SOAL – SOAL UKDI 1.

Seorang laki-laki berusia 26 tahun dibawa oleh polisi ke UGD RS setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah, kesadaran somnolen, tekanan darah 60 mmHg dengan palpasi, denyut nadi 136 x/menit teraba lemah, frekuensi napas 30 x/menit, konjungtiva anemis, akral dingin. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan jejas pada region kuadran kanan atas, pekak hepar menghilang, nyeri tekan pada seluruh regio abdomen. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 6 g%.Tim dokter segera melakukan tindakan resusitasi dan dilanjutkan tindakan bedah. Apakah prinsip moral yang mendasari tindakan tim dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 2. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan mual dan muntah sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan nyeri tajam pada ulu hati, terasa panas dan perih. Pasien merasa bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh keracunan obat yang telah diberikan oleh dokter sebelumnya. Pasien berobat karena bengkak dan nyeri sendi kemudian diberi obat piroxicam 20 mg 2 x 1 tablet, asam mefenamat 500 mg 3 x 1 tablet dan dexametason 0,75 mg 3 x I tablet. Dokter memberikan penjelasan tentang indikasi dan efek samping obat. Apakah prinsip moral apakah yang mendasari tindakan dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 3. Seorang perempuan berusia 34 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan nyeri punggung bagian bawah disertai kesulitan berjalan sejak 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan neurologik didapatkan kekuatan motorik ekstremitas inferior dekstra dan sinistra 3, didapatkan tanda Lasegue dan tanda Bragard. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan fraktur kompresi vertebra lumbal IV dan V. Tindakan konservatif tidak berhasil sehingga dokter menyarankan tindakan bedah untuk mencegah kecacatan, tetapi pasien menolak dengan alasan takut. Apakah prinsip moral yang mendasari sikap pasien tersebut? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 4. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Apakah etiologi yang paling mungkin? A. Bakteri B. Virus C. Jamur

5.

6.

7.

8.

D. Parasit E. Alergi Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Jika dilakukan pemeriksaan dengan keratoskop plasido, gambaran apakah yang ditemukan? A. Bergelombang B. Bergerigi C. Konsentris D. Terputus E. Kabur Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata pegal dan penglihatan kabur untuk melihat jauh. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Hipermetropia B. Anisometropia C. Astigmatisma D. Presbiopia E. Miopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Astenopia anisometropia B. Astenopia konvergensia C. Astenopia akomodativa D. Astenopia aniseikonia E. Astenopia presbiopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah komplikasi yang paling sering terjadi? A. Ablasio retina B. Mikroftalmia C. Eksoftalmus D. Glaukoma E. Katarak

9. Seorang petugas pengelola cold chain mendapati suhu lemari es penyimpanan vaksin hepatitis B mencapai -5o C pada saat pengecekan pagi. Pada pengecekan sore hari sebelumnya suhu lemari es masih dalam kisaran normal. Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh petugas cold chain tersebut? A. Menyatakan vaksin tersebut rusak B. Mengembalikan suhu lemari es ke kisaran normal C. Membuang vaksin D. Mengembalikkan vaksin ke Dinas Kesehatan Kabupaten E. Melakukan uji kocok vaksin 10. Dokter keluarga dibayar oleh PT. Askes dalam jumlah uang yang tetap sesuai dengan jumlah peserta asuransi yang ditanggung, terlepas dari berapapun jumlah pelayanan yang diberikan. Apakah metode pembayaran pelayanan kesehatan tersebut? A. Diagnosis related group B. Fee for service C. Kapitasi D. Per diem E. Gaji 11. RS B adalah penyedia layanan kesehatan tingkat II untuk peserta ASKES. Untuk tahun anggaran 2011 ASKES akan membayar RS B dengan metode per diem. Data RS B menunjukkan bahwa pada tahun 2010 terdapat total 120.000 hari perawatan. Biaya yang dihabiskan untuk perawatan selama tahun 2010 adalah Rp. 48 milyar. Bila diasumsikan terdapat kenaikan jumlah pasien sebesar 10 % pada tahun 2011, dan inflasi sebesar 10 %, berapakah biaya per diem yang harus dibayar oleh ASKES ke RS B pada tahun 2011? A. Rp. 410.000 B. Rp. 420.000 C. Rp. 430.000 D. Rp. 440.000 E. Rp. 450.000 12. Survei Kesehatan Rumah Tangga yang dilakukan oleh DEPKES RI mengambil subjek penelitian seluruh penduduk Indonesia. Sampel diambil dari 20 provinsi yang dianggap mewakili seluruh penduduk Indonesia. Dari masing-masing provinsi diambil sampel 30 % dari jumlah kabupaten dan kota yang ada. Dari tiap-tiap kabupaten ini maka diambil sampel 50 % dari jumlah kecamatan yang ada. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai dengan kasus diatas? A. Simple random sampling B. Stratified random sampling C. Multi-stages random sampling D. Cluster random sampling E. Systematic random sampling 13. Sebuah penelitian ingin meneliti efektivitas pemberian alfa-interferon bagi pasien dengan hepatitis B kronik. Untuk itu peneliti memberikan intervensi bagi pasien hepatitis B kronik yang dirawat di sebuah RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007. Pasien yang bersedia mengikuti penelitian dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Satu kelompok diberikan alfa interferon dan kelompok yang lain diberikan lamivudin sebagai perlakukan standar. Outcome yang dilihat adalah konversi HBsAg menjadi negatif setelah 6 bulan. Subjek dengan gangguan fungsi ginjal, dan gangguan fungsi sumsum tulang menggugurkan keikutsertaannya dalam penelitian. Sampai dengan berakhirnya penelitian, 48 orang mendapatkan perlakuan dengan interferon, 42

Population attributable risk 16. 40 orang bertahan sampai akhir penelitian. Sebuah uji klinik membandingkan efek obat penurun lemak baru bernama “lipicide” dengan obat standar simvastatin. Sebuah studi belah lintang berbasis populasi berusaha mengidentifikasi faktro risiko hipertensi di sebuah Kabupaten. Uji Kai Kuadrat B. Kedua kelompok diwawancara mengenai riwayat penggunaan telepon seluler di masa lalu. Apakah kriteria eksklusi pada penelitian tersebut? A. dan aktifitas fisik. 84 partisipan dengan dislipidemia berpartisipasi dalam . Sebuah studi intervensional menguji apakah latihan fisik secara serial akan memperbaiki fungsi respirasi pada pasien dengan PPOK. sedangkan dari kelompok lamivudin semua subjek bertahan sampai penelitian selesai. Uji Korelasi Kanonikal 17. Pasien dengan gangguan fungsi ginjal E. Data diasumsikan terdistribusi normal. Forced expiratory volume (FEV) dalam ml/menit akan dibandingkan sebelum dan sesudah latihan fisik untuk menunjukkan fungsi respirasi. Hipertensi diukur dalam skala nominal dikotom. 60 pasien PPOK telah setuju untuk berpartisipasi pada studi ini. Studi ini berusaha untuk menentukan faktor risiko manakah yang merupakan prediktor yang paling bermakna. Pasien dengan hepatitis B kronik B. Risiko relatif C. Uji ANOVA satu arah 15. Log-linear D. Regresi linear C. Regresi Cox E. Uji Korelasi Pearson E. merokok. Seteleh pengumpulan dan analisis data terdapat tiga faktor risiko mayor yang secara bermakna berisiko meningkatkan kejadian hipertensi yaitu obesitas. Rasio prevalensi D. Rasio odd B. Pasien yang mendapatkan lamivudin 14. Sebuah studi observasional dilakukan untuk menambah bukti berkaitan dengan hal ini. Pasien yang meninggal atau loss to follow-up D. Uji T berpasangan D. Apakah metode pengukuran risiko yang paling sesuai untuk jenis studi diatas ? A. dan 30 subjek sehat yang sepadan dalam jenis kelamin dan usia direkrut sebagai kelompok pembanding.orang mendapatkan lamivudin. Uji T independen C. Pasien di RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007 C. 8 orang meninggal atau loss to follow-up. 30 pasien dengan glioblastoma multiformis diikutkan dalam sebuah studi. Koefisien kontingensi E. Masih terdapat banyak kontroversi mengenai peningkatan risiko kejadian tumor otak dengan penggunaan telepon seluler. Regresi logistik B. Analisis multivariat apakah yang paling sesuai untuk menyelesaikan permasalahan penelitan diatas ? A. Penggunaan telepon seluler ini kemudian dibandingkan pada dua kelompok untuk mengukur risiko terjadinya tumor otak. Apakah jenis uji statistik yang paling sesuai untuk menjawab pertanyaan penelitian diatas? A. Dari 48 orang yang mendapatkan interferon.

letak kepala puki. Kandidasis kutaneus E. Apakah metode analisis data yang paling tepat untuk penelitian tersebut? A. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Uji Mann-Whitney E. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa Indeks Massa Tubuh (kg/m2) berhubungan berbanding terbalik dengan kapasitas vital paru (ml). Uji Wilcoxon 18. denyut nadi 120 x/menit. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. Regresi linear D. air ketuban keluar sejak 2 jam yang lalu. Setelah 12 minggu perlakuan. Pemberian natrium bikarbonat D. Pemeriksaan gula darah sewaktu 520 mg/dL. Korelasi pearson B. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra.2˚C. hiperpigmentasi. Untuk itu akan dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar kenaikan IMT akan menurunkan kapasitas vital paru. tekanan darah 120/80 mmHg. Rehidrasi cairan intravena C. Dari pemeriksaan fisik keadaan umum lemah tidak sadar. his terjadi setiap 5 menit durasi 15 detik. Seorang perempuan berusia 30 tahun dikirim oleh bidan ke IGD RS dengan diagnosis G1P0A0 hamil aterm dengan kala I. Eritrasma B. kolesterol total (mg/dl) diukur pada dua kelompok tersebut. uji normalitas data dengan uji kolmogorov-smirnov menunjukkan nilai p = 0. Sejak 2 hari yang lalu badan demam dan mengeluh batuk berdahak. skuama dan papul-papul. Perut terasa kencang sejak 12 jam yang lalu. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami penurunan kesadaran sejak 4 jam yang lalu. Analisis apakah yang paling sesuai untuk mencapai tujuan peneitian diatas? A. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. Uji Kruskal-Wallis B. kulit kering. Korelasi spearman C. frekuensi napas 32 x/menit dalam. Ptiriasis rosea D. Tinea kruris C. Setelah pengolahan data dilakukan. TFU 30 cm. VT pembukaan 7 cm. Regresi logistik E. Uji T Independen C. dan dikelompokkan secara acak pada dua kelompok perlakukan. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A.studi ini. Injeksi antipiretik intramuskular 21. Injeksi antibiotika spektrum luas E. tampak makula eritematosa. kulit ketuban tidak ada. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 120/80 mmHg denyut nadi 96 x/menit frekuensi napas 24 x/menit tinggi badan 150 cm dan berat badan 62 kg. Dermatitis kontak alergika 20. temperatur 38. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. DJJ 12-11-12. tercium bau buah segar. Uji T berpasangan D. kepala turun . Injeksi insulin intravena B. Korelasi parsial 19.45. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. Ukuran panggul dalam dalam batas normal. edema . pemeriksaan mata kiri visus 6/48. Apakah penyebab penurunan visus yang paling mungkin? A. kripte iris baik. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. dan krustae hitam di sekitar hidung. edema kornea. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bengkak sejak 1 bulan yang lalu. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Edema kornea E. Kolelitiasis D. Pankreatitis E. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. hingga seluruh tubuh. Isosorbid D. Thiazid B. Ulkus duodeni C. hematom palpebra. Ampisilin B. Furosemid E. hifema setinggi 1/4 tinggi COA. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I ketuban pecah dini D. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I inersia uteri E. Seorang laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke Puskesmas dengan keluhan timbul koreng di sekitar hidung sejak 1 minggu yang lalu. refleks pupil baik. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I partus lama C. Kloramfenikol D. Plapebra khemosis D. pupil bulat regular. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi tua B. khemosis. perdarahan subkonjungtiva. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. Perdarahan subkonjungtiva B. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. Terapi apakah yang paling tepat? A. Diuretik apakah yang menjadi pilihan utama? A. Ulkus ventrikuli B. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. Hifema 26. Pemeriksaan kulit menunjukkan papula eritema. hematom palpebra. Hematom palpebra C. Siprofloksasin E. Diagnosis apakah yang paling tepat? A. tangan. Koreng mulai menghitam dan terasa gatal. Asetazolamid 24. pemeriksaan mata kiri visus 6/48. Nyeri hilang dan timbul. perdarahan subkonjungtiva. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi para 22. pustula. Nafas terasa sesak dan buang air kecil berkurang. Sulfametoksazole 25. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. Manitol C. lensa jernih. khemosis. Awalnya bengkak terjadi di kelopak mata kemudian menyebar ke kaki.Hodge 2+ UUK kiri lintang. Hepatitis akuta 23. Gentamisin C. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu.

Kampimetri D. Badan demam ringan. Penyakit paru restriktif ringan B. pupil bulat regular. Penyakit paru restriktif moderat C. Paracetamol C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang laki-laki usia 56 tahun datang ke poliklinik RS dengan keluhan sesak nafas sejak 3 hari yang lalu. Keluhan dirasakan kambuh-kambuhan terutama setelah makan jeroan. OAT kategori 3 D. Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk lama sejak 2 bulan yang lalu. Keluhan dirasakan semakin lama semakin berat. OAT kategori 1 B. Terapi simtomatis E. Pasien memiliki kebiasaan merokok hingga 1 pak (12 batang) rokok dalam 1 hari. Faktor apakah yang paling mungkin menjadi kontraindikasi pemeriksaan spirometri pada kasus tersebut? A. Nyeri dada kanan 30. Refraktometri B. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan nyeri sendi ibu jari kaki kanan. hifema setinggi 1/3 tinggi COA.52. Badan demam ringan C. Pemeriksaan sputum BTA negatif. Penyakit paru obstruktif ringan . lensa jernih. Pasien juga mengeluh batuk berdahak warna putih kental sejak 5 hari yang lalu. kadang-kadang pasien juga merasakan nyeri kepala tegang dan nyeri dada kanan setelah batuk yang tiada henti. Seorang laki-laki usia 48 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan sesak nafas sejak 2 minggu yang lalu. kripte iris baik. Batuk disertai dahak encer berwarna putih. Pasca operasi katarak D.kornea. Biometri 27. Keratometri C. Pasien mempunyai riwayat mengkonsumsi obat anti nyeri dalam jangka waktu lama karena sering merasa nyeri kepala. tidak memberat dengan posisi tidur dan tidak membaik dengan beristirahat. Apakah rencana pengobatan yang paling tepat? A. OAT dan Quinolon 28. refleks pupil baik. Sesak nafas progresif B. OAT kategori 2 C. Rencana untuk pemeriksaan fungsi paru dengan spirometri ditunda. Metampiron D. Aspirin 29. Pemeriksaan apakah yang paling penting untuk diusulkan? A. refleks fundus suram. Pasien juga mengeluh batuk lama sekitar 1 bulan dengan dahak berwarna putih encer. Nyeri kepala tegang E. Asam mefenamat B. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Hasil pemeriksaan spirometri menunjukkan FEV1/FVC 0. Dua tahun yang lalu pasien mendapatkan pengobatan rutin TBC selama 6 bulan dan telah dinyatakan sembuh. Obat anti nyeri apakah yang paling mungkin memicu keluhan pasien tersebut? A. Pasien menderita katarak dan baru dioperasi 1 minggu yang lalu. Sesak nafas terjadi terus-menerus. Tonometri E. Piroksikan E. Persendian tampak bengkak dan kemerahan.

