Anda di halaman 1dari 21

1.

TUJUAN :

PENDAHULUAN

Dapat menggunakan peralatan dengan benar.

a. b.

Dapat menangani closure sesuai dengan prosedur.


Dapat menyambung serat dengan benar.

2. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN.

Sambungan kabel merupakan titik rawan terjadinya gangguan. Hal tersebut disebabkan karena saat penanganannya tidak mengikuti prosedur yang ditentukan.

3. PROSEDUR PENYAMBUNGAN KABEL SERAT OPTIK


a. Penyambungan kabel serat optik harus sesuai prosedur.

b. Penggunaan peralatan dan material harus benar.


c. Pengetesan harus dilaksanakan setelah selesai penyambungan.

Jadi kesemuanya ini harus dilakukan dengan benar untuk mendapatkan HASIL yang BAIK.
4. PENYAMBUNGAN KABEL SERAT OPTIK :
Penyambungan kabel serat optik terdiri dari :

Penyambungan kabel. Penyambungan serat.

Pertama yang harus dilakukan adalah penanganan sarana sambung kabel ( SSK ) lalu penyambungan serat.

PENYAMBUNGAN KABEL (PENANGANAN CLOSURE).


Jenis penyambungan (Sarana Sambung Kabel) kabel : UCSO 4-6 ( Universal Closure Serat Optik ). Fungsi sarana sambung kabel (closure) adalah untuk melindungi dan menempatkan serat FO pada tray agar terhindar dari pengaruh mekanis.

SARANA SAMBUNG KABEL.


1. SYARAT YANG HARUS DIPENUHI :
Harus mampu melindungi fiber dari gangguan alam dan mekanis seperti : Air Panas. Reaksi kimia. Getaran. Tension Bending / Tekukan

2. PENANGANAN SARANA SAMBUNG KABEL (CLOSURE) :


Prosedure penanganan sarana sambung kabel harus memperhatikan halhal sebagai berikut :

Tangan, kabel dan SSK harus bersih.


Sealing cord, sealing tape atau sealing ring harus bersih. Ikuti prosedur yang ada.

3. MATERIAL
bagian yaitu :

Material penyambungan kabel serat optik klarifikasikan menjadi 2(dua)

Material khusus Material umum.

MATERIAL / ALAT BANTU KERJA PENGUPASAN FO :

1. Meteran 2. Gunting kabel 3. Gergaji 4. Pisau potong ( Cutter ) 5. Lap majun 6. Thinner B 7. Tubing / Selang kabel

8. Gelang nomor 9. Tool set

10. Tie rape


11. Isolasi 12. Pengupas Tubing (Stripping Tool)

13. Spidol

MATERIAL / ALAT BANTU KERJA PENYAMBUNGAN / SPLICING FO : 1. SPLICER

2. UNIVERSAL CLOUSER (Lengkap)


3. PROTECTION SLEEVE 4. FIBER CLEAVER (Pemotong Core)

5. PENGUPAS FO (Removing coating)


6. ALKOHOL 97 % 7. ISOLASI / LAK BAN 8. SPIDOL 9. TISSUE OPTIK

Prosedur pengupasan kabel FO :


1. Ukur panjang kabel dari ujung, kondisi kabel baik 150 Cm.

150 Cm

2.

Beri tanda dengan Isolasi, sebaiknya beda warna antara kabel 1 dan 2 .

150 Cm

3. Kupas pembungkus paling luar kabel ( hitam ) sampai batas isolasi dengan cara : a. Ukur 25 Cm dari ujung kabel , gergaji secara putar dan jangan terlalu dalam karena akan mengenai tube fo. b. Patahkan sedikit dan memutar pada bekas gergaji dan sudut patah tidak boleh lebih dari 30 agar tube FO tidak ikut patah.

c. Putar dan tarik pembungkus kabel tersebut sehingga yang terlihat tube FO dan benang / tali. d. Tarik tali/benang bagian atas dan bawah msgs 90 dari posisi awal menuju/sampai pada tanda isolasi. e. Bila pada jenis kabel yang tidak dilengkapi tali/benang, lakukan pemotongan dengan gergaji step by step seperti pada butir 3. a & b
Tube kabel optik
1 150 Cm

4.

Bersihkan tube dengan menggunakan lap majun yang sudah dibasahi dengan thinner-B sampai bersih dari jelly dan tidak lengket. Ukur tube kabel FO dari batas isolai.1 50 Cm dan beri tanda dengan isolasi warna.
Tube kabel optik
1 50 Cm 150 Cm

5.

6.

Kupas tube-tube kabel FO tersebut dengan menggunakan alat pengupas tubing ( Stripping Tool for removing of loose tube ) dengan cara : a. Ukur 20 Cm dari ujung tube FO, pasang alat pengupas tube dan putar searah jarum jam 2 s/d 3 kali putaran lalu lepas pengupas tube. b. Patahkan sedikit pada bekas potongan tube dan jangan lebih dari 30 agar serat optik tidak ikut patah, lalu tarik tube sehingga terlihat tinggal serat optik saja. c. Lakukan berulang pada butir 6. a dan b sampai tubing dengan batas isolasi -2 , sehingga terlihat serat FO saja sepanjang 100 Cm.
Tube FO
1

50 Cm

Serat FO

d. Gulung serat optik dengan bentuk melingkar dari msgs tube agar aman, tidak kotor dan tidak mengenai tanah.
Tube FO

50 Cm

Serat FO
2

7.

Untuk lebih amannya serat optik dan memudahkan penginstalasian di kaset FO, gabungkan tube FO pada satu spiral kabel (plastik) dengan ukuran no. 6 . Catatan Kapasitas Kabel FO : a. Kabel 12 Core FO, maka ada 2 tube yaitu : Biru dan orange. b. Kabel 18 Core FO, maka ada 3 tube yaitu : Biru, Orange dan Hijau. c. Kabel 24 Core FO, maka ada 4 tube yaitu : Biru, Orange, Hijau dan Coklat ( atau merah )

8.

Pasang/letakkan tube yang sudah berspiral ke kaset FO secara paralel ataupun serial sesuai dengan system kabel FO yang ada ( Kbl Udara, Kbl tanah ataupun Kbl Duct ). Dudukan
protection sleeve

Kaset FO

Tube FO ber spiral

Tie rape

Core FO

PENYAMBUNGAN SERAT OPTIK.


Dalam penyambungan serat ada 2 cara :

Secara fusion.

Gambar 1. Penyambungan secara fusion

Secara mekanik ( Sementara )

Gambar 2. Penyambungan secara mekanik.

RUGI RUGI PENYAMBUNGAN 1. Rugi-rugi penyambungan dpat terjadi karena : Perbedaan struktur fiber.

Gambar 3. Diameter core tidak sama

Gambar 4. Diameter core center

Kualitas penyambungan.

Gambar 6. Sumbu fiber tidak sejajar Gambar 5. Permukaan fiber tidak rata

Gambar 8. Ujung fiber jauh

Gambar 7. Penyimpangan sudut

2. Kualitas penyambungan
Untuk mendapatkan hasil penyambungan yang baik harus diperhatikan : Kualitas kabel sesuai spesifikasi. Alat sambung yang baik.

Lingkungan harus bersih.


Jointer harus berpengalaman.

FUSION SPLICING.
Teknik penyambungan fiber optik untuk menyambung 2 fiber secara permanen dan rugi rugi penyambungan kecil harus memakai fusion splicer.

Bagian bagian fusion splicing :


Struktur fusion splicer. Proses fusion splicing. Kualitas sambungan. Perkiraan fusion splicing. Pemeliharaan fusion splicer.

1. STRUKTUR FUSION SPLICER

Alur V dan klem. Mikro positioned dan sensor. Elektroda. Sistem sensor yang berisi kaca dan lensa.

Fungsi dari masing masing yang akan memadukan terjadinya proses penyambungnan.

A. PEMELIHARAAN RUTIN :
1. PERANGKAT SKSO / OLTE :
Pem. Harian : Check-list Perangkat OLTE Mingguan : BIR ruang Perangkat BIR Prkt OLTE tampak luar Bulanan : Pengukuran Teganan Input dan Output perangkat OLTE. 6-Bulanan : Pengukuran Output Optical Power OLTE Tahunan : BER Test tingkat E-1 atau STM-1 Yang Idle atau sample pada sistem E-1 yg Idle.

2. JARINGAN KABEL OPTIK :


Pem. 2 - Mingguan
6 - Bulanan

: Patroli Jarkab Optik Kabel Udara/Tanah/Duct.


: Pengukuran Core Optik yang Idle meliputi; - Kontinuitas Fiber Optik ( OTDR ) - Redaman total antar terminal ( Laser Source dan Power meter ).

A. PEMELIHARAAN DADAKAN :
1. PERANGKAT SKSO / OLTE :
Apabila sistem OLTE mengalami gangguan yang bukan disebabkan oleh jaringan kabel Optik maka : * Perangkat OLTE harus dilokalisir letak gangguannya dengan cara menge-Loop Tx Output ke Rx Input dengan bantuan Variable Attenuator. * Apabila semua perangkat normal ( tidak ada yang alarm ) berarti sistem OLTE di Terminal Yg diLoop tidak ada masalah ( Baik ). * Koordinasikan dengan Terminal lawan dan laksanakan lokalisir seperti diatas. * Apabila hasil Loop masih Alarm berarti ada prkt OLTE tersebut yang rusak dan harus diganti dengan module Spare.

2. JARINGAN KABEL OPTIK :


Apabila sistem OLTE mengalami gangguan / Alarm yang disebabkan oleh jaringan kabel optik maka : * Laksanakan pengukuran Core Optik pada OTB / ODF dengan menggunakan OTDR untuk mengetahui letak titik putus kabel optik. * Laksanakan Kontingensi atau Switch core apabila masih ada spare core optik yang Idle dan baik. * Laksanakan Penggantian/Penyambungan kabel Optik ( Trouble Shooting).

Gambar Instalasi joint baru di tiang ( Kabel Udara ) : Arah Barat


Joint Barat . Km Tiang No. ( UC Barat ) Kabel FO IKI 500 meter Single Mode 12 Core Arah Timur Joint Timur . Km Tiang No. ( UC Timur )

1
Arah Barat

7
Arah Timur

Gambar Instalasi joint baru di Man/Hand-Hole ( Kabel Duct ) :

Term. A

Arah Barat

Arah Timur

Term. B

MH. IJK. 06/ 01 MH./ HH .

Sub duck
Joint Barat 12.716 Km dari Terminal A Joint Timur 12.890 Km dari Terminal A

Gambar Instalasi joint baru di Man/Hand-Hole ( Kabel Tanah ) :

Term. A

Arah Barat

Arah Timur

Term. B

3 Km

3 Km

3 Km

3 Km

MH. .

MH. .

MH. .

MH. .

MH. .