LAPORAN AKHIR

VII - 1

DESAIN NORMALISASI SUNGAI SIMPANG PASIR

BAB VII
DESAIN RINCI BANGUNAN PENGENDALI BANJIR

7.1.

NORNALISASI SUNGAI SIMPANG PASIR

7.1.1. Desain
A. Ruas 1 ( Outlet Stadion s/d SP 6+ 32 )
Sungai Simpang Pasir direncanakan dengan Kemiringan Dasar Stabil dari Outlet
Rencana Stadion Utama sampai dengan Muara ( Sungai Palaran ) yaitu sebesar
0.002 dengan lebar dasar sungai bervariasi . Sungai Simpang Pasir didesain
untuk dapat mengalirkan debit Kala Ulang 5 Tahunan

( Q5 ),

untuk kondisi

prediksi perubahan tataguna lahan
Ruas Outlet Stadion s/d SP 6+ 61

Sungai Simpang Pasir didesain dengan

dimensi sebagai berikut :

0.30

0.30

0.60

H

B

0.30

0.80

0.80

Luas DAS

:

4,218 Km2

Debit Rencana (Q5)

:

27,54 m3/dt

Panjang Ruas

:

321,28 m

Elevasi Dasar Hulu

:

+ 4,74

Elevasi Dasar Hilir

:

+ 4,10

Lebar ( B )

:

7,5 m

Tinggi Air Rerata ( h )

:

1,82 m

Kemiringan dinding ( m )

:

0

Material kontruksi

:

Pasangan batu ( angka manning , n = 0,02 )

Ruas 2 (SP 6+ 61 s/d SP 8 ) Ruas Outlet Stadion s/d SP 6+ 32 s/d SP 8 Sungai Simpang Pasir didesain dengan dimensi sebagai berikut : B 0.LAPORAN AKHIR VII .02 5x 1.048 27.80 0.2252/3 x 0.048 m/dt = AxV = = 13.82 = 13.30 0.14 m = A/P = = Kecepatan Aliran Kapasitas.14 ) 1.65 m2 = B + 2 x h ( 1 + m2 )0.5 = 2.002 Dengan data-data diatas selanjutnya dihitung kapasitas Sungai Simpang Pasir sebagai berikut : Luas Penampang Basah ( A ) Keliling Basah Saluran (P) Jari-jari Hidrolik ( R ) = = 7.5 = 11.54 m3/dt ) B.5 = 1 / 0.002 0.80 .65 / 11.65 x 2.30 0.30 0. (Q) B + (m x h ) x h + ( 13.2 DESAIN NORMALISASI SUNGAI SIMPANG PASIR Kemiringan dasar saluran (S) : 0.225 m = 1 / n x R2/3 x S0.60 H 0.82 ) x 1.96 m3/dt ( OK > 27.5 + ( 0 x 1.

5 = 11.272/3 x 0.88 x 2.86 m Kemiringan dinding ( m ) : 0 Material kontruksi : Pasangan batu ( angka manning .72 ) 1.0028 0.5 = 1 / 0.5 = 2.58 m3/dt ) .025 ) Kemiringan dasar saluran (S) : 0.88 m2 = B + 2 x h ( 1 + m2 )0.597 m3/dt ( OK > 36.11 m Elevasi Dasar Hulu : + 4.3 DESAIN NORMALISASI SUNGAI SIMPANG PASIR Luas DAS : 6.88 / 11.025 x 1.86x 1.0 m Tinggi Air Rerata ( h ) : 1.582 m3/dt Panjang Ruas : 116.0+ ( 0 x 1. (Q) B + (m x h ) x h = = Kecepatan Aliran = ( 14.10 Elevasi Dasar Hilir : + 3.86 = 14.0028 Dengan data-data diatas selanjutnya dihitung kapasitas Sungai Simpang Pasir sebagai berikut : Luas Penampang Basah ( A ) Keliling Basah Saluran (P) Jari-jari Hidrolik ( R ) 8.72 m = A/P = Kapasitas.78 Lebar ( B ) : 8. n = 0.27 m = 1 / n x R2/3 x S0.459 36.LAPORAN AKHIR VII .617 Km2 Debit Rencana (Q5) : 36.459 m/dt = AxV = = 14.

86 = 18. n = 0.26 m = A/P = = ( 18.167 Km2 Debit Rencana (Q5) : 36.26 ) 1.34 / 13.5 = 13.0 + ( 1 x 1.4 DESAIN NORMALISASI SUNGAI SIMPANG PASIR C. Ruas 3 ( SP 8 s/d SP 19+ 22 ) Ruas SP 8 s/d SP 19+22 Sungai Simpang Pasir didesain dengan dimensi sebagai berikut : h 1: m B Luas DAS : 6.58 m3/dt Panjang Ruas : 1260 m Lebar ( B ) : 8.LAPORAN AKHIR VII .86 m Kemiringan dinding ( m ) : 1 Material kontruksi : Saluran komposit ( angka manning .002 Dengan data-data diatas selanjutnya dihitung kapasitas Sungai Simpang Pasir sebagai berikut : Luas Penampang Basah ( A ) Keliling Basah Saluran (P) Jari-jari Hidrolik ( R ) = B + (m x h ) x h = 8.34 m2 = B + 2 x h ( 1 + m2 )0.0263 ) Kemiringan dasar saluran (S) : 0.86 ) x 1.38 m .0 m Tinggi Air Rerata ( h ) : 1.

5 DESAIN NORMALISASI SUNGAI SIMPANG PASIR Kecepatan Aliran Kapasitas.114 38.58 m3/dt ) = D.002 0.0015 Dengan data-data diatas selanjutnya dihitung kapasitas Sungai Simpang Pasir sebagai berikut : Luas Penampang Basah ( A ) = = B + (m x h ) x h 8.0263 x 1. n = 0.34 x 2.5 = 2.0258 ) Kemiringan dasar saluran (S) : 0.38 .LAPORAN AKHIR VII . Ruas 4 ( SP 19 + 22 s/d SP 29+ 50 ) Ruas SP 19+ 22 s/d SP 29+ 50 Sungai Simpang Pasir didesain dengan dimensi sebagai berikut : h 1: m B Luas DAS : 9.5 = 1 / 0.047 Km2 Debit Rencana (Q5) : 54.761 m3/dt ( OK > 36.382/3 x 0.38 m Kemiringan dinding ( m ) : 1 Material kontruksi : Saluran komposit ( angka manning . (Q) = 1 / n x R2/3 x S0.38 ) x 2.5 m Tinggi Air Rerata ( h ) : 2.114 m/dt = AxV = 18.799 m3/dt Panjang Ruas : 945 m Lebar ( B ) : 8.5 + ( 1 x 2.

6 DESAIN NORMALISASI SUNGAI SIMPANG PASIR Keliling Basah Saluran (P) Jari-jari Hidrolik ( R ) = 25.5 = 15. (Q) 1.0258 x 1.89 / 15.799 m3/dt ) = E.5 = 2.LAPORAN AKHIR VII .89 x 2.23 m = A/P = ( 25.702/3 x 0.136 m/dt = AxV = 25.597 m3/dt Panjang Ruas : 526 m Lebar ( B ) : 9.23 ) = Kecepatan Aliran Kapasitas.0015 0.70 m = 1 / n x R2/3 x S0. Ruas 5 ( SP 29 + 50 s/d SP 35+ 22 ) Ruas SP 29+ 50 s/d SP 35+ 22 Sungai Simpang Pasir didesain dengan dimensi sebagai berikut : h B Luas DAS : 11.61 m 1: m .091 Km2 Debit Rencana (Q5) : 68.5 = 1 / 0.89 m2 = B + 2 x h ( 1 + m2 )0.0 m Tinggi Air Rerata ( h ) : 2.136 55.319 m3/dt ( OK > 54.

