Anda di halaman 1dari 19

MATERI KULIAH

BAHASA DAN LOGIKA


OLEH: ARIEF RAKHMAN HAKIM.S.IP.,M.Si

Berpikir dan bahasa adalah dua sejoli yang sulit dipisahkan. Bahkan seperti dua mata uang dalam sekeping uang yang sama. Berpikir adalah berbicara dalam diam, berbicara dengan diri sendiri dalam batin dan orang lain memang tidak tahu pemikiran kita

Namun sebagai makhluk sosial, kita harus berkomunikasi dengan orang lain, berarti pikiran kita itu harus dinyatakan ke dalam kata-kata, tanda atau isyarat tertentu (non-verbal). Untuk menyatakan pikiran itu butuh alat, yaitu BAHASA baik lisan maupun tulisan.

Bisakah Anda hidup bertahan tanpa melakukan komunikasi dengan orang lain, sementara dunia saat ini semakin hiruk pikuk? Tapi bagaimana Anda bisa diterima orang lain kalau pemikiran anda amburadul alias tidak logis?

APA YANG ANDA LIHAT ? (Melihat fakta-fakta)

APA YANG DAPAT ANDA JELASKAN ? (Menjelaskan hubungan antar fakta) MENGAPA HAL ITU TERJADI ? (Keseimpulan sebagai penjelas)

FUNGSI BAHASA

Bahasa adalah ucapan / tulisan verbal untuk menyatakan dan mengungkapkan sebuah ide / gagasan.

Tiga Fungsi Bahasa:

1. Bahasa sebagai ekspresi diri 2. Bahasa sebagai alat berpikir 3. Bahasa sebagai alat komunikasi

Bahasa Sebagai Ekspresi Diri

Bahasa berfungsi mengekspresikan suatu keadaan / kondisi diri manusia secara langsung (lisan) maupun tidak langsung (tulisan) berupa perasaan dan aspirasi.

Adanya bahasa verbal ini seseorang dapat mengungkapkan apa yang ada di dalam benak atau pikirannya.
Contoh: percakapan, puisi, surat pembaca, surat cinta, dan seterusnya.

Bahasa Sebagai Alat Berpikir

Bahasa berguna untuk merumuskan sebuah pemikiran. Bahasa terdiri dari satuan tata bahasa (gramatika) yang mengorganisir kata-kata menjadi susunan yang bermakna. Sumbangan bahasa bagi kehidupan jelas sangat besar. Kelangsungan segala kegiatan manusia, salah satunya disebabkan adanya bahasa. Tanpa bahasa verbal ini, kita tidak bisa memiliki bayangan kehidupan seperti yang kita alami sekarang ini. Bahasa membantu manusia dalam mengabstraksikan segala sesuatu terkait kehidupannya dan mengambil tindakan sesuai dengan tujuannya. Contoh: buku, artikel, iklan, dan sebagainya.

Bahasa Sebagai Alat Komunikasi

Adanya tata bahasa (gramatika) dan kata-kata yang konstan maknanya dalam bahasa, maka bahasa verbal adalah satu-satunya sarana untuk berkomunikasi antarmanusia. Bahasa membantu manusia tidak saja mengekspresikan/mengungkapkan ide dan alat berpikir, tetapi bahasa membuat manusia dapat memahami satu sama lain. Hakikat komunikasi dalam bahasa ini adalah sebuah sarana atau alat agar berbagai hal dapat disampaikan/dikomunikasikan kepada pihak lain. Adanya komunikasi inilah yang mensyaratkan adanya interaksi/hubungan sosial di masyarakat. Contoh: A. Percakapan sehari-hari secara langsung maupun tidak langsung, seperti lewat SMS, chatting, FB, dst. B. Berita di TV, radio, media cetak, media internet. C. Perintah yang digunakan petugas parkir, dapat mengarahkan sebuah truk besar.

Kata-Term-Subyek-Predikat

Ada hubungan timbal-balik antara pemikiran dan bahasa. Pemikiran yang benar dan lurus menuntut pemakaian bahasa yang tepat, yakni berupa kata-kata dan penempatan serta fungsi (term) kata-kata dalam suatu kalimat, sehingga membentuk pengertian yang ada artinya. Term adalah bagian kalimat yang berfungsi sebagai subyek atau predikat.

Contohnya : Mama pergi. Mama adalah subyek (S) dan pergi adalah predikat (P). Antara S dan P biasanya dihubungkan kata sambung (kopula) seperti : adalah, merupakan....

S tidak hanya terdiri dari satu kata saja, melainkan bisa lebih dari satu kata sebagai term. Contohnya : Pemain sepakbola yang berkostum warna merah itu (S) adalah kesayangan saya.

Isi dan Luas Suatu Pengertian

Isi pengertian adalah semua unsur yang termuat di dalam pengertian itu. Contohnya : mahasiswa. Jika kita kupas dapat berisi berbagai unsur yang terkandung di dalamnya. Misalnya, unsur manusia, usia relatif muda, setiap hari kuliah, belajar dan mengerjakan tugas, harus membayar uang kuliah, dsb. Luas pengertian adalah suatu realitas (benda, lingkungan) yang ditunjuk dengan kata atau pengertian tertentu. Pengertian itu bisa berarti luas dan bisa berarti sempit. Contohnya: unggas. Pengertian lebih luas dari unggas adalah binatang dan pengertian lebih sempit adalah ayam. Dengan kata lain, ayam bagian dari unggas dan unggas bagian dari binatang.

Makhluk hidup

binatang

unggas

ayam

Luas-Sempit

Atasan dan Bawahan.

Kenyataan yang semakin kongkret atau khas atau unik atau spesifik, semakin terbatas atau sempit pengertiannya. Sebaliknya, sesuatu yang umum semakin luas pengertiannya. Contoh : perak bukan bawahan dari besi, tetapi besi dan perak adalah bawahan dari logam. Artinya pengertian perak lebih sempit daripada logam yang bersifat lebih umum.

Luas Term.

Kata mendapat arti dalam kalimat tertentu. Kata-kata atau term ini mengandung luas-tidaknya suatu pengertian dan dapat dikategorikan menjadi tiga yakni : singular (satu), partikular (sebagian atau beberapa) dan universal (seluruh lingkungan).

binatang

bangunan
mamalia

pendidikan jasmani
olahraga

reptil

tempat ibadah kuil

cecak

kadal

sapi

sepakbola

Atasan-Bawahan

Atasan-Bawahan

Pembagian kata-kata (term) menurut artinya.

Kata-kata menurut artinya dapat dibedakan menjadi tiga. Univokal : bentuk dan artinya sama. Contoh, Donna naik tangga ke lantai 2, sementara Evi naik tangga ke lantai 3. Ekwivokal : sama bentuk lain arti. Contoh, Viany selalu datang bulan pada sekitar awal bulan. Analogis : ada kesamaan, ada perbedaan. Contoh, Andrey merasakan sehat badannya dan juga sehat jiwanya. Dari ketiga jenis kata-kata tersebut, univokal paling penting untuk pemikiran ilmu pengetahuan karena memiliki arti tunggal, sehingga tidak akan menimbulkan salah tafsir.

Nilai Rasa dan kata-kata Emosional.

Dalam kehidupan nyata sehari-hari komunikasi dengan orang lain memang sengaja membakar emosi atau berusaha memprovokasi atau membuat sensasi dengan maksud tertentu. Jadi, kata-kata mengandung cetusan perasaan subyektif dan bukan menggambarkan fakta obyektif atau mengajak untuk berpikir. Contohnya, bahasa politik dan iklan, memang sengaja untuk mempengaruhi orang lain. Oleh karena itu, kaum terpelajar harus kritis dan tidak mudah termakan isu atau terbujuk iklan. Salah satu kelemahan masyarakat kita yang sudah terjajah budaya konsumerisme adalah berbelanja barang tanpa berpikir lagi kegunaan atau pertimbangan prioritas kebutuhan.

Penggolongan / Klasifikasi. Penggolongan atau klasifikasi dalam konteks ini tidak ada kaitannya dengan tujuan eksklusivitas. Justru kenyataan keragaman di jagat raya ini harus dipahami dan diterima. Kenyataan yang kita jumpai setiap hari begitu kompleks dan beragam. Meskipun ada keragaman tokh ada pola tertentu (keteraturan) untuk dipelajari dan dipahami. Maksud penggolongan adalah pekerjaan akal budi untuk membagi, menggolongkan, memilah dan menyusun pengertian menurut kesamaan dan perbedaannya. Contoh, di kota Jogja masyarakatnya sangat beragam. Ada muslim, kristen, konghucu, kebatinan, hindu, katolik, budha. Semua dapat disusun berdasarkan penggolongan : agama.

Beberapa syarat penggolongan : 1. Lengkap, misalnya makhluk hidup terdiri atas manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan. 2. Memisahkan atau tidak overlapping, misalnya penduduk bersuku jawa dengan penduduk bersuku luar jawa, jangan dengan jenis kelamin penduduk . Itu akan tumpang tindih. 3. Sifat dasar sama, misalnya berdasarkan jenis transportasi (darat, laut, udara). Jangan dibagi-bagi menjadi penumpang kaya, layanan pembelian tiket, kenikmatan transportasi. Sebab bisa terjadi orang kaya naik kereta atau naik kapal laut. 4. Cocok dengan tujuan, misalnya pakar ekonomi akan mengutamakan penggolongan berdasarkan lapangan kerja dan tingkat penghasilan.

RANGKUMAN: Bahasa dan logika saling terkait. Pemikiran yang lurus akan terwujud dalam penyampaian bahasa, baik secara lisan maupun tertulis, dengan benar, sistematis dan logis. Oleh karena itu, penguasaan dan pemahaman terhadap term, pengertian luas-sempit, umumspesifik, atasan-bawahan, kemamuan melakukan penggolongan akan sangat membantu anda dalam berkomunikasi dengan dan bersama orang lain.

Latihan A : susunlah dari sempit ke luas. 1. Kecamatan-pedukuhan-kabupaten-desa. 2. Mobil-kendaraan-sedan-kendaraan bermotor. Latihan B : susunlah dari umum ke spesifik. 1. Komik-bacaan-buku cerita-naruto. 2. Musik-kesenian-jazz-seni suara-kebudayaan. Latihan C : carilah bawahan dari kata pertama. 1. Senapan : senjata, keris, pistol, tombak. 2. Kuil : tugu, bangunan, pagoda, rumah ibadah.

Latihan D : carilah atasan dari kata-kata berikut. 1. Perkutut-merpati-itik-angsa. 2. Bijih besi-emas-batubara-minyak tanah.
Latihan E : susunlah penggolongan / klasifikasi atas kata-kata berikut. 1. Pegawai swasta, buruh tani, sarjana, kaya, miskin, lulusan SMU, tingkat pendidikan, status sosial-ekonomi, petani, golongan pendapatan, pemilik sawah, jenis pekerjaan. 2. rekreasi, belanja buku, celana , jenis konsumsi, beras, lauk pauk, nonton, uang SKS, biaya pendidikan, baju, memancing, makanan, pakaian.