Anda di halaman 1dari 18

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Bumi bagian tropis dan subtropis kaya akan sumber daya alam terutama dari segi pertanian, didukung oleh tingginya tingkat kesuburan tanah sehingga dimana saja bisa di tumbuhi tumbuhan. Akan tetapi, belum banyak yang mengetahui manfaat, kegunaan bahkan nama jenis maupun klasifikasinya, hal ini bila terus-menerus dibiarkan maka kita tidak akan dapat mengambil manfaat dari tumbuhan tersebut bila tidak tahu, padahal sebagian besar obatobat dibidang farmasi di racik dan di ambil bahan bakunya dari pemanfaatan tumbuhan itu sendiri, sehingga tumbuhan mempunyai peran penting dalam bidang pengobatan (Robert H. Whittaker,1969). Sejak Zaman nenek moyang kita dahulu telah diketahui bahwa kita kaya akan sumber bahan baku obat dan obat tradisional yang digunakan secara turun-temurun. Keuntungan obat tradisional sendiri dirasakan langsung oleh masyarakat adalah kemudahan memperolehnya, bahan bakunya bisa ditanam diperkarangan sendiri , murah, dan bisa diramu sendiri di rumah khususnya oleh dukun-dukun pada beberapa waktu silam. Namun, jenis tanaman obat yang di gunakan belum begitu banyak mengalami perkembangan masih terbatas pada tumbuhan yang sama dari dulu hingga sekarang, hal ini disebabkan karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan jenis tumbuhan yang bisa efektif digunakan untuk pengobatan, ketidaktahuan dan didukung oleh

bagaimana cara identifikasi yang baik untuk membedakan senyawa golongan

yang satu dengan golongan yang lain,sehingga secara tidak langsung manfaat tumbuhan itu sendiri tidak bisa dirasakan seutuhnya oleh masyarakat, dan secara keseluruhan, dapat dikatakan bahwa obat tradisional yang diracik sendiri oleh masyarakat masih belum dapat diketahui dengan jelas mekanisme kerjanya. Di bidang farmasi diketahui banyak tanaman bermanfaat untuk penyembuhan dan pengobatan termasuk tanaman golongan narkotika itu sendiri yang telah banyak mengambi peranan penting dalam dunia medis. Kemampuan menyembuhkan dan efek positif dari beberapa tanaman jenis narkotika sebagai obat telah lama diketahui jauh sebelum para ilmuwan
1

menemukan berbagai obat-obatan dengan bahan kimia. Sehingga penting dikaji lebih jauh lagi,apa saja jenis tumbuhan yang tumbuh dialam maupun disekitar kita yang dapat kita manfaatkan baik dari segi pengobatan ataupun yang lainnya melalui jendela ilmu pengetahuan,dan bagaimana pemanfaatan suatu simplisia hingga bisa dijadikan bahan baku dalam berbagai bidang kehidupan khususnya didunia kesehatan itu sendiri. Dikarenakan masih minimnya pengetahuan akan cara identifikasi mengenai senyawa yang mempunyai kandungan narkotika yang telah lama diketahui oleh orang awam dan bahkan sudah dibuktikan kemanjurannya oleh ilmuan-ilmuan terdahulu,maka melalui makalah ini penulis akan mencoba membahas bagaimana sejarah dan penyiapan alkaloid opium dan turunannya narkotika itu sendiri,serta apasaja jenis tanaman alkaloid yang menghasilkan senyawa narkotika ini dan bagaimana penyebarannya dimuka Bumi ini.Dan dalam hal ini akan dibahas suatu cara identifikasi yang efektif dari tanaman ini yang mungkin masih belum banyak diketahui oleh masyarakat bahkan dari kalangan mahasiswa farmasi sendiri.Sehingga diharapkan melalui makalah ini akan membuka mata kita untuk mengetahui tumbuhan-tumbuhan yang penting dalam pengobatan terutama golongan narkotika itu sendiri.

1.2. Tujuan Penelitian Penelitian studi pustaka mengenai alkaloid opium dan turunannya narkotika ini

dilakukan untuk memenuhi tujuan-tujuan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kita semua dalam menambah ilmu pengetahuan dan wawasan. Secara terperinci,tujuan dari penelitian ini adalah 1. .Memperkenalkan cara identifikasi yang efektif untuk alkaloid opium ini . 2. Untuk mengetahui nama dan jenis-jenis tanaman dari alkaloid opium yang tergolong narkotika serta penyebarannya. 3. .Untuk mengetahui bagaimana penyiapan dari simplisia alkaloid opium dan turunannya narkotika.

1.3 Manfaat Penelitian 1.Mengetahui bagaimana cara identifikasi yang efektif dari alkaloid opium ini . 2.Mengetahui bagaimana penyebaran dan penyiapan alkaloid opium sebagai simplisia. 3.Memahami berbagai jenis tumbuhan golongan alkaloid opium terutama tumbuhan obat yang digunakan sebagai simplisia

BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Alkaloid Alkaloid adalah sebuah golongan senyawa basa bernitrogen yang kebanyakan heterosiklik dan terdapat di tetumbuhan (tetapi ini tidak mengecualikan senyawa yang berasal dari hewan). Asam amino, peptida, protein, nukleotid, asam nukleik, gula amino dan antibiotik biasanya tidak digolongkan sebagai alkaloid. Dan dengan prinsip yang sama, senyawa netral yang secara biogenetik berhubungan dengan alkaloid termasuk digolongan ini. Alkaloid biasanya diklasifikasikan menurut kesamaan sumber asal molekulnya (precursors), didasari dengan metabolisme pathway (metabolic pathway) yang dipakai untuk membentuk molekul itu. Kalau biosintesis dari sebuah alkaloid tidak diketahui, alkaloid digolongkan menurut nama senyawanya, termasuk nama senyawa yang tidak mengandung nitrogen (karena struktur molekulnya terdapat dalam produk akhir. sebagai contoh: alkaloid opium kadang disebut "phenanthrenes"), atau menurut nama tumbuhan atau binatang dimana senyawa itu diisolasi. Jika setelah alkaloid itu dikaji, penggolongan sebuah alkaloid diubah menurut hasil pengkajian itu, biasanya mengambil nama amine penting-secara-biologi yang mencolok dalam proses sintesisnya. 2.2 Sejarah dan Sumber Alkaloid Opium Sejarah alkaloid hampir setua peradaban manusia. Manusia telah menggunakan obatobatan yang mengandung alkaloid dalam minuman, kedokteran, the, tuan atau tapal, dan racun selama 4000 tahun. Tidak ada usaha untuk mengisolasi komponen aktif dari ramuan obat-obatan hingga permulaan abad ke sembilan belas. Obat-obatan pertama yang diketemukan secara kimia adalah opium, getah kering Apium Papaver somniferum. Opium telah digunakan dalam obatobatan selama berabad-abad dan sifat-sifatnya sebagai analgesik maupun narkotik telah diketahui. Pada tahun 1803, Derosne mengisolasi alkaloid semi murni dari opium dan diberi nama narkotin. Seturner pada tahun 1805 mengadakan penelitian lebih lanjut terhadap opium dapat berhasil mengisolasi morfin.

Pada waktu yang lampau sebagian besar sumber alkaloid adalah pada tanaman berbunga, angiosperma (Familia Leguminoceae, Papavraceae, Ranunculaceae, Rubiaceae,

Solanaceae,Berberidaceae) dan juga pada tumbuhan monokotil (Familia Solanaceae dan Liliaceae). Pada tahun-tahun berikutnya penemuan sejumlah besar alkaloid terdapat pada hewan, serangga, organisme laut, mikroorganisme dan tanaman rendah. Beberapa contoh yang terdapat pada berbagai sumber adalah isolasi muskopiridin dari sebangsa rusa; kastoramin dari sejenis musang Kanada ; turunan Pirrol-Feromon seks serangga ; Saksitoksin - Neurotoksik konstituen dari Gonyaulax catenella ; pirosiamin dari bacterium Pseudomunas aeruginosa; khanoklavin-I dari sebangsa cendawan, Claviceps purpurea ; dan likopodin dari genus lumut Lycopodium. Karena alkaloid sebagai suatu kelompok senyawa yang terdapat sebagian besar pada tanaman berbunga, maka para ilmuwan sangat tertarik pada sistematika aturan tanaman. Kelompok tertentu alkaloid dihubungkan dengan famili atau genera tanaman tertentu. Berdasarkan sistem Engler dalam tanaman yang tinggi terdapat 60 order. Sekitar 34 dari padanya mengandung alkaloid. 40% dari semua famili tanaman paling sedikit mengandung alkaloid. Namun demikian, dilaporkan hanya sekitar 8,7% alkaloid terdapat pada disekitar 10.000 genus. Kebanyakan famili tanaman yang mengandung alkaloid yang penting adalah Liliaceae, solanaceae dan Rubiaceae. Famili tanaman yang tidak lazim yang mengandung alkaloid adalah Papaveraceae. Dalam kebanyakan famili tanaman yang mengandung alkaloid, beberapa genera mengandung alkaloid sedangkan genera yang lain tidak mengandung alkaloid. Suatu genus sering menghasilkan alkaloid yang sama, dan bahkan beberapa genera yang berbeda dalam suatu famili dapat mengandung alkaloid yang sama. Sebagai contoh hiossiamin diperoleh dari tujuh genera yang berbeda dari famili tanaman Solanaceae. Dilain pihak alkaloid yang lebih kompleks, seperti vindolin dan morfin, sering terdapat dalam jumlah yang terbatas pada satu spesies atau genus tanaman. Di dalam tanaman yang mengandung alkaloid, alkaloid mungkin terlokasi

(terkonsentrasi) pada jumlah yang tinggi pada bagian tanaman tertentu. Sebagai contoh reserpin terkonsentrasi pada akar (hingga dapat diisolasi) Rauvolfia sp ; Quinin terdapat dalam kulit, tidak pada daun Cinchona ledgeriana ; dan morfin terdapat pada getah atau latex Papaver samniferum. Pada bagian tertentu tanaman tidak mengandung alkaloid tetapi bagian tanaman yang lain sangat kaya alkaloid. Namun ini tidak berarti bahwa alkaloid yang dibentuk di bagiam tanaman tersebut. Sebagai contoh dalam species Datura dan Nicotiana dihasilkan dalam akar tetapi
5

ditranslokasi cepat ke daun, selain itu alkaloid juga dalam biji (Nux vomica, Areca catechu), buah (Piperis nigri ), daun (Atropa belladona), akar & rhizoma (Atrpa belladona & Euphorbia ipecacuanhae) dan pada kulit batang (Cinchona succirubra). Fungsi alkaloid ini bermacammacam diantaranya sebagai racun untuk melindungi tanaman dari serangga dan binatang, sebagai hasil akhir dari reaksi detoksifikasi yang merupakan hasil metbolit akhir dari komponen yang membahayakan bagi tanaman, sebagai faktor pertumbuhan tanaman dan cadangan makanan. Kisaran konsentrasi total alkaloid tang terdapat pada bagian tanaman tertentu sangat bervariasi. Sebagai contoh, reserpin dapat mencapai konsentrasi hingga 1% dalam akar Rauvolfia serpentine, tetapi vinkristin dari daun Catharanthus roseus diperoleh hanya 4.10-6 % Dapat dibayangkan persoalan yang menyangkut dalam industri yang memproduksi alkaloid yang terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit.

2.3 Nama dan Kandungan Alkaloid Opium OPIUM "Bunga Cantik Yang Sangat Mematikan" .Nama Ilmiah : Papaver somniferum Panggilan : Opium/ Poppy .Dalam Bahasa Indonesia : Apiun .Warna bunga : Pink, ungu, merah, putih. Jenis tanaman : Obat-obatan, musiman. Tinggi : Beberapa diantaranya dapat tumbuh antara 13-91 cm.Opium termasuk tumbuhan yang beracun. Saat bunga-bunga yg hanya berumur beberapa hari itu sudah menjadi buah yang masak, penuai akan mulai menuainya dengan cara memotong tangkai buah tersebut. Di dalam buah yang kaya kandungan alkaloid tersebut, terdapat butiran-butiran benih kering sebesar kapsul. Benih inilah yang kemudian mulai dipasarkan di dunia kuliner. Benih dari buah Apiun yang masak sering dipergunakan dalam membuat snack bagels. Walaupun bagels tidak menimbulkan efek narkotika, namun setelah dikonsumsi tetap dapat memicu reaksi positif pada tes urine untuk narkoba. Apiun untuk narkotika diperoleh dengan cara menyayat buahnya hingga mengeluarkan getah putih yang lengket. Setelah kering, getah tersebut akan berubah warna menjadi kecoklatan. Kandungan getah tersebut berisi campuran narkotika alami alkaloid, termasuk morfin dan kodein. Morfin adalah acetylated untuk menghasilkan diacetylmorphine (atau

lebih dikenal sebagai heroin). Apiun dikonsumsi dengan cara ditelan langsung atau diminum bersama teh, kopi atau dihisap bersama rokok atau syisya (rokok ala Timur Tengah) 2.4 Cara identifikasi alkaloid opium dan turunannya narkotika Dua metode yang paling banyak digunakan untuk menyeleksi tanaman yang mengandung alkaloid. Prosedur Wall, meliputi ekstraksi sekitar 20 gram bahan tanaman kering yang direfluks dengan 80% etanol. Setelah dingin dan disaring, residu dicuci dengan 80% etanol dan kumpulan filtrat diuapkan. Residu yang tertinggal dilarutkan dalam air, disaring, diasamkan dengan asam klorida 1% dan alkaloid diendapkan baik dengan pereaksi Mayer atau dengan Siklotungstat. Bila hasil tes positif, maka konfirmasi tes dilakukan dengan cara larutan yang bersifat asam dibasakan, alkaloid diekstrak kembali ke dalam larutan asam. Jika larutan asam ini menghasilkan endapan dengan pereaksi tersebut di atas, ini berarti tanaman mengandung alkaloid. Fasa basa berair juga harus diteliti untuk menentukan adanya alkaloid quartener. Prosedur King-Douglas agak berbeda terhadap garam alkaloid yang terdapat dalam tanaman (lazimnya sitrat, tartrat atau laktat). Bahan tanaman kering pertama-tama diubah menjadi basa bebas dengan larutan encer amonia. Hasil yang diperoleh kemudian diekstrak dengan kloroform, ekstrak dipekatkan dan alkaloid diubah menjadi hidrokloridanya dengan cara menambahkan asam klorida 2 N. Filtrat larutan berair kemudian diuji terhadap alkaloidnya dengan menambah pereaksi mayer,Dragendorff atau Bauchardat. Perkiraan kandungan alkaloid yang potensial dapat diperoleh dengan menggunakan larutan encer standar alkaloid khusus seperti brusin. Beberapa pereaksi pengendapan digunakan untuk memisahlkan jenis alkaloid. Pereaksi sering didasarkan pada kesanggupan alkaloid untuk bergabung dengan logam yang memiliki berat atom tinggi seperti merkuri, bismuth, tungsen, atau jood. Pereaksi mayer mengandung kalium jodida dan merkuri klorida dan pereaksi Dragendorff mengandung bismut nitrat dan merkuri klorida dalam nitrit berair. Pereaksi Bouchardat mirip dengan pereaksi Wagner dan mengandung kalium jodida dan jood. Pereaksi asam silikotungstat menandung kompleks silikon dioksida dan tungsten trioksida. Berbagai pereaksi tersebut menunjukkan perbedaan yang besar dalam halsensitivitas terhadap gugus alkaloid yang berbeda. Ditilik dari popularitasnya, formulasi mayer kurang sensitif dibandingkan pereaksi wagner atau dragendorff.

Kromatografi dengan penyerap yang cocok merupakan metode yang lazim untuk memisahkan alkaloid murni dan campuran yang kotor. Seperti halnya pemisahan dengan kolom terhadap bahan alam selalu dipantau dengan kromatografi lapis tipis. Untuk mendeteksi alkaloid secara kromatografi digunakan sejumlah pereaksi. Pereaksi yang sangat umum adalah pereaksi Dragendorff, yang akan memberikan noda berwarna jingga untuk senyawa alkaloid. Namun demikian perlu diperhatikan bahwa beberapa sistem tak jenuh, terutama koumarin dan -piron, dapat juga memberikan noda yang berwarna jingga dengan pereaksi tersebut. Pereaksi umum lain tetapi kurang digunakan adalah asam fosfomolibdat, jodoplatinat, uap jood, dan antimon (III) klorida. Kebanyakan alkaloid bereaksi dengan pereaksi-pereaksi tersebut tanpa membedakan kelompok alkaloid. Sejumlah pereaksi khusus tersedia untuk menentukan atau mendeteksi jenis alkaloid khusus. Pereaksi Ehrlich (p-dimetilaminobenzaldehide yang diasamkan) memberikan warna yang sangat karakteristik biru atau abu-abu hijau dengan alkaloid ergot. Perteaksi serium amonium sulfat (CAS) berasam (asam sulfat atau fosfat) memberikan warna yang berbeda dengan berbagai alkaloid indol. Warna tergantung pada kromofor ultraungu alkaloid. Campuran feriklorida dan asam perklorat digunakan untuk mendeteksi alkloid Rauvolfia. Alkaloid Cinchona memberikan warna jelas biru fluoresen pada sinar ultra ungu (UV) setelah direaksikan dengan asam format dan fenilalkilamin dapat terlihat dengan ninhidrin. Glikosida steroidal sering dideteksi dengan penyemprotan vanilin-asam fosfat. Pereaksi Oberlin-Zeisel, larutan feri klorida 1-5% dalam asam klorida 0,5 N, sensitif terutama pada inti tripolon alkaloid kolkisin dan sejumlah kecil 1 g dapat terdeteksi.

BAB III METODE PENELITIAN

Metode yang dilakukan dalam pembuatan makalah ini adalah studi tinjauan pustaka,dan mengumpulkan informasi dari internet.

3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi pustaka dan mengakses informasi-informasi di internet. 3.2. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu studi pustaka dan internet dilaksanakan 1 Mei sampai 4 Mei 2012.Tempat studi pustaka dilakukan di kampus STIFI YP Padang.

3.3 Tekhnik Pengumpulan Data Tekhnik pengumpulan data dalam makalah ini melalui studi pustaka dan pengumpulan informasi dari internet,di lakukan oleh 3 orang mahasiswa selama beberapa hari.

BAB 1V HASIL PENELITIAN

Alkaloid opium dihasilkan oleh tanaman Papaver somniferum .L (Papaveraceae), adalah salah satu tanaman obat tertua berasal dari Asia kecil akan tetapi tetapi tempat penemuan tidak diketahui.Diperkirakan ada Budaya Sumeria berkembang antara Tigris dan Sungai Eufrat di selatan Irak dari 4000-3000 SM, dan penyebutan pertama dari opium poppy ditemukan di Sumeria.Ditandai dengan ditemukan tablet tanah liat tertulis dalam naskah Cuneiform di sekitar 3000 SM.Tablet ini ditemukan di Nippur, pusat spiritual dari Sumeria terletak di sebelah selatan Baghdad, dan menggambarkan budidaya opium poppy, termasuk pengumpulan poppy jus di pagi hari, dengan selanjutnya produksi opium. Bangsa Sumeria bernama opium "Gil("Kebahagiaan"), istilah yang masih diterapkan pada opium di dunia tertentu budaya hari ini, dan menghasilkan sebuah ideogram dari opium poppy dikenal sebagai "Gil Hul" ("tanaman sukacita"). Orang-orang Asyur kemudian bernama poppy jus "aratpa-pal", dan telah berspekulasi bahwa kata Latin "Papaver" (botani genus opium poppy) berasal dari asal etimologis. Selain itu, Bangsa Mesir kuno juga membudidayakan bunga opium, namun

penggunaan opium pada umumnya terbatas pada imam, penyihir,dan prajurit, dan dikaitkan dengan pengkultusan agama. Thoth,Dewa orang Mesir, surat, penemuan dan kebijaksanaan dikatakan telah menginstruksikan makhluk fana tentang persiapan opium, sedangkan dewi Isis adalah telah menggunakan opium sebagai obat sakit kepala untuk dewa Ra. Bahkan, istilah "candu thebaicum" dan"Tebain" (alkaloid opium) berasal dari Mesir "Thebes" (sebuah kota Mesir kuno di Sungai Nil dekat dengan yang modern hari Luxor). Opium menjadi obat terkenal. Sedangkan Kata "opium" itu sendiri telah dipostulasikan untuk Yunani asal, berasal dari "OPOS" (jus) dan "opion" (poppy jus). Opium mungkin datang ke Yunani dari Asia Kecil dan kuno Yunani yang berhubungan dengan berbagai dewa opium, termasuk Hypnos

(tidur),Morpheus (mimpi), Nyx (malam) dan Thanatos (saudara kembar Hypnos) (kematian).

10

Opium menurut mitologi Yunani, dan Homer (850 SM) menyebutkan obat sebagai zat memabukkan, penghilang rasa sakit dan tidur-mendorong di kedua "The Iliad" dan "The Odyssey,"sementara Virgil juga menyebutkan dalam "The Aeneid." Yunani Kuno

dianggap opium sebagai simbol penghiburan dan dilupakan, dan dinobatkan semua dewa malam mereka dengan karangan bunga poppy.Bunga Ini adalah sama dengan keyakinan mereka bahwa tidur adalah yang terbesar dari semua dokter dan penghibur paling kuat kemanusiaan. Sementara itu,Bangsa Romawi terus dalam penggunaan opium sebagai

obat dan sebagai racun, dan menurut Pliny (50 M) yang imperator Nero adalah seorang pengguna bersemangat racun berbagai tanaman, termasuk opium, untuk menghilangkan musuh. Pengumpulan sebenarnya opium mentah digambarkan pada abad pertama oleh

Dioscorides yang menemani pasukan Romawi. Di Saudi Arabia,Orang-orang Arab sebelumnya disebut opium poppy "Abou-el-1 Profesor Ilmu Farmasi Am. J. Pharm. Educ, 66, 186-194 (2002); menerima 11/15/01, diterima 3/11/02.186 American Journal of Pharmaceutical Pendidikan Vol. 66, Summer 2002 noum "(" bapak tidur "), dan selama abad ketujuh ketika Arab memerintah Mesir, persiapan menjadi luas menyebar ke seluruh Kekaisaran Arab. Para tercatat baik Arab dokter dan filsuf Avicenna (Abu Ali Ibn-Sina).(AD abad ke-10) menulis sebuah tesis terkenal tentang opium, tetapi kemudian meninggal dari keracunan opium. Selain itu, opium ini juga ditemukan di Eropa,cina dan India. Berawal dari Pedagang Arab membawa pengetahuan tentang manfaat medis opium poppy ke Cina kira-kira antara 11 dan abad ke-13. Pada saat itu, substansi adalah terutama digunakan oleh elit untuk kontrol disentri. Dalam Abad ke-15, merokok tembakau menjadi populer di barat belahan bumi dan Eropa pelaut memperkenalkan kebiasaan itu ke dalam Orient, di mana ia dengan cepat mendapatkan popularitas. Dilain sisi,opium menemukan jalan ke Eropa terutama sebagai bagian dari berbagai campuran bahan yang mengandung banyak opium ini.Paracelsus (1493-1541), yang dikreditkan dengan repopularizing opium di Eropa setelah penggunaannya sudah sangat menurun karena toksisitas, dipopulerkan substansi sebagai analgesik ketika iamemperkenalkan berbagai persiapan memanfaatkan nama"Laudanum" (laudare (L) - untuk memuji).

11

Produksi

Opium

yaitu

sebagai

sarana

produksi

opium

pengendali,

para

Komisi Opium Internasional didirikan pada tahun 1909, dan oleh 1914 tiga puluh empat negara sepakat dalam keyakinan mereka bahwa opium produksi dan impor harus dikurangi. Setelah Dunia Perang, Komisi selanjutnya bertemu pada tahun 1924, dengan enam puluh dua kemudian negara yang berpartisipasi. Saat ini, budidaya opium secara internasional diatur oleh Narkotika Internasional Kontrol Dewan PBB, dengan India sebagai satu-satunya negara yang secara signifikan terlibat dalam produksi opium untukmemenuhi kebutuhan dunia. Meskipun opium diproduksi di Cina dan Korea Utara, ini terkenal sebagai eksklusif untuk domestik medis digunakan.

Opium poppy adalah herbal tahunan dengan batang tegak,memiliki bunga soliter yang putih, merah, atau keunguan,tergantung pada budidaya. Semua bagian tanaman memancarkan putih lateks pada sayatan. Taksonomi dari Papaver genus cukup kompleks, dengan sekitar 100 spesies yang ditemukan di 9-12 bagian. Poppy yang ditandai dengan bunga putih dan biji umumnya dibudidayakan di India, dan secara tradisional ditunjuk sebagai berbagai album. Para opium yang terkenal dengan bunga ungu dan biji abu-abu batu tulis ("biji perut") umumnya dibudidayakan di Eropa untuk benih, dan secara tradisional dikenal sebagai varietas nigrum. Para poppy diakui untuk bunga ungu dan keunguan-hitam biji umumnya dibudidayakan di Asia Kecil.

Produksi

Opium

yaitu melalui

Budidaya

opium

poppy untuk

diproduksi,

terutama terjadi di India utara di daerah Madhya Pradesh, Uttar Pradesh, dan Rajasthan. Opium poppy, seperti semua bunga poppy, membutuhkan tanah yang lembab kaya, berlimpah sinar matahari, dan daerah yang jelas di mana untuk tumbuh. Biji opium adalah ditaburkan di akhir musim gugur atau awal musim dingin (biasanya November) di baik dibudidayakan bidang. Setelah tanaman telah muncul di musim semi dan mencapai ketinggian sekitar 15 cm, bidang yang menipis sehingga tanaman yang tersisa berdiri sekitar 60 cm.nPembungaan terjadi
12

pada bulan April atau Mei, dengan kapsul jatuh tempo pada bulan Mei atau Juni. Lima sampai delapan kapsul biasanya hadir padasetiap tanaman, dan sebagai kapsul matang untuk sekitar empat cm diameter, warna mereka berubah dari hijau kebiruan menjadi kuning.Ini menandakan waktu yang optimal untuk koleksi lateks, dan kapsul secara hati-hati menorehkan horizontal (jarang vertikal) secara parsial sekitar lingkar mereka satu-di-waktu. Sebuah pisau tunggal tiga sampai enam berbilah atau instrumen berduri digunakan dan pekerja bergerak mundur untuk menghindari kontak langsung dengan lateks dari kapsul yang baru saja menorehkan. Disana ada empat sampai enam sayatan tersebut dan setiap sayatan dibuat cukup dalam untuk menoreh duktus laktiferus, tetapi tidak begitu dalam untuk menembus endocarp, yang akan mengakibatkan lateks mengalir ke dalam menuju pusat kapsul. Sebuah lateks putih memancarkan dari sayatan cepat gelap ke warna kecoklatan atau kehitaman pada paparan untuk udara. Tiap kapsul dapat menorehkan empat atau lima kali individu selama beberapa hari berikutnya. Berikut pagi sayatan, lateks dipadatkan gelap dikumpulkan melalui gesekan dengan sendok besi / sekop atau pisau sebelum hari panas terik menyebabkan lateks untuk menjadi lengket. Dalam mengumpulkan jumlah yang tepat dari lateks, yang material diremas bersama menjadi bola, dibungkus poppy daun, dan udara dikeringkan di tempat teduh. Atau, dikoagulasi lateks dapat disimpan dalam pot tanah dengan logam , drainase yang memungkinkan dari cairan berwarna gelap.. Selanjutnya pengolahan maka terjadi di stasiun pengumpulan pemerintah di mana opium mentah ditempatkan dalam panci persegi panjang dan dibiarkan duduk di bawah sinar matahari untuk sekitar 1-3 minggu. Setiap panci berisi sekitar 35 kg opium dan diaduk dengan dayung kayu sekitar setiap 30 menit. Itu kadar air sisa turun dari sekitar 30 persen menjadi dibentuk sekitar 10 persen kue selama 5 kg periode yang ini, dan material dalam tersebut kemudian tas.

menjadi

dikirim

polietilen

Opium poppy juga banyak dibudidayakan sebagai sumber poppy benih dan opium "jerami." Ketika tanaman telah mencapai lengkap kematangan, daun kering dan biji mengandung maksimum minyak biji opium (minyak tetap tak jenuh). Minyak diperoleh dengan ekspresi, dan kue poppy sisa benih dihancurkan dan digunakan sebagai sumber pakan ternak. Poppy minyak
13

biji telah banyak digunakan sebagai minyak salad kuliner, minyak goreng, minyak pengeringan untuk digunakan dalam seni, dan sebagai wahana untuk formulasi parenteral. Candu - Karakteristik Fisiknya yaitu opium muncul kurang lebih bulat oval, massa berbentuk bata atau memanjang, agak pipih, biasanya sekitar 8-15 cm dan berat sekitar 0,3-2 kg. Secara eksternal, adalah pucat zaitun-zaitun coklat atau abu-abu dalam warna dengan permukaan kasar, dan dapat dilindungi dengan lapisan tipis terdiri dari fragmen cuti opium, atau dengan buah dari suatu spesies dari Rumex mengikuti dari kemasan. Ini cenderung plastik jika segar, tetapi menjadi lebih padat dan keras pada penyimpanan.Secara internal, itu adalah cokelat kemerahan dan kasar granular. Pemeriksaan mikroskopis opium bubuk menunjukkan kehadiran massa lateks amorf, daun dan epicarp ,fragmen, sel batu coklat, pembuluh spiral sempit atau potongan pembuluh, parenkim, butiran pati dan kristal refringent.

Sedangkan,candu itu menurut defenisi resminya,opium adalah udara kering susu eksudat diperoleh menggores yang mentah Papaver somniferum kapsul L. atau varietas yang album De Candolle (Fam. Papaveraceae). Ini menghasilkan tidak kurang dari

9,5 persen dari morfin anhidrat . Opium bubukOpium dikeringkan pada suhu tidak melebihi 70 C, dan berkurang menjadi bubuk yang sangat halus. Opium bubuk menghasilkan tidak kurang dari 10,0 persen dan tidak lebih dari 10,5 persen dari anhidrat morfin. Ini mungkin berisi salah satu bahan pengencer, dengan pengecualian pati, diizinkan untuk ekstrak bubuk .

Di Amerika Serikat, opium dianggap sebagai pharmaceutic kebutuhan untuk persiapan opium bubuk.Opium tinktur, juga disebut Laudanum atau deodorized Opium Tingtur, yang ditunjuk sebagai DEA Jadwal II terkontrol substansi. Ini berisi sekitar 20 persen etanol dan 10 persen opium, dan dengan demikian mengandung 10 mg / mL anhidrat morfin. Hal ini pernah bekerja sebagai narkotika umum (0,6 mL q.i.d.), tetapi jarang digunakan saat ini. Obat penghilang rasa sakit, juga dikenal sebagai Opium tingtur mengandung kamper, adalah Daftar III terkontrol zat yang mengandung sekitar 0,4 mg / mL anhidrat morfin di 45 persen etanol. Hal ini umumnya digunakan sebagai antidiare (5 mL 1-4 kali sehari).Jarang digunakan tetapi 188 American Journal of Pharmaceutical Pendidikan Vol. 66, Summer 2002

14

produk yang tersedia adalah Candu dan Supositoria Belladonna (Daftar II - 30 atau 60 mg Opium bubuk dan 15 mg Bubuk Belladonna Ekstrak per supositoria). Di Eropa, Papaveretum (Concentratum Opium) adalah dirumuskan sebagai persiapan standar dari hydrochlorides dari opium alkaloid dan berisi morfin anhidrat (47,5-52,5 persen), kodein (2,5-5 persen), noscapine (narcotine) (16-22 persen), dan papaverine (2,5-7 persen) . Namun,sekarang lebih sering ditemui sebagai campuran dari dimurnikan hidroklorida garam dari morfin (85,5 persen), kodein (7,8 persen), dan papaverine (6,7 persen). Hal ini digunakan sebagai operasi analgesik. Candu - Pendukung Nonalkaloidal yaitu Opium berisi sekitar 5-20 persen air, sekitar 20 persen berbagai gula, dan beberapa asam organik sederhana, termasuk asam fumarat, asam laktat, asam oksaloasetat, dan meconic asam. Meconic asam, asam dibasic yang ditemukan tingkat 3-5 persen, ini mudah dideteksi dalam larutan (Baik dalam bentuk serikat atau sebagai meconate nya) melalui pembentukan warna merah tua pada penambahan klorida sol, dengan warna ini menjadi berubah pada penambahan encer klorida asam. Meskipun diyakini selama bertahun-tahun yang asam meconic terjadi hanya dalam opium, itu telah menunjukkan bahwa beberapa Papaver spesies yang tidak menghasilkan morfin tetapi menghasilkan lain morphinan juga mengandung alkaloid ini dicar-boxylic asam. Selain itu, berbagai spesies dari genera PapaveraceousMeconopsis dan Roemaria juga mengandung asam meconic. Dengan demikian,Kehadiran asam dalam sampel harus lebih konservatif ditafsirkan sebagai indikasi penanda kemotaksonomi dari yang Papaver genus dan genus erat terkait lainnya dalam keluarga Papaveraceae.

Gambaran umum dari alkaloid opium ini yaitu sekitar 10-20 persen dengan lebih dari 40 alkaloid individu yang telah terisolasi.Senyawa basa lemah cenderung terjadi di pabrik sebagai mereka meconate (atau asam tanaman lainnya sederhana) garam. Hanya lima dari alkaloid ini menjelaskan hampir semua kuantitatif kadar alkaloid dalam opium, termasuk: morphinans morfin (8-17 persen), kodein (0,7-5 persen), dan tebain (0.1 -2.5 persen), sedangkan benzylisoquinoline papaverine (0,5-1,5 persen), dan phthalideisoquinoline noscapine (Narcotine) (1-10 persen) .

15

Morfin Sejarah. Pada 1803, Derosne Paris menggambarkan isolasi "garam opium" sebagai senyawa kristal pertama yang telah terisolasi dari opium. Meskipun identitas senyawa ini tidak diketahui dengan pasti, diyakini telah morfin meconate atau narcotine, atau mungkin sebuah campuran dari keduanya.Seguin menggambarkan isolasi senyawa ini secara rinci dalam 1804, tetapi merupakan apoteker muda Jerman, Friedrich Wilhem Adam Serturner, yang berhak dikreditkan dengan isolasi morfin pada 1806. Dia mulai eksperimen dengan opium di 1803 di ruang belakang Hof-apotheke di Paderborn,Jerman, dan melaporkan hasil eksperimen pertamanya,yang ditangani terutama dengan isolasi asam meconic, dalam 1805.

Menurut American Journal of Pharmaceutical Pendidikan Vol. 66, Summer 2002 189 isolasi morfin dari opium mengambil keuntungan dari sifat amfoter dari alkaloid, karena morfin adalah amina fenolik. Opium dicampur dengan air, diikuti dengan penambahan kapur (kalsium hidroksida), untuk mengubah alkaloid opium dari terionisasi air mereka, larutkan meconate atau garam asam ke tanaman lain mereka, yang tidak larut air basa bebas. Para morfin alkaloid fenolik larut dalam larutan kapur basa (pH 12) karena pembentukan air garam larut phenolate. Suspensi disaring dan amonium klorida ditambahkan ke filtrat, sehingga konversi kalsium hidroksida menjadi kalsium klorida dan amonia. Akibatnya, morfin presipitat ini lebih rendah pH (pH 8-9) karena garam phenolate yang telah diubah kembali ke serikat fenol, yang tidak mampu yang tersisa terionisasi dalam lingkungan basa lemah dari amonium hidroksida. Endapan morfin mentah dicampur dengan arang dan baik asam klorida atau sulfat, disaring, dan filtrat alkalinized dengan amonium hidroksida, menghasilkan reprecipitation morfin. Endapan ini dikumpulkan melalui filtrasi dan tepat dikeringkan. Ini mungkin kemudian menjadi diubah menjadi garam sulfat untuk tujuan komersial menggunakan metode konvensional .

Penjelasan tentang struktur morfin, yang alkaloid utama dari kelompok morphinan, berjalan perlahan di kimia organik yang berlaku di awal abad ke-19.Analisis unsur awal

C34H36O6N2 diusulkan oleh Liebig pada tahun 1831 telah dikoreksi C17H19O3N oleh Laurent di tahun1847. Percobaan ini diikuti oleh kimia sederhana transformasi dari alkaloid, seperti asetilasi untuk heroin (Diacetylmorphine) oleh Wright pada tahun 1874 dan metilasi untuk kodein (monomethylmorphine) oleh Grimaux pada 1881.Hercules upaya diarahkan pada
16

degradasi

alkaloid

oleh

Hesse,

Knorr,

Pschorr,

dan

Vongerichten

mendirikan

fenantrena dijembatani sifat senyawa tersebut, Sehingga muncullah istilah "Morfolina," yang merupakan nama umum untuk tetrahydro-1 ,4-oxazine.Sintesis lengkap morfin alami dan kodein dilaporkan pada tahun 1952 oleh Gates dan Tschudi (18-20), dengan stereokimia relatif menjadi ditentukan secara kimia oleh Holmes pada tahun 1952 dan dikonfirmasi oleh X-ray analisis cyrstallographic pada tahun 1955. Yang absolut stereokimia juga ditentukan pada tahun 1955 melalui kimia degradasi dihydrocodeinone Morfin (PKB 5,8) adalah pentasiklik amfoter alkaloid yang ada secara alami dalam bentuk levorotatory sebagai kolumnar tidak berwarna prisma. Ada lima karbon kiral dan hanya secara alami diastereoisomer terjadi (5R, 6S, 9r, 13S, 14R) secara biologis aktif. Alkaloid mengandung dua gugus hidroksil, salah satunya menjadi fenolik, dan ester diacetyl yang umumnya dikenal sebagai heroin. Selain memiliki daya larut air klasik karakteristik dari suatu alkaloid, kelompok fenolik pada C-3 menganugerahkan kelarutan air dalam hidroksida logam alkali dan solusi logam alkali tanah hidroksida melalui pembentukan garam morphinate. Morfin membentuk garam larut dalam air dengan asam banyak,dengan garam sulfat yang paling sering ditemui.Monomethylation dari hidroksil fenolik dengan hidroksida trimethylphenylammonium menghindari kodein. quaternization dari atom nitrogen dan menyediakan eter monometil,

Farmakologi

Morfin adalah opioid eksogen klasik (Xenobiotik opioid) yang

menghasilkan baik ditandai analgesia, serta tindakan farmakologis tertentu lainnya, hasil dari afinitas untuk mengikat reseptor biasanya ditindaklanjuti oleh opioid endogen. Tambahan contoh eksogen opi-oids meliputi alkaloid opium lainnya, seperti kodein, sebagai serta opioid semisintetik (oxymorphone, oxycodone,hydromor-telepon, xanax) dan opioid sintetik(Meperidin, metadon, fentanil, pentazocine) .Opioid endogen adalah peptida yang secara alami terjadi ligan untuk reseptor opioid, dengan endorphin jangka (Endogen + morfin) yang diciptakan untuk merujuk pada endogen opioid sebagai kelompok, meskipun juga mengacu pada spesifik endogen opioid, -endorphin.

17

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN a.Kesimpulan Alkaloid opium dihasilkan oleh tanaman Papaver somniferum .L (Papaveraceae), adalah salah satu tanaman obat tertua berasal dari Asia kecil akan tetapi tetapi tempat penemuan tidak diketahui.Diperkirakan ada di Sumeria. Selain itu, Bangsa Mesir kuno juga membudidayakan bunga opium, namun penggunaan opium pada umumnya terbatas pada imam, penyihir,dan prajurit, dan dikaitkan dengan pengkultusan agama. Sedangkan Kata "opium" itu sendiri telah dipostulasikan untuk Yunani asal, berasal dari "OPOS" (jus) dan "opion" (poppy jus). Opium mungkin datang ke Yunani dari Asia Kecil dan kuno Yunani yang berhubungan dengan berbagai dewa opium. Opium menurut mitologi Yunani, dan Homer (850 SM) menyebutkan obat sebagai zat memabukkan, penghilang rasa sakit dan tidur.Dan identifikasi menggunakan X-ray analisis cyrstallographic.

b. Saran Dari penelitian tentang Alkaloid opium melalui studi pustaka ini karena di peroleh hasil yang kurang optimal,maka disarankan untuk penelitian selanjutnya agar di lakukan jenis penelitian berupa survey dan eksperiment atau percobaan,agar kita dapat melihat langsung bagaimana cara isolasi dan identifikasi dari alkaloid opium ini dilakukan penyiapannya hingga bisa di manfaatkan dalam dunia pengobatan dan makanan.

18