Anda di halaman 1dari 28

PRESENTASI KASUS

LOW BACK PAIN ET CAUSA OSTEOARTRITIS LUMBAL + OSTEOARTRITIS GENUE BILATERAL

Pembimbing: dr. Ibrahim Oleh : Tiara Wima Y., S.Ked Fatimatuzzahra, S.Ked Rodiah Sefrina, S.Ked Vita Anggraini, S.Ked Nina Ardila F., S.Ked

IDENTITAS
Nama Umur Jenis Kelamin Agama Status Kebangsaan Pekerjaan Tanggal Pemeriksaan

: Azizah : 56 tahun : Perempuan : Islam : Menikah : Indonesia : IRT : 28 Juni 2011

KELUHAN UTAMA

Nyeri pada punggung bawah sebelah kanan dan nyeri pada kedua lutut.

RIWAYAT PERJALANAN PENYAKIT

Sejak 5 tahun yang lalu, os mengeluh nyeri pada punggung bawah sebelah kanan. Nyeri tersebut dirasakan os setelah mengangkat beban berat dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga (menyapu, mengepel, mencuci piring, dll). Namun nyeri masih bersifat ringan. Nyeri terasa seperti ditarik-tarik, nyeri tidak menjalar dan tidak disertai rasa kesemutan. Nyeri berkurang dengan istirahat, penggunaan salonpas dan minum obat meloxicam (diberi oleh dokter keluarga).
4

RIWAYAT PERJALANAN PENYAKIT....

Keluhan nyeri semakin memberat sejak 5 bulan terakhir, dan Os mengaku sudah tidak dapat lagi menyapu dan mengepel. BAK dan BAB tidak ada kesulitan. Selain itu, os juga mengeluh nyeri pada kedua lututnya sejak 6 tahun yang lalu, nyeri berangsurangsur makin lama makin berat. Nyeri terasa seperti ditusuk-tusuk. Bengkak pada kedua sendi lutut disangkal. Saat berjalan, diiringi suara gemeretak. Nyeri bertambah saat naik tangga dan jongkok.
5

Os kemudian berobat ke RSMH Palembang.

Riwayat Penyakit Terdahulu Riwayat hipertensi sejak 10 tahun yang lalu (berobat secara teratur) Riwayat trauma pada tulang belakang dan sendi lutut disangkal
Riwayat Penyakit Pada Keluarga Riwayat penyakit yang sama dalam keluarga disangkal

Riwayat Pekerjaan Sehari-hari pasien adalah IRT yang setiap harinya melakukan seluruh pekerjaan rumah sendiri. Riwayat Sosial Ekonomi Pasien hanya tinggal berdua bersama suami yang sudah pensiun .Pasien tidak mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

PEMERIKSAAN FISIK
A. Pemeriksaan Umum

Keadaan Umum : baik Kesadaran : GCS 15 Tinggi Badan/Berat Badan : 150cm/76kg BMI= 33,77 obesitas Cara Berjalan : waddle gait

Bahasa/ Bicara Komunikasi Verbal Komunikasi non-verbal

: baik : baik
8

PEMERIKSAAN UMUM...
Tanda Vital Tekanan darah Nadi Pernafasan Suhu

: 150/100 mmHg : 86x/menit : 24x/ menit : 36,8 C

Kulit : Anemis (-), ikterus (-), sianosis (-) Status Psikis Sikap : kontak (+) Orientasi : baik Ekspresi Wajah : baik Perhatian : baik

B. Saraf Saraf Otak 12 saraf saraf otak kanan dan kiri

: Normal

C. Kepala Tidak ada kelainan D. Leher Tidak ada kelainan


E. Thorax Tidak ada Kelainan
10

F. Trunkus Inspeksi Deformitas Lordosis Skoliosis Gibbus Hairy Spot Pelvic Tilt

: simetris : (-) : (-) : (-) : (-) : (-) : (-)

Palpasi Spasme otot-otot paravertebrae: (-) Nyeri tekan : (+) pada otot-otot paralumbal

11

Luas Gerak Sendi Lumbosakral Ante/retrofleksi (95/35) Laterofleksi (D/S) (40/40) Rotasi (D/S) (35/35)

: 60/30 : 30/30 : 30/30

Test Provokasi Tes valsava : (-) Tes laseque: (+/+) Tes Nafziger : (-) Tes SLR : (-/-) Tes Patrick: (+/+) Test Kontra Patrick : (+/+) Test gaenslen: (+/+)

12

H. Anggota Gerak Atas (Kanan dan Kiri)

Inspeksi tidak ada kelainan Neurologi tidak ada kelainan Fungsi tangan tidak ada kelianan Luas Gerak Sendi Normal

13

I. Anggota Gerak Bawah

14

Pemeriksaan Neurologi

15

16
20 Maret 2012

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Radiologis

: Belum dilakukan Laboratorium : Belum Dilakukan CT-Scan / MRI : Belum dilakukan

17

EVALUASI
Struktur dan Fungsi - Kondisi saat ini : Low back pain sehingga pasien mengalami nyeri dan keterbatasan pada gerak sendi pinggang osteoarthritis lutut kanan dan kiri sehingga pasien mengalami nyeri dan keterbatasan gerak pada lutut kanan dan kiri. - Sasaran : Pasien dapat menggerakkan pinggang tanpa rasa nyeri dan memperbaiki fungsi sendi pinggang Pasien dapat menggerakkan lutut kanan dan kiri tanpa merasakan nyeri dan memperbaiki fungsi lutut kanan dan kiri.

18

EVALUASI
Aktivitas Kondisi saat ini: Sulit untuk melakukan pekerjaan sehari-hari seperti, sholat, naik tangga, os tidak bisa lagi menyapu akibat nyeri.

Sasaran: Pasien dapat melakukan aktivitas sehari hari tanpa merasa nyeri.

Partisipasi Kondisi saat ini: Tidak terjadi gangguan, pasien masih bisa berperan dalam kehidupan
19

DIAGNOSA KLINIS

Low back pain e.c osteoarthritis lumbal + Osteoarthritis genue bilateral

20

PROGRAM REHABILITASI MEDIK


Fisioterapi Terapi panas : - Terapi IRR pinggang kanan 3x1 minggu sebanyak 5x - Paraffin 3x1 minggu sebanyak 5x Stimulasi lsitrik : TENS di pinggang kanan 3x1 minggu sebanyak 5 kali Okupasi terapi ROM exercise :ADL exercise :Ortotik prostetik : Tidak diperlukan Terapi wicara : Tidak diperlukan 21 Social medik : Pasien tetap melakukan kegiatan sehari-hari

Edukasi : Memberikan informasi agar pasien mengurangi beban pada sendi tulang belakang dan sendi lutut, dengan cara berikut: Hindari aktivitas yang memperberat nyeri. Hindari penggunaan sendi tulang belakang dan sendi lutut secara berlebihan atau melakukan latihan yang keras.
22

TERAPI MEDIKAMENTOSA

Tidak diberikan

23

PROGNOSIS
Medik :Dubia ad Bonam Fungsionam : Dubia ad Bonam

24

PEMBAHASAN Low back pain (LBP) adalah nyeri di daerah punggung antara sudut bawah kosta (tulang rusuk) sampai lumbosakral (sekitar tulang ekor). LBP atau nyeri punggung bawah merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik. Berdasarkan perjalanan kliniknya LBP terbagi menjadi dua jenis, yaitu: Acute Low Back Pain dan Chronic Low Back Pain. Pada chronic low back pain rasa nyeri bisa menyerang lebih dari 3 bulan, Chronic low back pain dapat terjadi karena osteoarthritis, rheumatoidarthritis, proses degenerasi discus intervertebralis dan tumor.

25

Pada os, terjadi chronic low back pain disebabkan oleh osteoatritis lumbal.
Dilihat dari faktor risiko pasien yaitu seorang perempuan dengan usia 59 tahun dan obesitas, yang merupakan faktor resiko utama terjadinya osteoarthritis yang mengakibatkan LBP, kemudian dari riwayat pekerjaannya yaitu seorang ibu rumah tangga yang setiap hari mengerjakan pekerjaan rumah, seperti mencuci baju, menyapu, dll

Tidak adanya riwayat trauma dapat menyingkirkan fraktur dan dislokasi, serta diperlukan pemeriksaan penunjang seperti rontgen untuk memastikan diagnosis.

26

Tatalaksana pada os: Fisioterapi yang bertujuan untuk mengembalikan dan mengatasi gangguan, keterbatasan beraktivitas sehingga pasien dapat beraktivitas kembali. IRR, Paraffin, dan TENS diberikan untuk efek vasodilatasi, analgetik dan relaksasi otot. Edukasi
27
20 Maret 2012