D. Penyakit paru obstruksi moderat E. Penyakit paru campuran berat 31. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun dibawa ibunya ke dokter praktek umum dengan keluhan gigi berwarna kecoklatan. Pada saat kehamilan, ibu pasien pernah menderita demam dan diberikan antibiotik oleh dokter yang menanganinya. Apakah antibiotik yang paling mungkin dikonsumsi tersebut? A. Streptomisin B. Siprofloksasin C. Tetrasiklin D. Kotrimoksazol E. Eritromisin 32. Seorang laki-laki datang ke Puskesmas dengan keluhan sering merasa lemah. Keluhan disertai dengan mudah merasa lapar, mudah merasa haus dan sering kencing. Pasien juga mengalami penurunan berat badan dalam waktu 6 bulan sebanyak 10 kg. Sebelum sakit pola makan pasien tergolong potensi obesitas karena melebihi kebutuhan, suka ngemil, dan kurang beraktivitas. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien memiliki berat badan 55 kg dan tinggi badan 170 cm. Berapa kebutuhan gizi pasien diatas (kalori/hari)? A. 2200 kkal B. 2000 kkal C. 1900 kkal D. 1800 kkal E. 1700 kkal 33. Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke praktek dokter dengan keluhan sesak nafas sejak 1 minggu yang lalu. Pasien juga mengeluh batuk produktif dengan dahak kental berwarna putih, demam dan sering berkeringat terutama pada malam hari. Pasien menderita batuk kambuh-kambuhan sejak lima tahun yang lalu. Pemeriksaan foto toraks menunjukkan adanya pendataran sudut recesus costodiafragmaticus. Kelainan paru apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Pneumotoraks B. Atelektasis C. Pyotoraks D. Efusi pleura E. Hematotoraks 34. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari, volume ½ - 1 gelas tiap buang air besar, konsistensi cair, sedikit ampas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, kesadaran somnolen, pernapasan kussmaul dan turgor kulit menurun. Kelainan pH darah apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. Ketoasidosis B. Asidosis metabolik C. Alkalosis metabolik D. Asidosis respiratorik E. Alkalosis respiratorik 35. Seorang laki-laki berusia 75 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS dengan keluhan nyeri dada sejak 2 jam yang lalu. Keluhan disertai sesak nafas dan keringat dingin. Pasien adalah penderita DM dan hipertensi yang tidak terkontrol. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 170/100 mmHg denyut nadi 126 x/menit frekuensi napas 24 x/menit temperature 36,5˚ C JVP dan suara jantung normal. Pemer iksaan

laboratorium darah menunjukkan GDS 240 mg/dL dan Troponin T positif. Pemeriksaan EKG menunjukkan adanya gelombang T inverted dan depresi segmen ST pada sandapan V1 – V4. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Angina pectoris tidak stabil B. Angina pectoris stabil C. STEMI D. nonSTEMI E. Old Miokard Infarction 36. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. Memasang infus intravena B. Memasang torniket paha C. Memasang pipa lambung D. Memasang kateter urin E. Melakukan intubasi 37. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan, demam dan berkeringat pada malam hari. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. Terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. Kategori 3, 2RHZ + 4RH B. Kategori 1, 2RHZE + 4RH C. Kategori 2, 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. Kategori 3, 2RHE + 4RH E. Kategori 1, 2RHZ + 4RH 38. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Syok kardiogenik B. Syok neurogenik C. Syok anafilaktik D. Syok hipovolemik E. Syok obstruktif 39. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Batuk berdahak warna kekuningan. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan, tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. TB paru kasus gagal pengobatan B. TB paru kasus resistensi obat

C. TB paru kasus putus obat D. TB paru kasus kambuh E. TB paru kasus baru 40. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. Hasil hitung jenis leukosit apakah yang paling mungkin ditemukan? A. Neutrofilia B. Eosinofilia C. Basofilia D. Limfopenia E. Neutropeni 41. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. Pasien juga mengeluh perut terasa mual, namun tidak muntah. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Tension type headache B. Migrain dengan aura C. Migrain tanpa aura D. Cluster headache E. Vertigo 42. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4, tonus otot meningkat bilateral, reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen C 5 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 43. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat, terutama sekitar lubang dubur. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu, setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal, dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen Th 12 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 44. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya

Ketokonazol D. Medulla spinalis segmen Th 12 D. Medula spinalis segmen C 5 D. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum ditemukan hifa dan spora. Pasien menunjukkan beberapa obat yang diminumnya. Medulla spinalis segmen C7 46. Griseofulvin . Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Natrium diklofenak 47. Medula spinalis segmen Th 10 B. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. Apakah obat yang dapat menyebabkan keluhan diatas? A. Metampiron C. Captopril E. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara.5 mg/dl. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Hidroklorotiazid B. Diltiazem 48. Keluhan ini muncul setelah 1 minggu minum obat dari dokter dengan diagnosis hipertensi. Medula spinalis segmen Th 10 C. Pasien mengatakan sudah lebih dari 3 bulan minum obat yang dibeli bebas di toko obat untuk nyeri otot dan pegal-pegal. Flusitosin C. nadi 80x/menit. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. Piroksikam B. Itrakonazol E. Medula spinalis segmen C 5 E. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatif. Medula spinalis segmen L 1 45. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae.hipestesi setinggi umbilikus. Asam mefenamat E. tonus otot meningkat bilateral. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100mmHg. Amfoterisin B B. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. frekuensi napas 20x/menit. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. sering pusing dan kakinya membengkak. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. Apakah obat yang dapat menimbulkan keluhan diatas? A. Medula spinalis segmen Th 4 B. tonus otot meningkat bilateral. Apakah obat yang paling sesuai ? A. Nifedipin C. Propanolol D. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medulla spinalis segmen C7 E. Deksametason D. Medulla spinalis segmen Th 12 C. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan batuk-batuk.

terasa haus yang berakibat sering minum dan makan banyak serta kedua kaki kesemutan. Apakah obat yang menjadi kontraindikasi pada pasien tersebut? A. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. lingkar pinggang 73 cm. Hipertensi E. Obesitas.49. Amfoterisin B B. tinggi badan 171 cm. Griseofulvin 50. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. Diabetes Melitus Tipe 2 C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. gula darah 2 jam setelah makan: 289mg/dl. tinggi badan 171 cm. Diabetes Melitus Tipe 1 B. Jeruk C. kadar . Flusitosin C. Pada pemeriksaan laboratorium menunjukkan hemoglobin 7. D. Ketokonazol D. MCV 82 fL. Diabetes Gestasional D. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien tersebut? A. asam urat 10 mg/dL. HDL-kolesterol 32 mg/dL. Tomat B.5 g/dL. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. Diabetes Insipidus 53. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. Diabetes Tipe lain E. Hiperurisemia. tekanan darah 140/ 90 mmHg. Pada pemeriksaan fisik tampak pucat dan konjungtiva pucat. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. Apa problem utama pada pasien tersebut ? A. HDL-kolesterol 32 mg/dL.4%. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan gula darah puasa: 256 mg/dl. lingkar pinggang 73 cm. Dari hasil pemeriksaan indeks masa tubuh (IMT) 26 %. hematokrit 22. dengan keluhan kencing bertambah sering dan banyak. trigliserid 183 mg/dL. Dislipidemia. Itrakonazol E. Wortel 52. Kobis D. Seorang laki-laki berusia 54 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan lemas badan sejak 1 tahun yang lalu. trigliserid 183 mg/dL. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatip.5 mg/dl. Seorang perempuan berusia 45 tahun datang ke dokter praktek umum. Pasien mempunyai riwayat kencing manis selama 15 tahun. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. tekanan darah 140/ 90 mmHg. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum dan ditemukan hifa dan spora. B. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. Sindroma metabolik 51. Mlinjo E. Apakah jenis makanan yang harus dihindari pasien di atas? A. asam urat 10 mg/dL. C.

Pada pemeriksaan fisik benjolan dapat dilihat tanpa tengadah. Defisiensi asam folat C. kadar glukosa darah 2 jam setelah pembebanan glukosa 75 gram 156 mg/dL. Defisiensi vitamin C 54. Dari anamnesis didapatkan bahwa pasien tinggal di daerah lereng pegunungan. denyut nadi 104x/ menit. Disfungsi sel beta pankreas yang dominan dan resistensi insulin E. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar glukosa darah puasa 98 mg/dL.Apakah penyebab hiperglikemia pada kasus tersebut? A. Status gizi kurang. Kedua orangtuanya pasien DM. suhu 37oC. Defisiensi vitamin B12 D. Apakah anjuran untuk pasien tersebut ? A. KEP (Kurang Energi Protein) C. tak nyeri tekan. Keluarganya memberi informasi bahwa pasien tidak disuntik insulin karena kehabisan. keton uria (+++). Diet. latihan jasmani. Edukasi. dan pemberian OAD D. Latihan jasmani sesuai petunjuk B. Apakah penyebab anemia pada pasien tersebut? A. Apa kemungkinan penyebab keluhan tersebut? A. Banyak masyarakat di daerah tersebut mengalami keluhan yang sama.kreatinin serum 4. Defisiensi eritropoietin E. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun diantar ayahnya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tak sadar. Pasien menceritakan bahwa ayahnya meninggal karena diabetes melitus. Struma Hashimoto . Kurang asupan kalium 57. Pemeriksaan apusan darah tepi menunjukkan morfologi eritrosit normositik normokromik.8 mg/dL. round-vacuola di sepanjang tepi dinding folikel. Resistensi insulin yang dominan dan disfungsi sel beta pankreas 56. kontrol 6 bulan lagi 55. Kerusakan sel beta pankreas yang difus dan menyeluruh D. diameter 4 cm. Penyakit Grave B. Kurang asupan yodium B. Tekanan darah 130/80 mmHg. Hasil pemeriksaan fisik baik. Struma koloid D. Hasil pemeriksaan leher didapatkan massa kistik. latihan jasmani yang cukup. Hasil laboratorium didapatkan kadar glukosa sewaktu 654 mg/dl. Apakah diagnosis histopatologi pasien di atas? A. frekuensi napas 30x/ menit. dan minum obat glikuidon E. Tampak juga infiltrasi ringan limfosit interfolikuler. Dari pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 45 kg dengan tinggi badan 164 cm. Defisiensi besi B. Perubahan pola hidup menuju pola hidup sehat. Struma nodusa C. diet. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. Asupan zat goitrogenik yang tinggi E. Kerusakan sel beta pankreas akibat toksisitas obat B. Dari hasil gambaran histopatologi menunjukkan folikel-folikel tiroid dilapisi epitel kuboid yang di beberapa tempat hiperplastik. Diet dan minum obat glibenklamid C. Kurang asupan kalsium D. Tinggi badan 167 cm dengan berat badan 64 kg. Kerusakan sel beta pankreas akibat keganasan C. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke rumah sakit untuk menjalani tes kesehatan rutin setiap tahun.

Struma Hashimoto D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/100 mmHg. Seorang perempuan berusia 21 tahun. Penyakit Hashimoto 62. datang ke dokter praktek umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan sejak 3 bulan lalu. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. Propil tiourasil E. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100 mmHg. Tiroiditis subakut 59. Iodium redioakti 61. kelenjar gondok membesar difus dan mata menonjol. Penyakit Grave C. free T4 menigkat. Diazepam D. Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk pasien di atas? A. Struma difusa nontoksik 58. bau nafas berbau khas. tekanan darah 130/80 mmHg dan tidak didapati kelainan sistemik lainnya. Hasil pemeriksaan laboratorium TSHs rendah. Pada pemeriksaan anak tampak lemas. Analgetik C. Pasien juga mengeluh berdebar debar dan kedua tangan gemetar. Apakah terapi yang tepat untuk pasien di atas? A. Pelemas otot B. Antihipertensi 60. Antihistamin D. Penyakit Grave D. sesak. Kretinisme C. free T3 dan free T4 meningkat. Pasien menceritakan bahwa ia sudah lebih 2 tahun 2 hari sekali minum jamu untuk pegel linu. Tiroiditis B. Apakah golongan obat yang memungkinkan terjadinya kondisi di atas? A. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan TSHs menurun. denyut nadi 80x/menit. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak. . frekuensi napas 20x/menit. Kortikosteroid E. Pasien pernah mendapat pengobatan dengan propil tiourasil 3x 100 mg/ hari.E. Struma koloid B. nadi 124 x/menit dan suhu tubuh 37 derajat celsius. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. yang dihentikan oleh pasien karena merasa sembuh. Seorang perempuan berusia 22 tahun dating memeriksakan diri ke dokter praktek umum dengan keluhan dada berdebar debar. suhu 38. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan nyeri di leher bagian depan disertai demam. nafas cepat dalam. Hiportiroidisme E. badan semakin kurus dan sering buang air besar. Apa diagnosa yang tepat untuk pasien tersebut? A. sering pusing dan kakinya membengkak. Pada pemeriksaan didapatkan mata eksoftalmus. Pada pemeriksaan leher menunjukkan pembesaran kelenjar tiroid sedang yang difus dan nyeri tekan. Operasi B. Kelenjar getah bening regional leher sedikit membesar. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula.50C. Struma multinodular toksik E. Radiasi C.

Larynx B. Digoksin mempermudah masuknya gentamisin ke endolimfe 66. HbA1C B. Membran vestibularis C. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. Apa kemungkinan komplikasi yang muncul pada anak tersebut? A. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. Foramen ovale B. Keton darah D. Analisis gas darah E. Aditus laryngeus . Furosemid oral dosis tinggi menimbulkan gejala ototoksisitas irreversibel B. Tuberculosis paru D. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil. Furosemid meningkatkan potensi ototoksik gentamisin C. Muskulus tensor tympani E. Oropharynx D. Seorang perempuan usia 60 tahun datang ke klinik umum Rumah Sakit dengan keluhan pendengaran menurun sejak beberapa hari lalu. kekakuan pada sendi pengungkit D. bau nafas berbau khas. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Seorang anak perempuan usia 7 tahun diantar ibunya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan utama : nyeri telan sejak 1 hari yang lalu disertai demam sejak 2 hari yang lalu. Nefropati diabetikum C. kaptopril dan furosemid. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. Saat berobat kembali ke rumah sakit. Pada pemeriksaan didapatkan : pembesaran kelenjar leher disertai nyeri pada penekanan. nafas cepat dalam. Apa kemungkinan yang menyebabkan munculnya gangguan diatas? A. Nasopharynx E. C-peptide C. Laryngopharynx C. Endolymphe 65. sesak.Area mana yang kemungkinan terbesar terkena adalah? A. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. Pada pemeriksaan anak tampak lemas. Pada pemeriksaan liang telinga maupun membran tympani dalam batas normal. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya. propanolol. Ketoasidosis E. Digoksin terakumulasi di jaringan pada pasien dengan gangguan fungsi jantung D. Digoksin mengganggu motilitas sel-sel rambut luar di koklea E. Gula darah sewaktu 63. Pasien tidak sedang menderita batuk pilek. Neuropati diabetikum B. pharynx hyperaemia (++).Pemeriksaan laboratorium apa yang sebaiknya dilakukan untuk memastikan tipe dari penyakit gulanya? A. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. Hipoglikemia 64. suhu badan 39 C. Pada organ mana kemungkinan kelainan terjadi ? A.

Pemeriksaan audiometrik rutin untuk mendeteksi ototoksisitas subklinik D. tidak ada batuk pilek. Adenoiditis B. Saat berobat kembali ke rumah sakit. fibrosis. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. Seorang anak laki-laki. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Biopsi limfonodi cervical D. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya. Coronavirus 70. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. Rinosinusitis kronik D. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. Terminasi obat-obat ototoksik bila dijumpai gangguan pada telinga dalam E. kaptopril dan furosemid. Apa usul pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosa kasus diatas? A.10 C. Tensi 120/80 mmHg. tenggorokan gatal dan susah menelan. Seorang anak laki-laki. Nadi 80x/menit. Apakah diagnosis paling benar untuk pasien diatas ? A. Hipertrofi tonsil dan adenoid 69. tonsil terdapat eksudat. 6 th. Tindakan yang tidak efektif untuk pasien diatas adalah? A. Mycoplasma pneumoniae B. Streptococcus pyogenes D. tenggorokan gatal dan susah menelan. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. Seorang perempuan usia 18 th. Tonsilopharingitis kronis E. Monitoring dini level serum obat-obat ototoksik yang diberikan C. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. Kultur kuman dari swab tenggorok E.300/ul. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle. Tes serologi untuk virus influenzae 71. Respirasi 20x/menit. Seorang laki laki 6 tahun diantar ibunya periksa ke praktek dokter umum sejak 1 bulan anaknya sering mengeluh hidungnya tersumbat dan ibunya mengatakan sering berhenti nafas waktu tidur. Berat badan 25 Kg panas 37. Foto rontgen kepala C. Eksplorasi faktor risiko pasien sebelum pemberian obat ototoksik B. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. 6 th. Antinausea dan obat-obat hipnosedatif bisa digunakan untuk rehabilitasi gejala vestibulotoksisitas 68. propanolol.300/ul. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1. tidak ada batuk pilek. terdapat detritus. ECG B. tonsil terdapat eksudat. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. Organisme yang paling mungkin menyebabkan kelainan tersebut adalah? A.67. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12. Virus human influenzae E. Tonsilitis kronik C. Pemeriksaan penunjang yang tidak perlu diusulkan untuk menegakkan diagnosa kasus diatas adalah? . Staphylococcus aureus C.

Pemeriksaan darah rutin D. Meningkatkan pembentukan cAMP di sel enterosit. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. pada pemeriksaan : Suhu tubuh 39 derajat celcius. Pemeriksaan ASTO C. Cairan D ¼ S 76. Membuka lebih banyak saluran Ca++ C. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. Bila dehidrasi pada anak tersebut memberat. tidak ada nafsu makan. perut kembung dan 3 hari tidak BAB. Cairan Ringer lactate E. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. Dehidrasi ringan C. cairan menyerupai air cucian beras. cairan menyerupai air cucian beras. Dokter . Tonsilektomi B. Cairan Darrow B. Respirasi 20x/menit. terdapat detritus. Total Bedrest (rawat inap) D. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. Cairan KA-EN 3B D. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. kepala pusing. Pemeriksaan kultur swab tenggorok 72. Menghambat pompa Natrium B. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. Terapi radiasi 73. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. Cairan KA-EN 3A C. Dehidrasi berat 74. turgor kulit < 2 detik. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A. kehausan. kehausan. cairan menyerupai air cucian beras. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter umum dengan keluhan badan panas. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A. Pemeriksaan ECG B. Dehidrasi ringan-sedang E. Tanpa dehidrasi B. perut hypertympani.pada kripte liberkuhn D. fibrosis. Seorang perempuan usia 18 th. pilihan cairan intravena paling tepat yang diberikan adalah? A. turgor kulit < 2 detik.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit.A.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1. Pemeriksaan foto thoraks E. Diet rendah lemak C. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. Tensi 120/80 mmHg. E. Apa program terapi untuk menghilangkan fokal infeksi pada pasien tersebut selain pemberian antimikroba? A. Osmosis air yang berlebihan ke dalam enterosit 75. Dehidrasi sedang D. Khemoterapi E. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. Meningkatkan absorbsi Cl. turgor kulit < 2 detik. Nadi 80x/menit. kehausan. lidah kotor.

sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. bersisik tebal. Lesi mengenai wajah. pemeriksaan yang paling tepat dilakkan adalah? A. Keratosis seboroik B. Dari pemeriksaan perut membesar. Anti histamin 81. bokong. Anti bakteri B. Tekanan darah 140/90 mmHg. Sebelumnya tidak pernah merasa sakit kuning sebelumnya. bersisik tebal. OMD. Pada Minggu pertama B. Anti inflamasi D. Lesi mengenai wajah. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. Dermatitis seboroik C. Photo BNO C. mengeluh adanya bercak kemerahan. Pemeriksaan fisik terdapat nyeri tekan regio epigastrium. kulit kepala berambut. Anti virus C. Dan lokasi ujud .curiga pasien tersebut terkena demam thypoid dan kemudian mengirim pasien ke laboratorium untuk memastikan diagnosis. Anti jamur E. Untuk menegakkan penyebab perdarahan. 79. CT Scan abdomen D. siku. Enzym urease pada serum 78. kaki bengkak. IgM spesifik Helicobacter pilory pada serum E. bokong. Dari anamnesa: pasien sering terlambat makan dan suka makan yang pedas. Setelah minggu kedua E. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Ptiriasis rosea 80. Nadi 88x/menit. Ultrasonografi abdomen. IgG spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung B. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit pada ulu hati. E. IgG spesifik Helicobacter pilory pada serum D. B. siku. Seorang laki-laki usia 47 tahun datng ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan muntah darah dan berak hitam. Eritroderma E. dan lutut. Seorang laki-laki berusia 17 tahun. Apakah pengobatan topikal yang paling tepat diberikan? A. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. Endoskopi saluran pencernaan. dan lutut. Setelah minggu pertama C. Pada pemeriksaan didapatkan ujud kelainan kulit didapatkan papul eritem dan komedo. Bila dilakukan pemeriksaan cairan lambung dan serum darah kemungkinan akan didapatkan peningkatan? A. mengeluh adanya bercak kemerahan. Psoriasis D. IgM spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung C. Bila ingin dilakukan kultur urine sebaiknya pada? A. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. mual-mual dan tidak ada nafsu makan. kulit kepala berambut. Setiap saat 77. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. terasa perih. datang ke Poliklinik dengan keluhan terdapat bintilbintil merah di wajah yang muncul sejak 1 tahun yang lalu. Pada Minggu kedua D. Respirasi 20x/Meint.

Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya ujud kelainan kulit berupa eritema. Pemeriksaan intra oral didapatkan higiene oral kurang. bula dan pustule. Etambutol (E) E. Tes kulit terhadap antigen trichophyton C. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. Pada anamnesis batuk disertai dahak. Dokter bermaksud memberikan OAT yang aman dan tidak memberikan efek gangguan pendengaran pada janin yang dikandungnya. Herpetic gingivostomatitis E. Hidradenitis suppurative E. Dari anamnesis didapatkan penderita bekerja sebagai pencuci mobil. biasanya timbul menjelang siklus menstruasi.kelainan kulit tersebut dijumpai pada wajah dan lengan atas kanan dan kiri. Miliaria B. Streptomisin (S) . Stomatitis aftosa rekuren D. datang ke dokter praktek swasta dengan keluhan gatal pada kaki sejak 2 minggu yang lalu. Dari pemeriksaan vital sign didapatkan tekanan darah 170/100 mmHg. Pada pemeriksaan dahak didapatkan BTA positif. datang ke praktek swasta dengan keluhan sering sariawan pada rongga mulutnya. hilang timbul dan berpindah tempat. kelenjar submandibula pada palpasi sakit. Aphthous ulcers C. Rifampisin (R) B. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. demam dan penurunan nafsu makan. Apakah terapi hipertensi paling tepat untuk pasien di atas? A. Propanolol E. Akne vulgaris D. vesikel. mukosa bukal dan bibir bawah. Dari anamnesis pasien mengaku menderita Diabetes Melittus tipe 2 selama 15 tahun. Isoniazid (H) C. Milia C. Furosemid D. Pirazinamid (Z) D. Apakah regimen yang harus dihindari pada kasus di atas? A. belum menikah. Kaptopril C. Seorang perempuan berusia 34 tahun. tampak beberapa ulkus pada lidah. Pemeriksaan Tzanck pada cairan vesikel 83. Seorang laki-laki berusia 44 tahun. Gingivitis akut B. ulkus diameter 2-3 mm. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri kepala. marginal gingiva labial gigi-gigi rahang bawah merah dan mudah berdarah. pada pemeriksaan fungsi ginjal didapatkan hasil BUN dan kreatinin meningkat. Ulcerative gingivostomatitis 84. G2P1A0. HCT B. Pemeriksaan kultur jamur dengan media SDA E. Rosasea 82. Reserpin 85. Apakah pemeriksaan paling tepat untuk menegakkan diagnosis pasien tersebut? A. datang ke puskesmas dengan keluhan batuk 3 minggu. tepi menggaung dan eritematous. terutama pada telapak kaki. Pemeriksaan lampu Wood B. Seorang perempuan berusia 37 tahun. Pemeriksaan sediaan langsung dengan KOH 10% D.

Kelainan genetik pankreas 90. Oral bronkodilator 87. Sekresi insulin mutlak terganggu B. Gangguan sekresi postprandial B. Selama ini pasien mendapat terapi anti diabetik oral. sesak nafas dan demam. Mempertimbangkan permintaan pasien sambil menunggu reaksi obat D. lebih suka posisi duduk. Suntikan harus diberikan sebelum olahraga pagi hari E. Apakah terapi awal yang harus diberikan pada pasien tersebut? A. Injeksi metilsantin E. Dokter merencanakan pemberian insulin. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. Bagaimanakah edukasi paling tepat tentang pemberian terapi insulin diatas? A. Kerusakan sel pankreas karena autoimun E. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Seorang laki – laki berusia 35 tahun. Dari anamnesis pasien adalah penderita asma sejak 10 tahun yang lalu. Oleh dokter pasien disarankan mrnggunakan terapi insulin jenis intermediate acting.86. Hipersekresi insulin saat makan C. Seorang laki-laki 50 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan riwayat diabetes melitus. GD 2 jam PP 224 mg/dL. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. dan pada pemeriksaan auskultasi terdengar suara wheezing. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. frekuensi nadi 110 x/menit. Inhalasi agonis β2 B. Reaksi autoimun pada sel beta . Setuju karena efek obat oral dan insulin sama 88. datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan utama sesak napas. Gangguan metabolisme KH setelah makan C. Suntikan diberikan 30 menit sebelum makan pagi B. frekuensi napas 32 x/menit. Setuju dengan permintaan pasien karena obat dapat diminum pasien B. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak gelisah. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Bagaimanakah mekanisme terjadinya hasil laboratorium penderita diatas? A. Defisiensi insulin bersifat relatif D. Seorang laki-laki berusia 52 tahun datang ke klinik dengan keluhan terdapat luka di jari. Bagaimanakah patofisiologi penyakit yang diderita penderita tersebut? A. GD 2 jam PP 224 mg/Dl. Pada pemeriksaan kadar gula darah sewaktu 700 mg/dL. Tidak setuju karena saat ini pasien mengalami stres metabolik E. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. Tidak setuju karena pasien DM tipe 1 jadi mutlak insulin C. Injeksi kortikosteroid D. Setelah suapan pertama insulin langsung diberikan D. Inhalasi kortikosteroid C. Bagaimanakah respon dokter paling tepat terhadap permintaan pasien tersebut? A. Insulin dapat diberikan pada lengan kanan maksimal sampai 20 kali 89. Sekresi insulin fase 1 & 2 terganggu D. tetapi pasien menolak dan minta diberikan obat oral saja karena pasien masih bisa makan & sadar. Insulin diberikan sebelum tidur C.

Seorang perempuan 30 tahun. Mengganti insulin dengan obat oral (OAD) B. Pada pemeriksaan glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 40 mg/dL . infuse Dextrose 5% tetesan cepat C. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. keringat dingin dan jantung berdebar. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg. sulit tidur. Hasil pemeriksaan gula darah 2 minggu yang lalu didapatkan GDS 230 mg/dL dan mendapat terapi insulin. infuse RL tetesan cepat B. Cukup dengan mengatur diet saja dan menghentikan insulin C. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa keluarganya ke Unit Gawat Darurat RS dengan penurunan kesadaran sejak 1 jam yang lalu.E. Gangguan respirasi E. Mencegah neuropati B. Dari anamnesis pasien adalah penderita DM dan minum obat antidiabetik oral secara rutin 3 kali sehari. datang ke poliklinik dengan keluhan merasa gemetar. Dari riwayat penyakit didapatkan pasien adalah penderita DM gestasional. GCS 2-1-3. bolus Dextrose 40% iv E. Berat badan 80 kg. Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. Insulin sampai kehamilan aterm lalu dihentikan setelah melahirkan 92. Dosis insulin diturunkan kemudian dikombinasi dengan OAD D. G1P0A0. Sejak satu minggu yang lalu nafsu makan turun. tetapi Obat tetap diminum 3 kali sehari. Mencegah nefropati D. Hasil pemeriksaan GDS saat ini adalah 160 mg/dL. Mencegah hipoglikemia E. Gangguan vaskular 94. Refleks patologis negative. pasien sebelumnya mengalami demam. Insulin diteruskan sampai GD terkendali E. Dari anamnesis ke keluarga. Mencegah retinopati C. Dari anamnesis pasien telah didiagnosa DM sejak 5 tahun yang lalu. infus NaCL tetesan cepat D. datang ke dokter swasta untuk kontrol gula darah. dan mata kabur. Sejak 2 hari yang lalu penderita makan sedikit. Dari anamnesis usia kehamilan perempuan tersebut 30 minggu. Gangguan hemostatik D. injeksi insulin dosis tinggi 95. Apakah penyebab paling tepat keluhan diatas? A. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS 300 mg/dL dan GDP 130 mg/dl. tetapi pasien masih rajin minum obat. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. Mencegah ketoasidosis 93. SGOT . Pada pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 55 mg/dL. Gangguan neurogenik C. Pasien terbiasa minum obat anti diabetik oral 3x /hari. Seorang laki-laki berusia 61 tahun. Pembakaran lemak karena obesitas 91. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan pusing. Gangguan otonomik B. Bagaimana saran terapi selanjutnya yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. Pasien mendapat terapi glimepirid 2mg 1 kali sehari. Apakah penatalaksaan pertama yang paling tepat dilakukan pada pasien di atas? A. tinggi badan 162 cm. Apakah tujuan terapi pasien tersebut? A.

Nyeri tersebut hilang timbul sejak 6 bulan yang lalu. Dari . Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri pinggang. pasien didiagnosis dokter menderita herpes zoster. hiperemis. infeksi meningeal 100. antibiotik intravena B. Penghambatan fungsi prostaglandin E. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. drip neuroprotektan E. Blokade produksi prostaglandin B. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. GCS 2-1-3. gangguan elektrolit D. Koma neurogenik B. Sangat peka terhadap NSAIDs D. Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. dan tidak ada tanda iritasi meningeal. Ureum 40 mg/dL. tanpa tanda lateralisasi. Dari pemeriksaan fisik didapatkan lutut kanan tampak bengkak. dan teraba hangat. kejang umum 3 jam yang lalu. Sebelumnya. Keluhan muncul setelah jatuh dari sepeda. Ectopic discharge terjadi di daerah lesi 99. Sangat peka terhadap opioid C. Koma hepatikum E. perdarahan pada spasium sub-arachnoid C. perdarahan intracerebral E.23 mg/dL. Penghambatan produksi bradikinin D. Dari heteroanamnesis didapatkan bahwa pasien mengalami demam tinggi menggigil menetap. SGPT 30 mg/dL. Koma uremik 96. Dari anamnesis ke keluarga. diantar oleh ibunya datang ke puskesmas di Papua. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ke dokter dengan keluhan utama nyeri pada lutut kanan. pasien sebelumnya mengalami demam. dosis OAD ditingkatkan C. thromboemboli di pembuluh darah otak pada pasien fibrilasi atrial B. Bagaimanakah patofisiologi nyeri pada kondisi pasien tersebut ? A. injeksi antipiretik 97. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. Peningkatan permeabilitas membran 98. Creatinin 0. Blokade produksi ciclooxygenase C. Koma septik D. Apakah tindakan pertama yang paling tepat pada kasus diatas? A. Ureum 40 mg/dL. Seorang pasien laki-laki berusia 9 tahun dengan kondisi tidak sadar. SGOT 23 mg/dL. Refleks patologis negative.3 mg/dL . SGPT 30 mg/dL. rehidrasi cairan D. Creatinin 0. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. Apakah penyebab yang paling mungkin kondisi di atas ? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS E2V3M5. Sensitisasi terjadi di reseptor B. Ectopic discharge terjadi di reseptor E. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa ke UGD karena penurunan kesadaran. Koma ketoasidosis C. Dokter memberikan terapi obat anti nyeri dengan NSAID.3 mg/dL . Apakah diagnosis yang paling mungkin dari pasien di atas? A. Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai mekanisme farmakokinetik terapi tersebut ? A.

mungkin ada keracunan . Toxoplasmosis B. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. ekstasi (MDMA) E. Melakukan gerakan dengan respon suara Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. ekstasi E. Kesadaran GCS E3V3M3. Melakukan gerakan ekstensi ke arah nyeri B. digoksin B. Neurosyphillis Seorang laki-laki usia 30 tahun ditemukan tergeletak di tengah jalan dalam kondisi gelisah. A. Jika ternyata penderita tersebut koma. warna dasar coklat tua. dan kulit terasa kering. nafas lambat. phencyclidine B. Cerebral tuberculoma C. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. kemudian oleh warga dibawa ke UGD RS terdekat. morfin Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. tekanan darah 120/80. fenilpropanolamin Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Cerebral malaria E. A. diethylether C. Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. Aseptic meningitis D. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. mukosa bibir serta semua ujung jari kebiruan. Wajah tampak gelap dengan sklera mata merah. diazepam C. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. Lebar jejas jerat 4 cm. Bendungan pembuluh darah . tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. parasetamol D. pentotal D. Jika pada penderita tersebut juga ditemukan bekas suntikan lama dan baru di lengan dan pupilnya kecil kemudian melebar. 102. 103. nafas lambat. tepi bengkak. obat berikut ini mungkin dapat menjadi penyebab koma pada penderita di atas. Melakukan gerakan dengan respon nyeri E. A. Bagaimanakah kondisi motorik yang akan ditemukan pada pemeriksaan GCS ? A. 104. tekanan darah 120/80. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. Kerusakan organ dalam leher C. dan kulit terasa kering. pemeriksaan retina didapatkan papil edema. Melakukan gerakan spontan D. Melakukan gerakan fleksi ke arah nyeri C. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. Apakah yang menjadi penyebab paling mungkin pasien ini tidak sadar ? A.101.

meninggal dunia. Urin C. Berapakah kadar alkohol yang memberikan gejala tersebut? A. Lebar jejas jerat 4 cm. 350-<400 mg/dL E. 90-<250 mg/dL C. kadang berupa gangguan gastrointestinal. warna dasar coklat tua. tepi bengkak. Hati D. Dari inspeksi tampak kulit korban berwarna kecoklatan. Termasuk dalam kategori apakah keracunan anak tersebut? . setelah sakit-sakitan selama setahun terakhir. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. Dokter mencurigai korban mengalami keracunan logam berat kronis. Mati lemas 105. Apakah sampel yang paling tepat? A. Apakah sebab kematian pada kasus tersebut? A. Kulit 108. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat. menabrak pohon. Refleks vagal E. Lebar jejas jerat 4 cm. Sianotik pada mukosa dan kulit C. Apakah interpretasi dari edema pada tepi jejas jerat? A. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Seorang laki-laki berusia 55 tahun. Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. kadang hanya rasa tidak enak badan. Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. Rambut E. >400 mg/Dl 109.D. Saat memasuki ruangan. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. Dari anamnesis dan pemeriksaan pasien meracau. Tanda perlawanan korban E. pasien dapat berjalan dengan dituntun. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. tetapi sempoyongan. Dokter menyimpulkan pasien mengalami keracunan lithium. Alat gantungnya berupa tali tambang D. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Tanda asfiksia 107. Kerusakan organ dalam leher D. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun mengalami batuk dan sesak nafas yang tak sembuh-sembuh. 250-<350 mg/dL D. Pada pemeriksaan rontgen dada terdapat gambaran benda opaq pipih menyerupai baterai jam. tepi bengkak. Korban masih hidup saat tergantung (intravital) C. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal. Mati lemas 106. Korban sudah meninggal sebelum tergantung B. Dari mulut pasien tercium bau alkohol. 30-<90 mg/dL B. warna dasar coklat tua. Gejala penyakit tidak khas. Bendungan pembuluh darah E. Darah B.

Deliberate poisoning E.00-04. antara jam 00. Dari pemeriksaan diperoleh tes apung paru positif. berwarna merah kebiruan yang tidak hilang dengan penekanan. Experimental poisoning B. Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang tidak ditemukan kelainan. Hari Senin. kecuali sendi kedua lutut. Terapi kerja berkelompok B. Analgesik lokal C. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal. Apakah arti dari temuan tersebut? A. untuk dibuatkan visum et repertum. Intentional poisoning C. Antidepresan . antara jam 00. Hari Senin. bayi mati tenggelam 113.00-15.00.00 C. Accidental poisoning D.00-08. Apakah terapi yang paling tepat? A. Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat pada siang hari karena kelemahan badan yang mendadak. Intentional poisoning C. bayi viable C.00 D.A.00-24.00 114. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet. Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa perempuan ini mempunyai beban psikologis yang sangat berat namun semuanya ditanggung sendiri. bayi aterm B. Accidental poisoning D.00 B.00 hari yang sama E. Setelah dikonfirmasi ternyata ada kesalahan pemberian obat dari apotek yaitu tertukar dengan pasien lain. Pada pemeriksaan luar didapatkan kekakuan pada hampir semua sendi. Terdapat luka lecet tekan pada leher 112. Terdapat memar pada kepala E. Iatrogenic poisoning 111. bayi lahir hidup E. Pada perut bagian kanan bawah terdapat warna kehijauan. Terdapat fraktur cricoid C. Tidak ditemukan cedera D. Experimental poisoning B. Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet. Keluhan muncul sekitar 30 menit setelah meminum obat resep dokter yang diperolehnya dari apotik pagi harinya. Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. Termasuk dalam kategori apakah keracunan yang dialami pasien? A. Penyidik mengirimkan jenazah korban kejahatan. jam 02. bayi asfiksia D.00-12. Seorang ibu rumah tangga usia 35 tahun datang ke puskesmas mengeluh sering sakit punggung. Terdapat luka tusuk B. Lebam jenazah ditemukan pada ujung-ujung bawah extremitas atas dan bawah serta pada dagu. Hari Minggu antara jam 12. Kapankan perkiraan saat kematian korban ? A. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal. Pemeriksaan dilakukan pada hari Senin jam 12.Hari Senin. kira-kira jam 04. Iatrogenic poisoning 110. Hari Minggu. Deliberate poisoning E. Temuan apakah yang sesuai dengan kesimpulan tersebut? A.

Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa penderita merasa malas bekerja. Gangguan Somatisasi D. mengakibatkan hampir seluruh kehidupannya terganggu. jantung berdebar-debar keras. nyeri sendi dan sering anyang-anyangen sejak 20 tahun ini. Seorang laki-laki berusia 33 tahun mengeluh takut mati mendadak karena serangan jantung seperti ayahnya pada usia 45 tahun. Di antara episode serangan-serangan tersebut pekerjaan dan kegiatan sehari-hari tidak terganggu. pandangan mata dobel. Sejak beberapa minggu ini pasien tidak mau minum obatnya dengan alasan percuma karena sudah 1 tahun tidak sembuh. haid tidak teratur. Suspect penyakit kardiovaskular B. Pemberian antidepresan C. Karena merasa keluhan tidak kunjung sembuh pasien minta dirawat inap agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih mendalam. Ventilasi E. Pada pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang tidak didapatkan kelainan. Gangguan panik E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A.D. Keluhan hilang timbul disertai batuk dahak berwarna kekuningan dan demam sejak setahun . Ketergantungan pada proses rawat inap B. Gejala tersebut tidak berlangsung serentak. Hipokondriasis E. Keuntungan sekunder akan tindakan medis selanjutnya 117. Kecemasan akan tindakan medis selanjutnya C. Sebagian besar waktunya dilalui dengan perasaan cemas. Gangguan somatisasi D. Apakah terapi yang paling tepat untuk problem psikiatrisnya? A. Anxyolitic E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Kesedihan karena penyakitnya tidak juga diketemukan E. Pasien sering mondok namun tidak didapatkan penyebab spesifik. Apakah konsekuensi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika permintaannya dipenuhi begitu saja untuk rawat inap? A. berkeringat dingin. Ganguan panik 119. Seorang pasien tuberkulosis sudah berobat selama 1 tahun tetapi belum sembuh. Ketergantungan kepada dokter yang merawat D. Terapi kerja berkelompok D. putus asa dan menganggap dirinya adalah yang paling sengsara karena tidak kunjung sembuh. Seorang laki–laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. muntah. Pasien merasa sangat cemas walaupun dokter jantung sudah meyakinkan bahwa EKG dan pemeriksaan laboratorium darah dalam batas normal. kedua tangan terasa “kebas” selama kira-kira 5 menit. Gangguan jantung tersembunyi (hidden) B. Sejak setahun yang lalu pasien mengeluh sudah beberapa kali mengalami “serangan jantung” yang ditandai dengan perasaan cemas. Sosialisasi dengan sesama penderita tuberculosis 116. Hipokondriasis 118. mual. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri dada. Gangguan nyeri psikogenik C. nyeri dada. Pasien sudah mendatangi beberapa dokter dan mendapatkan hasil pemeriksaan yang sama. nyeri kepala. Ventilasi 115. Pemberian antipsikotik B. Seorang perempuan berusia 42 tahun mengeluh nyeri dada. Gangguan nyeri psikogenik C.

Mukolitik B. Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. Bronkitis kronis E. frekuensi napas 32x/menit. denyut nadi 94/menit. denyut nadi 120 x/menit. Antibiotika C. Keluhan hilang timbul sejak satu tahun yang lalu. Asma bronkial C. dan dirasakan memberat sejak 4 hari yang lalu. Bronkiolitis 122. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 380 C. denyut nadi 110 x/menit. ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. Kortikosteroid C. frekuensi napas 60x/menit. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. tekanan darah 140/90 mm Hg. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. sesak terutama setelah beraktivitas. Antibiotika 121. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. Emfisema 120. dan ekspirasi memanjang. Pada riwayat keluarga. ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. Apakah terapi awal untuk pasien tersebut? A. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. sesak disertai batuk berdahak warna kekuningan dan demam. Sejak 4 hari yang lalu keluhan memberat. Apakah obat yang pertama kali diberikan? A. denyut nadi 120 x/menit. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. Bronchitis kronis B. Seorang laki – laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. Ekspektoran D. Asma bronkial D. Tuberkulosis C. Pada riwayat keluarga. Foto polos thorax memperlihatkan . dan tekanan darah 110/80 mmHg. dan ekspirasi memanjang. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. Pneumonia B. dan tekanan darah 110/80 mmHg. Antipiretik E. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. Kortikosteroid E. Efusi pleura D. Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang ke dokter dengan keluhan demam tujuh hari. Atelektasis E. Oksigenasi D. nadi 110 x/menit. batuk dan dahak disertai darah. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. Golongan ß-2 agonis 123. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Bronkodilator inhalasi B.terakhir. frekuensi napas 32x/menit. frekuensi napas 60x/menit.

Tuberculosis paru 124.konsolidasi di lobus superior pulmo kiri dengan airbronchogram. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut? A. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Abses paru B. Bronkiectasis C. Seorang laki-laki berusia 67 tahun dengan riwayat batuk berdahak. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan . Pancoast tumor C. Angina pektoris tidak stabil D. Histoplasmosis D. Pneumonia B. Pada foto thorax tampak gambaran kavitas multipel menyerupai sarang lebah dengan airfluid level di dalamnya pada aspek inferior kedua paru. Tuberculosis milier --> level 3A 125. Bronkitis kronik E. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Angina pektoris stabil E. Bronchial Carcinoid D. Gastroesophageal reflux disease (GERD) C. ST elevation myocardial infarction (STEMI) B. Carcinoma of bronchus E. Non STEMI 126. Apa diagnosis yang paling mungkin? A.

frekuensi napas 24 x/menit. Enzim jantung 127. Stenosis mitral C. Hipoalbuminemia D. denyut nadi 100 x/menit. Diketahui terdapat riwayat menderita demam disertai sakit nyeri sendi yang berpindah-pindah saat remaja. Selulitis 129. Limfedema kronik C. disertai nyeri. Perokok . Pasien adalah seorang perokok sejak usia 35 tahun. kadar kolesterol total 250 mg/dL. Trombosis vena profunda B. rata-rata menghabiskan 10 batang rokok/hari. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya udem tungkai unilateral. Test uji latih jantung atau treadmill test B. dan tekanan darah 160/90 mmHg. Seorang laki-laki berusia 60 tahun menjalani home care dengan tirah baring karena stroke yang diderita sejak 1 tahun yang lalu. Seorang laki-laki berusia 46 tahun periksa ke praktek dokter keluarga untuk konsultasi karena sering mengalami nyeri dada seperti tertindih.Pemeriksaan lanjutan apa yang diperlukan pada pasien tersebut? A. Apa kelainan anatomis jantung yang paling mungkin terjadi pada pasien tersebut? A. Insufisiensi tricuspid 128. Thalium scanning D. Stenosis aorta B. perabaan hangat dan tampak kemerahan. Phlebitis E. Seorang perempuan berusia 18 tahun mengeluh mudah lelah disertai napas pendek. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Foto rongen dada posisi anterior posterior C. Regurgitasi aorta D. 2 cm lateral linea mid clavicula kiri. Apakah faktor risiko keluhan pasien yang equivalen dengan infark miokard? A. Pada pemeriksaan fisik jantung ditemukan adanya bising pansistolik derajat 3/6 dengan punktum maksimum di intercostal V. dan pada malam hari sering terbangun karena sesak nafas. Regurgitasi mitral E. Pemeriksaan kadar darah puasa 160 mg/dL dan Hb A1c 8 %. Echocardiografi E.

Hipokondriasis 132. Troponin I B. Apakah pemeriksaan darah yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis? A. Gangguan nyeri psikogenik C. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. frekuensi napas 28 x/menit. CK 131. Thymoma B. Pneumothorax sinistra . Usia pasien yang 46 tahun 130. perkusi redup. Diabetes Mellitus E. Pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Gangguan jantung tersembunyi B. Pneumonia C. denyut nadi 110 x/menit.B. dan suara vesikuler menurun. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C. Apakah diagnosis paling mungkin? A. Seorang laki-laki berusia 38 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada khas infark sejak 5 jam sebelum masuk rumah sakit. tekanan darah 160/100 mmHg. Pasien yakin bahwa dirinya sakit jantung. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. CK MB C. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit jantung sejak tiga tahun terakhir. Pada gambaran EKG didapatan gambaran seperti di bawah ini. Gangguan somatisasi D. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul. Terdapat riwayat hipertensi. Dislipidemi D. Pemeriksaan fisik dan penunjang kardiologis tidak menunjukkan adanya kelainan. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. LDH E. Hipertensi C. SGOT D. Gangguan panik E.

Asma Bronkhial E. Pada pemeriksaan auskultasi paru ditemukan suara amforik. Pemeriksaan fisik didapatkan retensi urin. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. Hernia diaphragmatica 135. Pungsi pleura B. Gambaran EKG menunjukkan takikardia dengan kompleks QRS sempit dan regular. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul. vesica urinaria penuh dan nyeri tekan (+). Apa diagnosis yang paling mungkin? A. tekanan darah 160/100 mmHg. Diagnosis manakah yang paling mungkin? A. puasa makan dan minum B. Inhalasi B2 agonis 134. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dirawat di rumah sakit karena sesak napas berat dan nyeri dada kiri. Mediastinal mass E. Pasien juga mengeluh demam. Terdapat riwayat hipertensi. Hernia diafragmatika 133. Efusi pleura sinistra E. Injeksi digitalis C. Pneumothorax D. Furosemide C. Pada direct rectal touche (DRE) diduga terdapat pembesaran prostat. Injeksi sulfas atropin 136. dan tekanan darah 130/80 mmHg. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C.D. diet rendah lemak 2 hari sebelum pemeriksaan C. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. minum banyak. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. Apakah persiapan yang diperlukan? A. Pasien mempunyai riwayat batuk lama. Kardioversi B. Direncanakan pemeriksaan radiologis ultrasonografi abdomen bawah. Pemeriksaan EKG menunjukkan hasil normal. Bronkhitis kronis C. Pneumothoraks D. Seorang laki-laki berusia 72 tahun datang dengan keluhan sulit kencing. Injeksi adenosine E. Water seal drainage (WSD) D. Antibiotika E. Apakah terapi yang paling tepat? A. Seorang pasien berusia 22 tahun mengeluh batuk lebih dari 3 bulan dan sejak dua hari ini batuk disertai darah. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. tidak tinggi disertai keringat malam. Pasien dapat kencing setelah dipasang katheter. perkusi redup. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke UGD dengan keluhan berdebar-debar. frekuensi napas 24 x/menit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. denyut nadi 140 x/menit. Apakah penanganan awal yang paling tepat? A. Pneumonia C. Manuver vagal D. frekuensi napas 28 x/menit. Pada rontgen dada ditemukan area lusen tanpa corakan bronkovaskular pada hemithorax sinistra. denyut nadi 110 x/menit. COPD B. Tuberkulosis Paru B. Bronkiektesis 137. menahan kencing (katheter di klem) . dan suara vesikuler menurun.

ureterolithiasis C. kelopak mata sedikit sembab dan hipertensi. tanpa persiapan E. sel epitel 2-4/LP. Pyelonefritis . pielografi anterograd C. muntah dan jumlah buang air kecil berkurang.8.31 mg / dl. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2. sel epitel 2-4/LP. teratoma 141. Pada pemeriksaan darah didapatkan komplemen C3 menurun. Apakah contoh bahan urin terbaik untuk kondisi tersebut? A. cholelithiasis D. urin malam hari E. urethrolithiasis C. spondiloarthrosis lumbales E. pankreatitis 140. dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan beberapa hari buang air kecil kemerahan. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. Sistitis B. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51. urin acak B. disertai mual.39. nefrolithiasis B. Saat diperiksa penderita demam. muntah dan jumlah buang air kecil berkurang. eritrosit +3. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut. kreatinin 1. Seorang laki-laki berusia 61 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang kanan. Apakah pemeriksaan penunjang lanjutan yang dibutuhkan? A. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter dengan nyeri abdomen akut. disertai mual. nephrolithiasis B. dan eritrosit pucat 3-4/LP. pielografi retrograd D.8. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. protein (-). Pada pemeriksaan ultrasonografi didapatkan pelebaran sistema pelvico calices dextra. Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun. urethrografi B. vesicolithiasis E. Dokter merujuk pasien untuk pemeriksaan lebih lanjut. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. dan eritrosit pucat 3-4/LP.D. pielografi intra vena E. Untuk menyingkirkan kemungkinan kehamilan ektopik dilakukan pemeriksaan urin untuk hormon beta hCG (ßhCG). Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pada foto polos abdomen didapat bayangan semiopag bentuk menyerupai tanduk rusa di proyeksi paravetebra dextra setinggi VL 2-3. kreatinin 4. pusing. urin pancar tengah D. urin pagi hari 142. cholelithiasis D. mual. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2. Pasien sudah membawa hasil laboratorium urin menunjukkan Ca oksalat +++. cystografi 139. Hasil pemeriksaan laboratorium urin didapatkan warna kuning kemerahan. Nefritis C. tes alergi 138. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. kreatinin 4.39. urin tampung C.

. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari. Rheumatoid arthritis B. gagal ginjal kronik 145. Osteoartritis E. Pembedahan 147. Volar slab D. kadar kreatinin pasien adalah 1. Gangguan motorik D.0 mg/dL. denyut nadi 100x/menit. Gout arthritis C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg. Manakah dari keluhan berikut ini yang menjadi prioritas untuk mendapatkan tindakan? A. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri kaki kanan. Hasil laboratorium menunjukkan asam urat 9.D. Pasien juga mengeluh tidak dapat kencing. Kondisi gips 148. Kondisi struktur di bagian distal dari gips s B. Glomerulonefritis kronik E. Gagal ginjal akut nefrotoksik B. kemerahan. Glomerulonefritis E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. antibiotika E. Dari pemeriksaan fisik didapatkan adanya hematoma penis dan perineum dan terdapat kesan vesika urinaria penuh. dan terasa nyeri. Peningkatan rasa nyeri C. Seorang pasien laki-laki umur 20 tahun menderita fraktur ulna kiri tertutup komplit undisplaced setelah terbentur benda keras di tempat kerja. analgesika 144. Apakah tindakan awal yang paling tepat? A. Pada pemeriksaan fisik. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Apakah tindakan yang paling tepat untuk mengatasi keluhan tersebut? A. Gips s sirkular E. Glomerulonefritis akut D. Sling B. pungsi supra pubik C. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. suhu 370C. Seorang penderita dikirim oleh Rumah Sakit untuk melakukan kontrol setelah dilakukan pemasangan gips s sirkular pada ekstrimitas atas kiri. frekuensi napas 24x/menit. Sindrom nefrotik 143. Rhematic fever D. Satu bulan yang lalu. ditemukan benjolan pada pangkal ibu jari kaki kanan. Nefritis interstisial kronik C. Pasien tersebut seminggu sebelumnya mendapat injeksi derivat aminoglikosida untuk suatu prediksi infeksi saluran kemih. Bandage C. Seorang laki-laki berumur 34 tahun datang ke dokter dengan keluhan kencing sedikit. Hiperurikemia 146.2 mg/dl dan ureum 45 mg/dl. kateterisasi B. diuretika D. Hasil pemeriksaan kadar kreatinin 7 mg/dl dan kadar ureum 200 mg/dl. Hasil pemeriksaan urin rutin adalah protein (++) dan hematuria gros. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Rasa gatal E.

Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Syok neurogenik C. Ketoasidosis B. TB paru kasus gagal pengobatan B. 2RHE + 4RH 150. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. Batuk berdahak warna kekuningan. Syok hipovolemik E. 2RHZ + 4RH E. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan. Alkalosis metabolik D. TB paru kasus putus obat D. TB paru kasus resistensi obat C. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. Alkalosis respiratorik 149. kesadaran somnolen. Pemeriksaan fisik ditemukan ronki basah kasar di daerah apeks paru kanan. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. Syok kardiogenik B. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. demam dan berkeringat pada malam hari. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. TB paru kasus kambuh E. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. sedikit ampas. Asidosis respiratorik E. konsistensi cair. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah. Apakah kelainan pH darah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. TB paru kasus baru 152. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. Syok anafilaktik D. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. 2RHZE + 4RH B. Kategori 2. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A.1 gelas tiap buang air besar. isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36. Asidosis metabolik C.5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan. Kategori 1. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. Syok obstruktif 151. Kategori 1. Kategori 3. 2RHZ + 4RH C.volume ½ . Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. Kategori 3. Apakah gambaran hitung jenis leukosit yang paling mungkin ditemukan? . Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Apakah terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. pernapasan Kussmaul dan turgor kulit menurun.

Medula spinalis segmen L 1 D. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Basofilia D. Eosinofilia C. Pasien juga mengeluh perut terasa mual. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. terutama sekitar lubang dubur. Neutrofilia B. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. Medula spinalis segmen C 5 D. Kauda equine 156. tonus otot meningkat bilateral. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Tension type headache B. Limfopenia E. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. Medula spinalis segmen Th 10 B. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat. Neutropenia 153. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Cluster headache E. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Conus medularis E. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4. Medula spinalis segmen L 1 D. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya hipestesi setinggi umbilikus. Medula spinalis segmen Th 12 C. setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Medula spinalis segmen C 5 C. Migrain dengan aura C. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Conus medularis E. Medulla spinalis segmen Th 12 C. Medula spinalis segmen Th 10 B. Kauda equina 155. Migrain tanpa aura D. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki.A. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. Medulla spinalis segmen C7 E. Medula spinalis segmen Th 10 B. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. tonus otot meningkat bilateral. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen L 1 . Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. Vertigo 154. namun tidak muntah.

Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan gatal di kulit sejak 10 hari yang lalu. mata hyperemia konjungtiva. Epinefrin D. Nekrolisis epidermal toksik B. Apakah obat yang menjadi pilihan utama? A. Pasien juga mengeluh badan demam dan lemah. Rasa gatal disertai dengan bercak-bercak merah di kulit yang muncul terutama pada pagi hari dan menghilang pada siang hari. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS setelah melakukan upaya bunuh diri dengan minum obat nyamuk. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula di seluruh tubuh diameter 2-3 cm. hiperhidrosis dan bradikardi. muntah-muntah. Urtikaria D. Pemeriksaan fisik menunjukkan plak nummular berbatas tegas. Sindroma Steven Johnson D. sesak nafas dan mengeluarkan banyak keringat. Pemeriksaan fisik menunjukkan pupil miosis. Pemfigus 161. Bibir erosi dengan krusta tebal warna hitam. hipersalivasi. Ayahnya seorang penderita asma. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. hiperlakrimasi. Dermatitis kontak iritan E. Medulla spinalis segmen Th 12 158. Neurodermatitis . Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Papaverin E. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya bercak eritema dengan peninggian (bentol). Neurodermatitis E. Atropin B. batas tidak tegas. Medula spinalis segmen Th 4 D. Eksema vulgaris C. tonus otot meningkat bilateral. Dopamin C. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Seorang laki-laki berusia 21 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan tengkuk gatal sejak 5 bulan. skuama halus dan likhenifikasi. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Dermatits kontak alergika C. Medula spinalis segmen C 5 B. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Keluhan muncul setelah minum obat sakit kepala. Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Neostigmin 159. ukuran bervariasi tersebar hampir di seluruh tubuh. Medulla spinalis segmen C7 C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Pasien mengeluh nyeri kepala. Keluhan muncul hampir di seluruh tubuh. Rasa gatal muncul terutama jika sedang mengikuti ujian atau belajar. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan kulit melepuh sejak 2 hari yang lalu. Medula spinalis segmen Th 10 E. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. Dermatitis kontak alergika B. Dermatitis alergika B. Dermatitis kontak iritan 160. sebagian telah pecah membentuk erosi. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara.157.

skuama dan papul-papul. Apakah yang paling mungkin ditemukan pada pemeriksaan kerokan kulit? A. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. T3 dan T4 normal D. kelemahan dirasakan semakin berat. pembesaran kelenjar tiroid difus. mudah lelah dan mengalami diare. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. TSH. Kejang terjadi selama 15 menit dan saat kejang tampak kesakitan. Pemeriksaan protein total E. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar sejak 1 minggu yang lalu. Pemeriksaan Hb 164. akral teraba hangat. T3 dan T4 meningkat C. frekuensi napas 24 x/menit. TSH menurun. Pemeriksaan pH darah 165. TSH meningkat. Asupan makanan dan minuman tidak terganggu. dan spasme otot general terutama daerah karpopedal. Pemeriksaan hitung jenis leukosit B. Ptiriasis rosea D. lembek. Apakah hasil pemeriksaan laboratorium yang paling mungkin ditemukan? A. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. Tinea corporis E. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 110/70 mmHg. Pasien mengalami diare sejak 1 minggu yang lalu. TSH menurun. T3 dan T4 menurun 163. denyut jantung 120 x/menit. Kokus gram positif pada pengecatan gram . mata eksoftalmus. Psoriasis 162. Pemeriksaan elektrolit darah D. hingga tidak mampu beraktivitas. Pasien sering merasa gelisah. TSH. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dibawa ke IGD RS setelah mengalami kejang. Pemeriksaan gula darah sewaktu C. Pseudohifa pada pemeriksaan KOH C. kekuatan motorik ekstremitas superior dan inferior kiri dan kanan semua bernilai 2 dan tidak ditemukan adanya defisit neurologis lain. Pasien pernah menderita penyakit pembesaran kelenjar gondok dan telah dilakukan pengangkatan kelenjar tersebut 1 bulan yang lalu. Hifa pada pemeriksaan KOH B. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. Seorang laki-laki berusia 37 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami kelemahan pada kedua tangan dan kaki sejak 3 hari yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya grimace. Pemeriksaan elektrolit darah D. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. sulit tidur. denyut nadi 76 x/menit frekuensi napas 16 x/menit. hiperpigmentasi. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. tampak makula eritematosa. Pemeriksaan pH darah E. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. Pemeriksaan gula darah sewaktu B. Pemeriksaan hormon T3 dan T4 C. sehari 3-5 x/hari. sebanyak + ½ gelas air mineral. tanpa lendir maupun darah. Basil gram negatif pada pengecatan gram D. T3 dan T4 menurun E. T3 dan T4 meningkat B.C.

Obat kocok 170. Dari luka tersebut tampak tulang yang menonjol dan terasa sangat nyeri. punggung serta tepi rambut kepala. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. Obat apakah yang paling tepat untuk pasien ini? . tertutup skuama tebal berwarna putih. Apakah mikroorganisme yang paling mungkin mengakibatkan keadaan tersebut? A. Pseudomonas aeruginosa 167. Gel B. tampak erosi dan mengeluarkan eksudat berbau amis. denyut nadi 132 x/menit frekuensi napas 24 x/menit. Dermatitis kontak C. Sebagian dari lepuhan kulit sudah pecah dan terasa nyeri. Bedak E. Seorang laki-laki berusia 28 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena luka pada tungkai bawah setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 1 hari yang lalu. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. Krim C. Dermatitis seboroik B. Psoriasis 168. edema. sekret berbau. krepitasi pada jaringan otot dan subkutis. Keluhan ini terjadi sejak 4 hari yang lalu. Sindroma Stevens Johnson D. Staphylococcus aureus E. Eritroderma E. Eritroderma B. terdapat jaringan nekrotik. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. Herpes zoster 169. Badan terasa lemah. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar hormon T3 dan T4 serta penurunan kadar TSH. Clostridium perfringens C. pembesaran kelenjar tiroid difus. Pasien pernah mengalami keluhan yang sama berulang tetapi tidak separah ini. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. punggung serta tepi rambut kepala. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas.E. Seorang perempuan berusia 32 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kulit pada hampir seluruh tubuh melepuh. Pemeriksaan fisik lokal menunjukkan adanya luka robek dengan fragmen fraktur. tidak tahan panas. tekanan darah 140/90 mmHg. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula-bula diameter 2-3 cm. Pasien sedang dalam keadaan hamil 20 minggu. Bacillus cereus D. Psoriasis C. Apakah jenis obat topikal yang paling tepat diberikan? A. gelisah dan sulit tidur. tertutup skuama tebal berwarna putih. Pemfigus E. proptosis bola mata. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. Pasien juga mengeluh demam. Ptiriasis rosea D. Salep D. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Streptococcus βhemoliticus B. Kokus gram negatif pada pengecatan gram 166.

Variabel kadar HbA1c dibagi menjadi 3 kelompok. Sublimasi E. penilaian menunjukkan bayi tidak bernafas. Oligozoospermia C. Memberikan rangsang taktil B. Pasien bekerja sebagai buruh pabrik pestisida. Introyeksi 173. Skala interval E. Melakukan ventilasi tekanan positif D. Skala ordinal C. Represi C. Levothyroxine E. Tidak ada keluhan fisik yang diderita. Setelah dilakukan langkah awal resusitasi.A. yaitu kurang dari normal. Skala Gutmann 175. denyut jantung 90 x/menit. lemah. Pemeriksaan sperma menunjukkan jumlah sperma dengan bilik hitung 10 juta/ml. Skala nominal D. Memberikan epinefrin injeksi intramuskuler 174. Methimazol B. Oligoastenozoospermia D. Propilthiouracil C. Apakah mekanisme pertahanan (defens mechanism) yang dipakai oleh pasien? A. Seorang bayi laki-laki dilahirkan secara sectio caesaria dari seorang perempuan berusia 37 tahun G1P0A0 gravida 38 minggu dengan ketuban pecah dini 18 jam dan fetal distress. morfologi 80%. Seorang dokter akan melakukan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol berjudul “Hubungan antara Kadar HbA1C dengan Retinopati Diabetika pada penderita DM tipe II. Padahal kebiasaan mengompol ini sudah berhenti sejak 1 tahun yang lalu. Perchlorate 171. Skala rasio B. Oligoastenoteratozoospermia 172. Seorang dokter ingin mengetahui prevalensi disfungsi ereksi pada pria menikah yang berada dalam rentang usia produktif. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa bapaknya ke Puskesmas karena mengalami perubahan perilaku yaitu menjadi pendiam dan kembali mengompol setelah ibunya meninggal dunia seminggu yang lalu. Tindakan apakah yang harus dilakukan? A. motilitas : a=45%. tampak biru. d=10%. b=20%. 131 I D. Populasi target adalah penderita diabetes mellitus (DM). Melakukan kompresi jantung C. normal dan lebih dari normal. Oligoteratozoospermia E. Normozoospermia B. Memberikan natrium bikarbonat intravena E. sedangkan populasi terjangkau adalah penderita DM tipe II. Apakah interpretasi hasil pemeriksaan tersebut? A. Bayi tersebut dilahirkan dalam keadaan tidak menangis. Proyeksi D. Penelitian dilakukan di setiap kabupaten dalam propinsi Jawa Tengah. Apakah skala yang paling tepat untuk variabel tersebut? A. Karena banyaknya jumlah populasi dan adanya keterbatasan . Regresi B. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang memeriksakan diri ke puskesmas karena belum mempunyai anak setelah 2 tahun menikah. tinggal serumah bersama istrinya dan mengaku berhubungan seksual secara rutin. c=25%.

waktu dan tenaga yang dimiliki. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya massa putih mengkilap bertangkai pada meatus media. Seorang perempuan berusia 19 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung kiri tersumbat sejak 4 bulan yang lalu. frekuensi napas 80 x/menit. Abses nasi C. Lubang hidung kanan mengeluarkan cairan kental berwarna kehijauan dan berbau busuk. Sinusitis maksilaris akut 179. tidak menangis. Seorang bayi laki-laki lahir spontan di rumah sakit dari seorang perempuan berusia 36 tahun dengan usia kehamilan 31 minggu. Concha polipoid D. Gangguan bipolar manik C. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya edema konka inferior dan sekret di meatus media. Seorang laki-laki berusia 21 tahun dibawa ke IGD RS dengan kedua tangannya dalam keadaan terikat. Kadang keluar cairan jernih tidak berwarna dan tidak berbau. Cluster Random Sampling C. Bayi tampak lemah. denyut jantung 172 x/menit. Hitung jenis leukosit B. Alloanamnesis didapatkan pasien tidak dapat tidur sering teriak-teriak dan mengamuk sejak 1 minggu yang lalu. Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung tersumbat sejak 1 minggu yang lalu. Pasien sering mengeluh sakit kepala dan gusi bengkak yang membaik dengan obat antinyeri. Keluhan terjadi sepanjang hari dan semakin berat. Rinitis alergika E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Kultur darah D. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai untuk diterapkan dalam penelitian tersebut? A. Gangguan psikotik akut D. Kadar glukosa darah . Abses nasi C. Tidak ditemukan adanya riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Simple Random Sampling D. halusinasi akustik dengan tema yang tidak spesifik. Sistematic Random Sampling B. Rinitis vasomotor E. Quota Sampling 176. Kadar hemoglobin C. sianosis dan merintih. diputuskan untuk melakukan teknik pengambilan sampel dari seluruh populasi penelitian. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Analisa gas darah E. Polip nasi B. Gangguan panik B. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Sinusitis maksilaris akut 178. Rinitis alergi D. Snowball Sampling E. Polip nasi B. retraksi dinding dada. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling penting dalam keadaan tersebut? A. Gangguan waham 177. Periksaan psikiatris didapatkan pasien agresif secara fisik dan verbal. Skizofrenia paranoid E.

Seorang perempuan berusia 20 tahun dirujuk oleh bidan dengan diagnosis perdarahan pasca persalinan. Memberikan sisipan 1RHZES D. Kolelitiasis D. badan terasa lemah. Memberikan fase lanjutan 4RH E. Myoma uteri E. setelah kelahiran plasenta tampak benjolan berwarna merah dari vagina dan mengalami banyak perdarahan. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. Pankreatitis E. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan hasil positif 3 (+3). Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan 2x positif. Streptomisin B. Pada pemeriksaan fisik tampak bengkak mengelilingi mata kanan berukuran 5 x 7 cm. Pemeriksaan inspeksi menunjukkan adanya permukaan kasar berwarna merah pada benjolan yang keluar dari vagina. Memberikan fase lanjutan 5RH 181. warna merah kebiruan. Ulkus ventrikuli B. berat badan menurun. Ruptur uteri C. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Plasenta dupleks 183. Ruptur vagina D. Pirazinamid D. Nafsu makan dan berat badan juga telah meningkat. Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke puskesmas untuk melanjutkan pengobatan rutin TB paru yang telah dilakukan selama 2 bulan. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. Pasien juga memiliki riwayat bengkak sendi kambuh-kambuhan sejak 1 tahun yang lalu. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Luka memar di mata kanan karena kekerasan tumpul . Memberikan sisipan 1RHZE C. frekuensi napas 28 x/menit. Isoniazid 182. berbatas tegas dan teraba hangat. Memberikan sisipan 1 RHZS B.180. Ethambutol C. denyut nadi 136 x/menit lemah. Ulkus duodeni C. Bidan menyampaikan bahwa pasien baru melahirkan anak pertama 2 jam yang lalu. Apakah rencana pengobatan yang harus diberikan? A. Pasien membawa surat permintaan pemeriksaan visum et repertum dari penyidik. Inversi uteri B. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah. berkeringat pada malam hari dan rasa mudah lelah sudah membaik. Rifampisin E. Seorang laki-laki berusia 24 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan memar pada mata kanan akibat dipukul oleh rekan bisnisnya. Sendi bengkak dan terasa nyeri terutama setelah makan emping melinjo. Nafsu makan menurun. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. Manakah OAT yang dapat memperberat keluhan nyeri pasien? A. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. Luka memar di mata kanan akibat dipukul B. Nyeri hilang dan timbul. Keluhan batuk. Hepatitis akuta 184. tekanan darah 70/50. Apakah kesimpulan visum et repertum yang dapat diambil? A.

Pada inspeksi pasien tampak . Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri perut sebelah kanan. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. Sinus takikardi E. tidak teratur. vesicolitiasis C.9 °C. Sinus takikardi D. hiperperistaltik 190. Atrial fibrilasi 188. hidronefrosis B. Luka memar di mata kanan karena kontak benda tumpul oleh tersangka 185. Pada pemeriksaan fisik didapatkan denyut nadi pulsus alternans dan pada pemeriksaan EKG didapatkan irama jantung 120x/menit irreguler.C. Normosinus ritme 186. defens muskuler C. predominan tympani B. Luka memar di mata kanan karena dipukul benda tumpul D. Pasien pernah didiagnosa stroke infark 3 bulan yang lalu. didapatkan otot dinding perut memberikan reaksi mengeras. fecalith 189. Sinus takikardi D. Supraventrikuler takikardi B. Pada pemeriksaan EKG didapatkan irama irreguler. tes undulasi (+) E. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Apakah penyebab yang paling mungkin? A. dibawa ke RS dengan keluhan lemas & hampir pingsan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tympani hampir seluruh lapangan perut. Atrial fibrilasi E. appendicitis D. Pada EKG menunjukkan jarak rata-rata R ke R 6 kotak sedang. Apakah hasil pemeriksaan tersebut? A. denyut nadi sulit ditentukan. RBBB B. Keluhan disertai mual dan muntah. Seorang perempuan 56 tahun datang dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri. temperature 36. Seorang pasien 23 tahun baru pulang dari RS 4 hari yang lalu dengan diagnosis Tifus abdominalis dan telah dinyatakan sembuh. Pada saat dilakukan palpasi perut. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg. Normo sinus rythm C. Tetapi mulai tadi malam mengeluh nyeri di seluruh lapangan perut. Seorang pasien perempuan usia 60 tahun datang dengan keluhan berdebar-debar. denyut nadi 140x/menit. di regio inguinal kiri didapatkan redup. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Sinus bradikardi E. nefrolitiasis E. shiffting dullnes D. Seorang perempuan usia 25 tahun datang dengan keluhan sulit buang air besar sejak 3 hari yang lalu. Luka memar di mata kanan akibat pukulan tumpul oleh tersangka E. Supraventrikuler takikardi B. Seorang laki-laki umur 40 th. Aritmia C. Sinus bradikardi D. Sinus bradikardi C. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Atrial flutter 187.

