SOAL – SOAL UKDI 1.

Seorang laki-laki berusia 26 tahun dibawa oleh polisi ke UGD RS setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah, kesadaran somnolen, tekanan darah 60 mmHg dengan palpasi, denyut nadi 136 x/menit teraba lemah, frekuensi napas 30 x/menit, konjungtiva anemis, akral dingin. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan jejas pada region kuadran kanan atas, pekak hepar menghilang, nyeri tekan pada seluruh regio abdomen. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 6 g%.Tim dokter segera melakukan tindakan resusitasi dan dilanjutkan tindakan bedah. Apakah prinsip moral yang mendasari tindakan tim dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 2. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan mual dan muntah sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan nyeri tajam pada ulu hati, terasa panas dan perih. Pasien merasa bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh keracunan obat yang telah diberikan oleh dokter sebelumnya. Pasien berobat karena bengkak dan nyeri sendi kemudian diberi obat piroxicam 20 mg 2 x 1 tablet, asam mefenamat 500 mg 3 x 1 tablet dan dexametason 0,75 mg 3 x I tablet. Dokter memberikan penjelasan tentang indikasi dan efek samping obat. Apakah prinsip moral apakah yang mendasari tindakan dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 3. Seorang perempuan berusia 34 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan nyeri punggung bagian bawah disertai kesulitan berjalan sejak 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan neurologik didapatkan kekuatan motorik ekstremitas inferior dekstra dan sinistra 3, didapatkan tanda Lasegue dan tanda Bragard. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan fraktur kompresi vertebra lumbal IV dan V. Tindakan konservatif tidak berhasil sehingga dokter menyarankan tindakan bedah untuk mencegah kecacatan, tetapi pasien menolak dengan alasan takut. Apakah prinsip moral yang mendasari sikap pasien tersebut? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 4. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Apakah etiologi yang paling mungkin? A. Bakteri B. Virus C. Jamur

5.

6.

7.

8.

D. Parasit E. Alergi Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Jika dilakukan pemeriksaan dengan keratoskop plasido, gambaran apakah yang ditemukan? A. Bergelombang B. Bergerigi C. Konsentris D. Terputus E. Kabur Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata pegal dan penglihatan kabur untuk melihat jauh. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Hipermetropia B. Anisometropia C. Astigmatisma D. Presbiopia E. Miopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Astenopia anisometropia B. Astenopia konvergensia C. Astenopia akomodativa D. Astenopia aniseikonia E. Astenopia presbiopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah komplikasi yang paling sering terjadi? A. Ablasio retina B. Mikroftalmia C. Eksoftalmus D. Glaukoma E. Katarak

9. Seorang petugas pengelola cold chain mendapati suhu lemari es penyimpanan vaksin hepatitis B mencapai -5o C pada saat pengecekan pagi. Pada pengecekan sore hari sebelumnya suhu lemari es masih dalam kisaran normal. Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh petugas cold chain tersebut? A. Menyatakan vaksin tersebut rusak B. Mengembalikan suhu lemari es ke kisaran normal C. Membuang vaksin D. Mengembalikkan vaksin ke Dinas Kesehatan Kabupaten E. Melakukan uji kocok vaksin 10. Dokter keluarga dibayar oleh PT. Askes dalam jumlah uang yang tetap sesuai dengan jumlah peserta asuransi yang ditanggung, terlepas dari berapapun jumlah pelayanan yang diberikan. Apakah metode pembayaran pelayanan kesehatan tersebut? A. Diagnosis related group B. Fee for service C. Kapitasi D. Per diem E. Gaji 11. RS B adalah penyedia layanan kesehatan tingkat II untuk peserta ASKES. Untuk tahun anggaran 2011 ASKES akan membayar RS B dengan metode per diem. Data RS B menunjukkan bahwa pada tahun 2010 terdapat total 120.000 hari perawatan. Biaya yang dihabiskan untuk perawatan selama tahun 2010 adalah Rp. 48 milyar. Bila diasumsikan terdapat kenaikan jumlah pasien sebesar 10 % pada tahun 2011, dan inflasi sebesar 10 %, berapakah biaya per diem yang harus dibayar oleh ASKES ke RS B pada tahun 2011? A. Rp. 410.000 B. Rp. 420.000 C. Rp. 430.000 D. Rp. 440.000 E. Rp. 450.000 12. Survei Kesehatan Rumah Tangga yang dilakukan oleh DEPKES RI mengambil subjek penelitian seluruh penduduk Indonesia. Sampel diambil dari 20 provinsi yang dianggap mewakili seluruh penduduk Indonesia. Dari masing-masing provinsi diambil sampel 30 % dari jumlah kabupaten dan kota yang ada. Dari tiap-tiap kabupaten ini maka diambil sampel 50 % dari jumlah kecamatan yang ada. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai dengan kasus diatas? A. Simple random sampling B. Stratified random sampling C. Multi-stages random sampling D. Cluster random sampling E. Systematic random sampling 13. Sebuah penelitian ingin meneliti efektivitas pemberian alfa-interferon bagi pasien dengan hepatitis B kronik. Untuk itu peneliti memberikan intervensi bagi pasien hepatitis B kronik yang dirawat di sebuah RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007. Pasien yang bersedia mengikuti penelitian dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Satu kelompok diberikan alfa interferon dan kelompok yang lain diberikan lamivudin sebagai perlakukan standar. Outcome yang dilihat adalah konversi HBsAg menjadi negatif setelah 6 bulan. Subjek dengan gangguan fungsi ginjal, dan gangguan fungsi sumsum tulang menggugurkan keikutsertaannya dalam penelitian. Sampai dengan berakhirnya penelitian, 48 orang mendapatkan perlakuan dengan interferon, 42

Apakah kriteria eksklusi pada penelitian tersebut? A. Risiko relatif C. Rasio prevalensi D. Analisis multivariat apakah yang paling sesuai untuk menyelesaikan permasalahan penelitan diatas ? A. Sebuah studi belah lintang berbasis populasi berusaha mengidentifikasi faktro risiko hipertensi di sebuah Kabupaten. 84 partisipan dengan dislipidemia berpartisipasi dalam . Uji Korelasi Kanonikal 17. dan aktifitas fisik. Data diasumsikan terdistribusi normal. Apakah jenis uji statistik yang paling sesuai untuk menjawab pertanyaan penelitian diatas? A. Pasien di RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007 C. dan 30 subjek sehat yang sepadan dalam jenis kelamin dan usia direkrut sebagai kelompok pembanding. merokok. Uji Kai Kuadrat B. Regresi logistik B. Rasio odd B. Uji T berpasangan D. Regresi Cox E. 40 orang bertahan sampai akhir penelitian.orang mendapatkan lamivudin. Regresi linear C. 60 pasien PPOK telah setuju untuk berpartisipasi pada studi ini. Koefisien kontingensi E. 30 pasien dengan glioblastoma multiformis diikutkan dalam sebuah studi. sedangkan dari kelompok lamivudin semua subjek bertahan sampai penelitian selesai. Pasien yang mendapatkan lamivudin 14. Seteleh pengumpulan dan analisis data terdapat tiga faktor risiko mayor yang secara bermakna berisiko meningkatkan kejadian hipertensi yaitu obesitas. Sebuah studi intervensional menguji apakah latihan fisik secara serial akan memperbaiki fungsi respirasi pada pasien dengan PPOK. Population attributable risk 16. Pasien yang meninggal atau loss to follow-up D. Forced expiratory volume (FEV) dalam ml/menit akan dibandingkan sebelum dan sesudah latihan fisik untuk menunjukkan fungsi respirasi. Log-linear D. Uji ANOVA satu arah 15. Uji Korelasi Pearson E. Penggunaan telepon seluler ini kemudian dibandingkan pada dua kelompok untuk mengukur risiko terjadinya tumor otak. Masih terdapat banyak kontroversi mengenai peningkatan risiko kejadian tumor otak dengan penggunaan telepon seluler. Pasien dengan hepatitis B kronik B. 8 orang meninggal atau loss to follow-up. Studi ini berusaha untuk menentukan faktor risiko manakah yang merupakan prediktor yang paling bermakna. Sebuah studi observasional dilakukan untuk menambah bukti berkaitan dengan hal ini. Apakah metode pengukuran risiko yang paling sesuai untuk jenis studi diatas ? A. Dari 48 orang yang mendapatkan interferon. Kedua kelompok diwawancara mengenai riwayat penggunaan telepon seluler di masa lalu. Sebuah uji klinik membandingkan efek obat penurun lemak baru bernama “lipicide” dengan obat standar simvastatin. Hipertensi diukur dalam skala nominal dikotom. Pasien dengan gangguan fungsi ginjal E. Uji T independen C.

Regresi linear D. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 120/80 mmHg denyut nadi 96 x/menit frekuensi napas 24 x/menit tinggi badan 150 cm dan berat badan 62 kg. Uji Kruskal-Wallis B. frekuensi napas 32 x/menit dalam. dan dikelompokkan secara acak pada dua kelompok perlakukan. his terjadi setiap 5 menit durasi 15 detik. kolesterol total (mg/dl) diukur pada dua kelompok tersebut. Korelasi parsial 19. Tinea kruris C. air ketuban keluar sejak 2 jam yang lalu. Pemeriksaan gula darah sewaktu 520 mg/dL. Uji Mann-Whitney E. Kandidasis kutaneus E. Injeksi insulin intravena B. Seorang perempuan berusia 30 tahun dikirim oleh bidan ke IGD RS dengan diagnosis G1P0A0 hamil aterm dengan kala I. tekanan darah 120/80 mmHg.studi ini. hiperpigmentasi. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami penurunan kesadaran sejak 4 jam yang lalu. Dermatitis kontak alergika 20. Untuk itu akan dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar kenaikan IMT akan menurunkan kapasitas vital paru. Korelasi spearman C. Ptiriasis rosea D. Regresi logistik E. VT pembukaan 7 cm. Apakah metode analisis data yang paling tepat untuk penelitian tersebut? A. Injeksi antibiotika spektrum luas E. kepala turun . Setelah 12 minggu perlakuan. DJJ 12-11-12. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. Korelasi pearson B. Dari pemeriksaan fisik keadaan umum lemah tidak sadar. Uji T Independen C.2˚C. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. Analisis apakah yang paling sesuai untuk mencapai tujuan peneitian diatas? A. temperatur 38. uji normalitas data dengan uji kolmogorov-smirnov menunjukkan nilai p = 0. Setelah pengolahan data dilakukan. Eritrasma B. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. Rehidrasi cairan intravena C. denyut nadi 120 x/menit. Injeksi antipiretik intramuskular 21. letak kepala puki. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. TFU 30 cm. Uji Wilcoxon 18. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa Indeks Massa Tubuh (kg/m2) berhubungan berbanding terbalik dengan kapasitas vital paru (ml). Uji T berpasangan D. skuama dan papul-papul. Pemberian natrium bikarbonat D. Sejak 2 hari yang lalu badan demam dan mengeluh batuk berdahak. tercium bau buah segar. tampak makula eritematosa. kulit ketuban tidak ada. kulit kering.45. Perut terasa kencang sejak 12 jam yang lalu.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. tangan. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I partus lama C. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. Nafas terasa sesak dan buang air kecil berkurang. perdarahan subkonjungtiva. Diagnosis apakah yang paling tepat? A. Perdarahan subkonjungtiva B. refleks pupil baik. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. Kloramfenikol D. Edema kornea E. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. Koreng mulai menghitam dan terasa gatal. Gentamisin C. Isosorbid D. Asetazolamid 24. dan krustae hitam di sekitar hidung. khemosis. Diuretik apakah yang menjadi pilihan utama? A. Terapi apakah yang paling tepat? A. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi para 22. khemosis. edema kornea. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. Thiazid B. Pemeriksaan kulit menunjukkan papula eritema. Plapebra khemosis D. Ukuran panggul dalam dalam batas normal. Seorang laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke Puskesmas dengan keluhan timbul koreng di sekitar hidung sejak 1 minggu yang lalu. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I inersia uteri E. Ulkus ventrikuli B. Nyeri hilang dan timbul. Manitol C. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi tua B. Sulfametoksazole 25. Ampisilin B. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I ketuban pecah dini D. hematom palpebra. pupil bulat regular. Furosemid E. Hematom palpebra C. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. kripte iris baik. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bengkak sejak 1 bulan yang lalu. edema . Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. Awalnya bengkak terjadi di kelopak mata kemudian menyebar ke kaki. perdarahan subkonjungtiva. Siprofloksasin E. lensa jernih. Kolelitiasis D. Apakah penyebab penurunan visus yang paling mungkin? A. pemeriksaan mata kiri visus 6/48. Ulkus duodeni C. Hepatitis akuta 23. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. Hifema 26. hematom palpebra. pustula. hifema setinggi 1/4 tinggi COA. hingga seluruh tubuh. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Pankreatitis E. pemeriksaan mata kiri visus 6/48.Hodge 2+ UUK kiri lintang.

lensa jernih. Paracetamol C. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan nyeri sendi ibu jari kaki kanan. Aspirin 29. Sesak nafas progresif B. Badan demam ringan C. Batuk disertai dahak encer berwarna putih. Rencana untuk pemeriksaan fungsi paru dengan spirometri ditunda. Piroksikan E. Seorang laki-laki usia 48 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan sesak nafas sejak 2 minggu yang lalu. Apakah rencana pengobatan yang paling tepat? A. Nyeri dada kanan 30. Metampiron D. Pemeriksaan apakah yang paling penting untuk diusulkan? A. pupil bulat regular. OAT dan Quinolon 28. Pasien mempunyai riwayat mengkonsumsi obat anti nyeri dalam jangka waktu lama karena sering merasa nyeri kepala. Terapi simtomatis E. Obat anti nyeri apakah yang paling mungkin memicu keluhan pasien tersebut? A. tidak memberat dengan posisi tidur dan tidak membaik dengan beristirahat. Hasil pemeriksaan spirometri menunjukkan FEV1/FVC 0. Badan demam ringan. Pasien memiliki kebiasaan merokok hingga 1 pak (12 batang) rokok dalam 1 hari. kripte iris baik. OAT kategori 2 C. hifema setinggi 1/3 tinggi COA. Pasien juga mengeluh batuk lama sekitar 1 bulan dengan dahak berwarna putih encer. Refraktometri B. Pasca operasi katarak D. kadang-kadang pasien juga merasakan nyeri kepala tegang dan nyeri dada kanan setelah batuk yang tiada henti. Seorang laki-laki usia 56 tahun datang ke poliklinik RS dengan keluhan sesak nafas sejak 3 hari yang lalu. OAT kategori 3 D. Biometri 27. OAT kategori 1 B. Keluhan dirasakan kambuh-kambuhan terutama setelah makan jeroan. Keratometri C. Keluhan dirasakan semakin lama semakin berat. Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk lama sejak 2 bulan yang lalu. Pasien menderita katarak dan baru dioperasi 1 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Pemeriksaan sputum BTA negatif. Faktor apakah yang paling mungkin menjadi kontraindikasi pemeriksaan spirometri pada kasus tersebut? A.kornea. Nyeri kepala tegang E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A.52. Pasien juga mengeluh batuk berdahak warna putih kental sejak 5 hari yang lalu. refleks pupil baik. Dua tahun yang lalu pasien mendapatkan pengobatan rutin TBC selama 6 bulan dan telah dinyatakan sembuh. Kampimetri D. Penyakit paru restriktif moderat C. refleks fundus suram. Tonometri E. Sesak nafas terjadi terus-menerus. Asam mefenamat B. Penyakit paru obstruktif ringan . Persendian tampak bengkak dan kemerahan. Penyakit paru restriktif ringan B.

D. Penyakit paru obstruksi moderat E. Penyakit paru campuran berat 31. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun dibawa ibunya ke dokter praktek umum dengan keluhan gigi berwarna kecoklatan. Pada saat kehamilan, ibu pasien pernah menderita demam dan diberikan antibiotik oleh dokter yang menanganinya. Apakah antibiotik yang paling mungkin dikonsumsi tersebut? A. Streptomisin B. Siprofloksasin C. Tetrasiklin D. Kotrimoksazol E. Eritromisin 32. Seorang laki-laki datang ke Puskesmas dengan keluhan sering merasa lemah. Keluhan disertai dengan mudah merasa lapar, mudah merasa haus dan sering kencing. Pasien juga mengalami penurunan berat badan dalam waktu 6 bulan sebanyak 10 kg. Sebelum sakit pola makan pasien tergolong potensi obesitas karena melebihi kebutuhan, suka ngemil, dan kurang beraktivitas. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien memiliki berat badan 55 kg dan tinggi badan 170 cm. Berapa kebutuhan gizi pasien diatas (kalori/hari)? A. 2200 kkal B. 2000 kkal C. 1900 kkal D. 1800 kkal E. 1700 kkal 33. Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke praktek dokter dengan keluhan sesak nafas sejak 1 minggu yang lalu. Pasien juga mengeluh batuk produktif dengan dahak kental berwarna putih, demam dan sering berkeringat terutama pada malam hari. Pasien menderita batuk kambuh-kambuhan sejak lima tahun yang lalu. Pemeriksaan foto toraks menunjukkan adanya pendataran sudut recesus costodiafragmaticus. Kelainan paru apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Pneumotoraks B. Atelektasis C. Pyotoraks D. Efusi pleura E. Hematotoraks 34. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari, volume ½ - 1 gelas tiap buang air besar, konsistensi cair, sedikit ampas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, kesadaran somnolen, pernapasan kussmaul dan turgor kulit menurun. Kelainan pH darah apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. Ketoasidosis B. Asidosis metabolik C. Alkalosis metabolik D. Asidosis respiratorik E. Alkalosis respiratorik 35. Seorang laki-laki berusia 75 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS dengan keluhan nyeri dada sejak 2 jam yang lalu. Keluhan disertai sesak nafas dan keringat dingin. Pasien adalah penderita DM dan hipertensi yang tidak terkontrol. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 170/100 mmHg denyut nadi 126 x/menit frekuensi napas 24 x/menit temperature 36,5˚ C JVP dan suara jantung normal. Pemer iksaan

laboratorium darah menunjukkan GDS 240 mg/dL dan Troponin T positif. Pemeriksaan EKG menunjukkan adanya gelombang T inverted dan depresi segmen ST pada sandapan V1 – V4. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Angina pectoris tidak stabil B. Angina pectoris stabil C. STEMI D. nonSTEMI E. Old Miokard Infarction 36. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. Memasang infus intravena B. Memasang torniket paha C. Memasang pipa lambung D. Memasang kateter urin E. Melakukan intubasi 37. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan, demam dan berkeringat pada malam hari. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. Terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. Kategori 3, 2RHZ + 4RH B. Kategori 1, 2RHZE + 4RH C. Kategori 2, 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. Kategori 3, 2RHE + 4RH E. Kategori 1, 2RHZ + 4RH 38. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Syok kardiogenik B. Syok neurogenik C. Syok anafilaktik D. Syok hipovolemik E. Syok obstruktif 39. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Batuk berdahak warna kekuningan. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan, tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. TB paru kasus gagal pengobatan B. TB paru kasus resistensi obat

C. TB paru kasus putus obat D. TB paru kasus kambuh E. TB paru kasus baru 40. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. Hasil hitung jenis leukosit apakah yang paling mungkin ditemukan? A. Neutrofilia B. Eosinofilia C. Basofilia D. Limfopenia E. Neutropeni 41. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. Pasien juga mengeluh perut terasa mual, namun tidak muntah. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Tension type headache B. Migrain dengan aura C. Migrain tanpa aura D. Cluster headache E. Vertigo 42. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4, tonus otot meningkat bilateral, reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen C 5 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 43. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat, terutama sekitar lubang dubur. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu, setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal, dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen Th 12 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 44. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya

Pasien menunjukkan beberapa obat yang diminumnya. Nifedipin C. Hidroklorotiazid B. Captopril E. Propanolol D. Piroksikam B. Apakah obat yang dapat menyebabkan keluhan diatas? A. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan batuk-batuk.5 mg/dl. tonus otot meningkat bilateral. Natrium diklofenak 47. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum ditemukan hifa dan spora. Itrakonazol E. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak. Medula spinalis segmen C 5 D. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara. Flusitosin C. Metampiron C. frekuensi napas 20x/menit. Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. nadi 80x/menit. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. Asam mefenamat E. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatif. Amfoterisin B B. Ketokonazol D. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Medulla spinalis segmen C7 E. Apakah obat yang paling sesuai ? A. Pasien mengatakan sudah lebih dari 3 bulan minum obat yang dibeli bebas di toko obat untuk nyeri otot dan pegal-pegal. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. Apakah obat yang dapat menimbulkan keluhan diatas? A. Medulla spinalis segmen Th 12 D. Medula spinalis segmen Th 10 B. Keluhan ini muncul setelah 1 minggu minum obat dari dokter dengan diagnosis hipertensi. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Medulla spinalis segmen Th 12 C. Griseofulvin . Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100mmHg. Medula spinalis segmen Th 4 B. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen C 5 E. tonus otot meningkat bilateral. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medulla spinalis segmen C7 46. sering pusing dan kakinya membengkak. Medula spinalis segmen L 1 45. Diltiazem 48. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Deksametason D. Medula spinalis segmen Th 10 C. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3.hipestesi setinggi umbilikus.

Kobis D. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. Seorang laki-laki berusia 54 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan lemas badan sejak 1 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan gula darah puasa: 256 mg/dl. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. trigliserid 183 mg/dL. Sindroma metabolik 51. Dari hasil pemeriksaan indeks masa tubuh (IMT) 26 %. Diabetes Tipe lain E. Itrakonazol E. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. asam urat 10 mg/dL. Amfoterisin B B. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. Diabetes Melitus Tipe 2 C. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. Diabetes Insipidus 53. B. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatip. Diabetes Melitus Tipe 1 B.5 mg/dl. kadar . Hipertensi E. Apakah obat yang menjadi kontraindikasi pada pasien tersebut? A. Pada pemeriksaan fisik tampak pucat dan konjungtiva pucat. D. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. MCV 82 fL. Tomat B. Seorang perempuan berusia 45 tahun datang ke dokter praktek umum. HDL-kolesterol 32 mg/dL. Diabetes Gestasional D. Dislipidemia. Wortel 52. HDL-kolesterol 32 mg/dL. Obesitas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. tinggi badan 171 cm. lingkar pinggang 73 cm. asam urat 10 mg/dL. hematokrit 22. tekanan darah 140/ 90 mmHg. Mlinjo E. Apakah jenis makanan yang harus dihindari pasien di atas? A. dengan keluhan kencing bertambah sering dan banyak. trigliserid 183 mg/dL. Griseofulvin 50. Flusitosin C. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien tersebut? A. Hiperurisemia.4%.5 g/dL. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. Apa problem utama pada pasien tersebut ? A. Pasien mempunyai riwayat kencing manis selama 15 tahun. tinggi badan 171 cm. C. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum dan ditemukan hifa dan spora.49. tekanan darah 140/ 90 mmHg. Ketokonazol D. gula darah 2 jam setelah makan: 289mg/dl. lingkar pinggang 73 cm. terasa haus yang berakibat sering minum dan makan banyak serta kedua kaki kesemutan. Pada pemeriksaan laboratorium menunjukkan hemoglobin 7. Jeruk C.

Kerusakan sel beta pankreas yang difus dan menyeluruh D. Apakah diagnosis histopatologi pasien di atas? A. Keluarganya memberi informasi bahwa pasien tidak disuntik insulin karena kehabisan. Defisiensi besi B. diameter 4 cm. latihan jasmani. Kurang asupan kalsium D. Defisiensi vitamin C 54. Dari anamnesis didapatkan bahwa pasien tinggal di daerah lereng pegunungan. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun diantar ayahnya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. kontrol 6 bulan lagi 55. suhu 37oC. diet. Status gizi kurang. Struma nodusa C. Defisiensi eritropoietin E.8 mg/dL. round-vacuola di sepanjang tepi dinding folikel. tak nyeri tekan. Disfungsi sel beta pankreas yang dominan dan resistensi insulin E. Struma koloid D. Apa kemungkinan penyebab keluhan tersebut? A. Hasil pemeriksaan fisik baik. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tak sadar. Diet dan minum obat glibenklamid C. Pada pemeriksaan fisik benjolan dapat dilihat tanpa tengadah. Apakah anjuran untuk pasien tersebut ? A. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. Kurang asupan yodium B. Defisiensi asam folat C. Edukasi. Hasil pemeriksaan leher didapatkan massa kistik. Pemeriksaan apusan darah tepi menunjukkan morfologi eritrosit normositik normokromik. Diet. Resistensi insulin yang dominan dan disfungsi sel beta pankreas 56. dan pemberian OAD D. Pasien menceritakan bahwa ayahnya meninggal karena diabetes melitus. kadar glukosa darah 2 jam setelah pembebanan glukosa 75 gram 156 mg/dL. Dari hasil gambaran histopatologi menunjukkan folikel-folikel tiroid dilapisi epitel kuboid yang di beberapa tempat hiperplastik. Apakah penyebab anemia pada pasien tersebut? A. Dari pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 45 kg dengan tinggi badan 164 cm. Banyak masyarakat di daerah tersebut mengalami keluhan yang sama. keton uria (+++). Tinggi badan 167 cm dengan berat badan 64 kg. Kedua orangtuanya pasien DM. frekuensi napas 30x/ menit. Kurang asupan kalium 57. Kerusakan sel beta pankreas akibat toksisitas obat B. Perubahan pola hidup menuju pola hidup sehat. dan minum obat glikuidon E. Hasil laboratorium didapatkan kadar glukosa sewaktu 654 mg/dl. Defisiensi vitamin B12 D. Struma Hashimoto . Kerusakan sel beta pankreas akibat keganasan C. Tampak juga infiltrasi ringan limfosit interfolikuler.Apakah penyebab hiperglikemia pada kasus tersebut? A. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke rumah sakit untuk menjalani tes kesehatan rutin setiap tahun. Asupan zat goitrogenik yang tinggi E. denyut nadi 104x/ menit. Penyakit Grave B. Tekanan darah 130/80 mmHg. KEP (Kurang Energi Protein) C.kreatinin serum 4. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar glukosa darah puasa 98 mg/dL. latihan jasmani yang cukup. Latihan jasmani sesuai petunjuk B.

Kortikosteroid E. Apa diagnosa yang tepat untuk pasien tersebut? A. Pasien menceritakan bahwa ia sudah lebih 2 tahun 2 hari sekali minum jamu untuk pegel linu. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. Tiroiditis B. Seorang perempuan berusia 21 tahun. denyut nadi 80x/menit. Struma multinodular toksik E. Pelemas otot B. datang ke dokter praktek umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan sejak 3 bulan lalu. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak. Antihipertensi 60. Pasien juga mengeluh berdebar debar dan kedua tangan gemetar. free T4 menigkat. suhu 38. . Hasil pemeriksaan laboratorium TSHs rendah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/100 mmHg. Tiroiditis subakut 59.E. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100 mmHg. free T3 dan free T4 meningkat. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan nyeri di leher bagian depan disertai demam. badan semakin kurus dan sering buang air besar. nafas cepat dalam. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. sering pusing dan kakinya membengkak. Operasi B. frekuensi napas 20x/menit. Antihistamin D.50C. Penyakit Grave C. Struma koloid B. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan TSHs menurun. Kretinisme C. Pasien pernah mendapat pengobatan dengan propil tiourasil 3x 100 mg/ hari. Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk pasien di atas? A. Analgetik C. Radiasi C. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. Struma difusa nontoksik 58. yang dihentikan oleh pasien karena merasa sembuh. Apakah golongan obat yang memungkinkan terjadinya kondisi di atas? A. Pada pemeriksaan leher menunjukkan pembesaran kelenjar tiroid sedang yang difus dan nyeri tekan. Pada pemeriksaan anak tampak lemas. tekanan darah 130/80 mmHg dan tidak didapati kelainan sistemik lainnya. bau nafas berbau khas. Penyakit Grave D. Penyakit Hashimoto 62. Struma Hashimoto D. Pada pemeriksaan didapatkan mata eksoftalmus. Apakah terapi yang tepat untuk pasien di atas? A. Propil tiourasil E. kelenjar gondok membesar difus dan mata menonjol. Seorang perempuan berusia 22 tahun dating memeriksakan diri ke dokter praktek umum dengan keluhan dada berdebar debar. Hiportiroidisme E. Diazepam D. Iodium redioakti 61. Kelenjar getah bening regional leher sedikit membesar. sesak. nadi 124 x/menit dan suhu tubuh 37 derajat celsius.

Larynx B. Membran vestibularis C. HbA1C B. Apa kemungkinan komplikasi yang muncul pada anak tersebut? A. Nefropati diabetikum C. Seorang perempuan usia 60 tahun datang ke klinik umum Rumah Sakit dengan keluhan pendengaran menurun sejak beberapa hari lalu. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. propanolol. Tuberculosis paru D. Keton darah D. bau nafas berbau khas. Pada organ mana kemungkinan kelainan terjadi ? A. sesak. kaptopril dan furosemid. pharynx hyperaemia (++). Pasien tidak sedang menderita batuk pilek. Oropharynx D. Gula darah sewaktu 63. Pada pemeriksaan liang telinga maupun membran tympani dalam batas normal. Aditus laryngeus . Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. Ketoasidosis E. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. Nasopharynx E. Neuropati diabetikum B. Foramen ovale B. Digoksin mengganggu motilitas sel-sel rambut luar di koklea E. Furosemid meningkatkan potensi ototoksik gentamisin C. Pada pemeriksaan anak tampak lemas. Laryngopharynx C. kekakuan pada sendi pengungkit D. C-peptide C. Analisis gas darah E. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal.Pemeriksaan laboratorium apa yang sebaiknya dilakukan untuk memastikan tipe dari penyakit gulanya? A. Endolymphe 65. Seorang anak perempuan usia 7 tahun diantar ibunya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan utama : nyeri telan sejak 1 hari yang lalu disertai demam sejak 2 hari yang lalu. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. suhu badan 39 C. Apa kemungkinan yang menyebabkan munculnya gangguan diatas? A. Saat berobat kembali ke rumah sakit.Area mana yang kemungkinan terbesar terkena adalah? A. Digoksin mempermudah masuknya gentamisin ke endolimfe 66. Furosemid oral dosis tinggi menimbulkan gejala ototoksisitas irreversibel B. Pada pemeriksaan didapatkan : pembesaran kelenjar leher disertai nyeri pada penekanan. Muskulus tensor tympani E. Digoksin terakumulasi di jaringan pada pasien dengan gangguan fungsi jantung D. nafas cepat dalam. Hipoglikemia 64. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya.

300/ul. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th.67. Tonsilitis kronik C. Pemeriksaan audiometrik rutin untuk mendeteksi ototoksisitas subklinik D. tidak ada batuk pilek. propanolol. Hipertrofi tonsil dan adenoid 69. tonsil terdapat eksudat. Apakah diagnosis paling benar untuk pasien diatas ? A. Tonsilopharingitis kronis E. Nadi 80x/menit. Seorang laki laki 6 tahun diantar ibunya periksa ke praktek dokter umum sejak 1 bulan anaknya sering mengeluh hidungnya tersumbat dan ibunya mengatakan sering berhenti nafas waktu tidur. tidak ada batuk pilek. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. kaptopril dan furosemid.300/ul. Berat badan 25 Kg panas 37. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12. tenggorokan gatal dan susah menelan. Pemeriksaan penunjang yang tidak perlu diusulkan untuk menegakkan diagnosa kasus diatas adalah? . ECG B. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. Apa usul pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosa kasus diatas? A. Tes serologi untuk virus influenzae 71. terdapat detritus. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Antinausea dan obat-obat hipnosedatif bisa digunakan untuk rehabilitasi gejala vestibulotoksisitas 68. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. Seorang perempuan usia 18 th. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam.10 C. Respirasi 20x/menit. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle. Coronavirus 70. Kultur kuman dari swab tenggorok E. Foto rontgen kepala C. Adenoiditis B. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. Staphylococcus aureus C. tonsil terdapat eksudat. Seorang anak laki-laki. Terminasi obat-obat ototoksik bila dijumpai gangguan pada telinga dalam E. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. Mycoplasma pneumoniae B. Streptococcus pyogenes D. Eksplorasi faktor risiko pasien sebelum pemberian obat ototoksik B. Saat berobat kembali ke rumah sakit. Rinosinusitis kronik D. Monitoring dini level serum obat-obat ototoksik yang diberikan C. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1. Organisme yang paling mungkin menyebabkan kelainan tersebut adalah? A. fibrosis. 6 th. 6 th. Seorang anak laki-laki. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. tenggorokan gatal dan susah menelan. Tindakan yang tidak efektif untuk pasien diatas adalah? A. Virus human influenzae E. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle. Biopsi limfonodi cervical D. Tensi 120/80 mmHg.

Tanpa dehidrasi B. kehausan. Dehidrasi ringan C. E.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. turgor kulit < 2 detik. Meningkatkan pembentukan cAMP di sel enterosit. terdapat detritus.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. Cairan Darrow B. Apa program terapi untuk menghilangkan fokal infeksi pada pasien tersebut selain pemberian antimikroba? A. lidah kotor. perut hypertympani. Diet rendah lemak C. Tonsilektomi B. Seorang perempuan usia 18 th. Total Bedrest (rawat inap) D. Tensi 120/80 mmHg. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A. Bila dehidrasi pada anak tersebut memberat. Dehidrasi berat 74. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. Dehidrasi sedang D. Pemeriksaan kultur swab tenggorok 72. Terapi radiasi 73. Dokter . tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. turgor kulit < 2 detik. Cairan KA-EN 3B D. perut kembung dan 3 hari tidak BAB. cairan menyerupai air cucian beras. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. pada pemeriksaan : Suhu tubuh 39 derajat celcius. Pemeriksaan foto thoraks E. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A. kehausan. fibrosis. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari.A. kehausan. Khemoterapi E. Pemeriksaan ECG B. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter umum dengan keluhan badan panas. Membuka lebih banyak saluran Ca++ C. Pemeriksaan darah rutin D.pada kripte liberkuhn D. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Cairan D ¼ S 76. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. cairan menyerupai air cucian beras. pilihan cairan intravena paling tepat yang diberikan adalah? A. Nadi 80x/menit. Cairan Ringer lactate E. Cairan KA-EN 3A C. cairan menyerupai air cucian beras. Respirasi 20x/menit. Meningkatkan absorbsi Cl. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. Dehidrasi ringan-sedang E. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. tidak ada nafsu makan. turgor kulit < 2 detik. Menghambat pompa Natrium B. Osmosis air yang berlebihan ke dalam enterosit 75. Pemeriksaan ASTO C. kepala pusing.

siku. Anti virus C. Untuk menegakkan penyebab perdarahan. Bila ingin dilakukan kultur urine sebaiknya pada? A. Keratosis seboroik B. Apakah pengobatan topikal yang paling tepat diberikan? A. CT Scan abdomen D. IgM spesifik Helicobacter pilory pada serum E. IgM spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung C. E. Lesi mengenai wajah. Ultrasonografi abdomen. Lesi mengenai wajah. bersisik tebal. bersisik tebal. dan lutut.curiga pasien tersebut terkena demam thypoid dan kemudian mengirim pasien ke laboratorium untuk memastikan diagnosis. Dari anamnesa: pasien sering terlambat makan dan suka makan yang pedas. terasa perih. Pemeriksaan fisik terdapat nyeri tekan regio epigastrium. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit pada ulu hati. Sebelumnya tidak pernah merasa sakit kuning sebelumnya. kaki bengkak. Anti bakteri B. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. Pada pemeriksaan didapatkan ujud kelainan kulit didapatkan papul eritem dan komedo. IgG spesifik Helicobacter pilory pada serum D. Respirasi 20x/Meint. mual-mual dan tidak ada nafsu makan. Enzym urease pada serum 78. Tekanan darah 140/90 mmHg. pemeriksaan yang paling tepat dilakkan adalah? A. Anti histamin 81. Psoriasis D. kulit kepala berambut. Seorang laki-laki usia 47 tahun datng ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan muntah darah dan berak hitam. B. Dari pemeriksaan perut membesar. Seorang laki-laki berusia 17 tahun. Eritroderma E. mengeluh adanya bercak kemerahan. Photo BNO C. siku. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. Nadi 88x/menit. mengeluh adanya bercak kemerahan. Endoskopi saluran pencernaan. kulit kepala berambut. Setelah minggu kedua E. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. Anti inflamasi D. 79. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. dan lutut. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. Pada Minggu pertama B. Setelah minggu pertama C. bokong. Ptiriasis rosea 80. Anti jamur E. Dermatitis seboroik C. Setiap saat 77. Bila dilakukan pemeriksaan cairan lambung dan serum darah kemungkinan akan didapatkan peningkatan? A. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. bokong. Pada Minggu kedua D. Dan lokasi ujud . datang ke Poliklinik dengan keluhan terdapat bintilbintil merah di wajah yang muncul sejak 1 tahun yang lalu. IgG spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung B. OMD.

Rosasea 82. Dari pemeriksaan vital sign didapatkan tekanan darah 170/100 mmHg. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. Seorang laki-laki berusia 44 tahun. kelenjar submandibula pada palpasi sakit. marginal gingiva labial gigi-gigi rahang bawah merah dan mudah berdarah. Pirazinamid (Z) D. Etambutol (E) E. datang ke dokter praktek swasta dengan keluhan gatal pada kaki sejak 2 minggu yang lalu. bula dan pustule. Apakah regimen yang harus dihindari pada kasus di atas? A. Stomatitis aftosa rekuren D. ulkus diameter 2-3 mm. hilang timbul dan berpindah tempat. Dari anamnesis didapatkan penderita bekerja sebagai pencuci mobil. biasanya timbul menjelang siklus menstruasi. vesikel. Ulcerative gingivostomatitis 84. Propanolol E. Pada anamnesis batuk disertai dahak. Pemeriksaan intra oral didapatkan higiene oral kurang. Reserpin 85. Hidradenitis suppurative E. Gingivitis akut B. Kaptopril C. Herpetic gingivostomatitis E. Dokter bermaksud memberikan OAT yang aman dan tidak memberikan efek gangguan pendengaran pada janin yang dikandungnya. G2P1A0. Pemeriksaan lampu Wood B. Miliaria B. terutama pada telapak kaki. Akne vulgaris D. Rifampisin (R) B. tepi menggaung dan eritematous. pada pemeriksaan fungsi ginjal didapatkan hasil BUN dan kreatinin meningkat. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. Streptomisin (S) . Seorang perempuan berusia 37 tahun. Pemeriksaan sediaan langsung dengan KOH 10% D. Pemeriksaan Tzanck pada cairan vesikel 83. Tes kulit terhadap antigen trichophyton C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya ujud kelainan kulit berupa eritema. Apakah terapi hipertensi paling tepat untuk pasien di atas? A. mukosa bukal dan bibir bawah. Dari anamnesis pasien mengaku menderita Diabetes Melittus tipe 2 selama 15 tahun. Pada pemeriksaan dahak didapatkan BTA positif.kelainan kulit tersebut dijumpai pada wajah dan lengan atas kanan dan kiri. Apakah pemeriksaan paling tepat untuk menegakkan diagnosis pasien tersebut? A. Furosemid D. datang ke praktek swasta dengan keluhan sering sariawan pada rongga mulutnya. HCT B. demam dan penurunan nafsu makan. Milia C. Isoniazid (H) C. Seorang perempuan berusia 34 tahun. tampak beberapa ulkus pada lidah. datang ke puskesmas dengan keluhan batuk 3 minggu. Aphthous ulcers C. belum menikah. Pemeriksaan kultur jamur dengan media SDA E. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri kepala.

Selama ini pasien mendapat terapi anti diabetik oral. sesak nafas dan demam. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Bagaimanakah mekanisme terjadinya hasil laboratorium penderita diatas? A. Pada pemeriksaan kadar gula darah sewaktu 700 mg/dL. Tidak setuju karena pasien DM tipe 1 jadi mutlak insulin C. Oleh dokter pasien disarankan mrnggunakan terapi insulin jenis intermediate acting. Tidak setuju karena saat ini pasien mengalami stres metabolik E. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Dari anamnesis pasien adalah penderita asma sejak 10 tahun yang lalu. Gangguan metabolisme KH setelah makan C. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak gelisah. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. Insulin dapat diberikan pada lengan kanan maksimal sampai 20 kali 89. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. Setuju karena efek obat oral dan insulin sama 88. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. Gangguan sekresi postprandial B. dan pada pemeriksaan auskultasi terdengar suara wheezing. Injeksi metilsantin E. Setuju dengan permintaan pasien karena obat dapat diminum pasien B. Apakah terapi awal yang harus diberikan pada pasien tersebut? A. Bagaimanakah respon dokter paling tepat terhadap permintaan pasien tersebut? A. datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan utama sesak napas. Sekresi insulin fase 1 & 2 terganggu D. frekuensi nadi 110 x/menit. Sekresi insulin mutlak terganggu B. Seorang laki – laki berusia 35 tahun. tetapi pasien menolak dan minta diberikan obat oral saja karena pasien masih bisa makan & sadar. Kelainan genetik pankreas 90. Seorang laki-laki berusia 52 tahun datang ke klinik dengan keluhan terdapat luka di jari. Injeksi kortikosteroid D.86. frekuensi napas 32 x/menit. Dokter merencanakan pemberian insulin. Hipersekresi insulin saat makan C. lebih suka posisi duduk. Defisiensi insulin bersifat relatif D. Inhalasi agonis β2 B. Insulin diberikan sebelum tidur C. Oral bronkodilator 87. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. Setelah suapan pertama insulin langsung diberikan D. Seorang laki-laki 50 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan riwayat diabetes melitus. Bagaimanakah patofisiologi penyakit yang diderita penderita tersebut? A. Suntikan harus diberikan sebelum olahraga pagi hari E. Inhalasi kortikosteroid C. Suntikan diberikan 30 menit sebelum makan pagi B. GD 2 jam PP 224 mg/Dl. Mempertimbangkan permintaan pasien sambil menunggu reaksi obat D. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. GD 2 jam PP 224 mg/dL. Reaksi autoimun pada sel beta . Bagaimanakah edukasi paling tepat tentang pemberian terapi insulin diatas? A. Kerusakan sel pankreas karena autoimun E.

Gangguan vaskular 94. Refleks patologis negative. Cukup dengan mengatur diet saja dan menghentikan insulin C. injeksi insulin dosis tinggi 95. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. Dari anamnesis pasien telah didiagnosa DM sejak 5 tahun yang lalu.E. Seorang laki-laki berusia 61 tahun. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa keluarganya ke Unit Gawat Darurat RS dengan penurunan kesadaran sejak 1 jam yang lalu. infuse RL tetesan cepat B. Apakah penatalaksaan pertama yang paling tepat dilakukan pada pasien di atas? A. infuse Dextrose 5% tetesan cepat C. Gangguan otonomik B. Seorang perempuan 30 tahun. datang ke dokter swasta untuk kontrol gula darah. G1P0A0. Apakah tujuan terapi pasien tersebut? A. Dari anamnesis ke keluarga. Dari anamnesis pasien adalah penderita DM dan minum obat antidiabetik oral secara rutin 3 kali sehari. Mencegah ketoasidosis 93. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. Pada pemeriksaan glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 40 mg/dL . Sejak 2 hari yang lalu penderita makan sedikit. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. Apakah penyebab paling tepat keluhan diatas? A. Pasien terbiasa minum obat anti diabetik oral 3x /hari. keringat dingin dan jantung berdebar. Hasil pemeriksaan gula darah 2 minggu yang lalu didapatkan GDS 230 mg/dL dan mendapat terapi insulin. Mencegah neuropati B. pasien sebelumnya mengalami demam. dan mata kabur. Mencegah nefropati D. tetapi Obat tetap diminum 3 kali sehari. Insulin sampai kehamilan aterm lalu dihentikan setelah melahirkan 92. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan pusing. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. tetapi pasien masih rajin minum obat. Pasien mendapat terapi glimepirid 2mg 1 kali sehari. Dosis insulin diturunkan kemudian dikombinasi dengan OAD D. Dari anamnesis usia kehamilan perempuan tersebut 30 minggu. Mengganti insulin dengan obat oral (OAD) B. SGOT . Berat badan 80 kg. datang ke poliklinik dengan keluhan merasa gemetar. Pada pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 55 mg/dL. Mencegah retinopati C. Gangguan hemostatik D. Mencegah hipoglikemia E. Gangguan neurogenik C. tinggi badan 162 cm. sulit tidur. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS 300 mg/dL dan GDP 130 mg/dl. Gangguan respirasi E. Dari riwayat penyakit didapatkan pasien adalah penderita DM gestasional. GCS 2-1-3. Bagaimana saran terapi selanjutnya yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. Sejak satu minggu yang lalu nafsu makan turun. infus NaCL tetesan cepat D. Insulin diteruskan sampai GD terkendali E. bolus Dextrose 40% iv E. Pembakaran lemak karena obesitas 91. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg. Hasil pemeriksaan GDS saat ini adalah 160 mg/dL.

tanpa tanda lateralisasi. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. rehidrasi cairan D. Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. diantar oleh ibunya datang ke puskesmas di Papua. infeksi meningeal 100. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS E2V3M5. Blokade produksi prostaglandin B. Creatinin 0. Blokade produksi ciclooxygenase C. Keluhan muncul setelah jatuh dari sepeda. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri pinggang. Peningkatan permeabilitas membran 98. Ectopic discharge terjadi di daerah lesi 99. Dari anamnesis ke keluarga. dosis OAD ditingkatkan C. Penghambatan fungsi prostaglandin E. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. perdarahan pada spasium sub-arachnoid C. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. dan tidak ada tanda iritasi meningeal. Apakah diagnosis yang paling mungkin dari pasien di atas? A. pasien sebelumnya mengalami demam. Sangat peka terhadap NSAIDs D. Koma neurogenik B. Bagaimanakah patofisiologi nyeri pada kondisi pasien tersebut ? A. Ureum 40 mg/dL. Koma septik D. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. thromboemboli di pembuluh darah otak pada pasien fibrilasi atrial B. Refleks patologis negative. Apakah tindakan pertama yang paling tepat pada kasus diatas? A. Sensitisasi terjadi di reseptor B. Penghambatan produksi bradikinin D. SGOT 23 mg/dL. drip neuroprotektan E. Dari pemeriksaan fisik didapatkan lutut kanan tampak bengkak. injeksi antipiretik 97. Dari . Koma uremik 96. Koma ketoasidosis C. Dari heteroanamnesis didapatkan bahwa pasien mengalami demam tinggi menggigil menetap.23 mg/dL. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa ke UGD karena penurunan kesadaran. Koma hepatikum E. kejang umum 3 jam yang lalu. antibiotik intravena B.3 mg/dL . Ectopic discharge terjadi di reseptor E. Creatinin 0. Dokter memberikan terapi obat anti nyeri dengan NSAID. dan teraba hangat. Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai mekanisme farmakokinetik terapi tersebut ? A. Ureum 40 mg/dL. GCS 2-1-3.3 mg/dL . SGPT 30 mg/dL. Sangat peka terhadap opioid C. Seorang pasien laki-laki berusia 9 tahun dengan kondisi tidak sadar. pasien didiagnosis dokter menderita herpes zoster. hiperemis. SGPT 30 mg/dL. perdarahan intracerebral E. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ke dokter dengan keluhan utama nyeri pada lutut kanan. gangguan elektrolit D. Sebelumnya. Apakah penyebab yang paling mungkin kondisi di atas ? A. Nyeri tersebut hilang timbul sejak 6 bulan yang lalu.

Melakukan gerakan spontan D. Cerebral tuberculoma C. phencyclidine B. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. A. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. ekstasi (MDMA) E. kemudian oleh warga dibawa ke UGD RS terdekat. nafas lambat. Melakukan gerakan dengan respon suara Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. tekanan darah 120/80. fenilpropanolamin Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Melakukan gerakan dengan respon nyeri E. obat berikut ini mungkin dapat menjadi penyebab koma pada penderita di atas. Melakukan gerakan ekstensi ke arah nyeri B. Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. diazepam C. warna dasar coklat tua. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. tepi bengkak. Cerebral malaria E. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. digoksin B. 102. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. 104. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. Jika ternyata penderita tersebut koma. Lebar jejas jerat 4 cm. Kerusakan organ dalam leher C. Kesadaran GCS E3V3M3. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. Bendungan pembuluh darah . ekstasi E. dan kulit terasa kering. Melakukan gerakan fleksi ke arah nyeri C. Aseptic meningitis D. A.101. Bagaimanakah kondisi motorik yang akan ditemukan pada pemeriksaan GCS ? A. tekanan darah 120/80. parasetamol D. A. mukosa bibir serta semua ujung jari kebiruan. Apakah yang menjadi penyebab paling mungkin pasien ini tidak sadar ? A. pemeriksaan retina didapatkan papil edema. nafas lambat. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. dan kulit terasa kering. morfin Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. diethylether C. pentotal D. 103. mungkin ada keracunan . Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Toxoplasmosis B. Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. Wajah tampak gelap dengan sklera mata merah. Neurosyphillis Seorang laki-laki usia 30 tahun ditemukan tergeletak di tengah jalan dalam kondisi gelisah. Jika pada penderita tersebut juga ditemukan bekas suntikan lama dan baru di lengan dan pupilnya kecil kemudian melebar.

Tanda perlawanan korban E. Tanda asfiksia 107. tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat. Mati lemas 106. Sianotik pada mukosa dan kulit C. warna dasar coklat tua. Saat memasuki ruangan. Apakah interpretasi dari edema pada tepi jejas jerat? A. Alat gantungnya berupa tali tambang D. Korban masih hidup saat tergantung (intravital) C. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. tepi bengkak. 30-<90 mg/dL B. Kulit 108. Kerusakan organ dalam leher D. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. >400 mg/Dl 109. Gejala penyakit tidak khas. Dari mulut pasien tercium bau alkohol. Termasuk dalam kategori apakah keracunan anak tersebut? . Bendungan pembuluh darah E. menabrak pohon. Mati lemas 105. Korban sudah meninggal sebelum tergantung B. Rambut E. Seorang laki-laki berusia 55 tahun. 350-<400 mg/dL E. Pada pemeriksaan rontgen dada terdapat gambaran benda opaq pipih menyerupai baterai jam.D. Urin C. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. tetapi sempoyongan. Dari inspeksi tampak kulit korban berwarna kecoklatan. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. Berapakah kadar alkohol yang memberikan gejala tersebut? A. 90-<250 mg/dL C. 250-<350 mg/dL D. Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. Dari anamnesis dan pemeriksaan pasien meracau. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Darah B. Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. kadang hanya rasa tidak enak badan. meninggal dunia. kadang berupa gangguan gastrointestinal. Refleks vagal E. Hati D. Dokter menyimpulkan pasien mengalami keracunan lithium. Lebar jejas jerat 4 cm. Lebar jejas jerat 4 cm. tepi bengkak. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun mengalami batuk dan sesak nafas yang tak sembuh-sembuh. setelah sakit-sakitan selama setahun terakhir. Apakah sebab kematian pada kasus tersebut? A. warna dasar coklat tua. Apakah sampel yang paling tepat? A. Dokter mencurigai korban mengalami keracunan logam berat kronis. pasien dapat berjalan dengan dituntun. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal.

Kapankan perkiraan saat kematian korban ? A.00-15. Apakah terapi yang paling tepat? A. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal.00-12. berwarna merah kebiruan yang tidak hilang dengan penekanan. Apakah arti dari temuan tersebut? A. Experimental poisoning B. Temuan apakah yang sesuai dengan kesimpulan tersebut? A. Termasuk dalam kategori apakah keracunan yang dialami pasien? A. Accidental poisoning D. untuk dibuatkan visum et repertum. Accidental poisoning D. kira-kira jam 04. Terdapat luka lecet tekan pada leher 112. Intentional poisoning C. Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa perempuan ini mempunyai beban psikologis yang sangat berat namun semuanya ditanggung sendiri. Antidepresan . Terdapat fraktur cricoid C. antara jam 00. kecuali sendi kedua lutut.00. Hari Minggu antara jam 12.00-08. Pada pemeriksaan luar didapatkan kekakuan pada hampir semua sendi. Experimental poisoning B. Hari Senin.00 hari yang sama E. Dari pemeriksaan diperoleh tes apung paru positif. Intentional poisoning C. Tidak ditemukan cedera D. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet. Hari Senin.Hari Senin. Pada perut bagian kanan bawah terdapat warna kehijauan. Pemeriksaan dilakukan pada hari Senin jam 12. bayi lahir hidup E.00 C. Iatrogenic poisoning 110. Deliberate poisoning E. Iatrogenic poisoning 111. antara jam 00.00 B. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet. Setelah dikonfirmasi ternyata ada kesalahan pemberian obat dari apotek yaitu tertukar dengan pasien lain. jam 02.00 D. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal.00 114. Deliberate poisoning E. bayi aterm B. bayi mati tenggelam 113. Terdapat luka tusuk B. Seorang ibu rumah tangga usia 35 tahun datang ke puskesmas mengeluh sering sakit punggung. bayi asfiksia D. Terdapat memar pada kepala E.00-04. bayi viable C.A. Penyidik mengirimkan jenazah korban kejahatan. Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang tidak ditemukan kelainan. Lebam jenazah ditemukan pada ujung-ujung bawah extremitas atas dan bawah serta pada dagu. Analgesik lokal C. Hari Minggu. Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission.00-24. Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. Keluhan muncul sekitar 30 menit setelah meminum obat resep dokter yang diperolehnya dari apotik pagi harinya. Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat pada siang hari karena kelemahan badan yang mendadak. Terapi kerja berkelompok B.

Keuntungan sekunder akan tindakan medis selanjutnya 117. Sosialisasi dengan sesama penderita tuberculosis 116.D. Gangguan nyeri psikogenik C. muntah. Seorang pasien tuberkulosis sudah berobat selama 1 tahun tetapi belum sembuh. mengakibatkan hampir seluruh kehidupannya terganggu. berkeringat dingin. haid tidak teratur. Pasien sudah mendatangi beberapa dokter dan mendapatkan hasil pemeriksaan yang sama. Ventilasi E. Di antara episode serangan-serangan tersebut pekerjaan dan kegiatan sehari-hari tidak terganggu. nyeri dada. kedua tangan terasa “kebas” selama kira-kira 5 menit. Ventilasi 115. Apakah terapi yang paling tepat untuk problem psikiatrisnya? A. Pasien merasa sangat cemas walaupun dokter jantung sudah meyakinkan bahwa EKG dan pemeriksaan laboratorium darah dalam batas normal. Kesedihan karena penyakitnya tidak juga diketemukan E. nyeri kepala. Seorang perempuan berusia 42 tahun mengeluh nyeri dada. Kecemasan akan tindakan medis selanjutnya C. Ketergantungan kepada dokter yang merawat D. jantung berdebar-debar keras. Gejala tersebut tidak berlangsung serentak. Sejak setahun yang lalu pasien mengeluh sudah beberapa kali mengalami “serangan jantung” yang ditandai dengan perasaan cemas. Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa penderita merasa malas bekerja. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri dada. Pasien sering mondok namun tidak didapatkan penyebab spesifik. Suspect penyakit kardiovaskular B. Anxyolitic E. Gangguan nyeri psikogenik C. Keluhan hilang timbul disertai batuk dahak berwarna kekuningan dan demam sejak setahun . Ganguan panik 119. Gangguan Somatisasi D. Gangguan somatisasi D. Hipokondriasis E. Seorang laki-laki berusia 33 tahun mengeluh takut mati mendadak karena serangan jantung seperti ayahnya pada usia 45 tahun. Pemberian antidepresan C. putus asa dan menganggap dirinya adalah yang paling sengsara karena tidak kunjung sembuh. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Sebagian besar waktunya dilalui dengan perasaan cemas. Pemberian antipsikotik B. Ketergantungan pada proses rawat inap B. Gangguan panik E. nyeri sendi dan sering anyang-anyangen sejak 20 tahun ini. pandangan mata dobel. Sejak beberapa minggu ini pasien tidak mau minum obatnya dengan alasan percuma karena sudah 1 tahun tidak sembuh. Terapi kerja berkelompok D. Gangguan jantung tersembunyi (hidden) B. Karena merasa keluhan tidak kunjung sembuh pasien minta dirawat inap agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih mendalam. Apakah konsekuensi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika permintaannya dipenuhi begitu saja untuk rawat inap? A. Seorang laki–laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. Pada pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang tidak didapatkan kelainan. Hipokondriasis 118. mual.

Seorang laki – laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. denyut nadi 110 x/menit. Kortikosteroid E. Sejak 4 hari yang lalu keluhan memberat. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. dan dirasakan memberat sejak 4 hari yang lalu. Asma bronkial C. Atelektasis E. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Mukolitik B. Golongan ß-2 agonis 123. dan tekanan darah 110/80 mmHg. denyut nadi 94/menit. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. frekuensi napas 60x/menit. frekuensi napas 32x/menit. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. Pada riwayat keluarga. Foto polos thorax memperlihatkan . Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. Bronkiolitis 122. sesak disertai batuk berdahak warna kekuningan dan demam. Apakah terapi awal untuk pasien tersebut? A. Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. Keluhan hilang timbul sejak satu tahun yang lalu. ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. Bronchitis kronis B. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. tekanan darah 140/90 mm Hg. Tuberkulosis C. Asma bronkial D. Bronkitis kronis E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Kortikosteroid C. nadi 110 x/menit. dan tekanan darah 110/80 mmHg. Bronkodilator inhalasi B. ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. Antibiotika C. Ekspektoran D. Pada riwayat keluarga. sesak terutama setelah beraktivitas. Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang ke dokter dengan keluhan demam tujuh hari. Emfisema 120. Oksigenasi D. Antibiotika 121. Efusi pleura D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. batuk dan dahak disertai darah. dan ekspirasi memanjang. Apakah obat yang pertama kali diberikan? A. denyut nadi 120 x/menit. Antipiretik E. Pneumonia B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 380 C. frekuensi napas 60x/menit.terakhir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. dan ekspirasi memanjang. denyut nadi 120 x/menit. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. frekuensi napas 32x/menit.

Pancoast tumor C. Tuberculosis milier --> level 3A 125. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. Abses paru B. Gastroesophageal reflux disease (GERD) C. Bronchial Carcinoid D. Tuberculosis paru 124. Bronkiectasis C.konsolidasi di lobus superior pulmo kiri dengan airbronchogram. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut? A. Non STEMI 126. Seorang laki-laki berusia 67 tahun dengan riwayat batuk berdahak. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan . Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Pneumonia B. Angina pektoris tidak stabil D. Histoplasmosis D. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. ST elevation myocardial infarction (STEMI) B. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Bronkitis kronik E. Carcinoma of bronchus E. Pada foto thorax tampak gambaran kavitas multipel menyerupai sarang lebah dengan airfluid level di dalamnya pada aspek inferior kedua paru. Angina pektoris stabil E.

Hipoalbuminemia D. Apakah faktor risiko keluhan pasien yang equivalen dengan infark miokard? A. Pasien adalah seorang perokok sejak usia 35 tahun. Pada pemeriksaan fisik jantung ditemukan adanya bising pansistolik derajat 3/6 dengan punktum maksimum di intercostal V. Stenosis mitral C. Limfedema kronik C. Selulitis 129.Pemeriksaan lanjutan apa yang diperlukan pada pasien tersebut? A. Pemeriksaan kadar darah puasa 160 mg/dL dan Hb A1c 8 %. Diketahui terdapat riwayat menderita demam disertai sakit nyeri sendi yang berpindah-pindah saat remaja. dan tekanan darah 160/90 mmHg. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya udem tungkai unilateral. Apa kelainan anatomis jantung yang paling mungkin terjadi pada pasien tersebut? A. perabaan hangat dan tampak kemerahan. Perokok . Test uji latih jantung atau treadmill test B. 2 cm lateral linea mid clavicula kiri. Foto rongen dada posisi anterior posterior C. Thalium scanning D. Enzim jantung 127. Seorang laki-laki berusia 46 tahun periksa ke praktek dokter keluarga untuk konsultasi karena sering mengalami nyeri dada seperti tertindih. disertai nyeri. frekuensi napas 24 x/menit. Phlebitis E. rata-rata menghabiskan 10 batang rokok/hari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Regurgitasi aorta D. Seorang perempuan berusia 18 tahun mengeluh mudah lelah disertai napas pendek. Insufisiensi tricuspid 128. Seorang laki-laki berusia 60 tahun menjalani home care dengan tirah baring karena stroke yang diderita sejak 1 tahun yang lalu. Regurgitasi mitral E. denyut nadi 100 x/menit. Echocardiografi E. kadar kolesterol total 250 mg/dL. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Stenosis aorta B. Trombosis vena profunda B. dan pada malam hari sering terbangun karena sesak nafas.

Gangguan panik E. LDH E. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi.B. Gangguan nyeri psikogenik C. Pemeriksaan fisik dan penunjang kardiologis tidak menunjukkan adanya kelainan. Pneumonia C. Pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit jantung sejak tiga tahun terakhir. Seorang laki-laki berusia 38 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada khas infark sejak 5 jam sebelum masuk rumah sakit. tekanan darah 160/100 mmHg. Hipokondriasis 132. CK MB C. Apakah diagnosis paling mungkin? A. denyut nadi 110 x/menit. Pasien yakin bahwa dirinya sakit jantung. Thymoma B. Terdapat riwayat hipertensi. Dislipidemi D. Hipertensi C. CK 131. perkusi redup. Gangguan somatisasi D. Pada gambaran EKG didapatan gambaran seperti di bawah ini. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul. Gangguan jantung tersembunyi B. Diabetes Mellitus E. frekuensi napas 28 x/menit. dan suara vesikuler menurun. Usia pasien yang 46 tahun 130. Pneumothorax sinistra . Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C. Apakah pemeriksaan darah yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis? A. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. SGOT D. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. Troponin I B.

tekanan darah 160/100 mmHg. Apakah penanganan awal yang paling tepat? A. puasa makan dan minum B. Tuberkulosis Paru B. Pasien mempunyai riwayat batuk lama. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. Pneumothorax D. minum banyak. Furosemide C. Efusi pleura sinistra E. Diagnosis manakah yang paling mungkin? A. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C. vesica urinaria penuh dan nyeri tekan (+). Pemeriksaan fisik didapatkan retensi urin. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. dan tekanan darah 130/80 mmHg. Pneumonia C. Pungsi pleura B. Injeksi digitalis C. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang laki-laki berusia 72 tahun datang dengan keluhan sulit kencing. Pada pemeriksaan auskultasi paru ditemukan suara amforik. Pemeriksaan EKG menunjukkan hasil normal. Injeksi sulfas atropin 136. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dirawat di rumah sakit karena sesak napas berat dan nyeri dada kiri. dan suara vesikuler menurun. Pada rontgen dada ditemukan area lusen tanpa corakan bronkovaskular pada hemithorax sinistra. COPD B. Pneumothoraks D.D. denyut nadi 110 x/menit. Pasien juga mengeluh demam. Seorang pasien berusia 22 tahun mengeluh batuk lebih dari 3 bulan dan sejak dua hari ini batuk disertai darah. Terdapat riwayat hipertensi. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. diet rendah lemak 2 hari sebelum pemeriksaan C. Injeksi adenosine E. menahan kencing (katheter di klem) . Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul. Pasien dapat kencing setelah dipasang katheter. Antibiotika E. denyut nadi 140 x/menit. perkusi redup. Pada direct rectal touche (DRE) diduga terdapat pembesaran prostat. Mediastinal mass E. frekuensi napas 24 x/menit. Bronkhitis kronis C. Direncanakan pemeriksaan radiologis ultrasonografi abdomen bawah. frekuensi napas 28 x/menit. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke UGD dengan keluhan berdebar-debar. Bronkiektesis 137. Inhalasi B2 agonis 134. Apakah terapi yang paling tepat? A. Gambaran EKG menunjukkan takikardia dengan kompleks QRS sempit dan regular. Water seal drainage (WSD) D. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. Kardioversi B. Hernia diaphragmatica 135. Manuver vagal D. Hernia diafragmatika 133. Asma Bronkhial E. tidak tinggi disertai keringat malam. Apakah persiapan yang diperlukan? A.

Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. muntah dan jumlah buang air kecil berkurang. pankreatitis 140.39.39. ureterolithiasis C. vesicolithiasis E. urin acak B. Nefritis C.31 mg / dl. dan eritrosit pucat 3-4/LP. Seorang laki-laki berusia 61 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang kanan. nephrolithiasis B. Untuk menyingkirkan kemungkinan kehamilan ektopik dilakukan pemeriksaan urin untuk hormon beta hCG (ßhCG).8. teratoma 141. dan eritrosit pucat 3-4/LP. Pada pemeriksaan darah didapatkan komplemen C3 menurun. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. Pada pemeriksaan ultrasonografi didapatkan pelebaran sistema pelvico calices dextra. Pada foto polos abdomen didapat bayangan semiopag bentuk menyerupai tanduk rusa di proyeksi paravetebra dextra setinggi VL 2-3. eritrosit +3. muntah dan jumlah buang air kecil berkurang. Apakah contoh bahan urin terbaik untuk kondisi tersebut? A. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. sel epitel 2-4/LP. disertai mual. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter dengan nyeri abdomen akut. disertai mual. spondiloarthrosis lumbales E. pielografi anterograd C. Pasien sudah membawa hasil laboratorium urin menunjukkan Ca oksalat +++. nefrolithiasis B. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51. kreatinin 1. Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun. Pyelonefritis . urethrografi B. pielografi retrograd D. protein (-). kreatinin 4. Sistitis B.8. mual. kelopak mata sedikit sembab dan hipertensi. Hasil pemeriksaan laboratorium urin didapatkan warna kuning kemerahan. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut. cholelithiasis D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Dokter merujuk pasien untuk pemeriksaan lebih lanjut. pielografi intra vena E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. urin pagi hari 142. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2. kreatinin 4. cystografi 139. urin tampung C. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut.D. cholelithiasis D. tanpa persiapan E. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2. urethrolithiasis C. tes alergi 138. Saat diperiksa penderita demam. pusing. urin pancar tengah D. Apakah pemeriksaan penunjang lanjutan yang dibutuhkan? A. dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan beberapa hari buang air kecil kemerahan. sel epitel 2-4/LP. urin malam hari E. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51.

Osteoartritis E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. kateterisasi B. Rasa gatal E. Gangguan motorik D. Gagal ginjal akut nefrotoksik B. Glomerulonefritis kronik E.0 mg/dL. kadar kreatinin pasien adalah 1. Satu bulan yang lalu. Rheumatoid arthritis B. Gout arthritis C. Sindrom nefrotik 143. dan terasa nyeri. diuretika D. pungsi supra pubik C. Seorang pasien laki-laki umur 20 tahun menderita fraktur ulna kiri tertutup komplit undisplaced setelah terbentur benda keras di tempat kerja. gagal ginjal kronik 145. suhu 370C. Hasil pemeriksaan urin rutin adalah protein (++) dan hematuria gros. analgesika 144. ditemukan benjolan pada pangkal ibu jari kaki kanan. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari. Kondisi gips 148. antibiotika E. Gips s sirkular E. Nefritis interstisial kronik C. Seorang laki-laki berumur 34 tahun datang ke dokter dengan keluhan kencing sedikit. . Kondisi struktur di bagian distal dari gips s B. Rhematic fever D. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Manakah dari keluhan berikut ini yang menjadi prioritas untuk mendapatkan tindakan? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg.D.2 mg/dl dan ureum 45 mg/dl. Seorang penderita dikirim oleh Rumah Sakit untuk melakukan kontrol setelah dilakukan pemasangan gips s sirkular pada ekstrimitas atas kiri. Pada pemeriksaan fisik. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri kaki kanan. Pasien tersebut seminggu sebelumnya mendapat injeksi derivat aminoglikosida untuk suatu prediksi infeksi saluran kemih. Hiperurikemia 146. Volar slab D. Hasil pemeriksaan kadar kreatinin 7 mg/dl dan kadar ureum 200 mg/dl. Sling B. denyut nadi 100x/menit. Pasien juga mengeluh tidak dapat kencing. Hasil laboratorium menunjukkan asam urat 9. Pembedahan 147. Peningkatan rasa nyeri C. Apakah tindakan awal yang paling tepat? A. Bandage C. Glomerulonefritis akut D. kemerahan. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan adanya hematoma penis dan perineum dan terdapat kesan vesika urinaria penuh. Apakah tindakan yang paling tepat untuk mengatasi keluhan tersebut? A. Glomerulonefritis E. frekuensi napas 24x/menit.

2RHZ + 4RH C. Apakah terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. Kategori 3. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Pemeriksaan fisik ditemukan ronki basah kasar di daerah apeks paru kanan. Apakah gambaran hitung jenis leukosit yang paling mungkin ditemukan? . Kategori 2. Apakah kelainan pH darah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. kesadaran somnolen. TB paru kasus putus obat D. 2RHZE + 4RH B. Syok obstruktif 151. Ketoasidosis B. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. konsistensi cair. TB paru kasus baru 152. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. TB paru kasus gagal pengobatan B. Syok neurogenik C. Kategori 1. TB paru kasus kambuh E. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. demam dan berkeringat pada malam hari. isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. Batuk berdahak warna kekuningan. pernapasan Kussmaul dan turgor kulit menurun. 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A.5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. TB paru kasus resistensi obat C. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan. Kategori 3. Alkalosis metabolik D. Kategori 1. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. 2RHE + 4RH 150. Syok hipovolemik E. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan. sedikit ampas. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Alkalosis respiratorik 149. Syok kardiogenik B. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit. 2RHZ + 4RH E. tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik.volume ½ . Asidosis metabolik C. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali.1 gelas tiap buang air besar. Asidosis respiratorik E. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Syok anafilaktik D.

reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. Medula spinalis segmen Th 10 B. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. tonus otot meningkat bilateral. Medula spinalis segmen Th 10 B. Cluster headache E. Migrain tanpa aura D. tonus otot meningkat bilateral. Conus medularis E. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Medulla spinalis segmen C7 E. Kauda equina 155. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Eosinofilia C. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. terutama sekitar lubang dubur. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Vertigo 154. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya hipestesi setinggi umbilikus. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu. Pasien juga mengeluh perut terasa mual. Medula spinalis segmen L 1 D. Medulla spinalis segmen Th 12 C. Neutrofilia B. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Conus medularis E. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen C 5 C. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal. Neutropenia 153. dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. Basofilia D. Medula spinalis segmen C 5 D. Migrain dengan aura C. Tension type headache B. setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Medula spinalis segmen L 1 . Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat. namun tidak muntah. Kauda equine 156. Medula spinalis segmen Th 12 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Limfopenia E.A.

Keluhan muncul setelah minum obat sakit kepala. Atropin B.157. Neurodermatitis E. ukuran bervariasi tersebar hampir di seluruh tubuh. Medulla spinalis segmen C7 C. sesak nafas dan mengeluarkan banyak keringat. Pemfigus 161. Bibir erosi dengan krusta tebal warna hitam. Dermatitis alergika B. skuama halus dan likhenifikasi. Seorang laki-laki berusia 21 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan tengkuk gatal sejak 5 bulan. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan gatal di kulit sejak 10 hari yang lalu. Medula spinalis segmen C 5 B. Epinefrin D. Urtikaria D. Pasien mengeluh nyeri kepala. Dopamin C. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. hiperlakrimasi. Papaverin E. Medulla spinalis segmen Th 12 158. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan kulit melepuh sejak 2 hari yang lalu. mata hyperemia konjungtiva. Medula spinalis segmen Th 4 D. Dermatitis kontak iritan 160. Ayahnya seorang penderita asma. hipersalivasi. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Nekrolisis epidermal toksik B. Pemeriksaan fisik menunjukkan plak nummular berbatas tegas. muntah-muntah. Sindroma Steven Johnson D. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS setelah melakukan upaya bunuh diri dengan minum obat nyamuk. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula di seluruh tubuh diameter 2-3 cm. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. sebagian telah pecah membentuk erosi. Dermatitis kontak alergika B. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya bercak eritema dengan peninggian (bentol). Rasa gatal muncul terutama jika sedang mengikuti ujian atau belajar. Neurodermatitis . Keluhan muncul hampir di seluruh tubuh. Rasa gatal disertai dengan bercak-bercak merah di kulit yang muncul terutama pada pagi hari dan menghilang pada siang hari. Medula spinalis segmen Th 10 E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Apakah obat yang menjadi pilihan utama? A. tonus otot meningkat bilateral. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara. Pasien juga mengeluh badan demam dan lemah. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Neostigmin 159. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Dermatits kontak alergika C. Dermatitis kontak iritan E. Eksema vulgaris C. Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. batas tidak tegas. hiperhidrosis dan bradikardi. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. Pemeriksaan fisik menunjukkan pupil miosis.

sulit tidur. skuama dan papul-papul. Asupan makanan dan minuman tidak terganggu. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 110/70 mmHg. Kejang terjadi selama 15 menit dan saat kejang tampak kesakitan. hingga tidak mampu beraktivitas. Pemeriksaan pH darah E. denyut jantung 120 x/menit. Apakah yang paling mungkin ditemukan pada pemeriksaan kerokan kulit? A. Pemeriksaan Hb 164. Seorang laki-laki berusia 37 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami kelemahan pada kedua tangan dan kaki sejak 3 hari yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya grimace. mata eksoftalmus. tampak makula eritematosa. pembesaran kelenjar tiroid difus. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. Pemeriksaan protein total E. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. sebanyak + ½ gelas air mineral. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dibawa ke IGD RS setelah mengalami kejang. denyut nadi 76 x/menit frekuensi napas 16 x/menit. tanpa lendir maupun darah. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. Apakah hasil pemeriksaan laboratorium yang paling mungkin ditemukan? A. hiperpigmentasi. Kokus gram positif pada pengecatan gram . TSH. kekuatan motorik ekstremitas superior dan inferior kiri dan kanan semua bernilai 2 dan tidak ditemukan adanya defisit neurologis lain. lembek. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. T3 dan T4 normal D. TSH menurun. Pemeriksaan hormon T3 dan T4 C. Ptiriasis rosea D. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. frekuensi napas 24 x/menit. Psoriasis 162.C. mudah lelah dan mengalami diare. Pemeriksaan gula darah sewaktu C. T3 dan T4 menurun 163. Pemeriksaan elektrolit darah D. Pasien pernah menderita penyakit pembesaran kelenjar gondok dan telah dilakukan pengangkatan kelenjar tersebut 1 bulan yang lalu. Pemeriksaan hitung jenis leukosit B. T3 dan T4 meningkat B. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar sejak 1 minggu yang lalu. Tinea corporis E. Pasien mengalami diare sejak 1 minggu yang lalu. Basil gram negatif pada pengecatan gram D. TSH meningkat. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. Pemeriksaan gula darah sewaktu B. Pemeriksaan pH darah 165. T3 dan T4 menurun E. TSH menurun. Pseudohifa pada pemeriksaan KOH C. TSH. sehari 3-5 x/hari. dan spasme otot general terutama daerah karpopedal. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. Hifa pada pemeriksaan KOH B. kelemahan dirasakan semakin berat. Pasien sering merasa gelisah. T3 dan T4 meningkat C. akral teraba hangat. Pemeriksaan elektrolit darah D.

Salep D. Seorang perempuan berusia 32 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kulit pada hampir seluruh tubuh melepuh. Apakah jenis obat topikal yang paling tepat diberikan? A. punggung serta tepi rambut kepala. tertutup skuama tebal berwarna putih. Bacillus cereus D. Krim C. Pemfigus E. Dari luka tersebut tampak tulang yang menonjol dan terasa sangat nyeri. Seorang laki-laki berusia 28 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena luka pada tungkai bawah setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 1 hari yang lalu. Pasien juga mengeluh demam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula-bula diameter 2-3 cm. Badan terasa lemah. tertutup skuama tebal berwarna putih. Keluhan ini terjadi sejak 4 hari yang lalu. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. Sindroma Stevens Johnson D. Apakah mikroorganisme yang paling mungkin mengakibatkan keadaan tersebut? A. denyut nadi 132 x/menit frekuensi napas 24 x/menit. Herpes zoster 169. Pseudomonas aeruginosa 167. Psoriasis 168. tampak erosi dan mengeluarkan eksudat berbau amis. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Staphylococcus aureus E. edema. pembesaran kelenjar tiroid difus.E. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. tekanan darah 140/90 mmHg. Obat apakah yang paling tepat untuk pasien ini? . Pasien sedang dalam keadaan hamil 20 minggu. Sebagian dari lepuhan kulit sudah pecah dan terasa nyeri. Dermatitis seboroik B. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. sekret berbau. proptosis bola mata. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Clostridium perfringens C. Bedak E. Dermatitis kontak C. terdapat jaringan nekrotik. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. Eritroderma B. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. Gel B. Eritroderma E. Pasien pernah mengalami keluhan yang sama berulang tetapi tidak separah ini. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar hormon T3 dan T4 serta penurunan kadar TSH. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. Kokus gram negatif pada pengecatan gram 166. Streptococcus βhemoliticus B. Pemeriksaan fisik lokal menunjukkan adanya luka robek dengan fragmen fraktur. Obat kocok 170. punggung serta tepi rambut kepala. tidak tahan panas. gelisah dan sulit tidur. Psoriasis C. krepitasi pada jaringan otot dan subkutis. Ptiriasis rosea D.

Memberikan natrium bikarbonat intravena E. Introyeksi 173. Bayi tersebut dilahirkan dalam keadaan tidak menangis. 131 I D. Perchlorate 171. d=10%. Populasi target adalah penderita diabetes mellitus (DM). Karena banyaknya jumlah populasi dan adanya keterbatasan . Seorang bayi laki-laki dilahirkan secara sectio caesaria dari seorang perempuan berusia 37 tahun G1P0A0 gravida 38 minggu dengan ketuban pecah dini 18 jam dan fetal distress. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa bapaknya ke Puskesmas karena mengalami perubahan perilaku yaitu menjadi pendiam dan kembali mengompol setelah ibunya meninggal dunia seminggu yang lalu. tinggal serumah bersama istrinya dan mengaku berhubungan seksual secara rutin. Sublimasi E. motilitas : a=45%. Skala ordinal C. Seorang dokter akan melakukan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol berjudul “Hubungan antara Kadar HbA1C dengan Retinopati Diabetika pada penderita DM tipe II. Methimazol B. Regresi B. Oligoastenozoospermia D. Skala interval E. Represi C. sedangkan populasi terjangkau adalah penderita DM tipe II. morfologi 80%. Tidak ada keluhan fisik yang diderita. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang memeriksakan diri ke puskesmas karena belum mempunyai anak setelah 2 tahun menikah. Oligoteratozoospermia E. Proyeksi D. Memberikan rangsang taktil B. Apakah interpretasi hasil pemeriksaan tersebut? A. Oligozoospermia C. Memberikan epinefrin injeksi intramuskuler 174. Apakah skala yang paling tepat untuk variabel tersebut? A. Variabel kadar HbA1c dibagi menjadi 3 kelompok. tampak biru. denyut jantung 90 x/menit. normal dan lebih dari normal. Levothyroxine E. Propilthiouracil C. penilaian menunjukkan bayi tidak bernafas. b=20%. Normozoospermia B. Skala Gutmann 175. lemah. Penelitian dilakukan di setiap kabupaten dalam propinsi Jawa Tengah. Oligoastenoteratozoospermia 172.A. Skala nominal D. Pemeriksaan sperma menunjukkan jumlah sperma dengan bilik hitung 10 juta/ml. Tindakan apakah yang harus dilakukan? A. Padahal kebiasaan mengompol ini sudah berhenti sejak 1 tahun yang lalu. c=25%. Melakukan kompresi jantung C. Seorang dokter ingin mengetahui prevalensi disfungsi ereksi pada pria menikah yang berada dalam rentang usia produktif. Skala rasio B. Melakukan ventilasi tekanan positif D. Pasien bekerja sebagai buruh pabrik pestisida. yaitu kurang dari normal. Apakah mekanisme pertahanan (defens mechanism) yang dipakai oleh pasien? A. Setelah dilakukan langkah awal resusitasi.

Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung tersumbat sejak 1 minggu yang lalu. Rinitis alergika E. Seorang perempuan berusia 19 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung kiri tersumbat sejak 4 bulan yang lalu. Kadar hemoglobin C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Sinusitis maksilaris akut 179. Gangguan psikotik akut D. Concha polipoid D. Rinitis alergi D. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling penting dalam keadaan tersebut? A. Lubang hidung kanan mengeluarkan cairan kental berwarna kehijauan dan berbau busuk. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Seorang laki-laki berusia 21 tahun dibawa ke IGD RS dengan kedua tangannya dalam keadaan terikat. Bayi tampak lemah. retraksi dinding dada. Seorang bayi laki-laki lahir spontan di rumah sakit dari seorang perempuan berusia 36 tahun dengan usia kehamilan 31 minggu. Cluster Random Sampling C. Hitung jenis leukosit B. Kultur darah D. Polip nasi B. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya edema konka inferior dan sekret di meatus media. Abses nasi C. Rinitis vasomotor E. Periksaan psikiatris didapatkan pasien agresif secara fisik dan verbal. denyut jantung 172 x/menit. Tidak ditemukan adanya riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Keluhan terjadi sepanjang hari dan semakin berat. sianosis dan merintih. Skizofrenia paranoid E. Polip nasi B. Quota Sampling 176. Gangguan bipolar manik C. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai untuk diterapkan dalam penelitian tersebut? A. Kadar glukosa darah . Abses nasi C. Gangguan panik B. Analisa gas darah E. Sinusitis maksilaris akut 178. tidak menangis. Pasien sering mengeluh sakit kepala dan gusi bengkak yang membaik dengan obat antinyeri. Kadang keluar cairan jernih tidak berwarna dan tidak berbau. Alloanamnesis didapatkan pasien tidak dapat tidur sering teriak-teriak dan mengamuk sejak 1 minggu yang lalu. frekuensi napas 80 x/menit. halusinasi akustik dengan tema yang tidak spesifik.waktu dan tenaga yang dimiliki. Gangguan waham 177. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya massa putih mengkilap bertangkai pada meatus media. diputuskan untuk melakukan teknik pengambilan sampel dari seluruh populasi penelitian. Sistematic Random Sampling B. Snowball Sampling E. Simple Random Sampling D.

Pasien juga mengeluh mual dan muntah. Plasenta dupleks 183. Myoma uteri E. Seorang perempuan berusia 20 tahun dirujuk oleh bidan dengan diagnosis perdarahan pasca persalinan. Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke puskesmas untuk melanjutkan pengobatan rutin TB paru yang telah dilakukan selama 2 bulan. Pirazinamid D. Nafsu makan dan berat badan juga telah meningkat. Sendi bengkak dan terasa nyeri terutama setelah makan emping melinjo. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. Memberikan fase lanjutan 4RH E. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan hasil positif 3 (+3).180. Ulkus duodeni C. Keluhan batuk. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. Rifampisin E. berkeringat pada malam hari dan rasa mudah lelah sudah membaik. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah. setelah kelahiran plasenta tampak benjolan berwarna merah dari vagina dan mengalami banyak perdarahan. Ulkus ventrikuli B. Manakah OAT yang dapat memperberat keluhan nyeri pasien? A. denyut nadi 136 x/menit lemah. Apakah kesimpulan visum et repertum yang dapat diambil? A. Pasien membawa surat permintaan pemeriksaan visum et repertum dari penyidik. badan terasa lemah. Nyeri hilang dan timbul. Memberikan fase lanjutan 5RH 181. Seorang laki-laki berusia 24 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan memar pada mata kanan akibat dipukul oleh rekan bisnisnya. Ruptur uteri C. Nafsu makan menurun. berat badan menurun. Luka memar di mata kanan akibat dipukul B. Ruptur vagina D. Luka memar di mata kanan karena kekerasan tumpul . Isoniazid 182. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan 2x positif. Memberikan sisipan 1RHZES D. Apakah rencana pengobatan yang harus diberikan? A. Kolelitiasis D. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. tekanan darah 70/50. Pasien juga memiliki riwayat bengkak sendi kambuh-kambuhan sejak 1 tahun yang lalu. frekuensi napas 28 x/menit. Inversi uteri B. Pada pemeriksaan fisik tampak bengkak mengelilingi mata kanan berukuran 5 x 7 cm. Memberikan sisipan 1RHZE C. Streptomisin B. Memberikan sisipan 1 RHZS B. Hepatitis akuta 184. Pankreatitis E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pemeriksaan inspeksi menunjukkan adanya permukaan kasar berwarna merah pada benjolan yang keluar dari vagina. berbatas tegas dan teraba hangat. Ethambutol C. Bidan menyampaikan bahwa pasien baru melahirkan anak pertama 2 jam yang lalu. warna merah kebiruan. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A.

C. hidronefrosis B. shiffting dullnes D. Seorang laki-laki umur 40 th. Seorang perempuan usia 25 tahun datang dengan keluhan sulit buang air besar sejak 3 hari yang lalu. fecalith 189. denyut nadi 140x/menit. Atrial flutter 187. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tympani hampir seluruh lapangan perut. Pada pemeriksaan fisik didapatkan denyut nadi pulsus alternans dan pada pemeriksaan EKG didapatkan irama jantung 120x/menit irreguler. Normosinus ritme 186. Luka memar di mata kanan karena kontak benda tumpul oleh tersangka 185. Luka memar di mata kanan akibat pukulan tumpul oleh tersangka E. Seorang pasien perempuan usia 60 tahun datang dengan keluhan berdebar-debar. Sinus takikardi E. Pasien pernah didiagnosa stroke infark 3 bulan yang lalu. Sinus takikardi D. hiperperistaltik 190. Seorang pasien 23 tahun baru pulang dari RS 4 hari yang lalu dengan diagnosis Tifus abdominalis dan telah dinyatakan sembuh. Aritmia C. Sinus bradikardi C. di regio inguinal kiri didapatkan redup. tidak teratur. RBBB B. Pada pemeriksaan EKG didapatkan irama irreguler. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri perut sebelah kanan. Sinus bradikardi E. Luka memar di mata kanan karena dipukul benda tumpul D. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. vesicolitiasis C. temperature 36. Seorang perempuan 56 tahun datang dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri. Sinus bradikardi D. Normo sinus rythm C. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Pada saat dilakukan palpasi perut. Supraventrikuler takikardi B. defens muskuler C. Atrial fibrilasi E. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Pada inspeksi pasien tampak . Keluhan disertai mual dan muntah. Atrial fibrilasi 188. Pada EKG menunjukkan jarak rata-rata R ke R 6 kotak sedang. nefrolitiasis E. Tetapi mulai tadi malam mengeluh nyeri di seluruh lapangan perut. denyut nadi sulit ditentukan.9 °C. appendicitis D. dibawa ke RS dengan keluhan lemas & hampir pingsan. predominan tympani B. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg. didapatkan otot dinding perut memberikan reaksi mengeras. Sinus takikardi D. tes undulasi (+) E. Apakah hasil pemeriksaan tersebut? A. Supraventrikuler takikardi B. Apakah penyebab yang paling mungkin? A.

nyeri sumbu (+). Reposisi-immobilisasi 194. Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. Immobilisasi D. Menderita penyakit osteoporosis sejak 2 tahun terakhir. luka robek di lengan bawah. Seorang anak umur 12 tahun terjatuh dari pohon setinggi 5 meter dengan posisi jatuh tangan menyentuh tanah terlebih dulu. Pemasangan infus C. nyeri sumbu(+). Diit cukup garam & minum1 lt/hr 192. Dibawa ke tempat praktek dokter dengan GCS 13. Kelainan yang dapat terjadi pada kasus diatas adalah: A. Keluhan disertai dengan nyeri perut kanan atas. Reposisi B. nyeri tekan (+). Fraktur impaksi C. tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan. Tindakan pertama yang harus dilakukan pada pasien diatas adalah: A. Langkah pertama apa yang harus dilakukan untuk penyelamatan kasus diatas: A. Diit cukup karbohidrat C. deformitas (+). Kenali dan hentikan perdarahan 193. Fraktur kominutif E. mengerang kesakitan. ascites minimal. Resusitasi C. denyut nadi 80 x/menit. Pembersihan luka D. tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan BB 78 kg. pada tungkai bawah nyeri tekan (+). nyeri tekan (+). Penjahitan luka B. Olahraga 30 menit/hari D. Regio epigastrium sejajar dengan tepi bawah hepar lobus sinistra 191. akral dingin dan pucat.memegangi perut kanan atas dengan posisi membungkuk. Di manakah lokasi yang tepat untuk palpasi? A. TB 155 cm. Sepanjang tepi bawah arcus kosta kanan dari medial ke lateral C. dan icterus . Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis. gatal-gatal. Pada pemeriksaan fisik vital sign dalam batas normal. Rectus abdominis & arcus kosta kanan D. hepatomegali. Fraktur kompresi . kaki bengkak dan air seni berwarna seperti teh. pembesaran lien. dan tampak memegangi lengan atas kanan yang terlihat salah posisi. Pertemuan bawah lobus sinistra hepar dengan processus xipoideus E. Tepi lateral kanan processus xipoideus dari caudal ke cranial B. mata kuning. Penurunan BB 3 kg/mg B. Pemberian analgetik E. Terapi non-farmakologis apakah yang sesuai? A. tidak ada riwayat trauma. frekuensi napas 24 x/menit. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan GOT dan GPT sedikit meningkat. Seorang perempuan 56 tahun datang ke RS dengan keluhan lemas. Fraktur impresi B. Pertemuan tepi lateral kanan m. deformitas (+). Didapatkan hematome di tungkai atas kanan. nyeri sumbu (+). Fraktur patologis D. nyeri pada tungkai bawah yang terjadi secara berangsur-angsur. tekanan darah 110/70 mmHg. Konsumsi penghancur lemak E. frekuensi napas 30 x/menit. Airway management E.pulsasi nadi lemah. Seorang perempuan umur 65 tahun datang ke RS dengan keluhan tidak bisa jalan.

anterior E. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg. Mioklonik D. dan deformitas (+). Parsial simple E. Perempuan umur 61 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan merasakan lemah sejak 2 jam yang lalu. Syok hipovolemik D. Fraktur terbuka B. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis. bisa menjawab pertanyaan sederhana. kemudian kejang tonik 1 menit diikuti kejang klonik 2 menit. dan bisa bergerak bebas. merasa mengantuk. 2 posisi D. Syok neurogenik C. Grandmal C. nyeri tekan (+). Debridement C. tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan. Kesadaran pasien mulai pulih setelah 3 menit. akral dingin dan pucat. perdarahan masif. 15 196. Sindroma kompartemen 198. Reposisi cito B. Saat kejang kadang mulut berbuih kadang ngompol. Serangan kejang terjadi rata – rata 2 kali perbulan. nyeri sumbu (+). tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. Trauma neurologi E. Berapakah nilai Glasgow Coma Scale (GCS) dari pasien ini? A. GCS = 5. Pemeriksaan foto rontgen femur apa yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis pasien ini? A. 12 C.Apakah penyebab kematian yang paling mungkin pada pasien ini? A.195. frekuensi napas 30 x/menit. Petitmal B. Dari pemeriksaan fisik didapatkan respon membuka mata dengan perintah. saat kejang pasien tidak sadar.pulsasi nadi lemah. posterior 199. Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. menderita serangan kejang berulang sejak usia 6 tahun. dan deformitas (+). apa yang perlu segera dilakukan? A. Tergolong apakah serangan kejang pada pasien ini? A. Resusitasi cairan 20 tetes/menit . umur 7 tahun. Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg. 14 E. denyut nadi 120 x/ menit. Tidak dikeluhkan sakit kepala maupun muntah. Carpopedal spasme 197. 1 posisi C. 11 B. Resusitasi cairan agresif D. perdarahan masif. lateral B. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan. 13 D. denyut nadi 120 x/menit. Seorang anak laki-laki. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang.Untuk mencegah perburukan kondisi. GCS = 5. sesudah itu lemas seperti tertidur.

Rehidrasi oral C. Hecting untuk hentikan perdarahan 200. turgor kurang. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. denyut nadi 120 x/menit. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level.80C anak lemah. scrotum membesar. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level. denyut nadi 164 x/menit. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. temperatur 390C. mual dan muntah. Merujuk pasien ke ICU E. Ileus obstruktivus D. denyut nadi 120 x/menit. Gangguan fungsi yang terjadi pada pasien tersebut: A. Hernia inguinalis medialis 201. temperatur 36. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. Rehidrasi intravena D. Ventilasi E. Appendix infiltrat D. pada auskultasi tidak terdengar suara napas dan detak jantung. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. temperatur 390C. peristaltic meningkat. scrotum membesar. distensi abdomen. Lakukan resusitasi cairan B. Perfusi C. Hernia inguinalis lateralis 202. Oksigenasi 203. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. Difusi B. Nadi radialis dan carotis tidak teraba. denyut nadi 164 x/menit. Ileus paralitik B. tidak mau minum. metallic sound (+). Memberi obat anti diare 204. turgor kurang. Hernia inguinalis lateralis E. Absorbsi D. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan.80C. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. metallic sound (+). tidak mau minum. tiba-tiba pasien terjatuh dan tidak sadar. pemeriksaan lain dalam batas normal. mata cekung. Ketika dilakukan anamnesis. Limfoma maligna C. mata cekung. Lakukan pemasangan infus C. Hernia femoralis B. Penanganan awal apa yang paling tepat dilakukan oleh dokter? A. Apakah penyebab yang mendasari kasus ini? A. Cold abses inguinal E. Tindakan paling awal pada kasus tersebut adalah: A. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. Hernia femoralis C. peristaltic meningkat. Lakukan resusitasi kardio pulmoner . pemeriksaan lain dalam batas normal. anak lemah. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg.E. mual dan muntah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. distensi abdomen. temperatur 36. Oksigenasi B.

frekuensi napas 60 x/menit. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. tali pusat kotor dan berbau busuk. Angina pectoris stabil E. Pada regio mana yang paling tepat untuk meraba denyut nadi tersebut? . Stenosis aorta B. Arteri tibialis posterior E. denyut nadi 140 x/menit. kejang 3-5 kali. datang ke Puskesmas keadaan merintih lemah. Pemeriksaan EKG didapatkan elevasi segmen ST yang diikuti adanya gelombang Q patologis. Kesadaran gelisah. Angina pectoris tak stabil 206. denyut nadi 120 x/menit. Intestinum E. Syok distributif C. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. Struktur anatomis apakah yang diraba? A. Organ manakah yang paling mungkin mengalami cedera? A. malas menetek. tekanan darah 180/110 mmHg. Infark miokard akut D. Insufisiensi trikuspidal E. Seorang laki-laki usia 25 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan. Limpa C. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Syok neurogenik D. Pada pemeriksaaan didapatkan keadaan umum lemah. sianosis. Perikarditis B. frekuensi napas 30 x/menit. Tetralogi Fallot C. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. Syok kardiogenik E. Arteri carotis communis 210. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. sianosis. Ginjal D. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas. bising sistolik. Jenis syok pada neonatus ini adalah: A. Syok hipovolemik 207. Arteri radialis B. ditemukan jejas pada hipokondrium kiri. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. bising usus melemah. frekuensi napas 30x/menit. Arteri carotis interna D. Patent ductus arterisus 208. kulit tampak kuning sampai kedua kaki. Lakukan pemasangan monitor EKG 205. Syok septik B. suara jantung lemah. Arteri subclavia C. Hati B. jari tabuh (+). Bayi laki-laki umur 25 hari.D. Insufisiensi mitral D. akral dingin. Miokarditis C. Pada saat pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah palpasi 70 mmHg. Colon descendens 209. Pasien tidak sadar. Anak umur 3 tahun dengan riwayat jongkok selama melakukan aktivitas dan sering biru dan tidak sadar. Lakukan pemasangan jalur oksigen E. pekak alih (+).

Cedera plexus brachialis C. trigonum submandibulare E. trigonum caroticum B. datang ke klinik swasta untuk melakukan general check up. Fraktur humeri D. Vasa darah besar C. jumlah trombosit 70 ribu/mmk. 214. Apakah kemungkinan penyebab kelainan yang diderita oleh bayi tersebut? A. Morfologi darah tepi: didominasi sel blas seri myeloid. Reaksi lekemoid . 213. Peregangan m. A. anisokor D. Fraktur clavicula E. pensiunan tentara datang praktek dokter swasta dengan keluhan pucat dan cepat lelah. 212. jumlah lekosit 120 ribu/mmk. Sirosis Hepatitis B D.211. Kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium hepar didapatkan hasil SGOT : 20 IU dan SGPT: 22 IU. Pada saat persalinan terjadi distocia bahu dan berhasil dilahirkan setelah dilakukan berbagai manuver oleh dokter SpOG. Hepatitis B kronis B. Bagaimana hasil pemeriksaan pupil yang paling mungkin? A. Hepatitis B carrier sehat E. Sistem conductorium jantung Seorang laki-laki berusia 50 tahun. Vasa coronaria D. midriasis maksimal Seorang bayi laki-laki baru lahir dengan berat lahir 4800g tidak bisa menggerakkan lengan kanannya. Pasien ini sebelumnya juga sering mengeluh nyeri dada bila beraktivitas berat selama beberapa tahun terakhir ini. Pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil Hb 6 gr/dl. 215. seorang tenaga kesehatan memeriksa dan memastikan bahwa korban telah meninggal dunia. Bayi lahir selamat. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan HBsAg positip. Nyeri terasa seperti tertindih benda berat di belakang sternum dan menjalar ke rahang bawah dan lengan kiri bagian medial. Katub jantung B. Apakah struktur yang kemungkinan mengalami kelainan pada pasien tersebut? A. regio cervicalis anterior C. Apakah diagnosis paling mungkin kasus diatas? A. reflek lambat E. miosis maksimal C. Hepatitis B dorman Seorang laki-laki berusia 58 th. Hepatitis B kronis aktif C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kunjungtiva anemis. deltoideus Seorang laki-laki berusia 55 tahun dibawa ke UGD oleh istrinya karena mengeluh nyeri dada hebat. Dislokasi articulatio humeri B. regio cervicalis lateraris D. Bayi ini dilahirkan pervaginam oleh seorang wanita 32 tahun yang menderita diabetes mellitus. isokor B. menangis keras dan kulitnya merah jambu. regio sternocleidomastoideus Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. pimpinan suatu perusahaan. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien diatas? A. Cacat/defek pada septum E.

infeksi bakteri C. Pyelonefritis B. dan Bilirubin indirek:0. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem. Pasien juga mengeluh adanya nyeri saat menelan. Hasil laboratorium SGOT: 18 IU/L. 219. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem. infeksi virus D. sirosis hepar D. hematuria dan glukosuria C. infeksi jamur B. lekosituria dan nitrituria E. karsinoma hepar E. 218. Bilirubin Direk: 6. pH dan ketonuria B. reaksi imunitas E. Pada pemeriksaan urinalisis didapatkan hasil Proteinuri: +++ Eritrosit : 0-1 /LPB Lekosit : 1-3/LPB Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus diatas? A. Multiple myeloma D.5 mg/dl. Uretritis Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan keluhan demam 4 hari. CML (Chronic Myeloid Leukima) Seorang laki-laki 58 tahun datang ke UGD dengan keluhan bengkak pada seluruh badan. Dari anamnesis tidak didapatkan riwayat trauma. faring hiperemis. reaksi hipersensitifitas Seorang perempuan berusia 72 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan nyeri perut dan badan tampak kuning. kolelithiasis C.Saat masuk . Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal.3mg/dl. Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. AML (Acut Mieloid Lekimia) C. berat jenis dan kristal Seorang perempuan berusia 47 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan bengkak seluruh badan. Myeodisplasia E. Glomerulonefritis E. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan jumlah lekosit 5000/mm3 dan dari hitung jenis didapatkan limfositosis. Manakah pemeriksaan urinalisis paling berhubungan untuk diagnosis pasien diatas? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan ikterik dan nyeri tekan pada ulu hati. proteinuria dan silinderuria D. 217. Apakah diagnosis paling tepat kasus diatas? A. 220. Sindrom Nefritik D. kolestasis ekstrahepatal Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke tempat praktek dokter dengan keluhan jari-jari sering gemetar.216. Tidak ditemukan pembesaran hepar maupun lien. Sindrom Nefrotik C. hepatitis B. B. Apakah etiologi paling tepat penyebab demam pada pasien tersebut? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu tubuh 39 derajat Celcius. SGPT: 24 IU/L.

Keluhan ini disertai rasa . 225. disfasia Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kanan mendadak saat bangun tidur. somnolen D. pirasetam C. afasia transkortikal E. 224. Apakah klasifikasi kesadaran kualitatif pada pasien tersebut? A. hemiparetik gait C. Setelah mendapatkan terapi medika mentosa. mencegah pneumonia B. 222. 223. afasia sensorik C. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. kekuatan ekstremitas kiri 4. afasia global D. kekuatan ekstremitas inferior dan superior kanan:0.221. mencegah edem serebri Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kiri mendadak. scissor gait Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD oleh temannya dengan gangguan kesadaran setelah minum minuman keras oplosan. pasien langsung diberikan fisioterapi awal setelah masuk bangsal. Setelah dilakukan observasi dan mendapatkan terapi keluhan membaik seperti semula sebelum 24 jam setelah serangan. compos mentis Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dengan gangguan bicara. Apakah diagnosis paling tepat? A. afasia motorik B. mencegah decubitus E. mencegah herniasi C. sianokobalamin Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. coma B. paraparetik gait D. parkinson gait B. Apakah tujuan awal fisioterapi ? A. Pada anamnesis tidak dijumpai nyeri kepala dan mual muntah. silostasol D. Saat pemeriksaan kesadaran didapatkan pasien terkesan mengantuk dan menutup mata namun bila dipanggil dapat membuka mata dan menjawab pertanyaan sederhana. Pada anamnesis pasien memiliki riwayat penyakit gula dan darah tinggi. stupor C. Manakah terapi yang paling tepat diberikan untuk mencegah kekambuhan ? A. ataxic gait E. ke ruang praktek tampak pasien tersebut berjalan sangat lambat dan setapak demi setapak. refleks patologis negatif. Saat pemeriksaan pasien dapat mengerti maksud atau perintah pemeriksa namun tidak dapat berbicara lancar. mencegah kontraktur D. sitikolin B. Manakah tipe cara berjalan yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. Refleks Patologis Babinski dekrtra(+). mendadak saat bangun tidur. mekobalamin E. soporouscoma E.

Antijamur topikal E. batas tidak tegas. batas tegas. Keringat C. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. dengan skuama putih . Pitiriasis rosea D. dengan skuama putih . dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. Dermatitis kontak alergi B. Dermatitis kontak alergi B. Keluhan ini disertai rasa gatal. dengan skuama putih tipis collarete. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak macula dan patch eritem. Antihistamin sistemik D. dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. Pitiriasis rosea D. Pitiriasis rosea D. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. Keluhan ini disertai rasa gatal. Lepra PB Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. Tinea korporis E. Keluhan ini disertai rasa gatal. Kortikosteroid sistemik B. Tinea korporis E. Psoriasis vulgaris C. gatal. Lepra PB Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. Psoriasis vulgaris C. badan dan paha. Apakah terapi yang sesuai? A. Apakah diagnosis yang paling sesuai? A. Tinea korporis E. dengan skuama putih. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak makula dan patch eritem. dengan bagian tepi papul-papul eritem. E. Apakah penyebab paling tepat kasus tersebut? A. disertai dengan tanda Autspitz . 227. 230. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. Antibiotic sistemik Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. Psoriasis vulgaris C. Micobacterium sp. Paparan matahari Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. batas tegas. 228.226. Apakah diagnosis untuk kasus tersebut? A. Kortikosteroid topical C. Alergen B. batas tidak tegas. Dermatitis kontak alergi B. disertai dengan tanda Autspitz . Trichophyton sp. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. D. dengan bagian tepi papul-papul eritem. herald patch (+) pada lengan atas. Lepra PB Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. 229.

Hasil pemeriksaan dermatologi diperoleh papul berwarna merah keunguan. badan dan paha. Hal itu diawali karena kekhawatirannya terhadap kuman yang menempel di tangan sehingga akan ikut tertelan jika ia makan. Tardive dyskinesia D. Antijamur E. Ia berusaha melawan/mengabaikan pikiran tersebut tetapi tidak bisa. 234. meskipun rasa gatal berkurang. Tinea korporis E. penderita gangguan Skizofrenia yang minum obat rutin. Apabila kegiatan-kegiatan tersebut tidak . Sejak 2 minggu yang lalu. Munculnya pengulangan dorongan-dorongan tersebut membuatnya tidak tenang/ gelisah dan merasa menderita. Dermatitis kontak alergi B. herald patch (+) pada lengan atas. yang berasal dari dirinya sendiri. disertai rasa gatal. Antivirus D. Pasien sudah berobat ke Puskesmas.231. Tekanan darah 130/80 mmHg. 233. terdapat tremor. dibawa ke UGD karena selalu merasa ketakutan. datang untuk berkonsultasi karena sering mencuci tangan berulang-ulang terutama jika akan makan. atap datar. air liur berlebihan dan jalan seperti robot. sehingga pasien ketakutan. Psoriasis vulgaris C. pasien mengatakan bahwa ada segerombolan sindikat yang sedang merencanakan untuk membunuhnya. Kortikosteroid sistemik B. frekuensi nafas 20 x per menit dan temperatur 37. 232. Keluhan ini dirasakan sejak 1 bulan yang lalu. Pengulangan dilakukan karena selalu muncul dorongan untuk berbuat demikian. diberikan salep putih. Dalam pemeriksaan status mental. Pitiriasis rosea D. tersusun linier pada lengan bawah kiri bagian ekstensor. dibawa ke unit gawat darurat RS. pasien mengatakan pada pemeriksa. tipis collarete. Dalam pemeriksaan. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. Huntington’s disease E. pasien merasa mereka sedang membicarakan dan hendak mencelakainya. Carbamazepin 2 x 200 mg D. Antibiotic Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke dokter dengan keluhan gatal-gatal pada lengan kiri. Trihexylpenidil 2 x 2 mg E. Ekstrapiramidal Sindrom B. denyut nadi 86 x per menit. bahwa sindikat itu telah bekerjasama dengan banyak orang. Mereka bersekongkol untuk mengejar dan mencelakai dirinya. Parkinson’s iterat Seorang laki-laki. berusia 16 tahun. Hal itu terjadi sejak 3 bulan yang lalu dan makin sering dilakukannya. Amitriptilin 2 x 25 mg Seorang laki-laki. Apakah terapi yang sesuai? A. distonia akut dan krisis okulomotorius. dengan keluhan seluruh badan kaku. Haloperidol 2 x 1. Antihistamin C. Likhen planus Seorang laki laki berusia 24 tahun. Apakah diagnosis yang tepat? A. Diazepam 2 x 2 mg B. berusia 38 tahun. multiple.2 °C.5 mg C. Neuroleptik Malignan Sindrom C. Ukuran lesi tetap. pil kuning dan pil hijau. sehingga setiap pasien melihat orang-orang yang sedang bercakap-cakap. Manakah terapi yang paling tepat untuk pasien tersebut? A.

berusia 23 tahun. Apakah diagnosis yang tepat ? A. meronta-ronta saat sedang mengerjakan latihan ujian Nasional. Tidak ada riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Gangguan Skizofrenia C. Pasien berbicara dengan suara yang berat seperti suara laki-laki dewasa. Gangguan Stres Akut Seorang wanita. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan bicara kacau. Pasien sering mendengar bisikan-bisikan suara tanpa wujud dan sering melakukan sesuatu di luar kendali dirinya. Keluhan dirasakan sejak 6 bulan yang lalu. tangan dan kaki terasa dingin. Skizofrenia B. Apakah diagnosis yang tepat? A. Sejak 7 hari yang lalu penderita mulai demam. karena tiba-tiba berteriak-teriak. temperatur39. Gangguan Cemas Menyeluruh E. Pasien sering sulit tidur. Gangguan Somatoform Seorang siswi SMU.235. dilakukan secara berulang-ulang maka timbul kecemasan/kegelisahan. 237. keringat dingin. Amnesia C. Dua hari yang lalu penderita tampak gelisah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS 9. Gangguan Anxietas Phobic B. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. berusia 18 tahun. mengatakan bahwa ia adalah makhluk penunggu sekolah dan memberikan nasehat-nasehat yang berkaitan dengan pembangunan gedung sekolah yang saat itu sedang direnovasi. jantung berdebar-debar. 236. bingung dan bicara kacau dan merasa ketakutan karena seperti didatangi bayangan makhluk yang hitam dan besar yang akan mengajaknya pergi. seluruh badan lemas. Stress paska trauma Seorang laki-laki. 238. Tidak didapatkan riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Namun diriwayatkan bahwa pasien merupakan anak yang pendiam dan mudah cemas. Gangguan Psikotik Akut B. Gangguan Cemas Menyeluruh C. Gangguan Panik C. dibawa ke Puskesmas oleh gurunya. Gangguan Skizoafektif E. Penderita menjadi sering tidak berangkat kuliah dan kegiatan kampus lainnya. Stress Akut D. Penderita juga sulit tidur. Sejak 2 bulan yang lalu. mengeluh nyeri kepala dan muntah. datang ke dokter keluarga karena sering merasakan cemas. Apakah diagnosis yang tepat? A. Depresi Sedang dengan somatisasi D. Delirium E. Rasa cemas dirasakan hampir setiap hari walaupun tidak ada penyebab yang jelas. Penderita mengetahui bahwa kecemasannya tidak beralasan.ngejar dan akan membunuhnya. Gangguan Amnesia Dissosiatif . 16 tahun. Gangguan Obsesif Kompulsif D. Demensia Seorang mahasiswi. berusia 24 tahun. kaku kuduk (+) dan meningeal sign (+). Gangguan Waham menetap D. pasien mulai sering mengurung diridan tidak mau bergaul. merasa tak berdaya. Gangguan Waham Menetap E. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan mengamuk tanpa sebab. Apakah diagnosis yang tepat? A. ketakutan dan mengatakan bahwa ada musuh yang mengejar. namun ia sulit untuk menghilangkannya. Gangguan Afektif B.

angina pectoris prinzmetal Seorang perempuan berusia 48 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas yang semakin memburuk sejak 4 bulan terakhir. B. Apa kelainan jantung yang terjadi? A. keringat dingin dan seluruh badan tiba-tiba lemas dan mual-mual. Nyeri yang dirasakannya bahkan muncul pada saat dia sedang duduk-duduk santai di sore hari. Venodilatasi pembuluh darah koroner B. karena ia sadar. angina pectoris tidak stabil D. 243. Pasien ini mempunyai riwayat Hipertensi tidak terkontrol. Apakah tipe angina pectoris yang sesuai untuk kasus di atas? A. Reduksi end diastolic volume ventrikel kanan dan kiri C. Penurunan kebutuhan oksigen miokardial Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada seperti tertusuk-tusuk. disertai jantung terasa berdebar-debar. Gangguan Depersonalisasi Seorang siswi SMA. Pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan baik. Setiap melihat darah bahkan hanya gambar darah saja. Keluhan seperti ini sudah dirasakannya sejak 1 tahun yang lalu. Gangguan Trans Dissosiatif D.239. Penurunan aliran darah kolateral jantung E. Sesak semakin memberat dengan aktifitas fisik. dan nyeri munculnya tidak lagi karena aktivitas yang berat. Terapi Desensitisasi C. Dari anamnesis riwayat penyakit dahulu saat muda dia pernah . Bagaimana mekanisme kerja golongan nitrat sehingga keluhan berkurang? A. Penurunan tekanan ventrikel kanan D. Hasil pemeriksaan fisik dan elektrokardiogram tidak menunjukkan adanya kelainan. Dilatasi ventrikel kiri B. Lokasi berada di atas sternum menjalar hingga ke tangan sebelah kiri dan rahang bawah. Selama ini ia selalu berusaha untuk menghindarinya. angina pectoris heberden E. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 6 bulan terakhir. Hipertrofi ventrikel kiri C. Apakah terapi yang paling tepat? A. usia 17 tahun. angina pectoris stabil B. Terapi Gestalt E. darah bukanlah sesuatu yang membahayakan. Hipertrofi anteroseptal ventrikel kiri D. Gangguan Fugue Disosiatif C. Saat diperiksa didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg dan didapatkan kardiomegali. Hipertrofi atrium dan ventrikel kiri Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri dada. 242. 241. beberapa minggu ini durasi nyeri lebih lama. ia menjadi ingin menghilangkan keluhannya tersebut. angina pectoris atipikal C. Dokter memberikan terapi golongan nitrat dan keluhan membaik. Terapi Kognitif D. namun sejak ayahnya menyarankan untuk masuk fakultas Kedokteran. Namun. Dilatasi dan hipertrofi ventrikel kiri E. Terapi Aktivitas Kelompok B. datang ke dokter untuk berkonsultasi tentang kekhawatirannya yang berlebihan jika melihat darah. Gangguan Konversi Histeri E. Terapi Farmakologi Seorang pasien laki-laki berusia 56 tahun datang ke klinik swasta dengan keluhan sesak nafas. 240. Nyeri dada dirasakan membaik dengan istirahat. ia akan merasakan berdebar-debar.

Stroke non hemoragik . pasien mempunyai riwayat sakit jantung dan sering mengeluh nyeri dada. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan panas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg. Setelah dipasang monitor didapatkan tekanan darah 61/32 mmHg. Syok hemoragik D. Penyakit jantung reumatik B. Pada pemeriksaan fisik ditemukan eritema dan nodul subkutan. Pada pemeriksaan radiologi ditemukan pembesaran atrium kiri. nafas cepat dan dalam dan terdapat gangren di kaki sebelah kiri. Pada pemeriksaan pasien tidak ditemukan adanya kelainan pada paru maupun jantung. Respiratory distress syndrome 247. Apakah organisme yang menyebabkan penyakit tersebut? A. Stroke hemoragik D. nyeri sendi dan ruam di kulitnya. Dari laboratorium ditemukan leukositosis dan pada pemeriksaan EKG didapatkan perpanjangan interval PR . Atrial Septal Defect E.5°C. Menurut keluarga yang mengantar. Menurut keluarga sebelumnya dia muntah-muntah hebat. Seorang perempuan berusia 50 tahun diantar keluarganya ke unit gawat darurat RS dalam keadaan tidak sadarkan diri. Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dalam keadaan tidak sadarkan diri. Tetralogi of fallot C. Syok septik 246.Mitral Stenosis 244. Streptococcus beta hemoliticus E. Keluhan disertai nyeri sendi dan bercak-bercak di kulit. Fistula tracheaesofageal E. D. auskultasi terdapat suara opening snap dan murmur diastolik. dan terdapat tanda-tanda hipoksia. Syok Hipovolemik B. Syok anafilaksis E. Infark Miokard akut D. Syok kardiogenik C. Streptococcus pyogenes. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38. Staphilococcus aureus B. Hipoglikemi B. Streptococcus viridans C. Dari anamnesis tidak mempunyai riwayat kelainan selama kehamilan. Streptococcus alfa hemoliticus 245. Floppy epiglotis B. Bayi laki-laki berusia 1 hari dibawa keluarganya ke unit gawat darurat RS karena mengalami kebiruan dan seperti tercekik saat diberikan ASI. Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus di atas? A. tekanan darah 130/80 mmHg. gambaran EKG menunjukkan gambaran Ventrikular takikardi. Hiperglikemi C. Apakah diagnosis pada kasus di atas? A. Ketoasidosis diabetik E. Gagal Jantung Kongestif C. divertikulum zenkel D. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. Apakah kemungkinan penyebab pada kasus diatas? A.mengalami penyakit serius berupa demam.

Saat dilakukan pemeriksaan fisik. Apakah diagnosis pada pasien diatas? A. Abses usus B. Seorang perempuan berusia 20 tahun datang ke RS dengan keluhan demam tinggi dan mata tampak kuning. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan kelemahan mendadak pada tangan dan tungkai sebelah kiri. Saat dilakukan pemeriksaan laboratorium. infark di hemisfer kanan C. Anti HBe E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 36°C. Gambaran apa yang diharapkan dari hasil pemeriksaan CT Scan tersebut ? A. Seorang laki-laki berusia 60 tahun mengalami perdarahan yang hebat post laparotomi. Perutnya seringkali kram. syok anafilaktik E. Anti HBs D. Penyakit Crohn D. komponen hasil laboratorium apa yang dapat mendukung penegakan diagnosis pada kasus diatas? A. Karsinoma usus E. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A. syok kardiogenik C. Pada pemeriksaan laboratorium awal ditemukan peningkatan serum transaminase. Monosit D. Leukosit PMN 251. Limfosit C. ditemukan nyeri lepas tekan di daerah Mc burney. IgM anti HBc 250. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan diare terus menerus sejak 3 bulan terakhir. Pasien tidak mempunyai riwayat trauma sebelumnya. Riwayat trauma disangkal. S1 dan S2 murni serta tidak ditemukan murmur.248. Eritrosit B. infark di hemisfer kiri B. Dari anamnesis pasien pernah transfusi darah 4 minggu yang lalu. subarachnoid hemorragi . nyeri dan fesesnya bercampur darah. syok septic 249.tekanan darah 80/60 mmHg. denyut jantung 100x/menit. Dokter kemudian menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan CT scan. Nyeri disertai keluhan muntah dan demam ringan. Hemoroid interna 251. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri terutama di daerah kanan bawah abdomen. intracranial hemorragi hemisfer kanan E. Hasil kolonoskopi yang dibawa pasien tampak penebalan dinding mukosa usus dan hasil PA biopsy ditemukan granuloma. Pasien sempat tidak sadarkan diri sebelum dibawa ke rumah sakit. syok neurogenik D. Berat badannya menurun dan terdapat bercak kemerahan pada kulitnya. syok hipovolemik B. penurunan motorik dan sensorik di bagian tubuh sebelah kiri. HBsAg C. Apakah pemeriksaan darah yang dilakukan untuk skrining awal pada kasus diatas? A. Kolitis ulseratif C. intracranial hemorragi hemisfer kiri D. PCR B.respirasi 32 x/menit. Hematokrit E.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan ptekie dan hepatosplenomegali. asma B. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak nafas disertai batuk berdahak. Kistadenoma C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan barrel chest. berdasarkan epidemiologi. Fibroangioma D. ALL B. dan wheezing pada kedua lapang paru. dopamin B. bradikinin D. intraductal papillomatosis 252.251. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak pucat. Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa ibunya ke poliklinik dengan keluhan demam dan bercak kemerahan sejak 1 minggu yang lalu. AML C. anemia dan trombositopenia. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan leukositosis. sianosis. Sambil menunggu hasil hapusan darah tepi. defisiensi vitamin B12 B. Dokter merencanakan pemeriksaan apusan darah tepi untuk mendapatkan diagnosis pasti. Apa diagnosis patologi anatomi yang tepat untuk kasus di atas? A. Saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter ditemukan massa berdiameter 2 cm dengan konsistensi lunak dan berbatas tegas.Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia hipokromik mikrositik. bronchitis kronik E. asetilkolin E. Dokter melakukan pemeriksaan patologi anatomi dan mendapatkan stroma yang longgar di dalam jaringan glandula. apakah penyebab paling sering pada kasus di atas? A. Benjolan tersebut tidak disertai nyeri. infeksi virus 255. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan benjolan di payudara sebelah kiri. yang terjadi saat istirahat. bronkiektasis D. Pasien sebelumya bekerja sebagai kuli bangunan. fibroadenoma E. defisiensi folat D. papilloma B. konjungtiva palpebra pucat dan takikardi. serotonin C. CLL . Pada pemeriksaan fisik ditemukan bradikinesia dan rigiditas pada otot-ototnya. tidak ditemukan peningkatan sel stroma dan tidak didapatkan adanya mitosis. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kelelahan dan kelemahan otot sejak 2 bulan yang lalu. Kekurangan zat apa di dalam otak yang mendasari terjadinya kejadian pada pasien di atas? A. defisiensi besi E. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan tremor pada kedua tangannya. Pasien adalah seorang perokok berat. transamin 253. Apakah kemungkinan penyebab kasus diatas? A. Tidak ditemukan benjolan serupa di daerah lain. defisiensi vitamin C C. bronkopneumonia 254. emfisema C. Pada gambaran radiografi thoraks didapatkan hiperinflasi paru kanan dan kiri dan tidak ditemukan fibrosis.

Nevus Pigmentosus D. Karsinoma sel basal B. miliar 258. nervus fibularis D. radialis D. Treponema pertenue D. Kelainan apakah yang ditemukan pada pasien diatas? A.Pada pemeriksaan dahak ditemukan BTA positif. Pada pemeriksaan fisik terdapat lesi berbentuk papul berbatas tidak tegas bentuk irregular berdiameter kira-kira 7 mm dan tengahnya berbentuk ulkus. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak selama 3 minggu disertai demam ringan pada malam hari dan penurunan nafsu makan. brachialis B. scrofula E. Komplek ghon B. axillaris C. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat lesi yang terasa nyeri di penisnya. Apakah kemungkinan diagnosis kasus diatas? A. Manakah penyebab paling mungkin yang mendasari penyakit pada kasus di atas? A. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah. Pasien ini mengaku melakukan hubungan seksual dengan salah seorang PSK dalam 1 minggu terakhir. Melanoma Maligna C. fibrokistik D. nervus ischiadicus . Clamidia trachomatis 257. Treponoma pallidum C. Seorang laki-laki berusia 65 tahun pekerjaan sebagai petani. nervus tibialis C. Karsinoma sel skuamosa 259. Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kesulitan dalam berjalan. Pada saat pemeriksaan dokter menemukan kelemahan dalam kemampuan fleksi pada lutut kiri tetapi kemampuan ekstensi lututnya normal. Neisseria gonorrhea E. nervus vagus B. Pada pemeriksaan ditemukan ulkus yang lunak dan tidak bergaung. DIC 256. Apakah kemungkinan nervus yang mengalami kerusakan akibat cedera di atas? A. Melanoma Lentiginosa E. ulnaris E. Hemofilus ducreyi B. Dokter menduga luka di axilla tersebut mengenai plexus brakhialis bagian bawah. nervus femoralis E. vagus 260.tampak kurus.D. paru redup dan ronkhi basah di kedua apeks. Nervus apakah yang berperan dalam terjadinya kelamahan pada kasus di atas? A. Seorang laki-laki berusia 16 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami luka akibat terkena pisau di daerah axilla. datang ke Puskesmas dengan keluhan terdapat bercak kehitaman di wajahnya. CML E. cold abses C.

Spondilosis 264. Pada pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan tanda-tanda anemia. Kerusakan struktur anatomi apa yang berhubungan dengan kelainan di atas? A. Seorang laki-laki berusia 50 tahun. Spondilolisthesis D. Pada pemeriksaan dengan metode valsalva ditemukan benjolan keluar pada superior inguinal kanan dekat dengan tulang pubis. aspirin B. kloramfenikol 265. datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas terutama saat bernafas. bronkiektasis D. Pasien adalah seorang kuli panggul di pelabuhan. apneurosis abdominalis interna B. Ankylosing spondylitis C. kanalis inguinalis D. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bentuk dada tong. Hernia Nukleus Pulposus B. ibuprofen C. Pada pemeriksaan neurologis tidak ditemukan kelainan. peritoneum parietal C. Pada pemeriksaan manuver valsalva dan laseque menyebabkan nyeri bertambah. terutama pada saat perut kosong. suara hipersonor pada perkusi dan suara paru menghilang pada auskultasi. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat benjolan memanjang yang sering keluar di perut kanan bagian bawah tepat di atas paha. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri punggung yang menjalar hingga ke kedua kaki. pneumothorax E. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A.261. Keluhan dapat diatasi dengan makan atau diberi antasida dan menghilang dalam waktu 2-3 jam. metampiron E. Seorang laki-laki 40 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri terasa seperti terbakar di daerah abdomen sejak 6 minggu yang lalu. bronchitis kronis 262. Keluhan dirasakan 3 sampai 4 kali seminggu. Dia juga mengaku memiliki nafsu . emboli paru C. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas ? A. Pria ini bekerja sebagai kuli bangunan. Pasien penggemar minuman kopi. Pasien adalah seorang perokok berat. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan penurunan berat badan yang cukup drastis selama 3 bulan terakhir hingga 5 kg. Pada foto rongten vertebra tidak ditemukan kelainan. tetapi serumnya positif terhadap test antibodi Helicobacter pylori. Pasien tidak pernah mengkonsumsi obat lain selain antasida. Akibat keadaan ini pasien sering terbangun malam hari. Selain pengobatan dengan H2 bloker. Frekuensi keluhan akhir-akhir ini semakin bertambah. pengobatan apa yang tepat diberikan terhadap pasien ini? A. Fraktur vertebra E. amoksisilin D. Dia menyangkal adanya perubahan pola diet atau perubahan aktivitas. fascia lata 263. ligamentum lata E. emfisema B. Pemeriksaan fisik normal dan pada feses tidak ditemukan tanda-tanda perdarahan. Nyeri meningkat saat beraktivitas dan berkurang saat beristirahat. Dokter saat itu menyarankan agar pasien mengubah pola diet dan memulai pengobatan dengan H2 bloker. pada dada kiri terdapat penurunan suara nafas.

dan terasa nyeri. konsistensi padat kenyal. Dari pemeriksaan ginekologik didapatkan uterus berukuran sebesar kehamilan 8 minggu. Pancreatitis akut D. Cholangitis akut B. Apakah pengobatan kausatif yang paling tepat untuk pasien di atas? A. Perforasi akut pada kantung empedu E. Herpes simplex 269. Pasien mengaku mengalami cacar air setahun yang lalu.makan yang baik. datang ke rumah sakit dengan keluhan terdapat benjolan di perut bagian bawah sejak 4 bulan yang lalu.9oC. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nadi 110 x/menit. dan berbatas tegas. Apakah kemungkinan diagnosis pasien diatas ? A. Seorang perempuan berusia 45 tahun. tidak ada stress dan tidak ada gangguan di sistem gastrointestinal. Dari hasil pemeriksaan patologi anatomi didapatkan gambaran whorl like pattern. Apakah organisme penyebab penyakit diatas? A. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan rasa terbakar di bagian dada sebelah kanan yang menjalar hingga ke tangan kanan. NSAID oral B. Graves disease C. antihistamin C. Pada pemeriksaan ginekologik terlihat sekret di liang vagina. temperature 36. irreguler. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya Morphy sign. Treponema pallidum E. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang poliklinik dengan keluhan perut kanan atas terasa sangat nyeri . indometasin oral 268. Pemeriksaan jantung menunjukkan terdapat murmur sistolik ejeksi 2/6 . Kulit pasien teraba hangat dan kering. Servik terlihat normal. Pada pemeriksaan ultrasonografi ditemukan adanya batu empedu. Injeksi penisilin E. Neisseria gonorrhoeae B. dan terdapat plaque putih yang menempel di dindingnya. Mukosa vagina tampak merah. sudah menikah dan memiliki 1 orang anak. Kedua mata pasien tampak terbelalak dan pada palpasi leher terdapat pembesaran kelenjar tiroid. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk penyakit diatas? A. Apakah diagnosis kasus diatas? A. Candida albicans D. darah banyak. Mioma uteri .tekanan darah 140/90 mmHg. Tiroiditis Hashimoto E. Sirosis biliaris 267. Defisiensi iodine D. bengkak. Seorang perempuan berusia 28 tahun. datang ke puskesmas dengan keluhan keputihan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ada bercak kemerahan bergerombol di daerah yang dikeluhkan pasien nyeri. Keluhan disertai menstruasi tidak teratur. Adenomiosis B. Dari pemeriksaan swab vagina dengan pewarnaaan Gram menunjukkan hasil gram positif berbentuk lonjong. acyclovir oral D. Keluhan disertai demam dan mual. Cholesistitis akut C. Keluhan ini sudah dia rasakan sejak 2 hari. sudah menikah. Goiter multinoduler 266. Kanker tiroid B. Chlamydia trachomatis C.

Karsinoma mammae B. Apakah kelainan yang dialami laki-laki diatas? A. Oligozoospermia dan teratozoospermia D. Fibroadenoma mammae C. terdapat flek. Apakah saran yang tepat jika ingin segera memiliki anak? . Fibrocystic disease D. Mola hidatidosa Seorang perempuan berusia 55 tahun. Pada pemeriksaan fisik payudara kiri didapatkan massa dengan konsistensi kenyal. Kista dermoid E. Karsinoma mammae B. Azoospermia dan astenozoospermia C. Pada pemeriksaan analisa sperma didapatkan jumlah cairan sperma 3 cc. Azoospermia dan teratozoospermia E. sperma berbentuk normal 45%. Keduanya tidak menggunakan kontrasepsi. 273. dapat digerakkan. Papilloma intraduktal Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 3 tahun. EBV E. Apakah diagnosis kasus diatas? A. Pada pemeriksaan IVA didapatkan mulut rahim berwarna keputihan. Pasien sudah menikah selama 35 tahun dan memiliki 6 orang anak. warna putih . 272. Papilloma intraduktal Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan timbul benjolan sebesar kelereng di payudara kanan sejak 6 bulan yang lalu. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. Fibroadenoma mammae C. konsistensi kenyal. batas tidak tegas. Tumor phyloides E. nyeri tekan dan tidak terdapat ulkus. HIV D. bau khas. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan keputihan berbau disertai darah sejak 1 tahun yang lalu. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. Fibrocystic disease D. Kistoma ovarium D. Pada pemeriksaan inspekulo didapatkan fluor berwarna putih kekuningan berbau pada liang vagina. jumlah sperma 15 juta/cc. HSV tipe 2 Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan timbul benjolan di payudara kiri sejak 1 tahun yang lalu. motilitas 18%.270. HSV tipe 1 B. HPV C. tampak massa berbentuk bunga kol di mulut rahim. dapat digerakkan dan tidak nyeri tekan. Tumor phyloides E. Pada pemeriksaan fisik payudara kanan didapatkan massa ukuran 1x1 cm. Oligozoospermia dan astenozoospermia B. 274. Apakah penyebab tersering kasus diatas? A. Benjolan tidak terasa nyeri. Benjolan terasa nyeri bila menjelang haid. Astenozoospermia dan teratozoospermia Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 8 bulan. Apakah diagnosis penyakit diatas? A. berbatas tegas. frekuensi hubungan seksual 2 minggu sekali karena suami bekerja di luar kota. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. 271. C. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun.

Pasien juga merasakan nyeri kepala. dan satelit papula. Pasien diketahui menderita diabetes melitus. skuama tipis. mual dan muntah. Tinea Versicolor 277. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak sejak 3 minggu yang lalu. Ditunggu hingga 3 tahun 275. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Pemeriksaan analisa sperma B. Ulkus Kornea 279. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri mata kanan hebat. Pemeriksaan Scoth Adesive tape 278. Uveitis Anterior D. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS . Apakah pemeriksaan awal yang harus dilakukan? A. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dibawa oleh bapaknya ke puskesmas dengan keluhan gatal di dubur terutama pada malam hari. didapatkan hasil (+)(+)(-). Tinea Kruris B. Keluhan disertai penurunan penglihatan mendadak dan tampak adanya lingkaran seperti pelangi. Glaukoma Akut B. Pasien tampak tidak aktif dan kurang semangat dalam belajar sehingga prestasi belajar anak menurun.A. Mobilisasi sendi D. Keluhan disertai penurunan nafsu makan dan berkeringat pada malam hari. Pemeriksaan tinja endapan D. tekanan darah 110/60 mmHg. Pemeriksaan patensi tuba C. Pada pemeriksaan daerah inguinal didapatkan makula eritematosus berbatas jelas dengan bentuk teratur. Kandidiasis D. Tinea Korporis C. Endolftamitis E. Fiksasi interna C. Keluhan disertai rasa gatal terutama jika udara panas. Pemeriksaan tinja langsung B. Apakah tindakan yang pertama kali dilakukan? A. Debridemen luka B. denyut nadi 90 x/menit. Pemeriksaan tinja apung C. Dermatitis seboroik E. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan terdapat bercak merah pada lipatan paha kanan dan kiri sejak 1 bulan yang lalu. Melakukan hubungan seksual 3 x/minggu E. Pemberian obat yang merangsang ovulasi D. Pada perabaan bola mata kanan terasa lebih keras.Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat terhadap anak pasien? A. Elevasi tungkai E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. terdapat luka terbuka di daerah tungkai kanan bawah dan tampak bagian tulang keluar dari luka. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan konjungtiva hiperemis. Pembidaian 276. Panoftalmitis C. Pemeriksaan Harada Mori E. Pasien diketahui memiliki seorang anak berusia 3 tahun dan belum mendapatkan imunisasi BCG. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan dahak mikroskopis SPS. frekuensi nafas 26 x/menit.

kedua sendi lutut membesar dan teraba krepitasi. Amoksisilin E. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan nyeri tekan lepas pada titik Mc. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tinggi badan 160cm. Demam dirasakan naik turun tanpa pengobatan. Pseudogout 283. Segera lakukan tes tuberkulin D. Keluhan disertai perdarahan melalui jalan lahir berwarna coklat tua. dan 5 menit apabila beranjak dari kursi. trombosit 250. muntah. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 14 g/dl. berat badan 80kg. frekuensi nafas 24 x/menit. Segera lakukan Rontgen toraks C. Keluhan disertai nyeri kepala. denyut nadi 110 x/menit. terdapat Rovsing sign. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS dan tes tuberkulin E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Abortus Iminens C. Keluhan disertai kaku hingga 20 menit setiap bangun tidur di pagi hari. Segera lakukan tes tuberkulin dan Rontgen toraks 280. frekuensi nafas 20x/menit. Torsi Kista Ovarium E. Pasien diketahui terlambat haid selama 2 bulan. dan didapatkan nyeri goyang servik. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan demam sejak 7 hari yang lalu. leukosit 13. mual dan muntah. Apendisitis . Seorang perempuan berusia 28 tahun.8 ºC. denyut nadi 85x/menit. denyut nadi 90x/menit. temperatur 37. temperatur 36. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 90/70 mmHg. Pada pemeriksaan widal didapatkan titer O 1/320. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah dan pucat. Pasien juga mengeluh tidak nafsu makan.Burney.B. Pada pemeriksaan radiologik didapatkan adanya kista subkondral. Arthritis Gout D. hematokrit 40 vol%. Pemeriksaan βHCG urin positif. Abortus Insipiens B. Pada pemeriksaan ginekologis didapatkan uterus sebesar telur bebek. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh tekanan darah 110/90 mmHg. Arthritis Rheumatoid B. dan tidak buang air besar selama 3 hari. Osteoporosis E. kavum douglas menonjol. Kotrimoksazol D. Penyakit Inflamasi pelvis 281. teraba massa pada daerah adneksa kanan. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada kedua lutut sejak 2 bulan yang lalu.000 /ul. frekuensi nafas 20 x/menit. Sebelumnya pasien mengeluh nyeri di ulu hati.000/ul. Apakah terapi antibiotik yang dapat diberikan? A. Tiamfenikol C. G1P0A0. eritrosit 4juta/ul. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 120/90 mmHg. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pasien juga merasakan gangguan saat berjalan. Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah yang mengakibatkan tidak bisa berjalan tegak . mual.2ºC. Fluorokuinolon 282. Kehamilan Ektopik Terganggu D. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Osteoarthritis C. Kloramfenikol B.

USG abdomen E. Amoebiasis C. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. tidak nyeri tekan. frekuensi nafas 22 x/menit. lien tidak membesar. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. batuk-batuk. B. 287. kesadaran kompos mentis. perut kembung dan berak lendir darah sebanyak 4-5 kali/hari. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. Otitis media akut stadium perforasi E. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. denyut nadi 80 x/menit. temperatur 37. Pada pemeriksaan otoskopi didapatkan membran timpani utuh. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. Apakah diagnosis yang mungkin adalah? A. Endoscopy D.2ºC. Otitis media akut stadium supurasi D. bertambah nyeri bila bernafas dalam. Limfadenitis TBC D. Otitis media akut stadium presupurasi C. Pasien merasa nyeri perut kanan atas.284. tidak nyeri tekan. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Keluhan disertai sakit kepala. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. Otitis media akut stadium resolusi Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan demam sejak 10 hari yang lalu. Kolik Ginjal D. denyut nadi 80 x/menit. Lekemi mieliod akut C. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan denyut nadi 100x/menit. Biopsi limponodi servikal . Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. Colonos copy C. 285. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. kesadaran kompos mentis. Otitis media akut stadium oklusi tuba B. konsistensi kenyal. Graves ‘Disease’ B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum cukup baik. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. 286. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Perforasi Ulkus Duodeum Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada telinga kanan sejak 2 hari yang lalu. X Foto Thorax Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. Pasien tidak mau makan dan rewel. nyeri tekan dan didapatkan fluktuasi. Struma nodosa normotiroid Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. temperatur 38˚C. Kolik Ureter E. jantung dan paru normal. Limfoma maligna E. tampak bengkak dan hiperemis. hepar teraba tiga jari bawah arkus coste. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. denyut nadi 84 x/menit. konsistensi kenyal. tekanan darah 120/80 mmHg. Barium enema B. Keluhan didahului demam dan flu sejak 5 hari yang lalu.

B. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. Vitamin B . Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. denyut nadi 80 x/menit. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. Apakah terapi medikamentosa yang tepat ? A. Antitiroid C. USG Tiroid E. Sitostatika E. Gambaran darah tepi C. kesadaran kompos mentis. T4 dan TSH D. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Kadar T3. tidak nyeri tekan. Antibiotic B. X Foto Thorax 288. Hormon tiroid D. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. konsistensi kenyal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful