Anda di halaman 1dari 18

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi:

Account Representative Panduan ini hanya bersifat informasi untuk memudahkan pemahaman masyarakat atas peraturan
Account
Representative
Panduan ini hanya bersifat informasi untuk memudahkan
pemahaman masyarakat atas peraturan terkait.
Beberapa ketentuan dalam panduan ini dapat berubah
mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Tahun pencetakan buku 2013.
Nomor: PJ.091/KUP/B/007/2013-00
Tahun pencetakan buku 2013. Nomor: PJ.091/KUP/B/007/2013-00 Kementerian Keuangan RI Direktorat Jenderal Pajak Anda galau

Kementerian Keuangan RI Direktorat Jenderal Pajak

Anda galau dalam mengisi SPT Tahunan?

RI Direktorat Jenderal Pajak Anda galau dalam mengisi SPT Tahunan? SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak

SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi

RI Direktorat Jenderal Pajak Anda galau dalam mengisi SPT Tahunan? SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak

SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN UNTUK WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

Pengertian

SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN UNTUK ORANG PRIBADI

Apa itu SPT Tahunan PPh?

SPTTahunan PPh adalah formulir yang diisi Wajib Pajak untuk melaporkan identitas diri, harta, kewajiban/utang, penghasilan, dan penghitungan pajaknya setiap tahun.

penghasilan, dan penghitungan pajaknya setiap tahun. Formulir SPT Tahunan PPh apa yang harus diisi oleh Orang

Formulir SPT Tahunan PPh apa yang harus diisi oleh Orang Pribadi?

Formulir SPT Tahunan untuk Orang Pribadi terbagi atas 3 yaitu:

1. Orang Pribadi yang memiliki sumber penghasilan antara lain dari usaha dan/atau pekerjaan bebas, wajib mengisi formulir SPT Tahunan 1770;

2. Orang Pribadi yang memiliki sumber penghasilan dari satu pemberi kerja (sebagai karyawan) atau lebih dan/atau penghasilan Iainnya yang bukan dari usaha atau pekerjaan bebas, wajib mengisi formulir SPTTahunan 1770 S dan ;

3. Orang Pribadi yang memiliki sumber penghasilan dari hanya satu pemberi kerja

1
1

1

Pengertian

yang jumlah bruto penghasilan setahun tidak melebihi Rp60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah) dan tidak mempunyai penghasilan lainnya kecuali dari bunga bank dan bunga koperasi, wajib mengisi formulir SPT Tahunan 1770 SS.

Siapa saja yang diwajibkan mengisi SPT Tahunan PPh?

Yang diwajibkan mengisi SPT Tahunan antara lain Orang Pribadi yang telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Bagaimana dengan istri dan anak yang membuat NPWP sebagai anggota keluarga, apakah diwajibkan mengisi SPT Tahunan PPh?

Istri dan anak yang memperoleh NPWP sebagai anggota keluarga dan Wajib Pajak (Kepala Keluarga/ Suami), tidak diwajibkan mengisi SPT Tahunan. Yang diwajibkan mengisi SPT Tahunan untuk yang telah berkeluarga adalah kepala keluarga/suami, kecuali istri yang menghendaki memiliki NPWP sendiri terpisah dengan suami sehingga punya kewajiban juga untuk mengisi SPT Tahunan.

Bagaimana cara pengisian SPT Tahunan PPh untuk Orang Pribadi?

Pengisian SPT Tahunan PPh pada dasarnya tidaklah

Pengertian

sulit, yang terpenting sebelum mengisi, buku petunjuknya harus dibaca serta data yang akan dilaporkan harus dipersiapkan. Khusus untuk Orang Pribadi, langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengisi SPT Tahunan PPh adalah:

1. Formulir dipersiapkan. Formulir SPT Tahunan PPh dapat diperoleh dari Kantor Pelayanan Pajak atau Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) terdekat atau dapat mengunduh (men-download) di website www.pajak.go.id.

2. Data yang akan dilaporkan dipersiapkan. Bagi Orang Pribadi yang memiliki penghasilan dari usaha dan/atau pekerjaan bebas, yang dipersiapkan:

Neraca dan laporan laba rugi (bagi Orang Pribadi yang menyelenggarakan pembukuan) atau rekapitulasi bulanan peredaran bruto (bagi Orang Pribadi yang menyelenggarakan pencatatan);

Bukti pemotongan PPh atas penghasilan yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri (apabila ada penghasilan yang dipotong oleh pemberi penghasilan);

Rincian penghasilan selain yang berasal dari usaha dan/atau pekerjaan bebas;

Bukti pembayaran, seperti pembayaran Zakat yang dibayar ke Badan Amil Zakat atau Iembaga Amil Zakat atau pembayaran

2

2 3
2
3

3

Pengertian

4

Sumbangan Keagamaan yang sifatnya wajib ke lembaga yang disahkan oleh Kementerian Agama, atau pembayaran Fiskal Luar Negeri, dan pembayaran angsuran PPh Pasal 25;

Rincian harta dan kewajiban (hutang), misalnya untuk rumah dan tanah lihat SPPT PBB-nya, kendaraan lihat BPKP-nya, dan dokumen lainya yang menunjukan kepemilikan harta;

Data lainnya, seperti Daftar Susunan Keluarga dan surat pemberitahuan penghitungan penghasilan neto bagi Wajib Pajak yang menggunakan norma penghitungan penghasilan neto.

Data tersebut dilampirkan pada SPT Tahunan yang dilaporkan. Bagi Orang Pribadi yang memiliki penghasilan dari satu pemberi kerja (sebagai karyawan) atau Iebih dan/atau penghasilan lainnya yang bukan dari usaha atau pekerjaan bebas, yang dipersiapkan:

Bukti pemotongan PPh atas penghasilan dari pekerjaan (bukti potong PPh dari pemberi kerja);

Rincian penghasilan lainnya selain yang berasal dari usaha dan/atau pekerjaan bebas (apabila ada);

Bukti pembayaran, seperti pembayaran Zakat yang dibayar ke Badan Amil Zakat atau lembaga Amil Zakat atau pembayaran

Pengertian

Sumbangan Keagamaan yang sifatnya wajib ke lembaga yang disahkan oleh Kementerian Agama, atau pembayaran Fiskal Luar Negeri;

Rincian harta dan kewajiban (hutang), misalnya untuk rumah dan tanah cukup melihat SPPT PBB-nya, untuk kendaraan lihat BPKB-nya, dan dokumen lainya yang menunjukan kepemilikan harta;

Data lainnya, seperti Daftar Susunan Keluarga.

3. Mengisi SPT Tahunan PPh dengan memperhatikan hal-haI sebagai berikut:

yang diisi terlebih dahulu adalah formulir lampiran, bukan induknya;

di setiap lembar jangan lupa mengisi identitas seperti narna, NPWP dan tahun pajaknya;

jangan lupa membubuhkan tanda tangan, karena jika tidak SPT yang anda laporkan dianggap tidak sah;

sebelum SPT dikirim/disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau melalui tempat lain yang di tunjuk, jika SPT menunjukkan kurang bayar, kekurangan tersebut harus dibayar paling lambat sebelum SPT disampaikan ke KPP dan bukti pembayaran tersebut dilampirkan pada SPT tersebut;

pembayaran dapat dilakukan di kantor pos atau bank.

4 5
4
5

5

Pengertian

Pengertian

Formulir SPT Tahunan PPh apa yang harus diisi oleh Orang Pribadi?

Contoh pengisian formulir 1770 - IV dapat dilihat di bawah ini:

Mengisi SPT Tahunan PPh untuk Orang Pribadi tidak sulit, yang penting langkah-langkah persiapan sudah dijalankan sebelum mengisi setiap lembar formulir.

Formulir SPT Tahunan PPh Orang Pribadi yang sumber penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas adalah
Formulir SPT Tahunan PPh Orang Pribadi
yang
sumber
penghasilan
dari
usaha
atau pekerjaan bebas adalah Formulir
1770 yang terdiri dari Induk dan lampiran
(1770 -
I,1770 - II,1770 - Ill dan 1770 -
IV).

Formulir 1770 - IV isinya adalah “harta pada akhir tahun”, “kewajiban/utang pada akhir tahun” dan “susunan anggota keluarga”. Untuk mengisi bagian formulir ini cukup dengan melihat data harta yang dimiliki Wajib Pajak dan daftar posisi hutang Wajib Pajak sampai dengan akhir tahun pajak. Untuk diperhatikan bahwa Wajib Pajak dilarang melaporkan sebagian hartanya, karena bertentangan dengan pernyataan di dalam SPT Tahunan yang ditandatangani oleh Wajib Pajak sendiri yaitu “dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas beserta lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap dan jelas”.

Diisi Tahun Diisi Harga Diisi Tahun Diisi Harga Perolehan Harta Perolehan Harta Perolehan Harta Perolehan
Diisi Tahun
Diisi Harga
Diisi Tahun
Diisi Harga
Perolehan Harta
Perolehan Harta
Perolehan Harta
Perolehan Harta
Diisi Kewajiban/Utang
Diisi Kewajiban/Utang
yang belum lunas
yang belum lunas

6

6 7
6
7

7

Pengertian

Pengertian

Formulir 1770 - III isinya adalah:

• penghasilan yang dikenakan pajak final dan/atau bersifat final;

• penghasilan yang tidak termasuk objek pajak;

• penghasilan istri yang dikenakan pajak secara terpisah.

Untuk mengisi bagian formulir ini cukup dengan melihat data penghasilan yang berasal dari tabungan atau deposito atau obligasi, saham, atau penjualan tanah dan/atau bangunan, sewa tanah dan/atau bangunan dan lainnya termasuk penghasilan dari istri yang bekerja pada satu pemberi kerja (kantor).

Contoh pengisian formulir 1770 - III dapat dilihat di bawah ini:

Diisi Penghasilan yang tidak termasuk objek
Diisi Penghasilan yang
tidak termasuk objek

9

8 9
8
9

8

Pengertian

Pengertian

Formulir 1770 - II isinya adalah “daftar pemotongan/ pemungutan PPh oleh pihak lain, PPh yang dibayar/ dipotong di luar negeri dan PPh ditanggung pemerintah”. Untuk mengisi bagian formulir ini cukup dengan melihat data penghasilan yang dipotong/dipungut pajaknya (PPh) oleh pemberi penghasilan.

Contoh pengisian formulir 1770 - II dapat dilihat di bawah ini:

Diisi Jenis Pajak yang dipotong
Diisi Jenis Pajak
yang dipotong

F ormulir 1770 - I isinya adalah:

• penghitungan penghasilan neto dalam negeri dari usaha dan/atau pekerjaan bebas bagi Wajib Pajak yang menggunakan pembukuan;

• penghitungan penghasilan neto dalam negeri yang menggunakan norma penghitungan penghasilan neto;

• penghasilan dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan (tidak termasuk penghasilan yang dikenakan PPh bersifat final);

• penghasilan dalam negeri lainnya ((tidak termasuk penghasilan yang dikenakan PPh bersifat final).

Untuk

Laporan

Peredaran Bruto.

mengisi

Laba

bagian

Rugi

formulir

ini

diperlukan

Bulanan

atau

Rekapitulasi

Bagi Orang Pribadi yang menggunakan pembukuan, yang perlu diperhatikan adalah biaya-biaya yang menurut ketentuan peraturan perpajakan tidak boleh dibiayakan dan ternyata sudah dibiayakan dalam laporan Laba Rugi, maka dicantumkan kembali dalam penyesuaian fiskal positif (misalnya biaya sumbangan).

Bagi Orang Pribadi yang menggunakan pencatatan agar dokumen pencatatan berupa rekapitulasi peredaran bruto atau omzet setiap hari menjadi dasar untuk rekapitulasi bulanan peredaran bruto.

10

10 11
10
11

1

1

Pengertian

Pengertian

12

Apabila Orang Pribadi memperoleh penghasilan selain dari kegiatan usahanya, misalnya mendapatkan keuntungan (selisih lebih dari harga pembelian dengan harga pada saat dijual) dari penjualan kendaraannya, maka dilaporkan dalam bagian penghasilan dalam negeri lainnya.

Orang Pribadi yang menggunakan pembukuan, wajib mengisi/memindahkan data yang berada pada Laporan Rugi Laba ke dalam formulir 1770 - I Halaman 1. Sedangkan Orang Pribadi yang menggunakan pencatatan, wajib mengisi/ memindahkan data yang berada pada rekapitulasi peredaran bruto ke dalam formulir 1770 - I Halaman 2, Bagian B.

Contoh pengisian formulir 1770 - I dapat dilihat di bawah ini:

Diisi Metode Pembukuan Atau Norma
Diisi Metode Pembukuan
Atau Norma

1 3

12 13
12
13

Pengertian

Diisi Penghasilan lain selain PPh bersifat final
Diisi Penghasilan lain
selain PPh bersifat final

Pengertian

Formulir 1770 Induk (halaman terdepan) isinya adalah identitas dan penghasilan neto (angka- angkanya berasal dari lampiran 1770), penghasilan kena pajak, PPh terutang, kredit pajak, hasil penghitungan PPh, daftar lampiran serta pernyataan Wajib Pajak yang disertai tanda tangannya.

Untuk mengisi bagian formulir 1770 Induk ini cukup melihat hasil pengisian pada lampiran 1770 dan menghitung keseluruhan besarnya PPh terutang. Cara penghitungannya adalah:

Jumlah penghasilan Neto setelah dikurangi zakat/ atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib (yang dibayar melalui
Jumlah penghasilan Neto setelah
dikurangi zakat/ atau sumbangan
keagamaan yang sifatnya wajib
(yang dibayar melalui
badan/lembaga yang resmi)
Penghasilan
Penghasilan
Tidak Kena
Kena Pajak
Pajak (PTKP)
Penghasilan Tidak Kena Kena Pajak Pajak (PTKP) Penghasilan Kena Tarif Pasal 17 UU PPh PPh Terutang
Penghasilan Tidak Kena Kena Pajak Pajak (PTKP) Penghasilan Kena Tarif Pasal 17 UU PPh PPh Terutang
Penghasilan Kena
Penghasilan Kena
Tarif Pasal 17 UU PPh PPh Terutang Pajak PPh Terutang Penghasilan yang dipotong/dipungut pihak lain,
Tarif Pasal 17 UU
PPh
PPh Terutang
Pajak
PPh Terutang
Penghasilan yang dipotong/dipungut
pihak lain, PPh yang
dibayar/dipotong di luar negeri dan
PPh ditanggung pemerintah
PPh yang harus
dibayar sendiri
PPh yang harus
dibayar sendiri
PPh yang telah
dibayar sendiri
PPh yang
kurang/lebih bayar

14

14 15
14
15

1 5

Pengertian

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Kondisi

1 Januari 2009

s.d. 31 Desember

2012

Mulai 1 Januari

2013

Untuk Diri Wajib Pajak Orang Pribadi

15.840.000

24.300.000

Tambahan Untuk Wajib Pajak Kawin

1.320.000

2.025.000

Tambahan Untuk Seorang Istri Yang Penghasilannya Digabung Dengan Penghasilan Suami

15.840.000

24.300.000

Tambahan Untuk Setiap Anggota Keluarga Sedarah dan Keluarga Semenda Dalam Garis Lurus Serta Anak Angkat Yang menjadi Tanggungan Sepenuhnya, Paling Banyak 3 Orang Untuk Setiap Keluarga

1.320.000

2.025.000

WP Tidak Kawin

Kode

1

Januari 2009 s.d.

Mulai 1 Januari

31

Desember 2012

2013

0

Tanggungan

TK/0

 

15.840.000

24.300.000

1

Tanggungan

TK/1

 

17.160.000

26.325.000

2

Tanggungan

TK/2

 

18.480.000

28.350.000

3

Tanggungan

TK/3

 

19.800.000

30.375.000

 

WP Kawin

Kode

1

Januari 2009 s.d.

Mulai 1 Januari

 

31

Desember 2012

2013

0

Tanggungan

K/0

 

17.160.000

26.325.000

1

Tanggungan

K/1

 

18.480.000

28.350.000

2

Tanggungan

K/2

 

19.800.000

30.375.000

3

Tanggungan

K/3

 

21.120.000

32.400.000

WP Kawin + Penghasilan Istri Digabung

Kode

1 Januari 2009 s.d. 31 Desember 2012

Mulai 1 Januari 2013

0 Tanggungan

K/I/0

33.000.000

50.625.000

1 Tanggungan

K/I/1

34.320.000

52.650.000

2 Tanggungan

K/I/2

35.640.000

54.675.000

3 Tanggungan

K/I/3

36.960.000

56.700.000

16

16
16

Tarif Pasal 17 UU PPh:

Pengertian

No Lapisan Penghasilan Kena Pajak Tarif 1 s.d. Rp 50.000.000,00 5% 2 di atas Rp
No
Lapisan Penghasilan Kena Pajak
Tarif
1
s.d. Rp 50.000.000,00
5%
2
di atas Rp 50.000.000,00 s.d. Rp 250.000.000,00
15%
3
di atas Rp 250.000.000,00 s.d. Rp 500.000.000,00
25%
4
di atas Rp 500.000.000,00
30%

Contoh Penghitungan PPh Terutang:

Misalnya penghasilan kena pajaknya Rp 77.743.000, maka PPh terutang:

Rp 50.000.000 X

Rp 27.743.000 X 15% = Rp 4.161.450 +

Jumlah

5% = Rp 2.500.000

= Rp 6.661.450

17
17

1 7

Pengertian

Contoh pengisian formulir 1770 Induk dapat dilihat di bawah ini:

Diisi Identitas Lengkap dan Tandatangan WP
Diisi Identitas Lengkap
dan Tandatangan WP
Formulir SPT Tahunan PPh bagi Orang Pribadi yang memiliki sumber penghasilan dari satu pemberi kerja
Formulir
SPT
Tahunan
PPh
bagi
Orang
Pribadi
yang
memiliki
sumber
penghasilan
dari
satu
pemberi
kerja
(sebagai
karyawan)
atau
lebih
dan/
atau
penghasilan
Iainnya
yang
bukan
dari
usaha
atau
pekerjaan
bebas
adalah
formulir
SPT
Tahunan
1770
S
yang
terdiri
dari
induk
dan
lampiran (1770
S
-
I, dan 1770
S
-
II).

Pengertian

lampiran (1770 S - I, dan 1770 S - II). Pengertian Formulir 1770 S - II

Formulir 1770 S - II isinya adalah “penghasilan yang dikenakan PPh final dan/atau bersifat final”, “daftar harta pada akhir tahun”, “daftar kewajiban/utang pada akhir tahun” dan “daftar susunan anggota keluarga”. Untuk mengisi bagian formulir ini cukup dengan melihat data harta yang dimiliki Wajib Pajak dan daftar posisi hutang Wajib Pajak sampai dengan akhir tahun pajak. Kemudian melihat data penghasilan yang berasal dari tabungan atau deposito atau obligasi, saham, atau penjualan tanah dan/atau bangunan, sewa tanah dan/atau bangunan dan lainnya termasuk penghasilan dari istri yang bekerja pada satu pemberi kerja (kantor) serta penghasilan dari anak yang belum dewasa dari pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan usaha atau kegiatan dengan orangtuanya.