Pemasangan infus C. deformitas (+). Langkah pertama apa yang harus dilakukan untuk penyelamatan kasus diatas: A. kaki bengkak dan air seni berwarna seperti teh. Fraktur patologis D. luka robek di lengan bawah. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis. Fraktur kominutif E. Pada pemeriksaan fisik vital sign dalam batas normal.pulsasi nadi lemah. Rectus abdominis & arcus kosta kanan D. nyeri sumbu (+). tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. Reposisi B. akral dingin dan pucat. Sepanjang tepi bawah arcus kosta kanan dari medial ke lateral C. Tindakan pertama yang harus dilakukan pada pasien diatas adalah: A. frekuensi napas 24 x/menit. dan tampak memegangi lengan atas kanan yang terlihat salah posisi. Fraktur impresi B. Diit cukup karbohidrat C. pada tungkai bawah nyeri tekan (+).memegangi perut kanan atas dengan posisi membungkuk. ascites minimal. Di manakah lokasi yang tepat untuk palpasi? A. nyeri sumbu (+). deformitas (+). nyeri sumbu(+). Diit cukup garam & minum1 lt/hr 192. Reposisi-immobilisasi 194. Penjahitan luka B. Menderita penyakit osteoporosis sejak 2 tahun terakhir. Terapi non-farmakologis apakah yang sesuai? A. tidak ada riwayat trauma. Immobilisasi D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan BB 78 kg. mata kuning. Konsumsi penghancur lemak E. frekuensi napas 30 x/menit. Seorang anak umur 12 tahun terjatuh dari pohon setinggi 5 meter dengan posisi jatuh tangan menyentuh tanah terlebih dulu. nyeri tekan (+). Tepi lateral kanan processus xipoideus dari caudal ke cranial B. denyut nadi 80 x/menit. Kenali dan hentikan perdarahan 193. pembesaran lien. Dibawa ke tempat praktek dokter dengan GCS 13. Seorang perempuan umur 65 tahun datang ke RS dengan keluhan tidak bisa jalan. nyeri pada tungkai bawah yang terjadi secara berangsur-angsur. Pertemuan bawah lobus sinistra hepar dengan processus xipoideus E. Pemberian analgetik E. Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. gatal-gatal. nyeri tekan (+). hepatomegali. Keluhan disertai dengan nyeri perut kanan atas. Fraktur kompresi . Resusitasi C. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan GOT dan GPT sedikit meningkat. Olahraga 30 menit/hari D. mengerang kesakitan. Seorang perempuan 56 tahun datang ke RS dengan keluhan lemas. tekanan darah 110/70 mmHg. Pembersihan luka D. Airway management E. dan icterus . Kelainan yang dapat terjadi pada kasus diatas adalah: A. TB 155 cm. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan. Fraktur impaksi C. Pertemuan tepi lateral kanan m. Regio epigastrium sejajar dengan tepi bawah hepar lobus sinistra 191. Penurunan BB 3 kg/mg B. tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan.

apa yang perlu segera dilakukan? A. Trauma neurologi E. dan deformitas (+). Grandmal C. denyut nadi 120 x/menit. umur 7 tahun.Apakah penyebab kematian yang paling mungkin pada pasien ini? A. Sindroma kompartemen 198. anterior E. Resusitasi cairan agresif D. Serangan kejang terjadi rata – rata 2 kali perbulan. Seorang anak laki-laki. posterior 199. Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. menderita serangan kejang berulang sejak usia 6 tahun. kemudian kejang tonik 1 menit diikuti kejang klonik 2 menit. denyut nadi 120 x/ menit. 2 posisi D. sesudah itu lemas seperti tertidur. tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan.Untuk mencegah perburukan kondisi. Petitmal B. Tergolong apakah serangan kejang pada pasien ini? A. Berapakah nilai Glasgow Coma Scale (GCS) dari pasien ini? A. Fraktur terbuka B. tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. merasa mengantuk. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg. saat kejang pasien tidak sadar. dan deformitas (+). Debridement C. Parsial simple E. perdarahan masif. perdarahan masif.pulsasi nadi lemah. 12 C. Kesadaran pasien mulai pulih setelah 3 menit. Carpopedal spasme 197. Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. Mioklonik D.195. Syok neurogenik C. 15 196. 1 posisi C. nyeri tekan (+). fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang. Resusitasi cairan 20 tetes/menit . Syok hipovolemik D. Pemeriksaan foto rontgen femur apa yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis pasien ini? A. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg. 14 E. dan bisa bergerak bebas. 13 D. Perempuan umur 61 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan merasakan lemah sejak 2 jam yang lalu. Tidak dikeluhkan sakit kepala maupun muntah. Reposisi cito B. GCS = 5. bisa menjawab pertanyaan sederhana. Dari pemeriksaan fisik didapatkan respon membuka mata dengan perintah. nyeri sumbu (+). akral dingin dan pucat. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan. Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. frekuensi napas 30 x/menit. 11 B. Saat kejang kadang mulut berbuih kadang ngompol. lateral B. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis. GCS = 5.

didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. Hernia inguinalis lateralis 202. tidak mau minum.80C. scrotum membesar. Hernia femoralis C. Hernia inguinalis medialis 201. Ileus obstruktivus D. mata cekung. peristaltic meningkat. Lakukan resusitasi kardio pulmoner . Hernia femoralis B. Cold abses inguinal E. Difusi B. denyut nadi 164 x/menit. peristaltic meningkat. metallic sound (+). Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. Hecting untuk hentikan perdarahan 200. mata cekung. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level. Ventilasi E. distensi abdomen. Tindakan paling awal pada kasus tersebut adalah: A. Ketika dilakukan anamnesis. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. Gangguan fungsi yang terjadi pada pasien tersebut: A. Apakah penyebab yang mendasari kasus ini? A. temperatur 390C. pemeriksaan lain dalam batas normal. anak lemah. scrotum membesar. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. metallic sound (+). Merujuk pasien ke ICU E. temperatur 390C. tidak mau minum. Perfusi C. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level. Appendix infiltrat D. Nadi radialis dan carotis tidak teraba. mual dan muntah. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas. turgor kurang. mual dan muntah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit.E. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. denyut nadi 120 x/menit. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. Oksigenasi 203. denyut nadi 164 x/menit. Lakukan pemasangan infus C. Limfoma maligna C. Memberi obat anti diare 204. Ileus paralitik B. Absorbsi D. denyut nadi 120 x/menit. Hernia inguinalis lateralis E. Lakukan resusitasi cairan B. Oksigenasi B. pada auskultasi tidak terdengar suara napas dan detak jantung. tiba-tiba pasien terjatuh dan tidak sadar. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. distensi abdomen. Penanganan awal apa yang paling tepat dilakukan oleh dokter? A. turgor kurang. pemeriksaan lain dalam batas normal. temperatur 36. Rehidrasi intravena D. Rehidrasi oral C.80C anak lemah. temperatur 36.

Bayi laki-laki umur 25 hari. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah palpasi 70 mmHg. akral dingin. Syok hipovolemik 207. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Pasien tidak sadar. Anak umur 3 tahun dengan riwayat jongkok selama melakukan aktivitas dan sering biru dan tidak sadar. Lakukan pemasangan jalur oksigen E. Arteri radialis B. ditemukan jejas pada hipokondrium kiri. Pada saat pemeriksaan fisik. Arteri tibialis posterior E. Pada regio mana yang paling tepat untuk meraba denyut nadi tersebut? . Infark miokard akut D. Tetralogi Fallot C. denyut nadi 120 x/menit. denyut nadi 140 x/menit. Insufisiensi trikuspidal E. sianosis. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas. tekanan darah 180/110 mmHg. bising sistolik.D. Syok neurogenik D. Pemeriksaan EKG didapatkan elevasi segmen ST yang diikuti adanya gelombang Q patologis. Lakukan pemasangan monitor EKG 205. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Angina pectoris stabil E. frekuensi napas 30 x/menit. tali pusat kotor dan berbau busuk. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. sianosis. Seorang laki-laki usia 25 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan. Ginjal D. Arteri carotis interna D. suara jantung lemah. Syok septik B. Arteri carotis communis 210. Syok kardiogenik E. Stenosis aorta B. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. Hati B. Pada pemeriksaaan didapatkan keadaan umum lemah. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. Limpa C. datang ke Puskesmas keadaan merintih lemah. kejang 3-5 kali. bising usus melemah. Patent ductus arterisus 208. frekuensi napas 60 x/menit. Jenis syok pada neonatus ini adalah: A. Arteri subclavia C. Perikarditis B. frekuensi napas 30x/menit. Angina pectoris tak stabil 206. Syok distributif C. jari tabuh (+). malas menetek. pekak alih (+). kulit tampak kuning sampai kedua kaki. Insufisiensi mitral D. Miokarditis C. Intestinum E. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. Kesadaran gelisah. Struktur anatomis apakah yang diraba? A. Colon descendens 209. Organ manakah yang paling mungkin mengalami cedera? A.

Peregangan m. Kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium hepar didapatkan hasil SGOT : 20 IU dan SGPT: 22 IU. 212. A. anisokor D. Fraktur clavicula E. pensiunan tentara datang praktek dokter swasta dengan keluhan pucat dan cepat lelah. Dislokasi articulatio humeri B. seorang tenaga kesehatan memeriksa dan memastikan bahwa korban telah meninggal dunia. isokor B. Morfologi darah tepi: didominasi sel blas seri myeloid. menangis keras dan kulitnya merah jambu. Reaksi lekemoid . jumlah lekosit 120 ribu/mmk. trigonum caroticum B. regio sternocleidomastoideus Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. regio cervicalis anterior C. 213. Pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil Hb 6 gr/dl. pimpinan suatu perusahaan. 214. miosis maksimal C.211. reflek lambat E. regio cervicalis lateraris D. Fraktur humeri D. Hepatitis B carrier sehat E. trigonum submandibulare E. datang ke klinik swasta untuk melakukan general check up. Vasa coronaria D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kunjungtiva anemis. Apakah diagnosis paling mungkin kasus diatas? A. deltoideus Seorang laki-laki berusia 55 tahun dibawa ke UGD oleh istrinya karena mengeluh nyeri dada hebat. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan HBsAg positip. Cacat/defek pada septum E. Sistem conductorium jantung Seorang laki-laki berusia 50 tahun. Vasa darah besar C. Apakah kemungkinan penyebab kelainan yang diderita oleh bayi tersebut? A. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien diatas? A. Bagaimana hasil pemeriksaan pupil yang paling mungkin? A. Pasien ini sebelumnya juga sering mengeluh nyeri dada bila beraktivitas berat selama beberapa tahun terakhir ini. Apakah struktur yang kemungkinan mengalami kelainan pada pasien tersebut? A. 215. Nyeri terasa seperti tertindih benda berat di belakang sternum dan menjalar ke rahang bawah dan lengan kiri bagian medial. Hepatitis B kronis B. Pada saat persalinan terjadi distocia bahu dan berhasil dilahirkan setelah dilakukan berbagai manuver oleh dokter SpOG. Cedera plexus brachialis C. Hepatitis B dorman Seorang laki-laki berusia 58 th. midriasis maksimal Seorang bayi laki-laki baru lahir dengan berat lahir 4800g tidak bisa menggerakkan lengan kanannya. Sirosis Hepatitis B D. Bayi ini dilahirkan pervaginam oleh seorang wanita 32 tahun yang menderita diabetes mellitus. Hepatitis B kronis aktif C. Bayi lahir selamat. jumlah trombosit 70 ribu/mmk. Katub jantung B.

Pada pemeriksaan urinalisis didapatkan hasil Proteinuri: +++ Eritrosit : 0-1 /LPB Lekosit : 1-3/LPB Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus diatas? A. reaksi imunitas E.5 mg/dl. AML (Acut Mieloid Lekimia) C. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan jumlah lekosit 5000/mm3 dan dari hitung jenis didapatkan limfositosis. 218. B. 219. CML (Chronic Myeloid Leukima) Seorang laki-laki 58 tahun datang ke UGD dengan keluhan bengkak pada seluruh badan. Sindrom Nefrotik C. Pasien juga mengeluh adanya nyeri saat menelan. faring hiperemis. Apakah diagnosis paling tepat kasus diatas? A. Pyelonefritis B. infeksi bakteri C. Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. pH dan ketonuria B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu tubuh 39 derajat Celcius. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem. 220. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem. Dari anamnesis tidak didapatkan riwayat trauma. karsinoma hepar E. infeksi jamur B.216. Hasil laboratorium SGOT: 18 IU/L. berat jenis dan kristal Seorang perempuan berusia 47 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan bengkak seluruh badan. Uretritis Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan keluhan demam 4 hari. 217. dan Bilirubin indirek:0. Apakah etiologi paling tepat penyebab demam pada pasien tersebut? A. reaksi hipersensitifitas Seorang perempuan berusia 72 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan nyeri perut dan badan tampak kuning. Sindrom Nefritik D. Glomerulonefritis E. Multiple myeloma D. Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal.3mg/dl.Saat masuk . Myeodisplasia E. proteinuria dan silinderuria D. kolelithiasis C. Tidak ditemukan pembesaran hepar maupun lien. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan ikterik dan nyeri tekan pada ulu hati. kolestasis ekstrahepatal Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke tempat praktek dokter dengan keluhan jari-jari sering gemetar. hepatitis B. Manakah pemeriksaan urinalisis paling berhubungan untuk diagnosis pasien diatas? A. SGPT: 24 IU/L. infeksi virus D. sirosis hepar D. lekosituria dan nitrituria E. Bilirubin Direk: 6. hematuria dan glukosuria C.

Apakah tujuan awal fisioterapi ? A. Manakah tipe cara berjalan yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. mencegah herniasi C. Keluhan ini disertai rasa . sitikolin B. somnolen D. sianokobalamin Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. ke ruang praktek tampak pasien tersebut berjalan sangat lambat dan setapak demi setapak. 224.221. Setelah dilakukan observasi dan mendapatkan terapi keluhan membaik seperti semula sebelum 24 jam setelah serangan. 222. ataxic gait E. mencegah decubitus E. paraparetik gait D. Manakah terapi yang paling tepat diberikan untuk mencegah kekambuhan ? A. parkinson gait B. kekuatan ekstremitas inferior dan superior kanan:0. Apakah klasifikasi kesadaran kualitatif pada pasien tersebut? A. afasia motorik B. mekobalamin E. hemiparetik gait C. Saat pemeriksaan pasien dapat mengerti maksud atau perintah pemeriksa namun tidak dapat berbicara lancar. kekuatan ekstremitas kiri 4. disfasia Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kanan mendadak saat bangun tidur. Setelah mendapatkan terapi medika mentosa. Pada anamnesis tidak dijumpai nyeri kepala dan mual muntah. scissor gait Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD oleh temannya dengan gangguan kesadaran setelah minum minuman keras oplosan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. mendadak saat bangun tidur. afasia sensorik C. mencegah edem serebri Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kiri mendadak. stupor C. mencegah kontraktur D. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. Saat pemeriksaan kesadaran didapatkan pasien terkesan mengantuk dan menutup mata namun bila dipanggil dapat membuka mata dan menjawab pertanyaan sederhana. Refleks Patologis Babinski dekrtra(+). soporouscoma E. refleks patologis negatif. Apakah diagnosis paling tepat? A. afasia transkortikal E. 225. compos mentis Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dengan gangguan bicara. pasien langsung diberikan fisioterapi awal setelah masuk bangsal. afasia global D. silostasol D. pirasetam C. 223. mencegah pneumonia B. Pada anamnesis pasien memiliki riwayat penyakit gula dan darah tinggi. coma B.

Keringat C. dengan skuama putih . Pitiriasis rosea D. dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. herald patch (+) pada lengan atas. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak makula dan patch eritem. Keluhan ini disertai rasa gatal. dengan bagian tepi papul-papul eritem. Psoriasis vulgaris C. Micobacterium sp. Trichophyton sp. Tinea korporis E. Pitiriasis rosea D. badan dan paha. batas tegas. Antibiotic sistemik Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. 228.226. Alergen B. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. Pitiriasis rosea D. Lepra PB Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. Kortikosteroid sistemik B. 229. gatal. dengan bagian tepi papul-papul eritem. D. batas tidak tegas. Apakah penyebab paling tepat kasus tersebut? A. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak macula dan patch eritem. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. dengan skuama putih tipis collarete. batas tidak tegas. Dermatitis kontak alergi B. Psoriasis vulgaris C. Lepra PB Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. Apakah diagnosis untuk kasus tersebut? A. batas tegas. 227. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. Dermatitis kontak alergi B. Apakah diagnosis yang paling sesuai? A. Tinea korporis E. Antijamur topikal E. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. Antihistamin sistemik D. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. E. Lepra PB Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. Apakah terapi yang sesuai? A. Dermatitis kontak alergi B. Paparan matahari Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. Kortikosteroid topical C. dengan skuama putih. dengan skuama putih . disertai dengan tanda Autspitz . disertai dengan tanda Autspitz . Psoriasis vulgaris C. Keluhan ini disertai rasa gatal. Tinea korporis E. dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. Keluhan ini disertai rasa gatal. 230. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal.

