Laporan Pendahuluan Profesi KGD

AGUNG SUBIANTO

Kasus/Diagnosa Medis: HIPERTENSI HEART DISIASE Jenis Kasus : Trauma / Non Trauma Kasus ke :2

CATATAN KOREKSI PEMBIMBING

KOREKSI I

KOREKSI II

(……………………………………………… …………)

(………………………..……...……………… ………….)

dan seiring dengan berjalannya waktu hal ini dapat menyebabkan penebalan otot jantung. Definisi Penyakit Hipertensi heart disease (HHD) adalah istilah yang diterapkan untuk menyebutkan penyakit jantung secara keseluruhan. aritmia jantung. Penyakit jantung hipertensi adalah suatu penyakit yang berkaitan dengan dampak sekunder pada jantung karena hipertensi sistemik yang lama dan berkepanjangan B. Hypertensi Heart Disease adalah penyakit jantung hipertensif ditegakan bila diketahui ventikel. Karena jantung memompa darah melawan tekanan yang meningkat pada pembuluh darah yang meningkat. yang disebabkan karena peningkatan tekanan darah.Laporan Pendahuluan Profesi KGD 2012-2013 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN FALETEHAN SERANG PROGRAM STUDI PROFESI NERS Jl.232729 PROGRAM STUDI PROFESI NERS LAPORAN PENDAHULUAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT STIKes FALETEHAN A. fungsi –fungsi pompa ventrikel kiri selama hipertensi berhubungan erat dengan penyebab hipertropi dan terjadinya arterosklerosis koroner . pertahanan pembuluh perifer dan beban akhir ventrikel kiri. Faktor yang menentukan hipertensi ventrikel kiri adalah derajat dan lamanya peningkatan diastol.0254. dan penyakit jantung kronis. penyakit jantung koroner. Tekanan darah tinggi adalah faktor resiko utama bagi penyakit jantung dan stroke. mulai dari left ventricle hyperthrophy (LVH). kiri sebagai akibat langsung dari peningkatan bertahap-tahap. gejala gagal jantung akan makin terlihat. Tanpa terapi. ventrikel kiri membesar dan jumlah darah yang dipompa jantung setiap menitnya (cardiac output) berkurang. baik secara langsung maupun tidak langsung. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan penyakit jantung iskemik ( menurunnya suplai darah untuk otot jantung sehingga menyebabkan nyeri dada atau angina dan serangan jantung) dari peningkatan suplai oksigen yang dibutuhkan oleh otot jantung yang menebal. Etiologi Tekanan darah tinggi meningkatkan beban kerja jantung. . Pengaruh faktor genetik disini lebih jelas. Raya Cilegon KM 06 Pelamunan Kramatwatu Serang Banten Tlp/Fax.

karena penyakir berlanjut terus. Hal ini diperlihatkan sebagai penurunan secara menyeluruh fungsi pompa (penurunan fraksi ejeksi). Gangguan vaskular lainnya adalah epistaksis. Hal ini juga meningkatkan resiko seangan jantung dan stroke. oleh karena meningkatnya volume diastolik akhir. Deskripsi Patofisiologi ( Berdasarkan Kasus Kegawatdaruratan ) Penyulit utama pada penyakit jantung hipertensif adalah hipertrofi ventrikel kiri yang terjadi sebagai akibat langsung dari peningkatan bertahap tahanan pembuluh darah perifer dan beban akhir ventrikel kiri. dan akhirnya eksentrik. 3. hipertrofi yang terjadi adalah difus (konsentrik). Banyak keringat D. hipertrofi menjadi tak teratur. pandangan kabur karena perdarahan retina. peningkatan . 9. transient cerebral ischemic 8. hematuria. Sakit kepala 11. Rasio massa dan volume akhir diastolik ventrikel kiri meningkat tanpa perubahan yang berarti pada fungsi pompa efektif ventrikel kiri. Pengaruh beberapa faktor humoral seperti rangsangan simpatoadrenal yang meningkat dan peningkatan aktivasi system renin-angiotensin-aldosteron (RAA) belum diketahui. poliuria Kelemahan otot pada aldosteronisme primer. Faktor yang menentukan hipertrofi ventrikel kiri adalah derajat dan lamanya peningkatan diastole. 10. Edema pada kedua kaki atau perut. 7. 5. Penyakit jantung hipertensi adalah penyebab utama penyakit dan kematian akibat hipertensi. C. 2.Laporan Pendahuluan Profesi KGD 2012-2013 Tekanan darah tinggi juga berpenaruh terhadap penebalan dinding pembuluh darah yang akan mendorong terjadinya aterosklerosis (peningkatan kolesterol yang akan terakumulasi pada dinding pembuluh darah). Manifestasi Klinis 1. Fungsi pompa ventrikel kiri selama hipertensi berhubungan erat dengan penyebab hipertrofi dan terjadinya aterosklerosis primer1. mungkin sebagai penunjang saja. Palpitasi 12. Jantung berdebar-debar Pusing Cepat lelah Sesak napas Sakit dada kiri. akibat terbatasnya aliran darah koroner. 6. Pada stadium selanjutnya. Khas pada jantung dengan hipertrofi eksentrik menggambarkan berkurangnya rasio antara massa dan volume. 4. Polidipsia. Pada stadium permulaan hipertensi.