18

18 19
18
19

1 9

Pengertian

Pengertian

Formulir 1770 S - I, isinya adalah “penghasilan neto dalam negeri lainnya”, “penghasilan yang tidak termasuk objek pajak” dan “daftar pemotongan/ pemungutan PPh oleh pihak lain dan PPh yang Ditanggung Pemerintah”. Untuk mengisi bagian formulir ini cukup dengan melihat apakah ada penghasilan lain yang diperoleh selain dari penghasilan sebagai karyawan, misalnya penghasilan dari sewa alat-alat atau kendaraan atau aset lainnya diluar sewa tanah dan/atau bangunan. Disamping itu bila ada penghasilan yang tidak termasuk objek pajak misalnya warisan dan sumbangan yang memenuhi syarat, juga harus diisi dalam lampiran ini.

Contoh pengisian formulir 1770 S - II dapat dilihat di bawah ini:

Diisi Tahun Perolehan Harta Diisi Harga Perolehan Harta Diisi Kewajiban/Utang yang belum lunas
Diisi Tahun
Perolehan Harta
Diisi Harga
Perolehan Harta
Diisi Kewajiban/Utang
yang belum lunas

20

20 21
20
21

2 1

Pengertian

Contoh pengisian formulir 1770 S - I dapat dilihat di bawah ini:

Diisi Penghasilan lain selain PPh bersifat final Diisi Penghasilan yang tidak termasuk objek
Diisi Penghasilan lain
selain PPh bersifat final
Diisi Penghasilan yang
tidak termasuk objek

Pengertian

Formulir 1770 S Induk (halaman terdepan) isinya adalah identitas dan penghasilan neto (angka- angkanya berasal dari lampiran 1770 S), penghasilan kena pajak, PPh terutang, kredit pajak, hasil penghitungan PPh, daftar lampiran serta pernyataan Wajib Pajak yang disertai tandatangannya.

Untuk mengisi bagian formulir 1770 S Induk ini cukup melihat hasil pengisian pada lampiran 1770 S dan menghitung keseluruhan besarnya PPh terutang (cara penghitungan sama dengan di atas yang untuk formulir 1770).

22

22 23
22
23

2 3

Pengertian

Contoh pengisian formulir 1770 S Induk dapat dilihat di bawah ini:

Diisi Identitas Lengkap dan Tandatangan WP
Diisi Identitas Lengkap
dan Tandatangan WP
Formulir SPT Tahunan PPh bagi Orang Pribadi yang memiliki sumber penghasilan dari hanya satu pemberi
Formulir
SPT
Tahunan
PPh
bagi
Orang
Pribadi
yang
memiliki
sumber
penghasilan
dari hanya satu pemberi kerja yang jumlah
bruto penghasilan setahun tidak melebihi
Rp60.000.000, dan tidak mempunyai
penghasilan lainnya kecuali dari bunga bank
dan
bunga
koperasi,
adalah
formulir
SPT
Tahunan 1770 SS yang hanya satu lembar saja.

Pengertian

SPT Tahunan 1770 SS yang hanya satu lembar saja. Pengertian Formulir 1770 SS ini sangat sederhana

Formulir 1770 SS ini sangat sederhana sekali yaitu hanya mengisi identitas dan jumlah keseluruhan harta dan kewajiban pada akhir tahun dan tanda tangan Wajib Pajak. Formulir ini tidak berdiri sendiri tetapi harus melampirkan bukti pemotongan PPh atas penghasilan dari pemberi kerja.

Contoh pengisian formulir 1770 SS dapat dilihat di bawah ini:

1 2
1 2
 
  0 4   5 6 7   8 9 0   1   0 1

0

4

 

5

6

7

 

8

9

0

 

1

 

0

1

2

 

0

0

0

 
     

TAUFIK HIDAYAT

                                                       

P

E

G

A

W

A

I

 

S

W

A

S

T

A

                     

9

5

0

0

4

5

5

5

5

 

5

5

5

5

5

5

5

5

 

7

7

7

7

 

7

7

7

7

7

7

7

7

   
 
   
 
150.000.000 5.000.000
150.000.000 5.000.000
150.000.000
5.000.000
 
   
1 9 0 3 2 0 1
1
9
0
3
2
0
1
3
3
   

Taufik

 

24

24 25
24
25

2 5

Pengertian

Apakah

membayar PPh?

mengisi

SPT

Tahunan

harus

Orang Pribadi yang mengisi SPT Tahunan tidak selalu harus membayar PPh. Orang Pribadi yang diwajibkan membayar kembali PPh-nya, apabila yang bersangkutan dalam perhitungan pada formulir induknya dinyatakan “PPh kurang bayar” (lihat baris “PPh kurang/lebih bayar”). Bahkan Orang Pribadi akan mendapatkan pengembalian PPh dari KPP apabila dinyatakan dalam formulir induknya “PPh lebih bayar”.

Bagaimana

cara

menyetor

pajak

yang

terutang?

• Sarana Penyetoran Pajak Pajak yang terutang disetorkan ke Kas Negara dengan menggunakan formulir Surat Setoran Pajak (SSP) dengan Mata Anggaran Penerimaan (MAP) 411125 dan Kode Jenis Setoran (KJS) 200. SSP diisi dengan identitas Wajib Pajak, kode jenis, setoran pajak, uraian pembayaran, masa/bulan dan tahun pajak, jumlah pajak serta jangan lupa tanda tangan pembayar/penyetor pajak.

• Tempat Penyetoran Pajak Pajak yang telah dihitung, disetorkan ke Kas Negara melalui bank tempat pembayaran pajak atau Kantor Pos.

Di manakah Wajib Pajak dapat mengambil

SPT

Pribadi?

Tahunan

PPh

Wajib

Pajak

Orang

SPT Tahunan PPh WP OP dapat diperoleh di tempat- tempat yang telah ditentukan, yaitu:

a. Kantor Pelayanan Pajak terdekat;

b. Pojok Pajak atau Mobil Pajak keliling yang dapat Anda temui di tempat-tempat keramaian;

c. diunduh melalui situs www.pajak.go.id

Setelah diisi dengan benar, lengkap, dan jelas, ke manakah Wajib Pajak menyampaikan SPT Tahunan PPh WP OP?

Untuk SPT Nihil/Kurang Bayar (KB):

a. Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) di KPP;

b. Drop Box;

c. Pos/Jasa Ekspedisi yang disertai Bukti Pengiriman Surat ke KPP tempat WP terdaftar;

d. e-Filing (Formulir 1770S & 1770SS).

Untuk SPT Lebih Bayar (LB)/Pembetulan/SPT Tahunan yang disampaikan setelah batas waktu penyampaian SPT/e-SPT :

a. Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) di KPP tempat WP terdaftar;

b. Pos/Jasa Ekspedisi yang disertai Bukti Pengiriman Surat ke KPP tempat WP terdaftar;

c. e-Filing (Formulir 1770S & 1770SS).

26

26 27
26
27

Pengertian

2 7

Pengertian

Kapankah batas akhir penyampaian SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi ?

Batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh WP OP adalah 3 (tiga) bulan setelah akhir Tahun Pajak (31 Maret).

Sudah lengkapkah SPT Tahunan PPh WP OP Anda?

Pastikan SPT Tahunan PPh WP OP Anda telah memenuhi beberapa hal berikut:

1. Mencantumkan Identitas Diri (NPWP, Nama, dan Alamat lengkap dan jelas);

2. Membubuhkan Tanda Tangan pada SPT Induk (atau kuasa yang ditunjuk dengan melampirkan Surat Kuasa Khusus);

3. Mengisi SPT Tahunan lengkap dan jelas (SPT Induk, Lampiran Umum, dan Lampiran Khusus).

Pengertian

Agar SPT Tahunan PPh WP OP memenuhi kriteria SPT lengkap, dokumen apa sajakah yang harus disertakan pada SPT Tahunan?

   

Formulir

Formulir

Formulir

No

 

Kelengkapan SPT Tahunan WP OP

1770

1770S

1770SS

1

Identitas Diri (NPWP, Nama dan Alamat lengkap dan jelas)

2

Tanda Tangan padaSPT Induk

3

SPT Tahunan lengkap dan jelas (SPT Induk, Lampiran Umum, dan Lampiran Khusus)

4

Bukti Pelunasan (SSP) apabila SPT Berstatus Kurang Bayar

X

5

LaporanKeuanganapabilamenggunakanPembukuan

X

X

6

Pernyataan Penggunaan Norma Perhitungan Penghasilan Netto serta Keterangan Perkiraan apabila menggunakan Pencatatan

X

X

7

Lampiran Keterangan dan/atau Dokumen yang disyaratkan (Formulir 1721-A1/ Formulir 1721-A2, Bukti Potong PPh Pasal 21/22/23, Fotokopi Kartu Keluarga, dan lain-lain)

8

Daftar Harta dan Kewajiban padaAkhir Tahunlengkap

9

Lembar Informasi pada Amplop SPTTahunan berisikan:

     

a. Nama Wajib Pajak;

b. NPWP;

c. Tahun Pajak;

d. Status SPT (Nihil/Kurang Bayar/Lebih Bayar);

e. Jenis SPT (SPT Tahunan/SPT Tahunan Pembetulan

Ke-

);

f. Perubahan Data;

g. Nomor Telepon;

h. Pernyataan;

i. Tanda Tangan Wajib Pajak.

28

Apabila pajak terutang disetorkan atau SPT Tahunan PPh WP OP terlambat/tidak disampaikan, apa sanksinya?

Dikenai sanksi administrasi berupa bunga 2% per bulan dari pajak yang terlambat disetorkan.atau SPT Tahunan PPh WP OP terlambat/tidak disampaikan, apa sanksinya? Dikenai sanksi administrasi berupa denda 28

Dikenai sanksi administrasi berupa dendaapa sanksinya? Dikenai sanksi administrasi berupa bunga 2% per bulan dari pajak yang terlambat disetorkan. 28

28 29
28
29

2 9

Pengertian

Rp100.000 (seratus ribu rupiah) untuk SPT Tahunan yang terlambat/tidak disampaikan.

Orang Pribadi yang karena perbuatannya (sengaja mengisi SPT Tahunan tidak benar dan sengaja tidak menyampaikan SPT Tahunan) yang mengakibatkan kerugian pada pendapatan negara, dipidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling sedikit 2 (dua) kali dan paling banyak 4 (empat) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar.

Badan/Lembaga sebagai penerima zakat atau Sumbangan Keagamaan yang sifatnya wajib yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto sesuai PER-33/PJ/2011 (berlaku sejak tanggal 11 November 2011):

1. Badan Amil Zakat Nasional;

2. LAZ Dompet Dhuafa Republika;

3. LAZ Yayasan Amanah Takaful;

4. LAZ Pos Keadilan Peduli Umat;

5. LAZ Yayasan Baitulmaal Muamalat;

6. LAZ Yayasan Dana Sosial Al Falah;

7. LAZ Baitul Maal Hidayatullah;

8. LAZ Persatuan Islam;

9. LAZ Yayasan Baitul Mal Umat Islam PT Bank Negara Indonesia;

10. LAZ Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat;

Pengertian

11. LAZ Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia;

12. LAZ Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia,

13. LAZ Yayasan Baitul Maal wat Tamwil;

14. LAZ Baituzzakah Pertamina;

15. LAZ Dompet Peduli Umat Daarut Tauhiid (DUDT);

16. LAZ Yayasan Rumah Zakat Indonesia;

17. LAZIS Muhammadiyah;

18. LAZIS Nahdlatul Ulama (LAZIS NU);

19. LAZIS Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (LAZIS IPHI);

20. Lembaga Sumbangan Agama Kristen Indonesia (LEMSAKTI).

30

30 31
30
31

3 1