Anda di halaman 1dari 21

Lift

Untungnya, Lift di dunia nyata memiliki begitu banyak fitur keselamatan yang mana hal semacam tersebut diatas kecil kemungkinannya untuk terjadi, namun walaupun demikian jangan terlalu yakin akan teknologi rekayasa buatan manusia sebab semua ada limitnya, kekuatan doa adalah yang utama sebab manusia berusaha Tuhan jua yang menentukan, maka tetaplah berhati-hati. Elevator atau lift adalah sebuah alat transportasi yang digunakan untuk memindahkan barang atau manusia secara vertikal dari lantai atas ke lantai bawah atau sebaliknya. Karena lift, manusia telah mampu membangun gedung-gedung tinggi pencakar langit, karena salah satu hambatan terbesar untuk bangunan-bangunan tinggi adalah masalah transportasi ke lantai-lantai atas. Dengan menggunakan lift, masalah itu telah diselesaikan dan karena hukum akses terhadap pengguna kursi roda, lift sering merupakan persyaratan dalam bangunan baru yang memiliki beberapa lantai.

Berdasarkan hoist mekanisme angkatnya lift dapat dibagi atas: 1. Traction Elevators 2. Hydraulic Elevator 3. Climbing Elevator 4. Paternoster Dan berdasarkan pemakaiannya lift dapat dibagi atas: 1. Lift Penumpang 2. Lift Service 3. Dump Waiter Konsep lift adalah sangat sederhana hanya sebuah kompartemen terikat pada sebuah sistem mengangkat, mengikatkan sepotong tali pada sebuah kotak. Sebuah lift pada dasarnya adalah sebuah landasan platform atau kabin, baik yang ditarik ataupun didorong ke atas oleh sebuah peralatan mekanis. Sebuah lift modern terdiri dari sangkar ( cage, sangkar) yang dipasang di dalam ruang tertutup yang disebut shaft atau hoistway. Lift modern tentu saja jauh lebih rumit, menggunakan sistem mekanis yang lebih maju dibanding pendahulunya untuk menangani substansial dari berat sangkar lift dan muatannya. Selain itu, lift membutuhkan mekanisme kontrol sehingga penumpang dapat mengoperasikan lift dan mereka perlu alat pengaman untuk menjaga agar semuanya berjalan lancar.

Dalam sebuah traksi lift, sangkar ditarik oleh tali baja ke atas melalui alur katrol, disebut sheave. Berat sangkar diseimbangkan dengan bandul penyeimbang. Kadang-kadang dua lift selalu bergerak serentak dalam arah berlawanan dan saling mengimbangi. Gesekan antara tali dan pulley katrol menghasilkan traksi sehingga jenis ini dinamakan traksi lift. Lift hidrolik menggunakan prinsip hidrolik untuk menekan yang ada di atas tanah atau piston ada di dalam tanah untuk menaikkan dan menurunkan sangkar. Untaian hidrolika menggunakan kombinasi tali dan kekuatan hidrolik untuk menaikkan dan menurunkan sangkar. Teknologi yang digunakan dalam instalasi baru tergantung pada berbagai faktor. Lift hidrolik lebih murah, tapi menginstal silinder yang lebih besar dari pada panjang tertentu menjadi tidak praktis untuk shaft lift yang sangat tinggi. Untuk bangunan yang jauh lebih dari tujuh lantai, traksi lift harus digunakan sebagai gantinya. Lift hidrolik biasanya lebih lambat daripada traksi lift. Referensi pertama tentang lift terdapat di dalam karya-karya arsitek Romawi Vitruvius, yang menyatakan bahwa Archimedes membangun lift pertama, mungkin di 236 SM, dalam beberapa sumber sastra periode sejarah lift kemudian disebut-sebut sebagai cabs, menggunakan tali rami dan didukung dengan tangan atau dengan kekuatan hewan yang dipasang di biara Sinai Mesir. Pada abad ketujuh belas prototipe lift yang terletak di bangunan istana di Inggris dan Perancis. Pada 1793 Ivan Kulibin menciptakan lift dengan mengangkat sekrup mekanisme untuk istana musim dingin Santo Petersburg. Pada tahun 1816 didirikan sebuah lift di bangunan utama dari sub-desa bernama Arkhangelskoye Moskow. Pada tahun 1823, sebuah ruang yang dapat naik memulai debutnya di London. Pada tahun 1853, Elisha Otis memperkenalkan sistem keselamatan lift, yang mencegah jatuhnya sangkar jika kabel putus. Beberapa dari inovasi yang dibuat oleh Otis dalam bidang pengendalian otomatis adalah Sistem Pengendalian Sinyal, Peak Period Control, Sistem Autotronik Otis dan Multiple Zoning, desain keselamatan lift Otis agak mirip dengan salah satu jenis yang masih digunakan sampai sekarang. Sebuah perangkat governur melibatkan knurled rol (s), mengunci lift ke lift pemandu jika terjadi kecepatan yang berlebihan. Pada 23 Maret 1857, lift Otis pertama dipasang di 488 Broadway di New York City. Dan pada tahun 1867 Charles dan Norton mengembangkan warisan yang ditinggalkan oleh Otis sang ayah dengan membentuk Otis Brothers & Co. Pada tahun 1889 Otis mengeluarkan mesin elevator listrik direct-connected geared pertama yang sangat sukses. Dan pada tahun 1903, Otis memperkenalkan desain yang akan menjadi tulang punggung industri elevator,yaitu : elevator listrik gearless traction yang dirancang dan terbukti mengalahkan usia bangunan itu sendiri. Hal ini membawa pada berkembangnya jaman struktur-struktur tinggi, termasuk yang paling menonjol adalah Empire State building dan World Trade Center di New York, John Hancock Center di Chicago dan CN Tower di Toronto. Lift listrik pertama dibuat oleh Werner von Siemens pada tahun 1880. Keamanan dan kecepatan lift listrik mengalami peningkatan drastis dibuat oleh Frank Sprague. Instalasi Lift Pemberian energi listrik pada lift harus berasal dari cabang tersendiri, mulai dari pemutus hubung bagi utama atau dari panel utama dengan diberi tanda yang jelas dan terang. Motor listrik yang digunakan adalah motor listrik 3 phasa 50 Hz. Contoh konstruksi lift ditunjukkan pada Gambar Gbr. Contoh Kontruksi Lift. Bagian-bagian Lift Bagian-bagian mekanik yang ada pada lift adalah: Batang peluncur terbuat dari kerangka baja profil yang tegak berdiri setinggi struktur gedung. Sangkar Lift berfungsi sebagai tempat penumpang sejumlah 6-10 orang yang bergerak naik-turun melalui kerangka atau batangbatang peluncur tersebut. Dalam sangkar lift dilengkapi dengan tomboltombol tekan untuk memberhentikan lift pada