4. Kanker. Prevention. Ada 2 faktor utama penyebab penurunan cadangan aliran darah koroner. 2. hipertrofi yang meningkat mengakibatkan kurangnya kepadatan kepiler per unit otot jantung bila timbul hipertrofi eksentrik. Kategori Optimal Normal High Normal Hipertensi Grade 1 (ringan) Grade 2 (sedang) Grade 3 (berat) Grade 4 (sangat berat) Sistolik(mmHg) <120 120 – 129 130 – 139 140 – 159 160 – 179 180 – 209 >210 Diastolik(mmHg) <80 80 – 84 85 – 89 90 – 99 100 – 109 100 – 119 >120 F. meskipun tampak sebagai penyebab patologis yang utama dari gangguan aktifitas mekanik ventrikel kiri. yaitu bagian dari hipertrofi umum otot polos pembuluh darah resistensi arteriol (arteriolar resistance vessels) seluruh badan. Kemudian terjadi retensi garam dan air yang mengakibatkan berkurangnya compliance pembuluh-pembuluh ini dan mengakibatkan tahanan perifer. Pemeriksaan Diagnostik 1. 3. 2. Jadi. 1997) sebagai berikut : No 1. penebalan arteriol koroner. Detection and Treatment of High Blood Pressure “ (JNC – VI. 4. dll) Secara klinis derajat hipertensi dapat dikelompokkan sesuai dengan rekomendasi dari “ The Sixth Report of The Join National Committee. Jadi cadangan aliran darah koroner berkurang. 3. Hal-hal yang memperburuk fungsi mekanik ventrikel kiri berhubungan erat bila disertai dengan penyakit jantung koroner1.Laporan Pendahuluan Profesi KGD 2012-2013 tegangan dinding ventrikel pada saat sistol dan konsumsi oksigen otot jantung. Peningkatan jarak difusi antara kapiler dan serat otot yang hipertrofik menjadi factor utama pada stadium lanjut dari gambaran hemodinamik ini. tahanan pembuluh koroner juga meningkat. Tahapan / Grade/ Tingkatan Penyakit (contoh Gagal Jantung. faktor koroner pada hipertensi berkembang menjadi akibat penyakit. E. 2. Faktor Koroner walaupun tekanan perfusi koroner meningkat. yaitu: 1. CKD. Perubahan-perubahan hemodinamik sirkulasi koroner pada hipertensi berhubungan erat dengan derajat hipertrofi otot jantung. Jadwal rutin pemantauan tekanan darah Rontgen foto Pemeriksaan hematologi Pemeriksaan urinalisa .

Pemeriksaan Ekokardiografi Ekokardiografi adalah salah satu pemeriksaan penunjang yang akurat untuk memantau terjadinya hipertrofi ventrikel. 2) Hipertrofi yang difus (konsentrik) atau yang iregular eksentrik. 2. Gtila darah puasa f. Pemeriksaan kimia darah G.-protein. 3) Dilatasi ventrikel yang dapat merupakan tanda-tanda payah janiung. Elektrolit darah:Kalium d. Selain itu juga elektrolit untuk melihat kemungkinan adanya kelainan hormonal aldosteron. eritrosit. Kolesterol total Pemeriksaan laboratorium darah rutin yang diperlukan adalah hematokrit. Elektrokardiografi (EJG) 6. b. Perubahan-perubahan pada jantung akibat hipertensi yang dapat terlihat pada ekokardiogram adalah sebagai berikut : 1) Tanda-tanda hipersirkulasi pada stadium dini. Pemeriksaan laboratorium urinalisis juga diperlukan untuk melihat adanya kelainan pada ginjal. . serta tekanan akhir diastolik ventriksl kiri meningkat. Dengan ekokardiografi dapat diketahui apa yang terjadi pada jantung akibat kompensasi terhadap hipertensi dan perangainya dan dapat dipantau hasil pengobatan serta perjalanan penyakit jantung hipertensi. dan tanda-tanda iskemia miokard yang menyertai penyakit jantung hipertensi pada stadium lanjut. leukosit. Urinalisis. Pemeriksaan Elektrokardiogram a. ureum dan kreatinin.Laporan Pendahuluan Profesi KGD 2012-2013 5. Pemeriksaan Penunjang 1. Tampak tanda-tanda hipertrofi ventrikel kiri dan strain Gambaran EKG berikut dapat menampilkan berbagai bentuk abnormal. hipervolemia. dan. Pemeriksaan laboratorium awal meliputi: a. Ureum/kreatinin e. Hemoglobin/hematokrit c. dan silinder b. untuk menilai fungsi ginjal. Bukti pembesaran atrial kiri – broad P gelombang disayap rujukan menonjol dan lebar tertunda defleksi negatif dalam V1 3. sepert: hiperkinssis. hemodinamik kardiovaskuler. 4) Tanda-tanda iskemia seperti hipokinesis dan pada stadium lanjut adanya diskinetik juga dapat terlihat pada ekokardiogram.

dan memiliki efek negatif terhadap risiko penyakit kardiovsskuler. meningkatkan aktifitas renal-pressor (renin-angiotensin-aldosteron). a. misalnya reserpin. apekss jantung membesar ke kiri dan bawah. Aortic knob membesar dan menonjol disertai klasifikasi. H. Aorta ascenden dan descenden melebar dan berkelok (pemanjangan aorta/ elongasio aorta).(2) Untuk menurunkan tekanan darah dapat ditinaju 3 faktor fisiologis yaitu: 1) Menurukan isi cairan intravaskuler dan Na darah dengan diuretik. Menurunkan faktor resiko terhadap penyakit kardiovaskular semaksimal mungkin. Pada pokoknya hampir . Merangsang gangguan metabolisme le-mak. 2) menurunkan aktivitas susunan saraf simpatis dan respon kardiovakuler terhadap rangsangan adrenergik dengan obat dari golongan anti-simpatis dan 3) menurunkan tahanan perifer dengan obat vasodilator. dan penghambat beta adrenergik. Hipokalemia dapat menyebabkan timbulnya denyut ektopik meningkat. Menurunkan tekanan darah menjadi normal 2. gangguan metabolisme lemak dan akhirnya meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler. guanedril). Pada keadaan lanjut. Golongan anti-simpatis Obat golongan anti-simpatis bekerja mempengaruhi susunan saraf simpatis atau respon jantunp terhadap rangsangan simpatis. b.(1) Keadaan awal batas kiri bawah jantung menjadi bulat karena hipertrofi konsentrik ventrikel kiri. baik pada waktu istirahat maupun berolahraga. Golongan yang bekerja sentral. Terapi Farmakologis Pengobatan ditujukan selain pada tekanan darah juga pada komplikasi-komplikasi yang terjadi yaitu dengan: 1. Maningkatkan resiko kematian mendadak. Mengurangi morbiditas dan mortalitas terhadap penyakit kardiovaskuler 4. Meningkatkan aktifitas susunan saraf sim-patis. alfa metildepa. Gangguan toleransi glukosa. Mengobati payah jantung karena hipertensi 3. Pemeriksaan Radiologi Pada gambar rontgen torak posisi postero-anterior terlihat pembesaran jantung ke kiri. menyebabkan vasokonstriksi. Golongan yang bekerja perifer yaitu penghambat ganglion (guanetidin. penghambat alfa (prazosin). klonidin dan guanabenz.Laporan Pendahuluan Profesi KGD 2012-2013 4. Diuretik Cara kerja diuretik adalah dengan menurunkan cairan intravaskuler. meningkatkan irama jantung. meningkatkan tahanan perifer (after-load) dan rangsangan otot jantung. elongasi aorta pada hipertensi yang kronis dan tanda-tanda bendungan pembuluh paru pada stadium payah jantung hipertensi.

walaupun cara kerja yang pasti belum diketahui.(2) I. b. Circulation 1) Kaji heart rate dan ritme. gangguan metabolisme lemak dan menyebabkan progresifitas hipertrofi ventrikel. Pada penelitian Framingham. Breathing 1) Kaji saturasi oksigen dengan menggunakan pulse oximeter.Laporan Pendahuluan Profesi KGD 2012-2013 semua obat anti-simpatic mempengaruhi metabolisme lemak. prazosin. Sedangkan golongan yang tak lanysung tidak meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler. Vasodilator Ada 2 golongan yaitu yang bekerja langsung seperti hidralazin dan minoksidil dan yang bekerja tidak langsung seperti penghambat ACE (kaptopril. antagonis kalsium. Pengakajian primer a. kemungkinan terdengan suara gallop 2) Kaji peningkatan JVP . Berbagai penelitian menyatakan bahwa penghambat ACE dapat meregresi hipartrofi ventrikel kiri. untuk mempertahankan saturasi >92%. Pemeriksaan fisik ( Berdasarkan ABCD / Kasus Kegwatdaruratan) 1. 2) Berikan oksigen dengan aliran tinggi melalui non re-breath mask. enalapril). kolesterol total 200 mg/dl didapat pada lebih dari 50 persen pasien hipertensi. Airway 1) Yakinkan kepatenan jalan napas 2) Berikan alat bantu napas jika perlu (guedel atau nasopharyngeal) 3) Jika terjadi penurunan fungsi pernapasan segera kontak ahli anestesi dan bawa segera mungkin ke ICU. Goicngan yang bekerja langsung mempunyai efek samping meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler dengan meningkatkan pelepasan katekolamin. 3) Pertimbangkan untuk mendapatkan pernapasan dengan menggunakan bag-valvemask ventilation 4) Lakukan pemeriksaan gas darah arterial untuk mengkaji PaO2 dan PaCO2 5) Kaji jumlah pernapasan / Auskultasi pernapasan 6) Lakukan pemeriksan system pernapasan 7) Dengarkan adanya bunyi krakles / Mengi yang mengindikasikan kongesti paru c. jangan sampai meningkatkan faktor risiko lain dari penyakit kardiovaskuler.(2) c. Oleh karena itu harus hati-hati memilih obat golongan ini.

b. Nyeri abdomen. Adanya edema. arteroklerosis. letih. Sakit kepala. Tanda : Kenaikan tekanan darah. perubahan irama jantung takipnea. Perubahan berat badan. . katup dan penyakit serebrovaskuler epide talpasi. lemak dan kolesterol. Nyeri / Ketidaknyamanan Gejala : Angina. Neurosensoris Gejala : . Sirkulasi Gejala : riwayat hipertensi. Pengkajian sekunder a. Mual. kekuatan otot e. muntah. Gangguan penglihatan. nafas pendek Tanda : Frekuensi jantung meningkat.Keluhan pusing. Disabelity PemeriksaanEKG mungkin menunjukan: 1) Sinus tachikardi 2) Adanya Suara terdengar jelas pada S4 dan S3 3) Right bundle branch block (RBBB) 4) Right axis deviation (RAD) 5) Lakukan IV akses dekstrose 5% 6) Pasang Kateter 2.Laporan Pendahuluan Profesi KGD 2012-2013 3) Monitoring tekanan darah d. Hipertensi postural c. Eliminasi Gejala : Makanan yang disukai yang dapat mencakup makanan tinggi garam. Obesitas. penyakit jantung kroner. Aktivitas / Istirahat Gejala : Kelemahan. d.

Patoflow .Laporan Pendahuluan Profesi KGD 2012-2013 J.

Kulit dingin dan lembab .Orthopnea .Penurunan kapasitas vital .Laporan Pendahuluan Profesi KGD 2012-2013 K. bradikardia . kaplari refill lambat .Dyspnea .Nafas pendek/ sesak nafas .Peningkatan/penurunan JVP .Nafas pendek DO: .Batuk.Oliguria.Penurunan tekanan inspirasi/ekspirasi .Palpitasi. takikardia. Analisa Data Data DO/DS: .Kelelahan .Pernafasan pursed-lip . bunyi jantung S3/S4 . oedem .Penurunan denyut nadi perifer .Perubahan warna kulit .Penurunan pertukaran udara per menit .Distensi vena jugularis .Aritmia.Respirasi: < 11 – >24 x /mnt Pola nafas tidak efektif .Menggunakan otot pernafasan tambahan .Kecemasan Etiologi Masalah Penurunan curah jantung DS: .Tahap ekspirasi berlangsung sangat lama .

Perubahan reaksi pupil .AGD abnormal .Distensi abdominal .Nyeri .Oliguria/ anuria .Nyeri dada . Gangguan Pertukaran gas Berhubungan dengan : ketidakseimbangan perfusi ventilasi.Aritmia . Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan suplay o2 menurun .Kelemahan atau paralisis ekstrermitas .Perubahan perilaku . kehitaman) Hipoksemia hiperkarbia AGD abnormal pH arteri abnormal frekuensi dan kedalaman nafas abnormal Etiologi Masalah Gangguan pertukaran gas DS: . perubahan membran kapiler-alveolar c.Penggunaan otot-otot tambahan .Sesak nafas .Hematuria .Bronko spasme .Penigkatan rasio ureum kreatinin .Mual DO . b. Pola Nafas tidak efektif berhubungan dengan: Hiperventilasi.Kapilare refill > 3 dtk .perut . pre load dan afterload.Abnormalitas bicara .Laporan Pendahuluan Profesi KGD 2012-2013 Data DS: DO: o o o o o o o o o o o o o sakit kepala ketika bangun Dyspnoe Gangguan penglihatan Penurunan O2 dan peningkatan CO2 Takikardi Hiperkapnia Keletihan Iritabilitas Hypoxia kebingungan sianosis warna kulit abnormal (pucat.Gangguan status mental .Perubahan respon motorik .Warna kulit pucat .Retraksi dada . stroke volume.Pulsasi arterial tidak teraba Gangguan perfusi jaringan L. kontraktilitas jantung. Penurunan curah jantung b/d gangguan irama jantung. Diagnosa Keperawatan yang mungkin muncul dan Prioritas Diagnosa a. Penurunan energi/kelelahan d.Kesulitan menelan .Bising usus turun/ tidak ada .

dan kelembaban kulit Monitor sianosis perifer Monitor adanya cushing triad (tekanan nadi yang melebar. Cardiac care Cardiac Pump effectiveness Vital sign management  Circulation Status  Vital Sign Status  Tissue perfusion: perifer Setelah dilakukan asuhan penurunan kardiak output klien teratasi dengan kriteria hasil:  Tanda Vital dalam rentang normal (Tekanan darah. nitrogliserin dan vasodilator untuk mempertahankan kontraktilitas jantung Kelola pemberian antikoagulan untuk mencegah trombus perifer Minimalkan stress lingkungan Hasil (NOC) 1 Penurunan curah jantung b/d gangguan irama jantung. duduk. bradikardi. atau berdiri Auskultasi TD pada kedua lengan dan bandingkan Monitor TD. sebelum. dan RR Monitor VS saat pasien berbaring. tekipneu dan ortopneu Anjurkan untuk menurunkan stress Monitor TD. nadi. kontraktilitas jantung. selama. peningkatan sistolik) Identifikasi penyebab dari perubahan vital sign Jelaskan pada pasien tujuan dari pemberian oksigen Sediakan informasi untuk mengurangi stress Kelola pemberian obat anti aritmia. inotropik. fatigue. dan setelah aktivitas Monitor jumlah. bunyi dan irama jantung Monitor frekuensi dan irama pernapasan Monitor pola pernapasan abnormal Monitor suhu. suhu.Laporan Pendahuluan Profesi KGD RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN No Diagnosa Keperawatan Perencanaan Tujuan  dan Kriteria Intervensi (NIC DOMAIN) 2012-2013 Aktivitas (NIC)                           Evaluasi adanya nyeri dada Catat adanya disritmia jantung Catat adanya tanda dan gejala penurunan cardiac putput Monitor status pernafasan yang menandakan gagal jantung Monitor balance cairan Monitor respon pasien terhadap efek pengobatan antiaritmia Atur periode latihan dan istirahat untuk menghindari kelelahan Monitor toleransi aktivitas pasien Monitor adanya dyspneu. stroke volume. dan tidak ada asites  Tidak ada penurunan kesadaran  AGD dalam batas normal  Tidak ada distensi vena leher  Warna kulit normal  . tidak ada kelelahan  Tidak ada edema paru. Nadi. warna. respirasi)  Dapat mentoleransi aktivitas. nadi. RR. pre load dan afterload. perifer.

Laporan Pendahuluan Profesi KGD No Diagnosa Keperawatan Perencanaan Tujuan dan Kriteria Intervensi (NIC DOMAIN) Airway management Terapi oksigen Vital sign management 2012-2013 Aktivitas (NIC)                  Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi Pasang mayo bila perlu Lakukan fisioterapi dada jika perlu Keluarkan sekret dengan batuk atau suction Auskultasi suara nafas. pernafasan) . hidung dan secret trakea Pertahankan jalan nafas yang paten Observasi adanya tanda tanda hipoventilasi Monitor adanya kecemasan pasien terhadap oksigenasi Monitor vital sign Informasikan pada pasien dan keluarga tentang tehnik relaksasi untuk memperbaiki pola nafas.. Ajarkan bagaimana batuk efektif Monitor pola nafas Hasil (NOC) 2 Pola Nafas tidak efektif berhubungan dengan: Hiperventilasi. catat adanya suara tambahan Berikan bronkodilator : -…………………. nadi. dibuktikan dengan kriteria hasil:  Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang bersih. tidak ada suara nafas abnormal) Tanda Tanda vital dalam rentang normal (tekanan darah. ……………………. frekuensi pernafasan dalam rentang normal. tidakada pursed lips)  Menunjukkan jalan nafas yang paten (klien tidak merasa tercekik. Penurunan energi/kelelahan NOC:  Respiratory status : Ventilation  Respiratory status : Airway patency  Vital sign Status Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ……….. irama nafas. Monitor respirasi dan status O2 Bersihkan mulut.pasien menunjukkan keefektifan pola nafas. mampu bernafas dg mudah. tidak ada sianosis dan dyspneu (mampu mengeluarkan sputum. Berikan pelembab udara Kassa basah NaCl Lembab Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan.

cheyne stokes. mampu bernafas dengan mudah.Laporan Pendahuluan Profesi KGD No Diagnosa Keperawatan Perencanaan Tujuan dan Kriteria Intervensi (NIC DOMAIN) 2012-2013 Aktivitas (NIC)       Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi Pasang mayo bila perlu Lakukan fisioterapi dada jika perlu Keluarkan sekret dengan batuk atau suction Auskultasi suara nafas.  Monitor respirasi dan status O2  Catat pergerakan dada. biot  Auskultasi suara nafas. Suction. catat adanya suara tambahan Berikan bronkodilator . tidak ada sianosis dan dyspneu (mampu mengeluarkan sputum. Elektrolit  Respiratory Status : ventilation  Vital Sign Status Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama …. tidak ada pursed lips)  Tanda tanda vital dalam rentang normal  AGD dalam batas normal Status neurologis dalam batas normal . AGD. takipenia. kussmaul. Gangguan pertukaran pasien teratasi dengan kriteria hasi:  Mendemonstrasikan peningkatan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat  Memelihara kebersihan paru paru dan bebas dari tanda tanda distress pernafasan  Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang bersih. hiperventilasi. catat area penurunan / tidak adanya ventilasi dan suara tambahan  Monitor TTV. irama dan denyut jantung Hasil (NOC) 3 Gangguan Pertukaran gas Berhubungan dengan : ketidakseimbangan perfusi ventilasi. retraksi otot supraclavicular dan intercostal  Monitor suara nafas.  Barikan pelembab udara  Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan. perubahan membran kapileralveolar  Respiratory Status : Gas exchange  Keseimbangan asam Basa.amati kesimetrisan. seperti dengkur  Monitor pola nafas : bradipena. jumlah. penggunaan otot tambahan. -…………………. elektrolit dan ststus mental  Observasi sianosis khususnya membran mukosa  Jelaskan pada pasien dan keluarga tentang persiapan tindakan dan tujuan penggunaan alat tambahan (O2. -…………………. Inhalasi) Auskultasi bunyi jantung.

vasodilator dan diuretik. nitrogliserin. kolesterol dan lemak Kelola pemberian obat-obat: analgesik. PTT dan AT Monitor elektrolit (potassium dan magnesium) Monitor status cairan Evaluasi oedem perifer dan denyut nadi Monitor peningkatan kelelahan dan kecemasan Instruksikan pada pasien untuk tidak mengejan selama BAB Jelaskan pembatasan intake kafein. jaringan periferal berhubungan  Vital Sign Statusl dengan suplay Setelah dilakukan asuhan selama………ketidakefektifan o2 menurun perfusi jaringan kardiopulmonal teratasi dengan kriteria hasil:  Tekanan systole dan diastole dalam rentang yang diharapkan  CVP dalam batas normal  Nadi perifer kuat dan simetris  Tidak ada oedem perifer dan asites  Denyut jantung. sodium. intensitas dan faktor-faktor presipitasi) Observasi perubahan ECG Auskultasi suara jantung dan paru Monitor irama dan jumlah denyut jantung Monitor angka PT. ejeksi fraksi dalam batas normal  Bunyi jantung abnormal tidak ada  Nyeri dada tidak ada Kelelahan yang ekstrim tidak . kontrol stimulasi lingkungan) Hasil (NOC) 4  Cardiac pump Effectiveness Gangguan  Circulation status perfusi  Tissue Prefusion : cardiac. Tingkatkan istirahat (batasi pengunjung. AGD.Laporan Pendahuluan Profesi KGD No Diagnosa Keperawatan Perencanaan Tujuan dan Kriteria Intervensi (NIC DOMAIN) 2012-2013 Aktivitas (NIC)              Monitor nyeri dada (durasi. anti koagulan.

C Suzanne dan Bare.dkk.Jakarta:EGC Rilantono.2001.Kapita Selekta kedokteran .L.Buku ajar Keperawatan Medikal Bedah.2.1999.Buku Ajar Kardiologi.vol.Marlynn.2002. jilid I.Laporan Pendahuluan Profesi KGD Daftar Pustaka 2012-2013 Dongoes.com .Ed-3.dkk.Rencana Asuhan Keperawatan.Jakarta:EGC Mansjoer.arif.Ed8.dkk.Jakarta:Universitas Indonesia Smeltzer.Ed-3.emedicine.E.Jakarta:FKUI Media Aesculapius www.Brenda G.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful