BAB I LAPORAN KASUS

A. Identias Pasien Nama Umur Alamat Agama Pekerjaan Pendidikan No. CM Tanggal masuk : Sdr. A : 23 tahun : Berkoh RT 04 RW 03 Purwokerto Selatan : Islam : Pegawai Cafe : SMA : 94-07-45 : 20 Mei 2013

B. Anamnesis Keluhan Utama Keluhan Tambahan : BAK tidak tuntas : Perih saat BAK, nyeri dari ujung penis hingga perut bagian bawah Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang ke Poli Urologi Rumah Sakit Margono Soekardjo pada tangal 20 mei 2013 dengan keluhan BAK tidak tuntas. Keluhan pasien dirasakan sejak 1 bulan yang lalu sebelum masuk rumah sakit. Pasien mengaku dalam sehari dapat BAK lebih dari 10 kali dengan volume yang semakin hari semakin berkurang dan pancaran lemah. Keluhan ini dirasakan sangat mengganggu aktivitas pasien sehari-hari. 1

Pasien d rawat di RSMS untuk pemasangan pen di paha kiri. ujung kemaluannya ketika berkemih. Selama pasien dirawat pasien dipasang selang kateter selama 15 hari. Pasien juga mengeluh perih saat berkemih. Sekitar 2 bulan yang lalu. Riwayat Penyakit Dahulu Trauma pada kemaluan Pemasangan kateter Patah tulang belakang Infeksi saluran kencing Penyakit kelamin : disangkal : diakui 2 bulan yang lalu : disangkal : disangkal : disangkal nyeri dari ujung kemaluan hingga perut bagian bawah dan merasa ada yang mengganjal di Operasi di daerah kemaluan : disangkal Penyakit prostat Batu saluran kencing : disangkal : disangkal Riwayat Penyakit Keluarga Penyakit prostat Batu saluran kencing Penyakit ginjal Penyakit kelamin Infeksi saluran kencing : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada 2 .Keluhan ini bertambah berat saat asupan air yang diminum pasien kurang. pasien mengalami kecelakaan sepedah motor yang mengakibatkan pasien patah tulang paha kiri. Pasien mengaku sempat mengalami kencing berdarah setelah kejadian kecelakaan.

Pasien bekerja sebagai pegawai disalah satu cafe di Purwokerto. Pemeriksaan Fisik (21 Mei 2013) Keadaan umum : tampak sakit sedang Kesadaran Tanda Vital TD Nadi RR Suhu Status Generalis Kepala Mata Hidung Mulut Leher Status Lokalis Thorax Paru : normochepal.20C : compos mentis 3 . C. venektrasi temporal -/: konjungtiva anemis -/-. skera ikterik -/: napas cuping hidung : lidah sianosis : deviasi trakea – : 120/70 : 79x per menit : 18x per menit : 36. Pasien belum menikah.Riwayat Sosial Ekonomi Pasien tinggal bersama kedua orang tua dan seorang kakak laki-laki.

jaringan parut . undulasi (-). nyeri tekan (-) Hepar dan lien tidak teraba : SIC II LPSD : SIC II LPSS : SIC V 2 jari medial LMCS batas kanan bawah : SIC IV LPSD : S1>S2. tidak ada ketinggalan gerak : vokal fremitus lobus superior kanan = kiri vokal fremitus lobus inferior kanan = kiri Perkusi Auskultasi : sonor di seluruh lapang paru : suara dasar Suara tambahan : vesikuler +/+ :- Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi : ictus cordis terlihat di SIC V 2 jari medial LMCS : ictus cordis teraba di SIC V 2 jari medial LMCS : batas kanan atas batas kiri atas batas kiri bawah Auskultasi Abdomen Inspeksi Auskultasi Perkusi Palpasi Genitaliap Inspeksi Palpasi Rectal toucher Ekstremitas Edema : tidak terdapat bekas luka. sekret (-) : Nyeri tekan (-) : Tidak teraba pembesaran kelenjar prostat. : 4 : datar : bising usus (+) normal : timpani. nyeri ketok (-) : supel. lesi. murmur (-) gallop (-) . reguler.Inspeksi Palpasi : dinding dada simetris.

Tampakm indentasi dinding bagian inferoposterior. filling defectmaupun addtional shadow. Pemeriksaan Penunjang (8 mei 2013) 1. Tak tampakaddtional maupun defect Foto Polos Pelvis AP Tampak fiksasi internapada collum femur kiri Tampak deformitas pada ramus superior os pubis kiri (riwayat fraktur?) Symphisis pubis tak tampak kelainan Sendi sarcoiliaca dan sendi coxae kanan kiri baik Fecal material tampak prominen Kesan: Mendukung gambaranstenosis pada tertra pras membranosa 5 . tidak tampak penyempitan. Uretra pars prostatika tak tampak kelainan Uretra urinaria : dinding reguler. sampai vesika urinaria.Sianosis - - D. indentasi. Radiologi Uretrography: Tampak kontras mengisi uretra anterior. Uretra anterior: dinding reguler. posterior. Pada pars membranacea tampak penyempitan fokal. Uretra posterior : dinding reguler.

