Anda di halaman 1dari 21

HIDROKEL PADA ANAK

Dika Astriana Koswara 030.07.067 Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti RSUD Kota Bekasi

Pendahuluan

Hidrokel merupakan pembengkakan pada skrotum akibat terkumpulnya cairan serous abnormal di antara lapisan parietalis dan viseralis tunika vaginalis
Pada orang dewasa, hidrokel dapat terjadi secara idiopatik ( primer ) dan sekunder. Penyebab sekunder terjadi karena didapatkan kelaina pada testis atau epididimis yang menyebabkan terganggunya sistem sekresi atau reabsorbsi cairan di kantong hidrokel

Embriologi dan Proses penurunan testis


Testis mulai terbentuk pada usia kehamilan minggu ke 7
Penurunan testis dimulai sekitar minggu ke 10
Fase transabdominal
Terjadi antara minggu ke 10 15 kehamilan. Pada bulan ke 3 kehamilan terbentuk processus vaginalis yang secara bertahap berkembang ke arah scrotum

Fase inguinoscrotal
Terjadi mulai bulan ke 7 atau minggu ke 28 sampai minggu ke 35 kehamilan. Testis mengalami penurunan dari regio inguinal ke dalam skrotum di bawah pengaruh hormon androgen

Faktor mekanik yang berperan:


Penigkatan tekanan abdominal menyebabkan testis keluar dari cavum abdomen, terbentuknya ujung processus vaginalis melalui canalis inguinalis menuju scrotum

Proses penurunan testis masih bisa berlangsung sampai bayi usia 9-12 bulan

Anatomi

Definisi
Pembengkakan yang terjadi pada skrotum akibat penumpukan cairan berbatas tegas yang berlebihan diantara lapisan parietalis dan viseralis tunika vaginalis

Kondisi ini dapat timbul saat lahir atau didapat saat dewasa dan dapat mengenai satu skrotum atau keduanya
Normalnya : terdapat cairan di dalam rongga : terdapat keseimbangan antara produksi dan reabsorbsi oleh sistem limfatik di sekitarnya

Epidemiologi
Insidensi hidrokel adalam 10 - 20 per 1000 kelahiran hidup dan lebih sering terjadi pada bayi premature

Etiologi

Pada bayi :
Belum sempurnanya penutupan prosessus vaginalis daerah skrotum Belum sempurnanya sistem limfatik di daerah skrotum

Orang dewasa :
Idiopatik Kelainan pada testis / epididimis : Suatu tumor, infeksi, atau trauma

Patofisiologi
Tidak menutupnya rongga peritoneum dengan processus vaginalis

Terbentuk rongga antara tunika vaginalis dengan cavum peritoneal

Akumulasi cairan berlebihan di scrotum

HIDROKEL

JENIS JENIS HIDROKEL

Jenis jenis Hidrokel


1. Hidrokel komunikan

terdapat hubungan antara processus vaginalis dengan rongga peritoneum sehingga processus vaginalis dapat terisi cairan peritoneum

Jenis jenis Hidrokel


2. Hidrokel non komunikan (testis) kantong hidrokel seolah olah mengelilingi testis sehingga testis tidak dapat diraba. besarnya kantong hidrokel tidak berubah ubah sepanjang hari

Jenis jenis Hidrokel


3. Hidrokel funikulus Kantong hidrokel berada di funikulus yaitu tebelah cranial dari testis, sehingga pada palpasi, testis dapat diraba dan berada di luar kantong hidrokel

PEMERIKSAAN FISIK
Inspeksi
Pemeriksaan dilakukan pada posisi berbaring dan berdiri
Posisi berdiri : benjolan tampak jelas Baringkan pasien dengan posisi supine Posisi berbaring : tonjolan mengecil : dipikirkan hidrokel komunikan atau hernia

Palpasi
Terasa adanya fluktuasi relatif kenyal atau lunak, permukaan biasanya halus teraba seperti balon berisi air

Auskultasi
Bising usus ( - )

Pemeriksaan Penunjang
Transiluminasi
Transmisi cahaya sebagai bayangan merah menunjukan rongga yang mengandung cairan serosa : hidrokel Struktur vaskuler, tumor, darah, hernia dan testis normal : tidak dapat ditembus sinar

Ultrasonografi

Diagnosis Banding
1. Hernia skrotalis 2. Varikokel 3. Torsi testis 4. Hematokel

Penatalaksanaan
Pada bayi :
tunggu hingga usia 1 tahun :
dengan harapan processus vaginalis menutup Cairan dalam rongga akan di reabsorbsi Hidrokel sembuh sendiri

Jika hidrokel masih tetap ada atau bertambah besar perlu dipikirkan untuk dilakukan tindakan operasi

Penatalaksanaan
Operasi Hidrokelektomi Indikasi operasi perbaikan :
Gagal untuk hilang pada usia 1 tahun Rasa tidak nyaman terus menerus Pembesaran volume cairan hidrokel sehingga dapat menekan pembuluh darah Adanya infeksi sekunder

Hidrokelektomi
Suatu tindakan pembedahan untuk mengeluarkan cairan dan memotong sebagian tunika vaginalis Teknik operasi:
Pembiusan regional atau umum Posisi pasien terlentang ( supinasi) Desinfeksi lapangan pembedahan dengan larutan antiseptik

Lapangan pembedahan di persempit dengan linen steril


Insisi kulit pada raphe pada bagian skrotum paling menonjol lapis demi lapis sampai tampak tunika vaginalis Dilakukan preparasi tumpul untuk meluksir hidrokel Bila hidrokel besar sekali dilakukan aspirasi isi kantong terlebih dahulu Insisi bagian yang paling menonjol dari hidrokel, kemudian di lakukan:

Teknik Jaboulay : tunika vaginalis parietalis dimarsupialisasi dan bila di perlukan diplikasi dengan benang chromic cat gut
Teknik Lord : tunika vaginalis parietalis dieksisi dan tepinya diplikasi dengan benang chromic cat gut

Lupa operasi ditutup lapis demi lapis dengan benang chromic cat gut

Komplikasi
Komplikasi operasi
Komplikasi pasca bedah adalah perdarahan dan infeksi luka operasi

Komplikasi hidrokel
Kompresi pada peredaran darah testis Hidrokel besar mudah mengalami trauma dan dapat menekan pembuluh darah yang menuju ke testis sehingga dapat menimbulkan atrofi testis Perdaraha yang disebabkan karena trauma dan aspirasi Infeksi sekunder

Prognosis
Dengan terapi operasi angka rekurensi adalah 1%

Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai