Anda di halaman 1dari 3

Dasar Teori Saliva adalah cairan yang lebih kental daripada air biasa.

. Tiap hari sekitar 1-1,5 liter saliva dikeluarkan oleh kelenjar saliva. Kelenjar saliva yang utamaadalah kelenjar parotis, submandibularis, dan sublingualis. Selain itu juga ada beberapa kelenjar bukalis yang kecil (Ganong, 1995).Saliva terdiri atas 99,24% air dan 0,58% merupakan ion-ion Ca++, Mg++, Na+, K +, PO43-, Cl, HCO3-, SO42-serta zat-zat organik seperti musin dan enzimamilase. Saliva mempunyai pH antara 6,0-7,4. Suatu kisaranyang menguntungkan untuk kerja pencernaan dari -amilase. Enzim ini bekerjasecara optimal pada pH 6,6. Amilase saliva mulai tidak aktif pada pH 4,0. Oleh karena itu, setelah makanan ditelan dan masuk ke dalamlambung, proses hidrolisis oleh enzim amilase saliva tidak berjalan lebih lamalagi. Secara umum enzim -amilase bekerja optimal pada pH 6,6 . air liur atau saliva mengandung dua tipe pengeluaran atau sekresi cairan yang utama yakni sekresi serus yang mengandung ptyalin (suatu alfa amylase) yang merupakan enzim untuk mencernakan karbohidrat dan sekresi mucus yang mengandung musin untuk tujuan pelumasan atau perlindungan permukaan yang sebagian besar dihasilkan oleh kelenjar parotis. Cairan tipe mucus itu disekresikan atau dikeluarkan setiap detik sepanjang waktu kecuali saat tidur yang produksinya lebih sedikit. Dalam hal pencernaan, air liur berperan dalam membantu pencernaan karbohidrat. Karbohidrat atau tepung sudah mulai dipecah sebaagian kecil dalam mulut oleh enzim ptyalin. Enzim dalam air liur itu memecah tepung (amylum) menjadi disakarida maltosa dan polimer glukosa kecil lainnya. Misalnya, saat Anda mengunyah nasi yang terasa tawar lama-kelamaan akan terasa manis akibat pecahnya zat tepung menjadi maltosa yang rasanya manis. LANDASAN TEORY Organ tubuh yang terbesar adalah hati. Hati merupakan organ lunak dengan kaya akan darah merah tua. Hati mempunyai lobus kanan lebh besar dan lobus kiri yang lebih kecil. Darah yang mengalir kehati merupakan darah yang berasal langsung dari jantung dan usus. Darah yang mengalir akan merembes melalui lobolus kecil yang memiliki diameter 1 mm dengan jumlah lobolus lebih dari 50.000. di dalam hati zat makanan di pecah menjadi zat yang dibutuhkan oleh tubuh seperti vitamin, mineral, dan zat lain yang penting dalam tubuh (Buchanan : 2000). Hati merupan organ pensekresi cairan empedu. Empedu sendiri bukan sejenis enzim yang dapat mengkatalis reaksi dalam tubuh. Komposisi empedu terdiri dari air, garam empedu, pigmen empedu, kolestrol, lisitin, garam anorganik. Dari semua komposisi tersebut, yang paling penting dalam pencernaan lemak adalah efek hidrotropiknya. Teganan permukaan rendah dari lemak dan sebagian bartanggung jawab untuk emulsifikasi lemak sebelum dicerna dan diabsorpsi di dalam usus halus. Selain untuk absorpsi lemak empedu juga penting untuk proses absorpsi vitamin-vitamin yang larut dalam dalam lemak (Vitamin

A,D,E, dan K). Garam empedu berfungsi sebagai penetral asam lambung yang masuk ke dalam deudenum. Asam empedu merangsang produksi garam-garam empedu (Staf Pengajar Departemen farmakologi FK Unsri : Asam empedu adalah suatu senyawa steroid yang berasal dari kolestrol, merupakan bagian padat yang penting dari empedu. Sampai sekarang belum ada penyesuaian paham tentang istilah garam empedu dan asam empedu. Sebagian lagi memakai istilah garam mpedu Ada yang mengatakan disebut asam empedu karena pada waktu pengukuran garam empedu biasanya diubah menjadi asam terlebih dahulu

Anatomi sekresi empedu a. Empedu yang diproduksi oleh sel-sel hati memasuki kanalikuli empedu yang kemudian menjadi duktus hepatika kanan dan kiri. b. Duktus hepatika menyatu untuk membentuk duktus hepatik komunis yang kemudian menyatu dengan duktus sistikus dari kantung empedu dan keluar dari hatu sebagai dukts empedu komunis. c. Duktus emepdu komunis, bersama dengan duktus pankreas, bermuara di duodenum atau dialihkan tuntuk penyimpanan di kantung empedu. Komposisi empedu Empedu adalah larutan berwarna unign kehijauan terdiri dari 97% air, pigmen empedu, dan garam-garam empedu. a. Pigmen empedu tersiri dari biliverdin (hijau) dan bilirubin (kuning). Pigmen ini merupakan hasil penguraian hemoglobin yagn dilepas dari sel darah merah terdisinegrasi. 1. Pigmen utamanya adalah bilirubin yang ,emberikan warna kuning pada urine dan feses. 2. Jaudince, atau warana kekuningan pada jaringan, merupakan akibat dari peningkatan kadar bilirubin darah. Ini merupakan indikasi kerusakan fungsi hati dan dapat disebabkan oleh kerusakan sel hati (hepatis), peningkatan destruksi sel darah merah, atau obstruksi duktud empedu dan batu empedu. b. Garam-garam empedu terbentuk dari asam empedu yang berikatan dengan kolesterol dan asam amino. Setelah disekresi kedalam usus , garam tersebut direabsorpsi dari ileum bagian bawah kembali ke hati dan didaur ulang kembali. Peristiwa ini dikenal sebagai sirkulasi enterohepatika garam empedu. Fungsi garam empedu dalam usus halus.

a. Emulsifikasi lemak. Garam empedu mengemulsi gobulus lemak besar dalam usus halus yang kemudian menghasilkan gobulus lemak lebih kecil dan area permukaan yang lebih luas untuk kerja enzim. b. Absorpsi lemak. Garam empedu membantu mengabsorpsi zat terlarut lemak dengan cara memfasilitasi jalurnya menembus membran sel. c. Pengeluaran kolesterol dari tubuh. Garam empedu berikatan dengan kolesterol dan lesitin untuk membentuk agregasi kecil disebut micelle yang dibuang melalui feses. Kendali pada sekresi dan aliran empedu Sekresi empedu diatur oleh faktor saraf (impuls parasimpatis) dan homon (sekretin dan CCK) yang sama dengan yang mengatur sekresi cairan pankreas. Saat asam lemak dan asam amino mencapai usus halus, CCK dilepas untuk menkontraksi otot kandung empedu dan merelaksasi sfingter Oddi. Cairan empedu kemudian didorong ke dalam duodenum.