Anda di halaman 1dari 8

MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN LISTRIK

2008/2009

MODUL V TEOREMA KUTUB EMPAT

I.

TUJUAN PRAKTIKUM
Dapat menghitung parameter-parameter kutub empat. Dapat mengukur parameter-parameter dari suatu kutub empat yang tidak rangkaiannya. Dapat menentukan sifat-sifat kutub empat berdasarkan parameternya. diketahui isi

II.

KOMPONEN DAN ALAT YANG DIGUNAKAN


Multimeter Sumber tegangan DC Breadboard & jumper Resistor 220 ohm, 100 ohm, 4K7

III.

DASAR TEORI
Secara sederhana, blok diagram dari rangkaian kutub empat adalah sebagai berikut :

Gambar-1

Pada teori rangkaian listrik kutub empat ini, ada beberapa macam analisis parameter yang dapat digunakan, yaitu : 1. 2. Parameter Z (Impedansi) Parameter Y (Admitansi)

MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN LISTRIK 3. 4. 5. Parameter H (Hybrid) Parameter ABCD (Transmisi) Parameter G

2008/2009

Namun pada praktikum kali ini yang diperkenalkan adalah parameter Z, parameter Y, dan parameter H.

1.

Parameter Z

Gambar blok sederhana rangkaian kutub empat dengan parameter Z :

Gambar-2

Persamaan K-4 dalam parameter Z :

V1 = Z11I1 + Z12I2 V2 =Z21I1 + Z22I2


Untuk analisis K-4 dengan parameter Z berarti dengan memandang dari dua sisi yaitu sisi primer (V1) dan sisi sekunder (V2). Analisisnya adalah sebagai berikut : Z11 =

V1 ; I2 = 0impedansi yang terjadi pada sisi primer I1 ketika sisi sekunder open circuit (OC)

Z21 =

V2 ; I2 = 0 impedansi yang terjadi pada sisi primer I1

MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN LISTRIK ketika sisi sekunder open circuit (OC) Z12 =
V1 ; I1 = 0 impedansi yang terjadi pada sisi sekunder I2 ketika sisi primer open circuit (OC)

2008/2009

Z22 =

V2 ; I1 = 0 impedansi yang terjadi pada sisi sekunder I2 ketika sisi primer open circuit (OC)

Pada kasus kutub empat, analisis yang digunakan adalah dengan melihat kesua sisi saat salah satu sisi dalam keadaan open circuit (OC), berarti bisa dikatakan bahwa parameter Z adalah parameter OC.

2.

Parameter Y

Gambar blok sederhana rangkaian kutub empat dengan parameter Y :

Gambar-3

Persamaan K-4 dalam parameter Y :

I1 = Y11V1 + Y12V2 I2 =Y21V1 + Y22V2


Y adalah admitansi, dimana Y = 1 ; Z = impedansi. Z

MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN LISTRIK

2008/2009

Dalam menganalisis rangkaian K-4 dengan menggunakan parameter Y prinsipnya sama dengan analisis rangkaian dengan menggunakan parameter Z yaitu dengan memandang kedua, sisi primer dan sisi sekunder.

Analisisnya adalah sebagai berikut : Y11 =


I1 mho ; V2 = 0impedansi yang terjadi pada sisi primer V1 ketika sisi sekunder short circuit (SC)

Y21 =

I2 mho; V2 = 0 impedansi yang terjadi pada sisi primer V1


ketika sisi sekunder short circuit (SC)

Y12 =

I1 mho ; V1 = 0 impedansi yang terjadi pada sisi sekunder ketika sisi primer V2 short circuit (SC)

Y22 =

I2 mho ; V1 = 0 impedansi yang terjadi pada sisi sekunder ketika sisi primer V2 short circuit (SC)

3.

Parameter h

Gambar blok sederhana rangkaian kutub empat dengan parameter h :

Gambar-4

Persamaan K-4 dalam parameter h :

V1 = h11I1 + h12V2 I2 = h21I1 + h22V2

MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN LISTRIK

2008/2009

Analisisnya adalah sebagai berikut : h11 =


V1 ; V2 = 0impedansi yang terjadi pada sisi primer I1 ketika sisi sekunder short circuit (OC)

h12 =

V1 ; I1 = 0 impedansi yang terjadi pada sisi sekunder V2


ketika sisi primer open circuit (OC)

h21 =

I2 ; V2 = 0 impedansi yang terjadi pada sisi primer I1


ketika sisi sekunder open circuit (OC)

h22 =

I2 ; I1 = 0 impedansi yang terjadi pada sisi sekunder V2


ketika sisi primer open circuit (OC)

Contoh
Sebuah parameter Y dengan nilai Za, Zb, dan Zc. Tentukan persamaan K-4nya! Jawab : Parameter Y

Y11 =

I1 ; V2 = 0SC V1

Gambar-5

Dari gambar tersebut dapat dianalisis bahwa I1 =

Za + Zb V1 , sehingga ZaxZb

MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN LISTRIK Za + Zb ZaxZb


I1 ; V1=0SC V2

2008/2009

Y11 =

Y12 =

Gambar-6

Dari gambar tersebut dapat dianalisis : I2 = I2 = Zc Zc I2.dimana I2 = - I1 ; I1 = I2 Zb + Zc Zb + Zc Zb + Zc I1 V2..sehingga Y12 = ; ZbxZc V2 1 Zb

Y12 =

Untuk analisis Y21 dan Y22 sama dengan yang di atas.

IV.

PROSEDUR PRAKTIKUM
1. Gambar Rangkaian Percobaan Buatlah rangkaian seperti gambar berikut pada bread board:

Gambar-7

MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN LISTRIK 2. Pengukuran Parameter Z

2008/2009

Berikan tegangan V1 (besarnya tentukan sendiri) dan biarkan V2 terbuka (bisa dihubungkan ke multimeter). Ini berarti I2 = 0, kemudian ukur I1 (perhatikan arahnya). Isikan pada tabel data! Z11 = V1/I1 saat I2 = 0

Berikan tegangan V2 (besarnya tentukan sendiri) dan biarkan V1 terbuka (bisa dihubungkan ke multimeter). Ini berarti I1 = 0, kemudian ukur I2 (perhatikan arahnya). Isikan pada tebel data! Z22 = V2/I2 saat I1 = 0

Berikan tegangan V2 (besarnya tentukan sendiri) dan biarkan V1 terbuka kemudian ukur besarnya dengan menggunakan multimeter, ini berarti (perhatikan arahnya). Isikan pada tabel data! Z12 = V1/I2 saat I1 = 0 I1 = 0, kemudian ukur I2

Berikan tegangan V1 (besarnya tentukan sendiri) dan biarkan V2 terbuka kemudian ukur besarnya dengan multimeter. Ini berarti I2 = 0, kemudian ukur I1 (perhatikan arahnya). Isikan pada tabel data! Z21 = V2/I1 saat I2 = 0

Akan kita dapatkan persamaan impedansinya, untuk mengetes coba berikan tegangan V1 = 10 V dan ukur V2, I1 dan I2. Masukan pada persamaan yang telah kita dapatkan persamaan parameternya, hitung apakah sesuai! 3. Pengukuran Parameter Y (admitansi) dan H (Hybrid). Lakukan langkah-langkah seperti di atas dengan sedikit perubahan sesuai kebutuhan menurut parameter yang digunakan untuk rangkaian kutub empat yang sama (tabel parameter di bagian teori dapat digunakan sebagai acuan). Lanjutkan dengan parameter Y dan H! Untuk setiap parameter lakukan pengukuran dan catat di tabel yang ada di jurnal! 4. Nyatakan persamaan-persamaan untuk parameter Z, Y, dan h!

MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN LISTRIK

2008/2009

V.

REFERENSI
William H. Hyat, Jr. Rangkaian Listrik jilid I. Erlangga, 1985 Budiono Mismail. Rangkaian Listrik jilid I. ITB, 1995. Laboratorium Rangkaian Listrik STT TELKOM. 1995. Modul Percobaan Praktikum Rangkaian Listrik I. Bandung. Edminister, Joseph. 1995. Rangkaian Listrik (seri buku Schaum). Erlangga. Jakarta. L. Boylestad, Robert. 1990. Introductory Circuit Analysis, 6th edition. Macmillan. New York.

Johnson & Hilburn. 1992. Electric Circuit analysis, 2nd edition. Prentice Hall. New
Jersey (page 126-144).

Anda mungkin juga menyukai