2.RAS .7 DESAIN NORMALISASI SUNGAI SIMPANG PASIR Kemiringan dinding ( m ) : 1 Material kontruksi : Saluran komposit ( angka manning .38 ) 1.85 m = 1 / n x R2/3 x S0.5 = 16. n = 0.1.38 m = A/P = Kapasitas.61 = 30.30 m2 = B + 2 x h ( 1 + m2 )0.61 ) x 2.267 m/dt = AxV = = 30.597 m3/dt ) 7.5 = 1 / 0. (Q) B + (m x h ) x h = = Kecepatan Aliran = ( 30.708 m3/dt ( OK > 68. dengan dimensi sesuai dengan hasil perhitungan desain awal.5 = 2.0257 x 1.0015 Dengan data-data diatas selanjutnya dihitung kapasitas Sungai Simpang Pasir sebagai berikut : Luas Penampang Basah ( A ) Keliling Basah Saluran (P) Jari-jari Hidrolik ( R ) 9. Analisa Perhitungan Hidrolika Sungai Berdasarkan pada analisa sebelumnya disimpulkan bahwa bangunan pengendali banjir yang diperlukan untuk penanggulangan banjir daerah Simpang Pasir adalah Normalisasi Sungai dengan meningkatkan kapasitas sungai Simpang Pasir.0015 0. yang selanjutnya desain elevasi tanggul berdasarkan elevasi muka air Sungai Simpang Pasir hasil running program Hec .9572/3 x 0. Berikut disajikan Gambar dan Tabel hasil analisa hidrolika pengaruh Normalisasi Simpang Pasir.30 / 16.267 68.0257 ) Kemiringan dasar saluran (S) : 0.30 x 2.LAPORAN AKHIR VII . .0 + ( 1 x 2.

