Anda di halaman 1dari 42

PENGERTIAN-PENGERTIAN

1. Kejahatan terhadap kesusilaan: Adalah setiap perbuatan yang dilakukan oleh seseorang yang menimbulkan kepuasan seksual dan di sisi lain perbuatan tersebut mengganggu kehormatan orang lain. 2. Kejahatan seksual . Kepuasan seksual yang timbul diperoleh melalui persetubuhan

PENGERTIAN
PERSETUBUHAN ADALAH MASUKNYA PENIS KE DALAM VAGINA, SEBAGIAN ATAU SELURUHNYA, DENGAN ATAU TANPA EJAKULASI. SETIDAKNYA TELAH MELEWATI VESTIBULUM PERCABULAN ADALAH SETIAP PENYERANGAN SEKSUAL TANPA TERJADI PERSETUBUHAN

PENGERTIAN 2
PELAPORAN
DAPAT DILAKUKAN OLEH SIAPA SAJA PN WAJIB LAPOR BILA MENGETAHUI ADANYA TINDAK PIDANA WN BERHAK MELAPOR WN WAJIB LAPOR PERMUFAKATAN MAKAR

PENGADUAN
DILAKUKAN OLEH ORANG YANG MERASA DIRUGKAN DISERTAI PERMINTAAN UNTUK DILAKUKAN PENUNTUTAN

ASPEK HUKUM
KUHP
PASAL 284 297

UU NO 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK


PASAL 81, 82, 83 DAN 88

TREND PERKEMBANGAN UU DI BIDANG KEJAHATAN SEKSUAL

PS 284 KUHP
1) Diancam dengan pidana penjara paling lama 9 tahun 1a. Seorang pria telah kawin yang melakukan jinah, padahal diketahui, bahwa pasal 27 BW berlaku baginya. b. Seorang wanita telah kawin yang melakukan jinah, padahal diketahui, bahwa pasal 27 BW berlaku baginya.

PS 284 KUHP
PERZINAHAN SALAH SATU ATAU KEDUANYA TELAH MENIKAH DG ORANG LAIN BERHUBUNGAN SEKSUAL, KONSENSUAL DELIK ADUAN, DALAM 3 BULAN HARUS DISUSUL DENGAN UPAYA CERAI PIDANA MAKS 9 BULAN, UNTUK KEDUA PIHAK

PASAL 285 KUHP


Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan diancam karena melakukan perkosaan, dengan pidana penjara paling lama 12 tahun

PASAL 285 KUHP


PERKOSAAN LAKI-LAKI MENYETUBUHI PEREMPUAN BUKAN ISTERINYA, DENGAN KEKERASAN ATAU ANCAMAN KEKERASAN PIDANA MAKS 12 TAHUN MEMBUAT TIDAK BERDAYA SESEORANG TERMASUK KEKERASAN (PS 89 KUHP) USIA KORBAN TIDAK RELEVAN

TREND HUKUM
PERKOSAAN : PERSETUBUHAN TIDAK HANYA PENIS KE VAGINA, TETAPI JUGA KE ORAL, ANAL DAN JUGA MASUKNYA BENDA ASING KE VAGINA, ANAL, ORAL BUKAN HANYA KEKERASAN DAN ANCAMAN KEKERASAN, TETAPI YG PENTING TANPA PERSETUJUANNYA JUGA DI DALAM IKATAN PERKAWINAN
RAPE IS ANY PENETRATION TO ANY BODILY ORIFICES WITHOUT CONSENT

PASAL 286 KUHP


LAKI-LAKI MENYETUBUHI PEREMPUAN BUKAN ISTERINYA YG DIKETAHUINYA DALAM KEADAAN PINGSAN ATAU TIDAK BERDAYA PIDANA MAKS 9 TAHUN

PASAL 287 KUHP


PERSETUBUHAN DENGAN ANAK DI BAWAH UMUR LAKI-LAKI MENYETUBUHI PEREMPUAN BUKAN ISTERINYA, YG DIKETAHUI BELUM CUKUP 15 TAHUN, ATAU BELUM PANTAS DIKAWIN PIDANA MAKS 9 TAHUN DELIK ADUAN, KECUALI:
BELUM 12 TAHUN BERAKIBAT LUKA BERAT ATAU MATI (PS 291 KUHP) ANAK, ANAK ASUH DLL (PS 294 KUHP) TERHADAP BAWAHANNYA YG HARUS DIJAGANYA

PASAL 288 KUHP


LAKI-LAKI MENYETUBUHI PEREMPUAN ISTERINYA YG BELUM PANTAS DIKAWIN BILA BERAKIBAT
LUKA, PIDANA MAKS 4 TH LUKA BERAT, PIDANA MAKS 8 TH MATI, PIDANA MAKS 12 TH

UU NO 1/74 TTG PERKAWINAN MENSYARATKAN USIA KAWIN 16 TH UNTUK PEREMPUAN DAN 19 TH LAKI2

PASAL 289 KUHP


MELAKUKAN PERBUATAN CABUL DENGAN KEKERASAN ATAU ANCAMAN KEKERASAN PIDANA MAKS 9 TAHUN SERING DIGUNAKAN SEBAGAI TUNTUTAN SUBSIDER PADA PERKOSAAN YG PERSETUBUHANNYA TIDAK TERBUKTI

PASAL 290 KUHP


PENCABULAN TERHADAP
ORANG YG PINGSAN ATAU TIDAK BERDAYA ORANG YG BELUM CUKUP 15 TAHUN ATAU BELUM PANTAS DIKAWIN

MEMBUJUK ORANG BELUM 15 TAHUN ATAU BELUM PANTAS DIKAWIN UNTUK BERBUAT CABUL ATAU BERZINA DENGAN ORANG LAIN PIDANA MAKS 7 TAHUN

PASAL 292 KUHP


ORANG DEWASA MELAKUKAN PENCABULAN TERHADAP ANAK YG BELUM CUKUP UMUR, BERJENIS KELAMIN SAMA, PIDANA MAKS 5 TAHUN

PASAL 81 UU 23/2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK


DENGAN KEKERASAN ATAU ANCAMAN MEMAKSA ANAK (BELUM 18 TAHUN) BERSETUBUH DENGANNYA ATAU DENGAN ORANG LAIN PIDANA 3 15 TAHUN DAN DENDA Rp 60 JUTA - Rp 300 JUTA

PASAL 82 UU 23/2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK


DENGAN KEKERASAN ATAU ANCAMAN, TIPUAN, KEBOHONGAN, BUJUKAN, TERHADAP ANAK (BELUM 18 TAHUN) BERBUAT CABUL DENGANNYA ATAU DENGAN ORANG LAIN PIDANA 3 15 TAHUN DAN DENDA Rp 60 JUTA - Rp 300 JUTA

PEMBUKTIAN PERKOSAAN
BUKTI KEKERASAN :
FISIK, RACUN / OBAT

BUKTI PERSETUBUHAN
BUKTI PENETRASI BUKTI EJAKULASI :
SPERMA CAIRAN MANI

BUKTI LAIN BUKTI TENTANG PELAKU

TUJUAN PEMERIKSAAN
MEMASTIKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KORBAN / TERPERIKSA MEMBANTU PENYIDIK DALAM MENGUNGKAP KEJAHATAN MELALUI PEMBUKTIAN ILMIAH

ASPEK MEDIKOLEGAL
VISUM ET REPERTUM HANYA DIBUAT ATAS PERMINTAAN PENYIDIK
PEMERIKSAAN DAPAT DILAKUKAN SEBELUMNYA (TIDAK TERLALU LAMA) KETERANGAN HASIL PEMERIKSAAN DAPAT DIBERIKAN KEPADA KORBAN

HARUS ADA CHAPERONE (SAKSI PEMERIKSAAN, JENIS KELAMIN SAMA DENGAN KORBAN) HARUS ADA PERSETUJUAN PEMERIKSAAN BILA KORBAN TAK DIANTAR POLISI, PASTIKAN IDENTITAS DG CARA LAIN

INFORMED CONSENT
INFORMASI:
MANFAAT PEMERIKSAAN PROSEDUR YG AKAN DILAKUKAN PENYELIDIKAN LANJUTAN YG DIPERLUKAN DAN TUJUANNYA

CONSENT :
OLEH YBS ATAU KELUARGA TERDEKAT (proxy consent hanya boleh bila ybs tak mampu memberikannya)

FASILITAS
RUANG YANG MEMADAI PENCAHAYAAN MEMADAI CUCI TANGAN DAN TOILET PERALATAN MEDIS, WOUND DRESSING, KAMERA, DLL POLISI TIDAK BERADA DI DALAM PENDAMPING DIPERLUKAN BILA PEMERIKSA BERJENIS KELAMIN LAIN DENGAN TERPERIKSA

ANAMNESIS
RIWAYAT PERISTIWA
WHAT, WHEN, WHERE, HOW, WHO

PERLUKAAN PENYEBAB PERLUKAAN PENGOBATAN RIWAYAT SAKIT ATAU LUKA SEBELUMNYA

PAKAIAN
PERIKSA ADANYA BERCAK, KOTORAN, DEBU, PERIKSA ADANYA ROBEKAN KUMPULKAN BARANG BUKTI & TRACES BUKA PAKAIAN UNTUK PERIKSA TUBUH DOKUMENTASIKAN
DESKRIPSI TERTULIS PHOTOGRAPHIC

PEMERIKSAAN FISIK
COMPREHENSIVE ( HEAD - FEET ) PEMERIKSAAN UMUM:
KESADARAN, NADI, TENSI, BB, TB, GIZI, DLL JANTUNG, PARU, ABDOMEN, THT, MATA, ETC

PEMERIKSAAN KHUSUS:
PERLUKAAN NEUROLOGIS, RADIOLOGIS, LAB, ETC

DOKUMENTASI
DESKRIPSI HARUS TEPAT DAN GUNAKAN TERMINOLOGI YG BENAR GUNAKAN BAHASA YG DAPAT DIMENGERTI GUNAKAN DIAGRAM UNTUK MEMPERLIHATKAN POSISI FOTOGRAFI BILA DIPERLUKAN NILAI POLA PERLUKAANNYA

LABORATORY INVESTIGATION
AMBIL SAMPEL :
BAHANNYA BENAR CARA MENGAMBILNYA BENAR CARA MENGAWETKANNYA BENAR CARA MENGEMASNYA BENAR CARA MENGIRIMNYA BENAR CARA MENGINTERPRETASI HASIL BENAR

PERMINTAN PEMERIKSAAN BENAR

PENGAMBILAN BAHAN
SWAB: LARING BERCAK VULVA VAGINA, CERVIX, ANUS BILAS VAGINA BERCAK KUKU JARI TANGAN DARAH, URIN RAMBUT PUBIS LEPAS RAMBUT PUBIS CABUT PAKAIAN

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
TOKSIKOLOGI ADAKAH BAHAN MILIK PELAKU SWAB / BILASAN:
SPERMA FOSFATASE ASAM KRISTAL : BERBERIO, FLORENCE Zn DNA, SEROLOGI

PELAKU?
ABO & Se dan DNA :
SEL SPERMA RAMBUT, DLL

SATU ATAU LEBIH ? IDENTITAS PELAKU ?


KOMPARASI DNA MAHAL

JENIS DAN LOKASI CEDERA

PEMERIKSAAN LABORATORIUM KASUS KEJAHATAN SEKSUAL


1. Tes penyaring : cairan mani Metode fosfatase asam Nilai positif : apabila dengan penetesan reagensia FA terhadap bahan yang dicurigai terjadi perubahan warna menjadi violet/ungu dalam kurun waktu kurang dari 30 dtk. Metode visual, taktil/perabaan kaku seperti kanji, bau khas. Metode ultra-violet fluoresensi putih.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM KASUS KEJAHATAN SEKSUAL


2. Tes penentu cairan mani Metode berberio : Menentukan adanya spermin dalam cairan mani dengan reagensia larutan asam pikrat jenuh. Hasil positif : kristal spremin pikrat berwarna kekuningan berbentuk jarum dengan ujung tumpul.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM KASUS KEJAHATAN SEKSUAL


