Anda di halaman 1dari 13

Balok beton bertulang (Konvensional)

&

Bearing

MATERIES-MATERIES MATERIES -MATERIES

MATERIES Tulangan Longitudinal Tulangan Geser


Shear Connector End Block Balok beton bertulang (Konvensional) Rubber Elastometer Bearing

Definisi beton
adalah batu batuan yang dicetak pada suatu wadah atau cetakan dalam keadaan cair kental yang dapat mengeras dengan baik. Beton terdiri dari agregat halus, agregat kasar dan satu bahan pengikat. Beton dalam keadaan keras, hanya mampu menahan gaya tekan saja. Bahan pengikat yang dipakai umumnya adalah 1. Portland cement 2. Agregat kasar ( kerikil / kricak). 3. Agregat halus ( pasir ).

Mengapa disebutkan beton bertulang, karena Merupakan perpaduan antara beton dengan tulangan baja, sebagaimana dengan beton, yang menahan gaya tekan, baja juga berfungsi menahan gaya tarik ataupun geser.
Definisi-Definisi-Definisi-Definisi-Definisi-Definisi-Definisi

Tulangan Longitudinal

Tulangan membujur

Beton adalah material yang kuat dalam kondi tekan, tetapi lebah dalma kondisi tarik. Umumnya nilai kuat tariknya (8-14)% dari kuat tekannya. Karena memiliki kapasitas tarik yang rendah, retak lentur beton terjadi pada tahapan awal pembebanan. Untuk mengurangi atau mencegah berkembangnya retak tersebut, dapat dilakukan dengan pemberian gaya konsentrasi atau eksentris dalam arah longitudinal elemen structural.

Pemberian gaya konsentris atau eksentris bertujuan untuk mencegah berkembangnya retak, yaitu dengan cara mengurangi tegangan tarik pada tumpuan dan daerah kritis pada saat konsidi beban kerja, sehingga dapat meningkatkan kapasitas lentur, geser dan torsional penampang struktur tersebut. Penampang dapat berperilaku elastis dan hamper semua kapasitas beton yang memikul tekan dapat secara efektif dimanfaatkan di seluruh tinggi penampang beton pada saat semua beban bekerja di struktur tersebut.

Gaya longitudinal yang diterapkan dalam uraian diatas disebut GAYA PRATEGANG, yaitu gaya tekan yang memberikan prategang pada penampang disepanjang bentang elemen struktur sebelum beban mati dan beban hidup horizontal transient bekerja.
Besar dan jenis pemberian gaya prategang, ditentukan berdasarkan: Jenis system yang dilaksanakan Panjang bentang Kelangsingan yang dikehendaki

Akibat gaya prategang diberikan secara longitudinal di sepanjang atau sejajar dengan sumbu komponen struktur, maka prinsip-prinsip prategang dikenal sebagai pemberian prategang linier.

Tulangan Geser

Untuk balok yang mempunyai tulangan memanjang, yaitu tulangan yang direncanakan untuk memikul gaya-gaya lentur tarik dan tekan yang ditimbulkan oleh momen lentur, tegangan geser yang tinggi menimbulkan retak miring. Untuk mencegah pembentukan retak miring, maka digunakan penulangan transversal (dikenal dengan penulangan geser), yang berbentuk sengkang tertutup atau yang berbentuk U di arah vertikal atau miring untuk menutupi penulangan memanjang utama di sekeliling muka balok.

Adapun 3 jenis keretakan pada balok:

1. Retak lentur 2. Retak geser lentur 3. Retak badan/retak tarik diagonal

Shear Connector
Shear Geser
Connector

Menghubungkan antara gelagar dengan plat lantai

Penghubung
Shear Connector

Mengantisipasi terjadinya geser setelah plat lantai terpasang

13mm (1/2 inch) 16mm (5/8 inch)

19mm (3/4 inch)

22mm (7/8 inch) 25,4 mm (1 inch)

End Block

Zona Angkur

Disebut juga zona angkur, merupakan bagian komponen struktur prategang pasca tarik dimana gaya prategang terpusat disalurkan ke beton dan disebarkan secara lebih merata ke seluruh bagian penampang. Akibat stressing maka pada ujung balok terjadi tegangan yang besar dan untuk mendistribusikan gaya prategang tersebut pada seluruh penampang balok, maka perlu suatu bagian ujung block (end block) yang panjangnya maksimal sama dengan tinggi balok dengan seluruhnya merata selebar flens balok. Pada bagian end block tersebut terdapat dua macam tegangan yang berupa : 1. 2. Tegangan tarik yang disebut bursting zone terdapat pada pusat penampang disepanjang garis beban. Tegangan tarik yang tinggi terdapat pada permukaan ujung end block, yang disebut spalling zone (daerah yang terkelupas).

Untuk menahan tegangan tarik di daerah Bursting Zone digunakan sengkang atau tulangan spiral longitudinal.

untuk tegangan tarik di daerah spalling Zone digunakan Wiremesh atau tulangan biasa yang dianyam agar tidak terjadi retakan.

Perhitungan pada daerah end block menggunakan pendekatan rumus:

Panjang end block < h


gaya yang terjadi pada end block

Angkur Tunggal

= 0,4 + 0,2

2 1 2 +1

Angkur Majemuk

= 0,2

2 1 3 2 +1

Keterangan: To = gaya pada spalling zone Ts = gaya pada brusting zone F = gaya prategang efektif bi,b2 = bagian-bagian prisma

= (1 ) 3

Bearing

Bantalan jembatan
Elastomer jembatan

(elastomeric Bearing Pads, Karet elastomer, karet jembatan)

Digunakan dalam konstruksi jembatan, sebagai peredam getaran jembatan Terbuat dari karet Alam maupun Neoprene(karet sintetis) (untuk ketahanan yg lebih baik)
Ukuran umum digunakan untuk Elastomer jembatan antara lain (sesuai dinas PU)

Elastomer Jembatan tipe 1 = 350 x 300 x 36 mm Elastomer Jembatan tipe 2 = 400 x 350 x 39 mm Elastomer Jembatan tipe 3 = 400 x 400 x 45 mm

Bearing -Bearing -Bearing -Bearing -Bearing

Bearing -Bearing -Bearing -Bearing Bearing- Bearing Bearing- Bearing

Terima kasih ^_^

references
Laporan Tugas Akhir Evaluasi dan Penggantian Jembatan Tanggi di Ruas Jalan Salatiga Boyolali Sta. 14 + 400 Km. Smg 57+000

Mbok Google
Bahan-bahan ajar Dll

Anda mungkin juga menyukai