Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA TANAH

HORIZON, STRUKTUR DAN WARNA TANAH

Oleh: Nama : Raenyta Ade Wulandari Nim : A1H011077

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS PERTANIAN TEKNIK PERTANIAN PURWOKERTO 2013

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari tanah tidak terlepas dari pandangan, sentuhan dan perhatian kita. Kita melihatnya, menginjaknya,menggunakannya dan

memperhatikannya. Kita bergantung dari tanah dan sebaliknya tanah-tanah yang baik dan subur tergantung dari cara kita menggunakannya. Tanah merupakan salah satu komponen abiotik pada permukaan bumi yang sangat penting bagi makhluk hidup. Tanah menjadi sangat penting karena tanah menyediakan unsur hara, seperti mineral, bahan organik, air dan udara bagi tumbuhan untuk proses fotosintesis. Suatu tanah tersusun atas partikel-partikel tanah itu sendiri. Perbandingan partikel-partikel tanah itu disebut dengan tekstur tanah. Tekstur tanah lalu dibagi kembali menjadi 3, yaitu pasir, debu dan liat. Tekstur-tekstur tanah tersebut memiliki ciri-ciri yang berbeda begitu juga dengan tingkat kesuburannya. Dengan mengetahui telstur tanah, maka kita akan menyadari bahwa sebenarnya tanah memiliki keragaman yang sangat penting bagi kehidupan saat ini dan masa yang akan datang. Ciri-ciri alam sering kurang dimengerti. Bagi kita tanah merupakan salah satu ciri tersebut yang ditemukan di mana saja dan kelihatannya selalu dekat dengan kita. Oleh karena hal itu maka kita tidak berusaha menjawab pertanyaan apa itu tanah,bagaimana struktur dan teksturnya serta apa saja komponen penyusunnya. Mungkin kita tidak menyadari bahwa sebetulnya tanah di suatu tempat berbeda dengan tanah di tempat lain. Dan barangkali sebagian besar dari kita tidak mengetahui, apa yang menyebabkan adanya perbedaan tersebut.

B. Tujuan

1. Mengetahui batas dan perbedaan horizon tanah. 2. Menentukan struktur tanah. 3. Menetapkan warna dasar beberapa jenis tanah dengan menggunakan buku Munsell Soil Color Chart.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Warna merupakan salah satu sifat fisik tanah yang lebih banyak digunakan untuk pendeskripsian karakter tanah, karena tidak mempunyai efek langsung terhadap tekanan tetapi secara tidak langsung berpengaruh lewat dampaknya terhadap temperature dan kelembaban tanah. Kebanyakan tanah mempunyai warna yang tidak murni tetapi campuran kelabu, coklat, dan bercak (rust), kerap kali 2-3 warna terjadi dalam bentuk spot-spot, disebut karatan (mottling). Warna tanah merupakan komposit (campuran) dari warna-warna komponen-komponen penyusunannya. Efek komponen-komponen penyusunannya terhadap warna komposit ini secara langsung proporsional terhadap total permukaan tanah yang setara dengan luas permukaan spesifik dikali proporsi volumetrik masing-masingnya terhadap tanah, yang bermakna materi koloidal mempunyai dampak terbesar terhadap warna tanah, misalnya humus dan besi hidroksida yang secara jelas menentukan warna tanah. Karatan merupakan warna hasil pelarutan dan pergerakan beberapa komponen tanah, khususnya besi (Fe) dan Mangan (Mn), selam musim hujan, yang kemudian mengalami prespitasi (pengendapan) dan deposisi (perubahan posisi) ketika tanah mengalami pengeringan. Karatan berwarna terang hanya sedikit terjadi pada tanah yang rendah kadar besi atau mangannya, sedangkan karatan berwarna gelap terbebtuk apabila besi dan mangan tersebut mengalami prespitasi. Struktur tanah merupakan kenampakan bentuk atau susunan partikel-partikel primer tanah hingga partikel sekunder yang membentuk agregat. Struktur tanah berfungsi memodifikasi pengaruh tekstur terhadap kondisi drainase atau aerasi tanah, karena susunan antara agregat tanah akan menghasilkan ruang yang lebih memudahkan sistem perakaran tanaman untuk berpenetrasi dan mengabsorbsi (menyerap) hara dan air, sehingga pertumbuhan dan produksi menjadi lebih baik (Hanafiah, 2007)

Warna tanah merupakan morfologi tanah yang dapat tegas disidik dan diukur. Warna tanah itu sendiri sebenarnya sedikit kepentingannya, namun seringkali mampu bertindak sebagai penunjuk keadaan lain tanah yang penting. Menurut Olson (1981), berpendapat bahwa warna tanah ini sangat penting untuk diperi karena kemampuannya memberi sejumlah gambaran mengenai segi pelikan tanah, tingkat peluruhan bahan tanah, beberapa segi unjuk kerja dan penggunaan tanah, kandungan bahan organik tanah dan gejolak musiman air tanah Menurut Joffe (1949), bahwa warna tanah merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk membedakan horizon-horizon tanah dari suatu profil secara cepat. Sebagian besar tanah mempunyai warna yang merupakan hasil proses-proses pedogenik, dan sebagian lainnya adalah berasal dari warna hakiki bahan induknya. Warna tanah dikendalikkan oleh 4 jenis bahan, yaitu senyawa-senyawa besi, senyawa mangan dan magnetik, kuarsa dan feldspar, dan bahan organik. Adanya keadaan lingkungan yang beragam maka akan memberikan kisaran warna dalam selang lebar. Faktor lingkungan tanah yang banyak berpengaruh pada kisaran warna tanah adalah kelengasan tanah dan temperatur tanah, yang secara umum akan berpengaruh terhadap pengatusan dan tata udara tanah.

III. METODOLOGI

A. Alat dan Bahan

1. Lahan tanah 2. Cangkul 3. Kantong plastik 4. Spidol 5. Label 6. Munsell Soil Color Chart 7. Air B. Prosedur Kerja

1. Horizon tanah a. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. b. Membersihkan lahan yang akan digunakan untuk mendeskripsikan profil tanah dari rerumputan maupun lumut yang ada dipermukaan tiap - tiap horizon c. Setelah selesai, bedakan tiap tiap horizon dengan melihat perbedaannya melalui warana(horizon O, A, AB, dan B) kemudian beri garis antara horizon.

d. Mengukur kedalaman tiap tiap horizon menggunakan meteran dan mencatat dalam table diskripsi 2. Warna tanah a. Mengambbil sedikit tanah yang ada tiap - tiap horizon b. Membandingkan dengan warna yang ada pada buku Munsell Soil Color Chart untuk pengklasifikasian dengan spectrum warna yang dominan sesuai panjang gelombangnya dan keadaan gelap terang warna sesuai dengan banyaknya sinar yang dipantulkan, kemudian catat dalam table deskripsi. 3. Struktur tanah a. Mengambil gumpalan tanah yang sudah dalam keadaan lembab 1 cm b. Kemudian memecahkan dengan cara menekan ibu jari. Pecahkan gumpalan tanah tersebut merupakan agregat atau gabungan agregat. Dan dari agregat itulah akan ditentukan bentuk, ukuran dan kemantapannya. Kemudian catat dalam table deskripsi.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

No 1 2 3 4

Horizon O A AB B

Kedalaman 10 11 11,2 19

Warna 10 YR 4/3 10 YR 5/3 10 R 3/3 10 R 3/1

Struktur Halus Agak Kasar Kasar Halus

B. Pembahasan

O Horizon - Bagian atas, lapisan tanah organik, yang terdiri dari humus daun dan alas (decomposed masalah organik). A Horizon - juga disebut lapisan tanah, yang ditemui di bawah cakrawala O dan E di atas cakrawala. Bibit akar tanaman tumbuh dan berkembang dalam lapisan warna gelap. Itu terdiri dari humus (decomposed masalah organik) dicampur dengan partikel mineral. E Horizon - Ini eluviation (leaching) adalah lapisan warna terang dalam hal ini adalah lapisan bawah dan di atas A Horizon B Horizon. Hal ini terdiri dari pasir dan lumpur, setelah kehilangan sebagian besar dari tanah liat dan mineral sebagai bertitisan melalui air tanah (dalam proses eluviation). B Horizon - juga disebut lapisan tanah sebelah bawah - ini adalah lapisan bawah dan di atas E Horizon C Horizon. Mengandung tanah liat dan mineral deposit (seperti besi, aluminium oxides, dan calcium carbonate) yang diterima dari lapisan di atasnya ketika mineralized bertitisan air dari tanah di atas. C Horizon - juga disebut regolith: di lapisan bawah dan di atas Horizon B R Horizon. Terdiri dari sedikit rusak bedrock-up. Tanaman akar tidak menembus ke dalam lapisan ini, sangat sedikit bahan organik yang ditemukan di lapisan ini. R Horizon - The unweathered batuan (bedrock) yang lapisan bawah semua lapisan lainnya. Dalam kolorimetri , sistem warna Munsell adalah ruang warna yang menentukan warna berdasarkan tiga dimensi warna: rona , nilai ( ringan ), dan kroma (kemurnian warna). Buku itu diciptakan oleh Profesor Albert H. Munsell pada dekade pertama abad ke-20 dan diadopsi oleh USDA sebagai sistem warna resmi untuk tanah penelitian di tahun 1930-an.Beberapa sistem warna sebelumnya untuk menempatkan warna ke dalam tiga dimensi yang solid warna dari satu bentuk atau lain, tapi Munsell adalah yang pertama untuk rona terpisah, nilai, dan kroma ke perseptual seragam

dimensi dan independen, dan adalah yang pertama untuk secara sistematis menggambarkan warna dalam ruang tiga dimensi. Sistem Munsell, terutama yang renotations kemudian, didasarkan pada pengukuran yang ketat subyek manusia ' respon visual yang untuk warna, menaruhnya di dasar ilmiah yang kuat eksperimental. Karena dasar ini dalam persepsi visual manusia, sistem Munsell telah bertahan lebih lama daripada model kontemporer warna, dan meskipun telah digantikan untuk beberapa penggunaan dengan model seperti CIELAB dan CIECAM02 , masih digunakan secara luas saat ini. Sistem ini terdiri dari tiga dimensi independen yang dapat diwakili cylindrically dalam tiga dimensi sebagai tidak teratur warna solid : rona, diukur dengan derajat sekitar lingkaran horisontal; kroma, diukur radial keluar dari sumbu (abu-abu) netral vertikal; dan nilai, yang diukur secara vertikal dari 0 (hitam) sampai 10 (putih). Munsell menentukan jarak warna sepanjang dimensi dengan mengambil pengukuran respon visual manusia. Dalam masing-masing dimensi, warna Munsell adalah sebagai dekat dengan persepsi yang seragam karena ia bisa membuat mereka, yang membuat bentuk yang dihasilkan cukup tidak teratur. Sebagai Munsell menjelaskan:Keinginan untuk cocok dengan kontur yang dipilih, seperti piramida, kerucut, silinder atau kubus, ditambah dengan kurangnya tes yang tepat, telah menyebabkan banyak pernyataan terdistorsi hubungan warna, dan itu menjadi jelas, ketika nilai-nilai pengukuran fisik adalah pigmen dan kroma belajar, bahwa tidak ada kontur reguler akan melayani.-Albert H. Munsell, "Sebuah Warna Pigmen Sistem dan Notasi". Hue adalah setiap lingkaran horisontal Munsell dibagi menjadi lima warna utama:. Red, Yellow, GReen, Lue B, dan Purple, bersama dengan 5 warna antara warna pokok tengah-tengah antara yang berdekatan Masing-masing 10 langkah ini kemudian dipecah menjadi 10 sub-langkah, sehingga 100 warna diberikan nilai integer. Dua warna nilai yang sama dan kroma, pada sisi berlawanan dari lingkaran warna, adalah warna komplementer , dan campuran additively ke abu-abu netral dari

nilai yang sama. Diagram di bawah menunjukkan 40 merata-spasi warna Munsell, dengan melengkapi vertikal sejajar. Nilai, atau ringan, bervariasi secara vertikal di sepanjang padat warna, dari hitam (nilai 0) di bagian bawah, ke putih (nilai 10) di atas. Netral abu-abu terletak di sepanjang sumbu vertikal antara hitam dan putih.Beberapa makanan padat sebelum luminositas warna Munsell yang diplot dari hitam di bagian bawah untuk putih di atas, dengan gradien abu-abu di antara mereka, tetapi sistem ini diabaikan untuk menjaga persepsi terang konstan di irisan horisontal. Sebaliknya, mereka merencanakan sepenuhnya-jenuh kuning (cahaya), dan sepenuhnya jenuh biru dan ungu (gelap) di sepanjang khatulistiwa. Chroma, diukur radial dari pusat setiap slice, mewakili "kemurnian" dari warna, dengan rendah kroma yang kurang murni (lebih dicuci keluar, seperti dalam pastel ). Perhatikan bahwa tidak ada batas atas intrinsik kroma. Daerah yang berbeda dari ruang warna memiliki koordinat yang berbeda kroma maksimal. Misalnya warna kuning muda memiliki potensi lebih jauh dari cahaya ungu kroma, karena sifat dari mata dan fisika dari rangsangan warna. Hal ini menyebabkan berbagai kroma kemungkinan tingkat-sampai dengan usia 30-an tinggi untuk beberapa rona-nilai kombinasi (walaupun sulit atau tidak mungkin untuk membuat benda-benda fisik dalam warna kroma tinggi tersebut, dan mereka tidak dapat direproduksi pada layar komputer saat ini) Warna tanah Vivid berada di kisaran sekitar 8. Warna yang sepenuhnya ditentukan oleh daftar tiga angka untuk rona, nilai, dan kroma. Misalnya, cukup jenuh ungu menengah ringan akan 5P 5 / 10 dengan 5P artinya warna di tengah dari band rona ungu, 5 keringanan menengah / makna, dan kroma dari 10 (lihat carikan ke kanan).

Peran Jasad Hidup (Organisme) dalam Pembentukan Tanah Salah satu jasad hidup yang memegang peranan besar dalam pembentukan tanah adalah vegetasi. Berikut ini akan dikemukakan perbedaan tanah yang terbentuk akibat berlainannya jenis vegetasi yang tumbuh. Dalam hal ini akan dibahas pengaruh vegetasi hutan dan vegetasi rumput terhadap pembentukan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di bawah kondisi lingkungan yang berbeda ternyata profil tanah padang rumput mengandung lebih banyak bahan organik, terdistribusi lebih uniform di dalam tanah (menurut kedalaman), dibandingkan dengan profil tanah hutan. Jenis vegetasi mempengaruhi pula siklus hara. Seperti diketahui akar tanaman mengabsorpsi unsur-unsur hara dari larutan tanah dan mentransportasikannya ke daun, batang maupun pucuk tanaman. Jika bagian atas tanaman mati dan jatuh ke permukaan tanah maka dekomposisi bahan organik akan membebaskan unsur-unsur itu ke dalam larutan tanah. Kation-kation basa yang dibebaskan akan menghambat turunnya pH tanah selanjutnya kation-kation ini akan menggantikan kation-kation basa yang hilang. Perbedaan yang mencolok terjadi dalam ion-ion dan komposisi kimia dari sisa-sisa tanaman yang berasal dari tanaman yang berbeda-beda. Bahkan diantara spesies pohon-pohonan sendiri terdapat pebedaan mencolok sehingga perbedaanperbedaan ini menimbulkan perkembangan tanah yang berbeda pula. Vegetasi juga mempengaruhi tingkat eluviasi dan pencucian. Di bawah kondisi yang sama dimana vegetasi hutan dan rumput terletak berdampingan dan memiliki bahan induk dan kemiringan yang berbeda, maka tanah-tanah hutan akan menunjukkan bukti-bukti besarnya eluviasi dan pencucian. Hal ini mungkin dikarenakan : 1. Vegetasi hutan akan mengembalikan kation-kation alkali ke permukaan tanah.

