SOAL – SOAL UKDI 1.

Seorang laki-laki berusia 26 tahun dibawa oleh polisi ke UGD RS setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah, kesadaran somnolen, tekanan darah 60 mmHg dengan palpasi, denyut nadi 136 x/menit teraba lemah, frekuensi napas 30 x/menit, konjungtiva anemis, akral dingin. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan jejas pada region kuadran kanan atas, pekak hepar menghilang, nyeri tekan pada seluruh regio abdomen. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 6 g%.Tim dokter segera melakukan tindakan resusitasi dan dilanjutkan tindakan bedah. Apakah prinsip moral yang mendasari tindakan tim dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 2. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan mual dan muntah sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan nyeri tajam pada ulu hati, terasa panas dan perih. Pasien merasa bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh keracunan obat yang telah diberikan oleh dokter sebelumnya. Pasien berobat karena bengkak dan nyeri sendi kemudian diberi obat piroxicam 20 mg 2 x 1 tablet, asam mefenamat 500 mg 3 x 1 tablet dan dexametason 0,75 mg 3 x I tablet. Dokter memberikan penjelasan tentang indikasi dan efek samping obat. Apakah prinsip moral apakah yang mendasari tindakan dokter? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 3. Seorang perempuan berusia 34 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan nyeri punggung bagian bawah disertai kesulitan berjalan sejak 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan neurologik didapatkan kekuatan motorik ekstremitas inferior dekstra dan sinistra 3, didapatkan tanda Lasegue dan tanda Bragard. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan fraktur kompresi vertebra lumbal IV dan V. Tindakan konservatif tidak berhasil sehingga dokter menyarankan tindakan bedah untuk mencegah kecacatan, tetapi pasien menolak dengan alasan takut. Apakah prinsip moral yang mendasari sikap pasien tersebut? A. Justice B. Fidelity C. Autonomy D. Beneficence E. Nonmaleficence 4. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Apakah etiologi yang paling mungkin? A. Bakteri B. Virus C. Jamur

5.

6.

7.

8.

D. Parasit E. Alergi Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanannya merah sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan visus 6/40, didapatkan injeksi silier, infiltrate kornea bentuk punctata, tes fluoresin positif, dan sensibilitas kornea menurun. Jika dilakukan pemeriksaan dengan keratoskop plasido, gambaran apakah yang ditemukan? A. Bergelombang B. Bergerigi C. Konsentris D. Terputus E. Kabur Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata pegal dan penglihatan kabur untuk melihat jauh. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Hipermetropia B. Anisometropia C. Astigmatisma D. Presbiopia E. Miopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Astenopia anisometropia B. Astenopia konvergensia C. Astenopia akomodativa D. Astenopia aniseikonia E. Astenopia presbiopia Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke Puskesmas dengan kedua mata sering berair. Keluhan disertai dengan mata berair dan penglihatan kabur baik untuk melihat jauh maupun dekat. Pada pemeriksaan fisik mata didapatkan segmen anterior tenang. Hasil pemeriksaan visus didapatkan hasil sebagai berikut : VOD 6/15 dengan koreksi S +0,75 menjadi 6/6 VOS 6/10 dengan koreksi S +0,50 menjadi 6/6 Apakah komplikasi yang paling sering terjadi? A. Ablasio retina B. Mikroftalmia C. Eksoftalmus D. Glaukoma E. Katarak

9. Seorang petugas pengelola cold chain mendapati suhu lemari es penyimpanan vaksin hepatitis B mencapai -5o C pada saat pengecekan pagi. Pada pengecekan sore hari sebelumnya suhu lemari es masih dalam kisaran normal. Apakah tindakan yang harus dilakukan oleh petugas cold chain tersebut? A. Menyatakan vaksin tersebut rusak B. Mengembalikan suhu lemari es ke kisaran normal C. Membuang vaksin D. Mengembalikkan vaksin ke Dinas Kesehatan Kabupaten E. Melakukan uji kocok vaksin 10. Dokter keluarga dibayar oleh PT. Askes dalam jumlah uang yang tetap sesuai dengan jumlah peserta asuransi yang ditanggung, terlepas dari berapapun jumlah pelayanan yang diberikan. Apakah metode pembayaran pelayanan kesehatan tersebut? A. Diagnosis related group B. Fee for service C. Kapitasi D. Per diem E. Gaji 11. RS B adalah penyedia layanan kesehatan tingkat II untuk peserta ASKES. Untuk tahun anggaran 2011 ASKES akan membayar RS B dengan metode per diem. Data RS B menunjukkan bahwa pada tahun 2010 terdapat total 120.000 hari perawatan. Biaya yang dihabiskan untuk perawatan selama tahun 2010 adalah Rp. 48 milyar. Bila diasumsikan terdapat kenaikan jumlah pasien sebesar 10 % pada tahun 2011, dan inflasi sebesar 10 %, berapakah biaya per diem yang harus dibayar oleh ASKES ke RS B pada tahun 2011? A. Rp. 410.000 B. Rp. 420.000 C. Rp. 430.000 D. Rp. 440.000 E. Rp. 450.000 12. Survei Kesehatan Rumah Tangga yang dilakukan oleh DEPKES RI mengambil subjek penelitian seluruh penduduk Indonesia. Sampel diambil dari 20 provinsi yang dianggap mewakili seluruh penduduk Indonesia. Dari masing-masing provinsi diambil sampel 30 % dari jumlah kabupaten dan kota yang ada. Dari tiap-tiap kabupaten ini maka diambil sampel 50 % dari jumlah kecamatan yang ada. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai dengan kasus diatas? A. Simple random sampling B. Stratified random sampling C. Multi-stages random sampling D. Cluster random sampling E. Systematic random sampling 13. Sebuah penelitian ingin meneliti efektivitas pemberian alfa-interferon bagi pasien dengan hepatitis B kronik. Untuk itu peneliti memberikan intervensi bagi pasien hepatitis B kronik yang dirawat di sebuah RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007. Pasien yang bersedia mengikuti penelitian dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Satu kelompok diberikan alfa interferon dan kelompok yang lain diberikan lamivudin sebagai perlakukan standar. Outcome yang dilihat adalah konversi HBsAg menjadi negatif setelah 6 bulan. Subjek dengan gangguan fungsi ginjal, dan gangguan fungsi sumsum tulang menggugurkan keikutsertaannya dalam penelitian. Sampai dengan berakhirnya penelitian, 48 orang mendapatkan perlakuan dengan interferon, 42

Uji ANOVA satu arah 15. Apakah kriteria eksklusi pada penelitian tersebut? A. Regresi Cox E. Data diasumsikan terdistribusi normal. Pasien di RSUD periode Januari 2007 – Desember 2007 C. Regresi linear C. dan aktifitas fisik. Sebuah studi belah lintang berbasis populasi berusaha mengidentifikasi faktro risiko hipertensi di sebuah Kabupaten. Rasio prevalensi D. Uji Korelasi Kanonikal 17. Regresi logistik B. Uji Kai Kuadrat B. Kedua kelompok diwawancara mengenai riwayat penggunaan telepon seluler di masa lalu. Apakah metode pengukuran risiko yang paling sesuai untuk jenis studi diatas ? A. Forced expiratory volume (FEV) dalam ml/menit akan dibandingkan sebelum dan sesudah latihan fisik untuk menunjukkan fungsi respirasi. Pasien yang mendapatkan lamivudin 14.orang mendapatkan lamivudin. Hipertensi diukur dalam skala nominal dikotom. 84 partisipan dengan dislipidemia berpartisipasi dalam . Pasien dengan hepatitis B kronik B. Uji T berpasangan D. Uji T independen C. merokok. Rasio odd B. Sebuah studi intervensional menguji apakah latihan fisik secara serial akan memperbaiki fungsi respirasi pada pasien dengan PPOK. Apakah jenis uji statistik yang paling sesuai untuk menjawab pertanyaan penelitian diatas? A. Uji Korelasi Pearson E. 8 orang meninggal atau loss to follow-up. Penggunaan telepon seluler ini kemudian dibandingkan pada dua kelompok untuk mengukur risiko terjadinya tumor otak. Dari 48 orang yang mendapatkan interferon. sedangkan dari kelompok lamivudin semua subjek bertahan sampai penelitian selesai. Log-linear D. 60 pasien PPOK telah setuju untuk berpartisipasi pada studi ini. Risiko relatif C. Population attributable risk 16. Masih terdapat banyak kontroversi mengenai peningkatan risiko kejadian tumor otak dengan penggunaan telepon seluler. Sebuah studi observasional dilakukan untuk menambah bukti berkaitan dengan hal ini. 40 orang bertahan sampai akhir penelitian. Pasien dengan gangguan fungsi ginjal E. Seteleh pengumpulan dan analisis data terdapat tiga faktor risiko mayor yang secara bermakna berisiko meningkatkan kejadian hipertensi yaitu obesitas. Koefisien kontingensi E. dan 30 subjek sehat yang sepadan dalam jenis kelamin dan usia direkrut sebagai kelompok pembanding. Studi ini berusaha untuk menentukan faktor risiko manakah yang merupakan prediktor yang paling bermakna. Pasien yang meninggal atau loss to follow-up D. Sebuah uji klinik membandingkan efek obat penurun lemak baru bernama “lipicide” dengan obat standar simvastatin. Analisis multivariat apakah yang paling sesuai untuk menyelesaikan permasalahan penelitan diatas ? A. 30 pasien dengan glioblastoma multiformis diikutkan dalam sebuah studi.

TFU 30 cm. Setelah 12 minggu perlakuan. DJJ 12-11-12. temperatur 38. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. Regresi linear D. Rehidrasi cairan intravena C. Dari pemeriksaan fisik keadaan umum lemah tidak sadar. Injeksi insulin intravena B. Korelasi pearson B. Sejak 2 hari yang lalu badan demam dan mengeluh batuk berdahak. Ptiriasis rosea D. tekanan darah 120/80 mmHg. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. Korelasi parsial 19. frekuensi napas 32 x/menit dalam. hiperpigmentasi. Uji T Independen C. kepala turun . Regresi logistik E. uji normalitas data dengan uji kolmogorov-smirnov menunjukkan nilai p = 0. Perut terasa kencang sejak 12 jam yang lalu. Tinea kruris C. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 120/80 mmHg denyut nadi 96 x/menit frekuensi napas 24 x/menit tinggi badan 150 cm dan berat badan 62 kg.45. denyut nadi 120 x/menit. Kandidasis kutaneus E. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. Eritrasma B. Korelasi spearman C. Apakah metode analisis data yang paling tepat untuk penelitian tersebut? A. skuama dan papul-papul. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami penurunan kesadaran sejak 4 jam yang lalu. Setelah pengolahan data dilakukan. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. VT pembukaan 7 cm. Uji Kruskal-Wallis B. tampak makula eritematosa. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. kolesterol total (mg/dl) diukur pada dua kelompok tersebut. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa Indeks Massa Tubuh (kg/m2) berhubungan berbanding terbalik dengan kapasitas vital paru (ml). Analisis apakah yang paling sesuai untuk mencapai tujuan peneitian diatas? A. kulit ketuban tidak ada. Seorang perempuan berusia 30 tahun dikirim oleh bidan ke IGD RS dengan diagnosis G1P0A0 hamil aterm dengan kala I. air ketuban keluar sejak 2 jam yang lalu. Injeksi antibiotika spektrum luas E. his terjadi setiap 5 menit durasi 15 detik. letak kepala puki. tercium bau buah segar.studi ini. Uji Mann-Whitney E. Dermatitis kontak alergika 20. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. Untuk itu akan dilakukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar kenaikan IMT akan menurunkan kapasitas vital paru. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. kulit kering.2˚C. Uji Wilcoxon 18. Injeksi antipiretik intramuskular 21. Uji T berpasangan D. Pemeriksaan gula darah sewaktu 520 mg/dL. Pemberian natrium bikarbonat D. dan dikelompokkan secara acak pada dua kelompok perlakukan.

Asetazolamid 24. Diuretik apakah yang menjadi pilihan utama? A. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. Edema kornea E. Awalnya bengkak terjadi di kelopak mata kemudian menyebar ke kaki. Nyeri hilang dan timbul. Diagnosis apakah yang paling tepat? A. Seorang laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke Puskesmas dengan keluhan timbul koreng di sekitar hidung sejak 1 minggu yang lalu. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. Siprofloksasin E. Furosemid E. Perdarahan subkonjungtiva B. Apakah penyebab penurunan visus yang paling mungkin? A. Kloramfenikol D. Pemeriksaan mata kanan dalam batas normal. khemosis. Pankreatitis E. Manitol C. kripte iris baik. edema kornea. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi para 22. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I partus lama C.Hodge 2+ UUK kiri lintang. Gentamisin C. Nafas terasa sesak dan buang air kecil berkurang. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I primi tua B. hingga seluruh tubuh. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I ketuban pecah dini D. Ampisilin B. Plapebra khemosis D. Hematom palpebra C. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bengkak sejak 1 bulan yang lalu. G1PoAo hamil aterm dengan Inpartu kala I inersia uteri E. dan krustae hitam di sekitar hidung. Thiazid B. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. hematom palpebra. pupil bulat regular. refleks pupil baik. Sulfametoksazole 25. Ulkus ventrikuli B. Terapi apakah yang paling tepat? A. khemosis. tangan. Isosorbid D. perdarahan subkonjungtiva. mata kiri menjadi merah dan terasa pegal. pemeriksaan mata kiri visus 6/48. edema . Hepatitis akuta 23. Kolelitiasis D. Ulkus duodeni C. Pemeriksaan kulit menunjukkan papula eritema. pemeriksaan mata kiri visus 6/48. pustula. hifema setinggi 1/4 tinggi COA. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. Hifema 26. Koreng mulai menghitam dan terasa gatal. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan penurunan tajam penglihatan kiri setelah terkena bola tenis 1 hari yang lalu. Ukuran panggul dalam dalam batas normal. lensa jernih. perdarahan subkonjungtiva. hematom palpebra.

Aspirin 29. Rencana untuk pemeriksaan fungsi paru dengan spirometri ditunda. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Badan demam ringan. Batuk disertai dahak encer berwarna putih. Faktor apakah yang paling mungkin menjadi kontraindikasi pemeriksaan spirometri pada kasus tersebut? A. OAT kategori 3 D.52. Seorang laki-laki usia 56 tahun datang ke poliklinik RS dengan keluhan sesak nafas sejak 3 hari yang lalu. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Persendian tampak bengkak dan kemerahan. refleks fundus suram. Pemeriksaan sputum BTA negatif. Badan demam ringan C. Metampiron D. Hasil pemeriksaan spirometri menunjukkan FEV1/FVC 0. Asam mefenamat B. Pasca operasi katarak D. Kampimetri D. Pasien juga mengeluh batuk berdahak warna putih kental sejak 5 hari yang lalu. Piroksikan E. OAT kategori 2 C. Sesak nafas progresif B. Seorang laki-laki usia 48 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan sesak nafas sejak 2 minggu yang lalu. Penyakit paru obstruktif ringan . refleks pupil baik. Sesak nafas terjadi terus-menerus. kripte iris baik. Pasien menderita katarak dan baru dioperasi 1 minggu yang lalu. OAT dan Quinolon 28.kornea. Obat anti nyeri apakah yang paling mungkin memicu keluhan pasien tersebut? A. OAT kategori 1 B. Pemeriksaan apakah yang paling penting untuk diusulkan? A. Keluhan dirasakan semakin lama semakin berat. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan nyeri sendi ibu jari kaki kanan. Tonometri E. Dua tahun yang lalu pasien mendapatkan pengobatan rutin TBC selama 6 bulan dan telah dinyatakan sembuh. Penyakit paru restriktif ringan B. tidak memberat dengan posisi tidur dan tidak membaik dengan beristirahat. Penyakit paru restriktif moderat C. Nyeri kepala tegang E. Biometri 27. Apakah rencana pengobatan yang paling tepat? A. Refraktometri B. Pasien juga mengeluh batuk lama sekitar 1 bulan dengan dahak berwarna putih encer. hifema setinggi 1/3 tinggi COA. Pasien memiliki kebiasaan merokok hingga 1 pak (12 batang) rokok dalam 1 hari. Nyeri dada kanan 30. lensa jernih. kadang-kadang pasien juga merasakan nyeri kepala tegang dan nyeri dada kanan setelah batuk yang tiada henti. Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk lama sejak 2 bulan yang lalu. pupil bulat regular. Pasien mempunyai riwayat mengkonsumsi obat anti nyeri dalam jangka waktu lama karena sering merasa nyeri kepala. Terapi simtomatis E. Paracetamol C. Keratometri C. Keluhan dirasakan kambuh-kambuhan terutama setelah makan jeroan.

D. Penyakit paru obstruksi moderat E. Penyakit paru campuran berat 31. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun dibawa ibunya ke dokter praktek umum dengan keluhan gigi berwarna kecoklatan. Pada saat kehamilan, ibu pasien pernah menderita demam dan diberikan antibiotik oleh dokter yang menanganinya. Apakah antibiotik yang paling mungkin dikonsumsi tersebut? A. Streptomisin B. Siprofloksasin C. Tetrasiklin D. Kotrimoksazol E. Eritromisin 32. Seorang laki-laki datang ke Puskesmas dengan keluhan sering merasa lemah. Keluhan disertai dengan mudah merasa lapar, mudah merasa haus dan sering kencing. Pasien juga mengalami penurunan berat badan dalam waktu 6 bulan sebanyak 10 kg. Sebelum sakit pola makan pasien tergolong potensi obesitas karena melebihi kebutuhan, suka ngemil, dan kurang beraktivitas. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien memiliki berat badan 55 kg dan tinggi badan 170 cm. Berapa kebutuhan gizi pasien diatas (kalori/hari)? A. 2200 kkal B. 2000 kkal C. 1900 kkal D. 1800 kkal E. 1700 kkal 33. Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke praktek dokter dengan keluhan sesak nafas sejak 1 minggu yang lalu. Pasien juga mengeluh batuk produktif dengan dahak kental berwarna putih, demam dan sering berkeringat terutama pada malam hari. Pasien menderita batuk kambuh-kambuhan sejak lima tahun yang lalu. Pemeriksaan foto toraks menunjukkan adanya pendataran sudut recesus costodiafragmaticus. Kelainan paru apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Pneumotoraks B. Atelektasis C. Pyotoraks D. Efusi pleura E. Hematotoraks 34. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari, volume ½ - 1 gelas tiap buang air besar, konsistensi cair, sedikit ampas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, kesadaran somnolen, pernapasan kussmaul dan turgor kulit menurun. Kelainan pH darah apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. Ketoasidosis B. Asidosis metabolik C. Alkalosis metabolik D. Asidosis respiratorik E. Alkalosis respiratorik 35. Seorang laki-laki berusia 75 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS dengan keluhan nyeri dada sejak 2 jam yang lalu. Keluhan disertai sesak nafas dan keringat dingin. Pasien adalah penderita DM dan hipertensi yang tidak terkontrol. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 170/100 mmHg denyut nadi 126 x/menit frekuensi napas 24 x/menit temperature 36,5˚ C JVP dan suara jantung normal. Pemer iksaan

laboratorium darah menunjukkan GDS 240 mg/dL dan Troponin T positif. Pemeriksaan EKG menunjukkan adanya gelombang T inverted dan depresi segmen ST pada sandapan V1 – V4. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Angina pectoris tidak stabil B. Angina pectoris stabil C. STEMI D. nonSTEMI E. Old Miokard Infarction 36. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Tindakan apakah yang pertama kali dilakukan? A. Memasang infus intravena B. Memasang torniket paha C. Memasang pipa lambung D. Memasang kateter urin E. Melakukan intubasi 37. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan, demam dan berkeringat pada malam hari. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. Terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. Kategori 3, 2RHZ + 4RH B. Kategori 1, 2RHZE + 4RH C. Kategori 2, 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. Kategori 3, 2RHE + 4RH E. Kategori 1, 2RHZ + 4RH 38. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit, isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36,5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. Syok kardiogenik B. Syok neurogenik C. Syok anafilaktik D. Syok hipovolemik E. Syok obstruktif 39. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Batuk berdahak warna kekuningan. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan, tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. TB paru kasus gagal pengobatan B. TB paru kasus resistensi obat

C. TB paru kasus putus obat D. TB paru kasus kambuh E. TB paru kasus baru 40. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. Hasil hitung jenis leukosit apakah yang paling mungkin ditemukan? A. Neutrofilia B. Eosinofilia C. Basofilia D. Limfopenia E. Neutropeni 41. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. Pasien juga mengeluh perut terasa mual, namun tidak muntah. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Tension type headache B. Migrain dengan aura C. Migrain tanpa aura D. Cluster headache E. Vertigo 42. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4, tonus otot meningkat bilateral, reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen C 5 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 43. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat, terutama sekitar lubang dubur. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu, setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal, dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medula spinalis segmen Th 12 C. Medula spinalis segmen L 1 D. Conus medularis E. Kauda equine 44. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya

Keluhan ini muncul setelah 1 minggu minum obat dari dokter dengan diagnosis hipertensi. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. tonus otot meningkat bilateral. Captopril E. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100mmHg. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan batuk-batuk. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak. Apakah obat yang dapat menyebabkan keluhan diatas? A. Diltiazem 48. Flusitosin C. Medula spinalis segmen L 1 45. Medulla spinalis segmen C7 46. Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum ditemukan hifa dan spora. Griseofulvin . Natrium diklofenak 47.hipestesi setinggi umbilikus. frekuensi napas 20x/menit. sering pusing dan kakinya membengkak. Pasien mengatakan sudah lebih dari 3 bulan minum obat yang dibeli bebas di toko obat untuk nyeri otot dan pegal-pegal. Apakah obat yang dapat menimbulkan keluhan diatas? A. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. Asam mefenamat E. Piroksikam B. Nifedipin C. Medula spinalis segmen Th 4 B. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral.5 mg/dl. Medulla spinalis segmen C7 E. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. tonus otot meningkat bilateral. Deksametason D. Medula spinalis segmen Th 10 B. Ketokonazol D. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatif. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Medula spinalis segmen Th 10 C. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Medula spinalis segmen C 5 D. Metampiron C. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. nadi 80x/menit. Amfoterisin B B. Medulla spinalis segmen Th 12 C. Medula spinalis segmen C 5 E. Itrakonazol E. Medulla spinalis segmen Th 12 D. Apakah obat yang paling sesuai ? A. Hidroklorotiazid B. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Pasien menunjukkan beberapa obat yang diminumnya. Propanolol D.

Seorang laki-laki berusia 54 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan lemas badan sejak 1 tahun yang lalu. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk-batuk. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan gula darah puasa: 256 mg/dl. Obesitas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg. lingkar pinggang 73 cm. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. kadar ureum 35 mg/dl dan kadar β HCG negatip. hematokrit 22. Diabetes Melitus Tipe 2 C. tinggi badan 171 cm. kadar . C. asam urat 10 mg/dL.4%. Apakah obat yang menjadi kontraindikasi pada pasien tersebut? A. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. Amfoterisin B B. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa puasa 125 mg/dL. Diabetes Insipidus 53. tinggi badan 171 cm. HDL-kolesterol 32 mg/dL. Hiperurisemia. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke dokter praktek umum untuk memeriksakan kesehatannya. HDL-kolesterol 32 mg/dL. tekanan darah 140/ 90 mmHg. Wortel 52. Diabetes Gestasional D. Dari hasil pemeriksaan indeks masa tubuh (IMT) 26 %. asam urat 10 mg/dL. lingkar pinggang 73 cm. Itrakonazol E. Pada pemeriksaan fisik tampak pucat dan konjungtiva pucat. MCV 82 fL. Seorang perempuan berusia 45 tahun datang ke dokter praktek umum. D. dengan keluhan kencing bertambah sering dan banyak. gula darah 2 jam setelah makan: 289mg/dl. pada pemeriksaan laboratorium darah didapatkan kadar serum kreatinin 2. Pada anamnesis didapatkan pasien pernah batuk darah. Hipertensi E. Pada pemeriksaan laboratorium menunjukkan hemoglobin 7. Ketokonazol D.5 g/dL. trigliserid 183 mg/dL. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal. Apakah jenis makanan yang harus dihindari pasien di atas? A. Sindroma metabolik 51. Diabetes Tipe lain E. Jeruk C. tekanan darah 140/ 90 mmHg. Pada pemeriksaan mikroskopis sputum dan ditemukan hifa dan spora. Dislipidemia. trigliserid 183 mg/dL. B. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien tersebut? A. Kobis D.49.5 mg/dl. Flusitosin C. Pasien mempunyai riwayat kencing manis selama 15 tahun. Tomat B. Griseofulvin 50. terasa haus yang berakibat sering minum dan makan banyak serta kedua kaki kesemutan. Keluhan ini telah dirasakan lebih dari 1 bulan disertai dada nyeri. Diabetes Melitus Tipe 1 B. Apa problem utama pada pasien tersebut ? A. Mlinjo E.

Latihan jasmani sesuai petunjuk B.8 mg/dL. Dari anamnesis didapatkan bahwa pasien tinggal di daerah lereng pegunungan. Tinggi badan 167 cm dengan berat badan 64 kg. Dari hasil gambaran histopatologi menunjukkan folikel-folikel tiroid dilapisi epitel kuboid yang di beberapa tempat hiperplastik. Tampak juga infiltrasi ringan limfosit interfolikuler. Kedua orangtuanya pasien DM. denyut nadi 104x/ menit. Penyakit Grave B. Kerusakan sel beta pankreas yang difus dan menyeluruh D. Defisiensi besi B. Perubahan pola hidup menuju pola hidup sehat. Hasil pemeriksaan leher didapatkan massa kistik. Apa kemungkinan penyebab keluhan tersebut? A. Disfungsi sel beta pankreas yang dominan dan resistensi insulin E. kontrol 6 bulan lagi 55. Status gizi kurang. Apakah penyebab anemia pada pasien tersebut? A. Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke rumah sakit untuk menjalani tes kesehatan rutin setiap tahun. dan minum obat glikuidon E. suhu 37oC. dan pemberian OAD D. Hasil pemeriksaan fisik baik. Diet. Apakah anjuran untuk pasien tersebut ? A. Apakah diagnosis histopatologi pasien di atas? A. Resistensi insulin yang dominan dan disfungsi sel beta pankreas 56. KEP (Kurang Energi Protein) C. Dari pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 45 kg dengan tinggi badan 164 cm. diameter 4 cm. Defisiensi vitamin C 54.Apakah penyebab hiperglikemia pada kasus tersebut? A. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar glukosa darah puasa 98 mg/dL. Keluarganya memberi informasi bahwa pasien tidak disuntik insulin karena kehabisan. Banyak masyarakat di daerah tersebut mengalami keluhan yang sama. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tak sadar. Struma koloid D.kreatinin serum 4. Defisiensi vitamin B12 D. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. diet. Pasien menceritakan bahwa ayahnya meninggal karena diabetes melitus. Kurang asupan kalium 57. frekuensi napas 30x/ menit. Kurang asupan yodium B. Kerusakan sel beta pankreas akibat toksisitas obat B. Struma Hashimoto . tak nyeri tekan. Pemeriksaan apusan darah tepi menunjukkan morfologi eritrosit normositik normokromik. Kerusakan sel beta pankreas akibat keganasan C. Defisiensi asam folat C. Hasil laboratorium didapatkan kadar glukosa sewaktu 654 mg/dl. round-vacuola di sepanjang tepi dinding folikel. Asupan zat goitrogenik yang tinggi E. Edukasi. Struma nodusa C. Kurang asupan kalsium D. keton uria (+++). Diet dan minum obat glibenklamid C. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun diantar ayahnya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan benjolan di leher. latihan jasmani yang cukup. Tekanan darah 130/80 mmHg. Pada pemeriksaan fisik benjolan dapat dilihat tanpa tengadah. latihan jasmani. Defisiensi eritropoietin E. kadar glukosa darah 2 jam setelah pembebanan glukosa 75 gram 156 mg/dL.

Tiroiditis B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/100 mmHg. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan TSHs menurun. nafas cepat dalam. Hasil pemeriksaan laboratorium TSHs rendah. Analgetik C. Propil tiourasil E. datang ke dokter praktek umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan sejak 3 bulan lalu. Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan nyeri di leher bagian depan disertai demam. nadi 124 x/menit dan suhu tubuh 37 derajat celsius. Tiroiditis subakut 59. yang dihentikan oleh pasien karena merasa sembuh. Penyakit Grave D. Radiasi C. Pada pemeriksaan didapatkan mata eksoftalmus. frekuensi napas 20x/menit. Diazepam D. bau nafas berbau khas. Penyakit Hashimoto 62. free T4 menigkat. Struma multinodular toksik E. free T3 dan free T4 meningkat. Apa diagnosa yang tepat untuk pasien tersebut? A. badan semakin kurus dan sering buang air besar. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke tempat dokter praktek umum dengan keluhan wajahnya kelihatan bengkak.50C. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. Seorang perempuan berusia 21 tahun. Kortikosteroid E. Pasien pernah mendapat pengobatan dengan propil tiourasil 3x 100 mg/ hari. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah 170/100 mmHg. Kelenjar getah bening regional leher sedikit membesar. Kretinisme C. suhu 38. Apakah golongan obat yang memungkinkan terjadinya kondisi di atas? A. Pelemas otot B. denyut nadi 80x/menit. Pasien juga mengeluh berdebar debar dan kedua tangan gemetar. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil.E. kelenjar gondok membesar difus dan mata menonjol. Penyakit Grave C. Struma Hashimoto D. Operasi B. Antihipertensi 60. sering pusing dan kakinya membengkak. Pada pemeriksaan anak tampak lemas. Antihistamin D. Seorang perempuan berusia 22 tahun dating memeriksakan diri ke dokter praktek umum dengan keluhan dada berdebar debar. Struma koloid B. sesak. Pada pemeriksaan leher menunjukkan pembesaran kelenjar tiroid sedang yang difus dan nyeri tekan. . Struma difusa nontoksik 58. Hiportiroidisme E. Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk pasien di atas? A. Iodium redioakti 61. Pasien menceritakan bahwa ia sudah lebih 2 tahun 2 hari sekali minum jamu untuk pegel linu. tekanan darah 130/80 mmHg dan tidak didapati kelainan sistemik lainnya. Apakah terapi yang tepat untuk pasien di atas? A.

sesak. Analisis gas darah E. kaptopril dan furosemid. Ketoasidosis E. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. Apa kemungkinan komplikasi yang muncul pada anak tersebut? A. Pasien tidak sedang menderita batuk pilek.Area mana yang kemungkinan terbesar terkena adalah? A. Gula darah sewaktu 63. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. Pada pemeriksaan anak tampak lemas. Furosemid oral dosis tinggi menimbulkan gejala ototoksisitas irreversibel B. Membran vestibularis C. Seorang anak perempuan usia 7 tahun diantar ibunya datang ke dokter praktek umum dengan keluhan utama : nyeri telan sejak 1 hari yang lalu disertai demam sejak 2 hari yang lalu. Tuberculosis paru D. Apa kemungkinan yang menyebabkan munculnya gangguan diatas? A. Endolymphe 65. Keton darah D. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya. Pada pemeriksaan liang telinga maupun membran tympani dalam batas normal. propanolol. Nefropati diabetikum C. Laryngopharynx C. C-peptide C. Neuropati diabetikum B. Larynx B. kekakuan pada sendi pengungkit D. Sudah dibawa ke dokter puskesmas dikatakan anak tersebut sakit gula. Pada pemeriksaan didapatkan : pembesaran kelenjar leher disertai nyeri pada penekanan. HbA1C B. Pada organ mana kemungkinan kelainan terjadi ? A. Saat berobat kembali ke rumah sakit. Aditus laryngeus . pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Oropharynx D. Digoksin mempermudah masuknya gentamisin ke endolimfe 66. bau nafas berbau khas. Nasopharynx E. nafas cepat dalam.Pemeriksaan laboratorium apa yang sebaiknya dilakukan untuk memastikan tipe dari penyakit gulanya? A. Foramen ovale B. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. suhu badan 39 C. pharynx hyperaemia (++). Digoksin mengganggu motilitas sel-sel rambut luar di koklea E. Seorang perempuan usia 60 tahun datang ke klinik umum Rumah Sakit dengan keluhan pendengaran menurun sejak beberapa hari lalu. Digoksin terakumulasi di jaringan pada pasien dengan gangguan fungsi jantung D. Furosemid meningkatkan potensi ototoksik gentamisin C. Hipoglikemia 64. Seorang ibu membawa anak perempuannya yang berusia 7 tahun ke UGD Rumah Sakit Kabupaten. Muskulus tensor tympani E. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. Ibu mengeluhkan anaknya banyak makan dan minum serta sering buang air kecil.

klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle. klas 1 SD diantar bapaknya ke praktek dokter dengan keluhan demam.300/ul. propanolol. Biopsi limfonodi cervical D. Tensi 120/80 mmHg. Streptococcus pyogenes D. Dokter memberi obat-obat yang rutin digoksin. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. 6 th. Antinausea dan obat-obat hipnosedatif bisa digunakan untuk rehabilitasi gejala vestibulotoksisitas 68. Seorang perempuan usia 18 th. Seorang laki laki 6 tahun diantar ibunya periksa ke praktek dokter umum sejak 1 bulan anaknya sering mengeluh hidungnya tersumbat dan ibunya mengatakan sering berhenti nafas waktu tidur. Eksplorasi faktor risiko pasien sebelum pemberian obat ototoksik B. kaptopril dan furosemid. Monitoring dini level serum obat-obat ototoksik yang diberikan C. Staphylococcus aureus C. Nadi 80x/menit. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemi dengan gambaran petechie pada palatum molle. kuku tersebut telah mengalami infeksi serius dan dokter segera memberi suntikan antibiotik gentamisin. pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. tenggorokan gatal dan susah menelan. Pemeriksaan audiometrik rutin untuk mendeteksi ototoksisitas subklinik D.10 C. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1. tonsil terdapat eksudat.67. Organisme yang paling mungkin menyebabkan kelainan tersebut adalah? A. Respirasi 20x/menit. tidak ada batuk pilek. tenggorokan gatal dan susah menelan. Foto rontgen kepala C. Pemeriksaan penunjang yang tidak perlu diusulkan untuk menegakkan diagnosa kasus diatas adalah? . Rinosinusitis kronik D. Saat berobat kembali ke rumah sakit. Seorang anak laki-laki. Hipertrofi tonsil dan adenoid 69. Terminasi obat-obat ototoksik bila dijumpai gangguan pada telinga dalam E. tidak ada batuk pilek. Pemeriksaan jumlah lekosit didapatkan 12.300/ul. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. fibrosis. Coronavirus 70. Berat badan 25 Kg panas 37. Kultur kuman dari swab tenggorok E. Adenoiditis B. Tes serologi untuk virus influenzae 71. Tindakan yang tidak efektif untuk pasien diatas adalah? A. tonsil terdapat eksudat. Pasien kembali kontrol dua hari sesudahnya karena merasa terganggu dengan munculnya suara mendenging yang terus menerus di telinganya. 6 th. Laki-laki usia 58 tahun telah mengalami gagal jantung sejak setahun lalu dan rutin berobat ke poliklinik jantung. terdapat detritus. Seminggu yang lalu dia tersandung dan kuku kaki kirinya terluka. Seorang anak laki-laki. Virus human influenzae E. didapatkan pembesaran limfonodi cervical. Tonsilitis kronik C. Mycoplasma pneumoniae B. ECG B. Apakah diagnosis paling benar untuk pasien diatas ? A. Tonsilopharingitis kronis E. Apa usul pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosa kasus diatas? A.