855 4.LAPORAN AKHIR VII .200 13.26 186.192 17 SP 9+50 51.408 2.090 18 SP 9+87 21.400 13.458 6.168 4.421 4.650 11.162 4.200 13.000 13.0020 0.940 4.854 7 A0+294 53.66 4.56 3.61 2.747 8 SP 6+61 23.259 5.086 3.637 24 SP 12+71 72.8 960.890 3.048 27.658 4.793 4.921 1.15 3.500 7.925 4.200 13.635 4.420 6.200 13.944 21 SP 11 49.131 29 SP 14+74 24.340 5.082 30 SP 15 25.379 5.233 4.928 4.39 3.914 2.1 DESAIN NORMALISASI SUNGAI SIMPANG PASIR NO JARAK ELEVASI ASLI ELEVASI DESAIN PATOK LANGS DASAR MUKA MUKA TANGG TOTAL DASAR UNG SUNGAI TANAH AIR UL 1 A0 0 0 7.789 2.541 7.74 4.970 4.766 6.21 3.38 1161.04 768.090 5.200 13.526 3.361 T DEBIT Rencana B Q5 DIMENSI SALURAN h m S n A P V Q 7.0263 18.446 5.728 2.38 4.060 4.500 7.540 7.246 5.882 5.036 4.934 4.832 3.54 2.200 36.200 13.846 22 SP 11+62 64.052 7.443 6.73 4.13 704.4 7.200 13.560 5.200 13.150 4.200 13.69 4.403 5.0028 0.8 1493.743 6.854 4.64 1515.970 6 A0+250 58.200 13.5 3.936 1.143 4 A0+150 50 150 7.344 5.508 6.114 38.633 5.100 6.459 6.532 39 SP 18+50 41.29 531.734 4.720 2.134 5.461 2.28 4.95 4.658 6.582 8 1.233 16 SP 9 20.500 27.848 4.243 3 A0+100 50 100 7.55 2.920 5.500 7.23 297.7 4.450 40 SP 19 40.694 5.69 1010.698 2.26 1452.268 4.288 5.416 4.22 386.368 41 SP 19+22 21.200 13.250 6.118 4.400 13.91 3.115 4.380 7.63 4.43 6.718 23 SP 12 40.935 6.57 2.29 1229.781 5.271 15 SP 8+79 19.254 6.182 5.521 4.200 13.887 6.269 4.880 11.62 492.238 3.3 7.777 6.284 4.000 36.595 10 SP 7+14 11.531 4.471 .74 882.82 0 0.32 582.160 6.833 34 SP 16+18 18.761 13.834 4.467 6.170 4.25 2.330 6.814 2.750 3.0250 13.761 4.003 20 SP 10+50 29.046 19 SP 10+19 21.015 4.821 1.235 28 SP 14+50 51.460 5.873 3.01 1411.81 2.597 8.235 4.322 5.488 5.716 2.459 36.02 400.004 3.224 5.3 4.520 12 SP 7+62 14.219 6.891 4.020 6.031 31 SP 15+50 49.625 3.01 4.28 4.19 3.196 4.71 4.752 4.343 2 A0+50 50 50 7.620 7.200 13.62 321.86 0 0.200 13.39 4.37 809.49 4.660 5.279 6.66 437.33 511.945 4.375 3.932 32 SP 15+83 31.59 3.465 6.223 5.995 6.746 2.400 13.005 2.740 3.1 359.52 7.640 6.491 25 SP 13 28.193 4.409 5.910 4.000 ( Variasi ) 8.200 13.334 27 SP 14 49.201 4.500 7.601 4.61 626.002 0.063 4.516 1.261 2.395 4.200 ( Variasi ) 13.700 9 SP 7 38.744 3.104 4.86 1 0.8 DESAIN NORMALISASI SUNGAI SIMPANG PASIR TABEL VII .643 6.482 4.668 3.500 8.264 5.796 35 SP 16+58 40.873 3.370 6.766 36 SP 17 39.200 13.87 4.431 4.900 5.12 1309.44 655.340 13.53 1086.797 4.565 11 SP 7+37 16.583 3.000 8.17 244.799 2.780 5.200 13.046 3.34 4.490 5.920 4.381 14 SP 8+52 54.819 6.11 370.037 4.736 37 SP 17+50 50.960 7.200 13.53 1112.634 38 SP 18 51.527 3.582 8 1.400 13.5 1.147 6.434 26 SP 13+50 49.190 6.000 8.140 2.592 5.180 6.98 1360.304 13.89 1211.482 13 SP 8 36.671 5.966 6.332 4.300 5.288 5.02 4.460 7.44 3.836 4.500 ( Variasi ) 7.043 5 A0+200 36.7 3.28 3.965 5.640 2.154 4.949 4.498 2.300 4.74 604.543 6.869 33 SP 16 17.910 3.68 910.200 13.8 1193.809 3.0250 14.68 3.580 1.26 6.500 7.87 1270.96 1062.036 4.400 13.

894 15.207 2.03 1782.280 -0.52 F:\PASIR\[DESAIN SPSBARU.564 -0.49 49 SP 22+50 48.800 14.3 56 SP 25+40 41.xls]COBA ELEVASI ASLI DASAR MUKA SUNGAI TANAH 2.225 0.302 0.449 0.354 2.928 3.49 46 SP 21 53.873 0.509 1.800 14.1 2475.53 68 SP 30+50 50.664 -0.LAPORAN AKHIR VII .430 2.100 14.0258 25.100 14.92 1607.54 58 SP 26 22.013 2.100 14.34 1683.800 14.089 2.105 1.800 68.88 2.336 2.232 2.02 3.210 3.100 14.55 3.580 4.385 1.5 2.100 14.890 3.975 3.728 0.135 2.608 4.007 0.1 2800.517 2.597 9 2.098 1.61 66 SP 29+50 32.302 16.77 2103.100 14.5 2.303 1.100 14.153 0.579 2.496 0.859 3.502 2.55 2726.267 68.390 -0.129 3.750 1.65 3062.280 -0.852 3.690 0.38 51 SP 23+50 49.606 0.951 1.680 2.9 2958.99 1831.100 14.9 1881.801 0.293 4.001 3.100 14.137 0.53 2902.573 3.247 2.07 64 SP 29 49.341 1.100 14.597 -0.914 1.733 3.100 14.372 3.543 0.4 2026.009 3.07 57 SP 25+80 40.894 15.298 3.100 14.353 1.503 3.026 2.325 0.807 1.635 1.800 14.181 2.82 44 SP 20+25 11.727 1.143 1.74 45 SP 20+50 22.172 1.611 2.63 2191.800 ( Variasi ) 14.076 3.175 14.138 2.041 1.35 71 SP 31+70 36.54 2005.48 50 SP 23 49.973 0.369 2.790 2.192 2.790 3.444 -0.63 1733.539 1.741 1.100 ( Variasi ) 14.747 0.0258 25.83 47 SP 21+50 49.100 54.55 69 SP 31 50.14 43 SP 20 32.98 70 SP 31+33 32.503 1.100 14.055 1.288 1.800 14.015 .952 15.485 3.185 2.858 2.510 1.142 0.319 14.100 14.87 2315 62 SP 28 47.07 3083.984 0.304 1.48 54 SP 24+55 21.7 76 SP 33+80 35.33 60 SP 27 72.288 1.800 14.197 4.680 2.050 3.270 0.45 80 SP 35+22 21.762 -0.047 1.710 2.64 3016.007 0.926 1.17 75 SP 33+30 52.14 2557.706 4.033 2.43 2657.629 4.9 72 SP 32 29.100 14.26 77 SP 34 19.815 14.443 0.549 3.658 0.800 14.836 3.92 3.403 0.622 0.21 73 SP 32+50 44.100 54.248 2.37 2690.922 2.452 3.51 65 SP 29+15 15.464 4.0015 0.16 2165.0257 30.377 1.991 2.02 2607.38 1 0.100 14.286 1.184 2.743 2.75 1630.0015 0.081 0.38 1 0.623 0.627 1.803 3.829 3.062 2.696 1.7 59 SP 26+28 25.61 1 0.88 55 SP 25 34.708 14.693 2.520 3.280 T DEBIT Rencana B Q5 DIMENSI SALURAN h m S n A P V Q 14.962 -0.27 2.210 2.84 1931.553 3.13 61 SP 27+50 50.94 63 SP 28+50 48.353 2.228 1.133 1.811 -0.16 78 SP 34+58 58.13 2411.252 1.72 1979.644 4.270 0.799 8.313 4.799 8.444 2.232 2.649 2.750 4.020 2.100 14.8 79 SP 35 45.708 -0.42 2061.94 53 SP 24+28 25.876 1.181 2.47 2143.125 2.370 4.361 -0.535 0.151 3.450 3.100 14.800 14.46 48 SP 22 49.936 0.436 1.39 67 SP 30 49.743 2.486 3.991 ELEVASI DESAIN MUKA TANGG DASAR AIR UL 1.206 2.523 -0.136 55.425 2.244 2.483 0.89 1563.0015 0.431 1.281 2.640 4.024 1.725 2.800 14.504 3.053 1.920 3.806 2.501 3.004 0.86 2850.683 2.22 52 SP 24 48.224 3.590 3.456 1.319 14.114 1.31 2756.56 2938.567 1.78 2508.454 1.94 2362.887 -0.44 2460.922 2.910 2.488 1.291 3.411 0.31 74 SP 33 49.167 2.8 2264.100 14.060 2.100 14.136 55.382 2.100 14.9 DESAIN NORMALISASI SUNGAI SIMPANG PASIR DESAIN NORMALISASI SUNGAI SIMPANG PASIR NO JARAK PATOK LANGS TOTAL UNG 42 SP 19+70 47.751 2.236 2.68 1595.404 1.

00 -2.LAPORAN AKHIR VII .00 0 250 500 750 1000 1250 1500 1750 2000 2250 2500 2750 3000 3250 Jarak (m) DASAR TANGGUL AKHIR DASAR ASLI MUKA AIR MUKA TANAH .00 3.00 7.00 2.00 -1.10 DESAIN NORMALISASI SUNGAI SIMPANG PASIR 8.00 1.00 5.00 6.00 0.00 Elevasi 4.

2. Metodologi Suatu permukaan tanah miring dengan sudut tertentu dengan terhadap bidang horisontal dan tidak dilindungi. kelongsoran lereng dapat terjadi.1. maka komponen berat tanah yang sejajar dengan kemiringan lereng akan menyebabkan tanah bergerak ke arah bawah. Gambar VII – 2 Teori Stabilitas Lereng Bila komponen berat tanah tersebut cukup besar.11 DESAIN NORMALISASI SUNGAI SIMPANG PASIR 7.LAPORAN AKHIR VII .2. Angka Keamanan Faktor aman didefinisikan sebagai nilai banding antara gaya yang menahan dan gaya yang mengerakan atau : F = Diamana τ τ τd adalah tahanan geser yang dapat dekerahkan oleh tanah. τd adalah . Hal ini dikarenakan gaya dorong ( driving force ) melampaui gaya berlawanan yang berasal dari kekuatan geser tanah sepanjang bidang longsor. dinamakan sebagai tebing/lereng tak tertahan. Lereng ini dapat terjadi secara alamiah atau buatan. Faktor yang diperlukan dalam pemeriksaan stabilitas lereng adalah menghitung dan membandingkan tegangan yang terbentuk sepanjang permukaan retak yang paling mungkin dengan kekuatan geser dari tanah yang bersangkutan. Bila permukaan tanah tidak datar. STABILITAS TEBING/LERENG 7.

3. dilakukan dengan memakai metode irisan bidang luncur bundar (circle method and circular slip surface) yang secara teknis dilakukan dengan bantuan program CAPSS. Umumnya faktor aman terhadap kuat geser tanah diambil lebih besar atau sama dengan 1.2. yaitu kohesi dan geseran .2. Kekuatan geser tanah terdiri dari dua komponen . Stabilitas Terhadap Guling Untuk menentukan stabilitas terhadap guling dihitung dengan persamaan berikut : Sf = (Mt / Mg) > SF . 7.LAPORAN AKHIR DESAIN NORMALISASI SUNGAI SIMPANG PASIR VII . φ.2. dan F adalah factor aman. dan dapat dituliskan sebagai berikut : τ = c +σ tan φ dengan : c = kohesi φ = sudut geser tanah σ = tegangan normal rata-rata pada permukaan bidang longsor Demikian juga dengan tagangan geser tanah yang bekerja pada bidang longsor. τd = cd +σ tan φd cd = kohesi φd = sudut geser yang bekerja pada bidang longsor 7. dalam hal ini berupa koordinat (x. dan c) dari hasil investigasi geologi.3.12 tegangan geser yang terjadi akibat gaya berat tanah yang akan longsor.1. − Karakteristik material timbunan dan pondasi (γ. Input dari program ini meliputi : − Dimensi.y). STABILITAS KONSTRUKSI 7. Pendekatan Perhitungan Dalam analisa stabilitas lereng.

2.3 7.13 DESAIN NORMALISASI SUNGAI SIMPANG PASIR Dengan : Sf = faktor keamanan SF = faktor keamanan yang diijinkan Mt = Momen tahan Mg = Momen guling 7. Stabilitas Terhadap Daya Dukung Tanah Penentuan stabilitas terhadap daya dukung tanah didasarkan pada anggapan bahwa tanah pondasi merupakan bahan elastis.6 .3.5 0. Stabilitas Terhadap Geser Untuk menentukan stabilitas terhadap geser dihitung dengan persamaan sebagai berikut : Keadaan Normal Sf = f (V-U) + c A > SF H Dengan : Sf = faktor keamanan f = koefisien gesekan bahan V = resulatan gaya vertikal ditinjau terhadap bidang geser (ton) U = resulatan gaya uplift ditinjau terhadap bidang geser (ton) H = resulatan gaya horisontal ditinjau terhadap bidang geser (ton) c = kohesi bahan (ton/m2) A = luas dasar yang ditinjau (m2) SF = faktor keamanan yang diijinkan Tabel VII-2 Harga Koefisien Gesekan Bahan BAHAN Pasangan batu pada batu Batu keras berkualitas baik Kerikil Pasir Lempung f 0.4 0.3.75 0.3.0.LAPORAN AKHIR VII . .75 0.

