Anda di halaman 1dari 16

METODOLOGI PENELITIAN

Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni - September 2008 di

Laboratorium Teknik Pertanian, Program Studi Teknik Pertanian, Departemen Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. Bahan dan Alat Penelitian Adapun bahan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Plastik Polietilen 2. Kotoran Sapi 3. Air 4. Jerami padi 5. EM4 6. PVC Socket Drat Luar 7. PVC Socket Drat Dalam 8. Bambu 9. Paku 10. Selang 11. Kran Gas 12. Lem Pipa 13. Pentil Ban 14. Isolasi Pipa 15. Karet Ban 16. Klem Selang

Universitas Sumatera Utara

Adapun alat yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. Cangkul 2. Gergaji Kayu 3. Timbangan 4. Manometer Air 5. Gunting 6. Goni 7. Tang 8. Ember 9. Martil 10. Parang 11. Pisau 12. Kalkulator 13. Alat Tulis Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode eksperimental untuk mengetahui kemampuan dari alat penghasil biogas dari plastik polietilen yang dirancang dengan menguji coba alat di Laboratorium Teknik Pertanian. Prosedur Penelitian 1) Persiapan Membuat gambar serta merancang bentuk dan ukuran alat. Menyediakan bahan dan alat yang akan digunakan dalam pembuatan alat.

Universitas Sumatera Utara

2) Pembuatan Alat Penghasil Biogas dari Plastik Polietilen a. Pembuatan Digester (Tangki Pencerna) Disediakan 2 buah plastik polietilen dengan ukuran masing-masing: Panjang Diameter :1m : 0,954 m

- Disediakan 2 buah pipa PVC berdiameter 4 inci dan panjang pipa 0,7 m Dipasang dan diikat kuat pada masing-masing ujung plastik Dibuat lubang pada sisi plastik dengan diameter 0,5 inci dan posisi lubang tepat di tengah sisi plastik sebagai tempat melekatnya saluran outlet (pengeluaran gas) dan dipasang pipa T b. Pembuatan Lubang Digester di atas Tanah Lubang dibuat dengan ukuran: Panjang Lebar :1m : 0,9 m

Kedalaman : 0,9 m

Dipotong 4 keping triplek dengan ukuran: 2 keping dengan ukuran panjang 0,9 m dan lebar 0,9 m, dimana pada masing-masing ujung triplek dilubangi sebagai tempat pipa 2 keping dengan ukuran panjang 1 m dan lebar 0,9 m

c. Pembuatan Saluran Outlet (Pengeluaran Gas) Disediakan PVC socket drat dalam dan PVC socket drat luar

Universitas Sumatera Utara

Dipotong dan dilubangi masing-masing 2 buah plastik jerigen bekas oli dan ban dalam mobil (seperti cincin) dimana ukuran lubang disesuaikan dengan diameter selang

Dirangkaikan masing-masing 1 buah plastik jerigen oli dan ban dalam mobil ke PVC socket drat dalam

Dimasukkan PVC socket drat dalam ke dalam plastik polietilen dan dijepit dengan menggunakan socket drat luar yang dilapisi dengan plastik jerigen bekas oli dan ban dalam mobil

d. Pembuatan Penampung Gas Disediakan plastik Polietilen dengan ukuran: Panjang 1 m Diameter 0,954 m

Diambil 4 batang bambu dengan panjang bambu 2 m Dipotong 2 buah papan yang ukurannya 0,9 m

Uji Kebocoran Penampung Gas Plastik penampung gas dimasukkan angin dan ditunggu beberapa jam, jika plastik mengecil berarti plastik mengalami kebocoran Penambalannya dapat dilakukan dengan menggunakan isolasi ataupun lem plastik Perangkaian Penampung Gas Diletakkan 4 batang bambu dengan posisi tegak lurus dengan jarak 1 m x 1 m

Universitas Sumatera Utara

Dipasang 2 buah papan dimana satu papan diletakkan di bawah penampung gas (sebagai alas) dan satu lagi diletakkan di atas penampung gas (sebagai pemberat)

Diletakkan plastik polietilen ditengah-tengah bambu sebagai tempat penampung gas

Dimasukkan digester plastik poletilen ke dalam lubang digester

3) Penyiapan Bahan Isian Bahan yang digunakan berupa campuran kotoran sapi, jerami padi, air, dan EM4 (Effective Mikroorganism) sebagai starter. EM4 yang digunakan

sebanyak 47,7 ml. Banyaknya bahan campuran dan air digunakan perbandingan 1:1,5. Untuk memperoleh volume total campuran 200 liter yaitu : Bahan campuran : 80 liter Air : 120 liter Banyaknya jerami padi yang dicampurkan ke dalam kotoran sapi untuk memperoleh kandungan C/N 30 dan volume bahan campuran 80 liter adalah menggunakan perhitungan sebagai berikut :
Bahan Masukan Kotoran Sapi Jerami Padi C/N 20,67 %N 1,83% Berat (Kg) 61,25 Kandungan C (Kg) 20,67x (1,83% x 61,25) = 23,16848625 143,9 x (0,49%x 18,75) = 13.2208125 Kandungan N (Kg) 1,83% x 61,25 = 1.120875 0,49%x 18,75 = 0.091875

143,9

0,49%

18,75

Kandungan C 23.1684862 5 + 13.2208125 = = 30 Kandungan N 1.120875 + 0.091875

Universitas Sumatera Utara

Berdasarkan perhitungan di atas maka bahan campuran yang dibutuhkan yaitu kotoran sapi sebanyak 61,25 kg dan jerami padi sebanyak 18,75 kg. 4) Proses Pemasukan Bahan ke dalam Alat Penghasil Biogas Proses pencampuran bahan isian (kotoran sapi, jerami padi, air dan EM4) dilakukan di dalam ember sampai diperoleh campuran yang homogen. Setelah campuran benar-benar homogen, maka dilanjutkan pengisian ke dalam digester yang dilakukan pada hari yang sama. 5) Proses Fermentasi Fermentasi yang dilakukan pada proses pembentukan biogas yaitu fermentasi anaerob. Oleh karena itu digester harus diamati dan diawasi jangan sampai terjadi kebocoran, karena sedikit saja isian digester kontak udara luar, maka fermentasi tidak akan berlangsung. Setelah 7 hari fermentasi dilakukan pembuangan gas yang ada pada tangki pengumpul dengan tujuan agar gas yang masih banyak mengandung CO2 terbuang. Kemudian dilakukan pengamatan parameter dimulai pada hari ke-8. Pengamatan Parameter Adapun parameter yang diamati adalah: 1. Tekanan Biogas Pengukuran tekanan biogas dilakukan dengan melihat angka atau nilai yang ditunjukkan oleh manometer U yang diukur tiap hari pada plastik pencerna. Besarnya nilai tekanan yang ditunjukkan pada manometer U menunjukkan besarnya tekanan dan produksi biogas yang dihasilkan.

Universitas Sumatera Utara

2. Lama Nyala Api Lama nyala api dihitung dengan melihat lamanya waktu yang terpakai pada kompor gas mulai dari api menyala hingga api mati. 3. Analisis Biaya Produksi Biogas (Rp/liter) Perhitungan biaya dilakukan dengan cara menjumlahkan biaya yang dikeluarkan, yaitu biaya tetap dan biaya tidak tetap.

BT Biaya untuk menghasilkan biogas = + BTT C ........................(1) x


dimana: BT BTT x C = Total biaya tetap (Rp/tahun) = Total biaya tidak tetap (Rp/tahun) = Total jam kerja per tahun (jam/tahun) = Kapasitas alat (jam/kg)

a. Biaya tetap (Rp/tahun) Menurut Darun (2002), biaya tetap terdiri dari: 1) Biaya penyusutan D= PS .......................................................(2) n

dimana: D = Biaya penyusutan (Rp/tahun) P = Nilai awal (harga beli/pembuatan) alat (Rp) S = Nilai akhir (10% dari P) (Rp) n = Umur ekonomi (tahun)

Universitas Sumatera Utara

2) Biaya bunga modal I=


i ( P )(n + 1) ............................................(3) 2n

dimana: i = Persentase bunga modal (15%) 3) Biaya Pajak Di Indonesia masih belum ada ketentuan besar pajak secara khusus untuk peralatan pertanian, diperkirakan bahwa biaya pajak adalah 2% per tahun dari nilai awalnya. 4) Biaya Gudang Biaya gudang ataupun gedung diperkirakan berkisar antara 0,5-1%, rata-rata diperhitungkan 1% dari nialai awal (P) per tahun. b) Biaya Tidak Tetap Biaya tidak tetap terdiri dari: 1) Biaya Reparasi/perbaikan Biaya reparasi ataupun perbaikan dapat dihitung dengan persamaan: BR=

1,2%( P S ) ...........................(4) 1000 jam

2) Biaya Perawatan Biaya perawatan adalah sebesar 10% dari nilai awal dibagi 7200 jam 3) Biaya Bahan Isian Biaya bahan isian diperoleh dari total biaya bahan isian (kotoran sapi, jerami padi, EM4, dan air) dibagi dengan lama fermentasi.

Universitas Sumatera Utara

HASIL DAN PEMBAHASAN

Performansi Alat Alat penghasil biogas dari plastik polietilen ini terbuat dari bahan yang murah dan mudah didapat, yaitu terbuat dari plastik yang biasa digunakan dalam bidang pertanian. Hal ini sesuai dengan pernyataan Amaru (2004) yang menyatakan bahwa plastik polietilen telah umum digunakan dalam bidang pertanian misalnya mulsa plastik, pengaliran air dengan tekanan rendah, saluran irigasi, dan menaungi tempat pembibitan. Digester biogas dari plastik polietilen mempunyai komponen-komponen utama, diantaranya: 1. Digester 2. Perangkap uap air 3. Penampung gas Hal ini sesuai dengan pernyataan Amaru (2004), yang menyatakan bahwa Digester biogas dari plastik polietilen mempunyai komponen-komponen utama, yaitu: pipa inlet, pipa outlet, digester, perangkap uap air, dan penampung gas. Alat penghasil biogas dari plastik polietilen ini bekerja dengan cara memasukan bahan isian (kotoran sapi, jerami padi, air, dan EM4) dengan perbandingan 1:1,5 melalui saluran pemasukan. Campuran bahan terlebih dahulu diaduk secara merata (homogen), agar pemasukan bahan ke digester berlangsung dengan baik. Untuk mengkondisikan digester anaerobik maka pada lubang saluran pemasukan dan pengeluaran ditutup.

Universitas Sumatera Utara

Produksi gas yang dihasilkan dari fermentasi anaerob oleh digester mulai pada hari ke-8. Hal ini sesuai dengan pernyataan Hadi (1981) yang menyatakan bahwa produksi biogas sudah terbentuk sekitar 10 hari. Gas yang dihasilkan dengan sendirinya akan mengalir ke plastik pengumpul gas. Sebelum gas disalurkan ke plastik penampung, terlebih dahulu gas akan disalurkan ke perangkap uap air yang berfungsi memisahkan uap air dari gas sehingga gas yang dihasilkan akan sempurna. Kemudian gas akan mengalir ke plastik penampung gas. Di atas plastik pengumpul gas diletakan papan yang berfungsi sebagai pemberat. Dengan adanya tekanan dari papan ini gas akan mengalir ke kompor gas melalui pipa pengalir gas. Besar kecilnya api dapat disesuaikan dengan mengubah-ubah posisi kran gas yang terletak di bawah plastik pengumpul. Tekanan Biogas Tekanan biogas selama fermentasi cenderung mengalami perubahan yaitu mengalami kenaikan dan penurunan. Dari grafik di bawah dapat dilihat perubahan tekanan selama fermentasi.

0.20 0.18 0.16 0.14 0.12 0.10 0.08 0.06 0.04 0.02 0.00 13 18 23 28 33 38 43 48 53 58 63

Tekanan (Psi )

70

L ama Ferment asi (Hari )

Gambar 1. Grafik hubungan antara lama fermentasi terhadap tekanan biogas

Universitas Sumatera Utara

Dari gambar 1. dapat dilihat bahwa tekanan biogas tertinggi adalah pada hari ke-28 fermentasi. Hal ini sesuai dengan pernyataan Hadi (1981) yang menyatakan bahwa penambahan waktu fermentasi dari 10 hari sampai 30 hari meningkatkan produksi biogas sekitar 50 %. Sedangkan pada penelitian ini hari ke- 28 fermentasi tekanan biogas cenderung mengalami penurunan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Sembiring (2004) yang menyatakan bahwa pada hari ke-30 fermentasi jumlah gas bio yang terbentuk mencapai maksimal, dan setelah 30 hari fermentasi terjadi penurunan jumlah biogas. Tekanan biogas mulai terjadi pada hari ke-8 sebesar 0,0854 Psi. Hal ini berarti biogas telah dihasilkan pada hari ke-8 dan mencapai tekanan maksimum pada hari ke-28. Total tekanan biogas sampai hari ke 70 sebesar 6,7950 Psi sehingga rata-rata tekanan per harinya adalah 0,1096 Psi. Dengan tekanan tersebut, alat penghasil biogas dari plastik polietilen ini dapat dipergunakan untuk menyalakan api pada kompor gas. Jika dibandingkan dengan hasil penelitian saudara Lazuardy (2008) yaitu tekanan maksimum terjadi pada hari ke-29, berarti tekanan maksimum masih dalam waktu fermentasi dibawah hari ke-30. Hal ini sesuai dengan pernyataan Hadi (1981) yang menyatakan bahwa penambahan waktu fermentasi dari 10 hari sampai 30 hari meningkatkan produksi biogas sekitar 50 %. Volume Biogas Perubahan volume pada alat penghasil biogas ini dimulai pada hari fermentasi ke-13. Dari gambar di bawah dapat dilihat produksi gas perharinya.

Universitas Sumatera Utara

30 25

Volume (liter/hari)

20 15 10 5 0 13 18 23 28 33 38 43 48 53 58 63

70

Lama fermentasi (hari)

Gambar 3. Grafik volume biogas per hari Dari Gambar 3. dapat dilihat bahwa semakin lama proses fermentasi semakin banyak volume gas yang dihasilkan. Hal ini ditandai dengan semakin besar volume dari plastik polietilen yang mengembang, dimana selama 60 hari diperoleh tinggi 87 cm (0,87 m) dan total volume gasnya 0,6216 m3 (Lampiran 5). Jika dilihat dari hasil penelitian Amaru (2006) yang menyatakan bahwa biodigester dengan bahan isian 8,8 m3 dapat menghasilkan biogas 1,4 m3 per harinya maka alat penghasil biogas dari plastik polietilen dengan volume bahan isian 200 liter (0,2 m3) dapat menghasilkan biogas 0,6216 m3/hari atau 621,6 liter/hari sudah memiliki produksi yang baik. Lama Nyala Api Lama nyala api diperoleh dari pengujian pada kompor biogas. Waktu dihitung mulai api menyala di kompor sampai api padam (tidak dapat menyala lagi). Waktu yang diperoleh adalah 9135 detik (152,3 menit atau 2,5 jam).

Universitas Sumatera Utara

Dari hasil penelitian selama 60 hari, plastik polietilen dapat menampung gas sebanyak 0,6216 m3 dengan tinggi penampung gas 87 cm. Untuk merebus air dengan volume 1,5 liter memerlukan waktu 21 menit atau 1260 detik dengan penurunan tinggi 12 cm. Jadi dengan tinggi 87 cm dapat merebus air sebanyak 10,9 liter. Jika dibandingkan dengan hasil penelitian Amaru (2006) yang menyatakan bahwa biodigester dengan kapasitas penampung gas 2,5 m3 dapat dimanfaatkan untuk tungku pemasak selama 4-5 jam, maka alat penghasil biogas dari plastik polietilen ini dengan kapasitas volume penampung gas 0,6216 m3 memiliki lama nyala api 9135 detik atau 152,3 menit (2,5 jam), sudah memiliki nyala api yang baik. Analisis Biaya Produksi Biogas (Rp/liter) Analisis ini berguna untuk mengetahui apakah layak atau tidaknya suatu alat untuk digunakan dalam menghasilkan suatu produk. Dengan analisa ekonomi dapat diketahui seberapa besar biaya produksi sehingga keuntungan alat akan dapat diperhitungkan. Perhitungan biaya dilakukan dengan cara menjumlahkan biaya yang dikeluarkan, yaitu biaya tetap dan biaya tidak tetap. 1. Biaya tetap (Rp/tahun) a. Biaya Penyusutan D=
PS n Rp.220.000 Rp.22.000 = Rp99.000, 2

Universitas Sumatera Utara

b. Biaya bunga modal I=


i ( P)(n + 1) 15%( Rp.220.000(2 + 1) = = Rp.24.750, 2n 2.2

c. Biaya Gudang BG = 1% P = 1% x 220.000 = Rp.2.200,Total Biaya tetap = Rp.125.950,-/tahun. 2) Biaya Tidak Tetap (Rp/jam) a. Biaya Reparasi BR =

1,2%( P S ) 1,2%( Rp.220.000 Rp.22.000) = = Rp.2,376 / jam 1000 jam 1000 jam

b. Biaya Perawatan Biaya perawatan adalah sebesar 10% dari nilai awal dibagi 7200 jam Biaya Perawatan = 10% x c. Biaya Bahan Isian Biaya bahan isian diperoleh dari total biaya bahan isian dibagi dengan lama fermentasi. Biaya Bahan isian =

Rp.220.000 = Rp.3,056 / jam 7200 jam

Rp.10.572,5 = Rp.6,293/jam. 1680 jam

Total biaya tidak tetap = Rp.18,019/jam. Sehingga total biaya penghasil biogas dapat diperoleh dari persamaan berikut:

BT + BTT C Biaya produksi untuk menghasilkan biogas = x


C=

Volume Total Gas liter/jam Waktu Yang Dibutuhkan

Universitas Sumatera Utara

621,6 liter = 8,88 liter/jam. 70 hari

Biaya produksi untuk menghasilkan biogas:


Rp.125.950 = 7200 jam + Rp.18,019 / jam x0,11 jam / liter

= Rp.3,907 /liter. Berdasarkan nilai diatas dapat diketahui bahwa biaya yang harus dikeluarkan untuk menghasilkan biogas adalah Rp.3,907/liter. Jika dibandingkan dengan harga LPG per kilogram, maka alat ini memiliki biaya yang sedikit jauh berbeda dengan LPG dipasaran yaitu Rp.6.250 /kg dan harga satu buah tangki yang berisi 12 kg adalah Rp.500.000,-. Maka biaya yang dibutuhkan untuk membeli gas LPG adalah Rp.47.816,7 /kg atau setara dengan Rp.96,6 /liter ( LPG = 2,02 kg/m3). Dengan melihat harga produksi di atas maka alat ini dari segi ekonomis cukup menguntungkan. Begitu juga jika dilihat dari segi pemanfaatan limbah pertanian maka cukup baik, karena dengan alat ini gas yang dihasilkan dari limbah pertanian tersebut dapat dimanfaatkan, secara tidak langsung dapat mengurangi pencemaran lingkungan, dan jika bahan isian tidak berproduksi lagi maka dapat digunakan sebagai pupuk.

Universitas Sumatera Utara

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Alat penghasil biogas dari plastik polietilen terbuat dari bahan yang murah dan mudah didapat. 2. Tekanan rata-rata biogas yang diperoleh oleh alat penghasil biogas dari plastik polietilen adalah 0,1106 psi/hari. 3. Volume biogas yang dihasilkan oleh alat penghasil biogas dari plastik polietilen adalah 0,6216 m3. 4. Lama nyala api yang dihasilkan oleh alat penghasil biogas dari plastik polietilen adalah 9135 detik (152,3 menit atau 2,5 jam). 5. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat alat penghasil biogas dari plastik polietilen adalah Rp.220.000,6. Biaya produksi yang diperlukan untuk menghasilkan biogas adalah Rp.3,907 /liter. Saran 1. Untuk menghasilkan produksi biogas yang lebih besar maka diperlukan volume bahan isian yang banyak. 2. Perlu kehati-hatian dalam perangkaian karena alat ini rentan terhadap kebocoran. 3. Untuk mendapatkan nyala api yang lebih lama, perlu dibuat alat dengan volume yang lebih besar.

Universitas Sumatera Utara