Anda di halaman 1dari 14

SKY QUALITY METER

Odi Rodiyana 1210703024

JURUSAN FISIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2013

SKY QUALITY METER

Abstract Lab Sky Quality Meter aims to determine the brightness of the sky and determine the time of morning prayer using SQM Reader software and Accurate times, using a telescope connected to a USB leptop. Sky Quality Meter is a photometer which are relatively inexpensive, lightweight, pocket-sized to the size of angle measurement to the sky and an accuracy of less than 3 (Cinzano,2005). Light pollution is a problem of energy waste due to the ineciency of lighting direction and choice of power-intensive light. Keyword: practical purpose,Sky Quality Meter,Pollution light Ringkasan Praktikum Sky Quality Meter ini bertujuan untuk menentukan kecerlangan langit dan menentukan waktu shalat shubuh isya dengan menggunakan software SQM Reader dan Accurate Time dan menggunakan teleskop yang disambungkan ke usb leptop.Sky Quality Meter merupakan fotometer yang realtif murah, ringan,berukuran saku dengan ukuran sudut pengukuran 200 ke langit dan akurasi kurang dari 3 % (Cinzano, 2005).Polusi cahaya merupakan problema pemborosan energi akibat ketidak-esienan arah pencahayaan lampu dan pemilihan jenis lampu yang boros daya. Kata Kunci: tujuan praktikum,Sky Quality Meter,polusi cahaya

Laporan Ekperimen Fisika I

SKY QUALITY METER

I. Pendahuluan A. Latar Belakang Pengukuran kecerlangan langit sangat diperlukan untuk kuantisasi besaran polusi cahaya disuatu daerah. Akan tetapi pengukuran kecerlangan langit yang dilakukan umumnya tidak ekibel dari sisi peralatan dengan harga mahal, yaitu CCD dengan medan pandang sangat sempit dan waktu yang dibutuhkan cukup lama, karena sdikitnya langit yang crah secara fotometri dalam satu tahun. Keterbatasan ini menyebabkan pengukuran kecerlangan langit sulit dilakukan secara berkesinambungan oleh kalangan astronom amatir. Salah satu fotometer sederhana yaitu Unihedron Sky Quality Meter (SQM) dirancang untuk mengatasi permasalahan tersebut. SQM merupakan fotometer yang relatif murah,ringan,berukuran saku dengan ukuran sudut pengukuran 200 ke langit dan akurasi kurang dari 3 % (Cinzano, 2005).Koneksi USB atau ethernet memudahkan dalam akuisisi dara resolusi waktu yang sangat tinggi,yitu orde detik. Keluaran data langsung dinyatakan dalam satu magnitudo per detik busur kuadrat (MPDB, untuk kemudian langsung disimpan dalam media penyimpanan komputer. Respon spektral SQM berada dalam rentang cukup lebar, yitu rentang visual 4000-6500 A untuk transmisi 0.5 dengan puncak sekitar 5400 A (Cinzano, 2005). Dengan demikian rentang spektral SQM sesuai dengan sensitivitas spektral mata manusia, baik sensitivitas sel batang dan sel kerucut. A.1 Tujuan Praktikum 1. Dapat mengukur kecerlangan langit 2. Dapat menentukan waktu shalat Isya dan Shubuh

Laporan Ekperimen Fisika I

SKY QUALITY METER

II. Tinjauan Pustaka Pengukuran kecerlangan langit pada umumnya ditujukan untuk mengetahui kualitas langit sebelum melakukan pengamatan.Tujuan lainnya adalah untuk menentukan besar polusi cahaya suatu lokasi. Sedangkan tujuan yang lebih praktis lagi yaitu penentuan waktu shalat isya dan shubuh. Kualitas langit di suatu lokasi sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kondisi cuaca, kelembaban udara, temperatur, posisi matahari, posisi dan fase bulan,serta kondisi lokasi pengamatan menyangkut posisi lintang, ketinggian, dan polusi cahaya di sekitar lokasi. Sehingga akhir dari masing-masing senja tidak dapat dibuat universal namun harus melihat kondisi-kondisi tersebut. Polusi Cahaya Polusi cahaya merupakan problema pemborosan energi akibat ketidak-esienan arah pencahayaan lampu yang boros daya. Sayangnya polusi cahaya yang telah diketahui mempunyai dampak negatif terhadap ekologi dan kemanusiaan seringkali diabaikan oleh masyarakat dan pemerintah.Langkah penghematan lebih banyak didengungkan di tengah kebutuhan energi listrik yang meningkat 6% per tahun (PLN,2009), tanpa tindakan nyata yang berarti. Semakin kuat kadar polusi cahaya akan berdampak langsung terhadap gangguan lingkungan hewan malam dalam reproduksi atau upaya mencari makan,pemborosan energi, faktor keamanan lalu lintas dan transportasi dan semakin sedikitnya jumlah objek langit yang dapat ditelaah (Roach & Gordon,1973;Rich & Longcore,2006)).

Laporan Ekperimen Fisika I

SKY QUALITY METER

III. Metode Eksperimen A. Alat dan bahan yang digunakan antara lain: 1. Sky Quality Meter 2. Leptop 3. Tripod 4. SQM Reader 1320 5. Paralon. B. Prosedur percobaan: 1. Install SQM USB pada leptop. 2. Setelah selesa,maka tampilan jendela SQM Reader bisa dilihat pada gambar dibawah ini. 3. Menyalakan komputer dengan Sky Quality Meter yang udah terpasang di komputer. 4. Pasang alat Sky Quality Meter ke tripod dengan ketinggian yanmg secukupnya. 5. Arahkan alat Sky Quality Meter tersebut ke langit dengan sudut 00 ,200 ,450 dan 900 dari Zenith. 6. Lakukan pengambilan data tiap 5 menit dari pukul 18.00 sampai pukul 06.00. 7. Data diolah menggunakan software plot data.

Laporan Ekperimen Fisika I

SKY QUALITY METER

IV. Data dan Pengolahan Data

Gambar 1. isya 1

Gambar 2. isya 2

Laporan Ekperimen Fisika I

SKY QUALITY METER

Gambar 3. isya 3

Gambar 4. isya 4

Laporan Ekperimen Fisika I

SKY QUALITY METER

Gambar 5. isya 5

Gambar 6. shubuh 1

Laporan Ekperimen Fisika I

SKY QUALITY METER

Gambar 7. shubuh 2

Gambar 8. shubuh 3

Laporan Ekperimen Fisika I

SKY QUALITY METER

Gambar 9. shubuh 4

Gambar 10. shubuh 5

Ini adalah grak gabungan isya 1 sampai isya 5 karena saya tidak bisa memplot dari origin jadi saya menggunakan software pengolah grak yang lain:

Laporan Ekperimen Fisika I

SKY QUALITY METER

10

Gambar 11. Gabungan isya

Gambar 12. Gabungan shubuh

V. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan grak dan data yang diperoleh dari accurate times maka analisis pembahasan ini yaitu ada beberapa hal: A. Polusi Cahaya dan Pengaruh Cahaya Bulan atau Awan Tingkat kegelapan di Manisi dalam periode bulan Maret jam 03:59:57 WIB yaitu mendung ditutupi awan.Ini dikarenakan tingkat polusi cahaya di Bandung tepatnya di daerah Manisi lebih tinggi dibandingkan daerah lain.Polusi cahaya disebabkan tingkat kesibukan ekonomi disekitar lokasi pengamatan dan pencahayaan lampu masih aktif sampai maghrib dikarenakan adanya pembangunan gedung kampus UIN Bandung.Keberadaan awan yang
Laporan Ekperimen Fisika I

SKY QUALITY METER

11

mendung menyebabkan tingkat kecerlangan langit berkurang dan juga tingkat polusi udara yang tinggi menyebabkan tingkat polusi cahaya semakin tinggi.Jadi tingkat polusi udara berkorelasi dengan polusi cahaya. Selain itu, cahaya bulan purnama menyebabkan kecerlangan langit bertambah terang sebesar 5 MPDB.Tingkat hujan yang gerimis juga menyebabkan terganggunya aktivitas pengamatan sehingga saat pengamatan sering ditunda karena hujan yang makin deras. B. Kecerlangan Langit Kecerlangan langit sangat menentukan dalam percobaan ini karena berpengaruh pada accurate times dan grak,kecerlangan langit saat pagi astronomi relatif konstan atau dikatakan langit masih gelap secara fotometri.Pola kecerlangan langit di Manisi stabil dilihat dari awan tipis yang merata sehingga kecerlangan langit lebih terang.Adapun acuan waktu shalat shubuh menurut Kementrian Agama yang berlaku bagi pemeluk agama Islam di Indonesia, adalah ketinggian matahari -20o di bawah horison.Efek refraksi atmosfer perlu diperhitungkan untuk penentuan waktu dengan akurasi lebih baik.Untuk pola waktu sore sipil, nautikal, dan astronomi sedikit dengan agi hari. Waktu sore sipil lebih mendekati waktu Matahari terbenam.Demikian pula waktu sore nautikal terletak di ujung aproksimasi garis miring.Perbedaan ini kemungkinan disebabkan oleh komposisi dan tebal atmosfer yang tidak sama antara langit pagi dan langit sore.Seperti halnya waktu shalat Shubuh, maka acuan waktu shalat Isya adalah ketinggian Matahari pada -20 dibawah horison,dimana kecerlangan langit sudah gelap secara fotometri.

Laporan Ekperimen Fisika I

SKY QUALITY METER

12

VI. Kesimpulan Berdasarkan hasil yang diperoleh,maka dapat disimpulkan yaitu: 1. Tingkat polusi cahaya di Manisi lebih tinggi dari tempat yang lain dikarenakan adanya pembangunan di kampus UIN Bandung sehingga menyebabkan meningkatnya polusi cahaya.Dan juga tingkat kecerlangan langit yang rendah pada waktu sore. 2. Awan mendung,kondisi cuaca yang buruk mempengaruhi tingkat kecerlangan langit dan tingkat polusi. 3. Pola kecerlangan langit waktu pagi dan sore berbeda dikarenakan waktu sore awan lebih mendung dibandingkan waktu pagi yang berawan cerah.

Laporan Ekperimen Fisika I

SKY QUALITY METER

13

Daftar Pustaka [1] muttaqien imamal,dkk. Modul Eksperimen Fisika I UIN Sunan Gunung

Djati.Bandung.2013 [2] www.edukasi.net.(diakses 10 April 2013) [3] D. Herdiwijaya, E.P. Arumaningtyas. Pengukuran Kecerlangan Langit Arah Zenith di Bandung dan Cimahi dengan Menggunakan Sky Quality Meter .Bandung.2011

Laporan Ekperimen Fisika I