Cairan Ringer lactate E. turgor kulit < 2 detik. E. datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri. perut kembung dan 3 hari tidak BAB. Seorang perempuan usia 18 th.A. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Pemeriksaan kultur swab tenggorok 72. pada pemeriksaan : Suhu tubuh 39 derajat celcius. Respirasi 20x/menit. Pada anamnesa ditemukan riwayat radang tenggorokan berulang saat usia 4 – 8 th. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter umum dengan keluhan badan panas. kehausan. Menghambat pompa Natrium B. Cairan KA-EN 3A C. Dokter . perut hypertympani. Meningkatkan absorbsi Cl. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A. terdapat detritus. pilihan cairan intravena paling tepat yang diberikan adalah? A. Bagaimana derajat dehidrasi anak tersebut? A. Tanpa dehidrasi B. Apa program terapi untuk menghilangkan fokal infeksi pada pasien tersebut selain pemberian antimikroba? A. tidak ada nafsu makan. Bila dehidrasi pada anak tersebut memberat.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. Osmosis air yang berlebihan ke dalam enterosit 75. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil T1-T1. Pemeriksaan ECG B. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. Cairan D ¼ S 76.pada kripte liberkuhn D. Pemeriksaan darah rutin D. Dehidrasi ringan-sedang E.Dari pemeriksaan anak tampak rewel : nadi 120 x/menit. Nadi 80x/menit. Dehidrasi ringan C. Dehidrasi sedang D. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. cairan menyerupai air cucian beras. Pemeriksaan ASTO C. cairan menyerupai air cucian beras. Cairan Darrow B. Membuka lebih banyak saluran Ca++ C. lidah kotor. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. Seorang ibu mengantar anak perempuannya usia 4 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan diare > 10 kali/hari. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. cairan menyerupai air cucian beras. Diet rendah lemak C. Tensi 120/80 mmHg. Tonsilektomi B. Khemoterapi E. jumlah respirasi permenit 40 x/menit. Terapi radiasi 73. Meningkatkan pembentukan cAMP di sel enterosit. Cairan KA-EN 3B D. Total Bedrest (rawat inap) D. Dehidrasi berat 74. kehausan. turgor kulit < 2 detik. fibrosis. turgor kulit < 2 detik. kepala pusing. tanpa didahului rasa mulas dan rasa sakit perut. Pemeriksaan foto thoraks E. kehausan.

sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. dan lutut. Anti virus C. dan lutut.curiga pasien tersebut terkena demam thypoid dan kemudian mengirim pasien ke laboratorium untuk memastikan diagnosis. Sebelumnya tidak pernah merasa sakit kuning sebelumnya. Respirasi 20x/Meint. Eritroderma E. OMD. bokong. Ultrasonografi abdomen. CT Scan abdomen D. terasa perih. Anti histamin 81. Photo BNO C. Lesi mengenai wajah. kulit kepala berambut. E. kaki bengkak. Seorang laki-laki berusia 17 tahun. Pada Minggu kedua D. Ptiriasis rosea 80. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. datang ke Poliklinik dengan keluhan terdapat bintilbintil merah di wajah yang muncul sejak 1 tahun yang lalu. Lesi mengenai wajah. Untuk menegakkan penyebab perdarahan. Dari anamnesa: pasien sering terlambat makan dan suka makan yang pedas. mual-mual dan tidak ada nafsu makan. Pada Minggu pertama B. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Dari pemeriksaan perut membesar. mengeluh adanya bercak kemerahan. Apakah pengobatan topikal yang paling tepat diberikan? A. Psoriasis D. mengeluh adanya bercak kemerahan. Seorang perempuan 22 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit pada ulu hati. IgG spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung B. siku. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. bokong. Anti inflamasi D. IgM spesifik Helicobacter pilory pada cairan lambung C. Pemeriksaan fisik terdapat nyeri tekan regio epigastrium. Seorang laki-laki usia 47 tahun datng ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan muntah darah dan berak hitam. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke poliklinik. Enzym urease pada serum 78. Keluhan membaik jika diobati tapi kemudian timbul lagi. bersisik tebal. B. Bila ingin dilakukan kultur urine sebaiknya pada? A. Nadi 88x/menit. IgM spesifik Helicobacter pilory pada serum E. Setelah minggu kedua E. Dermatitis seboroik C. IgG spesifik Helicobacter pilory pada serum D. Bila dilakukan pemeriksaan cairan lambung dan serum darah kemungkinan akan didapatkan peningkatan? A. Setelah minggu pertama C. 79. Pada pemeriksaan didapatkan ujud kelainan kulit didapatkan papul eritem dan komedo. sejak 2 tahun yang lalu sering hilang timbul. siku. Keratosis seboroik B. Anti jamur E. bersisik tebal. kulit kepala berambut. Setiap saat 77. Tekanan darah 140/90 mmHg. Dan lokasi ujud . Endoskopi saluran pencernaan. pemeriksaan yang paling tepat dilakkan adalah? A. Anti bakteri B.

kelainan kulit tersebut dijumpai pada wajah dan lengan atas kanan dan kiri. vesikel. Apakah pemeriksaan paling tepat untuk menegakkan diagnosis pasien tersebut? A. Seorang perempuan berusia 34 tahun. Dari anamnesis didapatkan penderita bekerja sebagai pencuci mobil. Dari pemeriksaan vital sign didapatkan tekanan darah 170/100 mmHg. ulkus diameter 2-3 mm. Isoniazid (H) C. Pirazinamid (Z) D. Akne vulgaris D. Etambutol (E) E. mukosa bukal dan bibir bawah. hilang timbul dan berpindah tempat. Dari anamnesis pasien mengaku menderita Diabetes Melittus tipe 2 selama 15 tahun. datang ke praktek swasta dengan keluhan sering sariawan pada rongga mulutnya. Seorang perempuan berusia 37 tahun. Ulcerative gingivostomatitis 84. Rifampisin (R) B. Pemeriksaan sediaan langsung dengan KOH 10% D. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya ujud kelainan kulit berupa eritema. Tes kulit terhadap antigen trichophyton C. G2P1A0. biasanya timbul menjelang siklus menstruasi. Pemeriksaan lampu Wood B. Apakah terapi hipertensi paling tepat untuk pasien di atas? A. Hidradenitis suppurative E. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. marginal gingiva labial gigi-gigi rahang bawah merah dan mudah berdarah. Aphthous ulcers C. Apakah diagnosis paling tepat pasien tersebut ? A. Pemeriksaan kultur jamur dengan media SDA E. Propanolol E. Pemeriksaan intra oral didapatkan higiene oral kurang. datang ke dokter praktek swasta dengan keluhan gatal pada kaki sejak 2 minggu yang lalu. Stomatitis aftosa rekuren D. Milia C. Furosemid D. Pada anamnesis batuk disertai dahak. Dokter bermaksud memberikan OAT yang aman dan tidak memberikan efek gangguan pendengaran pada janin yang dikandungnya. Seorang laki-laki berusia 44 tahun. HCT B. terutama pada telapak kaki. tampak beberapa ulkus pada lidah. datang ke puskesmas dengan keluhan batuk 3 minggu. Rosasea 82. Kaptopril C. bula dan pustule. Apakah regimen yang harus dihindari pada kasus di atas? A. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri kepala. pada pemeriksaan fungsi ginjal didapatkan hasil BUN dan kreatinin meningkat. belum menikah. Streptomisin (S) . Reserpin 85. kelenjar submandibula pada palpasi sakit. demam dan penurunan nafsu makan. Herpetic gingivostomatitis E. Miliaria B. tepi menggaung dan eritematous. Pada pemeriksaan dahak didapatkan BTA positif. Pemeriksaan Tzanck pada cairan vesikel 83. Gingivitis akut B.

GD 2 jam PP 224 mg/Dl. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. tetapi pasien menolak dan minta diberikan obat oral saja karena pasien masih bisa makan & sadar. Seorang laki-laki berusia 52 tahun datang ke klinik dengan keluhan terdapat luka di jari. Injeksi metilsantin E. Gangguan metabolisme KH setelah makan C. dan pada pemeriksaan auskultasi terdengar suara wheezing. Dokter merencanakan pemberian insulin. Seorang laki – laki berusia 35 tahun. Oleh dokter pasien disarankan mrnggunakan terapi insulin jenis intermediate acting. datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan utama sesak napas. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL.86. Oral bronkodilator 87. frekuensi napas 32 x/menit. Injeksi kortikosteroid D. Pada pemeriksaan kadar gula darah sewaktu 700 mg/dL. Setuju dengan permintaan pasien karena obat dapat diminum pasien B. Reaksi autoimun pada sel beta . Suntikan diberikan 30 menit sebelum makan pagi B. Hasil pemeriksaan laboratorium GDP nya adalah 134 mg/dL. lebih suka posisi duduk. Kerusakan sel pankreas karena autoimun E. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak gelisah. Seorang laki-laki 50 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan riwayat diabetes melitus. Sekresi insulin fase 1 & 2 terganggu D. Mempertimbangkan permintaan pasien sambil menunggu reaksi obat D. Setuju karena efek obat oral dan insulin sama 88. Bagaimanakah mekanisme terjadinya hasil laboratorium penderita diatas? A. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darahnya. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Pemeriksaan berat badan 90 kg dan tinggi badan 170 cm. Hipersekresi insulin saat makan C. Setelah suapan pertama insulin langsung diberikan D. Kelainan genetik pankreas 90. Tidak setuju karena saat ini pasien mengalami stres metabolik E. frekuensi nadi 110 x/menit. GD 2 jam PP 224 mg/dL. Suntikan harus diberikan sebelum olahraga pagi hari E. Dari riwayat penyakit pasien menderita DM sejak 3 tahun yang lalu. Tidak setuju karena pasien DM tipe 1 jadi mutlak insulin C. Gangguan sekresi postprandial B. Apakah terapi awal yang harus diberikan pada pasien tersebut? A. Insulin dapat diberikan pada lengan kanan maksimal sampai 20 kali 89. Inhalasi agonis β2 B. Bagaimanakah edukasi paling tepat tentang pemberian terapi insulin diatas? A. sesak nafas dan demam. Bagaimanakah patofisiologi penyakit yang diderita penderita tersebut? A. Dari anamnesis pasien adalah penderita asma sejak 10 tahun yang lalu. Defisiensi insulin bersifat relatif D. Insulin diberikan sebelum tidur C. Selama ini pasien mendapat terapi anti diabetik oral. Sekresi insulin mutlak terganggu B. Bagaimanakah respon dokter paling tepat terhadap permintaan pasien tersebut? A. Inhalasi kortikosteroid C.

datang ke poliklinik dengan keluhan merasa gemetar. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. infuse RL tetesan cepat B. Dari anamnesis ke keluarga. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg. Cukup dengan mengatur diet saja dan menghentikan insulin C. tinggi badan 162 cm. Gangguan vaskular 94. infus NaCL tetesan cepat D. Pembakaran lemak karena obesitas 91. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. Pada pemeriksaan glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 40 mg/dL . Gangguan neurogenik C. Pasien mendapat terapi glimepirid 2mg 1 kali sehari. Insulin diteruskan sampai GD terkendali E. Dari anamnesis pasien adalah penderita DM dan minum obat antidiabetik oral secara rutin 3 kali sehari. bolus Dextrose 40% iv E. Apakah penyebab paling tepat keluhan diatas? A. Berat badan 80 kg. Mencegah ketoasidosis 93. Apakah penatalaksaan pertama yang paling tepat dilakukan pada pasien di atas? A. Seorang perempuan 30 tahun. sulit tidur. Bagaimana saran terapi selanjutnya yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. injeksi insulin dosis tinggi 95. infuse Dextrose 5% tetesan cepat C. GCS 2-1-3. Dosis insulin diturunkan kemudian dikombinasi dengan OAD D. datang ke dokter swasta untuk kontrol gula darah. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi. keringat dingin dan jantung berdebar. Dari anamnesis pasien telah didiagnosa DM sejak 5 tahun yang lalu. Mencegah neuropati B. Pada pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu didapatkan hasil 55 mg/dL. tetapi Obat tetap diminum 3 kali sehari. Gangguan respirasi E. Sejak satu minggu yang lalu nafsu makan turun. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan pusing. Hasil pemeriksaan gula darah 2 minggu yang lalu didapatkan GDS 230 mg/dL dan mendapat terapi insulin. Mencegah hipoglikemia E. Mencegah nefropati D. Apakah tujuan terapi pasien tersebut? A. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. tetapi pasien masih rajin minum obat. pasien sebelumnya mengalami demam. Gangguan otonomik B. Dari riwayat penyakit didapatkan pasien adalah penderita DM gestasional. Insulin sampai kehamilan aterm lalu dihentikan setelah melahirkan 92. Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. G1P0A0. SGOT . Mencegah retinopati C. Sejak 2 hari yang lalu penderita makan sedikit. Hasil pemeriksaan GDS saat ini adalah 160 mg/dL. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS 300 mg/dL dan GDP 130 mg/dl. Dari anamnesis usia kehamilan perempuan tersebut 30 minggu.E. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa keluarganya ke Unit Gawat Darurat RS dengan penurunan kesadaran sejak 1 jam yang lalu. Mengganti insulin dengan obat oral (OAD) B. dan mata kabur. Seorang laki-laki berusia 61 tahun. Gangguan hemostatik D. Refleks patologis negative. Pasien terbiasa minum obat anti diabetik oral 3x /hari.

Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa ke UGD karena penurunan kesadaran. tanpa tanda lateralisasi. Penghambatan produksi bradikinin D. Dari pemeriksaan fisik didapatkan lutut kanan tampak bengkak. dosis OAD ditingkatkan C. pasien didiagnosis dokter menderita herpes zoster. Koma septik D. dan tidak ada tanda iritasi meningeal. GCS 2-1-3. Ureum 40 mg/dL. Apakah tindakan pertama yang paling tepat pada kasus diatas? A. gangguan elektrolit D. infeksi meningeal 100.23 mg/dL. Dokter memberikan terapi obat anti nyeri dengan NSAID. SGOT 23 mg/dL. thromboemboli di pembuluh darah otak pada pasien fibrilasi atrial B. Nyeri tersebut hilang timbul sejak 6 bulan yang lalu. Koma uremik 96. Sangat peka terhadap opioid C. Penghambatan fungsi prostaglandin E. Ectopic discharge terjadi di daerah lesi 99. Blokade produksi prostaglandin B. kejang umum 3 jam yang lalu. Creatinin 0. Creatinin 0. perdarahan intracerebral E. drip neuroprotektan E. Koma neurogenik B. diantar oleh ibunya datang ke puskesmas di Papua. Ectopic discharge terjadi di reseptor E. injeksi antipiretik 97. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri pinggang. Dari pemeriksaan fisik pernafasan cepat dan dalam. sulit tidur & sesak nafas sejak 3 hari. dan teraba hangat. antibiotik intravena B. Ureum 40 mg/dL. SGPT 30 mg/dL. Blokade produksi ciclooxygenase C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS E2V3M5. pasien sebelumnya mengalami demam. Peningkatan permeabilitas membran 98. Seorang pasien laki-laki berusia 9 tahun dengan kondisi tidak sadar. rehidrasi cairan D. Apakah diagnosis yang paling mungkin dari pasien di atas? A. Sangat peka terhadap NSAIDs D. Dari . Keluhan muncul setelah jatuh dari sepeda. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ke dokter dengan keluhan utama nyeri pada lutut kanan. Dari heteroanamnesis didapatkan bahwa pasien mengalami demam tinggi menggigil menetap. terdapat luka bernanah di ujung ibu jari kaki. perdarahan pada spasium sub-arachnoid C. Refleks patologis negative. Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai mekanisme farmakokinetik terapi tersebut ? A.3 mg/dL . Dari anamnesis ke keluarga. Bagaimanakah patofisiologi nyeri pada kondisi pasien tersebut ? A. hiperemis.3 mg/dL . Sebelumnya. Sensitisasi terjadi di reseptor B. SGPT 30 mg/dL. Koma hepatikum E. Koma ketoasidosis C. Pada pemeriksaan Gula darah sewaktu 700 mg/dL. Apakah penyebab yang paling mungkin kondisi di atas ? A. Seorang perempuan berusia 57 tahun dibawa ke Unit gawat darurat RS dalam kondisi tidak sadar dan panas tinggi.

102. nafas lambat. Neurosyphillis Seorang laki-laki usia 30 tahun ditemukan tergeletak di tengah jalan dalam kondisi gelisah. Melakukan gerakan ekstensi ke arah nyeri B. A. ekstasi (MDMA) E. Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. Kerusakan organ dalam leher C. phencyclidine B. obat berikut ini mungkin dapat menjadi penyebab koma pada penderita di atas. A. dan kulit terasa kering. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. Jika ternyata penderita tersebut koma. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. Apakah yang menjadi penyebab paling mungkin pasien ini tidak sadar ? A. parasetamol D. Jika pada penderita tersebut juga ditemukan bekas suntikan lama dan baru di lengan dan pupilnya kecil kemudian melebar. diazepam C. mungkin ada keracunan . Wajah tampak gelap dengan sklera mata merah. digoksin B. Toxoplasmosis B. nafas lambat. Melakukan gerakan fleksi ke arah nyeri C. Melakukan gerakan dengan respon suara Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Melakukan gerakan dengan respon nyeri E. diethylether C. fenilpropanolamin Seorang wanita umur sekitar 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. pemeriksaan retina didapatkan papil edema. dan kulit terasa kering. Lebar jejas jerat 4 cm. Cerebral tuberculoma C. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. 103.101. Aseptic meningitis D. 104. tepi bengkak. Sisa obat yang mungkin telah ditelan penderita juga dibawa. Bagaimanakah kondisi motorik yang akan ditemukan pada pemeriksaan GCS ? A. denyut nadi 70 kali/menit teraba penuh. mukosa bibir serta semua ujung jari kebiruan. kemudian oleh warga dibawa ke UGD RS terdekat. morfin Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. tidak dapat dibangunkan dengan stimulasi suara ataupun stimulasi fisik lainnya. Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. Kesadaran GCS E3V3M3. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. ekstasi E. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Bendungan pembuluh darah . tekanan darah 120/80. pentotal D. Pada pemeriksaan klinik ditemukan penderita tidak sadar. A. tekanan darah 120/80. Melakukan gerakan spontan D. warna dasar coklat tua. Cerebral malaria E.

Darah B. Seorang anak perempuan berusia 2 tahun mengalami batuk dan sesak nafas yang tak sembuh-sembuh. Tanda asfiksia 107. warna dasar coklat tua. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. Refleks vagal E. pasien dapat berjalan dengan dituntun. 250-<350 mg/dL D. Korban masih hidup saat tergantung (intravital) C. tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat. Berapakah kadar alkohol yang memberikan gejala tersebut? A. Apakah sampel yang paling tepat? A. Dari anamnesis dan pemeriksaan pasien meracau.D. Dari mulut pasien tercium bau alkohol. Kerusakan organ dalam leher D. Pada pemeriksaan rontgen dada terdapat gambaran benda opaq pipih menyerupai baterai jam. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Rambut E. Mukosa bibir serta semua ujung-ujung jari tampak kebiruan. 90-<250 mg/dL C. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. Korban sudah meninggal sebelum tergantung B. Lebar jejas jerat 4 cm. Dokter mencurigai korban mengalami keracunan logam berat kronis. Termasuk dalam kategori apakah keracunan anak tersebut? . Jeratan pada leher yang menutup jalan napas B. 30-<90 mg/dL B. menabrak pohon. Mati lemas 105. Dari inspeksi tampak kulit korban berwarna kecoklatan. 350-<400 mg/dL E. Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. Seorang perempuan berusia 35 tahun ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. meninggal dunia. warna dasar coklat tua. Lebar jejas jerat 4 cm. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. >400 mg/Dl 109. Ditemukan bendungan pembuluh darah pada semua organ dalam. Apakah sebab kematian pada kasus tersebut? A. Tak ditemukan tanda kekerasan lain. Seorang laki-laki berusia 55 tahun. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. Urin C. Bendungan pembuluh darah E. tepi bengkak. Saat memasuki ruangan. kadang hanya rasa tidak enak badan. Hati D. Alat gantungnya berupa tali tambang D. setelah sakit-sakitan selama setahun terakhir. Tanda perlawanan korban E. Wajah tampak gelap dengan sklera mata tampak merah. kadang berupa gangguan gastrointestinal. Dokter menyimpulkan pasien mengalami keracunan lithium. tepi bengkak. Gejala penyakit tidak khas. Pada pemeriksaan tampak jejas jerat di leher dengan arah serong dari depan ke arah belakang atas. Polisi mengantar jenazah ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Mati lemas 106. Kulit 108. Sianotik pada mukosa dan kulit C. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal. tetapi sempoyongan. Apakah interpretasi dari edema pada tepi jejas jerat? A.

bayi mati tenggelam 113. Terdapat memar pada kepala E. bayi aterm B.00 hari yang sama E. jam 02. Terdapat luka lecet tekan pada leher 112. Kapankan perkiraan saat kematian korban ? A. Penyidik mengirimkan jenazah korban kejahatan. Deliberate poisoning E. Setelah dikonfirmasi ternyata ada kesalahan pemberian obat dari apotek yaitu tertukar dengan pasien lain. Experimental poisoning B.00-15. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal. Iatrogenic poisoning 111. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet.00 B. Lebam jenazah ditemukan pada ujung-ujung bawah extremitas atas dan bawah serta pada dagu. Accidental poisoning D. Iatrogenic poisoning 110. Apakah terapi yang paling tepat? A.00-04. Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. bayi lahir hidup E. Pada pemeriksaan luar didapatkan kekakuan pada hampir semua sendi. Keluhan muncul sekitar 30 menit setelah meminum obat resep dokter yang diperolehnya dari apotik pagi harinya. Hari Senin.00 C. Apakah arti dari temuan tersebut? A. Terdapat luka tusuk B. Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah tas yang tergantung dalam toilet. Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa perempuan ini mempunyai beban psikologis yang sangat berat namun semuanya ditanggung sendiri.A. Dari pemeriksaan diperoleh tes apung paru positif.00. Dalam pemeriksaan didapatkan bayi sudah meninggal. Tidak ditemukan cedera D.00-08. Hasil pemeriksaan fisik dan penunjang tidak ditemukan kelainan.00 D. Experimental poisoning B. Intentional poisoning C. Hari Minggu antara jam 12. Pemeriksaan dilakukan pada hari Senin jam 12. Pada perut bagian kanan bawah terdapat warna kehijauan. untuk dibuatkan visum et repertum.00 114. Accidental poisoning D. Terdapat fraktur cricoid C.00-12. Hari Senin. Dari otopsi disimpulkan bahwa bayi meninggal by omission. Deliberate poisoning E. bayi viable C. kecuali sendi kedua lutut. Antidepresan . antara jam 00.Hari Senin. Temuan apakah yang sesuai dengan kesimpulan tersebut? A. Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat pada siang hari karena kelemahan badan yang mendadak. Termasuk dalam kategori apakah keracunan yang dialami pasien? A. Intentional poisoning C. bayi asfiksia D. Hari Minggu. Terapi kerja berkelompok B. Analgesik lokal C. Seorang ibu rumah tangga usia 35 tahun datang ke puskesmas mengeluh sering sakit punggung. kira-kira jam 04. berwarna merah kebiruan yang tidak hilang dengan penekanan.00-24. antara jam 00.

