Anda di halaman 1dari 1

1. Uji Heller, uji ini dapat digunakan untuk menetukan adanya protein secara kualitatif dan cepat.

Protein akan terkoagulasi dengan adanya asam kuat atau akibat panas.

Bintang Maria.2010.Biokimia teknik Penelitian. Jakarta : Erlangga.

Pada uji protein dalam urin digunakan dua percobaan yaitu uji heller dan uji koagulasi. Uji heller digunakan untuk melihat ada tidaknya protein dalam urin. Kehadiran protein ditunjukkan dengan adanya cincin putih dipersimpangan solusi dan asam nitrat pekat. Uji koagulasi merupakan tindak lanjut dari uji heller, yaitu melihat adanya protein berlebih dalam urin. Uji protein ini dapat digunakan untuk mengevaluasi dan memantau fungsi ginjal, mendeteksi, dan mendiagnosis kerusakan ginjal. Protein yang berlebih pada urin atau yang biasa disebut proteinuria menunjukkan kerusakan pada ginjal atau mungkin sebelum dilakukan tes orang tersebut mengkonsumsi obat-obatan, infeksi, olahraga berat atau stress fisik. Kelebihan protein pada wanita hamil dapat dihubungkan dengan preeklamsia (Poedjiadi 1994). Tabel 5 Hasil uji kandungan protein dalam urin Sampel Uji Heller (cincin putih atau tidak) Uji Koagulasi (hilang atau bertambah) 2 Tidak terbentuk cincin Tidak mengendap Pada uji heller, urin yang ditambahkan asam nitrat pekat, dapat diperoleh hasil pengamatan bahwa urin tersebut ketika dicampurkan dengan asam nitrat pekat tidak terbentuk cincin putih yang menandakan tidak terdapat protein dalam urin. Uji koagulasi yang dilakukan dengan pemanasan urin dengan menggunakan asam asetat tidak terbentuk endapan karena dalam sampel tidak terdapat protein. Poedjiadi, A. dkk. 2009. Dasar-dasar Biokimia. Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press) : Jakarta