Anda di halaman 1dari 29

Morbili

Definisi
Campak
penyakit akut yang sangat menular, umumnya menyerang anak-anak oleh virus Paramyxovirus Masa inkubasi 10-12 hari stadium prodormal ditandai bercak koplik pada mukosa bukal dan faring, demam ringan sampai sedang, konjungtivitis ringan, koriza dan batuk yang semakin berat Stadium akhir dengan ruam makulopapular di leher, muka tubuh, lengan, hingga kaki berturut-turut dan disertai dengan demam tinggi

Epidemiologi
Morbiditas dan mortalitas menurun sehubungan dengan dikenalnya vaksin campak. Angka kejadian berkurang dari 313 kasus/100.000 populasi pada tahun 19561960 menjadi 1.3 kasus/100.000 pada tahun 1982-1988 Di Indonesia, menurut Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) campak menduduki tempat ke-5 dalam urutan 10 macam penyakit utama pada bayi (0.7%) dan tempat ke-5 dalam urutan 10 macam penyakit utama pada anak usia 1-4 tahun

Etiologi
Campak adalah virus RNA dari family Paramyxoviridae genus Morbili virus. Virus campak berada di sekret nasofaring dan di dalam darah, minimal selama masa tunas dan dalam waktu yang singkat sesudah timbulnya ruam Virus tetap aktif minimal dalam 34 jam pada temperature kamar, 15 minggu dalam pengawetan beku, minimal 4 minggu disimpan dalam temperature 35 derajat Celcius, dan beberapa hari dalam suhu 0 derajat Celcius Virus tidak aktif pada pH rendah.

Penularan droplet melalui udara, sejak 1 sampai 2 hari sebelum timbul gejala klinis

Patofisiologi
penyebaran ke sel jaringan limforetikul ar seperti limpa limfosit T (T suppresso r dan T helper) turut aktif membela h.

Virus masuk ke dalam limfatik local kelenjar getah bening regional

Sel mononucl ear yang terinfeksi sel raksasa berinti banyak (sel Worthin)

5-6 hari setelah infeksi awal focus infeksi

Pada hari 910, focus infeksi yang berada di epitel saluran napas dan konjungtiva , akan menyebabk an timbulnya nekrosis

virus dalam jumlah banyak masuk kembali ke pembuluh darah dan menimbulk an manifestasi klinis dari sistem saluran napas

Respon imun proses peradangan epitel pada sistem saluran pernapasan

manifestasi klinis : demam tinggi, anak tampak sakit berat dan tampak suatu ulserasi kecil pada mukosa pipi yang disebut bercak Koplik

muncul ruam makupapular pada hari ke 14 sesudah awal infeksi

daya tahan tubuh menurun akibat respon delayed hypersensitivity terhadap antigen virus

pada saat itu antibody humoral dapat dideteksi pada kulit.

Diagnosis kelompok gejala klinis yang sangat berkaitan


koriza dan mata meradang disertai batuk dan demam tinggi dalam beberapa hari diikuti timbulnya ruam yang memiliki ciri khas yaitu diawali dari belakang telinga menyebar ke muka, dada, tubuh, lengan, kaki bersamaan dengan meningkatnya Pada prodormal dapat ditemukan suhu stadium tubuh selanjutnya di mengalami hiperpigmentasi dan kemudian enantema mukosa pipi yang merupakan mengelupas. tanda patognomonik campak ( bercak

koplik ).

Tidak semua kasus manifestasinya jelas Campak yang bermanifestasi tidak khas disebut campak atipikal.

Laringitis akut Bronkopneumonia Ensefalitis SSPE (Subacute Sclerosing Panencephalitis) Otitis media Enteritis Konjungtivitis Dan lain-lain

Komplika si

tanpa penyulit berobat jalan. Anak harus diberikan cukup cairan dan kalori pengobatan bersifat simptomatik, dengan pemberian antipiretik, antitusif, ekspektoran, dan anti konvulsan bila diperlukan campak dengan penyulit dapat dirawat inap dan atasi penyulitnya diberikan vitamin A

Pengobat an

Prognosis
Biasanya akan sembuh setelah 7-10 hari setelah ruam muncul. Kematian biasanya disebabkan oleh komplikasi yang mungkin timbul, seperti encephalitis dan bronkopneumonia. Pencegahan campak dilakukan dengan pemberian imunisasi aktif pada bayi berumur 9 bulan atau lebih Dosis baku minimal pemberian vaksin campak adalah 1.000 TCID-50 atau sebanyak 0.5 ml, dengan cara pemberian yang dianjurkan adalah subkutan

Pencegahan

Ilustrasi Kasus
Identitas Pasien
Nama : Khansa Ufaira Umur : 1 9/12 tahun Jenis kelamin : Perempuan Suku bangsa : Minang Alamat: Jln. Jamrud 11 No. 18. Padang No. MR: 774862

Anamnesis (Alloanamnesis dari ibu kandung) Seorang anak perempuan umur 1 tahun 9 bulan dibawa ibunya ke IGD RSUP dr. M. Djamil Padang pada tanggal 21 Februari 2012 dengan : Keluhan Utama: Demam sejak 3 hari yang lalu

Riwaya t Penyak it Sekara ng:

Demam sejak 3 hari yang lalu, tinggi selama 2 hari, terus menerus, kemudian turun 1 hari ini setelah diberi paracetamol tablet, tidak menggigil, tidak berkeringat, dan tidak disertai kejang. Muncul bercak-bercak kemerahan sejak 2 hari yang lalu, awalnya di kulit punggung, kemudian muncul lagi di dada, leher, kaki, lengan, dan wajah, tidak nyeri dan tidak gatal. Batuk pilek tidak ada, sesak napas tidak ada Mual muntah tidak ada BAK dan BAB biasa

Tidak ada anggota keluarga atau tetangga yang menderita penyakit yang sama

Kehamilan cukup bulan, selama hamil tidak pernah menderita sakit berat, kontrol teratur ke bidan, mendapat suntikan TT2x. Tidak ada riwayat makan obat-obatan, jamu dan mendapat penyinaran

Riwayat Penyakit Dahulu:


Tidak pernah menderita sakit seperti ini sebelumnya

Riwayat Kehamilan Ibu :

Riwayat Penyakit Keluarga :

Riwayat Kelahiran :
Lahir spontan di Rumah bersalin, cukup bulan, ditolong bidan, langsung menangis kuat, berat badan lahir 3100 gram, panjang badan lahir 50 cm

Riwayat Makanan dan Minuman


ASI : 0- sekarang Susu formula : 7 bulan- sekarang Buah biskuit: 6 bulan- 8 bulan Bubur susu : 8 bulan-10 bulan

Riwayat Imunisasi :
BCG : Polio : DPT : Hepatitis B : Campak Kesan : umur 1 bulan 2, 4, 6 bulan 2, 4, 6 bulan 2, 4, 6 bulan :imunisasi dasar tidak lengkap

Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan


Tengkurap : Duduk : Merangkak Berdiri : Berjalan : Kesan : 4 bulan 6 bulan : 8 bulan 10 bulan 12 bulan Perkembangan psikomotor normal

Riway at Sosial Ekono mi

Rumah permanen, sumber air minum dari PDAM, jamban di dalam rumah, pekarangan cukup luas, sampah dijemput petugas Kesan :

Pemeriksaan fisik Keadaan umum:tampa k sakit sedang Kesadaran : sadar

Vital sign Tekanan darah : 90/60 mmHg Frekuensi Nadi: 106x/menit Frekuensi napas: 29x/menit Suhu : 37.1 0C

Status Gizi Berat badan : 9 kg Panjang badan: 83 cm BB/U : 78.2% TB/U : 100% BB/TB: 78.2% Kesan : gizi kurang

Kulit
Kemerahan, terdapat makulopapular rash di punggung, dada, leher, wajah, tungkai, dan lengan, kulit sawo matang, teraba hangat.

Kelenjar Getah Bening Kepala


Tidak teraba pembesaran kelenjar getah bening Bentuk kepala bulat simetris

Rambut
Hitam tidak mudah dicabut

Mata
Injeksi konjungtiva tidak ada, konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterik, pupil isokor diameter 2mm/2mm, reflek cahaya +/+ normal

Telinga
Tidak ada kelainan

Hidung
Napas cuping hidung tidak ada

Mulut
Mukosa mulut dan bibir kering, sianosis sirkum oral tidak ada, bercak koplik (-)

Leher
JVP 5-2 cmH2O, KGB tidak teraba membesar

Dada

Abdom en

Paru :tidak ditemukan kelainan Jantung : tidak ditemukan kelainan Tidak ditemukan kelainan

Alat kelamin Tidak ditemukan kelainan, status pubertas A1 P1 M1 Anggota gerak Akral hangat, perfusi baik, reflek fisiologis +/+ normal, reflek patologis -/ Makulopapular rash di keempat ekstremitas

Pemeriksaan Laboratorium
Darah (14-012012)
Hb : 11 gr% Leukosit : 6.800/mm3 Trombosit : 236.000/mm3 Ht : 34%

Morbili

Diagno sis

Gizi kurang

Terapi
Istirahat, banyak minum Vitamin A 200.000 IU Paracetamol 3x100 mg (bila perlu)

Anjuran
Jaga kelembaban dan kebersihan kulit, mata, dan mulut. Jika kondisi tidak membaik atau muncul komplikasi, segera ke dokter

Diskusi
Telah dilaporkan seorang pasien anak perempuan umur 1 tahun 9 bulan dengan diagnosis kerja morbili. Diagnosis kerja ditegakkan berdasarkan anamnesis demam sejak 3 hari yang lalu, tinggi , terus menerus, tidak menggigil, tidak berkeringat, dan tidak disertai kejang. Demam kemudian disusul munculnya bercak-bercak kemerahan, awalnya di kulit punggung, kemudian muncul lagi di dada, leher, kaki, lengan, dan wajah, tidak nyeri dan tidak gatal. Anak belum mendapat imunisasi campak karena demam saat jadwal imunisasi dan orang tuanya tidak membawanya lagi untuk imunisasi campak.

Dari pemeriksaan fisik didapatkan ruam makulopapular di seluruh tubuh, injeksi konjungtiva (-), bercak Koplik (-). Hasil pemeriksaan laboratorium dalam batas normal.

Pengobatan yang diberikan berupa pengobatan simptomatik dengan istirahat dan banyak minum, pemberian vitamin A dosis tinggi, dan dapat diberikan parasetamol jika perlu. Anjuran yang dapat diberikan yaitu agar orang tua menjaga kelembaban dan kebersihan kulit, mata dan mulut untuk menghindari komplikasi serta mengunjungi dokter jika keadaan tidak membaik atau terdapat perburukan.