P. 1
Latihan Analisis Data Secara Keseluruhan

Latihan Analisis Data Secara Keseluruhan

|Views: 25|Likes:
Dipublikasikan oleh mizzakee

More info:

Published by: mizzakee on May 25, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2013

pdf

text

original

PSIKVI - E-Learning

4/29/2013

SPSS

Dokumen

LATIHAN ANALISIS DATA SECARA KESELURUHAN
Latihan Analisis Data
Setelah kita pelajari pengolahan data, analisis univariat dan analisis bivariat, sekarang kita akan coba melakukan analisis secara integrated (secara keseluruhan dari univariat dan bivariat) dengan harapan hasil analisis yang dihasilkan dapat menjaw ab semua hal-hal yang tertera di dalam tujuan penelitian. Berikut akan diberikan latihan dengan uraian dari Tujuan penelitian, kerangka konsep, Definisi Operasional dan Hipotesis. Untuk latihan ini digunakan file data susu.sav.

Judul Penelitian “Faktor-faktor yang mempengaruhi Perilaku menyusui Penduduk daerah X”

Tujuan Penelitian 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Diketahuinya Diketahuinya Diketahuinya Diketahuinya Diketahuinya Diketahuinya Diketahuinya gambaran gambaran hubungan hubungan hubungan hubungan hubungan perilaku menyusui karakteristik responden yang meliputi umur, pendidikan, pekerjaan, jumlah anak dan sikap umur dengan perilaku menyusui pendidikan dengan perilaku menyusui pekerjaan dengan perilaku menyusui jumlah anak dengan perilaku menyusui sikap dengan perilaku menyusui

Kerangka Konsep

Umur Pendidikan Pekerjaan Jumlah Anak Sikap Perilaku Menyusui

Definisi Operasional

Variabel Menyusui

Definisi Operasional Perilaku menyusui ibu selama 6 bulan pertama

Skala Ukur Hasil Ukur Ordinal 0=eksklusif 1=non eksklusif Ordinal 0=< 30 thn 1=> 30 thn Ordinal 1=SD 2=SMP 3=SMU 4=PT

Umur

Umur ibu yang dihitung dari Ulang Tahun yang terakhir

Pendidikan Pencapaian tingkat pendidikan formal Y ang diselesaikan

Pekerjaan

Status kegiatan ibu yang menghasilkan pendapatan

Ordinal

0=tidak bekerja 1=bekerja

Jumlah anak Sikap

Jumlah anak kandung yang telah dilahirkan Sikap responden terhadap kegiatan

Ordinal

0=<2 org 1=> 2 org

Ordinal

0=positip (skor>
2 / 11

http://elearning.htp.ac.id/main/document/showinframes.php?cidReq=PSIKVI&&curdirpath=/&file=/LATIHAN%20ANALISIS%20DATA%20SECARA%20KESELURUHAN.html

PSIKVI - E-Learning

4/29/2013

Sikap

Sikap responden terhadap kegiatan Menyusui eksklusif yang diukur melalui 4 pertanyaan meliputi: sikap segera diberi ASI, sikap memberi kolostrum, Sikap 6 bulan hanya diberi ASI saja, dan Sikap ASI diberikan sampai 2 tahun

Ordinal

0=positip (skor> median) 1=negatip (skor< median)

Hipotesis

1. 2. 3. 4. 5.

Ada Ada Ada Ada Ada

hubungan hubungan hubungan hubungan hubungan

Umur dengan perilaku menyusui pendidikan dengan Perilaku menyusui Pekerjaan dengan perilaku menyusui Jumlah anak dengan perilaku menyusui sikap dengan perilaku menyusui

Tugas:

Lakukan analisis data SUSU.SAV untuk menjaw ab semua tujuan penelitian diatas. Analisis tentunya dimulai dari Univariat, Bivariat dan Multivariat. Hasil analisis (output) anda sajikan dalam laporan penelitian dengan dibuat Tabel dan dilakukan Interpretasi yang benar. SELAMAT MENCOBA!!!

PENY ELESAIAN:

Untuk menyelesaikan kasus diatas perlu direncanakan secara sistematis tahapan-tahapan kegiatan yang harus dilakukan agar dalam melakukan analisis diperoleh hasil yang benar dan dengan w aktu yang cepat. Paling tidak ada 4 kegiatan yang harus dilakukan untuk meyelesaikan soal diatas, yaitu: 1. 2. 3. 4. Menyiapkan data Melakukan Analisis Univariat Melakukan Analisis Bivariat Melakukan Analisis Multivariat

Tahap Pertama: MENY IAPKAN DATA Data yang telah kita entry perlu dicek apakah semua variabelnya sudah siap langsung dianalisis. Siap disini berarti nilai data dari masing-masing variabel harus sesuai dengan kerangka konsep yang ada dalam penelitian. Kesesuaian yang perlu diperhatikan adalah dalam hal pengkodean nilai datanya dan jenis pengelompokkan datanya. Pengkodean datanya harus benar agar supaya nantinya tidak menimbulkan kesalahan dalam menginterpretasi output analisis. Pengkodean harus konsisten antara variabel independen dengan variabel dependennya. Kode penyebab (ekspose) sebaiknya sama dengan kode akibat (kasus), dan kode bukan penyebab (non ekspose) sama dengan kode bukan kasus (non kasus). Penentuan kelompok mana yang masuk sebagai ekspose didasarkan teori yang berlaku. Misalnya kita akan melakukan hubungan jenis pekerjaan (bekerja/tidak bekerja) dengan perilaku menyusui (eksklusif/non eksklusif). Berdasarkan teori/literature yang berlaku diperoleh informasi bahw a ibu yang tidak bekerja yang mengakibatkan menyusui eksklusif. Dari kondisi ini maka sebaiknya pada variabel PEKERJAAN, berikan kode 0 untuk mereka yang tidak bekerja dan kode 1 untuk yang bekerja. Sedangkan untuk variabel MENYUSUI, berikan kode 0 untuk yang eksklusif dan kode 1 untuk yang non eksklusif. Kalau anda member kode 1 untuk yang tidak bekerja akan mengakibatkan kesalahan interpretasi terutama untuk nilai Odds Ratio (OR). Dari Definisi Operasional variabel yang tertulis diatas dan dari data yang sudah dientry di file SUSU.SAV nampak bahw a variabel Menyusui, Pendidikan dan Pekerjaan sudah sesuai dengan data yang kita entry. Sedangkan untuk variabel umur, jumlah anak dan sikap harus kita modifikasi dengan RECODE dan COMPUTE agar supaya datanya sesuai dengan Definisi Operasionalnya. Berikut akan diuraikan langkah untuk mengelompokkan masing-masing variabel:

http://elearning.htp.ac.id/main/document/showinframes.php?cidReq=PSIKVI&&curdirpath=/&file=/LATIHAN%20ANALISIS%20DATA%20SECARA%20KESELURUHAN.html

3 / 11

PSIKVI - E-Learning

4/29/2013

a. Pengelompokkan Variabel Umur Dalam Definisi Operasional Umur dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu < =30 thn (kode 0 ) dan diatas 30 thn (kode 1). Lakukan pengelompokkan Umur menjadi Umurkel menggunakan menu RECODE!

b. Pengelompokkan Variabel Jumlah Anak Dalam Definisi Operasional Jumlah anak dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu <= 2 (kode 0 ) dan diatas 2 (kode 1) . Lakukan pengelompokkan variabel Anak menjadi anakgrp menggunakan menu RECODE!

c. Pembuatan Variabel Sikap Variabel Sikap berisi dua kategori yaitu baik dan buruk. Pada penelitian ini variabel sikap diukur dengan 4 pertanyaan sehingga perlu dilakukan penggabungan skor keempat pertanyaan tersebut, kemuadian setelah itu dilakukan pengelompokkan kedalam dua kategori dengan menggunakan cut of point nilai median. Urutan kegiatan yang anda lakukan adalah, pertama penggabungan skor keempat pertanyaan/variabel, kedua mencari nilai median dari skor gabungan, ketiga melakukan pengelompokkan kedalam dua kategori sikap baik dan buruk.

