Anda di halaman 1dari 13

Definisi Pil KB adalah alat kontrasepsi pencegah kehamilan atau pencegah konsepsi yang digunakan dengan cara per-oral/kontrasepsi

oral. Jenis-jenis Ada 5 jenis pil KB/kontrasepsi oral, yaitu : (Saifuddin, 2006)

1. Pil kombinasi atau combination oral contraceptive pill

Tahun 1978 Schering membuat gebrakan dengan memproduksi Diane 35. Pil KB ini memiliki komposisi unik karena bisa membuat kulit pemakainya semakin halus. Ini karena, Diane 35 selain mengandung ethnylestradiol atau EE - estrogen sintetis juga cyproteron acetat atau CA - progesterone sintetis - yang bersifat anti-androgenik. Sudah tahu kan, hormon androgen adalah hormon laki-laki yang juga terdapat di dalam tubuh perempuan. Hormon ini kerap menimbulkan kumisan, bulu lebat, kulit berminyak, jerawat, dan rambut rontok. Nah, dengan adanya hormon anti-androgenik di Diane 35, pengaruh hormon pria jadi lebih netral. Sehingga, gangguan jerawat, rambut rontok dan bulu-bulu bisa diatasi. Perempuan pun semakin mulus dan cantik. Sayang, Diane 35 masih memungkinkan terjadinya penimbunan cairan di dalam tubuh yang membuat tubuh melar, kembung dan berat badan bertambah.

Pil kombinasi mengandung estrogen dan progrestin. Dan 3 tipe tersedia untuk pil ini.

Yang pertama disebut pil monophasic dan pil ini mengandung estrogen dan progestin dalam jumlah yang sama karena tingkat hormon juga sama. Jadi, pengguna akan kecil

kemungkinan untuk mengalami perubahan suasana hati yang disebabkan secara langsung oleh perubahan tingkat hormon dalam tubuh.

Beberapa contohnya adalah Alesse, Brevicon, Desogen, Levlite, Loestrin, Modicon, Nelova, dan Yasmin. Dan yang terbaru dari antaranya adalah Seasonale yang dikenalkan pada pasar tahun 2003. Tiap pak terdiri dari dari 91 tablet dan difungsikan untuk mencegah menstruasi selama suatu masa periode. Hasil tes telah menunjukkan jika seseorang menggunakannya akan mengalami 4 periode dalam setahun.

Anda juga akan mengenal pil multiphasic yang dikenalkan pada pasar 10 tahun setelah progestin dibuat tersedia untuk umum. Sama seperti yang lain, orang harus meminumnya pada waktu tertentu. Beberapa orang berkata jika ini adalah peningkatan daripada keluaran terdahulu karena pengurangan dari efek samping pil pengontrol kelahiran, seperti amenorrhea, penerobosan pendarahan dan bercak.

Pil biphasic dapat mengubah tingkat dari hormon satu kali selama siklus menstruasi. Contoh dari pil ini, Jenest, Mircette, Necon 10/11, Nelova 10/11 dan OrthoNovum 10/11

Tipe ketiga disebut triphasic karena mengandung 3

dosis hormon yang berbeda. progesteron secara

Meminum pil tersebut dapat meningkatkan dosis estrogen dan

perlahan ke dalam tubuh anda. Contohnya, Cyclessa, Ortho-Novum 7/7/7, Ortho TriCyclen, Triphasil, Tri-Levlen, dan Tri-Norinyl.

Pil KB yang mengandung estrogen dan progesteron dan diminum sehari sekali. Estrogen dalam pil oral kombinasi, terdiri dari etinil estradiol dan mestranol. Dosis etinil estradiol 30-35 mcq. Dosis estrogen 35 mcq sama efektifnya dengan estrogen 50 mcq dalam mencegah kehamilan. Progestin dalam pil oral kombinasi, terdiri dari noretindron, etindiol diasetat , linestrenol, noretinodel, norgestrel, levonogestrel, desogestrel dan gestoden.

Terdiri dari 21-22 pil KB/kontrasepsi oral dan setiap pilnya berisi derivat estrogen dan progestin dosis kecil, untuk pengunaan satu siklus. Pil KB/kontrasepsi oral pertama mulai diminum pada hari pertama perdarahan haid, selanjutnya setiap pil hari 1 pil selama 21-22 hari. Umumnya setelah 2-3 hari sesudah pil KB/kontrasepsi oral terakhir diminum, akan timbul perdarahan haid, yang sebenarnya merupakan perdarahan putus obat. Penggunaan pada siklus selanjutnya, sama seperti siklus sebelumnya, yaitu pil pertama ditelan pada hari pertama perdarahan haid. Pil oral kombinasi mempunyai 2 kemasan, yaitu : a. Kemasan 28 hari 7 pil (digunakan selama minggu terakhir pada setiap siklus) tidak mengandung hormon wanita. Sebagai gantinya adalah zat besi atau zat inert. Pil-pil ini membantu pasien untuk membiasakan diri minum pil setiap hari. b. Kemasan 21 hari Seluruh pil dalam kemasan ini mengandung hormon. Interval 7 hari tanpa pil akan menyelesaikan 1 kemasan (mendahului permulaan kemasan baru) pasien mungkin akan mengalami haid selama 7 hari tersebut tetapi pasien harus memulai siklus pil barunya pada hari ke-7 setelah menyelesaikan siklus sebelumnya walaupun haid datang atau tidak. Jika pasien merasa mungkin hamil, ia harus memeriksakan diri. Jika pasien yakin ia minum pil dengan benar, pasien dapat mengulangi pil tersebut sesuai jadwal walaupun haid tidak terjadi.

Cara penguunaan 1. Pil Kombinasi a. Petunjuk Umum Berikut ini adalah panduan penggunaan pil kombinasi secara umum :

1. Pil kombinasi sebaiknya diminum setiap hari pada saat yang sama. 2. Pil yang pertama dimulai pada hari pertama sampai hari ke tujuh siklus haid. 3. Penggunaan pil kombinasi dianjurkan diminum pada hari pertama haid. 4. Pada kemasan 28 pil, dianjurkan mulai minum pil plasebo sesuai dengan hari yang ada pada kemasan. 5. Bila kemasan 28 pil habis, sebaiknya mulai minum pil dari kemasan yang baru. 6. Bila kemasan 21 pil habis, tunggu 1 minggu kemudian mulai minum pil dari kemasan yang baru. 7. Minum pil yang lain, apabila terjadi muntah dalam waktu 2 jam setelah meminumnya. 8. Penggunaan pil kombinasi dapat diteruskan, apabila tidak memperburuk keadaan saat terjadi muntah hebat atau diare lebih dari 24 jam. 9. Penggunaan pil apabila terjadi muntah dan diare berlangsung sampai 2 hari atau lebih sama dengan aturan minum pil lupa. 10. Tes kehamilan dilakukan apabila tidak haid. b. Aturan Pil Lupa Apabila lupa minum 1 pil (hari 1-21), maka setelah ingat segera minum 2 pil pada hari yang sama (tidak perlu menggunakan metode kontrasepsi lain). Apabila lupa minum 2 pil (hari 1-21), sebaiknya minum 2 pil setiap hari sampai jadual yang ditetapkan (sebaiknya menggunakan metode kontrasepsi lain atau tidak melakukan hubungan seksual sampai pil habis). c. Petunjuk Untuk Pasien Post Partum yang Tidak Menyusui Pil kombinasi diminum setelah 3 minggu post partum. Jika sudah 6

minggu post partum dan sudah melakukan hubungan seksual, sebaiknya menunggu haid dan gunakan metode barier. d. Petunjuk Untuk Pasien Post Partum yang Menyusui Petunjuk untuk pasien post partum yang menyusui sama dengan petunjuk umum dan aturan pil lupa. Sebelum menggunakan pil kombinasi, berikan konseling dan KIE pada pasien tentang berbagai metode kontrasepsi.

Pil oral kombinasi Kelemahan : 1. Mahal 2. Penggunaan pil harus diminum setiap hari dan bila lupa minum akan meningkatkan kegagalan. 3. Perdarahan bercak dan breakthrough bleeding. 4. Ada interaksi dengan beberapa jenis obat (rifampisin, barbiturat, fenitoin, fenilbutason dan antibiotik tertentu). 5. Tidak mencegah penyakit menular seksual, HBV, HIV/AIDS. 6. Efek samping ringan/jarang, namun dapat berupa amenorea, mual, rasa tidak enak di payudara, sakit kepala, mengurangi ASI, berat badan meningkat, jerawat, perubahan mood, pusing, serta retensi cairan, tekanan darah tinggi, komplikasi sirkulasi yang jarang namun bisa berbahaya khususnya buat perokok. Kelebihan : 1. Sangat efektif sebagai kontrasepsi. 2. Resiko terhadap kesehatan sangat baik. 3. Tidak mengganggu hubungan seksual. 4. Mudah digunakan. 5. Mudah dihentikan setiap saat.

6. Mengurangi perdarahan saat haid. 7. Mengurangi insidens gangguan menstruasi. 8. Mengurangi insidens anemia defisiensi besi. 9. Mengurangi insidens kista ovarium. 10.Mengurangi insidens tumor jinak mammae. 11.Mengurangi karsinoma endometrium. 12.Mengurangi infeksi radang panggul. 13.Mengurangi osteoporosis. 14.Mengurangi rheumatoid artritis. 15.Mengurangi kehamilan ektopik.

2. Pil KB/kontrasepsi oral tipe sekuensial Pil dibuat seperti urutan hormon yang dikeluarkan ovariun pada tiap siklus. Maka berdasarkan urutan hormon tersebut, estrogen hanya diberikan selama 14-16 hari pertama diikuti oleh kombinasi progestron dan estrogen selama 5-7 hari terakhir. Terdiri dari 14-15 pil KB/kontrasepsi oral yang berisi derivat estrogen dan 7 pil berikutnya berisi kombinasi estrogen dan progestin. Cara penggunaannya sama dengan tipe kombinasi. Efektivitasnya sedikit lebih rendah dan lebih sering menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Cara pakai Pil ini dibuat seperti urutan hormon yang dikeluarkan ovariun pada tiap siklus. Maka berdasarkan urutan hormon tersebut, estrogen hanya diberikan selama 1416 hari pertama diikuti oleh kombinasi progestron dan estrogen selama 57 hari terakhir.

3. Pil KB/kontrasepsi oral tipe pil mini Pil mini kadang-kadang disebut pil masa menyusui. Pil mini yaitu pil KB yang hanya mengandung progesteron saja dan diminum sehari sekali. Berisi derivat progestin, noretindron atau norgestrel, dosis kecil, terdiri dari 21-22 pil. Cara pemakaiannya sama dengan cara tipe kombinasi. Dosis progestin dalam pil mini lebih rendah daripada pil kombinasi. Dosis progestin yang digunakan adalah 0,5 mg atau kurang. Karena dosisnya kecil maka pil mini diminum setiap hari pada waktu yang sama selama siklus haid bahkan selama haid. Contoh pil mini, yaitu : a. Micrinor, NOR-QD, noriday, norod menganddung 0,35 mg noretindron. b. Microval, noregeston, microlut mengandunng 0,03 mg levonogestrol. c. Ourette, noegest mengandung 0,5 mg norgeestrel. d. Exluton mengandung 0,5 mg linestrenol. e. Femulen mengandung 0,5 mg etinodial diassetat

Cara pakai 3. Mini Pil atau Pil Progestin a. Waktu Mulai Menggunakan Mini Pil atau Pil Progestin Mini pil mulai dapat digunakan pada hari pertama sampai hari ke lima pada siklus haid (tidak memerlukan metode kontrasepsi lain) apabila: 1. Lebih dari 6 minggu pasca persalinan dan pasien telah mendapat haid. 2. Pasien sebelumnya menggunakan kontrasepsi non hormonal dan ingin ganti dengan mini pil. 3. Pasien sebelumnya menggunakan AKDR (termasuk AKDR yang mengandung hormon). Mini pil mulai dapat digunakan setiap saat apabila :

1. Diduga tidak terjadi kehamilan. 2. Pasien mengalami amenorea (tidak haid) dan dipastikan tidak hamil (sebaiknya jangan melakukan hubungan seksual selama 2 hari atau gunakan kontrasepsi lain untuk 2 hari). 3. Menyusui antara 6 minggu dan 6 bulan pasca persalinan dan tidak haid (bila menyusui penuh, tidak memerlukan kontrasepsi tambahan). Selain itu, mini pil dapat digunakan saat : 1. Bila sebelumnya pasien menggunakan kontrasepsi hormonal lain dan ingin ganti dengan mini pil. Pil dapat segera diberikan dan tidak perlu menunggu haid berikutnya, apabila penggunaan kontrasepsi sebelumnya digunakan dengan benar dan tidak hamil. 2. Bila sebelumnya pasien menggunakan kontrasepsi suntikan dan ingin ganti mini pil. Pil dapat diberikan pada jadual suntikan berikutnya dan tidak memerlukan metode kontrasepsi tambahan lain. b. Cara Minum Mini Pil atau Pil Progestin Di bawah ini merupakan petunjuk minum pil progestin atau mini pil, yaitu: 1. Mini pil diminum setiap hari pada saat yang sama sampai habis. 2. Pil pertama sebaiknya diminum pada saat hari pertama siklus haid. 3. Metode barier digunakan pada hari ke tujuh atau 4-6 minggu post partum walaupun haid belum kembali. 4. Pada pasien 9 bulan post partum sebaiknya beralih menggunakan pil kombinasi karena efektifitas mini pil mulai menurun. 5. Bila pasien muntah dalam waktu 2 jam setelah menggunakan pil, minum pil yang lain atau gunakan metode kontrasepsi lain jika akan melakukan hubungan seksual pada 48 jam berikutnya. 6. Meskipun pasien belum haid, mulai paket baru sehari setelah paket terakhir habis. 7. Bila pasien mendapat haid teratur setiap bulan dan kehilangan 1 siklus (tidak haid), atau merasa hamil, maka lakukan tes kehamilan.

8. Apabila pasien mengalami spotting atau perdarahan selama masa interval, tetap minum pil sesuai jadual (perdarahan biasa terjadi selama bulan-bulan pertama). 9. Apabila pasien mengalami kram, nyeri perut hebat atau demam maka segera periksa ke pelayanan kesehatan. 10. Sarankan pada pasien untuk menggunakan kondom ataupun spermisida selain memakai mini pil apabila kemungkinan terinfeksi penyakit menular seksual (termasuk HBV dan HIV/AIDS) atau lupa minum pil. c. Aturan Pil Lupa Cara minum pil-pil yang terlupa selama 7 hari pertama antara lain: 1. Bila lupa minum pil atau terlambat minum pil, segera minum pil saat ingat dan gunakan metode barier selama 48 jam. 2. Bila pasien lupa minum 1 atau 2 pil, segera minum pil yang terlupa dan gunakan metode barier sampai akhir bulan. d. Hal yang Perlu Disampaikan pada Pasien Informasi yang perlu disampaikan pada pasien antara lain: 1. Penggunaan mini pil akan merubah pola haid terutama 2 atau 3 bulan pertama. Pada umumnya perubahan pola haid ini hanya bersifat sementara dan tidak mengganggu kesehatan. 2. Penggunaan mini pil akan menimbulkan efek samping seperti mual, pusing, ataupun nyeri payudara. 3. Efektifitas penggunaan mini pil akan berkurang, bila pasien mengkonsumsi obat-obatan tuberkulosis ataupun epilepsi. 4. Bila beberapa bulan mengalami haid teratur kemudian terlambat haid, kemungkinan terjadi kehamilan. 5. Bila mengeluh perdarahan bercak disertai nyeri hebat pada perut, kemungkinan terjadi kehamilan ektopik. 6. Masalah penglihatan kabur, nyeri kepala hebat, kemungkinan terjadi hipertensi atau masalah vaskuler.

7. Segera ke pelayanan kesehatan apabila menjumpai masalah-masalah di atas. Pil Mini Kelebihan : 1. Sangat efektif apabila digunakan secara benar. 2. Tidak mempengaruhi air susu ibu. 3. Nyaman, mudah digunakan. 4. Tidak mengganggu hubungan seksual. Kelemahan : 1. Mahal. 2. Menjadi kurang efektif bila menyusui berrkurang. 3. Breaktfrough bleeding perdarahan bercaak, amenorea dan haid tidak teratur. 4. Harus diminum setiap hari (bila lupa minnum maka kemungkinan hamil). 5. Gejala khusus : nyeri kepala, perubahan mood, penambahan atau penurunan berat badan, payudara menegang, nausea, pusing, dermatitis atau jerawat, hiersutisme (pertumbuhan rambut atau bulu yang berlebihan pada daerah muka) sangat jarang. 6. Bagi wanita yang pernah mengalami kehamiilan ektopik, pil mini tidak menjamin akan melindungi dari kista ovarium di masa depan. 7. Tidak melindungi dari penyakit menular sseksual, HBV, HIV/AIDS. (Sarifuddin, 2006)
PIL KB Untuk Ibu menyusui Hanya ada 1 macam pil KB yang dibuat untuk ibu menyusui yakni minipil (progesteron only) , tidak mengandung estrogen. Pil ini mempunyai efek KB seperti suntikan KB karena tidak mengendung estrogen, sehingga tidak mengganggu laktasi baik kualitas maupun kuantitas ASI (air susu ibu). Nama dagang yang tersedia di Indonesia : Excluton, cerazette

Penggunaan Pil Kontrasepsi Oral Tipe Pil Mini

Hanya berisi derivat progestin, dosisnya kecil, terdiri dari 21-22 pil. Cara pemakaiannya sama dengan cara tipe kombinasi, untuk pengunaan satu siklus. Pil kontrasepsi oral pertama mulai diminum pada hari pertama perdarahan haid, selanjutnya setiap pil 1 hari 1 pil selama 21-22 hari. Umumnya setelah 2-3 hari sesudah pil kontrasepsi oral terakhir diminum, akan timbul perdarahan haid, yang sebenarnya merupakan perdarahan putus obat. Penggunaan pada siklus selanjutnya, sama seperti siklus sebelumnya, yaitu pil pertama ditelan pada hari pertama perdarahan haid. Contoh sediaan minipil berisi progestin adalah : Linestrenol 500mg (Exluton) dan Desogestrel 75 mcg (Cerazette)

EFEKTIVITAS MINIPIL PROGESTIN


Sangat efektif (98,5%), penggunaannya jangan sampai lupa dan jangan sampai terjadi gangguan gastrointestinal (muntah, diare) karena karena kemungkinan dapat terjadi kehamilan sangat besar. Penggunaan obat mukolitik asetilsistein bersama dengan minipil karena dapat meningkatkan penetrasi sperma sehingga kemampuan pil dapat terganggu.

APA ITU PROGESTIN ???


Progestin merupakan hormon yang secara alami terutama diproduksi oleh corpus luteum dan plasenta yang berperan dalam reproduksi dengan mempersiapkan endometrium untuk implantasi telur dan membantu perkembangan serta berfungsinya kelenjar mammary . Di samping efeek progestionalnya , progestinsintetik tertentu memiliki efek anabolik,androgenik atau estrogenik(biasanya lemah). Progesteron merupakan progestin alam yang paling banyak selain efeknya sebagai hormon juga berfungsi sebagai prazat untuk produksi berbagai androgen,kortikosteroid dan estrogen secara endogen.

CARA KERJA KONTRASEPSI ORAL JENIS MINIPIL PROGESTIN


Cara kerja pil tersebut adalah dengan menekan sekresi gonadotropin dan sintesis steroid seks di ovarium tetapi tidak begitu kuat, terjadinya transformasi lebih awal pada endometrium sehingga implantasi lebih sulit, mengentalkan lendir serviks sehingga menghambat penetrasi sperma, serta mengubah motilitas tuba sehingga transportasi sperma terganggu.

EFEK SAMPING PROGESTIN

Efek sampingnya adalah obstipasi, rasa letih, nyeri kepala, reaksi kulit alergis dan melasma, varices dan kejang tungkai, juga depresi. Di samping itu zat ini juga dapat menyebabkan perdarahan antara di minggu minggu pertama, hipomenorroea dan amenorroea, libido berkurang dan gangguan pembuluh, serta kolerterol HDL diturunkan.

KONTRAINDIKASI MINIPIL PROGESTIN


Dengan fungsi utama untuk mencegah kehamilan (karena menghambat ovulasi), kontrasepsi juga biasa digunakan untuk mengatasi ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh. Namun sama halnya dengan pemakaian obat secara oral lainnya, harus diperhatikan juga beberapa faktor dalam pemakaian semua jenis obat yang bersifat hormonal, yaitu: ~Kontraindikasi mutlak: (sama sekali tidak boleh diberikan):kehamilan, gejala thromboemboli, kelainan pembuluh darah otak, gangguan fungsi hati atau tumor dalam rahim. ~Kontraindikasi relatif (boleh diberikan dengan pengawasan intensif oleh dokter): penyakit kencing manis (DM), hipertensi, pendarahan vagina berat, penyakit ginjal dan jantung.

4. Pil KB/kontrasepsi oral tipe pil pascasanggama (morning after pill) Morning after pill merupakan pil yang mengandung hormon estrogen dosis tinggi yang hanya diberikan untuk keadaan darurat saja, seperti kasus pemerkosaan dan kondom bocor. Berisi dietilstilbestrol 25 mg, diminum 2 kali sehari, dalam waktu kurang dari 72 jam pascasanggama, selama 5 hari berturut-turut. 5. Once A Moth Pill Pil hormon yang mengandung estrogen yang long acting yaitu pil yang diberikan untuk wanita yang mempunyai Biological Half Life panjang. Jenis kontrasepsi oral yang lain dan sudah tersedia, namun masih terbatas antara lain : 1. Mifepristone, yaitu alat kontrasepsi oral harian yang mengandung anti progesteron yang digunakan dalam uji klinis penelitian.

2. Ormeloxifene (centchroman), yaitu alat kontrasepsi oral yang berupa modulator reseptor estrogen yang digunakan 1-2 kali per minggu dan hanya tersedia di India.

Saran Sebaiknya pil KB diminum menjelang tidur setiap hari sehingga resiko lupa dapat diperkecil karena salah satu faktor keberhasilan dalam penggunaan pil KB adalah kedisiplinan untuk meminum pil KB.

Anda mungkin juga menyukai