Anda di halaman 1dari 11

AQIDAH Pentingnya manusia betauhid.

Allah SWT mencipatakan manusia agar mereka beribadah hanya kepada Allah SWT saja. Dalilnya; firman Allah SWT dalam surat Ad Dzariyat (51 : 56). Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku Tauhid merupakan unsur pertama dalam seluruh dakwah para Nabi & Rasul. Sejak dari Nabi Nuh alaihis salam sampai Nabi Muhammad SAW. Tugas pertama para Rasul adalah sebagai pembawa petunjuk kepada hamba-hambanya yang tercermin dalam dua hal mendasar yg saling melengkapi dan tidak dapat di pisahkan, yaitu: 1. Seruan untuk beribadah kepada Allah SWT semata 2. Seruan untuk menjauhi Thoghut Dalam hal ini Allah SWT berfirman: Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thoghut. [Thoghut ialah segala sesuatu yg di sembah selain Allah SWT, dan dia rela bahkan memerintahkan penyembahan itu] . Qs An Nahl (16:36) Dan Kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, Maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku". Qs Al Anbiyaa (21:25) Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya." Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat). Qs Al Araf (7:59) Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan". Qs Huud (11 : 25~26) Keutamaan Tauhid. Allah SWT tidak menyiksa orang yg bertauhid sebagaimana di jelaskan oleh Rasulullah SAW dalam hadist muadz bin jabal yg diriwayatkan oleh Imam Bukhary dan Muslim. Aku pernah diboncengkan Nabi ShallAllahualaihi wasallam di atas keledai, kemudian beliau berkata kepadaku : wahai muadz, tahukah kamu apakah hak Allah yang harus dipenuhi oleh hamba-hambaNya, dan apa hak hamba-hambaNya yang pasti dipenuhi oleh Allah?, Aku menjawab: Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui, kemudian beliau bersabda : Hak Allah yang harus dipenuhi oleh hamba-hambaNya ialah hendaknya mereka beribadah kepadaNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun, sedangkan hak hamba yang pasti dipenuhi oleh Allah ialah bahwa Allah tidak akan menyiksa orang orang yang tidak menyekutukanNya dengan

sesuatupun, lalu aku bertanya : ya Rasulullah, bolehkah aku menyampaikan berita gembira ini kepada orang-orang ?, beliau menjawab : Jangan engkau lakukan itu, karena Khawatir mereka nanti bersikap pasrah. [HR Bukhari & Muslim] Dari Itban Radhiallahu anhu; Rasulullah SAW bersabda;

Sesungguhnya Allah mengharamkan (masuk) neraka bagi orang yang mengucapkan LAA ILAHA ILLALLAH (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah) dengan Ikhlash karena Allah SWT. (HR Bukhari dan Muslim) (Syarah Kitabuttauhid oleh Kementrian pendidikan dan pengajaran Kerajaan Arab Saudi) Tauhid merupakan sebab di ampuninya dosa-dosa dan di masukannya ke Syurga. Buah daripada Tauhid 1. 2. 3. 4. 5. Memperoleh Ridho Allah SWT Masuk syurga dan selamat dari Neraka Istiqamah diatas kebenaran dalam menghadapi cobaan dan ujian Ketenangan jiwa dan ketentraman dalam hidupnya Dijauhkan dari kegusaran dan kegelisahan

Pengertian Tauhid (Definisi Tauhid) Menurut lughat (bahasa) ialah meng-esa-kan Allah SWT. Menurut istilah: meng-esa-kan Allah dalam Rububiyyah, uluhiyyah serta Nama dan sifatnya. Macam-macam Tauhid. 1. Tauhid Rububiyyah 2. Tauhid uluhiyyah 3. Asma dan sifat. A. TAUHID RUBUBIYYAH

Yaitu mengesakan Allah dalam hal-hal perbuatannya, seperti: menciptakan. Memberi rizki, mengatur segala urusan, menghidupkan, mematikan dsb. Maka tidak ada satu penciptaan-pun kecuali Allah, sebagaimana dalil: Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu Qs Az Zumar (39:62).

Tidak ada yg memberi rizki kecuali Allah SWT, sebagaimana dalil: Dan tidak ada suatu binatang melata[*] pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya[**]. semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). Qs Huud (11:6) [*] Yang dimaksud binatang melata di sini ialah segenap makhluk Allah yang bernyawa. [**] Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan tempat berdiam di sini ialah dunia dan tempat penyimpanan ialah akhirat. dan menurut sebagian ahli tafsir yang lain maksud tempat berdiam ialah tulang sulbi dan tempat penyimpanan ialah rahim. Tidak ada yg mengatur kecuali Allah SWT, sebagaimana dalil: Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadanya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu [*] Qs As Sajdah (32:5) [*] Maksud urusan itu naik kepadanya ialah beritanya yang dibawa oleh malaikat. ayat ini suatu tamsil bagi kebesaran Allah dan keagunganNya. Tidak ada yg menghidup-kan dan tidak ada yg mematikan kecuali Allah, sebagaimana dalil: Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan Qs Yunus (10:56) Tauhid Rububiyah ini di akui oleh fitrah semua manusia dari dahulu (orang-orang kafir) pada zaman Rasulullah SAW, tetapi pengakuan ini tidak menjadikan mereka masuk kedalam Islam. Sebagaimana di tunjukan dalil: Dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah : "Segala puji bagi Allah"; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. Qs Luqman (31:25) Orang-orang kafir dari umat dahulu menjadikan berhala-berhala sebagai Tuhan yg di sembah seperti al Laata, al Uzza, manaat. Al laata di baca dengan tidak memakai tasydid adalah sebuah batu besar yg dibuatkan rumah diberi kelambu terletak di kota Thaif. Sangat di agung-agungkan oleh penduduk Thaif dari kabilah bani Tsaqif dan para pengikutnya. Ada riwayat lain mengatakan, bila al Lata di bacanya dengan tasydid huruf ta nya, maka bermakna: seorang laki-laki yg dermawan pembuat roti gandum untuk menjamu para jemaah haji. Maka ketika dia meninggal dunia, orang-orang merasa kehilangan karena keshalehan dan kedermawanannya. Lalu mereka bersemedi di atas kuburannya dan mengkultuskannya sehingga mereka lama-lama menyembahnya.

al Uzza adalah sebuah pohon yg dinaungi bangunan, tirai dan tabir terletak dilembah Nakhlah antara Mekkah dan Thaif, orang-orang Quraisy mengagungkan dan menyembahnya. Adapun Manaat adalah sebuah batu besar yg terletak antara Makkah dan Madinah (musyallal di daerah qadid) suku Aus dan Khazraj sangat mengagungkannya di masa jahiliyah, mereka mengucapkan talbiah dari sana ketika mereka hendak ber-Hajji menuju Kabah. Imam Bukhary telah meriwayatkan dari Ummul Mukminin Aisyah Radhiallahu anha keterangan seperti ini. Sebetulnya di jazirah Arab dan yg lainnya terdapat thoghut-thoghut yg lain yg di agungkan oleh orang-orang Arab layaknya mereka mengagungkan Kabah. Rasulullah SAW mengutus kepada Mughirah bin Syubah dan abu Sufyan Shakher bin hareb agar mendatangi patung Lata kemudian menghancurkannya dan mendirikan sebuah masjid yg sebelumnya tempat itu dipakai untuk patung Lata. Dan beliaupun mengutus Khalid bin Walid agar mendatangi berhala Uzza lalu menghancurkannya. Dan beliau mengutus pula Ali bin Abi Thalib untuk menghacurkan berhala Manat yg terletak di Musyallal di daerah qadid antara Makkah dan Madinah. Dan orang-orang yg mengingkari Rububiyah Allah adalah mereka yg Mulhid (atheis) dan kewajiban kita sama seperti kewajiban kita terhadap orang-orang musyrik. Kita ajak mereka kedalam Allah dengan dalil-dalil kauniah, mengenali dan memperhatikan segala ciptaan-ciptaan Allah yg ada di sekitar dan sekeliling kita di bumi dan di langit. B. TAUHID ULUHIYYAH

Yaitu mengesakan Allah dengan perbuatan-perbuatan hamba yg di perintahkannya, karena itu semua bentuk ibadah harus di tujukan hanya kepada Allah semata. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Seperti doa (permohonan), kahuf (takut), tawakkal (berserah diri) meminta pertolongan, meminta perlindungan, dsb. Kita tidak berdoa kecuali hanya kepada Allah. Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku[*] akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina". Qs Al Mumin (40:60) [*] Yang dimaksud dengan menyembah-Ku di sini ialah berdoa kepada-Ku. Kita tidak takut kecuali hanya kepada Allah. Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman. Qs Al Imran (3:175). Kita tidak berserah diri kecuali hanya kepada Allah.

Berkatalah dua orang diantara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: "Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, Maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman". Qs Al Maidah (5:23) Kita tidak meminta pertolongan kecuali hanya kepada Allah. Hanya Engkaulah yang Kami sembah [*], dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan[**]. [*] Na'budu diambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya. [**] Nasta'iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri. Kita tidak meminta perlindungan kecuali hanya kepada Allah. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Qs An Nas (114:1). Tauhid jenis inilah yg dibawa oleh para Rasul alaihisalam. Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thoghut itu", Qs An Nahl (16:36) Tauhid jenis inilah yg di ingkari oleh orang-orang kafir, baik pada zaman dahulu maupun sekarang. Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan Qs Shaad (38:5). Pengaruh beriman kepada Allah. Beriman kepada Allah taala memiliki pengaruh yg baik,di dunia maupun di akhirat dan sungguh kebaikan dunia dan alhirat serta penolakan kejahatan semua itu adalah pengaruh dari iman ini. Adapun di antara pengaruh iman itu adalah: Bahwa Allah membela kaum mukminin dari segala hal yg di benci, menyelamatkan mereka dari berbagai penderitaan dan menjaga mereka dari tipu daya para musuh. Sebagaimana firman Allah: Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat Qs Al Hajj (22 : 38)

Bahwa iman merupakan penyebab kehidupan yg baik, kebahagiaan dan kegembiraan, Sebagaimana firman Allah: Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik [*] dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. Qs An Nahl (16 : 97) [*] Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman. 1. Sesungguhnya iman itu membersihkan jiwa dari berbagai khurafat. Maka barangsiapa beriman kepada Allah secara benar, niscaya dia akan menggantungkan perkarannya kepada Allah semata. Karena dia adalah Rabb semesta alam. Orang tersebut tidak takut kepada mahluk, tidak akan menggantungkan hatinya kepada salah seorang manusia. Oleh karena itu ia terbebas dari bentuk khurafat & ilusi. 2. Termasuk pengaruh iman adalah keberuntungan dan kemenangan, mendapatkan apa yg diminta dan selamat dari setiap yg di takuti, Sebagaimana firman Allah: Mereka Itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung[*] Qs Al Baqarah (2 : 5). [*] Ialah orang-orang yang mendapat apa-apa yang dimohonkannya kepada Allah sesudah mengusahakannya. 1. Dan pengaruh iman yg paling besar adalah didapatkannya keridhaan Allah Subhanahu wataala, masuk syurga, keberuntungan berupa kenikmatan abadi dan kasih sayang yg sempurna. Yg pertama kali diwajibkan kepada seorang mukallaf (baligh) 1. Mengenal Tuhan-nya 2. Mengenal Agama-nya 3. Mengenal Nabi-nya Muhammad Shalallahu Alaihi wassalam. Ini merupakan aqidah Islamiyah yg pertama kali di wajibkan untuk di ketahui dan di yakini. Sesungguhnya mengakui wujud Allah adaah perkara fitrah bagi manusia. Sebagian besar mengakui wujud Allah. Dan tak ada yg menyelisinya, kecuali sedikit sekali dari kalangan orangorang atheis. Sesungguhnya setiap mahluk telah di berikan fitrah untuk beriman kepada penciptanya tanpa harus di ajari terlebih dahulu. Disamping itu kita juga mendengar dan menyaksikan terkabulnya doa dan di berinya orang yg meminta hal yg menunjukan secara yakin atas wujud Allah Subhanau Wataala. Sebagaimana firman Allah:

(ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu Malaikat yang datang berturut-turut". Qs Al Anfaal (8 : 9) Maka, setiap orang mengetahui bahwa setiap yg baru pasti ada yg membuatnya. Dan mahluk yg banyak ini serta apa saja yg kita saksikan setiap saat pastilah ada yg menciptakannya. Dan pencipta itu adalah Allah Subhanahu wataala. Sebab mustahil pula mahluk itu menciptakan dirinya sendiri. Karena itu jelaslah bahwa yg menciptakan mereka adalah Allah Subhanahu wataala. Sesungguhnya keteraturan alam semesta ini, langitnya, buminya, bintang-bintangnya, pepohonannya dsb. Adalah merupakan bukti yg kuat bahwa alam semesta ini memiliki pencipta yg maha esa dan Dia adalah Allah Subhanahu wataala. Sebagaimana firman Allah: Dan kamu Lihat gunung-gunung itu, kamu sangka Dia tetap di tempatnya, Padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan Qs An Naml (27 : 88). Begitu pula dengan planet-planet dan bintang-bintang misalnya, semuanya beredar dengan aturan yg tetap tanpa ada keganjilan. Selanjutnya, masing-masing planet beredar di tempat edarnya, tidak melampauinya atau menyelisihi. Sebagaimana firman Allah: Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya. Qs Yasin (36 : 40)