Penggabungan/Penjumlahan Skor Lakukan penggabungan variabel dengan menu COMPUTE! Variabel barunya (Target Variabel) adalah SIKAP! Rumus yang kita masukkan di Numeric Expression adalah: SEGERA+KOLOS+LAHIR+SAMPAI.

Penghitungan nilai Median Variabel sikap 1. Klik Analyze, pilih Descriptive Statistics, klik Frequencies 2. Masukkan variabel sikap ke kotak sebelah kanan 3. Klik tombol Statistics 4. Klik kotak yang tertera Median 5. Klik Continue 6. Klik OK, dan hasilnya:

Dari hasil analisis diperoleh nilai Median sebesar=11

Pengelompokkan Variabel Sikap kedalam 2 kelompok Setelah diketahui nilai median sebesar 11 maka selanjutnya variabel sikap dikelompokkan menjadi dua yaitu sikap Buruk bila nilainya <= median dan sikap Baik bila nilainya > Median. Sikap baik diberi kode 0 dan sikap buruk diberi kode 1. Lakukan pengelompokkan variabel Sikap menjadi Sikapkel dengan menu RECODE!

Tahap Kedua: ANALISIS UNIVARIAT Sebelum kita melakukan analisis univariat, kita harus mengetahui jenis variabel (apakah Numerik ataukah Kategorik) yang akan dianalisis. Untuk Variabel yang berjenis Kategorik informasi yang penting disajikan adalah jumlah dan persentase, sedangkan untuk variabel berjenis Numerik, informasi yang disajikan berupa mean, median, standar deviasi, minimal dan maksimal. Pada variabel yang akan kita analisis ini semua variabelnya berjenis kategorik sehingga informasi yang penting ditampilkan adalah jumlah dan persentasenya.

Berikut akan dilakukan analisis Univariat pada kelima variabel independen dan satu variabel dependen.
http://elearning.htp.ac.id/main/document/showinframes.php?cidReq=PSIKVI&&curdirpath=/&file=/LATIHAN%20ANALISIS%20DATA%20SECARA%20KESELURUHAN.html 4 / 11

PSIKVI - E-Learning

4/29/2013

Langkahnya sbb: 1. Klik Analyze, pilih Descriptive Statistics, klik Frequencies 2. Masukkan semua variabel (variabel independen dan variabel dependen) yaitu pendidikan, pekerjaan, jumlah anak, umur dan sikap. 3. Klik OK, dan hasilnya sbb:

a. Hasil analisis Distribusi Frekuensi Variabel umur ibu

Tahap Ketiga: ANALISIS BIVARIAT

Crosstabs UMURKEL*EKSKLU

http://elearning.htp.ac.id/main/document/showinframes.php?cidReq=PSIKVI&&curdirpath=/&file=/LATIHAN%20ANALISIS%20DATA%20SECARA%20KESELURUHAN.html

5 / 11

PSIKVI - E-Learning

4/29/2013

Ket: Untuk tabel silang lebih dari 2x2 (misalnya untuk pendidikan tabel silangnya 4x2) tidak dapat dikeluarkan nilai OR nya. Untuk mengetahui OR dilakukan cara membuat variabel dummy sehingga untuk variabel pendidikan dapat nilai OR berjumlah tiga buah. Untuk lebih jelasnya lihat pada analisis Multivariat.

KERJA * EKSKLU

ANAKGRP * EKSKLU

http://elearning.htp.ac.id/main/document/showinframes.php?cidReq=PSIKVI&&curdirpath=/&file=/LATIHAN%20ANALISIS%20DATA%20SECARA%20KESELURUHAN.html

6 / 11

PSIKVI - E-Learning

4/29/2013

SIKAPKEL*EKSKLU

HASIL PENELITIAN

A. Gambaran pola menyusui dan karakteristik responden 1. Pola Menyusui Distribusi pola menyusui responden dapat dilihat pada tabel 1. Hasil penelitian dilaporkan bahw a responden yang menyusui eksklusif sedikit lebih banyak dibandingkan responden yang menyusui tidak eksklusif, masing-masing sebanyak 26 (52%) dan 24 (48%)

Tabel 1. Distribusi Responden menurut pola menyusui

Menyusui Eksklusif

Jumlah Persentase 26 52,0 48,0 100,0

Tidak Eksklusif 24 Total 50

2. Umur Gambartan umur responden dilaporkan bahw a sebagian besar berumur kurang dari 30 tahun, yaitu sebanyak 40 (80%). Sedangkan ibu yang berumur diatas 30 tahun ada sebanyak 20%. (lihat tabel 2).

Tabel 2. Distribusi Responden menurut Umur

Umur <=30 tahun

Jumlah 40

Persentase 80,0
7 / 11

http://elearning.htp.ac.id/main/document/showinframes.php?cidReq=PSIKVI&&curdirpath=/&file=/LATIHAN%20ANALISIS%20DATA%20SECARA%20KESELURUHAN.html

PSIKVI - E-Learning

4/29/2013

<=30 tahun > 30 tahun Total

40 10 50

80,0 20,0 100,0

3. Status Pekerjaan Status pekerjaan responden dalam penelitian ini dibagi dalam dua kategorik yaitu bekerja dan tidak bekerja. Hasil penelitian terlihat bahw a responden yang bekerja dan yang tidak bekerja mempunyai jumlah yang sama/berimbang masing-masing sebanyak 50% (tabel 3).

Tabel 3. Distribusi Responden menurut Pekerjaan

Pekerjaan Tidak Bekerja Bekerja Total

Jumlah 25 25 50

Persentase 50,0 50,0 100,0

4. Tingkat Pendidikan Berdasarkan latar belakang pendidikan formal yang telah ditamatkan, terlihat bahw a responden sudah banyak yang berpendidikan menengah dan tinggi. Terbukti pada taberl 4 dapat dilihat bahw a responden yang berpendidikan SMU dan Perguruan Tinggi mencakup sebanyak 60% dari keseluruhan responden, yang terdiri sebanyak 17 (34%) responden berpendidikan SMU dan 13 (26%) berpendidikan Perguruan Tinggi. Sedangkan untuk pendidikan menengah kebaw ah dicakup sebanyak 40% yang terdiri dari 12(24%) berpendidikan SD, dan sebanyak 8(16%) berpendidikan SMP (Tabel 4)

Tabel 4. Distribusi Responden menurut Pendidikan

Pendidikan SD SMP SMU PT Total

Jumlah 12 8 17 13 50

Persentase 24,0 16,0 34,0 26,0 100,0

5. Jumlah Anak Sebaran responden menurut jumlah anak dapat dilihat pada tabel 5. Jumlah anak dalam analisis ini dibagi dua kelompok nyaitu kurang atau sama dengan 2 anak dan lebih dari 2 anak. Hasil penelitian terlihat bahw a jumlah responden yang mempunyai anak kurang atau sama dengan 2 anak hampir sama jumlahnya dengan responden yang jumlah anaknya lebih dari 2 anak. Dari Tabel 5 dapat dilihat bahw a responden yang mempunyai anak < 2 ada sebanyak 26(52%) dan responden yang jumlah anaknya lebih dari 2 anak diperoleh sebanyak 24(48%).

Tabel 5. Distribusi Responden menurut Jumlah anak

Jumlah anak <= 2 anak > 2 anak Total

Jumlah 26 24 50

Persentase 52,0 48,0 100,0

6. Sikap Pengukuran sikap dilakukan dengan menggunakan 4 pertanyaan yang kemudian skor keempat pertanyaan tersebut
http://elearning.htp.ac.id/main/document/showinframes.php?cidReq=PSIKVI&&curdirpath=/&file=/LATIHAN%20ANALISIS%20DATA%20SECARA%20KESELURUHAN.html 8 / 11

PSIKVI - E-Learning

4/29/2013

dijumlahkan. Setelah dipunyai skor total kemudian dilakukan pengelompokkan/pengkategorian kedalam positip dan negatip. Seperti terlihat pada tabel 6, kebanyakan responden bersikap negatip (64%) bila dibandingkan dengan responden yang bersifat positip (36%).

