Anda di halaman 1dari 4

Biologi Farmasi 1.

Bawang Putih

Sistematika Tumbuhan Kingdom Devisi : Plantae : Spermatophyta

Sub Divisi : Angiospermae Class Sub Class Ordo Famili Genus Spesies : Monocottyledone : Liliideae : Liliales : Liliaceae : Allium : Allium sativum,Linn

repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20177/.../Chapter%20II.pdf

Kandungan bawang putih Minyak atsiri, aliin, alisin, enzimnase, dialilsulfida, vitamin

Khasiat Bawang Putih: Diantara beberapa komponen bioaktif yang terdapat pada bawang putih, senyawa sulfida adalah senyawa yang banyak jumlajnya. Senyawa-senyawa tersebut antara lain adalah diallyl sulfida atau dalam bentuk teroksidasi disebut allysin. Sama seperti senyawa fenolik lainnya, allisin diduga berkhasiat: Antioksidan Anti kanker Antitrombotik

Antiradang Antihipertensi Menurunkan kolesterol

eprints.undip.ac.id/7592/1/Dimas_Tri_Anantyo.pdf mekanisme kerja bawang pituh: mekanisme penurunan tekanan darah diperkirakan berkaitan dengan vasodilatasi otot pembuluh darah yang dipengaruhi senyawa dalam ekstrak umbi bawang putih. Potensial membran otot polos mengalami penurunan hingga nilainya negatif. Hali ini menyebabkan tertutupnya Ca-channel dan terbukanya K-channel sehingga terjadi hiperpolarisasi. Konsekuensinya otot akan mengalami relaksasi.(Siegel et al, 1992) senyawa aktif bawang putih yang diketahui mempengaruhi ketersediaan ion Ca untuk kontraksi otot jantung dan oto polos pembuluh darah adalah kelompok ajoene. Konsentrasi ion Ca-intraseluler yang tinggi dapat menyebabkan vasokontriksi yang menyebabkan hipertensi. Senyawa aktif tersebut diperkirakan dapat menghambat masuknya ion Ca ke dalam sel, sehingga konsentrasi ion Ca intraseluler menurun dan terjadi hiperpolarisasi, diikuti relaksasi oto. Relaksasi menyebabkan ruangan dalam pembuluh darah melebar, sehingga tekanan darah turun (Siegel et al., 1992) (Biofarmasi 1 (2): 65-76, Agustus 2003, ISSN: 1693-2242, Jurusan Biologi FMIPA UNS Surakarta)

Daun Alpukat

Kandungan daun alpukat: Kandungan Zat dalam Buah Alpukat : zat saponin, zat alkaloida dan flavonoida daging buah alpukat juga mengandung tanin, sedangkan daun tumbuhan alpukat mengandung polifenol, quersetin, gula alkohot persiit.

Read more: http://doktersehat.com/khasiat-buah-alpokat-untuk-kesehatan-dan-pengobatanpenyakit/#ixzz2Ayz0oUQT

Khasiat dari daun alpukat: Daun Alpukat bisa untuk pengobatan penyakit seperti : Kencing batu, Darah tinggi, sakit kepala, Nyeri syaraf, Nyeri lambung, Saluran napas membengkak (bronchial swellings), Menstruasi tidak teratur. Biji Buah Alpukat Berguna untuk : obat sakit gigi dan Kencing manis.

Read more: http://doktersehat.com/khasiat-buah-alpokat-untuk-kesehatan-dan-pengobatanpenyakit/#ixzz2AyzBABTe

Cara pemakaian: Bahan yang dibutuhkan adalah : 3 lembar daun alpokat Cara pembuatannya adalah daun dicuci hingga bersih kemudian diseduh dengan menggunakan 1 gelas air panas. Biarkan hingga dingin lalu diminum sekaligus.

Read more: http://doktersehat.com/khasiat-buah-alpokat-untuk-kesehatan-dan-pengobatanpenyakit/#ixzz2Ayzf7HEt

Jawaban pertanyaan 1. Bagaimana anda mengklarifikasi informasi dari pasien tersebut?


Jb: ga ngerti...hehe.. 2. Apa efek terapi yang diharapkan dari HCTZ? Jb: menurunkan/menormalkan tekanan darah dengan menurunkan volume darah dengan cara manambah kecepatan urin/meningkatkan ekrekesi urin meningkatkan eskresi air, natrium, klorida 3. Apakah efek samping yang umum dari HCTZ? Jb: hipokalemia, hiperurisemia, hiperkalsemia, hiperglikemia

4. Adakah masalah pada resep yang diberikan pasien tersebut? Jb:pada resep dosis HCTZ 25 mg bd no. 60, biasanya untuk awal diberikan dosis yang rendah yaitu 12,5 mg 1xsehari 5. Apa nasehat yang diberikakan pada pasien saat dispensing? Jb: diberitahukan pada pasien agar meminum obat ini pada pagi hari untuk menghindari diuresis pada malam hari, pasien dianjurkan agar melakukan pola hidup yang sehat seperti mengurangi berat badan, mengadopsi pola makan yang kaya akan kalium dan kalsium, diet rendah garam, kurangi merokok, dan melakukan olahraga