P. 1
Tahapan Kegiatan PLP BK.docx

Tahapan Kegiatan PLP BK.docx

|Views: 76|Likes:
Dipublikasikan oleh Heepy Hariyadi

More info:

Published by: Heepy Hariyadi on May 26, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/20/2013

pdf

text

original

Tahapan Kegiatan PLP BK

1. Tahap Persiapan (5 Minggu)

Waktu Kegiatan Pelaku A. Sosialisasi massal Minggu Sosialisasi Pelaksana : DJCK & 1-2 massal KMPPeserta : masyarakat mengenal PLP- luasFasilitator : Tim PLP BK melalui Pusat berbagai media, cetak, audio dan video, dll B. Lokakarya orientasi Minggu Lokakarya Pelaksana : KMPPeserta : 1-2 orientasi KMW Seluruh staf KMW (TL, lokasi terpilih Korkot/Askot, Tenaga tentang PLP-BK Ahli, OM)Fasilitator : Tim PLP Pusat

Hasil PLP-BK dipahami oleh masyarakat dan sektor terkait dlm pemerintahan

§ Konsultan pelaksana paham dan penyamaan persepsi tentang program PLP§ Rencana tindak pelaksanaan PLP di lapangan disetujui KMP. Minggu2- Lokakarya Pelaksana: DJCK.Peserta : § Pemerintah provinsi, 3 orientasi PLP- Gubernur, DPRD Prov, DPRD provinsi dan tokoh BK tingkat bappeprovinsi, kelompok strategis provinsi nasional dinas/instansi terkait & paham dan terjadi tokoh-tokoh kelompok persamaan persepsi strategis mengenai PLPprovinsiFasilitator: TKPK- BK§ Kesepakatan D provinsiNara sumber: integrasi program di daerah KMW, satker provinsi dengan program PLP. Minggu Lokakarya Pelaksana: Bappeda § Pemerintah 2-3 orientasi PLP- Propinsi.Peserta : kota/kab, tokoh kelompok BK tingkat Walikota/bupati, strategis paham dan terjadi provinsi bappekot/kab, DPRD persamaan persepsi kota/kab, dinas/instansi mengenai PLPterkait & tokoh-tokoh BK§ Kesepakatan kelompok strategis integrasi & sinkronisasi provinsi.Fasilitator: TKPK- program di daerah dengan D dan kelompok peduli program PLP. setempat.Nara sumber: KMW, satker provinsi & Pem Kota/Kab. Minggu3- Lokakarya Pelaksana: Bappeda 4 orientasi PLP- Kota/Kab.Peserta : Camat, BK tingkat dinas/instansi terkait kota/kabupaten kota/kab, PJOK & tokohtokoh kelompok strategis kota/kab.Fasilitator: TKPK-D & KMWNara sumber: Satker provinsi & Pem Kota/Kab. Minggu Lokakarya Pelaksana : LurahPeserta :

4-5

orientasi PLPBK tingkat kelurahan

Perangkat kelurahan, RW, RT, DK/BPD & tokohtokoh setempatFasilitator : Tim Fasilitator, PJOK

PERENCANAAN
2. Tahap Perencanaan Partisipatif (26 Minggu)

Waktu Kegiatan Pelaku A. Pengorganisasian & Pengembangan Masyarakat Minggu6 Sosialisasi kepada Masy Pelaksana: PJOK, Lurah/ -7 Kades & BKM/LKMPeserta: Sebanyak mungkin warga masyarakat di kelurahan sasaran, Fasilitator: Tim Fasilitator Minggu7 Pendaftaran Relawan Pelaksana: BKM/LKM, -8 Lurah/ Kades Peserta: masyarakat kelurahan sasaran, Fasilitator: Tim Fasilitator Minggu8 Pembentukan Tim Inti Pelaksana: BKM, -9 Perencanaan Partisipatif Lurah/Kades Peserta: (TIPP), Tim Pemasaran Masyarakat luas, UP-UP (TP), Tim Pelaksana & kelompok Pembangunan (TPP) peduli.Fasilitator: Tim beserta pokja yg Fasilitator, KMW & dibutuhkan dinas-dinas terkait

Hasil

Tersedia sejumlah relawan masyarakat

Minggu9 Pelatihan dasar -10 perencanaan partisipatif

Tim Inti Perencanaan Partisipatif (TIPP), Tim Pemasaran (TP), Tim Pelaksana Pembangunan (TPP) beserta pokja yg dibutuhkan telah terbentuk dan diumumkan ke masyarakat luas termasuk tupoksi masing-masing Pelaksana: Lurah/Kades § TIPP, TP dan TPP & BKMPeserta: TIPP, TP memahami tugas dan dan TPP serta pokjafungsinya§ Pokja Tata pokja, kelompok peduli, ruang memahami cara UP-UPFasilitator: KMW menggali potensi dan masalah fisik kawasan melalui peta.§ Pokja Kegiatan Ekonomi memahami cara menggali potensi dan pola pengembangan sektor ekonomi warga§ Pokja Jaringan Jalan, drainase & jembatan memahami cara menggali kondisi aktual dan manfaat jalan, drainase & jembatan§ Pokja Air bersih dan sanitasi memahami cara mengenali kondisi, potensi dan pola

pokja. TPP termasuk hal yang terkait dengan berbagai aspek teknik. UP-UP BKM. Minggu1 Penyusunan Rencana Pelaksana: BKM/LKM. Pemda memiliki kesamaan Pendamping BKM/LKMFasilitator konsep perekrutan : Tim Fasilitator & Tim TA§ BKM/LKM dan Pelatih Lurah/Kades paham prosedur perekrutan Minggu1 Proses Perekrutan Tenaga Pelaksana: Kelurahan dan § Kelurahan dan BKM 3-14 Pendamping (TA PLP) BKM/LKMPeserta: mampu mengelola TA agar Anggota TKPK-D. TP. PJOK dapat mendukung program . pokjaFasilitator: Tim Fasilitator Minggu1 Pencairan BLM-1 Pelaksana : PJOK & § Rencana kerja 1 KMW pelaksanaan PLP-BK sdh diverifikasi dan disetujui KMW§ Berdasarkan rencana kerja tersebut dibuat SPPB dgn pihak PJOK§ BLM-1 cair ke BKM B. Lurah/Kades dan 2-13 Perekrutan Tenaga : Lurah/Kades.pelayanan yang diperlukan§ Pokja Peningkatan Pelayanan Publik memahami cara mengenali kebutuhan sosial masyarakat dan pola pelayanannya§ Pokja Kelembagaan memahami cara meningkatan fungsi kelembagaan kelurahan. Persiapan Proses Perencanaan Partisipatif Minggu1 Pelatihan tentang Pelaksana : KMWPeserta § BKM. perangkat dinas/instansi sepenuhnya§ Kontrak TA terkait Fasilitator: KMW ditandatangani & Tim Pelatih Minggu1 Serangkaian kegiatan Pelaksana: KMW Peserta: Peserta memahami berbagai 3-15 sosialisasi masyarakat thd TIPP.Lurah/KadesPeserta: Tim pelaksanaan PLP-BK BK secara rinci Inti Perencanaan tersusun dan disepakati Partisipatif dan bersama sebagai acuan kerja. :§ Perencanaan ruang§ M administrasi dan hukum kelompok peduli & TA itigasi dalam pengembangan PLPFasilitator: Dinas – bencana§ RTBL§ Pengam . § Rencana kerja 0-11 Kerja Pelaksanaan PLP. adat dan kelembagaan lainnya yang mendukung kelembagaan kelurahan dalam mengelola dan melaksanakan kegiatan pembangunan di wilayah kelurahan.

Perencanaan Lingkungan Makro Minggu1 Review Pelaksana: Lurah/ kades § Terjadi persamaan 6-17 Perencanaan (tk Kelu & BKM/LKMPeserta: persepsi pemahaman rahan & Kabupaten. TPP (didukung pokja. pengembangan pelayanan sosial komunitas dan kontrol Sosial§ UPK diharapkan dapat berperan sebagai pusat pengembangan ekonomi bersama/rakyat.kelurahan sebagai hasil pertemuan khsus dgn pokja) dan TA PLP dan analisis survei swadaya perempuan dan klp rentan kelompok peduli teridentifikasi dan .pengemban pelayanan masyarakat dan sarana permukiman § UPS diharapkan dapat berperan menjadi pusat pembangunan sosial. TIPP. TPP (didukung masyarakat untuk mengetahui pokja-pokja). disekitarnya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kondisi tanggap bencana dikenali dan dirumuskan Minggu1 Serangkaian musyawarah Pelaksana: § Kebutuhan bersama 8-22 perumusan kebutuhan BKM/LKMPeserta: TIPP. masyarakat luas.dinas Kota/Kabupaten selakuTechnical Assistance & TA-TA Minggu1 Bimbingan dan Penguatan Pelaksana: KMWPeserta: 4-15 UP-UP dan BKM /LKM UP – UP BKM/LKM Fasilitator: TA dan dinas – dinas terkait permukiman anan sosial & lingkungan§ Perijinan pembangunan § UPL diharapkan dapat berperan sebagai pusat etika pembangunan lingkungan. TA PLP dan kebutuhan riil lapangan kelompok peduli/relawan § Berbagai permasalahan setempatFasilitator: Tim dan keunggulan wilayah dan Fasilitator. tata Assistance) kepemerintahan/pelayanan publik yang ada Minggu1 Pemetaan Swadaya Pelaksana: § Terjadinya proses 7-19 BKM/LKMPeserta : pembelajaran kritis di tingkat TIPP.wilayah tingkat kabupaten/ kegiatan peninjauan ulang pokja) dan TA PLP .§ Pembelajara PLP-BK) Dinas-dinas n kritis terkait dengan tata (sebagaiTechnical ruang. pembangunan tingkat bersama termasuk dengan TP. substansi perencanaan Merupakan serangkaian TP. TP. TPP (didukung pokja. jaring produksi dan pemasaran serta pelayanan modal produktif C. kecamatan dan mengenai berbagai dokumen Fasilitator: Tim kebutuhan perencanaan yg gayut dgn FasilitatorNara sumber : perencanaan.

dinas dan Masyarakat serta mampu terkaitFasilitator: Tim menyelesai-kan masalah & Fasilitator mendukung perencanaan wilayah yang lebih luas Minggu2 Sosialisasi Rencana Pelaksana: Tim Inti § Mampu mensosialisasikan 6-27 Pengembangan PerencanaanPeserta: rencana pembangunan Permukiman Kelurahan di Masyarakat luas. TPP & Kelompok permukiman sesuai dengan Pengembangan Kerja (relawan). TPP dibutuhkan dalam (didukung pokja-pokja). UP-UP kelurahan ter susun & TA PLPFasilitator: Tim Fasilitator & Dinas-dinas terkait. Lurah. pem Kota/Kab. lingkungan di tingkat masyarakat kelompok masyarakat peduliFasilitator: Tim Fasilitator D. kebutuhan masyarakat Permukiman Kelurahan kelompok peduli. Kelurahan BKM.lainnya untuk perencanaan ruang dan lingkungan kelurahan Minggu1 Serangkaian musyawarah 9-23 penyusunan aturan bersama termasuk pertemuan khusus dgn perempuan dan klp rentan setempatFasilitator: KMW dirumuskan Pelaksana: BKM/LKMPe § Aturan-aturan yg serta: TIPP. TA PLP akan menyempurnakan hasil perencanaan Minggu2 Penyepakatan dokumen Pelaksana: Tim Inti § Rencana Pengembangan 5-26 Rencana Perencanaan Permukiman Kelurahan Pengembangan Permuki PartisipatifPeserta: disepakati bersama antara man Kelurahan Bappeda Kota/Kab. BKM/LKM Minggu2 Proses konsultasi publik Pelaksana: Tim Inti § Terjadinya pembelajaran 4-25 dan review Rencana Perencanaan melalui dialog hasil Pengembangan PartisipatifPeserta: perencanaan antara Permukiman kelurahan Masyarakat luas masyarakat dengan termasuk pertemuan kelompok TIPP§ Diperolehnya khusus dgn perempuan peduliFasilitator: Tim masukan konstruktif yang dan kelomp rentan Fasilitator. pengembangan lingkungan masyarakat dan TA permukiman teridentifikasi PLPFasilitator: Tim dan disepakati§ Masyarakat fasilitator & Dinas-dinas menemukenali berbagai (sebagai Technical peraturan yang perlu Assistance) & dikompromikan dengan pihak Lurah/Kades Pemda sesuai kebutuhan dan kondisi setempat§ Unit pengelola pembangunan SEL mampu untuk mengawasi dan berperan terhadap pelaksanaan aturan-aturan tersebut Minggu1 Serangkaian musyawarah Pelaksana: TIPP Peserta: § Rencana pengembangan 9-23 penyusunan Rencana TP. Perencanaan Lingkungan Mikro Minggu2 Perumusan kebutuhan Pelaksana: BKM/LKM. § Masyarakat mampu . TP.

dinas – dinas terkait. Pelaksana: Tim Inti § Tersosialisasinya Rencana PerencanaanPeserta: pembangunan lingkungan Masyarakat luas. TA.2-26 perencanaan kawasan prioritas Minggu2 Penyusunan rencana tata 4-27 bangunan dan lingkungan kawasan prioritas Minggu2 Penyususan rencana detail 6-28 sub proyek yang terpilih untuk segera dibangunan Minggu2 Proses konsultasi publik 8-29 dan review RTBL kawasan prioritas dan rencana detail sub proyek terpilih termasuk pertemuan khusus dgn perempuan dan klp rentan Minggu2 Penyepakatan Dokumen 9-30 Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan kawasan prioritas Minggu3 Sosialisasi RTBL 0 Kawasan Prioritas di masyarakat Minggu3 Pelaporan & 0-31 pertanggungjawaban kemajuan pekerjaan dan Peserta: Tim Inti menetapkan lingkungan Perencanaan Partisipatif. selesai disusun TPP dan Pokja-pokja.Fasilitator: KMW. lingkungan prioritas Kelompok Kerja (relawan). Lurah/Kades Pelaksana: Tim Inti § DTPL sub proyek terpilih Perencana Peserta: TP. BKM/LKM. prioritas di tingkat kelompok masyarakat peduliFasilitator: Tim Fasilitator Pelaksana : BKM/LKM § Pemanfaatan dana dan . prioritas yang akan Pokja dan kelompok mendukung perencanaan peduli makro tingkat kelurahan setempat. Lurah/Kades disusun§ Diperolehnya masukan konstruktif yang akan menyempurnakan hasil perencanaan Pelaksana: Tim Inti § Dihasilkannya rencana PerencanaanPeserta: Lingkungan Prioritas (RTBL) Bappeda Kota/Kab. § Tersusun dan tersepakati Peserta: Tim Inti nya rencana pembangunan Perencanaan Partisipatif.Fasilitator : Tim seluruh progress pelaksanaan Fasilitator & kegiatan terlaporkan dan . kelompok peduliFasilitator: Tim Fasilitator. TA. Lurah/KadesFasilitator: Kelurahan dan Masyarakat Tim Fasilitator § Mampu menyelesaikan masalah & mendukung perencanaan pada wilayah yang lebih luas. Lurah/Kades Pelaksana: BKM/LKM. Lurah/Kades Pelaksana: Tim Inti § Terjadinya pembelajaran PerencanaanPeserta: proses transparansi hasil Masyarakat luas perencanaan agar terjadi kelompok dialog antara masyarakat peduliFasilitator: Tim dengan rencana yang sedang Fasilitator. kelompok peduliFasilitator: Tim Fasilitator. antara Pemda Kota/Kab. yang disepakati bersama BKM/LKM. dinas terkait.

Kelurahan orang peduli setempat Fasilitator : Tim Fasilitator & Lurah/Kades Minggu36. Tahap Pemasaran Kawasan Prioritas (32 Minggu) Waktu Kegiatan Minggu32. perangkat Pengembangan kelurahan. disusunnya rencana dinas/instansi tk kelurahan. dipertanggunggawabkan sebagai syarat pengajuan pencairan BLM tahap berikutnya PEMASARAN SOSIAL 3.Proses Pencairan Pelaksana : PJOKPeserta : § BLM-2 cair masuk 38 BLM -2 BKM/LKMFasilitator : dalam rekening KMW.Penyusunan rencana Pelaksana: Tim § Tersusunnya Rencana 36 kerja pemasaran Pemasaran.Sosialisasi Pelaksana : Tim Pemasaran § Rencana kerja 39 masyarakat terhadap Peserta : pemasaran sesuai dengan . pemasaran kelompok peduliFasilitator: KMW Minggu33. kelompok perekrutan T atau memanfaat peduli Fasilitator: KMW Pendamping Tenaga Pendamping Narasumber : Anggota § Kelurahan dan BKM sebelumnya TKPK-D. PJOK . kelurahan dan 34 Tenaga Lurah/Kades Peserta: Pemda memiliki Pendamping.Pengajuan Pelaksana: BKM/LKM & § Pengajuan BLM 2 37 pencairan BLM Lurah/Kades Fasilitator : untuk melaksanakan Tahap ke-2 PJOK .Peserta : Warga Pemasaran kawasan masyarakat desa/ kelurahan.keuangan Lurah/Kades.Bimbingan teknis 33 penyusunan rencana pemasaran kawasan Pelaku Hasil Pelaksana: Bappekot/ § Peserta paham proses kabPeserta: TIPP & maksud dan tujuan Kelompok Kerja (relawan).Proses perekrutan Pelaksana: BKM/LKM & § BKM. kelompok/orang. prioritas dan Rencana warga miskin. Satker Propinsi rencana pemasaran & pelaksanaan kegiatan fisik skala kecil § Terverifikasinya usulan rencana pemasaran dan pelaksanaan kegiatan fisik skala kecil yang diajukan sebagai syarat pencairan BLM-2 Minggu37. perangkat mampu mengelola T dinas/instansi terkait Pendamping agar dapat mendukung program sepenuhnya Minggu34. bila Warga yg memenuhi kesamaan konsep dipandang perlu persyaratan. Satker BKM/LKM Minggu38.

UPL komunitas. Jenis kegiatan pemantauan dalam program ini meliputi: . fasilitator. % pelaksanaan kegiatan dan keuangan (100% pelaksanaan subproyek & pemasaran ) terlaporkan dan dipertanggunggawabkan sebagai syarat pengajuan pencairan BLM tahap berikutnya MONITORING Pemantauan Pemantauan adalah kegiatan untuk melihat apakah kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan prinsip dan prosedur program atau tidak. perencanaan.Rencana Kerja Warga masyarakat dan aspirasi masyarakat Pemasaran Kawasan kelompok peduliFasilitator : Prioritas. pemasaran sosial. Kegiatan ini dilakukan di seluruh tahapan kegiatan program. Pelaku pemantauan adalah masyarakat. sejak pelatihan dan sosialisasi. Manfaat dari pemantauan adalah: • Untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan kegiatan. pelaksanaan dan pemeliharaan. Minggu40. Tim Fasilitator BKM/LKM & Lurah/Kades. • Input untuk evaluasi dan perbaikan terhadap pelaksanaan program • Dasar pembinaan atau dukungan teknis kepada pelaku program dan masyarakat.Pelaksanaan Pelaksana : Tim Pelaksana § Sub proyek terpilih 47 pembangunan PembangunanPeserta : selesai dibangunan dgn subproyek skala Pokja-pokajaFasilitator : pola manajemen kecil dgn pola Tim Fasilitator.Pelaporan & Pelaksana : BKM/LKM § Pemanfaatan dana 51 pertanggungjawaban . konsultan.Pelaksanaan Pelaksana : Tim § RTBL dan Rencana 55 Pemasaran kawasan PemasaranFasilitator : Tim Pengembangan kelurahan prioritas Fasilitator BKM/LKM & terpasarkan kepada Lurah/Kades. manajemen komunitas Minggu40.Fasilitator : Tim Fasilitator dan seluruh progress 75 kemajuan pekerjaan & Lurah/Kades. stakeholder pemerintah dan swasta§ Diperolehnya dana investasi pembangunan sesuai RTBL dan Rencana Pengembangan Lingkungan Permukiman kelurahan§ Evaluasi setiap kegiatan pemasaran oleh Tim RTBL Minggu50. dan lain-lain. lembaga donor. perangkat pemerintah di berbagai tataran.

Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa program berjalan sesuai prinsip dan prosedur serta dipakai sebagaimana mestinya. b. konsultan tingkat kota/kabupaten. c. Dalam rembug masyarakat kelurahan. Di tingkat pusat (KMP). dan fasilitator mempunyai tanggung jawab untuk memantau kegiatan Pengembangan Lingkungan Permukiman Berbasis Masyarakat. Mereka wajib melakukan pengecekan untuk mengetahui apakah pelaksanaan setiap tahapan kegiatan sudah berjalan sesuai dengan rencana. Walikota/Bupati. Konsultan pusat. pelaksanaan pengendalian di lapangan akan dibantu oleh sejumlah KMW. Lurah. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Gambar .a. melalui monitoring dan evaluasi. dan apakah prinsip maupun prosedur program juga diterapkan dengan benar. Gambar 6: Struktur Organisasi Pelaksanaan PLP-BK . dll) mempunyai tugas mengunjungi lokasi pelaksanaan program. Camat. baik secara rutin maupun berkala untuk memantau pelaksanaan kegiatan dan membantu memfasilitasi penyelesaian masalah. kegiatan PLP-BK ini akan dikelola oleh satu divisi tersendiri yang secara khusus bertanggung jawab pada perencanaan dan pengendalian kegiatan. masyarakat dapat memilih dan membentuk kelompok/tim khusus yang akan melakukan pemantauan secara sukarela demi kepentingan masyarakat kelurahannya.6. Pemantauan Partisipatif oleh Masyarakat Adalah pemantauan terhadap pelaksanaan program yang dilakukan oleh masyarakat sendiri. Secara operasional. Catatan: Secara umum Pedoman Pelaksanaan ini menginduk pada Petunjuk Operal Umum PNPM Mandiri Perkotaan 2008 Organisasi Pengelolaan Proyek Pengelolaan pelaksanaan kegiatan PLP-BK dilakukan oleh konsultan manajemen pusat yang bertanggung jawab kepada PMU/SNVT Pusat P2KP. Pemantauan oleh Konsultan dan Fasilitator Adalah kegiatan pemantauan yang dilakukan oleh konsultan atau fasilitator. konsultan provinsi. Semua pegawai pemerintah yang terlibat dalam program (Tim Koordinasi. Pemantauan oleh Pemerintah yang Berwenang Adalah kegiatan pemantauan yang dilakukan oleh aparat pemerintah yang berwenang. Masyarakat adalah pemilik program dan mereka bertanggungjawab memantau proses kegiatan program tersebut.

Di tingkat wilayah (KMW) kegiatan PLP-BK akan difasilitasi oleh TA Kebijakan Publik dan di tingkat kota akan difasilitasi oleh Koordinator Kota dengan pendampingan khusus Asisten Korkot Urban Planner. . Sedangkan di tingkat lokasi sasaran (lokasi kelurahan) akan didampingi oleh satu orang Senior fasilitator khusus PLP-BK dan Tenaga Pendamping PLPBK. Secara khusus uraian detaill pelaksanaan perencanaan dan pemasaran kegiatan PLP-BK akan dijelaskan dalam Pedoman Teknis.

Audit eksternal ini adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak luar. Provinsi dan Pusat. sebagai upaya untuk mempercepat proses penyampaian data dan atau informasi dari lapangan atau kelurahan ke tingkat Kecamatan. e Kendala dan permasalahan yang dihadapi. Kota/Kabupaten. Pengaduan terhadap pelaksanaan program dapat dilakukan melalui : . Mekanisme pelaporan dilakukan melalui jalur struktural pemerintahan dan jalur fungsional konsultan. f Gambaran dan atau tingkatan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program. Pengaduan dan Penanganan Masalah Setiap pengaduan dan keluhan yang muncul dari masyarakat atau pelaku program di daerah harus segera ditanggapi secara serius dan proposional serta tidak terlalu lama dibiarkan. Materi laporan berupa data dan atau informasi yang benar dan akurat jauh lebih diutamakan daripada bentuk laporannya. b Pencapaian sasaran dan atau target dari kegiatan yang sedang dilaksanakan.Pelaporan Pelaporan merupakan proses penyampaian data dan atau informasi mengenai perkembangan atau kemajuan setiap tahapan dari pelaksanaan program. Mekanisme audit dilakukan baik secara acak maupun diarahkan pada lokasi/ kejadian tertentu. c Gambaran kemajuan dari pelaksanaan kegiatan pada saat laporan dibuat d Target dan realisasi biaya dari kegiatan yang sedang dilaksanakan. misi supervisi dari program. kendala atau permasalahan yang terjadi. Agar dapat diperoleh laporan yang lengkap dan informatif. termasuk tindak lanjutnya. dll. maka materi yang disajikan minimal harus memperlihatkan 6 (enam) hal penting yaitu : a Kegiatan-kegiatan yang sedang dilaksanakan. Munculnya pengaduan terhadap pelaksanaan kegiatan merupakan wujud kontrol sosial atau pengawasan oleh masyarakat. seperti dari BPKP. penerapan dan pencapaian dari sasaran atau tujuan program. Pemeriksaan /Audit Eksternal BKM/LKM dengan unit-unitnya harus selalu siap untuk dilakukan audit oleh pihak luar (audit external) yang mendapat tugas dari proyek. Sistem laporan dibuat sesederhana mungkin.

Pemantauan tahunan – penilaian keberhasilan. mencegah peluang terjadinya konflik sosial dan juga mencegah terjadinya degradasi lingkungan tetapi sebaliknya meningkatkan dampak positif dari lingkungan.p2kp. d Pemantau lainnya. Penilaian kegiatan dilakukan untuk melihat apakah dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan bisa memenuhi target pencapaian minimal ukuran keberhasilan. dan SMS 0817 148 048 b Surat/berita langsung kepada fasilitator dan konsultan. c Surat/ berita kepada aparat pemerintahan yang terkait.org. Pada tahun pertama pelaksanaan (kegiatan Pilot) Pengembangan Lingkungan permukiman Berbasis Masyarakat. seperti: PjOK atau Tim Koordinasi program. termasuk didalamnya adalah kinerja para pelaku program. Penilaian kegiatan akan dilaksanakan setahun sekali. Adapun indikator yang dijadikan alat bantu untuk mengukur kinerja capaian pelaksanaan kegiatan disampaikan pada tabel berikut ini : . Evaluasi Evaluasi dilakukan untuk menilai hasil pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan oleh kelurahan-kelurahan dan di tingkat kota/kabupaten. Rangkaian pelaksanaan kegiatan Pengembangan Permukiman Berbasis Komunitas yang dimulai sejak tahap persiapan. Pengamanan Sosial dan Lingkungan Pada intinya pengamanan sosial dan lingkungan ini dimaksudkan untuk melindung masyarakat dari kemungkinan dampak negatif dari proyek. Secara detail uraian pengamanan sosial dan lingkungan ini dapat dilihat dipedoman teknik. pemasaran sosial hasil perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan fisik secara mandiri memerlukan indikator yanga dapat mengukur minimal capaian yang diharapkan setiap proses dalam kurun waktu tertentu. perencanaan. maka kegiatan evaluasi secara nasional akan dilakukan oleh PMU Pusat dengan melibat para pemangku kepentingan di tingkat lokal/daerah untuk mendapatkan masukan perbaikan dalam penyelenggaraan program secara lebih luas dan berkelanjutan.a Website www.

Pelatihan dan 54 bimbingan Pelaksana : Tim Inti Perencanaan Partisipatif . Tahap Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan 4. Hasil § Anggota TPP telah dilatih dan dibimbing melaksanakan proses konstruksi§ TPP mampu mendukung kegiatan melalui bengkel-bengkel konstruksi agar mampu berpraktek kerja konstruksi § Anggota TPP yg ditujuk telah dilatih dan Minggu53.1.Pelatihan dan 53 bimbingan teknik konstruksi Pelaku Pelaksana : Tim Inti Perencanaan PartisipatifPeserta : TPP dan relawan peduliFasilitator : KMW & Lurah/Kades. Persiapan Konstruksi Minggu52. Pelaksanaan Fisik BLM-3 (22 Minggu) Waktu Kegiatan A.PELAKSANAAN 4.

Verifikasi 58 Usulan Teknis per sub proyek § Terverifikasinya Usulan Teknis per sub proyek§ Dana cair dari LKM ke TPP/KSM/Pokja pelaksana Minggu59 Proses Pelaksana PJOK Peserta : § Pengajuan Pencairan BKM/LKMFasilitator: Pencairan BLM Tahap BLM-3 KMW. UP-UP BKM terbangun dapat lebih & Lurah/Kades lama Peserta : TPP dan relawan peduliFasilitator : KMW & Lurah/Kades.Fasilitator : Tim pembangunan pemeliharaan Fasilitator Mulai Pelaksanaan .pengelolaan keuangan Minggu54. kelompok peduli. Satker ke-3 untuk melaksanakan kegiatan fisik program PLP§ Terverifikasinya proposal kegiatan yang diajukan oleh BKM/LKM sebagai syarat pencairan BLM tahap ke-3 B. dibimbing pengelolaan dan pelaporan keuangan § Usulan teknis per sub proyek tersedia (DTPL) .Pelaksana : TPP dan § Pemanfaatan dana 73 keuangan dan BKM/LKM.Pelatihan § Pelaksana: TA dan § Terlatihnya 73 Pemeliharaan dinas-dinas masyarakat dan kegiatan bagi terkait§ Peserta : Tim kelompok peduli untuk masyarakat O&P dan masyarakat memelihara hasil – hasil pokja peduli. Pelaksana : KMWPeserta : TIPP. pokja.Fasilitator : dan seluruh progress pertanggung Tim Fasilitator & pelaksanaan kegiatan jawaban Lurah/Kades. pokja. Pelaksana : TPP.Pelaksana § Pekerjaan fisik per 71 dan pelaporan : TPP/pokja/KSMsub proyek selesai sesuai kemajuan Fasilitator : Tim rencana pekerjaan Fisik Fasilitator Minggu72. Pelaksanaan Konstruksi Minggu60. terlaporkan dan kegiatan dipertanggunggawabkan sebagai syarat pengajuan pencairan BLM tahap berikutnya C. Pengelolaan dan pemeliharaan hasil pembangunan Minggu72.Penyiapan 56 Usulan Teknis pelaksanaan per sub proyek Minggu57.Pelaporan . Pokja dukungan dari hasil kegiatan – pokja.Pelaksana § Diperolehnya Minggu 74 pemeliharaan : Masyarakat luas. KSMFasilitator: Tim Fasilitator. KSMPeserta : Pokja/KSMFasilitator : Tim Fasilitator & TIPP.Pelaksanaan .masyarakat luas agar fisik Fasilitator : Tim umur manfaat fasilitas Fasilitator .

pokja. Hasil § Anggota TPP telah dilatih dan dibimbing melaksanakan proses konstruksi§ TPP mampu mendukung kegiatan melalui bengkel-bengkel konstruksi agar mampu berpraktek kerja konstruksi Minggu75.Pelatihan dan 75 bimbingan teknik konstruksi Pelaku Pelaksana : Tim Inti Perencanaan PartisipatifPeserta : TPP dan relawan peduliFasilitator : KMW & Lurah/Kades.4. LKM ke TPP/KSM/Pokja pelaksana Minggu81 Proses Pelaksana PJOK Peserta : § Pengajuan Pencairan BKM/LKMFasilitator: Pencairan BLM Tahap BLM-3 KMW. Minggu76. Usulan Teknis per sub per sub proyek KSMFasilitator: Tim proyek§ Dana cair dari Fasilitator.Pelaksana § Pekerjaan fisik per 93 dan pelaporan : TPP/pokja/KSMsub proyek selesai sesuai kemajuan Fasilitator : Tim rencana pekerjaan Fisik Fasilitator Minggu94. pokja. Pelaksanaan Fisik BLM-4 (22 Minggu) Waktu Kegiatan A. Minggu79. Persiapan Konstruksi Minggu74.Pelaksanaan . Satker ke-3 untuk melaksanakan kegiatan fisik program PLP§ Terverifikasinya proposal kegiatan yang diajukan oleh BKM/LKM sebagai syarat pencairan BLM tahap ke-3 B.Pelatihan dan Pelaksana : Tim Inti § Anggota TPP yg 76 bimbingan Perencanaan Partisipatif ditujuk telah dilatih dan pengelolaan Peserta : TPP dan relawan dibimbing pengelolaan keuangan peduliFasilitator : KMW dan pelaporan keuangan & Lurah/Kades.2. § Usulan teknis per sub 78 Usulan Teknis KSMPeserta : proyek tersedia (DTPL) pelaksanaan Pokja/KSMFasilitator : per sub proyek Tim Fasilitator & TIPP.Fasilitator : dan seluruh progress pertanggung Tim Fasilitator & pelaksanaan kegiatan jawaban Lurah/Kades.Pelaporan .Verifikasi Pelaksana : KMWPeserta § Terverifikasinya 80 Usulan Teknis : TIPP.Pelaksana : TPP dan § Pemanfaatan dana 95 keuangan dan BKM/LKM.Penyiapan Pelaksana : TPP. Pelaksanaan Konstruksi Minggu82. terlaporkan dan kegiatan dipertanggunggawabkan sebagai syarat pengajuan .