14 DESAIN NORMALISASI SUNGAI SIMPANG PASIR Jika e < L/ 6 − σ max / σ min = ΣV {1 ± 6e } < σ ijin A L Jika e > L/ 6 σ max = 2Σ V < σ ijin LX X = 3 ( B/2 – e ) . 1948 ) .LAPORAN AKHIR VII .Σ Mv . e = Σ Mh .L ΣV 2 Dengan : σ = besar reaksi daya dukung tanah (t/m2 ) e = eksentrisitas pembebanan (m) σ ijin= daya dukung ijin tanah (t/m2 ) L = panjang pondasi (m) B = lebar pondasi A = luas dasar pondasi per meter panjang (m2 ) X = lebar efektif dari kerja reaksi pondasi (m) Daya dukung ijin adalah beban maksimum yang dapat ditahan oleh tanah jenis lempung tanpa mengalami keruntuhan berdasarkan Nilai N ditentukan dari Tabel ( Terzaghi & Peck.

90 0.LAPORAN AKHIR VII . guling.20 1. β = faktor tak berdimensi.60 α c Nc + γ z Nq + β γ B Nγ qu / F Untuk tanah clay/lempung . Nq.4 4 .8 8 . tergantung sudut geser tanah 7.3.60 .80 .60 0.80 > 4.4.90 . Nγ = faktor tak berdimensi. tergantung bentuk telapak pondasi z = kedalaman pondasi di bawah permukaan tanah B = lebar telapak pondasi F = faktor keamanan (2 – 3) c = kohesi tanah cu = Unconfined Compressive ( Kohesi Tanah clay ) γ = berat volume tanah q = Beban Nc.80 4.30 . Faktor Keamanan Untuk dapat memberikan keamanan struktur terhadap kestabilan geser.30 30 > Daya Dukung Ijin ( Kg / cm2 ) Pondasi bujur sangkar 0.80 1.0. maka pada Tabel VII .00 .22 .45 0.80 Pondasi Memanjang 0.0.1.1. dan daya dukung. disajikan suatu besaran angka keamanan yang dipakai sebagai pedoman dalam perhitungan struktur.2 2 .0.45 .00 .4.2.40 .20 .40 2.30 0.3.15 DESAIN NORMALISASI SUNGAI SIMPANG PASIR Tabel VII-3 Hubungan Antara Angaka N SPT Dengan Daya Dukung Ijin Konsistensi Sangat Lunak Lunak Sedang Kaku Sangat Kaku Keras qu = σ ijin = N 0 .22 0.15 15 .0.60 > 3. maka qu = cu Nc + q Dengan : qu = daya dukung batas α. dengan sudut geser dalam sebesar 0o.0.4. .

633 7.24 AMAN DAYA DUKUNG TANAH MAXIMUM MINIMUM 5.01 2.20 PERHITUNGAN STABILITAS KONSTRUKSI DAN STABILITAS LERENG Berikut ini disajikan hasil analisa stabilitas knstruksi dan kelerengan untuk masingmasing bentuk profil pada ruas sungai Simpang Pasir A.833 -3.58 1.4. Angka Keamanan Stabilitas Konstruksi Yang Diijinkan Angka Keamanan Kondisi 7.472 5.20 1.17 2.00 1.16 DESAIN NORMALISASI SUNGAI SIMPANG PASIR Tabel VII – 4 .434 -5.LAPORAN AKHIR VII .50 1.048 -4.46 2.50 Gempa 1.272 -3.033 4. Ruas 1 dan Ruas 2 ( Outlet Stadion/A0 s/d SP 8 ) Tabel VII – 5 Hasil Analisa Stabilitas Lereng dan Stabilitas Konstruksi Ruas 1 dan Ruas 2 KONDISI Kosong Tanpa Gempa Kosong Dengan Gempa Penuh Tanpa Gempa Penuh Dengan Gempa KETERANGAN GESER GULING 1.847 .27 2.55 AMAN 2. Geser Guling Normal 1.

70 2.387 ADA TANGGUL KONDISI Kosong Tanpa Gempa Kosong Dengan Gempa Penuh Tampa Gempa Penuh Dengan Gempa KETERANGAN STABILITAS PERKUATAN TEBING KONDISI Kosong Tanpa Gempa Kosong Dengan Gempa KETERANGAN DAYA DUKUNG TANAH MAXIMUM MINIMUM 14.812 27.33 AMAN 1.082 13.44 7.12 6.06 4.880 3.22 AMAN GESER GULING KELERENGAN 1.LAPORAN AKHIR VII .275 19.48 2.54 AMAN DAYA DUKUNG TANAH MAXIMUM MINIMUM 7.61 AMAN 1.068 2.32 1.964 32.15 AMAN GESER GULING KELERENGAN 1.661 -0.33 1.36 63.22 1.87 2.406 -11.36 AMAN 6.15 2.53 1.661 -46.99 AMAN 2.621 14.17 DESAIN NORMALISASI SUNGAI SIMPANG PASIR B.22 AMAN 1.94 AMAN 1.40 7.54 1. Ruas 3 ( SP 8 s/d SP 19+22 ) Tabel VII – 6 Hasil Analisa Stabilitas Lereng dan Stabilitas Konstruksi Ruas 3 KONDISI Kosong Tanpa Gempa Kosong Dengan Gempa Penuh Tampa Gempa Penuh Dengan Gempa KETERANGAN GESER GULING KELERENGAN 2.203 .449 5.463 10.647 -0.69 1.33 1.46 13.753 8.14 1.60 7.

572 27.LAPORAN AKHIR VII .02 2.07 4.54 1. Ruas 5 ( SP 29+50 s/d SP 35+22 ) Tabel VII – 7 Hasil Analisa Stabilitas Lereng dan Stabilitas Konstruksi Ruas 5 KONDISI Kosong Tanpa Gempa Kosong Dengan Gempa Penuh Tampa Gempa Penuh Dengan Gempa KETERANGAN GESER GULING KELERENGAN 1.675 10.265 2.15 1.44 3.21 AMAN DAYA DUKUNG TANAH MAXIMUM MINIMUM 14.37 13.23 1.40 7.406 -11.07 AMAN 6.12 5.294 13.21 1.94 AMAN 1.807 -9.18 DESAIN NORMALISASI SUNGAI SIMPANG PASIR C.23 1.298 -51.20 AMAN DAYA DUKUNG TANAH MAXIMUM MINIMUM 7.706 3.580 8.964 32.880 31.612 -46.645 5.49 2.60 7.117 19.22 7.88 2.30 1.921 0.229 ADA TANGGUL KONDISI Kosong Tanpa Gempa Kosong Dengan Gempa Penuh Tampa Gempa Penuh Dengan Gempa KETERANGAN DAYA DUKUNG TANAH MAXIMUM MINIMUM 14.22 7.04 4.34 16.476 13.20 1.647 -0.30 1.661 -2.33 AMAN 1.203 D.02 AMAN GESER GULING KELERENGAN 1.97 AMAN 1.66 3.71 2.38 63.81 AMAN 6.38 7.729 1.99 AMAN 2.232 .907 26.621 16. Ruas 4 ( SP 19+22 s/d SP 29+50 ) Tabel VII – 7 Hasil Analisa Stabilitas Lereng dan Stabilitas Konstruksi Ruas 4 KONDISI Kosong Tanpa Gempa Kosong Dengan Gempa Penuh Tampa Gempa Penuh Dengan Gempa KETERANGAN GESER GULING KELERENGAN 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful