Anda di halaman 1dari 6

BAB III METODOLOGI 3.1 Alat,Bahan dan Fungsinya 3.1.1Alat 1.

Pinset : untuk mengambil benang sari dari tanaman betina 2. Kamera : sebagai alat dokumentasi 3. Gunting : untuk proses Emaskulasi dan Kastrasi (Jika dibutuhkan) 4. Benang : untuk mengikat kertas Mika ke tanaman Tomat 5. Mika : sebagai tanda tanaman yang di hibridisasi 6. Kertas Sungkup : Untuk membungkus tumbuhan yang sudah dipolinasi agar tidak diserbuki tanaman lain 7. Spidol : untuk menulis 8. Staples : Untuk menutup kertas sungkup 3.1.2Bahan 1. Tomat Varietas HSB : sebagai tetua Betina 2. Tomat Varietas HSL : sebagai tetua Jantan 3.2 Waktu dan Tempat Praktikum Waktu yang kami lakukan pada saat praktikum hibridisasi pada tanaman Tomat yaitu pada Hari Jumat 3 Mei 2013 pukul 06.00 am di Lahan praktikum Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.

3.3 Alur Kerja Mempersiapan alat dan bahan untuk persilangan

Menentukan tetua betina dan tetua jantan

Emaskulasi

Polinasi

Dokumentasi

Mengontrol hasil persilangan

Melihat hasil

Membuat laporan

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil 4.1.1 pengamatan hasil hibridisasi (keberhasilandankegagalan) 1. A. CiriTanamanBerdasarkanPerkembangbiakanTanaman Bungatanamantomatberwarnakuningdantersusundalamdompolandenganjumlah 5-10 bunga per dompolanatautergantungdarivarietasnya.Kuntumbungaterdiridarilimahelaidaunkelopakdan lima helaimahkota. Padaserbuk sari bungaterdapatkantong yang letaknyamenjadisatudanmembentukbumbung yang mengelilingitangkaikepalaputik.Bungatomatdapatmelakukanpenyerbukansendirikarenatipebunga nyaberumahsatu.Meskipundemikiantidakmenutupkemungkinanterjadipenyerbukansilang (WiryantadalamSaragih, 2008). 1. B. PerkembanganBunga Dari KuncupSampaiMekardanSiapDisilangkan

MenurutHartati (2000), tanamantomatmulaiberbungaketikamemasukiumur 18-25 harisetelahtanam. Umurberbungapadasetiapvarietastanamantomatberbedabeda.Dalamperkembangannya proses pembungaanmemilikibeberapatahapan, yaitu : 1. Induksibunga Tahappertamadari proses pembungaanketika meristem vegetatif deprogram untukmulaiberubahmenjadisistemreproduktif. Peristiwainiterjadi di dalamseldandapatdideteksisecarakimiawidaripeningkatansintesisasamnukleatdan protein yang dibutuhkandalamdiferensiasidanpembelahan sel. 1. Inisiasibunga Tahapketikaperubahanmorfologismenjadibentukkuncupreproduktifmulaidapatterdeteksisecarama kroskopisuntukpertamakalinya.Inisiasidanpembungaanberkaitandengansifattumbuhannya yang jugadipengaruhiolehiklim. 1. Perkembangankuncupbungamenujuanthesis ( bungamekar) Ditandaidenganterjadinyadiferensiasibagian-bagianbunga.Padatahapiniterjadi proses megasporogenesisdanmikrosporogenesisuntukpenyempurnaandanpematangan organ-organ reproduksijantandanbetina. 1. Anthesis Tahapketikaterjadipemekaranbunga.Biasanyaanthesisterjadibersamaandenganmasaknya organ reproduksi. Ada kalanya organ reproduksimasaksebelumanthesisataubahkanjauh setelahterjadinyaanthesis (Anonymous, 2009). 1. C. TujuanDilakukanPersilangan

Beberapatujuandilakukanpersilanganpadatanamantomatadalah : 1. Mendapatkanvaritasbaru 2. Potensihasiltinggi 3. Umurpanenrelatifpendek 4. Dayasimpan lama 5. Toleranterhadappenyakitlayubakteri (Astarini, 2009) 6. D. Cara PemilihanTetua

Pilihtomat yang memilikiwarnaberbeda, misalnyamerahdankuning.Jikagalurmurni, variasiwarnaakantampakpada F2. Selainvariasiwarnamungkintimbulvariasikarakter lain (Astarini, 2009)

1. E.

Waktu Yang TepatUntukMelakukanEmaskulasidanPolinasi 1. Emaskulasi

Dilakukanseharisebelumpenyerbukan agar putikmenjadimasaksempurnasaatpenyerbukansehinggakeberhasilanpenyilanganlebuhtinggi.Wakt u yang baikmelakukanemaskulasiadalahsetelahpukul 3 sore.Stadia bunga yang baikdiemaskulasiadalahpadasaatujungbenang sari beradapadapertengahanbunga (Anonymous, 2009). 1. Polinasi Waktupolinasi yang baiksekitar jam 6-9 pagi, karenapadasaatitukondisilingkunganmendukung. Kondisiputikdanserbuk sari masihbaik.Jika, polinasidilakukansianghari, putik mongering sehinggaterjadipembuahan, kalaupunberbuahkualitasnyatidakmaksimal (Anonymous, 2009). 1. F. TeknikPersilanganTanamanMenyerbukSendiri/Silang

MenurutAstarini (2009), beberapalangkah yang harusdilakukanuntukmelakukanpersilanganpadatanamantomatadalahsebagaiberikut : 1. Tanambenihdalambaris 2. Segera setelah bunga mekar, emaskulasi stamen dari tetua betina. Stamen menempel pada petal, jadi untuk mudahnya, cabut petalnya, lalu bungkus betina. 3. Calon tetua jantan juga harus ditutup, untuk mencegah kontaminasi polen lain. 4. Jika bunga jantan telah membuka sempurna, segera lakukan persilangan dengan cara mengusap anther ke stigma. 5. Tutup bunga yang baru diserbuki, beri label, catat pada buku. Gambar 1.Bagianreproduksibungatomat Gambar 2.Bunga tomat yang sudah diemaskulasi, dipolinasi dan dilabeli

Berdasarkanhasilpraktikum yang telahdilakukandenganmenggunakantanamantomat, kegiatanawaladalahmelakukanpenanamanvarietas Filipina. Gambar 1.Penanaman Setelahtanamancukupumurperludilakukanpengamatanbungauntukmenentukanbunga yang akandisilangkan. Penentuanjugaharusdilakukanterhadapbunga yang akandijadikantetuajantandantetuabetina. Padatetuabetinadilakukanemaskulasi (pembuanganbenang sari untukmenghindaripenyerbukansendiri. Gambar 2.Emaskulasi Emaskulasidilakukanpada sore hari, danesokpagiharidilakukanpolinasi.Kegiatanpolinasidilakukanpagihari agar serbuk sari daritetuajantanmatang.Setelahpolinasidilakukan, bungaharusditutupdengan plastic untukmenghindaripenyerbukandariserbuk sari bunga lain. Setelahditutupkemudiandiberi label denganisiwaktupolinasi, tetuajantan, dantetuabetina. Kegiatanselanjutnyaadalahpengamatanterhadapperkembanganbunga. Gambar 3.Bunga yang telahdisilangkan Gambar 4.Bunga yang telahberkembangjadibuah 4.2 Pembahasan Dari hasil praktikum Hibridisasi yang dilaksanakan pada hari jumat 3 Mei 2013 pukul 06.00 am di lahan Budidaya Pertanian, Proses hibridisasi yang dilaksanakan menggunakan tetua Betina varietas HSB disilangkan dengan tetua Jantan varietas HSL berhasil melakukan penyerbukan, yang ditandai dengan adanya Putik dan Mahkota yang rontok, Bakal Biji yang semakin membesar atau memanjang, serta keadaan tangkai yang tidak layu. Proses Hibridisasi yang berhasil tersebut tidak lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi proses Hibridisasi yaitu pemilihan tanaman (tetua), Pengetahuan tentang morfologi dan metode reproduksi tanaman, Waktu tanaman berbunga (waktu bunga mekar), Keadaan cuaca saat penyerbukan, serta pengaruh yang paling penting yaitu Pelaksana atau orang yang melakukan proses Hibridisasi.

BAB V. KESIMPULAN 5.1 Kesimpulan 1. Persilangan diawali dengan pemilihan tetua jantan dan betina. Kemudian dimulai dengan mengemaskulasi bunga yaitu pengambilan serbuk sari pada bagian bunga. 2. Bunga tomat dapat melakukan penyerbukan sendiri karena tipe bunganya berumah satu. 3. Tujuan dilakukan persilangan adalah sebagai berikut : Mendapatkan varitas baru Potensi hasil tinggi Umur panen relatif pendek Daya simpan lama Toleran terhadap penyakit layu baktere

4. Berdasrkan hasil persilangan yang telah dilakukan, tidak diperoleh perbaikan dari varietas yang digunakan karena persilangan yang dilakukan adalah berasal dari satu varietas yang sama. 5. mengemaskulasi bunga yaitu pengambilan serbuk sari pada bagian bunga jantan. 6. Teknik hibridisasi sangat tergantung pada sifat bunga dan tingkat pemasakan sel-sel kelamin. 7. Keberhasilan hibridisasi disebabkan karena pemilihan tetua yang tepat. 8. Bunga dapat dibedakan berdasarkan ciri morfologinya 9. Berdasarkan kelengkapan bagian bunga dapat diklasifikasikan atas dua macam yaitu bunga lengkap dan bunga tak lengkap. 10. Dari perbedaan proses morfologi dapat terjadi perbedaan proses penyerbukan.