Anda di halaman 1dari 8

KERANGKA ACUAN KERJA

PENYUSUNAN RENCANA TINDAK REVITALISASI KAWASAN ........................

KONTRAKTUAL

Tahun Anggaran 2010

PENYUSUNAN RENCANA TINDAK REVITALISASI KAWASAN ----------------------------------I. LATAR BELAKANG Program Penataan bangunan dan lingkungan merupakan penjabaran lebih lanjut dari perencanaan dan peruntukan lahan yang teah ditetapkan untuk kurun waktu tertentu, yang memuat jenis, jumlah, besaran, dan luasan bangunan gedung, serta kebutuhan ruang terbuka hijau, fasilitas umum, fasilitas social, prasarana aksesibilitas, sarana pencahayaan, dan sarana penyehatan lingkungan, baik berupa penataan prasarana dan sarana yang sudah ada, maupun baru. Selain itu penataan bangunan dan lingkungan merupakan upaya pengendalian pemanfaatan ruang dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan bangunan (hunian) dalam lingkungan permukiman yang mencakup perancangan tata lingkungan, tapak dan kapling agar tercapai kualitas lingkungan binaan yang layak huni, aman, nyaman, sehat, selaras, menarik dan lestari/berkelanjutan. Penataan bangunan dan lingkungan mencakup penataan bangunan di lingkungan perumahan dan tempat kerja (household and workplace), lingkungan komunitas (neighborhood), serta satuan kawasan permukiman yang menjadi bagian kawasan perkotaan dan kawasan perdesaan. Penataan bangunan dan lingkungan akan memberikan manfaat pada pengaturan dan pengendalian perwujudan bangunan (hunian) dan lingkungan binaan yang layak huni sebagaimana diharapkan. Penyelenggaraan penataan bangunan dan lingkungan mencakup kegiatan pembangunan yang meliputi proses perencanaan teknis dan pelaksanaan konstruksi, serta kegiatan pemanfaatan, pelestarian, dan pembongkaran bangunan dan lingkungan. Program Penataan dan Revitalisasi Kawasan merupakan lanjutan dari program penataan bangunan dan lingkungan yang merupakan program stimulan dari pemerintah pusat melalui Departemen Pekerjaan Umum untuk dapat memecahkan masalah-masalah kawasan potensial strategis nasional, dan strategis provinsi yang telah mengalami degradasi baik secara fisik, fungsi dan peranannya. Dan program ini sudah berjalan sejak tahun anggaran 2001 sampai dengan Tahun Anggaran 2009, program PRK telah melakukan kegiatan program yang mengacu kepada dokumen rencana penataan bangunan dan lingkungan yang sebelumnya berupa dokumen Bantuan Teknis Penataan dan Revitalisasi kawasan yang didalamnya telah dirancang Program Pembangunan dan Investasi Kawasan yang disusun pada saat perencanaan teknis kawasan/masterplan kawasan dan telah disepakati bersama dengan pihak Pemerintah Kota/kabupaten. Dalam menunjang kegiatan pelaksanaan Penataan dan Revitalisasi pada suatu kawasan, sebuah perencanaan sangat memegang peranan penting dan telah diimplementasikan dalam bentuk kegiatan Rencana Penataan Bangunan dan Lingkungan (RTBL) atau Bantuan Teknis Perencanaan Kawasan yang menghasilkan rencana penanganan kawasan dalam bentuk program investasi yang akan ditanamkan. Dan ketika suatu perencanaan kawasan direncanakan diperlukan rencana tindak lanjut dalam kegiatan pelaksanaan fisik maka diperlukan suatu acuan pelaksanaan rinci dalam bentuk kajian dan gambar perencanaan masterplan sampai dengan kegiatan Detail Engineering Design (DED). Pekerjaan penyusunan Rencana tindak lanjut penataan dan revitalisais kawasan ----------------------------------- ini merupakan konsep perencanaan dan penggambaran secara umum sampai dengan detail bagian dari masterplan yang akan direncanakan dan disusun dalam kegiatan ini. Kegiatan penyusunan Rencana

tindak lanjut penataan dan revitalisais kawasan ----------------------------------- ini akan menghasilkan sebuah keluaran berupa rancangan terukur yang diharapkan dapat memberikan arahan secara teknis bagi pelaksanaan fisik di lapangan selanjutnya untuk jangka waktu tertentu. Pendekatan yang dilakukan dalam melaksanakan penataan lingkungan permukiman tradisional adalah: 1. 2. 3. 4. Koordinasi dan sinkronisasi dengan Pemerintah Daerah; Pendekatan TRIDAYA sebagai upaya pemberdayaan terhadap aspek manusia, lingkungan dan kegiatan ekonomi masyarakat setempat; Azas BERKELANJUTAN sebagai salah satu pertimbangan penting untuk menjamin kelangsungan kegiatan; Rembug warga dalam upaya menggali sebanyak mungkin aspirasi masyarakat, selain itu juga melakukan pelatihan keterampilan teknis dalam upaya pemberdayaan masyarakat. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud Maksud dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan Pemerintah Daerah dalam menyelenggarakan penataan lingkungan permukiman tradisional dan pemberdayaan komunitas perumahan terutama dalam penataan lingkungan permukiman tradisional. Tujuan Tujuan disusunnya Rencana Tindak Penanganan Permukiman Tradisional di . (sebutkan lokasinya) adalah terwujudnya penataan bangunan dan lingkungan di kawasan tersebut dengan baik.

II. 1.

2.

III.

SASARAN Sasaran kegiatan ini adalah : 1. Tersusunnya masukan rencana dan program pembangunan fisik bagi Pemerintah Kota/Kabupaten ----------------------------------- dalam penanganan penataan dan revitalisasi kawasan. 2. Tersusunnya masukan teknis bagi Pemerintah Kota/Kabupaten ----------------------------------- dalam bentuk rincian pengendalian perwujudan penataan dan Revitalisasi Kawasan. 3. Tersusunnya master plan pembangunan kawasan inti, kawasan penyanggah dan kawasan pendukung -----------------------------------. 4. Teridentifikasinya bangunan-bangunan serta arsitektur tradisional sebagai kekayaan cagar budaya. 5. Tersusunnya DED lokasi fisik percontohan pada kawasan -----------------------------------, yang berupa spot sub kawasan potensi . 6. Tersusunnya rencana investasi selama lima tahun ke depan bagi Pemerintah ----------------------------------- dalam mengarahkan peran serta seluruh pelaku pembangunan (pemerintah, swasta, masyarakat lokal, investor) dalam mewujudkan lingkungan yang dikehendaki.

IV.

NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA Pengguna Barang dan Jasa adalah Satuan Kerja Penataan dan Revitalisasi Kawasan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum.

V.

SUMBER PENDANAAN Biaya Penyusunan Rencana Tindak Penanganan Penataan dan Revitalisasi Kawasan sebesar Rp. 500.000.000,- (Lima ratus Juta rupiah) dianggarkan melalui DIPA TA 2010 Satker Penataan dan Revitalisasi Kawasan. LINGKUP, LOKASI KEGIATAN, DATA DAN FASILITAS PENUNJANG a. Lingkup Kegiatan 1. Review dokumen-dokumen pengaturan dan studi terkait (RTRW, RTBL, RTRP, RPIJM, dll -----------------------------------) yang disusun sebelumnya. 2. Menyiapkan format-format pendataan secara lengkap dan dapat mengakomodir permasalahan lapangan. 3. Melakukan survey dan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif dari sumber data primer maupun sekunder sebagai bahan analisis. 4. Melakukan analisis data baik dari aspek kuantitatif maupun aspek kualitatif yang dapat dipakai sebagai bahan untuk merumuskan masalah sebagai dasar penyusunan Rencana Tindak Penanganan Permukiman Tradisional. 5. Perumusan Potensi dan Masalah, berdasarkan analisa di lapangan perlu dirumuskan potensi dan masalah yang pemecahannya dapat didekati dengan SWOT untuk penyusunan Rencana Tindak Penanganan Permukiman Tradisional . 6. Menetapkan sekaligus kawasan studi, kawasan perencanaan dan kawasan percontohan. 7. Menyusun Rencana Tindak Penanganan Permukiman Tradisional yang sekurang-kurangnya terdiri dari: a. Program Bangunan dan Lingkungan di kawasan permukiman tradisional. Harus mempertimbangkan faktor kelayakan baik dari segi ekonomi, sosial dan budaya serta lingkungan alam. Merupakan penjabaran perencanaan terhadap peruntukkan lahan yang telah ditetapkan, untuk kurun waktu tertentu, baik yang menyangkut jenis, jumlah, besaran dan luasan bangunan. Termasuk di dalam program adalah penetapan fungsi-fungsi bangunan (peruntukan lahan mikro), kebutuhan ruang terbuka, fasiltas umum, dan fasilitas sosial. b. Rencana Umum dan Panduan Rancangan Rencana umum (design plan) Merupakan ketentuan-ketentuan tata bangunan dan lingkungan, termasuk konservasi bangunan tradisonal, wujud visual bangunan, rencana ruang terbuka hijau dan lain-lain. Rencana Detail (design-guidelines) Bersifat panduan rencana teknik tata bangunan yang lebih rinci, menjelaskan arahan bentuk, dimensi, gubahan, komponen bangunan (seperti faade), ruang terbuka, sarana/ prasarana
4

VI.

bangunan dan lingkungan, pedestrian dan lain-lain serta prinsipprinsip pengembangan rancangan kawasan. Administrasi Pengendalian (administration guidelines) c. Program dan Rencana

Ketentuan dan Pedoman Pengendalian Rencana (development guidelines) Untuk mengendalikan berbagai rencana, program maupun kelembagaan serta tanggung jawab semua pemangku kepentingan dalam pelaksanaan Rencana Tindak Penanganan Permukiman Tradisional.

8. 9.

Menyusun Master Plan pembangunan kawasan potensi yang disepakati dengan stake holder ----------------------------------Menyusun dan untuk disepakati berupa Program Investasi Pembangunan Kawasan yang bersifat jangka menengah untuk kawasan dimaksud.

10. Menyusun DED pada kawasan percontohan dari kawasan sasaran berdasarkan salah satu kegiatan yang disebutkan dalam rencana investasi kawasan yang dilengkapi dengan gambar-gambar perspektif/3D. 11. Menyusun dokumentasi teknik untuk pelelangan, berupa RAB, BOQ dan Analisa Harga Satuan, dan Spesifikasi teknik. b. Lokasi Kegiatan Lingkup wilayah perencanaan adalah kawasan potensi yang telah disepakati dengan pemerintah daerah. Data dan Fasilitas Penunjang (berisi data-data yang berkaitan dengan lokasi sasaran)

c. VII.

METODOLOGI 1. Konsultan diwajibkan untuk melakukan seluruh persiapan dan mobilisasi sumberdaya yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas seperti tercantum pada ruang lingkup. 2. Dalam pelaksanaan pekerjaannya konsultan agar selalu berkonsultasi dengan Tim Teknis, yang susunannya akan disampaikan kemudian. 3. Melakukan pengumpulan data, peta dan informasi terkait. 4. Melakukan koordinasi dengan Instansi terkait di Propinsi dan Kota untuk menjaring masukan mengenai perencanaan, pelaksanaan penataan lingkungan permukiman tradisional. 5. Menyiapkan perangkat survey dan observasi yang dibutuhkan untuk kelengkapan data yang dibutuhkan, format survey sebelumnya harus sudah mendapat persetujuan dari Tim Teknis. 6. Melaksanakan survey dan observasi. 7. Melakukan evaluasi dan analisis terhadap hasil survey dan observasi. 8. Menyelenggarakan pertemuan, dimana konsultan mempresentasikan hasil evaluasi dan analisisnya.

VIII.

JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan ini adalah 4 bulan kalender sejak dikeluarkannya SPMK.

IX.

TENAGA AHLI Dalam pelaksanaannya dibutuhkan tenaga ahli dengan kualifikasi sebagai berikut : 1. Team Leader. Team Leader harus memiliki latar belakang pendidikan S1 di bidang Arsitek 2. Tenaga Ahli, terdiri dari: a) 1 (satu) orang, harus memiliki latar belakang pendidikan S1 planologi b) 1 (satu) orang, harus memiliki latar belakang pendidikan S1 Sipil c) 1 (satu) orang, harus memiliki latar belakang pendidikan S1 Sosiologi 3. Tenaga Penunjang antara lain; adalah; 1 orang Estimator, 2 orang operator Auto-Cad, 1 orang Surveyor, dan 1 orang Sekretaris dan Administrasi. Menyampaikan laporan sesuai dengan arahan dan petunjuk Tim pengarah.

X.

KELUARAN Sesuai dengan ruang lingkup dalam KAK ini keluaran dari penyusunan Rencana Tindak Penanganan Penataan dan Revitalisasi Kawasan adalah: 1. Dokumen Rencana Tindak Penanganan Permukiman Tradisional yang terdiri dari: a. Penetapan lokasi dan delineasi kawasan perencanaan (disetujui Dinas Teknis, Pemerintah Kabupaten) berupa kawasan yang terdiri dari kawasan studi, kawasan perencanaan dan kawasan percontohan fisik. b. Program Bangunan dan Lingkungan c. Program Investasi d. Rencana Umum (Design Plan) e. Rencana Detail (Design Guidelines) f. Administrasi Pengendalian Program dan Rencana g. Arahan Pengendalian pelaksanaan 2. Dokumen Master Plan pembangunan kawasan 3. Dokumen Program Investasi Jangka Menengah dengan sistematika : . Isu dan kecenderungan situasi dan kondisi yang perlu ditindak lanjuti; . Kerangka Logis (Logical Framework) penyusunan Dokumen Program Investasi Jangka Menengah bidang PU/Cipta Karya dan sasaran /keluaran yang perlu dicapai; . Rencana pembangunan kawasan perencanaan yang direncanakan; . Sinkronisasi dan prioritas program (kesepakatan program/anggaran sebagai ringkasan memorandum program); . Program Investasi (semua sektor sub bidang Cipta Karya); . Analisa Keuangan daerah dan Pembiayaan Program Pembangunan; . Lampiran Penunjang.
6

4. DED pada bagian dari kawasan potensi penataan dan revitalisasi tersebut, yang ditetapkan sebagai kegiatan percontohan fisik. Rencana Tindak Penataan dan Revitalisasi Kawasan yang disusun harus mendapat persetujuan oleh Bupati (atau instansi berwenang seperti Kepala Bappeda, Kepala Dinas PU/Kimpraswil atau instansi yang setingkat.)

XI.

LAPORAN 1. Laporan Pendahuluan: a. Pemahaman dan tanggapan terhadap Kerangka Acuan Kerja. b. Rencana pencapaian sasaran, mencakup jadwal kerja, target/ sasaran, alokasi tenaga ahli, dsb. c. Metodologi dan pendekatan pelaksanaan, termasuk pembuatan kuesioner, metode pengumpulan, pengolahan dan analisis data, termasuk kajian kepustakaan dan kajian teoritis serta studi kasus sejenis, analisis pemecahan masalah, penyiapan konsep pengembangan. d. Gambaran umum daerah perencanaan. 2. Konsep Laporan Akhir: a. Konsep Review Dokumen Rencana Tindak Penataan dan Revitalisasi Kawasan b. Konsep Detailed Engineering Design (DED); c. Pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat (Perencanaan Komunitas); berupa penyiapan dan pendampingan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan baik fisik maupun non fisik (pendekatan TRIDAYA); 3. Laporan Akhir a. Review Dokumen Rencana Tindak Penataan dan Revitalisasi Kawasan b. Dokumen Detailed Engineering Design (DED); c. Pemantapan Pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat (Perencanaan Komunitas); berupa penyiapan dan pendampingan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan baik fisik maupun non fisik (pendekatan TRIDAYA); d. Supervisi Pelaksanaan Konstruksi; sesuai dengan Dokumen Detailed Engineering Design (DED) yang direncanakan dan dilengkapi dengan as built drawing. Format Laporan 1. Format pelaporan harus mengikuti standar format produk yang telah ditetapkan (buku laporan dalam format A4, Dokumen DED dalam format A1 dan A3, dan seluruh laporan dikemas dalam bentuk digital/CD). 2. Pelaksana wajib melengkapi laporan supervisi dengan serial foto yang menggambarkan proses pelaksanaan penataan (konstruksi/rehabilitasi) bangunan dan lingkungan binaan. Pelaksana wajib untuk menyampaikan setiap produk pelaporan dengan tepat waktu, baik kepada Pemberi Tugas maupun kepada Tim Teknis dan Narasumber untuk mendapatkan koreksi dan sebagai bahan pembahasan.
7

-----------------------------------, ----------------------- 2010 Pejabat Pembuat Komitmen Penataan dan Revitalisasi Kawasan,

----------------------------------NIP. -----------------------------------