Huntington’s disease E. disertai rasa gatal. Sejak 2 minggu yang lalu. yang berasal dari dirinya sendiri. pasien merasa mereka sedang membicarakan dan hendak mencelakainya. berusia 38 tahun. Hal itu terjadi sejak 3 bulan yang lalu dan makin sering dilakukannya. Likhen planus Seorang laki laki berusia 24 tahun. badan dan paha. Ia berusaha melawan/mengabaikan pikiran tersebut tetapi tidak bisa. Antijamur E. Dermatitis kontak alergi B. distonia akut dan krisis okulomotorius. Hal itu diawali karena kekhawatirannya terhadap kuman yang menempel di tangan sehingga akan ikut tertelan jika ia makan. Ekstrapiramidal Sindrom B. pasien mengatakan bahwa ada segerombolan sindikat yang sedang merencanakan untuk membunuhnya. air liur berlebihan dan jalan seperti robot. Carbamazepin 2 x 200 mg D. Haloperidol 2 x 1. Tinea korporis E.231. frekuensi nafas 20 x per menit dan temperatur 37. Neuroleptik Malignan Sindrom C. dibawa ke unit gawat darurat RS. Mereka bersekongkol untuk mengejar dan mencelakai dirinya. sehingga setiap pasien melihat orang-orang yang sedang bercakap-cakap. Kortikosteroid sistemik B. datang untuk berkonsultasi karena sering mencuci tangan berulang-ulang terutama jika akan makan. Tekanan darah 130/80 mmHg. Pitiriasis rosea D. Dalam pemeriksaan status mental. Antibiotic Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke dokter dengan keluhan gatal-gatal pada lengan kiri. terdapat tremor. bahwa sindikat itu telah bekerjasama dengan banyak orang. sehingga pasien ketakutan. Parkinson’s iterat Seorang laki-laki. Diazepam 2 x 2 mg B. Apabila kegiatan-kegiatan tersebut tidak . tipis collarete. dengan keluhan seluruh badan kaku. Apakah diagnosis yang tepat? A. denyut nadi 86 x per menit. Antivirus D. Apakah terapi yang sesuai? A.5 mg C.2 °C. 234. pil kuning dan pil hijau. 233. dibawa ke UGD karena selalu merasa ketakutan. Amitriptilin 2 x 25 mg Seorang laki-laki. Manakah terapi yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. Munculnya pengulangan dorongan-dorongan tersebut membuatnya tidak tenang/ gelisah dan merasa menderita. diberikan salep putih. berusia 16 tahun. meskipun rasa gatal berkurang. pasien mengatakan pada pemeriksa. Psoriasis vulgaris C. 232. Pengulangan dilakukan karena selalu muncul dorongan untuk berbuat demikian. Dalam pemeriksaan. Ukuran lesi tetap. Trihexylpenidil 2 x 2 mg E. penderita gangguan Skizofrenia yang minum obat rutin. Pasien sudah berobat ke Puskesmas. tersusun linier pada lengan bawah kiri bagian ekstensor. Hasil pemeriksaan dermatologi diperoleh papul berwarna merah keunguan. Antihistamin C. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. Tardive dyskinesia D. atap datar. multiple. herald patch (+) pada lengan atas. Keluhan ini dirasakan sejak 1 bulan yang lalu.

Gangguan Obsesif Kompulsif D. kaku kuduk (+) dan meningeal sign (+). Namun diriwayatkan bahwa pasien merupakan anak yang pendiam dan mudah cemas. meronta-ronta saat sedang mengerjakan latihan ujian Nasional. temperatur39. Pasien sering sulit tidur. pasien mulai sering mengurung diridan tidak mau bergaul. Apakah diagnosis yang tepat? A. Rasa cemas dirasakan hampir setiap hari walaupun tidak ada penyebab yang jelas. mengeluh nyeri kepala dan muntah. Pasien sering mendengar bisikan-bisikan suara tanpa wujud dan sering melakukan sesuatu di luar kendali dirinya. Gangguan Waham menetap D. Depresi Sedang dengan somatisasi D. Sejak 7 hari yang lalu penderita mulai demam. Gangguan Cemas Menyeluruh C. Stress paska trauma Seorang laki-laki. Penderita menjadi sering tidak berangkat kuliah dan kegiatan kampus lainnya. Gangguan Psikotik Akut B. berusia 23 tahun. 236. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan mengamuk tanpa sebab. Skizofrenia B. keringat dingin. Gangguan Afektif B. Gangguan Anxietas Phobic B. Sejak 2 bulan yang lalu. berusia 18 tahun. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS 9. Keluhan dirasakan sejak 6 bulan yang lalu.ngejar dan akan membunuhnya. Penderita mengetahui bahwa kecemasannya tidak beralasan. 237. tangan dan kaki terasa dingin. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan bicara kacau. Gangguan Skizofrenia C. datang ke dokter keluarga karena sering merasakan cemas. Delirium E. merasa tak berdaya. Apakah diagnosis yang tepat? A. Amnesia C. seluruh badan lemas. dilakukan secara berulang-ulang maka timbul kecemasan/kegelisahan. Gangguan Waham Menetap E. dibawa ke Puskesmas oleh gurunya. berusia 24 tahun. Gangguan Amnesia Dissosiatif . karena tiba-tiba berteriak-teriak. ketakutan dan mengatakan bahwa ada musuh yang mengejar. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. jantung berdebar-debar. 16 tahun. Apakah diagnosis yang tepat ? A. Gangguan Somatoform Seorang siswi SMU. Pasien berbicara dengan suara yang berat seperti suara laki-laki dewasa. Apakah diagnosis yang tepat? A. Gangguan Stres Akut Seorang wanita. Stress Akut D. Gangguan Panik C. Tidak didapatkan riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Tidak ada riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Gangguan Skizoafektif E. Gangguan Cemas Menyeluruh E. bingung dan bicara kacau dan merasa ketakutan karena seperti didatangi bayangan makhluk yang hitam dan besar yang akan mengajaknya pergi. mengatakan bahwa ia adalah makhluk penunggu sekolah dan memberikan nasehat-nasehat yang berkaitan dengan pembangunan gedung sekolah yang saat itu sedang direnovasi. Dua hari yang lalu penderita tampak gelisah. Demensia Seorang mahasiswi. 238.235. Penderita juga sulit tidur. namun ia sulit untuk menghilangkannya.

dan nyeri munculnya tidak lagi karena aktivitas yang berat. Apakah tipe angina pectoris yang sesuai untuk kasus di atas? A. Keluhan seperti ini sudah dirasakannya sejak 1 tahun yang lalu. karena ia sadar. B. Selama ini ia selalu berusaha untuk menghindarinya. Gangguan Trans Dissosiatif D. angina pectoris prinzmetal Seorang perempuan berusia 48 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas yang semakin memburuk sejak 4 bulan terakhir. Hasil pemeriksaan fisik dan elektrokardiogram tidak menunjukkan adanya kelainan. disertai jantung terasa berdebar-debar. Dilatasi dan hipertrofi ventrikel kiri E.239. Bagaimana mekanisme kerja golongan nitrat sehingga keluhan berkurang? A. Hipertrofi atrium dan ventrikel kiri Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri dada. darah bukanlah sesuatu yang membahayakan. keringat dingin dan seluruh badan tiba-tiba lemas dan mual-mual. Nyeri yang dirasakannya bahkan muncul pada saat dia sedang duduk-duduk santai di sore hari. Lokasi berada di atas sternum menjalar hingga ke tangan sebelah kiri dan rahang bawah. datang ke dokter untuk berkonsultasi tentang kekhawatirannya yang berlebihan jika melihat darah. ia akan merasakan berdebar-debar. Nyeri dada dirasakan membaik dengan istirahat. 243. Pasien ini mempunyai riwayat Hipertensi tidak terkontrol. Dilatasi ventrikel kiri B. ia menjadi ingin menghilangkan keluhannya tersebut. Reduksi end diastolic volume ventrikel kanan dan kiri C. Setiap melihat darah bahkan hanya gambar darah saja. namun sejak ayahnya menyarankan untuk masuk fakultas Kedokteran. angina pectoris stabil B. Sesak semakin memberat dengan aktifitas fisik. Apakah terapi yang paling tepat? A. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 6 bulan terakhir. Pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan baik. Terapi Farmakologi Seorang pasien laki-laki berusia 56 tahun datang ke klinik swasta dengan keluhan sesak nafas. Terapi Kognitif D. angina pectoris tidak stabil D. Terapi Aktivitas Kelompok B. Hipertrofi anteroseptal ventrikel kiri D. angina pectoris atipikal C. beberapa minggu ini durasi nyeri lebih lama. Penurunan tekanan ventrikel kanan D. Namun. 242. 241. angina pectoris heberden E. Dari anamnesis riwayat penyakit dahulu saat muda dia pernah . Saat diperiksa didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg dan didapatkan kardiomegali. Apa kelainan jantung yang terjadi? A. Terapi Gestalt E. Penurunan aliran darah kolateral jantung E. Gangguan Konversi Histeri E. 240. Gangguan Fugue Disosiatif C. Gangguan Depersonalisasi Seorang siswi SMA. usia 17 tahun. Hipertrofi ventrikel kiri C. Venodilatasi pembuluh darah koroner B. Penurunan kebutuhan oksigen miokardial Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada seperti tertusuk-tusuk. Terapi Desensitisasi C. Dokter memberikan terapi golongan nitrat dan keluhan membaik.

Tetralogi of fallot C. D. Setelah dipasang monitor didapatkan tekanan darah 61/32 mmHg. Syok kardiogenik C. Dari laboratorium ditemukan leukositosis dan pada pemeriksaan EKG didapatkan perpanjangan interval PR . Streptococcus viridans C. Menurut keluarga sebelumnya dia muntah-muntah hebat. Floppy epiglotis B. Fistula tracheaesofageal E. Atrial Septal Defect E. Streptococcus beta hemoliticus E.5°C. Apakah kemungkinan penyebab pada kasus diatas? A. Pada pemeriksaan radiologi ditemukan pembesaran atrium kiri. dan terdapat tanda-tanda hipoksia. Streptococcus pyogenes. Hiperglikemi C. Respiratory distress syndrome 247. Gagal Jantung Kongestif C. Apakah diagnosis pada kasus di atas? A. Dari anamnesis tidak mempunyai riwayat kelainan selama kehamilan. Staphilococcus aureus B. Stroke non hemoragik . Apakah organisme yang menyebabkan penyakit tersebut? A. nyeri sendi dan ruam di kulitnya. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan panas. Pada pemeriksaan pasien tidak ditemukan adanya kelainan pada paru maupun jantung. tekanan darah 130/80 mmHg.Mitral Stenosis 244. Stroke hemoragik D. Syok Hipovolemik B. Syok anafilaksis E. Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dalam keadaan tidak sadarkan diri. auskultasi terdapat suara opening snap dan murmur diastolik. Syok septik 246. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. Ketoasidosis diabetik E. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg. Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus di atas? A. Infark Miokard akut D. Syok hemoragik D. Bayi laki-laki berusia 1 hari dibawa keluarganya ke unit gawat darurat RS karena mengalami kebiruan dan seperti tercekik saat diberikan ASI. Pada pemeriksaan fisik ditemukan eritema dan nodul subkutan. nafas cepat dan dalam dan terdapat gangren di kaki sebelah kiri. Hipoglikemi B. Streptococcus alfa hemoliticus 245. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38. pasien mempunyai riwayat sakit jantung dan sering mengeluh nyeri dada. Menurut keluarga yang mengantar. divertikulum zenkel D.mengalami penyakit serius berupa demam. gambaran EKG menunjukkan gambaran Ventrikular takikardi. Keluhan disertai nyeri sendi dan bercak-bercak di kulit. Penyakit jantung reumatik B. Seorang perempuan berusia 50 tahun diantar keluarganya ke unit gawat darurat RS dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg. Saat dilakukan pemeriksaan fisik. Dari anamnesis pasien pernah transfusi darah 4 minggu yang lalu. Pasien sempat tidak sadarkan diri sebelum dibawa ke rumah sakit. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A. Seorang perempuan berusia 20 tahun datang ke RS dengan keluhan demam tinggi dan mata tampak kuning. Pada pemeriksaan laboratorium awal ditemukan peningkatan serum transaminase. Dokter kemudian menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan CT scan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 36°C. Perutnya seringkali kram. Karsinoma usus E. Eritrosit B. Apakah diagnosis pada pasien diatas? A. Pasien tidak mempunyai riwayat trauma sebelumnya. penurunan motorik dan sensorik di bagian tubuh sebelah kiri. Riwayat trauma disangkal. subarachnoid hemorragi . ditemukan nyeri lepas tekan di daerah Mc burney. Anti HBs D. denyut jantung 100x/menit. Anti HBe E. syok anafilaktik E. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan diare terus menerus sejak 3 bulan terakhir. intracranial hemorragi hemisfer kiri D. Kolitis ulseratif C. Seorang laki-laki berusia 60 tahun mengalami perdarahan yang hebat post laparotomi. Monosit D.respirasi 32 x/menit. HBsAg C. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri terutama di daerah kanan bawah abdomen. PCR B. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan kelemahan mendadak pada tangan dan tungkai sebelah kiri. komponen hasil laboratorium apa yang dapat mendukung penegakan diagnosis pada kasus diatas? A. S1 dan S2 murni serta tidak ditemukan murmur. Limfosit C. Hematokrit E. Nyeri disertai keluhan muntah dan demam ringan. syok neurogenik D. Apakah pemeriksaan darah yang dilakukan untuk skrining awal pada kasus diatas? A. Penyakit Crohn D. Gambaran apa yang diharapkan dari hasil pemeriksaan CT Scan tersebut ? A. Saat dilakukan pemeriksaan laboratorium. Leukosit PMN 251. syok kardiogenik C. IgM anti HBc 250. syok septic 249.248. Abses usus B. Hasil kolonoskopi yang dibawa pasien tampak penebalan dinding mukosa usus dan hasil PA biopsy ditemukan granuloma. Berat badannya menurun dan terdapat bercak kemerahan pada kulitnya. Hemoroid interna 251. infark di hemisfer kanan C. syok hipovolemik B. nyeri dan fesesnya bercampur darah. intracranial hemorragi hemisfer kanan E. infark di hemisfer kiri B.tekanan darah 80/60 mmHg.

asetilkolin E. Sambil menunggu hasil hapusan darah tepi. AML C. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan leukositosis. bronchitis kronik E.Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia hipokromik mikrositik. Benjolan tersebut tidak disertai nyeri. CLL . Pada gambaran radiografi thoraks didapatkan hiperinflasi paru kanan dan kiri dan tidak ditemukan fibrosis. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ptekie dan hepatosplenomegali. Dokter merencanakan pemeriksaan apusan darah tepi untuk mendapatkan diagnosis pasti. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bradikinesia dan rigiditas pada otot-ototnya. apakah penyebab paling sering pada kasus di atas? A. sianosis. anemia dan trombositopenia. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak pucat. fibroadenoma E. bradikinin D. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak nafas disertai batuk berdahak. yang terjadi saat istirahat. emfisema C. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan benjolan di payudara sebelah kiri. Tidak ditemukan benjolan serupa di daerah lain. defisiensi vitamin B12 B. konjungtiva palpebra pucat dan takikardi. Kistadenoma C. papilloma B. defisiensi folat D. ALL B. Apa diagnosis patologi anatomi yang tepat untuk kasus di atas? A. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kelelahan dan kelemahan otot sejak 2 bulan yang lalu. defisiensi besi E.251. Apakah kemungkinan penyebab kasus diatas? A. berdasarkan epidemiologi. Saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter ditemukan massa berdiameter 2 cm dengan konsistensi lunak dan berbatas tegas. transamin 253. bronkopneumonia 254. infeksi virus 255. Pasien sebelumya bekerja sebagai kuli bangunan. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan tremor pada kedua tangannya. bronkiektasis D. asma B. dopamin B. Kekurangan zat apa di dalam otak yang mendasari terjadinya kejadian pada pasien di atas? A. Pasien adalah seorang perokok berat. Dokter melakukan pemeriksaan patologi anatomi dan mendapatkan stroma yang longgar di dalam jaringan glandula. intraductal papillomatosis 252. Pada pemeriksaan fisik ditemukan barrel chest. dan wheezing pada kedua lapang paru. serotonin C. defisiensi vitamin C C. Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa ibunya ke poliklinik dengan keluhan demam dan bercak kemerahan sejak 1 minggu yang lalu. Fibroangioma D. tidak ditemukan peningkatan sel stroma dan tidak didapatkan adanya mitosis.

Pada saat pemeriksaan dokter menemukan kelemahan dalam kemampuan fleksi pada lutut kiri tetapi kemampuan ekstensi lututnya normal. nervus femoralis E. miliar 258. datang ke Puskesmas dengan keluhan terdapat bercak kehitaman di wajahnya.Pada pemeriksaan dahak ditemukan BTA positif. axillaris C. Komplek ghon B. paru redup dan ronkhi basah di kedua apeks. radialis D. Pada pemeriksaan ditemukan ulkus yang lunak dan tidak bergaung. DIC 256. Apakah kemungkinan nervus yang mengalami kerusakan akibat cedera di atas? A. Karsinoma sel skuamosa 259. Treponema pertenue D. Nervus apakah yang berperan dalam terjadinya kelamahan pada kasus di atas? A.tampak kurus. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah. fibrokistik D. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat lesi yang terasa nyeri di penisnya. CML E. Karsinoma sel basal B. nervus tibialis C. Seorang laki-laki berusia 65 tahun pekerjaan sebagai petani. nervus ischiadicus . Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kesulitan dalam berjalan. brachialis B. Apakah kemungkinan diagnosis kasus diatas? A. Clamidia trachomatis 257.D. Hemofilus ducreyi B. Nevus Pigmentosus D. nervus fibularis D. Treponoma pallidum C. Seorang laki-laki berusia 16 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami luka akibat terkena pisau di daerah axilla. Melanoma Maligna C. Dokter menduga luka di axilla tersebut mengenai plexus brakhialis bagian bawah. Pada pemeriksaan fisik terdapat lesi berbentuk papul berbatas tidak tegas bentuk irregular berdiameter kira-kira 7 mm dan tengahnya berbentuk ulkus. Pasien ini mengaku melakukan hubungan seksual dengan salah seorang PSK dalam 1 minggu terakhir. cold abses C. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak selama 3 minggu disertai demam ringan pada malam hari dan penurunan nafsu makan. Kelainan apakah yang ditemukan pada pasien diatas? A. Manakah penyebab paling mungkin yang mendasari penyakit pada kasus di atas? A. scrofula E. Melanoma Lentiginosa E. nervus vagus B. Neisseria gonorrhea E. vagus 260. ulnaris E.

Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri punggung yang menjalar hingga ke kedua kaki. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan penurunan berat badan yang cukup drastis selama 3 bulan terakhir hingga 5 kg. pneumothorax E. Pada pemeriksaan manuver valsalva dan laseque menyebabkan nyeri bertambah. Pada pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan tanda-tanda anemia. emfisema B. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas ? A. bronkiektasis D. pada dada kiri terdapat penurunan suara nafas. Pasien adalah seorang kuli panggul di pelabuhan. Pemeriksaan fisik normal dan pada feses tidak ditemukan tanda-tanda perdarahan. kanalis inguinalis D. Hernia Nukleus Pulposus B. pengobatan apa yang tepat diberikan terhadap pasien ini? A. Nyeri meningkat saat beraktivitas dan berkurang saat beristirahat. Fraktur vertebra E. Spondilolisthesis D. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bentuk dada tong. Keluhan dirasakan 3 sampai 4 kali seminggu. datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas terutama saat bernafas. metampiron E. terutama pada saat perut kosong. ibuprofen C. Selain pengobatan dengan H2 bloker. bronchitis kronis 262. Pasien penggemar minuman kopi. fascia lata 263. Frekuensi keluhan akhir-akhir ini semakin bertambah. Dokter saat itu menyarankan agar pasien mengubah pola diet dan memulai pengobatan dengan H2 bloker. aspirin B. emboli paru C. tetapi serumnya positif terhadap test antibodi Helicobacter pylori. Seorang laki-laki berusia 50 tahun. Pria ini bekerja sebagai kuli bangunan. Pada foto rongten vertebra tidak ditemukan kelainan.261. kloramfenikol 265. Dia juga mengaku memiliki nafsu . Akibat keadaan ini pasien sering terbangun malam hari. ligamentum lata E. Pasien tidak pernah mengkonsumsi obat lain selain antasida. apneurosis abdominalis interna B. Pada pemeriksaan neurologis tidak ditemukan kelainan. Ankylosing spondylitis C. Keluhan dapat diatasi dengan makan atau diberi antasida dan menghilang dalam waktu 2-3 jam. peritoneum parietal C. Pada pemeriksaan dengan metode valsalva ditemukan benjolan keluar pada superior inguinal kanan dekat dengan tulang pubis. Spondilosis 264. Pasien adalah seorang perokok berat. Dia menyangkal adanya perubahan pola diet atau perubahan aktivitas. suara hipersonor pada perkusi dan suara paru menghilang pada auskultasi. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat benjolan memanjang yang sering keluar di perut kanan bagian bawah tepat di atas paha. Kerusakan struktur anatomi apa yang berhubungan dengan kelainan di atas? A. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. Seorang laki-laki 40 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri terasa seperti terbakar di daerah abdomen sejak 6 minggu yang lalu. amoksisilin D.

sudah menikah dan memiliki 1 orang anak. Adenomiosis B. Apakah pengobatan kausatif yang paling tepat untuk pasien di atas? A. Kedua mata pasien tampak terbelalak dan pada palpasi leher terdapat pembesaran kelenjar tiroid. Tiroiditis Hashimoto E. sudah menikah. Treponema pallidum E. Chlamydia trachomatis C. Cholesistitis akut C. Servik terlihat normal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya Morphy sign. Seorang perempuan berusia 45 tahun. datang ke rumah sakit dengan keluhan terdapat benjolan di perut bagian bawah sejak 4 bulan yang lalu. Sirosis biliaris 267. Pada pemeriksaan ultrasonografi ditemukan adanya batu empedu. Cholangitis akut B. Apakah kemungkinan diagnosis pasien diatas ? A. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan rasa terbakar di bagian dada sebelah kanan yang menjalar hingga ke tangan kanan. temperature 36. antihistamin C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nadi 110 x/menit. Herpes simplex 269. Keluhan disertai demam dan mual.makan yang baik. Candida albicans D.9oC. darah banyak. datang ke puskesmas dengan keluhan keputihan. acyclovir oral D. konsistensi padat kenyal. irreguler. Graves disease C. Keluhan disertai menstruasi tidak teratur. Neisseria gonorrhoeae B. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang poliklinik dengan keluhan perut kanan atas terasa sangat nyeri . Seorang perempuan berusia 28 tahun. Goiter multinoduler 266. Perforasi akut pada kantung empedu E.tekanan darah 140/90 mmHg. Pada pemeriksaan ginekologik terlihat sekret di liang vagina. tidak ada stress dan tidak ada gangguan di sistem gastrointestinal. Apakah diagnosis kasus diatas? A. dan terasa nyeri. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ada bercak kemerahan bergerombol di daerah yang dikeluhkan pasien nyeri. dan terdapat plaque putih yang menempel di dindingnya. Apakah organisme penyebab penyakit diatas? A. Keluhan ini sudah dia rasakan sejak 2 hari. Pasien mengaku mengalami cacar air setahun yang lalu. Dari hasil pemeriksaan patologi anatomi didapatkan gambaran whorl like pattern. Defisiensi iodine D. Injeksi penisilin E. Kanker tiroid B. dan berbatas tegas. Kulit pasien teraba hangat dan kering. bengkak. NSAID oral B. indometasin oral 268. Pemeriksaan jantung menunjukkan terdapat murmur sistolik ejeksi 2/6 . Dari pemeriksaan swab vagina dengan pewarnaaan Gram menunjukkan hasil gram positif berbentuk lonjong. Dari pemeriksaan ginekologik didapatkan uterus berukuran sebesar kehamilan 8 minggu. Mioma uteri . Apakah diagnosis yang paling tepat untuk penyakit diatas? A. Pancreatitis akut D. Mukosa vagina tampak merah.

Apakah saran yang tepat jika ingin segera memiliki anak? . 273. Fibroadenoma mammae C. Apakah diagnosis penyakit diatas? A. Benjolan tidak terasa nyeri. 272. Pada pemeriksaan analisa sperma didapatkan jumlah cairan sperma 3 cc. terdapat flek. Fibroadenoma mammae C. batas tidak tegas. sperma berbentuk normal 45%. Tumor phyloides E. Papilloma intraduktal Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 3 tahun. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. Karsinoma mammae B. nyeri tekan dan tidak terdapat ulkus. Astenozoospermia dan teratozoospermia Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 8 bulan. HSV tipe 1 B. Fibrocystic disease D. Pada pemeriksaan fisik payudara kanan didapatkan massa ukuran 1x1 cm. HSV tipe 2 Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan timbul benjolan di payudara kiri sejak 1 tahun yang lalu. Tumor phyloides E. warna putih . Apakah diagnosis kasus diatas? A. Apakah penyebab tersering kasus diatas? A. Kista dermoid E. dapat digerakkan. Oligozoospermia dan teratozoospermia D. EBV E. berbatas tegas. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. Papilloma intraduktal Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan timbul benjolan sebesar kelereng di payudara kanan sejak 6 bulan yang lalu. bau khas. Azoospermia dan astenozoospermia C.270. motilitas 18%. Pasien sudah menikah selama 35 tahun dan memiliki 6 orang anak. Karsinoma mammae B. Benjolan terasa nyeri bila menjelang haid. 271. Fibrocystic disease D. Pada pemeriksaan inspekulo didapatkan fluor berwarna putih kekuningan berbau pada liang vagina. jumlah sperma 15 juta/cc. Pada pemeriksaan fisik payudara kiri didapatkan massa dengan konsistensi kenyal. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan keputihan berbau disertai darah sejak 1 tahun yang lalu. frekuensi hubungan seksual 2 minggu sekali karena suami bekerja di luar kota. Azoospermia dan teratozoospermia E. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. Mola hidatidosa Seorang perempuan berusia 55 tahun. Apakah kelainan yang dialami laki-laki diatas? A. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. dapat digerakkan dan tidak nyeri tekan. Oligozoospermia dan astenozoospermia B. 274. tampak massa berbentuk bunga kol di mulut rahim. Keduanya tidak menggunakan kontrasepsi. Pada pemeriksaan IVA didapatkan mulut rahim berwarna keputihan. Kistoma ovarium D. HIV D. C. konsistensi kenyal. HPV C.

Pasien juga merasakan nyeri kepala. Dermatitis seboroik E. Kandidiasis D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Apakah tindakan yang pertama kali dilakukan? A. Tinea Versicolor 277. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri mata kanan hebat. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan terdapat bercak merah pada lipatan paha kanan dan kiri sejak 1 bulan yang lalu. denyut nadi 90 x/menit.Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat terhadap anak pasien? A. Pemeriksaan analisa sperma B. Tinea Korporis C. Pasien tampak tidak aktif dan kurang semangat dalam belajar sehingga prestasi belajar anak menurun. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan konjungtiva hiperemis.A. Keluhan disertai penurunan penglihatan mendadak dan tampak adanya lingkaran seperti pelangi. Uveitis Anterior D. Pada pemeriksaan dahak mikroskopis SPS. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak sejak 3 minggu yang lalu. Pasien diketahui memiliki seorang anak berusia 3 tahun dan belum mendapatkan imunisasi BCG. Fiksasi interna C. Keluhan disertai penurunan nafsu makan dan berkeringat pada malam hari. Pemeriksaan tinja apung C. Pemeriksaan patensi tuba C. Apakah pemeriksaan awal yang harus dilakukan? A. Ulkus Kornea 279. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena mengalami kecelakaan lalu lintas. mual dan muntah. Keluhan disertai rasa gatal terutama jika udara panas. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dibawa oleh bapaknya ke puskesmas dengan keluhan gatal di dubur terutama pada malam hari. Mobilisasi sendi D. Pasien diketahui menderita diabetes melitus. Pemeriksaan Harada Mori E. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS . tekanan darah 110/60 mmHg. Pemeriksaan tinja endapan D. Glaukoma Akut B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis. frekuensi nafas 26 x/menit. Pemeriksaan Scoth Adesive tape 278. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Pemeriksaan tinja langsung B. didapatkan hasil (+)(+)(-). dan satelit papula. Tinea Kruris B. Melakukan hubungan seksual 3 x/minggu E. Pemberian obat yang merangsang ovulasi D. Debridemen luka B. Elevasi tungkai E. Pembidaian 276. terdapat luka terbuka di daerah tungkai kanan bawah dan tampak bagian tulang keluar dari luka. Pada pemeriksaan daerah inguinal didapatkan makula eritematosus berbatas jelas dengan bentuk teratur. Panoftalmitis C. Pada perabaan bola mata kanan terasa lebih keras. Ditunggu hingga 3 tahun 275. Endolftamitis E. skuama tipis.

Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pasien juga merasakan gangguan saat berjalan. Amoksisilin E. Abortus Insipiens B.B. Arthritis Rheumatoid B. Apakah terapi antibiotik yang dapat diberikan? A. Pada pemeriksaan radiologik didapatkan adanya kista subkondral. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 14 g/dl. Pemeriksaan βHCG urin positif.Burney. dan tidak buang air besar selama 3 hari. dan didapatkan nyeri goyang servik. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah. Penyakit Inflamasi pelvis 281. Kotrimoksazol D. temperatur 37. Seorang perempuan berusia 28 tahun. Keluhan disertai kaku hingga 20 menit setiap bangun tidur di pagi hari. Pasien diketahui terlambat haid selama 2 bulan. Fluorokuinolon 282. Kehamilan Ektopik Terganggu D. temperatur 36. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada kedua lutut sejak 2 bulan yang lalu. Apendisitis . leukosit 13. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS dan tes tuberkulin E. Arthritis Gout D.8 ºC. mual dan muntah. berat badan 80kg. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan demam sejak 7 hari yang lalu. frekuensi nafas 24 x/menit. kavum douglas menonjol. denyut nadi 85x/menit. frekuensi nafas 20x/menit. denyut nadi 110 x/menit. Keluhan disertai perdarahan melalui jalan lahir berwarna coklat tua.2ºC. hematokrit 40 vol%. mual. denyut nadi 90x/menit. kedua sendi lutut membesar dan teraba krepitasi. teraba massa pada daerah adneksa kanan. Segera lakukan tes tuberkulin D. dan 5 menit apabila beranjak dari kursi. Demam dirasakan naik turun tanpa pengobatan. trombosit 250. eritrosit 4juta/ul. Abortus Iminens C. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan nyeri tekan lepas pada titik Mc. muntah. Pseudogout 283. Osteoarthritis C. Sebelumnya pasien mengeluh nyeri di ulu hati. Pada pemeriksaan ginekologis didapatkan uterus sebesar telur bebek. Segera lakukan Rontgen toraks C. frekuensi nafas 20 x/menit. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah dan pucat. Keluhan disertai nyeri kepala. Tiamfenikol C. G1P0A0. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tinggi badan 160cm. Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah yang mengakibatkan tidak bisa berjalan tegak . Pada pemeriksaan widal didapatkan titer O 1/320. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 90/70 mmHg. Osteoporosis E. Torsi Kista Ovarium E. Pasien juga mengeluh tidak nafsu makan. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A.000 /ul. Segera lakukan tes tuberkulin dan Rontgen toraks 280. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh tekanan darah 110/90 mmHg.000/ul. Kloramfenikol B. terdapat Rovsing sign. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 120/90 mmHg.

tekanan darah 120/80 mmHg. batuk-batuk. temperatur 38˚C. nyeri tekan dan didapatkan fluktuasi. hepar teraba tiga jari bawah arkus coste. Amoebiasis C. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. denyut nadi 80 x/menit. tidak nyeri tekan. kesadaran kompos mentis. Biopsi limponodi servikal .2ºC. 286. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan denyut nadi 100x/menit. 287. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Endoscopy D. Colonos copy C. tampak bengkak dan hiperemis. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. tidak nyeri tekan. Lekemi mieliod akut C. Graves ‘Disease’ B. kesadaran kompos mentis. Perforasi Ulkus Duodeum Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada telinga kanan sejak 2 hari yang lalu. Barium enema B.284. denyut nadi 80 x/menit. Limfoma maligna E. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. bertambah nyeri bila bernafas dalam. Pasien tidak mau makan dan rewel. Limfadenitis TBC D. temperatur 37. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. Apakah diagnosis yang mungkin adalah? A. Pasien merasa nyeri perut kanan atas. konsistensi kenyal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum cukup baik. lien tidak membesar. Struma nodosa normotiroid Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. Keluhan disertai sakit kepala. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. X Foto Thorax Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. Otitis media akut stadium perforasi E. Otitis media akut stadium resolusi Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan demam sejak 10 hari yang lalu. denyut nadi 84 x/menit. Otitis media akut stadium supurasi D. Otitis media akut stadium presupurasi C. Keluhan didahului demam dan flu sejak 5 hari yang lalu. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. frekuensi nafas 22 x/menit. USG abdomen E. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. jantung dan paru normal. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. B. 285. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Pada pemeriksaan otoskopi didapatkan membran timpani utuh. konsistensi kenyal. perut kembung dan berak lendir darah sebanyak 4-5 kali/hari. Kolik Ureter E. Kolik Ginjal D. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Otitis media akut stadium oklusi tuba B. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan.

T4 dan TSH D. USG Tiroid E.B. X Foto Thorax 288. tidak nyeri tekan. Antibiotic B. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. Vitamin B . Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Apakah terapi medikamentosa yang tepat ? A. konsistensi kenyal. Kadar T3. Antitiroid C. kesadaran kompos mentis. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Sitostatika E. Hormon tiroid D. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. Gambaran darah tepi C. denyut nadi 80 x/menit. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful