Anda di halaman 1dari 16

KLASIFIKASI (RIDLEY & JOPLING)

A. Tipe Tuberkuloid (TT) Klinis: lesi tunggal, makula / plakat, ukuran bermacammacam, batas tegas, anastesi (kecuali pada muka), alopesia, kulit kering & kadang-kadang bersisik, penebalan saraf.

Bakteriologis : BTA ()

Histopatologis : atropi epidermis,


granuloma epiteloid, limfosit, sel

raksasa, BTA -, dekstruksi adneksa


Tes lepromin positif kuat ( +++)

B. Tipe Borderline Tuberkuloid (BT)

Klinis: lesi 2-5, makula/plakat, ukuran bervariasi, asimetris, batas tidak selalu tegas, kurang xerotic sensibilitas & pertumbuhan rambut terganggu, bebera saraf menebal, disfungsi sensorik & motorik.

Bakteriologis : BTA , kadang sedikit kuman. Histopatologis : mirip TT, sel epiteloid lebih difus dari TT, kuman hanya pada saraf.

Tes lepromin positif lemah (+ atau ++).

C. Tipe Mid-Borderline (BB) Lesi beberapa buah (> BT), punch out, asimetrist, ukuran bervariasi, permukaan mengkilap, pertumbuhan rambut & sensibilitas berkurang, penebalan saraf ringan tanpa kelainan motorik.

Bakteriologis: BTA (+) sedang sediaan kulit, kerokan hidung (-). Histopatologis : granuloma sel epiteloid difus dgn limfosit sedikit tanpa sel raksasa, kelim sunyi jelas, kuman dalam jumlah sedang dalam dermis dan saraf, Tes lepromin : (-).

D. Tipe Borderline Lepromatosa (BL)


Klinis : lesi btk plakat, banyak asimetri, permukaan mengkilap, pertumbuhan rambut & sensitifitas hanya berkurang sedikit. Bakteriologis : BTA (+) kuat pada sediaan hapus kulit, kerokan hidung sama dengan BB.

Histopatologis : granuloma makrofag, limfosit berkelompok / tersebar pada granuloma, kadang ada sedikit sel epiteloid, perineurium onion skin, kelim sunyi (+), basil banyak, tersebar satu-satu / berkelompok Tes lepromin : (-).

E. Tipe Lepromatosa (LLp) Klinis : lesi sangat banyak, bilateral simetri, ukuran kecil, bentuk; makula, papul, nodul, mengkilap, batas tdk jelas, kadang serupa warna kulit, tdk ada ggn sensibilitas & pertumbuhan rambut, anastesi glove and stocking.

Bakteriologis : (+) kuat ada globi pada sediaan dapus & kerokan hidung. Histopatologis : epidermis menipis, rete ridges mendatar, kelim sunyi nyata, dermis bagian bawah ditemukan sel eproma difus, limfosit & sel plasma sedikit.
Tes lepromin : (-).

F. Tipe Indeterminate Klinis: makula tunggal, batas jelas/ tidak, sensibilitas tidak terganggu. Bakteriologis: BTA (-).

Histopatologis : tidak khas, infiltrasi limfositik & histiositik non spesifik yg tersebar.
Tes lepromin : tidak tentu.

WHO (1981): PB I, TT, BT dgn IB < 2+ MB LL, BL, BB dgn IB > 2+ WHO (1987): PB BTA - , I, TT, BT MB LL, BL, BB (BTA +)

WHO 1995

PB
Lesi : makula, papul, nodus 1-5

Hipopigmentasi, eritem
distribusi tidak simetris hilangnya sensasi jelas Saraf : Hanya satu cabang saraf yg rusak.

MB

Lesi kulit : > 5 lesi


distribusi > simetris, hilangnya sensasi tidak jelas Saraf : banyak cabang saraf

Diagnosis banding The gratest imitator


Makula hipopigmentasi T.versikolor, vitiligo, P.alba, hipopigmentasi pasca inflamasi. Plakat & anular eritem dermatofitosis, tbc kutis, psoriasis.

Nodus neurofibromatosis, sarkoma kaposi Infiltrat difus mikosis fungoides, retikolusis. Anastesi trauma saraf, neuritis perifer