8 g/dL 8030/uL 49% 6.Indentasi pada dinding inferoposterior vesica urinaria.2 % 26.0 10^6/uL 243000 /uL 81.2 fL 29.6 % 13.9 mg/dL 6 0.2 % 9.7 pg 36.0 % L 1.9 % L 0.00 % 62. Patologi Klinik 8 Mei 2013 HEMATOLOGI Darah Lengkap Hemoglobin Leukosit Hematokrit Eritrosit Trombosit MCV MCH MCHC RDW MPV Hitung Jenis Basofil Eosinofil Batang Segmen Limfosit Monosit Kimia Klinik SGOT SGPT Ureum darah 26 U/L H 68 U/L 13.6 % 17.5 fL .3 % H 9. curiga disebabkan oleh fecal meterial yang prominen Deformitas pada ramus superior os pubis kiri (riwayat fraktur?) 2.

0 25 Negatif Negatif Normal Negatif Normal Negatif Negatif Kuning Jernih Khas .015 5.74 mg/dL 95 mg/dL 145 mmol/L 4.Kreatinin darah Glukosa sewaktu Natrium Kalium Klorida 0.4 mmol/L 103 mmol/L Urine Lengkap Fisis Warna Kejernihan Bau Kimia Berat Jenis pH Leukosit Nitrit Protein Glukosa Keton Urobilinogen Bilirubin Eritrosit Sedimen Eritrosit Leukosit Epitel Silinder Hialin Silinder Lilin Granuler Halus Granuler Kasar Kristal Negatif 1-2 3-5 Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif 7 1.

:tidak terdapat lesi. Pasien juga mengelukan perih saat BAK dan serasa ada yang mengganjal di bagian ujung kemaluannya. Resume Pasien laki-laki 23 tahun datang ke Poli Urologi RSMS dengan keluhan BAK tidak tuntas sejak 2 bulan sebelum masuk rumah sakit. jaringan parut. Meatus. curiga disebabkan oleh fecal meterial yang prominen Foto polos pelvis Deformitas pada ramus superior os pubis kiri (riwayat fraktur?) E. Pasien mempunyai riwayat kecelakaan dan operasi pemasangan pen pada paha kiri. nyeri Pemeriksaan Penunjang didapatkan: Uretrocystography: Indentasi pada dinding inferoposterior vesica urinaria.Bakteri Trikomonas Jamur +2 Negatif Negatif D. Pasien juga mempunyai riwayat pemasangan kateter selama 15 hari. Diagnosis Kerja Stricture urethra 8 . Pemeriksaan fisik didapatkan: Genitalia tekan (-) Rectal toucher : Tidak teraba pembesaran kelenjar prostat. edema.

F. 9 . trauma uretra atau kelainan kongenital (Purnomo. Penatalaksanaan Internal Uretrotomy H. 2008) Striktur panurethra adalah striktur yang panjang dan kompleks yang mengenai sepanjang uretra pendulous dan uretra bulbar. Definisi Striktur uretra adalah penyempitan atau penyumbatan dari lumen uretra sebagai akibat dari pembentukan jaringan fibrotik (jaringan parut pada uretra dan/atau pada daerah periuretra) karena infeksi. Prognosis Quo ad vitam Quo ad functionam Quo ad sanationam : ad bonam : ad bonam : dubia ad malam BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Striktur jenis ini adalah yang paling sulit untuk direkonstruksi dengan sukses. Diagnosis Diferensial: Obstruksi hiperplasia prostat jinak / ganas Bladder neck contracture Ca uretra Panurethral stricture G.

2006). B.Striktur urethra didapat (acquired stricture) umumnya terjadi pada pria dan jarang terjadi pada wanita. Uretra dibagi menjadi segmen anterior dan posterior. dan kelainan bawaan. (Tanagho. Trauma Cedera pada urethra dapat menyebabkan ruptur urethra anterior atau 10 . (Brandes. Anatomi Urethra Pria Panjang uretra pria adalah 15-20cm. misalnya infeksi akibat transmisi seksual seperti uretritis gonorrhoika atau non gonorrhoika. (5) prostatic C. Etiologi Striktur uretra dapat terjadi karena infeksi. Uretra anterior (dari distal ke proksimal) meliputi meatus. 1. Gambar 1. 2008). 2008). Dapat juga disebabkan oleh infeksi sebagai komplikasi pemasangan dan penggunaan kateter dalam jangka waktu lama. (4) membranous. (2) pendulous or penile. (3) bulbous. uretra penis atau pendulous. trauma pada uretra. Bagian uretra pria: (1) glanular. 2. Infeksi Infeksi dari urethra adalah penyebab tersering dari striktur urethra. dan uretra bulbar. fosa navicularis. Uretra posterior (dari distal ke proksimal) termasuk uretra membranosa dan uretra prostatik (Novick.