SYARAT-SYARAT DI TERIMANYA AMAL Ikhlash. Yaitu membersihkan amal dari segala debu syirik akbar dan syirik ashgar (besar & kecil) dengan cara tidak melakukan amalan tersebut lain atau duniawi. Rasulullah Sholallahu alaih wassalam bersabda:

Sesungguhnya Allah mengharamkan (masuk) neraka bagi orang yang mengucapkan LAA ILAHA ILLALLAH (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah) dengan Ikhlash karena Allah SWT. HR Bukhari dan Muslim. Itiba.

Yaitu mengikuti dengan mengikuti tuntunan syariat dan Sunnah Nabi Sholallahu alaih wassalam. Adapun asas diterimanya amal. Ilmu, Tauhid yg benar, yaitu mengetahui mana LAA ILAHA ILALLAH. Dailnya firman Allah: Maka ketahuilah, bahwa Sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.Qs Muhammad (47 : 19). Yakin, yaitu hendaknya orang yg mengucapkannya benar-benar yakin dengan mana yg tunjukan kalimat syahadat tersebut. Jika ia ragu-ragu maka hal itu tidak ada manfaatnya. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar. Qs Al hujurat (47 : 15) Qabul, yaitu menerima apa yg di tunjukan oleh makna kalimat tersebut, yakni beribadah hanya kepada Allah semata dan tidak beribadah kepada selainnya. Barangsiapa yg mengucapkannya tetapi ia tidak menerima bahwa hanya kepada Allh saja kita beribadah, berarti ia termasuk dalam kelompok yg di firmankan Allah: Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: "Laa ilaaha i llallah" (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri dan mereka berkata: "Apakah Sesungguhnya Kami harus meninggalkan sembahan -sembahan Kami karena seorang penyair gila?" Qs as Shafaat (37 : 35 ~ 36). Inqiyad, (patuh) terhadap makna yg di tunjukannya. Dan Barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang Dia orang yang berbuat kebaikan, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan. Qs Lukman (31 : 22) 1. Shidiq (jujur) yaitu hendaknya orang yg mengucapkan kalimat ini benar-benar jujur dalam hatinya, sebagaimana di sabdakan Nabi Sholallahu alaih wassalam: Tidaklah seseorang yang bersaksi Laa Ilaaha IllAllah wa anna Muhammadar-Rasulullah dengan jujur dari hatinya kecuali Allah haramkan dirinya dari api neraka. (Muttafaqun Alaihi). 2. Mahabbah, artinya mencintai dua kalimat syahadat ini, kandungannya dan orang-orang yang berpegang teguh dengan dua kalimat syahadat tersebut. Sebaliknya membenci terhadap siapa saja yang menentang dan menolak dua kalimat syahadat.

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman Amat sangat cintanya kepada Allah. dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu[*] mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah Amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). Qs Al Baqarah (2 : 165). [*] Yang dimaksud dengan orang yang zalim di sini ialah orang-orang yang menyembah selain Allah. Maka ahli Tauhid mencintai Allah dengan cinta yg tulus ikhlas. Sedangkan ahli syirik menyekutukan Allah dan mencintai sesembahan-sesembahan yg lain di samping Allah. Dan tentunya ini bertentangan dengan kandungan makna LAA ILAAHA ILALLAH KEBAHAGIAN DUNIA DAN AKHIRAT Sesungguhnya jika hati telah merasakan nikmatnya beribadah kepada Allah dan nikmatnya ikhlas kepada-Nya. Sesungguhnya ia akan mengetahui bahwa tidak ada sesuatupun yg lebih manis, lebih nikmat dan lebih baik daripada ibadah. Dan tak seorangpun yg bisa lolos dari penderitaan dan problematika dunia kecuali dengan merealisasikan ibadah kepada Allah Subhanahu wataala. BERIMAN KEPADA ASMA (nama-nama) DAN SIFAT ALLAH Beriman kepada Asma dan sifat Allah yaitu menetapkan Asma dan sifat Allah berdasarkan apa yg ditetapkan oleh Allah untuk dirinya di dalam al Quran maupun As Sunnah Nabi Sholallahu alaih wassalam. Sesuai dengan apa yg pantas bagi Allah Subhanu wataala. Tidak ada sesuatupun yg menyerupai Allah dalam Asma dan sifatnya. Allah berfirman: (Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan melihat. Qs As Syraa (42 : 11) Dan Allah Maha Suci dari menyerupai salah satu mahluk (ciptaan-Nya) dalam semua Asma dan sifat-Nya. Asma Allah adalah banyak, diantaranya adalah Ar-Rahman, Al-Bahir, Al-Aziz, Allah berfirman :Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Qs Al Fatihah (1 : 3) Dan Dia-lah yang Maha mendengar dan melihat. Qs As Syraa (42 : 11) Dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Qs Lukman (31 : 9)

Kita mengimani bahwa sesungguhnya Allah Subhanahu wataala mempunyai Nama-Nama dan Sifat-Sifat sebagaimana di jelaskan dan di tetapkan di dalam al Quran dan Sunnah (Hadist) tanpa di Tahrif, di Tawil, di Tathil, di Tasybih, di tamtsil, di takyiif. Tahrif = menyelewengkan atau membelokan maknanya dari makna yg sebenarnya. Tawil = menafsirkan sifat-sifat Allah dengan tafsiran yg menyimpang dari makna yg sebenarnya. Tathil = mengingkari seluruh atau sebagian dari sifat-sifat Allah. Tasybih = menyerupakan sifat Allah dengan sifat mahluknya. Tamtsil = menetapkan sifat-sifat Allah dengan sifat-sifat mahluknya. Takyiif = mempertanyakan bagaimana sifat Allah itu, atau menentukan bahwa hakekat sifat Allah itu begini dan begitu.

TIGA LANDASAN UTAMA LANDASAN PERTAMA: MENGENAL TUHAN. 1. Tuhanku; Allah Yang Maha Menciptakan, Maha Menguasai dan Maha Mengatur. Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu Qs Az Zumar ( 39 : 62). 1. Tuhan kita adalah Allah yg mengatur segala urusan. Dia mengatur urusan dari langit ke bumi Qs As Sajdah (32 : 5) 1. Allah menciptakan jin & manusia agar mereka menyembah kepada-Nya. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku Qs Adz-Dzariyat (51 : 56) Allah memerintahkan kita agar mengingkari Thoghut dan beriman kepada Allah. Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. karena itu Barangsiapa yang ingkar kepada Thoghut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui Qs Al Baqarah (2 : 256)

1. Al urwatul wustqa (buhul tali yg kuat) adalah LAA ILAAHA ILALLAH yg artinya tidak ada Tuhan yg berhak di sembah kecuali Allah. LANDASAN KEDUA: MENGENAL AGAMA KITA (ISLAM). 1. Agama kita adalah agama Islam, Allah tidak menerima agama selain daripadanya. Allah berfirman Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi Qs Al Imran (3 : 85). Tingkatan dien (agama) itu ada tiga (3): Islam, Iman, Ihsan. 1. Islam yaitu berserah diri kepada Allah Taala dengan menTauhidkan-Nya, tunduk kepadanya dengan ketaatan serta berlepas diri dari syirik dan para pelakunya. 2. Iman yaitu engkau percaya kepada Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitabNya, para RasulNya, hari akhir dan percaya kepada takdirNya, yg baik maupun yg buruk. 3. Ihsan yaitu engkau menyembah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya dan jika engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu. LANDASAN KETIGA: MENGENAL NABI MUHAMMAD SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM. 1. Beliau adalah Muhammad bin Abdulloh bin Abdul Muthalib al-Hasyimi Al-Quraisy Shalallahu alaihi wassalam, beliau adalah Nabi yg paling Mulia dan penutup para Nabi. 2. Nabi Shalallahu alaihi wassalam telah menyampaikan agama ini. Beliau memerintahkan kepada kita agar melakukan segala bentuk kebaikan dan melarang kita dari segala bentuk kejahatan. 3. Kita wajib meneladani Nabi Shalallahu alaihi wassalam. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah Qs Al Ahzab (33 : 21) 1. Kita wajib mendahulukan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam daripada kecintaan kita kepada ibu, bapak dan segenap manusia. Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda: . "Tidaklah sempurna iman dari salah seorang dari kalian sampai aku lebih ia cintai daripada anaknya, orang tuanya dan segenap manusia." (Muttafaq 'alaih) Sedangkan yg dimaksud dengan kecintaan kepada Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam adalah dengan mengikuti dan mentaatinya.