Anda di halaman 1dari 8

Atmosfer dan Laut

Anggun Putri Rismini Hapsari Titi Mumpuni Auliawan Dirga Nur Ichsan Adtya Andika Fikrian Hadid Septiyan Firmansyah Adnan Ibrahim Sila Kartika Sari Asep Nuryadi Maulana Amin Putra Yanuar Yogha Pradana
ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO 2012

Atmosfer ialah lapisan gas dengan ketebalan ribuan kilometer yang terdiri atas beberapa lapisan dan berfungsi melindungi bumi dari radiasi dan pecahan planet lain (meteor).

Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca dalam waktu yang panjang dan jangkauan wilayah yang luas. Perubahan iklim adalah berubahnya kondisi fisik atmosfer bumi antara lain suhu dan distribusi curah hujan yang membawa dampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan manusia (Kementerian Lingkungan Hidup, 2001).

Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem

mengakibatkan terganggunya ekosistem hutan dan sebagainya sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer

Pemanasan global

Istilah perubahan iklim sering digunakan secara tertukar dengan istilah pemanasan global, padahal fenomena pemanasan global hanya merupakan bagian dari perubahan iklim, karena parameter iklim tidak hanya temperatur saja, melainkan ada parameter lain yang terkait seperti presipitasi, kondisi awan, angin, maupun radiasi matahari.

Pemanasan global
merupakan peningkatan rata-rata temperatur atmosfer yang dekat dengan permukaan bumi dan di troposfer, yang dapat berkontribusi pada perubahan pola iklim global. Pemanasan global terjadi sebagai akibat meningkatnya jumlah emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer. Naiknya intensitas efek rumah kaca yang terjadi karena adanya gas dalam atmosfer yang menyerap sinar panas yaitu sinar infra merah yang dipancarkan oleh bumi menjadikan perubahan iklim global (Budianto, 2000 dalam BAKL-LAPAN, 2010).

Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gununggunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut

Kenaikan temperatur menyebabkan es dan gletser di Kutub Utara dan Selatan mencair. Peristiwa ini menyebabkan terjadinya pemuaian massa air laut dan kenaikan permukaan air laut. Hal ini membawa banyak perubahan bagi kehidupan di bawah laut, seperti pemutihan terumbu karang dan punahnya berbagai jenis ikan. Sehingga merusak ekosistem hutan bakau, serta merubah sifat biofisik dan biokimia di zona pesisir (BAKL-LAPAN, 2010).