SOAL – SOAL UKDI 1.

Seorang laki-laki berusia 26 tahun dibawa oleh polisi ke UGD RS setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah, kesadaran somnolen, tekanan darah 60 mmHg dengan palpasi, denyut nadi 136 x/menit teraba lemah, frekuensi napas 30 x/menit, konjungtiva anemis, akral dingin. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan jejas pada region kuadran kanan atas, pekak hepar menghilang, nyeri tekan pada seluruh regio abdomen. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 6 g%.Tim dokter segera melakukan tindakan resusitasi dan dilanjutkan tindakan bedah. Apakah prinsip moral yang mendasari tindakan tim dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 2. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan mual dan muntah sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan nyeri tajam pada ulu hati, terasa panas dan perih. Pasien merasa bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh keracunan obat yang telah diberikan oleh dokter sebelumnya. Pasien berobat karena bengkak dan nyeri sendi kemudian diberi obat piroxicam 20 mg 2 x 1 tablet, asam mefenamat 500 mg 3 x 1 tablet dan dexametason 0,75 mg 3 x I tablet. Dokter memberikan penjelasan tentang indikasi dan efek samping obat. Apakah prinsip moral apakah yang mendasari tindakan dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 3. Seorang perempuan berusia 34 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan nyeri punggung bagian bawah disertai kesulitan berjalan sejak 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan neurologik didapatkan kekuatan motorik ekstremitas inferior dekstra dan sinistra 3, didapatkan tanda Lasegue dan tanda Bragard. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan fraktur kompresi vertebra lumbal IV dan V. Tindakan konservatif tidak berhasil sehingga dokter menyarankan tindakan bedah untuk mencegah kecacatan, tetapi pasien menolak dengan alasan takut. Apakah prinsip moral yang mendasari sikap pasien tersebut? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 4. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Apakah etiologi yang paling mungkin? A. Bakteri B. Virus C. Jamur

5.

6.

7.

8.

D. Parasit E. Alergi Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Jika dilakukan pemeriksaan dengan keratoskop plasido, gambaran apakah yang ditemukan? A. Bergelombang B. Bergerigi C. Konsentris D. Terputus E. Kabur Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata pegal dan penglihatan kabur untuk melihat jauh. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Hipermetropia B. Anisometropia C. Astigmatisma D. Presbiopia E. Miopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Astenopia anisometropia B. Astenopia konvergensia C. Astenopia akomodativa D. Astenopia aniseikonia E. Astenopia presbiopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah komplikasi yang paling sering terjadi? A. Ablasio retina B. Mikroftalmia C. Eksoftalmus D. Glaukoma E. Katarak

9. Seorang petugas pengelola cold chain mendapati suhu lemari es penyimpanan vaksin hepatitis B mencapai -5o C pada saat pengecekan pagi. Pada pengecekan sore hari sebelumnya suhu lemari es masih dalam kisaran normal. Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh petugas cold chain tersebut? A. Menyatakan vaksin tersebut rusak B. Mengembalikan suhu lemari es ke kisaran normal C. Membuang vaksin D. Mengembalikkan vaksin ke Dinas Kesehatan Kabupaten E. Melakukan uji kocok vaksin 10. Dokter keluarga dibayar oleh PT. Askes dalam jumlah uang yang tetap sesuai dengan jumlah peserta asuransi yang ditanggung, terlepas dari berapapun jumlah pelayanan yang diberikan. Apakah metode pembayaran pelayanan kesehatan tersebut? A. Diagnosis related group B. Fee for service C. Kapitasi D. Per diem E. Gaji 11. RS B adalah penyedia layanan kesehatan tingkat II untuk peserta ASKES. Untuk tahun anggaran 2011 ASKES akan membayar RS B dengan metode per diem. Data RS B menunjukkan bahwa pada tahun 2010 terdapat total 120.000 hari perawatan. Biaya yang dihabiskan untuk perawatan selama tahun 2010 adalah Rp. 48 milyar. Bila diasumsikan terdapat kenaikan jumlah pasien sebesar 10 % pada tahun 2011, dan inflasi sebesar 10 %, berapakah biaya per diem yang harus dibayar oleh ASKES ke RS B pada tahun 2011? A. Rp. 410.000 B. Rp. 420.000 C. Rp. 430.000 D. Rp. 440.000 E. Rp. 450.000 12. Survei Kesehatan Rumah Tangga yang dilakukan oleh DEPKES RI mengambil subjek penelitian seluruh penduduk Indonesia. Sampel diambil dari 20 provinsi yang dianggap mewakili seluruh penduduk Indonesia. Dari masing-masing provinsi diambil sampel 30 % dari jumlah kabupaten dan kota yang ada. Dari tiap-tiap kabupaten ini maka diambil sampel 50 % dari jumlah kecamatan yang ada. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai dengan kasus diatas? A. Simple random sampling B. Stratified random sampling C. Multi-stages random sampling D. Cluster random sampling E. Systematic random sampling 13. Sebuah penelitian ingin meneliti efektivitas pemberian alfa-interferon bagi pasien dengan hepatitis B kronik. Untuk itu peneliti memberikan intervensi bagi pasien hepatitis B kronik yang dirawat di sebuah RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007. Pasien yang bersedia mengikuti penelitian dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Satu kelompok diberikan alfa interferon dan kelompok yang lain diberikan lamivudin sebagai perlakukan standar. Outcome yang dilihat adalah konversi HBsAg menjadi negatif setelah 6 bulan. Subjek dengan gangguan fungsi ginjal, dan gangguan fungsi sumsum tulang menggugurkan keikutsertaannya dalam penelitian. Sampai dengan berakhirnya penelitian, 48 orang mendapatkan perlakuan dengan interferon, 42

Uji Kai Kuadrat B. Analisis multivariat apakah yang paling sesuai untuk menyelesaikan permasalahan penelitan diatas ? A. 40 orang bertahan sampai akhir penelitian. Data diasumsikan terdistribusi normal. Forced expiratory volume (FEV) dalam ml/menit akan dibandingkan sebelum dan sesudah latihan fisik untuk menunjukkan fungsi respirasi. Rasio prevalensi D. Pasien di RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007 C. Regresi logistik B. Regresi linear C. Hipertensi diukur dalam skala nominal dikotom. Koefisien kontingensi E. Pasien dengan hepatitis B kronik B. Pasien dengan gangguan fungsi ginjal E. Sebuah studi belah lintang berbasis populasi berusaha mengidentifikasi faktro risiko hipertensi di sebuah Kabupaten.orang mendapatkan lamivudin. Pasien yang meninggal atau loss to follow-up D. Regresi Cox E. Sebuah studi observasional dilakukan untuk menambah bukti berkaitan dengan hal ini. Apakah metode pengukuran risiko yang paling sesuai untuk jenis studi diatas ? A. Seteleh pengumpulan dan analisis data terdapat tiga faktor risiko mayor yang secara bermakna berisiko meningkatkan kejadian hipertensi yaitu obesitas. Dari 48 orang yang mendapatkan interferon. Pasien yang mendapatkan lamivudin 14. Uji T berpasangan D. 30 pasien dengan glioblastoma multiformis diikutkan dalam sebuah studi. Risiko relatif C. 8 orang meninggal atau loss to follow-up. 60 pasien PPOK telah setuju untuk berpartisipasi pada studi ini. Uji ANOVA satu arah 15. merokok. Uji T independen C. Sebuah uji klinik membandingkan efek obat penurun lemak baru bernama “lipicide” dengan obat standar simvastatin. Masih terdapat banyak kontroversi mengenai peningkatan risiko kejadian tumor otak dengan penggunaan telepon seluler. Log-linear D. Apakah jenis uji statistik yang paling sesuai untuk menjawab pertanyaan penelitian diatas? A. Studi ini berusaha untuk menentukan faktor risiko manakah yang merupakan prediktor yang paling bermakna. Rasio odd B. Uji Korelasi Pearson E. 84 partisipan dengan dislipidemia berpartisipasi dalam . dan 30 subjek sehat yang sepadan dalam jenis kelamin dan usia direkrut sebagai kelompok pembanding. Penggunaan telepon seluler ini kemudian dibandingkan pada dua kelompok untuk mengukur risiko terjadinya tumor otak. Sebuah studi intervensional menguji apakah latihan fisik secara serial akan memperbaiki fungsi respirasi pada pasien dengan PPOK. Kedua kelompok diwawancara mengenai riwayat penggunaan telepon seluler di masa lalu. Apakah kriteria eksklusi pada penelitian tersebut? A. dan aktifitas fisik. Population attributable risk 16. Uji Korelasi Kanonikal 17. sedangkan dari kelompok lamivudin semua subjek bertahan sampai penelitian selesai.

Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa Indeks Massa Tubuh (kg/m2) berhubungan berbanding terbalik dengan kapasitas vital paru (ml). Tinea kruris C. Setelah pengolahan data dilakukan. Korelasi spearman C. Korelasi parsial 19. Eritrasma B. Uji Kruskal-Wallis B. tercium bau buah segar. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. skuama dan papul-papul. VT pembukaan 7 cm.studi ini. Kandidasis kutaneus E. Korelasi pearson B. Dari pemeriksaan fisik keadaan umum lemah tidak sadar. kolesterol total (mg/dl) diukur pada dua kelompok tersebut. Apakah metode analisis data yang paling tepat untuk penelitian tersebut? A. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 120/80 mmHg denyut nadi 96 x/menit frekuensi napas 24 x/menit tinggi badan 150 cm dan berat badan 62 kg. tekanan darah 120/80 mmHg. Sejak 2 hari yang lalu badan demam dan mengeluh batuk berdahak. letak kepala puki. his terjadi setiap 5 menit durasi 15 detik. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami penurunan kesadaran sejak 4 jam yang lalu. uji normalitas data dengan uji kolmogorov-smirnov menunjukkan nilai p = 0. Uji T berpasangan D. frekuensi napas 32 x/menit dalam. Injeksi antipiretik intramuskular 21. Injeksi insulin intravena B.45. air ketuban keluar sejak 2 jam yang lalu. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. Uji Mann-Whitney E. Injeksi antibiotika spektrum luas E. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Seorang perempuan berusia 30 tahun dikirim oleh bidan ke IGD RS dengan diagnosis G1P0A0 hamil aterm dengan kala I. kepala turun .2˚C. DJJ 12-11-12. Pemeriksaan gula darah sewaktu 520 mg/dL. Perut terasa kencang sejak 12 jam yang lalu. temperatur 38. Setelah 12 minggu perlakuan. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. Dermatitis kontak alergika 20. denyut nadi 120 x/menit. Regresi logistik E. Untuk itu akan dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar kenaikan IMT akan menurunkan kapasitas vital paru. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. Uji T Independen C. Rehidrasi cairan intravena C. Ptiriasis rosea D. TFU 30 cm. hiperpigmentasi. Pemberian natrium bikarbonat D. Analisis apakah yang paling sesuai untuk mencapai tujuan peneitian diatas? A. dan dikelompokkan secara acak pada dua kelompok perlakukan. Uji Wilcoxon 18. Regresi linear D. kulit ketuban tidak ada. tampak makula eritematosa. kulit kering. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu.

hingga seluruh tubuh. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi para 22. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. Sulfametoksazole 25. perdarahan subkonjungtiva. Kloramfenikol D. Nafas terasa sesak dan buang air kecil berkurang. pupil bulat regular. Nyeri hilang dan timbul. pustula. Pankreatitis E. Pemeriksaan kulit menunjukkan papula eritema. khemosis. Manitol C. Perdarahan subkonjungtiva B. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. refleks pupil baik. hematom palpebra. Isosorbid D. edema kornea. kripte iris baik. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi tua B. dan krustae hitam di sekitar hidung. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. Diagnosis apakah yang paling tepat? A. pemeriksaan mata kiri visus 6/48. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. hifema setinggi 1/4 tinggi COA. Hifema 26. edema . Koreng mulai menghitam dan terasa gatal. Ulkus duodeni C. Asetazolamid 24. Furosemid E. perdarahan subkonjungtiva. khemosis. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I partus lama C. lensa jernih. Hematom palpebra C. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I inersia uteri E. Diuretik apakah yang menjadi pilihan utama? A. pemeriksaan mata kiri visus 6/48. Hepatitis akuta 23. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. Edema kornea E. Apakah penyebab penurunan visus yang paling mungkin? A. Awalnya bengkak terjadi di kelopak mata kemudian menyebar ke kaki. Ulkus ventrikuli B. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. Siprofloksasin E. hematom palpebra. Thiazid B. Terapi apakah yang paling tepat? A. Seorang laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke Puskesmas dengan keluhan timbul koreng di sekitar hidung sejak 1 minggu yang lalu. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Ukuran panggul dalam dalam batas normal. Plapebra khemosis D.Hodge 2+ UUK kiri lintang. Gentamisin C. Ampisilin B. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bengkak sejak 1 bulan yang lalu. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I ketuban pecah dini D. tangan. Kolelitiasis D.

pupil bulat regular. Kampimetri D. OAT dan Quinolon 28. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Batuk disertai dahak encer berwarna putih. Nyeri kepala tegang E. tidak memberat dengan posisi tidur dan tidak membaik dengan beristirahat. Penyakit paru restriktif moderat C. Tonometri E. Seorang laki-laki usia 56 tahun datang ke poliklinik RS dengan keluhan sesak nafas sejak 3 hari yang lalu. hifema setinggi 1/3 tinggi COA. Refraktometri B. Paracetamol C. Hasil pemeriksaan spirometri menunjukkan FEV1/FVC 0. lensa jernih. Badan demam ringan. Penyakit paru restriktif ringan B. Rencana untuk pemeriksaan fungsi paru dengan spirometri ditunda. Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk lama sejak 2 bulan yang lalu. Seorang laki-laki usia 48 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan sesak nafas sejak 2 minggu yang lalu.kornea. OAT kategori 2 C. Sesak nafas progresif B. Obat anti nyeri apakah yang paling mungkin memicu keluhan pasien tersebut? A. Pasca operasi katarak D. Apakah rencana pengobatan yang paling tepat? A. Pasien juga mengeluh batuk berdahak warna putih kental sejak 5 hari yang lalu. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan nyeri sendi ibu jari kaki kanan. Pasien juga mengeluh batuk lama sekitar 1 bulan dengan dahak berwarna putih encer. Nyeri dada kanan 30. Pemeriksaan sputum BTA negatif. OAT kategori 1 B. Badan demam ringan C. refleks fundus suram.52. Metampiron D. OAT kategori 3 D. Penyakit paru obstruktif ringan . kripte iris baik. Faktor apakah yang paling mungkin menjadi kontraindikasi pemeriksaan spirometri pada kasus tersebut? A. Pasien memiliki kebiasaan merokok hingga 1 pak (12 batang) rokok dalam 1 hari. Aspirin 29. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Persendian tampak bengkak dan kemerahan. Keluhan dirasakan semakin lama semakin berat. Keratometri C. refleks pupil baik. Piroksikan E. Pasien menderita katarak dan baru dioperasi 1 minggu yang lalu. Pasien mempunyai riwayat mengkonsumsi obat anti nyeri dalam jangka waktu lama karena sering merasa nyeri kepala. Dua tahun yang lalu pasien mendapatkan pengobatan rutin TBC selama 6 bulan dan telah dinyatakan sembuh. Sesak nafas terjadi terus-menerus. Terapi simtomatis E. kadang-kadang pasien juga merasakan nyeri kepala tegang dan nyeri dada kanan setelah batuk yang tiada henti. Asam mefenamat B. Keluhan dirasakan kambuh-kambuhan terutama setelah makan jeroan. Biometri 27. Pemeriksaan apakah yang paling penting untuk diusulkan? A.

