Anda di halaman 1dari 17

TUGAS PENGANTAR BISNIS TENTANG FUNGSI PEMBELANJAAN/KEUANGAN

Di susun oleh:

AINUR RAHIM YAQIN (10.02.311.00032)

JURUSAN EKONOMI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS TRUNOJOYO 2010


1

1.

PENDAHULUAN Alhamdulillah kami panjatkan kepada tuhan Yang Maha Esa,sebelum dan

sesudahnya kami ucapkan terimakasih kepada dosen Pengantar Bisnis kami yang telah membimbing kami serta kepada pihak-pihak yang telah mendukung serta memberikan motivasi kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan paper mengenai fungsi keuangan ini dengan cukup baik. Disini kami akan membahas mengenai fungsi keuangan yang dianggap penting dalam menjalankan suatu bisnis dalam perusahaan. Hal yang dianggap penting bagi kelangsungan hidup perusahaan adalah pengelolaan keuangan perusahaan itu sendiri. Hal tersebut dicerminkan dalam bentuk berbagai aktiva dalam neraca,baik lancar maupun aktiva tetap. Tersedia dana yang cukup merupakan salah satu syarat agar perusahaan dapat melaksanakan berbagai kegiatan sehari-hari dengan lancar.kekurangan dana dapat mengakibatkan pembelian bahan baku atau barang dagangan serta pembayaran lainnya dapat terganggu. Sedangkan jika kelebihan dana dapat mengakibatkan investasi perusahaan terlalu besar. Dana kurang,cukup,atau berlebihan akan mengarah pada kerugian dalam jangka panjang. Maka dari itu dituntut adanya suatu pengelolaan dan penentuan secara tepat terhadap sumber-sumber dana perusahaan agar dapat dipenuhi secara cukup. Jadi yang harus diperhatikan adalah jumlah maupun kualitas, sehingga dapat ditentukan apakah sumber dana dari modal asing atau dari modal sendiri. Dari situ kita bisa mengambil sebuah kesimpulan bahwa fungsi manajer keuangan adalah menyeimbangkan kebutuhan dana dalam operasi perusahaan dengan tersedianya dana dengan berbagai sumber dana atau bisa dikatakan meningkatkan nilai perusahaan. Manajer keuangan atau manajer perusahaan adalah orang yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan penting mengenai investasi dan pendanaan, serta bertanggung jawab atas kelancaran kas masuk dalam perusahaan untuk membiayai investasi dan operasi perusahaan serta aliran kas keluar dari
2

perusahaan yaitu berupa pembayaran deviden kepada pemilik perusahaan dan pembayarn kembali hutang. 2. 1. PEMBAHASAN Pengertian pembelanjaan perusahaan Pembelanjaan perusahaan diartikan sebagai seluruh aktivitas yang bersangkutan dengan usaha untuk mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya minimal dengan syarat-syarat yang paling menguntungkan dan menggunakan atau mengalokasikan dana tersebut seefisien mungkin (Bambang Riyanto, 1995). Fungsi pembelanjaan dalam perusahaan meliputi: 1. 2. Fungsi pengalokasikan dana Fungsi pemenuhan kebutuhan dana Manajer keuangan perusahaan harus dapat melaksanakan efisiensi baik dalam fungsi pengalokasian dana maupun fungsi pemenuhan kebutuhan dana dan harus dapat memilih beberapa alternatif investasi yang

menguntungkan perusahaan (alokasi dana). Sedangkan untuk fungsi pemenuhan kebutuhan dana, manajer keuangan harus berusaha untuk memperoleh dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal serta syaratsyarat yang menguntungkan. Secara Internal perusahaan memenuhi kebutuhan dana dengan

menggunakan keuntungan yang tidak dibagikan atau keuntungan yang ditahan, serta dapat pula menggunakan penyusutan aktiva tetap

(pembelanjaan intensif). Sedangkan penggunaan dari sumber eksternal ( dari luar perusahaan) yaitu sumber dana yang berasal dari tambahan penyertaan modal dari pemilik, penjualan obligasi, kredit dari bank, atau penerbitan saham baru. Terdapat dua jenis pembelanjaan perusahaan, yaitu pembelanjaan pasif dan aktif. Pembelanjaan pasif merupakan aktivitas perusahaan dalam
3

mencari sumber dana dimana dana yang akan diperoleh tersebut dipilih dengan syarat-syarat yang paling menguntungkan perusahaan. Sedangkan pembelanjaan aktif meupakan usaha untuk menyerahkan dana kepada

debitur atau menanamkannya dalam surat-surat berharga secara efisien. Suatu pembelanjaan merupakan suatu langkah dari perusahaan untuk menyeimbangkan keuangan perusahaan yaitu keseimbangan antara aktiva dan pasiva yang diperlukan. Pemilihan susunan kualitatif dari aktiva akan menetukan struktur kekayaan perusahaan, sedangkan pemilihan susunan kualitatif dari pasiva akan menentukan struktur finansial dan struktur modal perusahaan. 3. Pengertian Modal Modal adalah semua barang konkrit yang terdapat pada neraca sebelah debet dan daya beli atau nilai tukar dari barang-barang tersebut yang tercatat disebelah kredit. Modal dapat dijadikan acuan untuk pendirian perusahaan dan dalam melakukan bisnis. Karena semua aktivitas perusahaan harus di tunjang dengan modal. Jadi perusahaan harus mengetahui arus keluar modal dan modal yang didapat agar keuangan perusahaan dapat diketahui secara jelas Disini terdapat dua jenis modal yaitu disebelah debet adalah modal konkrit (modal menurut bentuknya) dan disebelah kredit adalah modal abstrak (modal menurut sumbernya). Modal konkrit merupakan modal aktif sedangkan modal yang abstrak merupakan modal pasif. Modal aktif elemennya akan selalu berubah-ubah baik yang berjangka pendek (kas, efekten, piutang, barang), maupun yang berjangka panjang (aktiva tetap). Sedangkan nilai dari modal pasif dalam jangka waktu tertentu relatif tetap. Modal aktif disisi debet terdiri dari aktiva lancar dan aktiva tetap yang rasio keduanya menentukan struktur kekayaan. Yang dimaksud dengan aktiva lancar adalah kekayaan perusahaan yang habis dalam satu kali berputar dan jangka waktu perputarannya pada umumnya kurang dari satu
4

tahun. Aktiva lancar dapat disebut juga sebagai modal kerja bagi perusahaan dimana modal tersebut dapat dengan segera dijadikan uang kas dan digunakan untuk membelanjai keperluan sehari-hari, misalkan untuk membeli bahan mentah, membayar gaji, dan membayar hutang jangka pendek. Perputaran modal kerja dapat dilihat dalam skema berikut: 1. Penjualan tunai KAS ----- BARANG ----- KAS pembelian penjualan tunai

Dari alur diatas dapat kita ketahui bahwa jika modal digunakan atas penjualan tunai, yaitu perusahaaan memiliki kas kemudian

dibelanjakan secara tunai dan perusahaan mendapatkan barang kemudian barang tersebut dijual kembali kepada relasi( konsumen) dan perusahaan akan mendapatkan kembali kasnya dengan mendapat tambahan yang dinamakan laba. 2. Penjualan kredit KAS ----- BARANG ----- PIUTANG ----- KAS pembelian penjualan kredit penerimaan uang

Pada penjualan kredit uang kas digunakan untuk membeli barang dagangan, kemudian barang tersebut dijual secara kredit sehingga bagi perusahaan merupakan piutang dan nanti pada saatnya (biasanya kurang dari satu tahun) piutang tersebut akan dibayar kembali,berupa penerimaan uang kas. Dalam pengelolaan uang kas terdapat aliran uang kas masuk yang berupa penambahan modal pemilik, penjualan aktiva tetap, menarik hutang baru
5

hasil penjualan dagangan dan aliran uang kas keluar misalkan berupa pembelian mesin, pelunasan hutang, cicilan hutang atau pengeluaran operasional perusahaan sehari-hari. Dalam modal kerja, kas adalah salah satu unsur yang memiliki tingkat likuiditas paling tinggi. Dengan sifat likuid tersebut berarti perusahaan dapat dengan mudah memenuhi kebutuhan yang dikehendaki, seperti: 1. 2. 3. 4. 5. Membeli barang dagangan atau bahan mentah Membayar gaji atau upah Membayar hutang Membayar ongkos angkut barang Membelanjai operasi dan lain-lain Pengertian Anggaran Kas Anggaran kas adalah suatu perkiraan tentang posisi kas dari waktu kewaktu untuk jangka waktu tertentu. Anggaran kas memperkirakan besarnya kebutuhan kas yang dipelukan dan kas yang masuk kedalam perusahaan dari berbagai sumber. Oleh karena itu anggaran kas terdiri atas: 6. 7. Perencanaan penerimaan kas (Arus Kas Masuk) Perencanaan pengeluaran kas (Arus Kas Keluar) Dengan adanya anggaran kas perusahaan bisa memprediksi apa yang menjadi keperluan perusahaan baik dari hal yang fisik (barang) maupun yang konkrit (jasa). Dari sini perusahaan bisa juga memperkirakan laba yang akan didapat dan memprediksi jumlah barang dan jenis barang apa yang akan bisa memperlancar bisnis yang dikelolanya. Jadi anggaran kas juga harus disesuaikan dengan jenis bisnis yang akan dijalankan Apabila perusahaan memiliki kas dalam jumlah yang besar dapat mengakibatkan terjadinya operasi perusahaan yang tidak optimal.
6

Tujuan anggaran kas Tujuan utama penyusunan anggaran kas: 8. Menunjukkan posisi kas sebagai hasil dari rencana kegiatan yang telah direncanakan. 9. 10. Menunjuk adanya kelebihan kas (akses kas) dan kekurangan kas (defisit kas). Mengatur kebutuhan pinjaman dana untuk menutup kekurangan kas (defisit) dan mengatur penggunaan atau pemanfaatan idle cash yang menganggur untuk investasi (lebih produktif). 11. 12. Sebagai dasar untuk menetapkan kebijaksanaan penjualan secara kredit. Sebagai dasar pengendalian/pengawasan terhadap posisi kas (uang tunai) dengan demikian likuiditas tetap terjamin dan profitabilitas pun dapat dipertahankan.

13.

Investasi dalam Aktiva Tetap Agar dalam berinvestasi sebuah perusahaan bisa efektif dan efisien, ada beberapa konsep yang harus digunakan, antara lain:

14. 15.

Nilai uang (Time value of money) Bunga Majemuk (Compound Interest) yaitu nilai uang pada suatu saat dimasa yang akan datang, sebagai hasil penjumlahan uang pada saat ini (permulaan periode pennilaian) dengan jumlah bunga yang diterima selama periode tersebut. Nilai majemuk dapat dihitung terhadap Annuity (Compound Value Of Annuity). Suatu Annuity atau Annuitas adalah deretan atau series pembayaran dengan jumlah uang yang tetap selama sejumlah tahun tertentu.

16.

Nilai Sekarang (Present Value) yaitu nilai uang pada awal periode penilaian dari sejumlah uang atas dasar tingkat bunga tertentu yang akan diterima beberapa waktu yang akan datang.

Dengan konsep tersebut diharapakan agar perencanaan penanaman dana dalam aktiva tetap dapat menghasilkan keuntungan yang optimal. Terdapat beberapa kriteria dalam menganalisis keuangan,yaitu: 17. 18. 19. Metode Payback Period Metode Net Present Value Profitability Index

20.

Rasio-rasio Keuangan Dalam Perusahaan Analisis rasio keuangan digunakan untuk mengetahui posisi keuangan dan prestasi perusahaan pada waktu tertentu dengan membandingkan elemen-elemen aktiva disatu pihak dan elemen-elemen pasiva dilain pihak. Perbandingan elemen-elemen tersebut dapat berupa:

21. 22. 23.

Perbandingan antar pos-pos dalam neraca Perbandingan antar pos-pos dalam laporan rugi/laba Perbandingan antar pos-pos neraca dengan pos-pos laporan rugi/laba Analisis rasio keuangan menyangkut dua jenis perbandingan:

24.

Membandingkan rasio saat ini dengan rasio diwaktu yang lalu dan yang diharapkan diwaktu mendatang pada perusahaan yang sama.

25.

Membandingkan rasio suatu perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis atau dengan rata-rata industri pada saat yang sama. Ada beberapa rasio, antara lain:

1.

Rasio likuiditas yang berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keungannya dalam jangka pendek atau yang segera harus

dipenuhi. Misalnya upah tenaga kerja utang bahan yang telah dibeli perusahaan, pembayaran rekening listrik, dan lain sebagainya. Rasio likuiditas meliputi: 1. Current Ratio yaitu yang berkaitan dengan pembayaran kewajiban finansial yang berupa perbandingan besarnya alat-alat likuid dengan besarnya utang atau kewajiban finansialnya itu. Dari ini dapat disimpulkan bila alat likuidnya lebih besar dari hutangnya berarti perusahaan dalam kondisi likuid dan begitu pula sebaliknya 2. Quick Ratio 3. Cash Ratio 2. Rasio solvabilitas yaitu kemampuan perusahaan tersebut untuk memenuhi kewajiban keuangannya baik kewajiban keuangan (hutang) jangka pendek maupun hutang jangka panjang jika suatu saat perusahaan dilikuidasikan. 3. Rentabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan profit/ laba dari seluruh modal yang dimiliki perusahaan.

Pengelolaan Sumber Permodalan Bisnis memang selalu berkaitan dengan manajemen, seperti halnya dalam pengeloaan sumber-sumber permodalan. Hal ini dibutuhkan agar modal dapat dioperasikan secara efektif dan efisien, sehingga profit bisa didapatkan secara maksimal. Agar pengelolaan dana diperoleh secara tepat, maka perlu dipertimbangkan berbagai persoalan dalam masalah

permodalan,seperti: 4. Jenis dana/modal yang dapat digunakan Ada dua kelompok modal yang menjadi sumber dana bagi perusahaan yaitu: modal asing/luar (modal yang diperoleh perusahaan dari pinjamanpinjaman, yang akan dioperasikan perusahaan dalam waktu tertentu saja,karena harus dikembalikan dengan disertai bunga. Modal asing digolongkan atas : 1. Modal asing/hutang jangka pendek, penggunaannya kurang dari 1 tahun yang meliputi: 2. Kredit rekening koran yaitu kredit yang diberikan oleh bank kepada perusahaan dengan batas plafond tertentu 3. Kredit pejual merupakan kredit perniagaan dan kredit ini terjadi apabila penjualan produk dilakukan secara kredit 4. Kredit pembeli adalah kredit yang diberikan oleh pembeli kepada penyedia bahan mentahnya atau barang lain 5. Kredit wesel terjadi apabila suatu perusahaan mengeluarkan surat pengakuan hutang yang berisikan kesanggupan untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada pihak dan waktu tertentu (promes). 6. Modal asing/hutang jangka menengah,bentuk utamanya adalah:
10

7.

Term Loan yaitu kredit usaha dengan umur lebih dari satu tahun kurang dari 10 tahun dan biasanya diberikan oleh Bank Dagang, Perusahaan Asuransi, Penyedia atau Manufaktur.

8. 9.

Leasing

Modal asing/hutang jangka panjang,bentuk utamanya adalah 10. Pinjaman Obligasi,jenis obligasi antara lain:

1.

Obligasi biasa (Bonds),obligasi yang bunganya tetap dibayar debitur pada waktu tertantu

2.

Obligasi pendapatan (Income Bonds),oblogasi yang bunganya dibayar pada waktu debitur mendapat keuntungan

3.

Obligasi yang dapat ditukarkan (Convertible Bonds),obligasi yang memberikan kesempatan kepada pemegang surat obligasi untuk menukarkannya dengan saham dari perusahaan yang bersangkutan. 4. Pinjaman Hipotik adalah pinjaman jangka panjang terhadap barang tak bergerak agar barang itu bisa dijual untuk menutup tagihannya bila tak bisa membayar. Modal sendiri adalah modal yang dimasukkan oleh para pemilik perusahaan, yang seterusnya akan dioperasikan oleh perusahaan selama masih berjalan. Ada dua jenis modal yaitu modal saham (modal yang dari luar) dan saldo keuntungan yang ditanam kembali dalam perusahaan (modal yang dari dalam). Menurut bentuk hukum:

1. 2. 3. 4.

PT adalah modal saham (modal saham,cadangan,keuntungan) Firma adalah modal yang berasal dari anggota firma CV adalah modal dari anggota bekerja dan anggota diam Perusahaan perorangan adalah modal yang berasal dari pemilik
11

5.

Koperasi adalah modal yang berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib.

6. 1. 1.

Sumber-sumber penawaran dana/modal Sumber-sumber penawaran modal menurut asalnya Sumber Intern (Internal Sources) adalah modal yang dihasilkan sendiri dalam perusahaan. Sumber utamanya adalah laba yang ditahan dan akumulasi penyusutan. Tujuan umum dalam menahan laba adalah:

1. 2. 3. 4.

Stabilisasi Investasi Memperbaiki struktur finansial Sumber Ekstern (External Sources) adalah modal yang berasal dari luar perusahaan yakni dari para kreditur yang merupakan hutang bagi perusahaan yang disebut modal asing.

5. 1.

Penyedia,bank dan pasar modal sebagai sumber dana ekstern utama. Penyedia memberikan dana pada suatu perusahaan didalam suatu bentuk penjualan barang secara kredit bagi untuk jangka waktu yang pendek maupun jangka waktu yang menengah.

2.

Bank, disini kita mengenal 3R (Returns, Repayment Capacity, Risk Bearing Ability) dan 5C (Character, Capacity, capital, collateral, conditions) dalam pemberian kredit.

3.

Pasar modal adalah tempat bertemunya penawaran dan permintaan dana jangka panjang. Fungsi pasar modal adalah mengalokasikan secara efisien arus dana dari unit ekonomi yang mempunyai surplus tabungan kepada unit ekonomi yang mempunyai defisit tabungan. Untuk membantu pelaksanaan fungsi pasar modal secara efisien diperlukan adanya lembaga keuangan yang disebut Investment
12

Bank atau Underwriter Company yang prinsipnya akan menjadi perantara penyediaan dana-dana. Fungsi underwriter company adalah risk bearing, menjual efek pada inveastor, advising, bersama dengan perusahaan yang mengeluarkan securities,dan stabilator pasar. 4. 1. 2. Sumber-sumber penawaran modal menurut cara terjadinya,dibagi 3 yaitu: Tabungan adalah pendapatan yang tidak dikonsumsikan. Penciptaan atau kreasi uang/kredit oleh bank, yang dapat menciptakan uang selain bank sirkulasi juga bank dagang dengan menciptakan uang giral. 3. Intensifikasi daripada penggunaan uang, cara ini dilakukan oleh bank dengan meminjamkan kembali uang-uang yang dipercayakan atau disimpan oleh masyarakat di Bank.

4.

Cara pemenuhan kebutuhan dana/modal Ada dua cara pemenuhan kebutuhan modal yaitu pembelanjaan parsial (merupakan pemenuhan kebutuhan dana secara sendiri-

sendiri sesuai dengan kebutuhan masing-masing aktiva yang akan dibiayai) dan pembelanjaan total (merupakan pemenuhan dana secara keseluruhan dengan memandang semua kebutuhan sebagai satukesatuan dan satu kelompok). Modal dana yang sifatnya konstan disebut modal konstan dan modal dana yang berubah-ubah disebut modal variabel. Faktor konstan dan variabel ini terdapat pada aktiva lancar dan tetap. Faltor konstan dari dana yang ditanamkan pada aktiva lancar disebut aktiva lancar permanen/modal kerja permanen. Cara pemindahan modal dapat dilakukan secara langsung yaitu dimana pembentuk modal langsung memberikan modalnya kepada perusahaan yang membutuhkan dan yang kedua adalah secara tidak
13

langsung yaitu dimana pembentuk modalnya secara tidak langsung memberikan modalnya tetapi penyerahannya melalui lembaga kredit.

14

5.

PENUTUP Dalam mengatur keuangan perusahaan seorang manajer membutuhkan suatu

ketelitian dan kepahaman akan fungsi keuangan itu sendiri. Dalam pengalokasian dana harus tepat, semakin tepat penentuan sumber dana maka semakin efisien pengelolaan dana dan maka akan semakin baik bagi perusahaan itu sendiri. Dalam mempelajari fungsi keuangan kita harus melihat dari sisi aktiva dan pasiva karena keduanya merupakan titik keseimbangan bagi perusahaan. Semoga paper yang kami buat akan bermanfaat bagi pembaca sekalian.

6.

RINGKASAN 1. Pembelanjaan perusahaan diartikan sebagai seliruh aktivitas yang

bersangkutan dengan usaha untuk mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya minimal dengan syarat-syarat yang paling menguntungkan dan menggunakan atau mengalokasikan dana tersebut seefisien mungkin (Bambang Riyanto, 1995). Pembelanjaan ada dua macam yaitu pembelanjaan pasif dan aktif. 2. Didalam menjalankan fungsi-fungsi pembelanjaan pastilah ada modal yang akan memperlancar aktivitas ini. Modal adalah semua barang konkrit yang terdapat pada neraca sebelah debet dan daya beli atau nilai tukar dari barangbarang tersebut yang tercatat disebelah kredit. Terdapat dua jenis modal yaitu modal konkrit dan modal abstrak. 3. Didalam suatu perusahaan juga memiliki kas dimana dalam jumlah yang besar dapat mengakibatkan terjadinya operasi perusahaan yang tidak optimal. Oleh karena itu butuh suatu pengelolaan yang sesuai. Didalamnya juga terdapat suatu anggaran kas, yaitu suatu perkiraan tentang posisi kas dari waktu kewaktu untuk jangka waktu tertentu. 4. Sebuah perusahaan ada kalanya melakukan aktifitas yang disebut investasi, dan investasi yang dimaksudkan disini adalah investasi dalam aktiva tetap,

15

dengan menggunakan konsep yang berlaku serta metode analisis yang memenuhi kriteria. 5. Untuk mengetahui posisi keuangan dan prestasi perusahaan pada waktu tertentu menggunakan analisis rasio keuangan. Dengan menggunakan elemen aktiva dan pasiva akan diketahui gambaran dari kondisi keuangan seperti tingkat likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas pada waktu tertentu. 6. Dalam pengelolaan sumber permodalan ada hal yang perlu dipertimbangkan berbagai persoalan dalam masalah permodalan yaitu jenis dana/modal yang dapat digunakan, sumber-sumber penawaran dana/modal dan cara pemenuhan kebutuhan dana/modal. Sedangkan sumber dana tersebut ada 2 kelompok modal yaitu modal asing/luar ( modal asing jangka pendek,menengah, dan jangka panjang) dan yang kedua adalah modal sendiri yeng terdiri dari modal saham (saham biasa,saham preferent,saham preferent kumulatif), cadangan serta keuntungan/laba ditahan (Rentained Earning).

16

DAFTAR RUJUKAN

1.

Sumarni Murti dan John Soeprihanto, 1998, Pengantar Bisnis, Edisi 5, Liberty Yogyakarta, Yogyakarta.

2.

Gitosudarmo

indriyo

Drs,M.Com,1996,Pengantar

Bisnis,

Edisi

2,

BPFE

Yogyakarta,Yogyakarta.

3. 4. 5.

Boone & Kurtz, 2002, Pengantar Bisnis, Jilid 2, Erlangga, Jakarta. Fuad M., H Cristine,dkk, 2000, Pengantar Bisnis, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Sumber: http//www.keuangan-perusahaan.html

17