lantai tertentu. Selain itu juga dilengkapi dengan pintu gingsir yang digunakan untuk masuk dan keluarnya penumpang dan pada pintu juga dilengkapi dengan alat pengaman. Kabel baja telanjang lemas berinti banyak. Salah satu ujungnya diikat pada sangkar sedang ujung lainnya melalui roda piringan bagian atas, turun ke bawah selanjutnya di ikat pada bandul pemberat yang memiliki berat sedikit lebih berat dari beratnya sangkar, yaitu sebesar 45% lebih. Karena adanya bandul pemberat maka untuk menaikkan dan menurunkan sangkar lifttidak memerlukan tenaga yang besar. Pada lift juga ada satu lagi kabel baja yang melingkari roda piringan ( disk), satu roda di atas dikamar mesin dan yang satu lagi berada di bawah dipasang pada dasar lorong lift. Kabel ini digerakkan oleh piringan di atas yang digerakkan oleh motor listrik berjalan/berputar ke kanan dan ke kiri yang membuat sangkar lift naik turun karena pada satu titik dari kabel yang naik turun ini diikatkan pada sangkarnya. Untuk menjaga keselamatan para penumpang, pada setiap lift memiliki beraneka ragam alat pengaman, baik pengaman mekanis maupun elektris dengan tingkat kepekaan dan faktor keamanan yang tinggi. Pada sistem pengendali atau kontrol semua peralatan pengaman dan tanda-tanda untuk mendeteksi setiap tujuan yang serba otomatis digunakan electronic box (plc) yang dipasang pada ruang mesin lift dan umumnya berada diatas shaft atau hoistway: Macam peralatan dan pengaman pada lift Penentuan berat sangkardipengaruhi oleh berat sangkar ditambah dengan 45% lebih muatan. Pada saat sangkar berkedudukan di tempat yang paling atas, masih ada ruang bebas setinggi 175 cm, sedang pada kedudukan paling bawah, masih ada ruang bebas dengan jarak 75 cm. Jika terjadi lift berhenti melebihi titik teratas atau terbawah, lift akan menyentuh saklar akhir dan lift segera berhenti. Setiap saklar akhir terdapat dua saklar di atas dan di bawah hingga merupakan pengaman ganda. Pada dasar lorong lift terdapat tonggak penahan sebagai pengaman, masingmasing untuk lift dan bandul pemberat Piringan PP memiliki alat centrifugal yang segera berkembang dan membuka saklar dan membuat lift berhenti. Jika lift turun lebih cepat 6% dari kecepatan normal. Jika lift meluncur ke bawah cepat sekali (jika kabelnya putus) yang berarti roda PP ikut berputar cepat juga. Alat pengaman yang dapat menahan kabelnya dan pada saat kabel ditahan maka kabel akan cukup kuat untuk menarik cakar pengaman yang akan menjepit dengan keras batang peluncur dan lift segera berhenti (seperti rem pada sangkar api). Pada saat lift berhenti, pintu lorong dan pintu sangkar akan membuka dan menutup sendiri secara otomatis dalam waktu 8 detik dan cukup waktu untuk keluar masuknya penumpang. Diantara daun pintu lorong dan daun pintu sangkar terdapat daun pintu pengaman yang menonjol lebih dari tutup pintu yang menonjol tersebut karena letaknya jika terdapat badan atau anggota badan yang terjepit akan tertekan lebih dulu masuk kedalam dan mematikan aliran motor listrik penggerak ke dua daun pintu yang ada dan gerakan pintu berhenti seketika. Pada sangkar terdapat lampu tanda bahaya untuk terjadinya gangguangangguan dan kemacetan-kemacetan dan apapun jenis gangguan dapat diatasi dengan segera. Jenis gangguan yang terjadi diantaranya adalah: tidak ada tegangan listrik, sumber tegangan mati, pintu macet, dan lain-lainnya. Pada sangkar terdapat telepon yang sewaktu-waktu dapat digunakan menghubungi petugas lift atau operator yang selalu berada di kamar mesin. Lampu-lampu bahaya dan juga alat telepon dapat aliran dari baterai.

Keterangan Gambar Gbr. Contoh Kontruksi Lift


PT PP TP PPN KM DC rem BP TP A B C D KB

:Piringan traksi untuk 3 kabel baja :Piringan pengatur jalannya sangkar sangkar (tempat beban) :Kabel baja pengatur juga menggerakkan mekanik pengaman :Piringan penegang :Kamar mesin tepat di atas lorong lift :Cakar pengaman yang dapat mengait keras tonggak peluncur sebagai :Batang peluncur :Tonggak pengaman :Kawat baja dimasukkan tabung besi cor B :Tabung besi cor :Kerangka sangkar bagian atas (frame atas) :Pegas (pir) penyerap getaran :Kabel baja

Pada sistem lift yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut: Kapasitas angkut, dinyatakan dalam Kg atau total jumlah orang. Kecepatan gerak, dinyatakan dalam meter/menit. Jumlah lantai yang dilayani, mencakup jumlah stop/opening dari pintu lift Jarak gerak, sangkar lift pada posisi terendah s/d teratas dinyatakan dalam meter.

Over head, jarak aman yang ditentukan dari lantai teratas s/d lantai ruang

mesin. Kedalaman pit, sangat ditentukan berdasarkan kecepatan lift. Ukuran bersih shaft. Jenis pintu (center opening atau side opening) Sistem Kerja, Simplex, lift bekerja secara individual & tidak terpengaruh oleh lift yang lain. Duplex, 2 lift yang bekerja dalam 1 kontrol Group control, beberapa lift yang bekerja dalam 1 kontrol.

Kriteria tersebut sangat mempengaruhi dalam penetapan kapasitas, kecepatan dan jumlah lift yang akan dipakai dalam suatu gedung. Peralatan Utama & Fungsi Mesin pengangkat (hoisting machines), Berupa motor listrik dengan transmisi menggunakan gear atau gearless. Rem o Rem menggunakan sisyem arus listrik. o Sistim kontrol rem saling mengunci (interlock) secara elektris dengan sirkuit kontrol motor listrik, direncanakan dan diatur rem hanya bekerja untuk memegang kabin lift pada saat lift sudah berhenti dan rem tidak digunakan untuk memberhentikan lift o Sangkar lift berhenti darurat, untuk melepas rem dilakukan secara manual Katrol (sheaves) o Terbuat dari cor. Kawat penggantung (ropes) Ropes untuk kabin lift & counter weight terbuat dari baja berpilin Rel penuntun (guide rails). Untuk kabin lift & counter weight dipasang menggunakan bracket dan terikat kuat pada struktur bangunan. Bandul pengimbang (counterweight) o Terbuat dari balok besi tuang yang dipasang tersusun pada rangka baja. o Mampu memberi keseimbangan sebesar berat kabin lift kosong ditambah 40% 45% berat beban maksimum Sepatu Penuntun (guide metal shoe), Terpasang kuat pada bagian atas & bawah kabin lift & counterweight. Buffer, Terpasang dibawah sangkar lift & counter weight. Sangkar Lift Penumpang. o Rangka Sangkar Elevator Dibuat dari profil baja yang dicat anti karat Pada rangka ini terdapat paling sedikit empat buah sliding type guide shoes, dimana dua buah terletak pada bagian atas sangkar dan yang lain pada bagian bawah sangkar tepat guide rail. o Lantai Sangkar Terbuat dari plat baja yang dicat anti karat. Bagian bawah dilapisi peredam suara. Ukuran dan kekuatan sesuai kapasitas angkut. o Dinding Sangkar Terbuat dari plat baja dicat, stainless Steel Hairline Finish atau bahan lain yang dipakai & dibuat sesuai disain Arsitektur. Bagian luar dilapisi peredam suara. o Langit-langit Sangkar Terbuat dari plat baja yang dicat anti karat.