(4) RPP disusun sebagai langkah pelaksanaan pengembangan lingkungan permukiman berbasis komunitas yang tidak hanya mendukung pelaksanaan pembangunan fisik lingkungan semata namun juga diharapkan mampu mengembangkan komunitas yang berbasis nilai sehingga mendorong pengembangan ekonomi masyarakat. Dinas Tata bangunan dan Lingkungan. serta penataan lingkungan dan kualitas hunian. (5) RPP akan berisi informasi dasar yang terkait dengan aspek lingkungan seperti penataan ruang. Ketentuan Umum (1) Rencana Pengembangan Permukiman (RPP) adalah upaya peningkatan kualitas permukiman yang dilakukan secara holistic dan terpadu pada tingkat kawasan/lingkungan permukiman melalui pemberdayaan manusia dengan memperhatikan tatanan sosial kemasyarakatan. serta TA PLP. dsb) yang bertanggung jawab untuk pengembangan dan pengelolaan utilitas kota/kabupaten memberikan arahan dan masukan agar RPP dapat menghasilkan perencanaan tata ruang kelurahan/desa yang terintegrasi dan berkesinambungan dengan sistem pengembangan infrastruktur atau jaringan utilitas kota/kabupaten secara keseluruhan serta mampu menjadi bagian dari RPIJM dan RTBL dalam lingkup yang lebih luas. sumber dana.Pelaksana § Diperolehnya Minggu 96 pemeliharaan : Masyarakat luas. (2) RPP diharapkan mampu mendukung transformasi menuju masyarakat madani melalui sejumlah intervensi pembelajaran kemitraan dan sinergi antara Pemerintah. B. Ada kemauan masyarakat untuk memiliki kelurahan/desa yang dibangun secara lebih terencana dan lebih baik dari sebelumnya . kemudian aspek sosial berupa kondisi pelayanan sosial masyarakat dan kelembagaan pelayanan public serta aspek ekonomi yang akan menggali potensi dan komoditi ekonomi yang sejalan dengan kebutuhan prasarana pendukung dan lembaga pengelolanya. Bappeda dan Dinas LH/Bappedalda untuk memastikan bahwa RPP tersebut telah selaras dan terintegrasi dengan rencana tata ruang dan rencana pembangunan kota/kabupaten secara keseluruhan dan untuk mengelola lingkungan secara baik.masyarakat luas agar fisik Fasilitator : Tim umur manfaat fasilitas Fasilitator . UP-UP BKM terbangun dapat lebih & Lurah/Kades lama RENC PP Lampiran 1 Uraian Singkat Penyusunan Rencana Pengembangan Permukiman (RPP) A. Fasilitator PLP.pencairan BLM tahap berikutnya C. kelompok peduli. serta koordinasi lembaga-lembaga terkait baik dalam tahap perencanaan. pelaksanaan. masyarakat dan kelompok peduli setempat serta kegiatan membangun kemitraan sebagai upaya untuk mengakses berbagai peluang dan sumber daya yang dibutuhkan masyarakat. Persyaratan Penyusunan RPP 1. Sebelum disahkan oleh ketiga pihak tersebut. (8) RPP harus disepakati oleh warga masyarakat dan kesepakatan tersebut disahkan oleh BKM. (6) Serangkaian program pembangunan yang dimuat dalam RPP harus dilengkapi dengan estimasi besaran dan biaya yang diperlukan.Fasilitator : Tim pembangunan pemeliharaan Fasilitator Mulai Pelaksanaan . monitoring dan pengawasan. Pokja dukungan dari hasil kegiatan – pokja.Pelatihan § Pelaksana: TA dan § Terlatihnya 95 Pemeliharaan dinas-dinas masyarakat dan kegiatan bagi terkait§ Peserta : Tim kelompok peduli untuk masyarakat O&P dan masyarakat memelihara hasil – hasil pokja peduli. pengembangan ekonomi masyarakat. pengelolaaan dan pengadaan prasarana dan sarana lingkungan. (7) Dinas terkait (seperti: Dinas Tata Kota. Pengelolaan dan pemeliharaan hasil pembangunan Minggu94. RPP perlu dikonsultasikan dengan Dinas Tata Kota. (3) RPP tidak hanya menghasilkan perencanaan Makro (pengembangan lingkungan permukiman kelurahan) dan perencanaan Mikro (Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Kawasan Prioritas berbasis Komunitas) namun juga dilakukan Pemasaran Kawasan Prioritas yg telah memiliki RTBL berbasis komunitas. Dinas Lingkungan Hidup/ BAPPEDALDA. BAPPEDA.

Kondisi jaringan jalan.2. Peta potensi sumber daya air (air tanah. kesehatan. status kepemilikan dan luas lahan pada peta penggunaan lahan (land use) harus teridentifikasi secara jelas dan perlu dituangkan kedalam tabel yang informatif. Kondisi kelembagaan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pembangunan pada tingkat komunitas (RW/RT) . Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah. hutan kota. Kondisi kelembagaan non pemerintah yang terlibat dalam kegiatan pembangunan kelurahan dan komunitas (RW/RT)d. Peta topografi dan kemiringan lereng c. seperti industri kecil.000 e. sungai. Fasilitator PLP. Jenis penggunaan. pelayanan umum (keamanan dan ketertiban. 5. Lokasi dan luas lahan kegiatan ekonomi yang lengkapi peta-peta tematik f. sempadan pantai. tanaman hias. 6. Dukungan sarana dan prasarana produksi e. dll b. BKM yang ada merupakan BKM Mandiri/BKM Berdaya menuju Mandiri. Kondisi kelembagaan pelayanan sosial/publik. Fungsi/manfaat dan status jalan (jalan desa. Peta kondisi dan lokasi ruang terbuka hijau (jalur hijau. sedang dan buruk) yang dilengkapi peta dengan skala ketelitian 1: 5. perdagangan. sektor informal. 4. danau/waduk dll) yang dilengkapi informasi kondisi air. air bersih dan sanitasi. (5) Fasilitator PLP bersama-sama dengan TIPP dan Pokja mengumpulkan berbagai hal yang terkait dengan Kelembagaan Pengelolaan Pembangunan Kelurahan seperti : a. retribusi. sekitar danau/situ. Adanya komitmen Pemda untuk mendukung Kegiatan Pengembangan Permukiman Berbasis Komunitas. Peta topografi dan penggunaan tanah serta kepemilikan tanah eksisting berskala 1 : 5000. taman lingkungan. dengan skala ketelitian 1: 5. Kondisi pelayanan sosial masyarakat. arena bermain. makanan. dll) b. Dokumen PJM Pronangkis yang dihasilkan melalui siklus P2KP/PNPM C. perdagangan dan jasa. Kondisi kelembagaan pemerintah kelurahan dalam mengelola pembangunan kelurahan c. prasarana dan sarana. Kondisi kelembagaan pengelolaan dan pengembangan air bersih dan sanitasi (4) Fasilitator PLP bersama-sama dengan TIPP dan Pokja mengumpulkan berbagai hal yang terkait dengan Peningkatan Pelayanan Sosial/Publik seperti : a. Jumlah produksi setiap kegiatan usaha (per bulan dan per tahun) d. Adanya komitmen Lurah untuk mendukung Kegiatan Pengembangan Permukiman Berbasis Komunitas. sekitar mata air. Tersedianya data-data tata ruang. lapangan olah raga dll) f. Kondisi kelembagaan pengelolaan dan pengembangan kegiatan ekonomi berbasis masyarakat (3) Fasilitator PLP bersama-sama dengan TIPP dan Pokja mengumpulkan berbagai hal yang terkait dengan pengelolaan air bersih dan sanitasi serta pengembangan jaringan jalan dan saluran seperti : a. e. saluran (drainase) dan jembatan (baik. Jenis komoditi atau barang/produk unggulan. Kondisi kelembagaan pengelolaan pembangunan dan pemeliharaan jalan d. Peta penggunaan lahan (land use) . tentang Kelembagaan pengelola pembangunan kelurahan b. peribadatan. Jenis kegiatan ekonomi potensial (dominan kegiatan usaha) yang dikelola oleh masyarakat secara individual dan kelompok. perijinan. 7. Kondisi penyediaan dan pelayanan air bersih dan pengelolaan sanitasi (persampahan dan pengelolaan limbah cair/MCK) yang dilengkapi peta dengan skala ketelitian 1: 5. kantor pelayanan umum dll) g. dll c. seperti: Kawasan sempadan sungai. jalan kabupaten dan jalan non status) c. terutama pada bidang pendidikan dasar. Lokasi pasar (market) dan bentuk jejaring pemasaran g. kedalaman air tanah dan kapasitas/debit air f. 8. balai warga. hutan lindung dan lain sebagainya. d. Askot Urban Planner bersama TIPP (Tim Inti Perencanaan Partisipatif) berserta pokja mengumpulkan : a. Peta lokasi fasilitas sosial (pendidikan. kesehatan. b. 3. buahbuahan. perikanan. Dokumen hasil pemetaan swadaya yang dihasilkan melalui siklus P2KP/PNPM. pertanian. Kondisi kelembagaan pengelolaan kawasan berfungsi lindung dan kawasan budidaya (2) Fasilitator PLP bersama-sama dengan TIPP dan Pokja mengumpulkan berbagai hal yang terkait dengan pengembangan kegiatan Ekonomi masyarakat.000 b. kondisi sosial dan ekonomi serta data kelembagaan pengelola pembangunan. Data dan informasi tersebut adalah : a. Langkah-Langkah Penyusunan RPP LANGKAH 1: PENGUMPULAN INFORMASI DASAR DAN ANALISIS KONDISI EKSISTING KELURAHAN/DESA (1) TA PLP. Peta sebaran lokasi dan kondisi kawasan lindung/konservasi diwilayah desa/kelurahan dan wilayah sekitarnya. seperti: barang/produk kerajinan. konveksi.000 dan memuat informasi lengkap yang menggambarkan kondisi saat ini.

seperti : kawasan yang memiliki persoalan/permasalahan yang perlu ditangani segera (urgent). air bersih dan sanitasi dengan skala ketelitian 1:1000).(6) Fasilitator PLP bersama-sama dengan Tim Inti Perencanaan Partisipatif (TIPP) dan Pokja menggali informasi kebijakan dan rencana-rencana pembangunan pemerintah Kota/Kabupaten LANGKAH 2: PERENCANAAN LINGKUNGAN MAKRO (PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN PERMUKIMAN KELURAHAN) Rencana pengembangan permukiman berbasis komunitas. kawasan sentra pertanian. kawasan potensial yang diperkirakan mampu menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat. seperti: kawasan bantaran sungai. kawasan perkampungan industri kecil. (1) Menyepakati kawasan prioritas .   Melakukan identifikasi kawasan-kawasan yang akan diprioritaskan pengembangannya. mempersiapkan peralatan survei (GPS. saluran drainase dan jembatan Menyepakati rencana pengembangan jaringan jalan. saluran drainase dan jembatan dengan langkah – langkah:  Mengenali kondisi jaringan jalan. Kegiatan ini merujuk pada hasil rencana tata ruang wilayah kelurahan. rencana jaringan jalan. Tahapan pengenalan kondisi kawasan yang perlu dilakukan adalah :  Melakukan kegiatan FGD untuk menyepakati informasi penting yang perlu diamati. saluran dan jembatan. kawasan permukiman kumuh perkotaan.  Mengenali kondisi pemanfaatan ruang/peruntukan lahan saat ini   Melakukan analisis pengembangan pemanfaatan ruang Menyepakati rencana alokasi pemanfaatan ruang wilayah kelurahan (2) Menyusun rencana pengembangan kegiatan ekonomi dengan langkah-langkah :  Mengenali kondisi kegiatan ekonomi masyarakat saat ini   Melakukan analisis pengembangan kegiatan ekonomi Menyepakati rencana pengembangan kegiatan ekonomi kelurahan (3) Menyusun rencana jaringan jalan. adalah: (1) Menyusun rencana alokasi pemanfaatan ruang yang berisi : rencana pengelolaan kawasan lindung/konservasi dan rencana pengembangan kawasan budidaya/fungsi kegiatan perkotaan. menyepakati . kawasan pariwisata. Proses perencanaan yang dilakukan. berisi rencana alokasi pemanfaatan ruang. dll. alat ukur/meteran. Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan dilakukan pada kawasan-kawasan yang diprioritaskan pengembangannya. rencana pengembangan kegiatan ekonomi. kawasan pusat perdagangan dan jasa. mempersiapkan peta survei (peta peruntukan lahan dan bangunan. jaringan jalan dan saluran. kawasan bersejarah. dll). kawasan rawan bencana. alat tulis. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah :  Merumuskan dan menyepakati kriteria kawasan prioritas. dll. rencana pengembangan air bersih dan sanitasi serta rencana peningkatan pelayanan sosial/pelayanan publik dan rencana pengembangan kelembagaan pengelolaan pembangunan kelurahan. kawasan pelestarian khusus. saluran drainase dan jembatan (4) Menyusun rencana pengembangan air bersih dan sanitasi dengan langkah – langkah:  Mengenali kondisi air bersih dan sanitasi saat ini   Melakukan analisis pengembangan air bersih dan sanitasi Menyepakati rencana pengembangan air bersih dan sanitasi (5) Menyusun rencana peningkatan pelayanan sosial dengan langkah – langkah :  Mengenali kondisi pelayanan sosial saat ini   Melakukan analisis pengembangan pelayanan sosial Menyepakati rencana pengembangan pelayanan sosial (6) Menyusun rencana pengembangan kelembagaan pengelola dan pembangunan kelurahan dengan langkah – langkah:  Mengenali kondisi kelembagaan pengelola dan pembangunan kelurahan saat ini   Melakukan analisis pengembangan kelembagaan pengelola dan pembangunan kelurahan Menyepakati rencana pengembangan kelembagaan pengelola dan pembangunan kelurahan (Jika diperlukan maka dapat dibentuk Unit Pengelola Kegiatan yang didukung oleh UP-UP BKM dan kelompok pemerhati lainnya) LANGKAH 3: PERENCANAAN LINGKUNGAN MIKRO (PENYUSUNAN RENCANA TATA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN KAWASAN PRIORITAS BERBASIS KOMUNITAS) Pada dasarnya rencana tata bangunan dan lingkungan merupakan bagian dari rencana pengembangan permukiman desa/kelurahan. saluran drainase dan jembatan saat ini   Melakukan analisis pengembangan jaringan jalan. Menyepakati kawasan-kawasan prioritas yang terpilih untuk pelaksanaan kegiatan penataan bangunan dan lingkungan (2) Mengenali kondisi kawasan prioritas.

pengaturan dimensi jalan dan saluran serta menyepakati aturan-aturan pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan jalan dan saluran  Rencana pengembangan air bersih dan sanitasi. penataan bangunan. arena bermain anak-anak. . berisi:  Rencana pengelolaan area konservasi. rencana pengaturan kepadatan. pemenuhan kebutuhan air bersih. kerapatan dan ketinggian bangunan. penanganan lokasi genangan/banjir. pantai dll) melalui penetapan batas area konservasi. kerapatan dan ketinggian bangunan. seperti kebutuhan penanganan sampah. menguraikan aturan-aturan kesepakatan dalam melindungi fungsi lindung aliran sungai melalui penetapan batas sempadan sungai. berisi: rencana lokasi dan luas lahan pengembangan jalur hijau. pelestarian kawasan bersejarah. area pengembangan buffer zone/jalur hijau. pariwisata dll. dll. permasalahan dan potensi pengembangan kawasan prioritas. sebagai pengelola pembangunan pada tingkat komunitas Merumuskan laporan hasil kegiatan analisis di atas yang disajikan kedalam tulisan ringkas dan dilengkapi berita acara kesepakatan. sungai. antara lain: (3) Melakukan analisis penataan bangunan dan lingkungan . Rencana pengembangan ruang terbuka hijau. Rencana ini disajikan pada peta dengan skala ketelitian 1:1000. sekitar mata air. (4) Menyepakati rencana – rencana penataan bangunan dan lingkungan khusus seperti antara lain : a. rencana pengembangan vegetasi dan merumuskan aturan-aturan pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan ruang terbuka hijau Rencana pengembangan jaringan jalan lingkungan dan saluran. dll. peningkatan jalan lingkungan dan saluran. berisi aturan kesepakatan pengembangan jaringan jalan dan saluran yang dapat mengamankan fungsi konservasi aliran sungai. peta dan informasi kondisi kawasan prioritas yang diperoleh dari hasil pengematan lapangan     Melakukan penilaian dan selajutnya menyepakati isi kebijakan dan rencana-rencana pembangunan Kota/Kabupaten dalam konteks penataan bangunan dan lingkungan pada kawasan prioritas Mengkaji dan menyepakati upaya penanganan persoalan-persoalan dan permasalahan pembangunan setiap blok peruntukan lahan dan bangunan pada kawasan prioritas dalam rangka mewujudkan lingkungan yang teratur. lapangan olah raga. untuk mengenali. pengamanan area konservasi. berisi:  Rencana pengelolaan area konservasi. pengaturan pola jaringan jalan dan saluran. Rencana ini disajikan pada peta dengan skala ketelitian 1:1000. aturan dan kesepakatan pengelolaan sampah lingkungan dalam rangka mewujudkan lingkungan yang bersih dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kerusakan area konservasi (sempadan sungai)  Rencana pengembangan kelembagaan pengelola pembangunan kawasan bantaran sungai b. taman lingkungan. rencana relokasi dan rehabilitasi bangunan rumah. Perumusan laporan kegiatan dilakukan oleh tenaga ahli profesional bersama BKM dan pokja PLP. menguraikan aturan-aturan kesepakatan dalam rangka mengamankan fungsi lindung yang ada (lokasi rawan longsor. Informasi penting yang perlu diamati dan dicermati. waduk/situ. berisi rencana blok perumahan. dll. normalisasi aliran sungai. Rencana pengembangan kawasan bantaran sungai. Tahapan analisis yang perlu dilakukan adalah  Mempersiapkan data.   Melakukan analisis kebutuhan pembentukan kelembagaan baru. Rencana pengembangan kawasan kumuh pusat kota. pengembangan buffer zone/jalur hijau pada area sempadan sungai. sehat dan berjatidiri Mengkaji dan menyepakati pemanfaatan potensi lahan untuk pengembangan blok peruntukan perumahan. rencana relokasi dan rehabilitasi bangunan rumah. bersih. Kegiatan analisis ini perlu mengacu pada standar-standar teknis perencanaan pembangunan kawasan. pengaturan pola jaringan jalan dan saluran.    Rencana blok (block plan) peruntukan lahan dan bangunan. peremajaan kawasan. industri kerajinan. berisi rencana blok perumahan. penanganan dan pemulihan kerusakan lingkungan.penugasan dinas/instansi terkait (mempersiapkan peta dan peralatan survei serta mengkoordinir pelaksanaan pengukuran situasi lapangan dan penggambaran peta kerja) dan menyepakati waktu pelaksanaan survei pengamatan lapangan. Melakukan analisis kebutuhan dasar dan kebutuhan program pembangunan setiap blok peruntukan pada kawasan prioritas. berisi aturan-aturan kesepakatan pemanfaatan air tanah maupun air permukaan/sungai. membatasi kegiatan pembangunan yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kerusakan kawasan bantaran sungai dan menyepakati pemberian sanksi bagi pelanggar aturan-aturan pelestarian bantaran sungai.  Melakukan survei pengamatan lapangan.  Rencana blok (blok plan) peruntukan lahan dan bangunan. rencana pengaturan kepadatan. membatasi kegiatan pembangunan yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kerusakan area konservasi dan menyepakati pemberian sanksi bagi pelanggar aturan-aturan pelestarian bantaran sungai. memahami dan sekaligus mencatat hasil temuan persoalan-persoalan.

antara lain melalui kegiatan Bazar. kawasan bersejarah. Rencana pengembangan kegiatan pariwisata. jenis komoditi dan skala kegiatan industri     Rencana pengembangan sentra kegiatan industri. yaitu: bangunan kuno dan situe-situs yang disepakati oleh pemerintah kota/kabupaten sebagai bangunan bersejarah serta kawasan khusus yang perlu dilestarikan. sebagai penjabaran dari hasil perencanaan. masukan. produk perencanaan pengembangan lingkungan permukiman berbasis komunitas di atas. (6) Konsultasi Publik Produk Rencana Pada tahap konsultasi publik ini. rencana pengembangan vegetasi dan merumuskan aturan-aturan pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan ruang terbuka hijau Rencana pengembangan jaringan jalan lingkungan dan saluran. aturan dan kesepakatan pengelolaan sampah lingkungan dalam rangka mewujudkan lingkungan yang bersih dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kerusakan lingkungan Rencana pengembangan kelembagaan pengelola pembangunan kawasan kumuh pusat kota c. menguraikan aturan kesepakatan lokasi dan luas lahan serta kesepakatan pengembangan kegiatan/atraksi wisata (memancing. pantai sebagai lokasi pengembangan obtek wisata Rencana blok peruntukan pengembangan obyek wisata. pecinan. kampung tradisional. seminar. air berih dan sanitasi. pengaturan dimensi jalan dan saluran serta menyepakati aturan-aturan pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan jalan dan saluran   Rencana pengembangan air bersih dan sanitasi. berisi: Aturan-aturan kesepakatan pemanfaatan sungai. LANGKAH 4: TAHAP PEMASARAN KAWASAN PRIORITAS YG TELAH DIBUAT RTBL-NYA BERBASIS KOMUNITAS . pelestarian arsitektur bangunan dan pelestarian kawasan khusus Rencana pengembangan sarana dan prasarana pendukung kawasan khusus. berisi:  Aturan-aturan kesepakatan pengembangan kegiatan industri kecil/rumah tangga. saluran. Peta-peta dan gambar rencana tata ruang kelurahan dan rencana penataan bangunan dan lingkungan pada kawasan prioritas. camping ground. dll. baik dampak positif maupun dampak negatif. (5) Menyusun Rencana Program Investasi Jangka Menengah Pembangunan Kelurahan Rencana ini merupakan tindak lanjut dari rencana tata ruang kelurahan dan rencana tata bangunan dan lingkungan. Rencana pelestarian kawasan bersejarah. BLK dan fasilitas pendukung lainnya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan respon/tanggapan. lokakarya. menguraikan aturan-aturan kesepakatan pengembangan kios-kios pemasaran hasil produksi. yaitu selama 5 tahun (2008-2013) dan dirinci kedalam rencana program investasi pembangunan tahunan. kios suvenir dll) Rencana pengembangan sarana dan prasarana (jaringan jalan. menguraikan aturan-aturan kesepakatan lokasi.          Rencana pelestarian bangunan dan kawasan bersejarah. luas lahan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi Rencana penyediaan fasilitas pendukung kegiatan industri. danau/situ. komunitas suku tradisional. Produk rencana yang disebarluaskan antara lain. air bersih dan sanitasi Rencana pengendalian dampak negatif kegiatan industri terhadap lingkungan sekitarnya. restoran. Rencana pengembangan kegiatan industri kecil/rumah tangga. dll. Pada intinya berisi program-program investasi pembangunan kelurahan. lapangan olah raga. seperti: kawasan keraton. Rencana pengembangan kelembagaan pengelola bangunan dan kawasan bersejarah. berisi aturan-aturan kesepakatan pemanfaatan air tanah maupun air permukaan/sungai. Rencana pengembangan kelembagaan pengelola kawasan pariwisata berbasis masyarakat dan sumber daya lokal d. kritikan dan saran secara tertulis (7) Finalisasi Rencana Pengembangan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas Merupakan tahap finalisasi produk perencanaan yang disempurnakan berdasarkan hasil masukan. tanggapan. dll) Rencana pengembangan fasilitas pendukung wisata (Akomodasi. Rencana pengembangan sarana dan prasarana dasar. arena bermain anak-anak. taman lingkungan. budaya. saluran. pesantren tradisional. luas lahan dan bangunan.  Rencana pengembangan ruang terbuka hijau. saluran. menguraikan aturan-aturan kesepakatan lokasi pengembangan. berisi:  Aturan-aturan kesepakatan penetapan bangunan dan kawasan bersejarah. menguraikan aturanaturan kesepakatan pengembangan jaringan jalan. berisi: rencana lokasi dan luas lahan pengembangan jalur hijau. religius.Rencana program investasi ini disusun sesuai jangka waktu perencanaan. berenang. perlu disebarluaskan keseluruh lapisan masyarakat. berisi aturan kesepakatan pengembangan jaringan jalan dan saluran yang dapat mengamankan fungsi konservasi aliran sungai. kritikan dan saran dari masyarakat pada saat pelaksanaan uji publik. menguraikan aturan-aturan kesepakatan penyediaan jaringan jalan. yaitu pengembangan sentra industri. air bersih dan sanitasi.

dsb .Perusahaan/pabrik. TP dan Kelompok Kerja terkait dibantu Tenaga Pendamping Pemasaran menyusun strategi pemasaran yang menguraikan :  Tujuan yg akan dicapai. Proses ini pun dilakukan untuk menumbuh kembangkan kemampuan serta proses bekerja dan belajar masyarakat dalam pelaksanaan dan pengelolaan kegiatan konstruksi.Para pengusaha baik nasional maupun lokal .  Identifikasi stakeholder masyarakat Yang dimaksud dengan stakeholder masyarakat adalah:Individu-individu/para tokoh yang tertarik dan peduli dengan pembangunan permukiman.  Identifikasi stakholder swasta Yang dimaksud dengan stakeholder swasta adalah: . swasta dan masyarakat.Asosiasi profesi . (1) Persiapan : penyusunan rencana kerja pembangunan dan pencairan dana . kecamatan.Lembaga pendidikan Kegiatan yang harus dilakukan adalah memadukan kegiatan pembangunan yang biasa mereka didanai dgn rencana tata bangunan dan lingkungan kawasan prioritas melalui para pemeduli dari tiap sector tersebut. yaitu : pemerintah. Ada 3 (tiga) kelompok yang bisa diidentifikasi sebagai stakeholder pembangunan.Asosiasi usaha sejenis . Pembentukan Tim Pemasaran dan Kelompok Kerja Pemasaran.Pemerintah kota/Kabupaten adalah instansi dan dinas-dinas di Kota/Kabupaten Kegiatan yang harus dilakukan adalah memadukan kegiatan yang didanai melalui APBN/APBD dgn rencana tata bangunan dan lingkungan kawasan prioritas melalui para pemeduli dari tiap sector tersebut. dimana pada tahap ini akan diuraikan secara rinci mengenai tahapan-tahapan kegiatan pemasaran yang harus dilakukan. langkah-langkah tersebut adalah :  Identifikasi stakeholder pemerintah Yang dimaksud dengan stakeholder pemerintah adalah: . Ada 3 (tiga) pokok tahapan dalam pemasan RTBL yaitu 1) Penyusunan Rencana Kerja Pemasaran a.Pemerintah Pusat adalah instansi pusat dan departemen2 .     Kelompok sasaran yang akan dituju Langkah-langkah rinci mencapai tujuan tersebut diatas Siapa dan bagaimana mengerjakannya Bagaimana tiap langkah akan dibiayai termasuk besaran anggaran biaya yg dibutuhkan 2) Sosialisasi strategi dan rencana kerja pemasaran TP dan Kelompok Kerja terkait dibantu Tenaga Pendamping Pemasaran mensosialisasikan tokoh tokoh masyarakat setempat terhadap strategi dan rencana kerja pemasaran 3) Identifikasi pemangku kepentingan/stakeholder pembangunan Identifikasi stakeholder yang dimaksudkan adalah semua pihak yang mempunyai keterkaitan dengan pengembangan dan pembangunan kawasan prioritas maupun desa/kelurahan. TP dibantu pokja akan melalukan hal-hal sebagai berikut :  Strategi dan rencana kerja pemasaran    Sosialisasi strategi dan rencana kerja pemasaran Identifikasi pelaku pembangunan yang potensial baik dari sektor pemerintah. 4) Pelaksanan Pemasaran  Promosi kawasan prioritas    Serangkaian lobby dan negosiasi dengan para peminat Penyiapan dokumen kerjasama Kesepakatan stakeholder untuk pembangunan kawasan prioritas dan pengembangan kelurahan LANGKAH 5: TAHAP PELAKSANAAN PEMBANGUNAN Tahap pelaksanaan mandiri adalah proses pelaksanaan pembangunan fisik hasil perencanaan mikro (RTBL) sebagai bentuk penyelesaian permasalahan serta penggalian potensi yang dimiliki kelurahan. baik di tingkat kelurahan. swasta maupun masyarakat (sosial mapping) Pelaksanaan pemasaran b. Dalam melakukan identifikasi ini BKM/LKM harus mampu mengidentifikasi pihak-pihak dari ke 3 sektor tersebut yang berpotensi dan peduli dalam mengisi pembangunan kawasan maupun pengembangan desa/kelurahan.Tahap pemasaran kawasan prioritas dan pengembangan desa/kelurahan ini adalah sebagai tindak lanjut dari rangkaian kegiatan pengembangan RTBL yang telah dilakukan. kota maupun nasional.Pemerintah Propinsi adalah instansi dan dinas-dinas propinsi .

perwujudan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan. yatu mengendalikan penyelenggaraan penataan bangunan dan lingkungan suatu kawasan tertentu. yaitu wilayah kelurahan. rancangan. Proses ini akan didukung oleh adanya analisis pengembangan pembangunan berbasis peran masyarakat. rencana umum dan panduan rancangan. Prinsip-Prinsip Utama Prinsip-prinsip utama penyusunan Dokumen RTBL adalah: a. intensitas pemanfaatan lahan. d. kawasan. dan lain-lain. bukan pada aspek tuntutan kebutuhan ekonomis semata. kawasan yang terbangun yang memerlukan penataan.’ 4. peningkatan taraf hidup masyarakat melalui kualitas lingkungan dan ruang publik. kawasan sentra mahasiswa. dan lain-lain. seperti: desa adat. c. administratif. seperti. kota/desa. kawasan kota lama. yaitu kawasan campuran antara fungsi hunian. lingkungan sentra perindustrian rakyat. 2. Kedudukan Seluruh rencana. kawasan gabungan atau campuran. kawasan yang dilestariakan. 3. non administratif berupa unit ruang yang ditentukan secara kultural tradisional (tradisional cultural spasial units). kawasan fungsi sosial budaya dan keagamaan serta kawasan fungsi khusus. Masyarakat beserta perangkat pemerintah kelurahan/desa dan kelompok peduli setempat dengan memperhatikan berbagai peraturan yang ada. Area Penataan Penentuan batas dan luasan area penataan diatur berdasarkan: a. kawasan bersejarah. berorientasi pada aspek kemampuan daya dukung sosial budaya dan lingkungan dari lokasi setempat. dan lain-lain. gampong. harus merujuk pada pranata pembangunan yang lebih tinggi. melibatkan peran masyarakat pengguna dan/atau pelaku pembangunan (stakeholder) dalam proses penyusunannya untuk menghasilkan kesepakatan dan bersifat mengikat. BAGIAN 2: RENCANA UMUM DAN PANDUAN RANCANGAN Merupakan ketentuan-ketentuan tata bangunan dan lingkungan pada suatu lingkungan/kawasan yang bersifat melengkapi dan menjelaskan secara lebih rinci rencana umum yang telah ditetapkan sebelumnya. 5. kawasan industri. memetakan dan mengapresiasi konteks lingkungan dan nilai lokal dari kawasan perencanaan dan wilayah sekitarnya. Termasuk dalam hal ini juga adalah penguatan peran dan kapasitas pelayanan UP-UP BKM sebagai pusat pelayanan masyarakat (community center) dalam bidang penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. sistem sirkulasi dan jalur . dan peluang manfaat yang akan dicapai. Pengertian Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) adalah panduan rancang bangun suatu lingkungan/kawasan untuk mengendalikan pemanfaatan ruang yang memuat rencana program bangunan dan lingkungan. Perencanaan penataan bangunan dan lingkungan meliputi pemenuhan persyaratan tata bangunan dan lingkungan. ketentuan pengendalian rencana dan pedoman pengendalian pelaksanaan pengembangan lingkungan/kawasan. kawasan rawan bencana. rencana investasi. Fokus utama adalah membangun komitmen dan kesepakatan warga mengenai peran aktif masyarakat untuk mengatur dan mengelola sendiri pembangunan lingkungan dan permukiman di wilayahnya dengan berpedoman pada peraturan perundangan yang berlaku. menetapkan kesepakatan mengenai visi kawasan permukiman yang akan dituju bersama. menganalisis. Dalam konteks pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Permukiman Berbasis Komunitas. e. prediksi kontuinitas pelaksanaan program. Struktur dan Sistematika Dokumen RTBL Dokumen RTBL disusun dengan materi pokok sebagai berikut: BAGIAN 1: PROGRAM BANGUNAN DAN LINGKUNGAN Merupakan proses untuk mengidentifikasi. berdasar pertimbangan efektivitas pemanfaatan ruang yang ada. nagari. Kedua proses diharapkan dapat mendukung visi pembangunan sebagai konsep dasar perencanaan tata bangunan dan lingkungan. b. 7. supervisi RTBL Lampiran 2 Uraian Singkat Penyusunan Rencana Tata Bangunan Dan Lingkungan (RTBL) 1.(2) Pelaksanaan : peleksanaan (3) Pasca konstruksi : pelaksanaan pemeliharaan bangunan konstruksi. dan lain-lain b. serta peningkatan vitalitas ekonomi lingkungan. seperti pembangunan kawasan baru yang berkembang cepat. kecamatan. c. tata bangunan. kawasan fungsi usaha. mempunyai kejelasan kelembagaan pengelola dan pemantau pelaksanaan program 6. aturan dan mekanisme dalam penyusunan Dokumen RTBL. baik pada lingkup kota. Maksud Dokumen Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) disusun dengan maksud sebagai panduan spesifik yang menyeluruh dan memiliki kepastian hukum mengenai suatu perencanaan penataan bangunan dan lingkungan dari kawasan tertentu baik di perkotaan maupun di perdesaan. d. kawasan yang memiliki keutuhan dan kesamaan karakter tematis. jenis kawasan. kawasan yang memiliki sifat campuran. Ulasan akan mencakup struktur peruntukan lahan. seperti kawasan pusat bisnis kota (central business district). Tujuan Dokumen Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) disusun dengan tujuan sebagi pengendali pembangunan. maupun wilayah.

program kerja maupun kelembagaan kerja. Bila ini terwukud. sistem prasarana dan utilitas lingkungan. Pengendalian rencana sebagai bagian dari penyusunan RTBL akan melibatkan masyarakat secara individu maupun pihak yang dapat mewakili seperti BKM dan Dewan kelurahan BAGIAN 5: PEDOMAN PENGENDALIAN PELAKSANAAN Ulasan penetapan program kelengkapan administrasi pengendali pelaksanaan penataan agar memenuhi persyaratan pembangunan di wilayahnya. administrasi atas insentif pengembangan. . Termasuk kesepakatan bersama mengenai aturan-aturan yang terkait dengan pengembangan lingkungan permukiman di wilayahnya. serta mengatur pertanggung jawaban semua pihak yang terlibat. perangkat kelurahan dan kelompok peduli setempat menyepakati ketentuan pengendalian pelaksaaan. dengan berpedoman pada peraturan yang berlaku. Masyarakat.penghubung. Pengelolaan kawasan menjadi bagian dari pengendalian pelaksanaan yang akan meliputi aset properti yang dikelola. serta pelestarian bangunan dan lingkungan. maka potensi keberlanjutan akan semakin tinggi karena masyarakat yang akan bertanggungjawab sepenuhnya pada pengelolaan properti pasca pelaksanaan). BKM. BKM bersama perangkat kelurahan. relawan dan kelompok peduli setempat menggerakan dan mengkoordinir serangkaian musyawarah warga untuk membangun kesepakatan bersama konsep umum perancangan. BAGIAN 4: KETENTUAN PENGENDALIAN RENCANA Ketentuan akan mengendalikan berbagai rencana kerja. Prinsip dasar keberhasilan pelaksanaan dokumen RTBL adalah apabila menjadi kebutuhan dan milik masyarakat sendiri beserta perangkat kelruahan dan kelompok peduli setempat. BKM bersama perangkat kelurahan. relawan dan kelompok peduli setempat membuat perencanaan investasi sebagai bagian dari pemasaran sosial RTBL. sistem ruang terbuka dan tata hijau. Aspek ketentuan administratif dan arahan yang bersifat antisipatif terhadap perubahan ditentukan untuk mendukung strategi pengendalian yang diatur dengan rencana kelembagaan untuk mengelola pelaksanaan RTBL. Dalam hal ini masyarakat akan didampingi oleh tenaga ahli perencanaan yang direkrut BKM melalui BLM RTBL dan juga mendapat bantuan teknis secara intensif dari Dinas PU atau yang terkait di pemda setempat. BAGIAN 3: RENCANA INVESTASI Rencana akan disusun berdasarkan dokumen RTBL yang diharapkan menjadi rujukan serta alat mobilisasi dana investasi bagi masing-masing pemangku kepentingan sehingga dapat mengatur upaya percepatan penyediaan dan peningkatan kualitas pelayanan prasarana/sarana dari suatu lingkungan/kawasan. Tercakup didalamnya seluruh ketetapan administrasi kota. dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin di wilayahnya. pelaku pengelolaan serta aspek-aspek pengelolaan. ataupun administrasi yang menyangkut peraturan/adat. tata kualitas lingkungan.

kecuali jika usulan kegiatan tersebut untuk mengembangkan kawasan lindung. Pada pemeriksaan awal. Usulan yang diajukan sedapat mungkin menghindari atau mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. b.[1] Pedoman Umum Penyusunan RTBL. Usulan tersebut harus telah mengkaji alternatif desain lainnya yang tepat untuk memperkecil dampak negatifnya. Kriteria Pemeriksanaan Lingkungan 2. dan c. Usulan yang membawa dampak negatif terhadap lingkungan. Usulan tersebut harus mengacu pada Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) dan Rencana Detail Tata Ruang (RTDR). Setiap proposal kegiatan program (proyek/sub-proyek) akan diperiksa dengan kriteria pemeriksaan lingkungan Pemerintah Indonesia untuk memastikan tidak ada sub-proyek/proyek yang membutuhkan pemeriksaan lingkungan secara penuh. Prinsip-prinsip dasar dalam penilaian kelayakan lingkungan adalah sebagai berikut : a. harus dilengkapi dengan suatu perencanaan pengelolaan dampak lingkungan untuk mengurangi dampak negatifnya. tipe proyek. skala. lokasi. serta menghindari kawasan lindung yang telah ditetapkan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup. Departemen Pekerjaan Umum PEDO LINGK Lampiran 3 Uraian Singkat Pedoman Pengelolaan Lingkungan Prinsip Dasar 1. sensitifitas dan potensi dampak terhadap alam dan lingkungan hidup akan diidentifikasi untuk menentukan proposal tersebut masuk dalam yang mana dari 4 kategori berikut ini:: .

atau ha M M Ha Ha Ha 5 10 30 5 2 500 3 5 – 1 atau 5 – 2 10 – 3 atau 10 . spesifikasi pengisian tanah dan penghijauan dilahan kritis. kota kecil (desa) Perbaikan kampong Kota besar Kota sedang Upgrading Unit Liter/ Detik Km Ha ANDAL> 250 10 500 UKL/UPL< . Kriteria Pemeriksaan Lingkungan Sektor/Proyek Penyediaan Air Bersih Pengambilan Air Baku Transmisi (kota besar) Distribusi (kota besar) Jalan Kota Pembangunan baru : a. kota sedang c. Diharapkan sebagian proposal akan masuk kategori ini Tabel 1. kota sedang c. Diharapkan tidak ada proposal yg masuk kategori ini. b) Proposal yang membutuhkan UKL (Upaya Pengelolaan Lingkungan) dan UPL (Upaya Pemantauan Lingkungan) berdasarkan kajian yang terbatas dan spesifik lokasi sub-proyek. lalulintas di lokasi k0onstruksi.5 30 – 5 >/= 10 (jika pembebasan tanah) >/= 20 >/= 60 < 2 ha < 500 <3 ha atau ton ha atau ton ton Km Km Km Ha Ha Ha 1000 5000 1000 5 10 25 200 5 < 10 atau < 10000 < 5 atau < 5000 < 1000 < 5 atau 5 – 1 < 10 atau 2 – 10 >5 >/= 1 >/= 2 >/= 1 (Sumber: KEP-17/MENLH/2001 untuk ANDAL (Jenis) dan KEPMEN PU-17/KPTS/M/2003 untuk UKLUPL) 3. tidak menimbulkan gangguan atas tanah atau air dan tidak melibatkan pembuangan limbah. Direktorat Jenderal Cipta Karya telah menetapkan pedoman/prosedur operasi standar utk proyek/sub proyek jenis itu (termasuk pengendalian debu. atau ha Km. Diharapkan sebagian proposal akan masuk kategori ini d) Usulan-usulan yang tidak memerlukan studi lingkungan. kota kecil Pelebaran (kota besar) Jembatan di kota besar Jembatan di kota kecil Limbah Cair dan Sanitasi IPLT (Instalasi Pengolahan Limbah Terpadu Sistem Perpipaan Air Limbah IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) Persampahan Timbunan (sanitary landfill)/TPA TPA (Tempat Pembuangan Akhir) – didaerah pasang surut Transfer station Drainase & Pengendalian Banjir a. karena jenis kegiatan yang diusulkan bukan merupakan kegiatan konstruksi. dimana praktek yg baik (good practice) cukup menyelamatkan lingkungan.a) Proposal yang membutuhkan Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) secara menyeluruh yang untuk itu Kantor Menteri Negara Lingkungan telah menetapkan kriterianya (lihat Tabel 1). Pemeriksaan khusus akan diterapkan pada kasus-kasus berikut ini : . c) Usulan-usulan yang cukup ditangani dengan prosedur operasi standar (standard operation procedure). kota besar b.> -250 – 50 10 – 2 -500 – 100 Km. prosedur mengendalikan dampak negatif pengangkutan sampah. Menteri PU telah menetapkan kriteria untuk menentukan sub-proyek yang membutuhkan UKL/UPL dan Menneg LH telah menetapkan kriteria untuk ANDAL (Analisis Dampak Lingkungan). Proyek/subproyek semacam ini tidak akan didanai oleh BLM PLP P2KP. kota besar b. atau ha Km Km. dsb). kebisingan.

