Anda di halaman 1dari 19

SURVEILANS ASBESTOSIS

Pekerja pada pabrik asbes cement di jabesmen. Beberapa pekerja mengeluh sesak nafas dan berkurangnya kemampuan untuk melakukan gerak badan. Ditemukan penderita yang mengalami sesak nafas berat dan mengalami kegagalan pernafasan. Ditemukan pekerja yang menderita batuk-batuk dan bengek. Rata-rata bekerja 8 jam/ hari dan kadang-kadang ada lembur . Pekerja yang perokok berat sangat mempengaruhi kejadian asbestosis yang berakhir dengan kanker paru.

KASUS

Paru-Paru
Paru-paru berada di dalam rongga dada manusia sebelah kanan dan kiri yang dilindungi oleh tulang-tulang rusuk. Paru-paru merupakan organ yang sangat vital bagi kehidupan manusia karena tanpa paru-paru manusia tidak dapat hidup. Dalam Sistem Ekskresi, paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan KARBONDIOKSIDA (CO2) dan UAP AIR (H2O).

GAMBAR PARU-PARU

SISTEM KERJA PARU-PARU


Didalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paruparu. Di paru-paru karbondioksida dan uap air dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung

PORTAL OF ENTRY
Ukuran sebuah serat asbes sangat kecil dan halus. Karena itulah mudah beterbangan di udara. Apabila terhirup, asbes akan segera masuk ke dalam rongga pernapasan, kemudian menimbulkan berbagai kerusakan.

Reaksi Paru-Paru
Penyebab: debu asbes dan serat asbes yang ada diudara (lingkungan tempat bekerja)
Interaksi : Individu
Debu dan serat

Pabrik

detoksifikasi
Tubuh tidak bisa mendetoksifikasikan debu asbestos yang masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, debu asbes yang masuk ke dalam tubuh terakumulasi pada satu organ saja yaitu paru-paru dan menimbulkan penyakit-penyakit (asbestosis dll)

ASBESTOSIS
Definisi: Asbestosis adalah suatu penyakit saluran pernafasan yang terjadi akibat menghirup serat-serat dan debu asbes (komposisi kimiawi yang berbeda), dimana pada paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas dan dapat juga menyebabkan penebalan pleura (selaput yang melapisi paru-paru).

Lanjutan.
serat mineral silika termasuk dalam kelompok serpentine dan amphibole dari mineral-mineral pembentuk batuan, termasuk: actinolite, amosite (asbes coklat, cummingtonite, grunnerite), anthophyllite, chrysotile (asbes putih), crocidolite (asbes biru), tremolite, atau campuran yang sekurang-kurangnya mengandung salah satu dari mineral-mineral tersebut.

PENYEBAB
Menghirup serat asbes bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut (fibrosis) di dalam paru-paru. Jaringan paru-paru yang membentuk fibrosis tidak dapat mengembang dan mengempis sebagaimana mestinya. Beratnya penyakit tergantung kepada lamanya pemaparan dan jumlah serat yang terhirup.

JENIS HAZARD (KIMIA)


Komponen asbestosis
debu asbes Serat asbes Asbestos biasa digunakan untuk atap rumah bahan baku rem dan piranti tahan api.

Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh asbes diantaranya


Mesothelioma : kanker ganas yang mengenai selubung paru-paru, selubung perut, atau selubung jantung. Kanker Paru-Paru :kanker dinding saluran napas Plak Pleura : penebalan pleura dan timbulnya lapisan plak pleura dapat mengarah pada pengapuran.

Masa Latent
gejala dan fibrosis paru-paru tidak terlihat dalam jangka waktu kurang dari 20 tahun. Untuk menimbulkan asbestosis membutuhkan waktu antara 20 tahun sampai 40 tahun setelah terpapar .

Nilai Ambang Batas Asbestosis


Amosit (12172-75-5) 0,5 serat/ml ; A1 Krisotil (12001-29-5) 2 serat/ml ; A1 Krosidolit (12001-28-5) 0,2 serat/ml ; A1 Jenis lain-lain 2 serat/ml ; A1

Diagnosa
Anamnesis Keluhan subjektif (batuk, rasa sesak di dada, nyeri dada) Pemeriksaan fisik (stetoskop): terdengar ronkhi, kelainan kuku atau clubbing of fingers (bentuk jari-jari tangan yang menyerupai tabuh genderang).

Lanjutan
Rontgen dada. Pemeriksaan dahak (terdapat serat serat dan debu asbes dalam dahak) Tes fungsi paru CT Scan Paru