2. Tes penentu cairan mani Metode florence : Menentukan adanya kholin peryodida. Hasil positif : kristal kholin peryodida berwarna coklat berbentuk jarum dengan ujung terbelah. Metode puranen : Menentukan adanya spermin.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM KASUS KEJAHATAN SEKSUAL


2. Tes penentu spermatozoa Metode sediaan langsung Metode malascheet green Metode baecchi : Menentukan adanya spermatozoa pada serat benang

FAKTOR YG BERPERAN DLM UPAYA PEMBUKTIAN


Waktu pemeriksaan Keaslian barang bukti Teknik pemeriksaan KOORDINASI Hymen elastis Ukuran Penis A-Spermia ( mandul) Penetrasi Penis Kondom

PEMERIKSAAN FORENSIK
KORBAN : 1. Ada tidaknya tandatanda persetubuhan, 2. Ada tidaknya tandatanda kekerasan, 3. Perkiraan Umur, 4. Pantas dikawin. TSK / PELAKU : 1. Epithel dinding vagina, 2. PMS (penyakit menular seksual ), 3. Golongan Darah, 4. DNA

PEMERIKSAAN FORENSIK KORBAN PERKOSAAN


MGG 1 MGG 2 MGG 3 MGG ~

SPERMA AIR MANI


(As.Fosfatase) ROBEKAN HYMEN

H2 H3

P.M.S OBAT (NAZA) PERLUKAAN KEHAMILAN


STRES PASCA PERKOSAAN

H3

CONTOH KESIMPULAN VR KASUS KEJAHATAN THD KESUSILAAN (1)


PADA PEREMPUAN DEWASA YG BERUMUR +/- 25 THN INI DITEMUKAN LUKA-LUKA LECET DAN MEMAR AKIBAT KEKERASAN TUMPUL, ROBEKAN BARU SELAPUT DARA PD LOKASI PKL LIMA SESUAI DGN ARAH JARUM JAM. SELANJUTNYA DITEMUKAN SEL MANI(SPERMATOZOA)YG MSH BERGERAK DLM LIANG VAGINA SERTA ALKOHOL DLM DARAH SEBANYAK 50mg% PERSETUBUHAN DGN KEKERASAN PD PEREMPUAN INI BARU TERJADI (KURANG DARI 5 JAM YG LALU

CONTOH KESIMPULAN VR(2)


PADA ANAK PEREMPUAN YG BARU BERUMUR +/- 10 THN INI TDK DITEMUKAN SEL MANI DLM LIANG VAGINA, SELANJUTNYA DITEMUKAN ROBEKAN LAMA SELAPUT DARA PD LOKASI PUKUL ENAM SESUAI DGN ARAH JARUM JAM, DAN KUMAN GONOKOKUS TDK DITEMUKANNYA SEL MANI DAN ADANYA ROBEKAN PD SELAPUT DARA DAPAT TERJADI PD PERSETUBUHAN YG SDH LAMA. ADANYA KUMAN GO PD ANAK INI YG MERUPAKAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL(PMS), MEMBUKTIKAN BAHWA PD ANAK INI TELAH TERJADI PERSETUBUHAN DEMIKIANLAH

INTERPRETASI
LIHAT ADAMs CLASSIFICATION ROBEKAN HIMEN TIDAK SAMPAI DASAR, CEDERA HIMEN / VULVA
KEKERASAN TUMPUL

ROBEKAN HIMEN SAMPAI DASAR, ROBEKAN VAGINA


PENETRASI

ADANYA AIR MANI / SPERMA DALAM VAGINA


PERSETUBUHAN

TATA LAKSANA
BUKAN HANYA SISI MEDIS INGAT ASPEK PSIKOSOSIAL KORBAN INGAT ASPEK PENEGAKAN HUKUM KOORDINASI ATAU RUJUKAN
DOKTER SPESIALIS YG DIPERLUKAN PEKERJA SOSIAL PSIKOLOG AHLI HUKUM / POLWAN