Anda di halaman 1dari 11

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2

Judul Percobaan : Frekuensi Listrik

NAMA NIM

: YONATHAN ANDRIANTO SUROSO : 12300041

Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Program Studi Geothermal

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Frekuensi Listrik

A. TUJUAN PERCOBAAN
Tujuan percobaan pada praktikum Fisika Dasar 2 tentang Frekuensi Listrik adalah: 1. Mampu memperlihatkan proses terjadinya gaya Lorentz. 2. Menentukan dengan benar nilai frekuensi listrik.

B. ALAT DAN BAHAN


Alat dan bahan yang kami gunakan dalam praktikum ini adalah: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Neraca duduk 1 buah Power supply 1 buah Kotak Sonometer 1 buah Magnet Ladam 1 buah Meteran 1 buah Kabel 4 ujung Beban gantung 1 set Kawat baja 2 buah dengan diameter berbeda

C. DASAR TEORI
Frekuensi secara umum dapat diartikan sebagai jumlah kemunculan suatu kejadian yang berulang pada suatu jangka waktu tertentu. Frekuensi didefinisikan sebagai jumlah periode gelombang yang terjadi selama 1 detik . Mengacu pada SI, satuan frekuensi adalah Hertz yaitu jumlah siklus per detik. Nama ini diberikan sebagai penghargaan kepada Heinrich R. Hertz atas kontribusinya pada bidang gelombang elektromagnetik. Pada sistem tenaga listrik, istilah frekuensi diasoasikan dengan frekuensi tegangan dan arus listrik. Frekuensi ini diperoleh dari kombinasi jumlah putaran dan jumlah kutub listrik pada generator di pembangkit listrik. Pada umumnya, untuk arus listrik bolak-balik frekuensi listrik berada pada kisaran nilai 50 Hz 60 Hz. Ada 3 teori yang menjadi dasar dalam percobaan tentang frekuensi listrik, terutama frekuensi arus bolak-balik (AC), yaitu: 1. Hukum Melde Hukum Melde mempelajari tentang besaran-besaran yang mempengaruhi cepat rambat gelombang transversal pada kawat. Melalui percobaannya, Melde menemukan
Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Frekuensi Listrik

bahwa cepat rambat gelombang pada kawat sebanding dengan akar gaya tegangan kawat dan berbanding terbalik dengan akar massa per satuan panjang kawat (). Dengan menyelidiki cepat rambat gelombang transversal pada kawat, ternyata hal tersebut sangat bergantung pada: a. b. c. d. e. Luas penampang kawat Tegangan kawat Akar massa kawat Panjang kawat Panjang segmen kawat yang bergetar

Dengan demikian, pernyataan di atas dapat dirumuskan sebagai berikut: Keterangan: f L T : frekuensi arus bolak-balik : panjang segmen getar : nilai massa per satuan panjang kawat ( = m l-1) : gaya tegang kawat

2. Gaya Lorentz Apabila kawat dialiri arus listrik maka akan menimbulkan medan magnet di sekitarnya. Bila penghantar berarus di letakkan di dalam medan magnet , maka pada penghantar akan timbul gaya. Gaya ini disebut dengan gaya Lorentz. Jadi gaya Lorentz adalah gaya yang dialami kawat berarus listrik di dalam medan magnet . Sehingga dapat disimpulkan bahwa gaya Lorentz dapat timbul dengan syarat sebagai berikut : ada kawat pengahantar yang dialiri arus listrik kawat penghantar tersebut berada di dalam medan magnet Gaya Lorentz pada kawat berarus dalam medan magnet memenuhi suatu kaidah yang disebut kaidah tangan kanan.

Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Frekuensi Listrik

Keteranngan: F I B : Gaya yang dialami oleh penghantar kawat : Arah kuat arus listrik : Arah medan magnet

1. Prinsip Resonansi Peristiwa resonansi merupakan peristiwa bergetarnya suatu sistem fisis dengan nilai frekuensi tertentu akibat dipengaruhi oleh sistem fisis lain (sumber) yang bergetar dengan frekuensi tertentu pula dimana nilai kedua frekuensi ini adalah sama.

Dalam frekuensi listrik pada kawat berarus, nilai frekuensi yang dimiliki oleh kawat sama dengan frekuensi yang dihasilkan oleh sumber listrik.

D. JALANNYA PERCOBAAN
1. 2. 3. 4. 5. Menimbang massa beban gantung yang digunakan Mengukur panjang kawat (l) untuk perhitungan kemudian ditimbang massa kawat beserta dengan diameter kawat Membuat rangkaian seperti pada gambar pada buku petunjuk praktikum Menyalakan power supply dan menutup saklar sehingga arus bolak-balik mengalir pada kawat baja Menggeser-geserkan jembatan sehingga pada jarak tertentu segmen kawat (L) bergetar dengan bentuk setengah gelombang dengan simpangan getar terbesar. Setelah itu, jarak L diukur menggunakan meteran Mengulang langkah 5 dengan menambah beban tambahan pada beban penggantung

6.

Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Frekuensi Listrik

7.

Mengulangi langkah 1 sampai denga langkah 6 dengan mengganti kawat baja yang memiliki diameter berbeda

E. DATA HASIL PENGAMATAN

Data original MASSA BEBAN M1 M2 293,8 gr PANJANG SEGMEN KAWAT L1 50 cm 65 cm 43 cm L2 74,3 cm 88 cm 95,5 cm

PANJANG DIAMETER KAWAT KAWAT I 172 cm II III 154,5 cm

MASSA KAWAT

100 gr 0,85 mm 0,97 mm 1,1 gr

293,8 gr 543,8 gr 2,9 gr 293,8 gr 350 gr

Data setelah dikonversikan ke dalam SI MASSA BEBAN M1 M2 0,2938 kg 0,5438 kg 0,35 kg PANJANG SEGMEN KAWAT L1 0,5 m 0,65 m 0,43 m L2 0,743 m 0,88 m 0,955 m

PANJANG DIAMETER KAWAT KAWAT

MASSA KAWAT

I 1,72 m II III 1,545 m 0,9710-3 m 0,8510-3 m 0,0011 kg

0,1 kg 0,2938 kg 0,2938 0,0029 kg kg

F. PENGOLAHAN DATA
Percobaan I

Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Frekuensi Listrik

Percobaan II

Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Frekuensi Listrik

Percobaan III

Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Frekuensi Listrik

G. PEMBAHASAN
Analisis Data Kami melakukan perhitungan dan pengolahan data mengenai penentuan frekuensi listrik berarus bolak-balik dalam praktikum Fisika Dasar II ini. Sebelum menentukan nilai frekuensi listrik, kami mencari terlebih dahulu gaya tegangan tali. Menurut ketiga Hukum Newton, khususnya aplikasinya dalam katrol yang salah satu ujungnya diberi beban, gaya tegangan tali ekuivalen dengan gaya berat dari beban, yaitu massa beban dikali dengan percepatan gravitasi bumi. Hal tersebut dirumuskan sebagai berikut:

dengan nilai g adalah 9,8 N/kg.

Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Frekuensi Listrik

Dalam data hasil pengamatan diperoleh bahwa nilai massa beban M1 dan M2 mempengaruhi nilai panjang segmen kawat (L1 dan L2) yang diperoleh saat kawat mengalami resonansi (bergetar dengan bentuk setengah dari panjang gelombang). Masing-masing ketiga percobaan yang kami lakukan menggunakan dua nilai massa beban (M1 dan M2) dengan M1 < M2 karena M2 merupakan massa beban M1 yang telah diberi beban tambahan. Dari kegiatan praktikum ini kami memperoleh suatu hubungan antara penambahan massa beban dengan panjang gelombang yang dihasilkan, yaitu penambahan massa beban mengakibatkan bertambahnya panjang gelombang. Dengan kata lain, massa beban berbanding lurus dengan panjang gelombang. Semakin besar massa beban, semakin besar pula panjang gelombang; Semakin kecil massa beban, semakin kecil pula panjang gelombang. Dalam data hasil pengamatan diperoleh juga bahwa diameter kawat yang digunakan ikut mempengaruhi nilai frekuensi listrik yang diperoleh. Hubungan antara diameter kawat dengan frekuensi menurut Hukum Melde adalah diameter kawat berbanding terbalik dengan frekuensi yang timbul. Hal ini dapat dijelaskan dengan penurunan rumus Hukum Melde:

( )

Nilai sama dengan luas penampang kawat dikali dengan massa jenis kawat. Luas penampang kawat merupakan luas bidang berbentuk lingkaran. Dengan demikian, semakin besar diameter kawat, semakin kecil nilai frekuensi; Semakin kecil diameter kawat, semakin besar nilai frekuensinya.

Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Frekuensi Listrik

Kesalahan Dalam Percobaan Dalam praktikum tentang Frekuensi Listrik ini, baik dalam pelaksanaan praktikum maupun dalam pengolahan data yang telah dikumpul, terdapat kesalahan-kesalahan tertentu yang mungkin terjadi, yaitu: o o o o o Ketidaktelitian pada saat mengukur panjang kawat yang dipakai Ketidaktelitian dalam mengamati resonansi yang terjadi pada kawat berarus Penyusunan rangkaian yang salah dan tidak tepat Kerusakan pada alat-alat percobaan, khususnya pada power supply Perhitungan dan pengolahan data yang tidak tepat

H. KESIMPULAN
Setelah kami melakukan percobaan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan: 1. Arus listrik dapat dinyatakan sebagai salah satu bentuk gelombang, yaitu gelombang transversal. 2. Oleh karena arus listrik merupakan gelombang, maka arus listrik juga memiliki frekuensi, yang didefinisikan sebagai jumlah periode gelombang yang terjadi selama 1 detik. Frekuensi pada sistem listrik merupakan frekuensi yang hanya terdapat pada sistem listrik arus bolak-balik (AC) 3. Frekuensi listrik dapat dibuktikan melalui prinsip dan hukum berikut: a. Hukum Melde : cepat rambat gelombang pada kawat dipengaruhi oleh luas penampang kawat, tegangan kawat, akar massa kawat, panjang kawat, serta panjang segmen kawat yang bergetar. b. Gaya Lorentz : gaya yang dialami kawat berarus listrik di dalam medan magnet, digambarkan dalam kaidah tangan kanan c. Resonansi : kawa t yang bergetar mengalami resonansi apabila frekuensi alami kawat sama dengan frekuensi arus listrik yang dialirkan pada kawat 4. Frekuensi listrik dapat ditentukan melalui persamaan Melde 5. Massa beban gantung pada praktikum berbanding lurus dengan panjang gelombang 6. Diameter kawat berbanding terbalik dengan frekuensi listrik yang dihasilkan

Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Frekuensi Listrik

7. Nilai frekuensi listrik pada praktikum berbeda dibandingkan dengan nilai frekuensi listrik arus bolak-balik pada literatur (50 Hz 60 Hz), khususnya pada percobaan I (42,17 Hz) dan percobaan III (33,94 Hz). Nilai frekuensi dalam percobaan II (51,89 Hz) masih termasuk dalam rentang frekuensi 50 Hz 60 Hz. 8. Perbedaan hasil dari ketiga percobaan di atas dipengaruhi oleh massa beban gantung dan panjang kawat yang digunakan dalam praktikum.

I. DAFTAR PUSTAKA
----. 2013. Penuntun Praktikum Fisika Dasar 2. Tondano: Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Manado http://konversi.wordpress.com/2011/12/10/antara-50-hz-dan-60-hz diakses pada 21 Mei 2013 jam 20.49 WITA http://www.scribd.com/doc/97803387/Hukum-Melde-Laporan-Muti diakses pada 21 Mei 2013 jam 20.57 WITA http://www.scribd.com/doc/71392389/GAYA-LORENTZ diakses pada 21 Mei 2013 jam 21.26 WITA http://fisabilillahmts.files.wordpress.com/2011/02/363pxregla_mano_derecha_laplace-svg.png diakses pada 22 Mei 2013 jam 10.10 WITA 5_resonansi.pdf

Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado