Anda di halaman 1dari 12

NAMA NIM

:HAPPY CYNTHIA K. :142100212 BAB 6 KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN

KLASIFIKASI DAN KONFLIK KEPENTINGAN Perumusan tujuan akuntansi tergantung pada penyelesaian konflik kepentingan yang terdapat di pasar informasi. Atau lebih spesifik lagi, laporan keuangan yang dihasilkan oleh interaksi tiga kelompok: perusahaan, pengguna, dan profesi akuntansi. Perusahaan (firm) membentuk kelompok utama yang terlibat dalam proses akuntansi. Aktivitas-aktivitas operasional, keuangan, dan luar biasa (atau non-operasional) yang mereka lakukan menjadi justifikasi dari pembuatan laporan keuangan. Keberadaan dan perilaku mereka menimbulkan hasil keuangan yang sebagian dapat diukur oleh proses akuntansi. Perusahaanperusahaan juga adalah penyedia informasi akuntansi. Pengguna (user) membentuk kelompok kedua. Pembuatan informasi akuntansi

dipengaruhi oleh kepentingan dan kebutuhan pengguna. Meskipun tidak mungkin untuk mengumpulkan suatu daftar lengkap para pengguna, namun dapat dipastikan daftar tersebut akan mencantumkan para pemegang saham, analis keuangan, kreditor, dan badan-badan pemerintah. Profesi akuntansi (accounting profession) membentuk kelompok ketiga yang dapat mempengaruhi informasi yang akan dimasukkan ke dalam laporan keuang. Para akuntan terutama akan bertindak sebagai auditor yang bertanggung jawab untuk memverifikasi bahwa laporan keuangan telah mematuhi prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. MENUJU KE ARAH PERUMUSAN TUJUAN LAPORAN KEUANGAN

Tujuan laporan keuangan menurut APB Statement No.4 Accounting Research Division dari Accounting Principles Board (APB) dibentuk untuk memotivasi dilakukannya riset mengenai dalil-dalil dan prinsip-prinsip dasar akuntansi. Bab 4 dari APB Statement No.4 mengklasifikasikan tujuan menjadi tujuan khusus, tujuan umum, dan tujuan kualitatif, serta menempatkan mereka dibawah suatu kumpulan pembatasan. Tujuan-tujuan tersebut dapat diringkas sebagai berikut:

1. Tujuan Khusus dari laporan keuangan adalah menyajikan secara wajar dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum, posisi keuangan, hasil operasi, dan perubahan-perubahan lainnya dalam posisi keuangan. 2. Tujuan Umum dari laporan keuangan adalah sebagai berikut: a. Untuk memberikan informasi yang dapat diandalkan mengenai sumber daya ekonomi dan kewajiban dari perusahaan bisnis b. Untuk memberikan informasi yang dapat diandalkan mengenai perubahan dalam sumber daya bersih dari aktivitas perusahaan bisnis yang diarahkan untuk memperoleh laba c. Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat digunakan untuk

mengestimasi potensi penghasilan bagi perusahaan. d. Untuk memberikan informasi lain yang dibutuhkan mengenai perubahan dalam sumber daya ekonomi dan kewajiban. e. Untuk mengungkapkan informasi lain yang relevan terhadap kebutuhan pengguna laporan 3. Tujuan Kualitatif dari akuntansi keuangan adalah sebagai berikut: a. Relevansi, yang artinya pemilihan informasi yang memiliki kemungkinan paling besar untuk memberikan bantuan kepada para pengguna dalam keputusan ekonomi mereka. b. Dapat Dimengerti, yang artinya tidak hanya informasi tersebut harus jelas, tetapi para pengguna juga harus dapat memahaminya. c. Dapat Diverifikasi, yang artinya hasil akuntansi dapat didukung oleh

pengukuran-pengukuran yang independen, dengan menggunakan metode-metode pengukuran yang sama. d. Netralitas, yang artinya hasil akuntansi ditujukan kepada kebutuhan umum dari pengguna, bukannya kebutuhan-kebutuhan tertentu dari pengguna-pengguna yang spesifik. e. Ketepatan Waktu, yang artinya komunikasi informasi secara lebih awal, untuk menghindari adanya kelambatan atau penundaan dalam pengambilan keputusan ekonomi. f. Komparabilitas (daya banding), yang secara tidak langsung berarti perbedaanperbedaan yang terjadi seharusnya bukan diakibatkan oleh perbedaan perlakuan akuntansi keuangan yang diterapkan.

g. Kelengkapan, yang artinya adalah telah dilaporkannya seluruh informasi yang secara wajar memenuhi persyaratan dari tujuan kualitatif yang lain. Laporan Kelompok Studi Mengenai Tujuan Laporan Keuangan Metodologi yang Digunakan Sebagai respon terhadap kritik atas pelaporan keuangan perusahaan dan kenyataan bahwa semakin mendesaknya kebutuhan dari sebuah kerangka konseptual akuntansi, Dewan Direksi dari American Institute of Certified Public Accountants mengumumkan dibentuknya duakelompok studi pada bulan April 1971. Kelompok studi untuk pembuatan prinsip-prinsip akuntansi yang dikenal sebagai Komite Wheat ini, diberi tugas memperbaiki dan meningkatkan proses

penetapan standar. Laporan yang dihasilkan oleh komite ini mencetuskandibentuknya Financial Accounting Standards Board (FASB). Kelompok studi kedua, yang dikenal sebagai Komite Trueblood, ditugaskan untuk mengembangkan tujuan laporan keuangan;,yaitu dengan menentukan: 1. Siapa yang membutuhkan laporan keuangan; 2. Informasi apa yang mereka butuhkan; 3. Seberapa banyak dari informasi yang dibutuhkan itu dapat diberikan oleh akuntansi; dan 4. Kerangka apa yang dibutuhkan untuk memberikan informasi yang dibutuhkan tersebut. Tujuan Laporan Keuangan Seperti yang Dinyatakan Dalam Laporan Trueblood Meskipun kedua belas tujuan dalam laporan kelompok studi yang dimaksudkan memiliki kesetaraan, terdapat kecenderungan yang dapat dimengerti untuk membedakannya menurut struktur hierarki yang nyata dari tujuan-tujuan ttersebut. Perbedaan yang terdapat dalam penekanan dan ketergantungan relatif di antara tujuan tersebut dapat menjustifikasi adanya struktur seperti itu. Enam tingkatan tujuan berikut diambil dari Laporan Trueblood: 1. Tujuan dasar (No. 1) 2. Empat tujuan (No. 2, 3, 11, dan 12) yang menyebutkan pengguna dan kegunaan yang berbeda-beda dari informasi akuntansi. 3. Dua tujuan (No. 4 dan 5) yang menyebutkan kekuatan menghasilkan (earning power) perusahaan dan kemampuan manajemen (akuntabilitas) sebagai jenis informasi yang dibutuhkan.

4. Satu tujuan (No. 6) yang menyebutkan sifat dari informasi yang dibutuhkan sebagai factual dan interpretatif. 5. Empat tujuan (No. 7, 8, 9, dan 10) yang menguraikan laporan keuangan yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan No. 6. 6. Beberapa rekomendasi khusus untuk laporan keuangan dibuat agar dapat memenuhi tujuan-tujuan sebelumnya (No. 7, 8, 9, dan 10). Karakteristik Kualitatif Pelaporan Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pengguna, informasi yang disajikan dalam

laporan keuangan harus memiliki karakteristik tertentu. Laporan Trueblood menyebutkan tujuh karakteristik kualitatif dari pelaporan: 1. Relevansi dan materialitas; 2. Bentuk dan substansi; 3. Keandalan; 4. Kebebasan dari bias; 5. Komparabilitas; 6. Konsistensi; dan 7. Dapat dimengerti MENUJU KE ARAH KERANGKA KONSEPTUAL Hakikat Kerangka Konseptual Kerangka konseptual adalah sebuah konstitusi, sebuah system koheren dari tujuan dan asas yang saling berhubungan yang dapat mengarah kepada standar yang konsisten dan

menentukan sifat, fungsi, dan batasan dari akuntansi keuangan dan laporan keuangan. Tujuan menegaskan sasaran dan tujuan akuntansi. Asa menjadi konsep yang mendasari konsep akuntansi dan akan memandu pemilihan peristiwa yang harus diperhitungkan, pengukuran peristiwa tersebut, serta cara merangkum dan mengomunikasikannya kepada pihak-pihak yang berminat. Konsep-konsep seperti ini menjadi suatu asas dalam artian bahwa konsep-konsep yang lain akan dihasilkan dari asas tersebut dan penggunaannya sebagai acuan secara berulang-ulang akan dibutuhkan dalam menentukan, mengartikan, dan menerapkan standar akuntansi dan pelaporan. Karenanya, kerangka konseptual dimaksudkan untuk bertindak sebagai suatu konstitusi dalam proses penetapan standar. Tujuannya adalah untuk memberikan pedoman dalam menyelesaikan perselisihan yang timbul selama proses penetapan standar dengan cara

mempersempit pertanyaan menjadi apakah standar yang spesifik tersebut telah sesuai dengan kerangka konseptualnya. Bahkan FASB telah menunjukan empat keunggulan spesifik yang dapat diperoleh dari kerangka konseptual. Sebuah kerangka konseptual, ketika telah selesai dibuat, akan: 1. Memandu FASB dalam membuat standar akuntansi; 2. Menjadi kerangka acuan untuk mejawab pertanyaan-pertanyaan akuntansi yang tidak memiliki standar resmi yang spesifik; 3. Menetukan batasan pertimbangan dalam membuat laporan keuangan; 4. Meningkatkan komparabilitas dengan menurunkan jumlah metode akuntansi alternatif yang tersedia.

Masalah-masalah Dalam Kerangka Konseptual Ada tiga pandangan berbeda yang diidentifikasikan dalam penentuan laba atau

penghasilan (earning): a. Pandangan aktiva/kewajiban; b. Pandangan pendapatan/beban; c. Pandangan non-artikulasi.

Pandangan aktiva/kewajiban, atau yang disebut juga

pandangan neraca atau

pandangan pemeliharaan modal (balance sheet or capital-maintenance view), berpendapat bahwa pendapatan dan beban hanya berasal dari perubahan dalam aktiva dan kewajiban. Pandangan pendapatan/beban, yang disebut juga pandangan lapiran laba rugi atau pandangan penadingan (income statement or matching view), berpendapat bahwa adanya pendapatan dan beban dihasilkan oleh adanya kebutuhan akan penandingan yang tepat (proper mathing), penandingan, yang merupakan proses pengukuran fundamental dalam akuntansi, Pandangan non-artikulasi didasarkan atas adanya kepercayaan bahwa artikulasi akan diikuti oleh redudansi (pencatatan yang berlebihan), karena seluruh peristiwa yang dilaporkan di laporan laba rugi juga dilaporkan di neraca, meskipun dari sudut yang berbeda. Menurut pandangan ini, definisi dari aktiva dan kewajiban dapat menjadi suatu hal yang sangat penting dalam penyajian posisi keuangan dan bahwa definisi dari pendapatan dan bebean dapat mendominasi pengukuran penghasilan. Kedua laporan keuangan tersebut memiliki keberadaan arti yang saling independen; karenanya, dapat digunakan skema-skema pengukuran yang berbeda untuk keduanya. Salah satu contoh dari pandangan non-artikulasi adalah pengggunaan metode

LIFO di laporan laba rugi dan FIFO di neraca. Pandangan non-artikulasi ini mulai mendapat pendukung pada tahun 1966.

Masalah: Definisi Definisi dari setiap elemen laporan keuangan dapat diberikan aktiva/kewajiban maupun pandangan pendapatan/beban. Menurut pandangan aktiva/kewajiban, aktiva adalah sumber daya ekonomi dari sebuah perusahaan mereka mencerminkan keuntungan-keuntungan di masa depan yang diharapkan menimbulkan arus kas masuk bersih secara langsung maupun tidak langsung. Menurut pandangan pendapatan/beban, aktiva tidak hanya meliputi aktiva yang didefinisikan oleh sudut pandang aktiva/kewajiban, tetapi juga hal-hal yang tidak mencerminkan sumber daya ekonomi namun diperlukan untuk penandingan yang benar dan penentuan laba. Konsep pemeliharan modal atau pengembalian biaya mana yg harus digunakan? Konsep mengenai pemeliharaan modal memungkinkan kita membuat pembedaan antara penegembalian modal atau penghasilan dengan pengembalian modal atau pengembalian biaya.Empat kemungkinan konsep pemeliharaan modal: a. Modal keuangan yang di ukur dalam satuan uang; b. Modal keuangan yang di ukur menurut unit daya beli uimum yang sama; c. Modal fisik yang di ukur menurut unit uang; d. Modal fisik yang di ukur menurut unit daya beli umum yang sama. Metode pengukuran yang mana yang harus digunakan Masalah mengenai metode pengukuran akan berkaitan dengan penentuan baik dari unit pengukuran maupun atribut yang hendak di ukur.Ada lima kemungkinan yang tersedia: 1. Metode biaya historis; 2. Biaya saat ini; 3. Nilai jual saat ini; oleh pandangan

4. Nilai jual yang diharapkan; 5. Nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan.

Perkembangan dari sebuah kerangka konseptual

Statment of Financial Accounting Concepts yang di keluarkan dan berhubungan dengan pelaporan keuangan untuk perusahaan bisnis adalah: 1. SFAC No. 1, Menyajikan sasaran dan maksudn dari akuntansi. 2. SFAC No. 2, Melihat karakteristik-karaktaristik yang membuat informasi akuntansi berguna. 3. SFAC No. 3, Memberikan definisi mengenai elemen-elemen dalam laporan keuangan. 4. SFAC No. 5, Menetapkan pengakuan dan kriteria pengukuran fundamental 5. SFAC No. 6, Memperluas ruang lingkup untuk mencakup organisasi-organisasi nirlaba 6. SFAC No. 7, memberikan sebuah kerangka untuk menggunakan arus kas dan menyajikan nilai-nilai sebagai basis pengukuran.

Tujuan pelaporan keuangan A. Tujuan pelaporan keuangan oleh perusahaan bisnis Pelaporan keungan tidak hanya memuat laporan keungan, namun juga cara- cara lain dalam mengomunikasikan informasi yang berhubungan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan informasi yang diberikan oleh sistem akuntansi-yaitu, informasi mengenai sumberdaya, kewajiban, penghasilan, dan lain-lain

B. Tujuan pelaporan keuangan organisasi-organisasi non bisnis Empat kelompok yang khususnya berkepentingan dengan informasi yang disajikan oleh pelaporan keuangan oleh organisasi non bisnis: 1. Penyedia sumber daya. 2. Elemen penyusun yang menggunakan dan memperoleh keuntungan dari jasa-jasa yang diberikan oleh organisasi. 3. Badan- badan penyelenggara dan pengawas. 4. Manajer organisasi-organisasi non bisnis.

Konsep-konsep fundamental Karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi Relevance, agar informasi dapat memenuhi standar relevansi, informasi diasosiasikan secara bermamfaat dengan tindakan yang telah di yang

rancanguntuk

memfasilitasinya. Elemennya yaitu :

1. Nilai prediktif 2. Nilai umpan balik 3. Ketepatan waktu Reliability, kualitas yang memungkinkan pengguna data agar yakin

mengandalkannya sebagai pencerminan dari apa yang dimaksud untuk disajikan. Elemennya yaitu : 1. Dapat diverifikasi 2. Netralitas 3. Ketepatan penyajian Komparabilitas dan konsistensi adalah kulitas kedua yang di ususlkan oleh SFAC No. 2.Komparabilitas dijabarkan sebagai pennggunaan metode yang sama dalam suatu waktu oleh perusahaan tertentu, akan tetapi , prinsip akuntansi tidak berati bahwa metode akuntansi tertentu tidak dapat di ubah setelah digunakan. Materialitas dipandang sebagai ambang batas untuk pengakuan. Elemen-elemen dasar laporan keuangan dari perusahaan bisnis o o o o o o o o o o Aktiva Kewajiban Ekuitas Investasi oleh pemilik Distribusi kepada pemilik Laba komprehensif Pendapatan Beban Keuntungan Kerugian

Pengakuan dan pengukuran SFAC No. 5 dimaksudkan untuk meneyelesaikan masalah pengakuan dan pengukuran

ini.Kriteria pengakuan meliputi : Definisi : Hal tersebut memenuhi definisi dari sebuah elemen laporan keuangan. Dapat diukur : Hal ini memiliki atribut yang dapat diukur dengan cukup andal. Relevansi : Informasi yang berkenan mampu membuat perbedaan pada keputusan para penggunanya.

Keandalan : Informasi tersebut representasional, tepat, dapat diverivikasi dan netral.