2. Air kuat sekali ditranspirasikan oleh tanaman sehingga tanah banyak kehilangan air akibatnya jika turun hujan proses pencucian selalu efektif. 3. Air yang memasuki tanah akan lebih masam. Ion-ion hidrogen yang terlarut dari asam-asam organik di dalam horizon O yang sering terjadi di bawah pepohonan, menyebabkan pertukaran basa-basa dan tercuci ke bagian bawah tanah. Secara garis besar dapat dirumuskan bahwa organisme atau jasad hidup mempengaruhi pembentukan tanah dalam hal : 1. Mempengaruhi pelapukan dan kelarutan mineral serta menyumbang struktur dan agregat tanah. 2. Warna tanah. Pengaruh jenis vegetasi terhadap sifat-sifat tanah sangat nyata terjadi di daerah beriklim sedang seperti di Eropa dan Amerika. Vegetasi hutan dapat membentuk tanah. Vegetasi hutan dapat membentuk tanah hutan dengan warna merah, sedangkan vegetasi rumput membentuk tanah berwarna hitam karena banyak kandungan bahan organik yang berasal dari akar-akar dan sisa-sisa rumput. Kandungan unsur-unsur kimia yang terdapat pada tanaman berpengaruh terhadap sifat-sifat tanah. Contoh, jenis cemara akan memberi unsur-unsur kimia seperti Ca, Mg, dan K yang relatif rendah, akibatnya tanah di bawah pohon cemara derajat keasamannya lebih tinggi daripada tanah di bawah pohon jati. Peran Jasad Hidup (Organisme) dalam Perkembangan Tanah Pembentukan tanah dimulai dari pelapukan batuan dan mineral. Proses pelapukan secara kimia salah satunya dilaksanakan oleh aktivitas organisme tanah. Organisme hidup mempengaruhi perkembangan tanah. Akar tumbuhan membantu pada proses pelapukan materi yaitu dengan menghancurkan materi tersebut membuat materi organik ke atas dan menambah materi organik dan nutrient di permukaan.

Organisme tanah bekerja pada materi organik untuk memproduksi humus yang dapat mempengaruhi struktur dan fertilitas tanah. kendala - kendala yang dialami pada saat praktikum adalah waktu praktikum yang terlalu singkat sehingga praktikum kurang efektif. Tempat praktikum banyak rumput liar sehingga perlu waktu agak lama untuk membersihkan permukaan tanah.

V. PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Warna merupakan salah satu sifat fisik tanah yang lebih banyak digunakan untuk pendeskripsian karakter tanah, karena tidak mempunyai efek langsung terhadap tekanan tetapi secara tidak langsung berpengaruh lewat dampaknya terhadap temperature dan kelembaban tanah. 2. tanah merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk membedakan horizon-horizon tanah dari suatu profil secara cepat. 3. Kandungan unsur-unsur kimia yang terdapat pada tanaman berpengaruh terhadap sifat-sifat tanah.

B. Saran

Saat praktikum hendaknya dipersiapkan terlebih dahulu agar waktu yang digunakan lebih efektif

DAFTAR PUSTAKA

Hardjowigono, sarwono. 2010. Ilmu Tanah. Jakarta : Akademika Perindo Arsyad, S. 1979. Konservasi Tanah. Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Insitut Pertanian Bogor Baldwin, M. C, E. Kellog dan J. Thorp. 1938. Soil Classification. In soil and Men. USDA Brady, N.C., and Weil, R.R., 2000. Elements of The Nature and Properties of Soils. Prentice Hall. New Jersey. Donahue, R.L., Miller, R.W., and Shickluna, J.C., 1977. An Introduction to Soil and Plant Growth. Prentice Hall. New Jersey.