Anda di halaman 1dari 2

Nama: Jonathan M Sitorus NPM: 120626150 Filsafat

Secara etimologi kata filsafat diambil dari bahasa Arab falsafah. Falsafah sendiri diambil dari bahsa Yunani, philosophia yang merupakan gabungan dari kata philos (suka, senang, cinta) dan Shopia (arif, bijaksana, dan hikmah). Dengan demikian, arti philosophia adalah suka, kearifan, senang, bijaksana, atau cinta kebenaran. Definisi filsafat bertolak dari kata berfilsafat yang merupakan kegiatan mencari kebenaran dari kebenaran untuk kebenaran tentang segala sesuatu yang dipermasalahkan dengan berfikir secara radikal, sistematik, dan universal. Pengetahuan filsadat pertama kali lahir di Yunani pada era geosentrisme sekitar 600-500 SM. Geosentrisme tumbuh karena keterbatasan alat pada masa itu seiring dengan pertumbuhan filsafat, ilmu pengetahuan lain juga makin berkembang dan penemuan-penemuan baru bermunculan. Berfikir filsafat berarti merenung dan bukan mengkhayal atau melamun. Berfikir secara mendalam, kritis, dan universal dengan konsentrasi tinggi yang terfokus pada segi usaha mengetahui sesuatu. Jadi, seorang filsuf pada hakikatnyamembicarakan tiga hal, yaitu dunia di sekitarnya, dunia yang ada dalam dirinya, dan perbuatan berfikir itu sendiri. Objek filsafat haruslah menyangkut sesuatu yang nyata dan jelas. Objek ilmu pengetahuan ada dua, yaitu objek material dan objek formal. Objek material merujuk kepada materi atau bahan. Sedangkan objek formal adalah sudut pandang atau perhatian orang yang meneliti terhadap objek material. Ada tujuh bidang kajian filsafat, tiga diantaranya mempunyai kaitan khusus dengan filsafat, yaitu: Ontologi : bidang filsafat yang membicarakan atau membahas perihal ada atau keberadaan sesuatu. Epistemologi : filsafat ilmu pengetahuan yang membahas makna dan kebenaran. Ada empat teori yang menjadi standar minimal untuk dipakai dan dibicarakan dalam epistemology yaitu teori kohersi, teori korespondensi, teori impiris, dan teori pragmatis. Aksiologi adalah bindang yang membicarakan hakikat nilai yang umum atau yang lazim ditinjau dari suatu pandang kefilsafatan.

Ada dua metode filsafat yang sangat cocok dipakai untuk mempelajari dasardasar filsafat serta paling banyak digunakan oleh para filsuf dan juga para ahli filsafat. 1. Menganalisis dan membuat sintesis 2. Metode deduktif dan induktif.

Kegiatan filsafat sangat diperlukan, karena tanpa melakukan kegiatan itu tidak akan diperoleh sikap berpikir yang baru dan menghasilkan sesuatu yang baru. Pada hakikatnya filsafat digunakan manusai untuk menyelesaikan masalah yang dipermasalahkan oleh manusia itu sendiri. Berikut adalah manfaat dari mempelajari filsafat, antara lain : 1. Filsafat membuat orang mampu berpikir secara mendalam dan mendasar, kritis dan logis serta mampu berpikir secara menyeluruh. 2. Mendorong orang untuk berusaha mengetahui sesuatu yang belum diketahui dan memperdalam sesuatu yang sudah diketahuinya. 3. Filsafat membuat orang berani mengoreksi diri, berani melihat sejauh mana kebenaran yang dicari telah dijangkaunya 4. Berfilsafat membuat orang tidak apatis terhadap lingkungannya dan terhadap nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.