Tabel . Distribusi Responden menurut Sikap

Jumlah anak Positip Negatip Total

Jumlah 18 32 50

Persentase 36,0 64,0 100,0

B. Hubungan antara Karakteristik responden dengan Pola Menyusui

1. Hubungan Umur dengan Pola Menyusui Hubungan umur ibu dengan pola/perilaku menyusui dapat dilihat pada tabel 7. Hasil penelitian didapatkan bahw a diantara 40 responden yang berumur kurang dari 30 tahun sebanyak 25 (62,5%) ibu berperilaku menyusui bayinya secara eksklusif. Sedangkan dari 10 responden yang berumur diatas 30 tahun hanya ada 1 (10%) yang menyusui bayinya secara eksklusif. Dari hasil tersebut secara persentase, ibu yang berumur lebih muda lebih banyak yang menyusui eksklusif dibandingkan ibu yang berumur lebih tua. Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,04 berarti pada alpha=5% dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan persentase menyusui eksklusif antar ibu yang berumur < 30 tahun dengan yang > 30 tahun. Analisis keeratan hubungan dua variabel didapatkan OR=15 (95%CI :1,72-130,44) artinya yang berumur < 30 tahun mempunyai peluang menyusui eksklusif 15 kali dibandingkan ibu yang berumur lebih dari 30 tahun. (Tabel 7)

Tabel 7. Distribusi responden menurut umur dan pola menyusui

Pola Menyusui Umur Eksklusif Non Eksklusif Total P value OR (95% CI) 40 10 50 0,004 15(1,72-130,44) 1

<= 30 tahun 25(62,5%) 15(37,5%) > 30 tahun Total 1(10,0%) 9(90,0%)

26(52,0%) 24(48,0%)

2. Hubungan Pekerjaan dengan Pola Menyusui Status pekerjaan diduga berkaitan erat dengan perilaku menyusui. Hasil penelitian dilaporkan bahw a ibu yang tidak bekerja mempunyai peluang menyusui bayi secara eksklusif sebesar 72%, sedangkan ibu yang bekerja mempunyai peluang menyusui bayi secara eksklusif yang jauh lebih rendah, yaitu sebanyak 32% (Tabel 8). Dengan demikian secara persentase ibu yang tidak bekerja lebih banyak yang menyusui eksklusif dibandingkan ibu yang bekerja. Hasil uji kai kuadrat dapat disimpulkan bahw a ada perbedaan proporsi menyusui eksklusif antar ibu yang bekerja dibandingkan ibu yang tidak bekerja (p=0,02). Adapun besar bedanya dapat dilihat dari nilai OR yang besarnya 5,4 (95%CI:1,62-18,35), artinya ibu yang tidak bekerja mempunyai peluang menyusui eksklusif 5,4 kali dibandingkan ibu yang sehari-harinya bekerja.

Tabel 8. Distribusi responden menurut pekerjaan dan pola menyusui

Pola Menyusui Pekerjaan Eksklusif Non Eksklusif Total P value OR (95% CI)

http://elearning.htp.ac.id/main/document/showinframes.php?cidReq=PSIKVI&&curdirpath=/&file=/LATIHAN%20ANALISIS%20DATA%20SECARA%20KESELURUHAN.html

9 / 11

PSIKVI - E-Learning

4/29/2013

Tak Bekerja 18(72,0%) 7(28,05%) Bekerja Total 8(32,0) 17(68,0%)

25 25 50

0,02

5,4(1,62-18,35) 1

26(52,0%) 24(48,0%)

3. Hubungan Pendidikan dengan Pola Menyusui Tabel 9 memperlihatkan hubungan tingkat pendidikan ibu dengan perilaku menyusui. Dari tabel silang dapat diketahui bahw a semakin tinggi tingkat pendidikan ada kecenderungan semakin besar peluang untuk menyusui bayi secara eksklusif. Berturut-turut, peluang/proporsi menyusui bayi secara eksklusif dari pendidikan SD, SMP, SMU, dan PT adalah 16,7%, 37,5%, 76,5% dan 61,5%. Hasil uji Kai Kuadrat diperoleh bahw a ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan perilaku menyusui (p=0,011). Dari nilai OR dapat disimpulkan bahw a ibu yang berpendidikan PT berpeluang menyusui secara eksklusif 7,9 (95%CI:1,21-52,58) kali dibandingkan ibu yang berpendidikan SD, ibu yang berpendidikan PT berpeluang menyusui bayi secara eksklusif 2,6 kali dibandingkan ibu yang berpendidikan SMP. Dan yang terakhir ibu yang berpendidikan PT berpeluang menyusui secara eksklusif 0,5 kali dibandingkan ibu yang berpendidikan SMU.

Tabel 9. Distribusi responden menurut pendidikan dan pola menyusui

Pola Menyusui Pendidikan SD SMP SMU PT Total Eksklusif 2(16,7%) 3(37,5%) 8(61,5%) Non Eksklusif 10(83,3%) 5(62,5%) 5(38,5%) Total P value OR (95% CI) 12 8 17 13 50 0,011 7,9(1,21-52,58) 2,6(0,43-16,38) 0,5(0,10-2,39) 1

13(76,5%) 4(23,5%)

26(52,0%) 24(48,0%)

4. Hubungan Jumlah anak dengan Pola Menyusui Jumlah anak diduga berkaitan erat dengan perilaku menyusui. Hasil penelitian dilaporkan bahw a ibu yang jumlah anaknya < 2 anak mempunyai peluang menyusui bayi secara eksklusif sebesar 13 (52%). Sedangkan ibu yang jumlah anaknya > 2 orang, mempunyai peluang menyusui bayi secara eksklusif yang hampir sama, yaitu sebanyak 13 (54,2%). Hasil Uji Kai kuadrat dapat disimpulkan bahw a tak ada perbedaan proporsi menyusui eksklusif antar ibu yang jumlah anaknya < 2 dibandingkan ibu yang jumlah anaknya > 2 (p=0,991). Adapun besar bedanya dapat dilihat dari nilai OR yang besarnya 0,8 (95%CI:0,27-2,57), artinya ibu yang anaknya < 2 orang mempunyai peluang menyusui eksklusif 0,84 kali dibandingkan ibu yang jumlah anaknya > 2 orang.

Tabel 10. Distribusi responden menurut Jumlah anak dan pola menyusui

Pola Menyusui Jumlah anak <= 2 anak > 2 anak Total Eksklusif Non Eksklusif Total P value OR (95% CI) 26 24 50 0,991 0,84(0,27-2,57) 1

13(50,0%) 13(50,0%) 13(54,2%) 11(45,8%) 26(52,0%) 24(48,0%)

5. Hubungan Sikap dengan Pola Menyusui Pola hubungan antara sikap dengan menyusui eksklusif dapat dilihat pada Tabel 11. Hasil analisis didapatkan bahw a ibu yang mempunyai sikap negatip berpeluang menyusui eksklusif sebesar 15(46,9%), sedangkan ibu yang mempunyai
http://elearning.htp.ac.id/main/document/showinframes.php?cidReq=PSIKVI&&curdirpath=/&file=/LATIHAN%20ANALISIS%20DATA%20SECARA%20KESELURUHAN.html 10 / 11

PSIKVI - E-Learning

4/29/2013

ibu yang mempunyai sikap negatip berpeluang menyusui eksklusif sebesar 15(46,9%), sedangkan ibu yang mempunyai sikap positip, proporsi menyusui eksklusif lebih rendah yaitu 11(61,1%). Hasil uji statistik didapatkan p=0,336, berarti tidak ada perbedaan pola menyusui eksklusif antara ibu yang bersikap positip dengan ibu yang bersikap negatip. Nilai OR=1,781(95%CI:0,550-5,766), artinya ibu yang sikapnya positip mempunyai peluang menyusui eksklusif 1,78 kali dibandingkan ibu yang sikapnya negatip.

Pengelola : Abu Zahra

Pengajar : Ade Cahya

4

http://elearning.htp.ac.id/main/document/showinframes.php?cidReq=PSIKVI&&curdirpath=/&file=/LATIHAN%20ANALISIS%20DATA%20SECARA%20KESELURUHAN.html

11 / 11

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->