D. Penyakit paru obstruksi moderat E. Penyakit paru campuran berat 31. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun dibawa ibunya ke dokter praktek umum dengan keluhan gigi berwarna kecoklatan. Pada saat kehamilan, ibu pasien pernah menderita demam dan diberikan antibiotik oleh dokter yang menanganinya. Apakah antibiotik yang paling mungkin dikonsumsi tersebut? A. Streptomisin B. Siprofloksasin C. Tetrasiklin D. Kotrimoksazol E. Eritromisin 32. Seorang laki-laki datang ke Puskesmas dengan keluhan sering merasa lemah. Keluhan disertai dengan mudah merasa lapar, mudah merasa haus dan sering kencing. Pasien juga mengalami penurunan berat badan dalam waktu 6 bulan sebanyak 10 kg. Sebelum sakit pola makan pasien tergolong potensi obesitas karena melebihi kebutuhan, suka ngemil, dan kurang beraktivitas. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien memiliki berat badan 55 kg dan tinggi badan 170 cm. Berapa kebutuhan gizi pasien diatas (kalori/hari)? A. 2200 kkal B. 2000 kkal C. 1900 kkal D. 1800 kkal E. 1700 kkal 33. Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke praktek dokter dengan keluhan sesak nafas sejak 1 minggu yang lalu. Pasien juga mengeluh batuk produktif dengan dahak kental berwarna putih, demam dan sering berkeringat terutama pada malam hari. Pasien menderita batuk kambuh-kambuhan sejak lima tahun yang lalu. Pemeriksaan foto toraks menunjukkan adanya pendataran sudut recesus costodiafragmaticus. Kelainan paru apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Pneumotoraks B. Atelektasis C. Pyotoraks D. Efusi pleura E. Hematotoraks 34. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari, volume ½ - 1 gelas tiap buang air besar, konsistensi cair, sedikit ampas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, kesadaran somnolen, pernapasan kussmaul dan turgor kulit menurun. Kelainan pH darah apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. Ketoasidosis B. Asidosis metabolik C. Alkalosis metabolik D. Asidosis respiratorik E. Alkalosis respiratorik 35. Seorang laki-laki berusia 75 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS dengan keluhan nyeri dada sejak 2 jam yang lalu. Keluhan disertai sesak nafas dan keringat dingin. Pasien adalah penderita DM dan hipertensi yang tidak terkontrol. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 170/100 mmHg denyut nadi 126 x/menit frekuensi napas 24 x/menit temperature 36,5˚ C JVP dan suara jantung normal. Pemer iksaan

laboratorium darah menunjukkan GDS 240 mg/dL dan Troponin T positif. Pemeriksaan EKG menunjukkan adanya gelombang T inverted dan depresi segmen ST pada sandapan V1 – V4. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Angina pectoris tidak stabil B. Angina pectoris stabil C. STEMI D. nonSTEMI E. Old Miokard Infarction 36. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. Memasang infus intravena B. Memasang torniket paha C. Memasang pipa lambung D. Memasang kateter urin E. Melakukan intubasi 37. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan, demam dan berkeringat pada malam hari. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. Terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. Kategori 3, 2RHZ + 4RH B. Kategori 1, 2RHZE + 4RH C. Kategori 2, 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. Kategori 3, 2RHE + 4RH E. Kategori 1, 2RHZ + 4RH 38. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Syok kardiogenik B. Syok neurogenik C. Syok anafilaktik D. Syok hipovolemik E. Syok obstruktif 39. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Batuk berdahak warna kekuningan. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan, tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. TB paru kasus gagal pengobatan B. TB paru kasus resistensi obat

C. TB paru kasus putus obat D. TB paru kasus kambuh E. TB paru kasus baru 40. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. Hasil hitung jenis leukosit apakah yang paling mungkin ditemukan? A. Neutrofilia B. Eosinofilia C. Basofilia D. Limfopenia E. Neutropeni 41. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. Pasien juga mengeluh perut terasa mual, namun tidak muntah. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Tension type headache B. Migrain dengan aura C. Migrain tanpa aura D. Cluster headache E. Vertigo 42. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4, tonus otot meningkat bilateral, reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen C 5 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 43. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat, terutama sekitar lubang dubur. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu, setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal, dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen Th 12 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 44. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya

Propanolol D. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen Th 4 B. Diltiazem 48. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. Apakah obat yang dapat menimbulkan keluhan diatas? A. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Medula spinalis segmen L 1 45.hipestesi setinggi umbilikus. Natrium diklofenak 47. Medula spinalis segmen Th 10 C. Pasien menunjukkan beberapa obat yang diminumnya. Piroksikam B. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak. Flusitosin C. Medulla spinalis segmen C7 46. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. Griseofulvin . Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. Nifedipin C. Hidroklorotiazid B. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A.5 mg/dl. nadi 80x/menit. Metampiron C. Medulla spinalis segmen Th 12 D. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100mmHg. Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Medula spinalis segmen C 5 E. Ketokonazol D. Captopril E. tonus otot meningkat bilateral. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Medulla spinalis segmen Th 12 C. Medula spinalis segmen C 5 D. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. sering pusing dan kakinya membengkak. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum ditemukan hifa dan spora. frekuensi napas 20x/menit. Amfoterisin B B. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatif. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. Itrakonazol E. Apakah obat yang paling sesuai ? A. Apakah obat yang dapat menyebabkan keluhan diatas? A. Asam mefenamat E. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara. Deksametason D. Keluhan ini muncul setelah 1 minggu minum obat dari dokter dengan diagnosis hipertensi. Medulla spinalis segmen C7 E. Pasien mengatakan sudah lebih dari 3 bulan minum obat yang dibeli bebas di toko obat untuk nyeri otot dan pegal-pegal. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. tonus otot meningkat bilateral. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan batuk-batuk.

tinggi badan 171 cm. terasa haus yang berakibat sering minum dan makan banyak serta kedua kaki kesemutan. Sindroma metabolik 51. Kobis D. lingkar pinggang 73 cm. Dislipidemia. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan gula darah puasa: 256 mg/dl.49. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. trigliserid 183 mg/dL. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum dan ditemukan hifa dan spora. Seorang perempuan berusia 45 tahun datang ke dokter praktek umum. dengan keluhan kencing bertambah sering dan banyak. HDL-kolesterol 32 mg/dL. trigliserid 183 mg/dL. D. Pada pemeriksaan laboratorium menunjukkan hemoglobin 7. Diabetes Gestasional D. Hipertensi E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. tekanan darah 140/ 90 mmHg. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatip. Wortel 52. Mlinjo E. Diabetes Melitus Tipe 1 B. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. Pasien mempunyai riwayat kencing manis selama 15 tahun. Diabetes Insipidus 53. tinggi badan 171 cm. Obesitas. Diabetes Tipe lain E. Apakah jenis makanan yang harus dihindari pasien di atas? A. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. Itrakonazol E. Dari hasil pemeriksaan indeks masa tubuh (IMT) 26 %. gula darah 2 jam setelah makan: 289mg/dl. Apakah obat yang menjadi kontraindikasi pada pasien tersebut? A. Amfoterisin B B. MCV 82 fL. Hiperurisemia. asam urat 10 mg/dL. lingkar pinggang 73 cm. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. Griseofulvin 50. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. Jeruk C. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. HDL-kolesterol 32 mg/dL. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. Pada pemeriksaan fisik tampak pucat dan konjungtiva pucat. Diabetes Melitus Tipe 2 C. Seorang laki-laki berusia 54 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan lemas badan sejak 1 tahun yang lalu. tekanan darah 140/ 90 mmHg. Ketokonazol D. Tomat B. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien tersebut? A. Flusitosin C. C. Apa problem utama pada pasien tersebut ? A.4%.5 mg/dl. kadar . hematokrit 22. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. asam urat 10 mg/dL.5 g/dL. B.

Struma nodusa C. Tinggi badan 167 cm dengan berat badan 64 kg. Disfungsi sel beta pankreas yang dominan dan resistensi insulin E. Resistensi insulin yang dominan dan disfungsi sel beta pankreas 56. kadar glukosa darah 2 jam setelah pembebanan glukosa 75 gram 156 mg/dL. Kerusakan sel beta pankreas akibat keganasan C. Kurang asupan kalium 57. Asupan zat goitrogenik yang tinggi E. keton uria (+++). frekuensi napas 30x/ menit. Diet dan minum obat glibenklamid C. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. Kurang asupan yodium B. Tekanan darah 130/80 mmHg. Hasil laboratorium didapatkan kadar glukosa sewaktu 654 mg/dl.kreatinin serum 4. Defisiensi asam folat C. Banyak masyarakat di daerah tersebut mengalami keluhan yang sama. Dari anamnesis didapatkan bahwa pasien tinggal di daerah lereng pegunungan. Tampak juga infiltrasi ringan limfosit interfolikuler. Keluarganya memberi informasi bahwa pasien tidak disuntik insulin karena kehabisan. Dari hasil gambaran histopatologi menunjukkan folikel-folikel tiroid dilapisi epitel kuboid yang di beberapa tempat hiperplastik. Perubahan pola hidup menuju pola hidup sehat. Defisiensi vitamin C 54. Kurang asupan kalsium D.Apakah penyebab hiperglikemia pada kasus tersebut? A. Defisiensi vitamin B12 D. round-vacuola di sepanjang tepi dinding folikel. Dari pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 45 kg dengan tinggi badan 164 cm. Defisiensi eritropoietin E. Pemeriksaan apusan darah tepi menunjukkan morfologi eritrosit normositik normokromik. Hasil pemeriksaan leher didapatkan massa kistik. Diet. Apa kemungkinan penyebab keluhan tersebut? A. Apakah anjuran untuk pasien tersebut ? A. KEP (Kurang Energi Protein) C. tak nyeri tekan. latihan jasmani. Defisiensi besi B. Hasil pemeriksaan fisik baik. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tak sadar. denyut nadi 104x/ menit. Kerusakan sel beta pankreas yang difus dan menyeluruh D. Struma Hashimoto . dan pemberian OAD D. Apakah diagnosis histopatologi pasien di atas? A. suhu 37oC. Kerusakan sel beta pankreas akibat toksisitas obat B. dan minum obat glikuidon E. Struma koloid D. kontrol 6 bulan lagi 55. diameter 4 cm. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke rumah sakit untuk menjalani tes kesehatan rutin setiap tahun. latihan jasmani yang cukup. Pasien menceritakan bahwa ayahnya meninggal karena diabetes melitus. Kedua orangtuanya pasien DM.8 mg/dL. Apakah penyebab anemia pada pasien tersebut? A. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar glukosa darah puasa 98 mg/dL. diet. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun diantar ayahnya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. Latihan jasmani sesuai petunjuk B. Status gizi kurang. Penyakit Grave B. Edukasi. Pada pemeriksaan fisik benjolan dapat dilihat tanpa tengadah.

Pada pemeriksaan anak tampak lemas. Penyakit Grave C. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan TSHs menurun. tekanan darah 130/80 mmHg dan tidak didapati kelainan sistemik lainnya. Struma difusa nontoksik 58. Apakah terapi yang tepat untuk pasien di atas? A. Propil tiourasil E. Pasien menceritakan bahwa ia sudah lebih 2 tahun 2 hari sekali minum jamu untuk pegel linu. Antihistamin D.50C. Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk pasien di atas? A. Struma multinodular toksik E. Tiroiditis B. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. Hiportiroidisme E. Tiroiditis subakut 59. nadi 124 x/menit dan suhu tubuh 37 derajat celsius. datang ke dokter praktek umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan sejak 3 bulan lalu. Kretinisme C. Seorang perempuan berusia 21 tahun. Struma Hashimoto D. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak. Penyakit Grave D. Radiasi C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/100 mmHg. Apakah golongan obat yang memungkinkan terjadinya kondisi di atas? A. nafas cepat dalam. frekuensi napas 20x/menit. free T4 menigkat. Analgetik C. yang dihentikan oleh pasien karena merasa sembuh. Iodium redioakti 61. Pelemas otot B. bau nafas berbau khas. Antihipertensi 60. denyut nadi 80x/menit. badan semakin kurus dan sering buang air besar. Pasien pernah mendapat pengobatan dengan propil tiourasil 3x 100 mg/ hari. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan nyeri di leher bagian depan disertai demam. Diazepam D. Penyakit Hashimoto 62. Struma koloid B. Operasi B. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100 mmHg. Kelenjar getah bening regional leher sedikit membesar. Pada pemeriksaan leher menunjukkan pembesaran kelenjar tiroid sedang yang difus dan nyeri tekan. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. . kelenjar gondok membesar difus dan mata menonjol. Kortikosteroid E. Pasien juga mengeluh berdebar debar dan kedua tangan gemetar.E. Hasil pemeriksaan laboratorium TSHs rendah. sering pusing dan kakinya membengkak. Seorang perempuan berusia 22 tahun dating memeriksakan diri ke dokter praktek umum dengan keluhan dada berdebar debar. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. sesak. suhu 38. Pada pemeriksaan didapatkan mata eksoftalmus. free T3 dan free T4 meningkat. Apa diagnosa yang tepat untuk pasien tersebut? A.

Neuropati diabetikum B. nafas cepat dalam. Gula darah sewaktu 63. HbA1C B. suhu badan 39 C. Saat berobat kembali ke rumah sakit. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. Pada pemeriksaan liang telinga maupun membran tympani dalam batas normal. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Apa kemungkinan komplikasi yang muncul pada anak tersebut? A. Seorang anak perempuan usia 7 tahun diantar ibunya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan utama : nyeri telan sejak 1 hari yang lalu disertai demam sejak 2 hari yang lalu. Keton darah D. Laryngopharynx C. Seorang perempuan usia 60 tahun datang ke klinik umum Rumah Sakit dengan keluhan pendengaran menurun sejak beberapa hari lalu. Pada pemeriksaan didapatkan : pembesaran kelenjar leher disertai nyeri pada penekanan.Area mana yang kemungkinan terbesar terkena adalah? A. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. Muskulus tensor tympani E. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya. Membran vestibularis C. Hipoglikemia 64. bau nafas berbau khas. Ketoasidosis E. Larynx B. propanolol. Analisis gas darah E. Pada organ mana kemungkinan kelainan terjadi ? A.Pemeriksaan laboratorium apa yang sebaiknya dilakukan untuk memastikan tipe dari penyakit gulanya? A. kaptopril dan furosemid. Aditus laryngeus . Foramen ovale B. Digoksin terakumulasi di jaringan pada pasien dengan gangguan fungsi jantung D. Apa kemungkinan yang menyebabkan munculnya gangguan diatas? A. Digoksin mempermudah masuknya gentamisin ke endolimfe 66. Endolymphe 65. Nefropati diabetikum C. Pasien tidak sedang menderita batuk pilek. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. Oropharynx D. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. C-peptide C. Nasopharynx E. kekakuan pada sendi pengungkit D. Digoksin mengganggu motilitas sel-sel rambut luar di koklea E. Furosemid meningkatkan potensi ototoksik gentamisin C. sesak. Furosemid oral dosis tinggi menimbulkan gejala ototoksisitas irreversibel B. Tuberculosis paru D. pharynx hyperaemia (++). Pada pemeriksaan anak tampak lemas. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin.

ECG B. Tonsilitis kronik C. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12. tonsil terdapat eksudat.300/ul. Tindakan yang tidak efektif untuk pasien diatas adalah? A. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. Organisme yang paling mungkin menyebabkan kelainan tersebut adalah? A. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1. Eksplorasi faktor risiko pasien sebelum pemberian obat ototoksik B. propanolol. Saat berobat kembali ke rumah sakit. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. Coronavirus 70. 6 th. Streptococcus pyogenes D. Rinosinusitis kronik D. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. Seorang anak laki-laki. Nadi 80x/menit. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Adenoiditis B. Antinausea dan obat-obat hipnosedatif bisa digunakan untuk rehabilitasi gejala vestibulotoksisitas 68. Apa usul pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosa kasus diatas? A.10 C. Monitoring dini level serum obat-obat ototoksik yang diberikan C. Tonsilopharingitis kronis E.300/ul. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. Virus human influenzae E. Respirasi 20x/menit. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle. tenggorokan gatal dan susah menelan. Pemeriksaan audiometrik rutin untuk mendeteksi ototoksisitas subklinik D. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. Kultur kuman dari swab tenggorok E. fibrosis. Pemeriksaan penunjang yang tidak perlu diusulkan untuk menegakkan diagnosa kasus diatas adalah? . Foto rontgen kepala C. tidak ada batuk pilek. Seorang anak laki-laki. Biopsi limfonodi cervical D. tonsil terdapat eksudat.67. Tensi 120/80 mmHg. Mycoplasma pneumoniae B. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. Tes serologi untuk virus influenzae 71. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. Berat badan 25 Kg panas 37. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12. tidak ada batuk pilek. Hipertrofi tonsil dan adenoid 69. 6 th. Seorang laki laki 6 tahun diantar ibunya periksa ke praktek dokter umum sejak 1 bulan anaknya sering mengeluh hidungnya tersumbat dan ibunya mengatakan sering berhenti nafas waktu tidur. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. Terminasi obat-obat ototoksik bila dijumpai gangguan pada telinga dalam E. terdapat detritus. Staphylococcus aureus C. Apakah diagnosis paling benar untuk pasien diatas ? A. tenggorokan gatal dan susah menelan. kaptopril dan furosemid. Seorang perempuan usia 18 th. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya.

pilihan cairan intravena paling tepat yang diberikan adalah? A. Respirasi 20x/menit. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter umum dengan keluhan badan panas.A. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. pada pemeriksaan : Suhu tubuh 39 derajat celcius. Meningkatkan pembentukan cAMP di sel enterosit.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. Meningkatkan absorbsi Cl. kehausan. cairan menyerupai air cucian beras.pada kripte liberkuhn D. Nadi 80x/menit. Pemeriksaan darah rutin D. Cairan KA-EN 3B D. Terapi radiasi 73. Tensi 120/80 mmHg. fibrosis. Total Bedrest (rawat inap) D. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. turgor kulit < 2 detik. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A. terdapat detritus. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. perut kembung dan 3 hari tidak BAB. Cairan D ¼ S 76. Dokter . Cairan Darrow B. Seorang perempuan usia 18 th. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. tidak ada nafsu makan. Khemoterapi E. Pemeriksaan ECG B. turgor kulit < 2 detik. jumlah respirasi permenit 40 x/menit.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. Bila dehidrasi pada anak tersebut memberat. Pemeriksaan foto thoraks E. Dehidrasi ringan C. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. Apa program terapi untuk menghilangkan fokal infeksi pada pasien tersebut selain pemberian antimikroba? A. Diet rendah lemak C. kepala pusing. Menghambat pompa Natrium B. Pemeriksaan ASTO C. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. turgor kulit < 2 detik. Dehidrasi sedang D. Osmosis air yang berlebihan ke dalam enterosit 75. lidah kotor. Tanpa dehidrasi B. cairan menyerupai air cucian beras. kehausan. E. Pemeriksaan kultur swab tenggorok 72. Cairan KA-EN 3A C. kehausan. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A. Dehidrasi ringan-sedang E. perut hypertympani. Membuka lebih banyak saluran Ca++ C. Tonsilektomi B. cairan menyerupai air cucian beras. Dehidrasi berat 74. Cairan Ringer lactate E.