Keuntungan sekunder akan tindakan medis selanjutnya 117. jantung berdebar-debar keras. Seorang perempuan berusia 42 tahun mengeluh nyeri dada. Ganguan panik 119. Sosialisasi dengan sesama penderita tuberculosis 116.D. Apakah konsekuensi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika permintaannya dipenuhi begitu saja untuk rawat inap? A. mual. haid tidak teratur. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Gangguan Somatisasi D. Gangguan nyeri psikogenik C. nyeri kepala. Apakah terapi yang paling tepat untuk problem psikiatrisnya? A. Pasien merasa sangat cemas walaupun dokter jantung sudah meyakinkan bahwa EKG dan pemeriksaan laboratorium darah dalam batas normal. Kecemasan akan tindakan medis selanjutnya C. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri dada. Kesedihan karena penyakitnya tidak juga diketemukan E. putus asa dan menganggap dirinya adalah yang paling sengsara karena tidak kunjung sembuh. mengakibatkan hampir seluruh kehidupannya terganggu. Seorang pasien tuberkulosis sudah berobat selama 1 tahun tetapi belum sembuh. Sejak beberapa minggu ini pasien tidak mau minum obatnya dengan alasan percuma karena sudah 1 tahun tidak sembuh. Hipokondriasis E. Pada pemeriksaan psikiatris didapatkan bahwa penderita merasa malas bekerja. muntah. Ketergantungan kepada dokter yang merawat D. Karena merasa keluhan tidak kunjung sembuh pasien minta dirawat inap agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih mendalam. Gangguan somatisasi D. Terapi kerja berkelompok D. Ketergantungan pada proses rawat inap B. Pasien sering mondok namun tidak didapatkan penyebab spesifik. Gejala tersebut tidak berlangsung serentak. kedua tangan terasa “kebas” selama kira-kira 5 menit. Gangguan nyeri psikogenik C. berkeringat dingin. Ventilasi E. Ventilasi 115. Pemberian antidepresan C. Suspect penyakit kardiovaskular B. Pemberian antipsikotik B. Keluhan hilang timbul disertai batuk dahak berwarna kekuningan dan demam sejak setahun . Sebagian besar waktunya dilalui dengan perasaan cemas. nyeri sendi dan sering anyang-anyangen sejak 20 tahun ini. Pada pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang tidak didapatkan kelainan. Gangguan panik E. Hipokondriasis 118. Pasien sudah mendatangi beberapa dokter dan mendapatkan hasil pemeriksaan yang sama. Seorang laki–laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. Gangguan jantung tersembunyi (hidden) B. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Anxyolitic E. Di antara episode serangan-serangan tersebut pekerjaan dan kegiatan sehari-hari tidak terganggu. pandangan mata dobel. Seorang laki-laki berusia 33 tahun mengeluh takut mati mendadak karena serangan jantung seperti ayahnya pada usia 45 tahun. nyeri dada. Sejak setahun yang lalu pasien mengeluh sudah beberapa kali mengalami “serangan jantung” yang ditandai dengan perasaan cemas.

Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru.terakhir. Seorang laki – laki berusia 52 tahun datang ke dokter dengan keluhan sesak napas. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. Ditemukan ronkhi basah kasar pada kedua lapang paru. Ekspektoran D. dan ekspirasi memanjang. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Bronkiolitis 122. batuk dan dahak disertai darah. sesak terutama setelah beraktivitas. Bronchitis kronis B. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 380 C. ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang. dan tekanan darah 110/80 mmHg. frekuensi napas 32x/menit. denyut nadi 94/menit. Kortikosteroid E. denyut nadi 120 x/menit. Efusi pleura D. Antipiretik E. Bronkitis kronis E. Pada riwayat keluarga. Asma bronkial D. Foto polos thorax memperlihatkan . Tuberkulosis C. Sejak 4 hari yang lalu keluhan memberat. tekanan darah 140/90 mm Hg. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. Antibiotika C. Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang ke dokter dengan keluhan demam tujuh hari. sesak disertai batuk berdahak warna kekuningan dan demam. Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. Atelektasis E. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. denyut nadi 110 x/menit. Pneumonia B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Sebelumnya anak pernah sesak napas kambuh-kambuhan dan hampir tiap dua minggu sekali kambuh batuk terutama malam hari. nadi 110 x/menit. Seorang anak berusia tujuh tahun dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan sesak napas. dan ekspirasi memanjang. Antibiotika 121. frekuensi napas 60x/menit. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 380C. frekuensi napas 32x/menit. Pasien mempunyai riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak umur 20 tahun. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. dan dirasakan memberat sejak 4 hari yang lalu. Apakah obat yang pertama kali diberikan? A. Keluhan hilang timbul sejak satu tahun yang lalu. dan tekanan darah 110/80 mmHg. Oksigenasi D. Tujuh hari sebelum sesak napas anak batuk pilek dan demam. Asma bronkial C. Emfisema 120. denyut nadi 120 x/menit. frekuensi napas 60x/menit. Mukolitik B. Bronkodilator inhalasi B. Kortikosteroid C. Pada riwayat keluarga. Golongan ß-2 agonis 123. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Apakah terapi awal untuk pasien tersebut? A. ditemukan neneknya menderita bentol disertai gatal bila makan udang.

Pneumonia B. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Pada foto thorax tampak gambaran kavitas multipel menyerupai sarang lebah dengan airfluid level di dalamnya pada aspek inferior kedua paru. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut? A. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. Angina pektoris stabil E. Seorang laki-laki berusia 67 tahun dengan riwayat batuk berdahak.konsolidasi di lobus superior pulmo kiri dengan airbronchogram. Tuberculosis milier --> level 3A 125. Pada pemeriksaan elektrokardiografi ditemukan . Histoplasmosis D. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Tuberculosis paru 124. Bronchial Carcinoid D. Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke UGD dengan keluhan sakit dada yang dirasakan sejak 1 bulan terakhir. Pancoast tumor C. Nyeri dirasakan kurang lebih selama 5 menit dan berkurang dengan istirahat. Bronkiectasis C. Gastroesophageal reflux disease (GERD) C. Bronkitis kronik E. ST elevation myocardial infarction (STEMI) B. Abses paru B. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Carcinoma of bronchus E. Non STEMI 126. Angina pektoris tidak stabil D.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Apa kelainan anatomis jantung yang paling mungkin terjadi pada pasien tersebut? A. frekuensi napas 24 x/menit. Stenosis mitral C. Phlebitis E. 2 cm lateral linea mid clavicula kiri. Foto rongen dada posisi anterior posterior C. kadar kolesterol total 250 mg/dL. Echocardiografi E. perabaan hangat dan tampak kemerahan. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Perokok . Hipoalbuminemia D. Limfedema kronik C. Regurgitasi aorta D. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya udem tungkai unilateral. Pemeriksaan kadar darah puasa 160 mg/dL dan Hb A1c 8 %. Pada pemeriksaan fisik jantung ditemukan adanya bising pansistolik derajat 3/6 dengan punktum maksimum di intercostal V. dan tekanan darah 160/90 mmHg. Stenosis aorta B. dan pada malam hari sering terbangun karena sesak nafas. Test uji latih jantung atau treadmill test B. Regurgitasi mitral E. Diketahui terdapat riwayat menderita demam disertai sakit nyeri sendi yang berpindah-pindah saat remaja. rata-rata menghabiskan 10 batang rokok/hari. Apakah faktor risiko keluhan pasien yang equivalen dengan infark miokard? A. Insufisiensi tricuspid 128. Enzim jantung 127. Seorang laki-laki berusia 46 tahun periksa ke praktek dokter keluarga untuk konsultasi karena sering mengalami nyeri dada seperti tertindih. Trombosis vena profunda B. Seorang perempuan berusia 18 tahun mengeluh mudah lelah disertai napas pendek. Thalium scanning D. Pasien adalah seorang perokok sejak usia 35 tahun. denyut nadi 100 x/menit. disertai nyeri. Selulitis 129. Seorang laki-laki berusia 60 tahun menjalani home care dengan tirah baring karena stroke yang diderita sejak 1 tahun yang lalu.Pemeriksaan lanjutan apa yang diperlukan pada pasien tersebut? A.

Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Gangguan nyeri psikogenik C. Pneumothorax sinistra . Seorang laki-laki berusia 38 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada khas infark sejak 5 jam sebelum masuk rumah sakit. Gangguan jantung tersembunyi B. Pneumonia C. dan suara vesikuler menurun. Thymoma B. Pada gambaran EKG didapatan gambaran seperti di bawah ini. Apakah pemeriksaan darah yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis? A. CK 131. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. Apakah diagnosis paling mungkin? A. Pemeriksaan fisik dan penunjang kardiologis tidak menunjukkan adanya kelainan. Diabetes Mellitus E. Pasien yakin bahwa dirinya sakit jantung. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. CK MB C. frekuensi napas 28 x/menit. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul.B. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C. Troponin I B. tekanan darah 160/100 mmHg. Terdapat riwayat hipertensi. Hipokondriasis 132. SGOT D. Dislipidemi D. perkusi redup. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan sakit jantung sejak tiga tahun terakhir. Gangguan somatisasi D. Usia pasien yang 46 tahun 130. Pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. LDH E. denyut nadi 110 x/menit. Gangguan panik E. Hipertensi C.

Pasien mempunyai riwayat batuk lama. Water seal drainage (WSD) D. frekuensi napas 28 x/menit. Efusi pleura sinistra E. Pasien juga mengeluh demam. Pemeriksaan EKG menunjukkan hasil normal. denyut nadi 140 x/menit. diet rendah lemak 2 hari sebelum pemeriksaan C. Asma Bronkhial E. Hernia diafragmatika 133.D. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 37 0C. Pada rontgen dada ditemukan area lusen tanpa corakan bronkovaskular pada hemithorax sinistra. perkusi redup. vesica urinaria penuh dan nyeri tekan (+). Apakah penanganan awal yang paling tepat? A. Pemeriksaan fisik didapatkan retensi urin. Seorang laki-laki berusia 44 tahun dirawat di rumah sakit karena sesak napas berat dan nyeri dada kiri. puasa makan dan minum B. dan tekanan darah 130/80 mmHg. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke UGD dengan keluhan berdebar-debar. menahan kencing (katheter di klem) . Injeksi adenosine E. Apakah persiapan yang diperlukan? A. Pneumothorax D. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Tuberkulosis Paru B. Antibiotika E. Bronkhitis kronis C. Kardioversi B. denyut nadi 110 x/menit. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. Mediastinal mass E. Pada hemithoraks sinistra ditemukan ketinggalan gerak. Pneumonia C. COPD B. Pungsi pleura B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 370C. Pasien dapat kencing setelah dipasang katheter. tidak tinggi disertai keringat malam. Seorang laki-laki berusia 72 tahun datang dengan keluhan sulit kencing. Gambaran EKG menunjukkan takikardia dengan kompleks QRS sempit dan regular. minum banyak. Terdapat riwayat hipertensi. Injeksi digitalis C. Hernia diaphragmatica 135. Seorang pasien berusia 22 tahun mengeluh batuk lebih dari 3 bulan dan sejak dua hari ini batuk disertai darah. Pada pemeriksaan auskultasi paru ditemukan suara amforik. Apakah terapi yang paling tepat? A. Injeksi sulfas atropin 136. Direncanakan pemeriksaan radiologis ultrasonografi abdomen bawah. Bronkiektesis 137. Hasil rontgen dada posisi tegak menunjukkan perselubungan opak dengan sinus costofrenikus sinistra menumpul. Keluhan disertai batuk muncul sejak 1 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir dirasa memberat. tekanan darah 160/100 mmHg. Manuver vagal D. dan suara vesikuler menurun. Inhalasi B2 agonis 134. Diagnosis manakah yang paling mungkin? A. Pada direct rectal touche (DRE) diduga terdapat pembesaran prostat. Gambaran opasitas mengikuti perubahan posisi. Pneumothoraks D. Furosemide C. frekuensi napas 24 x/menit.

muntah dan jumlah buang air kecil berkurang. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang laki-laki berusia 61 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang kanan. Apakah pemeriksaan penunjang lanjutan yang dibutuhkan? A. kelopak mata sedikit sembab dan hipertensi. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51. dan eritrosit pucat 3-4/LP. spondiloarthrosis lumbales E.8. urin malam hari E. pielografi intra vena E. ureterolithiasis C. protein (-).39. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. cystografi 139. Dari hasil laboratorium darah didapatkan ureum 51. Nefritis C. bersifat hilang timbul pada daerah pinggang kanan atas. teratoma 141. dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan beberapa hari buang air kecil kemerahan. pielografi retrograd D.8. nephrolithiasis B. Hasil pemeriksaan laboratorium urin didapatkan warna kuning kemerahan. urin pancar tengah D. disertai mual. dan eritrosit pucat 3-4/LP. Pyelonefritis . vesicolithiasis E. urin acak B. Apakah contoh bahan urin terbaik untuk kondisi tersebut? A. cholelithiasis D. disertai mual. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut. kreatinin 4. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2.31 mg / dl. Pasien sudah membawa hasil laboratorium urin menunjukkan Ca oksalat +++. nefrolithiasis B. kreatinin 1. mual. urin pagi hari 142. urethrografi B. kreatinin 4. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A.39. sel epitel 2-4/LP. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. tanpa persiapan E. Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun. Dokter merujuk pasien untuk pemeriksaan lebih lanjut. pankreatitis 140. cholelithiasis D. Seorang laki-laki berusia 41 tahun datang ke dokter dengan keluhan utama nyeri perut. Saat diperiksa penderita demam. urin tampung C. muntah dan jumlah buang air kecil berkurang. pusing. urethrolithiasis C. eritrosit +3. Hasil laboratorium urin diperoleh sedimen kalsium oksalat +2. tes alergi 138. pielografi anterograd C. Sistitis B. Pada foto polos abdomen didapat bayangan semiopag bentuk menyerupai tanduk rusa di proyeksi paravetebra dextra setinggi VL 2-3. Pada pemeriksaan darah didapatkan komplemen C3 menurun. sel epitel 2-4/LP. Pada pemeriksaan ultrasonografi didapatkan pelebaran sistema pelvico calices dextra. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter dengan nyeri abdomen akut.D. Untuk menyingkirkan kemungkinan kehamilan ektopik dilakukan pemeriksaan urin untuk hormon beta hCG (ßhCG).

Sindrom nefrotik 143. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Rasa gatal E. gagal ginjal kronik 145. Pasien juga mengeluh tidak dapat kencing. Gips s sirkular E.2 mg/dl dan ureum 45 mg/dl. suhu 370C. Peningkatan rasa nyeri C. . kemerahan. ditemukan benjolan pada pangkal ibu jari kaki kanan. analgesika 144. Glomerulonefritis akut D. Hiperurikemia 146. denyut nadi 100x/menit. Pasien mengalami diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi >10 x/hari. Apakah tindakan awal yang paling tepat? A. Gout arthritis C. Dari pemeriksaan fisik didapatkan adanya hematoma penis dan perineum dan terdapat kesan vesika urinaria penuh. Hasil laboratorium menunjukkan asam urat 9. kateterisasi B. Sling B. Gangguan motorik D. Seorang laki-laki berusia 58 tahun dibawa ke IGD RS karena tampak mengantuk sejak 4 jam yang lalu. Osteoartritis E. Apakah tindakan yang paling tepat untuk mengatasi keluhan tersebut? A. Rheumatoid arthritis B. Pada pemeriksaan fisik. dan terasa nyeri. Satu bulan yang lalu.0 mg/dL. Kondisi gips 148. Seorang penderita dikirim oleh Rumah Sakit untuk melakukan kontrol setelah dilakukan pemasangan gips s sirkular pada ekstrimitas atas kiri. kadar kreatinin pasien adalah 1. frekuensi napas 24x/menit. Hasil pemeriksaan urin rutin adalah protein (++) dan hematuria gros. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Rhematic fever D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. antibiotika E. Manakah dari keluhan berikut ini yang menjadi prioritas untuk mendapatkan tindakan? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg. Glomerulonefritis kronik E. Seorang laki-laki berumur 34 tahun datang ke dokter dengan keluhan kencing sedikit. Gagal ginjal akut nefrotoksik B. Volar slab D. diuretika D. Nefritis interstisial kronik C. Glomerulonefritis E. Seorang pasien laki-laki umur 20 tahun menderita fraktur ulna kiri tertutup komplit undisplaced setelah terbentur benda keras di tempat kerja. pungsi supra pubik C.D. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri kaki kanan. Bandage C. Pembedahan 147. Hasil pemeriksaan kadar kreatinin 7 mg/dl dan kadar ureum 200 mg/dl. Pasien tersebut seminggu sebelumnya mendapat injeksi derivat aminoglikosida untuk suatu prediksi infeksi saluran kemih. Kondisi struktur di bagian distal dari gips s B.

Alkalosis respiratorik 149. Alkalosis metabolik D. Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 2 kg.5˚ C akral dingin pengisian kapiler lambat pada paha kanan tampak hematom yang sangat besar. Asidosis respiratorik E. Keluhan memberat terutama pada pagi hari dan semakin membaik pada siang hari. Apakah penyebab syok yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut? A. TB paru kasus baru 152.volume ½ . Syok hipovolemik E. Dua tahun yang lalu pasien pernah berobat dengan keluhan yang sama. Asidosis metabolik C. Kategori 3. Darah pasien diambil untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit. Kategori 2. 2RHZES + 1RHZE + 5RH D. sedikit ampas. Syok anafilaktik D. Kategori 3.1 gelas tiap buang air besar. Pasien memiliki riwayat batuk lama + 2 bulan. TB paru kasus putus obat D. Syok neurogenik C. kesadaran somnolen. konsistensi cair. isi dan tegangan kurang frekuensi napas 26 x/menit temperatur 36. Saat itu pasien diperiksa dahaknya dan disuruh minum obat teratur selama 6 bulan. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah kesadaran kompos mentis tekanan darah 90/60 mmHg denyut nadi 140 x/menit. Hasil pemeriksaan sputum BTA saat ini positif pada tiga kali pemeriksaan. 2RHE + 4RH 150. Pemeriksaan sputum BTA SPS menunjukkan hasil negatif. 2RHZ + 4RH C. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke klinik RS dengan keluhan batuk berdahak yang bercampur darah sejak 1 hari yang lalu. Kategori 1. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa ke IGD RS oleh polisi setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 2 jam yang lalu. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Apakah kelainan pH darah yang paling mungkin terjadi pada kasus ini? A. Kategori 1. Foto toraks menunjukkan gambaran efusi pleura kiri dan fibroinfiltrat di lapangan paru kanan. Syok kardiogenik B. TB paru kasus kambuh E. Kakek pasien adalah penderita asma yang sering kambuh. Pasien juga mengeluh sering bersin berulang kali sampai lebih dari 6 kali. Batuk berdahak warna kekuningan. TB paru kasus gagal pengobatan B. 2RHZE + 4RH B. Ketoasidosis B. 2RHZ + 4RH E. demam dan berkeringat pada malam hari. TB paru kasus resistensi obat C. Tidak didapatkan riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena sering pilek sejak 3 bulan yang lalu. Apakah terapi yang paling tepat untuk pasien ini? A. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah. Syok obstruktif 151. Pemeriksaan fisik ditemukan ronki basah kasar di daerah apeks paru kanan. tetapi hanya minum obat selama tiga minggu karena keluhan membaik. pernapasan Kussmaul dan turgor kulit menurun. Apakah gambaran hitung jenis leukosit yang paling mungkin ditemukan? .

Medula spinalis segmen C 5 D. Medula spinalis segmen L 1 D. Medula spinalis segmen Th 10 B. Kelemahan kaki kanan lebih berat daripada kaki kiri. Limfopenia E. Cluster headache E. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Neutropenia 153. namun tidak muntah. Basofilia D. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi perianal. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan adanya hipestesi setinggi umbilikus. Kepala terasa seperti diikat dengan kencang terutama pada daerah kepala belakang. Eosinofilia C. Medula spinalis segmen Th 12 C. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A.A. Migrain tanpa aura D. tonus otot meningkat bilateral. dan tidak ditemukan abnormalitas motorik. setelah jatuh terduduk dari tangga dengan ketinggian 2 meter. Medula spinalis segmen L 1 . Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa kesemutan di daerah pantat. Pasien juga mengeluh perut terasa mual. Medula spinalis segmen C 5 C. Seorang perempuan berusia 37 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Keluhan ini dirasakan terus-menerus. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh dari pohon ketinggian 8 meter. Conus medularis E. Kelemahan disertai dengan rasa kesemutan mulai dari pusar sampai ujung kaki. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Conus medularis E. Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu. Seorang laki-laki berusia 34 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan yang lalu. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari tangga ketinggian 2 meter. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Neutrofilia B. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. Kauda equina 155. Medula spinalis segmen L 1 D. Medula spinalis segmen Th 10 B. Pemerisaan fisik dan neurologi dalam batas normal. terutama sekitar lubang dubur. Medulla spinalis segmen Th 12 C. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 2 sinistra 4. Vertigo 154. Kauda equine 156. Migrain dengan aura C. Tension type headache B. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Kedua tungkai juga terasa kesemutan. tonus otot meningkat bilateral. Medula spinalis segmen Th 10 B. Medulla spinalis segmen C7 E.

Dopamin C. Neostigmin 159. Seorang laki-laki berusia 33 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena kelemahan pada kedua tungkai. Rasa gatal muncul terutama jika sedang mengikuti ujian atau belajar. tonus otot meningkat bilateral. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Apakah obat yang menjadi pilihan utama? A. Ayahnya seorang penderita asma. skuama halus dan likhenifikasi. Medula spinalis segmen C 5 B. batas tidak tegas. sesak nafas dan mengeluarkan banyak keringat. hipersalivasi. penurunan gerak dengan kekuatan motorik dekstra 3 sinistra 3. Apakah diagnosis topis yang paling tepat? A. muntah-muntah. Dermatitis kontak alergika B. Keluhan muncul hampir di seluruh tubuh. Pemeriksaan fisik menunjukkan plak nummular berbatas tegas. Pasien mengeluh nyeri kepala. Atropin B. hiperlakrimasi. Medulla spinalis segmen C7 C. Urtikaria D. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula di seluruh tubuh diameter 2-3 cm. Eksema vulgaris C. Pemeriksaan neurologis ekstremitas inferior menunjukkan hipestesi setinggi papilla mammae. Rasa gatal disertai dengan bercak-bercak merah di kulit yang muncul terutama pada pagi hari dan menghilang pada siang hari. sebagian telah pecah membentuk erosi. Pemeriksaan fisik menunjukkan pupil miosis. reflek fisiologik meningkat bilateral dan reflek patologik positif bilateral. Neurodermatitis . ukuran bervariasi tersebar hampir di seluruh tubuh. Nekrolisis epidermal toksik B. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Medula spinalis segmen Th 4 D. Epinefrin D. Keluhan muncul setelah minum obat sakit kepala. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan kulit melepuh sejak 2 hari yang lalu. Pemfigus 161. Pasien juga merasa kesemutan mulai dari ujung kaki sampai payudara. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan gatal di kulit sejak 10 hari yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya bercak eritema dengan peninggian (bentol). Medula spinalis segmen Th 10 E. Dermatitis alergika B. Sindroma Steven Johnson D.157. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS setelah melakukan upaya bunuh diri dengan minum obat nyamuk. Medulla spinalis segmen Th 12 158. hiperhidrosis dan bradikardi. Pasien juga mengeluh badan demam dan lemah. Neurodermatitis E. mata hyperemia konjungtiva. Papaverin E. Bibir erosi dengan krusta tebal warna hitam. Dermatitis kontak iritan 160. Dermatitis kontak iritan E. Dermatits kontak alergika C. Keluhan tersebut muncul setelah pasien jatuh terduduk dari pohon ketinggian 8 meter. Seorang laki-laki berusia 21 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan tengkuk gatal sejak 5 bulan.

hiperpigmentasi. Seorang laki-laki berusia 37 tahun dibawa keluarganya ke IGD RS karena mengalami kelemahan pada kedua tangan dan kaki sejak 3 hari yang lalu. sebanyak + ½ gelas air mineral. Pemeriksaan gula darah sewaktu B. Tinea corporis E. Pemeriksaan fisik menunjukkan lesi kulit berbatas tegas dengan peradangan daerah inguinal dekstra dan sinistra. denyut jantung 120 x/menit. hingga tidak mampu beraktivitas. frekuensi napas 24 x/menit. Kejang terjadi selama 15 menit dan saat kejang tampak kesakitan. T3 dan T4 meningkat C. Ptiriasis rosea D. Apakah hasil pemeriksaan laboratorium yang paling mungkin ditemukan? A. Pasien pernah menderita penyakit pembesaran kelenjar gondok dan telah dilakukan pengangkatan kelenjar tersebut 1 bulan yang lalu. Pemeriksaan pH darah 165. TSH.C. Pemeriksaan elektrolit darah D. T3 dan T4 menurun 163. pembesaran kelenjar tiroid difus. Apakah yang paling mungkin ditemukan pada pemeriksaan kerokan kulit? A. kekuatan motorik ekstremitas superior dan inferior kiri dan kanan semua bernilai 2 dan tidak ditemukan adanya defisit neurologis lain. tanpa lendir maupun darah. Hifa pada pemeriksaan KOH B. skuama dan papul-papul. Pasien sering merasa gelisah. Gatal akan semakin hebat setelah beraktivitas dan berkeringat. Pemeriksaan Hb 164. denyut nadi 76 x/menit frekuensi napas 16 x/menit. Gatal semakin lama semakin luas sampai ke bawah perut. T3 dan T4 normal D. Pemeriksaan protein total E. Seorang laki-laki berusia 40 tahun dibawa ke IGD RS setelah mengalami kejang. Pemeriksaan hitung jenis leukosit B. Pemeriksaan elektrolit darah D. Pemeriksaan pH darah E. Pemeriksaan hormon T3 dan T4 C. Pasien mengalami diare sejak 1 minggu yang lalu. T3 dan T4 menurun E. TSH menurun. Psoriasis 162. akral teraba hangat. Pseudohifa pada pemeriksaan KOH C. sulit tidur. sehari 3-5 x/hari. TSH meningkat. Kokus gram positif pada pengecatan gram . T3 dan T4 meningkat B. mudah lelah dan mengalami diare. Pemeriksaan gula darah sewaktu C. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar sejak 1 minggu yang lalu. dengan sifat lesi lebih aktif di bagian tepi. kelemahan dirasakan semakin berat. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya grimace. mata eksoftalmus. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk memastikan diagnosis? A. TSH menurun. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 110/70 mmHg. TSH. Basil gram negatif pada pengecatan gram D. Asupan makanan dan minuman tidak terganggu. tampak makula eritematosa. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. dan spasme otot general terutama daerah karpopedal. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal pada daerah selangkangan sejak 2 minggu yang lalu. lembek.

Seorang perempuan berusia 32 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kulit pada hampir seluruh tubuh melepuh. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Pemeriksaan fisik lokal menunjukkan adanya luka robek dengan fragmen fraktur. pembesaran kelenjar tiroid difus. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. Herpes zoster 169. denyut nadi 132 x/menit frekuensi napas 24 x/menit. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. Salep D. Keluhan ini terjadi sejak 4 hari yang lalu. Psoriasis 168. Eritroderma B. tampak erosi dan mengeluarkan eksudat berbau amis. Ptiriasis rosea D. Staphylococcus aureus E. Apakah mikroorganisme yang paling mungkin mengakibatkan keadaan tersebut? A. Bacillus cereus D. Sebagian dari lepuhan kulit sudah pecah dan terasa nyeri. tidak tahan panas. gelisah dan sulit tidur. Obat apakah yang paling tepat untuk pasien ini? . edema. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. tertutup skuama tebal berwarna putih. Clostridium perfringens C. punggung serta tepi rambut kepala. Pemeriksaan fisik menunjukkan makula dan plak kemerahan ukuran bervariasi. Pasien sedang dalam keadaan hamil 20 minggu. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas. Kokus gram negatif pada pengecatan gram 166. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum gelisah. Pasien pernah mengalami keluhan yang sama berulang tetapi tidak separah ini. sekret berbau. Kulit menebal dan mengelupas pada bagian perut. Badan terasa lemah. Pseudomonas aeruginosa 167. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan dada berdebar-debar. tertutup skuama tebal berwarna putih. Krim C. Gel B. Obat kocok 170. Apakah jenis obat topikal yang paling tepat diberikan? A. Dermatitis kontak C. tekanan darah 140/90 mmHg. Eritroderma E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Bedak E. proptosis bola mata. Dari luka tersebut tampak tulang yang menonjol dan terasa sangat nyeri. krepitasi pada jaringan otot dan subkutis. Streptococcus βhemoliticus B. punggung serta tepi rambut kepala. terdapat jaringan nekrotik. Pemfigus E.E. Seorang laki-laki berusia 28 tahun dibawa oleh keluarganya ke IGD RS karena luka pada tungkai bawah setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 1 hari yang lalu. Dermatitis seboroik B. Sindroma Stevens Johnson D. Pasien juga mengeluh demam. Pemeriksaan fisik menunjukkan bula-bula diameter 2-3 cm. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar hormon T3 dan T4 serta penurunan kadar TSH. Psoriasis C. terasa tidak nyaman dan terjadi berulang sejak 6 tahun yang lalu. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kulit terkelupas.

Memberikan epinefrin injeksi intramuskuler 174. Tindakan apakah yang harus dilakukan? A. Melakukan kompresi jantung C. Padahal kebiasaan mengompol ini sudah berhenti sejak 1 tahun yang lalu. Setelah dilakukan langkah awal resusitasi. Apakah mekanisme pertahanan (defens mechanism) yang dipakai oleh pasien? A. tinggal serumah bersama istrinya dan mengaku berhubungan seksual secara rutin. Seorang bayi laki-laki dilahirkan secara sectio caesaria dari seorang perempuan berusia 37 tahun G1P0A0 gravida 38 minggu dengan ketuban pecah dini 18 jam dan fetal distress. Seorang dokter ingin mengetahui prevalensi disfungsi ereksi pada pria menikah yang berada dalam rentang usia produktif. Melakukan ventilasi tekanan positif D. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang memeriksakan diri ke puskesmas karena belum mempunyai anak setelah 2 tahun menikah. sedangkan populasi terjangkau adalah penderita DM tipe II. tampak biru. Tidak ada keluhan fisik yang diderita. motilitas : a=45%. Represi C. 131 I D. Skala Gutmann 175. normal dan lebih dari normal. Oligozoospermia C. Levothyroxine E. Apakah interpretasi hasil pemeriksaan tersebut? A. Variabel kadar HbA1c dibagi menjadi 3 kelompok. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa bapaknya ke Puskesmas karena mengalami perubahan perilaku yaitu menjadi pendiam dan kembali mengompol setelah ibunya meninggal dunia seminggu yang lalu. denyut jantung 90 x/menit.A. Bayi tersebut dilahirkan dalam keadaan tidak menangis. Memberikan rangsang taktil B. Pemeriksaan sperma menunjukkan jumlah sperma dengan bilik hitung 10 juta/ml. Seorang dokter akan melakukan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol berjudul “Hubungan antara Kadar HbA1C dengan Retinopati Diabetika pada penderita DM tipe II. lemah. Proyeksi D. Skala nominal D. Normozoospermia B. Karena banyaknya jumlah populasi dan adanya keterbatasan . Skala interval E. Regresi B. Perchlorate 171. Populasi target adalah penderita diabetes mellitus (DM). Oligoastenozoospermia D. c=25%. Skala rasio B. penilaian menunjukkan bayi tidak bernafas. Introyeksi 173. Skala ordinal C. Apakah skala yang paling tepat untuk variabel tersebut? A. Sublimasi E. Pasien bekerja sebagai buruh pabrik pestisida. b=20%. morfologi 80%. Oligoastenoteratozoospermia 172. Penelitian dilakukan di setiap kabupaten dalam propinsi Jawa Tengah. d=10%. yaitu kurang dari normal. Propilthiouracil C. Memberikan natrium bikarbonat intravena E. Oligoteratozoospermia E. Methimazol B.

Rinitis alergi D. halusinasi akustik dengan tema yang tidak spesifik. Gangguan bipolar manik C. Simple Random Sampling D. Analisa gas darah E. Snowball Sampling E. Sinusitis maksilaris akut 179. diputuskan untuk melakukan teknik pengambilan sampel dari seluruh populasi penelitian. Skizofrenia paranoid E. Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung tersumbat sejak 1 minggu yang lalu. retraksi dinding dada. Rinitis alergika E. denyut jantung 172 x/menit. Seorang laki-laki berusia 21 tahun dibawa ke IGD RS dengan kedua tangannya dalam keadaan terikat. Polip nasi B. Tidak ditemukan adanya riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Kadar hemoglobin C. Kadar glukosa darah . Bayi tampak lemah. Cluster Random Sampling C. Sistematic Random Sampling B. Pasien sering mengeluh sakit kepala dan gusi bengkak yang membaik dengan obat antinyeri. Apakah teknik pengambilan sampel yang paling sesuai untuk diterapkan dalam penelitian tersebut? A. Rinitis vasomotor E. Hitung jenis leukosit B. Kadang keluar cairan jernih tidak berwarna dan tidak berbau. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Concha polipoid D. sianosis dan merintih. Polip nasi B. Abses nasi C.waktu dan tenaga yang dimiliki. Seorang perempuan berusia 19 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan hidung kiri tersumbat sejak 4 bulan yang lalu. Gangguan waham 177. Keluhan terjadi sepanjang hari dan semakin berat. Gangguan psikotik akut D. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling penting dalam keadaan tersebut? A. Kultur darah D. Gangguan panik B. Sinusitis maksilaris akut 178. Alloanamnesis didapatkan pasien tidak dapat tidur sering teriak-teriak dan mengamuk sejak 1 minggu yang lalu. Seorang bayi laki-laki lahir spontan di rumah sakit dari seorang perempuan berusia 36 tahun dengan usia kehamilan 31 minggu. Quota Sampling 176. Lubang hidung kanan mengeluarkan cairan kental berwarna kehijauan dan berbau busuk. Periksaan psikiatris didapatkan pasien agresif secara fisik dan verbal. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. tidak menangis. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Abses nasi C. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya edema konka inferior dan sekret di meatus media. Pemeriksaan rinoskopi anterior menunjukkan adanya massa putih mengkilap bertangkai pada meatus media. frekuensi napas 80 x/menit.

Pasien membawa surat permintaan pemeriksaan visum et repertum dari penyidik. Memberikan sisipan 1RHZE C. Seorang perempuan berusia 42 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu. berat badan menurun. berbatas tegas dan teraba hangat. berkeringat pada malam hari dan rasa mudah lelah sudah membaik. setelah kelahiran plasenta tampak benjolan berwarna merah dari vagina dan mengalami banyak perdarahan. Pirazinamid D. Nafsu makan menurun. Luka memar di mata kanan akibat dipukul B. Pasien juga mengeluh mual dan muntah. Apakah rencana pengobatan yang harus diberikan? A. Myoma uteri E. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Memberikan fase lanjutan 5RH 181. Memberikan sisipan 1RHZES D. Ulkus duodeni C. Nyeri hilang dan timbul. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemah. Ethambutol C. Bidan menyampaikan bahwa pasien baru melahirkan anak pertama 2 jam yang lalu. Rasa nyeri muncul 1 jam setelah makan ayam goreng. Kolelitiasis D. Pankreatitis E. Ulkus ventrikuli B. Seorang perempuan berusia 20 tahun dirujuk oleh bidan dengan diagnosis perdarahan pasca persalinan. Pasien juga memiliki riwayat bengkak sendi kambuh-kambuhan sejak 1 tahun yang lalu. tekanan darah 70/50. frekuensi napas 28 x/menit. badan terasa lemah. Manakah OAT yang dapat memperberat keluhan nyeri pasien? A. Pada pemeriksaan fisik tampak bengkak mengelilingi mata kanan berukuran 5 x 7 cm. Seorang laki-laki berusia 43 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Ruptur vagina D. warna merah kebiruan. terasa tajam tidak tertahan hingga badan lemas dan mengeluarkan keringat dingin. Hepatitis akuta 184. Memberikan sisipan 1 RHZS B. Inversi uteri B. denyut nadi 136 x/menit lemah. Seorang laki-laki berusia 24 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan memar pada mata kanan akibat dipukul oleh rekan bisnisnya. Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke puskesmas untuk melanjutkan pengobatan rutin TB paru yang telah dilakukan selama 2 bulan. Apakah kesimpulan visum et repertum yang dapat diambil? A. Memberikan fase lanjutan 4RH E. Keluhan batuk. Plasenta dupleks 183. Sendi bengkak dan terasa nyeri terutama setelah makan emping melinjo. Isoniazid 182. Pemeriksaan inspeksi menunjukkan adanya permukaan kasar berwarna merah pada benjolan yang keluar dari vagina. Rifampisin E. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan hasil positif 3 (+3). Ruptur uteri C. Nafsu makan dan berat badan juga telah meningkat. Streptomisin B. Luka memar di mata kanan karena kekerasan tumpul .180. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Hasil pemeriksaan sputum BTA menunjukkan 2x positif.

Tetapi mulai tadi malam mengeluh nyeri di seluruh lapangan perut. denyut nadi 140x/menit. Atrial fibrilasi E. Supraventrikuler takikardi B. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. Sinus bradikardi C. Pada EKG menunjukkan jarak rata-rata R ke R 6 kotak sedang. Aritmia C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tympani hampir seluruh lapangan perut. didapatkan otot dinding perut memberikan reaksi mengeras. Supraventrikuler takikardi B. denyut nadi sulit ditentukan. shiffting dullnes D. hiperperistaltik 190. Seorang perempuan 56 tahun datang dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri. Sinus bradikardi E. Apakah penyebab yang paling mungkin? A. Sinus takikardi E. temperature 36. Apakah hasil pemeriksaan tersebut? A. Atrial flutter 187.9 °C. appendicitis D. tidak teratur. tes undulasi (+) E. Pasien pernah didiagnosa stroke infark 3 bulan yang lalu. Seorang laki-laki umur 40 th. Atrial fibrilasi 188. nefrolitiasis E. vesicolitiasis C. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg.C. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Seorang pasien perempuan usia 60 tahun datang dengan keluhan berdebar-debar. dibawa ke RS dengan keluhan lemas & hampir pingsan. predominan tympani B. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A. Pada saat dilakukan palpasi perut. Pada pemeriksaan EKG didapatkan irama irreguler. hidronefrosis B. Sinus bradikardi D. Luka memar di mata kanan akibat pukulan tumpul oleh tersangka E. di regio inguinal kiri didapatkan redup. Keluhan disertai mual dan muntah. Normo sinus rythm C. Luka memar di mata kanan karena dipukul benda tumpul D. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri perut sebelah kanan. Seorang perempuan usia 25 tahun datang dengan keluhan sulit buang air besar sejak 3 hari yang lalu. Luka memar di mata kanan karena kontak benda tumpul oleh tersangka 185. Sinus takikardi D. Normosinus ritme 186. Seorang pasien 23 tahun baru pulang dari RS 4 hari yang lalu dengan diagnosis Tifus abdominalis dan telah dinyatakan sembuh. Pada inspeksi pasien tampak . defens muskuler C. fecalith 189. Pada pemeriksaan fisik didapatkan denyut nadi pulsus alternans dan pada pemeriksaan EKG didapatkan irama jantung 120x/menit irreguler. RBBB B. Sinus takikardi D. Apakah hasil interpretasi yang paling mungkin? A.

dan tampak memegangi lengan atas kanan yang terlihat salah posisi. Fraktur impaksi C. Pemasangan infus C. Pembersihan luka D. Rectus abdominis & arcus kosta kanan D. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan GOT dan GPT sedikit meningkat. Reposisi B. frekuensi napas 24 x/menit. Di manakah lokasi yang tepat untuk palpasi? A.memegangi perut kanan atas dengan posisi membungkuk. Regio epigastrium sejajar dengan tepi bawah hepar lobus sinistra 191. Konsumsi penghancur lemak E. hepatomegali. mata kuning. ascites minimal. nyeri pada tungkai bawah yang terjadi secara berangsur-angsur. Kenali dan hentikan perdarahan 193. mengerang kesakitan. akral dingin dan pucat. pada tungkai bawah nyeri tekan (+). nyeri sumbu (+). Olahraga 30 menit/hari D. Fraktur kompresi . kaki bengkak dan air seni berwarna seperti teh. tidak ada riwayat trauma. Seorang perempuan 56 tahun datang ke RS dengan keluhan lemas. TB 155 cm. Terapi non-farmakologis apakah yang sesuai? A. Pertemuan tepi lateral kanan m. Penurunan BB 3 kg/mg B. Menderita penyakit osteoporosis sejak 2 tahun terakhir. Penjahitan luka B. luka robek di lengan bawah. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis. nyeri tekan (+). nyeri sumbu(+). Keluhan disertai dengan nyeri perut kanan atas. Pemberian analgetik E. nyeri sumbu (+). deformitas (+). tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan. frekuensi napas 30 x/menit. Airway management E. Kelainan yang dapat terjadi pada kasus diatas adalah: A. Sepanjang tepi bawah arcus kosta kanan dari medial ke lateral C. gatal-gatal. Tindakan pertama yang harus dilakukan pada pasien diatas adalah: A. Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan. Seorang anak umur 12 tahun terjatuh dari pohon setinggi 5 meter dengan posisi jatuh tangan menyentuh tanah terlebih dulu.pulsasi nadi lemah. tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. Resusitasi C. tekanan darah 110/70 mmHg. deformitas (+). Pada pemeriksaan fisik didapatkan BB 78 kg. Diit cukup karbohidrat C. Langkah pertama apa yang harus dilakukan untuk penyelamatan kasus diatas: A. Pertemuan bawah lobus sinistra hepar dengan processus xipoideus E. pembesaran lien. Fraktur impresi B. Diit cukup garam & minum1 lt/hr 192. dan icterus . Reposisi-immobilisasi 194. Fraktur patologis D. nyeri tekan (+). Immobilisasi D. Pada pemeriksaan fisik vital sign dalam batas normal. denyut nadi 80 x/menit. Tepi lateral kanan processus xipoideus dari caudal ke cranial B. Seorang perempuan umur 65 tahun datang ke RS dengan keluhan tidak bisa jalan. Dibawa ke tempat praktek dokter dengan GCS 13. Fraktur kominutif E.

tekanan darah 100/60 mmHg denyut nadi 100 x/menit. Dari pemeriksaan fisik didapatkan respon membuka mata dengan perintah. frekuensi napas 30 x/menit.Untuk mencegah perburukan kondisi. Syok neurogenik C. GCS = 5. umur 7 tahun. Seorang anak laki-laki. Petitmal B. perdarahan masif. Serangan kejang terjadi rata – rata 2 kali perbulan.Apakah penyebab kematian yang paling mungkin pada pasien ini? A. Tidak dikeluhkan sakit kepala maupun muntah. denyut nadi 120 x/ menit. Fraktur terbuka B. dan bisa bergerak bebas. lateral B. Resusitasi cairan 20 tetes/menit . Perempuan umur 61 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan merasakan lemah sejak 2 jam yang lalu. Pemeriksaan foto rontgen femur apa yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis pasien ini? A. Saat kejang kadang mulut berbuih kadang ngompol. posterior 199. merasa mengantuk. apa yang perlu segera dilakukan? A. anterior E.195. bisa menjawab pertanyaan sederhana. Kesadaran pasien mulai pulih setelah 3 menit. 2 posisi D. nyeri tekan (+). Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. denyut nadi 120 x/menit. sesudah itu lemas seperti tertidur. 15 196. Reposisi cito B. kemudian kejang tonik 1 menit diikuti kejang klonik 2 menit. 12 C. Tergolong apakah serangan kejang pada pasien ini? A. saat kejang pasien tidak sadar. nyeri sumbu (+). perdarahan masif. Sindroma kompartemen 198. akral dingin dan pucat. Debridement C. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg. Resusitasi cairan agresif D. Pemeriksaan fisik: kesadaran compos mentis. Trauma neurologi E. Carpopedal spasme 197. menderita serangan kejang berulang sejak usia 6 tahun. 14 E. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang. Seorang pemuda umur 22 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan lalu lintas. GCS = 5. dan deformitas (+). dan deformitas (+).pulsasi nadi lemah. Parsial simple E. Grandmal C. 1 posisi C. Mioklonik D. 13 D. Seorang pemuda umur 25 tahun dibawa oleh petugas kepolisian ke UGD RS dengan riwayat tertabrak sepeda motor. Syok hipovolemik D. fraktur tungkai bawah kiri sampai terlihat fragmen tulang. Berapakah nilai Glasgow Coma Scale (GCS) dari pasien ini? A. Didapatkan hematome di tungkai atas kanan. tidak bisa berjalan sendiri dan mengerang kesakitan. 11 B.

mata cekung.80C. mual dan muntah. scrotum membesar. temperatur 390C. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A.80C anak lemah. mata cekung. denyut nadi 164 x/menit. metallic sound (+). Lakukan pemasangan infus C. Nadi radialis dan carotis tidak teraba. scrotum membesar. pemeriksaan lain dalam batas normal. Penanganan awal apa yang paling tepat dilakukan oleh dokter? A. turgor kurang. turgor kurang. Perfusi C. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. Lakukan resusitasi cairan B. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas.E. Appendix infiltrat D. Seorang laki-laki umur 60 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan nyeri perut yang disertai kembung. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. Lakukan resusitasi kardio pulmoner . Hernia femoralis C. temperatur 36. Hernia inguinalis lateralis 202. distensi abdomen. Ileus obstruktivus D. denyut nadi 120 x/menit. Hernia inguinalis medialis 201. peristaltic meningkat. temperatur 390C. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level. mual dan muntah. Hernia inguinalis lateralis E. Rehidrasi intravena D. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg. Rehidrasi oral C. pada auskultasi tidak terdengar suara napas dan detak jantung. Tindakan paling awal pada kasus tersebut adalah: A. Absorbsi D. denyut nadi 120 x/menit. Oksigenasi 203. distensi abdomen. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. Merujuk pasien ke ICU E. Cold abses inguinal E. Gangguan fungsi yang terjadi pada pasien tersebut: A. anak lemah. tidak mau minum. temperatur 36. tiba-tiba pasien terjatuh dan tidak sadar. Hecting untuk hentikan perdarahan 200. tidak mau minum. Ketika dilakukan anamnesis. didapatkan benjolan pada lipat paha kanan. Ileus paralitik B. Oksigenasi B. peristaltic meningkat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. Limfoma maligna C. denyut nadi 164 x/menit. Seorang anak umur 2 tahun datang ke dokter dengan keluhan buang air besar cair 10 kali sehari @ 1 gelas. Apakah penyebab yang mendasari kasus ini? A. Dari pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran air fluid level. Difusi B. Ventilasi E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi napas 48 x/menit. pemeriksaan lain dalam batas normal. Hernia femoralis B. metallic sound (+). Memberi obat anti diare 204.

Colon descendens 209. kulit tampak kuning sampai kedua kaki. Syok hipovolemik 207. Tetralogi Fallot C. bising usus melemah. ditemukan jejas pada hipokondrium kiri. Pasien tidak sadar. Arteri carotis communis 210. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. sianosis. Angina pectoris tak stabil 206. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah palpasi 70 mmHg. Pemeriksaan EKG didapatkan elevasi segmen ST yang diikuti adanya gelombang Q patologis. suara jantung lemah. Pada regio mana yang paling tepat untuk meraba denyut nadi tersebut? . Syok neurogenik D. jari tabuh (+). akral dingin. Arteri radialis B. Intestinum E. tekanan darah 180/110 mmHg. denyut nadi 120 x/menit. Seorang laki-laki usia 25 tahun datang ke Unit Gawat Darurat RS karena kecelakaan. pekak alih (+). malas menetek. Lakukan pemasangan monitor EKG 205. Arteri carotis interna D. Jenis syok pada neonatus ini adalah: A. Pada pemeriksaaan didapatkan keadaan umum lemah. bising sistolik. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. kejang 3-5 kali. Pada saat pemeriksaan fisik. Insufisiensi trikuspidal E. Anak umur 3 tahun dengan riwayat jongkok selama melakukan aktivitas dan sering biru dan tidak sadar. Syok septik B. Kesadaran gelisah. tali pusat kotor dan berbau busuk. Syok distributif C. Organ manakah yang paling mungkin mengalami cedera? A. Arteri subclavia C. Bayi laki-laki umur 25 hari. denyut nadi 140 x/menit. datang ke Puskesmas keadaan merintih lemah. Struktur anatomis apakah yang diraba? A. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. Angina pectoris stabil E. Infark miokard akut D. Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Syok kardiogenik E. frekuensi napas 60 x/menit. frekuensi napas 30 x/menit. Hati B. Limpa C. Pasien laki-laki umur 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena nyeri dada dan sesak napas. Patent ductus arterisus 208.D. seorang tenaga kesehatan memeriksa apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati dengan meraba denyut nadi. Lakukan pemasangan jalur oksigen E. sianosis. frekuensi napas 30x/menit. Ginjal D. Perikarditis B. Miokarditis C. Stenosis aorta B. Insufisiensi mitral D. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini? A. Arteri tibialis posterior E.

deltoideus Seorang laki-laki berusia 55 tahun dibawa ke UGD oleh istrinya karena mengeluh nyeri dada hebat. trigonum caroticum B. Dislokasi articulatio humeri B. Pasien ini sebelumnya juga sering mengeluh nyeri dada bila beraktivitas berat selama beberapa tahun terakhir ini. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kunjungtiva anemis. Apakah diagnosis paling mungkin kasus diatas? A. Fraktur clavicula E. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien diatas? A. Bayi ini dilahirkan pervaginam oleh seorang wanita 32 tahun yang menderita diabetes mellitus. menangis keras dan kulitnya merah jambu. Cacat/defek pada septum E. Morfologi darah tepi: didominasi sel blas seri myeloid. 212. 213. Cedera plexus brachialis C. Vasa coronaria D. Sistem conductorium jantung Seorang laki-laki berusia 50 tahun. regio sternocleidomastoideus Seorang korban kecelakaan tampak tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. jumlah trombosit 70 ribu/mmk. Apakah struktur yang kemungkinan mengalami kelainan pada pasien tersebut? A. trigonum submandibulare E. pensiunan tentara datang praktek dokter swasta dengan keluhan pucat dan cepat lelah. seorang tenaga kesehatan memeriksa dan memastikan bahwa korban telah meninggal dunia. 215. midriasis maksimal Seorang bayi laki-laki baru lahir dengan berat lahir 4800g tidak bisa menggerakkan lengan kanannya. Pada saat persalinan terjadi distocia bahu dan berhasil dilahirkan setelah dilakukan berbagai manuver oleh dokter SpOG. Bagaimana hasil pemeriksaan pupil yang paling mungkin? A. anisokor D.211. Pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil Hb 6 gr/dl. Hepatitis B carrier sehat E. pimpinan suatu perusahaan. Fraktur humeri D. jumlah lekosit 120 ribu/mmk. Nyeri terasa seperti tertindih benda berat di belakang sternum dan menjalar ke rahang bawah dan lengan kiri bagian medial. Sirosis Hepatitis B D. Bayi lahir selamat. datang ke klinik swasta untuk melakukan general check up. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan HBsAg positip. Hepatitis B kronis B. Kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium hepar didapatkan hasil SGOT : 20 IU dan SGPT: 22 IU. regio cervicalis anterior C. Apakah kemungkinan penyebab kelainan yang diderita oleh bayi tersebut? A. Hepatitis B kronis aktif C. regio cervicalis lateraris D. Hepatitis B dorman Seorang laki-laki berusia 58 th. Reaksi lekemoid . Vasa darah besar C. reflek lambat E. 214. Katub jantung B. isokor B. miosis maksimal C. A. Peregangan m.

Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. kolelithiasis C. faring hiperemis.216. infeksi jamur B. reaksi hipersensitifitas Seorang perempuan berusia 72 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan nyeri perut dan badan tampak kuning.3mg/dl. Pada pemeriksaan urinalisis didapatkan hasil Proteinuri: +++ Eritrosit : 0-1 /LPB Lekosit : 1-3/LPB Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus diatas? A. Pyelonefritis B. Bilirubin Direk: 6. lekosituria dan nitrituria E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem. Uretritis Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke praktek dokter swasta dengan keluhan demam 4 hari. AML (Acut Mieloid Lekimia) C. Glomerulonefritis E. Multiple myeloma D. berat jenis dan kristal Seorang perempuan berusia 47 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan bengkak seluruh badan. Sindrom Nefritik D. karsinoma hepar E. 217. SGPT: 24 IU/L. Hasil laboratorium SGOT: 18 IU/L. infeksi virus D. Tidak ditemukan pembesaran hepar maupun lien. proteinuria dan silinderuria D. Sindrom Nefrotik C. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan jumlah lekosit 5000/mm3 dan dari hitung jenis didapatkan limfositosis. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu tubuh 39 derajat Celcius.5 mg/dl. Apakah diagnosis paling tepat kasus diatas? A. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan edema anasarka dan pitting edem. reaksi imunitas E. Pasien juga mengeluh adanya nyeri saat menelan. Myeodisplasia E. Manakah pemeriksaan urinalisis paling berhubungan untuk diagnosis pasien diatas? A. Riwayat sebelumnya pasien pernah didiagnosa adanya gangguan pada ginjal. Apakah etiologi paling tepat penyebab demam pada pasien tersebut? A. B. Dari anamnesis tidak didapatkan riwayat trauma. dan Bilirubin indirek:0. infeksi bakteri C. hematuria dan glukosuria C. kolestasis ekstrahepatal Seorang laki-laki berusia 67 tahun datang ke tempat praktek dokter dengan keluhan jari-jari sering gemetar. sirosis hepar D. hepatitis B. 218. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesan ikterik dan nyeri tekan pada ulu hati. 220.Saat masuk . pH dan ketonuria B. 219. CML (Chronic Myeloid Leukima) Seorang laki-laki 58 tahun datang ke UGD dengan keluhan bengkak pada seluruh badan.

sitikolin B. Apakah klasifikasi kesadaran kualitatif pada pasien tersebut? A. Apakah diagnosis paling tepat? A. ke ruang praktek tampak pasien tersebut berjalan sangat lambat dan setapak demi setapak. Saat pemeriksaan pasien dapat mengerti maksud atau perintah pemeriksa namun tidak dapat berbicara lancar. ataxic gait E. afasia transkortikal E. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. compos mentis Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dengan gangguan bicara. Setelah dilakukan observasi dan mendapatkan terapi keluhan membaik seperti semula sebelum 24 jam setelah serangan. kekuatan ekstremitas kiri 4. 223. kekuatan ekstremitas inferior dan superior kanan:0. parkinson gait B. pirasetam C. afasia global D.221. stupor C. pasien langsung diberikan fisioterapi awal setelah masuk bangsal. 222. Keluhan ini disertai rasa . afasia motorik B. somnolen D. refleks patologis negatif. sianokobalamin Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. Pada anamnesis tidak dijumpai nyeri kepala dan mual muntah. silostasol D. mendadak saat bangun tidur. paraparetik gait D. 224. mekobalamin E. Saat pemeriksaan kesadaran didapatkan pasien terkesan mengantuk dan menutup mata namun bila dipanggil dapat membuka mata dan menjawab pertanyaan sederhana. Manakah tipe cara berjalan yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. soporouscoma E. 225. Manakah terapi yang paling tepat diberikan untuk mencegah kekambuhan ? A. Setelah mendapatkan terapi medika mentosa. disfasia Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kanan mendadak saat bangun tidur. mencegah edem serebri Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan kelemahan anggota gerak kiri mendadak. coma B. mencegah herniasi C. Pada anamnesis pasien memiliki riwayat penyakit gula dan darah tinggi. hemiparetik gait C. mencegah kontraktur D. afasia sensorik C. Apakah tujuan awal fisioterapi ? A. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. mencegah pneumonia B. scissor gait Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD oleh temannya dengan gangguan kesadaran setelah minum minuman keras oplosan. Refleks Patologis Babinski dekrtra(+). mencegah decubitus E.

226. disertai dengan tanda Autspitz . Kortikosteroid sistemik B. Dermatitis kontak alergi B. Apakah penyebab paling tepat kasus tersebut? A. Lepra PB Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. Psoriasis vulgaris C. Apakah diagnosis untuk kasus tersebut? A. Tinea korporis E. E. Keringat C. Dermatitis kontak alergi B. Pitiriasis rosea D. batas tidak tegas. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak macula dan patch eritem. Apakah terapi yang sesuai? A. herald patch (+) pada lengan atas. D. Psoriasis vulgaris C. 230. batas tegas. badan dan paha. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. 228. dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. Antijamur topikal E. Tinea korporis E. batas tidak tegas. Psoriasis vulgaris C. dengan skuama putih . Paparan matahari Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. Keluhan ini disertai rasa gatal. dengan bagian tepi papul-papul eritem. Lepra PB Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu pada daerah wajah dan leher. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. dengan bagian tepi papul-papul eritem. dengan skuama putih . dengan skuama putih kotor tebal pada kedua belakang telinga dan lutut kanan. disertai dengan tanda Autspitz . Antibiotic sistemik Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 2 minggu yang lalu. dengan skuama putih tipis collarete. Keluhan ini disertai rasa gatal. Micobacterium sp. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak makula dan patch eritem. batas tegas. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem. 227. Keluhan ini disertai rasa gatal. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. Apakah diagnosis yang paling sesuai? A. gatal. 229. Lepra PB Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan bercak merah sejak 1 bulan yang lalu. Alergen B. Pitiriasis rosea D. Hasil pemeriksaan dermatologi tampak plak eritem polisiklik. Tinea korporis E. Keluhan ini kadang-kadang disertai rasa gatal. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. Antihistamin sistemik D. dengan skuama putih. Pitiriasis rosea D. Kortikosteroid topical C. Trichophyton sp. Dermatitis kontak alergi B.

Pasien sudah berobat ke Puskesmas. berusia 38 tahun. Ekstrapiramidal Sindrom B. meskipun rasa gatal berkurang. air liur berlebihan dan jalan seperti robot. Apakah terapi yang sesuai? A. yang berasal dari dirinya sendiri. Tekanan darah 130/80 mmHg. Mereka bersekongkol untuk mengejar dan mencelakai dirinya. Ukuran lesi tetap. herald patch (+) pada lengan atas. datang untuk berkonsultasi karena sering mencuci tangan berulang-ulang terutama jika akan makan. pasien mengatakan bahwa ada segerombolan sindikat yang sedang merencanakan untuk membunuhnya. dibawa ke UGD karena selalu merasa ketakutan. Tinea korporis E. Antivirus D. Antijamur E. terdapat tremor. atap datar. badan dan paha. sehingga pasien ketakutan. 232.2 °C. Pitiriasis rosea D. Sejak 2 minggu yang lalu. Psoriasis vulgaris C. Pengulangan dilakukan karena selalu muncul dorongan untuk berbuat demikian. multiple. dengan keluhan seluruh badan kaku. sehingga setiap pasien melihat orang-orang yang sedang bercakap-cakap. Trihexylpenidil 2 x 2 mg E. Carbamazepin 2 x 200 mg D. Manakah terapi yang paling tepat untuk pasien tersebut? A. Munculnya pengulangan dorongan-dorongan tersebut membuatnya tidak tenang/ gelisah dan merasa menderita. bahwa sindikat itu telah bekerjasama dengan banyak orang. frekuensi nafas 20 x per menit dan temperatur 37. Dalam pemeriksaan status mental. disertai rasa gatal.5 mg C. Keluhan ini dirasakan sejak 1 bulan yang lalu. Likhen planus Seorang laki laki berusia 24 tahun. pasien merasa mereka sedang membicarakan dan hendak mencelakainya. Hal itu diawali karena kekhawatirannya terhadap kuman yang menempel di tangan sehingga akan ikut tertelan jika ia makan. Kortikosteroid sistemik B. distonia akut dan krisis okulomotorius. Apabila kegiatan-kegiatan tersebut tidak . Hasil pemeriksaan dermatologi diperoleh papul berwarna merah keunguan. pasien mengatakan pada pemeriksa. Dermatitis kontak alergi B. Apakah diagnosis yang tepat? A. Dalam pemeriksaan. tersusun linier pada lengan bawah kiri bagian ekstensor. Ia berusaha melawan/mengabaikan pikiran tersebut tetapi tidak bisa. Antihistamin C. 233. denyut nadi 86 x per menit. Tardive dyskinesia D. Haloperidol 2 x 1.231. diberikan salep putih. tipis collarete. 234. Apakah diagnosis yang sesuai ? A. penderita gangguan Skizofrenia yang minum obat rutin. berusia 16 tahun. Huntington’s disease E. Amitriptilin 2 x 25 mg Seorang laki-laki. Diazepam 2 x 2 mg B. pil kuning dan pil hijau. Antibiotic Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke dokter dengan keluhan gatal-gatal pada lengan kiri. Parkinson’s iterat Seorang laki-laki. Neuroleptik Malignan Sindrom C. dibawa ke unit gawat darurat RS. Hal itu terjadi sejak 3 bulan yang lalu dan makin sering dilakukannya.

Gangguan Waham Menetap E. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Gangguan Obsesif Kompulsif D. Delirium E. Rasa cemas dirasakan hampir setiap hari walaupun tidak ada penyebab yang jelas. ketakutan dan mengatakan bahwa ada musuh yang mengejar. 238. Pasien sering mendengar bisikan-bisikan suara tanpa wujud dan sering melakukan sesuatu di luar kendali dirinya. tangan dan kaki terasa dingin. berusia 23 tahun. 236. Tidak didapatkan riwayat gangguan jiwa sebelumnya. Apakah diagnosis yang tepat? A. Tidak ada riwayat gangguan jiwa sebelumnya. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan mengamuk tanpa sebab. 237. Stress paska trauma Seorang laki-laki. berusia 24 tahun. Keluhan dirasakan sejak 6 bulan yang lalu.ngejar dan akan membunuhnya. pasien mulai sering mengurung diridan tidak mau bergaul. meronta-ronta saat sedang mengerjakan latihan ujian Nasional. Penderita menjadi sering tidak berangkat kuliah dan kegiatan kampus lainnya. Demensia Seorang mahasiswi. Namun diriwayatkan bahwa pasien merupakan anak yang pendiam dan mudah cemas. Gangguan Skizoafektif E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS 9. Dua hari yang lalu penderita tampak gelisah. Gangguan Somatoform Seorang siswi SMU. Penderita mengetahui bahwa kecemasannya tidak beralasan. karena tiba-tiba berteriak-teriak. Apakah diagnosis yang tepat? A. merasa tak berdaya.235. Pasien berbicara dengan suara yang berat seperti suara laki-laki dewasa. Skizofrenia B. mengatakan bahwa ia adalah makhluk penunggu sekolah dan memberikan nasehat-nasehat yang berkaitan dengan pembangunan gedung sekolah yang saat itu sedang direnovasi. Apakah diagnosis yang tepat? A. Gangguan Cemas Menyeluruh C. namun ia sulit untuk menghilangkannya. bingung dan bicara kacau dan merasa ketakutan karena seperti didatangi bayangan makhluk yang hitam dan besar yang akan mengajaknya pergi. temperatur39. Gangguan Amnesia Dissosiatif . Stress Akut D. Gangguan Skizofrenia C. Gangguan Panik C. Sejak 7 hari yang lalu penderita mulai demam. kaku kuduk (+) dan meningeal sign (+). Pasien sering sulit tidur. dibawa keluarganya ke Puskesmas karena dikeluhkan bicara kacau. mengeluh nyeri kepala dan muntah. Sejak 2 bulan yang lalu. berusia 18 tahun. Gangguan Cemas Menyeluruh E. Gangguan Waham menetap D. Amnesia C. Gangguan Stres Akut Seorang wanita. Depresi Sedang dengan somatisasi D. Gangguan Afektif B. keringat dingin. Gangguan Anxietas Phobic B. jantung berdebar-debar. dilakukan secara berulang-ulang maka timbul kecemasan/kegelisahan. Gangguan Psikotik Akut B. Penderita juga sulit tidur. seluruh badan lemas. datang ke dokter keluarga karena sering merasakan cemas. 16 tahun. dibawa ke Puskesmas oleh gurunya. Apakah diagnosis yang tepat ? A.

Penurunan tekanan ventrikel kanan D. Penurunan aliran darah kolateral jantung E. Pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dengan baik. Selama ini ia selalu berusaha untuk menghindarinya. Hasil pemeriksaan fisik dan elektrokardiogram tidak menunjukkan adanya kelainan. datang ke dokter untuk berkonsultasi tentang kekhawatirannya yang berlebihan jika melihat darah. B. Setiap melihat darah bahkan hanya gambar darah saja. Venodilatasi pembuluh darah koroner B. Bagaimana mekanisme kerja golongan nitrat sehingga keluhan berkurang? A. Sesak semakin memberat dengan aktifitas fisik. Gangguan Fugue Disosiatif C. karena ia sadar. angina pectoris tidak stabil D. Hipertrofi anteroseptal ventrikel kiri D. Nyeri dada dirasakan membaik dengan istirahat. Keluhan seperti ini sudah dirasakannya sejak 1 tahun yang lalu. dan nyeri munculnya tidak lagi karena aktivitas yang berat. Dokter memberikan terapi golongan nitrat dan keluhan membaik. ia akan merasakan berdebar-debar. Apakah terapi yang paling tepat? A. Terapi Kognitif D. beberapa minggu ini durasi nyeri lebih lama. Terapi Gestalt E. Dari anamnesis riwayat penyakit dahulu saat muda dia pernah . Dilatasi dan hipertrofi ventrikel kiri E. Terapi Desensitisasi C. Apakah tipe angina pectoris yang sesuai untuk kasus di atas? A. angina pectoris prinzmetal Seorang perempuan berusia 48 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas yang semakin memburuk sejak 4 bulan terakhir. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 6 bulan terakhir. Terapi Aktivitas Kelompok B. Reduksi end diastolic volume ventrikel kanan dan kiri C. Gangguan Trans Dissosiatif D. Lokasi berada di atas sternum menjalar hingga ke tangan sebelah kiri dan rahang bawah. angina pectoris heberden E. Hipertrofi atrium dan ventrikel kiri Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri dada. angina pectoris stabil B. Hipertrofi ventrikel kiri C. disertai jantung terasa berdebar-debar. keringat dingin dan seluruh badan tiba-tiba lemas dan mual-mual. Nyeri yang dirasakannya bahkan muncul pada saat dia sedang duduk-duduk santai di sore hari.239. usia 17 tahun. Terapi Farmakologi Seorang pasien laki-laki berusia 56 tahun datang ke klinik swasta dengan keluhan sesak nafas. Pasien ini mempunyai riwayat Hipertensi tidak terkontrol. 242. Namun. namun sejak ayahnya menyarankan untuk masuk fakultas Kedokteran. darah bukanlah sesuatu yang membahayakan. angina pectoris atipikal C. Gangguan Konversi Histeri E. ia menjadi ingin menghilangkan keluhannya tersebut. Dilatasi ventrikel kiri B. 240. 241. Gangguan Depersonalisasi Seorang siswi SMA. 243. Penurunan kebutuhan oksigen miokardial Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada seperti tertusuk-tusuk. Saat diperiksa didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg dan didapatkan kardiomegali. Apa kelainan jantung yang terjadi? A.

auskultasi terdapat suara opening snap dan murmur diastolik. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. Tetralogi of fallot C. Seorang perempuan berusia 50 tahun diantar keluarganya ke unit gawat darurat RS dalam keadaan tidak sadarkan diri. Hiperglikemi C. Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus di atas? A. Pada pemeriksaan pasien tidak ditemukan adanya kelainan pada paru maupun jantung. Syok Hipovolemik B. Bayi laki-laki berusia 1 hari dibawa keluarganya ke unit gawat darurat RS karena mengalami kebiruan dan seperti tercekik saat diberikan ASI.5°C. Syok septik 246. Seorang laki-laki berusia 60 tahun dibawa ke UGD dalam keadaan tidak sadarkan diri. divertikulum zenkel D. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38. Ketoasidosis diabetik E. Respiratory distress syndrome 247. Syok anafilaksis E. Streptococcus pyogenes. Apakah diagnosis pada kasus di atas? A. Setelah dipasang monitor didapatkan tekanan darah 61/32 mmHg. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan panas. dan terdapat tanda-tanda hipoksia. nyeri sendi dan ruam di kulitnya. Staphilococcus aureus B. Fistula tracheaesofageal E. Pada pemeriksaan fisik ditemukan eritema dan nodul subkutan. pasien mempunyai riwayat sakit jantung dan sering mengeluh nyeri dada. gambaran EKG menunjukkan gambaran Ventrikular takikardi. Menurut keluarga sebelumnya dia muntah-muntah hebat.mengalami penyakit serius berupa demam. Floppy epiglotis B. Gagal Jantung Kongestif C. Stroke non hemoragik . Streptococcus beta hemoliticus E. D. Pada pemeriksaan radiologi ditemukan pembesaran atrium kiri. Infark Miokard akut D. Hipoglikemi B. Syok hemoragik D. Apakah kemungkinan penyebab pada kasus diatas? A. Stroke hemoragik D. Apakah organisme yang menyebabkan penyakit tersebut? A. Atrial Septal Defect E. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg.Mitral Stenosis 244. Syok kardiogenik C. Menurut keluarga yang mengantar. Streptococcus alfa hemoliticus 245. tekanan darah 130/80 mmHg. Streptococcus viridans C. Keluhan disertai nyeri sendi dan bercak-bercak di kulit. Penyakit jantung reumatik B. Dari anamnesis tidak mempunyai riwayat kelainan selama kehamilan. nafas cepat dan dalam dan terdapat gangren di kaki sebelah kiri. Dari laboratorium ditemukan leukositosis dan pada pemeriksaan EKG didapatkan perpanjangan interval PR .

IgM anti HBc 250. komponen hasil laboratorium apa yang dapat mendukung penegakan diagnosis pada kasus diatas? A. syok kardiogenik C. infark di hemisfer kanan C. Berat badannya menurun dan terdapat bercak kemerahan pada kulitnya. Leukosit PMN 251. Saat dilakukan pemeriksaan laboratorium. Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri terutama di daerah kanan bawah abdomen.respirasi 32 x/menit. Eritrosit B. Dari anamnesis pasien pernah transfusi darah 4 minggu yang lalu. Saat dilakukan pemeriksaan fisik. Pasien tidak mempunyai riwayat trauma sebelumnya. Pasien sempat tidak sadarkan diri sebelum dibawa ke rumah sakit. Anti HBs D. syok neurogenik D. Hemoroid interna 251. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 36°C. intracranial hemorragi hemisfer kiri D. subarachnoid hemorragi . HBsAg C. penurunan motorik dan sensorik di bagian tubuh sebelah kiri. Apakah diagnosis pada pasien diatas? A. Anti HBe E. Penyakit Crohn D. infark di hemisfer kiri B. Seorang laki-laki berusia 60 tahun mengalami perdarahan yang hebat post laparotomi. Hasil kolonoskopi yang dibawa pasien tampak penebalan dinding mukosa usus dan hasil PA biopsy ditemukan granuloma. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan kelemahan mendadak pada tangan dan tungkai sebelah kiri. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg. Kolitis ulseratif C. Apakah pemeriksaan darah yang dilakukan untuk skrining awal pada kasus diatas? A. intracranial hemorragi hemisfer kanan E. Perutnya seringkali kram. Riwayat trauma disangkal. syok anafilaktik E. Monosit D. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan diare terus menerus sejak 3 bulan terakhir. Nyeri disertai keluhan muntah dan demam ringan. ditemukan nyeri lepas tekan di daerah Mc burney. PCR B. Hematokrit E. Limfosit C. Karsinoma usus E. nyeri dan fesesnya bercampur darah. S1 dan S2 murni serta tidak ditemukan murmur. Dokter kemudian menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan CT scan. syok septic 249.248. syok hipovolemik B. Abses usus B. Pada pemeriksaan laboratorium awal ditemukan peningkatan serum transaminase.tekanan darah 80/60 mmHg. Seorang perempuan berusia 20 tahun datang ke RS dengan keluhan demam tinggi dan mata tampak kuning. Gambaran apa yang diharapkan dari hasil pemeriksaan CT Scan tersebut ? A. denyut jantung 100x/menit. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A.

dan wheezing pada kedua lapang paru. defisiensi folat D. bronkiektasis D. Pasien sebelumya bekerja sebagai kuli bangunan. transamin 253. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan tremor pada kedua tangannya. apakah penyebab paling sering pada kasus di atas? A. Apa diagnosis patologi anatomi yang tepat untuk kasus di atas? A. Sambil menunggu hasil hapusan darah tepi. Apakah kemungkinan penyebab kasus diatas? A. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan leukositosis. CLL . Dokter merencanakan pemeriksaan apusan darah tepi untuk mendapatkan diagnosis pasti. fibroadenoma E. Benjolan tersebut tidak disertai nyeri. anemia dan trombositopenia. Kekurangan zat apa di dalam otak yang mendasari terjadinya kejadian pada pasien di atas? A. emfisema C. Kistadenoma C. infeksi virus 255. berdasarkan epidemiologi. Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa ibunya ke poliklinik dengan keluhan demam dan bercak kemerahan sejak 1 minggu yang lalu. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kelelahan dan kelemahan otot sejak 2 bulan yang lalu. asetilkolin E. Apakah diagnosis pada kasus diatas? A. sianosis. tidak ditemukan peningkatan sel stroma dan tidak didapatkan adanya mitosis. AML C. papilloma B. bronchitis kronik E. yang terjadi saat istirahat. konjungtiva palpebra pucat dan takikardi. defisiensi vitamin C C. bradikinin D. intraductal papillomatosis 252. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak pucat. Tidak ditemukan benjolan serupa di daerah lain. Pada pemeriksaan fisik ditemukan barrel chest.251. asma B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ptekie dan hepatosplenomegali. serotonin C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bradikinesia dan rigiditas pada otot-ototnya. Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan benjolan di payudara sebelah kiri. Pada gambaran radiografi thoraks didapatkan hiperinflasi paru kanan dan kiri dan tidak ditemukan fibrosis.Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia hipokromik mikrositik. bronkopneumonia 254. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak nafas disertai batuk berdahak. Pasien adalah seorang perokok berat. ALL B. Fibroangioma D. defisiensi vitamin B12 B. dopamin B. Saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter ditemukan massa berdiameter 2 cm dengan konsistensi lunak dan berbatas tegas. Dokter melakukan pemeriksaan patologi anatomi dan mendapatkan stroma yang longgar di dalam jaringan glandula. defisiensi besi E.

Treponoma pallidum C. Seorang laki-laki berusia 65 tahun pekerjaan sebagai petani. Apakah kemungkinan nervus yang mengalami kerusakan akibat cedera di atas? A. nervus vagus B. Karsinoma sel skuamosa 259. Treponema pertenue D. radialis D. nervus ischiadicus . Apakah kemungkinan diagnosis kasus diatas? A. Nervus apakah yang berperan dalam terjadinya kelamahan pada kasus di atas? A. nervus femoralis E. Melanoma Lentiginosa E. axillaris C. Pada pemeriksaan ditemukan ulkus yang lunak dan tidak bergaung. paru redup dan ronkhi basah di kedua apeks. Pada saat pemeriksaan dokter menemukan kelemahan dalam kemampuan fleksi pada lutut kiri tetapi kemampuan ekstensi lututnya normal. Nevus Pigmentosus D. DIC 256.tampak kurus. Melanoma Maligna C. ulnaris E. Kelainan apakah yang ditemukan pada pasien diatas? A. Manakah penyebab paling mungkin yang mendasari penyakit pada kasus di atas? A. brachialis B. fibrokistik D. Komplek ghon B. cold abses C. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak selama 3 minggu disertai demam ringan pada malam hari dan penurunan nafsu makan. Clamidia trachomatis 257.D. Karsinoma sel basal B. Dokter menduga luka di axilla tersebut mengenai plexus brakhialis bagian bawah. CML E. Pada pemeriksaan fisik terdapat lesi berbentuk papul berbatas tidak tegas bentuk irregular berdiameter kira-kira 7 mm dan tengahnya berbentuk ulkus. datang ke Puskesmas dengan keluhan terdapat bercak kehitaman di wajahnya. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat lesi yang terasa nyeri di penisnya. Seorang laki-laki berusia 16 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena mengalami luka akibat terkena pisau di daerah axilla. miliar 258. scrofula E. vagus 260. nervus fibularis D. nervus tibialis C. Pasien ini mengaku melakukan hubungan seksual dengan salah seorang PSK dalam 1 minggu terakhir. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah. Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kesulitan dalam berjalan. Neisseria gonorrhea E. Hemofilus ducreyi B.Pada pemeriksaan dahak ditemukan BTA positif.

Fraktur vertebra E. peritoneum parietal C. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas? A. tetapi serumnya positif terhadap test antibodi Helicobacter pylori. bronkiektasis D. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat benjolan memanjang yang sering keluar di perut kanan bagian bawah tepat di atas paha. Frekuensi keluhan akhir-akhir ini semakin bertambah. ibuprofen C. Spondilosis 264. pengobatan apa yang tepat diberikan terhadap pasien ini? A. Spondilolisthesis D. Akibat keadaan ini pasien sering terbangun malam hari. Kerusakan struktur anatomi apa yang berhubungan dengan kelainan di atas? A. Hernia Nukleus Pulposus B. Keluhan dapat diatasi dengan makan atau diberi antasida dan menghilang dalam waktu 2-3 jam. datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas terutama saat bernafas. Nyeri meningkat saat beraktivitas dan berkurang saat beristirahat. Pada foto rongten vertebra tidak ditemukan kelainan. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bentuk dada tong. Seorang perempuan berusia 41 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan penurunan berat badan yang cukup drastis selama 3 bulan terakhir hingga 5 kg. kloramfenikol 265. Pasien penggemar minuman kopi. Pada pemeriksaan dengan metode valsalva ditemukan benjolan keluar pada superior inguinal kanan dekat dengan tulang pubis. Pasien adalah seorang perokok berat. Pasien adalah seorang kuli panggul di pelabuhan. pada dada kiri terdapat penurunan suara nafas. Dia menyangkal adanya perubahan pola diet atau perubahan aktivitas. suara hipersonor pada perkusi dan suara paru menghilang pada auskultasi. emfisema B. Pada pemeriksaan neurologis tidak ditemukan kelainan. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas ? A. Seorang laki-laki berusia 50 tahun.261. Dia juga mengaku memiliki nafsu . Pemeriksaan fisik normal dan pada feses tidak ditemukan tanda-tanda perdarahan. terutama pada saat perut kosong. apneurosis abdominalis interna B. amoksisilin D. Pria ini bekerja sebagai kuli bangunan. metampiron E. Pada pemeriksaan manuver valsalva dan laseque menyebabkan nyeri bertambah. Selain pengobatan dengan H2 bloker. Pasien tidak pernah mengkonsumsi obat lain selain antasida. ligamentum lata E. Keluhan dirasakan 3 sampai 4 kali seminggu. bronchitis kronis 262. Pada pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan tanda-tanda anemia. Ankylosing spondylitis C. Seorang laki-laki 40 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri terasa seperti terbakar di daerah abdomen sejak 6 minggu yang lalu. Dokter saat itu menyarankan agar pasien mengubah pola diet dan memulai pengobatan dengan H2 bloker. fascia lata 263. kanalis inguinalis D. emboli paru C. aspirin B. Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri punggung yang menjalar hingga ke kedua kaki. pneumothorax E.

Pasien mengaku mengalami cacar air setahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ada bercak kemerahan bergerombol di daerah yang dikeluhkan pasien nyeri. Dari pemeriksaan swab vagina dengan pewarnaaan Gram menunjukkan hasil gram positif berbentuk lonjong. Kedua mata pasien tampak terbelalak dan pada palpasi leher terdapat pembesaran kelenjar tiroid. bengkak. dan terdapat plaque putih yang menempel di dindingnya. Servik terlihat normal. NSAID oral B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya Morphy sign. Graves disease C.9oC. antihistamin C. Sirosis biliaris 267. Dari pemeriksaan ginekologik didapatkan uterus berukuran sebesar kehamilan 8 minggu. Candida albicans D. acyclovir oral D. sudah menikah. Injeksi penisilin E. datang ke puskesmas dengan keluhan keputihan. tidak ada stress dan tidak ada gangguan di sistem gastrointestinal. Perforasi akut pada kantung empedu E. Goiter multinoduler 266. Mioma uteri . Keluhan disertai demam dan mual. Keluhan ini sudah dia rasakan sejak 2 hari. Apakah diagnosis kasus diatas? A. Herpes simplex 269. Defisiensi iodine D. Dari hasil pemeriksaan patologi anatomi didapatkan gambaran whorl like pattern. dan berbatas tegas.makan yang baik. Mukosa vagina tampak merah. datang ke rumah sakit dengan keluhan terdapat benjolan di perut bagian bawah sejak 4 bulan yang lalu. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang poliklinik dengan keluhan perut kanan atas terasa sangat nyeri . Apakah organisme penyebab penyakit diatas? A. Seorang perempuan berusia 45 tahun. irreguler. dan terasa nyeri. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk penyakit diatas? A. Pemeriksaan jantung menunjukkan terdapat murmur sistolik ejeksi 2/6 . Keluhan disertai menstruasi tidak teratur. Treponema pallidum E. sudah menikah dan memiliki 1 orang anak. Chlamydia trachomatis C. Adenomiosis B. Pada pemeriksaan ginekologik terlihat sekret di liang vagina. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan rasa terbakar di bagian dada sebelah kanan yang menjalar hingga ke tangan kanan. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nadi 110 x/menit. Kanker tiroid B. Apakah pengobatan kausatif yang paling tepat untuk pasien di atas? A. Pada pemeriksaan ultrasonografi ditemukan adanya batu empedu. Cholangitis akut B. Pancreatitis akut D. Kulit pasien teraba hangat dan kering. Tiroiditis Hashimoto E. Seorang perempuan berusia 28 tahun. indometasin oral 268. Neisseria gonorrhoeae B. darah banyak. konsistensi padat kenyal.tekanan darah 140/90 mmHg. temperature 36. Apakah kemungkinan diagnosis pasien diatas ? A. Cholesistitis akut C.

sperma berbentuk normal 45%. jumlah sperma 15 juta/cc. dapat digerakkan. Fibroadenoma mammae C. Pada pemeriksaan inspekulo didapatkan fluor berwarna putih kekuningan berbau pada liang vagina. Karsinoma mammae B. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. Fibroadenoma mammae C.270. Apakah saran yang tepat jika ingin segera memiliki anak? . Papilloma intraduktal Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 3 tahun. Apakah penyebab tersering kasus diatas? A. Pada pemeriksaan fisik payudara kiri didapatkan massa dengan konsistensi kenyal. warna putih . Kista dermoid E. Fibrocystic disease D. batas tidak tegas. Apakah diagnosis penyakit diatas? A. frekuensi hubungan seksual 2 minggu sekali karena suami bekerja di luar kota. HIV D. motilitas 18%. Pasien sudah menikah selama 35 tahun dan memiliki 6 orang anak. bau khas. Apakah kelainan yang dialami laki-laki diatas? A. Mola hidatidosa Seorang perempuan berusia 55 tahun. EBV E. terdapat flek. konsistensi kenyal. Suami berusia 28 tahun dan istri berusia 25 tahun. dapat digerakkan dan tidak nyeri tekan. Papilloma intraduktal Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan timbul benjolan sebesar kelereng di payudara kanan sejak 6 bulan yang lalu. HSV tipe 1 B. Azoospermia dan astenozoospermia C. Riwayat menstruasi istri teratur dan suami merasa sehat. Keduanya tidak menggunakan kontrasepsi. 272. 271. 274. Benjolan terasa nyeri bila menjelang haid. Astenozoospermia dan teratozoospermia Sepasang suami istri datang ke dokter praktik umum untuk berkonsultasi karena belum memiliki anak setelah menikah 8 bulan. Apakah diagnosis kasus diatas? A. Pada pemeriksaan fisik payudara kanan didapatkan massa ukuran 1x1 cm. C. Fibrocystic disease D. Pada pemeriksaan analisa sperma didapatkan jumlah cairan sperma 3 cc. Azoospermia dan teratozoospermia E. Tumor phyloides E. tampak massa berbentuk bunga kol di mulut rahim. Kistoma ovarium D. Oligozoospermia dan astenozoospermia B. berbatas tegas. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan keputihan berbau disertai darah sejak 1 tahun yang lalu. HPV C. Benjolan tidak terasa nyeri. Oligozoospermia dan teratozoospermia D. HSV tipe 2 Seorang perempuan berusia 33 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan timbul benjolan di payudara kiri sejak 1 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan IVA didapatkan mulut rahim berwarna keputihan. nyeri tekan dan tidak terdapat ulkus. Tumor phyloides E. 273. Karsinoma mammae B.

Pada pemeriksaan daerah inguinal didapatkan makula eritematosus berbatas jelas dengan bentuk teratur. skuama tipis. mual dan muntah. Tinea Kruris B. frekuensi nafas 26 x/menit. didapatkan hasil (+)(+)(-). Elevasi tungkai E. Pemeriksaan Harada Mori E. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dibawa oleh bapaknya ke puskesmas dengan keluhan gatal di dubur terutama pada malam hari. Pada pemeriksaan dahak mikroskopis SPS. Melakukan hubungan seksual 3 x/minggu E. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS . tekanan darah 110/60 mmHg. Tinea Versicolor 277. Pemeriksaan patensi tuba C. Mobilisasi sendi D. Pemeriksaan tinja langsung B. Apakah pemeriksaan awal yang harus dilakukan? A. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri mata kanan hebat. Ulkus Kornea 279. Glaukoma Akut B. Debridemen luka B. Dermatitis seboroik E. Pemberian obat yang merangsang ovulasi D. Panoftalmitis C. terdapat luka terbuka di daerah tungkai kanan bawah dan tampak bagian tulang keluar dari luka. Keluhan disertai rasa gatal terutama jika udara panas. Apakah diagnosis yang paling tepat? A. Pemeriksaan tinja endapan D. Uveitis Anterior D. Keluhan disertai penurunan nafsu makan dan berkeringat pada malam hari. Pasien diketahui menderita diabetes melitus. dan satelit papula. Fiksasi interna C. Pada perabaan bola mata kanan terasa lebih keras. denyut nadi 90 x/menit. Pasien diketahui memiliki seorang anak berusia 3 tahun dan belum mendapatkan imunisasi BCG.A. Ditunggu hingga 3 tahun 275. Tinea Korporis C. Kandidiasis D. Pembidaian 276. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan terdapat bercak merah pada lipatan paha kanan dan kiri sejak 1 bulan yang lalu. Pasien tampak tidak aktif dan kurang semangat dalam belajar sehingga prestasi belajar anak menurun. Pemeriksaan analisa sperma B. Pemeriksaan tinja apung C. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS karena mengalami kecelakaan lalu lintas.Apakah pemeriksaan penunjang yang tepat terhadap anak pasien? A. Apakah tindakan yang pertama kali dilakukan? A. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan konjungtiva hiperemis. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak sejak 3 minggu yang lalu. Keluhan disertai penurunan penglihatan mendadak dan tampak adanya lingkaran seperti pelangi. Pemeriksaan Scoth Adesive tape 278. Endolftamitis E. Pasien juga merasakan nyeri kepala. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A.

Fluorokuinolon 282.000 /ul. dan didapatkan nyeri goyang servik. Pasien juga mengeluh tidak nafsu makan. mual. frekuensi nafas 20 x/menit. Segera lakukan tes tuberkulin D. leukosit 13. Keluhan disertai nyeri kepala. temperatur 36. Pemeriksaan βHCG urin positif. Torsi Kista Ovarium E. hematokrit 40 vol%. Penyakit Inflamasi pelvis 281. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 90/70 mmHg. teraba massa pada daerah adneksa kanan. Apendisitis . Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 14 g/dl. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan nyeri tekan lepas pada titik Mc. Segera lakukan Rontgen toraks C. terdapat Rovsing sign. datang ke dokter praktik umum dengan keluhan demam sejak 7 hari yang lalu. frekuensi nafas 24 x/menit. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Kotrimoksazol D. dan tidak buang air besar selama 3 hari.Burney. Pasien diketahui terlambat haid selama 2 bulan. Segera lakukan tes tuberkulin dan Rontgen toraks 280. Pseudogout 283. Apakah terapi antibiotik yang dapat diberikan? A. Seorang perempuan berusia 28 tahun. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tinggi badan 160cm. Pasien juga merasakan gangguan saat berjalan. Kloramfenikol B. berat badan 80kg.B. Osteoarthritis C. Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah yang mengakibatkan tidak bisa berjalan tegak .000/ul. Keluhan disertai kaku hingga 20 menit setiap bangun tidur di pagi hari. Tiamfenikol C. Sebelumnya pasien mengeluh nyeri di ulu hati. Pada pemeriksaan widal didapatkan titer O 1/320. Pada pemeriksaan radiologik didapatkan adanya kista subkondral. Keluhan disertai perdarahan melalui jalan lahir berwarna coklat tua. Osteoporosis E. frekuensi nafas 20x/menit. muntah. Pada pemeriksaan ginekologis didapatkan uterus sebesar telur bebek. denyut nadi 90x/menit. Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada kedua lutut sejak 2 bulan yang lalu. dan 5 menit apabila beranjak dari kursi. mual dan muntah.2ºC. Abortus Insipiens B. denyut nadi 110 x/menit. kedua sendi lutut membesar dan teraba krepitasi. Pada pemeriksaan vital didapatkan tekanan darah 120/90 mmHg. Arthritis Rheumatoid B. kavum douglas menonjol. eritrosit 4juta/ul. G1P0A0. Amoksisilin E. Arthritis Gout D. Kehamilan Ektopik Terganggu D. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri hebat pada perut kanan bawah. trombosit 250. denyut nadi 85x/menit. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum lemah dan pucat. Abortus Iminens C. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh tekanan darah 110/90 mmHg.8 ºC. temperatur 37. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. Segera lakukan pemeriksaan sputum SPS dan tes tuberkulin E. Demam dirasakan naik turun tanpa pengobatan.

2ºC. Endoscopy D. Otitis media akut stadium oklusi tuba B. jantung dan paru normal. Barium enema B. Amoebiasis C. Keluhan disertai sakit kepala. Colonos copy C. Biopsi limponodi servikal . konsistensi kenyal. bertambah nyeri bila bernafas dalam. Limfoma maligna E. denyut nadi 80 x/menit. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. hepar teraba tiga jari bawah arkus coste. perut kembung dan berak lendir darah sebanyak 4-5 kali/hari. denyut nadi 80 x/menit. 285. Pasien merasa nyeri perut kanan atas. Limfadenitis TBC D. Perforasi Ulkus Duodeum Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ibunya ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pada telinga kanan sejak 2 hari yang lalu. Kolik Ureter E. Pada pemeriksaan otoskopi didapatkan membran timpani utuh. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan denyut nadi 100x/menit. tidak nyeri tekan. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. kesadaran kompos mentis. tampak bengkak dan hiperemis. 287. Otitis media akut stadium supurasi D. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. Keluhan didahului demam dan flu sejak 5 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum cukup baik. batuk-batuk. Apakah diagnosis yang mungkin adalah? A. Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. X Foto Thorax Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. temperatur 37. denyut nadi 84 x/menit. temperatur 38˚C. frekuensi nafas 22 x/menit. 286. Pasien tidak mau makan dan rewel.284. Struma nodosa normotiroid Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu. USG abdomen E. Lekemi mieliod akut C. Otitis media akut stadium presupurasi C. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. Apakah diagnosis yang paling mungkin? A. kesadaran kompos mentis. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. Otitis media akut stadium perforasi E. nyeri tekan dan didapatkan fluktuasi. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. tidak nyeri tekan. Graves ‘Disease’ B. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. lien tidak membesar. konsistensi kenyal. tekanan darah 120/80 mmHg. B. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. Otitis media akut stadium resolusi Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan demam sejak 10 hari yang lalu. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan? A. Kolik Ginjal D.

Pada pemeriksaan tanda vital tekanan darah 120/80 mmHg. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tenang. Sitostatika E. Apakah terapi medikamentosa yang tepat ? A. Benjolan makin lama makin membesar tetapi tidak sakit. Pada pemeriksaan fisik leher depan bagian kanan didapatkan massa berukuran 5x5 cm. tidak nyeri tekan. USG Tiroid E. T4 dan TSH D. Keluhan tidak disertai penurunan badan maupun perubahan nafsu makan. Vitamin B . kesadaran kompos mentis. X Foto Thorax 288. Hormon tiroid D. mata tidak menonjol dan ekstremitas tidak tremor. Kadar T3. Gambaran darah tepi C. Antibiotic B. konsistensi kenyal. denyut nadi 80 x/menit. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan bagian kanan sejak tiga bulan yang lalu.B. Antitiroid C.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful