimkan jenazah korban kejahatan. Intentional poisoning C. bayi asfiksia D. Deliberate poisoning E. Apakah terapi yang paling tepat? A.00-24.00. Keluhan muncul sekitar 30 menit setelah meminum obat resep dokter yang diperolehnya dari apotik pagi harinya.00-15. berwarna merah kebiruan yang tidak hilang dengan penekanan. Iatrogenic poisoning 111. Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa perempuan ini mempunyai beban psikologis yang sangat berat namun semuanya ditanggung sendiri. Dari pemeriksaan diperoleh tes apung paru positif. Terapi kerja berkelompok B. Antidepresan . Hari Minggu. bayi mati tenggelam 113. Hari Minggu antara jam 12.Hari Senin. Analgesik lokal C. kira-kira jam 04. Termasuk dalam kategori apakah keracunan yang dialami pasien? A. Hari Senin.00 C. bayi lahir hidup E. Temuan apakah yang sesuai dengan kesimpulan tersebut? A. Apakah arti dari temuan tersebut? A. Pemeriksaan dilakukan pada hari Senin jam 12. Seorang ibu rumah tangga usia 35 tahun datang ke puskesmas mengeluh sering sakit punggung.00 114. Experimental poisoning B.00-12. antara jam 00. jam 02. Hari Senin. Terdapat luka lecet tekan pada leher 112. bayi aterm B. Tidak ditemukan cedera D. Pada perut bagian kanan bawah terdapat warna kehijauan. Kapankan perkiraan saat kematian korban ? A. Terdapat fraktur cricoid C.00 D. antara jam 00. bayi viable C. Accidental poisoning D. Intentional poisoning C. kecuali sendi kedua lutut. Experimental poisoning B. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet. Deliberate poisoning E. Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat pada siang hari karena kelemahan badan yang mendadak. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal.00-04.00-08. Accidental poisoning D. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal. Lebam jenazah ditemukan pada ujung-ujung bawah extremitas atas dan bawah serta pada dagu. Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. Iatrogenic poisoning 110.

nyeri dada. Ketergantungan kepada dokter yang merawat D. kedua tangan terasa “kebas” selama kira-kira 5 menit. Keluhan hilang timbul disertai batuk dahak berwarna kekuningan dan demam sejak setahun . Di antara episode serangan-serangan tersebut pekerjaan dan kegiatan sehari-hari tidak terganggu. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Sosialisasi dengan sesama penderita tuberculosis 116. Pemberian antipsikotik B. Hipokondriasis 118. Kecemasan akan tindakan medis selanjutnya C. Terapi kerja berkelompok D. nyeri sendi dan sering anyang-anyangen sejak 20 tahun ini. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri dada. Seorang perempuan berusia 42 tahun mengeluh nyeri dada. Hipokondriasis E. jantung berdebar-debar keras. haid tidak teratur. Sebagian besar waktunya dilalui dengan perasaan cemas. mengakibatkan hampir seluruh kehidupannya terganggu. Apakah terapi yang paling tepat untuk problem psikiatrisnya? A. muntah. Pasien sering mondok namun tidak didapatkan penyebab spesifik. pandangan mata dobel. Gangguan nyeri psikogenik C. Apakah konsekuensi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika permintaannya dipenuhi begitu saja untuk rawat inap? A.D. Pemberian antidepresan C. putus asa dan menganggap dirinya adalah yang paling sengsara karena tidak kunjung sembuh. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Gangguan Somatisasi D. mual. Gangguan somatisasi D. Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa penderita merasa malas bekerja. Seorang pasien tuberkulosis sudah berobat selama 1 tahun tetapi belum sembuh. Suspect penyakit kardiovaskular B. berkeringat dingin. Pada pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang tidak didapatkan kelainan. Seorang laki-laki berusia 33 tahun mengeluh takut mati mendadak karena serangan jantung seperti ayahnya pada usia 45 tahun. Sejak beberapa minggu ini pasien tidak mau minum obatnya dengan alasan percuma karena sudah 1 tahun tidak sembuh. Pasien merasa sangat cemas walaupun dokter jantung sudah meyakinkan bahwa EKG dan pemeriksaan laboratorium darah dalam batas normal. Ventilasi E. Ventilasi 115. Ketergantungan pada proses rawat inap B. Ganguan panik 119. nyeri kepala. Pasien sudah mendatangi beberapa dokter dan mendapatkan hasil pemeriksaan yang sama. Gejala tersebut tidak berlangsung serentak. Gangguan jantung tersembunyi (hidden) B. Gangguan panik E. Karena merasa keluhan tidak kunjung sembuh pasien minta dirawat inap agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih mendalam. Kesedihan karena penyakitnya tidak juga diketemukan E. Keuntungan sekunder akan tindakan medis selanjutnya 117. Seorang laki–laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. Sejak setahun yang lalu pasien mengeluh sudah beberapa kali mengalami “serangan jantung” yang ditandai dengan perasaan cemas. Anxyolitic E. Gangguan nyeri psikogenik C.

Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. Efusi pleura D. batuk dan dahak disertai darah. denyut nadi 120 x/menit. Asma bronkial D. Oksigenasi D. Keluhan hilang timbul sejak satu tahun yang lalu.terakhir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. Antibiotika 121. dan tekanan darah 110/80 mmHg. denyut nadi 110 x/menit. Atelektasis E. Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. Ekspektoran D. Antibiotika C. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. denyut nadi 120 x/menit. Kortikosteroid C. sesak terutama setelah beraktivitas. ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. Pada riwayat keluarga. frekuensi napas 32x/menit. Bronkiolitis 122. Antipiretik E. Emfisema 120. dan ekspirasi memanjang. denyut nadi 94/menit. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. Bronchitis kronis B. frekuensi napas 32x/menit. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. nadi 110 x/menit. Mukolitik B. Pada riwayat keluarga. Golongan ß-2 agonis 123. sesak disertai batuk berdahak warna kekuningan dan demam. Apakah obat yang pertama kali diberikan? A. Bronkitis kronis E. tekanan darah 140/90 mm Hg. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. dan dirasakan memberat sejak 4 hari yang lalu. Tuberkulosis C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 380 C. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Kortikosteroid E. Seorang laki – laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. Sejak 4 hari yang lalu keluhan memberat. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. dan tekanan darah 110/80 mmHg. frekuensi napas 60x/menit. Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang ke dokter dengan keluhan demam tujuh hari. dan ekspirasi memanjang. Pneumonia B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. frekuensi napas 60x/menit. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. Foto polos thorax memperlihatkan . Asma bronkial C. Bronkodilator inhalasi B. Apakah terapi awal untuk pasien tersebut? A.

Angina pektoris stabil E. Carcinoma of bronchus E. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. ST elevation myocardial infarction (STEMI) B. Histoplasmosis D. Angina pektoris tidak stabil D. Non STEMI 126. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan . Bronkiectasis C. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut? A. Tuberculosis milier --> level 3A 125. Gastroesophageal reflux disease (GERD) C. Tuberculosis paru 124.konsolidasi di lobus superior pulmo kiri dengan airbronchogram. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. Bronchial Carcinoid D. Pancoast tumor C. Abses paru B. Seorang laki-laki berusia 67 tahun dengan riwayat batuk berdahak. Bronkitis kronik E. Pada foto thorax tampak gambaran kavitas multipel menyerupai sarang lebah dengan airfluid level di dalamnya pada aspek inferior kedua paru. Pneumonia B.

Seorang laki-laki berusia 60 tahun menjalani home care dengan tirah baring karena stroke yang diderita sejak 1 tahun yang lalu. Trombosis vena profunda B. dan pada malam hari sering terbangun karena sesak nafas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. perabaan hangat dan tampak kemerahan. Regurgitasi aorta D. Diketahui terdapat riwayat menderita demam disertai sakit nyeri sendi yang berpindah-pindah saat remaja. Pemeriksaan kadar darah puasa 160 mg/dL dan Hb A1c 8 %. Apakah faktor risiko keluhan pasien yang equivalen dengan infark miokard? A. Perokok . denyut nadi 100 x/menit. Thalium scanning D. Pada pemeriksaan fisik jantung ditemukan adanya bising pansistolik derajat 3/6 dengan punktum maksimum di intercostal V. Insufisiensi tricuspid 128. Limfedema kronik C. Seorang perempuan berusia 18 tahun mengeluh mudah lelah disertai napas pendek. kadar kolesterol total 250 mg/dL. Phlebitis E. Echocardiografi E. Seorang laki-laki berusia 46 tahun periksa ke praktek dokter keluarga untuk konsultasi karena sering mengalami nyeri dada seperti tertindih. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya udem tungkai unilateral. Pasien adalah seorang perokok sejak usia 35 tahun. Foto rongen dada posisi anterior posterior C. Stenosis mitral C. disertai nyeri. Apa kelainan anatomis jantung yang paling mungkin terjadi pada pasien tersebut? A. 2 cm lateral linea mid clavicula kiri. Stenosis aorta B. Enzim jantung 127. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. frekuensi napas 24 x/menit. dan tekanan darah 160/90 mmHg. rata-rata menghabiskan 10 batang rokok/hari. Test uji latih jantung atau treadmill test B.Pemeriksaan lanjutan apa yang diperlukan pada pasien tersebut? A. Selulitis 129. Regurgitasi mitral E. Hipoalbuminemia D.

Pasien yakin bahwa dirinya sakit jantung. Gangguan somatisasi D. Apakah diagnosis paling mungkin? A.B. tekanan darah 160/100 mmHg. dan suara vesikuler menurun. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. Diabetes Mellitus E. Pada gambaran EKG didapatan gambaran seperti di bawah ini. Apakah pemeriksaan darah yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis? A. Terdapat riwayat hipertensi. Usia pasien yang 46 tahun 130. Gangguan panik E. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C. Troponin I B. CK MB C. Pneumothorax sinistra . Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. Hipokondriasis 132. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. SGOT D. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul. frekuensi napas 28 x/menit. LDH E. Dislipidemi D. Gangguan jantung tersembunyi B. Hipertensi C. denyut nadi 110 x/menit. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. Pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. perkusi redup. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit jantung sejak tiga tahun terakhir. CK 131. Gangguan nyeri psikogenik C. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. Pneumonia C. Seorang laki-laki berusia 38 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada khas infark sejak 5 jam sebelum masuk rumah sakit. Thymoma B. Pemeriksaan fisik dan penunjang kardiologis tidak menunjukkan adanya kelainan.

Seorang laki-laki berusia 72 tahun datang dengan keluhan sulit kencing. Pasien dapat kencing setelah dipasang katheter. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. perkusi redup. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. tekanan darah 160/100 mmHg. dan suara vesikuler menurun. Pasien mempunyai riwayat batuk lama. Gambaran EKG menunjukkan takikardia dengan kompleks QRS sempit dan regular. Hernia diafragmatika 133. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dirawat di rumah sakit karena sesak napas berat dan nyeri dada kiri. Water seal drainage (WSD) D. Pada direct rectal touche (DRE) diduga terdapat pembesaran prostat. Pneumothoraks D. vesica urinaria penuh dan nyeri tekan (+). Apakah penanganan awal yang paling tepat? A.D. Mediastinal mass E. Pada rontgen dada ditemukan area lusen tanpa corakan bronkovaskular pada hemithorax sinistra. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke UGD dengan keluhan berdebar-debar. Terdapat riwayat hipertensi. Pasien juga mengeluh demam. Apakah terapi yang paling tepat? A. Apakah persiapan yang diperlukan? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Manuver vagal D. Pneumonia C. Direncanakan pemeriksaan radiologis ultrasonografi abdomen bawah. menahan kencing (katheter di klem) . puasa makan dan minum B. Injeksi adenosine E. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. Efusi pleura sinistra E. diet rendah lemak 2 hari sebelum pemeriksaan C. Pungsi pleura B. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul. Pemeriksaan fisik didapatkan retensi urin. Pneumothorax D. Kardioversi B. Antibiotika E. Pemeriksaan EKG menunjukkan hasil normal. frekuensi napas 24 x/menit. COPD B. Diagnosis manakah yang paling mungkin? A. tidak tinggi disertai keringat malam. Injeksi digitalis C. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C. Pada pemeriksaan auskultasi paru ditemukan suara amforik. Hernia diaphragmatica 135. Bronkhitis kronis C. Tuberkulosis Paru B. minum banyak. dan tekanan darah 130/80 mmHg. Bronkiektesis 137. frekuensi napas 28 x/menit. Asma Bronkhial E. denyut nadi 110 x/menit. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. denyut nadi 140 x/menit. Seorang pasien berusia 22 tahun mengeluh batuk lebih dari 3 bulan dan sejak dua hari ini batuk disertai darah. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. Inhalasi B2 agonis 134. Furosemide C. Injeksi sulfas atropin 136.

Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut. Saat diperiksa penderita demam.D. Pasien sudah membawa hasil laboratorium urin menunjukkan Ca oksalat +++. Pada pemeriksaan darah didapatkan komplemen C3 menurun. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut. nephrolithiasis B. pusing. tanpa persiapan E. muntah dan jumlah buang air kecil berkurang. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Untuk menyingkirkan kemungkinan kehamilan ektopik dilakukan pemeriksaan urin untuk hormon beta hCG (ßhCG). disertai mual. vesicolithiasis E. protein (-). eritrosit +3. kreatinin 4. Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun.39. ureterolithiasis C. dan eritrosit pucat 3-4/LP. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. Dokter merujuk pasien untuk pemeriksaan lebih lanjut. urin tampung C. Apakah pemeriksaan penunjang lanjutan yang dibutuhkan? A. cystografi 139. dan eritrosit pucat 3-4/LP. pielografi anterograd C. tes alergi 138. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2. dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan beberapa hari buang air kecil kemerahan. Nefritis C. urin pagi hari 142. muntah dan jumlah buang air kecil berkurang. urin pancar tengah D. cholelithiasis D.8.8. teratoma 141. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. Seorang laki-laki berusia 61 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang kanan. sel epitel 2-4/LP. urethrolithiasis C. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2. urin acak B. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pyelonefritis . urethrografi B. pankreatitis 140. nefrolithiasis B. pielografi retrograd D. disertai mual. kelopak mata sedikit sembab dan hipertensi. kreatinin 4. Apakah contoh bahan urin terbaik untuk kondisi tersebut? A. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51. kreatinin 1. Sistitis B. urin malam hari E. Pada pemeriksaan ultrasonografi didapatkan pelebaran sistema pelvico calices dextra. cholelithiasis D.39. pielografi intra vena E. mual. sel epitel 2-4/LP. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51. Hasil pemeriksaan laboratorium urin didapatkan warna kuning kemerahan. spondiloarthrosis lumbales E. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter dengan nyeri abdomen akut.31 mg / dl. Pada foto polos abdomen didapat bayangan semiopag bentuk menyerupai tanduk rusa di proyeksi paravetebra dextra setinggi VL 2-3.

Gangguan motorik D. gagal ginjal kronik 145. diuretika D. Hiperurikemia 146. Gout arthritis C. Pasien juga mengeluh tidak dapat kencing. Hasil pemeriksaan urin rutin adalah protein (++) dan hematuria gros. Gips s sirkular E. Kondisi struktur di bagian distal dari gips s B. Gagal ginjal akut nefrotoksik B. Rasa gatal E. Glomerulonefritis E. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri kaki kanan. Hasil laboratorium menunjukkan asam urat 9. dan terasa nyeri.0 mg/dL. ditemukan benjolan pada pangkal ibu jari kaki kanan. Seorang pasien laki-laki umur 20 tahun menderita fraktur ulna kiri tertutup komplit undisplaced setelah terbentur benda keras di tempat kerja. Glomerulonefritis kronik E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pembedahan 147. Dari pemeriksaan fisik didapatkan adanya hematoma penis dan perineum dan terdapat kesan vesika urinaria penuh. Peningkatan rasa nyeri C.2 mg/dl dan ureum 45 mg/dl. Seorang laki-laki berumur 34 tahun datang ke dokter dengan keluhan kencing sedikit. denyut nadi 100x/menit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg. suhu 370C. Pasien tersebut seminggu sebelumnya mendapat injeksi derivat aminoglikosida untuk suatu prediksi infeksi saluran kemih. pungsi supra pubik C. frekuensi napas 24x/menit. Sling B. Apakah tindakan awal yang paling tepat? A. antibiotika E. Satu bulan yang lalu. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. Nefritis interstisial kronik C. analgesika 144. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari. kemerahan. kadar kreatinin pasien adalah 1. Hasil pemeriksaan kadar kreatinin 7 mg/dl dan kadar ureum 200 mg/dl. Pada pemeriksaan fisik. Bandage C. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Rheumatoid arthritis B. . Rhematic fever D. Osteoartritis E. Kondisi gips 148. Sindrom nefrotik 143.D. kateterisasi B. Glomerulonefritis akut D. Volar slab D. Apakah tindakan yang paling tepat untuk mengatasi keluhan tersebut? A. Manakah dari keluhan berikut ini yang menjadi prioritas untuk mendapatkan tindakan? A. Seorang penderita dikirim oleh Rumah Sakit untuk melakukan kontrol setelah dilakukan pemasangan gips s sirkular pada ekstrimitas atas kiri.

kesadaran somnolen. Apakah kelainan pH darah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. Alkalosis metabolik D. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah. Syok hipovolemik E. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan. 2RHZE + 4RH B. Kategori 1. Syok anafilaktik D. 2RHE + 4RH 150. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. Kategori 2. Kategori 1. TB paru kasus baru 152.5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Kategori 3. Alkalosis respiratorik 149. 2RHZ + 4RH C. Asidosis metabolik C. Pemeriksaan fisik ditemukan ronki basah kasar di daerah apeks paru kanan. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. Syok neurogenik C.1 gelas tiap buang air besar. TB paru kasus resistensi obat C. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Syok obstruktif 151. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. 2RHZ + 4RH E. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. Batuk berdahak warna kekuningan. TB paru kasus kambuh E. Apakah terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36. pernapasan Kussmaul dan turgor kulit menurun. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. TB paru kasus gagal pengobatan B. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. konsistensi cair. TB paru kasus putus obat D. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Asidosis respiratorik E. Ketoasidosis B. Kategori 3. demam dan berkeringat pada malam hari. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan. Syok kardiogenik B.volume ½ . Apakah gambaran hitung jenis leukosit yang paling mungkin ditemukan? . Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. sedikit ampas. tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik.

penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. Conus medularis E. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya hipestesi setinggi umbilikus. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat. Migrain dengan aura C. dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. Medula spinalis segmen L 1 D. Medula spinalis segmen L 1 . Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu. Medula spinalis segmen C 5 D. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Pasien juga mengeluh perut terasa mual. Kauda equina 155. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. Neutrofilia B. Vertigo 154. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. tonus otot meningkat bilateral. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. Kauda equine 156. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Limfopenia E. Medula spinalis segmen L 1 D. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medulla spinalis segmen C7 E. Cluster headache E. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen Th 10 B. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4. terutama sekitar lubang dubur. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal. Neutropenia 153. setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Conus medularis E. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Medula spinalis segmen C 5 C. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral.A. tonus otot meningkat bilateral. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 12 C. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Basofilia D. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. namun tidak muntah. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. Migrain tanpa aura D. Medulla spinalis segmen Th 12 C. Eosinofilia C. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. Tension type headache B.

muntah-muntah. Dermatitis kontak iritan 160. Neurodermatitis . Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Medula spinalis segmen Th 10 E. Medulla spinalis segmen Th 12 158. Dermatitis kontak alergika B. Pasien juga mengeluh badan demam dan lemah. Pemeriksaan fisik menunjukkan pupil miosis. skuama halus dan likhenifikasi. Medula spinalis segmen Th 4 D. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Ayahnya seorang penderita asma. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS setelah melakukan upaya bunuh diri dengan minum obat nyamuk. Keluhan muncul hampir di seluruh tubuh. hiperlakrimasi. Papaverin E. Rasa gatal muncul terutama jika sedang mengikuti ujian atau belajar. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan gatal di kulit sejak 10 hari yang lalu.157. tonus otot meningkat bilateral. Pemfigus 161. Pemeriksaan fisik menunjukkan plak nummular berbatas tegas. hipersalivasi. Sindroma Steven Johnson D. Epinefrin D. sebagian telah pecah membentuk erosi. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. Medula spinalis segmen C 5 B. Neostigmin 159. Neurodermatitis E. sesak nafas dan mengeluarkan banyak keringat. Seorang laki-laki berusia 21 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan tengkuk gatal sejak 5 bulan. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Dermatitis alergika B. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan kulit melepuh sejak 2 hari yang lalu. Medulla spinalis segmen C7 C. Nekrolisis epidermal toksik B. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. batas tidak tegas. mata hyperemia konjungtiva. Eksema vulgaris C. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. ukuran bervariasi tersebar hampir di seluruh tubuh. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya bercak eritema dengan peninggian (bentol). hiperhidrosis dan bradikardi. Atropin B. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Bibir erosi dengan krusta tebal warna hitam. Dermatits kontak alergika C. Rasa gatal disertai dengan bercak-bercak merah di kulit yang muncul terutama pada pagi hari dan menghilang pada siang hari. Dermatitis kontak iritan E. Urtikaria D. Dopamin C. Apakah obat yang menjadi pilihan utama? A. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara. Pasien mengeluh nyeri kepala. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula di seluruh tubuh diameter 2-3 cm. Keluhan muncul setelah minum obat sakit kepala.

Pemeriksaan pH darah E.C. Pemeriksaan hormon T3 dan T4 C. Pemeriksaan gula darah sewaktu C. Pseudohifa pada pemeriksaan KOH C. Asupan makanan dan minuman tidak terganggu. T3 dan T4 menurun 163. Pasien sering merasa gelisah. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya grimace. sulit tidur. akral teraba hangat. sebanyak + ½ gelas air mineral. T3 dan T4 menurun E. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. Pemeriksaan gula darah sewaktu B. Pemeriksaan elektrolit darah D. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dibawa ke IGD RS setelah mengalami kejang. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. Tinea corporis E. hiperpigmentasi. mudah lelah dan mengalami diare. Pasien pernah menderita penyakit pembesaran kelenjar gondok dan telah dilakukan pengangkatan kelenjar tersebut 1 bulan yang lalu. pembesaran kelenjar tiroid difus. mata eksoftalmus. T3 dan T4 meningkat C. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. Basil gram negatif pada pengecatan gram D. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. kelemahan dirasakan semakin berat. Pemeriksaan pH darah 165. TSH menurun. skuama dan papul-papul. Pemeriksaan protein total E. TSH. T3 dan T4 normal D. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. Pasien mengalami diare sejak 1 minggu yang lalu. denyut nadi 76 x/menit frekuensi napas 16 x/menit. hingga tidak mampu beraktivitas. denyut jantung 120 x/menit. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar sejak 1 minggu yang lalu. tanpa lendir maupun darah. kekuatan motorik ekstremitas superior dan inferior kiri dan kanan semua bernilai 2 dan tidak ditemukan adanya defisit neurologis lain. Pemeriksaan hitung jenis leukosit B. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 110/70 mmHg. TSH menurun. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. TSH meningkat. Ptiriasis rosea D. Psoriasis 162. lembek. Hifa pada pemeriksaan KOH B. sehari 3-5 x/hari. Pemeriksaan Hb 164. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. frekuensi napas 24 x/menit. Seorang laki-laki berusia 37 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami kelemahan pada kedua tangan dan kaki sejak 3 hari yang lalu. dan spasme otot general terutama daerah karpopedal. Kejang terjadi selama 15 menit dan saat kejang tampak kesakitan. TSH. Pemeriksaan elektrolit darah D. tampak makula eritematosa. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. Kokus gram positif pada pengecatan gram . T3 dan T4 meningkat B. Apakah hasil pemeriksaan laboratorium yang paling mungkin ditemukan? A. Apakah yang paling mungkin ditemukan pada pemeriksaan kerokan kulit? A.

Psoriasis C. Pemfigus E. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar. tampak erosi dan mengeluarkan eksudat berbau amis. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula-bula diameter 2-3 cm. tekanan darah 140/90 mmHg. Apakah jenis obat topikal yang paling tepat diberikan? A. pembesaran kelenjar tiroid difus. Obat apakah yang paling tepat untuk pasien ini? . gelisah dan sulit tidur. Pasien sedang dalam keadaan hamil 20 minggu. Pasien juga mengeluh demam. Kokus gram negatif pada pengecatan gram 166. Seorang perempuan berusia 32 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kulit pada hampir seluruh tubuh melepuh. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar hormon T3 dan T4 serta penurunan kadar TSH. Herpes zoster 169. Eritroderma B. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. Pasien pernah mengalami keluhan yang sama berulang tetapi tidak separah ini. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. tertutup skuama tebal berwarna putih. Staphylococcus aureus E. Keluhan ini terjadi sejak 4 hari yang lalu. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. Bedak E. Seorang laki-laki berusia 28 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena luka pada tungkai bawah setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 1 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. Bacillus cereus D. punggung serta tepi rambut kepala. proptosis bola mata. tidak tahan panas. Dermatitis kontak C. denyut nadi 132 x/menit frekuensi napas 24 x/menit. sekret berbau. Salep D. Sebagian dari lepuhan kulit sudah pecah dan terasa nyeri. Eritroderma E. Pemeriksaan fisik lokal menunjukkan adanya luka robek dengan fragmen fraktur. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. Sindroma Stevens Johnson D. Psoriasis 168. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. Streptococcus βhemoliticus B.E. Krim C. Dari luka tersebut tampak tulang yang menonjol dan terasa sangat nyeri. Ptiriasis rosea D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Obat kocok 170. Apakah mikroorganisme yang paling mungkin mengakibatkan keadaan tersebut? A. Clostridium perfringens C. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. Pseudomonas aeruginosa 167. punggung serta tepi rambut kepala. edema. Dermatitis seboroik B. terdapat jaringan nekrotik. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. Gel B. krepitasi pada jaringan otot dan subkutis. Badan terasa lemah. tertutup skuama tebal berwarna putih.

tampak biru. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa bapaknya ke Puskesmas karena mengalami perubahan perilaku yaitu menjadi pendiam dan kembali mengompol setelah ibunya meninggal dunia seminggu yang lalu. b=20%. denyut jantung 90 x/menit. Populasi target adalah penderita diabetes mellitus (DM). Variabel kadar HbA1c dibagi menjadi 3 kelompok. Skala ordinal C. Levothyroxine E. Oligoastenozoospermia D. Pemeriksaan sperma menunjukkan jumlah sperma dengan bilik hitung 10 juta/ml. Represi C. Apakah mekanisme pertahanan (defens mechanism) yang dipakai oleh pasien? A. Karena banyaknya jumlah populasi dan adanya keterbatasan . Apakah interpretasi hasil pemeriksaan tersebut? A. Methimazol B. Memberikan epinefrin injeksi intramuskuler 174. yaitu kurang dari normal. Normozoospermia B. Propilthiouracil C. Bayi tersebut dilahirkan dalam keadaan tidak menangis. Tindakan apakah yang harus dilakukan? A. Melakukan ventilasi tekanan positif D. Sublimasi E. Oligoteratozoospermia E. Setelah dilakukan langkah awal resusitasi. Oligozoospermia C. Regresi B. Skala rasio B. Padahal kebiasaan mengompol ini sudah berhenti sejak 1 tahun yang lalu. Tidak ada keluhan fisik yang diderita. Penelitian dilakukan di setiap kabupaten dalam propinsi Jawa Tengah. Skala interval E. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang memeriksakan diri ke puskesmas karena belum mempunyai anak setelah 2 tahun menikah. Oligoastenoteratozoospermia 172. Skala Gutmann 175. Memberikan natrium bikarbonat intravena E. Seorang dokter ingin mengetahui prevalensi disfungsi ereksi pada pria menikah yang berada dalam rentang usia produktif. Pasien bekerja sebagai buruh pabrik pestisida.A. penilaian menunjukkan bayi tidak bernafas. d=10%. tinggal serumah bersama istrinya dan mengaku berhubungan seksual secara rutin. Memberikan rangsang taktil B. Proyeksi D. sedangkan populasi terjangkau adalah penderita DM tipe II. morfologi 80%. Melakukan kompresi jantung C. normal dan lebih dari normal. Skala nominal D. Perchlorate 171. Seorang dokter akan melakukan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol berjudul “Hubungan antara Kadar HbA1C dengan Retinopati Diabetika pada penderita DM tipe II. Apakah skala yang paling tepat untuk variabel tersebut? A. Seorang bayi laki-laki dilahirkan secara sectio caesaria dari seorang perempuan berusia 37 tahun G1P0A0 gravida 38 minggu dengan ketuban pecah dini 18 jam dan fetal distress. motilitas : a=45%. 131 I D. lemah. c=25%. Introyeksi 173.

diputuskan untuk melakukan teknik pengambilan sampel dari seluruh populasi penelitian. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya edema konka inferior dan sekret di meatus media. Simple Random Sampling D. Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung tersumbat sejak 1 minggu yang lalu. Kadar glukosa darah . Seorang laki-laki berusia 21 tahun dibawa ke IGD RS dengan kedua tangannya dalam keadaan terikat. Hitung jenis leukosit B. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai untuk diterapkan dalam penelitian tersebut? A. Abses nasi C. Bayi tampak lemah. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya massa putih mengkilap bertangkai pada meatus media. Concha polipoid D. Rinitis alergika E. frekuensi napas 80 x/menit. Lubang hidung kanan mengeluarkan cairan kental berwarna kehijauan dan berbau busuk. Pasien sering mengeluh sakit kepala dan gusi bengkak yang membaik dengan obat antinyeri. Seorang bayi laki-laki lahir spontan di rumah sakit dari seorang perempuan berusia 36 tahun dengan usia kehamilan 31 minggu. Rinitis alergi D. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Kultur darah D. Skizofrenia paranoid E. Snowball Sampling E.waktu dan tenaga yang dimiliki. denyut jantung 172 x/menit. tidak menangis. Alloanamnesis didapatkan pasien tidak dapat tidur sering teriak-teriak dan mengamuk sejak 1 minggu yang lalu. Sistematic Random Sampling B. Polip nasi B. halusinasi akustik dengan tema yang tidak spesifik. retraksi dinding dada. Abses nasi C. Polip nasi B. Seorang perempuan berusia 19 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung kiri tersumbat sejak 4 bulan yang lalu. Sinusitis maksilaris akut 179. Gangguan panik B. Rinitis vasomotor E. Kadang keluar cairan jernih tidak berwarna dan tidak berbau. Tidak ditemukan adanya riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Periksaan psikiatris didapatkan pasien agresif secara fisik dan verbal. Analisa gas darah E. Sinusitis maksilaris akut 178. Cluster Random Sampling C. Gangguan waham 177. Quota Sampling 176. Gangguan bipolar manik C. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling penting dalam keadaan tersebut? A. Gangguan psikotik akut D. Keluhan terjadi sepanjang hari dan semakin berat. sianosis dan merintih. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Kadar hemoglobin C.

Ruptur uteri C. Memberikan fase lanjutan 5RH 181. berbatas tegas dan teraba hangat. Ruptur vagina D. badan terasa lemah. Inversi uteri B.180. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Memberikan fase lanjutan 4RH E. Apakah rencana pengobatan yang harus diberikan? A. Myoma uteri E. berat badan menurun. Ulkus ventrikuli B. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan 2x positif. Bidan menyampaikan bahwa pasien baru melahirkan anak pertama 2 jam yang lalu. Nafsu makan menurun. Memberikan sisipan 1RHZE C. Seorang perempuan berusia 20 tahun dirujuk oleh bidan dengan diagnosis perdarahan pasca persalinan. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. Keluhan batuk. Isoniazid 182. Apakah kesimpulan visum et repertum yang dapat diambil? A. Manakah OAT yang dapat memperberat keluhan nyeri pasien? A. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah. Luka memar di mata kanan akibat dipukul B. Memberikan sisipan 1 RHZS B. denyut nadi 136 x/menit lemah. Plasenta dupleks 183. Pemeriksaan inspeksi menunjukkan adanya permukaan kasar berwarna merah pada benjolan yang keluar dari vagina. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pasien juga memiliki riwayat bengkak sendi kambuh-kambuhan sejak 1 tahun yang lalu. Hepatitis akuta 184. Nyeri hilang dan timbul. Rifampisin E. Streptomisin B. Kolelitiasis D. Pirazinamid D. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. tekanan darah 70/50. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Pankreatitis E. setelah kelahiran plasenta tampak benjolan berwarna merah dari vagina dan mengalami banyak perdarahan. Pada pemeriksaan fisik tampak bengkak mengelilingi mata kanan berukuran 5 x 7 cm. Ulkus duodeni C. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. Pasien membawa surat permintaan pemeriksaan visum et repertum dari penyidik. Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke puskesmas untuk melanjutkan pengobatan rutin TB paru yang telah dilakukan selama 2 bulan. Sendi bengkak dan terasa nyeri terutama setelah makan emping melinjo. Luka memar di mata kanan karena kekerasan tumpul . Nafsu makan dan berat badan juga telah meningkat. Seorang laki-laki berusia 24 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan memar pada mata kanan akibat dipukul oleh rekan bisnisnya. frekuensi napas 28 x/menit. warna merah kebiruan. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. berkeringat pada malam hari dan rasa mudah lelah sudah membaik. Ethambutol C. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan hasil positif 3 (+3). Memberikan sisipan 1RHZES D.

Normo sinus rythm C. Pada saat dilakukan palpasi perut. Tetapi mulai tadi malam mengeluh nyeri di seluruh lapangan perut. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg. tes undulasi (+) E. Sinus takikardi D. appendicitis D. Atrial fibrilasi E. denyut nadi sulit ditentukan. Atrial fibrilasi 188. Sinus takikardi D. Pada inspeksi pasien tampak . Sinus bradikardi E. Keluhan disertai mual dan muntah. Sinus bradikardi D. Luka memar di mata kanan akibat pukulan tumpul oleh tersangka E. hidronefrosis B. RBBB B. dibawa ke RS dengan keluhan lemas & hampir pingsan. didapatkan otot dinding perut memberikan reaksi mengeras.9 °C. Pasien pernah didiagnosa stroke infark 3 bulan yang lalu. denyut nadi 140x/menit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tympani hampir seluruh lapangan perut. Supraventrikuler takikardi B. Seorang pasien 23 tahun baru pulang dari RS 4 hari yang lalu dengan diagnosis Tifus abdominalis dan telah dinyatakan sembuh. Sinus takikardi E. Pada EKG menunjukkan jarak rata-rata R ke R 6 kotak sedang. Pada pemeriksaan fisik didapatkan denyut nadi pulsus alternans dan pada pemeriksaan EKG didapatkan irama jantung 120x/menit irreguler. Seorang laki-laki umur 40 th. tidak teratur. temperature 36. predominan tympani B. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri perut sebelah kanan. shiffting dullnes D. Pada pemeriksaan EKG didapatkan irama irreguler. Aritmia C. Luka memar di mata kanan karena kontak benda tumpul oleh tersangka 185. di regio inguinal kiri didapatkan redup. Apakah penyebab yang paling mungkin? A. Seorang pasien perempuan usia 60 tahun datang dengan keluhan berdebar-debar. Sinus bradikardi C.C. defens muskuler C. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. vesicolitiasis C. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. hiperperistaltik 190. Apakah hasil pemeriksaan tersebut? A. nefrolitiasis E. Luka memar di mata kanan karena dipukul benda tumpul D. Supraventrikuler takikardi B. Atrial flutter 187. Seorang perempuan 56 tahun datang dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Seorang perempuan usia 25 tahun datang dengan keluhan sulit buang air besar sejak 3 hari yang lalu. Normosinus ritme 186. fecalith 189.

kaki bengkak dan air seni berwarna seperti teh. Keluhan disertai dengan nyeri perut kanan atas. Sepanjang tepi bawah arcus kosta kanan dari medial ke lateral C. Pemasangan infus C. Penurunan BB 3 kg/mg B. Pembersihan luka D. TB 155 cm. gatal-gatal. Fraktur kompresi . Seorang anak umur 12 tahun terjatuh dari pohon setinggi 5 meter dengan posisi jatuh tangan menyentuh tanah terlebih dulu. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan GOT dan GPT sedikit meningkat. Resusitasi C. hepatomegali. luka robek di lengan bawah. dan icterus . pada tungkai bawah nyeri tekan (+). frekuensi napas 24 x/menit. Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. mengerang kesakitan. Rectus abdominis & arcus kosta kanan D. Reposisi-immobilisasi 194. Seorang perempuan 56 tahun datang ke RS dengan keluhan lemas. deformitas (+). Pemberian analgetik E. Tindakan pertama yang harus dilakukan pada pasien diatas adalah: A. Menderita penyakit osteoporosis sejak 2 tahun terakhir. Fraktur kominutif E. mata kuning. tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. Terapi non-farmakologis apakah yang sesuai? A.memegangi perut kanan atas dengan posisi membungkuk. akral dingin dan pucat. Konsumsi penghancur lemak E. nyeri sumbu (+). nyeri tekan (+). nyeri sumbu (+). Regio epigastrium sejajar dengan tepi bawah hepar lobus sinistra 191. Pertemuan tepi lateral kanan m. Penjahitan luka B. Reposisi B. Kelainan yang dapat terjadi pada kasus diatas adalah: A. Airway management E. deformitas (+). Pada pemeriksaan fisik vital sign dalam batas normal.pulsasi nadi lemah. Di manakah lokasi yang tepat untuk palpasi? A. Diit cukup garam & minum1 lt/hr 192. Kenali dan hentikan perdarahan 193. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan. Fraktur impresi B. frekuensi napas 30 x/menit. Fraktur patologis D. Tepi lateral kanan processus xipoideus dari caudal ke cranial B. Langkah pertama apa yang harus dilakukan untuk penyelamatan kasus diatas: A. Diit cukup karbohidrat C. tekanan darah 110/70 mmHg. Fraktur impaksi C. nyeri tekan (+). tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan. Dibawa ke tempat praktek dokter dengan GCS 13. ascites minimal. nyeri sumbu(+). Pertemuan bawah lobus sinistra hepar dengan processus xipoideus E. denyut nadi 80 x/menit. tidak ada riwayat trauma. Seorang perempuan umur 65 tahun datang ke RS dengan keluhan tidak bisa jalan. Olahraga 30 menit/hari D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan BB 78 kg. pembesaran lien. nyeri pada tungkai bawah yang terjadi secara berangsur-angsur. dan tampak memegangi lengan atas kanan yang terlihat salah posisi. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis. Immobilisasi D.

sesudah itu lemas seperti tertidur. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis. tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. Saat kejang kadang mulut berbuih kadang ngompol. umur 7 tahun. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang. lateral B. Berapakah nilai Glasgow Coma Scale (GCS) dari pasien ini? A. Tidak dikeluhkan sakit kepala maupun muntah. Reposisi cito B. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg. apa yang perlu segera dilakukan? A. Syok neurogenik C. Trauma neurologi E. Dari pemeriksaan fisik didapatkan respon membuka mata dengan perintah. Tergolong apakah serangan kejang pada pasien ini? A. Carpopedal spasme 197. Syok hipovolemik D. 13 D. GCS = 5. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg. 2 posisi D. Resusitasi cairan agresif D. dan deformitas (+). Kesadaran pasien mulai pulih setelah 3 menit. nyeri tekan (+). posterior 199. perdarahan masif. Parsial simple E. denyut nadi 120 x/ menit. Pemeriksaan foto rontgen femur apa yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis pasien ini? A. Mioklonik D. tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan. Fraktur terbuka B. Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. dan deformitas (+). Resusitasi cairan 20 tetes/menit . Debridement C. bisa menjawab pertanyaan sederhana. Petitmal B.pulsasi nadi lemah. 15 196. 12 C.Apakah penyebab kematian yang paling mungkin pada pasien ini? A. frekuensi napas 30 x/menit. Grandmal C. nyeri sumbu (+). menderita serangan kejang berulang sejak usia 6 tahun. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang. Serangan kejang terjadi rata – rata 2 kali perbulan. merasa mengantuk. saat kejang pasien tidak sadar. 11 B.195. 1 posisi C. anterior E. Perempuan umur 61 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan merasakan lemah sejak 2 jam yang lalu.Untuk mencegah perburukan kondisi. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan. kemudian kejang tonik 1 menit diikuti kejang klonik 2 menit. denyut nadi 120 x/menit. Sindroma kompartemen 198. Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. GCS = 5. dan bisa bergerak bebas. Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. perdarahan masif. Seorang anak laki-laki. 14 E. akral dingin dan pucat.

denyut nadi 120 x/menit. Hernia femoralis B. tidak mau minum. denyut nadi 164 x/menit. temperatur 36. mual dan muntah. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. Hecting untuk hentikan perdarahan 200. Absorbsi D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. mata cekung. Cold abses inguinal E. Lakukan pemasangan infus C. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. Ileus paralitik B. denyut nadi 120 x/menit. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. Oksigenasi 203. Hernia inguinalis lateralis E.80C anak lemah.80C. Ketika dilakukan anamnesis. pemeriksaan lain dalam batas normal. Lakukan resusitasi kardio pulmoner . Hernia femoralis C. distensi abdomen. Memberi obat anti diare 204. denyut nadi 164 x/menit. pada auskultasi tidak terdengar suara napas dan detak jantung. Rehidrasi intravena D. turgor kurang. Difusi B. metallic sound (+). Ventilasi E. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. Merujuk pasien ke ICU E. Ileus obstruktivus D. Perfusi C. Lakukan resusitasi cairan B. Oksigenasi B. anak lemah. distensi abdomen. Gangguan fungsi yang terjadi pada pasien tersebut: A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. metallic sound (+). turgor kurang. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level. scrotum membesar. Tindakan paling awal pada kasus tersebut adalah: A. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas. peristaltic meningkat. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. tiba-tiba pasien terjatuh dan tidak sadar. peristaltic meningkat. Hernia inguinalis medialis 201. Appendix infiltrat D. mual dan muntah. Penanganan awal apa yang paling tepat dilakukan oleh dokter? A. Hernia inguinalis lateralis 202. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. Nadi radialis dan carotis tidak teraba. scrotum membesar. temperatur 390C. temperatur 36. Apakah penyebab yang mendasari kasus ini? A. pemeriksaan lain dalam batas normal. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg.E. Rehidrasi oral C. Limfoma maligna C. mata cekung. tidak mau minum. temperatur 390C.

Colon descendens 209. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. malas menetek. Ginjal D. kejang 3-5 kali. Angina pectoris tak stabil 206. tekanan darah 180/110 mmHg. Lakukan pemasangan jalur oksigen E. suara jantung lemah. Hati B. tali pusat kotor dan berbau busuk. frekuensi napas 30 x/menit. Lakukan pemasangan monitor EKG 205. Infark miokard akut D. Miokarditis C. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. Pada saat pemeriksaan fisik. jari tabuh (+). frekuensi napas 60 x/menit. Insufisiensi mitral D. Pada regio mana yang paling tepat untuk meraba denyut nadi tersebut? . Insufisiensi trikuspidal E. Pasien tidak sadar. Arteri tibialis posterior E. Syok neurogenik D. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah palpasi 70 mmHg. Seorang laki-laki usia 25 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan. Syok septik B. Organ manakah yang paling mungkin mengalami cedera? A. Pemeriksaan EKG didapatkan elevasi segmen ST yang diikuti adanya gelombang Q patologis. bising usus melemah. denyut nadi 120 x/menit. Limpa C. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. ditemukan jejas pada hipokondrium kiri. kulit tampak kuning sampai kedua kaki. denyut nadi 140 x/menit. frekuensi napas 30x/menit. sianosis. Angina pectoris stabil E. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Perikarditis B. Jenis syok pada neonatus ini adalah: A. Bayi laki-laki umur 25 hari. Anak umur 3 tahun dengan riwayat jongkok selama melakukan aktivitas dan sering biru dan tidak sadar. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas. Kesadaran gelisah. Arteri carotis interna D. Stenosis aorta B. Syok kardiogenik E. Arteri subclavia C. Struktur anatomis apakah yang diraba? A. Arteri radialis B. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. datang ke Puskesmas keadaan merintih lemah. sianosis. Tetralogi Fallot C. Arteri carotis communis 210. Pada pemeriksaaan didapatkan keadaan umum lemah. Intestinum E. pekak alih (+). Syok distributif C. akral dingin. bising sistolik. Syok hipovolemik 207. Patent ductus arterisus 208.D.

isokor B. trigonum submandibulare E. jumlah trombosit 70 ribu/mmk. 212. Cedera plexus brachialis C. Katub jantung B. 214. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan HBsAg positip. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien diatas? A. Fraktur humeri D. Dislokasi articulatio humeri B. Fraktur clavicula E. Pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil Hb 6 gr/dl. Pada saat persalinan terjadi distocia bahu dan berhasil dilahirkan setelah dilakukan berbagai manuver oleh dokter SpOG. Apakah struktur yang kemungkinan mengalami kelainan pada pasien tersebut? A. Apakah diagnosis paling mungkin kasus diatas? A. 213. datang ke klinik swasta untuk melakukan general check up. A. Sirosis Hepatitis B D. Bayi lahir selamat. Sistem conductorium jantung Seorang laki-laki berusia 50 tahun. anisokor D. Reaksi lekemoid . Hepatitis B kronis aktif C. Cacat/defek pada septum E. Hepatitis B dorman Seorang laki-laki berusia 58 th. regio cervicalis lateraris D. Morfologi darah tepi: didominasi sel blas seri myeloid. regio cervicalis anterior C. pensiunan tentara datang praktek dokter swasta dengan keluhan pucat dan cepat lelah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kunjungtiva anemis. Vasa coronaria D. Vasa darah besar C. midriasis maksimal Seorang bayi laki-laki baru lahir dengan berat lahir 4800g tidak bisa menggerakkan lengan kanannya. Bagaimana hasil pemeriksaan pupil yang paling mungkin? A. jumlah lekosit 120 ribu/mmk. Bayi ini dilahirkan pervaginam oleh seorang wanita 32 tahun yang menderita diabetes mellitus. Apakah kemungkinan penyebab kelainan yang diderita oleh bayi tersebut? A. seorang tenaga kesehatan memeriksa dan memastikan bahwa korban telah meninggal dunia. miosis maksimal C. 215. Hepatitis B kronis B. Kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium hepar didapatkan hasil SGOT : 20 IU dan SGPT: 22 IU. Pasien ini sebelumnya juga sering mengeluh nyeri dada bila beraktivitas berat selama beberapa tahun terakhir ini. Nyeri terasa seperti tertindih benda berat di belakang sternum dan menjalar ke rahang bawah dan lengan kiri bagian medial. regio sternocleidomastoideus Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Hepatitis B carrier sehat E. reflek lambat E. deltoideus Seorang laki-laki berusia 55 tahun dibawa ke UGD oleh istrinya karena mengeluh nyeri dada hebat. menangis keras dan kulitnya merah jambu. trigonum caroticum B. pimpinan suatu perusahaan. Peregangan m.211.

Sindrom Nefrotik C.3mg/dl. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu tubuh 39 derajat Celcius. infeksi virus D. hematuria dan glukosuria C. Bilirubin Direk: 6. Dari anamnesis tidak didapatkan riwayat trauma. lekosituria dan nitrituria E. infeksi bakteri C. SGPT: 24 IU/L. Manakah pemeriksaan urinalisis paling berhubungan untuk diagnosis pasien diatas? A. infeksi jamur B. kolestasis ekstrahepatal Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke tempat praktek dokter dengan keluhan jari-jari sering gemetar. berat jenis dan kristal Seorang perempuan berusia 47 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan bengkak seluruh badan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem. Hasil laboratorium SGOT: 18 IU/L. sirosis hepar D. Pyelonefritis B. AML (Acut Mieloid Lekimia) C. Tidak ditemukan pembesaran hepar maupun lien. Apakah diagnosis paling tepat kasus diatas? A. 217. CML (Chronic Myeloid Leukima) Seorang laki-laki 58 tahun datang ke UGD dengan keluhan bengkak pada seluruh badan. 219. kolelithiasis C. Pasien juga mengeluh adanya nyeri saat menelan. B. reaksi imunitas E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem. Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. Uretritis Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan keluhan demam 4 hari. Multiple myeloma D. Sindrom Nefritik D. hepatitis B.216. karsinoma hepar E. reaksi hipersensitifitas Seorang perempuan berusia 72 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan nyeri perut dan badan tampak kuning. dan Bilirubin indirek:0. Glomerulonefritis E. faring hiperemis. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan jumlah lekosit 5000/mm3 dan dari hitung jenis didapatkan limfositosis. Myeodisplasia E. Apakah etiologi paling tepat penyebab demam pada pasien tersebut? A. Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. proteinuria dan silinderuria D. Pada pemeriksaan urinalisis didapatkan hasil Proteinuri: +++ Eritrosit : 0-1 /LPB Lekosit : 1-3/LPB Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus diatas? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan ikterik dan nyeri tekan pada ulu hati. 220. 218.Saat masuk . pH dan ketonuria B.5 mg/dl.

Pada anamnesis tidak dijumpai nyeri kepala dan mual muntah. mencegah herniasi C. pasien langsung diberikan fisioterapi awal setelah masuk bangsal. 223. afasia global D. ataxic gait E. hemiparetik gait C. mencegah decubitus E. disfasia Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kanan mendadak saat bangun tidur. refleks patologis negatif. Setelah dilakukan observasi dan mendapatkan terapi keluhan membaik seperti semula sebelum 24 jam setelah serangan. Apakah tujuan awal fisioterapi ? A. afasia sensorik C. Manakah tipe cara berjalan yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. Manakah terapi yang paling tepat diberikan untuk mencegah kekambuhan ? A. mendadak saat bangun tidur. Apakah klasifikasi kesadaran kualitatif pada pasien tersebut? A. 224. afasia transkortikal E. pirasetam C. Saat pemeriksaan kesadaran didapatkan pasien terkesan mengantuk dan menutup mata namun bila dipanggil dapat membuka mata dan menjawab pertanyaan sederhana. kekuatan ekstremitas kiri 4. somnolen D. sitikolin B. compos mentis Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dengan gangguan bicara. kekuatan ekstremitas inferior dan superior kanan:0. parkinson gait B. Refleks Patologis Babinski dekrtra(+). 225. Apakah diagnosis paling tepat? A. stupor C. mencegah edem serebri Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kiri mendadak. scissor gait Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD oleh temannya dengan gangguan kesadaran setelah minum minuman keras oplosan. mekobalamin E. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. coma B. 222. mencegah pneumonia B. Saat pemeriksaan pasien dapat mengerti maksud atau perintah pemeriksa namun tidak dapat berbicara lancar. Pada anamnesis pasien memiliki riwayat penyakit gula dan darah tinggi. paraparetik gait D. soporouscoma E. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. Setelah mendapatkan terapi medika mentosa. sianokobalamin Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher.221. ke ruang praktek tampak pasien tersebut berjalan sangat lambat dan setapak demi setapak. mencegah kontraktur D. silostasol D. afasia motorik B. Keluhan ini disertai rasa .

Psoriasis vulgaris C. E. disertai dengan tanda Autspitz . Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak makula dan patch eritem. Apakah diagnosis yang paling sesuai? A. D. dengan skuama putih . Psoriasis vulgaris C. Antibiotic sistemik Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. badan dan paha. Lepra PB Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. Trichophyton sp. Paparan matahari Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. dengan bagian tepi papul-papul eritem. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak macula dan patch eritem. Lepra PB Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. Micobacterium sp. Pitiriasis rosea D. Keluhan ini disertai rasa gatal. Keluhan ini disertai rasa gatal. Apakah penyebab paling tepat kasus tersebut? A. Tinea korporis E. dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. Alergen B. Kortikosteroid sistemik B. Apakah terapi yang sesuai? A. 229. Keringat C. 228. Kortikosteroid topical C. Antihistamin sistemik D. batas tidak tegas. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. Dermatitis kontak alergi B. dengan skuama putih. Antijamur topikal E. batas tidak tegas. 227. Dermatitis kontak alergi B. Tinea korporis E. batas tegas. gatal. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. 230. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. Keluhan ini disertai rasa gatal. herald patch (+) pada lengan atas. Pitiriasis rosea D. Tinea korporis E. dengan bagian tepi papul-papul eritem.226. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. dengan skuama putih tipis collarete. Apakah diagnosis untuk kasus tersebut? A. Dermatitis kontak alergi B. batas tegas. Psoriasis vulgaris C. disertai dengan tanda Autspitz . Lepra PB Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. Pitiriasis rosea D. dengan skuama putih .

diberikan salep putih. dibawa ke UGD karena selalu merasa ketakutan. Munculnya pengulangan dorongan-dorongan tersebut membuatnya tidak tenang/ gelisah dan merasa menderita. multiple. Antijamur E. herald patch (+) pada lengan atas. Neuroleptik Malignan Sindrom C. disertai rasa gatal. Dermatitis kontak alergi B. sehingga pasien ketakutan. Ukuran lesi tetap.231. Hal itu diawali karena kekhawatirannya terhadap kuman yang menempel di tangan sehingga akan ikut tertelan jika ia makan. Kortikosteroid sistemik B. Ekstrapiramidal Sindrom B. Tardive dyskinesia D. tersusun linier pada lengan bawah kiri bagian ekstensor. badan dan paha. Apakah terapi yang sesuai? A. Amitriptilin 2 x 25 mg Seorang laki-laki. Likhen planus Seorang laki laki berusia 24 tahun. 232. Keluhan ini dirasakan sejak 1 bulan yang lalu. Sejak 2 minggu yang lalu. terdapat tremor. Antivirus D. pil kuning dan pil hijau. frekuensi nafas 20 x per menit dan temperatur 37. yang berasal dari dirinya sendiri.5 mg C.2 °C. distonia akut dan krisis okulomotorius. Antibiotic Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke dokter dengan keluhan gatal-gatal pada lengan kiri. Trihexylpenidil 2 x 2 mg E. pasien mengatakan pada pemeriksa. dibawa ke unit gawat darurat RS. dengan keluhan seluruh badan kaku. Hasil pemeriksaan dermatologi diperoleh papul berwarna merah keunguan. 234. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. berusia 16 tahun. Antihistamin C. Haloperidol 2 x 1. Tekanan darah 130/80 mmHg. Parkinson’s iterat Seorang laki-laki. berusia 38 tahun. Huntington’s disease E. Pasien sudah berobat ke Puskesmas. penderita gangguan Skizofrenia yang minum obat rutin. meskipun rasa gatal berkurang. Pitiriasis rosea D. Tinea korporis E. tipis collarete. Mereka bersekongkol untuk mengejar dan mencelakai dirinya. Manakah terapi yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. Dalam pemeriksaan. Psoriasis vulgaris C. sehingga setiap pasien melihat orang-orang yang sedang bercakap-cakap. Dalam pemeriksaan status mental. Carbamazepin 2 x 200 mg D. pasien mengatakan bahwa ada segerombolan sindikat yang sedang merencanakan untuk membunuhnya. Diazepam 2 x 2 mg B. Pengulangan dilakukan karena selalu muncul dorongan untuk berbuat demikian. denyut nadi 86 x per menit. Apakah diagnosis yang tepat? A. 233. air liur berlebihan dan jalan seperti robot. datang untuk berkonsultasi karena sering mencuci tangan berulang-ulang terutama jika akan makan. bahwa sindikat itu telah bekerjasama dengan banyak orang. atap datar. pasien merasa mereka sedang membicarakan dan hendak mencelakainya. Apabila kegiatan-kegiatan tersebut tidak . Hal itu terjadi sejak 3 bulan yang lalu dan makin sering dilakukannya. Ia berusaha melawan/mengabaikan pikiran tersebut tetapi tidak bisa.

dibawa ke Puskesmas oleh gurunya. jantung berdebar-debar. Apakah diagnosis yang tepat? A. mengeluh nyeri kepala dan muntah. Gangguan Skizoafektif E. Depresi Sedang dengan somatisasi D. karena tiba-tiba berteriak-teriak. Penderita juga sulit tidur. Tidak didapatkan riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Rasa cemas dirasakan hampir setiap hari walaupun tidak ada penyebab yang jelas. Namun diriwayatkan bahwa pasien merupakan anak yang pendiam dan mudah cemas. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan bicara kacau. 236. Dua hari yang lalu penderita tampak gelisah. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan mengamuk tanpa sebab. Sejak 7 hari yang lalu penderita mulai demam. 238. kaku kuduk (+) dan meningeal sign (+). Apakah diagnosis yang tepat? A. Tidak ada riwayat gangguan jiwa sebelumnya. meronta-ronta saat sedang mengerjakan latihan ujian Nasional. Gangguan Stres Akut Seorang wanita. Penderita menjadi sering tidak berangkat kuliah dan kegiatan kampus lainnya. Pasien sering sulit tidur. Gangguan Psikotik Akut B. Apakah diagnosis yang tepat? A. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. berusia 23 tahun. Sejak 2 bulan yang lalu. 237. Keluhan dirasakan sejak 6 bulan yang lalu. Pasien sering mendengar bisikan-bisikan suara tanpa wujud dan sering melakukan sesuatu di luar kendali dirinya. Gangguan Skizofrenia C. temperatur39. Demensia Seorang mahasiswi. berusia 18 tahun. mengatakan bahwa ia adalah makhluk penunggu sekolah dan memberikan nasehat-nasehat yang berkaitan dengan pembangunan gedung sekolah yang saat itu sedang direnovasi.ngejar dan akan membunuhnya. Gangguan Afektif B. pasien mulai sering mengurung diridan tidak mau bergaul. Gangguan Panik C. seluruh badan lemas. Gangguan Cemas Menyeluruh E. Gangguan Somatoform Seorang siswi SMU. Stress Akut D. Gangguan Cemas Menyeluruh C. keringat dingin. ketakutan dan mengatakan bahwa ada musuh yang mengejar. Pasien berbicara dengan suara yang berat seperti suara laki-laki dewasa. dilakukan secara berulang-ulang maka timbul kecemasan/kegelisahan. datang ke dokter keluarga karena sering merasakan cemas. berusia 24 tahun. Gangguan Waham Menetap E. merasa tak berdaya. Gangguan Amnesia Dissosiatif . bingung dan bicara kacau dan merasa ketakutan karena seperti didatangi bayangan makhluk yang hitam dan besar yang akan mengajaknya pergi. tangan dan kaki terasa dingin. Apakah diagnosis yang tepat ? A. Skizofrenia B. Penderita mengetahui bahwa kecemasannya tidak beralasan. Gangguan Anxietas Phobic B. namun ia sulit untuk menghilangkannya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS 9.235. Amnesia C. 16 tahun. Stress paska trauma Seorang laki-laki. Gangguan Obsesif Kompulsif D. Gangguan Waham menetap D. Delirium E.

beberapa minggu ini durasi nyeri lebih lama. Hipertrofi ventrikel kiri C. Dari anamnesis riwayat penyakit dahulu saat muda dia pernah . Dilatasi ventrikel kiri B. karena ia sadar. Nyeri yang dirasakannya bahkan muncul pada saat dia sedang duduk-duduk santai di sore hari. Apakah terapi yang paling tepat? A. Apakah tipe angina pectoris yang sesuai untuk kasus di atas? A. Gangguan Konversi Histeri E. Saat diperiksa didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg dan didapatkan kardiomegali. Bagaimana mekanisme kerja golongan nitrat sehingga keluhan berkurang? A. Terapi Farmakologi Seorang pasien laki-laki berusia 56 tahun datang ke klinik swasta dengan keluhan sesak nafas. Terapi Gestalt E. Pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan baik. Penurunan tekanan ventrikel kanan D. angina pectoris atipikal C. angina pectoris heberden E. Gangguan Trans Dissosiatif D.239. disertai jantung terasa berdebar-debar. Apa kelainan jantung yang terjadi? A. Sesak semakin memberat dengan aktifitas fisik. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 6 bulan terakhir. datang ke dokter untuk berkonsultasi tentang kekhawatirannya yang berlebihan jika melihat darah. ia menjadi ingin menghilangkan keluhannya tersebut. Pasien ini mempunyai riwayat Hipertensi tidak terkontrol. Lokasi berada di atas sternum menjalar hingga ke tangan sebelah kiri dan rahang bawah. usia 17 tahun. dan nyeri munculnya tidak lagi karena aktivitas yang berat. Gangguan Fugue Disosiatif C. Penurunan aliran darah kolateral jantung E. Terapi Desensitisasi C. Hipertrofi anteroseptal ventrikel kiri D. keringat dingin dan seluruh badan tiba-tiba lemas dan mual-mual. darah bukanlah sesuatu yang membahayakan. Venodilatasi pembuluh darah koroner B. Dilatasi dan hipertrofi ventrikel kiri E. Hipertrofi atrium dan ventrikel kiri Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri dada. Keluhan seperti ini sudah dirasakannya sejak 1 tahun yang lalu. B. Penurunan kebutuhan oksigen miokardial Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada seperti tertusuk-tusuk. Namun. 241. Terapi Aktivitas Kelompok B. angina pectoris prinzmetal Seorang perempuan berusia 48 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas yang semakin memburuk sejak 4 bulan terakhir. Gangguan Depersonalisasi Seorang siswi SMA. ia akan merasakan berdebar-debar. Reduksi end diastolic volume ventrikel kanan dan kiri C. 243. 240. Setiap melihat darah bahkan hanya gambar darah saja. Hasil pemeriksaan fisik dan elektrokardiogram tidak menunjukkan adanya kelainan. Dokter memberikan terapi golongan nitrat dan keluhan membaik. namun sejak ayahnya menyarankan untuk masuk fakultas Kedokteran. 242. angina pectoris stabil B. Selama ini ia selalu berusaha untuk menghindarinya. Nyeri dada dirasakan membaik dengan istirahat. Terapi Kognitif D. angina pectoris tidak stabil D.

mengalami penyakit serius berupa demam. D.5°C. Staphilococcus aureus B. Atrial Septal Defect E.Mitral Stenosis 244. dan terdapat tanda-tanda hipoksia. nyeri sendi dan ruam di kulitnya. Ketoasidosis diabetik E. Penyakit jantung reumatik B. Seorang perempuan berusia 50 tahun diantar keluarganya ke unit gawat darurat RS dalam keadaan tidak sadarkan diri. Infark Miokard akut D. divertikulum zenkel D. Floppy epiglotis B. Fistula tracheaesofageal E. Menurut keluarga yang mengantar. gambaran EKG menunjukkan gambaran Ventrikular takikardi. Apakah organisme yang menyebabkan penyakit tersebut? A. Syok anafilaksis E. Tetralogi of fallot C. Streptococcus pyogenes. pasien mempunyai riwayat sakit jantung dan sering mengeluh nyeri dada. Dari anamnesis tidak mempunyai riwayat kelainan selama kehamilan. Streptococcus alfa hemoliticus 245. Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dalam keadaan tidak sadarkan diri. Syok hemoragik D. Hipoglikemi B. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan panas. Streptococcus viridans C. Stroke hemoragik D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38. Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus di atas? A. Stroke non hemoragik . auskultasi terdapat suara opening snap dan murmur diastolik. Syok septik 246. Pada pemeriksaan pasien tidak ditemukan adanya kelainan pada paru maupun jantung. Streptococcus beta hemoliticus E. Pada pemeriksaan radiologi ditemukan pembesaran atrium kiri. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg. Hiperglikemi C. Syok kardiogenik C. Keluhan disertai nyeri sendi dan bercak-bercak di kulit. tekanan darah 130/80 mmHg. Bayi laki-laki berusia 1 hari dibawa keluarganya ke unit gawat darurat RS karena mengalami kebiruan dan seperti tercekik saat diberikan ASI. Menurut keluarga sebelumnya dia muntah-muntah hebat. Apakah kemungkinan penyebab pada kasus diatas? A. nafas cepat dan dalam dan terdapat gangren di kaki sebelah kiri. Setelah dipasang monitor didapatkan tekanan darah 61/32 mmHg. Respiratory distress syndrome 247. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. Syok Hipovolemik B. Gagal Jantung Kongestif C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan eritema dan nodul subkutan. Apakah diagnosis pada kasus di atas? A. Dari laboratorium ditemukan leukositosis dan pada pemeriksaan EKG didapatkan perpanjangan interval PR .

nyeri dan fesesnya bercampur darah. Apakah pemeriksaan darah yang dilakukan untuk skrining awal pada kasus diatas? A. Hemoroid interna 251. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A. syok kardiogenik C. syok septic 249. syok neurogenik D. Hasil kolonoskopi yang dibawa pasien tampak penebalan dinding mukosa usus dan hasil PA biopsy ditemukan granuloma. syok anafilaktik E. Seorang perempuan berusia 20 tahun datang ke RS dengan keluhan demam tinggi dan mata tampak kuning. infark di hemisfer kiri B. Anti HBs D. Monosit D. Dari anamnesis pasien pernah transfusi darah 4 minggu yang lalu.tekanan darah 80/60 mmHg. Apakah diagnosis pada pasien diatas? A. Perutnya seringkali kram. HBsAg C. infark di hemisfer kanan C. denyut jantung 100x/menit. penurunan motorik dan sensorik di bagian tubuh sebelah kiri. syok hipovolemik B. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan diare terus menerus sejak 3 bulan terakhir. Pada pemeriksaan laboratorium awal ditemukan peningkatan serum transaminase.respirasi 32 x/menit. Dokter kemudian menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan CT scan. Berat badannya menurun dan terdapat bercak kemerahan pada kulitnya. Limfosit C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 36°C. Karsinoma usus E. Saat dilakukan pemeriksaan fisik. Pasien sempat tidak sadarkan diri sebelum dibawa ke rumah sakit. PCR B. ditemukan nyeri lepas tekan di daerah Mc burney. Abses usus B. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg. S1 dan S2 murni serta tidak ditemukan murmur. Saat dilakukan pemeriksaan laboratorium. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan kelemahan mendadak pada tangan dan tungkai sebelah kiri. Leukosit PMN 251. IgM anti HBc 250. intracranial hemorragi hemisfer kanan E. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri terutama di daerah kanan bawah abdomen. Hematokrit E. Gambaran apa yang diharapkan dari hasil pemeriksaan CT Scan tersebut ? A. Penyakit Crohn D. subarachnoid hemorragi . Seorang laki-laki berusia 60 tahun mengalami perdarahan yang hebat post laparotomi. Pasien tidak mempunyai riwayat trauma sebelumnya.248. komponen hasil laboratorium apa yang dapat mendukung penegakan diagnosis pada kasus diatas? A. Riwayat trauma disangkal. Nyeri disertai keluhan muntah dan demam ringan. intracranial hemorragi hemisfer kiri D. Anti HBe E. Eritrosit B. Kolitis ulseratif C.

Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan tremor pada kedua tangannya. berdasarkan epidemiologi. intraductal papillomatosis 252. bronkiektasis D. Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa ibunya ke poliklinik dengan keluhan demam dan bercak kemerahan sejak 1 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ptekie dan hepatosplenomegali. defisiensi vitamin B12 B. sianosis. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A. konjungtiva palpebra pucat dan takikardi. AML C. CLL . Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan benjolan di payudara sebelah kiri. Dokter melakukan pemeriksaan patologi anatomi dan mendapatkan stroma yang longgar di dalam jaringan glandula. Sambil menunggu hasil hapusan darah tepi. Pasien sebelumya bekerja sebagai kuli bangunan. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan leukositosis. yang terjadi saat istirahat.Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia hipokromik mikrositik. bradikinin D. infeksi virus 255. asetilkolin E. defisiensi folat D. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak pucat. bronchitis kronik E. dan wheezing pada kedua lapang paru. anemia dan trombositopenia. Saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter ditemukan massa berdiameter 2 cm dengan konsistensi lunak dan berbatas tegas. tidak ditemukan peningkatan sel stroma dan tidak didapatkan adanya mitosis.251. fibroadenoma E. apakah penyebab paling sering pada kasus di atas? A. papilloma B. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bradikinesia dan rigiditas pada otot-ototnya. Pada pemeriksaan fisik ditemukan barrel chest. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kelelahan dan kelemahan otot sejak 2 bulan yang lalu. Kistadenoma C. dopamin B. Apakah kemungkinan penyebab kasus diatas? A. bronkopneumonia 254. Benjolan tersebut tidak disertai nyeri. Kekurangan zat apa di dalam otak yang mendasari terjadinya kejadian pada pasien di atas? A. transamin 253. Apa diagnosis patologi anatomi yang tepat untuk kasus di atas? A. serotonin C. emfisema C. Pada gambaran radiografi thoraks didapatkan hiperinflasi paru kanan dan kiri dan tidak ditemukan fibrosis. Dokter merencanakan pemeriksaan apusan darah tepi untuk mendapatkan diagnosis pasti. defisiensi vitamin C C. Fibroangioma D. ALL B. Pasien adalah seorang perokok berat. asma B. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak nafas disertai batuk berdahak. defisiensi besi E. Tidak ditemukan benjolan serupa di daerah lain.

Pada pemeriksaan fisik terdapat lesi berbentuk papul berbatas tidak tegas bentuk irregular berdiameter kira-kira 7 mm dan tengahnya berbentuk ulkus. Apakah kemungkinan nervus yang mengalami kerusakan akibat cedera di atas? A. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak selama 3 minggu disertai demam ringan pada malam hari dan penurunan nafsu makan. Karsinoma sel basal B. ulnaris E. Seorang laki-laki berusia 16 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami luka akibat terkena pisau di daerah axilla. cold abses C. Karsinoma sel skuamosa 259. Manakah penyebab paling mungkin yang mendasari penyakit pada kasus di atas? A. datang ke Puskesmas dengan keluhan terdapat bercak kehitaman di wajahnya. radialis D. Treponema pertenue D. Clamidia trachomatis 257. nervus ischiadicus . Melanoma Lentiginosa E. Nevus Pigmentosus D. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat lesi yang terasa nyeri di penisnya. Pada pemeriksaan ditemukan ulkus yang lunak dan tidak bergaung.Pada pemeriksaan dahak ditemukan BTA positif. scrofula E. Dokter menduga luka di axilla tersebut mengenai plexus brakhialis bagian bawah. Treponoma pallidum C. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah. nervus femoralis E. Pada saat pemeriksaan dokter menemukan kelemahan dalam kemampuan fleksi pada lutut kiri tetapi kemampuan ekstensi lututnya normal. Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kesulitan dalam berjalan. miliar 258. nervus vagus B. Seorang laki-laki berusia 65 tahun pekerjaan sebagai petani. Melanoma Maligna C. Neisseria gonorrhea E. Hemofilus ducreyi B. DIC 256. Kelainan apakah yang ditemukan pada pasien diatas? A. vagus 260.D. paru redup dan ronkhi basah di kedua apeks.tampak kurus. Apakah kemungkinan diagnosis kasus diatas? A. Nervus apakah yang berperan dalam terjadinya kelamahan pada kasus di atas? A. brachialis B. nervus fibularis D. Komplek ghon B. CML E. Pasien ini mengaku melakukan hubungan seksual dengan salah seorang PSK dalam 1 minggu terakhir. fibrokistik D. axillaris C. nervus tibialis C.

Fraktur vertebra E. Dia juga mengaku memiliki nafsu . Dokter saat itu menyarankan agar pasien mengubah pola diet dan memulai pengobatan dengan H2 bloker. kanalis inguinalis D. aspirin B. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan penurunan berat badan yang cukup drastis selama 3 bulan terakhir hingga 5 kg. Selain pengobatan dengan H2 bloker. Keluhan dirasakan 3 sampai 4 kali seminggu. Frekuensi keluhan akhir-akhir ini semakin bertambah. Pada pemeriksaan dengan metode valsalva ditemukan benjolan keluar pada superior inguinal kanan dekat dengan tulang pubis. Pria ini bekerja sebagai kuli bangunan. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat benjolan memanjang yang sering keluar di perut kanan bagian bawah tepat di atas paha. Seorang laki-laki berusia 50 tahun. Seorang laki-laki 40 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri terasa seperti terbakar di daerah abdomen sejak 6 minggu yang lalu. emboli paru C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bentuk dada tong. Pasien tidak pernah mengkonsumsi obat lain selain antasida. Ankylosing spondylitis C. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri punggung yang menjalar hingga ke kedua kaki. ibuprofen C. Hernia Nukleus Pulposus B. Pada pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan tanda-tanda anemia. amoksisilin D. suara hipersonor pada perkusi dan suara paru menghilang pada auskultasi. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas ? A. Pasien adalah seorang kuli panggul di pelabuhan. terutama pada saat perut kosong.261. bronchitis kronis 262. Pada pemeriksaan manuver valsalva dan laseque menyebabkan nyeri bertambah. pada dada kiri terdapat penurunan suara nafas. Nyeri meningkat saat beraktivitas dan berkurang saat beristirahat. tetapi serumnya positif terhadap test antibodi Helicobacter pylori. Spondilolisthesis D. Pada pemeriksaan neurologis tidak ditemukan kelainan. Keluhan dapat diatasi dengan makan atau diberi antasida dan menghilang dalam waktu 2-3 jam. pneumothorax E. Pasien adalah seorang perokok berat. Pemeriksaan fisik normal dan pada feses tidak ditemukan tanda-tanda perdarahan. Kerusakan struktur anatomi apa yang berhubungan dengan kelainan di atas? A. ligamentum lata E. kloramfenikol 265. fascia lata 263. Akibat keadaan ini pasien sering terbangun malam hari. pengobatan apa yang tepat diberikan terhadap pasien ini? A. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. peritoneum parietal C. Pada foto rongten vertebra tidak ditemukan kelainan. Spondilosis 264. datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas terutama saat bernafas. bronkiektasis D. emfisema B. apneurosis abdominalis interna B. metampiron E. Pasien penggemar minuman kopi. Dia menyangkal adanya perubahan pola diet atau perubahan aktivitas.

Pancreatitis akut D. datang ke puskesmas dengan keluhan keputihan. Dari pemeriksaan ginekologik didapatkan uterus berukuran sebesar kehamilan 8 minggu. dan terdapat plaque putih yang menempel di dindingnya. indometasin oral 268. sudah menikah dan memiliki 1 orang anak. Seorang perempuan berusia 28 tahun. dan berbatas tegas. Perforasi akut pada kantung empedu E. Dari hasil pemeriksaan patologi anatomi didapatkan gambaran whorl like pattern. Adenomiosis B. Kedua mata pasien tampak terbelalak dan pada palpasi leher terdapat pembesaran kelenjar tiroid. Pada pemeriksaan ultrasonografi ditemukan adanya batu empedu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ada bercak kemerahan bergerombol di daerah yang dikeluhkan pasien nyeri. darah banyak. Candida albicans D. Graves disease C. bengkak. Servik terlihat normal. Mioma uteri . Tiroiditis Hashimoto E. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan rasa terbakar di bagian dada sebelah kanan yang menjalar hingga ke tangan kanan. Kanker tiroid B. Cholesistitis akut C. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk penyakit diatas? A. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nadi 110 x/menit. NSAID oral B. dan terasa nyeri. acyclovir oral D. Apakah diagnosis kasus diatas? A.makan yang baik. Apakah organisme penyebab penyakit diatas? A. Kulit pasien teraba hangat dan kering. Pada pemeriksaan ginekologik terlihat sekret di liang vagina. Seorang perempuan berusia 45 tahun. antihistamin C. Dari pemeriksaan swab vagina dengan pewarnaaan Gram menunjukkan hasil gram positif berbentuk lonjong. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya Morphy sign. Pasien mengaku mengalami cacar air setahun yang lalu. Sirosis biliaris 267. Injeksi penisilin E. Defisiensi iodine D. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang poliklinik dengan keluhan perut kanan atas terasa sangat nyeri . Cholangitis akut B. Herpes simplex 269. Keluhan ini sudah dia rasakan sejak 2 hari. Mukosa vagina tampak merah. Apakah pengobatan kausatif yang paling tepat untuk pasien di atas? A. konsistensi padat kenyal. Keluhan disertai menstruasi tidak teratur. Goiter multinoduler 266. Treponema pallidum E. Pemeriksaan jantung menunjukkan terdapat murmur sistolik ejeksi 2/6 . sudah menikah. Chlamydia trachomatis C. Apakah kemungkinan diagnosis pasien diatas ? A. datang ke rumah sakit dengan keluhan terdapat benjolan di perut bagian bawah sejak 4 bulan yang lalu. irreguler.tekanan darah 140/90 mmHg. Keluhan disertai demam dan mual. Neisseria gonorrhoeae B. tidak ada stress dan tidak ada gangguan di sistem gastrointestinal.9oC. temperature 36.

Keduanya tidak menggunakan kontrasepsi. Fibroadenoma mammae C. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. 274. 272. Kista dermoid E. EBV E. Papilloma intraduktal Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 3 tahun. C. Tumor phyloides E. Apakah diagnosis penyakit diatas? A. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. warna putih . 271. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. HPV C. Pada pemeriksaan IVA didapatkan mulut rahim berwarna keputihan. Tumor phyloides E. sperma berbentuk normal 45%. dapat digerakkan. Kistoma ovarium D. Benjolan terasa nyeri bila menjelang haid. terdapat flek. Oligozoospermia dan teratozoospermia D. Astenozoospermia dan teratozoospermia Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 8 bulan. Pada pemeriksaan fisik payudara kiri didapatkan massa dengan konsistensi kenyal. Apakah penyebab tersering kasus diatas? A. tampak massa berbentuk bunga kol di mulut rahim. Pada pemeriksaan inspekulo didapatkan fluor berwarna putih kekuningan berbau pada liang vagina. Apakah kelainan yang dialami laki-laki diatas? A. Azoospermia dan astenozoospermia C. bau khas. Apakah diagnosis kasus diatas? A. Mola hidatidosa Seorang perempuan berusia 55 tahun.270. Karsinoma mammae B. Fibrocystic disease D. frekuensi hubungan seksual 2 minggu sekali karena suami bekerja di luar kota. motilitas 18%. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan keputihan berbau disertai darah sejak 1 tahun yang lalu. nyeri tekan dan tidak terdapat ulkus. Pada pemeriksaan fisik payudara kanan didapatkan massa ukuran 1x1 cm. HSV tipe 2 Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan timbul benjolan di payudara kiri sejak 1 tahun yang lalu. dapat digerakkan dan tidak nyeri tekan. Oligozoospermia dan astenozoospermia B. berbatas tegas. Fibroadenoma mammae C. 273. Pada pemeriksaan analisa sperma didapatkan jumlah cairan sperma 3 cc. HSV tipe 1 B. Karsinoma mammae B. Pasien sudah menikah selama 35 tahun dan memiliki 6 orang anak. batas tidak tegas. HIV D. Fibrocystic disease D. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. Apakah saran yang tepat jika ingin segera memiliki anak? . Benjolan tidak terasa nyeri. jumlah sperma 15 juta/cc. Papilloma intraduktal Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan timbul benjolan sebesar kelereng di payudara kanan sejak 6 bulan yang lalu. Azoospermia dan teratozoospermia E. konsistensi kenyal.

Melakukan hubungan seksual 3 x/minggu E. denyut nadi 90 x/menit. Pada pemeriksaan dahak mikroskopis SPS. Keluhan disertai penurunan penglihatan mendadak dan tampak adanya lingkaran seperti pelangi.Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat terhadap anak pasien? A. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Tinea Korporis C. Kandidiasis D. Keluhan disertai rasa gatal terutama jika udara panas. Pemeriksaan Scoth Adesive tape 278. Apakah tindakan yang pertama kali dilakukan? A. Endolftamitis E. Pada perabaan bola mata kanan terasa lebih keras. tekanan darah 110/60 mmHg. Pemeriksaan analisa sperma B. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri mata kanan hebat. Pemeriksaan patensi tuba C. Glaukoma Akut B. Pasien tampak tidak aktif dan kurang semangat dalam belajar sehingga prestasi belajar anak menurun. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan konjungtiva hiperemis. Pasien diketahui menderita diabetes melitus. Debridemen luka B. Tinea Kruris B. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan terdapat bercak merah pada lipatan paha kanan dan kiri sejak 1 bulan yang lalu. Elevasi tungkai E. Pasien juga merasakan nyeri kepala. Pemberian obat yang merangsang ovulasi D. terdapat luka terbuka di daerah tungkai kanan bawah dan tampak bagian tulang keluar dari luka. skuama tipis. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Panoftalmitis C. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak sejak 3 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Tinea Versicolor 277. Ditunggu hingga 3 tahun 275. Apakah pemeriksaan awal yang harus dilakukan? A. frekuensi nafas 26 x/menit. didapatkan hasil (+)(+)(-). Pada pemeriksaan daerah inguinal didapatkan makula eritematosus berbatas jelas dengan bentuk teratur. Uveitis Anterior D. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dibawa oleh bapaknya ke puskesmas dengan keluhan gatal di dubur terutama pada malam hari. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS . Mobilisasi sendi D. Pemeriksaan tinja endapan D. Pemeriksaan tinja langsung B.A. Pasien diketahui memiliki seorang anak berusia 3 tahun dan belum mendapatkan imunisasi BCG. dan satelit papula. Keluhan disertai penurunan nafsu makan dan berkeringat pada malam hari. Ulkus Kornea 279. Fiksasi interna C. Pembidaian 276. Pemeriksaan Harada Mori E. mual dan muntah. Pemeriksaan tinja apung C. Dermatitis seboroik E.

kedua sendi lutut membesar dan teraba krepitasi. dan didapatkan nyeri goyang servik. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 90/70 mmHg. Keluhan disertai nyeri kepala. Pada pemeriksaan widal didapatkan titer O 1/320. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 14 g/dl. mual dan muntah. Abortus Insipiens B. Seorang perempuan berusia 28 tahun. Tiamfenikol C. terdapat Rovsing sign.B. denyut nadi 110 x/menit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tinggi badan 160cm. trombosit 250. Demam dirasakan naik turun tanpa pengobatan. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan demam sejak 7 hari yang lalu. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 120/90 mmHg.Burney. Apendisitis . Keluhan disertai kaku hingga 20 menit setiap bangun tidur di pagi hari. Fluorokuinolon 282. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada kedua lutut sejak 2 bulan yang lalu. frekuensi nafas 20 x/menit. berat badan 80kg.8 ºC. frekuensi nafas 20x/menit. Osteoarthritis C. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah. Pasien juga merasakan gangguan saat berjalan. Segera lakukan tes tuberkulin D. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan nyeri tekan lepas pada titik Mc. Pada pemeriksaan radiologik didapatkan adanya kista subkondral. Amoksisilin E. Sebelumnya pasien mengeluh nyeri di ulu hati. Pseudogout 283. Apakah terapi antibiotik yang dapat diberikan? A. Pemeriksaan βHCG urin positif.000 /ul. eritrosit 4juta/ul. Pada pemeriksaan ginekologis didapatkan uterus sebesar telur bebek. Osteoporosis E. temperatur 36. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. temperatur 37. denyut nadi 90x/menit. Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah yang mengakibatkan tidak bisa berjalan tegak . Segera lakukan tes tuberkulin dan Rontgen toraks 280. Kloramfenikol B. G1P0A0. mual. denyut nadi 85x/menit. Kotrimoksazol D. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS dan tes tuberkulin E. kavum douglas menonjol. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Penyakit Inflamasi pelvis 281. Arthritis Rheumatoid B. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Torsi Kista Ovarium E. teraba massa pada daerah adneksa kanan. muntah. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah dan pucat. Pasien juga mengeluh tidak nafsu makan. frekuensi nafas 24 x/menit.2ºC. Pasien diketahui terlambat haid selama 2 bulan. Arthritis Gout D.000/ul. dan 5 menit apabila beranjak dari kursi. dan tidak buang air besar selama 3 hari. Keluhan disertai perdarahan melalui jalan lahir berwarna coklat tua. Abortus Iminens C. Kehamilan Ektopik Terganggu D. leukosit 13. hematokrit 40 vol%. Segera lakukan Rontgen toraks C. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh tekanan darah 110/90 mmHg.

kesadaran kompos mentis. Otitis media akut stadium oklusi tuba B. denyut nadi 84 x/menit. Biopsi limponodi servikal . Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. Apakah diagnosis yang mungkin adalah? A. Keluhan didahului demam dan flu sejak 5 hari yang lalu. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan denyut nadi 100x/menit. USG abdomen E. nyeri tekan dan didapatkan fluktuasi. tampak bengkak dan hiperemis. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. 286. perut kembung dan berak lendir darah sebanyak 4-5 kali/hari. tekanan darah 120/80 mmHg. Limfadenitis TBC D. konsistensi kenyal. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. Keluhan disertai sakit kepala. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum cukup baik. Otitis media akut stadium supurasi D. Amoebiasis C.284. temperatur 37. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. lien tidak membesar. tidak nyeri tekan.2ºC. jantung dan paru normal. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. Perforasi Ulkus Duodeum Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada telinga kanan sejak 2 hari yang lalu. Pada pemeriksaan otoskopi didapatkan membran timpani utuh. Endoscopy D. Struma nodosa normotiroid Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. Colonos copy C. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. 287. Limfoma maligna E. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Barium enema B. bertambah nyeri bila bernafas dalam. hepar teraba tiga jari bawah arkus coste. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Otitis media akut stadium presupurasi C. denyut nadi 80 x/menit. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. Pasien tidak mau makan dan rewel. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. Lekemi mieliod akut C. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Kolik Ginjal D. Otitis media akut stadium resolusi Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan demam sejak 10 hari yang lalu. frekuensi nafas 22 x/menit. Graves ‘Disease’ B. kesadaran kompos mentis. temperatur 38˚C. 285. konsistensi kenyal. tidak nyeri tekan. batuk-batuk. denyut nadi 80 x/menit. X Foto Thorax Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. Pasien merasa nyeri perut kanan atas. Kolik Ureter E. B. Otitis media akut stadium perforasi E.

B. Sitostatika E. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Apakah terapi medikamentosa yang tepat ? A. konsistensi kenyal. Kadar T3. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. X Foto Thorax 288. Hormon tiroid D. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. Vitamin B . Gambaran darah tepi C. kesadaran kompos mentis. Antibiotic B. denyut nadi 80 x/menit. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. tidak nyeri tekan. Antitiroid C. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. USG Tiroid E. T4 dan TSH D.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->