Pada pemeriksaan didapatkan ujud kelainan kulit didapatkan papul eritem dan komedo. Seorang laki-laki usia 47 tahun datng ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan muntah darah dan berak hitam. Pada Minggu kedua D. CT Scan abdomen D. Psoriasis D. pemeriksaan yang paling tepat dilakkan adalah? A. OMD. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. Anti bakteri B. Nadi 88x/menit. Pada Minggu pertama B. mengeluh adanya bercak kemerahan. dan lutut. bersisik tebal. bokong. kulit kepala berambut. kaki bengkak. mual-mual dan tidak ada nafsu makan. Anti virus C. IgM spesifik Helicobacter pilory pada serum E. Photo BNO C. bersisik tebal. bokong. Lesi mengenai wajah. Tekanan darah 140/90 mmHg. Setelah minggu pertama C.curiga pasien tersebut terkena demam thypoid dan kemudian mengirim pasien ke laboratorium untuk memastikan diagnosis. B. Ptiriasis rosea 80. Pemeriksaan fisik terdapat nyeri tekan regio epigastrium. Eritroderma E. Setiap saat 77. mengeluh adanya bercak kemerahan. 79. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. IgG spesifik Helicobacter pilory pada serum D. Anti histamin 81. datang ke Poliklinik dengan keluhan terdapat bintilbintil merah di wajah yang muncul sejak 1 tahun yang lalu. siku. Dari anamnesa: pasien sering terlambat makan dan suka makan yang pedas. Endoskopi saluran pencernaan. Seorang laki-laki berusia 17 tahun. Keratosis seboroik B. E. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. IgG spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung B. kulit kepala berambut. terasa perih. Respirasi 20x/Meint. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. Enzym urease pada serum 78. Apakah pengobatan topikal yang paling tepat diberikan? A. Anti inflamasi D. Dan lokasi ujud . Untuk menegakkan penyebab perdarahan. Dari pemeriksaan perut membesar. Anti jamur E. Ultrasonografi abdomen. Dermatitis seboroik C. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit pada ulu hati. Bila ingin dilakukan kultur urine sebaiknya pada? A. siku. IgM spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung C. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Setelah minggu kedua E. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. Bila dilakukan pemeriksaan cairan lambung dan serum darah kemungkinan akan didapatkan peningkatan? A. dan lutut. Lesi mengenai wajah. Sebelumnya tidak pernah merasa sakit kuning sebelumnya.

Dokter bermaksud memberikan OAT yang aman dan tidak memberikan efek gangguan pendengaran pada janin yang dikandungnya. Apakah terapi hipertensi paling tepat untuk pasien di atas? A. biasanya timbul menjelang siklus menstruasi.kelainan kulit tersebut dijumpai pada wajah dan lengan atas kanan dan kiri. Apakah pemeriksaan paling tepat untuk menegakkan diagnosis pasien tersebut? A. Propanolol E. Aphthous ulcers C. mukosa bukal dan bibir bawah. Etambutol (E) E. G2P1A0. Pirazinamid (Z) D. Seorang laki-laki berusia 44 tahun. Pada anamnesis batuk disertai dahak. Dari anamnesis didapatkan penderita bekerja sebagai pencuci mobil. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. datang ke puskesmas dengan keluhan batuk 3 minggu. Pemeriksaan sediaan langsung dengan KOH 10% D. kelenjar submandibula pada palpasi sakit. Herpetic gingivostomatitis E. Pemeriksaan kultur jamur dengan media SDA E. Hidradenitis suppurative E. marginal gingiva labial gigi-gigi rahang bawah merah dan mudah berdarah. Rosasea 82. Pemeriksaan lampu Wood B. belum menikah. datang ke dokter praktek swasta dengan keluhan gatal pada kaki sejak 2 minggu yang lalu. Streptomisin (S) . Seorang perempuan berusia 37 tahun. Stomatitis aftosa rekuren D. hilang timbul dan berpindah tempat. Miliaria B. Pemeriksaan Tzanck pada cairan vesikel 83. Furosemid D. Milia C. tampak beberapa ulkus pada lidah. bula dan pustule. demam dan penurunan nafsu makan. Pada pemeriksaan dahak didapatkan BTA positif. Dari anamnesis pasien mengaku menderita Diabetes Melittus tipe 2 selama 15 tahun. terutama pada telapak kaki. Reserpin 85. Akne vulgaris D. pada pemeriksaan fungsi ginjal didapatkan hasil BUN dan kreatinin meningkat. Apakah regimen yang harus dihindari pada kasus di atas? A. Ulcerative gingivostomatitis 84. Dari pemeriksaan vital sign didapatkan tekanan darah 170/100 mmHg. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya ujud kelainan kulit berupa eritema. Rifampisin (R) B. tepi menggaung dan eritematous. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri kepala. Kaptopril C. ulkus diameter 2-3 mm. Gingivitis akut B. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. vesikel. Seorang perempuan berusia 34 tahun. HCT B. Isoniazid (H) C. Tes kulit terhadap antigen trichophyton C. datang ke praktek swasta dengan keluhan sering sariawan pada rongga mulutnya. Pemeriksaan intra oral didapatkan higiene oral kurang.

frekuensi napas 32 x/menit. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya.86. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. Insulin diberikan sebelum tidur C. Oleh dokter pasien disarankan mrnggunakan terapi insulin jenis intermediate acting. Reaksi autoimun pada sel beta . Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. lebih suka posisi duduk. GD 2 jam PP 224 mg/dL. Bagaimanakah edukasi paling tepat tentang pemberian terapi insulin diatas? A. frekuensi nadi 110 x/menit. Suntikan diberikan 30 menit sebelum makan pagi B. Sekresi insulin mutlak terganggu B. Setuju dengan permintaan pasien karena obat dapat diminum pasien B. Kelainan genetik pankreas 90. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. sesak nafas dan demam. Hipersekresi insulin saat makan C. Dokter merencanakan pemberian insulin. Injeksi kortikosteroid D. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. Setuju karena efek obat oral dan insulin sama 88. Kerusakan sel pankreas karena autoimun E. Seorang laki – laki berusia 35 tahun. Bagaimanakah respon dokter paling tepat terhadap permintaan pasien tersebut? A. Bagaimanakah mekanisme terjadinya hasil laboratorium penderita diatas? A. Mempertimbangkan permintaan pasien sambil menunggu reaksi obat D. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. Tidak setuju karena pasien DM tipe 1 jadi mutlak insulin C. Sekresi insulin fase 1 & 2 terganggu D. GD 2 jam PP 224 mg/Dl. Seorang laki-laki 50 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan riwayat diabetes melitus. tetapi pasien menolak dan minta diberikan obat oral saja karena pasien masih bisa makan & sadar. Tidak setuju karena saat ini pasien mengalami stres metabolik E. Selama ini pasien mendapat terapi anti diabetik oral. Setelah suapan pertama insulin langsung diberikan D. Suntikan harus diberikan sebelum olahraga pagi hari E. Apakah terapi awal yang harus diberikan pada pasien tersebut? A. Oral bronkodilator 87. dan pada pemeriksaan auskultasi terdengar suara wheezing. Seorang laki-laki berusia 52 tahun datang ke klinik dengan keluhan terdapat luka di jari. Insulin dapat diberikan pada lengan kanan maksimal sampai 20 kali 89. Gangguan metabolisme KH setelah makan C. Inhalasi agonis β2 B. Inhalasi kortikosteroid C. Defisiensi insulin bersifat relatif D. Dari anamnesis pasien adalah penderita asma sejak 10 tahun yang lalu. datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan utama sesak napas. Pada pemeriksaan kadar gula darah sewaktu 700 mg/dL. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak gelisah. Injeksi metilsantin E. Gangguan sekresi postprandial B. Bagaimanakah patofisiologi penyakit yang diderita penderita tersebut? A. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL.

Dari anamnesis ke keluarga. Berat badan 80 kg. Mencegah nefropati D. datang ke dokter swasta untuk kontrol gula darah. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan pusing. Gangguan hemostatik D. Cukup dengan mengatur diet saja dan menghentikan insulin C. Hasil pemeriksaan GDS saat ini adalah 160 mg/dL. Seorang perempuan 30 tahun. G1P0A0. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa keluarganya ke Unit Gawat Darurat RS dengan penurunan kesadaran sejak 1 jam yang lalu. Bagaimana saran terapi selanjutnya yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. Gangguan otonomik B. Gangguan vaskular 94. Sejak satu minggu yang lalu nafsu makan turun. bolus Dextrose 40% iv E. infuse RL tetesan cepat B. tinggi badan 162 cm. Dosis insulin diturunkan kemudian dikombinasi dengan OAD D. tetapi pasien masih rajin minum obat. Insulin sampai kehamilan aterm lalu dihentikan setelah melahirkan 92. Apakah penatalaksaan pertama yang paling tepat dilakukan pada pasien di atas? A. Sejak 2 hari yang lalu penderita makan sedikit. Pada pemeriksaan glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 40 mg/dL . Seorang laki-laki berusia 61 tahun. keringat dingin dan jantung berdebar. Mencegah ketoasidosis 93. infuse Dextrose 5% tetesan cepat C. Mencegah retinopati C. Gangguan neurogenik C. Insulin diteruskan sampai GD terkendali E. Dari anamnesis pasien adalah penderita DM dan minum obat antidiabetik oral secara rutin 3 kali sehari. Pada pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 55 mg/dL. Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. Dari anamnesis pasien telah didiagnosa DM sejak 5 tahun yang lalu. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. Pasien terbiasa minum obat anti diabetik oral 3x /hari. Dari riwayat penyakit didapatkan pasien adalah penderita DM gestasional. Apakah tujuan terapi pasien tersebut? A. infus NaCL tetesan cepat D. sulit tidur. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg. Mengganti insulin dengan obat oral (OAD) B. Mencegah hipoglikemia E. Gangguan respirasi E. pasien sebelumnya mengalami demam. Pembakaran lemak karena obesitas 91. Mencegah neuropati B. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. Hasil pemeriksaan gula darah 2 minggu yang lalu didapatkan GDS 230 mg/dL dan mendapat terapi insulin. Dari anamnesis usia kehamilan perempuan tersebut 30 minggu.E. tetapi Obat tetap diminum 3 kali sehari. SGOT . Apakah penyebab paling tepat keluhan diatas? A. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS 300 mg/dL dan GDP 130 mg/dl. GCS 2-1-3. dan mata kabur. Pasien mendapat terapi glimepirid 2mg 1 kali sehari. injeksi insulin dosis tinggi 95. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. datang ke poliklinik dengan keluhan merasa gemetar. Refleks patologis negative.

Koma septik D. Apakah penyebab yang paling mungkin kondisi di atas ? A. Refleks patologis negative. Creatinin 0. SGPT 30 mg/dL. dan teraba hangat. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. Ureum 40 mg/dL. Sensitisasi terjadi di reseptor B. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri pinggang. pasien sebelumnya mengalami demam. tanpa tanda lateralisasi. Koma uremik 96. Koma neurogenik B. Bagaimanakah patofisiologi nyeri pada kondisi pasien tersebut ? A. gangguan elektrolit D. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. Penghambatan fungsi prostaglandin E. Apakah diagnosis yang paling mungkin dari pasien di atas? A. drip neuroprotektan E. injeksi antipiretik 97. Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. Ureum 40 mg/dL. Koma hepatikum E. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ke dokter dengan keluhan utama nyeri pada lutut kanan. hiperemis. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS E2V3M5. Dari pemeriksaan fisik didapatkan lutut kanan tampak bengkak. Sangat peka terhadap NSAIDs D.3 mg/dL . Apakah tindakan pertama yang paling tepat pada kasus diatas? A. pasien didiagnosis dokter menderita herpes zoster. infeksi meningeal 100. SGPT 30 mg/dL. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. Sebelumnya. rehidrasi cairan D. Keluhan muncul setelah jatuh dari sepeda. Ectopic discharge terjadi di daerah lesi 99. kejang umum 3 jam yang lalu. SGOT 23 mg/dL. Sangat peka terhadap opioid C. Blokade produksi prostaglandin B. Dari heteroanamnesis didapatkan bahwa pasien mengalami demam tinggi menggigil menetap. Dokter memberikan terapi obat anti nyeri dengan NSAID. dosis OAD ditingkatkan C. Nyeri tersebut hilang timbul sejak 6 bulan yang lalu. antibiotik intravena B. Ectopic discharge terjadi di reseptor E. thromboemboli di pembuluh darah otak pada pasien fibrilasi atrial B. perdarahan pada spasium sub-arachnoid C. GCS 2-1-3. Seorang pasien laki-laki berusia 9 tahun dengan kondisi tidak sadar.23 mg/dL. Creatinin 0. Penghambatan produksi bradikinin D. Blokade produksi ciclooxygenase C. dan tidak ada tanda iritasi meningeal. Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai mekanisme farmakokinetik terapi tersebut ? A. diantar oleh ibunya datang ke puskesmas di Papua. Dari . Dari anamnesis ke keluarga. Peningkatan permeabilitas membran 98. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. perdarahan intracerebral E. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa ke UGD karena penurunan kesadaran.3 mg/dL . Koma ketoasidosis C.

tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. ekstasi (MDMA) E. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. pentotal D. ekstasi E. Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. Kerusakan organ dalam leher C. morfin Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. Lebar jejas jerat 4 cm. parasetamol D. 102. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. Apakah yang menjadi penyebab paling mungkin pasien ini tidak sadar ? A. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Bagaimanakah kondisi motorik yang akan ditemukan pada pemeriksaan GCS ? A. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. Melakukan gerakan dengan respon nyeri E. diethylether C. Jika ternyata penderita tersebut koma. Cerebral malaria E. Melakukan gerakan fleksi ke arah nyeri C. digoksin B. nafas lambat. warna dasar coklat tua. Kesadaran GCS E3V3M3. fenilpropanolamin Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. A. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. tepi bengkak. 104. pemeriksaan retina didapatkan papil edema. Bendungan pembuluh darah . dan kulit terasa kering. A. Toxoplasmosis B. tekanan darah 120/80. mungkin ada keracunan . Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. Cerebral tuberculoma C. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. phencyclidine B. A. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. obat berikut ini mungkin dapat menjadi penyebab koma pada penderita di atas. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Melakukan gerakan spontan D. tekanan darah 120/80. mukosa bibir serta semua ujung jari kebiruan.101. kemudian oleh warga dibawa ke UGD RS terdekat. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. Neurosyphillis Seorang laki-laki usia 30 tahun ditemukan tergeletak di tengah jalan dalam kondisi gelisah. Wajah tampak gelap dengan sklera mata merah. Aseptic meningitis D. Melakukan gerakan dengan respon suara Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. 103. diazepam C. Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. dan kulit terasa kering. nafas lambat. Jika pada penderita tersebut juga ditemukan bekas suntikan lama dan baru di lengan dan pupilnya kecil kemudian melebar. Melakukan gerakan ekstensi ke arah nyeri B.

250-<350 mg/dL D. Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. Seorang laki-laki berusia 55 tahun. Tanda perlawanan korban E. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Mati lemas 106. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. Mati lemas 105. Korban sudah meninggal sebelum tergantung B. Alat gantungnya berupa tali tambang D. meninggal dunia. Rambut E. tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat. Dari inspeksi tampak kulit korban berwarna kecoklatan. Apakah interpretasi dari edema pada tepi jejas jerat? A. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. 30-<90 mg/dL B. Hati D. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. Kerusakan organ dalam leher D. warna dasar coklat tua. 90-<250 mg/dL C. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. Dari mulut pasien tercium bau alkohol. >400 mg/Dl 109. tepi bengkak. Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. Lebar jejas jerat 4 cm. Berapakah kadar alkohol yang memberikan gejala tersebut? A. Sianotik pada mukosa dan kulit C. setelah sakit-sakitan selama setahun terakhir. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. warna dasar coklat tua. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. kadang hanya rasa tidak enak badan. pasien dapat berjalan dengan dituntun. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Urin C. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun mengalami batuk dan sesak nafas yang tak sembuh-sembuh. Korban masih hidup saat tergantung (intravital) C. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. Refleks vagal E. Darah B. Apakah sampel yang paling tepat? A. menabrak pohon. Dari anamnesis dan pemeriksaan pasien meracau.D. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. kadang berupa gangguan gastrointestinal. Bendungan pembuluh darah E. 350-<400 mg/dL E. Gejala penyakit tidak khas. tetapi sempoyongan. Lebar jejas jerat 4 cm. Saat memasuki ruangan. Pada pemeriksaan rontgen dada terdapat gambaran benda opaq pipih menyerupai baterai jam. Dokter mencurigai korban mengalami keracunan logam berat kronis. Kulit 108. Apakah sebab kematian pada kasus tersebut? A. Dokter menyimpulkan pasien mengalami keracunan lithium. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Termasuk dalam kategori apakah keracunan anak tersebut? . Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. Tanda asfiksia 107. tepi bengkak.

Terdapat memar pada kepala E. berwarna merah kebiruan yang tidak hilang dengan penekanan. Iatrogenic poisoning 111.00 C.Hari Senin. Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang tidak ditemukan kelainan.00-08. bayi viable C. Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa perempuan ini mempunyai beban psikologis yang sangat berat namun semuanya ditanggung sendiri. bayi aterm B. Intentional poisoning C. jam 02.00-12. Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat pada siang hari karena kelemahan badan yang mendadak. Terdapat fraktur cricoid C. Hari Minggu. Seorang ibu rumah tangga usia 35 tahun datang ke puskesmas mengeluh sering sakit punggung. Setelah dikonfirmasi ternyata ada kesalahan pemberian obat dari apotek yaitu tertukar dengan pasien lain. Hari Senin. Experimental poisoning B. bayi lahir hidup E. Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. Experimental poisoning B. bayi asfiksia D.00-15.00-04. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet. Hari Minggu antara jam 12.00 B.00 D. Analgesik lokal C. Terdapat luka tusuk B. Keluhan muncul sekitar 30 menit setelah meminum obat resep dokter yang diperolehnya dari apotik pagi harinya. untuk dibuatkan visum et repertum.00-24. Deliberate poisoning E. kira-kira jam 04. Accidental poisoning D.00.00 114. Lebam jenazah ditemukan pada ujung-ujung bawah extremitas atas dan bawah serta pada dagu. Dari pemeriksaan diperoleh tes apung paru positif. Pada pemeriksaan luar didapatkan kekakuan pada hampir semua sendi. Apakah arti dari temuan tersebut? A.00 hari yang sama E. Tidak ditemukan cedera D. Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. Apakah terapi yang paling tepat? A. antara jam 00. Pada perut bagian kanan bawah terdapat warna kehijauan. Hari Senin. Intentional poisoning C. Pemeriksaan dilakukan pada hari Senin jam 12.A. Deliberate poisoning E. Antidepresan . Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal. Penyidik mengirimkan jenazah korban kejahatan. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet. Terapi kerja berkelompok B. Iatrogenic poisoning 110. bayi mati tenggelam 113. Accidental poisoning D. Terdapat luka lecet tekan pada leher 112. kecuali sendi kedua lutut. Temuan apakah yang sesuai dengan kesimpulan tersebut? A. Kapankan perkiraan saat kematian korban ? A. antara jam 00. Termasuk dalam kategori apakah keracunan yang dialami pasien? A.

jantung berdebar-debar keras. Sebagian besar waktunya dilalui dengan perasaan cemas. Pemberian antidepresan C. Hipokondriasis 118. Ketergantungan kepada dokter yang merawat D. nyeri kepala. Gangguan Somatisasi D. Ketergantungan pada proses rawat inap B. Gangguan panik E. Seorang perempuan berusia 42 tahun mengeluh nyeri dada. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. mengakibatkan hampir seluruh kehidupannya terganggu. Hipokondriasis E. Kesedihan karena penyakitnya tidak juga diketemukan E. Ventilasi 115. Pasien sudah mendatangi beberapa dokter dan mendapatkan hasil pemeriksaan yang sama. Seorang laki–laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. Terapi kerja berkelompok D. Pasien merasa sangat cemas walaupun dokter jantung sudah meyakinkan bahwa EKG dan pemeriksaan laboratorium darah dalam batas normal. Kecemasan akan tindakan medis selanjutnya C. Sejak beberapa minggu ini pasien tidak mau minum obatnya dengan alasan percuma karena sudah 1 tahun tidak sembuh. nyeri dada. Pasien sering mondok namun tidak didapatkan penyebab spesifik. nyeri sendi dan sering anyang-anyangen sejak 20 tahun ini. Apakah konsekuensi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika permintaannya dipenuhi begitu saja untuk rawat inap? A. Gangguan jantung tersembunyi (hidden) B. Gejala tersebut tidak berlangsung serentak. Gangguan somatisasi D. mual. pandangan mata dobel. Gangguan nyeri psikogenik C. Keuntungan sekunder akan tindakan medis selanjutnya 117. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Keluhan hilang timbul disertai batuk dahak berwarna kekuningan dan demam sejak setahun . Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa penderita merasa malas bekerja. Suspect penyakit kardiovaskular B. kedua tangan terasa “kebas” selama kira-kira 5 menit. haid tidak teratur. Seorang pasien tuberkulosis sudah berobat selama 1 tahun tetapi belum sembuh. Ventilasi E. Pada pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang tidak didapatkan kelainan. Karena merasa keluhan tidak kunjung sembuh pasien minta dirawat inap agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih mendalam. Anxyolitic E. Ganguan panik 119. Pemberian antipsikotik B. berkeringat dingin. Di antara episode serangan-serangan tersebut pekerjaan dan kegiatan sehari-hari tidak terganggu. putus asa dan menganggap dirinya adalah yang paling sengsara karena tidak kunjung sembuh. Apakah terapi yang paling tepat untuk problem psikiatrisnya? A.D. Seorang laki-laki berusia 33 tahun mengeluh takut mati mendadak karena serangan jantung seperti ayahnya pada usia 45 tahun. Sejak setahun yang lalu pasien mengeluh sudah beberapa kali mengalami “serangan jantung” yang ditandai dengan perasaan cemas. muntah. Sosialisasi dengan sesama penderita tuberculosis 116. Gangguan nyeri psikogenik C. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri dada.

ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 380 C. dan tekanan darah 110/80 mmHg. Bronkitis kronis E. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. Pada riwayat keluarga. Bronchitis kronis B. Asma bronkial C. denyut nadi 120 x/menit. sesak disertai batuk berdahak warna kekuningan dan demam. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. Efusi pleura D. dan dirasakan memberat sejak 4 hari yang lalu. Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang ke dokter dengan keluhan demam tujuh hari. frekuensi napas 32x/menit. Seorang laki – laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. Antipiretik E. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. Antibiotika 121. Kortikosteroid C. Asma bronkial D. Pneumonia B. dan tekanan darah 110/80 mmHg. Sejak 4 hari yang lalu keluhan memberat. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. Mukolitik B. Atelektasis E. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. Emfisema 120. Keluhan hilang timbul sejak satu tahun yang lalu. frekuensi napas 60x/menit. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. denyut nadi 94/menit. Apakah obat yang pertama kali diberikan? A. denyut nadi 110 x/menit. Tuberkulosis C. ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Kortikosteroid E. Antibiotika C. frekuensi napas 32x/menit. dan ekspirasi memanjang. Foto polos thorax memperlihatkan . sesak terutama setelah beraktivitas.terakhir. tekanan darah 140/90 mm Hg. Bronkiolitis 122. nadi 110 x/menit. frekuensi napas 60x/menit. batuk dan dahak disertai darah. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. Ekspektoran D. dan ekspirasi memanjang. Oksigenasi D. Apakah terapi awal untuk pasien tersebut? A. denyut nadi 120 x/menit. Bronkodilator inhalasi B. Pada riwayat keluarga. Golongan ß-2 agonis 123.

Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Bronkitis kronik E. Tuberculosis paru 124. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Angina pektoris stabil E. Bronkiectasis C. Bronchial Carcinoid D. ST elevation myocardial infarction (STEMI) B. Non STEMI 126. Gastroesophageal reflux disease (GERD) C. Histoplasmosis D. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Tuberculosis milier --> level 3A 125. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan . Pneumonia B.konsolidasi di lobus superior pulmo kiri dengan airbronchogram. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. Pancoast tumor C. Pada foto thorax tampak gambaran kavitas multipel menyerupai sarang lebah dengan airfluid level di dalamnya pada aspek inferior kedua paru. Seorang laki-laki berusia 67 tahun dengan riwayat batuk berdahak. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut? A. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Abses paru B. Carcinoma of bronchus E. Angina pektoris tidak stabil D.

Apa kelainan anatomis jantung yang paling mungkin terjadi pada pasien tersebut? A. Regurgitasi aorta D. Seorang laki-laki berusia 46 tahun periksa ke praktek dokter keluarga untuk konsultasi karena sering mengalami nyeri dada seperti tertindih.Pemeriksaan lanjutan apa yang diperlukan pada pasien tersebut? A. Phlebitis E. Stenosis mitral C. Limfedema kronik C. Foto rongen dada posisi anterior posterior C. Trombosis vena profunda B. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya udem tungkai unilateral. Pemeriksaan kadar darah puasa 160 mg/dL dan Hb A1c 8 %. Thalium scanning D. Insufisiensi tricuspid 128. Enzim jantung 127. Test uji latih jantung atau treadmill test B. Hipoalbuminemia D. Diketahui terdapat riwayat menderita demam disertai sakit nyeri sendi yang berpindah-pindah saat remaja. rata-rata menghabiskan 10 batang rokok/hari. frekuensi napas 24 x/menit. denyut nadi 100 x/menit. Selulitis 129. Stenosis aorta B. 2 cm lateral linea mid clavicula kiri. dan tekanan darah 160/90 mmHg. Seorang laki-laki berusia 60 tahun menjalani home care dengan tirah baring karena stroke yang diderita sejak 1 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik jantung ditemukan adanya bising pansistolik derajat 3/6 dengan punktum maksimum di intercostal V. Echocardiografi E. Regurgitasi mitral E. kadar kolesterol total 250 mg/dL. disertai nyeri. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. perabaan hangat dan tampak kemerahan. Apakah faktor risiko keluhan pasien yang equivalen dengan infark miokard? A. dan pada malam hari sering terbangun karena sesak nafas. Pasien adalah seorang perokok sejak usia 35 tahun. Seorang perempuan berusia 18 tahun mengeluh mudah lelah disertai napas pendek. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Perokok .

Apakah pemeriksaan darah yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis? A. Pemeriksaan fisik dan penunjang kardiologis tidak menunjukkan adanya kelainan. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. Pneumonia C. frekuensi napas 28 x/menit. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. Thymoma B. perkusi redup. Terdapat riwayat hipertensi. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. Hipertensi C. Gangguan nyeri psikogenik C. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit jantung sejak tiga tahun terakhir. Dislipidemi D. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul. Gangguan jantung tersembunyi B. Usia pasien yang 46 tahun 130. Pneumothorax sinistra . LDH E. Pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. tekanan darah 160/100 mmHg. dan suara vesikuler menurun. Gangguan panik E. Hipokondriasis 132. Diabetes Mellitus E. Apakah diagnosis paling mungkin? A. CK 131. Gangguan somatisasi D. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. denyut nadi 110 x/menit.B. SGOT D. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. Seorang laki-laki berusia 38 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada khas infark sejak 5 jam sebelum masuk rumah sakit. Troponin I B. Pasien yakin bahwa dirinya sakit jantung. CK MB C. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C. Pada gambaran EKG didapatan gambaran seperti di bawah ini.

Efusi pleura sinistra E. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. Pneumothorax D. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dirawat di rumah sakit karena sesak napas berat dan nyeri dada kiri. denyut nadi 110 x/menit.D. Asma Bronkhial E. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. Pasien juga mengeluh demam. Seorang laki-laki berusia 72 tahun datang dengan keluhan sulit kencing. Hernia diafragmatika 133. frekuensi napas 28 x/menit. Gambaran EKG menunjukkan takikardia dengan kompleks QRS sempit dan regular. Direncanakan pemeriksaan radiologis ultrasonografi abdomen bawah. COPD B. puasa makan dan minum B. Bronkhitis kronis C. Water seal drainage (WSD) D. menahan kencing (katheter di klem) . dan suara vesikuler menurun. Apakah penanganan awal yang paling tepat? A. Furosemide C. Hernia diaphragmatica 135. diet rendah lemak 2 hari sebelum pemeriksaan C. Kardioversi B. Diagnosis manakah yang paling mungkin? A. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke UGD dengan keluhan berdebar-debar. tidak tinggi disertai keringat malam. Seorang pasien berusia 22 tahun mengeluh batuk lebih dari 3 bulan dan sejak dua hari ini batuk disertai darah. Pada rontgen dada ditemukan area lusen tanpa corakan bronkovaskular pada hemithorax sinistra. Mediastinal mass E. Pneumonia C. Terdapat riwayat hipertensi. Tuberkulosis Paru B. Bronkiektesis 137. Pasien mempunyai riwayat batuk lama. frekuensi napas 24 x/menit. minum banyak. Manuver vagal D. Injeksi adenosine E. Injeksi sulfas atropin 136. Injeksi digitalis C. dan tekanan darah 130/80 mmHg. Pada pemeriksaan auskultasi paru ditemukan suara amforik. denyut nadi 140 x/menit. Apakah persiapan yang diperlukan? A. tekanan darah 160/100 mmHg. Pemeriksaan EKG menunjukkan hasil normal. perkusi redup. Inhalasi B2 agonis 134. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Apakah terapi yang paling tepat? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. Pemeriksaan fisik didapatkan retensi urin. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul. Pasien dapat kencing setelah dipasang katheter. Pada direct rectal touche (DRE) diduga terdapat pembesaran prostat. Pneumothoraks D. Pungsi pleura B. Antibiotika E. vesica urinaria penuh dan nyeri tekan (+).

39. pankreatitis 140. protein (-). Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun. mual. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut. sel epitel 2-4/LP.D. teratoma 141. urethrolithiasis C. disertai mual. Apakah contoh bahan urin terbaik untuk kondisi tersebut? A. disertai mual. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. cystografi 139. kreatinin 4. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter dengan nyeri abdomen akut. vesicolithiasis E. cholelithiasis D. tes alergi 138. Dokter merujuk pasien untuk pemeriksaan lebih lanjut. kreatinin 4. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51. tanpa persiapan E. Untuk menyingkirkan kemungkinan kehamilan ektopik dilakukan pemeriksaan urin untuk hormon beta hCG (ßhCG). spondiloarthrosis lumbales E. urin malam hari E.8. Apakah pemeriksaan penunjang lanjutan yang dibutuhkan? A. dan eritrosit pucat 3-4/LP. dan eritrosit pucat 3-4/LP.39. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Sistitis B. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut. nephrolithiasis B. sel epitel 2-4/LP. pielografi intra vena E. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. Pyelonefritis . kelopak mata sedikit sembab dan hipertensi. pielografi retrograd D.31 mg / dl. muntah dan jumlah buang air kecil berkurang. urin pancar tengah D. nefrolithiasis B. Pada foto polos abdomen didapat bayangan semiopag bentuk menyerupai tanduk rusa di proyeksi paravetebra dextra setinggi VL 2-3. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. kreatinin 1. Nefritis C. cholelithiasis D. pielografi anterograd C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. urin tampung C. Pada pemeriksaan ultrasonografi didapatkan pelebaran sistema pelvico calices dextra. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51. urin acak B. urin pagi hari 142. Hasil pemeriksaan laboratorium urin didapatkan warna kuning kemerahan.8. dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan beberapa hari buang air kecil kemerahan. pusing. Pada pemeriksaan darah didapatkan komplemen C3 menurun. ureterolithiasis C. muntah dan jumlah buang air kecil berkurang. Pasien sudah membawa hasil laboratorium urin menunjukkan Ca oksalat +++. urethrografi B. Saat diperiksa penderita demam. eritrosit +3. Seorang laki-laki berusia 61 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang kanan.

dan terasa nyeri. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg. Sindrom nefrotik 143. denyut nadi 100x/menit. Seorang pasien laki-laki umur 20 tahun menderita fraktur ulna kiri tertutup komplit undisplaced setelah terbentur benda keras di tempat kerja. Apakah tindakan yang paling tepat untuk mengatasi keluhan tersebut? A. Kondisi struktur di bagian distal dari gips s B. antibiotika E. Seorang penderita dikirim oleh Rumah Sakit untuk melakukan kontrol setelah dilakukan pemasangan gips s sirkular pada ekstrimitas atas kiri. gagal ginjal kronik 145. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pasien juga mengeluh tidak dapat kencing. Gangguan motorik D. Dari pemeriksaan fisik didapatkan adanya hematoma penis dan perineum dan terdapat kesan vesika urinaria penuh. Pasien tersebut seminggu sebelumnya mendapat injeksi derivat aminoglikosida untuk suatu prediksi infeksi saluran kemih. Satu bulan yang lalu. pungsi supra pubik C. Glomerulonefritis akut D. Manakah dari keluhan berikut ini yang menjadi prioritas untuk mendapatkan tindakan? A. diuretika D. Seorang laki-laki berumur 34 tahun datang ke dokter dengan keluhan kencing sedikit. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri kaki kanan. Nefritis interstisial kronik C. kemerahan. Hiperurikemia 146.D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Gagal ginjal akut nefrotoksik B. frekuensi napas 24x/menit. Glomerulonefritis kronik E. . Rhematic fever D. Rheumatoid arthritis B. Apakah tindakan awal yang paling tepat? A. Rasa gatal E. Gout arthritis C. kadar kreatinin pasien adalah 1. Pada pemeriksaan fisik. Hasil pemeriksaan urin rutin adalah protein (++) dan hematuria gros. Gips s sirkular E. kateterisasi B. Volar slab D. Peningkatan rasa nyeri C. Pembedahan 147. suhu 370C. ditemukan benjolan pada pangkal ibu jari kaki kanan. Bandage C. Sling B. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu.0 mg/dL.2 mg/dl dan ureum 45 mg/dl. Kondisi gips 148. Osteoartritis E. analgesika 144. Glomerulonefritis E. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari. Hasil laboratorium menunjukkan asam urat 9. Hasil pemeriksaan kadar kreatinin 7 mg/dl dan kadar ureum 200 mg/dl.

Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan. Ketoasidosis B. Syok anafilaktik D. Apakah terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. Kategori 2. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. TB paru kasus putus obat D. Syok hipovolemik E. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. TB paru kasus resistensi obat C. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg. Batuk berdahak warna kekuningan. demam dan berkeringat pada malam hari. Apakah gambaran hitung jenis leukosit yang paling mungkin ditemukan? . Asidosis metabolik C. isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36. Kategori 1. TB paru kasus kambuh E. Kategori 1. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. 2RHE + 4RH 150. 2RHZE + 4RH B. konsistensi cair. Syok neurogenik C. 2RHZ + 4RH C. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. Kategori 3. sedikit ampas. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. Alkalosis metabolik D. pernapasan Kussmaul dan turgor kulit menurun. Alkalosis respiratorik 149. Kategori 3. 2RHZ + 4RH E. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit.1 gelas tiap buang air besar. kesadaran somnolen. Asidosis respiratorik E.5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Apakah kelainan pH darah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. Syok obstruktif 151. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah. TB paru kasus baru 152. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. TB paru kasus gagal pengobatan B. Syok kardiogenik B.volume ½ . Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Pemeriksaan fisik ditemukan ronki basah kasar di daerah apeks paru kanan. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan.

Neutrofilia B. terutama sekitar lubang dubur. Medula spinalis segmen C 5 D. Medula spinalis segmen Th 10 B. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Basofilia D. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Tension type headache B. Medula spinalis segmen Th 12 C. setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Medula spinalis segmen L 1 D. Eosinofilia C. Medula spinalis segmen Th 10 B. Conus medularis E. Cluster headache E. Medula spinalis segmen Th 10 B. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal. Vertigo 154. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. Migrain dengan aura C. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kauda equine 156. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Conus medularis E. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. Kauda equina 155. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Medula spinalis segmen L 1 . Pasien juga mengeluh perut terasa mual. tonus otot meningkat bilateral. Medulla spinalis segmen C7 E. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. Migrain tanpa aura D.A. namun tidak muntah. Medulla spinalis segmen Th 12 C. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat. Neutropenia 153. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya hipestesi setinggi umbilikus. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. Medula spinalis segmen C 5 C. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen L 1 D. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. tonus otot meningkat bilateral. Limfopenia E.

Pemeriksaan fisik menunjukkan plak nummular berbatas tegas. Urtikaria D. Medulla spinalis segmen C7 C. Dopamin C. Nekrolisis epidermal toksik B. Papaverin E. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara. Medula spinalis segmen C 5 B. Atropin B. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS setelah melakukan upaya bunuh diri dengan minum obat nyamuk. Pasien juga mengeluh badan demam dan lemah. Seorang laki-laki berusia 21 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan tengkuk gatal sejak 5 bulan. Pemeriksaan fisik menunjukkan pupil miosis. Dermatitis alergika B. ukuran bervariasi tersebar hampir di seluruh tubuh. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. hiperhidrosis dan bradikardi. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya bercak eritema dengan peninggian (bentol). muntah-muntah. hipersalivasi. sesak nafas dan mengeluarkan banyak keringat. Eksema vulgaris C. Apakah obat yang menjadi pilihan utama? A. Pasien mengeluh nyeri kepala. Ayahnya seorang penderita asma. Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Neostigmin 159. Bibir erosi dengan krusta tebal warna hitam. Neurodermatitis E. Keluhan muncul setelah minum obat sakit kepala. Neurodermatitis . Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan gatal di kulit sejak 10 hari yang lalu. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. Epinefrin D. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula di seluruh tubuh diameter 2-3 cm. Medula spinalis segmen Th 10 E. hiperlakrimasi. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan kulit melepuh sejak 2 hari yang lalu. Sindroma Steven Johnson D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Rasa gatal disertai dengan bercak-bercak merah di kulit yang muncul terutama pada pagi hari dan menghilang pada siang hari. Rasa gatal muncul terutama jika sedang mengikuti ujian atau belajar. mata hyperemia konjungtiva. Dermatits kontak alergika C. Keluhan muncul hampir di seluruh tubuh. Medulla spinalis segmen Th 12 158. Medula spinalis segmen Th 4 D.157. Dermatitis kontak iritan E. sebagian telah pecah membentuk erosi. Dermatitis kontak alergika B. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Pemfigus 161. batas tidak tegas. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. tonus otot meningkat bilateral. Dermatitis kontak iritan 160. skuama halus dan likhenifikasi.

Pemeriksaan pH darah E. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. Pemeriksaan gula darah sewaktu C. lembek. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. sulit tidur. Ptiriasis rosea D. Asupan makanan dan minuman tidak terganggu. Pemeriksaan hitung jenis leukosit B. T3 dan T4 meningkat B. Pasien pernah menderita penyakit pembesaran kelenjar gondok dan telah dilakukan pengangkatan kelenjar tersebut 1 bulan yang lalu. TSH. Seorang laki-laki berusia 37 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami kelemahan pada kedua tangan dan kaki sejak 3 hari yang lalu. tampak makula eritematosa. Basil gram negatif pada pengecatan gram D. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dibawa ke IGD RS setelah mengalami kejang. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya grimace. Apakah yang paling mungkin ditemukan pada pemeriksaan kerokan kulit? A. TSH menurun. Pemeriksaan elektrolit darah D. denyut jantung 120 x/menit. T3 dan T4 menurun E. tanpa lendir maupun darah. hingga tidak mampu beraktivitas. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. Pseudohifa pada pemeriksaan KOH C. Psoriasis 162. akral teraba hangat. skuama dan papul-papul. Pemeriksaan elektrolit darah D. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. TSH. Pasien mengalami diare sejak 1 minggu yang lalu. frekuensi napas 24 x/menit. sebanyak + ½ gelas air mineral. denyut nadi 76 x/menit frekuensi napas 16 x/menit. Apakah hasil pemeriksaan laboratorium yang paling mungkin ditemukan? A. Kokus gram positif pada pengecatan gram . Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar sejak 1 minggu yang lalu.C. T3 dan T4 menurun 163. Kejang terjadi selama 15 menit dan saat kejang tampak kesakitan. T3 dan T4 meningkat C. Pemeriksaan Hb 164. kekuatan motorik ekstremitas superior dan inferior kiri dan kanan semua bernilai 2 dan tidak ditemukan adanya defisit neurologis lain. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. Pemeriksaan protein total E. hiperpigmentasi. pembesaran kelenjar tiroid difus. mudah lelah dan mengalami diare. dan spasme otot general terutama daerah karpopedal. kelemahan dirasakan semakin berat. Pasien sering merasa gelisah. TSH menurun. Pemeriksaan gula darah sewaktu B. TSH meningkat. Tinea corporis E. Pemeriksaan pH darah 165. Pemeriksaan hormon T3 dan T4 C. Hifa pada pemeriksaan KOH B. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. mata eksoftalmus. T3 dan T4 normal D. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 110/70 mmHg. sehari 3-5 x/hari. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A.

Pasien pernah mengalami keluhan yang sama berulang tetapi tidak separah ini. tampak erosi dan mengeluarkan eksudat berbau amis. Sebagian dari lepuhan kulit sudah pecah dan terasa nyeri. terdapat jaringan nekrotik. tertutup skuama tebal berwarna putih. Dari luka tersebut tampak tulang yang menonjol dan terasa sangat nyeri. pembesaran kelenjar tiroid difus. Streptococcus βhemoliticus B. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Badan terasa lemah. Ptiriasis rosea D. Pemeriksaan fisik lokal menunjukkan adanya luka robek dengan fragmen fraktur. tidak tahan panas. Staphylococcus aureus E. Kokus gram negatif pada pengecatan gram 166. Seorang perempuan berusia 32 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kulit pada hampir seluruh tubuh melepuh. Apakah jenis obat topikal yang paling tepat diberikan? A. Pasien sedang dalam keadaan hamil 20 minggu. Bacillus cereus D. edema. sekret berbau. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar hormon T3 dan T4 serta penurunan kadar TSH. Eritroderma B. punggung serta tepi rambut kepala. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. Dermatitis seboroik B. Psoriasis 168. tekanan darah 140/90 mmHg. Psoriasis C. Herpes zoster 169. tertutup skuama tebal berwarna putih.E. Apakah mikroorganisme yang paling mungkin mengakibatkan keadaan tersebut? A. Seorang laki-laki berusia 28 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena luka pada tungkai bawah setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 1 hari yang lalu. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. Krim C. Gel B. Sindroma Stevens Johnson D. proptosis bola mata. Pseudomonas aeruginosa 167. Keluhan ini terjadi sejak 4 hari yang lalu. Bedak E. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. Eritroderma E. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. Pasien juga mengeluh demam. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula-bula diameter 2-3 cm. Obat kocok 170. denyut nadi 132 x/menit frekuensi napas 24 x/menit. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. krepitasi pada jaringan otot dan subkutis. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. Pemfigus E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. gelisah dan sulit tidur. Obat apakah yang paling tepat untuk pasien ini? . Dermatitis kontak C. Salep D. Clostridium perfringens C. punggung serta tepi rambut kepala.

Oligoteratozoospermia E. Penelitian dilakukan di setiap kabupaten dalam propinsi Jawa Tengah. yaitu kurang dari normal. penilaian menunjukkan bayi tidak bernafas. Populasi target adalah penderita diabetes mellitus (DM). Padahal kebiasaan mengompol ini sudah berhenti sejak 1 tahun yang lalu. denyut jantung 90 x/menit. Apakah skala yang paling tepat untuk variabel tersebut? A. c=25%. tinggal serumah bersama istrinya dan mengaku berhubungan seksual secara rutin. Skala rasio B. Skala ordinal C. tampak biru. Bayi tersebut dilahirkan dalam keadaan tidak menangis. Methimazol B. Variabel kadar HbA1c dibagi menjadi 3 kelompok. Represi C. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang memeriksakan diri ke puskesmas karena belum mempunyai anak setelah 2 tahun menikah.A. Skala Gutmann 175. b=20%. Melakukan kompresi jantung C. Oligoastenoteratozoospermia 172. morfologi 80%. Apakah mekanisme pertahanan (defens mechanism) yang dipakai oleh pasien? A. Seorang dokter ingin mengetahui prevalensi disfungsi ereksi pada pria menikah yang berada dalam rentang usia produktif. Memberikan epinefrin injeksi intramuskuler 174. Skala interval E. Propilthiouracil C. Regresi B. normal dan lebih dari normal. d=10%. Skala nominal D. Tidak ada keluhan fisik yang diderita. 131 I D. Memberikan natrium bikarbonat intravena E. Pasien bekerja sebagai buruh pabrik pestisida. Sublimasi E. Seorang dokter akan melakukan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol berjudul “Hubungan antara Kadar HbA1C dengan Retinopati Diabetika pada penderita DM tipe II. Melakukan ventilasi tekanan positif D. Memberikan rangsang taktil B. Setelah dilakukan langkah awal resusitasi. Oligozoospermia C. Introyeksi 173. Normozoospermia B. Proyeksi D. lemah. Tindakan apakah yang harus dilakukan? A. Pemeriksaan sperma menunjukkan jumlah sperma dengan bilik hitung 10 juta/ml. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa bapaknya ke Puskesmas karena mengalami perubahan perilaku yaitu menjadi pendiam dan kembali mengompol setelah ibunya meninggal dunia seminggu yang lalu. Oligoastenozoospermia D. motilitas : a=45%. Karena banyaknya jumlah populasi dan adanya keterbatasan . sedangkan populasi terjangkau adalah penderita DM tipe II. Perchlorate 171. Levothyroxine E. Apakah interpretasi hasil pemeriksaan tersebut? A. Seorang bayi laki-laki dilahirkan secara sectio caesaria dari seorang perempuan berusia 37 tahun G1P0A0 gravida 38 minggu dengan ketuban pecah dini 18 jam dan fetal distress.

Kadar hemoglobin C. Tidak ditemukan adanya riwayat gangguan jiwa sebelumnya. frekuensi napas 80 x/menit. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai untuk diterapkan dalam penelitian tersebut? A. Abses nasi C. Seorang laki-laki berusia 21 tahun dibawa ke IGD RS dengan kedua tangannya dalam keadaan terikat. Kadar glukosa darah . Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Rinitis alergika E. Gangguan bipolar manik C. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya massa putih mengkilap bertangkai pada meatus media. Concha polipoid D. tidak menangis. Rinitis vasomotor E. Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung tersumbat sejak 1 minggu yang lalu. Sinusitis maksilaris akut 179. Abses nasi C. Sinusitis maksilaris akut 178. Snowball Sampling E. Lubang hidung kanan mengeluarkan cairan kental berwarna kehijauan dan berbau busuk. Sistematic Random Sampling B. sianosis dan merintih. Alloanamnesis didapatkan pasien tidak dapat tidur sering teriak-teriak dan mengamuk sejak 1 minggu yang lalu. Hitung jenis leukosit B. Periksaan psikiatris didapatkan pasien agresif secara fisik dan verbal. Polip nasi B. Analisa gas darah E. Rinitis alergi D. denyut jantung 172 x/menit. Gangguan psikotik akut D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang bayi laki-laki lahir spontan di rumah sakit dari seorang perempuan berusia 36 tahun dengan usia kehamilan 31 minggu. diputuskan untuk melakukan teknik pengambilan sampel dari seluruh populasi penelitian. Seorang perempuan berusia 19 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung kiri tersumbat sejak 4 bulan yang lalu. Polip nasi B. Skizofrenia paranoid E. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya edema konka inferior dan sekret di meatus media. Pasien sering mengeluh sakit kepala dan gusi bengkak yang membaik dengan obat antinyeri.waktu dan tenaga yang dimiliki. Kultur darah D. Gangguan panik B. Kadang keluar cairan jernih tidak berwarna dan tidak berbau. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Quota Sampling 176. Keluhan terjadi sepanjang hari dan semakin berat. retraksi dinding dada. Bayi tampak lemah. Cluster Random Sampling C. Simple Random Sampling D. Gangguan waham 177. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling penting dalam keadaan tersebut? A. halusinasi akustik dengan tema yang tidak spesifik.

tekanan darah 70/50. Pankreatitis E. Seorang laki-laki berusia 24 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan memar pada mata kanan akibat dipukul oleh rekan bisnisnya. Inversi uteri B. Myoma uteri E. denyut nadi 136 x/menit lemah. Pasien membawa surat permintaan pemeriksaan visum et repertum dari penyidik. Streptomisin B. berat badan menurun. Ethambutol C. Hepatitis akuta 184. Plasenta dupleks 183. setelah kelahiran plasenta tampak benjolan berwarna merah dari vagina dan mengalami banyak perdarahan. Nafsu makan dan berat badan juga telah meningkat. Kolelitiasis D. Memberikan sisipan 1RHZES D. Memberikan fase lanjutan 4RH E. Nafsu makan menurun. Manakah OAT yang dapat memperberat keluhan nyeri pasien? A. Ruptur vagina D. badan terasa lemah. berkeringat pada malam hari dan rasa mudah lelah sudah membaik. Memberikan sisipan 1RHZE C. Pemeriksaan inspeksi menunjukkan adanya permukaan kasar berwarna merah pada benjolan yang keluar dari vagina. Isoniazid 182. Keluhan batuk. Sendi bengkak dan terasa nyeri terutama setelah makan emping melinjo. Pada pemeriksaan fisik tampak bengkak mengelilingi mata kanan berukuran 5 x 7 cm. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Memberikan sisipan 1 RHZS B. Seorang perempuan berusia 20 tahun dirujuk oleh bidan dengan diagnosis perdarahan pasca persalinan. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah. Ulkus duodeni C. Luka memar di mata kanan akibat dipukul B. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan 2x positif. Apakah rencana pengobatan yang harus diberikan? A.180. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan hasil positif 3 (+3). warna merah kebiruan. berbatas tegas dan teraba hangat. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. frekuensi napas 28 x/menit. Pirazinamid D. Bidan menyampaikan bahwa pasien baru melahirkan anak pertama 2 jam yang lalu. Apakah kesimpulan visum et repertum yang dapat diambil? A. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. Ulkus ventrikuli B. Nyeri hilang dan timbul. Memberikan fase lanjutan 5RH 181. Pasien juga memiliki riwayat bengkak sendi kambuh-kambuhan sejak 1 tahun yang lalu. Luka memar di mata kanan karena kekerasan tumpul . Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Ruptur uteri C. Rifampisin E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke puskesmas untuk melanjutkan pengobatan rutin TB paru yang telah dilakukan selama 2 bulan.

Atrial fibrilasi E. denyut nadi 140x/menit. Keluhan disertai mual dan muntah.C. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. dibawa ke RS dengan keluhan lemas & hampir pingsan. Pada inspeksi pasien tampak . Sinus takikardi E. Pasien pernah didiagnosa stroke infark 3 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg. predominan tympani B. shiffting dullnes D. Tetapi mulai tadi malam mengeluh nyeri di seluruh lapangan perut. Apakah penyebab yang paling mungkin? A. Seorang laki-laki umur 40 th. Pada pemeriksaan fisik didapatkan denyut nadi pulsus alternans dan pada pemeriksaan EKG didapatkan irama jantung 120x/menit irreguler. Aritmia C. tes undulasi (+) E. Sinus takikardi D. Supraventrikuler takikardi B. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri perut sebelah kanan. temperature 36. Sinus bradikardi E. Sinus bradikardi D. tidak teratur. Seorang perempuan 56 tahun datang dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri. Supraventrikuler takikardi B. Pada pemeriksaan EKG didapatkan irama irreguler. di regio inguinal kiri didapatkan redup. denyut nadi sulit ditentukan. Normo sinus rythm C.9 °C. Pada saat dilakukan palpasi perut. hidronefrosis B. Seorang pasien perempuan usia 60 tahun datang dengan keluhan berdebar-debar. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tympani hampir seluruh lapangan perut. Luka memar di mata kanan karena kontak benda tumpul oleh tersangka 185. nefrolitiasis E. hiperperistaltik 190. Sinus bradikardi C. Seorang perempuan usia 25 tahun datang dengan keluhan sulit buang air besar sejak 3 hari yang lalu. Sinus takikardi D. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. appendicitis D. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Atrial flutter 187. Apakah hasil pemeriksaan tersebut? A. Atrial fibrilasi 188. defens muskuler C. didapatkan otot dinding perut memberikan reaksi mengeras. fecalith 189. vesicolitiasis C. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. Seorang pasien 23 tahun baru pulang dari RS 4 hari yang lalu dengan diagnosis Tifus abdominalis dan telah dinyatakan sembuh. Luka memar di mata kanan karena dipukul benda tumpul D. Luka memar di mata kanan akibat pukulan tumpul oleh tersangka E. Normosinus ritme 186. RBBB B. Pada EKG menunjukkan jarak rata-rata R ke R 6 kotak sedang.

Fraktur patologis D. nyeri sumbu (+). nyeri sumbu(+). Fraktur impaksi C. Reposisi B. Diit cukup garam & minum1 lt/hr 192. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis. Penurunan BB 3 kg/mg B. tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan. Tindakan pertama yang harus dilakukan pada pasien diatas adalah: A. tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. kaki bengkak dan air seni berwarna seperti teh. Airway management E. Diit cukup karbohidrat C. hepatomegali. tidak ada riwayat trauma. Pemberian analgetik E. luka robek di lengan bawah. Tepi lateral kanan processus xipoideus dari caudal ke cranial B. Pada pemeriksaan fisik vital sign dalam batas normal. Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. deformitas (+). deformitas (+). Langkah pertama apa yang harus dilakukan untuk penyelamatan kasus diatas: A. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan GOT dan GPT sedikit meningkat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan BB 78 kg. Kelainan yang dapat terjadi pada kasus diatas adalah: A. Fraktur kominutif E. Terapi non-farmakologis apakah yang sesuai? A. TB 155 cm. Reposisi-immobilisasi 194. frekuensi napas 30 x/menit. Seorang perempuan 56 tahun datang ke RS dengan keluhan lemas. Fraktur kompresi . Seorang perempuan umur 65 tahun datang ke RS dengan keluhan tidak bisa jalan. Immobilisasi D. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan. nyeri pada tungkai bawah yang terjadi secara berangsur-angsur. Rectus abdominis & arcus kosta kanan D. frekuensi napas 24 x/menit. Dibawa ke tempat praktek dokter dengan GCS 13. Resusitasi C. nyeri tekan (+).pulsasi nadi lemah. Kenali dan hentikan perdarahan 193. pada tungkai bawah nyeri tekan (+). Di manakah lokasi yang tepat untuk palpasi? A. pembesaran lien. Seorang anak umur 12 tahun terjatuh dari pohon setinggi 5 meter dengan posisi jatuh tangan menyentuh tanah terlebih dulu. Sepanjang tepi bawah arcus kosta kanan dari medial ke lateral C. mata kuning. nyeri tekan (+). Pembersihan luka D. akral dingin dan pucat. dan tampak memegangi lengan atas kanan yang terlihat salah posisi. Keluhan disertai dengan nyeri perut kanan atas. nyeri sumbu (+). Pemasangan infus C. Pertemuan bawah lobus sinistra hepar dengan processus xipoideus E. Penjahitan luka B. Fraktur impresi B. Regio epigastrium sejajar dengan tepi bawah hepar lobus sinistra 191. Menderita penyakit osteoporosis sejak 2 tahun terakhir. tekanan darah 110/70 mmHg. Pertemuan tepi lateral kanan m. dan icterus . mengerang kesakitan. denyut nadi 80 x/menit. Konsumsi penghancur lemak E. gatal-gatal.memegangi perut kanan atas dengan posisi membungkuk. Olahraga 30 menit/hari D. ascites minimal.

merasa mengantuk. Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. Carpopedal spasme 197. Grandmal C. GCS = 5. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang. GCS = 5. Trauma neurologi E. 15 196. apa yang perlu segera dilakukan? A. saat kejang pasien tidak sadar. tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan. Sindroma kompartemen 198. frekuensi napas 30 x/menit. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan. dan deformitas (+). Mioklonik D. dan bisa bergerak bebas. menderita serangan kejang berulang sejak usia 6 tahun. 12 C. Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. Tidak dikeluhkan sakit kepala maupun muntah. 13 D.pulsasi nadi lemah. 14 E. sesudah itu lemas seperti tertidur. Berapakah nilai Glasgow Coma Scale (GCS) dari pasien ini? A. nyeri sumbu (+). Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg. denyut nadi 120 x/ menit. perdarahan masif. 11 B. Fraktur terbuka B. Dari pemeriksaan fisik didapatkan respon membuka mata dengan perintah. Resusitasi cairan agresif D.Untuk mencegah perburukan kondisi.195. Seorang anak laki-laki. Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. Pemeriksaan foto rontgen femur apa yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis pasien ini? A. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang. umur 7 tahun. Petitmal B. bisa menjawab pertanyaan sederhana. Perempuan umur 61 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan merasakan lemah sejak 2 jam yang lalu. posterior 199. Syok neurogenik C. Debridement C. denyut nadi 120 x/menit. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis. 1 posisi C.Apakah penyebab kematian yang paling mungkin pada pasien ini? A. Syok hipovolemik D. anterior E. Tergolong apakah serangan kejang pada pasien ini? A. Saat kejang kadang mulut berbuih kadang ngompol. perdarahan masif. nyeri tekan (+). Kesadaran pasien mulai pulih setelah 3 menit. kemudian kejang tonik 1 menit diikuti kejang klonik 2 menit. Serangan kejang terjadi rata – rata 2 kali perbulan. lateral B. Reposisi cito B. akral dingin dan pucat. Resusitasi cairan 20 tetes/menit . Parsial simple E. 2 posisi D. dan deformitas (+). Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg.

denyut nadi 120 x/menit. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. pemeriksaan lain dalam batas normal. mata cekung. Nadi radialis dan carotis tidak teraba. tidak mau minum. temperatur 36. mual dan muntah. Hernia femoralis B. Ketika dilakukan anamnesis. Ileus paralitik B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. Oksigenasi 203. denyut nadi 164 x/menit. Tindakan paling awal pada kasus tersebut adalah: A. denyut nadi 164 x/menit. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. Lakukan resusitasi cairan B. pada auskultasi tidak terdengar suara napas dan detak jantung. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. temperatur 390C. Oksigenasi B. metallic sound (+). turgor kurang. distensi abdomen. Lakukan resusitasi kardio pulmoner . Gangguan fungsi yang terjadi pada pasien tersebut: A. Lakukan pemasangan infus C. tidak mau minum.80C anak lemah. Apakah penyebab yang mendasari kasus ini? A. denyut nadi 120 x/menit. scrotum membesar. Rehidrasi intravena D. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. temperatur 36. Difusi B. Absorbsi D. Limfoma maligna C. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. Hernia femoralis C. pemeriksaan lain dalam batas normal. Merujuk pasien ke ICU E. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. Appendix infiltrat D. Hernia inguinalis lateralis 202. peristaltic meningkat. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level. Hernia inguinalis medialis 201.E. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level. Cold abses inguinal E. Hecting untuk hentikan perdarahan 200. Ventilasi E. distensi abdomen. scrotum membesar. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. temperatur 390C. anak lemah. mata cekung. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. mual dan muntah. Memberi obat anti diare 204. metallic sound (+). turgor kurang.80C. Penanganan awal apa yang paling tepat dilakukan oleh dokter? A. peristaltic meningkat. Ileus obstruktivus D. Hernia inguinalis lateralis E. Perfusi C. Rehidrasi oral C. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. tiba-tiba pasien terjatuh dan tidak sadar.

jari tabuh (+). sianosis. Kesadaran gelisah. Syok distributif C. Syok septik B. tekanan darah 180/110 mmHg. Syok hipovolemik 207. frekuensi napas 60 x/menit. Angina pectoris tak stabil 206. malas menetek. Ginjal D. Tetralogi Fallot C. bising usus melemah. frekuensi napas 30 x/menit. Arteri subclavia C. Pemeriksaan EKG didapatkan elevasi segmen ST yang diikuti adanya gelombang Q patologis. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. Pada saat pemeriksaan fisik. Infark miokard akut D. Colon descendens 209. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi.D. Seorang laki-laki usia 25 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan. frekuensi napas 30x/menit. Lakukan pemasangan jalur oksigen E. Pasien tidak sadar. Stenosis aorta B. Patent ductus arterisus 208. Hati B. tali pusat kotor dan berbau busuk. Arteri tibialis posterior E. pekak alih (+). Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. denyut nadi 120 x/menit. Struktur anatomis apakah yang diraba? A. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas. Angina pectoris stabil E. Pada regio mana yang paling tepat untuk meraba denyut nadi tersebut? . Arteri radialis B. Jenis syok pada neonatus ini adalah: A. suara jantung lemah. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah palpasi 70 mmHg. akral dingin. kejang 3-5 kali. sianosis. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Miokarditis C. Bayi laki-laki umur 25 hari. Insufisiensi mitral D. denyut nadi 140 x/menit. Insufisiensi trikuspidal E. bising sistolik. Arteri carotis communis 210. kulit tampak kuning sampai kedua kaki. Perikarditis B. Limpa C. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. Anak umur 3 tahun dengan riwayat jongkok selama melakukan aktivitas dan sering biru dan tidak sadar. Syok neurogenik D. ditemukan jejas pada hipokondrium kiri. Organ manakah yang paling mungkin mengalami cedera? A. Pada pemeriksaaan didapatkan keadaan umum lemah. Lakukan pemasangan monitor EKG 205. Syok kardiogenik E. datang ke Puskesmas keadaan merintih lemah. Arteri carotis interna D. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Intestinum E.

Bayi lahir selamat.211. Bagaimana hasil pemeriksaan pupil yang paling mungkin? A. midriasis maksimal Seorang bayi laki-laki baru lahir dengan berat lahir 4800g tidak bisa menggerakkan lengan kanannya. Pasien ini sebelumnya juga sering mengeluh nyeri dada bila beraktivitas berat selama beberapa tahun terakhir ini. miosis maksimal C. regio cervicalis lateraris D. Peregangan m. seorang tenaga kesehatan memeriksa dan memastikan bahwa korban telah meninggal dunia. Nyeri terasa seperti tertindih benda berat di belakang sternum dan menjalar ke rahang bawah dan lengan kiri bagian medial. Bayi ini dilahirkan pervaginam oleh seorang wanita 32 tahun yang menderita diabetes mellitus. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kunjungtiva anemis. menangis keras dan kulitnya merah jambu. Fraktur clavicula E. Apakah kemungkinan penyebab kelainan yang diderita oleh bayi tersebut? A. Cacat/defek pada septum E. Hepatitis B kronis aktif C. Hepatitis B kronis B. trigonum submandibulare E. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan HBsAg positip. Reaksi lekemoid . Apakah struktur yang kemungkinan mengalami kelainan pada pasien tersebut? A. A. jumlah trombosit 70 ribu/mmk. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien diatas? A. 212. Hepatitis B carrier sehat E. 213. pimpinan suatu perusahaan. trigonum caroticum B. Morfologi darah tepi: didominasi sel blas seri myeloid. jumlah lekosit 120 ribu/mmk. Pada saat persalinan terjadi distocia bahu dan berhasil dilahirkan setelah dilakukan berbagai manuver oleh dokter SpOG. deltoideus Seorang laki-laki berusia 55 tahun dibawa ke UGD oleh istrinya karena mengeluh nyeri dada hebat. pensiunan tentara datang praktek dokter swasta dengan keluhan pucat dan cepat lelah. Sistem conductorium jantung Seorang laki-laki berusia 50 tahun. datang ke klinik swasta untuk melakukan general check up. Kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium hepar didapatkan hasil SGOT : 20 IU dan SGPT: 22 IU. Cedera plexus brachialis C. regio sternocleidomastoideus Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Katub jantung B. 215. regio cervicalis anterior C. isokor B. 214. Apakah diagnosis paling mungkin kasus diatas? A. anisokor D. reflek lambat E. Sirosis Hepatitis B D. Dislokasi articulatio humeri B. Vasa coronaria D. Vasa darah besar C. Pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil Hb 6 gr/dl. Fraktur humeri D. Hepatitis B dorman Seorang laki-laki berusia 58 th.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan ikterik dan nyeri tekan pada ulu hati. AML (Acut Mieloid Lekimia) C. Pyelonefritis B. Manakah pemeriksaan urinalisis paling berhubungan untuk diagnosis pasien diatas? A. lekosituria dan nitrituria E. Sindrom Nefritik D. kolelithiasis C. Pada pemeriksaan urinalisis didapatkan hasil Proteinuri: +++ Eritrosit : 0-1 /LPB Lekosit : 1-3/LPB Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus diatas? A. Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. Tidak ditemukan pembesaran hepar maupun lien. infeksi jamur B. Hasil laboratorium SGOT: 18 IU/L. Dari anamnesis tidak didapatkan riwayat trauma. Apakah diagnosis paling tepat kasus diatas? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem. Apakah etiologi paling tepat penyebab demam pada pasien tersebut? A. hepatitis B. 219.5 mg/dl. 218. kolestasis ekstrahepatal Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke tempat praktek dokter dengan keluhan jari-jari sering gemetar. Uretritis Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan keluhan demam 4 hari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem. sirosis hepar D. SGPT: 24 IU/L. CML (Chronic Myeloid Leukima) Seorang laki-laki 58 tahun datang ke UGD dengan keluhan bengkak pada seluruh badan.216. pH dan ketonuria B. Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. Multiple myeloma D. proteinuria dan silinderuria D. 217.3mg/dl. Pasien juga mengeluh adanya nyeri saat menelan. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan jumlah lekosit 5000/mm3 dan dari hitung jenis didapatkan limfositosis. infeksi virus D. 220. faring hiperemis. Sindrom Nefrotik C. reaksi imunitas E. hematuria dan glukosuria C. dan Bilirubin indirek:0. Bilirubin Direk: 6. Myeodisplasia E. Glomerulonefritis E. berat jenis dan kristal Seorang perempuan berusia 47 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan bengkak seluruh badan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu tubuh 39 derajat Celcius. karsinoma hepar E. reaksi hipersensitifitas Seorang perempuan berusia 72 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan nyeri perut dan badan tampak kuning. infeksi bakteri C. B.Saat masuk .

afasia motorik B. somnolen D. refleks patologis negatif. 223. mencegah herniasi C. pirasetam C. Apakah tujuan awal fisioterapi ? A. sianokobalamin Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. 225. coma B. stupor C. 222. paraparetik gait D. sitikolin B. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. ataxic gait E. afasia global D. scissor gait Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD oleh temannya dengan gangguan kesadaran setelah minum minuman keras oplosan. mendadak saat bangun tidur. parkinson gait B. Saat pemeriksaan kesadaran didapatkan pasien terkesan mengantuk dan menutup mata namun bila dipanggil dapat membuka mata dan menjawab pertanyaan sederhana. Apakah diagnosis paling tepat? A. mencegah decubitus E. Setelah mendapatkan terapi medika mentosa. kekuatan ekstremitas inferior dan superior kanan:0. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. Saat pemeriksaan pasien dapat mengerti maksud atau perintah pemeriksa namun tidak dapat berbicara lancar. Pada anamnesis tidak dijumpai nyeri kepala dan mual muntah. Setelah dilakukan observasi dan mendapatkan terapi keluhan membaik seperti semula sebelum 24 jam setelah serangan. silostasol D. Refleks Patologis Babinski dekrtra(+). mencegah kontraktur D. soporouscoma E. mencegah pneumonia B. Manakah terapi yang paling tepat diberikan untuk mencegah kekambuhan ? A. mencegah edem serebri Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kiri mendadak. 224. pasien langsung diberikan fisioterapi awal setelah masuk bangsal. ke ruang praktek tampak pasien tersebut berjalan sangat lambat dan setapak demi setapak. compos mentis Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dengan gangguan bicara. afasia transkortikal E. Keluhan ini disertai rasa .221. Apakah klasifikasi kesadaran kualitatif pada pasien tersebut? A. hemiparetik gait C. Pada anamnesis pasien memiliki riwayat penyakit gula dan darah tinggi. mekobalamin E. disfasia Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kanan mendadak saat bangun tidur. afasia sensorik C. kekuatan ekstremitas kiri 4. Manakah tipe cara berjalan yang paling tepat untuk pasien tersebut? A.

Antijamur topikal E. dengan skuama putih. dengan skuama putih tipis collarete. Antibiotic sistemik Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. Apakah terapi yang sesuai? A. disertai dengan tanda Autspitz . Dermatitis kontak alergi B. Psoriasis vulgaris C. Pitiriasis rosea D. Dermatitis kontak alergi B. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. Apakah diagnosis yang paling sesuai? A. Alergen B. Kortikosteroid sistemik B. Pitiriasis rosea D. herald patch (+) pada lengan atas. Keluhan ini disertai rasa gatal. batas tidak tegas. dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. 227. 228. Psoriasis vulgaris C. Tinea korporis E. dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. Keringat C. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. Pitiriasis rosea D. Lepra PB Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. Lepra PB Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak makula dan patch eritem. batas tegas. disertai dengan tanda Autspitz . dengan bagian tepi papul-papul eritem. badan dan paha. Micobacterium sp. 230. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak macula dan patch eritem. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. Dermatitis kontak alergi B. Antihistamin sistemik D. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. dengan skuama putih . Keluhan ini disertai rasa gatal. 229.226. Tinea korporis E. Paparan matahari Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. batas tegas. dengan bagian tepi papul-papul eritem. Psoriasis vulgaris C. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. batas tidak tegas. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. Keluhan ini disertai rasa gatal. Apakah penyebab paling tepat kasus tersebut? A. Trichophyton sp. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. Kortikosteroid topical C. gatal. Tinea korporis E. dengan skuama putih . D. Apakah diagnosis untuk kasus tersebut? A. E. Lepra PB Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu.

Hal itu diawali karena kekhawatirannya terhadap kuman yang menempel di tangan sehingga akan ikut tertelan jika ia makan. pasien mengatakan bahwa ada segerombolan sindikat yang sedang merencanakan untuk membunuhnya. air liur berlebihan dan jalan seperti robot.5 mg C. dibawa ke UGD karena selalu merasa ketakutan. Huntington’s disease E. Tinea korporis E. 232.231. Hasil pemeriksaan dermatologi diperoleh papul berwarna merah keunguan. pasien merasa mereka sedang membicarakan dan hendak mencelakainya. Dermatitis kontak alergi B. dengan keluhan seluruh badan kaku. pasien mengatakan pada pemeriksa. Tardive dyskinesia D. Sejak 2 minggu yang lalu. pil kuning dan pil hijau. Kortikosteroid sistemik B. Tekanan darah 130/80 mmHg. tipis collarete. Apakah terapi yang sesuai? A. Parkinson’s iterat Seorang laki-laki. Pitiriasis rosea D. Antibiotic Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke dokter dengan keluhan gatal-gatal pada lengan kiri. Pasien sudah berobat ke Puskesmas. Antivirus D. Psoriasis vulgaris C. distonia akut dan krisis okulomotorius. 233. Munculnya pengulangan dorongan-dorongan tersebut membuatnya tidak tenang/ gelisah dan merasa menderita. Carbamazepin 2 x 200 mg D. Ukuran lesi tetap. Keluhan ini dirasakan sejak 1 bulan yang lalu. dibawa ke unit gawat darurat RS. datang untuk berkonsultasi karena sering mencuci tangan berulang-ulang terutama jika akan makan. sehingga setiap pasien melihat orang-orang yang sedang bercakap-cakap. Antihistamin C. disertai rasa gatal. diberikan salep putih. Amitriptilin 2 x 25 mg Seorang laki-laki. Apabila kegiatan-kegiatan tersebut tidak . tersusun linier pada lengan bawah kiri bagian ekstensor. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. Manakah terapi yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. meskipun rasa gatal berkurang. Diazepam 2 x 2 mg B. Neuroleptik Malignan Sindrom C. berusia 38 tahun. Dalam pemeriksaan status mental. Trihexylpenidil 2 x 2 mg E.2 °C. Antijamur E. Dalam pemeriksaan. multiple. Ia berusaha melawan/mengabaikan pikiran tersebut tetapi tidak bisa. Haloperidol 2 x 1. Likhen planus Seorang laki laki berusia 24 tahun. badan dan paha. berusia 16 tahun. denyut nadi 86 x per menit. terdapat tremor. Mereka bersekongkol untuk mengejar dan mencelakai dirinya. penderita gangguan Skizofrenia yang minum obat rutin. herald patch (+) pada lengan atas. Hal itu terjadi sejak 3 bulan yang lalu dan makin sering dilakukannya. Ekstrapiramidal Sindrom B. Apakah diagnosis yang tepat? A. atap datar. Pengulangan dilakukan karena selalu muncul dorongan untuk berbuat demikian. bahwa sindikat itu telah bekerjasama dengan banyak orang. 234. yang berasal dari dirinya sendiri. sehingga pasien ketakutan. frekuensi nafas 20 x per menit dan temperatur 37.

238. Gangguan Obsesif Kompulsif D. Gangguan Skizoafektif E. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Gangguan Cemas Menyeluruh C. Gangguan Waham menetap D.235. Skizofrenia B. berusia 18 tahun. Gangguan Skizofrenia C. Apakah diagnosis yang tepat? A. Depresi Sedang dengan somatisasi D. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan bicara kacau. 237. Apakah diagnosis yang tepat ? A. datang ke dokter keluarga karena sering merasakan cemas. Stress Akut D. 16 tahun. bingung dan bicara kacau dan merasa ketakutan karena seperti didatangi bayangan makhluk yang hitam dan besar yang akan mengajaknya pergi. Apakah diagnosis yang tepat? A. Gangguan Afektif B. kaku kuduk (+) dan meningeal sign (+). Sejak 2 bulan yang lalu. Gangguan Anxietas Phobic B. keringat dingin. Pasien berbicara dengan suara yang berat seperti suara laki-laki dewasa.ngejar dan akan membunuhnya. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan mengamuk tanpa sebab. karena tiba-tiba berteriak-teriak. Gangguan Panik C. merasa tak berdaya. Penderita menjadi sering tidak berangkat kuliah dan kegiatan kampus lainnya. Demensia Seorang mahasiswi. Stress paska trauma Seorang laki-laki. Gangguan Stres Akut Seorang wanita. berusia 23 tahun. Dua hari yang lalu penderita tampak gelisah. seluruh badan lemas. Gangguan Psikotik Akut B. dilakukan secara berulang-ulang maka timbul kecemasan/kegelisahan. 236. Gangguan Waham Menetap E. Delirium E. berusia 24 tahun. Penderita juga sulit tidur. Namun diriwayatkan bahwa pasien merupakan anak yang pendiam dan mudah cemas. meronta-ronta saat sedang mengerjakan latihan ujian Nasional. jantung berdebar-debar. mengeluh nyeri kepala dan muntah. Rasa cemas dirasakan hampir setiap hari walaupun tidak ada penyebab yang jelas. mengatakan bahwa ia adalah makhluk penunggu sekolah dan memberikan nasehat-nasehat yang berkaitan dengan pembangunan gedung sekolah yang saat itu sedang direnovasi. Penderita mengetahui bahwa kecemasannya tidak beralasan. Apakah diagnosis yang tepat? A. namun ia sulit untuk menghilangkannya. temperatur39. Sejak 7 hari yang lalu penderita mulai demam. tangan dan kaki terasa dingin. dibawa ke Puskesmas oleh gurunya. Tidak didapatkan riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Gangguan Amnesia Dissosiatif . Gangguan Cemas Menyeluruh E. pasien mulai sering mengurung diridan tidak mau bergaul. Keluhan dirasakan sejak 6 bulan yang lalu. Gangguan Somatoform Seorang siswi SMU. Tidak ada riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Pasien sering sulit tidur. Amnesia C. ketakutan dan mengatakan bahwa ada musuh yang mengejar. Pasien sering mendengar bisikan-bisikan suara tanpa wujud dan sering melakukan sesuatu di luar kendali dirinya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS 9.

Apakah terapi yang paling tepat? A. angina pectoris tidak stabil D. Dari anamnesis riwayat penyakit dahulu saat muda dia pernah . Hipertrofi atrium dan ventrikel kiri Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri dada. angina pectoris prinzmetal Seorang perempuan berusia 48 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas yang semakin memburuk sejak 4 bulan terakhir. Gangguan Konversi Histeri E. ia menjadi ingin menghilangkan keluhannya tersebut. 242. Penurunan kebutuhan oksigen miokardial Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada seperti tertusuk-tusuk. Gangguan Trans Dissosiatif D. Keluhan seperti ini sudah dirasakannya sejak 1 tahun yang lalu. namun sejak ayahnya menyarankan untuk masuk fakultas Kedokteran. Hipertrofi anteroseptal ventrikel kiri D. ia akan merasakan berdebar-debar. Terapi Aktivitas Kelompok B. usia 17 tahun. Venodilatasi pembuluh darah koroner B. Terapi Desensitisasi C. 243. Setiap melihat darah bahkan hanya gambar darah saja. angina pectoris heberden E. Pasien ini mempunyai riwayat Hipertensi tidak terkontrol. Selama ini ia selalu berusaha untuk menghindarinya.239. keringat dingin dan seluruh badan tiba-tiba lemas dan mual-mual. Sesak semakin memberat dengan aktifitas fisik. Terapi Farmakologi Seorang pasien laki-laki berusia 56 tahun datang ke klinik swasta dengan keluhan sesak nafas. 240. Nyeri dada dirasakan membaik dengan istirahat. Penurunan aliran darah kolateral jantung E. Saat diperiksa didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg dan didapatkan kardiomegali. beberapa minggu ini durasi nyeri lebih lama. angina pectoris stabil B. Hipertrofi ventrikel kiri C. Pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan baik. Terapi Gestalt E. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 6 bulan terakhir. Gangguan Fugue Disosiatif C. Hasil pemeriksaan fisik dan elektrokardiogram tidak menunjukkan adanya kelainan. darah bukanlah sesuatu yang membahayakan. Reduksi end diastolic volume ventrikel kanan dan kiri C. B. Namun. 241. Nyeri yang dirasakannya bahkan muncul pada saat dia sedang duduk-duduk santai di sore hari. Terapi Kognitif D. Lokasi berada di atas sternum menjalar hingga ke tangan sebelah kiri dan rahang bawah. Bagaimana mekanisme kerja golongan nitrat sehingga keluhan berkurang? A. dan nyeri munculnya tidak lagi karena aktivitas yang berat. Dokter memberikan terapi golongan nitrat dan keluhan membaik. Apa kelainan jantung yang terjadi? A. angina pectoris atipikal C. karena ia sadar. datang ke dokter untuk berkonsultasi tentang kekhawatirannya yang berlebihan jika melihat darah. Gangguan Depersonalisasi Seorang siswi SMA. disertai jantung terasa berdebar-debar. Apakah tipe angina pectoris yang sesuai untuk kasus di atas? A. Dilatasi ventrikel kiri B. Dilatasi dan hipertrofi ventrikel kiri E. Penurunan tekanan ventrikel kanan D.

tekanan darah 130/80 mmHg. pasien mempunyai riwayat sakit jantung dan sering mengeluh nyeri dada. Infark Miokard akut D. Keluhan disertai nyeri sendi dan bercak-bercak di kulit. Menurut keluarga yang mengantar. Syok Hipovolemik B. Dari laboratorium ditemukan leukositosis dan pada pemeriksaan EKG didapatkan perpanjangan interval PR . Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38. Syok anafilaksis E. Pada pemeriksaan radiologi ditemukan pembesaran atrium kiri. Seorang perempuan berusia 50 tahun diantar keluarganya ke unit gawat darurat RS dalam keadaan tidak sadarkan diri. Stroke hemoragik D. nafas cepat dan dalam dan terdapat gangren di kaki sebelah kiri. Bayi laki-laki berusia 1 hari dibawa keluarganya ke unit gawat darurat RS karena mengalami kebiruan dan seperti tercekik saat diberikan ASI. Syok kardiogenik C. Menurut keluarga sebelumnya dia muntah-muntah hebat. Pada pemeriksaan fisik ditemukan eritema dan nodul subkutan. Apakah kemungkinan penyebab pada kasus diatas? A.5°C. Setelah dipasang monitor didapatkan tekanan darah 61/32 mmHg. auskultasi terdapat suara opening snap dan murmur diastolik. Hipoglikemi B.Mitral Stenosis 244. Stroke non hemoragik . Staphilococcus aureus B. Penyakit jantung reumatik B. Hiperglikemi C. Streptococcus viridans C. Tetralogi of fallot C. Streptococcus alfa hemoliticus 245. dan terdapat tanda-tanda hipoksia. Dari anamnesis tidak mempunyai riwayat kelainan selama kehamilan. Streptococcus pyogenes. Streptococcus beta hemoliticus E. Ketoasidosis diabetik E. Pada pemeriksaan pasien tidak ditemukan adanya kelainan pada paru maupun jantung. Fistula tracheaesofageal E. divertikulum zenkel D. Apakah diagnosis pada kasus di atas? A. Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus di atas? A. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. D. Respiratory distress syndrome 247. nyeri sendi dan ruam di kulitnya. Atrial Septal Defect E. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg. Gagal Jantung Kongestif C. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan panas. Apakah organisme yang menyebabkan penyakit tersebut? A. Syok septik 246.mengalami penyakit serius berupa demam. gambaran EKG menunjukkan gambaran Ventrikular takikardi. Syok hemoragik D. Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dalam keadaan tidak sadarkan diri. Floppy epiglotis B.

IgM anti HBc 250. Karsinoma usus E. Pasien tidak mempunyai riwayat trauma sebelumnya. syok neurogenik D. infark di hemisfer kanan C. penurunan motorik dan sensorik di bagian tubuh sebelah kiri. Anti HBe E. Abses usus B. Monosit D. subarachnoid hemorragi . Apakah diagnosis pada pasien diatas? A. syok septic 249. nyeri dan fesesnya bercampur darah. HBsAg C. S1 dan S2 murni serta tidak ditemukan murmur. Anti HBs D. Limfosit C. Seorang perempuan berusia 20 tahun datang ke RS dengan keluhan demam tinggi dan mata tampak kuning. Kolitis ulseratif C. Nyeri disertai keluhan muntah dan demam ringan. Penyakit Crohn D. Saat dilakukan pemeriksaan fisik. infark di hemisfer kiri B. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A. Dokter kemudian menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan CT scan. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg. Pasien sempat tidak sadarkan diri sebelum dibawa ke rumah sakit. syok anafilaktik E. intracranial hemorragi hemisfer kanan E. Gambaran apa yang diharapkan dari hasil pemeriksaan CT Scan tersebut ? A. Hasil kolonoskopi yang dibawa pasien tampak penebalan dinding mukosa usus dan hasil PA biopsy ditemukan granuloma.248. ditemukan nyeri lepas tekan di daerah Mc burney. Hemoroid interna 251. Perutnya seringkali kram. PCR B. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan kelemahan mendadak pada tangan dan tungkai sebelah kiri. intracranial hemorragi hemisfer kiri D. Apakah pemeriksaan darah yang dilakukan untuk skrining awal pada kasus diatas? A. Seorang laki-laki berusia 60 tahun mengalami perdarahan yang hebat post laparotomi. Leukosit PMN 251.tekanan darah 80/60 mmHg. denyut jantung 100x/menit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 36°C. Dari anamnesis pasien pernah transfusi darah 4 minggu yang lalu. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan diare terus menerus sejak 3 bulan terakhir. Hematokrit E. syok kardiogenik C.respirasi 32 x/menit. Saat dilakukan pemeriksaan laboratorium. komponen hasil laboratorium apa yang dapat mendukung penegakan diagnosis pada kasus diatas? A. Berat badannya menurun dan terdapat bercak kemerahan pada kulitnya. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri terutama di daerah kanan bawah abdomen. Pada pemeriksaan laboratorium awal ditemukan peningkatan serum transaminase. Eritrosit B. syok hipovolemik B. Riwayat trauma disangkal.

Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kelelahan dan kelemahan otot sejak 2 bulan yang lalu. Saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter ditemukan massa berdiameter 2 cm dengan konsistensi lunak dan berbatas tegas. defisiensi besi E. Kekurangan zat apa di dalam otak yang mendasari terjadinya kejadian pada pasien di atas? A. Apakah kemungkinan penyebab kasus diatas? A. konjungtiva palpebra pucat dan takikardi. Pada gambaran radiografi thoraks didapatkan hiperinflasi paru kanan dan kiri dan tidak ditemukan fibrosis. infeksi virus 255. asma B. Fibroangioma D. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan tremor pada kedua tangannya. serotonin C. Tidak ditemukan benjolan serupa di daerah lain. AML C. Kistadenoma C. apakah penyebab paling sering pada kasus di atas? A. bronchitis kronik E.Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia hipokromik mikrositik. dan wheezing pada kedua lapang paru. fibroadenoma E. Apa diagnosis patologi anatomi yang tepat untuk kasus di atas? A. Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa ibunya ke poliklinik dengan keluhan demam dan bercak kemerahan sejak 1 minggu yang lalu. Pasien sebelumya bekerja sebagai kuli bangunan. anemia dan trombositopenia. Benjolan tersebut tidak disertai nyeri. Sambil menunggu hasil hapusan darah tepi. intraductal papillomatosis 252. emfisema C. bradikinin D. sianosis. berdasarkan epidemiologi. bronkopneumonia 254. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ptekie dan hepatosplenomegali. dopamin B. defisiensi folat D. bronkiektasis D. Pasien adalah seorang perokok berat. yang terjadi saat istirahat. Dokter merencanakan pemeriksaan apusan darah tepi untuk mendapatkan diagnosis pasti. transamin 253. tidak ditemukan peningkatan sel stroma dan tidak didapatkan adanya mitosis. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak nafas disertai batuk berdahak. asetilkolin E. CLL . Apakah diagnosis pada kasus diatas? A. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak pucat. Pada pemeriksaan fisik ditemukan barrel chest. defisiensi vitamin C C. papilloma B. ALL B. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan benjolan di payudara sebelah kiri. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bradikinesia dan rigiditas pada otot-ototnya.251. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan leukositosis. defisiensi vitamin B12 B. Dokter melakukan pemeriksaan patologi anatomi dan mendapatkan stroma yang longgar di dalam jaringan glandula.

Pada saat pemeriksaan dokter menemukan kelemahan dalam kemampuan fleksi pada lutut kiri tetapi kemampuan ekstensi lututnya normal. radialis D. brachialis B. Nevus Pigmentosus D. Pada pemeriksaan fisik terdapat lesi berbentuk papul berbatas tidak tegas bentuk irregular berdiameter kira-kira 7 mm dan tengahnya berbentuk ulkus. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah. paru redup dan ronkhi basah di kedua apeks.D. Manakah penyebab paling mungkin yang mendasari penyakit pada kasus di atas? A. miliar 258. DIC 256. vagus 260. Pasien ini mengaku melakukan hubungan seksual dengan salah seorang PSK dalam 1 minggu terakhir. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat lesi yang terasa nyeri di penisnya. fibrokistik D. nervus tibialis C.tampak kurus. Melanoma Lentiginosa E.Pada pemeriksaan dahak ditemukan BTA positif. nervus femoralis E. nervus fibularis D. Karsinoma sel basal B. Clamidia trachomatis 257. Seorang laki-laki berusia 65 tahun pekerjaan sebagai petani. Apakah kemungkinan nervus yang mengalami kerusakan akibat cedera di atas? A. Seorang laki-laki berusia 16 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami luka akibat terkena pisau di daerah axilla. nervus vagus B. CML E. scrofula E. nervus ischiadicus . Neisseria gonorrhea E. Komplek ghon B. Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kesulitan dalam berjalan. Kelainan apakah yang ditemukan pada pasien diatas? A. Hemofilus ducreyi B. ulnaris E. Melanoma Maligna C. Apakah kemungkinan diagnosis kasus diatas? A. Treponema pertenue D. Treponoma pallidum C. cold abses C. Karsinoma sel skuamosa 259. axillaris C. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak selama 3 minggu disertai demam ringan pada malam hari dan penurunan nafsu makan. datang ke Puskesmas dengan keluhan terdapat bercak kehitaman di wajahnya. Pada pemeriksaan ditemukan ulkus yang lunak dan tidak bergaung. Nervus apakah yang berperan dalam terjadinya kelamahan pada kasus di atas? A. Dokter menduga luka di axilla tersebut mengenai plexus brakhialis bagian bawah.

Pria ini bekerja sebagai kuli bangunan. suara hipersonor pada perkusi dan suara paru menghilang pada auskultasi. Selain pengobatan dengan H2 bloker. Pasien adalah seorang kuli panggul di pelabuhan. terutama pada saat perut kosong. Pada pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan tanda-tanda anemia. Pada foto rongten vertebra tidak ditemukan kelainan. pneumothorax E. bronchitis kronis 262. Keluhan dapat diatasi dengan makan atau diberi antasida dan menghilang dalam waktu 2-3 jam. emfisema B. Seorang laki-laki 40 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri terasa seperti terbakar di daerah abdomen sejak 6 minggu yang lalu. emboli paru C. bronkiektasis D. ibuprofen C. Keluhan dirasakan 3 sampai 4 kali seminggu. Hernia Nukleus Pulposus B. Ankylosing spondylitis C. aspirin B.261. kanalis inguinalis D. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas ? A. Dia juga mengaku memiliki nafsu . Dokter saat itu menyarankan agar pasien mengubah pola diet dan memulai pengobatan dengan H2 bloker. peritoneum parietal C. Akibat keadaan ini pasien sering terbangun malam hari. ligamentum lata E. Pasien adalah seorang perokok berat. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat benjolan memanjang yang sering keluar di perut kanan bagian bawah tepat di atas paha. Kerusakan struktur anatomi apa yang berhubungan dengan kelainan di atas? A. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bentuk dada tong. Spondilolisthesis D. Spondilosis 264. amoksisilin D. Nyeri meningkat saat beraktivitas dan berkurang saat beristirahat. kloramfenikol 265. Pasien tidak pernah mengkonsumsi obat lain selain antasida. Seorang laki-laki berusia 50 tahun. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan penurunan berat badan yang cukup drastis selama 3 bulan terakhir hingga 5 kg. apneurosis abdominalis interna B. datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas terutama saat bernafas. Fraktur vertebra E. Pada pemeriksaan dengan metode valsalva ditemukan benjolan keluar pada superior inguinal kanan dekat dengan tulang pubis. Pemeriksaan fisik normal dan pada feses tidak ditemukan tanda-tanda perdarahan. Pasien penggemar minuman kopi. pengobatan apa yang tepat diberikan terhadap pasien ini? A. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri punggung yang menjalar hingga ke kedua kaki. Dia menyangkal adanya perubahan pola diet atau perubahan aktivitas. tetapi serumnya positif terhadap test antibodi Helicobacter pylori. Pada pemeriksaan neurologis tidak ditemukan kelainan. metampiron E. Pada pemeriksaan manuver valsalva dan laseque menyebabkan nyeri bertambah. Frekuensi keluhan akhir-akhir ini semakin bertambah. fascia lata 263. pada dada kiri terdapat penurunan suara nafas.

Pemeriksaan jantung menunjukkan terdapat murmur sistolik ejeksi 2/6 . irreguler. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ada bercak kemerahan bergerombol di daerah yang dikeluhkan pasien nyeri. darah banyak. Treponema pallidum E. Dari hasil pemeriksaan patologi anatomi didapatkan gambaran whorl like pattern. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk penyakit diatas? A. Chlamydia trachomatis C. Defisiensi iodine D. Servik terlihat normal. acyclovir oral D. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nadi 110 x/menit. NSAID oral B. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang poliklinik dengan keluhan perut kanan atas terasa sangat nyeri . Apakah organisme penyebab penyakit diatas? A. Keluhan ini sudah dia rasakan sejak 2 hari. Herpes simplex 269. Pasien mengaku mengalami cacar air setahun yang lalu. Keluhan disertai menstruasi tidak teratur. Candida albicans D. Injeksi penisilin E. sudah menikah dan memiliki 1 orang anak. Sirosis biliaris 267. Dari pemeriksaan ginekologik didapatkan uterus berukuran sebesar kehamilan 8 minggu. Mukosa vagina tampak merah. Goiter multinoduler 266. Mioma uteri . Pancreatitis akut D. bengkak. Kulit pasien teraba hangat dan kering. Seorang perempuan berusia 28 tahun. sudah menikah. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan rasa terbakar di bagian dada sebelah kanan yang menjalar hingga ke tangan kanan.tekanan darah 140/90 mmHg. indometasin oral 268. Perforasi akut pada kantung empedu E. Neisseria gonorrhoeae B. Cholesistitis akut C.9oC. Pada pemeriksaan ultrasonografi ditemukan adanya batu empedu.makan yang baik. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya Morphy sign. Apakah diagnosis kasus diatas? A. dan terdapat plaque putih yang menempel di dindingnya. Adenomiosis B. antihistamin C. Graves disease C. Apakah pengobatan kausatif yang paling tepat untuk pasien di atas? A. Kanker tiroid B. temperature 36. dan berbatas tegas. Keluhan disertai demam dan mual. Dari pemeriksaan swab vagina dengan pewarnaaan Gram menunjukkan hasil gram positif berbentuk lonjong. Cholangitis akut B. dan terasa nyeri. Seorang perempuan berusia 45 tahun. tidak ada stress dan tidak ada gangguan di sistem gastrointestinal. Apakah kemungkinan diagnosis pasien diatas ? A. datang ke rumah sakit dengan keluhan terdapat benjolan di perut bagian bawah sejak 4 bulan yang lalu. Kedua mata pasien tampak terbelalak dan pada palpasi leher terdapat pembesaran kelenjar tiroid. datang ke puskesmas dengan keluhan keputihan. Pada pemeriksaan ginekologik terlihat sekret di liang vagina. Tiroiditis Hashimoto E. konsistensi padat kenyal.

tampak massa berbentuk bunga kol di mulut rahim. berbatas tegas. 274. Astenozoospermia dan teratozoospermia Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 8 bulan. Apakah diagnosis kasus diatas? A. Papilloma intraduktal Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 3 tahun. dapat digerakkan. 273. Azoospermia dan teratozoospermia E. Karsinoma mammae B. Apakah diagnosis penyakit diatas? A. Azoospermia dan astenozoospermia C. EBV E. HSV tipe 2 Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan timbul benjolan di payudara kiri sejak 1 tahun yang lalu. 272. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. Pada pemeriksaan IVA didapatkan mulut rahim berwarna keputihan. Kistoma ovarium D. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan keputihan berbau disertai darah sejak 1 tahun yang lalu. Oligozoospermia dan astenozoospermia B. Fibroadenoma mammae C. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. Pada pemeriksaan analisa sperma didapatkan jumlah cairan sperma 3 cc. Benjolan terasa nyeri bila menjelang haid. 271. Kista dermoid E. Tumor phyloides E. motilitas 18%.270. Papilloma intraduktal Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan timbul benjolan sebesar kelereng di payudara kanan sejak 6 bulan yang lalu. Fibrocystic disease D. Keduanya tidak menggunakan kontrasepsi. sperma berbentuk normal 45%. Apakah saran yang tepat jika ingin segera memiliki anak? . terdapat flek. HPV C. warna putih . batas tidak tegas. Mola hidatidosa Seorang perempuan berusia 55 tahun. HIV D. Pada pemeriksaan inspekulo didapatkan fluor berwarna putih kekuningan berbau pada liang vagina. Benjolan tidak terasa nyeri. konsistensi kenyal. Pada pemeriksaan fisik payudara kanan didapatkan massa ukuran 1x1 cm. Apakah penyebab tersering kasus diatas? A. Karsinoma mammae B. Tumor phyloides E. jumlah sperma 15 juta/cc. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. C. Fibrocystic disease D. Apakah kelainan yang dialami laki-laki diatas? A. HSV tipe 1 B. nyeri tekan dan tidak terdapat ulkus. frekuensi hubungan seksual 2 minggu sekali karena suami bekerja di luar kota. Pasien sudah menikah selama 35 tahun dan memiliki 6 orang anak. Oligozoospermia dan teratozoospermia D. Pada pemeriksaan fisik payudara kiri didapatkan massa dengan konsistensi kenyal. dapat digerakkan dan tidak nyeri tekan. Fibroadenoma mammae C. bau khas.

didapatkan hasil (+)(+)(-). terdapat luka terbuka di daerah tungkai kanan bawah dan tampak bagian tulang keluar dari luka. mual dan muntah. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri mata kanan hebat. tekanan darah 110/60 mmHg. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Pasien diketahui menderita diabetes melitus. Pembidaian 276. Keluhan disertai rasa gatal terutama jika udara panas. Pemeriksaan analisa sperma B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis. Pada pemeriksaan dahak mikroskopis SPS. Tinea Korporis C. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan terdapat bercak merah pada lipatan paha kanan dan kiri sejak 1 bulan yang lalu.Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat terhadap anak pasien? A. Elevasi tungkai E. Pemberian obat yang merangsang ovulasi D. Keluhan disertai penurunan nafsu makan dan berkeringat pada malam hari. Mobilisasi sendi D. Pasien diketahui memiliki seorang anak berusia 3 tahun dan belum mendapatkan imunisasi BCG. Pemeriksaan Scoth Adesive tape 278. frekuensi nafas 26 x/menit. Pada perabaan bola mata kanan terasa lebih keras. Tinea Kruris B. Pemeriksaan Harada Mori E. Kandidiasis D. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan konjungtiva hiperemis. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Fiksasi interna C. Pemeriksaan tinja langsung B. denyut nadi 90 x/menit. Uveitis Anterior D. Pada pemeriksaan daerah inguinal didapatkan makula eritematosus berbatas jelas dengan bentuk teratur. dan satelit papula. Ulkus Kornea 279. Glaukoma Akut B. Apakah pemeriksaan awal yang harus dilakukan? A. Apakah tindakan yang pertama kali dilakukan? A. Pemeriksaan patensi tuba C. Tinea Versicolor 277. skuama tipis. Keluhan disertai penurunan penglihatan mendadak dan tampak adanya lingkaran seperti pelangi. Pasien tampak tidak aktif dan kurang semangat dalam belajar sehingga prestasi belajar anak menurun. Debridemen luka B. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak sejak 3 minggu yang lalu. Melakukan hubungan seksual 3 x/minggu E. Endolftamitis E. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dibawa oleh bapaknya ke puskesmas dengan keluhan gatal di dubur terutama pada malam hari. Ditunggu hingga 3 tahun 275. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS . Dermatitis seboroik E. Pemeriksaan tinja endapan D. Panoftalmitis C. Pemeriksaan tinja apung C. Pasien juga merasakan nyeri kepala. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A.A.

Burney. Pasien juga merasakan gangguan saat berjalan. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh tekanan darah 110/90 mmHg. leukosit 13. Pemeriksaan βHCG urin positif.B. Fluorokuinolon 282. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS dan tes tuberkulin E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. kedua sendi lutut membesar dan teraba krepitasi. mual dan muntah. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 14 g/dl. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan demam sejak 7 hari yang lalu. Demam dirasakan naik turun tanpa pengobatan. Apakah terapi antibiotik yang dapat diberikan? A. Abortus Insipiens B. teraba massa pada daerah adneksa kanan. berat badan 80kg. Osteoporosis E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tinggi badan 160cm. dan 5 menit apabila beranjak dari kursi. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A.000 /ul. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan nyeri tekan lepas pada titik Mc. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah. muntah. Pada pemeriksaan radiologik didapatkan adanya kista subkondral. G1P0A0. Seorang perempuan berusia 28 tahun. Sebelumnya pasien mengeluh nyeri di ulu hati. denyut nadi 110 x/menit. Abortus Iminens C. Kotrimoksazol D. kavum douglas menonjol. temperatur 37. Arthritis Gout D. temperatur 36. frekuensi nafas 24 x/menit. Torsi Kista Ovarium E. Pasien juga mengeluh tidak nafsu makan. Pada pemeriksaan widal didapatkan titer O 1/320. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah dan pucat. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 90/70 mmHg. Apendisitis . frekuensi nafas 20x/menit. Osteoarthritis C. Kehamilan Ektopik Terganggu D. Pseudogout 283. denyut nadi 90x/menit. frekuensi nafas 20 x/menit. Segera lakukan tes tuberkulin dan Rontgen toraks 280. terdapat Rovsing sign. dan didapatkan nyeri goyang servik. dan tidak buang air besar selama 3 hari. Kloramfenikol B. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada kedua lutut sejak 2 bulan yang lalu. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 120/90 mmHg.000/ul. Keluhan disertai nyeri kepala. Arthritis Rheumatoid B. Segera lakukan tes tuberkulin D. trombosit 250. Keluhan disertai kaku hingga 20 menit setiap bangun tidur di pagi hari. denyut nadi 85x/menit. Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah yang mengakibatkan tidak bisa berjalan tegak . Pada pemeriksaan ginekologis didapatkan uterus sebesar telur bebek.8 ºC.2ºC. hematokrit 40 vol%. Segera lakukan Rontgen toraks C. eritrosit 4juta/ul. Penyakit Inflamasi pelvis 281. Tiamfenikol C. Pasien diketahui terlambat haid selama 2 bulan. mual. Keluhan disertai perdarahan melalui jalan lahir berwarna coklat tua. Amoksisilin E.

frekuensi nafas 22 x/menit. USG abdomen E. konsistensi kenyal. Biopsi limponodi servikal . tampak bengkak dan hiperemis. B. Otitis media akut stadium oklusi tuba B. Otitis media akut stadium perforasi E. denyut nadi 84 x/menit.284. Otitis media akut stadium supurasi D. Keluhan disertai sakit kepala. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan denyut nadi 100x/menit. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. 285. X Foto Thorax Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. Keluhan didahului demam dan flu sejak 5 hari yang lalu. tekanan darah 120/80 mmHg. 287. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Endoscopy D. kesadaran kompos mentis. Apakah diagnosis yang mungkin adalah? A. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. temperatur 38˚C.2ºC. Pada pemeriksaan otoskopi didapatkan membran timpani utuh. Kolik Ureter E. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. jantung dan paru normal. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. Amoebiasis C. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. hepar teraba tiga jari bawah arkus coste. Kolik Ginjal D. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. bertambah nyeri bila bernafas dalam. temperatur 37. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum cukup baik. Limfoma maligna E. denyut nadi 80 x/menit. nyeri tekan dan didapatkan fluktuasi. batuk-batuk. denyut nadi 80 x/menit. Limfadenitis TBC D. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Pasien tidak mau makan dan rewel. tidak nyeri tekan. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. perut kembung dan berak lendir darah sebanyak 4-5 kali/hari. Lekemi mieliod akut C. konsistensi kenyal. tidak nyeri tekan. Graves ‘Disease’ B. Pasien merasa nyeri perut kanan atas. Barium enema B. Colonos copy C. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. Struma nodosa normotiroid Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. 286. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. Perforasi Ulkus Duodeum Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada telinga kanan sejak 2 hari yang lalu. Otitis media akut stadium presupurasi C. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. kesadaran kompos mentis. lien tidak membesar. Otitis media akut stadium resolusi Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan demam sejak 10 hari yang lalu.

Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Hormon tiroid D. Vitamin B . Kadar T3. Apakah terapi medikamentosa yang tepat ? A. konsistensi kenyal. X Foto Thorax 288. T4 dan TSH D. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. Antibiotic B. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor.B. Gambaran darah tepi C. tidak nyeri tekan. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. denyut nadi 80 x/menit. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. Sitostatika E. Antitiroid C. kesadaran kompos mentis. USG Tiroid E.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.