Ketinggian tidak kurang dari 2300 mm dimana terdapat pintu darurat yang hanya bisa dibuka dari atas sangkar dan dilengkapi safety switch sehingga lift tidak beroperasi selama pintu tersebut dibuka. Terdapat penerangan normal & darurat dengan sumber daya dari batere yang akan menyala pada saat listrik utama padam. Terdapat Exhaust Grille dengan Exhaust Fan untuk ventilasi. Bagian atas dilapisi peredam suara. o Pintu Sangkar Terbuat dari plat baja dicat, stainless Steel Hairline Finish atau bahan lain yang dipakai & dibuat sesuai disain Arsitektur. Terdiri atas dua panel side opening. Penggerak pintu sangkar adalah motor listrik yang dilengkapi dengan alat pengatur kecepatan. Indikator Sangkar, Integrated dengan Sangkar Operating Panel dilengkapi dengan penunjuk arah pergerakan sangkar. Indikator posisi sangkar dan bel. o Sangkar Operating Panel Terbuat dari SS plate dengan hairline finish atau sesuai pesanan. Terdiri atas peralatan sebagai berikut : Pushbutton untuk setiap lantai Pushbutton untuk membuka pintu Pushbutton untuk emergency stop On-Off switch untuk lampu penerangan On-Off switch untuk exhaust fan Key-switch untuk indipendent operation Lampu dan atau buzzer tanda kelebihan penumpang Pushbutton untuk intercom Plat nama pabrik pembuat o Magnetic Landing Device, Untuk memberhentikan sangkar lift pada setiap lantai yang dituju dengan toleransi +/- 5 mm dari lantai yang bersangkutan. Landing Door o Mempunyai type dan dimensi yang sama dengan pintu sangkarnya. o Dilengkapi dengan wide jamb atau narrow jamb. o Terbuat dari plat baja dicat, stainless Steel Hairline Finish atau bahan lain yang dipakai & dibuat sesuai disain Arsitektur. o Dilengkapi dengan kunci pembuka secara manual dan interlock secara elektris dan mekanis dan dilengkapi dengan alat penutup otomatis dengan weight closer. Door Sills dan Toe Guards o Terletak dibawah pintu, terbuat dari Extruded Alumunium yang didudukkan pada beton yang telah disediakan.

Istilah Pada Konstruksi Lift

Top Clearance (F) : Jarak ruang bebas yg aman antara bagian paling atas sangkar dengan plafond ruang luncur jika ada orang diatas sangkar. Pit Depth (E): Kedalaman dari pit / bagian bawah ruang luncur/sumuran. Jamb : Kusen pintu lift. Ada narrow jamb dan wide jamb. Main Rail : Rel pemandu untuk agar sangkar bisa berjalan vertikal tidak berayun dan sebagai sa-rana untuk pengereman darurat. Counterweight Rail : Rel untuk memandu jalannya bobot imbang. Rail Bracket : braket untuk memasang rel. RG, Rail Gauge : jarak ujung rel ke ujung rel yang lain. Counterweght : bobot imbang untuk mengim-bangi berat sangkar. Sangkar : Sangkar tempat berdiri penumpang naik turun. Overhead (C): Jarak dari lantai teratas dengan plafond ruang luncur . Sill : Profil alumunium dibawah pintu lift (Sangkar door dan Hall Door). Sangkar Door : Pintu sangkar lift. Hall Door atau Landing Door : Pintu luar atau Pintu lantai. Hall Lantern : Lampu kedip yang menunjukkan kedata-ngan lift atau arahnya. Traveling distance (D): Jarak gerak dari lantai paling bawah sampai lantai paling atas dalam kondisi operasi normal. Door height (G) : Tinggi pintu lift. Main sheave : Roda utama yang ada pada mesin/motor lift.

Pada bagian berikut, kita akan melihat bagaimana unsur-unsur keselamatan ini bekerja untuk menjaga agar tidak meluncur jatuh ke tanah jika terjadi kesalahan. Berikut ini sebagian dari rincian fitur keselamatan yang ada pada sebuah lift: Pengunci Kabel : Dalam sistem kabel lift, kabel baja disambung ke simpul sangkar atas cakra katrol (sheave). Sebuah sheave adalah sebuah katrol dengan sisi permukaan bulat berlekuk, di bagian atas poros lift. Alur sheave menggenggam kabel baja. Jadi, ketika sebuah motor listrik memutar sheave, kabel-kabel ikut bergerak. Kabel yang mengangkat sangkar juga terhubung ke bandul penyeimbang, yang menggantung di sisi lain sheave. Sangkar dan bandul penyeimbang keduanya berjalan bersamaan tapi berlawanan arah sepanjang rel baja. Hampir semua katrol lift memiliki beberapa kabel totalnya antara empat sampai delapan. Bahkan jika satu kabel terputus, kabel yang tersisa akan mampu mempertahankan lift tetap beroperasi dan pada kenyataannya, hanya satu kabel saja sudah cukup. Pengaman dan Pengaturan Governur: Mari kita berandai-andai jika semua kabel itu terputus, safety lift akan menendang masuk pengaman sistem pengereman pada sangkar lift yang menjepit jalur rel naik dan turun yang ada di hoistway (shaft) lift. Beberapa pengaman menjepit rel, sementara yang lain menggerakkan ganjal apit ke dalam rel. Biasanya, pengaman diaktifkan oleh kecepatan mekanis governur. Governur adalah katrol yang berputar ketika lift bergerak, ketika governur berputar terlalu cepat, gaya sentrifugal akan mengaktifkan sistem pengereman. Pada bagian bawah lift: Jika pengaman lift gagal, sangkar akan jatuh dengan cepat, tetapi Anda tidak akan benar-benar berada dalam keadaan jatuh bebas. Gesekan dari rel di sepanjang shaft dan tekanan dari udara di bawah sangkar akan memperlambat sangkar anjlok, dampaknya sangkar akan berhenti dan anda akan terjerembab terbanting ke lantai lift, sebab menurut teori anda akan merasa lebih ringan dari biasanya. Akan tetapi terdapat dua hal yang akan meredam benturan: Pertama, Sangkar lift akan menekan udara di bagian bawah shaft ketika jatuh, seperti piston memampatkan udara kedalam pompa sepeda. Tekanan udara akan memperlambat sangkar lift ke bawah. Kedua, Kebanyakan kawat lift memiliki penahan terhadap guncangan (build-in shock absorber) pada bagian bawah shaft, biasanya seperti piston atau shock breacker atau spiral baja di dalam silinder berisi cairan minyak dan ini akan meminimalisir dan melindungi dampak juga. Dengan semua fitur ini di tempat, Anda akan memiliki peluang bagus untuk bertahan hidup pada setiap kecelakaan lift. Piranti Sistim Pengaman Lift Yang Perlu Ketahui. Ada banyak alat pengaman yang dipasang pada konstruksi lift, diantaranya : Circuit Breaker, berfungsi : Memutuskan sumber tenaga listrik dari panel induk (sub panel) ke panel control lift. Menjaga peralatan elektronik dari lift jika terjadi arus lebih (over current). Governoor, berfungsi : Memutuskan aliran listrik ke panel control lift jika governor mendeteksi over speed pada traffic lift atau roda pulley governoor. Menjepit kawat sling governor (catching).Secara mekanik bandul governor akan menjepit kawat sling governor (rope governor) dan dengan terjepitnya sling ini,maka sling ini akan menarik safety wedge pada unit safety gear/safety wedge yang terletak di bawah car lift dan akan mencengkaram rail untuk melakukan pengereman secara paksa terhadap lift. Upper Final Limit Switch,berfungsi : Merupakan double proteksi untuk menghentikan operasi lift jika switch batas atas gagal beroperasi. Lower Final Limit Switch, berfungsi : Merupakan double proteksi untuk menghentikan opersi lift jika switch batas bawah gagal beroperasi. Upper Limit Switch, berfungsi : Berfungsi menjaga lift beroperasi melewati batas travel lantai tertingginya. Lower Limit Switch, berfungsi : Menjaga lift beroperasi melewati batas travel lantai terendahnya.

Emergency Exit (manhole),berfungsi : Penumpang dapat di tolong/evakuasasi dari

dalam sangkar melalui manhole ini pada saat emergency.Manhole ini hanya dapat di buka dari sisi luar bagian atas.jika pintu ini terbuka lift otomatis akan berhenti. Emergency Light, berfungsi : Lampu emergency akan menyala secara otomatis jika terjadi pemdaman sumber listrik.Lampu ini dapat bertahan rata-rata sampai dengan 15 menit. Safety Gear/Safety Wedge, berfungsi : Melakukan pengereman (menjepit) terhadap rail jika governor mendeteksi terjadinya over speed. Lock Out, berfungsi : Terletak di sisi sebelah atas dari pintu luar lift yang memungkinkan untuk di buka jika ingin melakukan pertolongan darurat pada penumpang jika terjadi emergency. Door Lock Switch,berfungsi : Mencegah pintu terbuka pada saat lift sedang beroperasi (running).Pintu hanya dapat di buka setelah sangkar berhenti. Interphone,berfungsi : Penumpang dapat berkomunikasi dengan petugas teknisi (building maintenance) di ruang mesin,ruang control atau ruang security jika terjadi pemdaman listrik atau hal emergency. Safety Shoe,berfungsi : Mendeteksi gangguan pada saat pintu akan menutup dan membuka kembali jika mendeteksi sesuatu.Photocell dapat di gunakan secara bersamaan safety shoe ini. Weighing Device (pendeteksi beban),berfungsi : Memberikan / mengaktifkan buzzer alarm pada saat weighing device ini mendeteksi beban sangkar yang berlebih.jika weighing device ini aktif pintu lift akan tetap terbuka sampai dengan sangkar di kurang bebannya. Apron, berfungsi : Mencegah penumpang terjatuh ke dalam hoistway (ruang luncur lift) pada saat penumpang mencoba keluar ketika lift berhenti tidak level. Buffer, berfungsi : Jika sangkar atau counterweight (beban penyeimbang) bergerak kea rah paling bawah,buffer akan mengurangi terjadinya shock (guncangan).

Tak seperti pada rem mobil, rem mesin lift hanya berfungsi untuk menahan lift pada saat lift berhenti. Terjadi perlambatan lift/deselerasi tidak disebabkan oleh rem lift tetapi oleh sistim kontrol lift. sehingga kanvas rem lift umurnya sangat lama. Governor berfungsi untuk memberhentikan lift jika terjadi kecepatan lebih. Cara mematikan lift ada 2 cara : Mematikan lift dengan melakukan pengereman mesin melalui pemutusan saklar governor pada kecepatan lebih tingkat pertama. Jika saklar governor aktif sedangkan lift masih belum berhenti, maka penjepit rope governor (grip) akan jatuh dan rope berhenti dan mengaktifkan rem darurat (safety device) yang ada di samping sangkar. Setelah tali governor tertahan, rem darurat yang berada disamping kiri dan kanan sangkar akan lansung aktif menjepit rel pemandu. Karena bentuknya yang tirus, semakin turun sangkar, maka jepitan terhadap rel semakin kuat dan tetap memaksa sangkar berhenti. Pintu luar selain dilengkapi kunci kait agar selalu mengunci, juga dilengkapi dengan saklar pengaman. Saklar ini berfungsi agar waktu pintu lift terbuka, sangkar dijamin akan tetap berhenti. Bahaya mengancam jika pintu terbuka lift bisa jalan. Sama seperti pada pintu luar, pintu sangkar dilengkapi dengan saklar pintu sehingga jika pintu sangkar terbuka, lift tidak bisa jalan.

Traksi Lift

Yang paling populer adalah desain traksi lift atau lift bertali. Pada traksi lift, sangkar dinaikkan dan diturunkan dengan memanfaatkan daya tarik tali baja bukan didorong dari bawah seperti pada lift hidrolik. Tali melekat pada sangkar lift dan dilingkarkan di sekitar sheave (3). Sebuah sheave hanyalah sebuah katrol dengan permukaan yang dikitari alur. Sheave menggenggam kawat kerek (hoist ropes), jadi ketika sheave berputar, kawat hoist juga ikut bergerak. Sheave terhubung ke motor listrik (2). Ketika motor bergerak kesuatu arah sheave meningkatkan level lift dan ketika motor beralih ke arah lain sheave menurunkan lift. Pada gearless lift, motor langsung memutar sheave dan pada geared lift, motor memutar rentetan roda gigi yang memutar sheave. Umumnya, sheave, motor dan sistem kontrol (1) seluruhnya ditempatkan di sebuah kamar khusus mesin lift di atas shaft. Tali kawat yang mengangkat sangkar juga terhubung ke bandul penyeimbang (4), yang tergantung di sisi lain sheave. Berat bandul pengimbang yang hampir sama dengan berat sangkar ditambah sampai 40% dari kapasitas. Dengan kata lain, ketika sangkar dipenuhi 40% dari kapasitas atau jumlah rata-rata, maka bandul penyeimbang dan sangkar berada pada keseimbangan sempurna. Tujuan dari keseimbangan ini adalah untuk menghemat energi. Dengan beban yang sama di setiap sisi sheave, hanya dibutuhkan sedikit tenaga untuk mencapai keseimbangan ujung yang satu terhadap ujung yang lainnya. Pada dasarnya, motor hanya untuk mengatasi gesekan, beban berat di sisi lain melakukan sebagian besar dari kerja. Dengan kata lain, menjaga keseimbangan tingkat energi potensial yang hampir konstan dalam sistem secara keseluruhan. Menggunakan kenaikan energi potensial di dalam sangkar lift membuatnya turun ke ground, penambahan energi potensial dalam bobot menyebabkan bandul penyeimbang naik ke puncak shaft. Hal yang sama terjadi sebaliknya ketika lift naik. Sangkar lift dan bandul pengimbang, keduanya berjalan diatas rel pemandu (5) sepanjang sisi dari shaft lift. Rel menjaga sangkar dan bandul pengimbang dari guncangan dan juga bekerja bersama sistem pengaman untuk menghentikan sangkar apabila dalam keadaan darurat. Traksi lift jauh lebih fleksibel daripada lift hidrolik, serta lebih efisien. Umumnya juga memiliki lebih banyak sistem keselamatan. Geared Traction Machines digerakkan oleh motor listrik AC atau DC. Mesin pengarah menggunakan roda gigi cacing untuk mengontrol pergerakan sangkar mekanis lift dengan

menggulung tali baja lebih dari satu alur pengarah yang terpasang pada gearbox dan digerakkan oleh motor dengan kecepatan tinggi. Sesuai dengan namanya, disain motor listrik ini menggerakkan sebuah gear type reduction unit yang memutar hoisting sheave. Walaupun lebih lambat dibanding gearless elevator, gear reduction memberikan keunggulan yaitu memerlukan motor dengan tenaga yang lebih kecil untuk memutar sheave. Elevator ini bergerak dengan kecepatan 350 sampai 500 kaki per menit (1.75 sampai 2.5 meter per detik) dan mengangkut beban sampai 30.000 pound (13.600 kg). Rem yang dikendalikan dengan listrik antara motor dan reduction unit menghentikan elevator, dengan menahan sangkar lift di lantai yang dikehendaki. Gearless Traction Machines kecepatan rendah (Low RPM), torsi tinggi didukung oleh motor listrik AC atau DC. Dalam kasus ini, alur pengarah secara langsung menempel pada ujung motor. Elevator semacam ini bergerak dengan kecepatan lebih dari 500 kaki per menit (2,54 meter per detik). Pada Gearless Traction Machine, kawat baja pilin yang disebut hoisting rope dihubungkan dengan bagian atas sangkar lift dan dililitkan pada drive sheave di dalam alur khusus. Ujung yang satu lagi dari tiap kabel dihubungkan dengan sebuah counterweight yang turun naik di jalur angkat guide railnya sendiri. Gabungan berat sangkar lift dan counterweight menekan kabel ke dalam drive sheave grooves, dengan demikian memberikan daya tarik yang diperlukan pada saat sheave berputar. Teknologi gearless ini memungkinkan adanya gedung tertinggi di dunia saat ini. Sebuah rem dipasang antara motor dan alur pengarah atau gearbox untuk memegang lift diam di lantai. Rem ini biasanya merupakan jenis drum eksternal dan digerakkan oleh gaya pegas dan pembuka elektrik, kegagalan daya akan menyebabkan rem berfungsi dan mencegah lift jatuh. Berat bandul pengimbang biasanya sama dengan berat dari sangkar lift plus 40-50 persen dari kapasitas lift. Pada sistem geared atau gearless yang masing-masing digunakan pada instalasi gedung dengan ketinggian menengah dan tinggi, sangkar lift tergantung di ruang luncur oleh beberapa kawat baja katrol (ropes), biasanya dua puli katrol dan sebuah bandul pengimbang bobot (counterweight). Bobot sangkar dan counterweight menghasilkan traksi yang memadai antara puli katrol dan hoist ropes sehingga puli katrol dapat menggegam hoist ropes dan bergerak serta menahan sangkar tanpa selip berlebihan. Sangkar dan counterweight bergerak sepanjang rel yang vertikal agar mereka tidak berayun-ayun. Mesin untuk menggerakkan lift terletak di ruang mesin yang biasanya tepat di atas ruang luncur sangkar. Untuk memasok listrik ke sangkar dan menerima sinyal listrik dari sangkar ini, dipergunakan sebuah kabel listrik multi-wire untuk menghubungkan ruang mesin dengan sangkar. Ujung kabel yang terikat pada sangkar turut bergerak dengan sangkar sehingga disebut sebagai kabel bergerak (traveling cable). Mesin geared memiliki motor dengan kecepatan lebih tinggi dan penggerak sheave dihubungkan dengan poros motor melalui gir di gear box yang dapat mengurangi kecepatan rotasi poros motor menjadi kecepatan drive-sheave rendah. Mesin gearless memiliki motor kecepatan rendah dan puli katrol penggerak dihubungkan langsung ke poros motor.

Escalator

Escalator adalah sebuah perangkat transportasi conveyor untuk mengangkut orang dan juga barang, yang terdiri dari step anak tangga yang bergerak ke atas atau ke bawah pada trek, yang menetapkan setiap permukaan anak tangga pada posisi horisontal. Sebuah Walkway bergerak, Sidewalk bergerak, Walkalator, Travelator atau Moveator adalah Conveyor Belt yang bergerak lambat yang mengangkut orang secara horisontal atau pada bidang miring, cara yang sama berlaku juga pada sebuah escalator. Dalam kedua kasus, pengendara dapat berjalan atau berdiri. Sidewalk sering diberikan secara berpasangan, satu untuk setiap arah. Sebagai sebuah daya gerak, tangga yang bergerak terus-menerus dirancang untuk mengangkut penumpang naik dan turun secara vertikal jarak pendek, escalator digunakan di seluruh dunia untuk lalu lintas pejalan kaki yang bergerak dimana jika lift digunakan menjadi tidak praktis. Tempat utama penggunaan escalator meliputi pusat perbelanjaan, bandara, sistem transit, pusat perdagangan, hotel dan gedung-gedung publik. Manfaat dari escalator terhitung banyak, karena memiliki kapasitas untuk memindahkan sejumlah besar manusia dan dapat ditempatkan dalam ruang fisik yang sama seperti akan tangga, tidak ada interval waktu tunggu, kecuali jika lalu lintas yang sangat padat, dapat digunakan untuk mengarahkan orang menuju pintu keluar utama atau pameran khusus, dan memungkinkan ketahanan terhadap cuaca pada penggunaan mengarah ke pintu keluar. Escalator dan sepupunya moving walkways yang didukung oleh motor arus bolak-balik kecepatan konstan dan bergerak sekitar 0,3-0,6 m per detik (1-2 ft/s). Sudut kemiringan maksimum escalator terhadap garis horizontal adalah 30 derajat dengan panjang standar sekitar 18 m (60 ft). Escalator modern memiliki anak tangga (step) logam dalam simpul tertutup yang bergerak pada trek. Escalator biasanya digunakan secara berpasangan dengan satu unit naik dan unit yang lain turun, namun di beberapa tempat, khususnya toko-toko dan stasiun tidak ada escalator turun, yang ada hanya escalator naik saja. Escalator modern di gedung-gedung dan pusat perbelanjaan memiliki sisi kaca yang memperlihatkan gerakannya dan meskipun kebanyakan escalator berbentuk lurus namun beberapa ada yang menggunakan versi melengkung. Sebagian besar escalator mempunyai pegangan tangan (handrails) yang bergerak berkisar mengikuti gerakan tangga. Arah gerakan keatas atau kebawah dapat ditetapkan secara permanen atau dapat juga dikendalikan oleh personil sesuai dengan waktu atau secara otomatis dapat dikendalikan oleh siapa saja yang datang pertama, apakah kearah bawah atau kearah atas dan tentu saja sistem ini diprogram sehingga arah tidak terbalik saat seseorang berada di escalator. Dua kasus terakhir, harus ada pendekatan alternatif. Sejumlah faktor yang mempengaruhi desain escalator, termasuk persyaratan fisik, lokasi, pola lalu lintas, pertimbangan keselamatan dan pilihan estetika. Terutama, faktor fisik seperti bentangan jarak vertikal dan horizontal harus dipertimbangkan. Faktor-faktor ini akan menentukan ketinggian puncak escalator dan panjang yang sebenarnya. Kemampuan

membangun infrastruktur untuk mendukung komponen yang berat juga merupakan keprihatinan fisik penting. Lokasi sangat penting karena escalator harus terletak, dimana dapat dengan mudah dilihat oleh publik. Di department store, pelanggan harus dapat melihat barang dagangan dengan mudah. Selanjutnya, lalu lintas naik dan turun escalator harus terpisah secara fisik dan tidak boleh mengarahkan ke ruang-ruang terbatas. Pola lalu lintas juga harus diantisipasi dalam desain escalator. Dalam beberapa bangunan tujuannya adalah hanya untuk memindahkan orang dari satu lantai kelantai yang lain, tetapi ditempat lain mungkin ada persyaratan yang lebih spesifik, seperti menyalurkan pengunjung menuju pintu keluar utama atau pameran. Jumlah penumpang juga penting karena escalator dirancang hanya untuk membawa muatan dalam jumlah maksimum tertentu. Sebagai contoh, sebuah escalator tunggal bergerak sekitar 0,45 m per detik dapat memindahkan sekitar 170 orang per periode lima menit, model yang lebih luas sekitar 0,6 meter per detik dapat menangani sebanyak 450 orang dalam periode waktu yang sama. Kapasitas angkut escalator harus sesuai dengan lalu lintas puncak yang diminta. Hal ini sangat penting pada aplikasi di mana terdapat peningkatan mendadak jumlah penumpang. Sebagai contoh, escalator digunakan di stasiun kereta api harus didesain untuk melayani puncak arus lalu lintas kepulangan dari kereta, tanpa menyebabkan antrian berlebihan dipintu masuk escalator. Tentu saja, keamanan juga menjadi perhatian utama dalam desain escalator. Perlindungan kebakaran lantai escalator-pembukaan dapat disediakan dengan menambahkan alat penyiram otomatis atau jendela tahan api untuk pembukaan, atau dengan menginstal escalator dalam api tertutup dilindungi aula. Untuk membatasi bahaya overheating, ventilasi untuk ruang-ruang yang berisi motor dan roda gigi harus disediakan. Ini adalah pilihan yang tangga tradisional yang terletak berdekatan dengan escalator jika escalator adalah sarana utama transportasi antara lantai. Mungkin juga diperlukan untuk memberikan berdekatan dengan mengangkat lift escalator untuk kursi roda dan penyandang cacat. Akhirnya, pertimbangan harus diberikan kepada estetika escalator. Arsitek dan desainer dapat memilih dari berbagai gaya dan warna untuk pegangan tangan dan berwarna panel samping. Lebar step escalator standart Ukuran Sangat Kecil Kecil Millimetre Inchi 400 mm 16 in Kapasitas Step Satu penumpang dgn kaki sejajar Satu penumpang Satu penumpang dengan satu paket bawaan atau koper Dua penumpang dengan orang lain dapat melewatinya Penggunaan Desain lama, sudah jarang digunakan saat ini Tempat bervolume rendah, bagian teratas department store atau ruangan terbatas Pusat perbelanjaan, department store, bandara kecil Arus utama sistem bawah tanah, bandara besar, stasiun kereta api, beberapa bangunan toko pelayanan eceran

600 mm

24 in

Sedang 800 mm

32 in

Besar

1000 mm

40 in

Components a. Top and Bottom Landing Platforms Lantai pendaratan berbentuk plat datar (platform) dibagian ujung Atas dan Bawah. Dua bagian ini merupakan rumah bagi kedua bagian melengkung dari rel, roda gigi dan motor yang menggerakkan tangga. Platform bagian atas berisi perakitan motor dan perlengkapan penggerak utama, sementara bagian bawah pemegang tuas-tuas sprocket yang kembali. Bagian ini juga ujung penyangga jangkar escalator. Selain itu, platform berisi plat lantai dan plat sisir (comb plate). Plat lantai menyediakan tempat bagi penumpang untuk berdiri sebelum mereka melangkah ke tangga yang bergerak. Plat ini sama datar dengan lantai dan dapat dipindahkan untuk memudahkan akses ke mesin dibagian bawahnya. Plat comb adalah bagian antara plat lantai yang tetap dan anak tangga yang bergerak. Dinamakan demikian karena sebagian sisinya memiliki serangkaian paku yang menyerupai gigi sisir. Gigi-gigi yang renggang ini selaras dengan alur sisi tangga. Desain ini diperlukan untuk memperkecil gap antara tangga dan pendaratan dan membantu mencegah benda-benda dari luar terperangkap dalam gap dan ruang dibawah platform. b. The Truss adalah struktur gugus batang logam berongga penyangga bawah dan atas landing. Bagian ini terdiri dari dua bagian sisi tergabung bersama dengan palang penjepit lintasan di bagian bawah dan dibagian atas. Ujung-ujung truss yang melekat pada platform landing atas dan bawah melewati kerangka baja atau beton pendukung. Truss ini membawa semua bagian trek secara lurus yang menghubungkan bagian atas dan bawah. c. The Tracks Sistem trek dibangun ke dalam truss untuk memandu rantai anak tangga, yang secara terus-menerus menarik anak tangga dari lantai platform bawah dan kembali ke puncak dalam loop tanpa henti. Sebenarnya ada dua trek: Satu untuk roda depan tangga disebut step-wheel track dan satu untuk roda belakang tangga disebut trailer-wheel track. Posisi relatif trek ini menyebabkan anak-anak tangga membentuk sebuah tangga ketika mereka bergerak keluar dari bawah plat comb. Sepanjang bagian lurus dari truss, rel berada pada jarak terpisah maksimum. Konfigurasi ini memaksa bagian belakang dari satu anak tangga berada pada sudut 90 derajat relatif terhadap anak tangga sesudahnya. Sudut siku-siku ini melipat anak tangga ke bentuk tangga. Di bagian atas dan bawah escalator, kedua track bertemu sehingga roda depan dan belakang dari anak tangga hampir dalam segaris lurus. Hal ini menyebabkan tangga rebah di seperti lembaran flat datar tersusun, satu demi satu, sehingga mereka dapat dengan mudah melakukan perjalanan dibagian lipatan melengkung trek. Trek membawa anak-anak tangga turun sepanjang sisi bawah truss sampai mencapai dasar tangga, di mana anak-anak tangga melewati bagian lengkung lain dari trek sebelum keluar dari bawah tangga. Pada titik ini trek yang terpisah dan anak-anak tangga sekali lagi memulai konfigurasi sebuah kasus tangga. Siklus ini diulang terus-menerus sebagai anak-anak tangga yang ditarik dari bawah ke atas dan kembali ke bawah lagi. d. The Step Anak-anak tangga solid dan berdiri sendiri, utuh, dicetak dari aluminium tuang. Lembaran karet dapat ditempelkan pada permukaannya untuk mengurangi slip dan garis demarkasi kuning dapat ditambahkan untuk memperjelas bagian sisi-sisinya. Sisi yang mendahului dan mengikuti jejak setiap anak tangga yang memiliki kisi-kisi yang menonjol seperti sisir atau seperti tonjolan berlubang dengan plat comb di bagian atas dan bawah platform. Anak-anak tangga dihubungkan oleh untaian rantai besi hingga membentuk sebuah loop tertutup dengan setiap anak tangga dapat melipat. Bagian sisi depan dan belakang dari anak tangga masing-masing terhubung ke dua roda. Roda belakang diatur terpisah lebih lanjut untuk masuk ke trek belakang dan as roda depan harus lebih pendek untuk masuk ke trek sempit depan. Seperti dijelaskan di atas, posisi dari kontrol trek ber-orientasi anak tangga. e. The Railing Pagar yang memberikan pegangan yang nyaman untuk penumpang agar mereka naik escalator. Hal ini dibangun dari empat bagian yang berbeda. Di tengahtengah pagar adalah slider, juga dikenal sebagai glider ply, yang merupakan lapisan dari katun atau sintetis tekstil. Tujuan dari lapisan slider adalah untuk memungkinkan pagar untuk bergerak dengan lancar di sepanjang jalur. Lapisan berikutnya, yang

dikenal sebagai tension member, terdiri dari salah satu kabel baja atau pita flat baja. Ini memberikan pegangan (handrail) yang memiliki kekuatan tarik dan juga fleksibel. Di atas tension member adalah komponen konstruksi inti, yang terbuat dari karet dibuat secara kimia yang dirancang untuk mencegah lapisan menjadi terpisah. Akhirnya, lapisan luar, satu-satunya bagian yang benar-benar dapat dilihat, adalah karet penutup, yang merupakan campuran polimer dan karet sintetis. Penutup ini dirancang untuk melawan degradasi dari kondisi lingkungan, sobek dan perusakan oleh manusia. Railing dibangun dari campuran karet dianalisa melalui komputer, mesin terkontrol tekanan untuk menghasilkan ukuran lapisan dan jenis urutan yang diperlukan dalam rangka untuk mencocokkan urutan khusus. Komponen lapisan kain, karet dan baja dibentuk oleh pekerja yang terampil sebelum dimasukkan ke dalam menekan, di mana mereka kemudian dijadikan satu. Ketika diterapkan, railing selesai ditarik sepanjang trek dengan rantai yang terhubung ke penggerak gear utama oleh serangkaian katrol.

Gbr. 1 Escalator Komponen pendukung sebuah escalator: Electric Motor, Motor Listrik Drive Gear, Penggerak Gear Handrail Drive, Penggerak Handrail Handrail, Sabuk tegangan bergerak Step, Anak Tangga Return Wheel, Roda Pembalikan Chain Guide, Rantai Pemandu Inner Rail, Rel Dalam

Gbr. 2 Escalator Protection

Gbr. 3 Escalator 1. Lower Landing, Platform yang terletak di kaki escalator. 2. Upper Landing, Platform yang terletak di ujung atas escalator. 3. Comb. Bagian dari peralatan escalator yang memiliki gigi seperti sisir yang cocok dengan alur step untuk mencegah benda-benda kecil memasuki mekanisme internal escalator. 4. Step, Diartikulasikan sebagai bagian horisontal yang berdiri pada saat naik atau turun (anak tangga bergerak). 5. Skirt, Bagian proyeksi dari setiap sisi escalator, fungsinya adalah untuk mengamankan susunan tangga. 6. Balustrade, Bagian pagar pengaman di setiap sisi escalator. 7. Newel, Bagian bulat balustrade, yang terletak di ujung tangga. 8. Handrail, Bagian pegangan yang bergerak atau sabuk pagar bergerak sepanjang pegangan

Forklift
Sebuah forklift (juga disebut truk lift, tinggi / rendah, stacker-truk, loader trailer, sideloader, truk garpu, derek-motor atau garpu hoist) adalah industri powered truk yang digunakan untuk mengangkat dan transportasi bahan. The forklift modern dikembangkan pada 1920-an oleh berbagai perusahaan, termasuk transmisi manufaktur perusahaan Clark dan perusahaan kerekan Yale & Towne Manufaktur . forklift telah sejak menjadi bagian tak terpisahkan dari peralatan di bidang manufaktur dan pergudangan operasi.
o

Sejarah

Toyota Angkat Truk Pertama . Pertengahan abad ke-19 melalui awal abad 20 melihat perkembangan yang menuju forklift modern saat ini. Railroad Pennsylvania pada tahun 1906 diperkenalkan truk Platform didukung baterai untuk memindahkan barang-barang di mereka Altoona, Pennsylvania stasiun kereta api. Perang Dunia I melihat perkembangan dari berbagai jenis material handling peralatan di Britania Raya oleh Ransomes, Jeffries Sims dan dari Ipswich. Ini sebagian disebabkan oleh kekurangan tenaga kerja yang disebabkan oleh perang. Pada 1917 Clark di Amerika Serikat mulai mengembangkan dan menggunakan traktor dan traktor mengangkat powered bertenaga di pabrik-pabrik mereka. Pada tahun 1919 Perusahaan Towmotor dan Yale & Towne Manufaktur di tahun 1920 memasuki pasar truk angkat di Amerika Serikat. . Melanjutkan pengembangan dan penggunaan yang diperluas forklift terus melalui tahun 1920-an dan 1930-an. Perang Dunia II, seperti Perang Dunia I sebelumnya, mendorong penggunaan truk forklift dalam upaya perang. Setelah perang, metode yang lebih efisien untuk menyimpan produk di gudang sedang dilaksanakan. Gudang diperlukan truk forklift lebih bermanuver yang bisa mencapai ketinggian lebih besar. model forklift baru dibuat yang memenuhi kebutuhan ini. Pada tahun 1956 Toyota memperkenalkan model pertama mengangkat truk, LA Model, di Jepang dan dijual forklift pertama di Amerika Serikat pada tahun 1967. Desain jenis

Sebuah truk forklift dipasang disebut "Moffet".

Raymond baru mencapai truk. Perhatikan pantograph memungkinkan perpanjangan dari garpu di gang ketat. Mesin listrik ini beratnya lebih dari 7000 dan dapat mengangkat 4.000 sampai 24 kaki di udara. Berikut ini adalah daftar jenis truk angkat lebih umum. Hal ini diatur dari jenis terkecil lift untuk terbesar: Hand pallet truk Walkie truk angkat rendah (truk palet powered, biasanya bertenaga listrik) Rider truk rendah angkat Towing traktor Talkie stacker Rider stacker Reach truk (forklift kecil, dirancang untuk gang-gang kecil, biasanya bertenaga listrik, sehingga bernama karena garpu dapat memperpanjang untuk mencapai beban) Electric counterbalanced truck IC counterbalanced truck Sideloader Teleskopik handler Walkie Order Picking truk Rider Order Picking truk (biasanya disebut "Order Picker"; seperti forklift kecil, kecuali rides operator sampai dengan beban dan transfer itu pasal per pasal) Lorong Sempit Sangat diartikulasikan diimbangi truk (umumnya disebut "Flexi atau Bendi Truck") Truck Dipandu Lorong Sempit Sangat truk - 'Man Down' (sejenis truk mencapai dirancang untuk gang kurang dari lima kaki lebar) dan 'pickcle Kombinasi Man Riser' Picker / Stacker truk Truck Mounted Forklift / Sod Loader Specialty trucks Di ujung lain spektrum dari truk forklift diimbangi lebih 'high end' truk khusus: Counterbalance diartikulasikan Truk Ini adalah, tidak seperti kebanyakan mengangkat truk, roda steer roda depan, dan merupakan VNA hibrida (Sangat Persempit Lorong) truk dirancang agar kedua dapat offload trailer dan tempat beban di lorong sempit menegangkan. Semakin truk ini mampu bersaing dalam hal penyimpanan palet kepadatan, ketinggian angkat dan throughput palet dengan Dipandu Lorong Sempit Sangat truk. Dipandu Lorong Sempit Sangat Truk Ini adalah rel atau kawat dipandu dan tersedia dengan tinggi angkat sampai dengan 40 'non top-terikat dan 98' top-terikat. Dua bentuk yang tersedia; 'orang-down' dan 'orang-

bangun' di mana operator mengangkat dengan beban untuk meningkatkan visibilitas atau untuk istirahat massal bertingkat '' memetik ketertiban. Jenis truk, tidak seperti Articulated Lorong Persempit Truk, membutuhkan standar tinggi kerataan lantai. Ledakan bukti truk Ini adalah untuk operasi di atmosfer berpotensi ledakan yang ditemukan dalam industri kimia, petrokimia, farmasi, makanan dan minuman, atau industri lain logistik penanganan bahan mudah terbakar. Biasanya disebut sebagai Pyroban truk, di Eropa mereka harus memenuhi persyaratan ATEX 94/9/EC Petunjuk jika digunakan dalam Zona 1, 2,, 21 atau 22 daerah dan dipertahankan sesuai. Di Amerika Utara, pembakaran internal kendaraan industri powered membawa Underwriters Laboratories peringkat yang merupakan bagian dari UL 558. Industri truk yang dianggap "bukti ledakan" membawa GS sebutan untuk bensin powered, DS untuk solar powered, LPS untuk propana cair atau GS / LPS untuk bahan bakar bensin dual / propana cair powered truk. Militer AS 10K-AT Buruk Terrain forklift truk Otomatis Dalam rangka untuk mengurangi upah kerja, mengurangi biaya operasional dan meningkatkan produktivitas, forklift otomatis juga telah dikembangkan. forklift otomatis juga disebut bercabang kendaraan dipandu otomatis dan sudah tersedia dari meningkatnya jumlah pemasok. komponen forklift diimbangi Sebuah forklift diimbangi tipikal mengandung komponen-komponen berikut:

Gambar dari sebuah forklift listrik dengan deskripsi komponen Truck Frame - adalah dasar dari mesin yang tiang, as, roda, imbangan, overhead penjaga dan sumber daya yang terpasang. bingkai mungkin punya bahan bakar dan tangki fluida hidrolik dibangun sebagai bagian dari perakitan frame. Counterweight - adalah berat besi cor massa yang melekat pada bagian belakang bingkai truk forklift. Tujuan dari imbangan ini adalah untuk mengimbangi beban yang diangkat. Dalam forklift listrik baterai timbal-asam besar itu sendiri bisa menjadi bagian dari penyeimbang itu. Cab - adalah area yang berisi kursi untuk operator bersama dengan kontrol pedal , roda kemudi , tuas , switch dan dashboard berisi readouts operator. Daerah dapat taksi udara terbuka atau tertutup, tetapi ditutupi oleh dewan overhead seperti kandang-penjaga. Guard overhead - merupakan logam atap yang didukung oleh masing-masing posting di sudut taksi yang membantu melindungi operator dari benda jatuh. Pada beberapa forklift, penjaga overhead merupakan bagian yang terintegrasi dari frame perakitan.

Sumber Daya - dapat terdiri dari sebuah mesin pembakaran internal yang dapat didukung oleh LP gas , CNG gas , bensin atau solar forklift Electric yang didukung oleh baik baterai atau sel bahan bakar yang menyediakan listrik ke motor listrik. Motor listrik yang digunakan pada forklift mungkin baik DC atau AC jenis. Tilt Silinder - adalah silinder hidrolik yang dipasang ke bingkai truk dan mast. Silinder kemiringan poros tiang untuk membantu dalam menarik beban. Mast - adalah perakitan vertikal yang melakukan pekerjaan menaikkan dan menurunkan beban. Hal ini terdiri dari saling rel yang juga memberikan stabilitas lateral. Saling rel baik mungkin memiliki giling atau Bushings sebagai panduan. Tiang yang digerakkan hidrolik , dan dioperasikan oleh satu atau lebih silinder hidrolik langsung atau menggunakan rantai dari silinder. Ini mungkin dipasang ke as roda depan atau rangka forklift. Gerbong - adalah komponen yang garpu atau lampiran lainnya mount. Ini sudah terpasang dan bergerak ke atas dan ke bawah tiang rel melalui rantai atau dengan secara langsung terpasang pada silinder hidrolik. Seperti tiang, kereta mungkin baik giling atau Bushings untuk memandu dalam tiang saling rel. Load Kembali Istirahat - adalah seperti ekstensi rak yang baik kabur atau dilas untuk kereta untuk mencegah load dari pergeseran terbalik ketika kereta diangkat setinggi-tingginya. Lampiran - dapat terdiri dari garpu atau ujungnya yang merupakan anggota berbentuk L yang terlibat bebannya. Berbagai jenis lampiran penanganan bahan yang tersedia. Beberapa lampiran meliputi sideshifters, lampiran slipsheet, klem karton, klem serbaguna, rotators, positioners garpu, tiang karpet, penangan tiang, handler kontainer dan klem roll.

Lampiran Berikut adalah daftar lampiran forklift umum: Sideshifter - adalah lampiran hidrolik yang memungkinkan operator untuk memindahkan ujungnya (garpu) dan sandaran lateral. Hal ini memungkinkan penempatan beban lebih mudah tanpa harus reposisi truk. Alat pemutar - Untuk membantu penanganan keruntuhan yang mungkin telah menjadi terlalu miring dan lainnya khusus penanganan bahan kebutuhan beberapa forklift yang dilengkapi dengan lampiran yang memungkinkan ujungnya akan diputar. Lampiran jenis ini dapat juga digunakan untuk pembuangan wadah untuk bongkar cepat. Fork positioner - adalah lampiran hidrolik yang bergerak di ujungnya (garpu) bersama-sama atau terpisah. Hal ini menghilangkan kebutuhan operator untuk secara manual menyesuaikan ukuran ujungnya untuk beban yang berbeda. Barrel Roll Clamp dan Lampiran - lampiran A atau hidrolik mekanis digunakan untuk menekan item yang akan dipindahkan Ini digunakan untuk penanganan barel, kegs, atau gulungan kertas. Lampiran jenis ini mungkin juga memiliki fungsi memutar. Memutar fungsi ini akan membantu operator untuk memasukkan kertas disimpan secara vertikal ke horizontal asupan percetakan misalnya. utub Lampiran - Di beberapa lokasi, seperti gudang karpet, tongkat logam panjang digunakan sebagai pengganti garpu untuk mengangkat gulungan karpet. Perangkat serupa, meskipun jauh lebih besar, digunakan untuk mengambil gulungan logam. Karton dan Serbaguna Clamp Lampiran - adalah lampiran hidrolik yang memungkinkan operator untuk membuka dan menutup di suatu beban, memeras itu untuk mengambilnya. Produk seperti karton, kotak dan bal dapat dipindahkan dengan jenis lampiran. Dengan lampiran ini digunakan, truk forklift kadang-kadang disebut sebagai truk klem. Slip Lembar Lampiran (Push - Pull) - adalah lampiran hidrolik yang menjangkau ke depan, klem pada selembar slip dan menarik slip lembar ke garpu logam tipis dan lebar untuk transportasi. lampiran ini akan mendorong lembar slip dan beban dari garpu penempatan.

Drum Handler Lampiran - adalah lampiran mekanis yang slide ke ujungnya (garpu). Biasanya memiliki pegas dimuat rahang yang mencengkeram tepi bibir atas drum untuk transportasi. Jenis lain meraih sekitar drum dengan cara yang sama ke gulungan atau lampiran barel. Manusia Keranjang - platform angkat yang slide ke ujungnya (garpu) dan dimaksudkan untuk pekerja angkat. Keranjang manusia pagar untuk menjaga orang yang jatuh dan tanda kurung untuk melampirkan harness keselamatan. Selain itu, stap atau rantai digunakan untuk melampirkan keranjang manusia kereta dari forklift. Telescopic Forks - adalah lampiran hidrolik yang memungkinkan operator untuk beroperasi dalam desain gudang untuk "double-mendalam susun", yang berarti bahwa dua rak pallet ditempatkan di belakang satu sama lain tanpa ada gang di antara mereka.