Dalam kaitannya dengan pengukuran, laporan melihat lima atribut yang bebrbeda dari aktiva dan kewajibanyang disajikan dalam memorandum diskusi, yaitu : 1. Biaya historis 2. Biaya penggantian saat ini 3. Nilai pasar saat ini 4. Nilai bersih yang dapat direalisasikan (penggantian) 5. Nilai arus kas masa depan saat ini (diskonto) Laporan Laporan lain Laporan perusahaan Laporan ini berhubungan dengan akuntabilitas publik dari segala bentuk entitas

ekonomi,tetapi terutama pada perusahaan bisnis. Laporan ini mencoba menyusun sekumpulan konsep-konsep yang sedang dikembangkan sebagai dasar bagi pelaporan keuangan.Sasarannya adalah untuk menunjuk orang atau kelompok pembuat laporan keuangan, dan informasi yang disajikan telah sesuai dengan kepentingan mereka. Laporan ini memberi cara-cara paling sesuai dalam mengukur dan melaporkan posisi ekonomi, kinerja, dan prospek-prospek pengerjaan untuk tujuan dan maksud yang telah didefinisi diatas.Seberapa jauh laporan tersebut memenuhi sasaran yang dinyatakannya akan dibuktikan oleh temuan-temuan utama dan rekomendasinya. Laporan Stamb Canadian Institute of Chatered Accountant (CICA) menerbitkan studi riset pada bulan juni 1980 yang berjudul Corporate Reporting : Its Future Evolution, yang ditulis oleh profesor Edward Stamb dan selanjutnya kita rujuk sebagai Stamb Report ( Laporan Stamb ).Motivasi utama dibelakang ini adalah : 1. Kerangka konseptual dari FASB yang tidak sesuai bagi Kanada,jika melihat perbedaan lingkungan ,sejarah,politik, dan hukum antara Kanada dan Amerika Serikat. 2. Kerangka tersebut memberikan Kanada penyelesaian bagi masalah peningkatan mutu dari standar akuntansi keuangan perusahaan yang dimilikinya. Pendekatannya yang diusulkan laporan Stamb ini bersifat revolusioner.Hal ini mengidentifikasikan masalah dan permasalahan konseptual dan memberikan solusi dari segi identifikasi tujuan tujuanpelaporan keuangan perusahaan,pengguna laporan perusahaan,sifat

dari kebutuhan para pengguna,dan kriterian untuk penilaian mutu standar dan akuntabilitas korporat sebagai kemungkinan komponen-komponen bagi kerangka konseptual Kanada.

Tujuan Pelaporan Keuangan Perusahaan Tujuan ini diasumsikan berlaku untuk seluruh pengguna laporan keuangan yang telah diterbitkan : 1. Berkaitan dengan masalah akuntabilitas Penyediaan informasi yang berguna bagi seluruh potensi pengguna dari

informasi tersebut dalam bentuk dan dalam kerangka waktu yang relevan terhadap macam kebutuhannya. 2. Berkaitan dengan ketidakpastian dan resiko Tujuan dari pelaporan keuangan yang baik untuk memberikan informasi dalam bentuk tertentu sehingga meminimalkan ketidakpastian akan validitas dan informasi, dan untuk memungkinkan para pengguna membuat penilaiannya sendiri atas resiko-resiko yang berhubungan dengan perusahaan. 3. Berhubungan dengan perubahan dan inovasi Oleh karena itu laporan keuangna diatur standar hendaknya memiliki cukup ruang lingkup untuk melakukan inovasi dan revolusi seiring dengan dimungkinkan melakukan perbaikan di masa depan. 4. Berhubungan dengan kompleksitas dan pengguna awam Dianggap untuk diarahkan langsung kepada kebutuhan dari penggunanya yang mampu mengartikan satu kumpulan laporan keuangan yang lengkap dan cukup canggih atau alternatifnya, kepada para ahli yang akan dimintai bantuannya oleh para pengguna yang awam untuk menjelaskan dan memberikan masukan. Kriteria untuk Menilai Kualitas dari Standar dan Akuntabilitas Perusahaan Mendefinisikan kriteria untuk penilaian yang merupakan alat ukur dimana penyusun standar , sekaligus pembuat dan pengguna dari laporan keuangan yang telah diterbitkan, dapat memutuskan apakah laporan keuangan yang diterbitkan memang benar telah memenuhi kebutuhan dari pengguna dan tujuan dari laporan keuangan .Kriteria ini akan digunakan untuk menentukan informasi mana yang dapat dan seharunya dikeluarkan dari dari laporan keuangan.Mereka meliputi objektivitas,dapat diperbandingkan,pengungkapan penuh,bebas dari

bias,keseragaman,materialitas, dan efektivitas biaya manfaat,fleksobilitas,konsistensi, dan konservatif. Menuju ke Arah Kerangka Konseptual Kanada Proyek kerangka konseptual bagi Kanada (dan negara-negara lain) yang didasrkan atas pendekatan evolusioner dan bergantung pada konsep-konsep (tujuan dan kriteria untuk penilaian), ditawarkan pada akhir dari laporan stamb. Tidak seperti kerangka konseptual FASB, yang dianggap terlalu normatif (dan bukan aksiomatif) dan terlalu sempit ruang lingkupnya (kepentingan utamanya adalah pada investor), kerangka konseptual Kanada ini didasarkan pada pendekatan yang evolusioner (dan bukan revolusioner) dan tidak begitu sempit ruang

lingkupnya (kepentingan umumnya adalah pada kebutuhan yang wajar dari pengguna yang sah dari laporan-laporan keuangan yang dikeluarkan). TAKSONOMI KARAKTERISTIK NORMATIF YANG HARUS DICERMINKAN OLEH PERNYATAAN-PERNYATAAN AKUNTANSI Tiga model taksonomi umum yang sangat baik mengenai karakteristik normatif yang diinginkan adalah sebagai berikut : 1. Karakteristik formaional yang berhubungan dari pernyataan dan penilaian yang selanjutnya mengenai kegunaan yang diberikan 2. Karakteristik operasional yang berhubungan dengan mengimplementasikan dan memenuhi persyaratan-persyaratan yang diminta oleh pernyataan 3. Karakteristik Informasional yang berhubungan dengan kemampuan untuk

menghasilkan data yang berguna dalam pengambilan keputusan. PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN Perumusan dari teori akuntansi akan memiliki suatu rangkaian proses yang diawali dengan pengembangan tujuan-tujuan dari laporan keuangan dan diakhiri dengan penurunan sebuah kerangka konseptual atau konstitusi yang diakan digunakan sebagai edoman teknik-teknik akuntansi. Proses semacam itu diawali dan dimanifestasikan oleh : APB Statement No.4 Laporan Trueblood The Corporate Report Laporan Stamb Proyek Konseptual FASB

Kerangka konseptual FASB adalah proyek yang paling maju saat ini dalam pencapaian sebuah konstitusi akuntansi. Manfaat utamanya adalah memfasilitasi penyelesaian perselisihanperselisihan konseptual dalam proses penetapan standar. Agar efektif, konstitusi ini harus mendapatkan penerimaaan secara umum, mewakili perilaku kolektif dan melindungi kepentingan publik diareaarea yang akan terpengaruh oleh pelaporan keuangan. Kerangka konseptual mungkin tidak mencukupi untuk dapat memecahkan masalahmasalah tertentu dalam penetapan standar. Beberapa masalah berhubungan dengan aspek pilihan sosial dari penetapan standar akuntansi. Salah satu pemikiran yang berlaku adalah merupakan suatu hal yang mustahil untuk mengembangkan satu kumpulan standar akuntansi yang dapat diterapkan untuk berbagai alternatif akuntansi sehingga dapat diterima oleh semua orang.Sebagai respons atas pandangan pesimistis ini, Chusing memperkirakan bahwa mereka tidak setuju dengan adanya kemungkinan untuk menentukan fungsi kesejahteraan sosial mungkin terlalu melebih-lebihkan persoalan yang ada. Pendekatan Chusing dalam mencari yang terbaik diantara sekumpulan standar yang tidak saling berhubungan untuk satu masalah akuntansi tertentu, sambil menganggap seluruh standar lainnya dalam keadaan konstan,akan berhasil hanya jika diasumsikan terdapat saling ketergantungan diantara kegunaan, yang terkait dengan hasil yang diberikan oleh standar itu,dengan seluruh hasil yang dipengaruhi oleh standar-standar lain.

PERTANYAAN 1. KKKKKKKK 2. LLLLLLLLLL

Anda mungkin juga menyukai