Anda di halaman 1dari 15

Sel Surya

Odi Rodiyana
1210703024

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
2013

SEL SURYA

Abstract
Solar cells are energy conversion devices that directly convert sunlight into electrical
energy. Solar cells built by layers of semiconductor materials and the introduction of electricity, the solar cells are also called photovoltaic cell or module. Module (module) is a
series-parallel arrangement of a number of cells in the form of a solar cell panel surya.If
combined it will form a module. So that these modules can be used as a power source, then
there must be a set system, known as the solar system. Solar cell system usually consists of
a charge controller, inverter and charge storage (batteries). Installation of solar cells can be
done by integrating it directly on the construction of buildings, known as Building Integrated
Photovoltaic Keyword: solar cell,solar cell principles,installation of solar cells
Ringkasan
Sel surya adalah piranti konversi energi yang secara langsung dapat mengubah cahaya
matahari menjadi energi listrik. Sel surya dibangun oleh lapisan bahan-bahan semikonduktor dan pengantar listrik, sel surya juga disebut sel fotovoltaik atau modul. Modul (module)
merupakan susunan seri-paralel dari sejumlah sel dalam bentuk panel surya.Jika beberapa
sel surya digabungkan maka akan terbentuk modul. Agar modul ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik, maka harus ada sistem yang mengaturnya yang dikenal dengan sistem
surya. Sistem sel surya biasanya terdiri dari pengontrol muatan, inverter dan penyimpan muatan (baterai). Pemasangan sel surya dapat dilakukan dengan mengintegrasikannya secara
langsung pada konstruksi bangunan yang dikenal dengan Building Integrated Photovoltaic.
Kata Kunci: sel surya,prinsip sel surya,pemasangan sel surya

Laporan Ekperimen Fisika I

SEL SURYA

I. Pendahuluan
A. Latar Belakang
Sel surya adalah piranti konversi energi yang secara langsung dapat mengubah cahaya
matahari menjadi energi listrik. Sel surya dibangun oleh lapisan bahan-bahan semikonduktor dan pengantar listrik, sel surya juga disebut sel fotovoltaik atau modul. Modul (module)
merupakan susunan seri-paralel dari sejumlah sel dalam bentuk panel surya.Jika beberapa
sel surya digabungkan maka akan terbentuk modul. Agar modul ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik, maka harus ada sistem yang mengaturnya yang dikenal dengan sistem
surya. Sistem sel surya biasanya terdiri dari pengontrol muatan, inverter dan penyimpan muatan (baterai). Pemasangan sel surya dapat dilakukan dengan mengintegrasikannya secara
langsung pada konstruksi bangunan yang dikenal dengan Building Integrated Photovoltaic.
A.1 Perumusan masalah
Rumusan masalah yang kami bahas pada praktikum sel surya yaitu . menganalisis dan
memahami prinsip kerja power amplifier transistor
A.2 Pembatasan masalah
Batasan masalah pada laporan ini adalah sebagai berikut :
1. Transistor sebagai penguat pada keluaran.
2. Membandingkan tegangan keluaran hasil simulasi dengan perhitungan manual.
3. Merancang transistor power amplifier.
4. Menganalisis dan memahami prinsip kerja power amplifier transistor.

Laporan Ekperimen Fisika I

SEL SURYA

II. Tinjauan Pustaka


Sel surya adalah piranti konversi energi yang secara langsung dapat mengubah cahaya
matahari menjadi energi listrik. Sel surya dibangun oleh lapisan bahan-bahan semikonduktor dan penghantar listrik. Sel surya juga disebut sel fotovoltaik atau modul. Modul
(module) merupakan susunan seri-paralel dari sejumlah sel dalam bentuk panel surya.Jika
beberapa sel surya digabungkan maka akan terbentuk modul. Agar modul ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik, maka harus ada sistem yang mengaturnya yang dikenal
dengan sisitem sel surya. Sistem sel surya biasanya terdiri dari pengontrol muatan, inverter
dan penyimpan muatan (baterai). Pemasangan sel surya dapat dilakukan dengan mengintegrasikannya secara langsung pada konstruksi bangunan yang dikenal dengan Building
Integrated Photovoltaic.
Prinsip Kerja Sel Surya
Sel Surya terbuat dari berbagai jenis bahan terutama material elektronik dimana bagian
utamanya berupa bahan semikonduktor (misalnya silikon). Akibatnya, prinsip kerja sel surya
pun berbagai macam, untuk sel surya generasi pertama dan kedua ada yang berbasiskan
sambungan (junction) p-n, Schottky Barrier, sanbungan p-i-n. Sel surya yang paling sederhana prinsip kerjanya adalah yang berbasiskan sambungan p-n seperti pada sel surya silikon
(kristalin). ada sel surya tersebut silikon yang membentuk sel surya terdiri dari dua tipe material, yaitu silikon tipe-p dan silikon tipe-n.Cahaya dengan panjang gelombang tertentu yang
masuk ke dalam bahan semikonduktor tersebut dapat menimbulkan pair-generation yang
menghasilkan muatan positif (hole) dan muatan negatif (elektron) pada suatu perangkat
PV (fotovoltaik). Muatan positif menyebar ada lapisan-p dan elektron-elektron menyebar
pada lapisan dan menglair ke masing-masing elektroda.
Walaupun muatan-muatan yang berlawanan ini saling tarik-menarik satu sama lain dan
Laporan Ekperimen Fisika I

SEL SURYA

akan berekombinasijika bertemu; sebagian besar elektron dan hole hanya dapat berekombinasi melalui suatu sirkuit luar karena adanya energi potensial barier dalam (internal potential
energy barrier) ada sambungan bahan semikonduktor yang menghalangi elektron dan hole
berekombinasi di dalam sel surya. Oleh karena itu, bila suatu sirkuit dibuat, elektron bebas
harus melewati suatu beban eksternal (rangkaian) untuk dapat berekombinasi dengan muatan positif. Elektron-elektron yang mengalir akan menimbulkan arus sejumlah daya yang
diperoleh dari suatu perangkat PV ditentukan oleh jenis dan luas material pembangun, intensitas cahaya matahari, panjang gelombang cahaya matahari yang diterima.

Laporan Ekperimen Fisika I

SEL SURYA

III. Metode Eksperimen


A. Alat dan bahan yang digunakan antara lain:
1. Sumber cahaya polikromatik
2. Berbagai filter warna
3. Resistor variabel
4. Amperemeter dan Voltmeter
5. Kawat Penghubung/jumper
6. Berbagai jenis sel surya
7. Kain penutup
8. Luxmeter.
B. Prosedur percobaan:
B.1 Mengukur Intensitas Cahaya yang Dipancarkan Sumber Cahaya Polikromatik
1. Siapkan luxmeter dan tempatkan pada tabung keluarnya cahaya (gunakan batas ukur
terbesar)
2. Nyalakan lampu polikromatik dengan kekuatan half-lamp (kekuatan penuh akan
menyebabkan intensitas vahaya berada di luar batas ukur luxmeter)
3. Ukur intensitas cahaya tersebut, jadikan referensi untuk mencari intensitas pengukuran
4. dilakukan selama 1 menit (jangan lupa catat ketidakpastian engukurannya).
B.2 Mengukur Efisiensi Sel Surya Utama (Polikristalin Silikon)
1. Tempatkan semua alat yang dibutuhkan sesuai dengan rangkaian yang benar (tanyakan
keada asisten bila ada yang kurang jelas).
2. Variabel resistor dipasangkan pada rangkaian sel surya. Ubah-ubahlah besar variavel
Laporan Ekperimen Fisika I

SEL SURYA

resistor yang digunakan, kemudian ukur aru dan tegangan keluaran pada sel surya.
Ambil minimum 15 titik data turun dan 15 titik data naik. Cek apakah ada histeresis.
Jangan lupa catat ketidakpastian pengukuran.
3. Tabelkan data hasil pengamatan lalu buat grafik antara tegangan dan arus keluaran.
Tentukan besar daya maksimum dari sel surya yang diamati dengan pendekatan kasar,
boleh juga secara numerik (dengan menentukan fungsi endekatannya terlebih dahulu).
4. Tentukan besar efisiensi sel surya yang dugunakan (perbandingan daya maksimum
sel surya terhadap daya yang diterima dari sumber cahaya).
5. Tuliskan hasil pengamatan dan perhitungan beserta penjelasannya.
B.3 Menghitung Fraksi Efisiensi untuk Panjang Gelombang pada Daerah Kerja Sel Surya
1. Atur dan rangkai peralatan praktikum sel surya sehingga dapat dipakai untuk mengukur efisiensi sel surya untuk setiap fraksi warna. Manfaatkan filter warna yang
tersedia.
2. Ukurlah fraksi efisiensi sel surya untuk panjang gelombang terebut (gunakan berbagai
warna filter).
B.4 Menentukan Konsistensi Efisiensi Sel Surya dengan Cahaya Ambien
1. Lakukan prosedur pencarian efisiensi sel surya. Lakukan tanpa menutup sel surya
dan tana lampu olikromatik.
2. Ukur parameter-parameter yang diperlukan untuk menghitung efisiensinya. Satu
parameter terlewat, pengolahan data tidak akan valid.
3. Anda diberi kebebasan untuk memiringkan sel surya dsb. Namun fenomena yang
terjadi harap dibahas.

Laporan Ekperimen Fisika I

SEL SURYA

IV. Hasil dan Pembahasan


Tabel 1. Tabel Hasil Percobaan Menggunakan Sel Surya P si tanpa Filter untuk Tegangan Naik

No R(Ohm) V (volt)
1
100
0,045
2
200
0,0001
3
300
0,0001
4
400
0,0001
5
500
0,0002
6
600
0,0003
7
700
0,0004
8
800
0,0005
9
900
0,0006
10
1000
0,0005

I (A)
Pin (W/m2 )
0,00045
147,019
0,00045
164,636
0,00046
180,989
0,00048
271,918
0,00049
247,744
0,00049
249,719
0,00046
199,238
0,00046
194,261
0,00046
190,864
0,00046
177,434

Pout (W/m2 )
0,00002025
0,000000045
0,000000046
0,000000048
0,000000098
0,000000147
0,000000184
0,00000023
0,000000276
0,00000023

1, 37737 107
2, 7333 1010
2, 54159 1010
1, 76524 1010
3, 9557 1010
5, 88662 1010
9, 23519 1010
1, 18397 109
1, 44606 109
1, 29626 109

Tabel 2. Tabel Hasil Percobaan Menggunakan Sel Surya P si tanpa Filter untuk Tegangan Turun

No R(Ohm) V (volt)
1
1000
0,0008
2
900
0,0014
3
800
0,0015
4
700
0,0013
5
600
0,0011
6
500
0,001
7
400
0,0003
8
300
0,0004
9
200
0,0001
10
100
0,045

I (A)
Pin (W/m2 )
0,00045
164,162
0,00045
164,715
0,00045
157,921
0,00045
153,102
0,00045
153,497
0,00045
152,233
0,00045
148,678
0,00045
153,418
0,00045
156,183
0,00045
158,948

Pout (W/m2 )

0,00000036 2, 19296 109


0,00000063 3, 82479 109
0,000000675 4, 27429 109
0,000000585 3, 82098 109
0,000000495 3, 22482 109
0,00000045
2, 956 109
0,000000135 9, 08003 1010
0,00000018 1, 17327 109
0,000000045 2, 88124 1010
0,00002025
1, 274 107

Laporan Ekperimen Fisika I

SEL SURYA

Tabel 3. Tabel Hasil Percobaan Menggunakan Sel Surya P si dengan Filter Merah

No R(Ohm) V (volt)
1
100
0,044
2
200
0,088
3
300
0,0001
4
400
0,0001
5
500
0,0002
6
600
0,0001
7
700
0,0001
8
800
0,0002
9
900
0,0002
10
1000
0,0003

I (A)
Pin (W/m2 )
0,00044
35,155
0,00044
41,791
0,00047
76,946
0,00047
75,682
0,00047
76,393
0,00048
80,106
0,00047
81,686
0,00047
80,264
0,00046
78,368
0,00046
78,052

Pout (W/m2 )
0,00001936
0,00003872
0,000000047
0,000000047
0,000000094
0,000000048
0,000000047
0,000000094
0,000000092
0,000000138

5, 50704 107
9, 26515 107
6, 10818 1010
6, 2102 1010
1, 23048 1010
5, 99206 1010
5, 75374 1010
1, 17114 109
1, 17395 109
1, 76805 109

Tabel 4. Tabel Hasil Percobaan Menggunakan Sel Surya P si dengan Filter Hijau

No R(Ohm) V (volt)
1
100
0,047
2
200
0,094
3
300
0,141
4
400
0,188
5
500
0,0001
6
600
0,0001
7
700
0,0001
8
800
0,0002
9
900
0,0002
10
1000
0,0003

I (A)
Pin (W/m2 )
0,00047
287,481
0,00047
283,847
0,00047
286,454
0,00047
288,192
0,00047
302,254
0,00047
310,154
0,00047
368,93
0,00047
379,99
0,00047
369,72
0,00047
372,09

Pout (W/m2 )
0,00002209
0,00004418
0,00006627
0,00008836
0,000000047
0,000000047
0,000000047
0,000000094
0,000000094
0,000000141

7, 68399 108
1, 55647 107
2, 31346 107
3, 06601 107
1, 55498 1010
1, 51538 1010
1, 27395 1010
2, 47375 1010
2, 54246 1010
3, 78941 1010

Dari data diatas diperoleh masing-masing nilai,maka hubungan antara plastik yang lebih
pekat dan daya pada luxmeter memepengaruhi dalam percobaan ini.Selain itu, sinar matahari juga mempengaruhi dalam percobaan ini karena tanpa adanya sinar matahari yang
terang maka data yang dihasilkan akan jauh dari literatur.
V. Kesimpulan
Keseluruhan data percobaan menunjukka kesesuaian antara hasil percobaan dengan literatur.Akan tetapi untuk warna plastik yang lebih pekat hasil pada luxmeter lebih kecil
karena warna sangat mempengaruhi dalan percobaan sel surya ini.
Laporan Ekperimen Fisika I

SEL SURYA

Tabel 5. Tabel Hasil Percobaan Menggunakan Sel Surya P si dengan Filter Biru

No R(Ohm) V (volt)
1
100
0,047
2
200
0,094
3
300
0,141
4
400
0,188
5
500
0,0001
6
600
0,0001
7
700
0,0001
8
800
0,0002
9
900
0,0002
10
1000
0,0003

I (A)
Pin (W/m2 )
0,00047
120,87
0,00047
212,51
0,00047
206,19
0,00047
145,36
0,00047
129,56
0,00047
126,4
0,00047
127,98
0,00047
127,19
0,00047
128,77
0,00047
128,77

Pout (W/m2 )
0,00002209
0,00004418
0,00006627
0,00008836
0,000000047
0,000000047
0,000000047
0,000000094
0,000000094
0,000000141

1, 82758 107
2, 07896 107
3, 21403 107
6, 0787 107
3, 62766 1010
3, 71835 1010
3, 67245 1010
7, 39052 1010
7, 29984 1010
1, 09498 109

Tabel 6. Tabel Hasil Percobaan Menggunakan Sel Surya Sinonar tanpa Filter untuk Tegangan Naik

No R(Ohm) V (volt)
1
100
0,111
2
200
0,22
3
300
0,0001
4
400
0,0002
5
500
0,0003
6
600
0,0004
7
700
0,0005
8
800
0,0005
9
900
0,0006
10
1000
0,0007

I (A)
Pin (W/m2 )
0,00111
410,01
0,0011
402,9
0,00112
369,72
0,00112
407,64
0,00112
410,01
0,00112
418,7
0,00112
421,07
0,00112
417,12
0,00112
424,23
0,00112
431,34

Pout (W/m2 )

0,00012321 3, 00505 107


0,000242
6, 00645 107
0,000000112 3, 02932 1010
0,000000224 5, 49504 1010
0,000000336 8, 19492 1010
0,000000448 1, 06998 109
0,00000056 1, 32995 109
0,00000056 1, 34254 109
0,000000672 1, 58405 109
0,000000784 1, 81759 109

Daftar Pustaka
[1] muttaqien imamal,dkk. Modul Eksperimen I UIN SGD.Bandung.2013
[2] www.edukasi.net.(diakses 17 April 2013)

Laporan Ekperimen Fisika I

SEL SURYA

10

Tabel 7. Tabel Hasil Percobaan Menggunakan Sel Surya Sinonar tanpa Filter untuk Tegangan Turun

No R(Ohm) V (volt)
1
1000
0,0007
2
900
0,0006
3
800
0,0005
4
700
0,0005
5
600
0,0004
6
500
0,0003
7
400
0,0002
8
300
0,0001
9
200
0,09
10
100
0,045

I (A)
Pin (W/m2 )
0,00045
399,74
0,00045
398,95
0,00045
395,79
0,00045
387,89
0,00045
383,94
0,00045
372,09
0,00045
379,99
0,00045
384,73
0,00045
387,89
0,00045
386,31

Pout (W/m2 )
0,000000315
0,00000027
0,000000225
0,000000225
0,00000018
0,000000135
0,00000009
0,000000045
0,0000405
0,00002025

7, 88012 1010
6, 76777 1010
5, 68483 1010
5, 80061 1010
4, 68823 1010
3, 62815 1010
2, 36848 1010
1, 16965 1010
1, 04411 107
5, 2419 108

Tabel 8. Tabel Hasil Percobaan Menggunakan Sel Surya Sinonar dengan Filter Merah

No R(Ohm) V (volt)
1
100
0,107
2
200
0,214
3
300
0,0001
4
400
0,0002
5
500
0,0003
6
600
0,0003
7
700
0,0005
8
800
0,0005
9
900
0,0005
10
1000
0,0007

I (A)
Pin (W/m2 )
0,00107
142,2
0,00107
109,02
0,00111
59,566
0,00106
67,308
0,00104
49,454
0,00105
46,531
0,00107
50,007
0,00107
58,855
0,00104
47,874
0,00104
45,03

Pout (W/m2 )
0,00011449
0,00022898
0,000000111
0,000000212
0,000000312
0,000000315
0,000000535
0,000000535
0,00000052
0,000000728

8, 05134 107
2, 10035 106
1, 86348 109
3, 1497 109
6, 30889 109
6, 76968 109
1, 06985 108
9, 09014 109
1, 08618 108
1, 6167 108

Tabel 9. Tabel Hasil Percobaan Menggunakan Sel Surya Sinonar dengan Filter Hijau

No R(Ohm) V (volt)
1
100
0,109
2
200
0,222
3
300
0,0001
4
400
0,0002
5
500
0,0003
6
600
0,0003
7
700
0,0004
8
800
0,0005
9
900
0,0006
10
1000
0,0007

I (A)
Pin (W/m2 )
0,00109
172,457
0,00111
186,361
0,0011
232,181
0,00111
209,587
0,00111
229,574
0,00111
214,722
0,0011
209,35
0,0011
212,747
0,0011
200,423
0,00111
199,001

Pout (W/m2 )

0,00011881 6, 88925 107


0,00024642 1, 32227 106
0,00000011 4, 73768 1010
0,000000222 1, 05923 109
0,000000333 1, 45051 109
0,000000333 1, 55084 109
0,00000044 2, 10174 109
0,00000055 2, 58523 109
0,00000066 3, 29304 109
0,000000777 3, 9045 109

Laporan Ekperimen Fisika I

SEL SURYA

11

Tabel 10. Tabel Hasil Percobaan Menggunakan Sel Surya Sinonar dengan Filter Biru

No R(Ohm) V (volt)
1
100
0,107
2
200
0,214
3
300
0,0001
4
400
0,0002
5
500
0,0003
6
600
0,0003
7
700
0,0004
8
800
0,0005
9
900
0,0006
10
1000
0,0007

I (A)
Pin (W/m2 )
0,00107
75,84
0,00107
74,102
0,00107
72,759
0,00107
71,969
0,00107
70,547
0,00107
72,601
0,00107
70,31
0,00111
68,572
0,00107
70,231
0,00107
68,019

Pout (W/m2 )
0,00011449
0,00022898
0,000000107
0,000000214
0,000000321
0,000000321
0,000000428
0,000000555
0,000000642
0,000000749

1, 50963 106
3, 09007 106
1, 47061 109
2, 9735 109
4, 55016 109
4, 42143 109
6, 08733 109
8, 09368 109
9, 14126 109
1, 10116 109

Gambar 1. v terhadap I

Gambar 2. v terhadap I

Laporan Ekperimen Fisika I

SEL SURYA

12

Gambar 3. grafik 3

Gambar 4. grafik 4

Gambar 5. grafik 5

Laporan Ekperimen Fisika I

SEL SURYA

13

Gambar 6. grafik 7

Gambar 7. grafik 8

Gambar 8. grafik 9

Laporan Ekperimen Fisika I

SEL SURYA

14

Gambar 9. grafik 10

Gambar 10. grafik 11

Laporan Ekperimen Fisika I