Semua proposal akan dinilai oleh staf proyek untuk kelayakannya. Setiap subproyek harus diperiksa oleh fasilitator teknik untuk menentukan berbagai tindakan yang harus dilakukan dalam rangka mencegah atau memperbaiki persoalan lingkungan.    Material berbahaya dan limbah: proyek yang menggunakan. Kecuali jika permukiman sudah ada di wilayah tersebut dan kebijakan pemerintah mengijinkannya. proposal untuk pendanaan melalui P2KP dapat dilakukan oleh masyarakat permukiman tersebut asal sesuai dengan prosedur P2KP dan sejalan dengan peraturan setempat yang secara jelas tercantum dalam rencana manajemen kawasan yang dilindungi. menjelaskan bahwa setiap pekerjaan atau aktivitas di lokasi yang dilindungi atau dapat menyebabkan perubahan peruntukan lokasi yang dilindungi harus melakukan ANDAL. area padat penduduk. disediakan standar teknik dalam pedoman. area seputar mata air. Ahli Lingkungan di KMP harus selalu memutakhirkan daftar periksa kemungkinan persoalan lingkungan untuk menemukenali perkara lingkungan dan usulan mitigasinya. situ. Pendekatan Pengendalian Dampak Lingkungan Dalam BLM PLP P2KP 7. menyimpan atau mengirimkan bahan berbahaya (racun. tembakau atau produknya: seluruh kegiatan program yang mengandung unsur ini tidak akan didanai atau ditolak. KEP-17/MENLH/2001 berjudul : Jenis aktivitas pekerjaan yang diharuskan melakukan ANDAL. Pada pertengahan proses kontruksi daftar yang sama di cocokkan lagi disaat peluang untuk memperbaiki masih dapat dilakukan. jalan kota. pinggiran pantai. irigasi). Pelaporan 6. Asbes : subproyek/proyek yang menggunakan asbes atau komponen yang mengandung asbes tidak akan didanai. danau. BKM/LKM dengan bantuan fasilitator harus memastikan tindakan pengurangan dampak lingkungan dilakukan. bahan peledak dan korosif) atau tergolong dalam B3 (Bahan Baku Berbahaya) tidak akan didanai. taman hutan. 5. persyaratan teknik dan kesesuaiannya dengan berbagai aturan yang berlaku. rembesan untuk latrine atau tanki septik harus berjarak sekurang-kurangnya 10 m dari sumber air bersih dan diletakkan di bawah . area penelitian ilmiah. sebelum kemudian di nilai oleh BKM/LKM. area serapan air. pengikisan ozon. daerah sekitar sumber air/reservoir. Pedoman akan mencakup matriks dari kemungkinan dampak lingkungan yang negatif dan langkah-langkah untuk menangulanginya. saluran drainasi untuk jalan harus dipasang dengan gorong-gorong dilintasan masuk agar menjamin kelancaran aliran air. Tatacara penanggulangan khusus penggunaan asbes untuk perbaikan bangunan yang sudah menggunakan asbes (seperti renovasi gedung sekolah yang menggunakan atap asbes) akan diterapkan. Fasilitator dan KMW akan mengumpulkan dan meninjau laporan lingkungan dan menandai dgn bendera pada laporan tigabulanan mereka. area budaya yang dilindungi. kecuali :(a) penggunaannya sangat kecil dan (b) Bapedalda melakukan peninjauan dan sertifikasi bahwa proyek tersebut memenuhi standar pengendalian polusi air dan udara. jamban umum. taman wisata alam. memonitor dan mengukur dampak lingkungan dari program sebagai bagian dari evaluasi kinerja program. taman nasional. area hutan bakau (mangrove). ditandatangani oleh para anggota kelompok. Pemilihan proposal yang menggunakan dana BLM oleh BKM/LKM akan dilakukan dalam suatu pertemuan yang diumumkan sebelumnya dan terbuka untuk umum. TPS dan jembatan akan diterapkan dalam program ini dalam bentuk POS (prosedur operasi standar). yg menjadi bagian dari Panduan Pelaksanaan ini. konservasi laut dan sungai. Format standar akan mencakup hal-hal tersebut diatas yang tidak dapat dibiayai sebagai bagian dari daftar negatif. Tidak boleh ada permukiman baru atau perluasan permukiman di wilayah yang dilindungi yang termasuk dalam usulan proyek yang akan didanai . Tidak diperkenankan membuat proposal untuk membangun atau merehabilitasi jalan yang berada dalam kawasan yang dilindungi 4. Dalam proses perencanaan digunakan daftar periksa (checklist) kemungkinan/potensi persoalan lingkungan (lihat Tabel 2) yang kemudian harus ditindak lanjuti selama dan sesudah konstruksi oleh kelurahan/desa dan Tim Fasilitator. Pembangunan di wilayah yang dilindungi: Surat Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. kegiatan ekonomi yang memberikan dampak lingkungan harus dijamin memenuhi persyaratan/ standar yang ditetapkan. Tenaga ahli KMW dan KMP akan merangkum semua perkembangan. Contoh. memproduksi. Prinsip dasar yang melandasi pengendalian dampak lingkungan dalam BLM PLP P2KP adalah meminimumkan efek negatif dan memaksimumkan dampak positif dari setiap kegiatan konstruksi. Proposal-proposal tersebut mencakup uraian tentang kegiatan yang diusulkan dan harus memenuhi semua aturan pengelolaan dampak lingkungan yg disyaratkan (termasuk pembebasan tanah/aset dan dampak terhadap masyarakat/penduduk asli). Tenaga ahli proyek secara teliti akan menyaring proposal terkait dgn dampak lingkungan berdasarkan pada pedoman diatas. Penebangan: Sub-proyek yang melakukan operasi penebangan atau pembelian alat-alat penebangan tidak akan didanai. 8. Hal ini termasuk penyaringan khusus untuk semua subproyek yang melibatkan perubahan tanah dan air (seperti reklamasi. Keluaran atau emisi yg menyebabkan polusi: Subproyek yang memproduksi keluaran atau emisi baik cair atau gas yang dapat menyebabkan polusi tidak akan didanai. Pestisida. Rencana spesifikasi termasuk pertimbangan pengelolaan lingkungan untuk air bersih. Termasuk didalamnya adalah: hutan yang dilindungi.    Perikanan : standar dari Dinas Perikanan akan diterapkan pada seluruh proposal subproyek perikanan. Di akhir konstruksi daftar yang sama dicocokkan lagi dibandingkan dengan rencana aslinya. wilayah konservasi alam dan area yang rawan bencana alam. bantaran sungai. Untuk setiap subproyek. Setiap KSM harus menyiapkan proposal subproyek dalam format standar yang disediakan oleh fasilitator.

Berdasarkan pengalaman P2KP sebelumnya maka dibawah ini adalah daftar periksa dari perkara lingkungan dan tindakan mitigasi yang harus dilakukan dalam BLM PLP P2KP. Tabel 2 Daftar Periksa Perkara Lingkungan dan Mitigasinya Potensi Dampak Negatif Jalan. saluran tanah kesehatan membutuhkan tempat lebih banyak pemeliharaan yg lebih intensif. Sanitasi dan Penyediaan air bersih Permukaan air sumur hampir sama dengan · Cek arah aliran air tanah.· Gunakan kemiringan alami yg lebih tanah terhadap erosi Kakus Umum. dan septik· Buat lubang kontrol dan pipa udara kenakalan manusia utk tangki septik Tangki septik yang tidak bagus strukturnya Tangki septik yang bagus paling tidak terdiri dari:· Ada lubang kontrol dgn penutup· Pipa masuk kotoran· Bilik yang terbagi dgn dinding pembatas· Pipa luapan disambung dgn rembesan· Pipa udara (ventilasi) MCK yang tidak memenuhi syarat · Semua unsur utama MCK harus .aliran air dan penampungan air bersih tidak boleh dekat dgn semua sumber kontaminasi. pengisian dan drainasi Terjadinya genangan air yang menjadi tempat pertumbuhan nyamuk dan vektor penyakit lainnya Jalan dan jembatan di lokasi yang rawan erosi dan longsor · Ubah jalur untuk menghidari kemiringan yg curam· Bangun turap penyangga dinding tanah· Gunakan tanaman untuk mencegah erosi dan longsor pada kemiringan· Gunakan teknologi khusus seperti sistem pengeringan (drain) Saluran yg tersumbat karena kesalahan · Pemeliharaan harus membersihkan perencanaan dan pemeliharaan yg sumbatan secara berkala· Gunakan saluran menyebabkan genangan air yg berdampak ke dari beton atau tembokan. terinjak. sumur terlalu dekat dgn tangki diletakkan hulu aliran· Bangun rembesan septik sejauh mungkin dari sumur Sumur dalam kakus yang pasti rawan · Bangun bak air yg diisi dari melalui pipa kontaminasi atau ember· Jaga agar kakus tetap bersih dan jauh dari sumur Pipa sanitasi dipermukaan tanah yang sangat · Tanam pipa sanitasi dari kakus ke tangki rawan thd sinar matahari. Jembatan dan Saluran Drainasi Erosi dari jalan yang sedang dilakukan cut and fills dan menyebabkan sedimentasi di saluran Tindakan Mitigasi · Batasi kegiatan memindahkan tanah hanya pada waktu musim kering/panas· Lindungi permukaan tanah yang rentan dengan jerami · Lindungi saluran drainasi dgn pembatas atau berm· Instalasi ruang sedimentasi. tanami permukaan yg rawan erosi secepat mungkin· Pilih jalur yang lebih aman dari gangguan· Lakukan pemeliharaan tepat waktu Lakukan tindakan untuk mencegah dengan perbaikan pertamanan. Sumur harus rembesan.

· Kakus· Ventilasi kakus· Bak air dgn kran air/sambungan air dan lubang pembuangan· Ada tempat untuk mencuci yg lebih tinggi· Ada kran air utk isi ember· Ada parit sekeliling lantai untuk membuang air ke saluran pembuangan · Saluran libah manusia harus disalurkan ke tempat pengolahan/tangki septik· Tangki septik juga berfungsi sebagai pengolah .Saluran limbah manusia yg mengandung libah patogen harus dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke badan air yang ada ada.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->