Gejala dan tanda 1. Penurunan aliran kencing adalah gejala yang paling umum. 2010). yaitu: 1. striktur uretra dibagi menjadi 3 tingkatan. Kongenital Beberapa bayi lahir dengan striktur urethra. Dapat juga ditemui pancaran urin bercabang. Patogenesis Proses radang akibat trauma atau infeksi pada uretra akan menyebabkan terbentuknya jaringan sikatrik pada uretra. D. yang dikenal dengan spongiofibrosis. 3. fraktur tulang pelvis. 11 . kadang kala teraba jaringan keras di korpus spongiosum. dan instrumentasi atau tindakan transuretra yang kurang hatihati. cedera yang telah menyembuh dapat meninggalkan jaringan skar yang akan menyebabkan striktur. E. Sesuai dengan derajat penyempitan lumennya. Pada keadaan tertentu dijumpai banyak sekali fistula sehingga disebut sebagai fistula seruling. Jika terinfeksi menimbulkan abses periuretra yang kemudian pecah membentuk fistula uretrokutan. Aliran urine yang terhambat mencari jalan keluar di tempat lain (di sebelah proksimal striktura) dan akhirnya mengumpul di rongga periuretra. hingga menetes. Sedang : jika terdapat oklusi setengah sampai sepertiga diameter lumen uretra 3. (Daryanto. 2008). Jaringan sikatrik pada lumen uretra menimbulkan hambatan aliran urine hingga retensi urine. Ringan : jika oklusi yang terjadi kurang dari sepertiga diameter lumen uretra 2. Trauma yang menyebabkan striktur urethra adalah trauma tumpul pada selangkangan (straddle injury). misalnya meatus stenosis congenital (Purnomo. Berat : jika terdapat oklusi lebih besar dari setengah diameter lumen uretra Pada penyempitan derajat berat.posterior.

2008) F. Abses periuretra. trauma dengan kerusakan pada panggul.perineum. menandakan adanya kemungkinan prostatitis kronik. kelainan sejak lahir) 2.2.suprapubik. Penegakan Diagnosis Pemeriksaan fisik: 1. Gejala-gejala infeksi dapat muncul berupa badan panas. yaitu dengan memasukkan bahan kontras secara antegrad dari buli-buli dan secara retrograd dari uretra. Inspeksi: meatus eksternus sempit. dan kencing berwarna keruh. (Tanagho. Teraba kandung kemih pada perut bagian bawah jika sudah terjadi retensi urin yang lama. Rectal toucher (colok dubur) Pemeriksaan penunjang: Untuk melihat letak penyempitan dan besarnya penyempitan uretra dibuat foto uretrografi. 3. Kadang terdapat pengeluaran lendir dari uretra yang kronik. pada bagian ventral penis. straddle injury. 3. yaitu melihat striktur uretra transuretra. (Purnomo. 2008).skrotum. Anamnesis yang lengkap (uretritis. menggigil. 5. Palpasi: teraba jaringan parut sepanjang perjalanan uretra anterior. muara fistula bila dipijit mengeluarkan getah/nanah 4. 2010). Untuk melihat kebuntuan uretra secara langsung dilakukan melalui uretroskopi. penggunaan kateter uretra. Frekuensi kencing meningkat dan nyeri saat buang air kecil dapat muncul sebagai tanda awal striktur. Area striktur mungkin dapat diraba.pembengkakan serta fistula di daerah penis. berupa massa yang kaku disepanjang uretra. instrumentasi pada uretra. (Daryanto. 12 . 4. fistula uretrokutan dapat juga ditemukan. Lebih lengkap lagi dibuat foto bipolar sisto-uretrografi untuk mengetahui panjang striktur. 6.

Businasi (dilatasi) dengan busi logam yang dilakukan secara hati hati. yaitu memotong jaringan sikatriks uretra dengan pisau Otis/Sachse. 3. 2. Tindakan ini dapat menimbulkan salah jalan (false route). Tindakan yang kasar tambah akan merusak uretra sehingga menimbulkan luka baru yang pada akhirnya menimbulkan striktur lagi yang lebih berat. 4. Jika pasien datang karena retensi urine.G. secepatnya dilakukan sistostomi suprapubik untuk mengeluarkan urine. 2010). panjang/pendeknya striktur. Uretrotomi eksterna. 13 . Otis dikerjakan bila belum terjadi striktur uretra total. Lamina propria yang tipis dan kaya akan vaskularisasi akan menghasilkan graft yang baik. Uretrotomi interna. insisi uretrotomy dibuat pada daerah striktur hingga uretra yang sehat di distal dan proximalnya. Mukosa buccal telah diketahui sebagai bahan yang paling efektif untuk urethroplasti substitusi. sedangkan pada striktur yang lebih berat. Ventral Buccal Mucosa Onlay Graft Pada teknik ini. Penatalaksanaan Penatalaksanaan striktur uretra tergantung pada lokasinya. Jaringan graft ditransfer pada defek dan dijahit pada lapisan uretra untuk mendapatkan uretra yang paten. pemotongan striktur dikerjakan secara visual dengan memakai pisau Sachse. Mukosa buccal memiliki epitel non keratin yang tebal yang membuatnya mudah diatur dan dijahit. serta keadaan darurat. Jika dijumpai abses periuretra dilakukan insisi dan pemberian antibiotika (Daryanto. Tindakan khusus yang dilakukan terhadap striktur uretra adalah: 1. kemudian dilakukan anastomosis di antara jaringan uretra yang masih sehat. adalah tindakan operasi terbuka berupa pemotongan jaringan fibrosis.

Gambar 3. Dilakukan insisi midline ventral penis. Pasien pada posisi supinasi. 14 . melewati daerah striktur hingga paling tidak 1 cm pada uretra yang sehat. Uretrotomy dilanjutkan ke arah proksimal. lokasi yang paling ideal adalah pada striktur uretra bulbar dengan panjang lebih dari 3 cm dan pada korpus spongiosum yang sehat. Pengambilan graft mukosa buccal Walaupun graft ini dapat dilakukan pada lokasi lain.

Kulit ditutup dengan jahitan interuptus kromik 4-0 dan stent uretra diletakkan pada daerah yang diperbaiki dan dijahitkan ke glans penis.Gambar 4. Ventral Buccal Mucosa Onlay Graft Graft dari mukosa buccal dijahit pada mukosa uretra menggunakan jahitan interuptus. Digunakan kateter silikon yang lunak sebagai stent (Novick. Lapisan dalam dari glans dijahit dengan interuptus dan meatus uretra dijahit dengan interuptus dengan benang kromik. Fasia dartos dijahit melapisi graft dengan kromik no 4-0 atau 5-0 setiap 1 cm. 15 . 2006).

16 . Untuk mencegah terjadinya kekambuhan. sering kali pasien harus menjalani beberapa tindakan. Prognosis Striktur uretra kerap kali kambuh. antara lain dilatasi berkala dengan busi dan kateterisasi bersih mandiri berkala (KBMB) atau CIC ( clean intermitten catheterization). Setiap pasien kontrol berkala dilakukan pemeriksaan pancaran urine yang langsung dilihat oleh dokter atau dengan pemeriksaan uroflowmetri.H. sehingga pasien harus sering menjalani pemeriksaan yang teratur oleh dokter. yaitu pasien dianjurkan melakukan kateterisasi secara periodik pada waktu tertentu dengan kateter yang bersih (tidak perlu steril) (Daryanto. 2010). Penyakit ini dikatakan sembuh jika setelah dilakukan observasi selama 1 tahun tidak menunjukkan tanda-tanda kekambuhan.

4. trauma uretra atau kelainan kongenital 2. Striktur uretra adalah penyempitan atau penyumbatan dari lumen uretra sebagai akibat dari pembentukan jaringan fibrotik (jaringan parut pada uretra dan/atau pada daerah periuretra) karena infeksi. 5. Uretrotomi eksterna. Striktur urethra didapat (acquired stricture) umumnya terjadi pada pria dan jarang terjadi pada wanita 3.BAB III KESIMPULAN 1. Tindakan khusus yang dilakukan terhadap striktur uretra diantaranya Businasi (dilatasi). trauma pada uretra. Striktur uretra dapat terjadi karena infeksi. Proses radang akibat trauma atau infeksi pada uretra akan menyebabkan terbentuknya jaringan sikatrik pada uretra. Ventral Buccal Mucosa Onlay Graft 17 . Uretrotomi interna. dan kelainan bawaan.

Urethral Reconstructive Surgery in Current Clinical Urology. Ed 2. Basuki. Emil A. 17th edition. Operative Urology at The Cleveland Clinic. Dasar-dasar Urologi. Andrew. Smith's General Urology.Daftar Pustaka Brandes. 2008. McGrawHill : New York 18 . 2008. Jack W. Pedoman Diagnosis dan Terapi SMF Urologi. 2010. CV Sagung Seto : Jakarta Tanagho. 2006. 2008. Humana Press : New Jersey Daryanto. Steven B. Besut. Humana Press : New Jersey Purnomo. Lab Ilmu Bedah FK Universitas Brawijaya : Malang Novick. McAninch.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful