Anda di halaman 1dari 2

TINEA KORPORIS Dermafitosis pada kulit tubuh tidak berambut (glabrous skin).

. Berdasarkan lokalisasi dan morfologi tinea corporis bisa dibagi menjadi: 1. Berdasarkan lokalisasi Tinea Fasialis tinea corporis yang menyerang bagian wajah. Tinea Aksilaris tinea corporis yang menyerang bagian ketiak. 2. Berdasarkan morfologi Tinea Sirsinar tinea corporis yang berbentuk sirkular. Tinea Arkuarta tinea corporis yang berbentuk setengah lingkaran.

ACNE ROSASEA 1. Definisi Penyakit kulit kronis pada daerah sentral wajah (yg menonjol) ditandai dengan kemerahan pada kulit dan telangiekstasia disertai episode peradangan yg memunculkan erupsi papul, papul, dan edema. 2. Etiologi Psikis Infeksi demodex folliculorum Musim contoh: musim panas yang mengandung sinar UV matahari yang dapat menimbulkan kerusakan kulit dan produksi sebum yang meningkat menyebabkan mudahnya muncul akne. Dan lain-lainnya. 3. Epidemiologi Sering diderita pada sekitar umur 30 40 tahun dan wanita lebih banyak terkena daripada laki-laki. 4. Gejala Klinis Stadium I : eritema telangiektasia Stadium II : papul, pustule, dan edema terjadi eritema persisten Stadium III : banyak telangiektasia, papul, pustule, nodul, dan edema eritema persisten yang dalam 5. Diagnosis Anamnesis Pemeriksaan fisik

Lokalisasi : Pada sentral wajah (pipi, dagu, kening, alis) dan kadang meluas ke leher atau pergelangan tangan & kaki. Pemeriksaan Laboratorium Histopatologi : ekstasia vascular, edema dermis, disorganisasi jaringan konektif dermis, sel radang limfosit&histosit, sel plasma&sel mas, dan pada pustul terdapat sebaran sel PMN sekitar folikel.

6. Penatalaktasanaan Farmakologi Topikal a. Tetrasiklin, klindamisin, eritromisin 0,5 2,0 % b. Metronidazol ( gel (0,75%) & krim (2%) ) untuk lesi papul dan pustule c. Antiparasit untuk membunuh Demodex Folliculorum Sistemik a. Tetrasiklin, eritromisin, dosisiklin, minosiklin punya efek antimikroba dan antiinflamasi Non Farmakologi Sunblock untuk menahan sinar UVA dan UVB Masase fasial masih belum jelas