Anda di halaman 1dari 134

PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI IS SMA SWASTA BUDI MURNI 2 MEDAN TAHUN

AJARAN 2008/2009

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Oleh ERIKA APULINA SEMBIRING NIM. 0410310588

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2008

KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala Rahmat dan karunia-Nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik sesuai dengan waktu yang direncanakan. Skripsi berjudul Pengaruh Pendekatan Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Akuntansi Siswa SMA Swasta Budi Murni II Tahun Ajaran 2008/2009, disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi. Dalam penelitian ini skripsi ini peneliti banyak menerima bantuan, dorongan dan petunjuk dari berbagai pihak, untuk itu pada kesempatan ini dengan tulus hati peneliti ingin mengucapkan terimakasi yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Prof. Syawal Gultom, M.pd Selaku Rektor UNIMED beserta stafnya. 2. Bapak Drs. Kustoro Budiarta M.pd Selaku Dekan FE UNIMED beserta stafnya. 3. Bapak Drs. Thamrin, M.Si Selaku Pembantu Dekan I FE UNIMED beserta stafnya. 4. Ibu Dra. Sri Mutmainnah, M.Si Selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi FE UNIMED. 5. Ibu Dra. Effi Aswita Lubis, M.Pd. M.Si Selaku Ketua Program Studi Akuntansi Pendidikan Ekonomi FE UNIMED. 6. Bapak Drs.D. Simanihuruk M.Scoop. Selaku dosen pembimbing skripsi, yang telah bersedia meluangkan waktu untuk memberikan arahan dan bimbingan kepada peneliti sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. 7. Bapak/ibu Dosen serta staf pegawai program Studi Akuntansi Pendidikan Ekonomi FE UNIMED. 8. Bapak Drs. J. Sihotang Kepala Sekolah SMA Swasta Budi Murni 2 Medan Tahun Ajaran 2008/2009. 9. Teristimewa kepada Orangtua peneliti: Ayahanda J. Sembiring dan Ibunda Tercinta (Alm) Nurensen Ginting,SE yang telah membesarkan, memberikan kasih sayang, mendidik, mendoakan, dan memberikan nasehat serta penyediaan dana peneliti dapat duduk dibangku perkuliahan dan menyelesaikannya.

ABSTRAK Erika Apulina Sembiring. NIM. 0410310588. Pengaruh Pendekatan Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Akuntansi Siswa SMA Swasta Budi Murni 2 Medan Tahun Ajaran 2008/2009. Skripsi. Fakultas Ekonomi, Jurusan Pendidikan Ekonomi. Program Studi Akuntansi, Universitas Negeri Medan 2008. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang meneliti pendekatan pembelajaran yang baik untuk diterapkan oleh guru. Pendekatan pembelajaran adalah metode yang disusun untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Penelitian yang bertujuan untuk mempelajari pengaruh pendekatan pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar akuntansi siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Swasta Budi Murni 2 Medan Tahun Ajaran 2008/2009. F 1 yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas perlakuan yang menerima pendekatan kontekstual dan kelas kontrol yang tidak menerima pendekatan kontekstual. Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh Siswa Kelas XI IS SMA Swasta Budi Murni 2 Medan Tahun Ajaran 2008/2009 yang terdiri dari dua kelas yang berjumlah 80 orang siswa, dengan sampel terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol yang masing-masing kelas berjumlah 40 orang. Pemilihan kelas sebagai objek pengamat dilakukan secara acak. Dengan cara ini kedua kelas dianggap telah mempunyai kesamaan sebelum menerima perlakuan. Data penelitian ini diperoleh dengan Subjek menggunakan tes hasil belajar akuntansi yang dilakukan sebelum menerima perlakuan (pre tes) dan setelah menerima perlakuan (pos tes) pembelajaran pada pokok bahasan laporan keuangan. Uji Validitas untuk analisis butir soal dengan menggunakan rumus product moment, realibilitasnya dengan menggunakan rumus Kudder-Ricardson 20 (KR-20), dan untuk mengetahui hipotesis dengan rumus uji-t dua pihak. Teknik analisa data yang dipergunakan yaitu dengan uji-t dua pihak pada taraf signifikan =0,05. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa setelah dilakukan pengujian diperoleh t hitung =16,64 sedangkan t tabel =1,99 dan kemudian dibandingkan t hitung > t tabel atau 16,64>1,99. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pendekatan pembelajaran terhadap hasil belajar akuntansi siswa pada pokok bahasan laporan keuangan di kelas XI IS SMA Swasta Budi Murni 2 Medan.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis dalam rangka menghasilkan sumber daya manusia Indonesia seutuhnya baik sebagai individu maupun sebagai kelompok. Akhir-ahir ini masalah pendidikan menjadi sorotan tajam dari berbagai pihak pemerintah, peserta didik maupun oleh unsur pendidik sendiri. Hal ini disebabkan bahwa mutu pendidikan diukur dari nilai ujian beberapa fakta dapat ditunjukkan dibawah ini dan tercermin dari perolehan nilai siswa. Rendahnya hasil pencapaian belajar siswa pada mata pelajaran

akuntansi tersebut dapat ditemukan pada SMA Budi Murni 2. Hal tersebut dibuktikan dengan rendahnya NRK (nilai rata-rata kelas) untuk mata pelajaran akuntansi kelas XI semester I tahun ajaran 2007/2008, yaitu 64,54. Pada dasarnya di sekolah tersebut siswa dianggap tuntas apabila mencapai nilai minimal 66. Hal ini dikemukakan oleh Kepala Sekolah, bahwa selama 5 tahun terakhir ini mutu pendidikan di Sumatra Utara mengalami penurunan. Apalagi untuk ujian nasional tahun 2007 yang standar kelulusannya mencapai nilai 5,25 itupun masih banyak siswa yang belum mampu untuk mencapai nilai tersebut. Fakta menunjukkan hasil dari nilai ujian nasional tersebut tidak menunjukkan baik. Apalagi jika dilihat pendidikan Sumatra utara ini masih pada urutan rendah dibandingkan dengan pendidikan di pulau jawa.

Untuk dapat meningkatkan dan memperbaiki pencapaian hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di SMA Budi murni 2 Medan tersebut, perlu dilihat sejauh mana peran guru dalam proses pembelajaran. Guru yang professional dituntut bukan saja untuk dapat menjadi fasilitator dan motivator tetapi juga berfungsi sebagai sumber informasi dalam proses pembelajran dikelas. Dimana peranan guru sebagai motivator sangat penting artinya dalam rangka menciptakan kegairahan dan pengembangan kegiatan belajar siswa. Guru harus dapat merangsang dan memberikan dorongan serta penguatan untuk meningkatkan potensi, menumbuhkan aktivitas dan daya cipta siswa. Sejauh ini pendidikan masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai faktafakta yang harus dihapal. Kelas masih berfokus kepada guru sebagai sumber utama pengetahuan, kemudian ceramah menjadi pilihan utama strategi belajar. Pencapaian kualitas dalam pembelajaran dapat dicapai jika direncanakan dan dirancang dengan matang. Dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia, maka kegiatan proses belajar mengajar di sekolah yang merupakan kegiatan inti harus ditingkatkan, sehingga tercapai tujuan pendidikan dalm bentuk terjadinya perubahan tingkah laku, pengetahuan maupun

keterampilan dalam diri siswa. Untuk tercapainya tujuan tersebut harus dibekali dengan ilmu pengetahuan dan dilatih keterampilannya. Keberhasilan suatu proses belajar itu atau keberhasilan seorang siswa itu, ada banyak faktor yang ikut mengambil peranan didalamnya yaitu faktor dari diri siswa dan faktor dari luar diri si siswa. Dari luar diri siswa diantaranya keluarga (rumahnya), sekolah, lingkungan tempat ia tinggal dan sebagainya. Dari segi

keluarga bisa dari segi ekonomi, tingkat pendidikan orang tua. Sedangkan faktor dari sekolah bisa dari segi sarana dan prasarana, kualitas guru, kurikulum dan lain sebagainya. Kritikan dan sorotan tentang keberhasilan siswa itu ditujukan kepada lembaga pendidikannya itu khususnya guru. Metode mengajar merupakan salah satu strategi pembelajaran yang biasa digunakan guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswanya. Akan tetapi perlu diketahui bahwa tidak ada satupun metode mengajar yang paling sesuai untuk semua situasi atau kondisi yang berbeda, walaupun tujuan pembelajaran yang ingin dicapai sama. Setiap metode mempunyai kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Hal ini terjadi karena karakteristik peserta didik yang sangat bervariasi dan latar belakang yang berbeda-beda. Oleh karena itu, guru harus dapat mempersiapkan pendekatan pembelajaran. Dalam pembelajaran guru lebih banyak menggunakan metode ceramah. Inti dari metode ini adalah guru berupaya menjejal muatanmuatan informasi sebanyak mungkin pada siswa. Sehingga siswa hanya mengetahui apa yang dijelaskan tanpa memahaminya. Pada Mata pelajaran akuntansi Metode mengajar secara umum adalah metode ceramah sehingga siswa hanya mengetahui apa yang dijelaskan tanpa memahaminya sedangkan yang diharapkan disini siswa itu lebih banyak dituntut latihan-latihan sehingga dapat dimengerti secara langsung sebagai aplikasi dari teori yang mereka pelajari. Dengan kata lain, hasil belajar akuntansi yang baik dapat diperoleh apabila guru bidang studi tersebut mempersiapkan pendekatan pembelajaran sebelum ia menyampaikan materi pelajaran kepada siswanya.

Dalam pendekatan kontekstual, tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Maksudnya, guru lebih banyak berurusan dengan strategi dari pada informasi, dimana siswa lebih aktif dibandingkan dengan guru dalam proses kegiatan belajar mengajar. Apabila siswa tidak aktif dalam proses belajar mengajar, maka dalam kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan pendekatan kontekstual belum tercapai dengan baik. Melihat bahwa hasil belajar seseorang siswa dapat dipengaruhi oleh metode mengajar yang selama ini salah digunakan maka penulis merasa tertarik dan berminat untuk meneliti sejauh mana pengaruh tersebut. Adapun judul penelitian adalah Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Akuntansi Kelas XI IS SMA Swasta Budi Murni 2 Medan Tahun Pelajaran 2008/2009.

B. Identifikasi Masalah Yang menjadi identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Metode belajar yang tidak sesuai megakibatkan rendahnya nilai. 2. Pendidikan masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan hanya seperangkat fakta-fakta yang masih harus dihapal. 3. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan dan ceramah sebagai pilihan utama strategi mengajar. 4. Mutu pendidikan yang masih rendah. 5. Siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan digunakan.

Banyak cara yang dapat dilakukan agar hasil belajar siswa menjadi lebih baik diantaranya dengan menerapkan berbagai metode dalam pembelajaran yang intinya diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Misalnya dengan menerapkan pengajaran pendekatan kontekstual.

C. Batasan Masalah Mengingat banyaknya ruang lingkup dan pendekatan belajar yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa, maka masalah penelitian ini dibatasi pada pengaruh pendekatan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual terhadap hasil belajar akuntansi pada proses belajar kelas XI IS SMA Swasta Budi Murni 2 Medan Tahun Ajaran 2008/2009.

D. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini dirumuskan: Apakah ada Pengaruh antara Pendekatan Pembelajaran Kontekstual terhadap Hasil Belajar Akuntansi Siswa di Kelas XI IS SMA Swasta Budi Murni 2 Tahun Ajaran 2008/2009?

E. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pembelajaran Pendekatan Kontekstual Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Akuntansi Siswa di Kelas XI IS SMA Swasta Budi Murni 2 Medan.

F. Manfaat Penelitian Sehubungan dengan tujuan penelitian di atas maka penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat berarti yakni sebagai berikut: 1. Sumbangan pemikiran kepada sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan sebagai bahan masukan dalam memilih metode pengajaran yang tepat bagi pengembangan kurikulum. 2. Menambah pengetahuan bagi penulis agar dapat menerapkannya dalam proses belajar mengajar kelak jika menjadi seorang guru. 3. Sebagai masukan bagi penelitian selanjutnya.

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kerangka Teoritis 1. Pendekatan Kontekstual Kontekstual dalam bahasa inggris (asal bahasa latin con = with + textum = woven) maksudnya adalah mengikut konteks atau dalam konteks yang mempunyai arti keadaan, situasi dan kejadian. Secara umum konteks memiliki pengertian: 1) yang berkenan, relevan ada hubungan atau lansung

mengikut konteks, 2) yang membawa maksud, makna dan kepentingan. Oleh karena itu, kaidah kontekstual yaitu kaidah yang dibentuk berdasarkan makna kontekstual itu sendiri, seharusnya mampu membuat siswa ke tujuan pembelajaran, isi dan konsep yang berkenaan atau relevan bagi mereka, dan juga memberi makna dalam kehidupan mereka sehari-hari. Pendekatan dalam belajar mengajar pada dasarnya adalah melakukan proses belajar mengajar yang menekankan pada pentingnya belajar melalui proses mengalami untuk memperoleh pengalaman. Pendekatan kontekstual (contextual teaching and learning) merupakan konsep pembelajaran yang membantu guru untuk mengaitkan antara materi pelajaran dengan situasi dunia nyata si siswa. Selanjutnya menurut Slameto (2003) bahwa: Dalam belajar sebagian besar tergantung pada konteks belajar itu sendiri. Situasi problematik yang mencakup tugas belajar hendaknya dinyatakan dalam kerangka konteks, yang dianggap penting dan memaksa bagi pelajar dan melibatkan pelajar menjadi peserta yang aktif, justru karena yang bersifat konkrit yang dapat ditiru dan dilaksanakan dengan teratur yang memberikan kemungkinan yang seluas-luasnya untuk berekpolarasi dan menentukan arah pada penguasaan melalui pengertian dan pemahaman serta yang memungkinkan transfer.

Kemudian menurut Nurhadi (2004), Pendekatan kontekstual adalah konsep belajar yang mendorong guru untuk menghubungkan materi yang diajarkan dengansituasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat antara pengetahuan yang dimilikinya dan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Karakteristik penting dalam proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan kontekstual, dalam (http://www.cord.lev2.cfm./56.p.5) adalah : 1. Dalam kontekstual pembelajaran merupakan proses pengaktifan yang sudah ada (actifiting knowledge). 2. Pembelajaran kontektual adalah belajar dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan yang baru ( acquiring knowledge). 3. Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge). 4. Mempraktekkan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge). 5. Melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan (reflecting knowledge).

2. Hakekat Pembelajaran Kontekstual Banyak metode ataupun startegi yang digunakan para guru dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa dalam PBM. Salah satu adalah pendekatanj kontekstual yang dapat membantu guru mengarahkan dan membimbing siswa dalam proses belajar. Pendekatan kontekstual hanya sebuah strategi pembelajaran seperti halnya pembelajaran seperti halnya startegi pembelajaran yang lain. Pendekatan ini tidak seperti halnya strategi pembelajaran yang lain. Pendekatan ini tidak mengharuskan siswa menghafal fakta-fakta tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkontruksikan pengetahuan dibenak siswa sendiri. Hal ini dikembangkan dengan tujuan agar pembelajaran berjalan lebih produktif.

Menurut Sudibyo,(2003) menyatakan bahwa: Pendekatan kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan-hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat agar konsep itu lebih bermakna bagi siswa. Dalam dunia pendidikan seorang guru mempunyai peran ganda yaitu sebagai pembimbing dan fasilitator, sedangkan siswa berperan sebagai subjek kegiatan belajar mengajar. Sebagai fasilitator, peran guru adalah memberikan informasi pada siswa, menyediakan bahan dan sumber belajar yang harus diperoleh siswa, menunjukkan kekurangan siswa serta pada memperbaikinya. Sedangkan sebagai pembimbing belajar adalah guru merupakan tempat bertanya bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar, memberikan bantuan belajar pada siswa, menunjukkan cara pemecahan masalah yang dihadapi siswa, memberikan dorongan dan motivasi belajar melalui penghargaan dan teguran. Dalam kelas kontekstual, guru lebih berperan dalam membantu siswa untuk mencapai tujuan belajar. Guru lebih memfokuskan kegiatan pada strategi belajar daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerjasama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Pada hakekatnya pembelajaran yang merupakan konsep belajar untuk membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkan dengan kehidupan sehari-hari siswa dan mendorong membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Penerapan Pendekatan Kontekstual Di Kelas Ada tujuh komponen utama yang mendasari penerapan pembelajaran kontekstual di kelas. Ketujuh komponen itu yaitu kontruktivisme (Contrutivism), menemukan (Inquiri), bertanya (Questioning), masyarakat belajar (Learning community), permodelan (Modeling), refleksi (Reflection), dan penilaian yang sebenarnya (Authentic assessment). Sebuah kelas dikatakan menggunakan pendekatan kontekstual dengan menerapkan tujuh komponen tersebut dalam pembelajarannya. Adapun ketujuh komponen utama pembelajaran kontekstual tersebut adalah sebagai berikut: 1. Konstruktivisme (construtivism) Konstruktivisme (construtivism) merupakan landasan berpikir (filosofi)., yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang diperluas melalui konteks yang terbatas (sempit) kemudian

hasilnya

dikembangkan. Nurhadi, (2002) mengemukakan bahwa Dalam pandangan kontrutivisme, strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diiingat. Manusia harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan bergelut dengan ide-ide. Guru tidak akan mampu memberikan semua pengetahuan kepada siswa. Siswa harus mengkonstruksikan pengetahuan di benaknya sendiri. Esensi dari kontrutivisme ini adalah ide bahwa

siswa harus menemukan dan mentrasnformasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain, dan apabila dikehendaki, informasi itu menjadi milik sendiri. Dengan dasar itu, pembelajaran harus dkemas menjadi proses

mengkontruksi bukan menerima pengetahuan. Dalam proses pembelajaran, siswa membangun sendiri pengetahuannya melalui keterlibatan aktif dalam proses belajar dan mengajar. Siswa menjadi pusat kegiatan, bukan guru. Landasan berpikir kontruktivisme agak berbeda dengan pandangan kaum objektivis, yang lebih menekankan pada hasil pembelajaran. Dalam pandangan ini kontruktivisis, srategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan.

2. Menemukan (Inquiry) Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakat-fakta, tetapi hasil dari menemukan sendiri. Guru harus selalu merancang kegiatan yang merujuk pada kegiatan menemukan, guru harus selalu merancang kegiatan yang merujuk pada kegiatan menemukan, apapun meteri yang diajarkannya. Langkah- langkah kegiatan menemukan (Nurhadi, 2002) mengemukakan a. Merumuskan masalah b. Mengamati atau melakukan observasi. c. Menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar, laporan, bagan, tabel dan karya lainnya. d. Mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca, teman sekelas, guru, dan lain-lain.

3. Bertanya (Questioning) Questioning (bertanya) merupakan strategi utama pembelajaran yang berbasis CTL. Bertanya dalam pembelajaran dipandang sebagai kegiatan guru

untuk mendorong, membimbing, dan menilai kemampuan berpikir siswa. Bagi siswa, kegiatan bertanya merupakan bagian penting dalam melaksanakan pembelajaran yang berbasis inquiri, yaitu menggali informasi,

mengkonfirmasikan apa yang sudah diketahui, dan mengarahkan perhatian pada aspek yang belum diketahuinya. Dalam sebuah pembelajaran yang produktif, kegiatan bertanya berguna untuk Nurhadi, (2002) mengemukakan bahwa: a. b. c. d. e. f. Menggali informasi, baik administrasi maupun akademis. Mengecek pemahaman siswa. Membangkitkan respon kepada siswa. Mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa. Mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa Memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki oleh guru. g. Untuk membbangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa. h. Untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa. Dari semua manfaat bertaya di atas dapat menguatkan pernyataan bahwa kegiatan bertanya sangat mempengaruhi proses belajar siswa. Questioning dapat diterapkan: antara siswa dengan siswa, antara guru dengan siswa, antara siswa dengan guru, antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas. Aktivitas bertanya juga ditemukan ketika siswa berdiskusi, bekerja dalam kelompok-kelompok, ketika menemukan kesulitan, ketika mengamati dan sebagainya. bertanya. Kegiatan-kegiatan ini akan menumbuhkan dorongan untuk

4.Masyarakat Belajar (Learning Community) Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain. Ketika seorang anak baru belajar meraut pensil dengan peraut pensil elektronik, ia bertanya pada temannya, Bagaimana caranya? Tolong bantuin, lalu temannnya yang sudah biasa, menunjukkan cara mengoperasikan alat itu, maka dua anak itu sudah membentuk masyarakat belajar, oleh karena itu memanfaatkan bantuan murid dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan bahan pelajaran. Dalam kelas CTL, guru disarankan selalu melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang anggotanya heterogen, yang pandai mengajari yang lemah, yang tahu memberi tahu pada yang belum tahu, yang cepat menagkap mendorong temannya yang lambat dan seterusnya. Kelompok bisa sangat bervariasi bentuknya, baik keanggotaanya, jumlah bahkan bisa melibatkan siswa di kelas atasnya. Masyarakat Belajar bisa terjadi apabila ada proses komunikasi dua arah. Seorang guru mengajari siswanya bukan contoh masyarakat belajar karena komunikasi hanya terjadi satu arah, yang informasinya hanya datang dari guru kea rah siswa, tidak ada arus informasi yang perlu dipelajari guru yang datang dari arah siswa. Dalam contoh ini belajar hanya siswa. Kalau setiap orang mau belajar dari orang lain, maka setiap orang lain bisa menjadi sumber belajar, da inti setiap orang akan sangat kaya dengan pengetahuan

dengan teknik Learning Community ini sangat membantu proses pembelajaran di kelas. Menurut Nurhadi, (2002) mengemukakan bahwa dapat terwujud dalam : 1) 2) 3) 4) Pembentukan kelompok kecil Pembentukan kelompok besar Bekerja dengan kelas sederhana Bekerja dengan masyarakat dan lain-lain.

5. Permodelan (Modeling) Dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan ada model yang bisa ditiru dimana guru memberikan tentang bagaimana cara belajar. Dalam hal ini guru mendemonstrasikan cara bekerja sesuatu sebelum siswa melaksanakannya atau tugas yang dimaksud atau dengan kata lain

melakukan/melaksanakan apa yang dimaksud. Dalam pendekatan CTL guru bukanlah satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa Nurhadi (2001:17) mengemukakan bahwa Dimana dalam hal ini seorang siswa dapat ditunjuk untuk mendemonstrasikan suatu bakat atau keahlian yang ada padanya.

6. Refleksi (Reflection) Refleksi adalah cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir ke belakang tentang apa yang baru dipelajari, refleksi merupakan respon terhadap kejadian, aktivitas atau pengetahuan yang baru diterima. Misalnya ketika pelajaran berakhir, siswa merenung Kalau begitu, cara saya selama ini salah, mestinya saya pakai dengan cara baru.

Kunci dari semua adalah, bagaimana pengetahuan ini mengendap benak siswa. Siswa mencatat apa yang sudah dipelajari dan bagaimana merasakan ideide baru. Pada aktif pembelajaran, guru menyisakan waktu sejenak agar melakukan refleksi yang realisasinya berupa Nurhadi, (2002) mengemukakan bahwa: a. b. c. d. e. Pernyataan langsung tentang apa yang diperoleh hari ini. Catatan atau jurnal di buku siswa. Kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran hari itu. Diskusi. Hasil karya

Jadi, dalam hal ini mempunyai gambaran bagaimana dari proses pembelajaran yang dilakukan, serta apa kelemahan dari proses pembelajaran, sehingga untuk proses pembelajaran selanjutnya guru dapat menerapkan strategi pembelajaran yang lebih baik lagi.

7. Penilaian Yang Sebenarnya (Authentic Assesment) Authentic assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa. Gambaran perkembangan belajar siswa harus diketahui oleh guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran dengan benar. Apabila data yang dikumpulkan guru mengidentifikasi bahwa siswa mengalami kemacetan dalam belajar, maka guru bisa mengambil tindakan yang tepat agar siswa terbebas dari kemacetan belajar. Karena gambaran kemajuan belajar itu diperlukan sepanjang proses pembelajaran, maka authentic assessment tida dilakukan di akhir periode pembelajaran.

Data yang dikumpulkan melalui kegiatan penilaian ( Authentic Assessment) bukanlah untuk mencari informasi tentang guru. Pembelajaran yang benar memang seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa agar mampu mempelajari (learning how to learn), bukan ditekankan pada materi yang diperoleh sebanyak-banyak mungkin informasi di akhir periode pembelajaran. Karena Authentic assessment menekankan proses pembelajaran, maka data yang dikumpulkan harus diperoleh dari kegiatan nyata yang dikerjakan siswa pada saat melakukan proses pembelajaran. Guru yang ingin mengetahui perkembangan belajar harus mengumpulkan data siswa dari kegiatan nyata siswa, bukan pada saat siswa tu melakukan tes. Data yang diambil dari kegiatan siswa saat siswa melakukan kegiatan baik di dalam kelas maupun di luar kelas itulah yang disebut data authentic. Beberapa karakteristik authentic assessment Nurhadi, (2002)

mengemukakan bahwa: a. Dilaksanakan sebelum dan sesudah proses pembelajaran langsung. b. Bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif. c. Yang diukur keterampilan performansi, bukan mengingat fakta. d. Berkesinambungan. e. Terintegrasi. f. Dapat digunakan sebagai feed back. Intinya dengan authentic assessment, pertanyaan yang ingin dijawab adalah Apakah anak-anak belajar?, bukan Apa yang sudah diketahui anak?. Jadi, siswa dinilai kemampuannnya dengan berbagai cara. Tidak melulu dari hasil ulangan tulis. Langkah-langkah Penerapan Pendekatan Kontekstual Di Kelas

Penerapan CTL di kelas secara garis besar langkah-langkahnya adalah sebagai berikut Nurhadi, (2002) mengemukakan bahwa : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri, dan mengkontruksikan sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan Inquiri untuk semua topic. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. Ciptakan Masyarakat Belajar (belajar dalam kelompok-kelompok) Hadirkan Model sebagai contoh pembelajaran. Lakukan Refleksi di akhir pertemuan. Lakukan penilaian yang sesungguhnya dengan berbagai cara. Jadi, sesuai dengan langkah-langkah di atas maka yang dikatakan pendekatan pembelajaran kontekstual yang memenuhi tujuh komponen CTL itu sendiri.

5. Pendekatan Konvensional Metode pendekatan konvensional adalah suatu metode belajar yang dipusatkan pada satu arah yang berlangsung umumnya disekolah, yaitu sudah bervariasi, tetapi belum terprogram dalam pelaksanaannya. Menurut Sudjana (2002), menyatakan bahwa metode konvensional merupakan suatu cara penyampaian informasi dengan lisan kepada sejumlah pendengar, kegiatan ini berpusat pada penceramah dan komunikasi yang terjadi searah. Pengajaran konvensional merupakan metode pengajaran yang biasa diterapkan di sekolah-sekolah yang pada umumnya terdiri dari metode ceramah,tanya jawab dan pemberian tugas. Metode ceramah adalah penuturan lisan dari guru kepada siswanya. Ceramah adalah kegiatan memberikan informasi dengan kata-kata di depan orang

banyak. Penyampaian informasi dengan kata-kata di depan orang banyak. Penyampaian informasi dengan kata-kata sering mengaburkan dan kadang-kadang ditafsirkan salah. Metode Tanya jawab dapat diartikan sebagai interaksi antara guru dengan siswa melalui kegiatan bertanya yang dilakukan oleh guru untuk mendapatkan respon lisan dari siswa, sehingga dapat menumbuhkan pengetahuan baru pada siswa. Metode pemberian tugas dapat diartikan sebagai suatu format interaksi belajar mengajar yang ditandai adanya suatu tugas atu tugas yang lebih banyak yang diberikan guru dengan penyelesaian secara perorangan atau kelompok. Dalam pengajaran konvensional siswa dipandang sebagai yang belum mengetahui apapun. Metode konvensional dianggap sebagai metode pengajaran yang kurang menguntungkan bagi siswa, tetapi bila ditinjau lebih jauh ternyata metode ini memiliki beberapa keuntungan yang diantaranya adalah: 1. Dapat menampung kelas dalam jumlah besar. 2. Bahan pelajaran atau keterangan dapat diberikan secara sistematis dengan penjelasan yang monoton. 3. Guru dapat memberikan tekanan pada hal-hal tertentu misalnya rumus atau konsep yang dianggap penting. 4. Dapat menutupi kekurangan jika tidak tersedia buku pelajaran atau alat bantu sehingga tidak menghambat dilaksanakannya pelajaran. Selain dari keuntungan metode ini, ada beberapa kelemahan-kelemahan yang dapat diperhatikan antara lain :

1. Pelajaran berjalan monoton sehingga membosankan dan membuat siswa cenderung pasif, karena kurangnya kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk belajar menemukan sendiri. 2. Pengaturan kecepatan secara klasikal ditentukan oleh pengajar, kurang cocok untuk pembentukan keterampilan dan sikap. 3. Siswa akan cepat lupa pada pelajaran yang telah diajarkan karena terfokus membuat catatan dan cenderung menempatkan pengajar sebagai terakhir. 4. Pengetahuan dan kemampuan siswa hanya sebatas pengetahuan yang diberikan oleh guru. Dalam pembelajaran konvensional berpusat pada guru. Jadi, perbedaan antara strategi pembelajaran kontekstual dengan pembelajaran konvensional adalah bentuk pengajaran yang dilaksanakan di dalam kelas. 6. Perbedaan Pendekatan Kontekstual Dengan Pendekatan Konvensional Dalam kelas kontekstual tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Maksudnya guru lebih banyak berurusan dengan strategi mengajar daripada memberikan informasi. Perbedaan pendekatan kontekstual dan pendekatan konvensional dapat dilihat dari tabel dibawah ini (Nurhadi, 2002). Perbedaan Pendekatan Kontekstual Dengan Pendekatan Konvensional No 1. 2. 3. Pendekatan CTL Pendekatan Konvensional Siswa secara aktif terlibat dalam Siswa adalah penerima proses pembelajaran. informasi secara pasif. Siswa belajar dari teman melalui kerja Siswa belajar secara kelompok, diskusi, saling mengoreksi. individual. Pembelajaran dikaitkan dengan Pembelajaran sangat abstrak

4. 5

kehidupan nyata. dan teoritis. Prilaku dibangun atas dasar kesadaran Prilaku dibangun sendiri. Keterampilan dikembangkan kebiasaan. atas Keterampilan dikembang kan atas dasar latihan.

atas

dasar pemahaman.

7. Tujuan Pengajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual bertujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu konteks ke konteks yang lain. Menurut Nurhadi (2002) mengemukakan bahwa, transfer adalah kemampuan untuk berpikir dan berargumentasi tentang situasi baru melalui penggunaan pengetahuan awal, dan konotasi negatif jika pengetahuan awal secara nyata menganggu proses belajar. Transfer dapat juga terjadi di dalam suatu konteks melalui pemberian tugas yang terkait erat dengan materi pelajaran atau antar dua atau lebih konteks dimana pengetahuan diperlukan dalam suatu situasi tertentu dan kemudian digunakan dalam konteks yang lainnya. Jadi, jelaslah bahwa pengajaran kontekstual dikembangkan dengan tujuan agar pembelajaran lebih berjalan produktif dan bermakna.

8. Hasil Belajar Akuntansi Prestasi belajar sering diartikan orang dengan hasil yang dicapai dari pembuatan belajar atau nilai yang diperoleh dalam belajar, sedangkan belajar adalah suatu perubahan tingkah laku yang terjadi di dalam diri seseorang. Untuk mengetahui seseorang telah belajar atau belum tidaklah mudah. Sebab proses

belajar merupakan masalah yang sangat kompleks sifatnya. Hasil belajar merupakan tingkat penguasaan terhadap sesuatu yang diperolehnya di dalam suatu proses belajar melalui evaluasi. Dalam proses belajar akan menyebabkan perubahan-perubahan pada diri sendiri terhadap sesuatu keadaan yang lebih baik yang mengacu pada tingkat keberhasilan belajar yang diorientasikan pada hasil belajar. Hasil belajar yang dicapai seseorang dapat diketahui apabila diadakan pengukuran dari pengetahuan seseorang itu, untuk mengukur sampai dimana tingkat pengetahuan seseorang harus ada suatu alat pengukur tertentu yang fungsinya mengukur pengetahuan hasil belajar. Alat atau prosedur yang menggunakan tes. Tes itu dapat berbentuk tugas yang harus dilaksanakan dan dapat pula berupa pertanyaan atau soal-soal yang harus dijawab. Hasil belajar biasanya dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh siswa setelah mengikuti tes hasil belajar. Skor yang diperoleh siswa mencerminkan adanya perbedaan tingkat kemampuan.

B. Penelitian yang Relevan Pernah melakukan penelitian mengenai Pembelajaran Menggunakan Pendekatan Kontekstual Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Gaya di Kelas VII SMP Negeri I Panai Hulu Labuhan Batu Tahun Ajaran. 2005/2006. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan variasi mengajar yaitu ceramah, Tanya jawab, dan penugasan dapat mengoptimalkan ketercapaian tujuan pembelajaran. Hal ini terlihat dari ketuntasan

belajar dengan persentase kelas eksperimen 89,7% sedangkan kelas kontrol hanya mencapai 79,8%. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif variasi mengajar terhadap hasil belajar fisika siswa di Kelas VII SMP Negeri I Panai Hulu Labuhan Batu Tahun Ajaran. 2005/2006. Pernah melakukan penelitian mengenai Pengaruh Metode

Pendekatan Kontekstual dengan Pendekatan Konvensional Terhadap Hasil Belajar Pada pokok Bahasan Penggunaan Hukum Newton di SMA Swasta Bina Karya MedanTahun Pelajaran 2004/2005. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah meningkatnya hasil belajar fisika pada kelompok Eksperimen yaitu sebesar 67,5%, debandingkan hasil belajar fisika siswa pada kelompok kontrol yaitu hanya sebesar 56%. Maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran dengan bervariasi pada pembelajaran Penggunaan Hukum Newton Swasta Bina Karya MedanTahun Pelajaran 2004/2005. Pendekatan Kontekstual dalam Pembelajaran dan Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Sub Materi Pokok Tumbuhan Biji di kelas VII SMP N 8 Binjai Tahun Pembelajaran 2006/2007. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah penggunaan metode kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 54,79% sedangkan hasil belajar siswa yang diajar dengan metode ceramah tradisional hanya sebesar 39,81%. Maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh metode kontekstual bervariasi terhadap hasil belajar biologi pada pokok bahasan Sub Materi Pokok Tumbuhan Biji di kelas VII SMP N 8 Binjai Tahun Pembelajaran 2006/2007.

C. Kerangka Berpikir Di dalam dunia pendidikan yang sangat menentukan dalam meningkatkan hasil belajar terletak pada srategi belajar mengajar, mungkin selama ini siswa hanya menerima informasi hanya sebatas dari guru saja yaitu berupa ceramah dan tanya jawab saja ataupun yang bersifat hapalan semata. Oleh sebab itu disini kurangnya pemahaman siswa sehingga mengakibatkan sulit dalam menerima dan mengikuti pelajaran yang telah diberikan guru. Untuk itu perlu diadakan suatu perbaikan yaitu dengan menata suatu pendekatan pembelajaran agar program belajar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Pendekatan kontekstual adalah salah satu pendekatan

pembelajaran yng menekankan pentingnya lingkungan alamiah diciptakan dalam proses belajar agar kelas lebih hidup dan lebih bermakna karena siswa mengalami sendiri apa yang dipelajarinya. Pendekatan kontekstual merupakan pendekatan yang memungkinkan siswa untuk menguatkan, memperluas, menerapkan pengetahuan dan keterampilan akademik dalam berbagai macam tatanan kehidupan, baik disekolah maupun di luar sekolah. Selain itu, siswa dilatih untuk dapat memecahkan masalah yang ada didunia nyata. Pendekatan ini juga membantu guru mengkaitkan materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa sehingga membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan mereka.

Dalam

penelitian

ini

dikembangkan

keterampilan

proses

untuk

pembelajaran sehingga benar-benar diterapkan metode pengajaran dengan sistem pendekatan kontekstual. Dalam hal ini kelebihan pendekatan kontekstual dibandingkan pengajaran konvensional yang tampak dalam proses belajarmengajar, dimana siswa pada umumnya lebih menghayati konsep-konsep yang abstrak karena dibantu dengan peragaan, sedangkan jika mengandalkan metode diskusi pada pengajaran konvensional siswa dalam menerima pelajaran hanya bersifat menghapal tanpa penghayatan yang mendalam karena yang dipelajarinya hanya berupa informasi belaka. Akhirnya tidak terjadi proses mencari, memikirkan serta menemukan apa yang sedang dipelajari seperti dalam pengajaran kontekstual. Dari pengalaman di Negara lain sudah terbukti bahwa telah menunjukkan peningkatan hasil belajar dengan menggunakan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran. Kontekstual punya sebuah strategi pembelajaran agar hasil belajar siswa menunjukkan tingkat keberhasilan dalam belajar. Seperti halnya strategi pembelajaran yang lain, kontekstual dikembangkan dengan tujuan agar pembelajaran berjalan lebih produktif dan bermakna. Pendekatan kontekstual dapat dijalankan tanpa harus mengubah kurikulum dan tatanan yang ada. Dalam pembelajaran kontekstual tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Maksudnya, guru lebih banyak berurusan dengan strategi dari pada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja sama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi siswa. Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru.

Bagian yang terberat bagi guru adalah memberikan konteks dalam mengajar. Makin mampu siswa menghubungkan pelajaran dengan konteks, makin berarti yang akan diperoleh dari pelajaran. Jika pendekatan ini diterapkan dengan benar maka dapat memberikan peluang bagi siswa untuk berpartisipasi aktif dan memungkinkan siswa dapat berpikir ketingkat lebih tinggi sehingga

pengetahuannya terus berkembang serta mampu mengahadapi dan memecahkan masalah-masalah yang ada. Dengan demikian memungkinkan siswa memperluas dan menerapkan pengetahuan dan keterampilannya dalam berbagai macam tatanan baik disekolah dan diluar sekolah. Secara umum, tidak ada perbedaan mendasar antara pembelajaran konvensional dengan pembelajaran kontekstual. Sekali lagi, yang

membedakannya hanya pada penekanan pada gambaran tujuan yang akan dicapai, sedangkan program untuk pembelajaran kontekstual lebih menekankan pada gambaran tujuan yang akan dicapai, sedangkan program untuk pembelajaran kontekstual lebih menekankan pada skenario pembelajarannya.Pembelajaran dikatakan efektif apabila tercapainya tujuan pembelajaran yang telah

direncanakan, dalam hal ini akan ditinjau dari hasil belajar siswa dan ketuntasan tujuan pembelajaran dan cara mengajar guru.

D. Hipotesis Penelitian Berdasarkan uraian diatas maka hipotesis penelitian ini adalah : Ada pengaruh antara pendekatan kontekstual terhadap hasil belajar akuntansi pada pembelajaran siswa kelas XI IS Semester I SMA Swasta Budi Murni 2 Tahun

Ajaran 2008/2009 dengan menggunakan pembelajaran pendekatan kontekstual pada pokok bahasan laporan keuangan.

BAB III METODE PENELITIAN

A.Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian a. Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMA Swasta Budi Murni 2 Medan Tahun Ajaran 2008/2009 Jl. Kapten Purba I Simalingkar Medan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2008/2009 pada pokok Bahasan Laporan Keuangan. B. Populasi dan Sampel a. Populasi Populasi penelitian ini adalah Seluruh Siswa Kelas XI IS SMA Swasta Budi Murni 2 Tahun Ajaran 2008/2009 yang terdiri dari 2 kelas yang berjumlah 80 orang siswa. b. Sampel Dalam hal ini kelas dijadikan sampel dalam penelitian ini diambil secara purposive sampling. C. Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional a.Variabel penelitian 1. 2. Variabel Bebas (X) Variabel Terikat (Y) : Pendekatan kontekstual : Hasil belajar Akuntansi

b. Defenisi Operasional 1. Pendekatan kontekstual merupakan pendekatan belajar yang membantu guru mengkaitkan materi yang diajarkan dengan kehidupan sehari-hari siswa dan mendorong siswa membuat hubungannya antara pengetahuan yang

dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. 2. Pendekatan belajar yang menampakkan ciri-ciri adalah: A. Dimensi Guru Upaya membangun sikap kritis siswa Upaya membimbing kemampuan berpikir Upaya mempratekkan diskusi kelompok siswa Upaya mengkaitkan materi dengan kehidupan Upaya mengkaitkan materi dengan informasi Upaya mengintegrasikan materi dengan informasi Upaya mengukur pemahaman materi Upaya membuat proses pembelajaran yang kreatif Upaya memberikan tugas yang relevan

B. Dimensi Siswa Berpikir kritis (mengajukan pertanyaan) Mengerjakan apa yang diinginkan guru Mencatat apa yang dipelajari Merenspons pertanyaan teman dalam kelompok Sharing dengan teman Bekerjasama dalam kelompok

Menilai sendiri hasil tugas Munculnya rasa sikap puas terhadap hasil belajar Merasa senang terhadap kegiatan pembelajaran

3. Hasil belajar adalah nilai rata-rata ujian pada siswa responden hasil pretes dan postes yang memperlihatkan kemampuan: - Siswa dapat menyebutkan arti konsep persamaan dasar akuntansi - Siswa dapat menjelaskan prisip akuntansi - Siswa dapat menggolongkan transaksi ke dalam persamaan dasar akuntansi - Siswa dapat mencatat transaksi dalam persamaan dasar akuntansi - Siswa dapat menyusun laporan keuangan. D. Desain penelitian Kelas sampel yang diambil dengan penelitian ini dibagi atas dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dimana kedua kelompok ini mendapat perlakuan yang berbeda. Kelompok eksperimen dalam hal ini diberikan perlakuan pengajaran seperti ciri-ciri diatas. Pendekatan kontekstual sedangkan kelompok kontrol dalam hal ini tidak menerima pendekatan pengajaran kontektual tetapi dengan pendekatan konvensional yang artinya tidak menunjukkan ciri-ciri seperti dalam kelompok eksperimen. Untuk menghindari hasil penelitian yang bias, maka kedua kelompok tersebut terlebih dahulu diseragamkan dalam pembelajaran dengan cara: a.Guru yang mengajar kedua kelas harus sama b. Buku pegangan siswa harus disamakan c.Lama waktu penyampaian materi harus sama

d.Selang waktu pemberian materi tidak terlalu lama antara kedua kelompok kelas. e.Materi yang diajarkan kepada harus sama Jadi yang membedakan kedua kelompok tersebut hanyalah pada kelas eksperimen diberikan pengajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Jenis desain ekperimen dalam penelitian ini adalah desain yang menggunakan pretes dan postes. Diagram dari desain tersebut adalah: Rancangan Perlakuan Pendekatan Belajar Sampel Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Keterangan: X1: Perlakuan pengajaran menggunakan pendekatan kontekstual X2: Perlakuan pengajaran tanpa menggunakan pendekatan kontekstual T1: Pemberian tes awal (pre test) T2: Pemberian tes akhir (post test) Rancangan Eksperimen: I. Persiapan - Diskusi dengan pembimbing dan guru bidang studi tentang materi ajar, metode pembelajaran, jadwal, media. - Melakukan uji coba tes hasil belajar untuk Validitas, reabilitas, daya beda dan tingkat kesukarannya. Tes ini diuji di sekolah di sekolah yayasan teladan yang diasumsikan mempunyai kemampuan yang sama. Pretes T1 T1 Perlakuan X1 X2 Postes T2 T2

- Menentukan sampel penelitian (kelas eksperimen dan kelas kontrol ) dari 2 kelas di kelas IS Semester I SMA Budi Murni 2 Medan Tahun Ajaran 2008/2009. - Memberikan pretes kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tujuan kegiatan ini mengukur kemampuan belajar (penguasaan materi) sebelum perlakuan baru. Pengukuran ini menggunakan tes ( 25 soal) yang terdiri dari penguasaan dalam aspek : - Menyebutkan konsep - Identifikasi Konsep - Mendefenisikan konsep - Mendeskripsikan -Membuat contoh - Meringkas 3.Penyusunan RPP 4.Membuat format pengamat dan monitoring II. Pelaksanaan Eksperimen 1. Jadwal pelaksanaan 2. Kehadiran siswa 3. Proses pelaksanaan pengajaran Menerapkan perlakuan kontekstual pada sampel penelitian. 4. Penilaian proses dan feedback III. Evaluasi pelaksanaan 1. Hasil perkembangan pengamatan guru bidang studi

Menerapkan perlakuan kepada kelompok eksperimen, yaitu pengajaran dengan menggunakan pendekatan kontestual. 2. Hasil Pembelajaran atas pendekatan kontekstual Memberikan pretes ( tes kemampuan awal) kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa pada pokok bahasan laporan keuangan. 3. Memberikan postes (tes akhir) pada sampel penelitian sebagai evaluasi proses hasil belajar siswa. Setelah materi diajarkan maka diadakan postes dengan tujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana hasil pengajaran yang dilaksanakan.

F. Teknik Pengumpulan Data 1. Alat Pengumpulan Data Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa setelah menerima perlakuan pengajaran pada Akuntansi yaitu berupa soal multiple choice sebanyak 25 soal..

Cara pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui kegiatan: a. Pree tes yang dilaksanakan sebelum mengadakan proses pembelajaran yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa tentang materi Akuntansi b. Post tes yang diadakan setelah materi pelajaran Akuntansi diajarkan yang bertujuan untuk mengetahui sampai dimana hasil pengajaran yang dilaksanakan.

2. Uji Instrumen

Instrumen penelitian ini adalah tes hasil belajar. Tes ini diberikan sebanyak dua kali yaitu pretes dan postes. Sebelum dilakukan penelitian, tes yang telah disusun terlebih dahulu diuji cobakan untuk mengetahui baik atau buruknya tes maka dapat dilaksanakan penyajian beberapa tahap, antara lain sebagai berikut: a. Validitas tes Untuk menghitung validitas tes digunakan rumus :
rx , y
= N

XY ( X )( Y ) 2 X 2 } {N Y 2 ( Y )

Arikunto (2003:146) Keterangan :

rx , y = koefisien validitas tes


X Y n = Skor yang dimiliki siswa setiap soal = Skor total = Jumlah siswa yang mengikut tes

Kriteria validitas soal sebagai berikut: 0,8 rx,y < 1,0 validitas tes sangat tinggi 0,6 rx,y < 0,8 validitas tes tinggi 0,4 rx,y < 0,6 validitas tes sedang 0,2 rx,y < 0,4 validitas tes rendah 0 rx,y < 0,2 validitas tes sangat rendah Kriteria pengujian validitas adalah setiap item valid apabila rxy > r tabel ( r tabel diperoleh dari nilai kritis r ).
(

b. Reliabilitas tes

Rumus yang digunakan untuk menghitung reliabilitas tes adalah


S 2 pq n S2 n 1

Yaitu: r11 = Keterangan:

(Arikunto 2003:157)

r11= realibilitas tes secara keseluruhan


n = banyaknya item P = proporsi subyek yang menjawab item dengan benar q = proporsi subyek yang menjawab item dengan salah

pq = jumlah hasil perkalian antarap dan q


S 2 = standar deviasi Kriteria pengujian dikatakan realibilitas tes adalah apabila banyaknya siswa pada taraf nyata

= 0,05 dengan kriteria r 11 > r tabel (r tabel diperoleh

dari nilai akhir kritis r ).

c. Tingkat kesukaran tes Rumus yang digunakan dalam menemukan tinkat kesukaran tes adalah : P=
B (Arikunto 2001) Js

Keterangan : P = Tingkat kesukaran B = Jumlah siswa yang menjawab soal yang benar J s = Banyaknya subyek yang ikut mengerjakan tes Adapun kriteria tingkat kesukaran adalah :

Untuk mengartikan angka taraf kesukaran item digunakan kriteria sebagai berikut: 1. Item dengan P 0,00 sampai 0,30 adalah sukar 2. Item dengan P 0.30 sampai 0,70 adalah sedang 3. Item dengan P 0,70 sampai 1,00 adalah mudah

d. Daya Pembeda Soal Daya pembeda soal adalah kemampuan sesuatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai (yang berkemampuan tinggi) dengan siswa yang bodoh (berkemampuan rendah). Untuk menentukan daya pembeda tes digunakan rumus yaitu: D=
B B1 b JA JB

(Arikunto, 2001)

Keterangan: D = Daya beda JA = Jumlah siswa pada kelompok atas JB = Jumlah siswa pada kelompok bawah BA = Banyaknya kelompok atas menjawab benar BB = Banyaknya kelompok bawah yang menjawab benar D = 0,00 sampai 0,20 pembeda jelek Klasifikasi daya beda tes menurut Arikunto (2001) dengan kriteria sebagai berikut: D = 0,00 sampai 0,20 pembeda jelek D = 0,20 sampai 0,40 pembeda cukup

D = 0,40 sampai 0,70 pembeda baik D = 0,70 sampai 1,00 pembeda baik sekali G. Teknik Analisis Data Untuk menganalisis data diperlukan teknik analisa kuantitatif dengan metode statistika yaitu analisa varians. Setelah data terkumpul, maka data tersebut diolah sehingga dari hasil pengolahan tersebut nantinya dapat diambil kesimpulan untuk membuktikan hipotesis yang telah dirumuskan. Langkah-langkah pengorganisasian data, sebagai berikut: 1. Menghitung skor mentah untuk setiap kelompok siswa. 2. Menghitung skor rata-rata masing-masing kelompok dengan menggunakan rumus :

X =

x
n

(Sudjana:2002)

Dimana : X= Nilai rata-rata skor X i = Jumlah skor n = jumlah Sampel 3. Menghitung standar deviasi dan variasi dari masing-masing kelompok dengan rumus:
S =
2

n x12 ( x1 ) n( n 1)

(Sudjana:2002)

4. Uji Normalitas dengan menggunakan uji Lilliefors (Sudjana, 2002) Untuk pengujian hipotesis nol tersebut maka digunakan prosedur sebagai berikut: a. Pengamatan X 1 , X 2 ,..........X n dijadikan bilangan baku Z 1 , Z 2 ,.........Z n dengan menggunakan rumus:

Z1=

x1 x ( x dan S masing- masing merupakan rata-rata simpangan baku S

sampel) b. Untuk tiap bilangan baku ini dan menggunakan daftar distribusi normal baku, kemudian dihitung peluang F(z 1 ) = P(z z 1 ) c. Selanjutnya menghitung proporsi ini dinyatakan oleh S(z 1 ), maka S ( zi ) =
banyaknyaz1, z 2,......................, z n yang z1 n

d. Menghitung selisih F(z 1 ) S(z 1 ) kemudian tentukan harga mutlaknya. e. Menghitung harga yang paling besar diantara harga-harga mutlak selisih
1

F(z

) S(z 1 ) , misalkan harga yang terbesar sebagai L 0 , untuk menerima atau

menolak distribusi normal data penelitian dapat dibandingkan L 0 dengan nilai kritis L yang diambil dari daftar tabel uji Lilliefors dengan taraf nyata 0,05 maka kriteria hipotesis normalitas diterima jika L 0 < L tabel . 5. Melakukan Uji Homogenitas

Jika dalam pengujian normalitas data yang berdistribusi normal selanjutnya dilakukan uji homogenitas yaitu menguji kesamaan varians dengan hipotesis: Kesamaan Varians ini akan diuji dengan menggunakan rumus:

F=

S12 2 S2

2 dimana : S 1 = Varians dari kelompok besar

S2 2 = Varians dari kelompok kecil Kriteria pengujian adalah terima H0 : data berasal dari populasi yang homogen. Jika Fhitung > Ftabel , didapat dari daftar distribusi F dengan = 0,05. Disini

adalah taraf nyata untuk pengujian.

6. Uji Hipotesis Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa kelas eksperimen dengan kelas kontrol digunakan uji t. Hipotesis yang akan diuji adalah : Untuk menguji hipotesis digunakan uji t dengan hipotesis: Untuk uji t, menggunakan rumus adalah (Sudjana, 2002)

thitung

X1 X 2 = s 1 + 1 n1 n2
2 2

(n 1) s1 + (n2 1) s 2 Dengan : S = 1 n1 + n2
2

Dimana:

S = Standar deviasi gabungan dari kedua kelompok n 1 = Jumlah kelompok yang menerima pendekatan kontekstual n 2 = Jumlah kelompok yang tidak menerima pendekatan kontekstual
X 1 = Rata-rata dari kelompok yang menerima pendekatan kontekstual

X 2 = Rata-rata dari kelompok yang tidak menerima pendekatan kontekstual

s 1 = Standar deviasi kelompok yang menerima pendekatan kontekstual s 2 = Standar deviasi yang tidak menerima pendekatan kontekstual Kriteria pengujian adalah: Terima Ho jika t hitung > t 1 dan tolak H 0 Jika t hitung mempunyai harga

t 1 , dengan = 0,05 (taraf nyata). Derajat kebebasan untuk daftar distribusi t


adalah dk = ( n 1 + n 2 -2) dengan peluang (1- ).

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Hasil Penelitian Dari data hasil penelitian, diperoleh kriteria pengujian validitas tes adalah setiap item valid apabila r hitung > r tabel yang artinya apabila harga r hitung =0,355 dan dari daftar kritis r product moment untuk = 0,05 didapat harga r tabel = 0,312

maka untuk soal nomor satu dinyatakan valid dengan r hitung > r tabel atau 0,355>0,312 dan untuk penyelesaian soal-soal yang berikutnya. Kriteria validitas soal sebagai berikut : 0,8 rx,y < 1,0 validitas tes sangat tinggi 0,6 rx,y < 0,8 validitas tes tinggi 0,4 rx,y < 0,6 validitas tes sedang 0,2 rx,y < 0,4 validitas tes rendah 0 rx,y < 0,2 validitas tes sangat rendah

Dari data hasil penelitian, diperoleh kriteria pengujian reabilitas tes adalah apabila banyaknya siswa pada taraf nyata = 0,05 dengan kriteria r 11 > r tabel (r tabel diperoleh dari nilai akhir kritis r). Dari daftar nilai kritis product moment untuk

= 0,05 dan n = 40,maka diperoleh r tabel = 0,312 karena r 11 > r tabel atau

0,488 berada diantara 0,41 sampai 0,70 maka dapat disimpulkan bahwa tes yang diuji pada hasil belajar adalah memiliki reliabel sedang dengan r 11 = 0,488. Setelah tes diberikan sebanyak dua kali yaitu pretes dan postes yang telah diuji cobakan untuk mengetahui baik-buruknya tes. Dari data hasil penelitian, diperoleh kriteria perhitungan Tingkat kesukaran Tes adalah Dengan Rumus : P= P=
B JS 30 = 0,75 40

Untuk mengartikan angka taraf kesukaran item digunakan beberapa kriteria sebagai berikut : 1. Item dengan P 0,00 sampai 0,30 adalah sukar 2. Item dengan P 0.30 sampai 0,70 adalah sedang 3. Item dengan P 0,70 sampai 1,00 adalah mudah

Dengan merujuk pada taraf kesukaran item maka untuk kategori soal diantara 0,70-1,00 soal dikategorikan mudah.

B. Analisa Data - Menghitung skor mentah untuk setiap kelompok siswa - Menghitung skor rata-rata masing-masing kelompok - Menghitung standar deviasi dan variasi dari masing-masing kelompok dengan
n x12 ( x1 ) n( n 1)
2

rumus

S =
2

Maka didapat hasil untuk kelompok eksperimen sebesar Sy1 kelompok kontrol sebesar Sy2 = 9,72.

11,06

dan

- Menghitung uji Normalitas dengan menggunakan uji Lilliefors ( Sudjana, 2002) Untuk pengujian hipotesis nol tersebut maka digunakan prosedur sebagai berikut: a. Pengamatan X 1 , X 2 ,..........X n dijadikan bilangan baku Z 1 , Z 2 ,.........Z n dengan menggunakan rumus:

Z1=

x1 x ( x dan S masing- masing merupakan rata-rata simpangan baku S

sampel). Untuk data pretes kelas eksperimen diketahui X 1 =15, X =38,13 dan S = 11,53 Maka : Z 1 = x1 x = S

15 38,13 = 2,00 11,53

Untuk data pretes kelas eksperimen maka diperoleh Lo= 0,1112 < L

tabel

= 0,1401

sehingga dapat disimpulkan data pretes kelas eksperimen berdistribusi normal. - Melakukan uji normalitas

Jika dalam pengujian normalitas data yang berdistribusi normal selanjutnya dilakukan uji homogenitas yaitu menguji kesamaan varians dengan hipotesis: Kesamaan varians ini akan diuji dengan menggunakan rumus :

F=

S12 2 S2
Kemudian dari tabel distribusi F diperoleh F tabel = 1,795 sehingga

diperoleh F hitung = 1,004 sehingga diperoleh F hitung < F tabel (1,004<1,795). Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua nilai pretes berasal dari kelompok sampel adalah homogen. Untuk menguji normalitas data (post-tes) digunakan perhitungan normalitas data setiap kelompok adalah: 1. Uji Normalitas hasil belajar akuntansi siswa yang diajar dengan menggunakan metode kontekstual untuk kelas eksperimen. Diperoleh berdasarkan data pretes dengan harga L 0 = 0,1080 dan untuk data postes diperoleh harga L 0 =0,1131. 2. Uji Normalitas hasil belajar akuntansi siswa yang diajar dengan kelas kontrol untuk data pretes diperoleh L 0 =0,1308 dan untuk data postes L 0 =0,1267. Pada taraf signifikan uji liliefors. Hasil

= 0,05 dan n = 40 diperoleh L tabel =

0,1401, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data dari kedua sampel berdistribusi normal, karena L 0 < L tabel .

- Melakukan Uji Homogenitas Jika dalam pengujian normalitas data yang berdistribusi normal selanjutnya dilakukan uji homogenitas yaitu menguji kesamaan varians dengan hipotesis: Kesamaan varians ini akan diuji dengan menggunakan rumus :

F=

S12 2 S2

1. Uji Homogenitas Data pretes Varians kelas eksperimen (S x1 ) 2 = (11,53) 2 = 132,9409 Varians kelas kontrol (S x 2 )2 = (11,51)2 = 132,4801 Maka: F=
VariansTerbesar VariansTerkecil
132,9409

F = 132,4801 F = 1,004 Kemudian dari tabel distribusi F diperoleh F tabel = 1,795 sehingga diperoleh F hitung = 1,004 sehingga diperoleh F hitung < F tabel (1,004<1,795). Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua nilai pretes berasal dari kelompok sampel adalah homogen. 2. Uji Hipotesis Data postes Varians kelas eksperimen (S y1 )2 = (11,06)2 = 122,3236 Varians kelas kontrol (S y 2 )2 = (9,72)2 = 1,295 Kemudian dari tabel distribusi F diperoleh F hitung = 1,295 sehingga diperoleh F hitung < F tabel (1,295<1,795) sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua nilai postes sampel berasal dari kedua kelompok adalah homogen. - Melakukan Uji Homogenitas Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa kelas eksperimen dengan kelas kontrol digunakan uji t. Hipotesis yang akan diuji adalah : Untuk menguji hipotesis digunakan uji t dengan hipotesis: Untuk uji t, menggunakan rumus adalah (Sudjana, 2002)

thitung

X1 X 2 = s 1 + 1 n1 n2
2 2

(n 1) s1 + (n2 1) s 2 Dengan : S = 1 n1 + n2
2

Dimana: S = Standar deviasi gabungan dari kedua kelompok n 1 = Jumlah kelompok yang menerima pendekatan kontekstual n 2 = Jumlah kelompok yang tidak menerima pendekatan kontekstual
X 1 = Rata-rata dari kelompok yang menerima pendekatan kontekstual

X 2 = Rata-rata dari kelompok yang tidak menerima pendekatan kontekstual

s 1 = Standar deviasi kelompok yang menerima pendekatan kontekstual s 2 = Standar deviasi yang tidak menerima pendekatan kontekstual

Kriteria pengujian adalah: Terima Ho jika t hitung > t 1 dan tolak H 0 Jika t hitung mempunyai harga

t 1 , dengan = 0,05 (taraf nyata). Derajat kebebasan untuk daftar distribusi t


adalah dk = ( n 1 + n 2 -2) dengan peluang (1- ).

Uji Kesamaan Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: Ada pengaruh pendekatan kontekstual terhadap hasil belajar Akuntansi kelas XI IS SMA Swasta Budi Murni 2 Medan. Untuk pengujian hipotesis dilakukan dengan menguji korelasi product moment. Pengujian hipotesis dilakukan dengan melihat perbedaan hasil postes antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dimana sebelumnya dilakukan pretes untuk mengetahui apakah kedua kelas mempunyai kemampuan awal yang sama sebelum diberikan pendekatan.Ternyata setelah diuji perbedaan dengan manggunakan uji beda t antara kelas ekperimen yang memiliki

nilai rata-rata 38,125 dengan kelas kontrol rata-rata 45,375 diperoleh t hitung = 2,814 pada taraf signifikan

=0,05 dan dk= 40+40-2=78, dan harga t tabel

=1,986. Dengan membandingkan antara t hitung dengan t tabel diperoleh -t 1 <t<t 1 atau -2,814<1,986<2,814, sehingga diperoleh kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai pretes kedua kelas tersebut sebelum diberikan perlakuan. Ini berarti bahwa kemampuan awal siswa antar kelompok eksperimen dan kontrol adalah sama. Kemudian setelah diberikan perlakuan dengan pendekatan kontekstual pada kelas eksperimen dan secara konvensional pada kelas control. Diperoleh nilai rata-rata untuk kelas eksperimen 69,9 pada kelas kontrol 59,7 dengan menggunakan uji hipotesis (uji t). Diperoleh nilai pos tes harga t hitung = 16,64 pada taraf signifikan

0,05 dan dk=40+40-0=78, dan harga t tabel =1,986. Dengan membandingkan antara t hitung dengan t tabel diperoleh -t 1 <t<t 1 atau -16,636<1,986<16,61 maka t
hitung

> t tabel . Bisa disimpulkan bahwa ada perbedaan yang berarti (signifikan) Dari kesimpulan uji t diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh

antara kedua kelas tersebut setelah diberikan perlakuan. yang berarti pada hasil belajar siswa dengan menggunakan pendekatan kontekstual pada materi pokok laporan keuangan di kelas XI IS SMA Swasta Budi Murni 2 Medan Tahun Ajaran 2008/2009. Spesifkasi kemampuan pembelajaran rata-rata hasil belajar sebelum perlakuan Pretes Spesifikasi kemampuan KE KK Selisih

1. Menyebutkan arti konsep 2. Menjelaskan prinsip 3. Menggolongkan transaksi ke dalam persamaan 4. Menggolongkan transaksi ke dalam persamaan 5. Menyusun laporan jumlah keuangan

6 7 5 6 8

5 5 4 6 7

1 2 1 0 1

Jumlah

32

27

Uji Hipotesis: Tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar antara KE dan KK sebelum menerima pendekatan metode kontekstual. Spesifkasi kemampuan pembelajaran rata-rata hasil belajar setelah menerima perlakuan Postes Spesifikasi kemampuan 1. Menyebutkan arti konsep 2. Menjelaskan prinsip 3. Menggolongkan transaksi ke dalam persamaan 4. Menggolongkan transaksi ke dalam persamaan 5. Menyusun laporan jumlah keuangan Jumlah KE 8 7 6 7 6 KK 4 5 5 4 7 Selisih 4 2 1 3 -1

34

25

C. Pembahasan Hasil Penelitian

Sebelum diberikan pembelajaran terlebih dahulu dilakukan pretes untuk mengetahui kemampuan awal siswa baik di kelas eksperimen ataupun di kelas kontrol, dari hasil perhitungan diperoleh kesimpulan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan awal siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini berarti sebelum diberikan perlakuan yang berbeda kepada kedua kelas tersebut kemampuan siswa adalah sama. Selanjutnya setelah diberikan perlakuan yang berbeda, yaitu kelas eksperimen diberikan pengajaran dengan pendekatan kontekstual dan kelas kontrol dengan pengajaran konvensional maka dalam pengujian hipotesis diperoleh kesimpulan bahwa pengajaran dengan pendekatan kontesktual nilai yang diperoleh lebih memuaskan dibandingkan dengan pengajaran konvensioanl pada materi pokok laporan keuangan di kelas XI IS SMA Budi Murni 2 Medan Tahun Ajaran 2008/2009. Mempelajari akuntansi lebih membutuhkan pemahaman dari pada penghapalan. Siswa tidak akan berhasil mempelajari dengan cara menghapal materi saja. Pemberian pendekatan kontekstual membantu siswa agar siswa dapat membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dalam penerapan kehidupan mereka sendiri. Sehingga ilmu dan keterampilan yang mereka miliki datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. Kontekstual dikembangkan dengan tujuan agar pembelajaran berjalan lebih produktif dan bermakna. Pemberian pendekatan kontekstual sangat tepat diberikan pada materi pokok laporan keuangan kelas XI IS SMA Swasta Budi Murni 2 Medan Tahun Ajaran 2008/2009 karena dengan diberikannya pendekatan kontekstual ini siswa lebih aktif dari pada guru. Yang pada dasarnya guru hanya membantu siswa mencapai tujuannya dan lebih banyak berurusan dengan strategi dari pada memberikan informasi. Pengaruh pembelajaran kontekstual adalah signifikan juga ditunjukkan adanya penningkatan aktivitas siswa yang ditinjau dari (1) mengajukan pertanyaan, (2) memberi kritik, (3) memberi tanggapan, (4) memberikan jawaban yang tepat dari suatu masalah. Dimana pada pertemuan I aktivitas belajar siswa

masih tergolomg rendah sehingga pelaksanaan kegiatan belajar pada kelompok kurang baik, kemudian setelah diadakan pengajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual, aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan dimana aktivitas siswa pada umumnya tergolong pada kategori tinggi bahkan sampai kategori yang sangat tinggi. Ketujuh komponen kontekstual dapat dilaksanakan yaitu kontrutivisme, menemukan, bertanya, masyarakat belajar. permodelan, refleksi, penilaian yang sebenarnya memiliki beberapa kelebihan dan juga kelemahan. Beberapa kelebihan dari pendekatan kontekstual adalah :1) Siswa lebih aktif dan bersemangat dalam mengikuti belajar mengajar 2) Siswa terlatih untuk mengkaitkan kehidupan sehari-hari dengan materi yang disampaikan peneliti sehingga kegiatan belajar mengajar lebih bermakna 3) Siswa lebih terampil dalam memberikan pertanyaan dan siswa dalam setiap persentase yang dilakukan 4) siswa dapat dengan mudah mengingat pelajaran karena selalu ada tahap refleksi diakhir pertemuan dan ada 5) siswa senang karena diberikan nilai dengan berbagai cara sebagai hasil dari kegiatan belajar mengajar. Walaupun terdapat kelebihan-kelebihan yang diberikan dalam penelitian ini, berdasarkan observasi dilapangan menunjukkan masih terdapat pula kelemahan-kelemahan pelaksanaan penerapan pembelajaran kontekstual. Dalam pelaksanaan penelitian, peneliti sudah berusaha mengatur waktu sesuai dengan yang direncanakan dalam rencana pengajaran, tetapi tidak semuanya sesuai dengan yang direncanakan dalam rencana pengajaran, yaitu:1) kondisi kelas dengan pendekatan kontekstual sangat sulit dikontrol dan mudah menjadi riuh sebab dengan melakukan eksperimen memberikan kesempatan pada siswa untuk ribut, 2) hanya sebagian siswa sulit diatur karena untuk melakukan pendekatan kontekstual (termasuk didalamnya eksperimen) masih saja memerlukan waktu yang lebih banyak untuk pencapaian hasil yang maksimal. Pada pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual hal yang sangat sedikit sulit untuk dikembangkan yaitu mengenai kontrutivisme dan inquiri karena disini siswa benar-benar dituntut untuk dapat lebih kreatif, bersifat kritik dan sifat keigintahuannya besar mengenai hal-hal yang dipelajarinya karena pada dasarnya

dalam pendekatan kontekstual siswalah yang memegang peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar sedangkan guru hanyalah sebagai penuntun saja tetapi kita lihat dalam kenyataannya dilapangan guru masih berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran, hal ini disebabkan belum terbiasanya siswa belajar dengan cara pendekatan kontekstual. Sedangkan pada kelas kontrol siswa terlihat kurang aktif dan semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran karena metode pembelajarannya yang monoton yaitu guru hanya memberikan penjelasan saja sehingga siswa tidak bisa memberikan kontribusi yang lebih dalam kegiatan belajar mengajar. Kendala lainnya yang ditemukan peneliti yaitu masih ada ditemukannya nilai siswa dibawah nilai 6 kebawah yang berjumlah 5 orang untuk kelas eksperimen dan 18 orang untuk kelas kontrol. Pada kelas kontrol hal tersebut bisa terjadi dikarenakan pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung ada beberapa orang siswa yang bermain-main didalam kelas sehingga materi yang dijelaskan oleh guru banyak yang tidak dimengerti oleh siswa tersebut. Sedangkan pada kelas eksperimen hal itu bisa terjadi dikarenakan ada tiga orang siswa yang sakit sehingga siswa tersebut tidak konsentrasi dalam belajar. Dua siswa yang mendapat nilai dibawah 6 nilainya dikarenakan pada saat kegiatan belajar mengajar mereka permisi keluar kelas sehingga mereka ketinggalan materi yang sedang mereka kerjakan didalam kelompoknya. Nilai siswa dibawah 6 merupakan kendala yang ditemukan peneliti meskipun peneliti telah melakukan perlakuan semaksimal mungkin di dalam proses pembelajaran. Apabila kendala-kendala ini dapat diatasi maka pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dapat dijadikan salah satu metode pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian data dan uji statistik di BAB IV maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : Ada perbedaan yang positif dan signifikan hasil belajar siswa dengan menggunakan pendekatan kontekstual dan pendekatan konvensional dimana diperoleh harga t hitung (4,44) > t tabel (1,67) pada pokok bahasan laporan keuangan kedalam persamaan akuntansi siswa Kelas XI IS SMA Swasta Budi Murni 2 Medan Tahun Ajaran 2008/2009.

B. Saran Saran yang dapat diajukan berdasarkan temuan penelitian ini adalah : Bagi para guru akuntansi yang ingin menerapkan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual sebaiknya benar-benar dapat menyesuaikan alokasi waktu yang ada dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat dan sebaiknya dilakukan dengan cara melibatkan siswa untuk lebih aktif dalam bereksperimen dari materi yang diajarkan, jadi dalam hal ini bukan hanya guru saja yang memegang peranan tetapi siswa juga lebih dituntut untuk lebih kreatif lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S, (2001), Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta : PT.Bumi Aksara . Dimyanti dan Mudjono, (2002), Belajar dan Pembelajaran, Jakarta : Rineka Cipta . Geocities, (2005), Kurikulum Berbasis Kompetensi , Htt:// Geocities.Com / Pak Guru Online / Kebijakan bab 3, Html. (Januari 2005) Nurhadi, (2002), Pendekatan Kontekstual, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. Nasution, N.,(2005), Perbedaan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Pendekatan Kontekstual, Laporan Penelitian, Tidak Diterbitkan FMIPA UNIMED, Medan. Nurhadi, (2002), Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK, Universitas Negeri Medan. Ratna Wilias Dahar, (1996), Teori-teori Belajar, Jakarta : Erlangga . Sanjaya, 2005. Hal-hal yang diperhatikan dalm memahami belajar dalam Kontekstual. Jakarta : Erlangga . Sisdiknas.(2003). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Depdiknas.Jakarta. Slameto, (2003), Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta Rineka Cipta . Sudjana, (2002), Metode Statistika, Tarsito , Bandung. Sutjipto, B. 2003. Penggunaan Metode Pembelajaran, Teknodik, vol.7, No.3, Universitas Negeri Jakarta, Jakarta, htttp://www. Pustekkom. Go.id (diakses tgl 15 mei 2007). Karakteristik penting dalam proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan kontekstual, dalam (http://www.cord.lev2.cfm./56.p.5)

Lampiran 1 SILABUS DAN SISTEM PEMBELAJARAN Sekolah Kelas Mata Pelajaran Semester : SMA Swasta Budi Murni 2 Medan : XI IS : Akuntansi : I/ Ganjil dasar dan menerapkan siklus akuntansi perusahaan dagang. No . 1. Aloka Kompetensi Dasar si Waktu 2 jp Menganalisis akuntansi sebagai system informasi Indikator Pencapaian Hasil Belajar(C,A,S) Materi pokok dan Penjabarannya Akuntansi dan system informasi

Standar Kompetensi :Menganalisis sistem informasi dasar hukum, struktur

Langkah Pem

2 jp

Menganalisis akuntansi sebagai sistem informasi

A. Apersepsi 1. Curah pendapat pelajaran matemati dipelajari siswa. Makna Akuntansi 2. Mempersiapkan sebagai Sistem pelajaran. Informasi B. Inti 1. Merumuskan ke proses akuntansi Kualitas Informasi 2. mengidentifikas Akuntansi informasi akuntans masing pemakai C. Penutup Pemakai 1. Evaluasi Informasi 2. Memberikan pes Akuntansi untuk memahami m Bidang akuntansi A. Apersepsi 1. Curah pendapat Bidang Profesi pekerjaan yang dik akuntansi siswa. 2. Mempersiapkan Etika profesi pelajaran akuntan B. Inti 1. Mengklasifikasi Standar Akuntansi bidang spesialisasi Keuangan 2. Mendeskripsikan garapan/profesi aku 3. Mengidentifikas akuntan.

C. Penutup Evaluasi 3 2 jp Mendeskripsikan dasar hokum dan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Indonesia (SAK) Dasar Hukum dan pelaksanaan Akuntansi Dasar hukum Asumsi, dasar dan konsep dasar akuntansi

2 jp

Mendeskripsikan dasar hokum dan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Indonesia (SAK)

Laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

A. Apersepsi Bercerita tentang h biasa dialami siswa dengan bidang aku B. Inti 1. mendeskripsikan pelasksanaan akun perusahaan di Indo 2. Merumuskan ke accrual basis, asas going concern, asa pengeluaran beban penghasilan dan as serta implikasinya. C. Penutup Evaluasi A. Apersepsi Bercerita tentang h biasa dialami siswa dengan bidang aku B. Inti 1. mendeskripsikan pelasksanaan akun perusahaan di Indo 2. Merumuskan ke accrual basis, asas going concern, asa pengeluaran beban penghasilan dan as serta implikasinya. C. Penutup Evaluasi

5. 6.

2 jp 2 jp

Menerapkan struktur dasar akuntansi

Ujian Harian I Struktur Dasar Akuntansi Penggolongan Transaksi Keuangan. Persamaan Akuntansi

A. Apersepsi 1. Bercerita tentang sehari-hari dikaitka akuntansi. 2. Mempersiapkan persamaan akuntan B. Inti 1. Mengidentifikas pencatatan

2. menerapkan rum akuntansi C. Penutup Evaluasi 7. 2 jp Menerapkan struktur dasar akuntansi Persamaan Akuntansi

A. Apersepsi 1. Mempersiapkan persamaan akuntan B. Inti 1. Menerapkan rum Akuntansi C. Penutup Evaluasi

Lampiran 2a RENCANA PEMBELAJARAN ( METODE KONTEKSTUAL) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Pokok Bahasan Alokasi Waktu Pertemuan Kompetensi Dasar Siswa dapat menyebutkan arti konsep dasar akuntansi. Indikator 1. Siswa dapat merumuskan kembali defenisi, proses akuntansi dan kualitas informasi akuntansi. 2. Siswa dapat mengidentifikasi kegunaan informasi akuntansi bagi masing-masing pemakai. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran kontekstual Dengan langkah-langkah sebagai berikut: Guru membuka pelajaran Penggunaan Waktu dan strategi pembelajaran Melibatkan siswa dalam proses pembelajaran Guru berkomunikasi dengan siswa Guru Melihat Aktivitas siswa Melakukan penilaian yang sesungguhnya. : SMA : Akuntansi : XI IS/ I : Konsep dasar akuntansi : 2x 45 Menit :I

Menutup Pelajaran

IV. Sumber Pembelajaran 1. Darmawan Suwandi, Akuntansi SMU 1, Penerbit Erlangga, Medan. 2. Buku Akuntansi yang relevan. V. Alat dan Bahan Papan tulis, kapur dan alat tulis-menulis

VI. Kegiatan Belajar Mengajar Kelas Eksperimen

Tahap 1. Pendahuluan

Kegiatan Guru 1. Guru memotivasi siswa dengan menjelaskan makna akuntansi sebagai sistem informasi. 2. Guru menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan pembelajaran akuntansi sebagai sistem informasi. 3. Guru membagi siswa ke dalam kelompok diskusi. 1. Guru menginformasikan materi yang akan dibahas dalam diskusi kelompok. 2. Guru mengarahkan siswa untuk menerapkan strategi belajar. 3. Guru memberikan suatu permasalahan pada siswa untuk dibahas dalam masingmasing kelompok. 4. Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok. 1. Guru meminta salah seorang siswa untuk menyimpulkan hasil diskusi. 2. Guru bersama-sama mengevaluasi proses dan hasil belajar. 3. Guru memotivasi siswa untuk belajar lebih giat di pertemuan yang akan datang.

Kegiatan Siswa 1.Siswa mendengarkan penjelasan guru. 2.Siswa mendengarkan penjelasan guru. 3. Siswa duduk dalam kelompoknya.

Waktu (menit) 5

15

2. Kegiatan Inti

10 15

3. Penutup

15

Lampiran 2b RENCANA PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Pokok Bahasan Alokasi Waktu Pertemuan : SMA : Akuntansi : XI IS/ I : Konsep dasar akuntansi : 2x 45 Menit : II

I. Kompetensi Dasar Siswa dapat menyebutkan arti konsep dasar akuntansi.

II. Indikator dan Penerapan Hasil Belajar 1. Siswa dapat merumuskan kembali defenisi, proses akuntansi dan kualitas informasi akuntansi. 2. Siswa dapat mengidentifikasi kegunaan informasi akuntansi bagi masing-masing pemakai. III. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran konvensional Dengan langkah-langkah sebagai berikut: Membuka materi pelajaran terlebih dahulu Bahan pelajaran diberikan secara sistematis dengan penjelasan yang monoton Siswa pasif saat menerima pelajaran dari guru Siswa mencatat penjelasan dari guru.

IV. Sumber Pembelajaran 1. Darmawan Suwandi, Akuntansi SMU 1, Penerbit Erlangga, Medan.

2. Buku Akuntansi yang relevan.

V. Alat dan Bahan. Papan tulis, kapur tulis, alat tulis menulis. Tahap 1.Pendahuluan Kegiatan Guru 1. Mengingatkan siswa tentang pelajaran sebelumnya. 2. Menyampaikan materi yang akan dipelajari dan menuliskan judul materi di papan tulis. 1.Menjelaskan dasar hukum. 2.Menjelaskan pelaksanaan Dasar Hukum 3.Menanyakan siswa mengenai Dasar Hukum 4.Memberikan soal-soal untuk dikerjakan di rumah 5.mengumpulkan tugas siswa dan memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan halhal yang utang dipahami. 1.Membuat kesimpulan pelajaran yang sudah dijelaskan 2.Meminta siswa untuk mempelajari pelajaran berikutnya di rumah. Kegiatan Siswa 1. Mendengarkan penjelasan guru 2. Mendengarkan dan mencatat judul materi Waktu 10

2. Kegiatan Inti

90 1. Mencatat penjelasan guru. 2. Mendengarkan dan mencatat penjelasan guru 3. memberikan contoh yang diminta guru 4. Mengerjakan soal-soal latihan 5. menanyakan halhal yang kurang dipahami. 1. mencatat dan memahami penjelasan guru. 2. Mendengarkan penjelasan guru dan mencatat hal-hal yang perlu di pelajari di rumah.

10

3. Penutup

VII. Penilaian

Lampiran 3a RENCANA PEMBELAJARAN KONVENSIONAL Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Pokok Bahasan Alokasi Waktu Pertemuan I. Kompetensi Dasar Siswa dapat menggolongkan transaksi ke dalam persamaan akuntansi II. Indikator dan Penerapan Hasil Belajar 1. Siswa dapat mempersiapkan format persamaan akuntansi 2. Menerapkan rumus persamaan akuntansi III. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran konvensional Langkah-langkah konvensional : Membuka materi pelajaran terlebih dahulu Bahan pelajaran diberikan secara sistematis dengan penjelasan yang monoton Siswa pasif saat menerima pelajaran dari guru Siswa mencatat penjelasan dari guru. dasar : SMA : Akuntansi : XI IS/ I : Dasar Akuntansi : 2x 45 Menit : III

IV. Sumber Pembelajaran 1.Darmawan Suwandi, Akuntansi SMU 1, Penerbit Erlangga, Medan.

2. Buku Akuntansi yang relevan. V. Alat dan Bahan. Papan tulis, kapur tulis, alat tulis menulis. VI. Kegiatan Belajar Mengajar Kelas Kontrol Tahap Kegiatan Guru Kegiatan Siswa 1. Mendengarkan penjelasan guru 2. Mendengarkan dan mencatat judul materi Waktu 10 1.Pendahuluan 1. Mengingatkan siswa tentang pelajaran sebelumnya. 2. Menyampaikan materi yang akan dipelajari dan menuliskan judul materi di papan tulis. 2. Kegiatan Inti 1.Menjelaskan dasar hukum. 2.Menjelaskan pelaksanaan Dasar Hukum 3.Menanyakan siswa mengenai Dasar Hukum 4.Memberikan soal-soal untuk dikerjakan di rumah 5.mengumpulkan tugas siswa dan memberi kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang utang dipahami. 1.Membuat kesimpulan pelajaran yang sudah dijelaskan 2.Meminta siswa untuk mempelajari pelajaran berikutnya di rumah. 1. Mencatat penjelasan guru. 2. Mendengarkan dan mencatat penjelasan guru 3. memberikan contoh yang diminta guru 4. Mengerjakan soalsoal latihan 5. menanyakan hal-hal yang kurang dipahami. 10 90

3. Penutup

1. mencatat dan memahami penjelasan guru. 2. Mendengarkan penjelasan guru dan mencatat hal-hal yang perlu di pelajari di

rumah.

Penilaian

Lampiran 3b RENCANA PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Satuan Pendidikan : SMA

Mata Pelajaran Kelas / Semester Pokok Bahasan Alokasi Waktu Pertemuan I. Kompetensi Dasar

: Akuntansi : XI IS/ I : Dasar Akuntansi : 2x 45 Menit : IV

Siswa dapat mencatat transaksi ke dalam persamaan akuntansi II. Indikator dan Penerapan Hasil Belajar 1. Siswa dapat mempersiapkan format persamaan akuntansi 2. Menerapkan rumus persamaan akuntansi

III. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran kontekstual Langkah-langkah kontekstual adalah sebagai berikut: Guru membuka pelajaran Penggunaan Waktu dan strategi pembelajaran Melibatkan siswa dalam proses pembelajaran Guru berkomunikasi dengan siswa Guru Melihat Aktivitas siswa Melakukan penilaian yang sesungguhnya. Menutup Pelajaran

IV. Sumber Pembelajaran 1.Darmawan Suwandi, Akuntansi SMU 1, Penerbit Erlangga, Medan 2. Buku Akuntansi yang relevan. V. Alat dan Bahan. Papan tulis, kapur tulis, alat tulis menulis.

VI. Kegiatan Belajar Mengajar Kelas Eksperimen Tahap 1.Pendahuluan Kegiatan Guru 1.Memberikan motivasi kepada siswa agar belajar dengan sunguhsungguh 2.Menyampaikan inti tujuan pembelajaran 3.merefleksikan hasil tes awal dan menjelaskan system kerja kelompok 1.Menjelaskan pengertian laporan keuangan. 2.Mengklasifikasi unsur-unsur dalam laporan laba rugi 3.Mengklasifikasi transaksi 4.Meminta siswa untuk mengerjakan soal yang telah diberikan. 5.membagai siswa dalam beberapa kelompok. 6.Membimbing siswa melakukan kerja kelompok. 7.meminta siswa untuk mengamati dan Kegiatan Siswa 1. mendengarkan penjelasan guru Prinsip CTL Waktu 15

2. Mendengarkan penjelasan guru 3. Memperhatikan penjelasan guru Refleksi awal

2.Kegiatan Inti

1. Memperhatikan dan mendengarkan guru 2. Mengamati dan memperhatikan 3. mendengarkan penjelasan guru 4. memperhatikan dan mendengarkan penjelasan guru 5. Membentuk kelompok yang terdiri dari beberapa orang. 6. Melakukan kerja kelompok 7. Mengamati dan mencatat hasil kelompok 8. Membuat kesimpulan dari

Permodelan

90

Menemukan

Masyarakat Belajar Penilaian Menemukan

Kontrutivisme Penilaian sebenarnya

mencatat hasil kelompok 8.Membimbing siswa mendiskusikan hasil kelompok 9.memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya. 3. Penutup 1.Menginformasi jawaban 2.menginformasi mengenai materi pertemuan selanjutnya.

hasil kelompok Bertanya 9.Mempersentasekan hasil diskusi

10

1. Mencatat jawaban 2. Mencatat hal-hal yang perlu dipelajari di rumah.

Penilaian

Medan, Agustus 2008 Guru Pelajaran

Erika Apulina S.

Lampiran 4a

RENCANA PEMBELAJARAN KONVENSIONAL Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Pokok Bahasan Alokasi Waktu Pertemuan I. Kompetensi Dasar Siswa dapat mencatat transaksi ke dalam persamaan akuntansi II. Indikator dan Penerapan Hasil Belajar 1. Mengidentifikasikan sumber pencatatan 2. Menerapkan rumus persamaan akuntansi III. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran konvensional IV. Sumber Pembelajaran 1.Darmawan Suwandi, Akuntansi SMU 1, Penerbit Erlangga, Medan. 2. Buku Akuntansi yang relevan. : SMA : Akuntansi : XI IS/ I : Persamaan akuntansi : 2x 45 Menit :V

V. Alat dan Bahan. Papan tulis, kapur tulis, alat tulis menulis. VI. Kegiatan Belajar Mengajar Kelas Kontrol Tahap 1.Pendahuluan Kegiatan siswa 1. mengingatkan 1. siswa pelajaran Kegiatan siswa Mendegarkan penjelasan Waktu 10

tentang guru.

sebelumnya. 2. menyampaikan 2. mendengarkan dan mencatat materi yang akan judul materi dipelajari dan menuliskan judul materi di papan tulis 2. Kegiatan Inti 1. menjelaskan 1. mencatat penjelasan guru, Mendengarkan dan mencatat penjelasan guru 2. Memberikan contoh yang 90 pengertian Laporan keuangan 2.memberikan contoh keuangan. 3. Menanyakan 3. Mendengarkan dan kepada siswa yang mencatat penjelasan guru belum dimengerti 4. Memberikan 4. mengerjakan soal-soal soal-soal latihan tugas. 3. Penutup 1. pelajaran kesimpulan sudah dijelaskan latihan kurang dipahami. Membuat 1. Mencatat dan memahami penjelasan guru yang 2. Mendengarkan penjelasan guru dan mencatat hal-hal di 15

laporan diminta guru

5. Mengumpulkan 5. Menanyakan hal-hal yang

2. Meminta siswa yang perlu di pelajari untuk mempelajari rumah. pelajaran berikutnya rumah VIII. Alat Penilaian Soal Tes berbentuk essay sebanyak 3 soal. di

Lampiran 4b RENCANA PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Pokok Bahasan Alokasi Waktu Pertemuan I. Kompetensi Dasar Menerapkan Struktur dasar akuntansi. II. Indikator dan Penerapan Hasil Belajar 3. Mengidentifikasikan sumber pencatatan 4. Menerapkan rumus persamaan akuntansi III. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran kontekstual Langkah-langkah adalah sebagi berikut: Guru menjelaskan behwa pentingnya materi yang akan dipelajari Guru menyuruh siswa membuat kelompok Siswa mencatat hal-hal yang mereka temukan Siswa mendiskusikan diskusi mereka Siswa melaporkan hasil diskusi mereka : SMA : Akuntansi : XI IS/ I : Struktur Dasar Akuntansi : 2x 45 Menit : VI

IV. Sumber Pembelajaran 1.Darmawan Suwandi, Akuntansi SMU 1, Penerbit Erlangga, Medan. 2. Buku Akuntansi yang relevan.

V. Alat dan Bahan. Papan tulis, kapur tulis, alat tulis menulis. VI. Kegiatan Belajar Mengajar Kelas eksperimen Tahap 1.Pendahuluan Kegiatan siswa 1. mengingatkan 1. siswa pelajaran sebelumnya. 2. Menjelaskan 2. guru. Mendengarkan dan mencatat penjelasan guru 2. Memberikan contoh yang 90 mendengarkan dan tentang keuangan. 2. Kegiatan Inti 1. pengertian Laporan keuangan 2.memberikan contoh keuangan. 3. Menanyakan 3. Mendengarkan dan kepada siswa yang mencatat penjelasan guru belum dimengerti 4. membagi siswa 4. kerja kelompok. 5. soal-soal 6. mengerjakan soal-soal latihan laporan memperhatikan penjelasan Kegiatan siswa Mendegarkan penjelasan Waktu 10

tentang guru.

menjelaskan 1. mencatat penjelasan guru,

laporan diminta guru

Memberikan 5. Menanyakan hal-hal yang latihan kurang dipahami.

kerja kelompok. Membimbing siswa dalam kerja kelompok. 7. Mengumpulkan tugas.

3. Penutup

1. pelajaran

Membuat 1. Mencatat dan memahami penjelasan guru yang 2. Mendengarkan penjelasan guru dan mencatat hal-hal di 15

kesimpulan sudah dijelaskan

2. Meminta siswa yang perlu di pelajari untuk mempelajari rumah. pelajaran berikutnya rumah Penilaian di

Medan,Agustus 2008 Guru Pelajaran

Erika Apulina S.

Lampiran 5a RENCANA PEMBELAJARAN III (KONTEKSTUAL) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Pokok Bahasan Alokasi Waktu Pertemuan Kompetensi Dasar Siswa dapat menyusun Struktur dasar akuntansi. II. Indikator dan Penerapan Hasil Belajar 1. Siswa dapat menyusun laporan laba-rugi 2. Siswa dapat menyusun laporan perubahan modal 3. Siswa dapat menyusun neraca III. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran kontekstual Langkah-langkah adalah sebagi berikut: Guru menjelaskan behwa pentingnya materi yang akan dipelajari Guru menyuruh siswa membuat kelompok Siswa mencatat hal-hal yang mereka temukan Siswa mendiskusikan diskusi mereka Siswa melaporkan hasil diskusi mereka : SMA : Akuntansi : XI IS/ I : Laporan keuangan : 2x 45 Menit : VII

IV. Sumber Pembelajaran

1.Darmawan Suwandi, Akuntansi SMU 1, Penerbit Erlangga, Medan. 2. Buku Akuntansi yang relevan.

V. Alat dan Bahan. Papan tulis, kapur tulis, alat tulis menulis. Kegiatan belajar Mengajar Kelas Eksperimen Tahap 1.Pendahuluan Kegiatan siswa 1. Mengingatkan 1. siswa pelajaran sebelumnya. 2. Menjelaskan 2. guru. Mendengarkan dan mencatat penjelasan guru 2. Memberikan contoh yang 90 mendengarkan dan tentang keuangan. 2. Kegiatan Inti 1. pengertian Laporan keuangan 2.memberikan contoh keuangan. 3. Menanyakan 3. Mendengarkan dan kepada siswa yang mencatat penjelasan guru belum dimengerti 4. membagi siswa 4. kerja kelompok. 5. soal-soal 6. mengerjakan soal-soal latihan laporan memperhatikan penjelasan Kegiatan siswa Mendegarkan penjelasan Waktu 10

tentang guru.

menjelaskan 1. mencatat penjelasan guru,

laporan diminta guru

Memberikan 5. Menanyakan hal-hal yang latihan kurang dipahami.

kerja kelompok. Membimbing

siswa dalam kerja kelompok. 7. Mengumpulkan tugas. 3. Penutup 1. pelajaran Membuat 1. Mencatat dan memahami penjelasan guru yang 2. Mendengarkan penjelasan guru dan mencatat hal-hal di 15 kesimpulan sudah dijelaskan

2. Meminta siswa yang perlu di pelajari untuk mempelajari rumah. pelajaran berikutnya rumah Penilaian di

Medan , Agustus 2008 Guru Pelajaran

Erika Apulina S.

Lampiran 5b RENCANA PEMBELAJARAN III ( KONVENSIONAL) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Pokok Bahasan Alokasi Waktu Pertemuan Kompetensi Dasar Siswa dapat menyusun Struktur akuntansi II. Indikator dan Penerapan Hasil Belajar 4. Siswa dapat menyusun laporan laba-rugi 5. Siswa dapat menyusun laporan perubahan modal 6. Siswa dapat menyusun neraca III. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran kontekstual Langkah-langkah adalah sebagai berikut: IV. Sumber Pembelajaran .Darmawan Suwandi, Akuntansi SMU 1, Penerbit Erlangga, Medan. 2. Buku Akuntansi yang relevan. : SMA : Akuntansi : XI IS/ I : Laporan Keuangan : 2x 45 Menit : VII

Kegiatan belajar mengajar Kelas kontrol Tahap 1.Pendahuluan Kegiatan siswa 1. mengingatkan 1. siswa pelajaran sebelumnya. 2. menyampaikan 2. mendengarkan dan mencatat materi yang akan judul materi dipelajari dan menuliskan judul materi di papan tulis 2. Kegiatan Inti 1. menjelaskan 1. mencatat penjelasan guru, Mendengarkan dan mencatat penjelasan guru 2. Memberikan contoh yang 90 pengertian Laporan keuangan 2.memberikan contoh keuangan. 3. Menanyakan 3. Mendengarkan dan kepada siswa yang mencatat penjelasan guru belum dimengerti 4. Memberikan 4. mengerjakan soal-soal soal-soal latihan tugas. 3. Penutup 1. pelajaran kesimpulan sudah dijelaskan latihan kurang dipahami. Membuat 1. Mencatat dan memahami penjelasan guru yang 2. Mendengarkan penjelasan guru dan mencatat hal-hal 15 Kegiatan siswa Mendegarkan penjelasan Waktu 10

tentang guru.

laporan diminta guru

5. Mengumpulkan 5. Menanyakan hal-hal yang

2. Meminta siswa yang perlu di pelajari untuk mempelajari rumah. pelajaran berikutnya rumah Penilaian di

di

Medan , Agustus 2008 Guru Pelajaran Erika Apulina S.

Lampiran 6 INSTRUMEN PENELITIAN TEST HASIL BELAJAR Mata pelajaran : Akuntansi Pokok Bahasan : Laporan Keuangan Kelas/Semester : XI IS / I (Satu) Waktu : 60 Menit I. Petunjuk Soal 1. Tulislah nama saudara pada lembar jawaban yang tersedia 2. Bacalah setiap soal dengan teliti sebelum anda menjawab soal 3. Pilih salah satu jawaban yang sesuai dengan pendapat saudara dengan memberikan tanda silang (X) 4. Selesaikan soal dibawah ini dengan tepat Identitas siswa : Nama :. Kelas : II. Soal Pilihan Berganda Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar! 1.Laporan keuangan bersifat umum, artinya. a. Memuat informasi yang bersifat umum b. Memuat informasi yang diperlukan semua pihak yang berkepentingan c. Tidak Ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu

d. Memuat informasi secara rinci dan mendetail e. Ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat umum. 2. Fungsi laporan keuangan secara umum adalah a. Sebagai media untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan b. Sebagai media untuk mengetahui hasil usaha yang diperoleh perusahaan c. Sebagai pertanggungjawaban manajemen atas keuangan perusahaan d. Sebagai alat untuk menilai pelaksanaan rencana operasi keuangan. e. Sebagai dasar pembuatan pertinbangan dan pengambilan keputusan ekonomi 3. Konsep dasar akuntansi yang menyatakan bahwa keuangan perusaahaan harus terpisah dari keuangan pemilik adalah. a. Konsep laporan keuangan b. Konsep harta c. Konsep kewajiban 4. Laporan laba-rugi adalah a. Laporan keuangan yang menyajikan pendapatan dan beban pada saat tertentu b. Laporan yang menyajikan seluruh harta, utang dan modal pada periode tertentu c. Laporan menyajikan seluruh pendapatan pada periode tertentu d. Laporan keuangan sesuatu perusahaan yang menyajikan odal awal dan modal akhir pada periode tertentu. e. Tidak ada jawaban yang benar. d. Konsep modal e. Konsep kesatuan usaha

5. Sewa gedung yang akan diterima oleh perusahaan jasa akan digolongkan sebagai 3. Pendapatan usaha 4. Pendapatan di luar usaha 5. Penjualan barang d. Penghasilan pokok e. Pendapatan utama

6. Pemakaian perlengkapan dalam suatu perusahaan termasuk transaksi a. Ekstern b. Intern c. Modal d. Barang e. Keuangan 7. Utang dengan jaminan benda tak bergerak termasuk utang a. Lancar b. Bank c. Hipotik 8. Pendapatan usaha sebesar Rp 2600.000,00. Prive sebesar Rp600000 dan beban usaha sebesar Rp600000, maka besarnya laba. a. Rp600.000,00 b. Rp1.000.000,00 c. Rp1.600.000,00 9. Modal awal sebesar Rp12.000.000,00 pengambilan pribadi Rp500.000,00 , laba Rp3000.000, modal akhir besarnya a.Rp9000.000,00 b.Rp11.500.000,00 c.Rp 14.500.000,00 d.15.000.000,00 e. 15.500.000,00 d. Rp2.600.000,00 e. Rp4.200.000,00 d. Lain-lain e. Jangka panjang

10. Modal akhir suatu perusahaan dapat dihitung dengan cara : a. Modal awal + prive rugi b. Modal awal prive + rugi c.Modal awal rugi + prive 11. Salah satu prinsip laporan keuangan adalah tidak boleh tergantung pada kebutuhan dan kemauan pihak tertentu, hal ini dinamakan. d. Modal awal + laba prive e. Modal awal + laba prive

a.Daya Banding b.Relevan c.Lengkap

d. Netral e. Daya uji

12. Penerimaan pendapatan usaha sebesar Rp4.000.000,00 diterima tunai sebesar Rp3000.000,00 dan sisanya diterima kemudian. Analisis transaksinya adalah harta yang berupa kas bertambah sebesar Rp3.000.000,00, modal bertambah sebesar Rp4000.000,00 dan . a. Modal bertambah sebesar Rp3.000.000,00 b. Modal bertambah sebesar Rp1.000.000,00 c. Piutang bertambah sebesar Rp1.000.000,00 d. Piutang bertambah sebesar Rp3.000.000,00 e. Piutang bertambah sebesar Rp4.000.000,00

13.Dalam persamaan akuntansi, jika diperoleh pendapatan usaha dengan tunai akan mempengaruhi a.Modal b.Modal dan kas c.Kas dan piutang d. Modal dan piutang e. Kas

14. Laba usaha besarnya Rp2.000.000,00; beban upah Rp900.000,00; beban perlengkapan Rp 400.000,00; dan pendapatan bunga Rp 200.000,00; jumlah beban adalah.. a. Rp3.000.000,00 b. Rp3.600.000,00 c. Rp6.000.000,00 d. Rp 6.400.000,00 e. Rp 6.600.000,00

15. Data beban suatu perusahaan jasa untuk tahun 2005, antara lain sebagai berikut: Beban pelengkapan Beban gaji Beban listrik dan telepon Beban bunga bank Rugi dari peralatan yang terbakar Dari data diatas, beban usaha berjumlah. a. Rp73.000.000,00 b. Rp82.400.000,00 c. Rp84.000.000,00 d. Rp85.400.000,00 e. Rp87.000.000,00 Rp48.500.000,00 Rp24.500.000,00 Rp 9.400.000,00 Rp 1.600.000,00 Rp 3.600.000,00

16.Modal usaha sebesar Rp8000.000,00; kas Rp1000.000,00; wesel tagih Rp1200.000,00; piutang usaha Rp18.000.000,00; perlengkapan Rp600.000,00; Peralatan kantor Rp2000.000,00; Peralatan reperasi Rp4000.000,00; Maka besarnya utang usaha adalah a. Rp2.000.000,00 b. Rp2.600.000,00 c. Rp4000.000,00 17. Suatu laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai seluruh hasil operasi dan beban yang dikeluarkan dalm kegiatan selama suatu periode tertentu dalam rangka memperoleh laba disebut a. Neraca b. Laporan Laba-Rugi c. Laporan Arus Kas 18. Sewa gedung yang akan diterima oleh perusahaan jasa akan digolongkan sebagai. a. Pendapatan usaha d. Penghasilan pokok d. Laporan Perubahan Modal e. Laporan Perubahan Posisi Keuagan d. Rp4.600.000,00 e. Rp 6.600.000,00

b. Pendapatan di luar usaha c. Penjualan barang

e. Pendapatan utama

19. Ekuitas dalam neraca suatu perusahaan adalah a. Jumlah setoran modal pemilik b. Laba bersih yang diperoleh perusahaan dalam suatu periode akuntansi c. Hak residual (sisa) atas aktiva perusahaan setelah dikurangi kewajiban. d. Jumlah setoran modal pemilik setelah ditambah laba bersih yang diperoleh perusahaan. e. Jumlah setoran pemilik setelah ditambah penyisihan-penyisihan. 20.Jika diketahui : Persediaan barang dagang awal Pembelian Beban angkut pembelian Retur pembelian Harga pokok penjualan a. Rp 450.000,00 b. Rp 400.000,00 c. Rp 625.000,00 21.Joko sebagai pemilik perusahaan menyetorkan sebuah kendaraan pribadinya sebagai inventaris perusahaan. Transaksi ini mempengaruhi. a. Hanya kelompok aktiva b.Hanya kelompok modal c. Kelompok modal dan aktiva 22. Satu dari pos-pos ini tidak termasuk perhitungan laba usaha a. Penjualan b. Kerugian penjualan aktiva tetap d. Beban usaha e. Perlengkapan d. Kelompok modal dan kewajiban e. Kelompok aktiva dan kewajiban Rp 400.000 Rp 1500.000,00 Rp Rp 25.000,00 50.000,00

Rp 1.425.000,00 d. Rp 700.000,00 e. Rp 375.000,00

Maka persediaan akhir barang dagangan adalah

c. Penjualan barang 23. Laporan laba-rugi adalah a. Laporan keuangan yang menyajikan pendapatan dan beban pada saat tertentu b. Laporan yang menyajikan seluruh harta, utang dan modal pada periode tertentu c. Laporan menyajikan seluruh pendapatan pada periode tertentu d. Laporan keuangan sesuatu perusahaan yang menyajikan odal awal dan modal akhir pada periode tertentu. e. Tidak ada jawaban yang benar. 24. Laporan perubahan modal adalah laporan yang menyajikan.. a. Perubahan modal pada saat tertentu b. Pertambahan modal suatu perusahaan pada periode tertentu c. Pengurangan modal suatu perusahaan pada periode tertentu d. Perubahan modal suatu perusahaan pada periode tertentu e. Pertambahan harta pada periode tertentu

25. Pada waktu menyusun laporan perubahan modal, komponen-komponen yang dipakai Adalah . a. Modal awal dan pendapatan b. Modal awal dan beban c. Modal awal dan modal akhir d. Modal awal, prive dan laba usaha e. Prive dan modal akhir

KUNCI JAWABAN 1. A 2. E 3. A 4. E 5. D 6. C 7. D 21.B 22.C 23.A 24.A 25.D

8. D 9. B 10.B 11.B 12.B 13.D 14.E 15.B 16.B 17.B 18.D 19.A 20.A

PERHITUNGAN UJI VALIDITAS SOAL Perhitungan validitas butir soal dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi product moment, yaitu dengan mengkonsultasikan skor item dengan skor totalnya.Penggunaan rumus untuk mencari validitas soal sebagai contoh akan dihitung validitas soal nomor 1. Dari lampiran diperoleh harga-harga :
x = 30
x 2 = 30

Y = 508
Y 2 = 6758

x.Y = 398

N = 40

Dengan menggunakan rumus Product Moment diperoleh:

r XY =

{N X

N X .Y ( X )( Y )
2

( X )

}{N Y

( Y ) 2 }

r XY =

{40(30) ( 30) }{40(6758 ( 508) }


2 2

40(398) (30)(508)

r XY =

1200 900{ 270320 258064}

15920 15240

r XY = 1917,498 r XY = 0,355 Dengan demikian untuk item diperoleh harga r hitung = 0,355 dan dari daftar kritis r product moment untuk

680

=0,05 didapat harga r tabel = 0,312, maka


hitung

soal nomor satu dinyatakan valid dengan r begitu seterusnya sampai item 25.

> r tabel atau 0,355 > 0,312

Untuk mencari validitas untuk nomor selanjutnya dilakukan dengan cara yang sama, sehingga diperoleh dari hasil perhitungan keseluruhan uji validitas setiap butir soal soal dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel Hasil Perhitungan Uji Validitas Setiap Butir Soal No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 r hitung 0,355 0,313 0,413 0,352 0,345 0,400 0,451 0,348 -0,425 r tabel 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid

10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

0,330 0,338 0,325 0,330 -0,024 -0,115 0,355 0,343 0,054 0,355 -0,560 0,323 0,337 -0,272 0,338 0,315

0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312 0,312

Valid Valid Valid Valid TidakValid TidakValid Valid Valid Valid Valid TidakValid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid

Dari tabel dia atas dapat disimpulkan bahwa dari 25 item soal yang diujikan terdapat 20 item yang dikategorikan valid. PERHITUNGAN RELIABILITAS TES Berdasarkan hasil perhitungan pada lampiran 2, diperoleh harga-harga sebagai berikut: Item No.1 : Diketahui jumlah subyek yang menjawab benar (R) = 30 Jumlah siswa = 40 P=
R 30 = N 40

q = 1-p =1-0,75 = 0,25 p.q = 0,75 . 0,25 = 0,1875 Demikian seterusnya perhitungan nilai p.q sampai item nomor 25 yang tertera pada lampiran 2. Perhitungan rata-rata simpangan baku (varians) Dik : N = 40 (Jumlah siswa) n = 25 (Jumlah item)

pq = 4,176
S2 = S
2

N Y 2 (Y ) 2 N ( N 1)

40(6758) (508) 2 = 40( 40 1) 270320 258064 1560 12256 1560

S2 = S2 =

S 2 = 7,86

Untuk mendapatkan reliabilitas tes (r11), digunakan rumus KR-20 k = 25 r11 =

pq = 4,176

S2 = 7,86

Vt pq K Vt K 1

r11 =

25 7,86 4,176 7,86 25 1

r11 = 1,042 (0,469) r11 = 0,488 Dari daftar nilai kritis product moment untuk = 0,05 dan N = 40, maka diperoleh rtabel = 0,312 karena r11 > rtabel atau 0,488 berada diantara 0,41 sampai dengan 0,70 maka dapat disimpulkan bahwa tes yang diuji hasil belajar adalah memiliki reliabel sedang dengan r11 = 0,488.

BERITA ACARA PENGAMATAN PENERAPAN CTL 1.Hari/tgl : Jumat, 18 Juli 2008 2.Kelas : XI IS 1, Sekolah : SMA Swasta Budi Murni 2 3.Bidang Studi : Akuntansi 4.Pokok Bahasan/ topik : Pengertian akuntansi 5.Eksperimenter : Erika Apulina Sembiring 6.Pengamat I : Drs. D. Simanihuruk, MS.Coop 7.Pengamat II : H. Sianturi, S.Pd Spesifikasi Penerapan CTL Frekuensi muncul Catatan Dimensi GURU 0 1 2 3 4 5 Upaya membangun sikap kritis siswa Upaya membimbing kemampuan berpikir Upaya mempraktekkan diskusi kelompok siswa Upaya membangun kerjasama dengan siswa Upaya mengkaitkan materi dengan kehidupan Upaya mengkaitkan materi dgn informasi Upaya mengintegrasikan materi dgn informasi Upaya mengukur pemahaman materi Upaya membuat proses pembelajaran yang kreatif

No A 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

10. Upaya membangun pemahaman/pengalaman yg bru 11. Upaya memberikan tugas yang relevan B 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Dimensi SISWA Berpikir kritis (mengajukan pertanyaan) Mengerjakan apa yang diinginkan guru Mencatat apa yang dipelajari Merespons pertanyaan guru Merenspons pertanyaan teman dalam kelompok Sharing dengan teman Bekerjasama dalam kelompok Menilai sendiri hasil tugas Munculnya rasa sikap puas terhadap hasil belajar Merasa senang terhadap kegiatan pembelajaran

KESIMPULAN: * Terlalu banyak ceramah, sehingga siswa tidak menikmati pelajaran. * Kurang melihat kondisi kelas SARAN: * Perlu lagi dibimbing siswa dalam melakukan proses pembelajaran. * Kurangnya pengelolaan kelas Pengamat I Drs. D. Simanihuruk, MS.Coop BERITA ACARA PENGAMATAN PENERAPAN CTL 1.Hari/tgl: Senin, 21 Juli 2008 2.Kelas : XI IS 2, Sekolah : SMA Swasta Budi Murni 2 3.Bidang Studi : Akuntansi 4.Pokok Bahasan/ topik : Spesialisasi dalam akuntansi 5.Eksperimenter : Erika Apulina Sembiring 6.Pengamat I : Drs. D. Simanihuruk, MS.Coop 7.Pengamat II : H. Sianturi, S.Pd Spesifikasi Penerapan CTL Frekuensi muncul Dimensi GURU 0 1 2 3 4 5 Upaya membangun sikap kritis siswa Upaya membimbing kemampuan berpikir Upaya mempraktekkan diskusi kelompok siswa Upaya membangun kerjasama dengan siswa Upaya mengkaitkan materi dengan kehidupan Upaya mengkaitkan materi dgn informasi Pengamat II H. Sianturi, S.Pd

No A 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Catatan

7. 8. 9. 10. 11. B 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

Upaya mengintegrasikan materi dgn informasi Upaya mengukur pemahaman materi Upaya membuat proses pembelajaran yang kreatif Upaya membangun pemahaman/pengalaman yg bru Upaya memberikan tugas yang relevan Dimensi SISWA Berpikir kritis (mengajukan pertanyaan) Mengerjakan apa yang diinginkan guru Mencatat apa yang dipelajari Merespons pertanyaan guru Merenspons pertanyaan teman dalam kelompok Sharing dengan teman Bekerjasama dalam kelompok Menilai sendiri hasil tugas Munculnya rasa sikap puas terhadap hasil belajar Merasa senang terhadap kegiatan pembelajaran

KESIMPULAN: * Latihan pemecahan soal terlalu banyak sehingga siswa sibuk sendiri, guru tak tahu apa yang disibukkan * Kurang memanfaatkan media yang tersedia SARAN: * Perlu panduan latihan / langkah kerja * Tak perlu berkata jangan ribut * Bantuan / Bimbingan individu harus merata Pengamat I Pengamat II Drs. D. Simanihuruk, MS.Coop BERITA ACARA PENGAMATAN PENERAPAN CTL 1.Hari/tgl: Rabu, 23 Juli 2008 2.Kelas : XI IS 2, Sekolah : SMA Swasta Budi Murni 2 3.Bidang Studi : Akuntansi 4.Pokok Bahasan/ topik : Transaksi Keuangan 5.Eksperimenter : Erika Apulina Sembiring 6.Pengamat I : Drs. D. Simanihuruk, MS.Coop 7.Pengamat II : H. Sianturi, S.Pd Spesifikasi Penerapan CTL Frekuensi muncul Dimensi GURU 0 1 2 3 4 5 Upaya membangun sikap kritis siswa Upaya membimbing kemampuan berpikir Upaya mempraktekkan diskusi kelompok siswa H. Sianturi, S.Pd

No A 1. 2. 3.

Catatan

4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. B 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

Upaya membangun kerjasama dengan siswa Upaya mengkaitkan materi dengan kehidupan Upaya mengkaitkan materi dgn informasi Upaya mengintegrasikan materi dgn informasi Upaya mengukur pemahaman materi Upaya membuat proses pembelajaran yang kreatif Upaya membangun pemahaman/pengalaman yg bru Upaya memberikan tugas yang relevan Dimensi SISWA Berpikir kritis (mengajukan pertanyaan) Mengerjakan apa yang diinginkan guru Mencatat apa yang dipelajari Merespons pertanyaan guru Merenspons pertanyaan teman dalam kelompok Sharing dengan teman Bekerjasama dalam kelompok Menilai sendiri hasil tugas Munculnya rasa sikap puas terhadap hasil belajar Merasa senang terhadap kegiatan pembelajaran KESIMPULAN: * * SARAN: * * * Pengamat I Drs. D. Simanihuruk, MS.Coop BERITA ACARA PENGAMATAN PENERAPAN CTL

Pengamat II H. Sianturi, S.Pd

No A 1.

1.Hari/tgl: Sabtu, 26 Juli 2008 2.Kelas : XI IS 2, Sekolah : SMA Swasta Budi Murni 2 3.Bidang Studi : Akuntansi 4.Pokok Bahasan/ topik : Persamaan Dasar Akuntansi 5.Eksperimenter : Erika Apulina Sembiring 6.Pengamat I : Drs. D. Simanihuruk, MS.Coop 7.Pengamat II : H. Sianturi, S.Pd Spesifikasi Penerapan CTL Frekuensi muncul Dimensi GURU 0 1 2 3 4 5 Upaya membangun sikap kritis siswa

Catatan

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. B 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

Upaya membimbing kemampuan berpikir Upaya mempraktekkan diskusi kelompok siswa Upaya membangun kerjasama dengan siswa Upaya mengkaitkan materi dengan kehidupan Upaya mengkaitkan materi dgn informasi Upaya mengintegrasikan materi dgn informasi Upaya mengukur pemahaman materi Upaya membuat proses pembelajaran yang kreatif Upaya membangun pemahaman/pengalaman yg bru Upaya memberikan tugas yang relevan Dimensi SISWA Berpikir kritis (mengajukan pertanyaan) Mengerjakan apa yang diinginkan guru Mencatat apa yang dipelajari Merespons pertanyaan guru Merenspons pertanyaan teman dalam kelompok Sharing dengan teman Bekerjasama dalam kelompok Menilai sendiri hasil tugas Munculnya rasa sikap puas terhadap hasil belajar Merasa senang terhadap kegiatan pembelajaran KESIMPULAN: * * SARAN: * * * Pengamat I Drs. D. Simanihuruk, MS.Coop BERITA ACARA PENGAMATAN PENERAPAN CTL

Pengamat II H. Sianturi, S.Pd

No

1.Hari/tgl: Senin, 28 Juli 2008 2.Kelas : XI IS 2, Sekolah : SMA Swasta Budi Murni 2 3.Bidang Studi : Akuntansi 4.Pokok Bahasan/ topik : Posisi Harta, Utang dan Modal 5.Eksperimenter : Erika Apulina Sembiring 6.Pengamat I : Drs. D. Simanihuruk, MS.Coop 7.Pengamat II : H. Sianturi, S.Pd Spesifikasi Penerapan CTL Frekuensi muncul

Catatan

A 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. B 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

Dimensi GURU 0 Upaya membangun sikap kritis siswa Upaya membimbing kemampuan berpikir Upaya mempraktekkan diskusi kelompok siswa Upaya membangun kerjasama dengan siswa Upaya mengkaitkan materi dengan kehidupan Upaya mengkaitkan materi dgn informasi Upaya mengintegrasikan materi dgn informasi Upaya mengukur pemahaman materi Upaya membuat proses pembelajaran yang kreatif Upaya membangun pemahaman/pengalaman yg bru Upaya memberikan tugas yang relevan Dimensi SISWA Berpikir kritis (mengajukan pertanyaan) Mengerjakan apa yang diinginkan guru Mencatat apa yang dipelajari Merespons pertanyaan guru Merenspons pertanyaan teman dalam kelompok Sharing dengan teman Bekerjasama dalam kelompok Menilai sendiri hasil tugas Munculnya rasa sikap puas terhadap hasil belajar Merasa senang terhadap kegiatan pembelajaran KESIMPULAN: * * SARAN: * * * Pengamat I Drs. D. Simanihuruk, MS.Coop BERITA ACARA PENGAMATAN PENERAPAN CTL

2 3

Pengamat II H. Sianturi, S.Pd

1.Hari/tgl: Senin, 4 Agustus 2008 2.Kelas : XI IS 2, Sekolah : SMA Swasta Budi Murni 2 3.Bidang Studi : Akuntansi 4.Pokok Bahasan/ topik : Laporan Perubahan Modal 5.Eksperimenter : Erika Apulina Sembiring 6.Pengamat I : Drs. D. Simanihuruk, MS.Coop

No A 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. B 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

7.Pengamat II : H. Sianturi, S.Pd Spesifikasi Penerapan CTL Frekuensi muncul Dimensi GURU 0 1 2 3 4 5 Upaya membangun sikap kritis siswa Upaya membimbing kemampuan berpikir Upaya mempraktekkan diskusi kelompok siswa Upaya membangun kerjasama dengan siswa Upaya mengkaitkan materi dengan kehidupan Upaya mengkaitkan materi dgn informasi Upaya mengintegrasikan materi dgn informasi Upaya mengukur pemahaman materi Upaya membuat proses pembelajaran yang kreatif Upaya membangun pemahaman/pengalaman yg bru Upaya memberikan tugas yang relevan Dimensi SISWA Berpikir kritis (mengajukan pertanyaan) Mengerjakan apa yang diinginkan guru Mencatat apa yang dipelajari Merespons pertanyaan guru Merenspons pertanyaan teman dalam kelompok Sharing dengan teman Bekerjasama dalam kelompok Menilai sendiri hasil tugas Munculnya rasa sikap puas terhadap hasil belajar Merasa senang terhadap kegiatan pembelajaran KESIMPULAN: * * SARAN: * * * Pengamat I Drs. D. Simanihuruk, MS.Coop BERITA ACARA PENGAMATAN PENERAPAN CTL 1.Hari/tgl: Rabu, 6 Agustus 2008 2.Kelas : XI IS 2, Sekolah : SMA Swasta Budi Murni 2 3.Bidang Studi : Akuntansi 4.Pokok Bahasan/ topik : Laporan Laba Rugi

Catatan

Pengamat II H. Sianturi, S.Pd

5.Eksperimenter : Erika Apulina Sembiring 6.Pengamat I : Drs. D. Simanihuruk, MS.Coop 7.Pengamat II : H. Sianturi, S.Pd No Spesifikasi Penerapan CTL Frekuensi muncul A Dimensi GURU 0 1 2 3 4 5 1. Upaya membangun sikap kritis siswa 2. Upaya membimbing kemampuan berpikir 3. Upaya mempraktekkan diskusi kelompok siswa 4. Upaya membangun kerjasama dengan siswa 5. Upaya mengkaitkan materi dengan kehidupan 6. Upaya mengkaitkan materi dgn informasi 7. Upaya mengintegrasikan materi dgn informasi 8. Upaya mengukur pemahaman materi 9. Upaya membuat proses pembelajaran yang kreatif 10. Upaya membangun pemahaman/pengalaman yg bru 11. Upaya memberikan tugas yang relevan B 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Dimensi SISWA Berpikir kritis (mengajukan pertanyaan) Mengerjakan apa yang diinginkan guru Mencatat apa yang dipelajari Merespons pertanyaan guru Merenspons pertanyaan teman dalam kelompok Sharing dengan teman Bekerjasama dalam kelompok Menilai sendiri hasil tugas Munculnya rasa sikap puas terhadap hasil belajar Merasa senang terhadap kegiatan pembelajaran KESIMPULAN: * * SARAN: * * * Pengamat I Drs. D. Simanihuruk, MS.Coop

Catatan

Pengamat II H. Sianturi, S.Pd

PENGAMATAN PENERAPAN CTL 1.Hari/tgl: Senin, 11 Agustus 2008 2.Kelas : XI IS 2, Sekolah : SMA Swasta Budi Murni 2 3.Bidang Studi : Akuntansi 4.Pokok Bahasan/ topik : Neraca

5.Eksperimenter : Erika Apulina Sembiring 6.Pengamat I : Drs. D. Simanihuruk, MS.Coop 7.Pengamat II : H. Sianturi, S.Pd No Spesifikasi Penerapan CTL Frekuensi muncul A Dimensi GURU 0 1 2 3 4 5 1. Upaya membangun sikap kritis siswa 2. Upaya membimbing kemampuan berpikir 3. Upaya mempraktekkan diskusi kelompok siswa 4. Upaya membangun kerjasama dengan siswa 5. Upaya mengkaitkan materi dengan kehidupan 6. Upaya mengkaitkan materi dgn informasi 7. Upaya mengintegrasikan materi dgn informasi 8. Upaya mengukur pemahaman materi 9. Upaya membuat proses pembelajaran yang kreatif 10. Upaya membangun pemahaman/pengalaman yg bru 11. Upaya memberikan tugas yang relevan B 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Dimensi SISWA Berpikir kritis (mengajukan pertanyaan) Mengerjakan apa yang diinginkan guru Mencatat apa yang dipelajari Merespons pertanyaan guru Merenspons pertanyaan teman dalam kelompok Sharing dengan teman Bekerjasama dalam kelompok Menilai sendiri hasil tugas Munculnya rasa sikap puas terhadap hasil belajar Merasa senang terhadap kegiatan pembelajaran KESIMPULAN: * * SARAN: * * * Pengamat I Drs. D. Simanihuruk, MS.Coop Berita Acara Metode Konvensional 1. Tanggal/ Hari/ Jam : 18 Juli/Jumat/8.30-10.30 2. Pertemuan :I

Catatan

Pengamat II H. Sianturi, S.Pd

3. Materi Pembelajaran : Pengertian Akuntansi 4. Pengamat No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. : Erika Apulina Sembiring keterangan 5. Guru yang Mengajar : H. Sianturi, S.Pd Aspek pengamatan atas penggunaan metode ya tidak Informasi menjelaskan tujuan proses pembelajaran Mempersiapkan materi pembelajaran dengan sistematik Memberikan kesematan kepada siswa untuk memeriksa hasil pekerjaan mereka Siswa melakukan Tanya jawab dalam proses belajar mengajar Siswa pasif dalam menerima pelajaran Guru memotivasi kelompok yang kerjanya kurang bagus Membuat ringkasan pelajaran

Medan, Agustus 2008 Guru Pengamat

H. Sianturi S.Pd

Erika Apulina Sembiring 0410310588

Berita Acara Metode Konvensional 1. Tanggal/ Hari/ Jam : 21 Juli/Senin/10.00-11.30 2. Pertemuan : II

3. Materi Pembelajaran : Pengertian Akuntansi 4.Pengamat No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. : Erika Apulina Sembiring Keterangan 5. Guru yang Mengajar : H. Sianturi, S.Pd Aspek pengamatan atas penggunaan metode Ya Tidak Informasi menjelaskan tujuan proses pembelajaran Mempersiapkan materi pembelajaran dengan sistematik Memberikan kesematan kepada siswa untuk memeriksa hasil pekerjaan mereka Siswa melakukan Tanya jawab dalam proses belajar mengajar Siswa pasif dalam menerima pelajaran Guru memotivasi kelompok yang kerjanya kurang bagus Membuat ringkasan pelajaran

Medan, Agustus 2008 Guru Pengamat

H. Sianturi S.Pd

Erika Apulina Sembiring 0410310588

Berita Acara Metode Konvensional 1.Tanggal/ Hari/ Jam : 23Juli/Rabu/8.30-10.30 2. Pertemuan : III 3. Materi Pembelajaran : Pengertian Akuntansi

4. Pengamat No. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

: Erika Apulina Sembiring Keterangan

5. Guru yang Mengajar : H. Sianturi, S.Pd Aspek pengamatan atas penggunaan metode Ya Tidak Informasi menjelaskan tujuan proses pembelajaran Mempersiapkan materi pembelajaran dengan sistematik Memberikan kesematan kepada siswa untuk memeriksa hasil pekerjaan mereka Siswa melakukan Tanya jawab dalam proses belajar mengajar Siswa pasif dalam menerima pelajaran Guru memotivasi kelompok yang kerjanya kurang bagus Membuat ringkasan pelajaran

Medan, Agustus 2008 Guru Pengamat

H. Sianturi S.Pd

Erika Apulina Sembiring 0410310588

Berita Acara Metode Konvensional 1. Tanggal/ Hari/ Jam : 26 Juli/Sabtu/11.30-12.30 2. Pertemuan : IV 3. Materi Pembelajaran : Pengertian Akuntansi

4. Pengamat No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

: Erika Apulina Sembiring Keterangan

5. Guru yang Mengajar : H. Sianturi, S.Pd Aspek pengamatan atas penggunaan metode Ya Tidak Informasi menjelaskan tujuan proses pembelajaran Mempersiapkan materi pembelajaran dengan sistematik Memberikan kesematan kepada siswa untuk memeriksa hasil pekerjaan mereka Siswa melakukan Tanya jawab dalam proses belajar mengajar Siswa pasif dalam menerima pelajaran Guru memotivasi kelompok yang kerjanya kurang bagus Membuat ringkasan pelajaran

Medan, Agustus 2008 Guru Pengamat

H. Sianturi S.Pd

Erika Apulina Sembiring 0410310588

Berita Acara Metode Konvensional 1. Tanggal/ Hari/ Jam : 28/Senin/8.30-10.30 2.Pertemuan :V 3.Materi Pembelajaran : Pengertian Akuntansi

4. Pengamat No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

: Erika Apulina Sembiring Keterangan

5. Guru yang Mengajar : H. Sianturi, S.Pd Aspek pengamatan atas penggunaan metode Ya Tidak Informasi menjelaskan tujuan proses pembelajaran Mempersiapkan materi pembelajaran dengan sistematik Memberikan kesematan kepada siswa untuk memeriksa hasil pekerjaan mereka Siswa melakukan Tanya jawab dalam proses belajar mengajar Siswa pasif dalam menerima pelajaran Guru memotivasi kelompok yang kerjanya kurang bagus Membuat ringkasan pelajaran

Medan, Agustus 2008 Guru Pengamat

H. Sianturi S.Pd

Erika Apulina Sembiring 0410310588

Berita Acara Metode Konvensional 1. Tanggal/ Hari/ Jam : 04 Agustus/Senin/8.30-10.30 2. Pertemuan : VI 3. Materi Pembelajaran : Pengertian Akuntansi

4. Pengamat No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

: Erika Apulina Sembiring Keterangan

5. Guru yang Mengajar : H. Sianturi, S.Pd Aspek pengamatan atas penggunaan metode Ya Tidak Informasi menjelaskan tujuan proses pembelajaran Mempersiapkan materi pembelajaran dengan sistematik Memberikan kesematan kepada siswa untuk memeriksa hasil pekerjaan mereka Siswa melakukan Tanya jawab dalam proses belajar mengajar Siswa pasif dalam menerima pelajaran Guru memotivasi kelompok yang kerjanya kurang bagus Membuat ringkasan pelajaran

Medan, Agustus 2008 Guru Pengamat

H. Sianturi S.Pd

Erika Apulina Sembiring 0410310588

Berita Acara Metode Konvensional 1. Tanggal/ Hari/ Jam : 06 Agustus/Rabu/8.30-10.30 2. Pertemuan : VII 3. Materi Pembelajaran : Pengertian Akuntansi

4. Pengamat No. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

: Erika Apulina Sembiring Keterangan

5. Guru yang Mengajar : H. Sianturi, S.Pd Aspek pengamatan atas penggunaan metode Ya Tidak Informasi menjelaskan tujuan proses pembelajaran Lama mengajar dengan metode konvensional sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan Lama mengerjakan soal sesuai dengan yang telah ditetapkan Siswa melakukan Tanya jawab dalam proses belajar mengajar Siswa pasif dalam menerima pelajaran Guru lebih monoton dalam proses belajar mengajar.

Medan, Agustus 2008 Guru Pengamat

H. Sianturi S.Pd

Erika Apulina Sembiring 0410310588

Berita Acara Metode Konvensional 1. Tanggal/ Hari/ Jam : 11Agustus/Senin/8.30-10.30 2. Pertemuan : VIII 3. Materi Pembelajaran : Pengertian Akuntansi

4. Pengamat No. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

: Erika Apulina Sembiring Keterangan

5. Guru yang Mengajar : H. Sianturi, S.Pd Aspek pengamatan atas penggunaan metode Ya Tidak Informasi menjelaskan tujuan proses pembelajaran Lama mengajar dengan metode konvensional sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan Lama mengerjakan soal sesuai dengan yang telah ditetapkan Siswa melakukan Tanya jawab dalam proses belajar mengajar Siswa pasif dalam menerima pelajaran Guru lebih monoton dalam proses belajar mengajar.

Medan, Agustus 2008 Guru Pengamat

H. Sianturi S.Pd

Erika Apulina Sembiring 0410310588

Lampiran 7 PERHITUNGAN DAYA BEDA (D) DAN TINGKAT KESUKARAN (P) TES HASIL BELAJAR Untuk Menghitung Daya Pembeda Tes (D)

Item No.1 : BA = 19 BB = 30 D= D= JA = 20 JB = 20

B A BB = PA PB JA JB
19 11 = 0,4 20 20

Untuk Menghitung Tingkat Kesukaran Soal (P) Untuk soal nomor 1 B = 30 Dengan rumus : P= P=
B JS 30 = 0,75 40

JS = 40

Untuk mengartikan angka kesukaran item digunakan kriteria dari Suharsimi Arikunto (2006:105) dengan catatan bahwa taraf kesukaran 0,00 0,30 Soal sukar 0,30 0,70 Soal sedang 0,70 1,00 Soal mudah Dengan merujuk pada taraf kesukaran item maka soal nomor 1 berada diantara 0,70 1,00 soal dikategorikan mudah.

Tabel Daya Beda (D) dan Tingkat Kesukaran Tes Hasil Belajar No Item Daya Beda Keterangan Taraf Keterangan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

0,4 0,2 0,1 0,2 0,4 0,3 0,15 0,1 -0,3 0,25 0,4 -0,1 -0,15 0,2 0,4 0,2 0,4 0 0,3 0,5 0,3 0,2 -0,05 0,15 0,1

Baik Cukup Jelek Cukup Baik Cukup Jelek Jelek Jelek Cukup Baik Jelek Cukup Jelek Jelek Cukup Baik Jelek Cukup Baik Cukup Cukup Jelek Jelek Jelek

Kesukaran 0,750 0,750 0,650 0,800 0,350 0,150 0,875 0,950 0,550 0,675 0,550 0,200 0,675 0,100 0,275 0,900 0,500 0,200 0,750 0,700 0,675 0,100 0,025 0,475 0,050

Mudah Mudah Sedang Mudah Sedang Sukar Mudah Mudah Sedang Sedang Sedang Sukar Sedang Sukar Sukar Mudah Sedang Sukar Mudah Mudah Sedang Sukar Sukar Sedang Sukar

Lampiran 8 Tabel Data Nilai Hasil Belajar Akuntansi Siswa Pada Kelas Eksperimen No. Uru t 1. 2. 3. 4. 5. Nama Siswa Kelas Eksperimen Pre-Test Skor Nilai X2 (X) 4 20 400 9 45 2025 9 9 9 45 45 45 2025 2025 2025 Post-Test Nilai ( ( y1 ) 2 y1 ) 55 3025 65 4225 50 65 50 2500 4225 2500

Skor 11 13 10 13 10

Adi Hartanta Adelina Br.Tarigan Agatha Agrifa Albani Maja Karo

6. 7. 8. 9.

Andriano Dedy Chryster Dedy Romi S. Debora E.Veronika 10. Dewi Junita M. 11. Durun Martua 12. Dwinta Valerina 13. Dwi Silvi 14. Edita Eliska 15. Elrotama Manurung 16. Elsa Nora Triana 17. Erika Octavina N. 18. Erika Novita 19. Ervin Daris 20. Filyonta Putra H. 21. Gintarius Ginting 22. Harlintong S. 23. Ida Kristiani 24. Ima Sefira 25. Iskanaria 26. Jen Moses 27. Jon Keneddy 28. Josua Gracia 29. Jon Hendra 30. Jumida 31. Lidya Margaretha 32. Monalita Bangun 33. Monas Ryon 34. Natanael Ketaren 35. Novi Indriani 36. Omrad Nainggolan 37. Rea Epridina 38. Triafni Oktanti 39. Utaria Belina 40. Yosefin Jumlah

6 8 8 6 8 9 10 3 6 10 5 10 6 11 9 10 10 8 5 11 10 8 8 11 5 8 5 9 4 3 6 8 4 8 9 305

30 40 40 30 40 45 50 15 30 50 25 50 30 55 45 50 50 40 25 55 50 40 40 55 25 40 25 45 20 15 30 40 20 40 45 1525

900 1600 1600 900 1600 2025 2500 225 900 2500 625 2500 900 3025 2025 2500 2500 1600 625 3025 2500 1600 1600 3025 625 1600 625 2025 400 225 900 1600 400 1600 2025 63325

14 13 11 10 14 11 13 13 14 14 11 18 13 14 15 11 15 14 14 14 15 14 15 16 15 15 15 16 18 16 15 18 16 15 16 561

70 65 55 50 70 55 65 65 70 70 55 90 65 70 75 55 75 70 70 70 75 70 75 80 75 75 80 90 80 90 75 90 80 75 80 2805

4900 4225 3025 2500 4900 3025 4225 4225 4900 4900 3025 8100 4225 4900 5625 3025 5625 4900 4900 4900 5625 5625 4900 5625 6400 5625 5625 6400 8100 6400 5625 8100 6400 5625 6400 201475

Lampiran 9 Tabel Data Nilai Hasil Belajar Akuntansi Siswa Pada Kelas Kontrol Kelas Kontrol Pre-Test Skor Nilai X2 (X) 13 65 4225

No. Urut 1.

Nama Siswa

Skor 14

Agnes Anastasia S.

Post-Test Nilai ( ( y1 ) 2 y1 ) 70 4900

2. Amudi Panjaitan 3. Andar Sembiring 4. Aggreini Br. Karo 5. Apriana Sebayang 6. Apriandi Ananda S. 7. Armana Liasda B. 8. Bari Prima S. 9. Benny Saputra G. 10. Boy Asa Ananta T. 11. Daniel Ari K. S. 12. Debora Br. Pandia 13. Devan Putra G. 14. Eka Juita S. 15. Estina Br. Ginting 16. Fernandez Laviga S 17. Fernando P 18. Fillo Alpredo S. 19. Friksa Yustina S. 20. Gido Hermandho 21. Ginon Sembiring 22. Hagaina Tarigan 23. Hendra Pratama S. 24. Hendro Sebayang 25. Imanuel Sembiring 26. Jendri Sembiring 27. Joel Girsang 28. Kristian Sarles 29. Leo Jonathan S. 30. Lestari Br. Sitepu 31. Lidya Aprilia K. 32. Lidya Christine S. 33. Lipinus L. Tarigan 34. Natanael T. 35. Nioga Permana G. 36. Napitasari Br.T 37. Richi Barus 38. Sri Unarti S. 39. Tomy Prayogi 40. Yulia lely B. Jumlah

9 5 13 11 12 7 9 6 6 10 11 10 8 12 12 9 7 8 8 7 6 13 10 10 11 4 12 10 7 8 7 8 8 9 8 10 12 8 9 363

45 25 65 55 60 35 45 30 30 50 55 50 40 60 60 45 35 40 40 35 30 65 50 50 55 20 60 50 35 40 35 40 40 45 40 50 60 40 45 1815

2025 625 4225 3025 3600 1225 2025 900 900 2500 3025 2500 1600 3600 3600 2025 1225 1600 1600 1225 900 4225 2500 2500 3025 400 3600 2500 1225 1600 1225 1600 1600 2025 1600 2500 3600 1600 2025 67525

11 13 12 15 13 11 10 7 9 10 14 13 9 12 10 15 11 9 11 11 12 13 11 14 11 9 12 8 13 12 9 12 10 9 14 10 11 10 10 450

55 65 60 75 65 55 50 35 45 50 70 65 45 60 50 75 55 45 55 55 60 65 55 70 55 45 60 40 65 60 45 60 50 45 70 50 55 50 50 2250

3025 4225 3600 5625 4225 3025 2500 1225 2025 2500 4900 4225 2025 3600 2500 5625 3025 2025 3025 3025 3600 4225 3025 4900 3025 2025 3600 1600 4225 3600 2025 3600 2500 2025 4900 2500 3025 2500 2500 110555

Lampiran 10 PERHITUNGAN RATA-RATA DAN STANDARD DEVIASI NILAI PRETEST DAN POSTEST KELAS KONTROL A.Rata-rata dan Standard Deviasi Nilai Pretest dan Postest Kelas Kontrol

1. Nilai Pretest Kelas Kontrol:


Dari perhitungan lampiran 4 diperoleh :

2. Nilai Postest Kelas Kontrol:


Dari perhitungan lampiran 4 diperoleh :

= 1815

2 2

= 87525

= 2250

2 2

= 030250

n 2 = 40

n1 = 40

Maka rata-rata :
X2 =
X2 =

Maka rata-rata :
Y2 =
Y2 =

X
n2

Y
n2

1815 = 45,38 40

2250 = 56,25 40

Standard Deviasi Nilai Pre-Test


Sx 2 =
Sx 2 =
Sx 2 =

Standard Deviasi Nilai Post-Test


Sy2 =
Sy2 =

n1 x12 ( x1 ) n(n 1)

n 2 Y12 ( Y2 ) n( n 1)

40(87525) (1815) 40(39)


3501000 3294225 = 11,51 1560

40(130250) ( 2250) 2 1560

S y 2 = 9,72

Lampiran 11 PERHITUNGAN NILAI RATA-RATA DAN STANDARD DEVIASI NILAI PRETEST DAN POSTEST KELAS EKSPERIMEN

A. Rata-rata dan Standard Deviasi Nilai Pretest dan Postest Kelas Eksperimen 1. Nilai Pretest Kelas Eksperimen:
Dari perhitungan lampiran 4 diperoleh :

2. Nilai Postest Kelas Eksperimen:


Dari perhitungan lampiran 4 diperoleh :

= 1525

2 1

= 63325

= 2805

2 1

= 201475

n 1 = 40 Maka nilai rata-rata :


X = X =

n 1 = 40 Maka nilai rata-rata :


Y1

X
n1

Y
= n1

1525 = 38,13 40

Y1 =

2805 = 70,13 40

2. Standard Deviasi Nilai Pretest


n1 x12 ( x1 )
2

Standard Deviasi Nilai Postest


n1 Y21 ( Y1 )
2

Sx 1 = Sx 1 = Sx 1 =

n(n 1)

Sy 1 = S
y1

n( n 1)

40(63325) (1525) 40( 40 1)


2533000 2325625 1560

40(201475) (2805) 2 40( 40 1)


8059000 7868025 1560

Sy 1 =

Sx 1 = 11,53

Sy 1 = 11,06

Lampiran 12 UJI NORMALITAS DATA 1.Uji Normalitas Data Pre-test Pada Kelas Eksperimen

No

Xi

fi 2 3 4 5 9 8 6 3 40

Fk 2 5 9 14 23 31 37 40

Zi -2,01 -1,57 -1,14 -0,71 0,16 0,60 1,03 1,46

F(Zi) 0,0222 0,0582 0,1271 0,2388 0,5636 0,7258 0,8485 0,9279

S(Zi) 0,050 0,125 0,225 0,350 0,575 0,775 0,925 1,000

F(Zi)-S(Zi)

1 15 2 20 3 25 4 30 5 40 6 45 7 50 8 55 Jumlah

0,0278 0,0663 0,0979 0,1112 0,0114 0,0492 0,0765 0,0721

X =38,13

S = 11,53

Lo = 0,1112

Ltabel = 0,1401

Dari tabel diatas diperoleh Lo = 0,1112 Dari uji liliefors dengan taraf nyata = 0,05 diperoleh LTabel = 0,1401

LTabel =

0,886 n

atau LTabel =

0,866 = 0,1401 40

Jadi diperoleh Lo < LTabel (0,1112 < 0,1401) Sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal

2. Uji Normalitas Data Pre-test Pada Kelas Kontrol No. 1 2 3 Xi 20 25 30 fi 1 1 3 fhum 1 2 5 Zi -2,21 -1,17 -1,34 F(Zi) 0,0136 0,0384 0,0901 S(Zi) 0,025 0,050 0,125
F (Z ) S ( Zi )

0,014 0,0116 0,0349

4 35 5 40 6 45 7 50 8 55 9 60 10. 65 Jumlah 40 = 45,38 X

5 8 5 29 3 5 3 S= 11,51

10 18 23 29 32 37 40

-0,90 -0,47 0,03 0,40 0,84 1,27 1,71

0,1841 0,3192 0,6406 0,8159 0,9265 0,9732 0,9564

0,250 0,450 0,575 0,725 0,800 0,925 1,000

0,0659 0,1304 0,0870 0,0696 0,0004 0,0270 0,0436

L0 = 0,1308

LTabel = 0,1401

Dari tabel diatas diperoleh L0 = 0,1308 Dari uji liliefors dengan taraf nyata

= 0,05 diperoleh LTabel = 0,1401

0,886 0,886 40 = 0,1401 LTabel = atau LTabel = n

Jadi, diperoleh L0 < LTabel (0,1308 < 0,1401) Sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.

3.Uji Normalitas Data Postest Pada Kelas Eksperimen

No 1 2 3 4 5

Xi 50 55 65 70 75

fi 3 5 6 9 8

fhum 3 8 14 23 31

Zi -1,82 -1,37 -0,46 -0,01 0,44

F(Zi) 0,0344 0,0853 0,3228 0,4960 0,6700

S(Zi) 0,075 0,020 0,35 0,575 0,775

F(Zi)-S(Zi)

0,0406 0,0653 0,0272 0,0790 0,1050

6 80 7 90 Jumlah

5 4 40

36 40

0,89 1,80

0,8133 0,9641

0,775 1,000

0,0867 0,0359

X =70,13

S = 11,06

Lo = 0,1050

Ltabel = 0,1401

Dari tabel diatas diperoleh Lo = 0,1050 Dari uji liliefors dengan taraf nyata = 0,05 diperoleh LTabel = 0,1401

LTabel =

0,886 n

atau LTabel =

0,866 = 0,1401 40

Jadi diperoleh Lo < LTabel (0,1050 < 0,1401) Sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal

4. Uji Normalitas Data Pos-test Pada Kelas Kontrol No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Xi 32 40 45 50 55 60 65 70 75 fi 1 1 6 7 8 6 5 4 2 fhum 1 2 8 15 23 29 34 38 40 Zi -2,19 -1,67 -1.16 -0,64 -0,13 0,36 0,90 0,45 1,93 F(Zi) 0,0143 0,0475 0,1230 0,2611 0,4483 0,6406 0,8159 0,9265 0,9732 S(Zi) 0,025 0,050 0,200 0,375 0,575 0,725 0,8500 0,950 1,000
F (Z ) S ( Zi )

0,0107 0,0025 0,0770 0,1139 0,1267 0,0844 0,0341 0,0235 0,0268

Jumlah 40 = 56,25 X

S= 9.72

L0 = 0,1267

LTabel = 0,1401

Dari tabel diatas diperoleh L0 = 0,1267 Dari uji liliefors dengan taraf nyata

= 0,05 diperoleh LTabel = 0,1401

0,886 0,886 40 = 0,1401 LTabel = atau LTabel = n

Jadi, diperoleh L0 < LTabel (0,1308 < 0,1401) Sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.

Lampiran Perhitungan Uji Normalitas Dari daftar nilai L, untuk uji Lilliefors untuk

= 0,05 dan nilai n = 40

maka L tabel adalah : L tabel =

0,886 0,886 = 6,324 = 0,1401 n

Bilangan baku Zi diperoleh dari rumus : Zi =

Xi X S

Misal no.1 data pretes kelas eksperimen diketahui X i = 15, X = 38,13 dan

S = 11,53 maka : Z i =

15 38,13 Xi X = 11,53 = - 2,00 S

Dari daftar nilai Zi untuk uji Lilliefors diperoleh: Zi = - 2,00 maka didapat F(Zi) = 0,0222. S(Zi) =
fk 2 = =0,05 40 n

Sehingga : [ F ( Zi ) S ( Zi )] = [0,0222 0,050] = 0,0278 Begitu seterusnya perhitungan data sampai no. 5 nilai Lo dipilih

[ F ( Zi ) S ( Zi )]

yang terbesar. Untuk data pretest kelas eksperimen

maka

diperoleh Lo= 0,1112 < L tabel = 0,1401 sehingga dapat disimpulkan data pretes kelas eksperimen berdistribusi normal. Perhitungan yang sama juga berlaku untuk data pretest kelas kontrol.

Lampiran 14 UJI HOMOGENITAS DATA A. Uji Homogenitas Data Pretes Varians kelas Eksperimen (S x1 ) 2 = (11,53) 2 = 132,9409 Varians kelas kontrol (S x 2 ) 2 =(11,51) 2 = 132,4801 Maka: F =
Varians Terbesar Varians Terkecil
132,9409

F = 132,4801 =1,004

Kemudian dari tabel distribusi F diperoleh F tabel =1,795, sehingga diperoleh F hitung =1,004 sehingga diperoleh F hitung < F tabel (1,004 < 1,795). Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua nilai pretes berasal dari kelompok sampel adalah homogen. B.Uji Homogenitas Data Untuk Post-tes Varians kelas Eksperimen (S Y 1 ) 2 = (11,06) 2 = 122,3236 Varians kelas Kontrol (S Y 2 ) 2 = (9,72) 2 = 94,4784 Maka : F =
Varians Terbesar Varians Terkecil
122,3236

F = 94,4748 =1,295 Kemudian dari tabel distribusi F diperoleh F hitung = 1,295 sehingga diperoleh F hitung < F tabel (1,295<1,795). Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua nilai post tes sampel berasal dari kelompok adalah homogen.

Lampiran 14 UJI HIPOTESIS Setelah pengujian terhadap syarat normalitas distribusi dan homogenitas varians dilakukan, maka uji selanjutnya adalah uji hipotesis data antara hasil belajar siswa yang diajarkan dengan kelas eksperimen(diterapkan pembelajaran pendekatan kontekstual) dan kelas kontrol (diterapkan pengajaran konvensional) adalah uji student atau uji-t.

t=
3

x1 x 2 1 1 + n1 n2

dengan S

(n )S + (n )S =
1 1 2 1

n1 + n

1 2 2 2

2 2

1.Untuk nilai Pre-test Berdasarkan perhitungan pada lampiran 4, diperoleh harga-harga sebagai berikut : Diketahui:
X 1 = 38,125 (nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen)

X 2 = 45,375 ( nilai rata-rata hasil belajar ssiwa kelas kontrol)

( S x1 ) 2

= (11,53) 2 =132,9409 ( Varians hasil belajar kelas eksperimen) = (11,51) 2 = 132,4801 ( Varians hasil belajar kelas kontrol)

( S x1 ) 2

n 1 = 40 ( jumlah siswa kelas eksperimen) n 2 = 40 ( jumlah siswa kelas kontrol) Dimana :

S2 =

( n1 1) S12 + ( n2 1) S 22
n1 + n2 2
(40 1)(132,9409) + ( 40 1)(132,4801) 40 + 40 2
5184,6951 + 5166,7239 = 132,7105 78

S2 =
S2 =

S 2 =11,52

Maka :
x1 x 2

thutang =

1 1 = n1 n2
1 1 = 40 40

38,125 45,575

thutang =

11,52

thutang =

7,25 (11,52)0,2236

thutang = 2,567 = 2,814 2.Untuk Nilai Post-Test Berdasarkan perhitungan pada lampiran 4, diperoleh harga-harga sebagai berikut :
X 1 = 70,125
X 2 = 56,25

7,25

n1 = 40 n1 = 40

(S )
y1

= 122,3236 = 94,4748

(S )
y2

Dimana :

( n1 1) S12 + ( n 2 1) S 22 =
n1 + n 2 2
( 40 1)(122,3236) + ( 40 1)( 94,4748) 40 + 40 2
4770,6204 + 3684,6576 78 1085,9628 = 13,9223 78

S2 =
S2 = S2 =

S 2 = 3,73

Harga F didapat dari tabel dengan taraf signifikan


F1 ( n1 1 : n2 1)
2

= 0,10 atau

adalah F0, 05 ( 39 : 39 )

Karena tidak ada pada daftar maka diperoleh dengan interpolasi :


F0, 05 (39,39) = G F0 , 05 (30,38) =1,76 F0 , 05 (30,40) =1,74

Interpolasi I

= F0,05 +

( 30 38) .(1,74 1,76) ( 38 40 )

= 1,76 + (-0,01) = 1,750


F0, 05 (39,39) = G F0 , 05 ( 40,38) =1,71 F0, 05 ( 40,40) =1,69

Interpolasi II = F0,05 + (40,38) dengan F0,05 (40,40) = 1,71 +

( 38 39) .(1,69 1,71) ( 38 40)

= 1,71 + (-0,01) = 1,700


F0, 05 (39,39) = G F0, 05 (30,39) =1,75 F0 , 05 ( 40,39) =1,70

Kesimpulan karena t hitung

= -2,814 > t tabel

=1,70, maka dapat

disimpulkan hasil belajar siswa yang diajar dengan menerima perlakuan pendekatan kontekstual ( kelas eksperimen) lebih baik daripada hasil belajar siswa secara konvensional (kelas kontrol)

Lampiran 12 Daftar Nilai Kritis L Untuk Uji Lilliefors Ukuran sampel n=4 5 0,01 0,417 0,405 0,05 0,381 0.337 Taraf Nyata ( ) 0,10 0,352 0,315 0,15 0,319 0,299 0,20 0,300 0,285

6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 25 30 n > 30

0,364 0,348 0,331 0,311 0,294 0,284 0,275 0,268 0,261 0,257 0,250 0,245 0,239 0,235 0,231 0,200 0,187
1,031 n

0,319 0,300 0,285 0,271 0,258 0,249 0,242 0,234 0,227 0,220 0,213 0,206 0,200 0,195 0,190 0,173 0,161
0,886 n

0,294 0,276 0,261 0,249 0,239 0,230 0,223 0,214 0,207 0,201 0,195 0,289 0,181 0,179 0,174 0,158 0,144
0,805 n

0,227 0,258 0,244 0,233 0,224 0,217 0,212 0,202 0,194 0,187 0,182 0,177 0,173 0,169 0,166 0,147 0,186
0,768 n

0,265 0,247 0,233 0,223 0,215 0,206 0,199 0,190 0,183 0,177 0,173 0,169 0,166 0,163 0,160 0,142 0,131
0,786 n

Lampiran 16 Tabel Harga Kritik dari r Product Moment N (1 ) 3 Interval Kepercayaan 95 % 99% (2) (3) 0.997 0.999 N (1) 26 Interval Kepercayaan 95% 99% (2) (3) 0.388 0.496 N (1) 55 Interval Kepercayaan 95% 99% (2) (3) 0.226 0.345

4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

0.950 0.878 0.811 0.754 0.707 0.666 0.632 0.602 0.576 0.553 0.532 0.514 0.497 0.482 0.468 0.456 0.444 0.433 0.423 0.413 0.404 0.396

0.990 0.956 0.917 0.874 0874 0.798 0.765 0.735 0.708 0.684 0.661 0.641 0.623 0.606 0.590 0.575 0.561 0.549 0.537 0.526 0.515 0.505

27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49

0.381 0.374 0.367 0.361 0.355 0.349 0.344 0.339 0.334 0.329 0.325 0.320 0.316 0.312 0.308 0.304 0.301 0.297 0.294 0.291 0.288 0.284 0.281

0.487 0.478 0.470 0.463 0.456 0.449 0.442 0.436 0.430 0.424 0.418 0.413 0.408 0.403 0.396 0.393 0.389 0.384 0.380 0.276 0,372 0.368 0.364

60 65 70 75 80 85 90 95 100 125 150 175 200 300 400 500 600 700 800 900 1000

0.256 0.244 0.235 0.227 0.220 0.213 0.207 0.202 0.195 0.176 0.159 0.148 0.138 0.113 0.098 0.088 0.080 0.074 0.070 0.065 0.062

0.330 0.317 0.306 0.296 0.286 0.278 0.270 0.263 0.256 0.230 0.210 0.194 0.181 0.148 0.128 0.115 0.105 0,097 0.091 0.086 0.081

50 0.297 0.361 N = Jumlah pasangan yang digunakan untuk menghitung r Daftar Riwayat Hidup Nama Tempat/ Tanggal Lahir Alamat : Erika Apulina Sembiring : Medan, 8 November 1986 : JL. Luku I Gg. Mandor No. 13 C Pd. Bulan Medan

Anak Ke Nama Orang tua Ayah Ibu Pekerjaan Ayah Ibu Alamat Orang Tua Pendidikan Formal

: 2 (dua) dari 3 (tiga) Bersaudara : Josua Sembiring : (Alm) Nurensen.Ginting. SE : Wiraswasta : Wiraswasta : JL. Luku I Gg. Mandor No. 13 C Pd. Bulan Medan : SD Santo Petrus Medan (1998) : SMP Santo Thomas II Medan (2001) : SMU Methodist I Medan (2004)

DAFTAR ISI HAL LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................... i

LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN..................................... ii KATA PENGANTAR.................................................................................... iii ABSTRAK...................................................................................................... iv DAFTAR ISI ..................................................................................................v BAB I PENDAHULUAN................................................................................1 A. Latar Belakang Masalah.................................................................1 B. Identifikasi Masalah .......................................................................4 C. Batasan Masalah ............................................................................4 D. Rumusan Masalah ..........................................................................5 E. Tujuan Penelitian ............................................................................5 F. Manfaat Penelitian ..........................................................................5

BAB II KAJIAN PUSTAKA...........................................................................6 A. Kerangka Teoritis............................................................................6 B. Kerangka Berpikir..........................................................................21 C. Hipotesis Penelitian........................................................................23

BAB III METODE PENELITIAN.................................................................24 A. Lokasi dan Waktu Penelitian ........................................................24 B. Populasi dan Sampel .....................................................................24 C. Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional...............................25 D. Desain penelitian............................................................................25 E. Teknik Pengumpulan Data..26 F. Teknik Analisis Data......................................................................33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN................................34 A. Hasil Penelitian...............................................................................34 B. Uji Persyaratan Analisa Data..........................................................34

C. Hasil Pengujian Hipotesis ..............................................................35 D. Pembahasan....................................................................................36 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.........................................................40 A. Kesimpulan....................................................................................40 B. Saran...............................................................................................41 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR RIWAYAT LAMPIRAN

INDIKATOR PENERAPAN METODE KONVENSIONAL

Pertemuan ke : 1s/d 8 Pengamat Peneliti Tanggal Indikator Pengamatan 1. Pengertian akuntansi dijelaskan 2. Spesialisasi dalam akuntansi dijelaskan 3. Tugas-tugas jabatan dalam bidang akuntansi 4. Transaksi keuangan teridentifikasi 5. Bentuk-bentuk persamaan dasar akuntansi 6. Transaksi keuangan dibukukan ke dalam persamaan dasar akuntansi 7. Posisi harta, utang dan modal telah 3 dikelompokkan 8. Laporan keuangan tersusun Skor 4 2 : H. Sianturi, S.Pd : Erika Apulina Sembiring : 18 Juli s/d 13 Agustus 1 2 3 4 5

Keterangan : 1 = Kurang 2 = Sedang 3 = Baik 4 = Baik sekali 5 = Sangat Baik sekali

Kisi-kisi Tes Hasil Belajar Metode Ceramah dan Metode Latihan

No 1

Tujuan ( Kompetensi ) Siswa dapat menyebutkan arti konsep persamaan dasar akuntansi Siswa dapat menjelaskan prinsip akuntansi Siswa dapat menggolongkan transaksi ke dalam persamaan dasar akuntansi Siswa dapat mencatat transaksi ke dalam persamaan akuntansi Siswa dapat menyusun

C1 C2 C3 C4 C5 C6 Jumlah Persentase Soal 3 15%

15%

10%

10%

10 25

50% 100%

laporan keuangan Jumlah Soal

Keterangan : C1 = Pengetahuan C2 = Pemahaman C3 = Aplikasi C4 = Analisa C5 = Sintesa C6 = Evaluasi