P. 1
Ch.6.Contoh Penerapan

Ch.6.Contoh Penerapan

|Views: 45|Likes:
Dipublikasikan oleh romygmail
ship
ship

More info:

Categories:Types, Research
Published by: romygmail on May 27, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/22/2013

pdf

text

original

Contoh Penerapan Penilaian Resiko

Risk Assessment Training Biro Klasifikasi Indonesia

BIRO KLASIFIKASI INDONESIA
18/10/2011 Risk Assessment Training 1

Kasus: Kapal Ferry Roro Terbakar • Step 1: Identifikasi tugas/pekerjaan/operasi  Persiapan keadaan darurat (elemen 8) menghadapi kebakaran di geladak kendaraan • Step 2: Identifikasi Hazard di geladak kendaraan  Api puntung rokok  Kendaraan bermotor  Muatan mudah terbakar/meledak (dangerous goods) BIRO KLASIFIKASI INDONESIA 18/10/2011 Risk Assessment Training 2 .

Skenario • Hazard : Api puntung rokok • Skenario : Insiden dan Accident  Insiden : Sisa minyak di geladak kendaraan  Accident : kebakaran di geladak kendaraan akibat api puntung rokok yang membesar karena ceceran minyak • Konsukuensi : kapal terbakar BIRO KLASIFIKASI INDONESIA 18/10/2011 Risk Assessment Training 3 .

Kasus: Kapal Ferry Roro Terbakar • Step 3: Identifikasi tindakan pengendali yang ada  Prosedur pemeriksaan sebelum kendaraan masuk  Terdapat tanda larangan merokok  Prosedur pemeliharaan pemadam api BIRO KLASIFIKASI INDONESIA 18/10/2011 Risk Assessment Training 4 .

Kasus: Kapal Ferry Roro Terbakar • Step 4: Evaluasi resiko RISK = FREQUENCY X CONSEQUENCE BIRO KLASIFIKASI INDONESIA 18/10/2011 Risk Assessment Training 5 .

Tabel Frekuensi BIRO KLASIFIKASI INDONESIA 18/10/2011 • Frekuensi kebakaran karena api puntung rokok = 3 (Reasonably probable) Risk Assessment Training 6 .

Tabel Konsekuensi • Konsukensi akibat kebakaran: 3 (severe damage) BIRO KLASIFIKASI INDONESIA 18/10/2011 Risk Assessment Training 7 .

Matriks Resiko • Resiko = High Medium (intolerable) BIRO KLASIFIKASI INDONESIA 18/10/2011 Risk Assessment Training 8 .

Segitiga ALARP • Perlu tindakan pengendali tambahan untuk menurunkan resiko sehingga mencapai ALARP BIRO KLASIFIKASI INDONESIA 18/10/2011 Risk Assessment Training 9 .

Contoh Form 1 BIRO KLASIFIKASI INDONESIA 18/10/2011 Risk Assessment Training 10 .

Tindakan Pengendali Resiko RISK = FREQUENCY X CONSEQUENCE • Cara menurunkan resiko  Mengendalikan frekuensi dengan pencegahan hazard dan/atau  Mengendalikan konsukuensi dengan mitigasi hazard BIRO KLASIFIKASI INDONESIA 18/10/2011 Risk Assessment Training 11 .

kendaraan & muatan Barrier 1 Tindakan Kendali SDM Prosedur Peralatan Barrier 2 Kendali konsukuensi Training PMK xyz FFE Risk Assessment Training Barrier 3 Kendali konsukuensi Training Mitigasi xyz Alat komunikasi 12 Kendali frekuensi Training inspeksi xyz CCTV. Public Addressor BIRO KLASIFIKASI INDONESIA 18/10/2011 .Skema Kejadian Hazard • Api puntung rokok Incident • Sisa minyak di car deck Accident • Kebakaran di car deck Consequence • Kerugian kapal.

Prosedur Barrier 1 Prosedur Inspeksi Inspeksi dek via patroli &CCTV Larangan penumpang di dek mobil Pastikan mesin kendaraan mati Pastikan kebersihan dek Barrier 2 PMK Pastikan pemeriksaan berkala FFE Uji fungsi FFE secara berkala Barrier 3 Mitigasi Evakuasi penumpang Evakuasi kendaraan Kontak pihak berwenang BIRO KLASIFIKASI INDONESIA 18/10/2011 Risk Assessment Training 13 .

Contoh Form 2 BIRO KLASIFIKASI INDONESIA 18/10/2011 Risk Assessment Training 14 .

Tabel Estimasi Efektifitas Tindakan Pengendali Resiko BIRO KLASIFIKASI INDONESIA 18/10/2011 • Pengadaan peralatan CCTV: 3 • Perubahan Prosedur Pemeliharaan PMK : 2 • Training Mitigasi: 2 Risk Assessment Training 15 .

Tabel Estimasi Biaya • Pengadaan peralatan CCTV : 3 • Perubahan Prosedur Pemeliharaan PMK : 2 • Training Mitigasi: 2 BIRO KLASIFIKASI INDONESIA 18/10/2011 Risk Assessment Training 16 .

Contoh Form 3 BIRO KLASIFIKASI INDONESIA 18/10/2011 Risk Assessment Training 17 .

Kesimpulan • Pembuatan/amandemen prosedur pemeliharaan FFE lebih baik untuk diterapkan (BCR lebih tinggi) • Kombinasi pengurangan frekuensi dan konsekuensi lebih diutamakan yang efektif dan BCR tinggi • Menempatkan tindakan pengendali sebagai barrier disetiap proses akan lebih efektif mencegah efek domino BIRO KLASIFIKASI INDONESIA 18/10/2011 Risk Assessment Training 18 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->