P. 1
BAB V.docx

BAB V.docx

|Views: 41|Likes:
Dipublikasikan oleh Agus Budiman Sikumbang

More info:

Published by: Agus Budiman Sikumbang on May 27, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/23/2014

pdf

text

original

BAB V LANGKAH SUB PROBLEM KE SUB SOLUSI

5.1.

Sub Problem Yang menjadi sub problem adalah penentuan atribut yang nantinya akan

berpengaruh terhadap produk, dikarenakan keinginan yang berbeda dari tiap responden terhadap atribut. Untuk itu telah dilakukan 3 langkah sebelumnya agar problem ini terurai menjadi sub problem, yaitu klarifikasi tujuan, penetapan fungsi, dan menyusun kebutuhan. 5.2. Menetapkan Karakteristik (QFD) QFD (Quality Function Development) adalah suatu cara untuk meningkatkan kualitas barang atau cara dengan memahami kebutuhan konsumen kemudian menghubungkannya dengan ketentuan teknis untuk menghasilkan suatu barang atau jasa yang dihasilkan. Penentuan karakteristik ini bertujuan untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen terhadap produk Mesin Pencuci Piring Kelompok II yang sedang dirancang. Langkah ini ditempuh dengan menggunakan QFD (Quality Function Development). Adapun prosedur penggunaan matriks House of Quality adalah: 1. Identifikasi keinginan konsumen ke dalam bentuk atribut produk. Pada tahap ini akan diuji sejauh mana tingkat kepuasan konsumen terhadap suatu produk. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data untuk mengetahui keinginan konsumen adalah dengan menyebarkan kuesioner. Penyebaran kuesioner dilakukan melalui dua tahap yaitu: a. Kuesioner Terbuka Kuesioner terbuka berisi keinginan konsumen terhadap atribut-atribut produk yang telah ditentukan. Kuesioner disebarkan kepada 30 responden di sekitar daerah Ring Road terhadap produk Mesin Pencuci Piring Kelompok II yang akan dirancang. Pada kuesioner ini responden diminta menjawab secara bebas mengenai atribut yang dinyatakan. V-1

V-2

b. Kuesioner Tertutup. Kuesioner tertutup berisikan pernyataan dimana pernyataan tersebut diambil berdasarkan modus hasil pengolahan data dari kuesioner terbuka. Responden diminta untuk mengisi kolom-kolom yang disediakan mengenai kinerja dari masing-masing Mesin Pencuci Piring Kelompok II yang dapat dilihat pada tabel 5.1. Tabel 5.1. Atribut Mesin Pencuci Piring Kelompok II Kebutuhan No Primer Sekunder Bahan Penampung Bahan Tambahan Bahan Utama Cara Pemasangan Dimensi Warna Motif Fungsi Tambahan Fungsi Utama Tersier Plastik Kain Plastik Ditempel Daya Diameter Penampung Dimensi Rotor Hitam Polos Tempat Sabun Mencuci Piring

1

Bahan

2

Desain

2

Multifungsi

2. Penentuan tingkat kepentingan relatif dari suatu atribut produk. Penentuan tingkat kepentingan relatif atribut dilakukan dengan memberikan bobot persentase pada masing-masing atribut dengan menggunakan skala prioritas. Dalam hal ini digunakan modus yang diperoleh dari kuesioner tertutup sesuai skala Likert yang dapat dilihat pada tabel 5.2.

V-3

Tabel 5.2. Modus Kuesioner Tertutup Mesin Pencuci Piring Kelompok II Kriteria Primer Sekunder
Bahan Penampung

Tingkat Kepentingan Tersier
Plastik Kain Plastik

Kelompok II 4 4 4

Bahan

Bahan Tambahan Bahan Utama

Tabel 5.2. Modus Kuesioner Tertutup Kelompok II (Lanjutan) Kriteria Tingkat Kepentingan Tersier
Ditempel Rotor

Primer

Sekunder
Cara Pemasangan

Kelompok III 4 4 3 4 4 3
4 4

Desain

Dimensi

Daya Diameter Penampung

Warna Motif

Hitam Polos Tempat Mencuci Piring Tempat Sabun

Multifungsi

Fungsi Utama Fungsi Tambahan

3. Evaluasi atribut produk. Atribut-atribut produk untuk pesaing I yang telah dievaluasi dapat dilihat pada Tabel 5.3. berikut.

V-4

Tabel 5.3. Modus Kusioner Tertutup Pesaing I Kriteria Primer Sekunder
Bahan Penampung Bahan Tambahan Bahan Utama

Tingkat Kepentingan Tersier
Plastik Kain Plastik Ditempel Tempat Sabun Hitam Polos 13 cm x 8 cm 40 cm 20 watt

Pesaing 1 3 2 3 4 3 4 4
3 4 4

Desain

Cara Pemasangan Fungsi Tambahan Warna Motif

Dimensi

Rotor Diameter Penampung Daya

Atribut-atribut produk untuk pesaing II yang telah dievaluasi dapat dilihat pada tabel 5.4. Tabel 5.4. Modus Kusioner Tertutup Pesaing II Kriteria Primer Sekunder
Bahan Penampung Bahan Tambahan Bahan Utama

Tingkat Kepentingan Tersier
Plastik Kain Plastik Ditempel Tempat Sabun Hitam Polos 13 cm x 8 cm 40 cm 20 watt

Pesaing 1 3 2 3 4 3 4 4
3 4 4

Desain

Cara Pemasangan Fungsi Tambahan Warna Motif

Dimensi

Rotor Diameter Penampung Daya

V-5

4.

Menggambarkan

matriks

perlawanan

antara

atribut

produk

teknik

karakteristik teknik. Atribut yang telah diterjemahkan ke dalam karakteristik teknis diletakkan pada bagian vertikal di tepi sebelah kiri sedangkan karakteristik teknis diletakkan pada bagian horizontal di tepi atas yang dapat dilihat pada Gambar 5.1
Lamanya pengecetan

Komposisi produk

Kekuatan bahan

Kualitas mesin

Variasi spons

Berat mesin

Usia pakai

Bahan penampung plastik Dimensi rotor 13 cm x 8 cm

Daya 20 watt
Bahan tambahan kain Bahan utama plastik Cara pemasangan ditempel Fungsi tambahan tempat sabun Warna hitam Motif polos Diameter penampung 40 cm

2

Gambar 5.1. Matriks Perlawanan antara Atribut Produk dengan Karakteristik Teknik

Biaya

V-6

5.

Mengidentifikasi hubungan antara atribut produk dengan karakteristik teknik Dalam hal ini dilakukan dengan menggunakan skor yang tertinggi menunjukkan tingkat kemudahan yang tinggi bagi tim perancang untuk mengidentifikasi karakteristik teknis yang paling mempengaruhi kepuasan konsumen yang dapat dilihat pada Gambar 5.2.
Lamanya Pengecetan Komposisi Produk

Kekuatan Bahan

Kualitas Mesin

Derajat Hubungan V √ x X = Hubungan positif kuat = 4 = Hubungan positif sedang = 3 = Hubungan negatif sedang = 2 = Hubungan negatif kuat = 1

Variasi spons

Berat Mesin

Usia Pakai

Bahan penampung : plastik Dimensi rotor : 13 cm x 8 cm Daya : 20 watt Bahan tambahan : kain Bahan utama : plastik Cara pemasangan : ditempel Fungsi tambahan : tempat sabun Warna : hitam Motif : polos Diameter penampung : 40 cm Ketahanan Meja 4-6 Tahun

V √ x √ √

x x x
x x x √ x X x

√ X

v x
√ √ √ √ X X X √

V

V

V
V x x

V
√ V V x X √ √ √

V
√ V V x √

x
V V x x V V √

x
√ √ √ 2 x

x
X V X X

x
x √

Gambar 5.2. Matriks Hubungan Antara Atribut Produk dengan Karakteristik Teknik

Biaya

V

v
√ √ √ √ √ √ x √

V-7

6. Mengidentifikasi interaksi yang relevan antara sesama karakteristik teknik. Pada rumah mutu, besaran diletakkan pada bagian roof. Dengan menggunakan matriks roof akan mempermudah dalam pemeriksaan setiap pasangan karakteristik teknis. Ini terlihat pada Gambar 5.3.
√ √

v v
x √ √ √ √

√ √

√ x

√ x √ √

X
x x

√ √ √

x

X
Lamanya Pengecetan

v

Komposisi Produk

Kekuatan Bahan

Kualitas Mesin

Variasi Spons

Berat Mesin

Usia Pakai

Derajat Hubungan

Biaya

V √ x X

= Hubungan positif kuat = 4 = Hubungan positif sedang = 3 = Hubungan negatif sedang = 2 = Hubungan negatif kuat = 1

Gambar 5.3. Hubungan antar Sesama Karakteristik Teknik

7. Menentukan tingkat kesulitan, derajat kepentingan, perkiraan biaya, dan gambaran target yang ingin dicapai. a. Penentuan Tingkat Kesulitan : Tingkat kesulitan ditentukan dari hubungan antar sesama karakteristik teknik (Gambar 5.2). Perhitungan dilakukan dengan menjumlahkan semua bobot nilai hubungan kemudian membagi bobot dari tiap-tiap karakteristik teknik dengan jumlah bobot tadi. Selanjutnya, tingkat kesulitan (yang diberi skala 1-5) diberikan berdasarkan rentang persentase yang diperoleh. 0 – 10 % 11 – 20 % 21 – 30 % 31 – 40 % >40 % tingkat kesulitannya = 1 tingkat kesulitannya = 2 tingkat kesulitannya = 3 tingkat kesulitannya = 4 tingkat kesulitannya = 5

V-8

Besar nilai tingkat kesulitan dapat dihitung dengan cara menghitung terlebih dahulu total bobot untuk masing-masing hubungan antara sesama karakteristik teknis yaitu sebagai berikut: Bobot untuk komposisi produk Bobot untuk variasi spons Bobot untuk lamanya pengecetan Bobot untuk kekuatan bahan Bobot untuk kualitas mesin Bobot untuk usia pakai Bobot untukberat mesin Bobot untuk biaya = 3+3+2+4+4+3+3 = 22 = 3+1+3+1+3+3+3 = 17 = 3+1+2+2+3+2+3 = 16 = 2+3+2+3+3+3+2 = 18 = 4+1+2+3+3+2+3= 18 = 4+3+3+3+3+3+3 = 22 = 3+3+2+3+2+3+4 = 20 = 3+3+3+2+3+3+4 = 21

Untuk menghitung tingkat kesulitan untuk masing-masing karakteristik teknis digunakan rumus sebagai berikut :
Tingkat kesulitan  Bobot Tiap Karakteristik Teknis Total Bobot KarakteristikTeknis

Tingkat kesulitan komposisi produk = Tingkat kesulitan variasi spons =

22 100%  28,57  29 77
4

5

17 100%  22,07  22 77

Tingkat kesulitan lamanya pengecetan = Tingkat kesulitan kualitas bahan =

16 100%  20,77  21 77
4

4

18 100%  23,37  23 77
=

Tingkat kesulitan kualitas mesin Tingkat kesulitan usia pakai =

18 100%  23,37  23 77
5 5 5

4

22 100%  28,57  29 77
=

Tingkat kesulitan berat mesin Tingkat kesulitan biaya =

20 100%  25,98  26 77

21 100%  27,32  27 77

b. Penentuan Derajat Kepentingan :

V-9

Besar nilai derajat kepentingan dapat dihitung dengan cara menghitung terlebih dahulu total bobot untuk masing-masing hubungan antara atribut produk dengan karakteristik teknis yaitu : Bobot komposisi bahan Bobot variasi spons Bobot lamanya pengecetan Bobot kekuatan bahan Bobot kualitas mesin Bobot usia pakai Bobot berat mesin Bobot biaya = 4+3+2+3+3+1+3+3+3+2 =27 = 2+2+1+4+2+2+3+2+1+2 = 21 = 3+1+2+4+2+2+4+4+3 = 25 = 4+2+3+3+3+3+1+1+1+3= 21 = 5+4+4+2+2+1+1+4+1+1= 23 = 4+4+3+2+4+2+1+3+3+3= 29 = 4+4+3+1+4+2+3+2+2+3 = 28 = 4+4+3+3+3+3+3+3+2+3= 31

Total bobot untuk semua hubungan antara atribut produk karaketrisitik teknis = 27+21+25+21+23+29+28+31 = 205 Untuk menghitung derajat kepentingan untuk atribut produk dengan karakteristik teknis digunakan rumus :
DerajatKep entingan  Bobot Tiap Karakteristik Teknis dengan atribut Total Bobot KarakteristikTeknisdengan atribut

a. Tingkat kesulitan komposisi produk = b. Tingkat kesulitan variasi spons =

27 100%  13,1  13 105

21 100%  10,2  10 105 25 100%  12,2  12 105

c. Tingkat kesulitan lamanya pengecetan = d. Tingkat kesulitan kualitas bahan = e. Tingkat kesulitan kualitas mesin f. Tingkat kesulitan usia pakai = g. Tingkat kesulitan berat mesin

21 100%  10,2  10 205
=

23 100%  11,21  11 205

29 100%  14,3  14 205
=

28 100%  13,6  14 205

V-10

h. Tingkat kesulitan biaya c. Perkiraan Biaya :

=

31 100%  15,1  15 205

Yang dijadikan sebagai dasar perkiraan biaya adalah faktor tingkat kesulitan, semakin sulit suatu karakteristik teknik dibuat, akan semakin mahal pula alokasi biayanya. Perkiraan biaya dinyatakan dalam persen dan dipengaruhi berbagai pertimbangan dari si perancang sendiri. Perkiraan Biaya komposisi produk Perkiraan Biaya variasi spons Perkiraan Biaya lamanya pengecetan Perkiraan Biaya kekuatan bahan Perkiraan Biaya kualitas mesin Perkiraan Biaya usia pakai Perkiraan Biaya berat mesin Perkiraan Biaya biaya : : : : : : : :

5  100%  14% 36 4  100%  11% 36 4  100%  11% 36 4  100%  11 36 4  100%  11% 36 5  100%  14% 36
5  100%  14% 36 5  100%  14% 36

V-11

Customer Perception Data persepsi konsumen dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 5.5 Data Persepsi Konsumen

Atribut Bahan penampung : plastik Dimensi rotor: 13 cm x 8 cm Daya : 20 watt Bahan tambahan : kain Bahan utama : plastik Cara pemasangan : ditempel Fungsi tambahan : temple sabun Warna : hitam Motif : polos Diameter penampung : 40 cm

Kelompok III 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3

Pesaing 1 3 2 3 4 5 4 5 4 5 3

Pesaing 2 4 4 4 5 5 4 4 5 5 5

Lamanya Pengecetan

Komposisi Produk

Kekuatan Bahan

Variasi spons

Kualitas Mesin

Berat Mesin

Usia Pakai

Tingkat Kesulitan Derajat Kepentingan Perkiraan Biaya

5 13 14

4 10 11

4 12 11

4 10 11

4 11 11

5 14 14

5 14 14

15 14

Gambar 5.4 Hubungan antara Karakteristik Teknik dengan Tingkat Kesulitan, Derajat Kepentingan, dan Perkiraan Biaya

Setelah tingkat kesulitan, derajat kepentingan, dan perkiraaan biaya didapat, maka dapat digambarkan house of quality yang merupakan gabungan semua karakteristik

Biaya

5

V-12

teknik, atribut yang diinginkan konsumen, posisi mesin pencuci piring pesaing dan Kelompok II terhadap atribut yang sama. Semuanya dibuat dalam rumah mutu dengan menggunakan metode QFD. Kesimpulan dari gambar QFD diatas adalah:

1. a. b. c. d. e. f. g. h. i. j.

Atribut mesin pencuci piring dari hasil kuesioner adalah: Bahan penamoung terbuat dari plastik. Rotor berdimensi 13 cm x 8 cm. Mesin berdaya 20 watt. Bahan tambahan yang dipakai berupa kain. Bahan utama yang dipakai berupa plastic. Cara pemasangannya dengan cara ditempel. Memiliki fungsi tambahan sebagai tempat sabun. Berwarna hitam. Bermotif polos. Dimensi penampung berdiameter 40 cm.

V-13

v V V V V X V X x x V V V v V v x v x v v V x v V v

Relative Importance

KARAKTERISTIK TEKNIK

Derajat Hubungan: V = Hubungan positif kuat =4 v = Hubungan positif sedang = 3 X = Hubungan negatif sedang = 2 x = Hubungan negatif kuat = 1

x v

V

Komposisi Produk

Lamanya Pengecetan

Persepsi Konsumen 5 = Sangat baik 4 = Baik 3 = Cukup 2 = Buruk 1 = Sangat buruk

Kekuatan Bahan

Kualitas Mesin

Variasi spons

Berat mesin

Usia Pakai

Biaya

Persepsi Konsumen 5
-

KEINGINAN KONSUMEN
Bahan penempung Bahan Tambahan Bahan utama Desain Cara pemasangan Fungsi Tambahan Warna Motif Rotor Dimensi Diameter penampung Daya Tingkat Kesulitan Derajat kepentingan Perkiraan Biaya Plastik Kain Plastik Ditempel Tempat sabun HItam Polos 13 cm x 8 cm 40 cm 20 watt 4 4 4 4 4 4 3 4 4 5

4
IIC IIC IIC IIB

3

2

1

V v x v v X v v v x 5 13 14

x x X V x x v x X x 4

v X X x V v X V V v 4

V x v v v X X X X v 4

v V V x x x X V X X 4

V V v x V x X v v v 5

V V v X V x v x x v 5

V V v v v v v v x v 5

B
B C

B -

-

IIC B IIBC CB IIC IIB C

II B
II

-

-

CB

10 12

10 11 14 14 15 11 14 14 14

III B C

Kelompok III Pesaing 1 Pesaing 2

11 11 11

Tingkat Kesulitan 1 = mudah = 1 – 20 % 3 = cukup mudah = 21 – 40 % 5 = sulit = 41 – 60 % 7 = sangat sulit = 61 – 80 % 9 = mutlak sulit = 81 – 100 %

Perkiraan Biaya 1 – 15 = murah 16 – 30 = mahal 31 – 45 = sangat mahal

Derajat Kepentingan 1 – 15 = cukup penting 16 – 30 = penting 31 – 45 = sangat + penting

Gambar 5.5. Quality Function Deployment (QFD) mesin pencuci piring Kelompok II

V-14

2.

Perbandingan mesin pencuci piring hasil penyebaran kuisioner dengan produk dari pesaing pada atribut yang sama adalah: a. Untuk bahan penampung: produk rancangan seimbang dengan pesaing II dan lebih unggul bila dibandingkan pesaing I. b. Untuk dimensi rotor : produk kelompok II seimbang dengan pesaing II dan lebih unggul dari pesaing I c. Untuk daya: produk kelompok II seimbang pesaing II danlebih unggul dibanding pesaing I. d. Untuk bahan tambahan: produk kelompok II seimbang dengan I dan lebih unggul di banding pesaing I. e. Untuk bahan utama: produk kelompok II seimbang dengan pesaing II dan lebih unggul dari produk pesaing I. f. Cara pemasangan : ketiga rancangan produk sama seimbang g. Untuk fungsi tambahan : produk rancangan pesaing II dan pesaing I lebih unggul dari kelompok II h. Untuk warna : produk kelompok II seimbang pesaing II dan lebih unggul dibanding pesaing I. i. Untuk motif : ketiga rancangan produk sama seimbang j. Dimensi penampung : ketiga rancangan produk sama seimbang.

3.

Tingkat kesulitan: semua karakteristik teknik tersebut cukup mudah untuk dikerjakan kecuali lamanya pengecetan dan kualitas mesin yang mudah dikerjakan.

4.

Tingkat kepentingan: semua karakteristik teknik tersebut cukup penting kecuali kekuatan bahan dan usia pakai yang dianggap penting.

5.

Perkiraan biaya: perkiraan biaya dari produk rancangan semua karakteristik teknik tergolong dalam kategori murah.

5.3.

Sub Solusi Sub solusi dari perancangan produk Mesin Pencuci Piring dapat

digambarkan pada QFD. Dimana tingkat kesulitan pembuatan produk masih dalam katagori mudah. Kemudian derajat kepentingan menunjukan bahwa setiap

V-15

elemen bahan memiliki tingkat kepentingan yang standar dan perkiraan biaya yang mahal.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->