Anda di halaman 1dari 19

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Dalam era globalisasi seperti saat ini, perkembangan dunia teknologi, terutama internet sudah tidak dapat dibendung lagi. Pemanfaatan internet beberapa tahun belakangan ini semakin pesat. Internet tidak lagi dijadikan sebagai media berkomunikasi semata, tapi juga telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dunia bisnis atau usaha, industri, pendidikan dan pergaulan sosial. Khusus untuk pergaulan sosial atau yang lebih dikenal dengan media sosial menunjukkan perkembangan yang luar biasa cepat. Saat ini sudah banyak sekali situs-situs media sosial yang menarik perhatian para pengguna internet. Dengan berkembangnya media sosial dimasyarakat saat ini, tidak sedikit orang yang tidak bertanggung jawab melakukan aksi aksi yang dapat merugikan bahkan menyebabkan hilangnya nyawa seseorang akibat kelalaiannya dalam menggunakan media sosial. Sebagai dampak yang ditimbulkan dengan berkembangnya media sosial ini juga bervariasi, dari dampak positif sampai dampak negatif dapat disebabkan oleh media sosial ini. Secara garis besar, penyalahgunaan media sosial marak terjadi melalui jejaring sosial. Semua aktivitas masyarakat sangat bergantung dengan media sosial ini, khususnya jejaring sosial. Dengan demikian, banyak pula pelaku kriminal memanfaatkan kondisi ini. Banyak kasus yang sering kita jumpai di tengah tengah masyarakat mengenai penyalahgunaan media sosial ini. Dari kasus kasus tersebut, memunculkan ide kami untuk mengangkat tema mengenai media sosial ini. Adapun yang melatarbelakangi kami mengangkat fenomena sosial ini yaitu kami ingin memberikan informasi yang tepat dan efisien mengenai media sosial, apa dampak yang ditimbulkannya, serta bagaimana cara menanggulangi dampak negatif yang ditimbulkan. Namun dalam penulisan ini, tidak hanya bagaimana kita menanggulangi dampak negatif tersebut, namun kami menyisipkan bagaimana seharusnya kita sebagai masyarakat sosial untuk bijak dalam menggunakan semua fasilitas sosial, dalam hal ini adalah media sosial yang dimana, media sosial ini merupakan salah satu mediator yang seharusnya meningkatkan mutu secara kualitas maupun kuantitas masyarakat bukan sebaliknya.

1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Apa itu media sosial dan dampaknya ? 1.2.2 Apa saja jenis penyalahgunaan media sosial dan cara menanggulanginya ? 1.3 Tujuan Penulisan 1.3.1 Mengetahui media sosial secara luas, dan mengetahui dampak yang ditimbulkan dengan adanya media sosial. 1.3.2 Mengetahui jenis penyalahgunaan media sosial di berbagai bidang seperti, pendidikan, perusahaan, lingkungan sosial dan mengetahui cara menanggulanginya. 1.4 Manfaat Penulisan 1.4.1 Untuk dapat lebih memahami mengenai media sosial dan mengetahui dampak positif dan negatif dari penggunaan media sosial 1.4.2 Untuk mengetahui penyalahgunaan media sosial dan cara menanggulanginya.

1.5 Metode Penulisan Metode yang digunakan dalam penulisan ini yaitu dengan referensi dari buku-buku di perpustakaan serta sumber-sumber yang memberikan informasi secara akurat melalui internet.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Pendapat lain mengatakan bahwa media sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial dan media sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif. Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content. Jejaring sosial merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jejaring sosial terbesar antara lain Facebook, Myspace, dan Twitter. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan internet. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpertisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas. Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media. Seorang pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan social media dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Kita sebagai pengguna social media dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model content lainnya.

Media sosial mempunyai ciri-ciri, yaitu sebagai berikut :

Pesan yang di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa keberbagai banyak orang contohnya pesan melalui SMS ataupun internet Pesan yang di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper Pesan yang di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi

Kaplan dan Haenlein menciptakan skema klasifikasi untuk berbagai jenis media sosial dalam artikel Horizons Bisnis mereka diterbitkan dalam 2010. Menurut Kaplan dan Haenlein ada enam jenis media sosial. 1. Proyek Kolaborasi (Collaborative projects) Suatu media sosial yang dapat membuat konten dan dalam pembuatannya dapat diakses oleh khalayak secara global. Ada dua sub kategori yang termasuk ke dalam collaborative project dalam media sosial, yakni : a. Wiki Wiki adalah situs yang memungkinkan penggunanya untuk menambahkan, menghapus, dan mengubah konten berbasis teks. Contoh : Wikipedia, Wiki Ubuntu-ID, wakakapedia, dll b. Aplikasi Bookmark Sosial Aplikasi bookmark sosial, yang dimana memungkinkan adanya pengumpulan berbasis kelompok dan rating dari link internet atau konten media. Contoh :

Social Bookmark : Del.icio.us, StumbleUpon, Digg, Reddit, Technorati, Lintas Berita, Infogue Writing : cerpenista, kemudian.com Reviews : Amazon, GoodReads, Yelp.

2. Blog dan mikroblog (Blogs and microblogs) Blog dan mikroblog merupakan aplikasi yang dapat membantu penggunanya untuk tetap posting mengenai pernyataan apapun sampai seseorang mengerti. Blog sendiri ialah sebuah

website yang menyampaikan mengenai penulis atau kelompok penulis baik itu sebuah opini, pengalaman, atau kegiatan sehari-hari. Contoh :

Blog : Blogspot (Blogger), WordPress, Multiply, LiveJournal, Blogsome, Dagdigdug, dll. Microblog : Twitter, Tumblr, Posterous, Koprol, Plurk, dll Forum : Kaskus, Warez-bb, indowebster.web.id, forumdetik Q/A (Question/Answer) : Yahoo! Answer, TanyaLinux, formspring.me

3. Konten (Content) Content communities atau konten masyarakat merupakan sebuah aplikasi yang bertujuan untuk saling berbagi dengan seseorang baik itu secara jarak jauh maupun dekat, berbagi seperti video, ebook, gambar, dan lain lain. Contoh :

Image and Photo Sharing : Flickr, Photobucket, DeviantArt, dll Video Sharing : YouTUBE, Vimeo, Mediafire, dll Audio and Music Sharing : Imeem, Last.fm, sharemusic, multiply File Sharing and Hosting : 4shared, rapidshare, indowebster.com Design : Threadless, GantiBaju, KDRI (Kementerian Desain Republik Indonesia).

4. Situs jejaring sosial (Social networking sites) Situs jejaring sosial merupakan situs yang dapat membantu seseorang untuk membuat sebuah profil dan kemudian dapat menghubungkan dengan pengguna lainnya. Situs jejaring sosial adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk terhubung menggunakan profil pribadi atau akun pribadinya. Contoh : Friendster, Facebook, LinkedIn, Foursquare, MySpace, dll 5. Virtual game worlds Dunia virtual, dimana mengreplikasikan lingkungan 3D, dimana user bisa muncul dalam bentuk avatar avatar yang diinginkan serta berinteraksi dengan orang lain selayaknya di dunia nyata. contohnya game online. Contoh : Travian, Three Kingdoms, Second Life, e-Republik, World of Warcraft, dll

6. Virtual social worlds Virtual social worlds merupakan aplikasi yang mensimulasikan kehidupan nyata melalui internet. Virtual social worlds adalah situs yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dalam platform tiga dimensi dengan menggunakan avatar yang mirip dengan kehidupan nyata. Contoh : Map : wikimapia, GoogleEarth e-Commerce : ebay, alibaba, juale.com, dll

Ketika kita mendefinisikan media sosial sebagai sistem komunikasi maka kita harus mendefinisikan fungsi-fungsi terkait dengan sistem komunikasi, yaitu : 1. Administrasi Pengorganisasian proofil karyawan perusahaan dalam jaringan sosial yang relevan dan relatif dimana posisi pasar anda sekarang. Pembentukan pelatihan kebijakan media sosial, dan pendidikan untuk semua karyawan pada penggunaan media sosial. Pembentukan sebuah blog organisasi dan integrasi konten dalam masyarakat yang relevan. Riset pasatr untuk menemukan dimana pasar anda. 2. Mendengarkan dan Belajar Pembuatan sistem pemantauan untuk mendengar apa yang pasar anda inginkan, apa yang relevan dengan mereka. 3. Berpikir dan Perencanaan Dengan melihat tahap 1 dan 2, bagaiman anda akan tetap didepan pasar dan begaiman anda berkomunikasi ke pasar. Bagaiman teknologi sosial meningkatkan efisiensi operasional hubungan pasar.

4. Pengukuran Menetapkan langkah-langkah efektif sangat penting untuk mengukur apakah metode yang digunakan, isi dibuat dan alat yang anda gunakan efektif dalam meningkatkan posisi dan hubungan pasar anda.

BAB III PEMBAHASAN 3.1 Pengertian Media Sosial dan Dampaknya yang Ditimbulkan Pengertian Media Sosial Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Pendapat lain mengatakan bahwa media sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial dan media sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif. Dampak yang Ditimbulkan dari Sosial Media Terdapat beberapa yang ditimbulkan dari sosial media antara lain yaitu : 1. Dampak Positif Dampak positif yang ditimbulkan dari media sosial antara lain :. 1. Media Bersifat gratis 2. Memperluas pergaulan, karena mudah berinteraksi dengan orang-orang dari seluruh dunia. 3. Memudahkan untuk berkomunikasi satu teman dengan teman yang lain baik secara real time ataupun offline. 4. Menjadikan Orang Lebih Percaya Diri 5. Bisa dimanfaatkan untuk media promosi/iklan dan pemberitahuan secara uptodate. 6. dan manfaat hiburan lainnya seperti komunitas, kuis, game dll yang bisa menambah pengetahuan kita tentang teknologi maupun hal umum. 2. Dampak Negatif Jejaring sosial adalah salah satu dari banyak media untuk berinteraksi antara manusia satu dengan lainnya. Melalui media sosial seperti Facebook dan Twitter sebuah

komunikasi dengan mudah bisa di jalankan. Lepas dari dampak positif dari pesatnya perkembangan jejaring sosial, perlu juga diketahui dampak negatifnya. Jejaring sosial bak pisau bermata dua.. Di bawah ini beberapa dampak negatif yang muncul akibat penggunaan jejaring sosial yang berlebihan: 1. Membuat waktu terbuang dengan sia-sia Dengan fasilitas yang beragam yang disediakan media sosial secara tidak langsung kita dituntut untuk meluangkan waktu bahkan terkadang secara tidak sadar menghabiskan banyak waktu dengan menjadikannya prioritas utama. 2. Menambah beban pengeluaran Keberadaan jejearing sosial yang menjadi bagian dari kehidupan manusia modern sehingga kepemilikan akun salah satu jejaring sosial seolah menjadi WAJIB hukumnya. Implikasi yang muncul adalah harus adanya alat yang bisa dipergunakan untuk akses media sosial tersebut seperti komputer dan handphone. Namun, perlu dicatat alat saja belum cukup tanpa terhubung dengan fasilitas internet. Sehingga seorang user media sosial harus merogoh kocek lebih banyak untuk biaya menggunakan media sosial tersebut. Yang menyedihkan lagi adalah melihat kenyataan jika user media sosial lebih memprioritaskan keberlangsungan penggunaan media sosial dengan mengorbankan kebutuhan lain yang lebih utama seperti makan, minum, pendidikan dll. 3. Mengganggu konsentrasi belajar Selain menyia-nyiakan waktu, penggunaan media sosial secara berlebih juga mengganggu konsentrasi belajar. Setiap harinya pengguna social media memposting ke wall teman-teman di media sosial mereka. Tidak sedikit mereka mengeluhkan kegiatan sekolah ataupun kuliah. Hal lain yang menarik untuk dicermati adalah bagaimana orang akan belajar sementara pikirannya ada di jejaring sosial memantau postingannya? Jadi secara sadar maupun tidak sadar keberadaan jejaring sosial bisa mengaburkan konsentrasi belajar.

4. Mengancam keamanan diri Tidak jarang dimedia online atau cetak korban dari pertemanan di media sosial yang secara umum disebut penipuan. Dengan media sosial dengan mudah kita memiliki banyak teman dan menjadi akrab meskipun belum pernah bertemu sebelumnya. Secara umum sangat susah menilai orang yang dikenal di media sosial jika informasi yang diberikan tidak akurat. Dari pengamatan yang dilakukan, tidak sedikit dari pengguna media sosial berlaku curang dengan menggunakan foto orang lain atau foto bohong dengan tujuan memikat orang lain. Melalui contoh tersebut kita berpikir jika semakin banyak kita memiliki teman melalui media sosial yang tidak jelas maka resiko keamanan diri kita juga semakin meningkat. Kemanan tidak selalu dalam bentuk nyata seperti perampokan dll tetapi juga penyalah gunaan nama, identitas lengkap dan foto-foto , dan merusak akun. 5. Mengancam kesehatan Kesehatan adalah karunia yang sangat mahal tetapi seringkali kita tidak peduli dengan kondisi badan kita. Kecanduan situs media social dapat membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasikan diri. Akibat tindak mengisolasikan diri ini adalah dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan respon kekebalan, level hormon tidak stabil dan merusak performa mental. 3.2 Jenis Penyalahgunaan Media Sosial dan Cara Menanggulanginya Jenis penyalahgunaan media social 1. Menyebarkan Virus dan Malware Aksi cybercrime dalam bentuk penyebaran virus dan malware merupakan jenis kejahatan online yang dikatagorikan sebagai tindak kejahatan yang menyerang computer. Meski terdengar sepele, penyebaran virus dan malware dapat merugikan bagi pihak yang menjadi korban, karena ada kemungkinan data-data computer miliknya akan hilang dan komputernya akan rusak.

Penyebaran virus dan malware menjadi semakin merugikan jika yang diserang adalah pihak badan perusahaan atau badan pemerintahan perlu dipahami bahwa virus computer adalah program computer yeng dapat memeperbanyak dirinya sendiri dan mampu menulakan diri dari computer satu ke computer lainnya, melalui koneksi flasdrivive ataupun jaringan internet. Sementara itu malware mengacu pada sebuah program yang didesain khusus untuk mengacaukan sisterm komputer. Beberapa penyebaran virus dan malware juga memanfaatkan akses ke situs-situs tertentu untuk menyebarkan virusnya. Apabila seseorang membuka situs yeng telah disisipi virus dan malware tersebut. 2. Pembajakan Situs Tindakan criminal dunia maya yang lain adalah pembajakan situs internet. Sasaran utama pembajakan situs internet ini adalah situs-situs resmi perusahaan atau situs-situs resmi pemerintah. Akibat dari pembajakan situs ini beragam yaitu mulai dari berubahanya tampilan lama situs hingga penanaman virus atau pembobolan sistem keamanan. Pembajakan di dunia maya kini berkembang. Bukan hanya situs, akun seseorangpun di jejaring sosial pun bisa dibajak. Pembajakan ini biasanya dilakukan oleh orang-orang iseng dengan tujuan untuk mencemarkan yang bertujuan untuk mencemarkan nama baik pemilik akun dengan cara memasang gambar-gambar berbau pornografi di akun tersebut. 3. Pornografi pada Anak Sasaran utama tindakan ini adalah anak- anak berusia 9-12 tahun, yang pada usia-usia tersebut cenderung ingin tahu dan ingin keihatan dewasa. Dengan memanfaatkan sikap lugu anak-anak tersebut, tidak jarang penjahat pedofilia ini menggiring mangsanya agar dapat melakukan chatting dengan fasilitas webcam untuk mengobrol mengenai hal-hal dewasa, bahkan untuk menunjukan kemaluannya melalui webcam. melalui computer yang tidak dilengkapi dengan perlindungan online terhadap virus dan malware maka computer orang terancam terinfeksi virus dari situs

Lebih jauh lagi, ia bisa mengajak anak tersebut untuk bertemu dam melakukan tindak kejahatan seperti penculikan dan pemerkosaan atau pelecehan sksual lainnya terhadap anak di bawah umur.

4. Penipuan Transaksi Jual Beli Di Indonesia, barangkali tindakan kejahatan dengan modus penipuan jual beli ini sering muncul. Maraknya pedagang online dimanfaatkan oleh oknum penjual. Kasus yang sering muncul adalah penjual menipu pembeli, dimana penjual menawarkan barang dagangan dengan harga yang cenderung murah sehingga pembeli tergiur lalu memutuskan untuk membeli barang tersebut. Pembayaran pada transaksi jual beli online dilakukan di muka. Dengan kata lain, penjual tidak akan mengirim barang sebelum pembeli mentransfer uang sejumlah harga yang telah disepakati. Selah inilah yang sering dimanfaatkan oknum penjual. Setelah uang diterima mereka biasanya menghilang begitu saja meninggalkan pembeli yang baru menyadari telah tertipu. Penipuan semacam ini sering terjadi pada transksi barang-barang elektronik, seperti telpon genggam dan kamera digital. Di negeri kita tindak kejahatan dalam kegiatn komunikasi komunikasi di dunia maya dan pihak bank (terkait catatan transaksi) meringankan tugas kepolisian untuk menagkap pelaku. 5. Pencurian Identitas Semakin hari semakin banyak individu yang berbagi kehidupan pribadinya di dunia maya. Foto diri, nama lengkap, tanggal lahir, informasi tempat tinggal, hingga riwayat pendidikan dan riwayat pekerjaan. Sudah bukan hal yang tabu lagi untuk disebarluaskan di jejaring sosial. Para pelaku cybercrime seringkali menggunakan identitas orang-orang yang ada di jejaring sosial untuk melakukan penipuan. Dengan mudahnya, seorang pelaku tindak

pencurian identitas ini mempelajari diri kita dari apa yang kita bagi di jejaring sosial. Dengan mudahnya juga mereka dapat mengambil foto kita untuk disalahgunakan. Yang sering terjadi adalah para pelaku mengambil identitas orang lain untuk melakukan perjdian online atau mendaftar di situs-situs tertentu. Lebih jauh lagi, identitas seperti nomor kartu kredit busa saja bocor dan dimanfaatkan lebih darisekedar pencurian identitas tetapi juga pencurian financial. Karena itu sebaiknya kita berhati-hati melindungi informasi pribadi kita di dunia maya terutama di jejaring sosial. 6. Penculikan Kasus penculikan ini sering disorot media massa lainnya seperti televise dan media cetak. Di Indonesia sendiri kasus penculikan yang diawali dengan perkenalan di dunia maya marak terjadi. Kebanyakan korbannya adalah remaja perempuan yang masih mencari jati diri dan senang berkenalan dengan orang asing (dan mudah percaya dengan orang asing) Tidak sedikit korban penculikan yang berawal dari perkenalan di dunia maya ini mengalami nasib buruk. Beberapa diantaranya disekap berminggu-minggu, bahkan berbulan-buan dan dilecehkan secara seksual, diperkosa, bahkan beberapa diantaranya mengandung anak si penculik. Cara menanggulangi Jika belum ada perlindungan berupa undang-undang yang jelas dari pemerintah ada baiknya kita melindungi diri kita sendiri dari kejahatan di dunia maya. Berikut ini cara menanghulangi tindak kejahatan di dunia maya. 1. Untuk menghindari virus dan malware, aktifkan antivirus yang memiliki kemampuan untuk menditeksi malware di computer. Tidak sulit mencarinya, banyak antivirus gratis yang menyediakan fitur safe browsing dan pendeteksi malware yang bisa diinstall 2. Jangan mudah percaya pada orang yang baru anda kenal di dunia maya 3. Awasi anak-anak dibawah umur saat berseluncur di dunia maya. Terangkan pada mereka efek-efek negative yang mungkin menimpanya dan semangati dia untuk

lebih banyak bermain diluar rumah daripada berjam-jam duduk di depan computer 4. Gunakan fasilitas rekening bersama saat hendak bertransksi di dunia maya, terutama jika anada harus membayar mahal untuk suatu barang. Jika memungkinkan pilih penjual yang tinggal sekota dengan anda sehingga anda bisa bertemu dan bertransaksi langsung dengannya daripada melakukan transaksi online dan menanggung resiko ditipu. 5. Jangan teralu banyak berbagi di jejaring social. Jika dirasa tidak penting, tidak perlu mencantumkan tanggal lahir, alamat rumah, nomor telepon dan informasi pribadi lainya di dalam profil akun jejaing social anda.

BAB IV KESIMPULAN Dalam era globalisasi seperti saat ini, perkembangan dunia teknologi, terutama internet sudah tidak dapat dibendung lagi. Pemanfaatan internet beberapa tahun belakangan ini semakin pesat. Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Media sosial mempunyai ciri-ciri, yaitu sebagai berikut :

Pesan yang di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa keberbagai banyak orang contohnya pesan melalui SMS ataupun internet Pesan yang di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper Pesan yang di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi Dampak yang Ditimbulkan dari Sosial Media Dampak positif yang ditimbulkan dari media sosial antara lain :.

1. Media Bersifat gratis 2. Memperluas pergaulan, karena mudah berinteraksi dengan orang-orang dari seluruh dunia. 3. Memudahkan untuk berkomunikasi satu teman dengan teman yang lain baik secara real time ataupun offline.

4. Menjadikan Orang Lebih Percaya Diri 5. Bisa dimanfaatkan untuk media promosi/iklan dan pemberitahuan secara uptodate. 6. dan manfaat hiburan lainnya seperti komunitas, kuis, game dll yang bisa menambah pengetahuan kita tentang teknologi maupun hal umum.

Dampak negatif yang ditimbulkan dari media sosial antara lain :.


1. Membuat waktu terbuang dengan sia-sia

2. Menambah beban pengeluaran


3. Mengganggu konsentrasi belajar

4. Mengancam keamanan diri 5. Mengancam kesehatan Jenis penyalahgunaan media social 1. Menyebarkan Virus dan Malware 2. Pembajakan Situs 3. Pornografi pada Anak 4. Penipuan Transaksi Jual Beli 5. Pencurian Identitas 6. Penculikan 7. Menyebarkan Virus dan Malware Cara menanggulangi 1. Untuk menghindari virus dan malware, aktifkan antivirus yang memiliki kemampuan untuk menditeksi malware di computer. 2. Jangan mudah percaya pada orang yang baru anda kenal di dunia maya 3. Awasi anak-anak dibawah umur saat berseluncur di dunia maya.

4. Gunakan fasilitas rekening bersama saat hendak bertransksi di dunia maya, terutama jika anda harus membayar mahal untuk suatu barang. 5. Jangan teralu banyak berbagi di jejaring social.

DAFTAR PUSTAKA
http://albadrln.wordpress.com/2012/06/01/jejaring-sosial-populer/ http://razkingred.blogspot.com/2011/01/social-networking-adalah.html http://staff.unila.ac.id/zoehellmie87/2012/06/20/tahu-dan-mengerti-social-media/ http://afandi41808047.wordpress.com/2011/12/08/enam-jenis-media-sosial/ http://edukasi.kompasiana.com/2012/09/08/social-media-dan-pemanfaatannya-491319.html http://id.wikipedia.org/wiki/Media_sosial http://jakartacity12.blogspot.com/2012/03/pengertian-jaringan-sosial.html# http://www.smitdev.com/post/social-networking333.php

PAPER KEWARGANEGARAAN PENYALAHGUNAAN MEDIA SOSIA

OLEH KELOMPOK V

Putu Bagus Mahendra Ni Ketut Meidayanti Putri Made Hany Anastasia

(1108105012) (1108105013) (1108105020)

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana 2013